The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan YPIB, 2023-07-26 00:26:55

EBOOK KEPERAWATAN MATERNITAS

EBOOK KEPERAWATAN MATERNITAS

KEPERAWATAN MATERNITAS 42 b) Hipomenorea 1) Pengertian Jadwal siklus menstruasi tetap tetapi lama perdarahan memendek yang kurang dari 3 hari. 2) Penyebab Kesuburan endometrium kurang karena keadaan gizi yang rendah, penyakit menahun, dan gangguan hormonal. 2. Gangguan siklus menstruasi. a) Polimenorea 1) Pengertian Siklus menstruasi lebih pendek dari biasanya yaitu kurang dari 21 hari, sedangkan jumlah perdarahan relatif tetap. 2) Penyebab Gangguan hormonal dengan usia korpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi pun menjadi lebih pendek. b) Oligomenorea 1) Pengertian Siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap sama.


KEPERAWATAN MATERNITAS 43 2) Penyebab Gangguan hormonal c) Amenorea 1) Pengertian Keadaan tidak datangnya haid selama 3 bulan berturut-turut. 2) Penyebab Keadaan fisiologis, gangguan pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium, kelainan kongenital, gangguan sistem hormonal. 3) Jenis; (a) Amenorea Primer, tidak datang bulan sejak bayi sampai usia 18 tahun atau lebih. (b) Amenorea Sekunder, pernah mendapatkan haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan. 3. Gangguan perdarahan di luar menstruasi. Metroragia a) Pengertian Perdarahan yang terjadi di luar menstruasi b) Penyebab Kelainan hormonal atau kelainan organ genitalia.


KEPERAWATAN MATERNITAS 44 4. Gangguan lain yang berhubungan dengan menstruasi. a) Ketegangan Pramenstruasi 1) Pengertian Terjadi sekitar beberapa hari sebelum bahkan sapai saat menstruasi berlangsung, gejala ini dijumpai pada wanita sekitar usia 30 sampai 45 tahun. 2) Penyebab Ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. b) Mastodinia atau Mastalgia 1) Pengertian Rasa tegang dan nyeri pada payudara menjelang menstruasi. 2) Penyebab Dominasi hormon estrogen, sehingga terjadi retensi air dan garam disertai hiperemia di daerah payudara. c) Dismenorea 1) Pengertian Rasa nyeri saat menstruasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita dan mendorong wanita untuk melakukan pemeriksaan. 2) Jenis: (a) Dismenorea Primer


KEPERAWATAN MATERNITAS 45 Tidak terdapat kelainan organ karena rahim dalam batas normal (b) Dismenorea Sekunder Kelainan organik seperti mioma, polip endometrium, dan endometriosis.


KEPERAWATAN MATERNITAS 46 BAB IV GANGGUAN PADA SISTEM REPRODUKSI WANITA A. Peradangan dan Infeksi 1. Bartolinitis Bartolinitis adalah infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai dak bisa berjalan, juga dapat disertai demam, seiring dengan pembengkakan pada kelamin yang memerah. 2. Cervicitis Cervicitis ialah radang dari selaput lendir canalis cervicalis. Karena epitel selaput lendir cervicalis hanya terdiri dari satu lapisan sel silindris mudah terkena infeksi dibandingkan dengan selaput lendir vagina. Pada seorang multipara dalam keadaan normal canalis cervicalis bebas kuman, pada seorang multipara dengan ostium uteri eksternum sudah lebih terbuka, batas atas dari daerah bebas kuman ostium uteri internum.


KEPERAWATAN MATERNITAS 47 3. Salpingitis akut Salpingitis adalah inflamasi pada tuba fallopi (Medikal Disabiliti Advisor). Saat terjadi inflamasi, sekresi berlebih beserta push terkumpul dalam tuba. Infeksi biasanya berasal dari organisme yang berasal dari vagina itu sendiri yang kemudian naik ke tuba. 4. Adnexitis Adnexitis adalah infeksi / radang pada adneksa rahim. Adneksa adalah jaringan yang berada di sekitar rahim. Ini termasuk tuba fallopi dan ovarium alias indung telur, tempat dimana sel telur diproduksi. Istilah lain yang sering digunakan untuk menyebut adnexitis adalah PID (Pelvic Inflammatory Disease), salpingitis parametritis atau salpingo oophoritis. 5. Vulvovaginitis Vulvovaginitis adalaah peradangan pada vulva dan vagina yang sering menimbulkan gejala keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan putih kehijauan dari vagina. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Gardrenertella vaginalis. 6. Endometriosis Yaitu kondisi jaringan endometrium wanita berada di luar wilayah rahim namun berada di oviduk, ovarium ataupun di jalur luar


KEPERAWATAN MATERNITAS 48 rahim wanita. Gejala yang paling umum adalah rasa nyeri pada bagian perut, pinggang yang sakit, serta rasa tidak nyaman saat menstruasi. 7. Penyakit Menular Seksual PMS (Penyakit Menular Seksual) atau Infeksi Menular Seksual adalah sekelompok infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Beberapa contoh penyakit menular seksual diantaranya : a) HIV HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Infeksi akut dilaporkan dapat menyebabkan suatu sindrom menyerupai mononucleosis dengan gejala demam, malaise, nyeri otot, nyeri kepala, kelelahan, ruam generalisata, sakit tenggorokan, limfadenopati dan lesi mukokutan yang khas. Salah satu kesulitan mengenali infeksi HIV adalah masa laten tanpa gejala lama, antara 2 bulan hingga 5 tahun. Umur rata-rata saat diagnosis infeksi HIV ditegakkan adalah 35 tahun (Benson and Pernoll, 2009). b) Gonorea Gonorea atau kencing nanah merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual yang menyerang organ


