The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KOM 25-26 MTS MRF 02 SWG SIAP PRINT

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Administrasi Mts Ma'arif 02 Sawangan, 2025-11-25 09:25:55

KOM 2025/2026

KOM 25-26 MTS MRF 02 SWG SIAP PRINT

iiKURIKULUM OPRASIONAL MADRASAH (KOM)MTs MA’ARIF 02 SAWANGANTAHUN PELAJARAN 2025/2026NSM : 121233080027NPSN : 20331499STATUS AKREDITASI : BALAMAT : DUSUN BENGAN KIDULDESA MANGUNSARIKEC. SAWANGAN KAB. MAGELANG Disusun Oleh : Tim Pengembang Kurikulum MTs MA’ARIF 02 SAWANGANLEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NUKABUPATEN MAGELANGMADRASAH TSYANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGAN2025


iiiLEMBAR VALIDASI PENGAWASSetelah memeriksa dokumen kurikulum yang ditetapkan/disahkan oleh, Satuan Pendidikan : Mts Ma’arif 02 SawangaAlamat : Bengan Kidul, Mangunsari, Sawangan, MagelangDengan menggunakan instrument validasi/telaah Kurikulum Nasional, bersama ini : Nama : Hj. Dra Zumrotul Mutmainah, M.S.INIP : 196607161993032003Jabatan : Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten MagelangMemberikan Pertimbangan/Rekomendasi Dokumen Kurikulum MTs Ma’arif 02 Sawangan tersebut: Dapat direkomendasikan tanpa syarat Dapat direkomendasikan dengan syarat untuk perbaikan/ penyempurnaan Belum dapat direkomendasikan Dengan alasan: Semua unsur Kurikulum Nusantara terpenuhi dengan lengkap Unsur Kurikulum Nusantara terpenuhi tetapi kurang lengkap Unsur Kurikulum Nusantara tidak lengkap Demikian pernyataan kami buat sebagai bahan pertimbangan/rekomendasi ditetapkannya Kurikulum MTs Ma’arif 02 Sawangan Tahun Pelajaran 2025/2026. Magelang, Agustus 2025Pengawas MadrasahMagelang, Juli 2025Pengawas, Hj. Dra Zumrotul Mutmainah, M.S.INIP: 196607161993032003


ivLampiran :Nomor : 011/MTs.Mrf.E.1/VII/2025 REKOMENDASI PENGESAHAN KURIKULUM MTs MA’ARIF 02 SAWANGANKABUPATEN MAGELANGTAHUN AJARAN 2025/2026Setelah dilakukan validasi secara cermat dengan instrumen validasi yangtelah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, maka Rancangan Kurikulum :Madrasah : MTs Ma’arif 02 SawanganNSM : 121233080027NPSN : 20331499Akreditasi : A / B / C / TT / Belum Akreditasi *) Alamat : Bengan Kidul, MangunsariKecamatan : SawanganKab/Kota : MagelangTahun Pelajaran : 2025/2026direkomendasikan untuk mendapat pengesahan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pada madrasah tersebut pada Tahun Pelajaran 2025/2026 sesuai dengan ketentuan peraturan perudangan yang berlaku. Sawangan, Juli 2025Pengawas, Hj. Dra Zumrotul Mutmainah, M.S.INIP. NIP: 196607161993032003


vLEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NUMADRASAH TSYANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGAN NSM :121233080027 NPSN : 20331499Alamat : Bengan Kidul, Mangunsari, Sawangan 56481, Kab Magelang . Mail : [email protected] :017/MTs.Mrf/E.1/VIII/2025Berdasarkan hasil telaah dan kajian Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Tyanawiyah Ma’arif 02 Sawangan Kabupaten Magelang , dengan memperhatikan pertimbangan dari Komite Madrasah dan rekomendasi Pengawas Madrasah maka dengan ini Kurikulum Madrasah Tyanawiyah Ma’arif 02 Sawangan disahkan dan dinyatakan berlaku pada Tahun Pelajaran 2025/2026, selanjutnya pada akhir tahun pelajaran akan dievaluasi keterlaksanaan dan ketercapaiannya sebagai acuan pengembangan kurikulum pada tahun pelajaran berikutnya. Ditetapkan di : SawanganPada tanggal : 10 Juli 2025Ketua Komite Madrasah Kepala Madrasah Edy Nur Subekhi Nur Hidayati, S.Pd.I Magelang, Juli 2025Mengesahkana.n. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten MagelangKepala Seksi Pendidikan MadrasahDrs H. Khoironi Hadi, M.EdNIP. 196708221991021001


viKATA PENGANTARSegala puji bagi Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan dokumen Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya hingga akhir zaman. Dengan penuh rasa syukur dan dedikasi, kami ingin mempersembahkan kata pengantar ini sebagai bagian dari proses penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan MTs Ma’arif 02 Sawaangan untuk tahun pelajaran 2025/2026.Dokumen ini disusun sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran di madrasah dalam rangka implementasi Kurikulum Nusantara secara kontekstual, sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, peserta didik, serta lingkungan madrasah. KOM ini merupakan bentuk komitmen madrasah dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada siswa, mengedepankan nilai-nilai keislaman, serta menumbuhkan karakter dan kecakapan abad 21.Secara khusus, kurikulum ini memadukan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), internalisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan nilai melalui Kurikulum CintaLangkah ini merupakan bagian penting dari upaya kami meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah ini, sejalan dengan visi dan misi yang telah kami tetapkan. Kami mengakui pentingnyapendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan, yang dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam dan aplikatif.Proses penyusunan kurikulum ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengawas Madrasah, guru, orang tua siswa, hingga tenaga pendidik lainnya. Dengan kerjasama yang erat ini, kami berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas. Karakteristik satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan menjadi landasan utama dalam penyusunan kurikulum ini. Kami berusaha untuk mengakomodasi kebutuhan dan potensi peserta didik, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dan bermakna melalui pendekatan deep learning.Kami menyadari betapa pentingnya peran kurikulum dalam membentuk generasi penerus yang kompeten dan berkarakter. Oleh karena itu, dalam penyusunan kurikulum ini, kami mengintegrasikan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan penilaian yang komprehensif. Pengembangan aspek moral, akhlak, budi pekerti, pengetahuan, keterampilan, kesehatan, seni, dan budaya juga menjadi fokus utama kami. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, kami berharap siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.Dengan penuh semangat dan kesungguhan, kami berharap bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan yang telah disusun ini dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi kemajuan pendidikan di MTs Ma’arif 02 Sawaangan . Kami yakin bahwa melalui pendekatan deep learning, siswa dapat mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi dan mengembangkan kemampuan sosial serta emosional yang baik.


viiTerima kasih atas dukungan dan kerjasama semua pihak dalam proses penyusunan kurikulum ini.Selanjutnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan kurikulum MTs Ma’arif 02 Sawaangan :1. Pengawas MTs Ma’arif 02 Sawangan , Ibu Dra. Hj Zumrotul Mutmainah,M.S.I yang telah mendampingi dan memberikan pembinaan kepada kami dalam menyusun pengembangan kurikulum.2. Ketua komite MTs Ma’arif 02 Sawangan, Edy Nur Subkhi yang turut serta memberi masukan dan dorongan terhadap terselenggaranya pendidikan di MTs Ma’arif 02 Sawangan3. Tim pengembang kurikulum serta seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MTs Ma’arif 02 Sawangan yang proaktif memberi masukan dan kelengkapan data.Akhirnya, kami diberi kesempatan untuk menyusun dan melaksanakan Kurikulum Nusantara. Ini adalah salah satu upaya pemulihan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam mempersiapkan peserta didik menjadi insan yang kompeten. Dengan semangat untuk mewujudkan msdrasah yang efektif dan bermutu, kami berharap Kurikulum Nusantara dapat menjadi landasan bagi terciptanya generasi penerus yang unggul dan siap menghadapi masa depan.Hormat kami,( Tim Pengembang Kurikulum )


viiiDAFTAR ISIHalaman Sampul ........................................................................................................ iHalaman Validasi Pengawas Madrasah .................................................................... iiHalaman Penetapan dan Pengesahan ......................................................................... iiiKata pengantar ........................................................................................................... ivDaftar isi .................................................................................................................... vDaftar lampiran ........................................................................................................ viBAB I. PENDAHULUAN .................................................................................................................. 11.1. Analisis Karakter tik Madrasah, 11.1.1. Profil Madrasah 11.1.2. Karakteristik Madrasah Hasil Analisis Internal 21.1.3. Karakteristik Madrasah Hasil Analisis Eksternal 51.1.4. Peta Profil 6- Pendidik, 6- Tenaga Kependidikan, 6- Siswa 7- Orang Tua 71.1.5. . Kekhasan/Keunggulan Madrasah 81.2. Landasan Hukum Pengembangan KOM 9BAB II. VISI, MISI, TUJUAN MADRASAH 112.1. Visi Madrasah 112.2. Misi Madrasah 122.3. Tujuan Madrasah 142.4. Target Madrasah 16BAB III. PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN 183.1. Intrakurikuler 183.1.1. Kurikulum Nusantara 19- Struktur Kurikulum 20- Muatan lokal 23- Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran/Ketuntasan Minimal 253.2. Kokurikuler 273.3. Ekstra Kurikuler 283.3.1. Prosedur pemilihan dan strategi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler 393.3.2. Jenis dan pelaksanaan Program Ekstrakurikuler 413.4. Program dan Kegiatan Pembiasaan 453.5. Pengaturan Beban Belajar dan Kalender Pendidikan 493.5.1. Pengaturan Beban Belajar 493.5.2. Kalender Pendidikan 52BAB IV. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 584.1. Strategi Pengelolaan Pembelajaran 584.2. Penilaian Pembelajaran 60- Fungsi Penilaian 62- Jenis Penilaian 68- Teknik dan Instrumen Penilaian 68BAB V PENDAMPINGAN EVALUASI DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL 695.1. Evaluasi Implementasi Kurikulum 705.2. Pendampingan 695.3. Pengembangan Profesional 70BAB VI. PENUTUP 73LAMPIRAN


ix Target, progam dan kegiatan untuk mencapai target madrasah secara spesifik SK Tim Pengembang Kurikulum  SK Kriteria Ketercapaian Belajar (kelas IKM) dan Ketuntasan Minimal (kelas SK Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan  Ketentuan Mutasi siswa  Tata Terbit/Komitmen Bersama/Peraturan Akademik lainnya,  SK Pembagian Tugas Mengajar, Tugas Tambahan, Bimbingan, Ekstra Kurikuler,  Jadwal mengajar, pelaksanakan P5RA/PBL/Pembelajaran kolaboratif


