The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku yang menceritakan tentang perkembangan terminal Tirtonadi Surakarta

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by TerminalTirtonadi, 2021-12-27 05:22:58

Ebook Terminal Tirtonadi

Buku yang menceritakan tentang perkembangan terminal Tirtonadi Surakarta

Keywords: Terminal Tirtonadi

98

Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi dengan koordinator Terminal Tirtonadi Joko Sutriyanto
dalam penanganan Prokes lebaran 2020.

99

Adaptasi Kebiasaan Baru

(New Normal)

Adaptasi Kebiasaan Baru dipilih menjadi salah “Sanksinya, bagi yang masih muda-
satu kebijakan usai pelaksanaan Pembatasan muda kita minta untuk push up. Kemudian untuk
Sosial Berskala Besar (PSBB). Beberapa mereka yang sudah berumur kita minta
kawasan yang sudah mampu menurunkan menghafal Pancasila, atau menyanyikan lagu-
jumlah penularan Covis-19, dianggap mampu lagu nasional. Sanksi ini juga kita
melaksanakan new normal. Kebijakan ini sosialisasikan, sehingga semua orang tahu,
diawali dengan sosialisasi penggunaan masker, kalau di TTA Tirtonadi wajib menggenakan
membiasakan cuci tangan, dan menjaga jarak masker. Setelah mendapatkan sanksi, yang tak
didalam kerumunan. punya masker diberi masker gratis," katanya.

Tak ketinggalan hal ini juga dilaksanakan Selain bagi penumpang, kewajiban
di TTA Tirtonadi. Sosialisasi diawali dengan penggunaan masker ini juga diberlakukan untuk
pemasangan banner yang berisi aturan wajib karyawan, komunitas ojek, komunitas becak,
menggunakan masker bagi mereka yang komunitas kuli angkut, dan lainnya.
beraktifitas di dalam terminal. Selain itu pihak
TTA Tirtonadi juga menambah beberapa spot Selain pencegahan itu, TTA Tirtonadi
untuk cuci tangan yang dilengkapi dengan juga menerapkan kebijakan pecegahan lain,
sabun tangan. Sosialisasi juga menggunakan yakni penambahan imun. Penambahan imun ini
media video yang ditayangkan melalui platform dilaksanakan dengan senam bersama,
instagram. pemberian vitamin, dan berjemur bersama.

"Selain itu, melalui pengesar suara "Kita memperkuat imun dari teman-
terminal, setiap beberapa menit sekali ada teman karyawan dengan olahraga bersama,
peringatan agar masyarakat selalu waspada pemberian vitamin dan berjemur," imbuh Joko.
dengan Covid-19, selalu menggunakan masker,
dan rajin mencuci tangan." Ungkap Joko. Saat tulisan ini disusun, TTA Tirtonadi
masih menerapkan protokol kesehatan secara
Pengelola TTA Tirtonadi bertindak tegas ketat. Selain itu TTA Tirtonadi juga tengah
dengan memberikan sanksi mereka yang abai mengikuti lomba terminal sehat yang diadakan
melaksanakan protokol kesehatan. oleh Kementerian Kesehatan.

100

Petugas memastikan penumpang
untuk mencuci tangan dan memakai masker

Hukuman bagi penumpang yang kedapatan
tidak menggunakan masker. Setelah menjalankan hukuman

penumpang diberikan masker secara gratis.
101

Tes kesehatan berkala bersama jajaran Polantas, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan,Dinas Perhubungan, kepada Kru Bus
di Terminal Tirtonadi. meliputi tes narkoba, tes gula darah, tes alkohol dan tes tekanan darah

102

Pengawasan petugas terhadap penumpang di Terminal Tirtonadi
telah melalui screening protokol kesehatan.

103

Pemberian vitamin dan olahraga untuk pemingkatan imun karyawan / karyawati Terminal Tirtonadi
104

Kerjasama dengan organisasi masyarakat dalam pemberian bantuan peduli corona dari Alumni Kasmaji dan SAR Menwa

Pengawasanpenumpang bersyarat dan Prokes di Terminal Tirtonadi.
105

Koordinator Terminal Tirtonadi Joko Sutriyanto mengenakan masker
secara langsung bagi pengguna jalan yang melintas di ruas jalan A.Yani.

106

Pembagian Masker bagi pengguna jalan

Peringatan Hari Perhubungan Nasional

KAMPANYE KESELAMATAN

Bentuk kepedulian Terminal Tirtonadi kepada pengguna jalan sekaligus sosialisasi protokol kesehatan.
Karyawan / karyawati membagikan masker, handsanitizer dan stiker.
107

108

Rapid Antigen

Antisipasi pemudik Nataru 2021

Petugas dari Dinas Kesehatan kota melakukan
pemeriksaan rapid anti gen

kepada penumpang yang datang ke Terminal Tirtonadi.
Rapid anti gen dilaksanakan secara gratis oleh
Kementerian Perhubungan.

109

pendafataran rapid anti gen gratis dibanjiri oleh masyarakat yang hendak bepergian.
110

Peliputan oleh media dalam pelaksanaan rapid anti gen gratis kepada masyarakat.
111

Hari D Utomo - Jurnalis

Kalau saja gagasan memindahkan Terminal Tirtonadi ke kawasan Mojosongo yang nota bene berada di
pinggiran kota direalisasikan, boleh jadi tak bakal tumbuh dengan sosoknya sekarang yang megah, serta menjadi
sentra ekonomi baru. Banyak sudah contoh kasus di kota lain yang memindahkan terminal di pinggiran kota dengan
dalih lahan yang tersedia lebih luas, namun pada akhirnya hanya menjadi tempat transit moda transportasi umum.
Benarlah Pak Jokowi (waktu itu Walikota Solo) mempertahankan lokasi Terminal Tirtonadi di tempat semula, kemudian
ditata ulang dengan konsep modern.

