The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Madrasah Hebat dan Bermarttabat
Guru dan Santrinya beriman bertakwa

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ochanel76, 2021-02-06 02:58:19

Bahan Ajar Al-Quran Hadis Kelas 8 Semester 2

Madrasah Hebat dan Bermarttabat
Guru dan Santrinya beriman bertakwa

Keywords: 123456

0|Kelas VIII MTs

TIM PENYUSUN

PENGARAH
KAKAN KEMENAG KOTA PAYAKUMBUH
Drs.H. RAMZA HUSMEN, M.Pd

PENANGGUNG JAWAB
Drs.H.JUFRIMAL, MA

PENASEHAT/PEMBIMBING
KHAIRINAS, S.Ag

PENYUSUN:
Umul Khair, S.Pd
Wirdanil, S.Ag
Laida Balqis, S.Pd

EDITOR:
RITMAN HENDRA, S.ThI

1|Kelas VIII MTs

KATA PEMBUKA

KAKAN KEMENAG KOTA PAYAKUMBUH

Bismillahirrahmanirrahim

Ucapan Alhamdulillah hanya teruntuk buat pemilik
pujian yakni Allah SWT, yang telah memberikan keluasan
Rahmat dan Nikmat-Nya kepada umatnya. Sehingga sampai
detik ini Allah memberikan begitu banyak anugerah kehidupan
kepada hamba-Nya, tentunya mereka yang benar-benar
berperilaku sesuai al-Quran dan Sunnah.

Shalawat dan salam buat baginda, penghulu para Nabi,
yakni Nabi Muhammad SAW, yang telah membuktikan
kehebatan Mukjizat al-Quran dalam memerangi kaum kafir
Quraisy pada masa turunnya dan membimbing umat manusia
menuju kehidupan yang benarsesuai konsepsi al-Quran dan
Sunnah.

Pembuatan bahan ajar ini adalah suatu kemajuan dan
inovasi yang cemerlang dalam mempertahankan Madrasah
Hebat dan Madrasah Bermartabat, apalagi mata pelajaran al-
Quran hadis merupakan mata pelajaran subtantif dalam
meningkatkan karakter peserta didik menjadi pribadi yang
sesuai dengan prinsip al-Quran dan Sunnah.

Akhir kata, semoga karya ini terus dikembangkan, agar
kemampuan guru madrasah dapat ditingkatkan sesuai
perkembangan zaman yang ada.

Payakumbuh, Januari 2021
Kepala

Dto

Drs.H. RAMZA HUSMEN, M.Pd

2|Kelas VIII MTs

Kata Pengantar

Ucapan Syukur tak terhingga penulis ucapkan kepada
Allah Azza wa Jalla atas Nikmat Iman, Islam dan Kesehatan
yang diberikan, sehingga buku pegangan santri dapat
terselasaikan dengan baik. Shalawat dan Salam disampaikan
buat Nabi Muhammad SAW sebagai uswah dan qudwah
hasanah umat.

Penyusunan buku ini berdasarkan dengan KMA 183
Tahun 2019 dan disinkronisasi dengan SISDIKNAS No 20
Tahun 2003, usaha penyusunan ini juga tak terlepas dari kerja
sama tim Mata Pelajaran al-Quran Hadis yang tergabung pada
MGMP PAI-BA Kota Payakumbuh, menuju Madrasah Hebat
dan Madrasah Bermartabat.

Buku Pegangan Al-Quran Hadis ini lokusnya adalah
mahir membaca, menghafal, menulis dan memahami al-Quran
Hadis sebagai bagian dari pembentukan karakter Islami.

Semoga buku pegangan ini bermanfa`at dan
kontribusinya dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Akhirnya, kritik dan Saran dari semua pihak yang membangun
dalam kesempurnaan edisi selanjutnya.

Penulis

3|Kelas VIII MTs

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I : KUBACA AL-QURAN DENGAN BENAR BERDASARKAN KAIDAH TAJWID

A. Makna Al-Quran #6

B. Makna Mad #6

C. Bagian-bagian Mad #7

D. Ayo Berlatih # 17

E. Uji Kompetensi 19

BAB II : KURAIH KEHIDUPAN AKHIRAT DENGAN MENJAUHI

GAYA HIDUP MATERIALISTIK, HEDONIS, DAN KONSUMTIF

A. Prakata # 32

B. Pengertian Prilaku Materialistis, Hedonis dan Konsumtif # 33

C. Ayat yang berkaitan tentang menjauhkan diri dari perilaku hidup

Materialis, hedonis, dan konsumtif # 43

D. Isi Kandungan yang terdapat dalam QS. Al-A`la (87): 14-19,

QS. Al-Qashas (28), QS. Ali-Imran (3): 48 # 45

E. Kerja Kelompok # 51

D. Ayo Berlatih # 51

E. Uji Kompetensi # 52

BAB III : KUSEIMBANGKAN KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT DENGAN

USAHA DAN IBADAH

A. Prakata # 58

B. Usaha dan Ibadah dalam rangka menyeimbangkan

antara dunia dan akhirat # 62

C. Hadis berbicara tentang adanya hubungan

kehidupan dunia dan akhirat # 65

D. Isi Kandungan Hadis # 67

E. Kerja Kelompok # 73

F. Ayo Berlatih # 73

G. Uji Kompetensi # 74

DAFTAR BACAAN

4|Kelas VIII MTs

KI, KD DAN IPKD

KI KD IPKD PEMBAHASAN

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

1 1.4 Menghayati keutamaan membaca al-Qur„an sesuai kaidah IlmuTajwid

Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong),
santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
2 dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

2.4 Menjalankan sikap cermat dan teliti dalam menjalankan kewajiban

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin

tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian

tampak mata

Memahami ketentuan hukum bacaan mad ṣilah, mad badal, mad tamkin, dan

mad farqi dalam al-Qur„an surah pendek pilihan

3.4.1 Menjelaskan pengertian hukum bacaan mad ṣilah, mad badal, mad
tamkin, dan mad farqi

3 3.4.2 Menjelaskan ciri-ciri hukum bacaan mad ṣilah, mad badal, mad
3.4 3.4.3
tamkin, dan mad farqi
Mendeskripsikan cara membunyikan hukum bacaan mad ṣilah,
mad badal, mad tamkin, dan mad farqi

3.4.4 Menganalisis hukum bacaan mad ṣilah, mad badal, mad tamkin,
dan mad farqi

3.4.5 Menilai cara membaca bacaan mad ṣilah, mad badal, mad tamkin,
dan mad farqi

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,

merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,

menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan

sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Mempraktikkan hukum bacaan mad ṣilah, mad badal, mad tamkin, dan mad farqi

