37 KOKURIKULERenis urikulerBentuk Kegiatan Mata Pelajaran Terkait Alokasi WaktuKIAH Upacara Makan Sehat dan Bergisi Berolahraga BeribadahPAIPKnPJOKIPAIPS216 JP LainnyaTema- Project“Madrasah Bersih dan Sehat”IPAIPSSeni BudayaBahasa Indonesia144 JPL JP 360 JP
383. Kegiatan Kokurikuler melalui cara lainnyaBentuk kegiatan kokurikuler dalam kategori cara lainnya berupa kegiatan kokurikuler ciri khas satuan pendidikan berbasis konteks lokal dan kegiatan- kegiatan berbasis nilainilai satuan pendidikan, dan kegiatan satu disiplin ilmu yang dalam aktivitasnya terjadi kolaborasi beragam keilmuan dan keahlian. Dalam hal ini, satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan bentuk kegiatan kokurikuler lain yang sesuai dengan nilai-nilai satuan pendidikan, potensi satuan pendidikan, kebutuhan siswa, dan kontekslokal, sepanjang kegiatan tersebut memenuhi kriteria kokurikuler.Kegiatan yang dirancang oleh satuan pendidikan berdasarkan keunikan lokal, nilai-nilai khas satuan pendidikan, potensi yang berkembang di masyarakat sekitar, dan kekayaan budaya atau sosial di daerah tersebut. Misalnya, satuan pendidikan dapat menyelenggarakan kelas membatik, belajar permainan tradisional, praktik bertani atau berkebun, sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan lokal sekaligus menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan budaya sendiri. Kegiatan berdasarkan nilai-nilai khas lembaga atau yayasan, seperti nilai keislaman di satuan-satuan Pendidikan dan/atau pondok pesantren yang berafiliasi dengan lembaga keislaman, nilai kristiani di satuan pendidikan Kristen/Katolik, atau terafiliasi dengan Lembaga agama lainnya. Kegiatan dari monodisiplin seperti pagelaran seni, karena dalam aktivitas pagelaran seni terjadi kolaborasi keilmuan dan keahlian seni serta bidang lainnya yang mendukung.Bentuk kegiatan kokurikuler “cara lainnya” ini mengakui bahwa setiap satuan pendidikan memiliki identitas, konteks, dan kekuatan unik yang patut diangkat dan menjadi sumber belajar. Selama kegiatan tersebut dirancang secara terencana, melibatkan siswa secara aktif, terdapat asesmen yang relevan dengan mata pelajaran, serta berorientasi pada delapan dimensi profil lulusan, maka kegiatan tersebut merupakan kokurikuler.1.2.Ekstra Kurikuler Ekstrakurikuler bukanlah sekadar kegiatan tambahan, melainkan sebuah instrumen pedagogis yang berperan dalam memperkaya pengalaman belajar, memfasilitasi interaksi sosial, dan menyiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan di masa depan.Program ekstrakurikuler berlandaskan pada keyakinan bahwa setiap peserta didik memiliki bakat dan minat yang beragam. Dengan menyediakan berbagai pilihan kegiatan, madrasah memberikan kesempatan yang adil bagi setiap individu untuk menemukan dan mengasah keunggulan diri mereka. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pendidikan yang berpusat pada peserta didik, di mana mereka menjadi subjek aktif dalam proses pembelajaran.Melalui kegiatan ekstrakurikuler, peserta didik diajak untuk mengembangkan kecerdasan majemuk, baik itu kecerdasan kinestetik (olahraga), musikal (seni), interpersonal (organisasi), maupun intrapersonal (minat khusus). Hal ini juga menjadi media efektif untuk menanamkan
39nilai-nilai Pancasila, seperti kerja sama (gotong royong), kepemimpinan, dan kedisiplinan, dalam situasi yang lebih kontekstual dan praktis.Tujuan Kurikuler Rancangan ekstrakurikuler ini bertujuan untuk: Mengembangkan Bakat dan Minat: Memberikan wadah bagi peserta didik untuk mengeksplorasi dan mengasah bakat serta minat mereka di luar kurikulum akademik. Membentuk Karakter Positif: Membangun karakter-karakter penting seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, dan kepemimpinan. Meningkatkan Keterampilan Hidup (Life Skills): Membekali peserta didik dengan keterampilan praktis seperti berpikir kritis, memecahkan masalah, dan beradaptasi dalam tim. Mendorong Prestasi: Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berprestasi di tingkat madrasah, daerah, hingga nasional.3.3.1. Prosedur pemilihan dan strategi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Ekstra kurikuler bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan ekstra kurikuler difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial belajar, dan pengembangan karir peserta didik. kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) merupakan bagian penting dalam pendidikan siswa. Ekskul tidak hanya membantu siswa mengembangkan bakat dan minat mereka, tetapi juga mengajarkan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Oleh karena itu, penting untuk memiliki prosedur yang jelas dan strategi yang efektif dalam memilih dan melaksanakan ekskul.Berikut prosedur dan strategi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler:a) Prosedur pemilihan kegiatan ekstrakurikuler 1. Tahap Perencanaan (Maret - April)Tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan menyiapkan fondasi yang kuat sebelum ekskul dimulai, untuk memastikan ekskul yang ditawarkan relevan dan diminati siswa. Identifikasi Kebutuhan dan Minat Siswa: Pembentukan Tim Pelaksana: Penyusunan Anggaran:2. Tahap Pemilihan dan Penetapan (Mei)usulan ekskul dikurasi dan diputuskan untuk dijalankan.
40 Kurasi dan Seleksi Ekskul Pemilihan Pembina/Fasilitator: Penyusunan Program Ekskul:3. Tahap Pelaksanaan (Juli - Juni)Tahap ini berfokus pada implementasi ekskul yang telah dipilih. Sosialisasi dan Pendaftaran: Pelaksanaan Kegiatan: Pemantauan dan Pendampingan:4. Tahap Evaluasi dan Pelaporan (Desember & Juni)Tahap ini berfokus pada pengukuran keberhasilan dan perbaikan berkelanjutan. Evaluasi Berkala: Pelaporan dan Rekomendasi:b) strategi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikulerstrategi dirancang untuk memaksimalkan manfaat ekskul bagi siswa dan sekolah. Strategi pelaksanaan yang matang akan memastikan kegiatan ekstrakurikuler berjalan lancar dan mencapai tujuannya. Berikut adalah beberapa strategi utama:1. Penentuan Jadwal yang Efektif:o Susun jadwal kegiatan yang tidak mengganggu jam pelajaran utama dan tidak membebani siswa.o Pertimbangkan durasi dan frekuensi kegiatan agar siswa dapat berpartisipasi tanpa merasa terlalu lelah.o Komunikasikan jadwal ini dengan jelas kepada semua pihak yang terlibat.2. Perekrutan dan Pelatihan Pembina:o Pilih pembina atau pelatih yang kompeten dan berdedikasi. Mereka bisa berasal dari guru sekolah atau profesional dari luar.o Pastikan pembina memiliki pemahaman yang baik tentang tujuan kegiatan dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif.o Berikan pelatihan kepada pembina secara berkala untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka.3. Sistem Pendaftaran dan Absensi yang Jelas:o Buatlah sistem pendaftaran yang mudah diakses oleh siswa.o Terapkan sistem absensi untuk memantau partisipasi siswa dan memastikan mereka konsisten dalam mengikuti kegiatan.o Data absensi ini juga dapat digunakan untuk evaluasi program.
