The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kumpulan puisi rekan IGBJI dan murid-murid SMAN 10

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by arisuchiana, 2021-12-02 23:48:11

Mein erstes Gedicht

Kumpulan puisi rekan IGBJI dan murid-murid SMAN 10

Keywords: Gedicht-ku

mein erstes
Gedicht

kumpulan puisi ku,
murid2ku dan rekan2
komunitas bahasa Jerman

ARI SUCHIANA DKK

PROGRAM GURU PENGGERAK
ANGKATAN 2
SAMARINDA

Mein erstes Gedicht

Kumpulan Puisi Bahasa Jerman
Komunitas Bahasa Jerman dan
Murid-murid SMAN 10 Samarinda

Oleh:
Ari Suchiana, dkk

Program Guru Penggerak
Angkatan 2
2021

Sambutan Kepala Sekolah
dan Rekan Sejawat

Apresiasi terhadap Buku yang berjudul “Mein erste Gedicht” patut
diacungi jempol, karena buku ini merupakan karya dari murid SMA
Negeri 10 Samarinda beserta beberapa rekan komunitas Bahasa
Jerman di Kalimantan Timur. Semoga kedepanya buku ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dan menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya
untuk dapat berbagi kebaikan dan manfaat.

Mein erstes Gedicht merupakan karya sastra (puisi) goresan
pena Komunitas Bahasa Jerman dan murid-murid SMAN 10
Samarinda yang bernilai seni, etika, dan estetika tinggi. Karya
tersebut sangat bermanfaat untuk sumber belajar dan media
motivasi dalam pembelajaran, terutama bagi peserta didik dalam
mewujudkan merdeka belajar.

Sepatah Kata dari Murid

M. Fathi (Kelas XI):

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Frau Ari dan Teman-
teman yang saya hormati Sebelumnya marilah kita panjatkan puji dan
syukur ke hadirat Allah SWT, atas nikmat dan rahmat yang telah
dianugerahkan kepada kita semua, sehingga khususnya pada hari ini kita
semua diberi kenikmatan berupa kesehatan jasmani dan rohani. Tak lupa
juga saya ucapkan terimakasih atas dukungan juga kepercayaan teman-
teman yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengemban
tugas yang mungkin tidaklah ringan, namun dengan dorongan dan motivasi
yang telah teman-teman berikan kepada saya. InsyaAllah saya tidak akan
menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan kepada saya ini. Dan
alhamdulillah buku kumpulan puisi karya kita bersama telah selesai.
Semoga bermanfaat baik bagi kita maupun orang lain. Amiiin

Gilang (Kelas XI):

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu sekalian.
Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada yang terhormat teman-
teman dan kerabat sekalian. Alhamdulillah buku kumpulan yang berisi
karya puisi teman-teman telah selesai. Semoga bermanfaat!

Rafif (Kelas X):

Dalam buku „ Mein erstes Gedicht“ ini sudah dikumpulkan beberapa puisi
puisi yang dibuat oleh siswa-siswi SMAN 10 Samarinda dengan maksud
dan tujuan meningkatkan karya bahasa Jerman murid SMAN 10, Semoga
ke depannya bisa ditingkatkan lagi pengembangan dan pemahaman bahasa
Jerman dalam bentuk puisi.

Hesed Shalom(Kelas X):

Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatNya kami telah menyelesaiakan puisi Bahasa Jerman kami tepat
waktu, sehingga buku puisi ini dapat tersusun dengan baik. Semoga buku
puisi dapat bermanfaat. Terimakasih kepada Frau Ari dan teman-teman
yang telah berkontribusi dalam pembuatan buku puisi ini.

Musyaffa Abdul Mukhlish (Kelas X):

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan kasih sayangnya
hingga kami semua dapat menulis sebuah karya puisi berbahasa Jerman
yang tentunya tidak lepas dari bimbingan guru-guru kami.
Juga sebuah kehormatan bagi kami sebagai murid SMAN 10 Samarinda
mewakili kelas 10 IPS 2 dapat diberi kesempatan karya-karya kami dapat
menjadi sebuah buku.
Buku ini disusun oleh puisi-puisi kami yang ditulis dengan sepenuh hati dan
kami berharap semoga puisi ini dapat di nikmati serta menyentuh hati para
pembacanya.
Tidak lupa sekali lagi, terima kasih kami berikan kepada dewan guru yang
telah mengajari kami, mendidik, dan mengayomi kita semua.
Kami semua masih dalam tahap belajar, semoga maaf dapat diberikan
apabila terdapat ketidak sempurnaan dalam penulisan kami.
Akhir kata semoga kita selalu senantiasa diberikan oleh rahmat dari yang
maha kuasa. Terima kasih.
Wassalamualaikum.

Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala
rahmat, hidayah dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis
sastra yang berjudul “Mein erstes Gedicht” (Puisi pertamaku) ke dalam sebuah
buku. Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis sastra yang berjudul “ Mein
erstes Gedicht” ke dalam sebuah buku ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari
berbagai pihak. Karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Suparno, MPd selaku Fasilitator dalam kegiatan pendidikan Calon
Guru Penggerak Angkatan 2 Kota Samarinda yang selalu memberikan ilmu
yang sangat luar biasa.

2. Bapak Heri Sucipto, M.Pd. selaku Pendamping Praktik Calon Guru
Penggerak Angkatan 2 Kota Samarinda yang selalu membersamai dalam
kegiatan pendampingan Calon Guru Penggerak Angkatan 2 Kota
Samarinda.

3. Rekan-rekan Calon Guru Penggerak Angkatan 2 (Kelas B) Yang selalu
memberikan Support dalam berbagai hal kepada Penulis.

4. Bapak Sutrisno, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAN 10 Samarinda yang
selalu memberikan dukungan dan nasehatnya.

5. Bapak Mushadi Ikhsan, M.Ed selaku PLH Kepala Sekolah SMAN 10
Samarinda yang selalu memberikan dukungan dan nasehatnya.

6. Bapak, Ibu Dewan Guru dan Staf di SMAN 10 Samarinda
7. Bapak, Ibu rekan komunitas Bahasa Jerman di Kalimantan Timur
8. Seluruh Siswa SMAN 10 Samarinda.
9. Keluarga Tercinta, terima kasih atas support dan motivasinya.

Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis sastra yang berjudul
“Mein erstes Gedicht” ke dalam sebuah buku ini jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan dan
perbaikan karya tulis sastra yang berjudul “Mein erstes Gedicht” ke dalam sebuah
buku ini sehingga nantinya dapat memberi manfaat dan wawasan tambahan
bagi para pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri.

Samarinda, November 2021
Penulis,

Ari Suchiana, S.Pd
CGP Angkatan 2 Samarinda

Daftar Isi

Halaman Judul .............................................................................. i
Sambutan Kepala Sekolah dan Rekan Sejawat................. ii
Sepatah Kata dari Murid........................................................... iii
Kata Pengantar .............................................................................. v
Daftar Isi .......................................................................................... vi
Puisi Rekan Komunitas Bahasa Jerman dan lainnya .... vii
Puisi Kelas X ................................................................................... viii
Puisi Kelas XI ………………………………………….. ix

PUISI
Rekan-rekan Komunitas

Bahasa Jerman
Kalimantan Timur

Mein erstes Gedicht Seite 1

“Keine und kein” „Tidak ada dan tidak“
-Rie’21- -Rie‘21-

Du kommst zu mir Kamu datang padaku
Du verlässt mich dann kemudian meninggalkannu
Du liebst mich
Du hasst mich dann Kamu mencintaiku
Du lebst jetzt kemudian membenciku
Du stirbst dann
Kamu hidup sekarang
Keine ewige Liebe, Kemudian meninggal
Kein ewiges Leben.
Tidak ada cinta yang abadi
Tidak ada hidup yang abadi

