PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MEDAN 2023 NAMA MAHASISWA : DIAN ANDRIYANI NOMOR PESERTA : 201500561890 BIDANG STUDI : KIMIA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMA Negeri 8 OKU Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X / Ganjil Materi Pokok : Metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan kimia di laboratorium, serta peran Kimia dalam kehidupan Topik : Peran kimia dalam kehidupan Metode Ilmiah Alokasi Waktu : 4 x 45 Menit ( 2 x pertemuan) A. Kompetensi Inti KI-1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI-2 :Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”. KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar Ranah KD No. KD Deskripsi KD (Kompetensi Dasar) Pengetahuan 3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan Keterampilan 4.1 Menyajikan hasil rancangan dan hasil percobaan ilmiah. C. Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1 (Pertama) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Tujuan Pembelajaran 3.1. 2 Menganalisis peran kimia dalam kehidupan 4.1.2. Mengkomunikasikan hasil diskusi mengenai peran kimia dalam kehidupan. Setelah mengamati tayangan video dan diskusi kelompok serta menerapkan model pembelajaran PBL, peserta didik mampu menganalisis peran kimia dalam kehidupan dengan benar.
Pertemuan II (Dua) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Tujuan Pembelajaran 3.1.3 Menganalisis metode ilmiah dan langkahlangkahnya. 4.1.3 Menyajikan hasil percobaan ilmiah sederhana dari masalah konstektual. Setelah mengamati tayangan video dan diskusi kelompok serta menerapkan model pembelajaran PBL, peserta didik mampu meganalisis Metode Ilmiah beserta langkahlangkahnya dan menyajikan hasil rancangan dan percobaan ilmiah dari masalah kontekstual dengan benar. Peserta didik mampu merancang dan melakukan percobaan sederhana serta menyimpulkan hasil dan mengkomunikasikannya dengan benar. D. Materi Pembelajaran A. Peran Kimia dalam kehidupan Ilmu kimia disebut juga “sentral sains” karena peranannya yang sangat penting diantara ilmu lain, seperti: kesehatan (kedokteran dan farmasi), pertanian, hukum, dan geologi, biologi, mesin, teknik sipil, dan arkeologi serta dalam menyelesaikan masalah global. Perkembangan ilmu lain berjalan seiring dengan kemajuan yang dicapai dalam ilmu kimia. Perkembangan ilmu kimia saat ini sangat pesat dan telah menghantarkan produk-produk baru yang sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti: sabun, deterjen, sampo, pembersih lantai, pemutih, pasta gigi, obat-obatan dan kosmetik. Penggunaan polimer pengganti untuk kebutuhan industri dan peralatan rumah tangga dari penggunaan bahan baku logam telah beralih menjadi bahan baku plastik polivynil clorida (PVC). Bidang pangan banyak dikembangkan, seperti kemasan, makanan olahan sampai pengawetan makanan. Berikut ini dibahas tentang peran kimia dalam berbagai bidang kehidupan antara lain : a) Peranan kimia dalam bidang kesehatan b) Peranan kimia dalam bidang pertanian c) Peranan kimia dalam bidang biologi d) Peranan kimia dalam bidang hukum e) Peranan kimia dalam bidang geologi f) Peranan kimia dalam bidang industri g) Peranan kimia dalam bidang sosial B. Metode ilmiah Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis, empiris, dan terkontrol. Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan. Metode Ilmiah juga merupakan langkah atau tahap yang teratur dan sistematis yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah ilmiah. Metode tersebut berawal dari adanya permasalahan yang diperoleh dari pengamatan terhadap gejala-gejala (fenomena) alam yang terjadi pada suatu objek pengamatan, misalnya terjadi perkaratan besi. Mengapa besi berkarat dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi? Metode ilmiah berguna untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, dan menguji ulang hasil penelitian sehingga diperoleh kebenaran yang obyektif. Dalam melakukan metode ilmiah berkembang sikap ilmiah, antara lain: rasa ingin tahu, sikap terbuka dan tidak mudah percaya, jujur, disiplin, bertanggungjawab, tekun, hati-hati, teliti, peduli,mudah bekerjasama, toleran, santun, responsif dan pro-aktif. E. Strategi Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Model : Problem Based Learning Metode : Tanya jawab, diskusi, presentasi dan percobaan sederhana.
F. Langkah – langkah Kegiatan pembelajaran Pertemuan ke-1 (Pertama) Topik : Peran kimia dalam kehidupan Pendahuluan Sintaks Model Pembelajaran Pada Uraian Kegiatan dicantumkan Pendekatan Saintifik dan Kecakapan abad 21 Pengembangan Karakter Alokasi Waktu Guru memberi salam dan menunjuk salah satu siswa untuk memimpin do’a. Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik Guru memeriksa kehadiran peserta didik Guru melakukan Apersepsi dengan mengingatkan materi pelajaran sebelumnya Guru memberi motivasi belajar kepada peserta didik Guru menyampaikan Kompetensi Dasar dan Tujuan pembelajaran Guru menyampaikan cakupan materi Religiusitas Nasionalisme Disiplin Tanggung jawab 10 menit Kegiatan Inti Tahap 1 Orientasi peserta didik pada masalah Mengamati dan menanya Peserta didik diberikan stimulus dengan diberikan tayangan video mengenai ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari dan artikel melalui powerpoint. Link video : https://www.youtube.com/watch?v=FePzmCRMdc Peserta didik diminta untuk memberikan pendapat, Adakah hubungan peristiwa tersebut dengan kimia . Guru menjelaskan bahwa peristiwa tersebut erat kaitannya dengan ilmu kimia. Prinsip yang menyatakan bahwa kimia sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari. Teliti , tanggung jawab, berpikir kritis, kreatif, berani berpendapat, jujur. 65 menit Sintak II Mengorganisasi kan peserta didik (Collabo ration) Guru mengkondisikan peserta didik duduk dalam kelompok belajarnya masing-masing. Peserta didik mendapat bahan ajar dan LKPD Guru mengarahkan peserta didik untuk mengerjakan LKPD dalam diskusi belajar sesuai petunjuk belajar peserta didik melaksanakan instruksi yang ada dalam LKPD Sintak III Membimbing penyelidikan individu Mengumpulkan dan mengolah informasi Guru mengarahkan peserta didik untuk mencari manfaat dan dampak negatif dari ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mencari informasi yang relevan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam LKPD. Peserta didik dibimbing oleh guru dalam pengisian LKPD setiap kelompok belajar sesuai dengan hasil kajian yang telah diperoleh. Guru memantau jalannya diskusi dan membantu kelompok yang mengalami kesulitan. Sintak IV Mengembang kan dan menyajikan hasilkarya (communi cation) Menalar dan Mengkomunikasikan Peserta didik mempresentasikan pembahasan permasalahan yang ada di LKPD Guru mendampingi peserta didik dalam melakukan presentasi agar berjalan lancar dan kondusif. Sintak V Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah (critical thinking) Guru mengkonfirmasi/ memberikan penguatan terkait materi dan masalah yang telah diselesaikan dan dipelajari melalui LKPD. Siswa diberi kesempatan bertanya bagian materi yang kurang dimengerti terkait materi yang dipelajari. Penutup Peserta didik denga n bimbingan gu r u membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran. Peserta didik mengerjakan soal latihan mandiri Guru bersama siswa memeriksa lembar jawaban soal latihan mandiri Guru merekap hasil capaian pemahaman peserta didik dengan memberikan pengayaan untuk peserta didik dengan nilai baik dan memberikan remedial untuk peserta didik dengan nilai kurang baik. Guru menyampaikan rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam. Religiusitas Disiplin Tanggung jawab 15 menit Pertemuan ke-2 (Dua) Topik : Metode Ilmiah Pendahuluan Sintaks Model Pembelajaran Pada Uraian Kegiatan dicantumkan Pendekatan Saintifik dan Kecakapan abad 21 Pengembangan Karakter Alokasi Waktu Guru memberi salam dan menunjuk salah satu siswa untuk memimpin do’a. Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik Guru memeriksa kehadiran peserta didik Guru melakukan Apersepsi dengan mengingatkan materi pelajaran sebelumnya Guru memberi motivasi belajar kepada peserta didik Guru menyampaikan Kompetensi Dasar dan Tujuan pembelajaran Guru menyampaikan cakupan materi Religiusitas Nasionalisme Disiplin Tanggung jawab 10 menit Kegiatan Inti
Tahap 1 Orientasi peserta didik pada masalah Mengamati dan menanya Peserta didik diberikan stimulus dengan diberikan tayangan gambar mengenai metode ilmiah melalui power point. Apa yang dilakukan ilmuwan dalam gambar tersebut? Adakah panduan yang dibutuhkan dalam penelitian? Peserta didik diminta untuk memberikan pendapat, Guru menayangkan video pembelajaran tentang metode ilmiah. Prinsip yang menyatakan bahwa dalam melakukan sebuah penelitian mengikuti langkah-langkah dalam metode ilmiah. Teliti , tanggung jawab, berpikir kritis, kreatif, berani berpendapat, jujur. 65 menit Sintak II Mengorganisasi kanpeserta didik (Collabo ration) Guru mengkondisikan peserta didik duduk dalam kelompok belajarnya masing-masing. Peserta didik mendapat bahan ajar dan LKPD Guru mengarahkan peserta didik untuk mengerjakan LKPD dalam diskusi belajar sesuai petunjuk belajar peserta didik melaksanakan instruksi yang ada dalam LKPD Sintak III Membimbing penyelidikan individu Mengumpulkan dan mengolah informasi Guru mengarahkan peserta didik untuk mencari langkah-langkah dalam melakukan penelitian. Peserta didik mencari informasi yang relevan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam LKPD. Peserta didik dibimbing oleh guru dalam pengisian LKPD setiap kelompok belajar sesuai dengan hasil kajian yang telah diperoleh. Guru memantau jalannya diskusi dan membantu kelompok yang mengalami kesulitan. Sintak IV Mengembang kan dan menyajikan hasilkarya (communi cation) Menalar dan Mengkomunikasikan Peserta didik mempresentasikan pembahasan permasalahan yang ada di LKPD Guru mendampingi peserta didik dalam melakukan presentasi agar berjalan lancar dan kondusif. Sintak V Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru mengkonfirmasi/ memberikan penguatan terkait materi dan masalah yang telah diselesaikan dan dipelajari melalui LKPD. Siswa diberi kesempatan bertanya bagian materi yang kurang dimengerti terkait materi yang dipelajari.