414. Evaluasi dan Pelaporan Berkala:o Lakukan evaluasi terhadap setiap kegiatan ekstrakurikuler, baik dari sisi siswa, pembina, maupun orang tua.o Gunakan data evaluasi untuk mengukur keberhasilan program dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.o Buat laporan berkala tentang perkembangan kegiatan ekstrakurikuler dan bagikan kepada manajemen sekolah serta orang tua. Ini akan menunjukkan transparansi dan akuntabilitas.3.3.2. Jenis dan pelaksanaan Program Ekstrakurikuler a Jenis Program.Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan penunjang di MTs Ma’arif 02 Sawangan sebagai suplemen dalam pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan peserta didik sesuai dengan bakat dan minat serta kompetensi lainnya. Kegiatan Ekstrakurikuler ada 2 macam yaitu ekstrakurikuler wajib dan pilihan. Ekstrakurikuler wajib yaitu kepramukaan dan ekstrakurikuler pilihan yang dikembangkan dan diselenggarakan sesuai bakat dan minat pelajar. Kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan wajib diikuti seluruh pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan secara blok, aktualisasi dan reguler. Kegiatan ekstra wajib untuk pendidikan kepramukaan sebagai suplemen pencapaian profil pelajar Pancasila. Ekstrakurikuler wajib kepramukaan ini wajib diikuti oleh semua pelajar (kelas VII) dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran tiap minggu.Kegiatan ekstrakurikuler MTs Ma’arif 02 Sawangan meliputi:- Exstra kurikuler WajibNo Exstra kurikuler Tujuan Waktu Pe;aksanaan Hari1. Pramuika Mengembangkan jiwa kepemimpinan pada pelajar. Sebagai wadah berlatih organisasi. Melatih pelajar agar terampil dan mandiri. Mengembangkan jiwa sosial dan peduli kepada orang lain. Melatih pelajar untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat.14.00-16.00 Jum’at
42 Mengenalkan beberapa usaha pelestarian alam, sikap ramah terhadap lingkungan, kebiasaan diri hidup bersih dan sehat.2. Diniyah Penguatan Akidah dan Akhlak: Memperkuat keimanan peserta didik melalui pemahaman yang mendalam tentang akidah Islam. Peningkatan Kemampuan Beribadah: Melatih peserta didik untuk menjalankan ibadah wajib dan sunah dengan cara yang baik dan benar. Penguasaan Ilmu-Ilmu Agama Dasar: Memberikan pemahaman dasar tentang ilmu-ilmu Islam, seperti fiqih, tafsir, dan hadis.14.00-16.00 Kamis- Exstra kurikuler PilihanNo Exstra kurikuler Tujuan Waktu Pe;aksanaan HariQoshidah Rebana Al Banjari Pelajar memiliki kemampuan untuk bermain musik rebana al banjari Pelajar memiliki kemampuan melantunkan lagu-lagu/ qosidah Islami Pesertadidikmemiliki kemampuan untuk tampil di depan audien dengan penuh percaya diri Terwujudnya kepedulianterhadap pelestarian
43lingkungan dan pencegahan terhadap kerusakan dan pencemaran lingkunganPencak Silat Pengembangan Fisik dan Kesehatan:- Meningkatkan kondisi fisik siswa, seperti kekuatan, kelincahan, daya tahan, dan fleksibilitas tubuh.- Membiasakan siswa untuk berolahraga secara teratur sehingga menciptakan gaya hidup sehat.- Membantu menyalurkan energi berlebih siswa ke dalam aktivitas positif. Pembentukan Karakter dan Disiplin:- Menanamkan nilai-nilai luhur dalam diri siswa, seperti rasa hormat kepada guru dan sesama, kejujuran, dan kesatriaan.- Melatih kedisiplinan melalui aturan dan tata tertib latihan yang ketat.- Membangun mental yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Penguasaan Bela Diri dan Keterampilan:- Membekali siswa dengan teknik-teknik
44dasar Pencak Silat untuk melindungi diri sendiri (bela diri).- Melatih siswa untuk mengontrol diri dan emosi agar tidak menyalahgunakan keterampilan yang dimiliki. Pelestarian Budaya dan Nasionalisme: Mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesiamelalui Pencak Silat, yang merupakan seni bela diri asli Nusantara. Menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Menciptakan generasi penerus yang peduli dan mau melestarikan warisan budaya bangsa.Qiro’ah Pelajar memiliki pengetahuan dasar tentang Qiro’ah Pelajar memiliki kemampuan melantunkan Qiro’ah Pelajar memiliki kemampuan untuk tampil di depan audien dengan penuh percaya diri
45b Strategi Pelaksanaan ekstra1. Perencanaan dan Pembentukan Tim Identifikasi Kebutuhan: Lakukan survei atau diskusi dengan siswa, guru, dan orang tua untuk mengetahui minat dan bakat mereka. Tentukan jenis ekskul apa saja yang paling diminati dan relevan dengan tujuan sekolah. Pembentukan Komite Pelaksana: Bentuk tim yang terdiri dari perwakilan guru, siswa, dan orang tua. Tim ini bertugas merumuskan tujuan, menyusun program, dan mengawasi pelaksanaannya. Penentuan Pelatih/Pembina: Pilih pelatih atau pembina yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki kemampuan mendidik dan membangun karakter siswa.2. Pelaksanaan Program Jadwal yang Fleksibel: Susun jadwal yang tidak memberatkan siswa. Hindari bentrokan dengan jam pelajaran utama atau kegiatan sekolah lainnya. Kurikulum yang Terstruktur: Meskipun ekskul, tetap butuh kurikulum yang jelas. Mulai dari materi dasar, menengah, hingga lanjutan. Hal ini membantu siswa melihat progres belajar mereka. Metode Pembelajaran yang Menarik: Gunakan metode yang interaktif, seperti praktik langsung, permainan, atau proyek kolaborasi. Hindari metode ceramah yang monoton.3. Evaluasi dan Pengembangan Evaluasi Berkala: Lakukan evaluasi setiap bulan atau per semester. Kumpulkan masukan dari siswa, orang tua, dan pembina. Gunakan masukan ini untuk memperbaiki program. Pemberian Penghargaan: Berikan apresiasi kepada siswa yang berprestasi, misalnya dengan sertifikat atau piala. Ini akan memotivasi mereka untuk terus belajar. Tindak Lanjut dan Inovasi: Berdasarkan hasil evaluasi, lakukan perbaikan. Jika ada ekskul yang kurang diminati, pertimbangkan untuk menggantinya dengan ekskul baru yang lebih relevan.Dengan menerapkan strategi ini, diharapkan kegiatan ekskul dapat berjalan lebih efektif, terstruktur, dan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan siswa.3.4. Program dan Kegiatan Pembiasaan Kegiatan pembiasaan dan pendukung adalah kegiatan yang dilakukan untuk menguatkan intrakurikuler madrasah (baik mata pelajaran maupun kurikulum berbasis Cinta serta
46Rahmatan Lil Alamin, serta untuk membiasakan diri melakukan kegiatan-kegiatan yang baik berdasarkan Islam Rahmatan Lil Alamin.Kurikulum Berbasis Cinta dapat diimplementasikan di dalam pembelajaran dan diluar pembelajaran. Untuk diluar pembelajaran dapat dilaksanakan pada kegiatan salah satunya adalah kegiatan pembiasaaan siswa yaitu bertujuan melahirkan insan-insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan. Kegiatan pembiasaaan ini diharapkan dapat mendukung keterbukaan, kejujuran, dan kemampuan berdialog dalam suasana saling mendukung, terutama di saat sulit, dengan memahami bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Interaksi yang dibangun penuh perhatian, pengertian, dan dukungan untuk berkembang bersama, mencerminkan kepedulian tanpa pamrih yang menciptakan kenyamanan, kepercayaan, serta keamanan emosional yang dapat dilakukan dalam kegiatan pembiasaaan. Dalam Kegiatan pembiasaan dapat ditanamkan penghormatan terhadap perbedaan, menciptakan komitmen berdasarkan kepercayaan dan tanggung jawab, serta mewujudkan rasa cinta tanpa batas tempat dan waktu. Lebih jauh, kurikulum ini menanamkan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang latar belakang, cinta terhadap alam sebagai wujud ibadah, dan penerimaan terhadap keberagaman dalam pendapat, keyakinan, maupun perilaku. Di sisi kebangsaan, kurikulum ini menumbuhkan cinta terhadap tanah air melalui penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan, budaya, dan kearifan lokal, menjaga persatuan dan kedaulatan, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.Kegiatan Kurikulum Berbasis Cinta diluar Pembelajaran dlam kegiatan pembiasaanBentuk Kegiatan Implementasi KBCCinta kepada Allah Swt. (Hubbullah)Cinta kepada Rasulullah saw. (Hubburrasul)Cinta kepada Diri Sendiri (Hubbunnafs)Cinta kepada Sesama (Hubbunnaas)Cinta kepada Lingkungan (Hubbulbiah)Cinta kepada Bangsa dan Negara (Hubbul wathan wal bilad)Iklim Sekolah / MadrasahPembiasaan zikir dan berdoa.Bertindak, berucap, dan berpenampilan mengikuti teladan Rasulullah saw.Pembiasaan cuci tangan 7 langkah sebelum dan sesudah makan.Pembiasaan salam, senyum, sapa, sopan, dan santun.Jumat bersihPembiasaan upacara bendera.Pembiasaan Pembiasaan membaca selawat Nariyah.Kantin sehat yangKunjungan sosial: kunjungan kepada yang sakit Program Adiwiyata: program daur ulang dan pengurangaPembiasaan
47dan takziyah.n sampah plastik, pembuatan biopori, kompos, eco enzyme, pemanfaata nmembaca Asmaul Husna.halalan thayyiban.ESQ untuklimbah wudu untukmembaca naskah teks Pancasila.Pembiasaan membaca doadoa harian.Jumat bersih.meningkatkan keseimbangan emosi dan mental.kolam ikan dan menyiram tanaman, penghijauan area madrasah.Pembiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya.Pembiasaan tadarus AlQur’an.Makan dengan menu gizi seimbang.Lomba kebersihan kelas (penilaian oleh guru setiap mata pelajaran) selama enam bulan melalui ejurnal guru) dan dengan tiga bendera: hijau (sangat bersih), kuning (bersih), dan merah (kotor).Pembacaan naskah teks Korps Pegawai Republik Indonesia.Pembiasaan salat duha.Minum tablet tambah darah.Pentas seni kemerdekaan.Pembiasaan salatProgram LiterasiLomba poster digital tema PHBN.zuhur. untuk menambah wawasan diri: Membaca dan mendiskusikan buku bertema inspiratif tentang cinta dan kepedulian.Berseragam batik khas satu kali dalam satu pekan untuk meningkatkan kecintaan dan kepedulian Pembiasaan salat tarawih saat bulan Ramadan di madrasah secara bergilir tiap kelas.ESQ untuk menumbuhkan motivasi dan semangat hidup.
