The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan YPIB, 2023-07-26 00:26:55

EBOOK KEPERAWATAN MATERNITAS

EBOOK KEPERAWATAN MATERNITAS

KEPERAWATAN MATERNITAS 142 makanan memberikan bayi rasa puas (Bobak.Lowdermilk.Jensen, 2012) B. Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum 1. Pengkajian a. Penampilan Umum : - Obsevasi klien dari kepala ke tumit - Kaji respon klien (Tingkat kesadaran, rasa pusing?) b. TTV : - Nadi, pernafasan dan tekanan darah - Ukur dan catat setiap 15 menit untuk 1 jam pertama Post partum sampai stabil dan kemudian setiap 4 jam - Temperatur - Diukur peroral/axilla untuk mencegah kontaminasi vagina - Peningkatan temperatur >38 derajat celcius setelah 24 jam pertama adalah perhatian terjadinya infeksi post partum. c. Payudara : Kaji kondisi payudara terhadap penampilan umum, pembengkakan, laktasi, kebersihan, puting susu lecet, keluaran dari putting susu. d. Abdomen: Diastasis rektus abdominis


KEPERAWATAN MATERNITAS 143 Fundus evaluasi konsistensi, lokasi dan tingginya Insisi SC : tanda-tanda infeksi, integritas jaringan. e. Ekstremitas : Kaji tromboplebitis (Tanda Homan), edema, varises f. Lochea: tentukan karakteristik, warna dan jumlah g. Perineum dan anus : observasi edema, kebiruan/hematoma, hemoroid. h. Episiotomi : Observasi terhadap edema, keluaran, kemerahan, integritas jaringan i. Eliminasi : - BAK : tentukan BAK yang pertama, frekuensi, tanda dan gejala distensi kandung kemih - BAB : kaji saat terakhir BAB, auskultasi bising usus, khususnya pada pasien Post SC - Observasi adanya nyeri dan ketidaknyamanan, adanya afterpain - Hidariasi : kaji hidariasi dan status nutrisi (asupan peroral, perinfus, mual, muntah, rasa lapar) - Status emosional: evaluasi status psikologis (depresi, Interaksi dengan bayinya, keluarga dan perawat)


KEPERAWATAN MATERNITAS 144 2. Diagnosa Keperawatan a. Resiko kekurangan volume cairan b. Gangguan pola eliminasi urine c. Gangguan eliminasi BAB : Konstipasi d. Gangguan rasa nyaman : nyeri e. Gangguan konsep diri f. Resiko gangguan parenting g. Gangguan ADL 3. Perencanaan Keperawatan Tujuan : a. Mencegah infeksi b. Meningkatkan penyembuhan jaringan c. Meningkatkan involusio jaringan dan kenyamanan d. Meningkatkan istirahat, aktivitas dan keamanan e. Meningkatkan asupan makanan dan cairan f. Pembentukan laktasi/supresi g. Pola eliminasi normal h. Memenuhi kebutuhan belajar ibu. Intervensi (Secara Umum): a. Monitoring dan suporrting status fisiologis ibu : - TTV - Monitoring involusio uteri; lochea; ekstremitas terhadap tromboplebitis; hemorrhagi post partum; gangguan


KEPERAWATAN MATERNITAS 145 mood post partum; infeksi post partum. b. Meningkatkan adaptasi psikologis ibu dan keluarga : - Meningkatkan adaptasi terhadap gambaran tubuh; konsep diri - Meningkatkan ikatan kasih antara ortu dan bayi serta dengan saudara kandung (Sibling). c. Mencegah Infeksi: - Lingkungan bersih - Mengganti linen tiap hari - Mengganti duk - Mencegah cross-infeksi pada peralatan RS - Perawatan perineum pada episiotomi dan laserasi perineum - Staf yang mempunyai penyakit infeksi dan menular harus mengikuti protokol RS d. Mencegah perdarahan berlebih Mempertahan tonus uterus dengan: stimulasi uterus dengan masase, kolaborasi pemberian obat-obatan bila perlu e. Meningkatkan Kenyamanan : - Gunakan teknik-teknik : relaksasi, distraksi, guide imagery, sentuhan terapeutik


KEPERAWATAN MATERNITAS 146 - Gunakan bantal ketika duduk - Gunakan ice pack, sitz bath bila dilakukan episiotomi - Kasus karena pembengkakan payudara : lakukan kompres, breast care dan bra yang menunjang f. Meningkatkan istirahat dan ambulasi serta exercise: - Istirahat : batasi pengunjung, lingkungan tenang, libatkan keluarga. - Ambulasi dan excercise: early ambulasi, dilakukan bertahap, Kegel exercise, senam post partum. g. Meningkatkan BAB normal dan pola Bladder normal : Bowel : - Asupan makanan berserat yang cukup - Peningkatan intake cairan - Peningkatan exercise - Waspadai efek dari medikasi - Laksatif bila perlu Bladder : - Membantu pengosongan kandung kemih sesegera mungkin : stimulasi dan kateterisasi bila perlu h. Menyusui bayi : - Lakukan sesegera mungkin