4 dalam al-Qur„an surah pendek pilihan

4.4 4.4.1 Mendemonstrasikan hukum bacaan mad ṣilah, mad badal, mad
4.4.2 tamkin, dan mad farqi dalam al-Qur„an surah pendek pilihan

Menyimak hukum bacaan mad ṣilah, mad badal, mad tamkin, dan
mad farqi dalam al-Qur„an surah pendek pilihan

4.4.3 Menerapkan hukum bacaan mad ṣilah, mad badal, mad tamkin,
dan mad farqi dalam al-Qur„an surah pendek pilihan

Peta Konsep

5|Kelas VIII MTs

BAB I

KUBACA AL-QURAN DENGAN BENAR
BERDASARKAN KAIDAH TAJWID

A. Makna Al-Quran
Al-Quran bermakna ُٕ‫( َي ْخه‬yang dibaca), yang
membacanya adalah ibadah. Namun dalam membaca Al-Quran
harus sesuai dengan kaidah-kaidah tajwid.
Sehubungan dengan membaca al-Quran, maka perlu
dipahami kaidah-kaidah tajwid berikut:
1. Mad Shilah

a. Thawilah
b. Qashirah
2. Mad Badal
3. Mad Tamkin
4. Mad Farqi
B. Makna Mad
Dari Bagian kaidah-kaidah tajwid di atas, siswa wajib
memahami cara-cara membaca al-Quran yang berkaitan dengan
Mad. Mad bermakna melamakan bunyi huruf-huruf al-Quran
ketika melafalkannya sesuai dengan ketentuanya, agar
mendapatkan pahala dari Allah SWT.

6|Kelas VIII MTs

C. Bagian-bagian Mad
1. Mad Shilah
Mad Shilah terbagi kepada dua bagian yaitu:
a. Mad Shilah Qashirah
Menurut bahasa, mad artinya panjang, shilah
artinya hubungan, dan qashirah artinya pendek.
Menurut istilah mad shilah qashirah adalah

apabila terdapat ha‟ dhamir berharkat dammah ( ‘ِ
‘ّ‫ ـ‬/ ) maupun kasrah ( ِّ ‫ ـ‬/ ِِ ), terletak di akhir

kata, tidak dibaca waqaf. dibaca panjang bila
huruf sebelumnya huruf hidup dan dibaca pendek
bila huruf sebelumnya huruf mati/sukun. Lama
membacanya 2 harakat/1 alif. Kecuali yang
terdapat dalam surat Furqan: 69: ‫ فٍّ يٓاَا‬dibaca
panjang.

Contoh: QS. Al-Lahab dan Al-Qari`ah

      

    

7|Kelas VIII MTs

b. Mad Shilah Thawilah
Mad shilah thawilah adalah apabila ada ha‟ dhamir
berharakat dammah (ّ‫ ـ‬/ ‘ِ) maupun kasrah ( ِّ ‫ ـ‬/ ِِ ),
terletak di akhir kata yang huruf sesudahnya hamzah

(‫)ء‬, lama membacanya 2/4/5 harakat/ 1/2/2.5 alif.

Contoh: QS. Al-Humazah dan Al-Muthaffifin

        

              

C.1 Kerja Kelompok

1. Berkelompoklah, setiap kelompok 4 – 5 orang!
2. Siapkan Al-Qur‟an sebagai media dan sumber belajar!
3. Carilah hukum mad shilah qasirah dan thawilah

dalam Al-Qur‟an!
4. Siapkan buku catatan untuk mencatat hasil diskusi!
5. Presentasikanlah hasil diskusi kalian

di depan kelompok lain!
6. Setiap kelompok memberi penilaian kepada kelompok

lain yang sedang mempresentasikan hasil diskusinya!
7. Hasil diskusi dicatat dalam tabel berikut!

8|Kelas VIII MTs

No Lafal Al- Qur’an Keterangan
Surah:

Ayat

Mad Shilah Qasirah

contoh   Ha damir tidak
  
diikuti hamzah
Al-Lail (92): 10 dan tidak dibaca

waqaf

1
2
3
4
5

Mad Shilah Thawilah
6
7
8
9
10

9|Kelas VIII MTs

2. Mad Badal
Secara bahasa mad artinya panjang, badal artinya

ganti. Menurut istilah mad badal adalah apabila ada
huruf mad alif, waw, atau ya‟) dan hamzah terkumpul
dalam satu kalimat sedangkan huruf hamzah mendahului
huruf mad. Lama membacanya 2 harakat / 1 alif.
Contoh: Q.S. Al-Baqarah (2): 35

                      
                   

    

QS. Al-Anfal (8): 2

                   
                      



10 | K e l a s V I I I M T s

C.2 Kerja Kelompok

1. Berkelompoklah, setiap kelompok 4 – 5 orang!
2. Siapkan Al-Qur‟an sebagai media dan sumber belajar!
3. Carilah hukum mad badal dalam Al-Qur‟an!

4. Siapkan buku catatan untuk mencatat hasil diskusi!

5. Presentasikanlah hasil diskusi kalian di

depan kelompok lain!

6. Setiap kelompok memberi penilaian kepada kelompok

lain yang sedang mempresentasikan hasil diskusinya!

7. Hasil diskusi dicatat dalam tabel berikut!

Qur’an

No Lafal Surah: Keterangan

Ayat

Contoh     Al-Insyiqoq Huruf waw
 (84): 7 dan alif dalam
satu kalimat

1
2
3
4
5

11 | K e l a s V I I I M T s

3. Mad Tamkin
Tamkin secara bahasa artinya penetapan, pemantapan,

atau penguatan. Menurut istilah mad tamkin adalah apabila
ada dua ya‟ dalam satu kalimat, ya‟ pertama bertasydid, ya‟
kedua sukun. Cara membacanya dengan memantapkan bunyi
ya‟ yang bertasydid dengan ditekan dan ditahan dua harakat.
lama membacanya 2 harakat/1 alif.
Contoh:
Q.S. An-Nisa‟ (4): 86

                         
         

Q.S. Al-Muthaffifin (83): 18

        

12 | K e l a s V I I I M T s

C.3 Kerja Kelompok

1. Berkelompoklah, setiap kelompok 4 – 5 orang!
2. Siapkan Al-Qur‟an sebagai media dan sumber belajar!
3. Carilah hukum mad tamkin dalam Al-Qur‟an!
4. Siapkan buku catatan untuk mencatat hasil diskusi!
5. Presentasikanlah hasil diskusi kalian di

depan kelompok lain!
6. Setiap kelompok memberi penilaian kepada kelompok

lain yang sedang mempresentasikan hasil diskusinya!
7. Hasil diskusi dicatat dalam tabel berikut!