1BAB IPENDAHULUAN1.1. Analisis Karakteristik Madrasah1.1.1. Profil Madrasah - Sejarah Berdirinya MTs Ma’arif 02 SawanganMadrasah Tsanawiyah MTS Ma’arif 02 Sawangan, didirikan pada tanggal 3 Juli 2000. Pokok permasalahan yang paling mendasar yang mengilhami berdirinya Madrasah ini adalah sederhana saja yaitu berangkat dari sebuah kenyataan kondisi ril dilapangan bahwa pada waktu itu tepatnya di Desa Gondowangi dan sekitarnya, sama sekali belum ada Lembaga Pendidikan berbasis agama setingkat SMP guna menampung para lulusan Madrasah Dasar, yang seiring pesatnya perkembangan penduduk di kawasan ini, maka dari tahun ke tahun jumlah lulusan SD pun semakin bertambah banyak. Maka pendirian sebuah Lembaga Pendidikan untuk jenjang berikutnya yang lebih tinggi sebagai upaya pencerdasan anak bangsa di kawasan ini adalah suatu hal yang sangat urgen.Berangkat dari permasalahan tersebut para tokoh-tokoh masyarakat,seperti Bapak H.Sukamto( Alm ) ,Bpk Harsono (Alm),H.Bp Muslih S.Pd, mempunyai gagasan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan bercirikan Islam yang setingkat SMP.Dengan disponsori oleh Bapak Sukamto.(beliau adalah seorang mantan camat di kecamatan Pakis dbantu oleh Bp Muslih , akhirnya pada tahun 1999 berdirilah sebuah lembaga pendidikan bercirikan Islam yaitu MTs Ma’arif 02 sawangan dengan kepala madrasahnya yaitu Ibu Puji, pada awalnya MTs Ma’arif 02 sawangan merupakan lembaga pendidikan Paket C yang menginduk di SMPN 1 Sawangan karena belum mendapatkan ijin operasional. Tepatnya status MTs Ma’arif 02 Sawangan adalah Madrasah terbuka dengan jumlah guru 8 orang dan jumlah siswa 15 anak.Madrasah Tsanawiyah Ma’arif 02 sawangan awal berdirinya menempati gedung SMA Ma’arif Sawangan selama tiga tahun, setelah terbit ijin Operasional penyelenggaran Pendidikan pada tanggal 23 juli 2000 kemudian tahun ke empat menempati gedung SDN Inpres Mangunsari IV sampai pada tahun 2005. Atas Doa dan restu dari simbah Kyai Ahmad Abdul Haq Dalhar Watucongol Dari tahun 2006 sampai sekarang sudah menempati gedung sendiri. Diawal tahun menempati gedung sendiri tersebut jumlah ruang belajar ada 3 ruang(merupakan bangunan awal),dan status tanah pinjam pakaiDemikianlah dari tahun ke tahun Madrasah ini jumlah siswanya mengalami peningkatan hingga jumlah siswanya telah mencapai 165 Siswa. Disamping itu dari segi sarana dan prasarana penunjang diupayakan terus bergerak dinamis, diantaranya lokasi seluas 800 M², gedung Madrasah, kantor, dapat teradakan dengan kondisi cukup baik dan setatus milik sendiri. Kemudian pada tanggal 13 November 2007 Dengan Kepala Madrasah Bapak Purwiko Edy Pranoto Mts Ma’arif 02 Sawangan mendapat status terakriditasi baik. Identitas MadrasahSebagai lembaga pemerintah yang bergerak di bidang pendidikan yang tujuannya adalah untuk mencerdaskan bangsa yang diharapkan agar anak didik menjadi cerdas beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka Madarasah ini juga mempunyai indentitas sebagai berikut :


2a. Nama Madrasah : MTs Ma’arif 02 Sawanganb. NSM : 121133080027c. NPSN : 20331499d. Status Madrasah : Swastae. Status Akreditasi : Bf. Alamat Madrasah : Bengan Kidulg. Kelurahan : Mangunsarih. Kecamatan : Sawangani. Kabupaten/Kota : Kabupaten Magelangj. Provinsi : Jawa Tengah- Letak GeografisMTs Ma’arif 02 Sawangan berada di desa MangunsariKabupaten Magelang, yang berbatasan dengan desa-desa lain sebagai berikut: Sebelah utara : Desa Podosoko Sebelah timur : Desa Sawaangan Sebelah selatan : Desa Gondowangi Sebelah barat : Desa TirtosariLokasi MTs Ma’arif 02 Sawangan terletak di desa Mangunsari Kecamatan SawanganKabupaten Magelang, kira-kira 17 kilometer dari pusat kota Magelang ke arah barat. Secara greografis tempat ini sangat strategis dan mendukung sebagai lingkungan pendidikan, karena berada di lingkungan yang tenang, sejuk dan asri, mudah transportasinya dan cukup jauh dari keramaian kota serta kebisingan jalan raya.Ditahun Pelajaran 2025/2026MTs Ma’arif 02 Sawangan memiliki 12 tenaga pendidik dan 1 tenaga kependidikan. Dari seluruh tenaga pendidik tersebut yang sudah berkualifikasi S2 sebanyak 1 orang, berkualifikasi S1 sebanyak 10 orang, tenaga kependidikan sebanyak 2orang dengan rincian 1 berkualifikasi S1 dan 1 berkualifikasi SMK . Sementara ini tenaga pendidik yang sudah tersertifikasi sebagai pendidik profesional hampir 80 %.1.1.2. Karakteristik Madrasah Hasil Analisis Internal MTs Ma'arif 02 Sawangan merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki ciri khas kuat dalam menyeimbangkan kurikulum nasional dengan nilai-nilai keagamaan dan keunggulan lokal. Hal ini tercermin dari karakteristik internal madrasah yang terbagi menjadi tiga pilar utama: kurikulum terpadu, pengembangan sumber daya manusia, dan pemanfaatan potensi lingkungan.Analisis Karakteristik Satuan PendidikanTerdapat poin-poin Analisa SWOT yang meliputi Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat (ancaman) madrasah yang dapat diidentifikasi dari gambaran


3umum kondisi dan karakteristik MTs Ma’arif 02 Sawangan tersebut di atas. Adapun poin-poin tersebut adalah sebagai berikut :1. Kekuatana Madrasah sudah berdiri lama sehingga cukup dikenal di masyarakat sekitar maupun luar..b Fasilitas cukup sehingga memudahkan memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas.c Ruang kelas siap digunakan untuk pembelajaran berbasis digital.d Memiliki banyak tenaga pendidik yang cukup kompeten dan cukup menguasai penggunaan TIK.e Tenaga pendidik yang sebagian besar sudah bersertifikasi pendidik.f Lingkungan madrasah religius dan kondusif untuk pembelajaran.g Kegiatan pembiasaan keagamaan berjalan secara rutin (tahfidz, shalat dhuha, kultum).h Program ekstrakurikuler beragam: Pramuka, Hadrah, Kaligrafi, KIR.i Madrasah berbasis digital, sudah menggunakan e-learning dan Google Workspace for Education.2. Kelemahana Fasilitas yang cukup lengkap menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan menjadi besar. b Mayoritas pelajar berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah menyebabkan madrasah dituntut untuk memberikan layanan pendidikan diatas rata-rata. c Sarana laboratorium IPA dan komputer masih terbatas. d Penguasaan guru terhadap model pembelajaran inovatif (seperti PjBL, STEAM) belum merata. e Belum optimalnya keterlibatan orang tua dalam program madrasah. f Rendahnya minat baca peserta didik. g Pendampingan akademik siswa kurang intensif di luar jam pelajaran.Berdasarkan analisis konteks yang dilakukan, MTs Ma’arif 02 Sawangan sebagai Madrasah yang diminati masyarakat wilayah sekitar, dengan potensi wilayah/letak daerah yang memiliki beberapa kekuatan internal lainnya diantaranya: (1) input pelajar berasal dari keluarga yang peduli terhadap kepentingan pendidikan; (2) lingkungan gedung perkantoran yang memudahkan madrash untuk melakukan koordinasi dan komunikasi; (3) kultur masyarakat mendukung pembelajaran(4) sarana pendukung layanan proses pembelajaran yang memadai; (5) ligkungan madrasah yanng religius; (6) tenaga pendidik yang sudah bersertifikasi; (7) serta kegiatan keagamaan yang rutin; (8) Beragam program ekstrakurikuler juga memperkaya pengembangan karakter peserta didik.


4Selain itu, madrasah telah memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran melalui platform Google Sites/websites. Namun demikian, Selain kekuatan/kelebihan sebagaimana tersebut di atas, MTs Ma’arif 02 Sawangan juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu mendapatkan perhatian yaitu: (1) sarana pendukung untuk pengembangan potensi/skill yang terbatas (tidak memiliki lapangan olahraga yang sesuai standar SNP); dan (2) Laboratorium IPA yang kurang representatif; (3) Computer yang belum memadai; (4) belum meratanya penguasaan guru terhadap model pembelajaran inovatif, rendahnya minat baca siswa, serta kurang optimalnya peran orang tua dan pendampingan akademik bagi siswa.Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat warga Madrasah dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang pernah diperoleh baik itu akademik maupun nonakademik. Analisis Soar pada Kurikulum MadrasahAspek Strengths (Kekuatan)Opportunities (Peluang)Aspirations (Aspirasi)Results (Hasil)Fasilitas  Memiliki kelas digital(Smarttv) Lab. KomputerPeningkatan dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan fasilitas pembelajaran digital madrasahMenjadikan pembelajaran yang kondusif, inovatif, kreatif, dan ramah anakMenarik siswa untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam pemanfaatan ITGuru  Guru yang memiliki Kurikulum Madrasahpetensi dan integritas tinggi Banyak guru yang memiliki gelas masterPeningkatan profesional untuk guru melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan madrasahMeningkatkan kompetensi guru menjadi lebih profesional dan kompetenMeningkatnya hasil belajar siswa secara signifikan, mampu berfikir kritis, kreatif dan inovatifKurikulumKurikulum yang berintegrasi dan fleksibel, sesuai dengan karakteristik dan sesuai kearifan lokalMengimplementasikan kurikum sesuai dengan karakteristik siswa dan kearifan okalMengembangkan kurikulum yang berdiferensiasi dan madrasah ramah anak Meningkatnya ketercapaian pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa  Pembelajaran kontekstual sesuai dengan karakteristik


5Orang TuaMelibatkan orang tua dalam proses pembelajaran sehingga berpartisipasi yang tinggiMengoptimalisasikan komunitas paguyuban wali murid sebagai sarana membangun kemitraan dan komunikasiMengoptimalkan peran orang tua dalam mendukung belajar anak dirumahMeningkatkan partisipasi orang tua terhadap hasil belajar siswaTeknologi Memiliki jaringan internet yang baik Wifi yang memadai Aplikasi buatan madrasah dalam 1 sistem berbasis digitalMemanfaatkan IT dalam proses pembelajaran untuk semua stakeholderMengintegrasikan teknologi IT dalam proses pembelajaran dalam jaringanPeningkatan keterampilan digital siswa dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran1.1.3. Karakteristik Madrasah Hasil Analisis Eksternal.Analisis pemindaian lingkungan eksternal (External Environmental Scan). Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor di luar madrasah yang dapat memengaruhi proses pendidikan. Analisis ini membantu madrasah agar kurikulum yang disusun menjadi relevan, adaptif, dan mampu menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan. Berikut adalah hasil analisis pemindaian lingkungan eksternal yang dijadikan acuan untuk penyusunan KOM di MTs Ma’arif 02 Sawangan:1. Peluanga. Terdapat banyak lembaga pendukung layanan pendidikan di sekitar memudahkan membangun banyak kerjasama.b. Jenis masyarakat pedesaan yang berjiwa kemajuan ke depan memberi peluang mengembangkan minat pribadi-sosial dan bisnis pelajar.c. Infrastruktur TIK yang maju memudahkan madrasah membangun pembelajaran berbasis digital.d. Terdapat beberapa Lembaga/instansi yang dekat dengan madrasah, membuka kesempatan Kerjasama dalam meningkatkan mutu madrasah.e. Perkembangan IPTEK terbaru memberikan kesempatan untuk mengembangkan proses belajar dan fasilitas madrasah untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, efektif dan menyenangkan.f. Tren masyarakat yang mulai memilih pendidikan berbasis karakter keislaman.2. Ancamana. Semakin banyak sekolah/madrsah di sekitar yang menjadi kompetitor dalam penerimaan pelajar baru, terlebih adanya sistem zonasi pada PPDB Sekolah Negeri yang berada di daerah sekitar madrasah.b. Pengaruh kondisi lingkungan masyarakat dengan munculnya café-café dengan fasilitas wifi dan tempat-tempat hiburan menjadi tantangan dalam proses pembentukan karakter.c. Penyalahgunaan teknologi dapat menimbulkan dampak negatif pada proses pendidikan dengan mudah beredarnya konten pornografi, SARA dan berita bohong di kalangan pelajar