Sungguh, Terminal Tirtonadi yang sekarang berstatus Tipe A, mengalami sejarah panjang dalam jagad
infrastruktur transportasi umum, sejak perpindahan dari lokasi semula di kawasan Gemblegan.. Pembenahan demi
pembenahan dilakukan, hingga sekarang bertumbuh menjadi sebuah terminal modern serasa Bandar udara, serta
terkoneksi dengan moda transportasi umum lain, diantaranya Stasiun Kereta Api Solo Balapan dan Bandara Adi
Soermarmo.

Bahkan, Terminal Tipe A Tirtonadi, saat ini menjadi sentra ekonomi baru, dengan adanya berbagai fasilitas di
lantai atas. Alhasil infrastruktur transportasi ini, tidak hanya menydiakan fasilitas bagi masyarakat pengguna jasa
angkutan umum,, tetapi juga mewadahi aktivitas lain.

Rangkaian perjalanan Terminal Tipe A Tirtonadi hingga saat ini dan jangkauan ke depan yang tertuang dalam
buku ini, serasa membuka ingatan masa lalu sekaligus meretas masa depan. Betapa sejarah transportasi di Solo telah
mengalami liku-liku cukup rumit, bukan saja dalam perspektif sarana fisik, tetapi juga kehidupan sosial komunitas
terminal, mulai dari porter, abang becak, pedagang, serta kelompok masyarakat lain yang kadang bernuansa gelap.

Boleh jadi, buku ini bisa menjadi referensi bagi siapapun yang menaruh minat dalam dunia transportasi lengkap
dengan tatanan sosial yang melekat di dalamnya. Hampir tak ada padanan lain atas materi kajian dalam buku ini,
sehingga dia akan menjadi literasi sangat berharga. Khusus bagi mereka yang pernah bergelut dengan dunia terminal,
tentu akan menjadi dokumen pribadi yang tak pernah lekang dimakan zaman.

112

Antonius CH - Jurnalis

Pilihan angkutan yang beranekaragam saat ini, bukan berarti masyarakat akan meniggalkan armada Bus. Hal
ini terlihat saat arus mudik Lebaran atau arus mudik Natal dan Tahun Baru. Puluhan ribu Bus menyerbu daerah-
daerah dari Jakarta dan kota besar lain. Selain itu, sejumlah perusahaan Otobus juga berlomba menyediakan
angkutan yang baik dan modern. Hal ini menunjukkan bahwa Bus saat ini masih menjadi primadona.

Masyarakat masih berharap banyak dengan angkutan massal semacam Bus, Hal ini tentunya harus didukung
dengan fasilitas penunjang yang memadai. Salah satunya adalah dengan membangun Terminal yang aman, dan
nyaman bagi awak angkutan, maupun bagi masyarat pengguna transportasi. ini tentunya menjadi harapan kita
bersama.

Beruntungnya, hal ini juga ditangkap oleh penyelenggara kebijakan, dengan peningkatan status sejumlah
terminal. Salah satu contohnya adalah Terminal Tirtonadi Solo. Dengan menyandang status sebagai Terminal Tipe A,
terminal yang berada di Jantung Kota Bengawan mampu menghadirkan moderenitas, sekaligus menjaga tradisi yang
hidup sebagai terminal di Kota Budaya.

Penulisan sejarah dalam buku ini, selain akan menjadi salah satu rujukan, juga menjadi pengingat sekaligus
barisan kejadian perkembangan terminal. Tentu saja ini bagus untuk dipelajari bagi mereka pecinta sejarah, maupun
perkembangan tata kota.

113

Te s t i m o n i

(PPNS TTA TIRTONADI)

Dari Sisi Lalu Lintas

Pertama kali saya bergabung sebagai insan Terminal Tirtonadi menjadi Terminal
perhubungan pada tahun 2003 tepatnya pada Dinas percontohan di bidang Pelayanan Transportasi
Perhubungan Kota Surakarta dan bekerja di Bidang Umum. Pada saat ini, sudah banyak yang
Angkutan. Setaniutnya pada tahun 2005 dialihtugaskan ke berkunjung dan memberikan apresiasi yang
UPTD Terminal Tirtonadi Kota Surakarta sebagai Petugas positif tentang pelayanan dan pengaturan lalu
Pengatur Pengendalian Lalu Lintas. lintas kedatangan dan keberangkatan bus.
Dengan adanya pembuatan jalur khusus bus
Pada waktu dulu Terminal Tirtonadi terlihat masih jurusan Solo Surabaya Patas dan AC Ekonomi
belum tertata, terutama pada jalur kedatangan dan akan memberikan kemudahan atau pilihan
keberangkatan bus. Pada tahun 2009 Terminal mulai pengguna jasa transportasi.
mengalami pembangunan sampai dengan sekarang. Hal ini
memberikan kesan yang positif terutama pada arus Dengan era kepemimpinan Koordinator
kedatangan dan keberangkatan bus. Tersedianya jalur Terminal Tirtonadi Kota Surakarta Bapak Joko
prioritas untuk akses keluar dan masuk bus memberikan Sutriyanto,SH telah banyak membuat gagasan
kesan rapi, tempat istirahat bus sudah baik dan untuk serta inovasi untuk menuju Terminal yang lebih
penurunan penumpang juga sudah tertata. Penumpang baik, dan sebagai inisiator lahirnya buku tentang
diarahkan masuk ke dalam Terminal dan keluar melalui pintu sejarah Terminal. Saya sangat mendukung untuk
yang sudah tersedia, sehingga penumpang tidak lagi terlaksananya pembuatan buku ini, sehingga bisa
melewati jalur lalu lintas bus yang dapat membahayakan menjadi sarana untuk mengenang Terminal
diri. Setiap bus yang masuk ke Terminal Tirtonadi akan Tirtonadi untuk anak cucu generasi penerus
didata dan dilakukan pengecekan kelengkapan administrasi bangsa. Selalu sukses dan jaya bagi Terminal
dan kelaikan kendaraan (Rampcheck) menjamin kebanggaan Kota Surakarta ini.
keseIamatan.