Qur’an

No Lafal Surah: Keterangan

Ayat

Huruf ya ke- 1

Contoh Q.S. Al- berharkat dan

   Muthaffifin ya ke- 2 sukun

(83): 18 dalam satu

kalimat

1

2

3

4

5

13 | K e l a s V I I I M T s

4. Mad Farqi
Menurut bahasa, farqi berarti pembeda. Menurut

istilah mad farqi adalah bacaan yang berfungsi untuk
membedakan kalimat istifham (pertanyaan) dan khabar
(keterangan), mad dibaca panjang dengan tujuan untuk
membedakan antara kalimat tanya atau bukan. Panjang
bacaan mad farqi ini adalah 6 harakat/ 3 alif. Cara
membacanya, dengan memanjangkan hamzah istifham
(kata tanya) enam harakat lalu diidghamkan kepada
huruf berikutnya.
Contoh: Q.S. Al An‟am 143 - 144

                     

                    

                    

                     

                        

                    

                     

14 | K e l a s V I I I M T s

Q.S. Yunus (10): 59

                  
                   

Q.S. An-Naml (27): 59

                    
      

C.4 Kerja Kelompok

1. Berkelompoklah, setiap kelompok 4 – 5 orang!
2. Siapkan Al-Qur‟an sebagai media dan sumber belajar!
3. Carilah hukum mad farqi dalam Al-Qur‟an!
4. Siapkan buku catatan untuk mencatat hasil diskusi!
5. Presentasikanlah hasil diskusi kalian di

depan kelompok lain!
6. Setiap kelompok memberi penilaian kepada kelompok

lain yang sedang mempresentasikan hasil diskusinya!
7. Hasil diskusi dicatat dalam tabel berikut!

15 | K e l a s V I I I M T s

Al-Quran

o Lafal Surah/ Keterangan

Ayat

Contoh  Q.S. Al An‟am Huruf ya ke- 1
       143 - 144 berharkat dan
ya ke- 2 sukun
dalam satu
kalimat

1

2

3

4

5

16 | K e l a s V I I I M T s

D Ayo Berlatih

Setelah kalian memahami arti dan ciri mad
tamkin idan mad farqi, lakukanlah hal berikut untuk
mengetahui pemahaman kalian.
1. Buatlah resume tentang arti mad tamkin dan mad

farqi, ciri-ciri, dan cara membacanya!
2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

a. Jelaskan pengertian mad tamkin secara bahasa
dan istilah!

b. Jelaskan pengertian mad farqi secara bahasa dan
istilah!

c. Bagaimana cara membaca mad tamkin?
d. Bagaimana cara membaca mad farqi?
e. Tulis contoh hukum bacaan mad tamkin dan

mad farqi!

17 | K e l a s V I I I M T s

Rangkuman

1. Dari segi bahasa, mad artinya panjang,
sedangkan shilah artinya hubungan. Menurut
istilah, mad shilah adalah apabila terdapat ha’
dhamir berharakat dammah maupun kasrah
terletak di kahir kata, tidak dibaca waqaf,
tidak dibaca sambung dengan huruf
berikutnya dan sebelumnya adalah huruf yang
berharakat hidup bukan mad.

2. Mad shilah ada dua macam: mad shilah
qashirah dan mad shilah thawilah

3. Secara bahasa mad artinya panjang, badal
artinya ganti. Menurut istilah mad badal
adalah apabila ada huruf mad alif, waw, atau
ya‟) dan hamzah terkumpul dalam satu
kalimat sedangkan huruf hamzah mendahului
huruf mad.

4. Menurut bahasa, farqi berarti pembeda.
Menurut istilah mad farqi adalahbacaan yang
berfungsi untuk membedakan kalimat istifham
(pertanyaan) dan khabar (keterangan). Cara
membaca mad farqi dibaca 3 alif atau 6
harakat

18 | K e l a s V I I I M T s

E Uji Kompetensi

PENILAIAN PENGETAHUAN

A. Berilah tanda silang (×) pada huruf a, b, c, atau d pada

jawaban yang benar!
1. Membaca Al-Qur‟an dengan tajwid hukumnya…

a. Makruh c. fardhu „ain

b. Sunah d. mubah

2. Mad menurut bahasa artinya adalah….

a. Pendek c. memantul

b. Panjang d. membalik

3. Berikut ini hukum bacaan yang memiliki arti hubungan
adalah…

a. Mad „iwad c. tawilah

b. Shilah d. qasirah

4. Lafal di bawah ini terdapat hukum bacaan…

         

a. Mad shilah qasirah c. Mad badal
b. Mad thabi‟i d. Mad shilah thawilah

19 | K e l a s V I I I M T s

5. Berikut ini yang termasuk contoh mad shilah qashirah

adalah… c. ‫نَُّ أَ ْجس‬
d. ‫بِ ِّ اَ ْش َٔا ًجا‬
a. ‫ِع ُْ َدُِ أَ ْجس‬
b. ‫فَأُ ُّيُّ َْا ٌَِٔت‬

6. Mad shilah qashirah yaitu apabila ada kata ganti

bertemu dengan selain…

a. Alif c. ya‟

b. Ha‟ d. lam

7. Mad shilah thawilah adalah apabila ada mad shilah
qashirah yang bertemu dengan huruf…

a. Hamzah c. wawu
b. Ya‟ d. ha‟ dhomir

8. Cara membaca mad shilah thawilah dipanjangkan
dengan…

a. Dua harakat c. lima harakat

b. Tiga harakat d. enam harakat

9. Huruf ha‟ dhamir yang diikuti dengan hamzah

dibaca… harakat

a. Enam c. empat

b. Lima d. tiga

10. Berikut ini yang termasuk contoh mad shilah thawilah

adalah…
a. ُ‫قُ ْم ُْ َٕ الّل‬ c. ُّ‫َٔا ْكخُ ْب‬

b. ُُّ‫ُك ّه‬ d. ‫بِ ِّ اَ ْش َٔا ًجا‬

20 | K e l a s V I I I M T s

11. Mad badal menurut bahasa adalah…

a. Mad pengganti c. Mad pemanjang

b. Mad penyela d. Mad penyempurna

12. Berkumpulnya huruf mad dengan hamzah dalam satu
kalimat termasuk hukum bacaan mad…

a. Shilah c. tamkin

b. Badal d. farqi

13. Dikatakan mad badal apabila dalam suatu lafal
terdapat…

a. Ada huruf hamzah dikasrah

b. Huruf hamzahnya

c. Hamzah mati yang diganti suara panjang

d. Suara hamzah mati atau sukun
14. Tamkin menurut bahasa artinya adalah…

a. Penetapan c. penyempurna

b. Pengganti d. penyela

15. Cara membaca mad tamkin ialah dengan menetapkan

(mencampurkan) bunyi tasydid pada huruf ya yang

pertama, selanjutnya bacaan dipanjangkan saat
menghadapi huruf madnya, yaitu huruf ya‟ yang kedua
yang bertanda sukun. Panjang bacaannya adalah…