Mein erstes Gedicht Seite 2

Görtnern
-Masfufatul Hasanah-

Görtner
Mein Hobby
Pflänzt die Blumen
Ich mag sie sehr
Wunderschön

Berkebun
-Masfufatul Hasanah-

Berkebun
Hobiku

Aku sangat menyukainya
Indahnya

Mein erstes Gedicht Seite 3

Die Liebe
-Frau Marda-

Ich liebe dich
Du liebst mich
Wir verlieben
Und... wir verheiraten

Cinta
-Frau Marda-

Aku mencintai mu
Kamu mencintaiku
Kita saling mencintai
Dan...kita menikah

Mein erstes Gedicht Seite 4

Sommer
-Frau Fufa-

Sommer
Ist heiß
Die Sonne scheint
Die Blumen blühen überall

schön

Musim Panas
-Frau Fufa-

Musim panas
Itu panas

Matahari bersinar
Bunga-bunga mekar dimana-mana

Mein erstes Gedicht Seite 5

Die Frau
-Frau Marda-

Mein Lieblingsfarbe ist blau
Dein Lieblingsfarbe ist grau

Kennst du die Frau?
Ja, natürlich, sie ist meine Frau.

Wanita
-Frau Marda-

Warna kesukaanku adalah biru
Warna kesukaanmu adalah abu-abu

Apakah kamu kenal wanita itu?
Ya, tentu saja, dia adalah istriku.

Mein erstes Gedicht Seite 6

Meine Freizeit
-Frau fufa-

Radfahren
Meine Freizeit
Verbringe ich zusammen
Mit Freunden im Park
radfahren

Waktu luangku
-Frau Fufa-

Bersepeda
Waktu luangku
Ku habiskan bersama
Dengan teman-teman di taman

bersepeda

Mein erstes Gedicht Seite 7

Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara
-Dharmawan Ashada- -Dharmawan Ashada-

Du bist Nationalheld, Engkau Pahlawan Nasional
Vater der nationalen Bildung, Bapak pendidikan nasional
hast Taman Siswa gegründet. Yang telah mendirikan Taman siswa

Am 2. Mai 1889 bist du geboren, Engkau lahir pada 2 Mei 1889
der als Tag der Bildung gefiert wird
Yang kini diperingati sebagai hari
pendidikan

Du hast keine Angst, Kau berani melawan penjajah yang
um die Eindringlinge zu bekömpfen, menghalangi
die dir im Weg stehen.
Bangsa ini mengenyam pendidikan,

Damit diese Nation eine Ausbildung bekommt

Mein erstes Gedicht Seite 8

Liebe Cinta
-Rie’21- -Rie‘21-
Nur dich in meinem Herz
In meinen Gedanken Hanya kamu di hatiku
Und auch in meiner Seele Di pikiranku
Fühlst du gleich?
Bin ich in deinem Herzen Dan juga di jiwaku
In deinen Gedanken
Und auch in deiner Seele? Apakah kau merasakan yang sama?
Icg liebe nur dich Apakah aku ada di hatimu
Du liebst nur mich Di pikiranmu
Wir lieben einander. Dan juga di jiwamu?

Mein erstes Gedicht Aku hanya mencintaimu
Kamu hanya mencitaiku

Kita saling mencintai

Seite 9

Sonntag
-Herr Roni-

Sonntag
Ging schnell
Alle mögen ihn
Wäre man länger erlebt
faulenzen

Minggu
-Herr Roni-

Hari Minggu
Pergi dengan cepat
Semua menyukainya
Orang ingin lebih lama lagi
Bermalas-malasan

Mein erstes Gedicht Seite 10

Puisi
Kelas X

Mein erstes Gedicht Seite 11

Danke, Natur!
-Luthfi Khairi Arianto-

Eins, zwei, drei Terima kasih, alam!
Natur, danke fur alles -Luthfie Khair Arianto-
Vier, funf sechs
Die beste Sauerstoff-Top-Vitamine Satu, dua, tiga
Sieben, acht Alam, terima kasih untuk
Und für alles was du gibst
Neun, zehn semuanya
Leider können wir nicht auf alle antworten Empat, lima, enam
Vitamin top oksigen terbaik

Tujuh, delapan
Dan untuk semua yang kamu

berikan
Sembilan, sepuluh
Sayangnya kami tidak bisa menjawab

semuanya

Mein erstes Gedicht Seite 12

Sajak Angka Zahlengedicht
-Amanda Septiana Putri- -Amanda Septiana Putri-

Satu, dua, tiga Eins, zwei, drei
hidup seperti ikan paus leben wie ein Wal.