KEPERAWATAN MATERNITAS 49 seks dan organ kemih. Selain itu akan menyerang selaput lendir mulut, mata, anus dan beberapa bagian organ tubuh lainnya. Bakteri yang membawa penyakit ini dinamakan gonococcus. Kokus gram negative yang menyebabkan penyakit ini yaitu Neisseria Gonorrhoeae. c) Sifilis Sifilis merupakan penyakit infeksi sistemik disebabkan oleh treponema pallidum yang dapat mengenai seluruh organ tubuh, mulai dari kulit, mukosa, jantung hingga susunan saraf pusat dan juga dapat tanpa manifestasi lesi di tubuh. Infeksi terbagi atas beberapa fase, yaitu sifilis primer, sifilis sekunder, sifilis laten dan lanjut, serta neorosifilis (sifilis tersier). Sifilis umumnya ditularkan lewat kontak seksual, namun juga dapat secara vertikal pada masa kehamilan (Sarwono Prawirohardjo, 2010). d) Vaginitis Vaginitis adalah infeksi atau peradangan pada vagina. Vaginitis biasanya ditandai dengan adanya cairan berbau kurang enak yang keluar dari vagina. Gejala lain adalah gatal atau iritasi di daerah kemaluan dan perih sewaktu kencing. Beberapa kasus vaginitis disebabkan oleh


KEPERAWATAN MATERNITAS 50 reaksi alergi atau kepekaan terhadap bahan kimia, umumnya disebabkan oleh kuman yang ditularkan secara seksual atau yang tadinya menetap di vagina dan menjadi ganas karena gangguan keseimbangan didalam vagina (Hutapea, 2003). e) Klamidia Klamidia berasal dari kata Chlamydia, sejenis organisme mikroskopik yang dapat menyebabkan infeksi pada leher rahim, saluran indung telur dan saluran kencing. Gejala yang banyak dijumpai pada penderita penyakit ini adalah keluarnya cairan dari vagina yang berwarna kuning disertai rasa panas seperti terbakar ketika kencing.karena organisme ini dapat menetap selama bertahun-tahun dalam tubuh seseorang. f) Chancroid Penyakit ini diawali dengan benjolanbenjolan kecil yang muncul disekitar genetalia atau anus, 4-5 hari setelah kontak dengan penderita. Benjolan ini akhirnya akan terbuka dan mengeluarkan cairan yang berbau tidak sedap. Chancroid adalah sejenis bakteri yang menyerang kulit kelamin dan menyebabkan luka kecil bernanah. Jika


KEPERAWATAN MATERNITAS 51 luka ini pecah, baktero akan menjalar ke arah pubik dan kelamin. B. Neoplasma 1. Tumor Ovarium Tumor ovarium adalah benjolan yang terdapat dalam ovarium, tumor padat ini merupakan neoplasma yang mempunyai diameter mencapai 2 sampai 30 cm dan beratnya dapat mencapai 20 kilogram, dengan 90% unilateral. Permukaanya tidak rata, konsistensinya keras terdiri dari jaringan ikat, jaringan kolagen dan kadang ada degenerasi hialin, warnanya merah jambu keabu-abuan. Tentang kepadatan tumor, ada yang konsistensinya memang betul-betul keras disebut fibroma durum, sebaliknya ada yang cukup lunak yang disebut fibroma moile. 2. Choriocarsinoma "Korio” adalah istilah yang diambil dari vili korionik yaitu salah satu jenis selaput pada rahim manusia. Istilah “karsinoma” merupakan kanker yang berasal dari sel-sel epithelial. Karena kanker ini merupakan kanker yang berasal dari salah satu plasenta yaitu korion maka salah satu ciri khusus dari kanker ini adalah menghasilkan hormon HCG (Human Chorionic Gonadothropin) yang


KEPERAWATAN MATERNITAS 52 sangat tinggi bahkan melebihi kadar HCG pada wanita hamil. Koriokarsinoma bisa menyerang semua wanita yang pernah hamil termasuk wanita yang pernah mengalami mola hidatidosa. Tidak seperti mola hidatidosa, koriokarsinoma bisa menyerang banyak organ dalam tubuh seperti hati, limfa, paru-paru, tulang belakang, otak juga dinding rahim. 3. Carsinoma Serviks Kanker leher rahim atau carcinoma serviks adalah penyakit akibat tumor pada daerah mulut rahim akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal disekitarnya. Hal ini merupakan keganasan dari serviks yang ditandai dengan adanya perdarahan lewat jalan lahir atau vagina, tetapi gejala tidak muncul sampai tingkat lanjut, dimana tanda dan diagnosa dapat ditegakkan dengan menggunakan pap smear. 4. Myoma Uteri Myoma Uteri merupakan tumor jinak otot rahim, disertai jaringan ikatnya sehingga dapat dalam bentuk padat, karena jaringan ikatnya dominan dan lunak, karena otot rahimnya dominan. Kejadian menunjukan gejala dan memerlukan tindakan operasi. Sebagian penderita mioma uteri tidak


KEPERAWATAN MATERNITAS 53 mengalami keluhan apapun dan ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan. Sebagian besar mioma uteri ditemukan pada masa reproduksi, karena adanya rangsangan estrogen. Dengan demikian mioma uteri tidak dijumpai sebelum datang haid (menarche) dan akan mengalami pengecilan setelah mati haid (menopause). (Manuaba, 2010). 5. Kista Kista adalah kantung tertutup yang dapat berisi udara (gas), cairan atau zat semi padat. Kista dapat terbentuk di setiap bagian tubuh, termasuk pada tulang, jaringan lunak dan organ. Dinding luar kista disebut dengan kapsul. Umumnya kista bersifat non-kanker alias jinak. Beberapa contoh umum kista adalah kista ovarium dan kista sebaceous, benjolan kecil yang terbentuk tepat di bawah kulit. Perlu diketahui bahwa hampir semua kanker mampu menghasilkan kista sebagai gejalanya. C. Perubahan Struktur 1. Prolaps Uteri Prolaps uteri adalah keadaan di mana bagian atas uterus (fundus uteri) masuk ke kavum uteri, sehingga fundus uteri sebelah dalam menonjol ke dalam kavum uteri, bahkan ke