a. 2 harakat c. 6 harakat

b. 4 harakat d. 2 alif

21 | K e l a s V I I I M T s

16. Di bawah ini yang merupakan contoh mad tamkin

adalah…

a. َُّ‫َٔنَ ْى ٌَ ُك ٍْ ن‬ c. ‫ُدٍِّ ٍْخُ ْى‬
b. ٍَ ‫اّ َي‬ d. ًَ ِ‫اُ ْٔح‬

17. Bacaan panjang yang berfungsi untuk membedakan

antara kalimat khabar atau iftisham adalah pengertian
dari…

a. Mad badal c. mad tamkin

b. Mad farqi d. mad silah

18. Panjang bacaan mad farqi adalah…

a. 2 huruf c. 2 alif

b. 6 harakat d. 4 harakat

19. Mad farqi dalam Al-Qur‟an terdapat dalam empat
tempat, di antaranya surah…

a. Yunus : 59 c. Hud : 59

b. Yusuf : 59 d. Ibrahim : 59

20. Perhatikan Q.S. Al-An‟am berikut ini!

                   

                     

               

Hukum bacaan mad yang terdapat dalam ayat di atas
adalah…

a. Mad „iwadh c. Mad badal

b. Mad wajib muttasil d. Mad farqi
22 | K e l a s V I I I M T s

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan
jawaban yang benar!
1. Jelaskan pengertian mad shilah secara bahasa dan
istilah!
2. Jelaskan perbedaan mad shilah qashirah dengan mad
shilah thawilah!
3. Kapan suatu bacaan disebut mad badal?
4. Bagaimana cara membaca mad tamkin?
5. Cermatilah ayat-ayat berikut dan Carilah hukum bacaan
mad shilah, mad badal, mad tamkin, dan mad farqi dalam
ayat-ayat di atas!!

              

1                 

    

              

2

              

23 | K e l a s V I I I M T s

              

3

             
              

4

   

F Penilaian Praktek

Bacalah!
(1) Mad shilah qasirah dan mad shilah thawilah;
(2) Mad badal;
(3) Mad tamkin;
(4) Mad farqi berikut dengan baik dan benar!

24 | K e l a s V I I I M T s

N Hukum Ayat Al-Qur’an Skor
O Bacaan

        

        

Mad           
shilah      
Shilah        
Qashirah     
1 dan       
Thawilah     
QS. Al-
Baqarah
(2) : 255

      

      

25 | K e l a s V I I I M T s

        
         
     
        
        



Mad      
2       
      
Badal         
     

26 | K e l a s V I I I M T s

      

         

       

        

      

Mad      
3       

Tamkin

   

        

    

27 | K e l a s V I I I M T s

Mad        
4       
    
Farqi    
      

     

Jumlah

REFLEKSI DIRI

Setelah melaksanakan Proses Pembelajaran hukum
bacaan mad shilah, mad badal, mad tamkin, dan mad farqi,
lakukanlah refleksi terhadap diri masing-masing dengan mengisi
table berikut. Setelah kalian melakukan refleksi berusahalah
untuk lebih baik lagi.

Petunjuk Pengerjaan : berilah tanda centang ( √ ) pada
kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4
(selalu) sesuai keadaan kalian yang sebenarnya.

28 | K e l a s V I I I M T s

Berilah tanda centang ( √ ) 1,2, 3 dan 4 berikut:

No Aspek Pernyataan 1 2 3 4
Membaca Al-Qur’an setiap

1
tadarus pagi
Hati-hati dalam membaca

2
Al-Qur’an
Menghormati teman yang

3 sedang membaca Al-
Qur’an
Menerapkan tajwid dalam

4
membaca Al-Qur’an
Tenang ketika membaca

5
Al-Qur’an

6 Bekerjasama
Menghormati pendapat

7
orang lain
Meminta maaf jika

8
melakukan kesalahan
Membantu teman yang

9
kesulitan
Berada di kelas tepat

10
waktu

29 | K e l a s V I I I M T s

KI, KD dan IPKD

KI KD IPKD PEMBAHASAN

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

1 1.5 Menerima kebenaran tentang kehidupan akhirat lebih utama dari pada
kehidupan dunia.

Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong),

santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam

2 dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

2.5 Menjalankan siakap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai
modal dasar pembentukan sikap anti korupsi

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin

tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian

tampak mata

Menganalisis isi kandungan Q.S. al-A`la(87);14-19,Q.S. al-Qashash(28);77 dan

Q.S. Ali Imran (3);148 tentang adanaya hubungan kehidupan dunia dan akhirat

3 3.5.1 Menjelaskan pengertian materialistis,hedonis,dan konsumtif
3.5 3.5.2 Menjelaskan Q.S. al-A‟la(87):14-19,al-Qashash(28):77 dan Q.S.