(critical thinking) Penutup Peserta didik dengan bimbingan guru membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran. Peserta didik mengerjakan soal latihan mandiri Guru bersama siswa memeriksa lembar jawaban soal latihan mandiri Guru merekap hasil capaian pemahaman peserta didik dengan memberikan pengayaan untuk peserta didik dengan nilai baik dan memberikan remedial untuk peserta didik dengan nilai kurang baik. Guru menyampaikan rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam. Religiusitas Disiplin Tanggung jawab 15 menit G. Penilaian Hasil Pembelajaran (sikap, pengetahuan dan keterampilan) 1. Teknik Penilaian Penilaian sikap : Observasi/pengamatan Penilaian Pengetahuan : Tes tertulis Penilaian keterampilan : Presentasi 2. Instrumen Penilaian (terlampir) 3. Pedoman Penskoran (terlampir) H. Media, Alat & Sumber Pembelajaran 1. Media Pembelajaran Lembar Kerja Peserta Didik Powerpoint Video peran kimia dalam kehidupan Video metode ilmiah 2. Alat Pembelajaran Spidol, papan tulis Laptop & infocus 3. Sumber Pembelajaran Watoni,A.Haris, dkk. 2016. Buku Kimia Kelas X SMA/MA. Bandung. Penerbit Yrama Widya. Purba, M., Sunardi.2012.Buku Kimia Kelas X SMA/MA. Jakarta.Penerbit Erlangga Bahan Ajar Peran kimia dalam kehidupan Video https://www.youtube.com/watch?v=B7FEQWF9hQ0 Video https://www.youtube.com/watch?v=F-ePzmCRMdc Video https://www.youtube.com/watch?v=1oIbabXk5mI Mengetahui, Sinar Peninjauan, Juni 2023 Kepala SMA Negeri 8 OKU Guru Mata Pelajaran Kimia Annerlie Putri Agung, S.Pd,. M.Pd Dian Andriyani, S.Pd NIP. 197412041999032008 NIPPPK. 198509042022212017
KIMIA DALAM KEHIDUPAN Materi Ajar KIMIA DALAM KEHIDUPAN KIMIA SMA/MA KELAS X Dian Andriyani, S.Pd. Mahasiswa PPG Dalam Jabatan 2023 Angkatan 1 LPTK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Oleh 1
KIMIA DALAM KEHIDUPAN i DAFTAR ISI .......................................................................................... i 1. PENDAHUUAN 1.1. Deskripsi ............................................................................... 1 1.2. Petunjuk penggunaan modul ................................................. 2 2. INTI 2.1. Capaian Pembelajaran................................................................ 3 2.2 Uraian Materi................................................................................ 4 2.2.1 Peran Kimia dalam kehidupan ............................................ 4 2.2.2 Dampak kimia dalam kehidupan................................ 8 2.3.3 Metode Ilmiah......................................................................... 9 2.4. Forum Diskusi....................................................................... 11 3. PENUTUP 3.1. Rangkuman .............................................................................. 15 3.2 Tes Formatif ................................................................................ 16 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 20
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 1 1.1 Deskripsi Kimia sangat dekat dengan kehidupan kita. Banyak bahan kimia dan proses kimia terjadi di sekitar kita bahkan dalam tubuh kita juga terjadi proses kimia. Belajar kimia kita dapat lebih memahami fenomena alam terkait dengan kimia sehingga kita dapat mengontrol perubahan yang terjadi demi keuntungan bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Pembelajaran merupakan wahana untuk mencapai kompetensi dasar baik sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Modul ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk menciptakan kegiatan pembelajaran baik tatap muka, tutorial, maupun mandiri. Modul ini memiliki tema “Kimia Dalam Kehidupan” membahas 2 unit materi bahasan, yaitu: unit 1 Peranan Kimia dalam kehidupan, dan unit 2 Metode Ilmiah. Adapun rincian setiap unit sebagai berikut. Unit 1 Peranan Kimia dalam Kehidupan, menguraikan tentang peranan kimia dalam berbagai bidang kehidupan, seperti bidang kesehatan, pertanian, geologi, hukum, mesin, dan teknik sipil sehingga menempatkan kimia sebagai sentral sains. Unit 2 Metode Ilmiah, menguraikan tentang pengertian metode ilmiah dan tahapannya serta contoh penelitian sederhana, misalnya pelarutan gula atau garam dapur. Setiap unit modul memuat uraian materi dilengkapi dengan contoh-contoh yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari agar kontekstual, penugasan, dan rangkuman materi untuk membantu Anda lebih memahami konsep kimia, berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, modul ini juga dilengkapi dengan penilaian untuk mengukur pemahaman Anda terhadap modul secara bertahap. Aktivitas pembelajaran dalam modul ini menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), dengan sintaks 1) Orientasi peserta didik kepada masalah; 2) Mengorganisasikan peserta didik; 3) Membimbing penyelidikan individu dan kelompok; 4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan 5) Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. 1. PENDAHULUAN
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 2 1.2. Petunjuk Penggunaan Modul Agar modul ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan cara: 1) Bacalah dengan seksama tujuan pembelajaran, pokok-pokok materi dan uraian materi pada masing-masing unit bahasan materi. 2) Modul ini memuat informasi tentang peran kimia dalam berbagai bidang kehidupan dan metode ilmiah. 3) Pelajari dengan seksama semua materi yang disajikan secara berurutan, jika ada informasi yang kurang jelas atau mengalami kesulitan dalam mempelajari setiap materi, sebaiknya berkonsultasi pada pengajar. 4) Pelajari contoh-contoh soal yang disajikan dalam modul ini. 5) Buka link yang tersedia untuk menambah perbendahaaran ilmu. 6) Kerjakan latihan atau tugas yang terdapat pada akhir uraian materi dan 7) kumpulkan kepada guru berdasarkan waktu yang disepakati.