48Emotional Spiritualpeserta didik terhadap pelestarian budaya batik.Quotient (ESQ) di awal dan akhir tahun ajaran untuk membentuk karakter berbasis nilai spiritual dan menguatkan hubungan dengan Allah Swt.selain program diatas madrasah juga mempunyai kegiatan Program pembiasaan dan pendukung lainnya yang ada di MTs Ma’arif 02 Sawangan diantaranyaNo Nama KegiatanWaktu Profil pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamiin1 Peringatan Hari Besar IslamSesuai Jadwal / kalenderBeriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, Berakhlak Mulia2 Peringatan Hari Besar NasionalSesuai Jadwal / kalenderBergotong royong Mandiri Bernalar kritisKreatif3 Shalat Dhuha Setiap Pagi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YMEBerakhlak Mulia4 Istighasah,Yasin dan TahlilHari Jumat Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YMEBerakhlak Mulia5 Kultum Setelah Shalat dhuhur Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YMEBerakhlak Mulia Berkebhinekaan Global Bergotong royongMandiri6 Shalat Dhuhur BerjamaahSetiap Hari Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YMEBerakhlak Mulia7 Pembiasaan Doa di Awal dan Ahir KegiatanSetiap Hari Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YMEBerakhlak Mulia8 Jumat Beramal Setiap Jumat Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YMEBerakhlak MuliaBergotong-royong
499 Semarak Ramadhan Bulan Ramadhan Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, Berakhlak Mulia Bergotong-royong Mandiri13 Bhakti Sosial Seminggu sekali Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME,Berakhlak MuliaBergotong-royong14 Latihan Dasar Kepemimpinan PelajarAwal Tahun Ajar Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esaberakhlak mulia Berkebhinekaan Global Bergotong royongMandiri15 Classmeeting Akhir Semester Mandiri Bernalar kritisKreatif3.5. Pengaturan Beban Belajar dan Kalender Pendidikan Pengaturan beban belajar dan kalender pendidikan adalah dua komponen krusial dalam menyusun Kurikulum Operasional Madrasah (KOM). Keduanya berfungsi sebagai pedoman utama bagi sekolah untuk merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Jika diibaratkan, pengaturan beban belajar adalah \"menu\" dari semua mata pelajaran dan kegiatan yang harus disajikan, sementara kalender pendidikan adalah \"jadwal\" kapan menu tersebut akandisajikan sepanjang tahun.3.5.1. Pengaturan Beban Belajar Beban belajar merujuk pada keseluruhan waktu yang dibutuhkan peserta didik untuk mengikuti semua kegiatan pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Ini mencakup waktu untuk mata pelajaran, proyek, ekstrakurikuler, dan kegiatan lainnya yang dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam penyusunan KOM, sekolah memiliki otonomi untuk mengatur beban belajar sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan potensi peserta didiknya.Pengaturan beban belajar dan muatan pembelajarannya di MTs Ma’arif 02 Sawangan diatur sebagai berikut:No MuatanPembelajaranBebanBelajar Pengaturan
501.IntrakurikulerWajiba. Beban belajar ini memuat semua mata pelajaran yang bersifat nasional.b. Materi pembelajaran setiap mata pelajaran mengacu pada CapaianPembelajaran. c. Diatur dalam kegiatan regular.Tambahan/Mulok/Kekhasan Madrasaha. Memuat mata pelajaran Bahasa Daerah (Bahasa Jawa) yang sesuai karakterisrik Provinsi Jawa Tengah dan Riset.b. Diatur dalam kegiatan reguler.c. Ke NU and. Aswajae. tafidz2.KokurikulerWajiba. bisa dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan atau pengayaan kegiatan intrakurikulerdalam rangka pengembangan karakterdan kompetensis peserta didik. b. tema disesuaikan dengan kearifan lokal madrasahc. Tidak perlu membuat modul projek 3EkstrakurikulerTambahanMemiliki muatan yang menjadi kebutuhan pengembangan potensi sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik dan disesuaikan dengan karakteristik MTsMa’arif 02 Sawangan
51RINCIAN MINGGU EFEKTIFMTS MA’ARIF 02 SAWANGANSEMESTER 1TAHUN PELAJARAN 2025/20261. Jumlah Minggu dalam Satu SemesterNo Nama Bulan Jumlah Minggu MingguKeteranganTidak Efektif Efektif1 Juli 2025 5 2 3 -2 Agustus 4 - 4 -3 September 4 - 4 -4 Oktober 5 5 -5 November 4 2 2 -6 Desember 5 5 - -Jumlah 27 9 182. Minggu Tidak EfektifNo Uraian Kegiatan Jumlah (Minggu) Keterangan1 Libur Semester 2 TP 2024/2025 2 Juli, Minggu ke – 1 dan ke-22 Matsama TP 2025/2026 1 Juli Minggu ke- 33 Peringatan HUTRI 2025 1 Agustus Minggu ke 34 Penialain Akhir Semester 1 Desember, Minggu ke 1,25 Pengolahan dan Pembagian Rapor 2 Desember, Minggu ke 1,26 Libur Semester 1 TP 2025/2026 2 Desember, Minggu ke-3 dan 4Jumlah 93. Jumlah Jam Efektif Jumlah jam efektif = jumlah minggu efektif X jam pelajaran per minggu RINCIAN MINGGU EFEKTIFMTS MA’ARIF 02 SAWANGANSEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2025/20264. Jumlah Minggu dalam Satu SemesterNo Nama Bulan Jumlah Minggu MingguKeteranganTidak Efektif Efektif1 Januari 26 4 - 4 -2 Februari 4 - 4 -3 Maret 4 2 2 -4 April 5 1 4 -5 Mei 4 2 2 -6 Juni 4 4 - -Jumlah 25 9 16
525. Minggu Tidak EfektifNo Uraian Kegiatan Jumlah (Minggu) Keterangan1 Libur hari puasa 1 Maret, minggu ke 32 Libur hari raya 1 Maret, minggu ke 43 ASAT kelas IX 1 April minggu ke 34 Assesmen Madrasah ( TKA ) 1 Mei, minggu ke-25 Penilaian sumatif 1 Mei, minggu ke-4, Juni ke 16 Pengelolaan raport 2 Juni, minggu ke 1,27 Libur kenaikan kelas 2 Juni, minggu ke-3 dan ke-4Jumlah 96. Jumlah Jam EfektifJumlah jam efektif = jumlah minggu efektif X jam pelajaran per minggu = 3.5.2. Kalender Pendidikan Kalender pendidikan adalah jadwal kegiatan tahunan sekolah yang mencakup awal dan akhir tahun ajaran, libur nasional, libur semester, hingga jadwal penilaian dan kegiatan lainnya. Kalender ini menjadi peta jalan bagi seluruh warga sekolah—guru, peserta didik, dan orang tua—untuk memahami alur waktu pembelajaran sepanjang tahun.Setiap permulaan Tahun Ajar, tim pengembang kurikulum Madrasa menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di Madrasah mengacu kepada standar isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik Madrasah, kebutuhan pelajar dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah daerah.Penetapan Kalender Pendidikan MTs Ma’arif 02 Sawangan Tahun Ajaran 2025/2026 adalah sebagai berikut:1. Permulaan tahun ajaran Tahun Ajaran 2025/2026 dimulai bulan Juli 2025 dan berakhir bulan Juni tahun 20262. Hari libur Madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama dalam hal yang berkait dengan hari raya keagamaan Kabupaten Magelang3. Pemerintah Pusat/ Provinsi/ Kota dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuansatuan pendidikan.4. Kalender pendidikan MTs Ma’arif 02 Sawangan disusun berdasarkan kebutuhan dan kegiatan-kegiatan Madrasah disesuaikan peraturan dan kalender kegiatan pemerintah Kabupaten MagelangDan kalender pendidikan yang disusun Kemenag Provinsi Jawa Tengah
53
Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu 2 3 5 1 6 7 9 1 2 4 7 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 2 0 2 3 2 6 1 8 2 1 2 7 3 0 2 5 2 8 3 1Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu1 1 4 5 2 3 5 6 8 8 1 1 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 1 6 1 9 2 2 2 2 2 5 2 3 2 6 2 9 2 9 3 0 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 8 9 1 1 1 4 5 6 9 1 5 1 8 2 1 1 3 1 6 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 9 2 7 3 0 17 Agustus 22-31 Desember 2025 Libur Semester Gasal 18-21 Agustus Gladi bersih AN M Ts 25-26 Desember 2025 Kelahiran Yesus Kristus da25-28 Agustus Pelaksanaan AN M Ts 1 Januari 2026 Tahun Baru M asehi 5 September 2025 M aulid Nabi M uhammad SAW 1-3 Januari 2026 Libur Semester Gasal Gladi bersin AN M I Tahap 1 3 Januari 2026 5 Januari 2026 28 Oktober 2025 Hari Sumpah Pemuda 30-31 M aret 2026 Rentang waktu UM M A (p
54 Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu1 2 5 1 3 4 8 9 1 2 5 7 8 1 11 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 2 3 2 6 1 9 2 2 2 5 3 0 2 6 2 9 Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu1 2 1 3 4 6 7 5 6 8 9 8 1 1 1 41 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 0 2 3 2 2 2 5 2 8 2 7 3 0 1 2 1 2 3 4 5 6 4 5 7 8 7 9 1 0 1 3 1 2 1 5 1 4 1 7 2 01 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 6 2 9 2 8 * April 2026 Pelaksanaan TKA M Ts, M Ian Cuti Bersama 1 M ei 2026 Hari Buruh Internasional2 M ei 2026 Hari Pendidikan Nasional4-23 M ei 2026 Rentang waktu UM M Ts, M I (perkiraan) Disalin oleh 14 M ei 2026 Kenaikan Yesus Kristus 20 M ei 2026 perkiraan) 23 Juni 2026 Awal libur akhir tahun ajaran (s.d 11 Juli 2026) HL : 4 HE : 27
55LEMBAGA PENDIDIKAN MA'ARIF NUMADRASAH TSYANAWIYAH MA'ARIF 02 SAWANGANNSM : 121233080027 NPSN :20331499Alamat : Bengan Kidul, Mangunsarim, sawangan 56481 mail :@mrf02swg.comKALENDER KEGIATAN MADRASAHSEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2025/2026Juli 2025 TANGGAL JENIS KEGIATANAha Sen Sel Rab Kam Jum Sab1 2 3 4 5 1- 5 Penyusunan KOM 2025/20266 7 8 9 10 11 12 1 - 12 Libur semester genap13 14 15 16 17 18 19 10- 12Penyusunan Jadwal pelajaran20 21 22 23 24 25 26 14Awal Masuk/Permulaan Tahun ajaran 2025/202627 28 29 30 31 14 - 19 Rentang waktu MATSAMAHK : 31 HE : 15 HBE PEKAN EFEKTIF :Agustus 2025 TANGGAL JENIS KEGIATANAha Sen Sel Rab Kam Jum Sab1 2 17 HUT Kemerdekaan RI3 4 5 6 7 8 910 11 12 13 14 15 1617 18 19 20 21 22 2324 25 26 27 28 29 3031HK : 31 HE : 26 HBE PEKAN EFEKTIF :September 2025 TANGGAL JENIS KEGIATANAha Sen Sel Rab Kam Jum Sab1 2 3 4 5 6 5 Maulid Nabi Muhammad SAW7 8 9 10 11 12 1314 15 16 17 18 19 2021 22 23 24 25 26 2728 29 30HK : 30 HE : 24 HBE PEKAN EFEKTIF :Oktober 2025 TANGGAL JENIS KEGIATANAha Sen Sel Rab Kam Jum Sab1 2 3 45 6 7 8 9 10 1112 13 14 15 16 17 18 14 - 19perkiraan Penilaian Tengah semester gasal19 20 21 22 23 24 25