KEPERAWATAN MATERNITAS 147 - Bantu ibu menyusui dengan teknik yang benar - Breast care - Supresi laktasi pada kasus bayi +: Gunakan bra yang menekan, minimal 72 jam setelah kelahiran - Cegah melakukan stimulasi - Kolaborasi pengggunaan obat2an supresi bila perlu : tace, dela dumone, parlodel i. Penyuluhan Kesehatan : - Kebersihan diri, - Exercise, - Senam post partum - Breast care - perawatan perineum - Perawatan bayi - parenting, - Kontrasepsi - Seksualitas - Kontrol


KEPERAWATAN MATERNITAS 148 BAB X KONSEP DASAR KESEHATAN REPRODUKSI A. Definisi Kesehatan Reproduksi 1. Definisi Sehat (WHO) Sehat adalah keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh. Jadi sehat berarti bukan sekedar tidak ada penyakit ataupun kecacatan, tetapi juga kondisi psikis dan sosial yang mendukung perempuan untuk melalui proses reproduksi baik perempuan maupun laki-laki berhak mendapatkan standar kesehatan yang setinggi-tingginya, karena kesehatan merupakan hak asasi manusia yang telah diakui dunia internasional 2. Definisi Kesehatan Reproduksi Istilah reproduksi berasal dari kata “re” yang artinya kembali dan kata produksi yang artinya membuat atau menghasilkan. Jadi istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian


KEPERAWATAN MATERNITAS 149 hidupnya. Sedangkan yang disebut organ reproduksi adalah alat tubuh yang berfungsi untuk reproduksi manusia. Menurut BKKBN, (2001), definisi kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan. Menurut ICPD (1994) kesehatan reproduksi adalah sebagai hasil akhir keadaan sehat sejahtera secara fisik, mental, dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala hal yang terkait dengan sistem, fungsi serta proses reproduksi. Menurut Ida Bagus Gde Manuaba, 1998 kesehatan reproduksi adalah kemampuan seseorang untuk dapat memanfaatkan alat reproduksi dengan mengukur kesuburannya dapat menjalani kehamilannya dan persalinan serta aman mendapatkan bayi tanpa resiko apapun (Well Health Mother Baby) dan selanjutnya mengembalikan kesehatan dalam batas normal.


KEPERAWATAN MATERNITAS 150 Menurut Depkes RI, 2000 kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat secara menyeluruh mencakup fisik, mental dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi yang pemikiran kesehatan reproduksi bukannya kondisi yang bebas dari penyakit melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum dan sesudah menikah. B. Ruang Lingkup Kesehatan Reproduksi Menurut Depkes RI (2001) ruang lingkup kesehatan reproduksi sebenarnya sangat luas, sesuai dengan definisi yang tertera di atas, karena mencakup keseluruhan kehidupan manusia sejak lahir hingga mati. Dalam uraian tentang ruang lingkup kesehatan reproduksi yang lebih rinci digunakan pendekatan siklus hidup (life-cycle approach), sehingga diperoleh komponen pelayanan yang nyata dan dapat dilaksanakan. Secara lebih luas, ruang lingkup Kespro meliputi : 1. Kesehatan ibu dan bayi baru lahir 2. Keluarga Berencana


KEPERAWATAN MATERNITAS 151 3. Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi Saluran Reproduksi ( ISR ), termasuk PMS-HIV / AIDS 4. Pencegahan dan penangulangan komplikasi aborsi 5. Kesehatan reproduksi remaja 6. Pencegahan dan penanganan infertilitas 7. Kanker pada Usia Lanjut dan Osteoporosis 8. Berbagi aspek kesehatan reproduksi lain misalnya kanker serviks, mutilasi genetalia, fistula dan lain-lain. Pendekatan yang diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup kesehatan reproduksi adalah pendekatan siklus hidup, yang berarti memperhatikan kekhususan kebutuhan penanganan sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta kesinambungan antar-fase kehidupan tersebut. Dengan demikian, masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan, yang bila tak ditangani dengan baik maka hal ini dapat berakibat buruk pada masa kehidupan selanjutnya


KEPERAWATAN MATERNITAS 152 C. Hak-Hak Reproduksi 1. Menurut Depkes RI (2002) hak kesehatan reproduksi dapat dijabarkan secara praktis, antara lain : a. Setiap orang berhak memperoleh standar pelayanan kesehatan reproduksi yang terbaik. Ini berarti penyedia pelayanan harus memberikan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas dengan memperhatikan kebutuhan klien, sehingga menjamin keselamatan dan keamanan klien. b. Setiap orang, perempuan, dan laki-laki (sebagai pasangan atau sebagai individu) berhak memperoleh informasi selengkap-lengkapnya tentang seksualitas, reproduksi dan manfaat serta efek samping obat-obatan, alat dan tindakan medis yang digunakan untuk pelayanan dan/atau mengatasi masalah kesehatan reproduksi. c. Setiap orang memiliki hak untuk memperoleh pelayanan KB yang aman, efektif, terjangkau, dapat diterima, sesuai dengan pilihan, tanpa paksaan dan tidak melawan hukum.