KEPERAWATAN MATERNITAS 54 dalam vagina dengan dinding endometrium sebelah luar. Prolaps uteri bisa disebabkan oleh kelemahan pada struktur pelvis dan dibagi atas tiga tingkatan (derajat). Pada prolaps uteri derajat I serviks uteri masih ada didalam vagina, derajat II serviks sudah menonjol pada orifisium vagina, dan pada derajat III seluruh uteri keluar dari orifisium vagina (Sarwono, 2011). 2. Fistula Genetalia Fistrula genetalia ini merupakan kasus yang tidak seorangpun membayangkan akan terjadi pada penderitanya. Penderitaan pasien bukan hanya di fisik saja tetapi berupa mudah mengalami ISK, namun memiliki dampak psikososial yang dirasakan lebih menyakitkan. Penderita merasa terisolasi dari pergaulan, keluarga dan lingkungan kerjanya oleh karena senantiasa mengeluarkan urine dan bau yang tidak sedap setiap saat. Fistula genetalia adalah terjadinya hubungan antara traktus genitalia dengan traktus urinarius atau gastrointestinal dan dapat ditemukan satu atau gabungan dua kelainan secara bersamaan. 3. Infertilitas Infertilitas atau kemandulan merupakan salah satu maslah kesehatan reproduksi yang


KEPERAWATAN MATERNITAS 55 sering berkembang menjadi masalah sosial karena pihak istri selau dianggap sebagai penyebabnya. Akibatnya wanita sering terpojok dan mengalami kekerasan, terabaikan kesehatannya, serta diberi label sebagai wanita mandul untuk masalah hidupnya. Fertilitas ialah kemampuan seorang istri untuk menjadi hamil dan melahirkan anak hidup oleh suami yang mampu menghamilkannya. Jadi, fertilitas adalah fungsi satu pasangan yang sanggup menjadikan kehamilan dan kelahiran anak hidup. Disebut infertilitas primer jika istri belum pernah hamil walaupun bersenggama dan dihadapkan pada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan. Dan disebut infertilitas sekunder jika istri pernah hamil, akan tetapi kemudian tidak terjadi kehamilan lagi walaupun bersenggama dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan.


KEPERAWATAN MATERNITAS 56 BAB V KONSEP DASAR KEHAMILAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL A. Pengertian Kehamilan Kehamilan diartikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjuntukan dengan nidasi atau implantasi (Prawirohardjo, 2009:213). Menurut Prawirohardjo, (2009:213). Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan di bagi dalam 3 bagian, yaitu : 1. Trimester I : Antara dari usia kehamilan 0-12 minggu 2. Trimester II : Antara dari usia kehamilan 13-27 minggu 3. Trimester III : Antara dari usia kehamilan 28-40 minggu Pada trimester III merupakan trimester yang diakhiri dengan periode intrapartum. Pada periode kehamilan ini ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin ke sarana pelayaan kesehatan, hal ini secara umum bertujuan agar selama hamil, melahirkan dan nifas ibu dan bayi dalam keadaan sehat.


KEPERAWATAN MATERNITAS 57 B. Perubahan Fisiologis Ibu Hamil 1. Sistem Reproduksi - Suplai darah : terjadi peningkatan ke organ reproduksi segera setelah konsepsi karena peningkatan kadar hormonhormon steroid seksual - Serviks: menjadi lebih lunak sebagai akibat meningkatnya suplai darah (tanda Goodell’s) - Uterus: berat meningkat 20x, kapasitasnya meningkat 500x, sehingga mudah teraba terutama pada mgg ke-8 dapat dipalpasi (tanda Hegar’s) - Vagina: sampai dengan minggu ke-8 terjadi peningkatan vaskularisasi pada vagina sehingga tampak terlihat berwarna keunguan (tanda Chadwick’s) 2. Sistem Integumen - Payudara : rasa semutan, nyeri tekan, puting susu menjd lebih menonjol dan keras,area berpigmen pada areola tumbuh lebih gelap pengeluaran kolostrum - Kulit: striae gravidarum, linea nigra, cholasma - Sekresi kelenjar lemak: kelenjar sebasea dan keringat menjadi lebih aktif.


KEPERAWATAN MATERNITAS 58 3. Sistem Endokrin - Ovarium dan plasenta: ovarium merupakan sumber estrogen dan progesteron pada wanita hamil; placenta membentuk steroid dan hCG - Kelenjar tiroid: membesar BMR naik 20% - Kelenjar paratiroid : ukuran meningkat terutama minggu ke-15-30 ketika kebutuhan kalsium janin lebih besar - Pankreas: lebih banyak menghasilkan insulin untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat - Kelenjar pitutiari: sedikit membesar: hormon pertumbuhan ditekan oleh hCG dan melanotropik meningkat peningkatan pigmentasi putting susu, wajah dan abdomen; pembentukan prolaktin meningkat dan berlanjut setelah persalinan dan menyusui - Kelenjar adrenal: meningkat terutama bag. Kortikal yang membtk kortin untuk - mengatur jumlah ion Na dan K di dalam darah 4. Sistem Kardiovaskuler - Volume darah meningkat bertahap sampai mencapai 30%-50% - Tekanan darah relatif tidak mengalami perubahan


KEPERAWATAN MATERNITAS 59 - Eritrosit meningkat sampai 33% dan Hb 15%, tetap karena meningkatnya volume plasma menyebabkan hemodilusi dan terjd psedoanemia 5. Sistem Muskuloskeletal - Gigi, tulang dan persendian: saliva asam penyebab dari karies; karena penambahan berat janin dlm abdomen, bahu lebih tertarik ke belakang dan tulang belakang lebih melengkung, sendi tulang belakang lebih lentur - Otot : kram otot tungkai dan kaki karena postur yang tidak seimbang, metabolisme kalsium dan fosfor 6. Sistem Pernafasan - Paru-paru dan pernafasan : pertumbuhan janin akan mendorong diafragma ke atas sehingga bernafas lebih cepat dan terjadi keluhan sesak nafas; - Volume tidal, volume ventilator permenit dan ambilan oksigen meningkat - Alergi pada membran mukosa: serak, hidung tersumbat, dispnea, sakit tenggorokan, perdarahan hidung 7. Sistem Gastrointestinal - Menurunnya gerak peristaltik menyebabkan mual dan konstipasi - Gigi berlubang karena saliva yang asam