6d. Perubahan sosial-budaya yang cepat (gadget, media sosial) mempengaruhi perilaku belajar siswa jika tidak ada pendampingan yang tepat dari madrasah, guru dan orang tua.e. Tuntutan implementasi Kurikulum Nasional/Merdeka yang memerlukan SDM adaptif dan inovatif.f. Ancaman bencana alam (banjir saat musim hujan) karena lokasi madrasah berada di dataran rendah.Masyarakat di sekitar MTs Ma’arif 02 Sawangan sebagian besar adalah Petani, pegawai swasta dan sebagian lain adalah pedagang serta wiraswasta. Sebagai madrasah yang berada pada lingkungan pedesaan dan input pelajar yang mayoritas dari wilayah desa, serta kondisi desa yang tidak begitu luas dengan tidak memiliki sumber daya alam yang luas pula, maka kegiatan pembelajaran kokurikuler yang dihasilkan selain pembiasaan juga mengkreasi ide dan keterampilan untuk mewujudkan daerahnya menjadi destinasi wisata wirausaha. Wisata wirausaha tersebut diantaranya adalah kerajinan batik, kuliner khas daerah, dan budidaya kembang. Dalam rangka meningkatkan potensi tersebut, MTs Ma’arif 02 Sawangan mengadakan kerjasama dengan dunia usaha dan Sumber daya alam/lingkungan lain seperti yang ada di kecamatan Sawangan Dukungan dari masyarakat, Yayasan dan Kementerian Agama, serta tren masyarakat yang mulai mengapresiasi pendidikan berbasis karakter Islam menjadi kekuatan eksternal yang mendorong kemajuan madrasah. Akses internet yang stabil juga membuka peluang pembelajaran berbasis teknologi digital. Di sisi lain, madrasah menghadapi tantangan dari luar, seperti persaingan dengan sekolah/madrasah yang memiliki fasilitas lebih lengkap, pengaruh negatif perkembangan teknologi terhadap perilaku siswa. Selain itu, letak geografis madrasah yang rawan banjir juga menjadi ancaman tersendiri dalam penyelenggaraan pembelajaran.1.1.4. Peta Profil - Karakteristik Pendidik,StatusJenis KelaminKualifikasi Pendidikan SertifikasiL P < S1 S1 S2 Sudah BelumGTY 4 8 2 9 7 5- Karakteristik Tenaga Kependidikan, StatusJenis KelaminKualifikasi Pendidikan SertifikasiL P < S1 S1 S2 Sudah BelumGTY - 2 1 1 - -No Nama Jabatan L/P Pendd Terakhir1 Nur Hidayati Kepala Madrasah P S12 Purwati, S.Pd.I Guru P S13 Nurohman Saebani, S.Ag Guru L S14 Siti Nur Budiarti, S.Pd.I Wakamad Kesiswaan P S15 Lilik Handayati,S.Pd.I Bendahara Madrasah P S16 Dwi Yuli Susanti, S.Pd Guru P S17 Merry Solita D,S.Kom Ka. Tu P S18 Kumala Sari Operator Madrasaah P SMK9 Waluyo Hartadi, S.Pd Guru L S1


710 Shinta Rahma, S.Pd Guru P S111 Sucianto Wawan S.Pd Guru L S112 P.E Pranoto A.Md Guru L D3a) Jumlah Pendidik dan tenaga kependidikanJumlah pendidik di MTs Ma’arif 02 Sawangan12 orang terdiri dari 4 orang pendidik lakilaki dan 8 orang pendidik perempuan, sedangkan tenaga kependidikan berjumlah 2 orang, terdiri dari 2 perempuan.b) Latar belakang Pendidikan Latar belakang pendidikan pendidik MTs Ma’arif 02 Sawangan: 1 ( satu ) orang adalah S.2 dan S-1 sebanyak 14 orang, serta D.3 atau D.2 sebanyak 2 orang. Pendidik mengampu mata pelajaran sesuai dengan latar belakang pendidikannya.Latar belakang tenaga kependidikan berpendidikan S.1: 10 orang dan Tenaga pendidikan lainnya berlatar belakang tingkat SMK : 1 orang.c) Keahlian kompetensiGuru sebagai profesi pada hakekatnya sama dengan jabatan profesi lainnya seperti akuntan, dokter, pengacara, dan apoteker yang bersifat profesi, bernomor register, dan memiliki kode etik keprofesionalan sehingga guru benar-benar menjadi profesi yang membanggakan setara dengan profesi-profesi lainnya. Guru MTs Ma’arif 02 Sawanganmemiliki kompetensi atau kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan, memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien, memiliki teknik kerja yang dapat dikomunikasikan, memiliki kapasitas mengorganisasikan kerja secara mandiri, mementingkan kepentingan orang lain, memiliki tanggung jawab komunitas, mempunyai budaya profesional. Guru MTs Ma’arif 02 Sawanganjuga menguasai metode dan materi pembelajaran, menjunjung tinggi kode etik, terikat pada sumpah jabatan dan kaidah-kaidah organisasi profesi, dan memiliki kemauan untuk tumbuh dan berkembang secara profesional. . Karakteristik Siswa a) Jumlah siswa dan latar belakang keluarga,NO KELAS JUMLAH PEREMPUANJUMLAH LAKI-LAKIJUMLAH SELURUHNYA1 VII 8 12 202 VIII 7 5 123 IX 10 11 2125 26 53- . Karakteristik orang tuaOrang Tua NO KLS JMLPENDIDIKAN ORANG TUA PEKERJAAN ORANG TUA<=SDSMP SMAS1 ASNTNI POLRI PETANIPEDAGANGLAINLAIN1 VII 20 2 13 5 - - - - 10 7 32 VIII 12 5 4 3- - - -8 3 13 IX 21 7 6 8- - - -11 5 5b) Kemampuan dasar yang dimiliki oleh peserta didikBerdasarkan hasil Rapot Pendidikan tahun 2025 menggambarkan kemampuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik MTs Ma’arif 02 Sawangan serta mutu pendidikan MTs Ma’arif 02 Sawangan, berikut data kemampuan dasar Siswa tahun pelajaran 2025-2026 dari Rapor Pendidikan :


8No Indikator PrioritasCapaianSkor Rapor 2025Perubahan Skor dari Tahun LaluAngka Perubahan Skor dari Tahun Lalu (%)Skor Rapor 20251 A.1 Kemampuan literasiBaik 95,50 Turun 0,5 95,002 A.2 Kemampuan numerasiBaik 96,30 Naik 15,05 81,253 A.3 Karakter Baik 55,40 Naik 2,46 52,944 D.1 Kualitas pembelajaranSedang 58,00 Naik 0,23 57,775 D.4 Iklim keamanan MadrasahBaik 73,00 Naik 3,20 69,806 D.8 Iklim kebhinekaanBaik 72,00 Turun 1,90 73,901.1.4. Kekhasan/Keunggulan Madrasah 1. Difernsiasi Unggulan Untuk memberi pelayanan pendidikan kepada pelajar yang kaya pengalaman belajar, MTsMa’arif 02 Sawangan melaksanakan sejumlah program unggulan, antara lain :a. Tafidz b. Program beasiswa pelajar prestasic. Program Ibadahd. Kelas Khusus Cirikhas Keislaman yang dapat dikategorikan unggul menurut lingkungan sekitarnya, misalnya Unggulan Tafsir Hadits, Unggulan Nahwu Sharaf, Unggulan Muhadatsah dan sejenisnyae. Bekerjasama dengan pihak terkait dalam peningkatan prestasi akademik dan non akademikf. Program belajar luar kelas2. Kemitraan Madrasah Dalam rangka meningkatkan layanan kepada pelajar dan mengatasi kelemahan serta kendala yang dialami oleh madrasah, maka Madrasah Tsanawiyah Ma’arif 02 Sawangan melakukan berbagai upaya, antara lain menjalin kerjasama dengan berbagai pihak sebagai berikut. a) Puskesmas Kecamatan SawanganKerjasama yang dilakukan MTs Ma’arif 02 Sawangan yaitu penyampaian informasi dan edukasi P4GN serta penyampaian materi mengenai penggolongan narkotika dan penjelasan mengenai bahaya narkoba bagi diri sendiri dan lingkungan di setiap tahun ajaran baru pada saat kegiatan MATSAMA.b) Komando Rayon Militer (Koramil)MTs Ma’arif 02 Sawangan di setiap tahun, lebih tepatnya diawal tahun ajaran baru biasanya melakukan kegiatan PBB yang dilatih langsung dari Koramil Kecamatan Sawanganc) Perpustakaan Desa,


9setiap satu minggu sekali dengan Program\"Kunjungan \"Membaca Bersama\" yang diadakan di perpustakaan desa untuk melengkapi materi pembelajaran di kelas/Meningkatkan minat baca muridd) Takmir Masjid Sunan KalijogoMTs Ma’arif 02 Sawangan bekerjasama dengan takmir Masjid Sunan Kalijogo terutama dalam melaksanakan praktik pada pembelajaran ibadah/keagamaan.e) Komite Madrasah Komite MTs Ma’arif 02 Sawangan merupakan organisasi mandiri yang beranggotakan orangtua/wali pelajar, Komunitas madrasah, serta tokoh masyarakat yang peduli Pendidikan.3. Kegiatan NyataKegiatan KeteranganJum’at Literasi Islami Membaca dan merefleksikan kutipan dari Al-Qur’an, hadis, atau kisah sahabat.Bank Soal Qur’ani Soal numerasi kontekstual berbasis zakat, jual beli, puasa, dll.Tadarus dan Tafsir LiterasiMengembangkan pemahaman literal dan maknawi dari ayatayat Al-Qur’an.Kisah Sahabat dan TekaTeki AngkaMembaca kisah dan menyelesaikan teka-teki logika berdasarkan alur cerita.1.2 Landasan Hukum Pengembangan KOM Penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) memerlukan landasan yuridis yang kuat untuk memastikan bahwa implementasinya sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional dan kekhasan pendidikan madrasah. Landasan ini menjadi pijakan hukum agar kurikulum yang disusun andasan yuridis utama yang menjadi acuan dalam penyusunan KOM mememiliki legalitas, relevansi, dan dapat dipertanggungjawabkan.Landasan yuridis utama yang menjadi acuan dalam penyusunan KOM meliputi:1. Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Nusantara pada Madrasah. KMA ini memberikan panduan teknis yang sangat penting dalam menyusun KOM, terutama dalam hal struktur kurikulum, alokasi waktu, dan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila dan pelajar Rahmatan lil Alamin.2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah pada Kurikulum Nusantara; 3. Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah;4. Keputusan Dirjen Pendis No. 1891 Tahun 2021 tentang Penanaman dan Penguatan Karakter Moderat Siswa.5. SK Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Jawa Tengah Nomor 1633 tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2025/20266. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Nomor 423.5/04678 Tahun 2023 tentang Pedoman Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Jawa Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah di Provinsi Jawa Tengah; 7. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RepublikIndonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak UsiaDini, Jenjang Pendidikan Dasar,


10Dan Jenjang Pendidikan Menengah;8. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RepublikIndonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak UsiaDini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah.9. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 9 Tahun 2025 tentangTes Kemampuan Akademik.10. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 10Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak UsiaDini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah;11. SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta. 12. Permendikbudristek RI Nomor 12 Tahun 2025 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah13. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 031/H/KR/2025 Tentang Kompetensi dan Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila14. Keputusan Kepala BSKAP Nomor Nomor 032/H/KR/2025 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Nusantara15. BSKAP Kemendikbudristek RI Tentang Panduan Pembelajaran Dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah Edisi Revisi Tahun 202516. Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2025 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah17. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 450 tahun 2025 tentang Implementasi Kurikulum Nusantara pada Madrasah18. Peraraturan Menteri Pendidikan Dasardan Menengah Republik Inonesia No 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, jenjangn pendidikan menengah pengganti dari Standar Kompetensi Lulusan (Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah);19. Peraraturan Menteri Pendidikan Dasa rdan Menengah Republik Inonesia No 12 Tahun 2025 sebagai pengganti Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah20. Peraraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia No 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah21. Keputusan Dirjen pendis no 3211 tentang capaian pembelajaran mapel PAi dan Bahasa Arab22. BSAKP No 31 tahun 2025 tentang kompetensi dan tema P523. BSAKP No 046/H/KR/2025 sebagai pengganti No 32 tahun 2025 tentang Capaian Pembelajaran Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah24. Edaran Kanwil tentang penyusunan kurikulum Satuan madrasah 08.037/Kw.11.2/1/PP.00/07/2025 tahun 2025