Sularjo

114

Terminal Tirtonadi dulu yang saya ketahui adalah Saya bangga menjadi bagian dari Terminal
terminal besar tetapi kondisi masih kumuh dan tidak Tirtonadi semoga ke depan semakin menjadi yang
tertata dengan rapi tetapi sekarang Terminal terdepan dan menjadi contoh untuk terminal yg

Tirtonadi bisa dibandingkan dengan terminal yg lain bahwa lainnya. Jaya terus untuk Terminal Tirtonadi. Buku

Terminal Tirtonadi sekarang adalah terminal yang nyaman, ini mewakili kami sebagai bagian dari Terminal

bersih dan aman. Tirtonadi sehingga pembaca dapat mengerti
Dimana semua yang ada di Terminal Tirtonadi dari setiap perjalanan atau langkah-langkah yang
Bapak Kepala Terminal dan kami ambil dan lalui
kepala terminal, staf terminal, penyewa kios, penjual loket demi kemajuan Terminal Tirtonadi
bus malam, dan travel mau gotong royong gurup rukun/
mau bekerja sama untuk merubah Terminal menjadi Bapak Kepala Terminal Kami (Bpk. Joko

semakin lebih baik. Dan akses penumpang mau kemana Sutriyanto, SH ) pernah berkata “Seseorang yang

saja sudah terintregrasi dengan sangat baik sehingga dikatakan hebat dan luar biasa dinilai dari

penumpang tidak bingung lagi untuk memilih mau kemana tindakannya dan bukan ucapannya.” Dan kata itu

dan naik apa, semua sudah ada tinggal pilih dari berbagai yg selalu ada di dalam hati kami untuk

agen bus, travel, Kal, taxi dan ojek berbasis daring pun membangun Terminal Tirtonadi menjadi semakin

sudah ada. lebih baik.

Sekar Putri Pandan Wangi S Si T

115

Sejak 2004 saya (Eko Purnomo) membangun
asa disini sebagai tenaga honorer Dishub
Surakarta yang diperbantukan disini. Terminal
yang menurut saya pribadi sangat ramai dengan
berbagai hiruk pikuk penumpang dan penjual di
dalamnya yang mengais rezeki. Terminal Tirtonadi
memiliki dengan daya magnetnya yang begitu besar.
Terminal yang tidak pernah tidur dan merupakan
sumber PAD yang besar untuk Kota Surakarta.

Tahun berganti tahun, Tirtonadi karena
perubahan aturan yang ada akhirnya di ambil oleh
Kemenhub sejak awal 2017. Titik tolak Tirtonadi tidak
hanya sebagai tempat perpindahan orang dari suatu
tempat ke tempat lainnya. Namun menuju pelayanan
yang lebih baik. Walupun dilihat jumlah penumpang
atau otobus yang datang maupun berangkat
mengalami penurunan dari tahun ke tahun
dikarenakan persaingan roda transportasi lainnya. Di
satu sisi Tirtonadi berubah penampilan fisik SDMnya
dalam pelayanan karena sudah tidak menjadi obyek
pendapatan negara.

Mimpi saya sebagai salah satu staf adalah
Terminal Tirtonadi menjadi Icon Indonesia pada
umumnya dan Kota Surakarta pada khususnya dalam
pelaksanakan transportasi darat dan salah satu pusat
perekonomian di Kota Surakarta yang dapat mandiri
secara finansial dan memberikan kontribusi ke negara.
Tidak lupa kesejahteraan pegawainya siapapun
pimpinannya.

Eko Purnomo

116

Pada tahun 1989 - permata kali saya masuk Kota Keadaan dan jaman sekarang berubah. Situasi
Solo dan pada waktu itu saya mulai menuntut ikut berubah. Keadaan terminal juga mengikuti ada
ilmu di perguruan tinggi di Kota Solo, saya sering perubahan. Keadaan antara parkir bus, pedagang dan
datang ke Terminal Tirtonadi. Waktu itu keadaannya kios sudah mulai rapi.
masih belum tertata, keadaan kendaraan bus masih
parkir di sembarang di dalam Terminal jadi satu dengan Pada tahun 2018, setahun ini saya benar – benar
pedagang dan penumpang. (cukup ramai para mengalami dan mengetahui perubahan di Terminal
penumpang) karena satu – satunya alat transportasi Tirtonadi yang cukup pesat. Karena satu tahun ini saya
murah orang berpergian menggunakan bus. bertugas di Terminal Tirtonadi.

Pada waktu itu keadaan Terminal antara Pesat kemajuan Terminal Tirtonadi saat ini tidak
penumpang, bus dan kios – kios pedagang masih lepas dari kepemimpinan Bp. Joko Sutriyanto, SH yang
menyatu. Orang makan di warung terkena asap bus memiliki banyak ide dan gagasan demi majunya
karena antarakios dengan parkir bus terlalu dekat. Serta Terminal Tirtonadi. Buku ini diterbitkan agar masyarakat
masuk terminal ada peron. mengetahui dan memahami tentang kemajuan Terminal
Tirtonadi.

Ririn Kunwidayati SH

117

Pada awalnya terminal berada di Gemblekan. Pada waktu Pak Jokowi jadi walikota, Terminal
yang kemudian pindah di Gilingan di bangun Tirtonadi dibangun sampai di Taman Tirtonadi sebelah
pada tahun 1974 yang kemudian mulai barat. Kurun waktu tahun 2009-2016 perkembangan
dioperasikan pada tahun 1980 yang bernama Terminal Tirtonadi sudah semakin pesat sampai
Stanpelat Gilingan. Akan tetapi pada saat itu diambil alih oleh pusat akhir tahun 2016. Sekarang
suasananya masih belum tertata (semrawut) dari segi suasana Terminal Tirtonadi sudah seperti bandara
kebersihan maupun segi keamanannya. yang bersih, aman dan nyaman dan serba terpenuhi
sarana dan prasarananya.
Dulu segi keamannya hanya ada satpam saja.
Pada tahun 1986 keamanannya mendapat bantuan Koordinator Terminal Pak Joko Sutriyanto
dari Balai Kota Solo (SATTIB) dari kepolisian Surakarta membawa inovasi yang baik bagi terminal. Berbagai
dan dari Kodim 0735 Surakarta. Setelah berjalan tiga kegiatan dilakukan semakin memeriahkan terminal.
bulan diadakan koordinasi dan pengadaan Operasi Kegiatan tersebut macam-macam, baik dalam bentuk
oleh SATTIB, Polri, Kodim, CPM dan Kopasus. seni budaya, maupun olahraga.