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 3 2.1. Capaian Pembelajaran Capaian pembelajaran pada modul ini dapat dilihat pada tabel berikut. KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2: Menunjukkan perilaku jujur , disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 : Memahami, menempatkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI Kompetensi Pengetahuan 3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan. 3.1.2 Menganalisis peran kimia dalam kehidupan 3.1.3 Menganalisis metode ilmiah dan langkah-langkahnya. 4.1 Menyajikan hasil rancangan dan hasil percobaan ilmiah. 4.1.2. Mengkomunikasikan hasil diskusi mengenai peran kimia dalam kehidupan. 4.1.3 Menyajikan hasil percobaan ilmiah sederhana dari masalah konstektual. 2. INTI
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 4 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari modul ini diharapkan: 1. Peserta didik dapat menjelaskan ilmu kimia. 2. Peserta didik dapat menganalisis manfaat kimia dalam berbagai bidang kehidupan 3. Peserta didik dapat menganalisis dampak negatif kimia. 4. Peserta didik mampu meganalisis Metode Ilmiah beserta langkah- langkahnya dan menyajikan hasil rancangan dan percobaan ilmiah dari masalah kontekstual. 5. Peserta didik mampu merancang dan melakukan percobaan sederhana serta menyimpulkan hasil percobaan. 2.2 Uraian Materi Apa Ilmu kimia itu? Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari bahan terutama dalam hal sifat, struktur, dan perubahannya, serta energi. Ilmu kimia mempelajari benda-benda yang dekat dengan kehidupan kita, misalnya air yang kita minum, sabun yang biasa kita pakai untuk mandi, dan kandungan yang terdapat dalam makanan yang sehari-hari kita makan, dan lain-lain. 2.2.1 Peran Kimia dalam Kehidupan
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 5 Pernahkah kamu berpikir, bahwa apa yang dipakai dan dimakan serta bendabenda di sekelilingmu semuanya adalah bahan kimia? Ilmu kimia disebut juga “sentral sains” karena peranannya yang sangat penting diantara ilmu lain, seperti: kesehatan (kedokteran dan farmasi), pertanian, hukum, dan geologi, biologi, mesin, teknik sipil, dan arkeologi serta dalam menyelesaikanmasalah global. Perkembangan ilmu lain berjalan seiring dengan kemajuan yang dicapai dalam ilmu kimia. Perkembangan ilmu kimia saat ini sangat pesat dan telah menghantarkan produk-produk baru yang sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti: sabun, deterjen, sampo, pembersih lantai, pemutih, pasta gigi, obat-obatan dan kosmetik. Penggunaan polimer pengganti untuk kebutuhan industri dan peralatan rumah tangga dari penggunaan bahan baku logam telah beralih menjadi bahan baku plastik polivynil clorida (PVC). Bidang pangan banyak dikembangkan, seperti kemasan, makanan olahan sampai pengawetan makanan. Berikut ini dibahas tentang peran kimia dalam berbagai bidang kehidupan. 1. Peranan Kimia dalam Bidang Kesehatan Cabang ilmu kimia yang ber hubungan langsung dengan ke dokter an adalah biokimia dan kimia organik. Kedua cabang kimia ini mempelajari tentang senyawa-se nyawa yang ada pada makhluk hi dup serta reaksi yang di timbulkan dari dalam tubuh makhluk hidup tersebut. Peran kimia organik dalam meningkatkan kesehatan, antara lain menjadikan obat-obatan lebih selektif dan tepat sasaran dalam menyembuhkan suatu penyakit. 2. Peranan Kimia dalam Bidang Pertanian Pernahkah Anda berpikir apa peranan kimia dalam bidang pertanian? Dalam pertanian modern saat ini, para petani telah menggunakan pupuk dan pestisida dalam rangka meningkat mutu dan produksi. Pupuk dan pestisida mengandung zat-zat kimia. Pupuk merupakan material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman. Pupuk berguna untuk memperbaiki komposisi unsurunsur dalam tanah, agar tanaman dapat tumbuh subur. Unsur-unsur penting yang dibutuhkan tumbuhan, antara lain nitrogen (N), fosfor (P) , Kalium (K), Sulfur (S), kalsium (Ca) dan magnesium(Mg) yang merupakan unsur makro. Jumlah unsur S, Ca, dan Mg tersedia cukup dalam tanah dan peranannya bagi tumbuhan tidak teramat penting. Unsur yang berperan bagi tumbuhan adalah N,P dan K. Ketiga jenis pupuk buatan tersebut merupakan pupuk tunggal. Jika di dalam pupuk mengandung dua atau lebih un sur-unsur utama disebut pupuk
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 6 majemuk. Sebagai contoh pupuk NPK me ngandung ketiga unsur N,P,K. Pupuk majemuk lainnya adalah pupuk NP, pupuk NK, dan pupuk KP. Pada awalnya penggunaan pupuk buatan (anorganik) pada tanaman memberikan dampak positif bagi petani dengan meningkatnya produksi tanaman cukup tinggi. Namun penggunaan pupuk buatan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan tanah mengeras, kurang mampu menyimpan air, dan pH tanah menurunkan yang pada akhirnya akan menurunkan produksi tanaman. Penggunaan pupuk buatan yang berlebihan akan menyebabkan kadar organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Bahan kimia yang terdapat di pupuk buatan dapat membahayakan tubuh. Ketiga jenis pupuk buatan tersebut merupakan pupuk tunggal. Jika di dalam pupuk mengandung dua atau lebih un sur-unsur utama disebut pupuk majemuk. Sebagai contoh pupuk NPK me ngandung ketiga unsur N,P,K. Pupuk majemuk lainnya adalah pupuk NP, pupuk NK, dan pupuk KP. Pada awalnya penggunaan pupuk buatan (anorganik) pada tanaman memberikan dampak positif bagi petani dengan meningkatnya produksi tanaman cukup tinggi. Namun penggunaan pupuk buatan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan tanah mengeras, kurang mampu menyimpan air, dan pH tanahmenurunkan yang pada akhirnya akan menurunkan produksi tanaman. Penggunaan pupuk buatan yang berlebihan akan menyebabkan kadar organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Bahan kimia yang terdapat di pupuk buatan dapat membahayakantubuh- tubuh manusia karena paparan pestisida yang masuk ke tubuh manusia baik melalui kulit, hidung, mau pun mulut dapat menimbulkan ber bagai gangguan kesehatan atau penyakit. 3. Peranan Kimia dalam Bidang Biologi Biologi mempelajari makhluk hidup mencakup manusia, hewan, dan tumbuhan. Proses kimia yang berlangsung dalam makhluk hidup meliputi pencernaan makanan, pernapasan, metabolisme, fotosintesis, dan lain-lain. Untuk mempelajari proses kimia tersebut, diperlukan pengetahuan tentang struktur dan sifat senyawa, seperti karbohidrat, protein, vitamin, enzim, lemak, asam nukleat, dan lain-lain. 4. Peranan Kimia dalam Bidang Hukum Bidang hukum memang tidak ada hubungan dengan ilmu kimia secara langsung, namun manfaat ilmu kimia dalam bidang hukum dapat dirasakan ketika diberlakukan pemeriksaan alat bukti kriminalitas oleh ahli forensik, melibatkan ilmu Kimia.