11BAB IIVISI, MISI, TUJUAN MADRASAHKurikulum Operasional Madrasah disusun oleh Satuan Pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di satuan pendidikan. Satuan pendidikan sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan diantaranya adalah: perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat, era informasi, pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, era perdagangan bebas.Tantangan dan peluang itu harus direspon MTs Ma’arif 02 Sawangan, sehingga visi satuan pendidikan diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan cita-cita moral yang menggambarkan profil satuan pendidikan yang diinginkan dimasa datang.2.1. Visi Madrasah Kurikulum Operasional MTs Ma’arif 02 Sawangan disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum Madrasah untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di madrasah. Visi MTs Ma’arif 02 Sawangan sebagai lembaga pendidikan menengah berciri khas Islam perlu mempertimbangkan harapan siswa, orang tua siswa, lembaga pengguna lulusan madrasah dan masyarakat. MTs Ma’arif 02 Sawangan juga merespon perkembangan dan tantangan masa depan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi; era informasi dan globalisasi yang sangat cepat. MTs Ma’arif 02 Sawangan ingin mewujudkan harapan dan respon dalam visi berikut :Terwujudnya Generasi Khairo Ummah” yang Cinta Tanah Air ,Bertaqwa, Cerdas, Trampil, Disiplin, dan Berakhlakul karimah.Indikator tercapainya visi madrasah yaitu:1. Cinta Tanah Aira. Indikator Karakteristik Bertaqwa Siswa mampu menjelaskan nilai-nilai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, dan melestarikan budaya lokal melalui seni atau kegiatan lainnya.b. Wawasan Kebangsaan: Siswa memiliki pengetahuan tentang sejarah, budaya, dan keberagaman Indonesia.c. Sikap Nasionalis: Siswa menunjukkan sikap bangga terhadap produk dalam negeri dan peduli terhadap kelestarian lingkungan sebagai bentuk nyata cinta tanah air.d. Siswa aktif dalam kegiatan kebersihan, reboisasi, atau program ramah lingkungan lainnya di Madrasah dan lingkungan sekitar.2. Indikator Karakteristik Bertaqwaa. Amalan Ibadah: Peserta didik secara rutin menjalankan ibadah wajib, seperti salat lima waktu, dan ibadah sunnah lainnya.b. Literasi Al-Qur'an: Siswa mampu membaca Al-Qur'an dengan fasih, memahami maknanya, dan mengamalkannya.c. Sikap Keagamaan: Siswa menunjukkan sikap toleransi antarumat beragama dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.3. Indikator Karakteristik Cerdasa. Rata-rata nilai siswa meningkat dan persentase siswa yang mencapai target kelulusan semakin tinggi.


12b. Siswa mampu memecahkan masalah, mengajukan pertanyaan yang mendalam, dan menghasilkan ide-ide baru yang inovatif.c. Siswa menunjukkan peningkatan dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sesuai dengan jenjang usia mereka.4. Indikator Karakteristik Trampil a. Siswa menguasai setidaknya satu keterampilan non-akademik, seperti bermain alat musik, olahraga, seni rupa, dllb. Siswa mampu menggunakan teknologi informasi secara bijak dan produktif untuk mendukung proses belajar dan berkarya.c. Siswa mampu menyelesaikan tugas-tugas personal dan kelompok secara mandiri, serta bertanggung jawab.5. Indikator Karakteristik Disiplina. Siswa mematuhi tata tertib Madrasah, datang tepat waktu, mengenakan seragam dengan rapi, dan menaati peraturan yang berlaku.b. Siswa mampu mengatur waktu dengan baik antara belajar, beribadah, dan beraktivitas lainnya.c. Siswa menyelesaikan tugas dan pekerjaan rumah tepat waktu dan bertanggung jawab atas setiap keputusan atau tindakan yang diambil.6. Berakhlakul Karimaha. Siswa mampu menghormati perbedaan suku, agama, dan budaya, serta berinteraksi dengan baik tanpa membeda-bedakan.b. Siswa menggunakan bahasa yang santun, menghormati orang yang lebih tua, dan memiliki etika yang baik dalam bergaul.c. Siswa memiliki rasa empati terhadap sesama, peduli terhadap lingkungan, dan terlibat dalam kegiatan sosial untuk membantu orang lain.Madrasah mengemban visi mulia untuk membangun generasi Khaira Ummah, yaitu generasi baik yang unggul secara intelektual, luhur dalam akhlak, dan berdaya saing global. Generasi ini tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup. Mereka adalah para pemimpin masa depan yang beriman kuat, berkarakter mulia, dan bermanfaat bagi semesta.2.2. Misi Madrasah MTs Ma’arif 02 Sawangan memiliki misi mulia untuk Membangun Generasi Khaira Ummah. Misi ini bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk mencetak generasi penerus yang memiliki keunggulan komprehensif. \"Khaira Ummah\" (umat terbaik) dalam Al-Qur'an (QS. Ali Imran: 110) didefinisikan sebagai umat yang beriman kepada Allah, menyeru kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran. Oleh karena itu, generasi yang dicita-citakan adalah generasi yang utuh, yang tidak hanya unggul dalam aspek spiritual dan moral, tetapi juga memiliki kecerdasan intelektual, keterampilan praktis, dan kedisiplinan.Visi MTs Ma'arif 02 Sawangan \"Terwujudnya Generasi Khairo Ummah” yang Cinta Tanah Air, Bertaqwa, Cerdas, Terampil, Disiplin, dan Berakhlakul Karimah\" dapat dicapai melalui misi-misi yang terukur dalam kurun waktu empat tahun. Berikut adalah rincian misi per tahun


13Misi Tahun Pertama (Tahun Pelajaran 2025/2026) Fokus pada Fondasi Karakter dan Keagamaan Peningkatan Kualitas IbadahSetiap siswa dan guru diwajibkan melaksanakan salat duhur berjamaah. Targetnya, 90% siswa mengikuti salat duhur berjamaah dan 100% guru menjadi teladan. Penguatan AkhlakMengadakan program \"Akhlakul Karimah\" yang melibatkan seluruh warga madrasah, dengan fokus pada pembiasaan sikap jujur, santun, dan saling menghormati. Targetnya adalah tidak ada kasus perundungan (bullying) yang tercatat. Cinta Tanah AirMengadakan upacara bendera setiap hari Senin dengan petugas dari siswa secara bergantian. Targetnya, 100% siswa dan guru mengikuti upacara bendera dengan khidmat.Misi Tahun Kedua (Tahun Pelajaran 2026/2027)Fokus pada Peningkatan Akademik dan Keterampilan Dasar Peningkatan Kompetensi AkademikMelaksanakan program bimbingan belajar tambahan untuk mata pelajaran TKA ( Tes Kemampuan Akademik ), (Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris). Targetnya, ratarata nilai siswa naik 5% dari tahun sebelumnya. Pengembangan Keterampilan Mengaktifkan kembali tiga ekstrakurikuler (Pramuka, Karawitan, dan Seni Hadrah). Targetnya, 75% siswa aktif mengikuti salah satu ekstrakurikuler. Penguatan DisiplinMenegakkan peraturan madrasah tentang kedisiplinan, termasuk ketepatan waktu dan kerapian. Targetnya, 95% siswa tidak pernah terlambat masuk madrasah selama satu semester.Misi Tahun Ketiga (Tahun Pelajaran 2027/2028)Fokus pada Inovasi dan Prestasi Program UnggulanMembentuk tim unggulan madrasah di bidang riset, Tahfidz. Targetnya, tim ini mengikuti minimal satu kompetisi di tingkat kecamatan atau kabupaten. Pemanfaatan TeknologiMengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran dengan menggunakan e-learning atau platform digital. Targetnya, 50% guru menggunakan platform digital untuk mengunggah materi pelajaran dan tugas.


14 Penguatan Kepemimpinan: Mengadakan pelatihan kepemimpinan untuk pengurus organisasi siswa, seperti OSIS dan Pramuka dan Lakmud ( Latihan Kader Muda). Targetnya, 100% pengurus memiliki sertifikat pelatihan kepemimpinan.Misi Tahun Keempat (Tahun Pelajaran 2028/2029)Fokus pada Peningkatan Mutu Berkelanjutan Pencapaian Prestasi: Meraih minimal satu kejuaraan di tingkat kabupaten dalam bidang akademik atau non-akademik. Pengabdian Masyarakat: Mengadakan program pengabdian masyarakat (\"Madrasah Peduli Dusun\") untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian siswa.Dengan rincian misi ini, diharapkan visi \"Terwujudnya Generasi Khairo Ummah\" dapat dicapai secara bertahap dan terencana, menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga berakhlak mulia dan cinta tanah air.2.3. Tujuan Madrasah Kurikulum MTs Ma’arif 02Sawangan disusun sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidkan di MTs Ma’arif 02 Sawangan yang mencakup pengembangan potensi yang ada di lingkungan MTs Ma’arif 02Sawangan dan untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan, baik dalam bidang akademis maupun nonakademis, memelihara budaya daerah, mengikuti perkembangan iptek yang dilandasi iman dan takwa kepada Allah SWT.Tujuan MTs Ma’arif 02 Sawangan Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang adalah sebagai berikut :1. Tujuan Jangka Panjanga) Terlaksananya implementasi ajaran agama Islam melalui sholat berjamaah, dan baca tulis Alquran serta kegiatan keagamaan lainya;b) Terwujudnya pelajar yang memiliki etika dan norma sosial yang sesuai dengan ajaran agama.c) Terciptanya budaya membaca keagamaan, iptek, dan fiksi;d) Terlaksananya pengembangan kurikulum Madrasah yang meliputi: Pemetaan CP,ATP dan Modul Ajar dan Asesmen pada semua mata pelajarane) Terlaksnanya proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan yang berorientasi pada pendekatan saintific berbasis IT;f) Terwujudnya standarisasi administrasi pembelajaran bagi guru;g) Terselenggaranya fungsi layanan bimbingan dan konseling;h) Tercapainya peningkatan nilai Ujian madrash.i) Tercapainya kejuaraan di bidang akademik tingkat provinsi;j) Tercapainya kejuaraan di bidang non akademik tingkat provinsi;k) Terwujudnya pelajar yang dapat mengembangkan minat dan bakat melalauikegiatan ekstrakurikuler;l) Terselenggaranya pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesionalisme;


15m) Tersedia sarana prasarana pembelajaran yang berbasis ICT;n) Terwujudnya manajemen madrasah yang transparan dan akuntabel;o) Terwujudnya pengelolaan pembiayaan yang transparan dan akuntabel;p) Terlaksananya standar penilaian pendidikan sesuai dengan SNP;q) Terwujudnya partisipasi aktif orang tua;r) Terwujudnya partisipasi aktif alumni;s) Terwujudnya sikap melestaraikan lingkungan dengan gerakant) penghijauan lingkungan madrasah dan peningkatan kesadaran pemeliharaan tanaman;u) Terwujudnya prilaku mencegah kerusakan lingkungan dengan kebiasaan membuang sampah secara terpisah pada tempatnya dan budaya memungut sampah sebelum dan sesudah beraktifitas;v) Terwujudnya budaya berfikir dan berprilaku mencegah pencemaran lingkungandenganberkembangnya gerakan daur ulang dan gerakan menuntun kendaraan bermotor di lingkungan madrasah.2. Tujuan Jangka Pendek.Pada periode 1 tahun ke depan, tahun pelajaran 2025/2026 madrasah dapat:a. Terwujudnya pelajar yang dapat mengimplementasikan ajaran agama melalui kegiatanb. sholat Dhuha dan mengaji Al Qur’an Surat Ar Rahman, Surat Al Waqiah, Surat Al Mulk,c. Sholat Dhuhur berjamaah, Istighatsah, berdoa sebelum dan sesudah KBM, membaca Asmaul Husna dan Al Qur’an sebelum KBM, serta kegiatan Tartil Ubudiyah.d. Terwujudnya pelajar yang memiliki sikap spiritual dan sosial yang baik;e. Terlaksananya kegiatan budaya literasi meliputi keagamaan, iptek, dan fiksi;f. Terpenuhinya pengembangan kurikulum madrasah yang meliputi : Analisis CP, ATP, Modul Ajar dan asesmen pada semua mata pelajaran;g. Terciptanya proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan yang berorientasi pada pendekatan saintific, berbasis karakter;h. Terciptanya standarisasi administrasi pembelajaran bagi guru;i. Terselenggaranya fungsi layanan bimbingan dan konseling;j. Terpenuhinya rata-rata nilai ujian yang sesuai dengan KKTP Madrasahk. Tercapainya kejuaraan di bidang akademik juara tingkat kabupaten, provinsi, Nasional;l. Terwujudnya pelajar yang dapat mengembangkan minat dan bakat melalaui kegiatan ekstrakurikuler;m. Terlaksananya pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan untuk Meningkatkan profesionalismen. Terwujudnya sarana prasarana pembelajaran yang berbasis ITo. Terselenggaran dan terlaksananya manajemen madrasah dan pengelolaan pembiayaan yang transparan dan akuntabelp. Terwujudnya standar penilaian pendidikan sesuai dengan SNPq. Terlaksananya partisipasi aktif orang tuar. madrasah dan peningkatan kesadaran pemeliharaan tanaman.s. Terwujudnya perilaku mencegah kerusakan lingkungan dengan kebiasaan