Suroto

118

Saya bekerja di Terminal Tirtonadi sejak banyak fasilitas penunjang lain yang memanjakan
pertengahan tahun 2012, waktu itu masih pengguna, bukan hanya sekedar pengguna
berbentuk UPTD Terminal, dan berada transportasi darat ( bus) tetapi juga tiket KA terfasilitasi
dibawah Dinas Perhubungan Kota Surakarta. di Terminal Tirtonadi saat ini.

Pada awal saya berdinas di sini, Terminal Semoga Terminal Tirtonadi yang pada saat ini
Tirtonadi masih terminal dengan bangunan lama, dari merupakan Terminal Tipe A Percontohan tetap
segi kebersihan juga masih kurang, kesemrawutan menjadi pilihan utama moda trasnportasi darat di
aniara armada, pedagang maupun penumpang masih Indonesia, kami (pimpinan dan Staf) Terminal
terlihat jelas. Tirtonadi berkomitmen untuk memberikan pelayanan
prima kepada semua pengguna jasa Terminal
Jika dibandingkan dengan kondisi Terminal Tirtonadi.
Tirtonadi saat ini jelas sangat jauh berbeda, dari segi
jumlah armada maupun keramaian penumpang Dengan adanya buku ini, semoga dapat
mungkin berkurang tapi kenyamanan pengguna menambah pengetahuan masyarakat tentang sejarah
terminal saat ini lebih diutamakan dan dimanjakan Terminal Tirtonadi dan masyarakat lebih mencintai
dengan ruangan yang berAC, nyaman, aman serta transportasi umum khususnya bus.

Eni Retnowati SE MM

119

Keamanan menjadi kunci kenyamanan, terlebih Selain itu Terminal Tirtonadi juga sudah ditetapkan
di Terminal Tirtonadi. Sebab, terminal adalah sebagai terminal sehat, pertama di Indonesia. Ini
lokasi berkumpulnya orang atau istilahnya merupakan prestasi yang harus dipertahankan.
obyek vital. Kondisi Terminal Tirtonadi sekarang Caranya dengan selalu melakukan pantauan kepada
berbeda jauh dengan masa lalu. kios-kios penjaja makanan.

Dari segi keamanan, kita memiliki empat grup Koordinator Terminal Tirtonadi, Bapak Joko
yang memberikan pelayanan selama 24 jam non stop. Sutriyanto membentuk tim khusus, yang ditugaskan
Hal ini sebagai jaminan rasa aman bagi pengguna bus, untuk mengawasi dan menilai kebersihan kios, mulai
yang datang dan berangkat dari Terminal Tirtonadi. dari memasak, hingga penyajian makanan. Selain itu
kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota
Pengamanan terminal ini, kita juga melakukan Surakarta untuk melakukan pengecekan setiap bulan.
pembekalan kepada anggota keamanan dengan Semua ini kita lakukan demi pelayanan terhadap
berbagai teknik pengamanan. Ini dilakukan guna masyarakat.
memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.

Jamaludin Sitompul

120

Kebersihan dan kesehatan Terminal adalah membersihkan terminal seluas 5,5 hektar ini.
tanggung jawab bersama, antara petugas dan Pengarahan dan stikerisasi bagi kios sehat
pengguna fasilitas. Karenanya, selain
melaksanakan pembersihan di seluruh areal yang ada juga dijalankan, guna memberikan rasa aman dan
di Terminal, kita juga tidak henti untuk memberikan nyaman bagi penumpang yang ingin jajan. Terlebih
pengarahan, baik kepada penumpang, awak bus, dengan ditetapkannya Tirtonadi sebagai terminal
maupun penjaja makanan yang ada di Tirtonadi ini. Ini sehat oleh Kementerian Kesehatan.
adalah salah satu bentuk pelayanan kepada
masyarakat. Pola kepemimpinan yang dilaksanakan oleh
Bapak Joko Sutriyanto adalah pola kepemimpinan
Terlebih, sebagai satuan perawatan memiliki yang memberikan contoh dan petunjuk, bagi
tugas pokok menjaga dan merawat fasilitas milik bawahan. Dengan begitu bawahan merasa diayomi,
negara yang juga menjadi ruang publik ini. Kami selalu dan nyaman dengan model kepemimpinan ini tiap
siap, dengan puluhan jumlah personel, bulan. Semua ini kita lakukan demi pelayanan
terhadap masyarakat.