5626 27 28 29 30 31HK : 31 HE : 27 HBE PEKAN EFEKTIF :November 2025 TANGGAL JENIS KEGIATANAha Sen Sel Rab Kam Jum Sab12 3 4 5 6 7 89 10 11 12 13 14 1516 17 18 19 20 21 2223 24 25 26 27 28 29 25 - 30Rentang Penilaian Akhir Semester Gasal30HK : 30 HE : 26 PEKAN EFEKTIF :Desember 2025 TANGGAL JENIS KEGIATANAha Sen Sel Rab Kam Jum Sab1 2 3 4 5 6 06 Jan Rentasng ASAS Gasal7 8 9 10 11 12 13 9 - 19 Pengelohan Raport SMT Gasal14 15 16 17 18 19 20 21 Pembagian Raport SMT Gasal21 22 23 24 25 26 27 03 Januari Libur SMT Gasal28 29 30 31HK : 31 HE : 6 PEKAN EFEKTIF : Sawangan,14 Juli 2025 Kepala Madrasah Nur Hidayati, S.Pd.I
57Aha Sen Sel Rab Kam Jum Sab1 2 3 45 6 7 8 9 10 1112 13 14 15 16 17 1819 20 21 22 23 24 25 2 9 Aha Sen Sel Rab Kam Jum Sab12 3 4 5 6 7 89 10 11 12 13 14 1516 17 18 19 20 21 2223 24 25 26 27 28 2930 31 1 4 Perkiraan TKA6 7 8 9 10 11 12 Perkiraan Asat13 14 15 16 17 18 1920 21 22 23 24 25 26 Aha Rab Kam Jum 1 2 3 9 1 2 6 8 9 Nur Hidayati, S.Pd.I Mei 2025 TANGGAL JENIS KEGIATAN1 Hari Buruh NasionalHK : 30 HE : 20 HBE 18 PEKAN EFEKTIF : 421- 26 TANGGAL 15HK : 31 HE : 18 HBE PEKAN EFEKTIF :24-29 Libur Hari Raya Idul Fitri 20,21 Hari Raya Idul FitriHK : 28 HE : 24 HBE 17 PEKAN EFEKTIF : 4 16 Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW1 Tahun Baru Masehi 20262 Awal Masuk SMT 2 T.A 2025/20263 HAB kemenagJanuari 2025 TANGGAL JENIS KEGIATANAlamat : Bengan Kidul, Mangunsarim, sawangan
58BAB IV.PERENCANAAN PEMBELAJARAN4.1. Strategi Pengelolaan Pembelajaran Pengelolaan pembelajaran yang efektif dan efisien sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang maksimal. Berikut adalah penjabaran lebih lanjut tentang beberapa strategi pengelolaan pembelajaran yang perlu diterapkan:1. Penyusunan dan Penyesuaian Program Tahunan, Semester, dan MingguanTujuan : Penyusunan program pembelajaran harus dilakukan dengan baik agar pembelajaran berlangsung terstruktur dan terorganisir.Implementasi: Program tahunan dirancang dengan memperhatikan kebutuhan kurikulum nasional dan visi madrasah, mencakup tujuan pembelajaran utama sepanjang tahun ajaran. Program semester memfokuskan pada materi yang lebih spesifik dan pengukuran capaian pembelajaran setiap semester, serta evaluasi secara periodik. Program mingguan mendetailkan perencanaan materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan asesmen yang dilakukan dalam minggu-minggu tertentu. Ini juga memastikan bahwa setiap topik diajarkan dengan waktu yang optimal. Penyesuaian program dilakukan jika ada perubahan situasi atau kebutuhan khusus peserta didik, termasuk waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan topik-topik tertentu atau memberi perhatian khusus pada bidang yang membutuhkan penguatan.• Penyusunan rencana pembelajaran untuk setiap semester yang berfokus pada tema-tema besar yang ingin dicapai, dengan penyesuaian jika ada pergeseran waktu, misalnya akibat ujian atau liburan panjang.2. Penjadwalan Kelas Reguler, Penguatan Karakter, Kegiatan Deep Learning, dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Tujuan: Penjadwalan yang seimbang antara kelas akademik, penguatan karakter, dan kegiatan lainnya, serta memastikan penerapan nilai-nilai positif dalam pembelajaran. Implementasi:o Penjadwalan kelas reguler mengacu pada kurikulum yang sudah ditetapkan, mencakup pembelajaran inti sesuai dengan mata pelajaran.o Penjadwalan untuk penguatan karakter harus dilakukan secara terjadwal dan terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, dengan mencakup aspek kepribadian, akhlak, serta nilai-nilai sosial yang sesuai dengan ajaran Islam.o Kegiatan deep learning menjadi bagian penting yang mendalam, seperti eksplorasi topik-topik dalam bentuk diskusi, penelitian, atau proyek. Pendekatan ini mendalam agar peserta didik benar-benar memahami materi, bukan hanya sekadar menghafalnya.
59o 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat, Gemar Belajar, Bermasyarakat, Tidur Cepat) harus diterapkansecara rutin, baik melalui pengajaran langsung maupun pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.Memasukkan kegiatan olahraga di pagi hari setelah kegiatan ibadah untuk membiasakan peserta didik menjaga kesehatan, serta menyisipkan kegiatan diskusi kelompok dalam kelas untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis mereka.3. Supervisi Akademik dan Pendampingan Berkelanjutan oleh Pengawas dan Kepala Madrasah• Tujuan: Meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan bahwa standar pembelajaran yang tinggi tetap tercapai di madrasah.• Implementasi:o Supervisi akademik dilakukan secara teratur oleh pengawas dan kepala madrasah untuk memantau efektivitas proses pembelajaran di kelas. Hal ini termasuk mengevaluasi strategi pengajaran, materi yang digunakan, serta kemajuan siswa.o Pendampingan berkelanjutan bagi guru dalam bentuk pelatihan, workshop, atau pembimbingan secara langsung. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengajaran guru dan membantu mereka menghadapi tantangan dalam mengelola kelas.o Kepala madrasah dan pengawas juga harus memberikan umpan balik yang konstruktif kepada guru untuk perbaikan terus-menerus.• Mengadakan pertemuan bulanan dengan pengawas untuk mendiskusikan hasil evaluasi pembelajaran dan merencanakan langkah-langkah peningkatan kualitas pendidikan.4. Pemanfaatan Teknologi dan Media Digital untuk Mendukung Pembelajaran Adaptif• Tujuan: Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembelajaran yang adaptif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman.• Implementasi:o Platform pembelajaran digital seperti Learning Management Systems (LMS) atau aplikasi edukasi digunakan untuk menyampaikan materi secara daring (online) dan memungkinkan peserta didik untuk mengakses materi kapan saja dan di mana saja.o Penggunaan media digital seperti video pembelajaran, kuis interaktif, dan simulasi untuk meningkatkan daya tarik dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan.o Pembelajaran adaptif mengacu pada penggunaan teknologi yang dapat menyesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik. Sistem ini memungkinkan penyesuaian materi dan soal ujian berdasarkan kemampuan atau kemajuan belajar siswa.
60o Teknologi juga memungkinkan personalisasi pembelajaran, di mana setiap siswa bisa belajar sesuai dengan kecepatan dan gaya belajarnya masing-masing, baik melalui kelas daring maupun aplikasi khusus yang mendukung pembelajaran interaktif.o Menggunakan Google Classroom untuk membagikan materi pelajaran, mengadakan kuis online menggunakan Kahoot! untuk memantau pemahaman siswa secara real-time, atau menggunakan aplikasi Edmodo untuk diskusi dan kolaborasi antar siswa.Strategi pengelolaan pembelajaran yang efektif adalah tentang mengintegrasikan berbagai komponen penting dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi pembelajaran. Dengan menyesuaikan program pembelajaran berdasarkan data, melibatkan semua pihak dalam perencanaan, dan memanfaatkan teknologi serta metode pembelajaran yang adaptif, madrasah dapat menyediakan pengalaman belajar yang kaya, berorientasi pada pengembangan karakter dan keterampilan hidup yang relevan dengan perkembangan zaman.4.2. Penilaian Pembelajaran Berikut adalah penjabaran lebih mendalam mengenai prinsip-prinsip penilaian:1. Objektif, Adil, dan Transparan: Objektif: Penilaian harus bebas dari bias atau pengaruh pribadi. Setiap keputusan penilaian harus didasarkan pada standar dan kriteria yang jelas dan dapat diukur, tanpa mempertimbangkan faktor eksternal atau subjektif. Objektivitas ini memastikan bahwa setiap siswa dievaluasi berdasarkan prestasi atau kemampuan mereka yang sesungguhnya.o penerapannya: Menilai berdasarkan rubrik yang terstandarisasi sehingga setiap siswa dinilai dengan kriteria yang sama dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Adil: Penilaian harus memberikan kesempatan yang setara kepada semua siswa, tanpa ada diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, ras, latar belakang sosial, atau kemampuan fisik. Semua siswa harus diberi peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka.o penerapannya: Menyediakan dukungan khusus bagi siswa dengan kebutuhan khusus atau siswa yang memiliki tantangan tertentu, seperti waktu lebih lama untuk menyelesaikan ujian atau penggunaan alat bantu. Transparan: Proses penilaian harus jelas dan dapat dipahami oleh semua pihak yang terlibat, terutama siswa. Mereka harus tahu bagaimana mereka akan dinilai, kriteria apa yang digunakan, dan apa yang diharapkan dari mereka.o penerapannya: Menginformasikan siswa tentang rubrik penilaian, jadwal ujian, serta jenis penugasan yang akan diberikan sebelumnya agar mereka bisa mempersiapkan diri dengan baik.