Empat, lima, enam Vier, fünf, sechs
tubuh kadal membengkak Eidechsenkörper schwellt an.
Tujuh, delapan, sembilan
Sieben, acht, neun
persahabatan panjang lange Freundschaft.
Sepuluh
Zehn
membuat mata basah macht den Augen nass

Mein erstes Gedicht Seite 13

Held
-Agni Prakisha Mandy-

Hunderte von Heldenleben
sind verloren
Sie haben tapfer gekämpft
Ungerechtigkeit zerschneiden
Obwohl sie voller Hindernisse ist
Damit keine Menschen mehr
zurückgehalten werden

Pahlawan
-Agni Prakisha Mandy-

Ratusan nyawa pahlawan
Telah melayang
Mereka dengan gagah berani berperang
Melawan ketidakadilan
Walau penuh rintangan
Agar tak ada ada lagi rakyat
Yang terkekang

Mein erstes Gedicht Seite 14

Schule Sekolah
-Adelino Degongsaga Sasi- -Adelino Degongsaga Sasi-

Schule ... Sekolah…
Ein wunderbarer- und Tempat menakjubkan
richtiger Ort Dan tepat
Um Bildung auszusehen Untuk melihat pendidikan
geeignet für Indonesische Kinder (yang) cocok untuk anak-anak Indonesia

Schule ... Sekolah…
Ein besonderer Ort Sebuah tempat special
die ich bewundere Tempat yang ku kagumi
für das Land, Indonesien Akan negaranya, Indonesia

Schule ...
mein Traumplatz
über die Ideale zu erreichen
so hoch wie möglich
die Ideale zu erreichen
Vielen Dank, die Schule!

Sekolah…
Tempat impianku
Tentang menggapai cita-cita
Setinggi mungkin
Menggapai cita-cita
Terima kasih, sekolah!

Mein erstes Gedicht Seite 15

LIEBE DIE FAMILIE
-Alya Humairah Fasya-

Eins, zwei Cinta Keluarga
Mutter kümmert sich auf mich -Alya Humairah Fasya-
drei, vier
Vater arbeitet um zu Leben Satu, dua,
fünf, sechs Ibu merawatku
Bruder wird führer Tiga, empat,
sieben, acht, Ayah bekerja untuk hidup
ich kann Ihnen nur danken Lima, enam,
Kakak menjadi pemimpin
Tujuh, delapan,
Saya hanya bisa (mengucapkan)
terima kasih

Mein erstes Gedicht Seite 16

Hören Sie nicht auf
-Nayaka Sajjana Ivander-

Hören Sie nicht auf,
nach Ihren Träumen zu greifen
Aauch wenn Sie alt sind,
Lernen Sie weiter
Und bewegen Sie sich vorwärts

Jangan Menyerah
-Alya Humairah Fasya-

Jangan berhenti
Untuk menggapai impianmu
Bahkan sampai kamu tua
Tetap belajar dan bergerak maju

Mein erstes Gedicht Seite 17

Vermissen
-Natasya Khairunnisa-

drei, fünf, sieben
die Tropfen fallen auf mein Gesicht
neun, acht, sechs
bringt mich zu unseren alten Erinnerungen
acht, neunzehn, sieben
Ich weiß nicht
welches Gefühl ich jetzt habe
Ich glaube
ich vermisse dich

Merindu

-Natasya Khairunnisa-

tiga, lima, tujuh
rintik jatuh di wajahku
sembilan, delapan, enam
membawaku pada kenangan lama kita
delapan,sembilan belas, tujuh
aku tidak mengerti
rasa apa yang ku punya
sepertinya
aku sedang merindumu

Mein erstes Gedicht Seite 18

Müllfrei
-Helandinata Djamani Putra-

eins, zwei, drei
halte den Küchen Müllfrei
vier, fünf, sechs
sehr vorsichtig mit dem schweren Blech
sieben, acht, neun und zehn
morgen ist meine Schwesters dran

Bebas Sampah
-Helandinata Djamani Putra-

satu, dua, tiga
menjaga dapur bebas sampah
empat, lima, enam
sangat berhati-hati dengan logam berat
tujuh, delapan, sembilan dan sepuluh
besok giliran adikku