Sri Kondang Lanang

121

Sebelum tahun 2010, angka dan pemilik kios, sehingga orang tak
kriminalitas di Terminal, khususnya dikenal seperti pengamen itu menyingkir
Terminal Tirtonadi cukup tinggi. dengan sendirinya." kata Budi.
Kejahatan yang biasanya terjadi adalah
kecopetan, gendam, dan pencurian. Selain itu Budi menambahkan saat ini
ada juga pengamen yang keluar-masuk pihaknya masih beberapa kali menerima
terminal dengan leluasa, yang menimbulkan kecopetan. Namun, kata Budi, lokasi
keresahan dan kerawanan bagi pengunjung . hilangnya barang tersebut tidak berada
dalam kawasan Terminal Tirtonadi.
"Dulu begitu, karenanya kita "Istilahnya medot dalan. Jadi kecopetannya
laksanakan koordinasi dengan Dinas di dalam bus, tetapi laporannya di Terminal.
Perhubungan, karena dulu masih di bawah Ini juga kita antisipasi dengan penyuluhan
Pemkot, untuk kita laksanakan penataan dan kepada kru bus untuk bisa menjaga
penjagaan agar tingkat kerawanan di Terminal keamanan barang dari penumpang," kata
menurun," ujar Ka Pospol Terminal Tirtonadi, dia.
Aiptu Budi Raharjo.
Selebihnya, Budi mengatakan
Selain itu, pada masa sebelum tahun bahwa kondisi Terminal Tirtonadi saat ini
2010 kerap terjadi demonstrasi persoalan aman dan nyaman. Bahkan bagi
perebutan trayek. Bus-bus ekonomi AKDP penumpang yang akan berangkat dini hari,
sering berselisih paham. Hal ini juga membuat atau yang tiba di Terminal Tirtonadi pada
tingkat kerawanan semakin tinggi. malam hari, tidak perlu merasa khawatir.
Sebab, petugas keamanan selalu siap
Budi mengatakan, setelah tahun 2010 siaga selama 24 jam non stop untuk
penataan mulai membuahkan hasil, jumlah melayani penumpang.
pengamen mulai berkurang, tingkat
kerawanan tindak kejahatan juga bisa ditekan. Kedepan, Budi berpendapat
Selain itu, permasalahan trayek bus juga bisa perlunya dukungan alat-alat pengamanan,
diselesaikan dengan jalur dialog. seperti CCTV yang berfungsi untuk
memberikan jaminan rasa aman bagi
"Apalagi setelah itu ada pembangunan pengguna fasilitas Terminal Tirtonadi.
oleh Pemerintah Kota, jadi semakin bisa kita “Karena lokasi kita luas, dengan
tekan kerawanannya. Sebab saat penambahan ini, masyarakat akan merasa
pembangunan kan didata dulu, siapa saja aman," kata dia."
orang yang kerja di terminal, termasuk kru bus

Ka Pospol Tirtonadi

Aiptu Budi Raharjo

122

123

Terminal Tirtonadi di Mata

Kartiman

"Kemudian sedikit demi sedikit mulai ditata, pedagang, awak angkutan, maupun
pengunjung. Hingga sekarang inu, Terminal Tirtonadi menjadi bersih, aman dan

nyaman bagi siapa saja," kata Kartima.

124

Stanplat, sebuah istilah lama yang saat ini Awak bus yang cukup lama berada di terminal,
dikenal dengan naman terminal, Kartiman, menjadi saksi perubahan terminal yang
merupakan tempat pertemuan antara dulu dikenal kumuh dan penuh copet, berubah
ribuan pelayanan perjalanan, pengemudi bus, menjadi terminal bersih bak bandara berkelas.
petugas keamanan, porter, penumpang hingga
beberapa orang yang kerap melakukan aksi Kartiman menceritakan, kekuatan dan
kriminal. keberanian melanggar aturan di terminal zaman
dahulu merupakan kebiasaan yang sulit dihilangkan.
Te r m i n a l y a n g b e r a d a d i t i a p Pengurus bus harus kuat dan berani terhadap
kota/kabupaten di Indonesia beroperasi penuh pengurus bus lain.
tanpa henti. Banyak masyarakat
menggantungkan hidup di tempat tersebut, atau “Aturan waktu keberangkatan bus sudah ada
sekedar melintas untuk berganti bus lain dan sejak stanplat didirikan. Masing-masing bus diberi
melanjutkan perjalanan. kesempatan menunggu untuk mendapatkan
penumpang dengan waktu yang terbatas. Namun jika
Tirtonadi, sebagai terminal penghubung pengurus bus tak tegas dan tidak berani, penumpang
antar Kabupaten/Kota/Provinsi di Solo memiliki yang harusnya masuk bus miliknya akan diambil
berbagai sejarah dan cerita dibalik caranya pegawai bus lain,” katanya.
bertahan hingga sekarang. Keberadaan terminal
yang lekat dengan sarang copet menjadi hal tak Rebutan penumpang seperti terkadang
bisa dipungkiri. berkahir dengan adu pukul antara pegawai bus satu
dengan lainnya. Banyak aturan yang harus
Ribuan masyarakat yang terdiri dari dijalankan, namun tetap dilanggar untuk menarik
pedagang, sopir bus, penumpang dan petugas pundi-pundi uang yang lebih banyak.
beraktivitas di terminal tersebut. Tahun 1980-1990
orang masih banyak memanfaatkan angkutan bus Tanpa memikirkan kepentingan orang lain,
untuk berpergian. Orang-orang belum banyak setiap awak bus berlomba mendapat penumpang
yang memiliki kendaraan pribadi, baik motor atau sebanyaknya. Kekuatan serta keberanian menjadi
mobil. kunci bagaimana keluarga di rumah menikmati nafkah
yang dibawa masing-masing awak bus.
Persaingan mendapatkan penumpang
baik dengan cara kasar dan halus kerap terjadi di Terminal Solo yang saat itu berada di
terminal Tirtonadi. Adu fisik dalam menarik Gemblegan membuat ikon terminal menjadi hal yang
penumpang menjadi hal yang sering terjadi di diwaspadai bagi sebagian masyarakat. Banyaknya
terminal yang berada di Gemblegan saat itu. tangan usil hingga praktek penipuan selalu ada di
stanplat tersebut.