KEPERAWATAN MATERNITAS 60 - Nyeri ulu hati merupakan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh tekanan ke atas dari perbesaran uterus - Pelebaran pembuluh darah rektum (hemoroid) dapat terjadi. Peningkatan Berat Badan: (Gram) IBU Uterus : 900 Payudara : 450 Darah : 1.350 Jaringan : 1.350 Lemak : 4.050 Subtotal 8100 JANIN 3.150 Plasenta : 675 Cairan amniotik : 900 Subtotal : 4.725 TOTAL : 12.825 8. Sistem Perkemihan - Pada awal kehamilan suplai darah ke kandung kemih meningkat dan perbesaran uterus menekan kandung kemih meningkatnya berkemih - Mendekati kelahiran janin turun lebih rendah ke pelvis, lebih menekan lagi


KEPERAWATAN MATERNITAS 61 kandung kemih dan semakin meningkatkan berkemih 9. Sistem Persarafan Otak tidak mengalami perubahan, efek psikologis dapat terjadi dikarenakan kehamilan merupakan saat krisis, terjadi perubahan identitas dan peran yang memerlukan penyesuaian. C. Adaftasi Psikologis Kehamilan 1. Adaptasi Maternal a. Menerima Kehamilan Kesiapan menyambut kehamilan Respon emosi ibu hamil bervariasi : sangat gembira sampai syok, tidak yakin,dan putus asa "Suatu hari nanti tetapi tidak sekarang" Seiring meningkatnya penerimaan kehadiran terhadap anak, akhirnya menerima kehamilan Respon Emosional Kelabilan emosi: perubahan mood Respon Terhadap Perubahan Citra Tubuh Sikap positif biasanya terlihat selama trimester pertama, tetapi siring kemajuan kehamilan perasaan tersebut menjadi lebih negative


KEPERAWATAN MATERNITAS 62 Ambivalensi Selama Masa Hamil - Konflik perasaan yang simultan seperti cinta dan benci terhadap kehamilan - Respon normal yang dialami ibu hamil yang mempersiapkan diri untuk suatu peran baru b. Mengenal Peran Ibu Dimulai pada awal setiap kehidupan seorang : melalui memori-memori ketika ia sebagai seorang anak diasuh oleh ibunya Banyak menginginkan seorang bayi, menyukai anak-anak dan menanti untuk menjadi seorang ibu, tetapi ada juga yang tidak mempertimbangkan dengan terinci arti menjadi seorang ibu c. Hubungan dengan pasangan Kebutuhan untuk dicintai dan dihargai oleh pasangannya serta keyakinan akan penerimaan pasangannya terhadap bayi Hubungan seksual - Bersifat individual : pernyataan puas dan tidak - Trimester pertama keinginan seksual menurun, trimester ke-2


KEPERAWATAN MATERNITAS 63 meningkat, trimester ke-3 menurun d. Hubungan Ibu-Anak Fase ke-1 : umumnya berfikir bahwa janinnya tidak nyata selama awal periode masa hamil dan janin sebagai bagian dari dirinya Fase ke-2 : Ibu menerima janin sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya dan sebagai seorang yang perlu dirawat Fase ke-3 : Ibu mulai dengan realistis mempersiapkan diri untuk melahirkan dan mengasuh anaknya e. Persiapan Melahirkan Ibu hamil akan mencari dari orang terbaik untuk memberi nasihat, arahan dan perawatan 2. Adaptasi Paternal Tiga tahap yang menandai 3 tugas perkembangan, yang dialami oleh ayah yang menantikan bayinya: Periode awal : fase pengumuman (berlangsung beberapa jam-minggu) - Menerima fakta biologis akan kehamilan : reaksi dapat berupa perasaan sukacita/rasa terkejut Fase ke-2 : fase moratorium


KEPERAWATAN MATERNITAS 64 - Periode penyesuaian terhadap kenyataan hamil - Menerima kehamilan dan mampu menyatakan: "saya akan memiliki bayi" Fase ke-3 : fase pemusatan (trimester terakhir) Keterlibatan aktif ayah dalam kehamilan Bernegosiasi dengan pasangan tentang peran yang ia lakukan selama masa bersalin dan mempersiapkan diri menjadi orang tua 3. Adaptasi Kakek-Nenek Respon emosional bersifat individual : belum siap menjadi nenek-kakek dan ada juga yang siap menjadi nenek-kakek Berperan sebagai narasumber yang membagikan pengetahuannya berdasarkan pengalaman 4. Adaptasi Saudara Kandung Anak usia 1 tahun tidak banyak menyadari proses kehamilan ibunya Anak usia 2 tahun memperhatikan perubahan pada penampilan ibunya Anak usia 3-4 tahun ingin diceritakan asal muasal mereka dan menerimanya sebagai hal yang sama dengan kehamilan


KEPERAWATAN MATERNITAS 65 ibu saat ini, dapat pula menunjukkan perilaku yang lebih manja dan kemunduran perilaku saat makan, BAB dan BAK Anak usia sekolah menunjukkan minat klinis terhadap kehamilan ibunya Anak usia remaja mungkin mengalami kesulitan untuk menerima bukti nyata dari aktivitas seksual orang tua. Ia berpikir bahwa dirinya terlalu muda untuk aktivitas tersebut dan orang tua mereka terlalu tua untuk aktivitas tersebut D. Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil 1. Pengkajian Anamnesa 1) Data umum (biodata ibu hamil dan suami) 2) Data keluarga - Anggota keluarga mempunyai penyakit terutama penyakit menular - Penyakit keluarga yang dapat diturunkan - Keturunan hamil kembar 3) Data riwayat kesehatan yang lalu - Penyakit jantung - Penyakit paru-paru


KEPERAWATAN MATERNITAS 66 - Penyakit kelamin - Penyakit DM - Pembedahan yang pernah dialami - Penyakit lain 4) Data Haid - Untuk memperhitungkan usia kehamilan dan perkiraan persalinan. - Perkiraan persalinan dapat dilakukan bila diketahui HPHT dengan menggunakan rumus Naegle untuk wanita yang mengalami siklus haid 28 hari. - Cara: Tgl +7, bln-3, Thn+1 Untuk siiklus yang lebih pendek/panjang dari 28 hari dikurangi/ditambahkan 7 hari setelah tanggal taksiran persalinan tersebut. Lamanya haid, banyaknya darah haid, keluhan-keluhan yang dirasakan selama haid. 5) Data Kebidanan : - Perkawinan terdahulu (perkawinan, kehamilan, persalinan, nifas serta kelainankelainan yang pernah dialami).