612. Menilai Proses dan Hasil Belajar Secara Holistik: Proses: Penilaian tidak hanya dilakukan pada akhir pembelajaran (seperti ujian atau tugas akhir), tetapi juga selama proses pembelajaran. Menilai proses membantu mengamati cara siswa belajar, berinteraksi, dan mengatasi tantangan.o penerapannya: Menilai bagaimana siswa bekerja dalam kelompok, partisipasi mereka dalam diskusi, serta kemampuan mereka untuk bertanya dan mencari solusi terhadap masalah yang diberikan. Hasil: Penilaian hasil melihat pada pencapaian akhir siswa terhadap tujuan pembelajaran. Hal ini mencakup hasil ujian, tugas, atau proyek yang menunjukkan seberapa jauh siswa menguasai materi yang telah diajarkan.o penerapannya: Ujian akhir atau tugas proyek yang mengukur pemahaman dan aplikasi siswa terhadap materi pelajaran. Holistik: Penilaian holistik mencakup evaluasi keseluruhan perkembangan siswa dalam berbagai aspek, seperti kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan). Dengan demikian, penilaian bukan hanya terbatas pada aspek akademis saja, tetapi juga mencakup perkembangan karakter dan keterampilan praktis.o penerapannya: Menilai kemampuan siswa dalam berpikir kritis, kerja sama, dan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata.3. Menggunakan Berbagai Teknik dan Instrumen: Teknik: Menggunakan berbagai pendekatan dalam penilaian agar dapat mengukur berbagai kompetensi yang berbeda. Teknik penilaian bisa berupa tes tertulis, observasi, wawancara, atau penugasan lainnya.o penerapannya: Menggunakan tes untuk menilai pengetahuan teoritis, observasi untuk menilai keterampilan praktis, dan wawancara untuk menilai kemampuan berbicara atau berpikir kritis. Instrumen: Instrumen penilaian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pencapaian siswa. Instrumen ini bisa berupa rubrik, kuesioner, atau daftar cek yang mendetail.o penerapannya: Menggunakan rubrik untuk menilai tugas esai, daftar cek untuk menilai keterampilan praktis, atau kuesioner untuk mendapatkan feedback dari siswa tentang pembelajaran.4. Memberikan Umpan Balik yang Membangun: Umpan balik yang membangun membantu siswa mengetahui kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. Umpan balik bukan hanya menunjukkan apa yang salah, tetapi juga memberikan petunjuk bagaimana cara memperbaikinya.o penerapannya: Alih-alih hanya mengatakan \"Tugas ini kurang baik\", guru dapat memberikan umpan balik yang lebih spesifik, seperti \"Penjelasan teorinya sudah baik, tetapi perlu diperjelas dengan yang lebih relevan untuk memperkuat argumenmu.\"
62 Umpan balik juga harus diberikan secara tepat waktu, agar siswa bisa segera mengidentifikasi kesalahan mereka dan melakukan perbaikan sebelum terlambat.o penerapannya: Memberikan umpan balik segera setelah tugas selesai, memungkinkan siswa untuk belajar dari kesalahan mereka dan memperbaiki diri.5. Mendorong Peserta Didik untuk Melakukan Refleksi dan Perbaikan Diri: Refleksi: Siswa diberi kesempatan untuk merenung tentang pembelajaran mereka. Dengan merenungkan apa yang telah dipelajari, apa yang sudah dikuasai, dan apa yang masih perlu diperbaiki, siswa dapat lebih sadar akan perkembangan mereka dan cara untuk memperbaikinya.o penerapannya: Mengajak siswa untuk menulis refleksi setelah ujian atau tugas, seperti \"Apa yang saya pelajari dari tugas ini?\" atau \"Bagaimana cara saya bisa memperbaiki kekurangan yang ada dalam pekerjaan saya?\" Perbaikan Diri: Proses refleksi ini membantu siswa untuk melakukan perbaikan diri. Setelah menerima umpan balik, mereka didorong untuk menerapkan perubahan dalam cara mereka belajar, menyelesaikan tugas, atau berinteraksi dalam kelas.o penerapannya: Memberikan kesempatan bagi siswa untuk merevisi pekerjaan mereka setelah menerima umpan balik, atau menyediakan sesi konsultasi bagi siswa yang ingin mendalami lebih lanjut tentang topik yang sulit bagi mereka.Prinsip-prinsip penilaian ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan penilaian yang adil, transparan, dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, proses penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga membantu siswa dalam mengidentifikasi kekuatan mereka dan area yang perlu diperbaiki. Penilaian yang efektif tidak hanya memberikan angka atau nilai, tetapi juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk terus berkembang dan memperbaiki diri.- Fungsi Penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh. Fungsi utama penilaian tidak hanya terbatas pada pengukuran hasil belajar, tetapi juga sebagai alat untuk mendiagnosis kesulitan belajar, memberikan umpan balik bagi perbaikan pembelajaran, dan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pendidikan.Melalui penilaian, guru dapat mengetahui sejauh mana peserta didik telah menguasai kompetensi dasar dan indikator yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Selain itu, penilaian juga berfungsi sebagai dasar evaluasi efektivitas metode dan strategi pembelajaran yang diterapkan. Hasil penilaian dapat dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan dalam perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, hingga penyusunan program remedial dan pengayaan.Di tingkat kelembagaan, penilaian berperan penting dalam penyusunan laporan capaian belajar siswa, pemetaan mutu pendidikan, serta sebagai rujukan dalam penyusunan program kerja
63madrasah. Penilaian juga mendukung terciptanya budaya mutu di lingkungan MTs, di mana setiap proses pembelajaran diarahkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang telah ditetapkan.Dengan demikian, penilaian memiliki fungsi strategis dalam mendorong tercapainya tujuan pendidikan secara optimal, melalui pendekatan yang objektif, akuntabel, dan berkelanjutan.- Jenis Penilaian a) Asesmen Kemampuan AwalAsesmen Kemampuan Awal Secara umum, sesuai namanya asesmen Kemampuan Awal bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa dan mengetahui kondisi awal siswa. Asesmen Kemampuan Awal terbagi menjadi asesmen Kemampuan Awal non-kognitif dan asesmen diagnosis kognitif. Tujuan dari masing-masing asesmen Kemampuan Awal adalah sebagai berikut:1. Asesmen Kemampuan Awal Non-Kognitif Asesmen Kemampuan Awal non-kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal seperti berikut: a. Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi siswa b. Aktivitas siswa selama belajar di rumah c. Kondisi keluarga dan pergaulan siswa d. Gaya belajar, karakter, serta minat siswa2. Asesmen Kemampuan Awal Kognitif Asesmen Kemampuan Awal kognitif bertujuan mendiagnosis kemampuan dasar siswa dalam topik sebuah mata pelajaran. Asesmen Kemampuan Awal kognitif dapat dilaksanakan secara rutin yang disebut asesmen Kemampuan Awal kognitif berkala, pada awal pembelajaran, akhir setelah guru selesai
64menjelaskan dan membahas topik, dan waktu lain. Asesmen Kemampuan Awal bisa berupa Asesmen Formatif maupun Asesmen Sumatif. b) Asesmen Formatif,Asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan peserta didik untuk memperbaiki proses belajar. Asesmen di dalam proses pembelajaran, dilakukan selama proses pembelajaran untuk mengetahui perkembangan peserta didik dan sekaligus pemberian umpan balik yang cepat. Biasanya asesmen ini dilakukan sepanjang atau di tengah kegiatan/langkah pembelajaran, dan dapat juga dilakukan di akhir langkah pembelajaran. Asesmen ini juga termasuk dalam kategori asesmen formatif jika tujuannya untuk memberikan umpan balik dan perbaikan pembelajaran atas proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Penilaian atau asesmen formatif bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran, serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, hambatan atau kesulitan yang mereka hadapi, dan juga untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan peserta didik. Informasi tersebut merupakan umpan balik bagi peserta didik dan juga pendidik. a. Bagi peserta didik, asesmen formatif berguna untuk melakukan refleksi diri dengan cara memonitor kemajuan belajar mereka, tantangan yang dialami, serta langkah-langkah yang perlu mereka lakukan untuk meningkatkan terus capaiannya. Hal ini merupakan proses belajar yang penting ditumbuh-kembangkan bagi peserta didik untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. b. Bagi pendidik, asesmen formatif berguna untuk merefleksikan strategi pembelajaran yang digunakan, serta untuk meningkatkan efektivitas dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Asesmen ini juga memberikan informasi tentang kebutuhan belajar individu peserta didik yang diajar. Panduanc) Asesmen Sumatif,Asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan pada akhir setiap proses pembelajaran pada satu tujuan pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran, sesuai dengan pertimbangan pendidik, misalnya terkait keterbatasan alokasi waktu, maupun kebijakan satuan pendidikan. Hasil asesmen sumatif akan dijadikan bagian dari perhitungan penilaian di akhir semester, akhir tahun ajaran, dan/atau akhir jenjang. Penilaian atau asesmen sumatif bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau CP peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP). Asesmen sumatif dapat dilakukan setelah pembelajaran berakhir, misalnya pada akhir satu lingkup materi (dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan
65pembelajaran), pada akhir semester dan pada akhir fase. Khusus asesmen pada akhir semester, asesmen ini bersifat pilihan. Jika pendidik merasa masih memerlukan konfirmasi atau informasi tambahan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, maka dapat melakukan asesmen pada akhir semester. Jika pendidik merasa bahwa data hasil asesmen yang diperoleh selama 1 semester telah mencukupi, maka tidak perlu melakukan asesmen pada akhir semester. Hal yang perlu ditekankan, untuk asesmen sumatif, pendidik dapat menggunakan teknik dan instrumen yang beragam, tidak hanya berupa tes, namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, dan membuat portofolio).- Teknik dan Instrumen Penilaian Merencanakan Asesmen.Rencana asesmen dimulai dengan perumusan tujuan asesmen. Tujuan ini tentu berkaitan erat dengan tujuan pembelajaran. Setelah tujuan asesmen dirumuskan, pendidik memilih dan/atau mengembangkan instrumen asesmen sesuai tujuan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih/mengembangkan instrumen, antara lain: karakteristik peserta didik, kesesuaian asesmen dengan rencana/ tujuan pembelajaran dan tujuan asesmen, kemudahan penggunaan instrumen untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik.Rubrik Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik, atau elemen yang dituju.CeklisCatatan singkat hasil observasi yang difokuskan pada performa dan perilaku peserta didik yang menonjol, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisis atas observasiyang dilakukan.CatatanAnekdotCatatan singkat hasil observasi yang difokuskan pada performa dan perilaku peserta didik yang menonjol, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisis atas observasiyang dilakukan.GrafikPerkembangan(Kontinum)Grafik atau infografik yang menggambarkan tahap perkembangan belajar peserta didik.Instrumen asesmen yang dikembangkan berdasarkan teknik penilaian yang digunakan oleh pendidik yaitu:ObservasiPenilaian peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku yang diamati secara berkala. Observasi dapat difokuskan untuk semua peserta didik atau per individu. Observasi dapat dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harianKinerjaPenilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks
66sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Asesmen kinerja dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio.ProyekKegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.Tes TertulisTes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan peserta didik. Tes tertulis dapat berbentuk esai, pilihan ganda, uraian, atau bentuk-bentuk tes tertulis lainnya.Tes LisanPemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawab secara lisan dan dapat diberikan secara klasikal ketika pembelajaran.PenugasanPemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuanPortofolioKumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektifintegratif) dalam kurun waktu tertentuBerikut adalah instrumen penilaian atau asesmen:No. Aspek yang Dinilai Teknik PenilaianInstrumen PenilaianBentuk Instrumen1 Sikap (Spiritual dan Sosial)Observasi Lembar observasi sikapJurnal sikap, daftar cek, skala penilaian2 Pengetahuan Tes tertulis Soal pilihan ganda, isian, uraianLembar soal dan kunci jawabanTes lisan Tanya jawab langsungDaftar pertanyaan dan rubrik penilaianPenugasan Tugas individu/kelompokRubrik penilaian tugas3 Keterampilan Unjuk kerja Praktik langsung (performance test)Rubrik kinerja / performaProyek Tugas jangka panjang berbasis produk/masalahRubrik penilaian proyek
67Portofolio Kumpulan hasil karya siswaRubrik penilaian portofolioProduk Penilaian hasil karya (misalnya: poster, model, tulisan)Rubrik penilaian produk Penjelasan Setiap Komponen:1. Sikap Teknik: Observasi dilakukan sepanjang proses pembelajaran. Instrumen: Lembar observasi sikap meliputi indikator seperti tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, toleransi, dan kedisiplinan. Bentuk: Jurnal harian, daftar cek, atau skala Likert.2. Pengetahuan Teknik: Tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Instrumen:o Soal pilihan ganda untuk mengukur pemahaman dasar.o Soal uraian untuk kemampuan analisis dan sintesis.o Tugas individu atau kelompok yang menguji pemahaman konsep dalam konteks nyata. Bentuk: Soal dan kunci jawaban atau rubrik analitik.3. Keterampilan Teknik: Melibatkan aktivitas praktik, pembuatan produk, atau pengumpulan karya. Instrumen: Rubrik yang menjelaskan kriteria penilaian (misal: ketepatan, kreativitas, kerapian, dan keefektifan). Bentuk: Rubrik unjuk kerja, rubrik produk, atau dokumentasi hasil kerja.