KEPERAWATAN MATERNITAS 153 d. Setiap perempuan berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya, yang memungkinkannya sehat dan selamat dalam menjalani kehamilan dan persalinan, serta memperoleh bayi yang sehat. e. Setiap anggota pasangan suami-isteri berhak memilki hubungan yang didasari penghargaan f. Terhadap pasangan masing-masing dan dilakukan dalam situasi dan kondisi yang diinginkan bersama tanpa unsure pemaksaan, ancaman, dan kekerasan. g. Setiap remaja, lelaki maupun perempuan, berhak memperoleh informasi yang tepat dan benar tentang reproduksi, sehingga dapat berperilaku sehat dalam menjalani kehidupan seksual yang bertanggungjawab h. Setiap laki-laki dan perempuan berhak mendapat informasi dengan mudah, lengkap, dan akurat mengenai penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS.


KEPERAWATAN MATERNITAS 154 2. Menurut ICPD (1994) hak-hak reproduksi antara lain : a. Hak mendapat informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi b. Hak mendapat pelayanan dan perlindungan kesehatan reproduksi c. Hak kebebasan berpikir tentang pelayanan kesehatan reproduksi d. Hak untuk dilindungi dari kematian karena kehamilan e. Hak untuk menentukan jumlah dan jarak kelahiran anak f. Hak atas kebebasan dan keamanan berkaitan dengan kehidupan reproduksinya g. Hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk termasuk perlindungan dari perkosaan, kekerasan, penyiksaan, dan pelecehan seksual h. Hak mendapatkan manfaat kemajuan, ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi i. Hak atas kerahasiaan pribadi berkaitan dengan pilihan atas pelayanan dan kehidupan reproduksinya


KEPERAWATAN MATERNITAS 155 j. Hak untuk membangun dan merencanakan keluarga k. Hak untuk bebas dari segala bentuk diskriminasi dalam kehidupan berkeluarga dan kehidupan reproduksi l. Hak atas kebebasan berkumpul dan berpartisipasi dalam politik yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi 3. Menurut Piagam IPPF/PKBI Tentang Hakhak Reproduksi dan Seksual adalah: a. Hak untuk hidup b. Hak mendapatkan kebebasan dan keamanan c. Hak atas kesetaraan dan terbebas dari segala bentuk diskriminasi d. Hak privasi e. Hak kebebasan berpikir f. Hak atas informasi dan edukasi g. Hak memilih untuk menikah atau tidak serta untuk membentuk dan merencanakan sebuah keluarga h. Hak untuk memutuskan apakah ingin dan kapan punya anak


KEPERAWATAN MATERNITAS 156 i. Hak atas pelayanan dan proteksi kesehatan j. Hak untuk menikmati kemajuan ilmu pengetahuan k. Hak atas kebebasan berserikat dan berpartisipasi dalam arena politik l. Hak untuk terbebas dari kesakitan dan kesalahan pengobatan D. Kesehatan Wanita Sepanjang Siklus Kehidupan Siklus kesehatan wanita serta perubahan yang terjadi pada setiap tahapnya. Dalam kehidupannya, wanita mempunyai tahapan masa yaitu masa bayi, masa anak, pubertas, reproduksi, klimakterium, menopause dan senium. 1. Bayi Perubahan pada bayi lahir cukup bulan : a. Pembentukan genitalia interna telah sempurna b. Folikel pada kedua ovarium telah lengkap c. Genitalia eksterna telah terbentuk d. Minggu pertama dan kedua setelah lahir, bayi masih membawa pengaruh estrogen yang didapat saat dalam kandungan. Pengaruh ini seperti : Epitel vagina relative tebal dan pH vagina