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 7 Bagian tubuh tersangka, se per ti rambut dan darah dapat di periksa struktur DNA-nya karena struktur DNA setiap orang berbeda-beda sehingga dapat digunakan un tuk identifi kasi seseorang. Hal ini berguna untuk membuktikan tindak kejahatan seseorang. Da lam bidang hu kum, ilmu kimia ber peran dalam pembuktian kasus hu kum, sebagai contoh, kasus pen cam puran minyak tanah ke dalam ben sin yang diperdagangkan. Untuk membuktikan bensin yang ber cam pur dengan minyak tanah, perlu di lakukan uji laboratorium. Pada kasus lain, misalnya pe ne muan mayat yang terpotong-potong se hinggati dak dapat dikenali. Un tuk membuktikan siapa korban pem bunuhan maka per lu diuji DNA-nya. Kasus seorang pe ngendara yang mi num alkohol melebihi ambang batas, dapat dibuktikan dengan memasukkan alat analisis alkohol ke dalam mulut pengendara untuk mengukur kadar alkohol yang keluar saat bernafas. 5. Peranan Kimia dalam Bidang Geologi Dalam geologi, ilmu kimia berperan dalam mempelajari kandungan material bumi, sifat logam mau pun minyak bumi dengan sifatsifat kimia dari berbagai material bumi dan teknik analisisnya. Peran ilmu kimia di bidang geologi adalah mempermudah para geolog dalam mempelajari kandungan material bumi seperti logam ataupun minyak bumi dengan beragam sifat kimia dari berbagai material bumi dan teknik analisisnya. 6. Peranan Kimia dalam Bidang Industri Mesin-mesin yang digunakan di industri harus disesuaikan dengan sifat bahan baku yang digunakan. Untuk itu, diperlukan pengetahuan ilmu kimia. Berbagai produk industri seperti semen, cat, obat, kayu dan plastik dihasilkan melalui riset yang memerlukan pengetahuan ilmu kimia. 7. Peranan Kimia dalam Bidang Sosial Ilmu kimia juga dapat menyelesaikan masalah sosial, seperti masalah ekonomi, hukum dan lingkungan hidup. Salah satu masalah lingkungan hidup yang tengah dihadapi saat ini adalah pemasanan global. Pemanasan global (global warming) merupakan fenomena peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi karena terjadinya efek rumah kaca di atmosfer, seperti gas karbondioksida (CO2), Metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O) sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer. Dalam jumlah normal dan seimbang, gas-gas tersebut berguna untuk menjaga kehangatan bumi. Namun, berbagai aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar, kegiatan industri, penggundulan hutan, serta penimbunan sampah menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca semakin meningkat.
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 8 Apakah bahan kimia itu berbahaya? Semua bahan kimia apakah itu bahan kimia alami atau sintetik, berbahaya bila digunakan secara berlebihan dan tidak sesuai dengan fungsinya. Makan (berarti menikmati bahan kimia) secara berlebihan berbahaya bagi manusia. Kelebihan karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula dalam darah manusia yang akhirnya dapat menyebabkan penyakit diabetes militus. Penggunaan pestisida secara berlebihan dapat mengganggu keseimbanganekosistem juga dapat membahayakan kesehatan Setelah tubuh terpapar oleh pestisida, selanjutnya zat kimia dalam pestisida menyerang organ tubuh diantaranya paru-paru dan sis tem pernafasan, hati, ginjal dan saluran kencing, sistem saraf, darah dan sumsum tulang, jantung dan pembuluh darah, kulit dan sistem reproduksi, sistem kekebalan, tulang, otot, dan kelenjar. Sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan atau penyakit yang ditimbulkannya seperti diantaranya kanker, mandul, autisme, parkinson, diabetes, bayi lahir cacat, anemia, stunting (ber tubuh pendek), goiter (pembesaran kelenjar gondok), dan lain-lain. Zat psikotropika untuk kedokteran sangat berguna untuk menghilagkan rasa sakit pada saat operasi, tetapi berbahaya jika digunakan oleh orang sehat karena akanmenimbulkan efek ketagihan dan kerusakan syaraf otak. Berbahayakah zat aditif yang digunakan dalam makanan? Zat aditif makanan ada yang alami tetapi ada pula yang sintetik. Penggunaan zat aditif sintetik perlu diperhatikan takarannya. Bila digunakan sesuai takarannya, maka penggunaan zat aditif sintetik akan aman. Tetapi bila penggunaannya berlebihan akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Penggunaan pewarna sintetik yang disalahgunakan pada pewarna makanan termasuk salah satu dampak penggunaan bahan kimia yang membahayakan tubuh. 2.2.2. Dampak Kimia dalam kehidupan
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 9 A. Pengertian Metode Ilmiah Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis, empiris, dan terkontrol. Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan. Metode Ilmiah juga merupakan langkah atau tahap yang teratur dan sistematis yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah ilmiah. Metode tersebut berawal dari adanya permasalahan yang diperoleh dari pengamatan terhadap gejala-gejala (fenomena) alam yang terjadi pada suatu objek pengamatan, misalnya terjadi perkaratan besi. Mengapa besi berkarat dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi? Metode ilmiah berguna untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, dan menguji ulang hasil penelitian sehingga diperoleh kebenaran yang obyektif. Dalam melakukan metode ilmiah berkembang sikap ilmiah, antara lain: rasa ingintahu, sikap terbuka dan tidak mudah percaya, jujur, disiplin, bertanggungjawab, tekun, hati-hati, teliti, peduli,mudah bekerjasama, toleran, santun, responsif dan pro-aktif. B. Tahapan Metode Ilmiah Bagaimana tahapan metode ilmiah? Suatu penelitian atau percobaan dilakukan sesuai metodeilmiah melalui tahapan berikut. 2.2.3. Metode Ilmiah
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 10 a. Merumuskan Masalah Merumuskan masalah adalah tahap pertama dalam suatu penelitian. Masalah biasanya berupa pertanyaan ilmiah yang harus dijawab dengan melakukan sebuah percobaan dan penelitian secara ilmiah. Dengan merumuskan masalah, Anda telah memahami hal yang akan diteliti dengan langkah metode ilmiah. b. Menyusun Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya, jadi dalam langkah kedua ini Anda perlu membuat dugaan tentang jawaban dari masalah berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang ada. Selanjutnya suatu hipotesa harus dibuktikan dengan serangkaian percobaan ataupenelitian. Dalam merumuskan hipotesis, pertanyaannya harus merupakan gambaran adanya hubungan antara dua variable atau lebih. Variabel adalah factor-faktor yang mempengaruhi hasil percobaan atau penelitian. Ada beberapa jenis variabel dalam suatu penelitian, yaitu variabelbebas atau variabel manipulasi, variabel terikat atau variabel terkendali, dan variabel tetap atau variabel terkontrol. 1) Variabel bebas atau variabel manipulasi, adalah variabel yang dapat memengaruhi variabel lain. Variabel ini dapat diukur dan dimanipulasi untuk menentukan hubungan dengan suatu gejala yang diteliti. 2) Variabel terikat atau variabel terkendali, adalah variabel yang memberikan reaksi/ respon jika dihubungkan dengan variabel bebas. Variabel ini merupakan variable yang diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh variabel bebas. 3) Variabel tetap atau variable terkontrol, adalah variabel yang nilainya dibuat tetap. c. Melaksanakan Penelitian Ilmiah Setelah menyusun hipotesis mengenai masalah yang akan dipecahkan, selanjutnya pene- litian bisa dimulai yang bertujuan untuk menguji kebenaran dari hipotesa. Penelitian dapat melaksanakan di laboratorium dengan pedoman keselamatan di ruang laboratorium atau tempat lain, bergantung pada masalah yang akan dipecahkan. d. Mengumpulkan Data Saat penelitian dilaksanakan, lakukan pengamatan dengan seksama dan data-data penelitian dan harus disusun dengan baik dan akurat. Data yang didapatkan bisa data yang berupaangka (kuantitatif) atau data yang berupa pengamatan indera tanpa satuan ukur. Data yang dikumpulkan, selanjutnya disusun dalam bentuk uraian (diskripsi), tabel, maupun grafik.