68BAB VPENDAMPINGAN EVALUASI DAN PENGEMBANGAN PROFESIONALPendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional Ma’arif 02 Sawangan dilakukan secara internal oleh Madrasah untuk memastikan pembelajaran berjalan sesuai rencana untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Proses ini dikelola oleh Kepala madrasah dan/atau guru yang dianggap sudah mampu untuk melakukan peran ini. Evaluasi, pendampingan dan pengembangan profesional dilakukan secara bertahap dan mandiri agar terjadi peningkatan kualitas secara berkelanjutan di satuan pendidikan, sesuai dengan kemampuan satuan Pendidikan.5.1. Evaluasi Implementasi Kurikulum No Tahapan KegiatanUraian Kegiatan Waktu PelaksanaanPenanggung jawabPersiapan 1.Menyusun rencana dan jadwal kegiatan Evaluasi2.Menyusun dan menyiapkanperangkatEvaluasiAwal tahun pelajaranKepala Madrasah ,Waka Kurikulum dan pengawasPelaksanaan 1. Melakukan Evaluasi terkait dengan Penyusunan Kurikulum Madrasah 2. Melakukan Evaluasi terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 3. Melakukan Evaluasi terkait dengan Dokumen Kurikulum Operasional 4. Melakukan evaluasi (Supervisi/Penilaian Kinerja Guru) dalam: a Penyusunan perencanan pembelajaran. b Pelaksana pembelajaranc Penilaian Pembelajaran (dilakukan Evaluasi rutin secara Periodik dan melalui supervise kelas/ Klinis)d Melakukan evaluasi dalam pengolahan hasil belajar pelajarAwal tahunpelajaranAwal tahunpelajaranAwal tahunpelajaran Awalsemesters.d.Akhir semesterAwal tahun pelajaran Awal tahun pelajaran Awal tahun pelajaran Awal semesters.Akhir semester Pengawas dan Kepala Madrasah Pengawas dan Kepala Madrasah Pengawas dan Kepala Madrasah Waka KurikulumTindak Lanjut 1. Memberikan laporan hasil evaluasi kepada atasan dan mensosialisasikan kepada warga madrasah.2. Memberi rekomendasi hasil evaluasi kepada yang bertanggung jawab pada objek evaluasi.Tengah semester dan Akhir SemesterWaka Kurikulum
693. Menindaklanjuti rekomendasi hasil evaluasi dengan membuat rencana lanjutan untuk periode berikutnya.1.2. Pendampingan Tabel 4.2 PendampinganTahapan kegiatanUraian Kegiatan Waktu PelaksanaanPenanggung-jawabPersiapan 1. Membentuk Tim Pengembang kurikulum 2. Menyusun rencana dan jadwal kegiatan 3. Menyusun dan menyiapkan perangkat Pendampingan Awal tahun pelajaranKepala Madrasah dan Waka KurikulumPelaksanaan 1. Melakukan pendampingan terkait dengan Penyusunan, Pelaksanaan dan Dokumen Kurikulum Operasional2. Melakukan pendampingan kepada guru dalam penyusunan perencanan pembelajaran, pelaksana pembelajaran dan Penilaian (dilakukan berbarengan dengan supervisi kelas/ Klinis)3. Melakukan pendampingan kepada guru dalam penyusunan perencanaan proyek profil pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin.4. Melakukan pendampingan kepada guru dalam pengolahan hasil belajar pelajarTengah Semesterdan Akhirsemester Tengah Semester dan Akhir semesterTengah Semester dan Akhir semesterPengawas dan Kepala MadrasahWaka KurikulumWaka KurikulumWaka Kurikulum
70Tindak Lanjt 1. Memberikan laporan hasil pendampingan kepada atasan dan mensosialisasikan kepada warga madrasah. 2. Memberi rekomendasi Hasil pendampingan kepada yang bertanggung jawab pada objek pendampingan.3. Menindaklanjuti rekomendasi hasil pendampingan dengan membuat rencana lanjutan untuk periode berikutnya.Tengah Semesterdan Akhirsemester Pengawas dan Kepala Madrasah1.3. Pengembangan Profesional Tahapan kegiatanUraian Kegiatan Waktu PelaksanaanPenanggung-jawabPersiapan 1. Membentuk Tim Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) 2. . Menyusun rencana dan jadwal kegiatan PKB 3. Menyusun dan menyiapkan perangkat PKBAwal tahunpelajaranKepala Madrasahdan WakaKurikulumPelaksanaan 1. Melaksanakan kegiatan Bimtek, Workshop, IHT, Pelatihan, Diklat dan sejenisnya2. Melaksanakan MGMP internal madrasah3. Mengikuti kegiatanPokja (MGMP/MGBK) KKM atau Kabupaten4. Melakukan sharing atau pendampingan kepada guru dalam penyusunan perencanaanpembelajaran, pelaksanaanpembelajaran dan penilaian, penyusunan perencanaan proyekprofil pelajar Pancasiladan Rahmatan Lil Alamin, pengolahan hasil belajar pelajar serta dalam hal lainnyaAwal Semester,Kondisional Juli 2025 –Juni 2025 Kondisional
715. Mengikutkan guru dalam kegiatan pelatihan, diklat,workshop dan sejenisnya baik online maupun Offline yangdiselenggarakan oleh instansi terkaitTindak Lanjt 1. Memberikan laporan hasil PKB kepada atasan dan mensosialisasikan kepada warga madrasah.2. Melaksanakan Diseminasi hasil PKB.3. Menindaklanjuti rekomendasi hasil PKB dengan membuat rencana lanjutan untuk period berikutnya. Tengah semester dan Akhir SemesterWaka Kurikulum
72BAB VI.PENUTUPKurikulum Operasional Madrasah (KOM) ini merupakan wujud komitmen madrasah dalam menyelenggarakan pendidikan yang relevan, kontekstual, dan selaras dengan semangat Kurikulum Nusantara. Disusun dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari karakteristik peserta didik, potensi lokal, nilai-nilai keislaman, hingga dinamika sosial dan kebijakan nasional, dokumen ini menjadi panduan strategis dan praktis dalam mengelola pembelajaran yang bermakna.Sebagai living document, KOM bersifat dinamis dan terbuka untuk pengembangan serta penyesuaian secara berkala. Setiap hasil evaluasi pembelajaran, masukan dari guru, siswa, orang tua, hingga pemangku kepentingan lainnya akan menjadi dasar dalam memperbaiki dan menyempurnakan isi kurikulum ini. Dengan demikian, madrasah diharapkan selalu adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai dasarnya.Implementasi KOM ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa semangat kebersamaan dan kolaborasi. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh warga madrasah—kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, komite, dan masyarakat—menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang mencerdaskan, membebaskan, dan menumbuhkan.Dengan landasan nilai Rahmatan lil ‘Alamin, kurikulum ini diarahkan untuk mencetak generasi yang: Beriman dan bertakwa, menjunjung tinggi ajaran Islam yang moderat. Berilmu dan berpikir kritis, siap menghadapi tantangan era digital dan globalisasi. Berakhlak mulia dan cinta damai, menjadi teladan dalam pergaulan sosial. Cinta tanah air dan peduli lingkungan, aktif berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan dunia.Akhirnya, kami berharap Kurikulum Operasional Madrasah ini dapat menjadi rujukan utama dalam setiap aktivitas pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di madrasah. Semoga Allah SWT senantiasa meridai ikhtiar kita dalam mendidik generasi penerus yang unggul, berkarakter, dan membawa rahmat bagi semesta alam.