KEPERAWATAN MATERNITAS 157 e. 1/3 bayi perempuan endoserviksnya tidak terhenti pada ostium uteri eksternum tetapi menutupi juga sebagian dari portio servisis uteri (pseudoerosio kongenitalis) 2. Anak Yang khas pada anak-anak adalah perangsangan oleh hormon kelamin sangat kecil. Pada masa ini alat-alat genitalnya tidak menunjukkan pertumbuhan yang berarti hingga pada permulaan pubertas tetapi pengaruh hipofisis sangat terlihat pada pertumbuhan badannya. Pada masa ini sudah nampak perbedaan antara perempuan dan laki-laki terutama pada tingkah lakunya yang juga ditentukan oleh lingkungan dan pendidikan. 3. Pubertas/Remaja Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak ke masa dewasa. Antara kedua masa ini tidak ada batasan yang terlihat, hanya saja pada masa pubertas diawali dengan berfungsinya ovarium dan berakhir pada saat ovarium berfungsi dengan mantap dan teratur. Pada masa ini terjadi perubahan organ-organ fisik secara cepat dan perubahan tersebut tidak seimbang dengan perubahan kejiwaannya dan terjadi


KEPERAWATAN MATERNITAS 158 kematangan seksual atau alat-alat reproduksi. Tahapan pubertas/remaja: a) Masa remaja awal (10-12 tahun) 1) Merasa lebih dekat dengan teman sebaya 2) Merasa ingin bebas 3) Lebih banyak memperhatikan keadan tubuhnya dan mulai suka berkhayal b) Masa remaja tengah (13-15 tahun) 1) Ingin mencari identitas diri 2) Ada keinginan untuk berkencan atau mulai tertarik dengan lawan jenis 3) Timbul perasaan cinta yang mendalam 4) Kemampuan berpikir abstrak makin berkembang 5) Berkhayal mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksual c) Masa remaja akhir (16-19 tahun) 1) Menampakkan pengungkapan kebebasan diri 2) Dalam mencari teman sebaya lebih selektif 3) Memiliki citra terhadap dirinya 4) Dapat mewujudkan perasaan cinta 5) Memiliki kemampuan berpikir abstrak


KEPERAWATAN MATERNITAS 159 Tanda-tanda perubahan yang terjadi pada remaja wanita : a) Perubahan fisik 1) Tanda-tanda primer Adanya perubahan kematangan organ-organ reproduksinya yang ditandai dengan datangnya haid. Ovarium mulai berfungsi dengan matang dibawah pengaruh hormone gonadotropin dan hipofisis, folikel mulai tumbuh meski belum matang tetapi sudah dapat mengeluarkan estrogen. Korteks kelenjar suprarenal membentuk androgen yang berperan pada pertumbuhan badan. Selain pengaruh hormone somatotropin diduga kecepatan pertumbuhan wanita dipengaruhi juga oleh estrogen. 2) Tanda-tanda sekunder Rambut Tumbuhnya rambut pada kemaluan ini terjadi setelah pinggul dan payudara mulai berkambang. Bulu ketiak dan bulu pada wajah mulai tampak setelah datang haid. Rambut yang mula-mula berwarna terang


KEPERAWATAN MATERNITAS 160 berubah menjadi lebih subur, gelap, kasar, keriting. Pinggul Pinggul berubah menjadi lebih memebesar dan membulat. Hal ini disebabkan karena membesarnya tulang pinggul dan lemak di bawah kulit. Payudara Bersamaan dengan membesarnya pinggul maka payudara juga membaesar dan puting susu ikut menonjol. Di sini makin membesarnya kelenjar susu maka payudara semakin besar dan bulat. Kulit Kulit menjadi semakin kasar, lebih tebal dan pori-pori lebih membesar. Tetapi kulit wanita lebih lembut daripada kulit pria. Kelenjar lemak dan kelenjar keringat Kelenjar lemak dan keringat menjadi lebih aktif. Pada masa ini sering timbul masalah jerawat karena adanya sumbatan kelenjar keringat dan baunya


KEPERAWATAN MATERNITAS 161 menusuk pada saat sebelum dan sesudah haid. Otot Menjelang akkhir masa puber, otot menjadi semakin membesar dan kuat. Akibat akan terbentuk bahu, lengan dan tungkai kaki. Suara Suara berubah menjadi merdu. b) Perubahan kejiwaan Remaja lebih peka atau sensitif sehingga lebih mudah menangis, cemas, frustasi, bisa tertawa tanpa alasan yang jelas. Selain itu, mudah bereaksi bahkan agresif terhadap gangguanatau rangsangan luar yang mempengaruhinya. Pada masa ini ada kecenderungan tidak patuh pada orang tua, lebih suka pergi sama teman, tidak betah tinggal di rumah. c) Perkembangan intelrgensia Pada perkembangan ini remaja cenderung mengembangkan cara berpikir abstrak dan ingin mengetahui hal-hal baru yang mendorong perilaku ingin coba-coba. 4. Reproduksi Masa ini terpenting bagi wanita dan kira-kira berlangsung 33 tahun. Haid pada masa ini