3.5.3 Ali imran(3):148
Menjelaskan isi kandungan Q.S. al-A‟la(87):14-19,al-

Qashash(28):77 dan Q.S. Ali imran(3):148
Menjelaskan keterkaitan Q.S. al-A‟la(87):14-19,al-

3.5.4 Qashash(28):77 dan Q.S. Ali imran(3):148 tentang adanya

hubungan kehidupan dunia dan akhirat

3.5.5 Menunjukkan contoh sikap yang sesuai dengan kandungan Q.S.
al-A‟la(87):14-19, al-Qashash(28):77 dan Q.S. Ali imran(3):148

tentang adanya hubungan kehidupan dunia dan akhirat

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,

merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,

menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan

sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Mendemostrasiakan hafalan Q.S. al-A`la(87):14-19, Q.S. al-Qashash(28)77 dan

Q.S. Ali imran (3):148

Mendemostrasiakan hafalan Q.S. al-A`la(87):14-19, Q.S. al-

Qashash(28)77 dan Q.S. Ali imran (3):148
4.5.1.1 Melafalkan hafalan kandungan Q.S. al-A‟la(87):14-

19,al-Qashash(28):77 dan Q.S. Ali imran(3):148

4.5.1 4.5.1.2 dengan artinya
Mendemostrasikan hafalan Q.S. al-A‟la(87):14-19,al-

Qashash(28):77 dan Q.S. Ali imran(3):148 dengan

artinya
4.5.1.3 Membuat proyek video Q.S. al-A‟la(87):14-19,al-

4 Qashash(28):77 dan Q.S. Ali imran(3):148
4.5.1.4 Mempresentasikan proyek video Q.S. al-A‟la(87):14-

4.5 19,al-Qashash(28):77 dan Q.S. Ali imran(3):148

Menyimpulkan keterkaitan kandungan Q.S al-ma(87):14-19, Q.S.

4.5.2 al-Qashash(28):77 dan Q.S. Ali imran(3):148 dengan kesalahan

gaya hidup materialistik,hidonis,dan konsumtif pada zaman akhir

4.5.2.1 Membuat kesimpulan keterkaitan kandungan Q.S. al-
A‟la(87):14-19,al-Qashash(28):77 dan Q.S. Ali

imran(3):148 dengan kesalahan gaya hidup

materialistik,hedonis,dan konsumtif pada zaman akhir

4.5.2.2 Mempresentasikan kesimpulan keterkaitan
kandungan Q.S. al-A‟la(87):14-19,al-Qashash(28):77

dan Q.S. Ali imran(3):148 dengan kesalahan

4.4.3 materialistik,hedonis,dan konsumtif pada zaman akhir

Menerapkan hukum bacaan mad ṣilah, mad badal, mad tamkin,
dan mad farqi dalam al-Qur„an surah pendek pilihan

30 | K e l a s V I I I M T s

Peta Konsep

MATERI:
-Q.S. al-A‟la(87): 14-19
-Q.S. al-Qashash(28): 77
-Q.S. Ali Imran(3): 148

AKTIVITAS:
-Membaca dan menulis ayat
-Menanya
-Menerjemahkan individu
-Menganalisis isi kandungan (diskusis)
-Menghafalkan ayat berpasangan
-Berdiskusi keterkaitan ayat
-Membuat laporan keterkaitan ayat
-Mempresentasikan proyek video

KETERAMPILAN:
-Literasi median
-Komunikasi
-Ketelitian
-Kepedulian social
-Kerja sama
-Berpikir kritis
-Kreativitas
-literasi digital

31 | K e l a s V I I I M T s

BAB II

KURAIH KEHIDUPAN AKHIRAT DENGAN
MENJAUHI GAYA HIDUP MATERIALISTIK,

HEDONIS, DAN KONSUMTIF

A. Prakata

Manusia dilahirkan dalam keadaan suci. Allah SWT
sudah membekalinya dengan potensi baik juga potensi
buruk. Manusia bisa menjadi baik, bisa juga menjadi
buruk, tergantung seberapa cerdas ia mengolah potensi
yang Allah Swt. sertakan dalam kelahirannya. Jika
seseorang mampu mengolah potensi baiknya, maka ia
akan menjalani kehidupannya di jalan yang lurus, jalan
yang diridhai Allah Swt,. Dan sebaliknya jika potensi
buruk yang dihidupkan dalam dirinya maka jadilah ia
tersesat, bertentangan dengan aturan Allah Swt.

Gaya hidup adalah merupakan salah satu ukuran
seseorang itu termasuk golongan orang yang taat aturan
Allah Swt. atau sebaliknya. Orang yang taat aturan Allah,
maka ia tawadhu„, rendah hati dan memiliki jiwa sosial
yang tinggi dalam kehidupannya. Ia malu kepada sesama
manusia terutama kepada Allah Swt. Tetapi sebaliknya
32 | K e l a s V I I I M T s

orang yang tidak taat aturan Allah Swt, ia akan
menunjukkan keangkuhannya, kesombongan dan hanya
mementingkan diri sendiri.

Gaya hidup materialistik, hedonis, komsumtif adalah
beberapa contoh sikap jauh dari aturan Allah Swt. Orang
semacam ini tidak lagi peduli kepada sesamanya apalagi
kepada Tuhannya.

Dalam bab ini kita akan mempelajari bagaimana
seharusnya orang beriman menjalani kehidupan agar dapat
menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat, sehingga
tidak menganut gaya hidup materialistik, hedonis, dan
konsumtif.

B. Pengertian Perilaku Materialistis, Hedonis
dan Konsumtif

Manusia tak terlepas dari gaya dan trend hidup yang
yang mempengaruhinya, ada yang berorientasi
materialistis, hedonis, dan konsumtif. Berikut ini akan
dijelaskan tentang perilaku hidup materialistik, hedonis,
dan konsumtif.

1) Perilaku Materialistik adalah seseorang lebih

mementingkankan kebendaan dalam

33 | K e l a s V I I I M T s

mempertahankan hidupnya, cenderung tidak melihat
halal dan haramnya.

2) Perilaku Hedonisme Secara etimologi diambil dari
bahasa Yunani yaitu “hedone” yang artinya
kesenangan. Secara istilah Hedonisme adalah
pandangan hidup atau ideologi yang diwujudkan
dalam bentuk gaya hidup dimana kenikmatan atau
kebahagian pribadi menjadi tujuan utama dalam
menjalani hidup seseorang.
a. Faktor Penyebab Hedonisme
Gaya hidup Hedonisme tidak terjadi begitu saja, ada

beberapa faktor yang memicu seseorang menjadi penganut
paham hedonisme, baik itu faktor dari dalam diri sendiri
“internal” ataupun dari luar “eksternal”.

1. Faktor Internal
Faktor internal atau dari dalam diri sendiri
merupakan penyebab hedonisme yang paling utama.
Sudah menjadi sifat dasar manusia ingin memiliki
kesenangan sebanyak-banyaknya dengan bekerja seringan
mungkin. Selain itu manusia juha memiliki sifat dasar
tidak pernah puas dengan hal yang sudah dimiliki. Sifat
dasar manusia inilah yang menjadi penyebab hedonisme
dan juga perilaku konsumerisme.