KEPERAWATAN MATERNITAS 67 - Perkawinan sekarang - Kehamilan yang lalu - Persalinan dan nifas yang lalu - Jumlah dan keadaan anak yang hidup - Kehamilan sekarang (gerakan janin, rasa pusing, mual, dan lainlain). - Keluhan yang dialami sekarang. 2. Pemeriksaan Fisik a. Tinggi badan, berat badan, LLA - Tb < 145 cm resiko tinggi panggul sempit. - Bb pada trimester 2 dan 3 meningkat ± ½ Kg perminggu. Bila > ½ Kg perminggu pada trimester 3 diwaspadai mengalami pre eklamsi. - Hingga akhir kehamilan pertambahan bb yang normal ± 9- 13,5 Kg. - LLA < 23,5 cm merupakan indicator status gizi ibu buruk, sehingga berisiko terjadinya BBLR. b. TD dan suhu tubuh. - TD diukur setiap kali kehamilan. Bila sistolik > 30 mmHg dan diastolic >15 mmHg atau tekanan darah > 140/90


KEPERAWATAN MATERNITAS 68 mmHg merupakan salah satu indikasi pre eklamsi. - Suhu > 37,5 0 C merupakan indikasi adanya infeksi kehamilan. c. Cacat tubuh - Cacat tulang belkakang seperti scoliosis dapat menyebabkan kemungkinan gangguan pertmbuhan janin/kesulitan dlm persalinan. Refleks Patella Bila negatif kemungkinan pasien mengalami kekurangan vit, B1. Memeriksa Udema Dilakukan di daerah punggung kaki dan mata kaki dengan cara menekankan jari bbr detik. Bila terjadi cekung yang tidak lekas pulih kembali berarti udema +, dapat menandakan pre eklampsia. Dilakukan di daerah kelopak mata. Bila kelopak mata sudah udema menunjukkan pre eklamsia sudah lebih berat. - Periksa Pandang (Inspeksi) Sikap tubuh (Kiposis? Scoliosis? Lordocis?) Rambut dan kulit: bersih/kotor/terdapat kelainan.


KEPERAWATAN MATERNITAS 69 Muka : cloasma gravidarum, keadaan konjungtiva pucat/merah? Udema pada muka? Keadaan lidah dan gigi? Leher : peningkatan JVP? Pembesaran kelenjar gondok? Dada : bentuk buah dada, pigmentasi puting susu, keadaan putting susu, colostrums? Perut : membesar sesuai dengan umur kehamilan? Membesar kedepan/ke samping ? Linea alba ? Tampak gerakan anak/kontraksi rahim? Striae gravidarum ? Bekas luka SC? Vulva : parices ? Udema ? Luka ? Anus : hemoroid ? Udema ? Tungkai : udema ? Parices ? 3. Pemeriksaan obstetric a. Periksa raba (palpasi) : untuk menentukan usia kehamilan, bagianbagian janin dalam rahim, letak janin dalam rahim, sampai di mana bagian terdepan janin masuk dalam panggul. Leopold I: menentukan tuanya kehamilan dan bagian janin yang terdapat di daerah fundus uteri.


KEPERAWATAN MATERNITAS 70 Sifat kepala keras, bundar dan melenting. Sifat bokong kurang bundar dan kurang melenting. Pada letak lintang fundus uteri kosong. Umur kehamilan berdasar tinggi fundus uteri: < bulan ke-3 fundus uteri belum dapat diraba dari luar. Umur 12 minggu fundus uteri 1- 2 jari di atas simphisis. Umur 16 minggu pertengahan antara simphisis-pusat. Umur 20 minggu 3 jari di bawah pusat. Umur 24 minggu setinggi pusat. Umur 24 minggu 3 jari di atas pusat. Umur 32 minggu pertengahan antara procesus xyphoideuspusat. Umur 36 minggu 3 jari di bawah procesus xyphoideus. Umur 40 minggu pertengahan antara procesus xyphoideuspusat.


KEPERAWATAN MATERNITAS 71 o Tuanya kehamilan dalam bulan = tgg fundus uteri dalam cm/3,5 cm Leopold II : untuk menentukan letak punggung janin (pada letaK membujur) dan kepala janin (pada letak melintang). Punggung janin teraba sebagai tekanan yang lebih keras dan memanjang dari atas ke bawah. Sisi lainnya dapat teraba bagian-bagian kecil janin Leopold III : untuk menentukan bagian janin yang berada di bawah janin. Leopold IV : untuk mengetahui apakah bagian bawah janin sudah masuk PAP /belum. Bila jari-jari kedua tangan saling


KEPERAWATAN MATERNITAS 72 bertemu (convergen): bagian bawah blm turun/masuk. Bila jari-jari kedua tangan saling menjauh (divergen); bagian bawah sudah turun /masuk. b. Periksa dengar (auskultasi): untuk mengetahui DJJ Alat yang digunakan stetoskop monopuler/lennex: DDJ terdengar pada kehamilan ± 20 minggu. Dengan USG dan Dopler DDJ terdengar pada kehamilan 10 – 12 minggu . Normal frekuensi DDJ 120-160 permenit. Pada presentasi letak kepala DDJ terdengar jelas di sebelah kanan/kiri di bawah pusat. Bila bagian anak belum dapat ditentukan DDJ dicari pada garis tengah di atas simphisis. c. Pemeriksaan dalam. Dilakukan dengan cara meraba organ-organ reproduksi bagian dalam secara langsung.