KEPERAWATAN MATERNITAS 162 paling teratur dan memungkinkan untuk kehamilan. Tetapi setelah usia 40 tahun ke atas akan mulai terjadi penurunan kesuburan atau fertilitas. 5. Klimakterium Klimakterium bukan suatu keadaan patologik melainkan suatu masa peralihan yang normal yang berlangsung beberapa tahun sebelum dan sesudah menopause. Fase klimakterium berlangsung bertahap yaitu : a. Sebelum menopause Pada masa ini klimakterium kira-kira dimulai 6 tahun sebelum masa menopause. Di sini, fungsi organ reproduksinya mulai turun, kadar estrogen mulai turun dan kadar hormon gonadotropin mulai meningkat sampai timbulnya keluhan tanda-tanda menopause. b. Selama menopause Terjadi selama berlangsungnya menopause, rentangan 1-2 tahun sebelum sampai 1 tahun sesudah menopause. Pada periode ini wanita mengalami keluhan memuncak. c. Sesudah menopause Masa ini berlangsung mulai 6-7 tahun ssesudah menopause. Pada saat ini kadar estrogen sudah pada titik rendah sesuai


KEPERAWATAN MATERNITAS 163 dengan keadaan senium dan disertai dengan mulai memburuknya kondisi badan. Perubahan yang terjadi : 1) Terjadi penurunan kadar estrogen dan kadar gonadotropin mulai meningkat 2) Organ reproduksi mulai mengalami penurunan fungsi : ovarium mengecil, uterus mengecil, epitel vagina menipis. 3) Jumlah folikel menjadi hanya beberapa ribu buah saja dan lebih resisten terhadap rangsanngan gonadotropin 4) Pada usia 40 tahun lebih siklus haid mulai tidak disertai dengan ovulasi 5) Terjadi perubahan kesuburan seorang wanita mulai menurun pada awal klimakterium 6) Perubahan perdarahan pada premenopause 7) Pasca menopause terjadi gangguan vegetatif, psikis, organis. d. Menopause Menopause adalah periode berhentinya haid secara alamiah atau suatu masa dimana seorang wanita mengalami perdarahan haid terakhir dan tidak pernah mendapatkan haid lagi.


KEPERAWATAN MATERNITAS 164 Menopause menyebabkan beberapa perubahan fisik yang dapat mempengaruhi fungsi seksual seorang wanita. Ini semua merupakan akibat dari berkurangnya kadar estrogen dan progesteron. Perubahan yang terjadi pada masa ini yaitu : 1) Perubahan psikis Perubahan psikis pada masa menopause sangat bergantung pada masing-masing individu. Pengetahuan yang cukup akan membantu seorang wanita memahami dan mempersiapkan dirinya menjalani masa ini dengan lebih baik. Perubahan yang terjadi : Rasa khawatir : perasaan merasa tua, tidak menarik lagi, takut tidak bisa memenuhi kebutuhan seksual suami Rasa tertekan karena takut menjadi tua Lebih sensitif dan emosi (marah, cemas, depresi ) 2) Perubahan fisik Perubahan yang terjadi meliputi : Kulit menjadi kendor Kulit menjadi kering dan keriput


KEPERAWATAN MATERNITAS 165 Kulit manjadi mudah terbakar sinar matahari Timbul pigmentasi pada kulit Payudara mulai lembek Vagina menjadi kering Epitel vagina menipis Dispareunia Perasaan panas dan berkeringat pada malam hari (hot fluse) Tidak dapat menahan air seni Hilangnya jaringan penunjang Penambahan berat badan Gangguan mata Nyeri tulang dan sendi 3) Senium Pada masa ini telah terjadi kesimbangan hormonal yang baru. Pada masa ini perubahan yang terjadi ialah kemunduran alat-alat tubuh dan kemampuan fisik sebagai proses menjadi tua. Dalam masa ini cenderung terjadi osteoporosis yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid dan osteotrofoblas yang berkurang.


KEPERAWATAN MATERNITAS 166 E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Siklus Kesehatan Wanita 1. Masa bayi Faktor yang mempengaruhi siklus kehidupan wanita pada masa bayi : a. Lingkungan b. Kondisi ibu c. Sikap orang tua d. Aspek psikologi pada masa bayi e. Sistem reproduksi 2. Masa anak-anak Ada 2 faktor yang mempengaruhi kehidupan wanita pada masa ini : a. Faktor dalam : Hal-hal yang diwariskan orang tua seperti bentuk tubuh Kemampuan intelektual Keadaan hormonal tubuh Emosi dan sifat b. Faktor luar Keluarga Gizi Budaya setempat Kebiasaan anak dalam hal personal hygiene 3. Masa pubertas/remaja Faktor yang berpengaruh : a. Status gizi