16membuangsampah secara terpisah pada tempatnya dan budaya memungut sampah sebelum dansesudah beraktifitas.t. Terwujudnya budaya berpikir dan berperilaku mencegah pencemaran lingkungan denganberkembangnya gerakan daur ulang dan gerakan mematikan mesin kendaraan bermotor di lingkungan madrasah2.4. Target Madrasah Target MTs Ma’arif 02 Sawangan adalah lingkungan pendidikan yang ideal di mana setiap siswamendapatkan kesempatan untuk berkembang secara holistik, baik dalam kompetensi akademik maupun karakter, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam Madrasah ini, pembelajaran berpusat pada siswadengan metode yang menyenangkan, memberikan pengalaman belajar yang relevan dan mendukung pengembangan literasi, numerasi, kreativitas, serta nilai-nilai sosial seperti gotong royong dan keberagaman. Pendidik di Madrasah ini bertindak sebagai reflektif dan kolaboratif, terus-menerus meningkatkan praktik pengajaran mereka, sedangkan iklim Madrasah ditujukan untuk aman, inklusif, dan merayakan kebinekaan, sehingga semua siswa merasa dihargai dan didorong untuk berkontribusi. Dengan kepemimpinan yang fokus pada perbaikan berkelanjutan, Target Madrasah bukan hanya menyiapkan siswa untuk masa kini, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan dan karakter yang diperlukan untuk masa depan Target ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek pendidikan, mulai dari akademik, spiritual, hingga pengembangan karakter.Bidang Strategis Indikator Keberhasilan Target Waktu Keterangan1. Penguatan Akidah dan Ibadah Peningkatan persentase siswa yang mampu menghafal Al-Qur'an 3-5 juz (terutama juz 30).  100% siswa melaksanakan salat fardhu tepat waktu dan berjamaah.  Seluruh siswa mengamalkan ibadah harian dengan benar dan tertib (salat, doa, tadarus, dll) di madrasah. 100% siswa mengikuti kegiatan keagamaan seperti tahlil, istighotsah, dan pengajian rutin. Terwujudnya budaya madrasah yang religius, ramah anak, dan berkarakter luhur. Peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan (kajian, pesantren kilat, dsb.).1-2 tahun pertamaMembangun fondasi spiritual yang kuat. Madrasah menjadi pusat pembentukan karakter islami yang kokoh. Serta menanamkan nilainilai keislaman dan akhlakul karimah sesuai ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah2. Peningkatan Mutu Akademik Rata-rata nilai akademik siswa meningkat setiap semester minimal 5% dari sebelumnya  Peningkatan jumlah siswa yang berprestasi dalam olimpiade sains, matematika, atau mata pelajaran agama (OSN, OSP, dsb.).3-4 tahunMemastikan siswa memiliki kompetensiakademik yang unggul untuk bersaing di jenjang pendidikan lebih tinggi.3. Pembentukan Karakter Khaira Ummah Peningkatan persentase siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan dan aktif dalam organisasi.  Terbentuknya kader pelajar NU yang mandiri dan berwawasan kebangsaan.Setiap tahun ajaranMenciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan


17Bidang Strategis Indikator Keberhasilan Target Waktu Keterangan 100% siswa memiliki etika, adab, dan sopan santun yang baik (terhadap guru, orang tua, dan sesama).  Peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan (santunan anak yatim, bakti sosial).peduli terhadap lingkungan sosial.4. Pengembangan Bakat dan Keterampilan Terlaksananya minimal 5 ekstrakurikuler (pramuka, olahraga, seni kaligrafi, Rebana/Karawitan, dsb.) setiap tahun.  75% siswa aktif mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler.  Peningkatan jumlah siswa yang meraih prestasi di bidang nonakademik (olahraga, seni, dsb.) di tingkat daerah atau Kaaabupaten.1-2 tahun pertamaMemberikan wadahbagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat, sehingga mereka memiliki keterampilan yang relevan.5. Kolaborasi dengan Orang Tua dan Komunitas Terlaksananya pertemuan rutin orang tua siswa (minimal 2 kali per semester). Terlaksananya program seminar parenting islami yang bekerja sama dengan ahli.  Terjalinnya sinergi dengan masjid dan komunitas sekitar untuk kegiatan bersama.Setiap tahun ajaranMembangun ekosistem pendidikan yang holistik dengan melibatkan peran aktif orang tua dan masyarakat.Melalui target dan indikator yang kuat ini, madrasah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi lembaga pendidikan formal, tetapi juga pusat pembentukan karakter yang berintegritas. Setiap langkah yang diambil di dalam madrasah adalah ikhtiar untuk melahirkan generasi Khaira Ummah yang siap berkontribusi positif, baik di dunia maupun di akhirat.


18BAB IIIPENGORGANISASIAN PEMBELAJARANPengorganisasian pembelajaran merujuk pada proses perencanaan dan pengaturan berbagai elemen pembelajaran agar mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Pengorganisasian pembelajaran pada satuan pendidikan di Madrasah dasar yang menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam dan menuju Madrasah efektif melibatkan beberapa langkah penting. Pertama, kurikulum dirancang secara terintegrasi, menggabungkan berbagai disiplin ilmu untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa. Pembelajaran mendalam ini menekankan pada Kolaborasi, penemuan, dan penerapan konsep secara praktis sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata.Kedua, metode pengajaran yang digunakan berfokus pada partisipasi aktif siswa. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk bertanya, berpendapat, dan bekerja sama dalam kelompok. Penggunaan teknologi dan sumber belajar yang variatif juga diperkenalkan untuk mendukung berbagai gaya belajar siswa dan menjaga keterlibatan mereka dalam proses belajar.Ketiga, evaluasi pembelajaran dilakukan secara berkelanjutan dan mencakup berbagai aspek, termasuk kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penilaian formatif dan sumatif diterapkan untuk mengukur perkembangan siswa dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya mengukur pencapaian akademik tetapi juga perkembangan karakter dan keterampilan sosial siswa.Penerapan pendekatan pembelajaran mendalam dan langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif, dimana siswa merasa termotivasi, bersemangat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.1.1. Intrakurikuler Intrakurikuler adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang ditempuh pelajar. Adapun mata pelajaran yang diselenggarakan oleh MTs Ma’arif 02 Sawangan adalah Pendidikan Agama Islam (Al Qurán Hadist, Akidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)), Bahasa Arab, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Informatika, Mata Pelajaran seni ( seni musik, seni rupa, seni teater dan seni tari ) dan Prakarya ( Budidaya, Kerajinan, Rekayasa atau Pengolahan) serta Mata Pelajaran muatan lokal (Bahasa Daerah, dan Aswaja ).Pembelajaran di MTs Ma’arif 02 Sawangan menekankan pada pembelajaran berbasis literasi dengan mengangkat nilai luhur budaya lokal dan mengacu pada tema-tema yang sudah ditentukan dalam capaian pembelajaran. Dalam pembelajaran berbasis literasi ini pelajar diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan unbtuk memperoleh sebuah karya dalam bentuk tulisan. Pada akhirnya karya ini akan didokumentasikan dalam berbagai bentuk contohnya buku, artikel, atau publikasi digital.


19Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi ini tetap harus mengimplementasikan model dan sintak pembelajaran yang sudah ada diantaranya Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, Inquiry Based Learning, dan model pembelajaran lain yang relevan. Dengan Kompetensi yang di capai yaitu 8 Dimensi Profil Lulusankeimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; kewargaan; penalaran kritis; kreativitas; kolaborasi; kemandirian; kesehatan; dan komunikasi. untuk Kurikulum berbasis Cinta di tambah dengan Perhatian pada kesehatan mental dan emosional; Penanaman karakter berbasis empati; Pendidikan berbasis psikologi positifPendekatan yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dan mengimplentasikan Kurikulum Berbasis Cinta pada proses pelayanan pendidikan, pembentukan karakter dan pembiasaan kepada siswa dan seluruh warga madrasah. 1.1.1.Kurikulum Nusantara.Kurikulum Nusantara bukan sekadar perubahan nama, melainkan sebuah filosofi pendidikan yang menggeser paradigma dari kurikulum yang kaku menjadi kurikulum yang dinamis dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Sebagai acuan utama, Kurikulum Nusantara memberi keleluasaan bagi satuan pendidikan untuk menyusun Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) yang adaptif, relevan, dan kontekstual. Dalam KOM inilah, jiwa Kurikulum Nusantara dihidupkan, dengan tiga indikator utama yang menjadi poros pembelajarannya: kemampuan literasi, numerasi, dan penguatan karakter. Ketiganya tidak berdiri sendiri, melainkan terjalin erat dalam setiap nafas kegiatan belajarmengajar, membentuk pribadi siswa yang utuh dan siap menghadapi tantangan zaman.Literasi: Lebih dari Sekadar Membaca dan MenulisDalam KOM yang berlandaskan Kurikulum Nusantara, literasi dipahami sebagai sebuah kemampuan holistik yang melampaui batas membaca dan menulis. Literasi di sini adalah kekuatan untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi dari beragam sumber, kemudian menggunakannya secara bijak untuk memecahkan masalah. KOM menggariskan bagaimana kemampuan ini dapat ditumbuhkan, misalnya dengan menetapkan alokasi waktu khusus untuk membaca buku non-pelajaran, menciptakan pojok-pojok literasi yang menarik di setiap sudut sekolah, atau merancang proyek-proyek yang menuntut siswa untuk melakukan riset, mengolah data, dan menyajikan gagasannya dalam bentuk laporan maupun presentasi. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya mahir membaca, tetapi juga mampu \"membaca dunia\" di sekelilingnya dengan penuh pemahaman kritis.Numerasi: Matematika yang Hidup dan BermanfaatIndikator kedua yang menjadi landasan KOM adalah numerasi. Numerasi adalah kemampuan berpikir matematis yang tidak abstrak, melainkan terwujud dalam kehidupan nyata sehari-hari. KOM yang baik akan memastikan bahwa pembelajaran matematika tidak hanya berfokus pada rumus dan angka, tetapi juga pada aplikasinya. Guru didorong untuk merancang kegiatan yang menantang siswa menggunakan konsep matematika untuk hal-hal praktis, seperti menghitung anggaran untuk acara sekolah, menganalisis statistik sederhana dari survei lingkungan, atau mengukur luas dan volume dalam proyek prakarya. Dengan mengintegrasikan numerasi dalam setiap mata pelajaran dan kegiatan, KOM memastikan bahwa siswa tidak hanya menguasai angka, tetapi juga memiliki kepekaan untuk memecahkan masalah-masalah konkret dalam kehidupan mereka.