KEPERAWATAN MATERNITAS 73 Untuk mendapatkan data tentang : Uterus: ukuran uterus dalam minggu, bentuk, posisi, lunak/keras, lokai uterus. Servix: membuka/menutup, luka/keras, tipis/tebal, posisi depan/belakang. Panggul: luas/sempit. b. Pemeriksaan diagnostic Pemeriksaan urine reduksi Pemeriksaan Hb 4. Diagnosa Keperawatan a. Merumuskan Diagnosa Keperawatan - Kedaan-keadaan yang normal pada ibu hamil: ex. Rasa mual dan muntah - Keadaan yang menyimpang/kelainan Inadekuat nutrisi: BB waktu hamil kurang, kenaikan BB selama hamil kurang. Hipertensi: kenaikan BB TD yang tinggi, pusing kepala yang berat. - Keadaan resiko tinggi Jarak kehamilan terlalu dekat Riwayat persalinan yang lalu jelek (tindakan ekstraksi /operasi). - Keadaan yang berisiko


KEPERAWATAN MATERNITAS 74 Kemungkinan salah menginterpretasikan adanya kehamilan : tinggi fundus uteri tidak sesuai dengan HPHT. Pertumbuhan janin dalam kandungan. Status gizi ibu jelek. - Perdarahan pervaginam akibat placente praevia. b. Nursing Diagnoses - Gangguan rasa aman cemas, berhubungan dengan perubahan fisik; perasaan terhadap kehamilan. - Gangguan rasa nyaman nyeri. - Proses perubahan pada keluarga. - Kurang pengetahuan ibu tentang kehamilan; persalinan. - Gangguan nutrisi < dari kebutuhan. - Gangguan pola seksual. - Perubahan konsep diri. - Resiko insfeksi pada vagina. - Resiko komplikasi pada kehamilan. 5. Intervensi Keperawatan a. Penentuan Prioritas masalah keperawatan berdasarkan : Kondisi klien


KEPERAWATAN MATERNITAS 75 Kecepatan dan ketepatan mengatasi masalah Kerja sama klien dan tim kesehatan Analisa berat ringannya masalah. b. Intervensi Secara Umum pada Ibu Hamil - Berikan pendidikan kesehatan tentang : Perubahan fisiologi pada kehamilan. Tanda-tanda patologi sederhana yang dapat diketahui oleh ibu hamil. Kebutuhan gizi dan pola makan dalam kehamilan. Persiapan psikologis dalam menghadapi persalinan dan mengasuh anak. Kehidupan seksual pada kehamilan. Pemakaian obat-obatan sesuai resep dokter. Senam hamil Perawatan diri selama kehamilan - Pemberian imunisasi TT Pemberian zat besi Mengatasi kelelahan : relaks, kurangi pemikiran yang menyebabkan stress, luangkan


KEPERAWATAN MATERNITAS 76 waktu untuk istirahat dan tidur yang cukup. Mengatasi kesulitan tidur : sebelum tidur pada malam hari cuci muka dengan air panas dan minum air hangat, pada siang hari cukup gerak dan menghirup udara segar, tidur posisi miring/semifowler, pada siang hari kurangi tidur. Mengatasi sakit pinggang: bodi mekanisme yang benar, latihan gerak pinggul pada senam hamil, hindarkan pemakaian sepatu bertumit tinggi, pada multipara dianjurkan untuk memakai penyangga perut. Mengatasi hipersalivasi : cuci mulut dengan obat kumur, hindari konsumsi hidrat arang berlebihan. Mengatasi udema : jangan terlalu banyak berdiri, dalam posisi duduk kaki ditaruh di atas bangku kecil (jangan digantung ke bawah), hindarkan pakaian terlalu ketat, posisi tidur banyak miring ke sisi kiri untuk membantu kelancaran sirkulasi


KEPERAWATAN MATERNITAS 77 pembuluh vena, intek cairan terpenuhi. Mengatasi kaki kejang : gerak badan pada pagi hari, diet mengandung vit. dan mineral, Mengatasi sering BAK di malam hari : kurangi minum pada malam hari sebelum tidur. Mengatasi gatal-gatal: personal hygiene, beri cream pelembab pada kulit, kurangi lemak dan makanan yang berlemak. Penkes deteksi dini terhadap resiko tinggi kehamilan : Perdarahan pervaginam TD > 140/90 mmHg Kenaikan BB > 13,5 Kg dan < 9 Kg. Udema pada tungkai mata kaki dan kelopak mata Mengeluh pusing dan penglihatan berkunangkunang. Kehamilan ganda. Kematian janin dalam kandungan. Usia kehamilan > 42 minggu.


KEPERAWATAN MATERNITAS 78 Ibu hamil mengidap TBC, jantung, ginjal, DM, anemia berat. Pada primigravida kepala anak belum turun pada bulan terakhir kehamilan. Muntah berlebihan.


KEPERAWATAN MATERNITAS 79 BAB VI ANTENATAL CARE (ANC) A. Pengertian Antenatal care atau ANC merupakan salah satu asuhan yang diberikan untuk ibu hamil sebelum melahirkan dengan cara memeriksakan kepada dokter, bidan, atau puskesmas yang mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil hingga mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan menyusui, dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar (Manuaba, 2001). ANC adalah upaya preventif program pelayanan kesehatan obstetrik untuk optimalisasi luaran maternal dan neonatal melalui serangkaian kegiatan pemantauan rutin selama kehamilan (Prawirohardjo, 2008). ANC adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan. Dalam memantau program kesehatan ibu, digunakan indikator cakupan K1 untuk akses dan K4 untuk kelengkapan layanan antenatal yang meliputi pemeriksaaan kehamilan dan upaya