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 11 e. Mengolah dan menganalisis data Dalam mengolah dan menganalisis data, pertama kelompokkan data yang akan dikumpulkan dari hasil penelitian atau percobaan. Kemudian susun sesuai dengan jenis atau keperluanpenelitian. Analisa data-data tersebut dan selanjutnya mengecek apakah hipotesa yang dibuat sudah sesuai atau malah bertentangan dengan hasil yang diperoleh. Apabila hipotesa yang dibuat tadi bersesuaian dengan hasil pengamatan, maka hipotesis diterima, apabila tidak maka hipotesis ditlolak. Jika hipotesis ditolak, maka belum tentu percobaan ini gagal. Akan tetapi ada masalah yang belum dapat terjawab dari percobaan yang dilakukan. Oleh karenanya perlu dilakukan percobaan ulang dengan cara memperbaiki hipotesis. f. Membuat kesimpulan Kesimpulan merupakan pernyataan yang merangkum apa yang sudah dilakukan selama kegiatan penelitian. Hasil penelitian perlu dibahas apakah mendukung hipotesis yang dibuat atau tidak. g. Menyusun Laporan percobaan / penelitian Secara umum laporan percobaan memuat : tanggal, nama, judul percobaan, tujuan, hipotesis, kajian pustaka, alat dan bahanyang digunakan, tahapan kerja, data hasil pengamatan, pengolahan dan analisis data serta kesimpulan rekomendasi. 2.3 Forum diskusi Mengidentifikasi produk kimia yang digunakan di rumah Anda. Tujuan: Mampu mengidentifikasi bahan kimia dalam berbagai produk kimia yang banyak digunakan di rumah tangga dan mencatat nama bahan kimia yang terdapat dalam produk tersebut, menganalisi kegunaan serta mengomunikasikannya. Media: Berbagai kardus atau botol bekas kemasan berbagai produk kimia yang banyak digunakan di rumah tangga. Langkah-langkah Kegiatan: 1. Mengumpulkan berbagai kardus atau botol bekas kemasan berbagai produk kimia yang banyak digunakan di rumah tangga. 2. Mengamati nama bahan-bahan kimia yang tertulis pada kemasan dan catat hasil pengamatanmu pada lembar kerja berikut. Tugas ini dapat dikerjakan secara individu atau kelompok. Penyajian Masalah “ Peran Kimia dalam kehidupan”
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 12 Lembar Kerja: Nama produk, kandungan bahan kimia, dan kegunaan! No Nama Produk Kandungan Bahan Kimia Kegunaan 1. Detergen 2. Sabun mandi 3. Sabun pencuci piring 4. Pasta gigi 5. Sampo 6. Pemutih pakaian 7. Pestisida 8. Baterai 9. Kabel 10. Perangkat komputer Catatan: *) nama produk disesuaikan dengan yang dipakai di rumah Anda 1. Komunikasikan hasil tugas Anda pada nomor 2 di atas secara lisan! 2. Bandingkan hasil kerja Anda dengan teman, apakah ada persamaan dan atau perbedaan? Apa yang dapat disimpulkan! Menganalisis dan menyimpulkan data hasil percobaan Tujuan: Peserta didik diharapkan mampu menganalisis dan menyimpulkan data hasil percobaan padatabel 1. Media: 1. Data hasil percobaan pelarutan gula dalam air pada Tabel 1 N o Faktor yang Berpengaruh PadaProses Pelarutan Waktu yang Diperlukan Semua Gula Larut Jumlah Pelarut Jumlah Zat Terlarut Pengadukan 1 Suhu a. Air panas 0 menit 27 detik 40 mL 5 sdt Diaduk b. Air dingin 1 menit 32 detik 40 mL 5 sdt Diaduk Penyajian Masalah “ Metode Ilmiah “
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 13 No Faktor yang Berpengaruh Pada Proses Pelarutan Waktu yang Diperlukan Semua Gula Larut Jumlah Pelarut Jumlah Zat Terlarut Pengaduk an 2 Ukuran zat terlarut a. Dihaluskan 0 menit 30 detik 40 mL 5 sdt Diaduk b. tidak dihaluskan 1 menit 9 detik 40 mL 5 sdt Diaduk 3 Volume pelarut a. 20 mL 1 menit 25 detik 20 mL 5 sdt Diaduk b. 40 mL 0 menit 57 detik 40 mL 5 sdt Diaduk 3 Pengadukan a. Diaduk 1 menit 40 detik 40 mL 5 sdt Diaduk b. Tidak diaduk Lebih dari 5 menit 40 mL 5 sdt Tidak diaduk 2. Wacana/artikel tentang factor-faktor yang mempengaruhi proses pelarutan berikut ini. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Pelarutan Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan suatu zat melarut dalam air, berlaku pada larutan dengan zat terlarut padat dan pelarut cair. 1. Suhu Pemanasan pelarut dapat mempercepat larutnya zat terlarut. Pelarut dengan suhu yang lebih tinggi akan lebih cepat melarutkan zat terlarut dibandingkan pelarut dengan suhu lebih rendah. Ketika pemanasan dilakukan, partikel pada suhu tinggi bergerak lebih cepatdibandingkan pada suhu rendah. Akibatnya, kontak antara zat terlarut dengan zat pelarutmenjadi lebih efektif. Hal ini menyebabkan zat terlarut menjadi lebih mudah larut pada suhu tinggi. Kebanyakan benda padat sulit larut bila suhu pelarutnya rendah. Sebaliknya, benda padat lebih mudah larut bila suhu pelarutnya tinggi. Sifat ini membantu kita ketika membuat minuman. Bila ingin membuat minuman dingin, kita harus melarutkan gula pasir terlebih dahulu kedalam air panas, baru kemudian ditambahkan air dingin. 2. Ukuran zat terlarut Zat terlarut dengan ukuran kecil (serbuk) lebih mudah melarut dibandingkan dengan zat terlarut yang berukuran besar. Pada zat terlarut berbentuk serbuk, permukaan sentuh antara zat terlarut dengan pelarut semakin banyak. Akibatnya, zat terlarut berbentuk serbuk lebih cepat larut daripada zat telarut berukuran besar. 3. Volume pelarut Volume pelarut yang besar akan lebih mudah melarutkan zat terlarut. 4. Pengadukan Pengadukan menyebabkan partikel-partikel antara zat terlarut dengan pelarut akan
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 14 semakin sering untuk bertabrakan. Hal ini menyebabkan proses pelarutan menjadi semakin cepat. Langkah-langkah Kegiatan: ● Pelajari data hasil percobaan kelarutan gula dalam air pada tabel 1 ● Baca wacana/artikel tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses pelarutan ● Analisis data hasil pengamatan pada percobaan pelarutan gula dalam air dari empat faktor yang mempengaruhi proses pelarutan, yaitu suhu, ukuran zat terlarut, volume palarut, dan pengadukan. ● Diskusikan dengan kelompok belajarmu dan buatlah kesimpulan berdasarkan hasil analisis. ● Komunikasikan hasil analisis dan kesimpulanmu !