20Karakter: Jati Diri Pelajar PancasilaPilar ketiga dan tak kalah penting adalah penguatan karakter, yang dalam Kurikulum Nusantara berpusat pada Profil Pelajar Pancasila. KOM menjadi dokumen strategis yang memetakan bagaimana keenam dimensi karakter—beriman, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif—diinternalisasi dalam diri siswa. Ini tidak dicapai melalui teori semata, melainkan melalui praktik nyata yang terintegrasi di seluruh sendi kehidupan sekolah. Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), misalnya, siswa diajak berkolaborasi dalam proyek-proyek yang relevan dengan isuisu lokal, melatih gotong royong dan kepedulian sosial. KOM juga menekankan peran keteladanan guru dan pembiasaan-pembiasaan positif yang secara konsisten membentuk karakter siswa. Dengan demikian, Kurikulum Nusantara memastikan bahwa lulusan tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jati diri yang kuat, berakhlak mulia, dan siap menjadi warga negara yang bertanggung jawab.- Struktur Kurikulum 1. Muatan pembelajaran intrakurikulerKelas 7, 8 dan 9Intrakurikuler adalah kegiatan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang ditempuhpeserta didik. Adapun mata pelajaran yang diselenggarakan oleh MTs Ma’arif 02 Sawanganadalah Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS),Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Informatika, MapelPilihan (Seni Budaya dan Prakarya). Pembelajaran di MTs Ma’arif 02 Sawanganmenekankan pada pembelajaran berbasis digital dengan tidak melupakan budaya lokal serta mengacu pada tema-tema yang sudah ditentukan dalam capaian pembelajaran. Dalam pembelajaran berbasis digital ini peserta didik diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan untuk memperoleh sebuah karya dalam bentuk tulisan. Pada akhirnya karya ini akandidokumentasikan dalam berbagai bentuk contohnya buku, artikel, atau publikasi digital. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi, tetap harus mengimplementasikan model dan syntak pembelajaran yang sudah ada diantaranya ProblemBased Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, Inquiry Based Learning, dan model pembelajaran lain yang relevanAdapun muatan kurikulum pada kegiatan intrakurikuler ada pada tabel sbb :Alokasi waktu mata pelajaran kelas VII-VIII(Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit)STRUKTUR KELAS VII-VIII MTsMata PelajaranAlokasi IntrakurikulerAlokasi Kokurikuler Per TahunTotal JPAlokasi IntrakurikulerAlokasi Kokurikuler Per PekanTotal JP Per PekanPer TahunPer TahunPer PekanAl-Qur'an Hadis 72 72 2 2Akidah Akhlak 72 72 2 2


21Fikih 72 72 2 2Sejarah Kebudayaan Islam 72 72 2 2Bahasa Arab 108 108 3 3Pendidikan Pancasila 72 36 108 2 1 3Bahasa Indonesia 180 36 216 5 1 6Matematika 144 36 180 4 1 5Ilmu Pengetahuan Alam 144 36 180 4 1 5Ilmu Pengetahuan Sosial 108 36 144 3 1 4Bahasa Inggris 108 36 144 3 1 4Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan72 36 108 2 1 3Informatika 72 36 108 2 1 3Seni, Budaya, dan Prakaryab) 72 36 108 2 1 31. Seni Musik2. Seni Rupa3. Seni Teater4. Seni Tari5. Prakarya Budi Daya6. Prakarya Kerajinan7. Prakarya Rekayasa8. Prakarya PengolahanTotal JP Mata Pelajaran Wajib 1.368 324 1.692 38 9 47Mata Pelajaran PilihanKoding dan Kecerdasan Artifisialc) 72 72 2 2Muatan Lokald) 72 72 2 2Total JP Mata Pelajaran Wajib + Mata Pelajaran Pilihan/Muatan Lokal1.44 324 1.764 40 9 49Total JP Mata Pelajaran Wajib + Mata Pelajaran Pilihan + Muatan Lokal1.512 324 1.836 42 9 51


22Alokasi waktu mata pelajaran Kelas IX(Asumsi 1 tahun = 32 minggu dan 1 JP = 40 menit)Mata PelajaranAlokasi IntrakurikulerAlokasi Kokurikuler Per TahunTotal JP Alokasi IntrakurikulerAlokasi Kokurikuler Per PekanTotal JP Per PekanPer TahunPer TahunPer PekanAl-Qur'an Hadis 64 64 2 2Akidah Akhlak 64 64 2 2Fikih 64 64 2 2Sejarah Kebudayaan Islam 64 64 2 2Bahasa Arab 96 96 3 3Pendidikan Pancasila 64 32 96 2 1 3Bahasa Indonesia 160 32 192 5 1 6Matematika 128 32 160 4 1 5Ilmu Pengetahuan Alam 128 32 160 4 1 5Ilmu Pengetahuan Sosial 96 32 128 3 1 4Bahasa Inggris 96 32 128 3 1 4Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 64 32 96 2 1 3Informatika 64 32 96 2 1 3Seni, Budaya, dan Prakaryab) 64 32 96 2 1 31. Seni Musik2. Seni Rupa3. Seni Teater4. Seni Tari5. Prakarya Budi Daya6. Prakarya Kerajinan7. Prakarya Rekayasa8. Prakarya PengolahanTotal JP Mata Pelajaran Wajib 1216 288 1504 38 9 47Mata Pelajaran PilihanKoding dan Kecerdasan Artifisialc) 64 64 2 2Muatan Lokald) 64 64 2 2Total JP Mata Pelajaran Wajib+ Mata Pelajaran Pilihan/Muatan Lokal 1280 288 1568 40 9 49Total JP Mata Pelajaran Wajib + Mata Pelajaran Pilihan + Muatan Lokal 1.344 288 1.632 42 9 51


23- Muatan lokal Selain mata pelajaran umum, MTs Ma’arif 02 Sawangan mengakomodir bahasa daerah sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Bahasa Jawa merupakan bahasa ibu bagi masyarakat di wilayah Sawangan. Bahasa daerah juga menjadi bahasa pengantar pembelajaran di kelas-kelas awal SD/MI. Melalui pembelajaran bahasa daerah diperkenalkan kearifan lokal sebagai landasan etnopedagogis. Pembelajaran bahasa dan sastra daerah diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Daerah dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan hasil karya sastra daerah. Desain pembelajaran mata pelajaran Bahasa Daerah diturunkan dari kompetensi yang telah disusun oleh tim pengembang kurikulum Bahasa Daerah Provinsi. Berdasarkan Keputusan Kadisdikprov Jawa Tengah No 423.5/04678 tahun 2022 tentang Pedoman Kurikulum Mulok Bahasa Jawa. Kurikulum muatan lokal (Mulok) dirancang untuk meningkatkan potensi peserta didik dalam memahami hakikat dan kualitas hidup, baik secara individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat, dengan memanfaatkan potensi dan keunikan daerah. Kurikulum ini mencerminkan identitas budaya Jawa yang kental di kabupaten Magelang, sekaligus memperkuat nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas, sesuai dengan visi pendidikan yang inklusif dan kontekstual.Kurikulum Muatan Lokal di MTs Ma’arif 02 Sawangan terdiri dari dua komponen utama, yaitu:a) Muatan Lokal Wajib.- Bahasa JawaBahasa Jawa menjadi muatan lokal wajib yang bertujuan melestarikan budaya dan identitas lokal. Materi pembelajaran mencakup pengenalan kosakata dasar (ngoko) melalui aktivitas interaktif, seperti permainan mencocokkan nama benda dalam bahasa Jawa dengan gambar, yang relevan dengan lingkungan rumah dan sekolah. Pembelajaran ini dirancang untuk membangun kemampuan komunikasi dasar dalam bahasa Jawa, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Kegiatan pembelajaran melibatkan metode visual dan praktik langsung, dengan alokasi waktu yang memadai, serta penilaian melalui tes lisan dan tertulis untuk mengukur pemahaman peserta didik.Bahasa Jawa adalah salah satu warisan budaya tak benda yang penting di Indonesia. Mengajarkan Bahasa Jawa sebagai muatan lokal memiliki banyak manfaat, antara lain:- Melestarikan Budaya: Memastikan bahasa dan sastra Jawa tidak punah di tengah gempuran modernisasi.- Membentuk Karakter: Menanamkan nilai-nilai luhur seperti sopan santun (unggah-ungguh), etika berkomunikasi, dan toleransi yang terkandung dalam filosofi Jawa.- Mengembangkan Potensi: Meningkatkan daya pikir kritis, kreativitas, dan keterampilan berbahasa siswa, baik lisan maupun tulisan.- Memperkuat Identitas: Membantu siswa memahami jati diri lokal sebagai bagian dari identitas nasional.Oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Jawa harus dirancang dengan pendekatan yang menarik dan aplikatif, bukan sekadar hafalan teori.


24- AswajaPendidikan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah) sebagai muatan lokal (mulok) memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan identitas siswa, khususnya di lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Narasi ini disusun sebagai acuan untuk pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KSP) atau Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) dengan tujuan memastikan integrasi nilai-nilai Aswaja secara holistik dalam proses pembelajaran.Pendidikan Aswaja tidak hanya sekadar pengetahuan teoretis, tetapi juga pengamalan nilai-nilai moderasi, toleransi, keseimbangan, dan keadilan dalam kehidupan seharihari. Di tengah tantangan globalisasi dan berbagai arus pemikiran yang berkembang, penguatan pemahaman dan praktik nilai-nilai Aswaja menjadi sangat relevan. Oleh karena itu, menjadi landasan untuk mengembangkan kurikulum yang tidak hanya mengajarkan 'apa' itu Aswaja, tetapi juga 'mengapa' dan 'bagaimana' mengamalkannya.Muatan Lokal Keagamaan, Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja/Ke-NU-an), sebagai upaya mempertahankan ajaran-ajaran yang berpaham Ahlussuna Waljamaah (Ke-NUan) baik dari segi Akidah, etika, budi pekerti luhur, fiqh dan akhlak dengan tujuan:1. Terciptanya suasana keagamaan di sekolah dalam peribadatan, pergaulan, pembiasaan ucapan kalimat thayyibah, akhlak karimah dalam perilaku seharihari.2. Terwujudnya rasa harga diri, mengagungkan Tuhan, mencintai orang tua dan menghormati gurunya.3. Terwujudnya semangat belajar, cinta tanah air dan memuliakan agama.4. Terlaksananya amal saleh dalam kehidupan nyata yang sarwa ibadah sesuai dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Ke-NU-an) dikalangan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah.5. Memahami dasar-dasar akidah Aswaja dengan benar dan komprehensif.6. Menguasai amaliah ibadah sehari-hari (fikih) sesuai dengan madzhab yang muktabar.7. Memiliki pemahaman yang utuh tentang sejarah peradaban Islam dan peran ulama Aswaja.8. Mampu bersikap moderat (tawassuth), toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), dan adil (i'tidal) dalam berinteraksi.9. Menghargai dan melestarikan tradisi keagamaan yang baik (al-muhafadzah 'ala al-qadim al-shalih) dan berinovasi untuk hal-hal yang lebih baik (wal akhdzu bi al-jadid al-ashlah).10. Menghormati ulama dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).b) Muatan Lokal PilihanTafidz.Lulusan MTs diutamakan memiliki ;unggulan hafal Juz 30 ditambah 29 atau Juz 1 atau surat-surat penting seperti Yasin, Ar Rahman, Al Waqi’ah, Al Mulk, Al Kahfi dan