KEPERAWATAN MATERNITAS 80 koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan, pemberian intervensi dasar misalnya pemberian imunisasi TT dan tablet Fe serta mendidik dan memotivasi ibu agar dapat merawat dirinya selama hamil dan mempersiapkan persalinannya (Departemen Kesehatan RI, 2008). B. Tujuan ANC Menurut Prawirohardjo (2002) pelayanan ANC bertujuan untuk mencegah adanya komplikasi obstetri bila mungkin dan memastikan bahwa komplikasi dideteksi sedini mungkin serta ditangani secara memadai, yaitu : 1. Memantau kemajuan kehamilan dan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi 2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu 3. Mengenal secara dini adanya ketidaknormalan, komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan 4. Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu bayinya dengan trauma seminimal mungkin 5. Mempersiapkan ibu agar nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif


KEPERAWATAN MATERNITAS 81 6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara optimal. Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan profesional kepada ibu hamil selama masa kehamilannya, yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang ada dengan titik berat pada kegiatan promotif dan preventif. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan K1 dan K4 (Departemen Kesehatan RI, 2008). Cakupan K1 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal. Sedangkan K4 adalah gambaran besaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar serta paling sedikit empat kali kunjungan, dengan distribusi sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester dua dan dua kali pada trimester ketiga (Departemen Kesehatan RI, 2008). 1) Kunjungan Ibu Hamil Kunjungan ibu hamil adalah upaya ibu hamil untuk mendapat pelayanan antenatal. Istilah kunjungan di sini tidak mengandung arti bahwa ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas pelayanan tetapi setiap kontak


KEPERAWATAN MATERNITAS 82 tenaga kesehatan dengan ibu hamil untuk memberikan pelayanan antenatal sesuai standar dapat dianggap kunjungan baru ibu hamil (Departemen Kesehatan RI, 1995). 2) Kunjungan Baru Ibu Hamil (K1) Kunjungan baru ibu hamil adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan (Departemen Kesehatan RI, 1995). Kunjungan ibu hamil adalah kontak antara ibu hamil dan petugas kesehatan yang memberi pelayanan antenatal untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan. Istilah “kunjungan” di sini tidak mengandung arti bahwa hanya ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas pelayanan, tetapi setiap kontak tenaga kesehatan dan ibu hamil (Departemen Kesehatan RI, 2001). Tujuan kunjungan ANC I adalah menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat (Departemen Kesehatan RI, 2005) . Kunjungan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya ke tempat pelayanan kesehatan adalah sebagai bagian intergral dari pelayanan dasar yang terjangkau oleh masyarakat. Di dalamnya


KEPERAWATAN MATERNITAS 83 termasuk pelayanan kesehatan ibu yang berupaya agar setiap ibu hamil dapat melalui kehamilan dan persalinannya dengan selamat (www.infoibu.com.id). 3) Pemeriksaan Ibu Hamil Pelayanan antenatal menurut batasan operasional adalah pelayanan kesehatan kepada ibu hamil oleh tenaga kesehatan selama masa kehamilannya yang sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan (Departemen Kesehatan RI, 2003). Pemeriksaan kehamilan sangat penting untuk mengetahui adanya penyakit pada ibu atau kelainan kehamilan yang membahayakan. Sebaiknya ibu memeriksakan kehamilannya sedini mungkin atau bila terlambat haid ibu hamil memeriksakan kehamilan sekurangkurangnya 4 kali yaitu : 1 kali pada kehamilan triwulan I, 1 kali pada kehamilan triwulan II, 2 kali pada kehamilan triwulan III. Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : a) Satu kali pada triwulan pertama. b) Satu kali pada triwulan kedua. c) Dua kali pada triwulan ketiga.


KEPERAWATAN MATERNITAS 84 (Saiffudin, 2006 : 90) 4) Kunjungan Ulang Ibu Hamil Kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang ke dua dan seterusnya untuk mendapatkan pelayanan sesuai standar selama satu periode kehamilan berlangsung (Departemen Kesehatan RI, 2001). Kunjungan ulang harus dilakukan pemeriksaan kehamilan sebagai berikut (Departemen Kesehatan RI, 2001): a) Tekanan darah b) Berat badan untuk mengetahui pertambahan berat badan. c) Tinggi fundus uteri. d) Pemeriksaan urine dan Hb ditentukan sekali dalam 3 bulan perlu juga diketahui gejala-gejala yang baru timbul apakah ada oedema, perdarahan, sakit kepala dan lain-lain. 5) Jadwal Kunjungan Ulang Ibu Hamil a) Kunjungan pertama dilakukan pada usia kehamilan 16 minggu untuk memberikan konseling tentang perencanaan persalinan, pemberian tablet Fe dan tanda-tanda bahaya kehamilan.


KEPERAWATAN MATERNITAS 85 b) Kunjungan kedua pada usia kehamilan 24-28 minggu untuk memberikan konseling tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, preeklamsi, gemeli, infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan dan mengulang rencana persalinan. c) Kunjungan ketiga pada usia kehamilan 32 minggu untuk memberikan konseling tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, preeklamsi, gemeli, infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan dan mengulang rencana persalinan. d) Kunjungan ke empat pada usia kehamilan 32 minggu sampai lahir sama seperti kegiatan kunjungan dua dan tiga mengenali adanya letak dan presentasi, menetapkan rencana persalinan dan mengenali tanda-tanda persalinan (Prawirohardjo, 2002). 6) Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, alat komunikasi dan penyuluhan dengan informasi yang penting bagi ibu, keluarga dan masyarakat mengenai pelayanan, kesehatan ibu dan anak termasuk rujukannya dan paket (standar) pelayanan