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 15 3.1. Rangkuman 1. Dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga kita banyak menggunakan beragam bahan kimia, antara lain: pembersih, pemutih, pewangi, dan pestisida. 2. Pembersih yang biasa digunakan di rumah tangga, antara lain: sabun, detergen, pasta gigi, sampoo, dan pembersih lantai. 3. Sabun terbuat dari minyak hewani atau minyak sayur (minyak zaitun, minyak kelapa, dan lain-lain) dan basa alkali, yaitu natrium hidroksida (NaOH) untuk pembuatan sabun padat atau kalium hidroksida (KOH) untuk pembuatan sabun cair. 4. Bahan dasar pembuat detergen yang memiliki dampak lingkungan: ● ABS (Alkyl Benzene Sulfonate), senyawa ini berasal dari olahan minyak bumi. Limbahnya menimbulkan buih tetap di air, karena molekulnya sulit terurai olehmikro organisme sehingga hal ini bisa merusak lingkungan, ● LAS (Lauril Alkyl Sulfonate), senyawa ini juga berasal dari minyak bumi, dapat terurai dilingkungan yang aerob dengan kadar oksigen yang cukup, dan ● CMC (Carboxymethyl Cellulosa), merupakan bahan penghasil busa. Perlu diketahui bahwa daya pembersih detergen terletak pada kemampuannya mengemulsikan lemak ke air bukan pada banyaknya buih busa. 5. Pasta gigi digunakan saat menggosok gigi untuk menjaga kesehatan gigi. Bahan kimia yang paling dikenal dalam pasta gigi adalah senyawa-senyawa fl uorida, seperti sodium fl uoride yang berfungsi untuk membuat enamel gigi lebih kuat dan mengurang risiko karies gigi. 6. Bahan kimia sampo sama dengan bahan sabun mandi, ditambah bahan-bahan alami seperti urang aring untuk menghitamkan rambut, lidah buaya untuk menyuburkan rambut, dan jeruk nipis untuk menghindari gatal pada kulit kepala. Pemutih, berfungsi untuk memutihkan benda dan sebagai desinfektan (membasmi kuman). Bahan aktif pemutih adalah hipoklorit. Misal pada bahan pemutih berupa serbuk mengandung kalsium hipoklorit Ca(ClO)2 yang biasa dikenal dalam masyarakat dengan nama kaporit, sedangkan dalam larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit (NaClO). 9. Pewangi berguna untuk pengharum ruangan, pengharum badan, atau pengharum pakaian. Bahan 3. PENUTUP
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 16 pewangi alami diperoleh secara alami/diekstrak dari bahan alam (aroma mawar, melati, apel, dan lain-lain). Pewangi buatan/sintetis bahan kimia (indol, etil miristat, alilkaproat, anisaldehida). 3.2. Tes Formatif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, D, dan E. 1. Deterjen mengandung ABS (Alkyl Benzene Sulfonate), yaitu senyawa yang berasal dariolahan minyak bumi yang dapat merusak lingkungan, kerena limbahnya .... a. Menimbulkan buih tetap di air b. Membersihkan pakaian yang dicuci c. Melunturkan warna pakaian d. Membersihkan noda minyak e. Menghilangkan bau tidak sedap pada pakaian kotor 2. Bahan kimia dalam pasta gigi yang paling dikenal adalah senyawa-senyawa fluorida, sepertisodium fluoride yang berfungsi untuk .... a. Membuat gigi menjadi putih bersih b. Membuat nafas menjadi segar c. Menyembuhkan sakit gigi d. Menghilangkan bau mulut e. Membuat enamel gigi lebih kuat dan mengurang risiko karies gigi 3. Bahan utama untuk membuat pemutih cair adalah .... a. Natrium hidroksida (NaOH) b. Kalium hidroksida (KOH) c. Kalsium hipoklorit Ca(ClO)2 d. Kalsium hidroksida Ca(OH)2 e. Natrium hipoklorit (NaOCl) 4. Karbol, isopropanol, kresol, dan formaldehid merupakan bahan utama yang terdapat pada .... a. Pewangi b. Pemutih c. Deterjen d. Pembersih lantai e. Pembasmi serangga 5. DDT (Dichloro Diphenyl Trichloroethana) merupakan bahan utama yang terdapat pada bahankimia .… a. Insektisida b. Pembersih lantai c. Pemutih d. Deterjen e. Pewangi
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 17 6. Manusia membutuhkan sandang,pangan, dan kebutuhan lain untuk kelangsungan hidup, baik yang berasal dari bahan alami maupun sintetik, misalnya kebutuhan untuk minum (H2O), bernapas (O2), membersihkan tubuh (sabun, shampoo, pasta gigi) dan sebagainya. Bahan-bahan ini merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang materi yang meliputi struktur, susunan, sifat, dan perubahan materiserta energi yang menyertainya disebut…. a. Ilmu filsafat D. Ilmu Biologi b. Ilmu forensik E. Ilmu farmasi c. Ilmu Kimia 7. Ilmu kimia berperan dalam menyelesaikan masalah global salah satunya krisis energi yaitu dengan cara..... a. Eksploitasi minyak bumi b. Pemanfaatkan kotoran hewan menjadi sumber energi bahan bakar alternatif c. Kegiatan reboisasi d. Penggunaan listrik secara berlebihan e. Penggunaan minyak goreng bekaspakai 8. Contoh berikut merupakan peran ilmu kimia dalam berbagai bidang. 1) Penemuan sel surya untuk menghasilkan energi 2) Penemuan alat dialisis untuk pasien penderita gagal ginjal 3) Penemuan pupuk sintetis yang dapat meningkatkan hasil pertanian 4) Penemuan rumus molekul DNA sehingga membantu proses kloning 5) Penemuan jenis pestisida yang tepat untuk membasmi serangan hama Peran ilmu kimia di bidang pertanian ditunjukkan oleh nomor …. a. 1 dan 2 d. 3 dan 5 b. 1 dan 3 e. 4 dan 5 c. 2 dan 4 9. Interaksi kimia dalam tubuh manusia dalam sistem pencernaan, pernapasan, sirkulasi, ekskresi, gerak, reproduksi, hormon dan sistem saraf, telah mengantarkan penemuan dalam bidang farmasi khususnya penemuan obat-obatan. Hal ini merupakan salah satu penerapan ilmu kimia dalam bidang …. a. Kesehatan d. Hukum b. Geologi e. Lingkungan c. Pertanian
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 18 10. Untuk membuktikan hipotesis harus melakukan … a. Percobaan b. Penafsiran c. Penelitian d. Perkiraan e. Pengembangan 11. Jika dalam penelitian tanaman Anthophyta, kita menghitung jumlah bunga maka hasil pengamatan di atas disebut …. a. Hipotesis b. Data kuantitatif c. Data kualitatif d. Rumusan masalah e. Analisis data 12. Praduga seorang ilmuan terhadap suatu kasus yang didasarkan pada telaah pustaka atau pengumpulan informasi disebut … a. Hipotenusa b. Sintesa c. Antitesa d. Hipotesa e. Analisa 13. Seorang siswa mampu mengedit objek gambar dengan menggunakan program komputer. Ia membuat gambar seorang wanita di mana badannya diambil dari foto model pakaian renang, sedangkan wajahnya ia ganti dengan wajah kekasihnya. Hasilnya adalah foto kekasihnya yang sedang mengenakan pakaian renang. Sikap siswa tadi tidak ilmiah karena a. Tidak teliti b. Tidak tekun c. Tidak jujur d. Tidak fantastis e. Tidak konsisten 14. Yang termasuk dalam syarat dari kerja ilmiah di bawah ini, kecuali …. a. Keterampilan proses b. Metode ilmiah c. Sikap ilmiah d. Variabel pengganggu e. Berpikir kritis
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 19 15. Untuk mengetahui kasar halusnya permukaan benda, rasa suatu minuman, dan aroma buah maka kegiatan yang dilakukan adalah … a. Mengecap – meraba – membau b. Membau – meraba – mengecap c. Merasa – meraba – membau d. Meraba – membau – mengecap e. Meraba – mengecap – membau
KIMIA DALAM KEHIDUPAN 20 Direktorat Jendral Pendidikan. 2017. Kimia Dalam Kehidupan. Jakarta : Kemdikbud. Watoni,A.Haris, dkk. 2016. Buku Kimia Kelas X SMA/MA. Bandung. Penerbit : Yrama Widya.