73LAMPIRAN Target, progam dan kegiatan untuk mencapai target madrasah secara spesifik SK Tim Pengembang Kurikulum SK Kriteria Ketercapaian Belajar (kelas IKM) dan Ketuntasan Minimal (kelas SK Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan Ketentuan Mutasi siswa Tata Terbit/Komitmen Bersama/Peraturan Akademik lainnya, SK Pembagian Tugas Mengajar, Tugas Tambahan, Bimbingan, Ekstra Kurikuler, Jadwal mengajar, pelaksanakan P5RA/PBL/Pembelajaran kolaboratif
741. Target, progam dan kegiatan untuk mencapai target madrasah secara spesifikRencana Strategis MadrasahTarget, Program, dan Kegiatan MadrasahBerikut adalah tabel yang menjabarkan secara rinci target, program, dan kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai acuan kerja:Target Program Kegiatan1. Pembentukan Karakter Khaira Ummah yang Berakhlak MuliaProgram Bimbingan Karakter (PBK)- Pendidikan Karakter Terpadu: Integrasi nilai-nilai jujur, amanah, disiplin, dan bertanggung jawab dalam setiap mata pelajaran.- Pembiasaan Ibadah Harian:Pelaksanaan salat Dhuha dan Dzuhur berjamaah, serta tahsin/tahfidz Al-Qur'an setiap hari.- Gerakan Peduli Lingkungan: Kegiatan kebersihan madrasah dan penanaman pohon.- \"Jum'at Berkah\": Pembagian makanan/donasi dari siswa dan guru kepada yang membutuhkan.2. Peningkatan Kompetensi Intelektual dan KritisProgram Peningkatan Literasi dan Numerasi (PPLN)- Program Budaya Membaca: Alokasi waktu khusus untuk membaca buku nonpelajaran (15 menit sebelum pelajaran) dan program \"Satu Bulan Satu Buku\".- Pengembangan Proyek Sains: Mendorong siswa melakukan proyek penelitian sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.-Olimpiade Madrasah: Pelatihan intensif untuk mempersiapkan siswa mengikuti lombalomba akademik di berbagai tingkatan.-Forum Debat dan Diskusi Ilmiah:Mengadakan forum rutin untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi.3. Pengembangan Jiwa Kepemimpinan dan Kepedulian SosialProgram Pembinaan Kepemimpinan Siswa (PPKS)- Pelatihan Dasar Kepemimpinan (LDK):Pelatihan wajib bagi pengurus OSIS dan organisasi siswa.- Bakti Sosial Terjadwal: Kunjungan rutin ke panti asuhan atau panti jompo, serta penggalangan donasi untuk korban bencana.- Proyek Sosial Kelas: Setiap kelas merancang dan melaksanakan satu proyek sosial setiap semester.- Forum Kepemimpinan Siswa: Pertemuan rutin perwakilan siswa
75untuk membahas masalah dan mencari solusi di lingkungan madrasah.4. Penguatan Identitas Keislaman yang Moderat dan ToleranProgram Pengembangan Wawasan Keislaman (PPWK)- Kajian Tematik: Mengundang narasumber ahli untuk membahas isu-isu keagamaan kontemporer seperti toleransi, anti-hoaks, dan radikalisme.- Dialog Antar-agama:Mengadakan kunjungan/dialog dengan pemeluk agama lain (dengan bimbingan) untuk menumbuhkan rasa saling menghargai.-Pameran Sejarah Peradaban Islam:Mengadakan pameran untuk mengenalkan sejarah dan kontribusi Islam yang kaya dan moderat.- Diskusi Kisah Inspiratif:Forum bagi siswa untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana nilai-nilai Islam membentuk kepribadian mereka.No Target Program Kegiatan1Terwujudnya peserta didik yang Bertaqwa Pembinaan Keagamaan- Shalat Dhuha dan Dzuhur berjamaah- Tadarus Al-Qur'an pagi hari Kajian Islam pekanan- Hafalan Juz Amma- PHBI dan pesantren kilat2Meningkatkan cinta tanah air dan jiwa kebangsaan Pendidikan Nasionalisme- Upacara rutin dan hari besar nasional- Lomba 17 Agustus- Pramuka/Madrasah Scouts- Kunjungan situs sejarah- Kerja sama TNI/Polri3Meningkatkan kecerdasanakademik dan non-akademik Penguatan Prestasi Siswa- Bimbingan belajar tambahan- Klub sains/bahasa- KSM dan olimpiade internal- Kompetisi madrasah- MYRES dan riset sederhana4Terwujudnya peserta didik yang terampilKegiatan Keterampilan dan Life Skill- Pelatihan keterampilan (menjahit, boga, IT)- Program bazar/entrepreneur- Ekstrakurikuler keterampilan- Karya tulis kreatif5Meningkatkan kedisiplinan dalam segala aspekPenegakan Tata Tertib dan Keteladanan- Apel pagi dan absensi- Sistem reward & punishment- Pemilihan siswa teladan disiplin- Sosialisasi aturan siswa6Membentuk peserta didik yang berakhlakul karimahPembinaan Karakter dan Etika Sosial- Gerakan Senyum, Salam, Sapa (3S)- Program Jumat Berkah
76No Target Program Kegiatan(berbagi)- Pembiasaan tolong-menolong- Bimbingan konseling- Teladan pekanan
772. SK Tim Pengembang Kurikulum LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NUMADRASAH TSYANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGANNSM :121233080027 NPSN : 20331599Alamat : Bengan Kidul, Mangunsari, Sawangan 56481 Kabupaten Magelang SURAT KEPUTUSAN KEPALA MADRASAH TSANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGAN NOMOR: /MTs. Mrf/E.1/VII/2025TENTANG TIM PENGEMBANG KURIKULUM OPERASIONAL MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2025/2026 KEPALA MADRASAH TSANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGANMenimbang a Dalam rangka memperlancar proses pelaksanaan Kurikulum Operasional Madraasah sebagai bentuk Implementasi Kurikulum Nusantara dalam rangka pemulihan pembelajaran di MTs Ma’arif 02 Sawangan perlu dibentuk Tim Pengembang Kurikulum. b Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib serta kelancaran tugas Tim Pengembang Kurikulum Operasional Madraasahperlu diatur dalam Surat Keputusan Kepala Sekolah.Mengingat : 1. UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. 3. UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai tenaga Profesional. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan. 6. Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. 7. Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. 8. Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. 9. Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. 10.Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 Tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. 11.Kepmendikbudristek Nomor 262/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. 12.Keputusan Kepala BSKAP Nomor 033/H/KR/2022 Tahun 2022 Tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
78Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Nusantara. 13.Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 183 Tahun 2019 tentangKurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Pada Madrasah; 14.Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 184 Tahun 2019 tentangPedoman Implemenatsi Kurikulum Pada Madrasah; 15.Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3751 Tahun 2018 TentangPetunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar pada Madrasah Tsanawiyah; 16.Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5163 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Pengembangan Pembelajaran Pada Madrasah; 17.Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5164 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pada Madrasah; 18.Keputusan Kepala BSKAP Nomor 009/H/KR/2022 Tahun 2022 Tentang Dimensi, Elemen dan Sub Elemen Profil pelajarPancasila pada Kurikulum Nusantara. 19.Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Madrasah pada Madrasah. Memperhatikan : Surat Perintah Kepala MTs Ma’arif 02 Sawangan tentang Penetapan Kurikulum Operasional MadraasahTahun Pelajaran 2025/2026 MEMUTUSKAN MENETAPKAN : Keputusan Kepala Madrasah Tsanawiyah Ma’arif 02 Sawangan Tentang Pembentukan Tim Pengembang Kurikulum Operasional Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026. PERTAMA : Menetapkan Susunan dan Tugas Tim Pengembang Kurikulum Operasional Madraasah Tahun Pelajaran 2025/2026 sebagaimana pada Lampiran I Surat Keputusan ini. KEDUA : Menugaskan Tim Pengembang Kurikulum Operasional Madraasah Tahun Pelajaran 2025/2026 untuk menyusun Dokumen Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) Madrasah Tsanawiyah Ma’arif 02 Sawangan sesuai Sistematika Susunan Dokumen sebagaimana pada Lampiran II Surat Keputusan ini. KETIGA : Tim Pengembang Kurikulum Operasional Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026 melaporkan hasil kajian Dokumen Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) kepada Madrasah. KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada saat ditetapkan. Semua biaya yang timbul akibat pelaksanaan keputusan ini, dibebankan pada anggaran yang sesuai dan apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan direvisi sebagaiamana mestinya. KELIMA Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir sebelum Tahun Pelajaran 2025/2026 dimulai. Ditetapkan di : Sawaangan Tanggal : Juli 2025 Kepala MadrasahNur Hidayati, S.Pd.I
79Lampiran 1 : SK KEPALA MADRASAH TSANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGANNOMOR : / MTs.Mrf/E.1/VII/2025SUSUNAN DAN TUGAS TPKTIM PENGEMBANG KURIKULUM OPERASIONALSATUAN PENDIDIKANMADRASAH TSANAWIYAH MA’RIF 02 SAWANGAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026 NO NAMA JABATAN TUGAS 1. Zumrotul Pengawas Narasumber 2. Moh Mumar, S.Pd Ketua LP Ma’arif Kec.Sawangan Penasehat 3. Edy Nur Subkhi Komite Madrasah 4. Nur Hidayati, S.Pd.I Kepala Madrasah Penanggung Jawab 5. Purwati, S.Pd.I Waka Kurikulum Ketua 6. Siti Nur Budiarti, S.Pd.I Waka Kesiswaan Sekretaris 7. Lilik Handayati, S.Pd.I Guru Bendahara 8. Merry Solita Dewi, S.Kom Guru Anggota 9. Dwi Yuli Susanti S.Pd Guru Anggota 10. Shinta Rahma, S.Pd Guru Anggota 11. P.E Pranoto Guru Anggota 12. Nurohman Saebani, S.Ag Guru Anggota Ditetapkan di : Sawangan Tanggal : Juli 2025 Kepala Madrasah Nur Hidayati, S.Pd.I
80JOB DISKRIPSI1. Konselor/Nara Sumber ( Pengawas Madrasah )1. Memberikan pengarahan terkait .peningkatan kualitas dan kapasitas pendidikan 2. Memberikan kontribusi dalam penyusunan/pengembangan kurikulum 3. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program/kinerja Madrasah 2. Penasehat (Yayasan dan Komite Madrasah)1. Memberikan pandangan tentang harapan wali murid dan masyarakat terhadap madrasah 2. Memberikan nasehat tentang pentingnya efektifitas program kegiatan 3. Memberikan pertimbangan berbagai sumber pendanaan 3. Penanggung Jawab1. Menerbitkan SK Tim Pengembangan Kurikulum 2. Memberi petunjuk penyusunan/pengembangan kurikulum 4. Ketua1. Membentuk Tim Pengembang Madrasah. 2. Memberi petunjuk dan pengarahan tentang Dokumen Kurikulum. 3. Memberi petunjuk dan pengarahan tentang pelaksanaan Dokumen Kurikulum kepada TPK 4. Bersama pengarah dan penasehat memonitor pelaksanaan perumusan dokumen kurikulum dan pengumpulan bukti fisiknya kepada msingmasing penanggung jawab 5. Bersama TPK melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan perumusan dokumen 6. Membantu dan bekerjasama dengan anggota TPK lainnya. 5. Sekretaris1. Mencatat dan mnegagendakan kegiatan-kegiatan yang sudah tertuang dalam Dokumen Kurikulum 2. Mengarsipkan semua dokumen kegiatan dari hasil kerja semua penanggungjawab standar 3. Membantu dan bekerjasama dengan Tim Pengembang lainnya 6. Bendahara1. Mencatat pemAsukan dan pengeluaran anggaran yang berkaitan dengan kegiatan Tim Pengembang Kurikulum sesuai dengan ayng tertuang dalam RAPBM 2. Membantu dan bekerjasama dengan Tim Pengembang lainnya. 7. Anggota/Komisi1. Merumuskan tahapan-tahapan penyusunan dokumen Kurikulum sesuai dengan tanggungjawab standarnya 2. Mengumpulkan bukti fisik yang dibutuhkan dengan standarnya 3. Ikut bertanggungjawab dalam penyusunan dokumen kurikulum 4. Ikut bertanggungjawab dalam implementasi dokumen kurikulum 5. Membantu dan bekerjasama dengan Tim pengembang lainnya. Ditetapkan di : SawanganPada Tanggal : Juli 2025 Kepala Madrasah,Nur Hidayati, S.Pd.I