KEPERAWATAN MATERNITAS 86 KIA, gizi, imunisasi, dan tumbuh kembang balita (Wildan dan Hidayat, 2008). Buku KIA merupakan buku wajib yang harus dimiliki oleh setiap ibu yang baru hamil sampai dengan anak tumbuh menjadi balita (Departemen Kesehatan RI, 2007).. Salah satu tujuan Program KIA adalah meningkatkan kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan ibu dan anak. Dalam keluarga, ibu dan anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap berbagai masalah kesehatan seperti kesakitan dan ganguan gizi yang seringkali berakhir dengan kecacatan atau kematian. Untuk mewujudkan kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan ibu dan anak maka salah satu upaya program adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga melalui penggunaan buku KIA. Menurut Syafrudin dan Hamidah (2009) bahwa tujuan buku KIA adalah sebagai berikut : a. Meningkatkan praktek keluarga dan masyarakat dalam memelihara/merawat kesehatan ibu dan anak. b. Meningkatkan kualitas pelayanan KIA. Menurut Departemen Kesehatan RI (2008) manfaat Buku KIA secara umum adalah ibu dan anak mempunyai catatan kesehatan


KEPERAWATAN MATERNITAS 87 yang lengkap, sejak ibu hamil sampai anaknya berumur lima tahun sedangkan manfaat buku KIA secara khusus ialah: a. Untuk mencatat dan memantau kesehatan ibu dan anak. b. Alat komunikasi dan penyuluhan yang dilengkapi dengan informasi penting bagi ibu, keluarga dan masyarakat tentang kesehatan, gizi dan paket (standar) pelayanan KIA. c. Alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, dan d. Catatan pelayanan gizi dan kesehatan ibu dan anak termasuk rujukannnya. Menurut Hidayat (2008) sasaran buku KIA terdiri dari sasaran langsung dan tidak langsung. Sasaran langsung buku KIA adalah Ibu dan Anak, yaitu meliputi: a. Tiap ibu hamil dapat Buku KIA b. Pada kehamilan gemeli, ibu dapat buku sesuai dengan jumlah bayinya. c. Tiap kali Ibu hamil akan dapat buku baru. d. Jika Buku KIA hilang (selama masih ada persediaan buku) akan mendapat ganti buku baru. Sementara sasaran tidak langsung buku KIA adalah : a. Suami dan anggota keluarga yang lain.


KEPERAWATAN MATERNITAS 88 b. Kader kesehatan dan anggota masyarakat. c. Petugas kesehatan terutama ketika memberi pelayanan kepada ibu dan anak. Menurut Dainur (2010) buku KIA berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin, dan nifas) dan anak (bayi baru lahir, bayi dan anak balita), gabungan dari kartu-kartu kesehatan yang ada yaitu KMS ibu hamil, KB, KMS Balita, Perkembangan Anak. Buku KIA disimpan di rumah dan dibawa setiap kali ibu atau anak datang ke tempattempat pelayanan kesehatan di mana saja untuk mendapatkan pelayanan KIA (Posyandu, Polindes, Puskesmas, bidan/dokter praktik swasta dan rumah sakit). Menurut Departemen Kesehatan RI (2008) bahan informasi buku KIA pada intinya terdiri dari dua bagian penting yaitu bagian untuk ibu dan bagian anak. Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan di Indonesia.Kebijakan dan berbagai upaya pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, antara lain dengan kegiatan Gerakan Sayang Ibu (GSI), strategi making pregnancy safer dan pengadaan buku KIA.


KEPERAWATAN MATERNITAS 89 C. Dinamika Keluarga Pada Masa Hamil 1. Adaptasi Maternal a. Menerima Kehamilan Kesiapan menyambut kehamilan Respon emosi calon ibu bervariasi : sangat gembira sampai syok, tidak yakin dan putus asa "Suatu hari nanti tetapi tidak sekarang". Seiring meningkatnya penerimaan kehadiran terhadap anak, akhirnya calon ibu menerima kehamilan Respon Emosional o Kelabilan emosi : perubahan mood o Respon Terhadap Perubahan Citra Tubuh o Sikap positif biasanya terlihat selama trimester pertama, tetapi seiring kemajuan kehamilan perasaan tersebut menjadi lebih negative o Ambivalensi selama masa hamil o Konflik perasaan yang simultan seperti cinta dan benci terhadap kehamilan o Respon normal yang dialami calon ibu yang mempersiapkan diri untuk suatu peran baru b. Mengenal Peran Ibu Dimulai pada awal setiap kehidupan seorang calon ibu : melalui memori-


KEPERAWATAN MATERNITAS 90 memori ketika ia sebagai seorang anak diasuh oleh ibunya Banyak calon ibu selalu menginginkan seorang bayi, menyukai anak-anak dan menanti untuk menjadi seorang ibu, tetapi ada juga yang tidak mempertimbangkan dengan terinci arti menjadi seorang ibu. c. Hubungan dengan pasangan Kebutuhan calon ibu untuk dicintai dan dihargai oleh pasangannya serta keyakinan akan penerimaan pasangannya terhadap bayi Hubungan seksual Bersifat individual : pernyataan puas dan tidak Trimester pertama keinginan seksual menurun, trimester ke-2 meningkat, trimester ke-3 menurun d. Hubungan Ibu-Anak Fase ke-1: umumnya calon ibu berfikir bahwa janinnya tidak nyata selama awal periode masa hamil dan janin sebagai bagian dari dirinya Fase ke-2: Ibu menerima janin sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya dan sebagai seorang yang perlu dirawat


KEPERAWATAN MATERNITAS 91 Fase ke-3: Ibu mulai dengan realistis mempersiapkan diri untuk melahirkan dan mengasuh anaknya e. Persiapan Melahirkan Calon ibu akan mencari orang terbaik untuk memberi nasihat, arahan dan perawatan. 2. Adaptasi Paternal Tiga tahap yang menandai 3 tugas perkembangan yang dialami oleh ayah yang menantikan bayinya : Periode awal : fase pengumuman (berlangsung beberapa jam-minggu) o Menerima fakta biologis akan kehamilan : reaksi dapat berupa perasaan suka cita/rasa terkejut Fase ke-2 : fase moratorium o periode penyesuaian terhadap kenyataan hamil o Menerima kehamilan dan mampu menyatakan : " saya akan memiliki bayi" Fase ke-3 : fase pemusatan (trimester terakhir) o Keterlibatan aktif ayah dalam kehamilan


Click to View FlipBook Version