Mein erstes Gedicht Seite 19

Du
-Windy Amellia Saputra-

Kamu Du bist mir nahe
-Windy Amellia Saputra- Obwohl ich dich nicht sehe

Du bist immer bei mir
Obwohl du da so weit bist
Du bist immer in meinem Herzen

in meiner Seele
in meinem Leben

Kamu ada di dekatku
Meskipun aku tidak melihatmu
Kamu selalu bersamaku
Meskipun kamu berada sangat jauh
disana
Kamu selalu ada dalam hatiku
Di dalam jiwaku
Di dalam hidupku

Mein erstes Gedicht Seite 20

Bienvenue (Zwei Plätze)
-M. Bagus Satriyo Bagaskoro-

Teilen den Geschicten Dua Tempat
Nachrichten und Wissen -M. Bagus Satriyo Bagaskoro-
in den Bereichen
wo ich studiere Berbagi cerita
lese, höre und sehe Berita dan pengetahuan
Hoffe, es ist neutzlich di daerah
Danke schön dimana saya belajar,
baca, dengar dan lihat
Semoga bermanfaat
Terimakasih banyak

Mein erstes Gedicht Seite 21

WENN ICH NULL WÄRE
-Januar Ayu Artana-

Ich zähle von eins bis unendlich JIKA SAYA NOL
Ich teile die Zahlen, -Januar Ayu Artana-
um bewusst zu sein
Dass alles gleich ist Saya menghitung dari satu hingga tak
Außer einer Zahl terbatas
Das ist null Saya membagi angka
dan menjadi sadar
Wenn ich so null wäre Bahwa semuanya sama
Also vielen Dank Kecuali sebuah angka
Denn Null ist anders Itu adalah nol
Und anders ist schön
Jika saya menjadi begitu null
Wie Null sind wir alle verschieden Jadi terima kasih banyak
Undefiniert anders Karena nol berbeda
Wie eine Matrix voller Geheimnisse Dan berbeda itu indah
Außer der Identitätsmatrix,
die geometrischen Berechnungen Seperti nol, kita semua berbeda
folgen muss Tidak terdefinisi berbeda
Seperti matriks penuh rahasia
ich realisiere Kecuali untuk matriks identitas
Wir sind alle attraktiv yang harus mengikuti Hitung geometri
Wie Algebra ich tue
Ich bin ich Saya menyadari
Und du bist du Kita semua menarik
Und wir sind perfekt Seperti aljabar yang saya lakukan
in den Allahs Augen Aku adalah aku
Dan kamu adalah kamu
Auch Mathe ist kein Hindernis Dan kita sempurna
Wir sind alle gleich di mata Allah
Es ist unsere Natur,
die bestimmt Matematika juga bukan halangan
Wo unser nächstes Ziel ist. Kita semua sama
Sifat kita
(yang) menentukan
Kemana tujuan kita selanjutnya.

Mein erstes Gedicht Seite 22

Glück
-Sarah Aulya Yasmine-

Eins, zwei, drei
Klettere auf den Mangobaum

Vier, fünf, sechs
Am Ende des Astes gibt es eine Mango

Sieben, acht, neun, zehn
Die Mango ist vom Baum gefallen.

Keberuntungan
- Sarah Aulya Yasmine -

Satu, dua, tiga
Panjat pohon mangga
Empat, lima, enam
Ada mangga di ujung cabang
Tujuh, delapan, sembilan, sepuluh
Mangga sudah jatuh dari pohon.

Mein erstes Gedicht Seite 23

Zeit
-Wulan Aulia Hijriati-

Weinst tausend Mal Waktu
Brüllst zehntausend Mal - Wulan Aulia Hijrati -
Egal wie du es versuchst
Vergangenheit Menangis seribu kali
kann nie geändert werden Mengaum sepuluh ribu kali
Denn alles ist vergangen Tidak peduli bagaimana Anda mencoba
Denk daran, Masa lalu
dass niemand Tidak akan pernah bisa diubah
die Zeit manipulieren kann. Karena semuanya telah berlalu.
Ingatlah
bahwa tidak ada seorangpun
yang bisa memanipulasi waktu.