KEPERAWATAN MATERNITAS 167 b. Pendidikan c. Lingkungan dan pekerjaan d. Seks dan seksualitas e. Kesehatan reproduksi remaja itu sendiri 4. Masa dewasa/reproduksi Faktor yang berpengaruh yaitu : a. Perkembangan organ reproduksi b. Tanggapan seksual c. Kedewasaan psikologi 5. Masa usia lanjut (klimakterium, menopause, senium) Faktor yang berpengaruh : a. Faktor hormonal b. Kejiwaan c. Lingkungan d. Pola makan e. Aktifitas fisik F. Pemantauan Tumbuh Kembang Wanita Aspek Pengkajian Aspek pengkajian dalam kesehatan wanita meliputi : 1. Aspek Fisik Aspek fisik yang perlu dikaji dalam lingkup kesehatan wanita sama dengan pengkajian yang dilakukan pada manusia dewasa, antara lain: a. Kondisi fisik (TTV)


KEPERAWATAN MATERNITAS 168 b. Nutrisi c. Cairan dan elektrolit d. Higiene personal e. Istirahat-Tidur f. Kasih sayang dan seks g. Aktualisasi diri h. Rasa aman dan nyaman 2. Aspek Psikososial Aspek psikososial yang dikaji, meliputi: a. Identitas seksual, perubahan fisik dan sikap dari wanita yang menunjukkan identitasnya sebagai wanita b. Identitas kelompok, kepuasan hidup dalam sebuah kelompok dan penerimaan c. Konsep diri (peran, identitas diri, gambaran diri atau citra tubuh, dan harga diri) d. Kecemasan dan masalah kehidupan e. Kondisi lingkungan social f. Factor pendukung dari keluarga dan masyarakat g. Komunikasi atau hubungan dalam kelompok, keluarga dan masyarakat (perasaan dihargai. Secara kronologis, setiap wanita mengalami berbagai fase dalam kehidupannya. Proses ini berlangsung secara alamiah yang wajar terjadi pada setiap wanita.


KEPERAWATAN MATERNITAS 169 Fase dalam Kehidupan Wanita 1. Lahir dan Prapubertas a. Fisik 1) Terbentuknya bakal organ seks saat janin berusia 12 minggu 2) Sejak bayi, wanita sudah memiliki 2 indung telur 3) Pada masa ini sel telur belum matang 4) Belum menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan seks sekunder b. Psikososial Anak perempuan diarahkan untuk mengikuti budaya yang berkembang di lingkungan tempat anak perempuan tersebut diasuh, misalnya: 1) Anak perempuan harus jongkok saat BAK sedangkan anak laki-laki berdiri 2) Anak perempuan diajarkan untuk berdandan 3) Rambut anak perempuan dibiarkan panjang atau dipotong dengan model yang feminism 4) Anak perempuan dididik untuk bersifat feminism 2. Pubertas a. Fisik 1) Mulai terbentuk sel telur matur 2) Produksi hormone estrogen karena pengaruh matangnya sel telur


KEPERAWATAN MATERNITAS 170 3) Mulai tumbuh tanda-tanda seks sekunder, misalnya tumbuh payudara b. Psikososial Wanita mulai tertarik pada lawan jenis dan mulai merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. 3. Reproduksi a. Fisik 1) Wanita mengalami masa menstruasi, dengan keluarnya darah dari vagina 2) Wanita memasuki usia reproduktif 3) Sel telur dapat dibuahi 4) Jika melakukan hubungan intim dengan lawan jenis, wanita dapat hamil 5) Bekerjanya hormone indung telur (estrogen dan progesteron) b. Psikososial 1) Wanita mulai cemas karena proses menstruasi 2) Wanita mencari identitas diri, gambaran diri yang dipengaruhi kelompoknya 3) Bergaul dan berkumpul dengan teman-teman yang berjenis kelamin sama. 4. Premenopause a. Fisik


KEPERAWATAN MATERNITAS 171 1) Kekuatan otot dan kecakapan mental mulai mencapai puncaknya 2) Dimulai dengan proses penuaan 3) Penurunan hormone kewanitaan berangsur menurun 4) Proses menstruasi yang tidak teratur 5) Perasaan panas di sekitar wajah (hot flash) 6) Produksi keringat yang berlebihan 7) Kulit menjadi kusam dan kasar 8) Rambut cenderung kering dan rapuh 9) Perasaan adanya gangguan dalam hubungan intim 10) Kesulitan vagina mengalami lubrikasi, sehingga timbul rasa tidak nyaman saat bersenggama . b. Psikososial 1) Wanita lebih banyak menarik diri dari lingkungannya 2) Wanita lebih sering merasa tersinggung, mudah cemas dan sangat sensitive 3) Gelisah karena menghadapi proses penuaan. 5. Menopause a. Fisik 1) Hilangnya hormone kewanitaan 2) Menstruasi tidak muncul lagi 3) Organ reproduksi tidak berfungsi lagi