25sebagainya dan diarahkan supaya peserta didik memiliki kemampuan dan ketrampilan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut dengan baik dan benar, secara lisan maupun tulisan serta menumbuhkembangkan apresiasi terhadap hasil karya sastra dan budaya daerah, Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan di MTs Ma’arif 02 Sawangan Oleh karena itu, program muatan lokal yang dipilih Tafidz- Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran/Ketuntasan Minimal Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran, baik dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran ataupun modul ajar.Kriteria ketercapaian ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen, karena belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.Kriteria ini merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, pendidik tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak (misalnya, 75, 80, dan sebagainya) sebagai kriteria. Yang paling disarankan adalah menggunakan deskripsi, namun jika dibutuhkan, maka pendidik diperkenankan untuk menggunakan interval nilai (misalnya 70 - 85, 85 - 100, dan sebagainya).Dengan demikian, kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan pendidik dengan menggunakan beberapa pendekatan, di antaranya:a. Menggunakan deskripsi sehingga apabila peserta didik tidak mencapai kriteria tersebut maka dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran,b. Menggunakan rubrik yang dapat mengidentifikasi sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.c. Menggunakan skala atau interval nilai, atau pendekatan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya. Berikut adalah contoh-contoh pendekatan yang dimaksud. Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”Tiga pendekatan diatas bagaimana menentukan KKTP apakah peserta didik sudah mencapai tujuan pembelajaran sesuai kriteria ketercapaian peserta didik yang telah ditetapkan penjabarannya adalah sebagai berikut: Pendekatan 1: Menggunakan Deskripsi KriteriaDalam tugas menulis laporan, pendidik menetapkan kriteria ketuntasan: Laporan peserta didik menunjukkan kemampuannya menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara


26jelas. Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembacaDeskripsi Kriteria:Kriteria Tidak MemadaiMemadaiLaporan menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut.✓Laporan menunjukkan hasil pengamatan yang jelas. ✓Laporan menceritakan pengalaman secara jelas. ✓Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca.✓Kesimpulan: Peserta didik dianggap mencapai tujuan pembelajaran jika minimal 3 kriteria memadai. Jika ada dua kriteria masuk kategori tidak tuntas, maka perlu dilakukan intervensi agar pencapaian peserta didik ini bisa diperbaikiPendidik dapat menggunakan rubrik ini untuk kriteria dari tujuan pembelajaran seperti contoh di atas, atau dapat pula menggunakan tujuan- tujuan pembelajaran untuk menentukan ketuntasan CP pada satu fase. Pendekatan 2: Menggunakan Rubrikdalam tugas menulis laporan, pendidik menetapkan kriteria ketuntasan yang terdiri atas dua bagian: Isi laporan dan penulisan.Dalam rubrik terdapat empat tahap pencapaian, dari baru berkembang, layak, cakap hingga mahir.Dalam setiap tahapan ada deskripsi yang menjelaskan performa peserta didik.Pendidik menggunakan rubrik ini untuk mengevaluasi laporan yang dihasilkan oleh peserta didik.Rubrik Kriteria: Pendekatan 3: Menggunakan Interval NilaiUntuk menggunakan interval, pendidik dan/ atau Madrasah dapat menggunakan rubrik maupun nilai dari tes. Pendidik menentukan terlebih dahulu intervalnya dan tindak lanjut yang akan dilakukan untuk para peserta didik.1. Untuk nilai yang berasal dari nilai tes tertulis atau ujian, pendidik menentukan interval nilai. Setelah mendapatkan hasil tes, pendidik dapat langsung menilai hasil kerja peserta didik dan menentukan tindak lanjut sesuai dengan intervalnya.1. 0 - 40 % : Belum mencapai, remedial di seluruh bagian2. 41 - 65 % : Belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan3. 66 - 85 % : Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial4. 86 - 100% : Sudah mencapai ketuntasan,perlu pengayaan atau tantangan lebihBila peserta didik dapat mengerjakan 16 dari 20 soal (dengan bobot yang sama), maka ia mendapatkan nilai 80%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik tersebut sudah mencapai ketuntasan dan tidak perlu remedial.Pendidik dapat menggunakan interval nilai yang diolah dari rubrik. Seperti dalam tugas menulis laporan, pendidik dapat menetapkan empat kriteria ketuntasan:


271. menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut2. menunjukkan hasil pengamatan yang jelas3. menceritakan pengalaman secara jelas4. menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca.Untuk setiap kriteria terdapat 4 (empat) skala pencapaian (1-4). Pendidik membandingkan hasil tulisan peserta didik dengan rubrik untuk menentukan ketercapaian peserta didik.Kriteria Ketuntasan Belum Munculmuncul sebagian kecilsudah munculdi sebagianbesarterlihat padakeseluruhanteksMenunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut ✓Laporan menunjukkan hasil pengamatan yang jelas✓Laporan menceritakan pengalaman secara jelas.✓Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca.✓Pada contoh diatas, pendidik hanya menggunakan rubrik dan diambil kesimpulan bahwa peserta didik di atas sudah menuntaskan tujuan pembelajaran, karena sebagian besar kriteria sudah tercapai.3.2. Kokurikuler Pembelajaran kokurikuler bertujuan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi siswa. Kompetensi yang dimaksud adalah delapan dimensi profil lulusan yang selanjutnya dimaknai sebagai alur perkembangan kompetensi. Dalam merencanakan kokurikuler, diperlukan beberapa tahapan kerja :1. Penentuan Tim Kerja KokurikulerTahapan kerja pertama dalam pengembangan kegiatan kokurikuler adalah pembentukan tim kerja. Pembentukan tim ini dilakukan untuk memastikan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan kokurikuler berjalan secara terstruktur, kolaboratif, dan berkesinambungan.Dalam pelaksanaannya, tim ini berperan sebagai perancang, pengelola, sekaligus pendamping siswaselama proses kokurikuler berlangsung. Berikut pembagian peran dalam tim kerja kokurikuler.Pembagian Peran dalam Tim Kerja KokurikulerPeranKepala SatuanPendidikan• Memimpin penyusunan kesepakatan dan regulasi pendukung;• Menentukan koordinator kokurikuler;


28• Memimpin implementasi kegiatan kokurikulerdengan menjadi penanggung jawab;• Memimpin analisis kebutuhan untuk menentukan dimensi profil lulusan yang akan dikuatkan bersama koordinatordan guru kelas/ mata pelajaran;• Memimpin upaya keterlibatan semua pihak dan membangun jejaring kemitraan untuk keperluankegiatan kokurikuler.Pendidik (Koordinator dan Fasilitator)a Koordinator PembelajaranBerbasis Projek(Koordinator Kokurikuler)• mengembangkan kemampuan kepemimpinandalam mengelola kegiatan kokurikuler di satuanpendidikan;• membuka pintu kolaborasi dengan narasumber untuk memperkaya materi (masyarakat, komunitas, universitas, praktisi);• mengomunikasikan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, dan kebijakan pendidikan nasionalkepada lingkungan satuan pendidikan, orang tua siswa, dan mitra (narasumber dan organisasi terkait);• mengelola sistem pelaksanaan kegiatan kokurikuleryang dibutuhkan guru dan siswa• memastikan kolaborasi pembelajaran terjadi di antara para guru yang tergabung di dalam tim sebagaiaktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar;• memastikan kokurikuler memiliki aktivitas yangkaya dan beragam untuk mengoptimalkan prinsip eksploratif; dan• memastikan rancangan kokurikuler dan asesmenyang dilakukan sesuai dengan kriteria kesuksesan yang sudah ditetapkan.b Guru MataPelajaran/ Guru Kelas sebagai fasilitatorkokurikuler• Bersama-sama koordinator menyusun perencanaan dan melaksanakan kegiatan kokurikuler;• Menjadi aktivator, kolaborator, dan pengembangbudaya belajari siswa dalam kegiatan kokurikuler;• Melakukan asesmen kokurikuler.Tenaga Kependidikan Menyiapkan sarana dan prasarana pendukung.Warga satuan pendidikan lainnyaSebagai mitra dan ikut menjaga ekosistem yang kondusif.


292. Analisis Satuan PendidikanTahapan kerja selanjutnya adalah analisis satuan pendidikan. Kegiatan kokurikuler memiliki tujuan akhir untuk mencapai delapan dimensi profil lulusan melalui kurikulum satuan pendidikan, sehingga semua bentuk kegiatan kokurikuler berorientasi pada kebutuhan belajar siswa dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.Pemanfaatan analisis ketika menyusun kurikulum satuan pendidikan menjadi dasar perencanaan kegiatan kokurikuler. Analisis satuan pendidikan yang dimaksud dalam perencanaan kokurikuler merupakan analisis lanjutan yang berfokus untuk memetakan tujuan dan perencanaan kegiatan kokurikuler agar berbasis pada kebutuhan satuan pendidikan dan siswa. Analisis lanjutan untuk perencanaan kokurikuler terkait dengan kebutuhan belajar siswa, sumber daya yang dimiliki oleh satuan pendidikan, pemanfaatan sumber daya tersebut pada kegiatan kokurikuler, serta fasilitasi kebutuhan belajar siswa.Identifikasi kebutuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya kepala satuan pendidikan memimpin diskusi dengan pendidik, melakukan observasi, memeriksa dokumen hasil pembelajaran, dan analisis untuk mengidentifikasi delapan dimensi profil lulusan yang masih memerlukan penguatan. Dimensi yang masih memerlukan penguatan, cara melakukan penguatan, dan tindak lanjut dari kegiatan penguatan dimensi tersebut.Dalam melakukan analisis, satuan pendidikan perlu memperhatikan :i. Kesesuaian dengan kurikulum satuan pendidikan.ii. Minat dan bakat siswa serta capaian pembelajaran yang belum optimal dicapai dalam kegiatan intrakurikuler, sehingga dapat dioptimalkan pencapaiannya melalui kegiatan kokurikuler.iii. Sumber daya yang dimiliki atau dapat diakses oleh satuan pendidikan. Sumber daya yang dimiliki atau dapat diakses oleh satuan pendidikan meliputi: Sumber daya fisik (ruang kelas, lapangan, ruang pertemuan, laboratorium, dan lainnya) Sumber daya manusia (keahlian khusus yang dimiliki guru, orang tua, alumni, dan mitra belajar lainnya yang dapat dimanfaatkan) Sumber daya finansial (mempertimbangkan kondisi finansial satuan pendidikan dan kondisi sosial ekonomi keluarga siswa) Sumber daya lingkungan (memanfaatkan fasilitas dan daya dukung lingkungan fisik dan non fisik di sekitar satuan pendidikan seperti museum, sanggar, hutan kota, sawah, kebun perangkat desa, instansi pemerintah, dan lainnya)Secara khusus terkait pemanfaatan sumber daya lingkungan yang sifatnya bermitra. Ketika satuan pendidikan memanfaatkan sumber daya lingkungan sebagai mitra, perlu dipastikan mitra tetap mendapatkan umpan balik atau manfaat dari kegiatan kokurikuler yang dilakukan.iv. Kondisi kontekstual dan karakteristik sosial yang terkait dengan kehidupan keseharian siswa.3. Membuat perencanaan berdasarkan hasil analisisBerdasarkan analisis di atas, selanjutnya satuan pendidikan membuat perencanaan kegiatan kokurikuler dengan menentukan : a. Dimensi profil lulusan yang akan dipilih dalam kegiatan kokurikuler


30b. Tema dalam kegiatan kokurikulerc. Bentuk kegiatan kokurikuler Kegiatan kokurikuler diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk utama yang dapat dipilih dandikembangkan oleh satuan pendidikan sesuai dengan karakteristik siswa dan konteks satuan pendidikan. Kokurikuler pada pendidikan kesetaraan dilaksanakan paling sedikit melalui pemberdayaan dan keterampilan. Kokurikuler pada satuan pendidikan dapat diintegrasikandengan kegiatan intrakurikuler atau diberikan tema dan alokasi waktu tersendiri. Integrasidapat dilakukan selama tujuan dan hasil pembelajaran untuk memperkuat delapan dimensi profil lulusan.Ketiga bentuk utama kokurikuler adalah:1. Kegiatan kokurikuler melalui pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin merupakan kegiatan kokurikuler yang mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran/muatan pembelajaran dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan nyata siswa. Tujuannya adalah membantu siswa melihat keterkaitan antarilmu sebagai upaya mengembangkan delapan dimensi profil lulusan serta memperdalam pemahaman melalui pengalaman kontekstual. Tema yang akan digunakan dapat ditentukan oleh satuan pendidikan dengan didasarkan pada hasil analisis potensi dan kebutuhan satuan pendidikan serta dimensi profil lulusan yang perlu ditingkatkan. Berikut ini contoh kegiatan kokurikuler melalui pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu :Tabel : Kegiatan Kokurikuler Kolaboratif Lintas DisiplinNama KegiatanDeskripsi SingkatMata Pelajaran TerkaitPendekatan BBM & Pengalaman MendalamDomain Kompetensi yang DikembangkanProjek Mini“Kampung Sehat dan Bahagia”Siswa membuat miniatur/desain kampung ideal yang sehat, rukun, bersih, dan ramah lingkunganIPAS,Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, PJOK, SBdPBermakna: kontekstual dengan lingkungan sekitar Berkesadaran: pentingnya kolaborasi dan peran diri Menggembirakan: dilakukan sambil bermain peran & membuat karya kreatif Memahami: mengidentifikasi nilainilai penting di masyarakat Mengaplikasikan: menyusun dan menyampaikan  Keimanan & Ketakwaan: nilai gotong royong  Kewargaan: hidup bermasyarakat Penalaran Kritis: menganalisis masalah lingkungan Kreativitas: membuat miniatur/desain Kolaborasi: kerja tim Kemandirian: mengatur peran dalam kelompok Kesehatan: mencakup sanitasi, olahraga Komunikasi: presentasi hasil karya