125

126

Budaya masyarakat memanfaatkan angkutan Gemblegan merupakan sejarah kelam yang
umum untuk berpergian cukup tinggi kala itu. Pemilik dirasakan penumpang di terminal kala itu. Disamping
sepeda motor dan mobil masih jarang lantaran harga memikirkan banyak hal, penumpang wajib
yang cukup tinggi dan banyak orang belum bisa memproteksi diri dari tangan jahil copet dan pencuri.
membeli. Orang memilih menggunakan jasa bus
yang memberi fasilitas antar jemput yang murah dan Intensitas pencopetan di Gemblegan,
banyak orang menggunakannya. Mulai dari dibarengi juga dengan penerjunan petugas
kebiasaan seluruh orang Indonesia memanfaatkan keamanan di terminal setempat. Kartiman yang juga
bus sebagai sarana berpergian, puluhan hingga ikut mengawasi gerak-gerik pencopet, kerap
ratusan copet hadir di tengah kerumunan tersebut. menemukan dan melaporkan seorang copet saat
selesai beraksi.
“Copet merupakan bumbu sejarah
perkembangan Terminal Tirtonadi. Sehari tidak “Copet bergerak cukup cepat dan kadang
melihat copet serasa terminal bukanlah sebuah kami kehilangan jejak. Sebagai kondektur dan
terminal. Artinya tidak ada copet, kami merasa kerja penyedia jasa bus harus jeli dan berani menangkap
kami di terminal ada yang kurang. Namun kami juga pencopet yang beraksi. Namun kami juga harus
berusaha mengantisipasi tindak kejahatan itu,” kata waspada terhadap keberadaan mereka,” katanya.
Kartiman.
Seiring berjalan waktu, persoalan terminal di
Keadaan itulah yang menyebabkan Gemblegan mulai berangsur berubah. Perjalanan
Gemblegan (lokasi terminal dahulu) selalu perpindahannya dikawasan Gilingan, Banjarsari
diwaspadai hampir seluruh masyarakat Solo. Hingga Sorlo. Berbagai hal mulai berubah.
pertengahan tahun 2005, muncul alat berbentuk
rantai yang mengaitkan dompet denan celana. Hal itu Kepemimpinan Wali Kota Surakarta, Joko
untuk mengantisipasi diri agar dompet yang Widodo (Jokowi) saat itu, keadaan terminal sudah
diletakkan di saku belakang penumpang tidak diambil berubah namun belum sepenuhnya baik. Banyak hal-
copet-copet tersebut. hal yang disoroti untuk dibenahi dari, administrasi,
keluar masuk bus. Jam keberangkatan, hingga
pedagang yang belum tertata rapi.

127

Terminal Tirtonadi di Mata

Sati

Harapannya ke depan untuk Terminal Tirtonadi
“Semoga semakin ramai pengunjungnya, pedagangnya laris.”

kata dia sambil tersenyum.

128

Terminal adalah lokasi menaikkan dan oprokan. Mereka melayani pengemudi,
menurunkan penumpang. Karenanya penumpang, juga pegawai terminal.
lokasi tersebut ramai dengan pengguna
jasa transportasi, baik penumpang maupun “Saya saat itu hanya membantu ibu
pelaku industri transportasi. Keramaian ini saya jualan. Selesai sekolah jualan di situ.
dimanfaatkan sebagian orang untuk mencari Hasil jualannya bisa buat kuliah saya dan
penghidupan dengan berjualan aneka adik-adik saya. Jadi memang laku di situ itu,"
makanan. Mereka inilah yang saat ini menjadi lanjut dia.
penyewa kios di lokasi Terminal.
Dia juga mengatakan bahwa saat ini
"Saya berjualan ini bisa dikatakan perkembangan terminal cukup signifikan
sudah dua generasi. Dulu waktu di Stanplat dibandingkan masa lalu. Berbagai
Gemblegan, orang tua saya yang jualan. pembenahan, seperti sektor kebersihan,
Kemudian sekarang saya." ujar salah seorang sektor keamanan, juga perawatan dilakukan
pedagang di Terminal Tirtonadi yang bernama secara lebih serius oleh pemerintah.
Bu Sati.
"Setelah dari Gemblegan kan pindah
Bu Sati mengenang, saat terminal ke Tirtonadi, itu Tirtonadi yang lama. Itu
masih berada di Gemblegan, kondisi terminal kondisinya sudah lebih baik dibanding waktu
sangat ramai. Orang-orang bahkan rela di Gemblegan. Sekarang sudah luar biasa,
menginap hanya untuk bisa mendapatkan tiket di dalamnya AC, setiap jam ada petugas
bus yang akan membawanya ke kota tujuan. yang ngepel, nyapu, bersih-bersih kaca, dan
lainnya. Belum lagi keamanan juga patroli
"Iya, dulu sampai menginap setiap saat, jadi benar-benar aman dan
penumpangnya. Karena jumlah bus sedikit, nyaman," kata Bu Sati.
penumpangnya banyak. Jadi kalau dipakai
berjualan ya laris," kata Bu Sati. Dirinya berharap ke depan Terminal
Tirtonadi akan semakin maju dalam
Saat masih di Gemblegan, terminal itu pelayanan. Terlebih menyambut datangnya
hanya berupa lapangan yang tidak terlalu luas. moda transportasi berkelanjutan seperti
Pedagang yang berjualan hanya menggelar Kereta Api Bandara yang terhubung melalui
dagangannya atau yang biasa disebut skybridge.

129

130

Transportasi Terintegrasi

BRT dan BST

Solo - Selain melayani transportasi AKAP dan AKDP, TTA
Tirtonadi juga memfasilitasi tersambungnya layanan
transportasi perkotaan, diantaranya dengan layanan
Batik Solo Trans, maupun feeder Batik Solo Trans. Tak
kentinggalan, transportasi aglomerasi Bus Trans Jateng (BRT)
juga diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa
Tengah koridor Solo-Sragen pada Selasa (1/9/2020).

Bus Trans Jateng ini berangkat dari Terminal Tirtonadi
Solo dan berakhir di Terminal Sumberlawang, Sragen (PP)
dengan melewati kawasan wisata purbakala Sangiran.

Menurut Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jateng
Henggar Budi Anggoro, terdapat 14 unit armada bus Trans
Jateng yang diluncurkan untuk mengangkat potensi wisata
purbakala Sangiran. Dia menambahkan bus Trans Jateng
memiliki kapasitas 40 tempat duduk.

Henggar mengatakan, dengan beroperasinya bus Trans
Jateng dapat memberikan layanan kepada masyarakat
pengguna transportasi umum yang aman, dan lancar terpenuhi.