34 | K e l a s V I I I M T s

2. Faktor Eksternal
Faktor penyebab hedonisme dari luar yang paling

utama ialah arus informasi dari luar yang sangat besar
atau globalisasi. Kebiasaan-kebiasaan dan paham orang
dari luar negeri yang dianggap bisa membuat senang
kemudian diadaptasi oleh masyarakat Indonesia.

b. Dampak Hedonisme Pada Masyarakat
Perilaku hedonisme tak hanya memberikan

dampak negatif, tapi juga ada dampak positifnya, namun
pada umumnya dampak hedonisme lebih cenderung ke
arah negatif. Berikut ialah beberapa dampak hedonisme
pada masyarakat:

1. Individualisme
Mereka yang punya perilaku hedonisme
cenderung individualis atau menganggap diri sendiri
lebih penting dari orang lain.
2. Konsumtif
Kebiasaan membeli barang-barang yang tak
dibutuhkan merupakan dampak buruk dari hedonisme,
hal ini dilakukan hanya untuk kesenangan semata-mata
karena senang berbelanja.

35 | K e l a s V I I I M T s

3. Egois
Masih berhubungan dengan individualis mereka
yang berperilaku hedonisme biasanya lebih
mementingkan diri sendiri tanpa peduli orang lain.
4. Cenderung Pemalas
Sebagian orang yang terjerumus hedonisme
biasanya cenderung menjadi orang pemalas dan tidak
menghargai waktu.
5. Kurang Bertanggung Jawab
Selain menjadi pemalas, penganut hedonisme
biasanya kurang bertanggung jawab, bahkan kepada
dirinya sendiri.
6. Boros
Demi kesenangan semata, mereka yang punya
gaya hidup hedon biasanya sangat boros. Mereka akan
mengeluarkan banyak uang untuk hal-hal yang membuat
senang tanpa perduli manfaat dan kegunaan barang yang
dibeli.
7. Korupsi
Salah satu dampak hedonisme yang sering terjadi
pada seseorang ialah kebiasaan korupsi, bukan hanya
korupsi uang, namun juga hal lain, seperti korupsi waktu,
korupsi pekerjaan dan lain sebagainya.

36 | K e l a s V I I I M T s

3) Perilaku Konsumtif adalah tindakan individu

sebagai konsumen untuk membeli,

menggunakan atau mengkonsumsi barang atau

jasa secara berlebihan, tidak rasional,

menimbulkan pemborosan dan hanya

mengutamakan keinginan atau kesenangan

tanpa mempertimbangkan kebutuhan atau

manfaat dari barang atau jasa tersebut, bahkan

hanya untuk memperoleh pengakuan sosial,

mengikuti mode atau kepuasan pribadi.

Pengertian lain yang dikenuakan oleh para ahli berikut:
Menurut Setiaji (1995), perilaku konsumtif adalah
kecenderungan seseorang berperilaku berlebihan dalam membeli
sesuatu atau membeli secara tidak terencana. Sebagai akibatnya
mereka kemudian membelanjakan uangnya dengan membabi
buta dan tidak rasional, sekedar untuk mendapatkan barang-
barang yang menurut anggapan mereka dapat menjadi simbol
keistimewaan.
Menurut Sumartono (2002), perilaku konsumtif adalah
suatu perilaku yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan
rasional melainkan karena adanya keinginan yang sudah
mencapai taraf tidak rasional lagi. Perilaku konsumtif melekat
pada seseorang bila orang tersebut membeli sesuatu di luar
kebutuhan (need) atau pembelian lebih didasarkan pada faktor
keinginan (want).
Menurut Ancok (1995), perilaku konsumtif adalah
kecenderungan manusia untuk melakukan konsumsi tiada batas,

37 | K e l a s V I I I M T s

tidak jarang manusia lebih mementingkan faktor emosi dari
pada faktor rasionalnya. Atau lebih mementingkan keinginan
dari pada kebutuhan. Manusia tidak lagi membeli barang hanya
semata-mata untuk membeli dan mencoba produk, walau
sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan produk tersebut.

Menurut Triyaningsih (2011), perilaku konsumtif
merupakan perilaku membeli dan menggunakan barang yang
tidak didasarkan atas pertimbangan secara rasional dan memiliki
kecenderungan untuk mengkonsumsi sesuatu tanpa batas
dimana individu lebih mementingkan faktor keinginan daripada
kebutuhan serta ditandai oleh adanya kebutuhan mewah dan
berlebihan, penggunaan segala hal yang paling mewah
memberikan kepuasan dan kenyamanan fisik.

Menurut Engel (2002), perilaku konsumtif merupakan
tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam
usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa
ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang
mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.

Aspek-aspek Perilaku Konsumtif

Menurut Lina & Rosyid (1997), terdapat tiga aspek

perilaku konsumtif, yaitu sebagai berikut:

1. Pembelian Impulsif (Impulsive buying). Aspek

ini menunjukkan bahwa seorang remaja

berperilaku membeli semata-mata karena didasari

oleh hasrat yang tiba-tiba / keinginan sesaat,

dilakukan tanpa terlebih dahulu

mempertimbangkannya, tidak memikirkan apa

38 | K e l a s V I I I M T s

yang akan terjadi kemudian dan biasanya bersifat
emosional.
2. Pemborosan (Wasteful buying). Perilaku
konsumtif sebagai salah satu perilaku yang
menghambur-hamburkan banyak dana tanpa
disadari adanya kebutuhan yang jelas.
3. Mencari kesenangan (Non rational buying).
Suatu perilaku dimana konsumen membeli
sesuatu yang dilakukan sematamata untuk
mencari kesenangan. Salah satu yang dicari
adalah kenyamanan fisik dimana para remaja
dalam hal ini dilatarbelakangi oleh sifat remaja
yang akan merasa senang dan nyaman ketika dia
memakai barang yang dapat membuatnya lain
daripada yang lain dan membuatnya merasa
trendy.

Sedangkan menurut Mangkunegara (2002), aspek-aspek
perilaku konsumtif adalah sebagai berikut:

1. Pemilikan produk. Seseorang yang sudah
memiliki suatu barang akan cenderung membeli
sesuatu yang berkaitan dengan barang yang
sudah dimiliki. Hal tersebut mendorong
terjadinya perilaku konsumtif.

2. Perbedaan individu. Perbedaan individu akan
berpengaruh pada motif individu dalam
melakukan pembelian. Ada individu yang
membeli karena kebutuhan. Ada individu yang
membeli karena ingin memperoleh kesenangan

39 | K e l a s V I I I M T s

dari perilaku pembelian tanpa mementingkan
kegunaan produk.
3. Pengaruh pemasaran. Pengaruh pemasaran
seperti display toko, iklan, promosi, diskon, dan
sebagainya mendorong individu untuk
berperilaku konsumtif.
4. Pencarian informasi. Individu melakukan
pembelian berdasarkan informasi yang dimiliki
individu terkait suatu produk.