Mein erstes Gedicht Seite 24

Mein bester Freund
-Aditya Ikhwannur Rahman-

du bist mein bester Freund
wenn ohne dich

Ich bin nur ein Student
der keine Freunde hat
aber seit du da warst

Ich werde glücklich
dafür, einen Freund wie dich zu haben.
Obwohl du mein zweitbester Freund bist.
du bist immer noch die Nummer eins.

Danke, mein Freund

Sahabatku
- Aditya Ikhwanur Rahman –

Kamu adalah sahabat terbaikku
jika tanpamu

Saya hanya seorang murid biasa
yang tidak punya teman

tapi karena kamu sudah di sini
aku merasa bahagia

karena memiliki teman sepertimu
Meskipun kamu adalah sahabat keduaku

kamu tetap nomor satu
Terimakasih, sahabatku

Mein erstes Gedicht Seite 25

Hallo!
-Daniel Evan Koyongian-

Eins,Zwei,Drei Hallo!
du kommst aus der Turkei -Daniel Evan Koyongian-
Vier,fünf,Sechs
Sie kommt aus Bangladesch
Sieben und acht
Er kommt aus Irak
neun und zehn
Auf wiedersehen dann!

Satu, dua, tiga
kau datang dari Turki
empat, lima, enam
Dia datang dari Banglades
Tujuh, delapan dia datang dari Irak
sembilan dan sepuluh
Kemudian selamat tinggal!

Mein erstes Gedicht Seite 26

Api Feuer
-Muhammad Faiz Ayman- -Muhammad Faiz Ayman-

Sebuah oksidasi kimia Eine chemische Oxidation
Mampu membakar apapun Kann alles verbrennen
Api Kecil menjadi teman
Besar menjadi lawan Kleines Feuer wird ein Freund
Großes wird ein Gegner
Api neraka menggeliat
di jiwa Manusia berdosa Höllenfeuer windet sich
terbaring tanpa daya in der Seele Sündiger Mann
Para iblis tertawa
Menyebarkan kepalsuan liegt hilflos da
Penghuni neraka hanya bisa Die Dämonen lachen
merintih tanpa rasa Verbreiten die Fälschungen
Penyesalan yang tiada berguna Die Bewohner der Hölle können nur

gefühllos und
nutzloses Bedauern stöhnen

Mein erstes Gedicht Seite 27

Mutter
-Selly Trisniavandi-

eins, zwei, drei, vier Mutter
Mutter oh meine Mutter -Selly Trisniavandi-
drei, vier, fünf
dein Opfer ist sehr tief
sechs, fünf, vier
neun Monate schwanger
vier, drei, zwei
Und du opferst deine Seele
fur mich

Satu, dua, tiga, empat
Ibu oh ibuku
Tiga, empat, lima
Pengorbananmu sangat dalam
enam, lima, empat
hamil selama 9 bulan
empat, tiga, dua
Dan kau korbankan jiwamu
untuk ku

Mein erstes Gedicht Seite 28

Onkel, Bruder und Papa
-Alya Dewi Lestari-

Eins, zwei, drei
Onkel aus der Türkei
Vier, fünf, sechs
Bruder macht Videos
Sieben, acht, neun, zehn
Papa geht im Garten
Sie machen alle zusammen

Paman, Kakak dan Ayah
-Alya Dewi Lestari-

Satu, dua, tiga
Paman dari turki
Empat, lima, enam
Kakak membuat video
Tujuh, delapan, sembilan,sepuluh
Ayah pergi ke taman
Mereka melakukan semua bersama

Mein erstes Gedicht Seite 29

Dein Lächeln
-Hesed Syalom-

Dein Lächeln ist so süß
Deine schönen Augen sind bezaubernd
Mir wird nie langweilig, dich anzusehen

Dein Verhalten fasziniert mich
Dein Lachen färbt meine Tage
Zehn Jahre habe ich auf dich gewartet

Aber du warst zu lange weg
Eine Stunde mit dir bedeutet viel
Ich hoffe, du kommst bald zurück.

Senyumanmu

-Hesed Syalom-

Senyumanmu begitu candu.
Mata indahmu begitu menawan.
Memandangmu tidak pernah membuatku bosan.
Tingkah lakumu membuatku terpesona.
Tawamu mewarnai hari-hariku.
Sepuluh tahun aku menantikan dirimu.
Namun kamu terlalu lama pergi.
Satu jam bersamamu sangatlah berarti.
Aku harap kamu segera Kembali.