A. Kompetensi Inti KI-1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI-2 :Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”. KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar Ranah KD No. KD Deskripsi KD (Kompetensi Dasar) Pengetahuan 3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan Keterampilan 4.1 Menyajikan hasil rancangan dan hasil percobaan ilmiah. C. Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1 (Pertama) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Tujuan Pembelajaran 3.1. 2 Menganalisis peran kimia dalam kehidupan 4.1.2. Mengkomunikasikan hasil diskusi mengenai peran kimia dalam kehidupan. Setelah mengamati tayangan video dan diskusi kelompok serta menerapkan model pembelajaran PBL, peserta didik mampu menganalisis peran kimia dalam kehidupan dengan benar. D. Materi Ajar Video pembelajaran peran kimia dalam kehidupan : https://www.youtube.com/watch?v=B7FEQWF9hQ0 PERTEMUAN 1
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
A. Kompetensi Inti KI-1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI-2 :Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”. KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar Ranah KD No. KD Deskripsi KD (Kompetensi Dasar) Pengetahuan 3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan Keterampilan 4.1 Menyajikan hasil rancangan dan hasil percobaan ilmiah. C. Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran Pertemuan 2 (Kedua) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Tujuan Pembelajaran 3.1.3 Menganalisis metode ilmiah dan langkahlangkahnya. 4.1.3 Menyajikan hasil percobaan ilmiah sederhana dari masalah konstektual. Setelah mengamati tayangan video dan diskusi kelompok serta menerapkan model pembelajaran PBL, peserta didik mampu meganalisis Metode Ilmiah beserta langkahlangkahnya dan menyajikan hasil rancangan dan percobaan ilmiah dari masalah kontekstual dengan benar. Peserta didik mampu merancang dan melakukan percobaan sederhana serta menyimpulkan hasil dan mengkomunikasikannya dengan benar. D. Materi Ajar Video pembelajaran peran kimia dalam kehidupan : https://www.youtube.com/watch?v=1oIbabXk5mI PERTEMUAN 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
11 12 13
Disusun untuk kelas X SMA / MA lembar kerja peserta didik di susun oleh : dian andriyani PERAN ILMU KIMIA DALAM KEHIDUPAN
KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas limpahan karunianya, penulis dapat menyelesaaikan LKPD pada materi Peran kimia dalam kehidupan. LKPD ini ini disusun untuk mempermudah peserta didik mempelajari materi Peran kimia dalam kehidupan. Peserta didik tidak hanya diberikan kemudahan dalam memahami materi, namun peserta didik juga diberikan pengetahuan mengenai beberapa fenomena alam yang terjadi di masyarakat yang berkaitan dengan Peran kimia dalam kehidupan. LKPD ini masih jauh dari kesempurnaan. Segala kritik dan saran senantiasa penulis harapkan demi kesempurnaan LKPD ini. Semoga LKPD ini dapat bermanfaat bagi peserta didik dalam memahami materi Peran kimia dalam kehidupan. OKU, Juni 2023 DIAN ANDRIYANI Petunjuk Penggunaan Berdoalah sebelum memulai mengerjakan LKPD. Persiapakan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mengerjakan LKPD. Bacalah secara cermat dan seksama setiap panduan yang ada di LKPD. Selesaikan tugas-tugas yang ada di LKPD dengan baik, benar, dan bertanggung jawab. Gunakan sumber belajar dari berbagai sumber baik modul pembelajaran, buku peserta didik, internet dan sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan. Kumpulkanlah LKPD sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tanyakanlah kepada guru apabila ada kesulitan dalam mengerjakan LKPD. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Kelas : Kelompok : Anggota : 1.................................................................... 2.................................................................... 3.................................................................... 4.................................................................... 5..................................................................... Identitas Peserta Didik Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan. 4.1 Menyajikan hasil rancangan dan hasilpercobaan ilmiah 3.1.4 Menganalis peran Kimia dalam penguasaan ilmu lainnya baik ilmu dasar, seperti biologi, astronomi, geologi, maupun ilmu terapan seperti pertambangan, kesehatan, pertanian, perikanan dan teknologi. 4.1.2 Menyajikan peran Kimia dalam penguasaan ilmu lainnya baik ilmu dasar, seperti biologi, astronomi, geologi, maupun ilmu terapan seperti pertambangan, kesehatan, pertanian, perikanan dan teknologi.
Peserta didik dapat menganalisis peran Kimia dalam penguasaan ilmu lainnya baik ilmu dasar, seperti biologi, astronomi, geologi, maupun ilmu terapan seperti pertambangan, kesehatan, pertanian, perikanan dan teknologi. Peserta didik dapat menyajikan peran Kimia dalam penguasaan ilmu lainnya baik ilmu dasar, seperti biologi, astronomi, geologi, maupun ilmu terapan seperti pertambangan, kesehatan, pertanian, perikanan dan teknologi. Kamu mungkin pernah mendengar berbagai cekungan hasil galian batubara yang besar di beberapa daerah di Kalimantan. Tambang batubara ini berada dibawah naungan dari banyak perusahaan batubara milik Indonesia. Untuk mendapatkan batubara para penambang harus menggali tanah dengan alat-alat galian yang besar. Sebab, letak batubara yang berada di dalam tanah dan tertimbun selama jutaan tahun menyebabkan batubara terkubur dan sulit didapatkan tanpa bantuan alat. Lantas, bukankah kita seharusnya menjadi maju karena memiliki begitu banyak tambang serta perusahaan batu bara? Jawabannya adalah tidak. Hal ini disebabkan negara indonesia belum dapat membangun pabrik yang dapat mengolah bahan bakar tersebut. Untuk mendirikan sebuah pabrik pengolah batu bara, masih menimbulkan banyak permasalahan dan konflik seputar perizinan dan juga pencemaran lingkungan. Faktor lain yang semakin mempersempit kemungkinan adanya pabrik pengolah batubara adalah untuk memanaskan batu bara kita membutuhkan bantuan tenaga nuklir yang sangat beresiko di Indonesia. Oleh karena itu batubara yang akan diproses dalam jumlah besar, akan di ekspor ke luar negeri untuk diolah dan menjadi tenaga pembangkit listrik. Sumber : https://www.gramedia.com/literasi/batu-bara/ Tujuan Pembelajaran Orientasi Masalah Sebagai batuan yang terbentuk karena proses alami yang sangat lama, batu bara ini sulit untuk diregenerasi atau bahkan tidak dapat diperbaharui. Sehingga sisa batu bara yang telah dipakai tidak dapat digunakan lagi. Meskipun di seluruh dunia terdapat ribuan ton batubara, namun selalu ada kemungkinan jika sumber daya ini terus digunakan akan habis juga pada akhirnya. Di Indonesia sendiri daerah tambang penghasil batubara terbesar berada di Sumatera dan Kalimantan. Artikel 1 Batubara Di Indonesia
A r t i k e l 2 M e n g e n a l k a b e l fi b e r o p t i k p a d a j a r i n g a n T e l e k o m u n i k a s i S e b a g i a n d a r i k i t a m u n g k i n s e r ing m e n d e n g a r k a b e l fi b e r o p t i c t e r u t a m a pad a j a r i n g a n t e l e k o m u n i k a s i. K a b e l fi b r o p t i c a d a l a h s e r a t o p t i c y a n g m e m i l i k i sal u ran t r a n s m i s i y a n g t e r b u a t d a r i k a c a a t a u plas t i c y a n g s a n g a t h a l u s d a r i s e h e l a i r a m bat yan g d a p a t d i g u n a k a n u n t u k m e n t r a n s m i s i kan s i n y a l c a h a y a d a r i s u a t u t e m p a t k e t e m pat l a i n.S a a t i n i fi b e r o p t i c d i g u n a k a n u n t u k b e r b a g a i m a c a m k e b u t u h a n. U mum nya k a b e l fi b e r o p t i c d i g u n a k a n s e bagai b a c k b o n e p a d a j a r i n g a n t e l e k o m u n i kas i , m i s a l n y a u n t u k m e n g h u b u n g k a n jar i ngan a n t a r p u l a u , m e n g h u b u n g k a n a n t a r kan t o r c a b a n g , g e d u n g d a n l a i n n y a. K a b e l fi b e r o p t i c s a n g a t b e r m a n fa a t u n t u k m e n t r a n s m i s i k a n j u t a a n d a t a d a r i k a n t o r k e k a n t o r d a n p u l a u k e p u l a u. (Sumber : https://www.supercorr i d o r.c o.i d / m e n g e n a l - k a b e l - fi b e r - o p t i k / ) T e l k o m I n d o n e s i a m e nj e l a s k a n fi b e r o p t i c m e r u p a k a n s u a t u j a r i n g a n y a n g b e r b e n t u k k a b e l d e n g a n b a h a n i n t i s e r a t k a c a. B a han i n t i t e r s e b u t l a h y a n g m e n g u b a h g e l o mban g l i s t r i k m e nj a d i g e l o m b a n g c a h a y a , s ehi ngga m a m p u m e m p e r c e p a t p e r p i n d a h a n dat a w a l a u d a l a m j u m l a h y a n g b e s a r dan j a n g k a u a n y a n g l u a s. Sumber: https://m.facebook.com/T e l k o m I n d o n e s i a / p h o t o s / a p a - i t u - fi b e r - o p t i k fi b e r - o p t i k - m e r u p a k a n - s u a t u -j a r i n g a n - y a n g - b e r b e n t u k - k a b e l - d e n / 2 2 6 5 4 2 4 4 3 4 7 7 8 6 1
1.Berdasarkan artikel di atas, apa saja peranan ilmu kimia dalam kehidupan ? Pertanyaan 2. Golongkan peranan ilmu kimia tersebut ke dalam bidangnya pada artikel di atas ! 3.Berikan masing-masing dua contoh lain peranan kimia ke dalam kedua bidang tersebut! 4. Carilah contoh peranan kimia dalam bidang lain! (contoh : bidang kedokteran, pertanian, industri, energi, lingkungan, dan lain-lain) Membuat Kesimpulan Berdasarkan kegiatan pembelajaran yang telah kalian lakukan, buatlah kesimpulan dengan mengisi kolom ini !