Karakteristik Perilaku Konsumtif

Menurut Sumartono (2002), karakteristik perilaku
konsumtif adalah sebagai berikut:

1. Membeli produk karena iming-iming hadiah.
Pembelian barang tidak lagi melihat manfaatnya
akan tetapi tujuannya hanya untuk mendapatkan
hadiah yang ditawarkan.

2. Membeli produk karena kemasannya menarik.
Individu tertarik untuk membeli suatu barang
karena kemasannya yang berbeda dari yang
lainnya. Kemasan suatu barang yang menarik dan
unik akan membuat seseorang membeli barang
tersebut.

3. Membeli produk demi menjaga penampilan
gengsi. Gengsi membuat individu lebih memilih
membeli barang yang dianggap dapat menjaga
penampilan diri, dibandingkan dengan membeli
barang lain yang lebih dibutuhkan.

40 | K e l a s V I I I M T s

4. Membeli produk berdasarkan pertimbangan
harga (bukan atas dasar manfaat). Konsumen
cenderung berperilaku yang ditandakan oleh
adanya kehidupan mewah sehingga cenderung
menggunakan segala hal yang dianggap paling
mewah.

5. Membeli produk hanya sekadar menjaga simbol
atau status. Individu menganggap barang yang
digunakan adalah suatu simbol dari status
sosialnya. Dengan membeli suatu produk dapat
memberikan simbol status agar kelihatan lebih
keren di mata orang lain.

6. Memakai produk karena unsur konformitas
terhadap model yang mengiklankan produk.
Individu memakai sebuah barang karena tertarik
untuk bisa menjadi seperti model iklan tersebut,
ataupun karena model yang diiklankan adalah
seorang idola dari pembeli.

7. Munculnya penilaian bahwa membeli produk
dengan harga mahal akan menimbulkan rasa
percaya diri. Individu membeli barang atau
produk bukan berdasarkan kebutuhan tetapi
karena memiliki harga yang mahal untuk
menambah kepercayaan dirinya.

8. Keinginan mencoba lebih dari dua produk sejenis
yang berbeda. Konsumen akan cenderung
menggunakan produk dengan jenis yang sama
dengan merek yang lain dari produk sebelumnya
ia gunakan, meskipun produk tersebut belum
habis dipakainya.

41 | K e l a s V I I I M T s

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif

Menurut Triyaningsih (2011), faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumtif adalah sebagai berikut:

1. Hadirnya iklan merupakan pesan yang
menawarkan suatu produk yang ditujukan pada
khalayak melalui media massa yang bertujuan
untuk mempengaruhi masyarakat untuk mencoba
dan akhirnya membeli produk yang ditawarkan.

2. Konformitas terjadi disebabkan karena keinginan
yang kuat pada individu untuk tampil menarik
dan tidak berbeda dari kelompoknya serta dapat
diterima sebagai bagian dari kelompoknya.

3. Gaya hidup merupakan salah satu faktor utama
yang munculnya perilaku konsumtif. Gaya hidup
yang dimaksud adalah gaya hidup yang meniru
orang luar negeri yang memakai produk mewah
dari luar negeri yang dianggap meningkatkan
status sosial seseorang.

4. Kartu kredit digunakan oleh pengguna tanpa
takut tidak mempunyai uang untuk berbelanja.

42 | K e l a s V I I I M T s

C. Ayat yang berkaitan tentang menjauhkan diri
dari perilaku hidup Materialistis, hedonis dan
konsumtif
1. QS. Al-A’la (87): 14-19

                    
                  
               

   

Artinya: Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan
diri (dengan beriman), dan Dia ingat nama Tuhannya,
lalu Dia Shalat, tetapi kamu (orang-orang kafir)
memilih kehidupan duniawi,sedang kehidupan akhirat
adalah lebih baik dan lebih kekal, Sesungguhnya ini
benar-benar terdapat dalam Kitab-Kitab yang dahulu,
(yaitu) Kitab-Kitab Ibrahim dan Musa.

43 | K e l a s V I I I M T s

2. QS. Al-Qashas (28): 77

                       

                     

                

Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan
Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan
janganlah kamu melupakan bahagianmu dari
(kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik,
kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di
(muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berbuat kerusakan”.

3. QS. Ali-Imran (3): 148

                     

  

Artinya:“karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala
di dunia dan pahala yang baik di akhirat. dan Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”.

44 | K e l a s V I I I M T s

D. Isi Kandungan yang terdapat dalam QS. Al-
A’la (87): 14-19, QS. Al-Qashas (28): 77 dan
QS. Ali-Imran (3): 148.

1. QS. Al-A’la (87): 14-19

Ibnu Katsir menjelaskan yang dimaksud qad aflaha man
tazakka adalah mereka yang senantiasa membersihkan dirinya
dari perangai tercela dan akhlak yang buruk serta mentaati
perintah-Nya.

Abu Hayyan al-Andalusi dalam tafsirnya, al-Bahr al-
Muhith, Ibnu Abbas dalam Tafsir Ibn Abbas, dan al-
Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kassyaf memaknai lafaz
tazakka dengan tathahhara (membersihkan diri dari syirik).

Menurut Qatadah, membersihkan diri itu dengan beramal
salih. Salah satu bentuk amal salih yaitu mengingat Allah swt
dalam setiap gerak-geriknya kemudian shalat (al-A‟la ayat 15).
Andai seseorang mengingat Allah swt maka ia tidak akan
berbohong, memanipulasi laporan pertanggungjawaban, korupsi
triliunan, nabok nyilih tangan (memukul dengan meminjam
tangan orang lain), menebar kebencian dan permusuhan, serta
segala bentuk perilaku tercela lainnya.

Dijelaskan oleh al-Alusi dalam Tafsir Ruh al-Ma‟ani, al-
Baidhawi dalam Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta‟wil dan al-
Biqa‟i dalam Nazm al-Durar fi Tanasub al-Ayat wa al-Suwar,

45 | K e l a s V I I I M T s

bahwa zikir atau ingat kepada Allah swt ini meliputi hati dan
lisan. Pendapat yang lain, al-Jazairi mengatakan bahwa zikir
kepada Allah meliputi berbagai aspek kehidupan mulai dari
sejak bangun tidur hingga tidur lagi, dalam keadaan berdiri,
duduk, maupun berbaring (Q.S. Ali Imran [3] ayat 191).