"Dari aspek yang lain adalah murah. Karena di dalam
bus Trans Jateng ini kita melakukan dengan beli layanan.
Hingga tidak ada target setoran. Jadi mohon nanti masyarakat
nanti ada sopir bus ini berjalannya terlalu ugal-ugalan bisa
sampaikan kepada kami melalui nomor layanan sehingga kami
yang akan melakukan evaluasi," terang dia.

131

132

133

Solo - Bus Batik Solo Trans atau yang akrab
disebut BST merupakan program dari
Pemerintah Kota Surakarta yang didukung
oleh Kementerian Perhubungan pada tahun 2013.
BST merupakan Konsorsium dari tujuh PT operator
Bus Kota yang ada di Solo, yang kemudian
menginduk menjadi satu.

"Ini merupakan inisiasi dari Pemerintah Kota
Surakarta untuk menyediakan angkutan umum yang
aman, nyaman, murah dan handal bagi masyarakat,
sesuai dengan amanat dari undang-undang," Ujar
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Surakarta,
Taufiq Muhammad.

Pemerintah Kota Surakarta berupaya
menyinkronkan berbagai layanan transportasi
publik di Surakarta dan sekitarnya agar makin
terintegrasi. Dari 12 koridor yang direncanakan, 10
koridor telah beroperasi melayani penumpang.

Mengenai angkutan terintegrasi
Pemerintah Kota telah berkoordinasi dengan
Te r m i n a l Ti p e A Ti r t o n a d i u n t u k b i s a
menghubungkan penumpang AKDP, AKAP
dengan angkutan bus kota dan feeder BST. Hal ini
semakin memantapkan komitmen Pemerintah
Kota dalam menata transportasi publik di Kota
Bengawan.

"Transportasi terintegrasi memang sebuah
rencana yang besar. Dari pemprov sudah
menyediakan moda transportasi yang
menghubungkan antar wilayah dengan BRT.

Terminal Tirtonadi di Mata

TAUFIQ MUHAMMAD, S.Si.T, MT

134

Sementara kami punya Batik Solo
Trans (BST) dan feeder. Dengan begitu
transportasi ini bisa saling
berkesinambungan sehingga memudahkan
mobilitas masyarakat," kata dia.

Taufiq mengatakan saat ini tantangan
yang paling besar adalah membangkitkan
minat masyarakat untuk kembali
menggunakan transportasi publik untuk
menunjang mobilitas di dalam kota. Jika hal
ini berhasil, tentu akan berdampak positif
bagi kemajuan kota itu sendiri.

"Kalau berhasil, kemacetan pasti
tidak terjadi, emisi gas buang juga turun, ini
sangat baik untuk perkembangan sebuah
kota," ujar dia.

Sementara Koordinator Terminal Tipe
A Tirtonadi Surakarta, Joko Sutriyanto
mengatakan, pihaknya sangat mendukung
program transportasi dalam kota yang
terintegrasi dengan bus AKAP dan AKDP.
Terlebih, Terminal Tirtonadi sendiri telah
menjadi salah satu pilot project terminal
terintegrasi, yang terhubung dengan stasiun
dan bandara.

"Program angkutan terintegrasi baik
BST maupun BRT tentu kita sambut dengan
baik. Apapun bentuknya ini kan pelayanan
bagi masyarakat, sehingga lebih mudah,
lebih aman dan lebih nyaman." ujar Joko.

135

Bus Trans Jateng koridor 1 Subosukowonosraten diluncurkan Kamis (3/9/2020). Koridor
ini melayani jurusan Kota Solo hingga ke Kabupaten Sragen. Rute yang ditempuh adalah
Terminal Tipe A (TTA) Tirtonadi hingga ke Terminal Sumberlawang melalui Museum Sangiran.

"Sangiran yang merupakan program pemerintah superprioritas. Karena termasuk dalam
KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional). Pengembangan bus Trans Jateng merupakan
bentuk tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk penyediaan alat transportasi
berbasis jalan yang aman, nyaman, tertib, teratur, dan biaya terjangkau," papar Pengawas
Transportasi, Bus Trans Jateng, Joko Widodo, saat ditemui di TTATirtonadi, Senin (1/2/2021).

Joko mengatakan, saat ini ada sebanyak 14 unit armada yang disiapkan untuk melayani
rute baru ini. Tarif yang dipatok pengelola juga sangat terjangkau yakni Rp2.000 untuk pelajar,
veteran dan buruh serta Rp4.000 untuk umum.

"TTA Tirtonadi ini kan merupakan simpul transportasi darat yang cukup padat, karenanya
Bus Trans Jateng memilih Tirtonadi untuk menjadi titik keberangkatan. Diharapkan penumpang
dari Jawa Barat maupun Jawa Timur yang ingin berwisata ke Sangiran bisa dengan mudah
mengakses Bus Trans Jateng," imbuh dia.

Joko Widodo juga mengatakan pihaknya merasa nyaman dan terbantu selama berkantor
di TTA Tirtonadi. Hal ini dikarenakan TTA Tirtonadi punya standar pelayanan prima, baik dalam
segi kebersihan, keamanan, hingga administrasi.

"Saya menilai TTA Tirtonadi ini luar biasa. Terminalnya bersih, nyaman, pelayanan
keamanan 24 jam nonstop. Ini menjadikan Bus Trans Jateng betah berkantor di Tirtonadi," ujar
dia.

Ke depan, Bus Trans Jateng sendiri akan melakukan penambahan koridor yang akan
melayani rute Solo-Sukoharjo-Wonogiri. Sehingga pelayanan lebih produktif, inovatif, dan
responsif, untuk menjadikan Trans Jateng lebih melayani dan akuntable.

"Ke depannya nanti Insyaallah akan ada beberapa koridor, yang mampu menjangkau
kawasan Subosukowonosraten," pungkas dia.