Mein erstes Gedicht Seite 30

Puisi
Kelas XI

Mein erstes Gedicht Seite 31

Freund

-Melda Damayanti-

Freund
danke
dass du immer da bist
wenn ich
traurig bin

Teman
-Melda Damayanti-

Teman...
Terima kasih
Bahwa kamu selalu ada
Ketika aku
Sedang sedih

Mein erstes Gedicht Seite 32

Indonesien

-Muhammad Revaldi-

Indonesien Indonesia
Schoenes Land Indonesien? -Muhammad Revaldi-
Leider
Indonesia
Aber Indonesia negara yang indah?
Ich liebe immer dich Sayangnya
Indonesien
Tapi
Sei immer glücklich Ku selalu mencintaimu
Mein Indonesien Indonesia
Ich bin immer mit dir

Jayalah selalu
Indonesiaku
Ku selalu bersamamu

Mein erstes Gedicht Seite 33

Lehrer

-MUHAMMAD JUNDI AL HAQQI-

Lehrer ...
Du bist eine Figur zum Nachahmen

auch mein zweiter Elternteil
Vergiß die Fehler deinen Schülern

Dein Engagement...
Bleibt immer in Erinnerung
Wird nicht für immer ersetzt.

Guru
-Muhammad Jundi Al Haqqi-

Guru…
Kau adalah sosok yang patut ditiru
Juga sebagai orang tua keduaku
Maafkan kesalahan murid-muridmu

Ikatanmu…
Selalu melekat dalam kenangan
Dan tak akan terganti sampai kapanpun

Mein erstes Gedicht Seite 34

Mutter
-Fitri Daniati-

Mutter...
Ihr Verzicht ist sehr tief
Sie waren für neun Monate schwanger
Und Sie setzen ihre Seele für meine Seele ein

Mutter Ibu
Ihr Verdienst ist so groß -Fitri Daniati-
Sie pflegen mich mit Liebe
Und erziehen micht mit Geduld

Mutter Ibu ..
Danke für alle Pengabdian mu begitu sangat mendalam
Sie sind mein Ganze Hamil selama 9 bulan
Es tut mir leid für alle mein Fehler Dan rela mengorbankan jiwamu untuk jiwaku
Ich liebe immer dich, Mutter!
Ibu..
Jasa mu begitu besar
Mengurusku dengan penuh cinta
Dan mendidikku dengan penuh kesabaran

Ibu
Terimakasih untuk segalanya
Kamu adalah segalanya bagiku
Aku minta maaf untuk segala kesalahanku
Aku selalu mencintaimu, Ibu!

Mein erstes Gedicht Seite 35

Meine Mutti
-Abdullah Al Wafi-

Meine Mutti
Sie sind immer mein Held

ihr Verdienst ist so groß
Sie sind immer in meinem Herz

Danke für alle, Mutter

Ibuku
-Abdullah Al Wafi-
Ibuku
Kamu selalu menjadi pahlawanku
Jasamu begitu besar
Kau selalu ada di hatiku
Terima kasih untuk semua ibu

Mein erstes Gedicht Seite 36

Mein Lehrer

-Revalin Ghea Permata-

mein Lehrer...
Danke schön
für Ihren Kampf
Unendlichkeit
für unbesungenen Dienst.

Tausend Dank immer für Sie
Für Ihr ganzer Schweiß
Mich zu erziehen
Bis es mir gelingt

Vielen Dank!

Guruku
-Revalin Ghea Permata-

Guruku..
terimakasih
atas perjuanganmu
yang tak terhingga
untuk pengabdian tanpa tanda jasa.

Ribuan terima kasih kuucapkan
Untuk segala keringatmu
Dalam mendidikku
Hingga ku berhasil

Terima kasih!

Mein erstes Gedicht Seite 37

Gute Dinge für dich

-Umi Esyiah Atillah-

Nur ein paar kleine Dinge, die ich weiß
du verdienst gute Dinge.
Wie das Lachen der Kinder ohne schmerz.
Wie die Art, wie Stars einfach nur Stars sind,
aber so viele Leute bewundern sie.
In meinen Augen bist du ein Star.