81 3. SK Kriteria Ketercapaian Belajar (kelas IKM) LAMPIRAN KEPUTUSANKEPALA MADRASAH TSANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGANNOMOR 011/Mts.Mrf/E.1/VII/ TAHUN 2025TENTANGKRITERIA KENAIKAN KELAS, KELULUSAN DAN MUTASI PADA MADRASAH TSANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGAN TAHUN PELAJARAN 2025/20261. Kriterian Kenaikan Kelas Persyaratan Kenaikan Kelas VII ke Kelas VIII dan Kelas VIII ke IX a. Persyaratan Akademik 1. Mempunyai nilai rapor pada seluruh aspek penilaian mata pelajaran yang diujikan pada kelas VII atau VIII semester gasal dan genap; 2. Nilai rata- rata minimal untuk semua mata pelajaran 68 untuk kelas VII naik kelas VIII dan 69 untuk kelas VIII naik kelas IX; 3. Untuk kelas reguler dan kelas plus keterampilan, nilai pengetahuan dan praktik yang belum tuntas maksimal 3 (tiga) mata pelajaran pada semester ganjil dan genap bukan mapel wajib lulus; 4. Mapel wajib lulus adalah : Pendidikan Agama Islam, PPKN, Bahasa Indonesia, Mapel Ciri Khusus Madrasah. b. Persyaratan Non-Akademik 1. Poin pelanggaran tata tertib selama 1 (satu) tahun maksimal 75 poin; 2. Ketidakhadiran alpa selama 1 (satu) tahun maksimal 10 (sepuluh) hari; 3. Nilai kegiatan ekstra kurikuler wajib dan pilihan yang diikuti minimal C (cukup); 4. Nilai akhlak mulia dan kepribadian minimal B (Baik); 5. Persentase kehadiran selama 1 (satu) tahun minimal 90 % tidak termasuk sakit yang menggunakan surat keterangan dokter; 6. Bagi siswa yang bermasalah dalam bidang non akademik, catatan sikap / perilaku konfirmasi dengan guru BK, wali kelas, dan guru mata pelajaran yang terkait. c. Persyaratan Kenaikan Kelas VII ke VIII Teori dan Praktik Keislaman 1. Hafal Juz ‘Amma surah An Nas, Al Falaq, Al Ikhlas, Al Lahab, An Nashr, Al Kafirun, Al Kautsar, Al Ma’un, Al Quraisy, Al Fiil, Al Humazah, Al ‘Ashr, At Takatsur, Al Qari’ah, Al ‘Adiyat, Az Zalzalah, Al Bayyinah, Al Qadr, Al ‘Alaq, At Tiin, Al Insyirah, Ad Dhuha, Al Lail dan As Syams; 2. Dapat melaksanakan wudhu, tayamum, shalat fardhu dan hafal bacaan dan arti bacaan shalat fardhu;
823. Dapat melaksanakan sujud sahwi, sujud syukur dan sujud tilawah; 4. Hafal do’a sehari-hari : setelah wudhu, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah belajar, setelah mendengar adzan, sebelum tidur, bangun tidur, bepergian/naik kendaraan; d. Persyaratan Kenaikan Kelas VIII ke IX Teori dan Praktik Keislaman 1. Hafal Juz ‘Amma surah Al Balad, Al Fajr, Al Ghasyiyah, Al A’la, At Thariq, Al Buruj, Al Insyiqaq, Al Muthaffifin, Al Infithar, At Takwir, ‘Abasa, An Nazi’at; 2. Dapat melaksanakan shalat dhuha, shalat jama’ qashar, shalat ‘id, shalat tahiyatul masjid, hafal bacaan dan arti bacaan dzikir setelah shalat, do’a tambahan setelah tahiyat akhir, do’a qunut ; 3. Dapat melaksanakan perhitungan mawaris; 4. Hafal do’a sehari-hari dan dapat mengartikan: do’a setelah shalat dhuha, do’a sapu jagat, do’a untuk orang tua, do’a minum obat, do’a menjenguk orang sakit, ayat kursi; 3. Kelulusan; Berdasarkan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan hasil rapat Komite Madrasah Tsanawiyah Ma’arif 02 Sawangan, maka peserta didik dinyatakan lulus Madrasah Tsanawiyah Ma’arif 02 Sawangan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran (memiliki nilai rapor kelas VII, VIII dan IX); 2. mengikuti semua ujian praktik dan ujian teori yang diselenggarakan pada Ujian Akhir Madrasah dengan memperoleh nilai minimum 68,0 dengan nilai rata-rata minimum 70,0; 3. Ketidakhadiran alpa selama 1 (satu) tahun maksimal 10 (sepuluh) hari; 4. nilai akhlak mulia dan kepribadian minimal B (Baik); 5. Persentase kehadiran selama 1 (satu) tahun minimal 90 % tidak termasuk sakit yang menggunakan surat keterangan dokter; 6. Hafal juz ‘amma, ayat kursi, al baqarah 284-286, al isra’ 23-27, al mukminun 1-11, lukman 12-14 dan al jumu’ah 9-11; 7. Dapat mengurus jenazah, melaksanakan shalat fardhu, shalat tahajud, witir, istikharah, gerhana, istisqa’, manasik haji serta hafal bacaan yang terkait di dalamnya; 4. Mutasi Siswa; a. Mutasi Masuk Peserta didik dari MTs/SMP atau yang sederajat dapat mutasi ke MTs Ma’arif 02 Sawangan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :(1) Tersedia formasi di MTs Ma’arif 02 Sawangan dan memiliki nilai rapor yang sama; (2) Memiliki Ijazah dan SHUN Asli MI/SD sederajat, serta menyerahkan fotokopi yang disahkan minimal 1 (satu) lembar; (3) Menyerahkan surat pindah asli dan rekomendasi asli bahwa yang bersangkutan berkelakuan baik dari madrasah/sekolah asal;
83(4) sanggup menaati segala ketentuan administrasi keuangan, tata tertib dan peraturan lain yang berlaku di MTs Ma’arif 02 Sawangan secara tertulis; (5) bagi siswa pindahan ke kelas VIII dan/atau IX harus memiliki nilai rapor mata pelajaran yang sesuai dengan program serta kriteria yang berlaku di MTs Ma’arif 02 Sawangan dibuktikan dengan rapor asli dari madrasah/sekolah asal. b. Mutasi Keluar Peserta didik dari MTs Ma’arif 02 Sawangan dapat mutasi ke madrasah/sekolah lain dan/atau mengundurkan diri apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut (1) Atas permintaan orang tua/wali murid yang dibuktikan dengan Surat Pengunduran Diri sebagai peserta didik MTs Ma’arif 02 Sawangan; (2) Tidak naik kelas 2 (dua) kali baik berturut-turut maupun tidak serta tidak lulus Ujian Akhir Madrasah; (3) Memiliki poin pelanggaran lebih besar atau sama dengan 100 dan telah menerima tindakan atau penanganan oleh BK/Wali Kelas/Kesiswaan; (4) Sudah melunasi semua tanggungan administrasi keuangan, kesiswaan dan perpustakaan. Mekanisme Mutasi (1) Orang tua/wali calon peserta didik datang ke MTs Ma’arif 02 Sawangan untuk mengajukan permohonan mutasi masuk dengan mengisi blangko yang tersedia di Kesiswaan/Tata Usaha; (2) Kepala Madrasah, Waka Kesiswaan beserta Staf terkait, Guru BK, Tata Usaha terkait melaksanakan rapat/verifikasi untuk menentukan kebijakan, dengan hak prerogatif di Kepala Madrasah; (3) Bila disetujui, orang tua/wali calon peserta didik dapat menyelesaikan administrasi keuangan dan pendaftaran sesuai dengan ketentuan, dan administrasi apapun yang sudah diserahkan kepada MTs Ma’arif 02 Sawangan melalui Komite MTs Ma’arif 02 Sawangan, tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun. KEPALA MADRASAH Nur Hidayati S.Pd.I
84LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NUMADRASAH TSYANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGANNSM :121233080027 NPSN : 20331599Alamat : Bengan Kidul, Mangunsari, Sawangan 56481 Kabupaten MagelangSURAT KEPUTUSAN KEPALA MTs MA’ARIF 02 SAWANGANNOMOR : / MTs.Mrf/E.1/VII/ 2025TENTANGPEMBAGIAN TUGAS MENGAJAR DAN BEBAN KERJA GURU, DAN PEGAWAI MADRASAH TSANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGANTAHUN PELAJARAN 2025/2026DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAKEPALA MADRASAH TSANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGANMenimbang : a bahwa proses belajar mengajar merupakan inti proses penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan;b bahwa untuk menjamin kelancaran proses belajar perlu ditetapkan pembagian tugas/mengajar, tugas tambahan bagi guru dan beban kerja guru dan pegawai;c bahwa guru, pegawai yang tersebut dalam lampiran keputusan ini dipandang cakap dan memenuhi syarat untuk diberikan tugas dan tanggung jawab sebagaimana tersebut dalam lampiran ini;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4496) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Taun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaandan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah denganPeraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);4. Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1382) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 66 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 2101);5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955);
856. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Berita Negara RepublikIndonesia Tahun 2016 Nomor 971) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1692);7. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 262/M/2022 Tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran8. Keputusan Menteri Agama Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah;9. Keputusan Menteri Agama Nomor 890 Tahun 2019 tentang Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Bersertifikat Pendidik;10.Keputusan Menteri Agama nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Nusantara Pada Madrasah11.Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 2701 Tahun 2024 tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026.12.Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Nomor 937 tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026.MEMUTUSKANMENETAPKAN : PEMBAGIAN TUGAS MENGAJAR DAN BEBAN KERJA GURU DAN PEGAWAI MADRASAH TSANAWIYAH MA’ARIF 02 SAWANGANTAHUN PELAJARAN 2025/2026.PERTAMA : Tugas dan beban kerja guru Tahun Pelajaran 2025/2026 meliputi kewajiban kegiatan pendidikan, pembelajaran tatap muka/bentuk lain dan tugas tambahan lainnya termaktub dalam Lampiran 1 yang merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini;KEDUA : Tugas dan beban kerja guru, dan pegawai tertuang dalam daftar terlampir yang merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini;KETIGA : Setiap guru dan pegawai berkewajiban merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, melaporkan da mengadministrasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya kepada kepala madrasah;KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada saat ditetapkan.Ditetapkan di : Sawa nganTanggal : 15 Juli 2025 Kepala Madrasah Nur Hidayati, S.Pd.I