Terminal Tirtonadi di Mata
Koordinator Lapangan Trans Jateng Koridor Solo-Sragen

JOKO WIDODO

136

137

138

Terminal Tir tonadi Menjawab Tantangan Zaman
Di Mata ORGANDA Solo

Sri Baskoro SH Msi

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Solo adalah Kota Budaya, Pariwisata, Pendidikan, Perdagangan,
dan Olahraga. Semuanya ini menjadikan trasnportasi sebagai tulang punggung strategis. Apalagi letak Kota Solo
berada di kawasan Aglomerasi Subosukowonosraten. Namun demikian, saat ini aksesibilitas Solo makin terbuka
dengan adanya Jalan Tol, jalur kereta api double track, Bandara Internasional Adi Soemarmo, serta diperkuat dengan
integrasi antarmoda.

Pembangunan Kota Solo yang pesat di semua sektor, menjadikan Kota Solo sebagai kota layak huni yang
sangat menarik dikunjungi wisatawan domestik, internasional, maupun MICE. Berawal dari situasi, kondisi, dan
dinamika inilah transportasi dengan segala aksesorisnya tumbuh pesat, bersaing dalam pelayanan, saling mengisi,
demikian pula simpul persinggahan publik transportasi seperti Stasiun Kereta Api, Bandara, Terminal, kesemuanya
tumbuh dan berkembang dinamis mengikuti perkembangan zaman dan menjawab tantangan di era kekinian.

Kondisi Lalu Lintas saat ini di Kota Solo: jumlah Sepeda Motor 481.339, Mobil 278.762, Bus 1.144, data ini
berdasarkan traffict counting perhari, terdapat 1.150.767 kendaraan yang memutar di Kota Solo yang luasnya hanya
46,7 Km persegi. Peningkatan jumlah kendaraan pribadi tiap tahun berkisar 7,5 persen. Kondisi ini tentunya menjadi
acuan para pengambil kebijakan dalam menentukan arah Terminal Tirtonadi. Kalau pada tahun 1980an masyarakat
menganggap public transport (angkot, taksi, bus kota, travel, AKAP dan AKDP) sebagai primadona, namun zaman telah
berubah. Pilihan moda transportasi menjadi semakin banyak dan semuanya menawarkan kenyamanan yang prima
dengan harga bersaing.

Terminal tidak hanya berfungsi sebagai pengatur jadwal perjalanan, menjamin ketersediaan moda transportasi,
menaikkan dan menurunkan penumpang, tetapi juga harus multifungsi. Ini merupakan harapan dan tuntutan kekinian,
walaupun Indonesia sudah tertinggal dengan negara-negara tetangga, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama
sekali.

Terminal tidak hanya urusan transportasi semata, tapi juga menjadi penggerak sektor budaya, pariwisata,
pendidikan, perdagangan dan olahraga. Disamping itu, harus menjadi etalase Kota Solo yanh merepresentasikan
wajah kota yang penuh keramahtamahan dengan budaya yang adiluhung.

139

Program Vaksinasi Covid-19

Karyawan dan karyawati Terminal Tirtonadi menerima suntik vaksin
dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta

140

141

//Nge-Vlog Terminal Terbaik by

Yuni Shara



“ Terminal Tertonadi ini Terminal Bus terbaik
yang pernah saya lihat di republik ini.
Ada di Kota Solo. Bersin, Tertip, Rapi,
Teratur, dan Wangi “

142

//Pendapat Mereka tentang

Festival Durian
di Terminal Tirtonadi

“Saya sangat senang sekali Tirtonadi mengadakan festival durian.
Karena kalau mau beli jadi dekat. Harganya juga murah dan
buahnya manis”

Bp Rajali - Pengunjung Festival Durian

143

”“Saya sangat senang sekali Tirtonadi

mengadakan festival durian. Karena kalau
mau beli jadi dekat. Harganya juga murah

dan buahnya manis”

//Pendapat Mereka tentang

Mudik Gratis
1000 Bus

di Terminal Tirtonadi

”“Saya sangat senang sekali Tirtonadi

mengadakan festival durian. Karena kalau
mau beli jadi dekat. Harganya juga murah

dan buahnya manis”

144

Ibu Handayani - Pengguna Jasa Mudik Gratis ”“Allhamdulillah mudik gratis ini

Bp Supriyanto - Pengguna Jasa Mudik Gratis mempermudah kami dalam melakukan
perjalanan mudik. Sangat membantu,
145
kami sekeluarga yang ingin mudik.
Kedepan semoga lebih baik lagi
fasilitasnya, lebih cepat dari
perjalanannya”

//Pendapat Mereka tentang

Pe m b e r a n g k a t a n
Mudik Gratis

di Terminal Tirtonadi

”“Mudik gratis programnya top dehh..
Saya mengucapkan banyak
terimakasih. Kedepan semoga
semakin bisa ditingkatkan”

”“Saya biasanya lewat bawah, panas dan harus
hati-hati karena banyak kendaraan.
Sekarang lewat jembatan Skybridge lebih
nyaman dan lebih aman. Intinya lebih
memudahkan kita sebagai penumpang”

//Pendapat Mereka tentang

Jalur Jembatan
Skybridge

di Terminal Tirtonadi

”“Jalannya sih cukup melelahkan, tapi

karena lokasinya bersih, enggak panas,
jadi enak gitu jalannya. Saya merasa
terbantu dengan adanya jembatan
penghubung ini”

146

Koh Harry - Komunitas Basketball Solo ”“Terminal Tirtonadi bisa menjadi
salah satu ruang publik yang
Gusanto - Komunitas Foto ABG Awan menyenangkan. Salah satunya
dengan gelaran-gelaran yang telah
147 dilaksanakan. Lomba Basket salah

satunya, ini selain
mengolahragakan masyarakat, juga
memperkenalkan kembali Terminal

Tirtonadi dengan citra yang
sekarang, yang bersih, aman, dan

nyaman”

”“Saya pikir Terminal Tirtonadi punya

lanscape yang menarik untuk spot
fotografi. Tinggal kemasannya saja

dibentuk, untuk keperrluan foto.
Tetapi dari segi arsitektur, human

interest, dan lainnya sangat
menarik. Saya senang, pernah
bekerjasama dengan Terminal
Tirtonadi, dan pernah memotret

model disana”


Click to View FlipBook Version