Nur ein paar kleine Dinge, die ich weiß,
du verdienst Glück.
Genau wie das Funkeln in deinen Augen,
wenn du deinen Lieblingsmenschen siehst.
Die Gefühle, die du fühlst,
wenn du aufgeregt sagst:
"Ich bin glücklich!"
Ich hoffe, das bleibt immer bei dir.

Nur ein paar kleine Dinge, die ich weiß,
du verdienst diese Welt.
Sie verdienen es, auf die Sterne zu schauen und zu sehen,
wie erstaunlich sie sind, genau wie du.
Tolle. Erstaunlich und wird es immer sein.
Möge sich Ihr Kissen auf jeder Seite immer kalt anfühlen.
Mögen es immer kleine Dinge geben,
die du zum Lächeln bringst.
Möge diese böse Welt dich niemals ertränken können.

Mein erstes Gedicht Seite 38

Hal-hal yang baik untukmu

-Umi Esyiah Atillah-

Hanya sedikit hal yang kutahu,
kamu pantas mendapat hal-hal baik.
Seperti anak kecil yang tertawa tanpa rasa sakit.
Seperti bintang yang hanya diam tetapi banyak orang
mengaguminya.
Kamu bintang di mataku.

Hanya sedikit hal yang kutahu,
kamu pantas mendapat kebahagiaan.
Seperti kilau di matamu saat kamu melihat orang terkasihmu.
Perasaan yang kamu rasakan
ketika kamu dengan bersemangat mengakatan
“aku bahagia!”
Aku berharap perasaan ini selalu bersamamu.

Hanya sedikit hal yang kutahu,
kamu pantas mendapat dunia ini.
Kamu pantas memandangi bintang-bintang dan mengagumi
betapa mengagumkannya mereka, seperti kamu.
Mengagumkan. Mengagumkan dan akan selalu begitu.
Semoga kedua sisi bantalmu terasa dingin. Semoga akan selalu
ada hal-hal kecil yang membuatmu tersenyum.
Semoga kejamnya dunia tidak akan pernah bisa
menenggelamkanmu.

Mein erstes Gedicht Seite 39

Mutter
-M Huda Nur Rahman-

Mutter
Du bist wie die Sonne in meinem Leben

Aber leider
mag ich lieber die Nacht
Du bist immer aber in meinem Herz

Mutter

Ibu
-M Huda Nur Rahman-

ibu..
Engkau bagaikan mentari di hidupku
tapi sayangnya
aku lebih menyukai malam hari
Engkau tetapi selalu di hatiku
Ibu

Mein erstes Gedicht Seite 40

Wenn
-Rahmanda Sari Hawalatul Zahra-

Wenn...
wir uns treffen
Ich hoffe,
dass ich nicht wieder
die Vergangenheit wählen
Lass das Vergangenes sein
Denn es war nur ein Spiegel
um das Güte in die Gegenwart zu stricken

Andai
-Rahmanda Sari Hawalatul Zahra-

Seandainya
kita bertemu
Aku berharap,
aku tidak lagi
memilih masa lalu itu
Yang lalu biarlah berlalu
Karena itu hanyalah sebuah cerminan
untuk merajut kebaikan di masa sekarang

Mein erstes Gedicht Seite 41

Kommen und Gehen
-Ratu Aziizu Etamnya Kusi-

Kommen und gehen
Aufsteigen und untergehen
Wie ein Regenbogen nach dem Regen
Alles wird gehen und enden
Erinnerungen hinterlassen,
die im Herzen bleiben

Datang dan Pergi
-Ratu Aziizu Etamnya Kusi-

Datang dan pergi
Terbit dan tenggelam
Bagai pelangi setelah hujan
Semua akan pergi dan berakhir
Meninggalkan kenangan
yang membekas di hati

Mein erstes Gedicht Seite 42

Borneo
-Rafael Rundu-

Borneo.
Schöne grüne Insel..
Ich werde dort geliebt.
das ist Kalimantan.

Borneo
-Rafael Rundu-
Kalimantan.
Pulau hijau yang indah..
Saya dicintai disana.
Itulah Kalimantan..

Mein erstes Gedicht Seite 43


Click to View FlipBook Version