KEPERAWATAN MATERNITAS 172 4) Berat badan sulit dikendalikan 5) Terjadi timbunan lemak di beberapa tempat karena ketiadaan hormone kewanitaan 6) Wanita sering mudah merasa lelah 7) Penyakit degeneratife (jantung, DM, gangguan ginjal, dan osteoporosis) mudah menyerang. b. Psikososial Wanita mulai mencapai kematangan hidup. 6. Senium a. Fisik 1) Lemasnya otot-otot yang membuat struktur tubuh menjadi bengkok 2) Gangguan sendi mulai sering timbul 3) Berat badan cenderung berkurang 4) Penurunan daya guna tubuh 5) Kekuatan otot dari saat 20 tahun 6) Terjadi penurunan intelektual kemungkinan dapat terjadi gangguan otak secara organik b. Psikososial 1) Terjadi perubahan sifat, misalnya: dari periang menjadi pemurung, dari berani menjadi penakut atau sebaliknya.


KEPERAWATAN MATERNITAS 173 2) Sering timbul perilaku yang sulit diterima karena terjadi gangguan otak. G. Indikator Pemantauan Tumbuh Kembang Wanita Sepanjang Siklus Kehidupan 1. Bayi Indikator pemantauan : a. Pertumbuhan 1) Berat Badan BB merupakan ukuran antropometri yang paling penting guna menggambarkan peningkatan ukuran dan jumlah semua jaringan tubuh, BB indicator terbaik untuk mengetahui gambaran pertumbuhan dan status gizi. Pertambahan BB pada neonatus dan balita tidak statis tetapi semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia. 2) Tinggi Badan Ukuran antropometri kedua yang penting, TB pada masa pertumbuhan meningkat sampai ukuran maksimal yang berhenti pada fase remaja. Kecepatan pertumbuhan TB pada tahun pertama 23-25 cm, periode berikutnya berkurang sehingga pada umur 2 tahun kecepatannya 2 cm/th.


KEPERAWATAN MATERNITAS 174 3) Lingkar Kepala Lingkar kepala merupakan volume intrakrania. LK digunakan untuk menafsir perubahan otak. Pada anak umur 0-11 bulan diukur setiap 3 bulan, umur 12-72 bulan dilakukan setiap 6 bulan. Lingkar kepala diukur dengan melilitkan pita ukur mulai dahi, menutupi alis mata (supraorbita) melalui tulang belakang kepala yang paling menonjol. 4) LiLA (Lingkar Lengan Atas) LILA menggambarkan pertumbuhan jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh oleh cairan tubuh. Pengukuran LILA dilakukan dengan melilitkan pita ukur pada lengan atas kiri, menggunakan pita ukur Dep.Kes. b. Instrumen Pertumbuhan (KMS, Tabel BB/TB, Grafik LK) c. Alat yang digunakan (Timbangan, Pengukur TB, Pita ukur) 2. Anak-anak a. Aspek Kehidupan 1) Gerak Kasar atau Motorik Kasar Berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-


KEPERAWATAN MATERNITAS 175 otot besar seperti berdiri, duduk, berlari, berjalan, dll. 2) Gerak halus atau motorik halus Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot kecil tetapi memerlukan koordinasi cermat seperti menulis, menggambar, dan lain-lain. 3) Kemampuan bicara dan bahasa Berhubungan dengan kemampuan untuk member respon terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, dan mengikuti perintah. 4) Sosialisasi dan kemandirian Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri bersosialisasi dan bereaksi dengan lingkungan (makan, bermain, membereskan mainan). b. Instrumen Pemantauan 1) KPSP : Kuesioner Pra Skrining Perkembangan 2) DDST : Denver Development Scrining test 3) TDL : Tes Daya Lihat 4) TDD : Tes Daya Dengar


KEPERAWATAN MATERNITAS 176 3. Remaja a. Perubahan Hormonal 1) Pertumbuhan seks sekunder 2) Pertumbuhan primer menstruasi b. Perubahan Somatik 1) Perubahan Tinggi Badan 2) Sebelum Haid rata-rata 3 inci/tahun (5-6 inci/tahun) 3) Setelah Haid rata-rata 1 inci/tahun dan berenti sekitar usia 18 tahun. 4) Perubahan Berat Badan 5) Kenaikan BB 2,0 kg/tahun c. Perubahan proporsional tubuh Perubahan yang terjadi pada bagian tertentu (ciri-ciri seks sekunder). 1) Organ Reproduksi Organ seks mencapai matur pada periode akhir masa remaja. 2) Sistem pencernaan Perut menjadi lebih panjang tidak lagi terlampau berbentuk pipa, diameter usus, hati dan esophagus bertambah, jonjot dan sel selaput GI track tebal dan kuat 3) Sistem pernafasan Kapasitas paru mempunyai fungsi maksimal d. Perkembangan Psikologis 1) Perkembangan kognitif