Yang dimaksud dalam kalimat fashalla adalah shalat
wajib lima waktu sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir,
Ibnu Abbas, dan al-Zamakhsyari. Menurut al-Jazairi, tidak
hanya shalat wajib, tetapi juga shalat nafilah (shalat sunnah).
Ibadah shalat termasuk ibadah vertikal paling agung. Dalam
Q.S. al-Mukminun [23] ayat 1-2 dijelaskan bahwa di antara
orang yang memperoleh falah (keberuntungan) adalah orang-
orang yang khusyuk dalam shalatnya.

Sikap menjadikan dunia sebagai prioritas utama dan
akhirat belakangan adalah perilaku orang yang merugi. Justru
kita harus menjadikan dunia sebagai sarana (bukan tujuan)
untuk mencapai kebahagiaan hakiki. Sebagaimana sabda Nabi
Saw:

‫ َيا َسقَى َكافِ ًسا ِي َُْٓا َش ْسبَتَ َياء‬، ‫نَ ْٕ َكاََ ِج ان ُّد َْـٍَا َح ْع ِد ُل ِع ُْ َد اللِ َجَُا َح بَ ُع ْٕ َضت‬
Artinya:“Seandainya dunia di sisi Allah sebanding dengan

sayap nyamuk, maka Dia tidak memberi minum
sedikit pun darinya kepada orang kafir.” (HR
Tirmidzi dan Ibnu Majah ).

46 | K e l a s V I I I M T s

Maka letakkanlah dunia itu di tanganmu bukan di
hatimu, niscaya engkau selamat. Bukankah itu yang diajarkan
dalam Agama Islam?, Sebagaimana Nabi saw. pernah berdoa:

‫ َٔ َل َي ْبهَ َغ ِع ْه ًَُِا‬،‫ َٔ َل حَ ْج َع ِم ان ُّد ٍََْا أَ ْكبَ َس َْ ًَُِّا‬،‫َٔ َل حَ ْج َع ْم ُي ِصٍبَ َخَُا فًِ ِدٌَُُِا‬

Artinya:“Ya Allah, Janganlah Engkau jadikan musibah yang
menimpa kami dalam urusan agama kami, dan jangan
pula Engkau jadikan (harta dan kemewahan) dunia
sebagai cita-cita kami yg paling besar, dan tujuan
utama dari ilmu yg kami miliki.” (H.R. al-Tirmidzi,
5/528 No. 3502, al-Nasa‟i dalam al-Sunan al-Kubra
6/106, al-Hakim 1/l528 dan Ibn al-Sunni dalam Amal
al-Yaum wa al-Lailah No. 445).

2. QS. Al-Qashas (28): 77

Dalam Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Arab
Saudi, menjelaskan sebagai berikut:

Dan mohonlah kepada Allah pahala di kehidupan
Akhirat yang berhubungan dengan harta yang telah diberikan
Allah kepadamu, dengan cara menginfakkannya pada jalan-jalan
dan janganlah kamu lupa bagianmu dari makan, minum, pakaian
dan kenikmatan-kenikmatan lainnya, tanpa berlebih-lebihan dan
tidak sombong . Dan perbaikilah hubungan dengan Rabbmu dan
hamba-hamba-Nya hamba-Nya Rabbmu Yang mahasuci baik
baik kepadamu. Dan janganlah kamu kerusakan di muka bumi
dengan melakukan kemaksiatan dan meninggalkan ketaatan,
47 | K e l a s V I I I M T s

sebenarnya Allah tidak bertanggung jawab terhadap orang-orang
yang kerusakan di muka bumi dengan perbuatan tersebut, justru
Dia murka.

Dalam Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di
bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid
(Imam Masjidil Haram), menjelaskan sebagai berikut:

Hai Qarun, kenikmatan yang kekal di akhirat melalui
infak di jalan, karena sebaik-baik harta adalah harta yang
dimiliki pemiliknya untuk berinfak di jalan Allah, sebab Dia
harta itu adalah harta Allah, Dia memberikannya kepada siapa
yang Dia kehendaki. Kami tidak mengolokmu yang telah
mendapatkan kenikmatan dunia melalui cara yang dihalalkan
Allah. Hai Qarun, bersyukur kepada Allah atas apa yang telah
diberikan kepadamu dapat membuatmu bersungguh-sungguh
dalam berinfak. Perintah peringatan ini juga larangan kerusakan
di bumi yang kamu tinggali. Dan ingatlah bahwa Allah tidak
melayani hamba-Nya yang sombong dan angkuh, Dia akan
memberi perhitungan kepada seluruh makhluk atas apa yang
telah mereka kerjakan.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof.Dr.Wahbah az-Zuhaili,
pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah, menjelaskan sebagai
berikut:

48 | K e l a s V I I I M T s

Berkata jama'ah (dari bani israil) menasihatinya dan
menunjukinya: Mintalah (wahai qarun) atas pemberian Allah
kepadamu dari harta ini, balasan (pahala) untuk akhirat, dan
beramal dengan amalan yang Allah ridhai dari sisi yang baik,
dan janganlah tinggal syarat halal dan haram atas hartamu,
bagimu untuk memilih dengan jujur dan makruf, yang Allah
telah membaguskanmu dan memberikan harta ini yang banyak,
dan janganlah harta ini yang dzalim di muka bumi dengna harta
ini; Sebab Allah tidak mengingkan orag-orang yang kerusakan.
Akan tetapi qarun congkak dan sombong, dia mengklaim bahwa
hartanya atas jerih payah dan kepiawaiannya, dan ia tetap berada
dalam keadaan demikian sampai Allah lepas dan benamkan di
bumi.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-
Sa'di, pakar tafsir abad 14 H, menjelaskan sebagai berikut:

Yakni engkau wahai Qarun telah memiliki sarana-sarana
untuk mengejar akhirat yang tidak dimiliki oleh selainmu. Oleh
karena itu, peduli pahala di sisi Allah dengan harta-hartamu,
seperti menyedekahkannya sebagian dari rezeki itu di jalan
Allah dan jangan hanya digunakan untuk memuaskan nafsu.
Berupa harta, yakni agar engkau infakkan di jalan Allah. Yakni
Allah memerintahkan memerintahkannya untuk menyedekahkan
semua hartanya sehingga hartanya habis tanpa bersisa, bahkan

49 | K e l a s V I I I M T s


Click to View FlipBook Version