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Materi : MetodeIlmiah Kompetensi Dasar : 3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan 4.1 Menyajikan hasil rancangan dan hasil percobaan ilmiah. Bacalah dengan seksama dan lengkapilah setiap isian dari setiap masalahyang diberikan Hendaknya utamakan kerja sama dengan setiap anggota kelompok untuk mencapaihasil belajar yang maksimal. Yakinkan bahwa setiap anggota kelompok mengetahui cara penyelesainnya Tanyakan kepada gurumu jika dalam kelompokmu mengalami kesulitan dalam mengerjakanLKPD. Petunjuk Kegiatan: 1. 2. 3. 4. PENELITIAN SEDERHANA DENGAN MENERAPKAN METODE ILMIAH Kelompok : Anggota : Kelas : 1. Judul : Uji Kelarutan Gula dalam air 2. Perumusan Masalah: 3. Hipotesis : Gula akanlebihcepat larut, apabila................................ 4. Variabelpercobaan: Variabel bebas, yaitu............... Variabel terikat,yaitu....................... Nama Guru: Dian Andriyani,S.Pd Indikator Pencapaian Kompetensi: 3.1.3 Menganalisis metode ilmiah dan langkah-langkahnya. 4.1.3 Menyajikan hasil percobaan ilmiah sederhana dari masalahkonstektual. TujuanPembelajaran: Peserta didik mampu merancang dan melakukan percobaan sederhana serta menyimpulkan hasil dan mengkomunikasikannya dengan benar
5. Alat dan Bahan: Alat : Bahan: 5. Prosedur Kerja : a. Suhu Menyiapkan dua buah gelas kimia berukuran 100 ml, kemudian masukkan 40 ml air ke dalam masing-masing gelas kimia Air dalam gelaspertama dipanaskansampai mendidihsedangkanair dalam gelaskedua tidak dipanaskan. Masukkan lima sendok gula ke dalam gelas pertama yang berisi air panas dan lima sendok gula ke dalam gelas kedua yang berisi air dingin. Jalankan stopwatch ketika gula dimasukkan ke dalam masing-masing gelas kimia dan aduk hingga semua gula larut dalam air. Mengamati dan mencatat waktuyang diperlukanhingga semuagula larut dalam air. Menyiapkan dua buah gelas kimia berukuran 100 ml, kemudian masukkan 40 ml air ke dalam masing-masing gelas kimia Menghaluskanlima sendokgula dengan mortar. Setelah halus, memasukkan ke dalam masing-masing gelas lima sendok gula yang masih kasar dan lima sendok gula halus. Jalankan stopwatch ketika gula dimasukkan ke dalam masing-masing gelas kimia dan aduk hingga semua gula larut dalam air. Mengamati dan mencatat waktuyang diperlukanhingga semuagula larut dalam air. b. Ukuranzat terlarut Menyiapkan dua buah gelas kimia berukuran 100 ml, kemudian masukkan 40 ml air ke dalam satu gelas dan 20 ml ke dalam gelas lainnya. Masukkanlima sendokgulake dalam masing-masinggelas . Jalankan stopwatch ketika gula dimasukkan ke dalam masing-masing gelas kimia dan aduk hingga semua gula larut dalam air. Mengamati dan mencatat waktuyang diperlukanhingga semuagula larut dalam air. c. Volumepelarut d. Pengadukan Menyiapkan dua buah gelas kimia berukuran 100 ml, kemudian masukkan 40 ml air ke dalam masing-masing gelas kimia Masukkanlima sendokgulake dalam masing-masinggelas. Menjalankanstopwatchketikagula dimasukkanke dalam masing-masinggelaskimia, mengaduksalahsatugulayang ada digelaskimia dan membiarkanyanglainnyahingga semuagula larut dalam air Mencatat waktu hingga semuagula melarut dalam air.
7. Hasil Percobaan Berdasarkanhasilpengamatanpadapercobaantersebut, diperoleh data berikut ini. No. Faktor yang berpengaruh padaproses pelarutan Waktuyang diperlukan semuagula larut Jumlah Pelarut (ml) Jumlahzat terlarut (sdt) Pengadukan (aduk / tidak diaduk) 1. 2. Suhu Airpanas Air dingin Ukuranzat terlarut Dihaluskan Tidak dihaluskan 3. Volume pelarut 20 ml 40 ml 4. Pengadukan Diaduk Tidak diaduk
9. Kesimpulan dansaran 8. Pembahasan DAFTARPUSTAKA Direktorat Jendral Pendidikan. 2017. Kimia Dalam Kehidupan. Jakarta : Kemdikbud. Watoni,A.Haris, dkk. 2016. Buku Kimia Kelas X SMA/MA. Bandung. Penerbit: Yrama Widya.
LEMBAR PENILAIAN SIKAP PENILAIAN OBSERVASI Satuan Pendidikan : SMA Negeri 8 OKU Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Semester : X / Ganjil Materi pokok : Peran Kimia dalam kehidupan Hari / Tanggal : Kompetensi dasar : 3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan Petunjuk Pengisian Berdasarkan pengamatan, nilailah sikap setiap peserta didik Anda dengan memberi skor 4, 3, 2, 1 pada lembar observasi dengan ketentuan sebagai berikut: 1 = apabila TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang diamati 2 = apabila KADANG-KADANG melakukan perilaku yang diamati 3 = apabila SERING melakukan perilaku yang diamati 4 = apabila SELALU melakukan perilaku yang diamati No Aspek Sikap /ranah Non-instruksional/ (Attitude) Skor Perolehan Evaluasi Guru 1 2 3 4 1 Kedisiplinan 2 Kejujuran 3 Kerja sama (Peduli) 4 Mengakses dan mengorganisasi informasi 5 Tanggung jawab 6 Memecahkan masalah 7 Kemandirian (Pro-aktif) 8 Ketekunan (Berkesinambungan) Tabel Hasil Penilaian No. Nama siswa Skor pada point Jumlah Skor Skor Rata- rata Predikat 1 2 3 4 5 6 7 8 1. 2. 3.
LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN KISI – KISI PENULISAN SOAL JENJANG PENDIDIKAN : SMA Negeri 8 OKU ALOKASI WAKTU : 10 MENIT MATA PELAJARAN : KIMIA JUMLAH SOAL : 5 SOAL KELAS : X PENYUSUN : DIAN ANDRIYANI,S.Pd KURIKULUM : 2013 NO KOMPETENSI DASAR (X&XI: Permendikbud No. 37/2018 XII: Balitbang No 018/ H/KR/2020) LINGKUP MATERI Kelas/ Sem. LEVEL KOGNITIF INDIKATOR SOAL BENTUK SOAL NOMOR SOAL 1 2 3 4 5 6 7 3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan Peran Ilmu Kimia dalam kehidupan X / 1 C4 Peserta didik menyimpulkan bahwa bahan-bahan yang ada di sekitar kita seharihari merupakan penerapan dari suatu ilmu dengan tepat. PG 1 C4 Peserta didik mengaitkan ilmu kimia dengan permasalahan global dengan benar. 2 C4 Peserta didik dapat menganalisis hubungan peranan kimia dalam berbagai bidang kehidupan yaitu dalam bidang pangan, kesehatan, IT/TIK, geologi, dan hukum dengan tepat. 3 Sinar Peninjauan, Juni 2023 Mengetahui, KepalaSMA Negeri 8 OKU Penyusun, ANNERLIE PUTRI AGUNG,M.Pd DIAN ANDRIYANI,S.PdUPARTO, S.SI NIP. 197412041999032008 NIPPPK.198509042022212017197406152005011013