KEPERAWATAN MATERNITAS 177 Realism dan simbolisme Berpikir intuitif Operasional konkrit 2) Perkembangan psikologis Keluarga : mulai mandiri Kelompok : sebaya Berkumpul dengan teman sejenis dan pemeriksaan oleh kelompok sebaya. 4. Dewasa a. Siklus mentruasi lebih dari normal Koordinasi fluktasi pelepasan gonadotropin, pematangan folikel dan ovulasi, serta perubahan histology endometrium. b. Periode fungsi reproduksi lebih dari maksimal (puncak 24-30) tahun, jika > dari 30 tahun akan menurun. c. Pertumbuhan usia reproduksi : Periode efisiensi pertumbuhan fisik hingga periode 40an Kemampuan motorik mencapai puncak pada periode 20-30an Kecepatan respon maksimal antara 20-25, dan menurun secara perlahan, penguasaan keterampilan motorik lebih cepat. d. Perkembangan psikologis


KEPERAWATAN MATERNITAS 178 Kemampuan mental mencapai puncak pada periode 20an, secara perlahan berkurang Penyesuaian dari efektif pada berbagai situasi Penalaran analogis, berfikir kritis dan mandiri Penyesuaian peran baik sebagai istri maupun ibu e. Indikator Pemantauan Berat Badan Status Gizi HB 5. Usia Lanjut Klimakterium Menopause Indikator pemantauan Status gizi (BB/TB) TD Nadi Proteinuria Reduksi Keluhan penyakit


KEPERAWATAN MATERNITAS 179 DAFTAR PUSTAKA Ari Sulistyawati. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa kehamilan. Jakarta : Salemba Medika. Baker P, Shipp J. 2006. Antenatal Care & Breastfeeding (12 reviews), A summary of published Cochrane and non-Cochrane Systematic reviews. Berghella V. 2007. Obstetric Evidence Based Guidelines, Informa healthcare. Depkes RI. 2007. Perawatan Kehamilan (ANC). http://www.depkes.go.id diakses pada tanggal 15 Maret 2016 Depkes RI. 2008. Panduan Pelayanan Antenatal. Jakarta : Depkes RI Dewi VNL, Tri S. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika Elisabeth Siwi Walyani, Amd.Keb. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. Yogyakarta : Pustaka Baru Press Field T, Hermandez-Reif M, Taylor S, O.Quintino, Burman I. 1997. Labor pain is reduced by massage therapy.


KEPERAWATAN MATERNITAS 180 Fitramaya Yuni. 2008. Kesehatan Reproduksi.. Yogyakarta Helen Baston, Jennifer Hall. 2009. Midwifery Essentials. Jakarta : EGC Medical Publisher Holmes D, Philip NB. 2011. Buku Ajar Ilmu Kebidanan. Jakarta : EGC Ida Bagus Gde Manuaba, Prof. Dr. SpoG. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : Arcan King TL and Muphy PA. 2009. Evidance Based Approaches To Managing Nauseand Vomiting In Pregnancy. Lee SC, Thomas J. 2008. Antenatal Brast Examination For Promoting Breastfiding. Lina Siti Nuryawati, SKM, S.Si.T, M.Kes. 2016. Kesehatan Reproduksi Wanita. Lovrinz Publishing. Manuaba. 2008. Ilmu Kebidanan, Kandungan dan KB. Jakarta : EGC Mufdillah. 2009. ANC Fokus Antenatal Care Focused.Yogyakarta : Nuha Medika Ratna Dewi Pudiastuti, 2012. Asuhan Kebidanan Pada Hamil Normal & Patologi. Yogyakarta : Nuha Medika.


KEPERAWATAN MATERNITAS 181 Rustam. 2005. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC Saifudin. 2005. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yogyakarta : Yayasan Bina Pustaka Pustaka Sarwono Prawirohardjo Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta : Salemba Mediaka Suririnah. 2008. Tanda Bahaya Pada Kehamilan Trimester I. http://www.kes-pro.coom.id diakses tanggal 15 Maret 2010 Suryati Romauli, 2001. Asuhan kebidanan 1. Yogyakarta. Nuha Media Suwignyo Siswosuharjo, Fitria Chakrawati, 2011. Panduan Super lengkap Hamil Sehat. Jakarta : Penebar Plus Utin Siti Candra sari, APP.,M.P.H. Rujukan Kehamilan Beresiko di Rumah Sakit. Istana Publisher Verney. 2006. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC. Hal : 36-39 Yuni Kusmiyati, S.ST dkk. 2009. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta. Bandung : Penerbit Fitramaya.


KEPERAWATAN MATERNITAS 182


Click to View FlipBook Version