31ide/desain kampung Merefleksi: diskusi apa manfaat hidup sehat dan rukunEkspedisi Pangan Sehat di SekolahkuSiswa melakukan eksplorasi makanan sehat, membuat menu sehat harian, dan menyajikannyaIPAS,Bahasa Indonesia, Matematika, PJOKBermakna: berhubungan dengan kehidupan seharihari Berkesadaran: pentingnya gizi & pola makan Menggembirakan: kegiatan memasak, menghias piring, dan bazar kecil Memahami: mengenal makanan bergizi Mengaplikasikan: membuat dan menyajikan menu sehat Merefleksi: pengalaman konsumsi makanan sehat Kesehatan: gizi seimbang Kreativitas: menghias dan menyajikan makanan Komunikasi: menjelaskan menu  Kemandirian: tugas individu dan kelompok  Kolaborasi: memasak bersama  Penalaran Kritis: menghitung takaran gizi  Kewargaan: berbagi makanan sehat  Keimanan: bersyukur atas rezeki makananPentas Mini “Aku Hebat”Siswa menampilkan karya seni (pantomim, puisi, cerita bergambar, gerak lagu) tentang kebiasaan anak hebatBahasa Indonesia, SBdP,Pendidikan Pancasila, PJOKBermakna: ekspresi nilai- nilai positif Berkesadaran: mengenali kekuatan diri dan orang lain Menggembirakan: bermain peran, berekspresi seni Memahami: nilai kebiasaan baik Mengaplikasikan: menampilkan peran seni Merefleksi: bagaimana perasaannya tampil dan belajar dari teman Keimanan & Ketakwaan: menghargai sesama  Kreativitas: menulis & menampilkan karya seni  Komunikasi: tampil percaya diri  Kemandirian: menyiapkan sendiri karya  Kolaborasi: kerja kelompok pertunjukan Penalaran Kritis: menghubungkan kebiasaan baik dengan dampaknya  Kesehatan: gerak lagu & pantomim  Kewargaan: menghargai karya temanCiri Kegiatan Kokurikuler ini: Fleksibel dalam pelaksanaan, bisa di dalam atau di luar jam pelajaran. Mengintegrasikan pembelajaran lintas mapel. Berfokus pada proses dan pengalaman belajar, bukan hanya produk akhir. Mengembangkan karakter, kompetensi, dan kepekaan sosial secara menyeluruh2. Kegiatan Kokurikuler melalui Gerakan 7 KAIHGerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) berbasis kebiasaan dan pembelajaran mendalam yang mengedepankan pembelajaran berkesadaran (mindful),


32bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Dalam rangka mencapai sebuah kebiasaan diperlukan pembiasaan, dan pembiasaan memerlukan ekosistem pendukung yang dilakukan bersama mitra yang disebut dengan Catur Pusat Pendidikan.Kegiatan kokurikuler G7KAIH ini fokus pada pembentukan karakter siswa melalui pembangunan pembiasaan positif yang dilakukan secara rutin, konsisten, dan terencana. Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi: a. Bangun pagi; b. Beribadah;c. Berolahraga; d. Makan sehat dan bergizi; e. Gemar belajar; f. Bermasyarakat, dan g. Tidur Cepat.Sebagai kegiatan kokurikuler, G7 KAIH bukan sekedar ajakan moral atau slogan harian, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter yang perlu dirancang melalui identifikasi kebutuhan, tujuan yang jelas, langkah pelaksanaan yang sistematis, pendampingan, dan asesmen untuk merefleksikan perubahan kebiasaan dan sikap siswa. Pada satuan PAUD, kegiatan kokurikuler G7KAIH dapat diintegrasikan dengan intrakurikuler selama tema dan kegiatan terkait dengan 7 KAIH.Berikut ini beberapa contoh kegiatan kokurikuler berbasis Gerakan 7 Kebiatasan Anak Indonesia Hebat :


Berikut ini kegiatan kokurikuler berbasis Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indruang exsplorasi serta kontekstualisasi belajar. Kegiatan dirancang dengaanMendalam ) dan memuat 8 Domain kopetensiJudul Kegiatan Kokulikuler “ 7 Hari Menjadi Anak Hebat No Kebiasaan Hebat Nama Kegiatan Deskripsi Kegiatan 1 Bangun Pagi Senam Pagi CeriaSiswa mengikuti senam pagi bersama sambil menyanyikan lagu-lagu semangat.MpdMd2 Beribadah Ruang Doa dan RefleksiSiswa diberi waktu khusus untuk berdoa, lalu menuliskan refleksi perasaannya hari itu di jurnal harian.MbMds3 BerolahragaPermainan Tradisional NusantaraSiswa bermain engrang, gobak sodor, dll dalam kelompok kecil untuk menumbuhkan semangat sportivitas.MsMjs4Makan Sehat dan BergiziCooking Class Mini: Piring MakankuSiswa menyiapkan bekal sehat bersama guru/ortu dan menjelaskan kandungan gizinya.MMme


33donesia Hebat yang menguatkan karaktere, membangun kopetensi dan memberi n pendekatan pembelajaran mendalam berbasis BBM ( Bermakna, Berkesadaran, : Tantangan Kebiasaan Baik di Sekolah”Pengalaman Belajar Prinsip BBMDomain Kompetensi yangDikembangkanMemahami pentingnya bangun pagi, Mengaplikasikan dengan datang pagi dan senam, Merefleksi manfaat bagi tubuh dan pikiran.Menggembirakan, BermaknaKesehatan, Kemandirian, KolaborasiMemahami pentingnya beribadah dan ketenangan batin, Mengaplikasikan lewat praktik doa, Merefleksi perasaan setelahnya.Berkesadaran, BermaknaKeimanan dan Ketakwaan, Kemandirian, KomunikasiMemahami makna olahraga sebagai pembelajaran karakter, Mengaplikasikan saat bermain jujur, Merefleksi nilai-nilai sportivitas.Menggembirakan, BermaknaKesehatan,Kolaborasi,KewargaanMemahami gizi seimbang, Mengaplikasikan dalam membuat bekal, Merefleksi efeknya bagi tubuh.Bermakna, MenggembirakanKesehatan, Penalaran Kritis, Komunikasi


5 Gemar BelajarPetualangan Ilmu: Kelas Luar RuangSiswa belajar sains atau IPAS di alam terbuka (kebun,taman sekolah) sambil mencatat danmembuat video pendek.Mkll✨ Ciri-Ciri Kegiatan:• Bermakna: Terhubung langsung dengan kehidupan sehari-ha• Berksadaran: Menguatkan kesadaran diri dan refleksi person• Menggembirakan: Dibalut dalam bentuk tantangan, permainPenutup:Kegiatan ini dapat dilakukan sebagai program mingguan, hariadan hasil karya dapat dijadikan portofolio penguatan karakter PERENCANAAN KOKURIKULER: BERSIH DAN SEHAT MADRASTema: Bersih dan Sehat Madrasahku Tujuan:1. Menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkun2. Meningkatkan pemahaman peserta didik tentang pentingnya kesehat3. Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara mandi4. Mengembangkan sikap gotong royong dan tanggung jawab sosial.


34Memahami materi dengan konteks nyata, Mengaplikasikan lewat tugas proyek, Merefleksi lewat diskusi kelas.Bermakna, MenggembirakanPenalaran Kritis, Kreativitas, Komunikasiari siswa.nal.nan, dan eksplorasi yang menyenangkan.an, atau tematik sesuai kebutuhan sekolah. Dokumentasi kegiatan, refleksi siswa, berbasis kurikuler dan kokurikuler.SAHKUngan madrasah.tan pribadi dan lingkungan.iri dan kolektif.


No. Nama Kegiatan Deskripsi Singkat Tujuan Spesifik 1 Gerakan Jumat BersihKegiatan bersih-bersih rutin setiap hari Jumat di seluruh area madrasah.- Melatih kerja samMenjaga kebersihakeindahan lingkungMemupuk rasa memterhadap madrasah.2 Lomba Kelas Terbersih & TersehatKompetisi antar kelas untuk menjaga kebersihan dan kerapian ruang kelas secara konsisten.- Mendorong tanggindividu.- Meniklim belajar yang nyaman.- Menjiwa kompetisi yan3. Pojok Hidup SehatSesi edukasi singkat tentang pola hidup sehat, nutrisi, dan kebersihan diri.- Memberikan pengpraktis tentang PHBMeningkatkan kesagizi seimbang.penyebaran penyakmadrasah.


35Waktu PelaksanaanPenanggung JawabIndikator Keberhasilanma tim.-an dan gan.-miliki .Setiap Jumat, pukul 07.00 -08.00Pembina OSIS & Guru Piket Lingkungan madrasah bersih dan rapi. Partisipasi seluruh peserta didik & guru. Tidak ada sampah berserakan setelah kegiatan.gung jawab nciptakan ngembangkan ng sehat.Penilaian setiap minggu. Pengumuman pemenang setiap bulan.Tim Kurikulum & Wali Kelas Setiap kelas memiliki jadwal piket. Nilai rata-rata kebersihan kelas meningkat. Peningkatan jumlah kelas yang meraih predikat \"terbersih.\"getahuan BS.-adaran akan >- Mencegah kit di Setiap hari Rabu, selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai.Dokter kecil & Guru UKS - Peserta didik mampu menjelaskan cara mencuci tangan yang benar. Kantin madrasah menjual makanan sehat. Angka peserta didik yang sakit menurun.


4 Daur Ulang Sampah KreatifWorkshop dan proyek daur ulang sampah organik dan anorganik.- Mengedukasi carasampah.- Menvolume sampah maMendorong kreativdidik.5. Kampanye Lingkungan MadrasahMerancang dan melaksanakan kampanye kreatif untuk mengajak warga madrasah peduli lingkungan.- Melatih kemampukomunikasi dan peMembangun kesadkolektif.- Menpartisipasi aktif wa


36a mengelola ngurangi adrasah.-vitas peserta Setiap semester (misalnya, selama 3-4 minggu).Guru Kesenian & Pramuka Terbentuknya bank sampah atau tempat pengolahan sampah. Hasil kerajinan tangan dari barang daur ulang. Peserta didik memahami konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).uan ersuasi.-daran ningkatkan arga madrasah.Setiap semester (misalnya, di bulan tertentu).Pembina OSIS & Guru Bahasa - Terpasangnya poster atau mading bertema lingkungan. - Terlaksananya seminar kecil tentang lingkungan. Adanya perubahan sikap positif terhadap lingkungan.


PROGRAM No Kelas Dimensi Profil Lulusan Topik Panca CintaJeKoku1 IX Keimanan dan Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa  Kewargaan Kesehatan Penalaran Kritis  Cinta Allah dan Rasulnya Cinta Ilmu Cinta Diri dan Sesama7 K2 IX Kreativitas  Kolaborasi  Kemandirian  Komunikasi Cinta Allah dan Rasulnya Cinta Kepada LinkunganCara TOTAL


Click to View FlipBook Version