83 11. Anak mampu Menunjukkan minat untuk menyampaikan ide-idenya menggunakan berbagai media yang disediakan dengan baik saat kegiatan berlangsung (BHS) (C5) (HOTS) NB : Sebelum menilai kemampuan anak dengan penilaian ceklis, cermatilah indikator kemampuan anak dibawah ini agar penilaian yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan kemampuan anak saat melakukan kegiatan pembelajaran
84 Aspek Pengamatan Nomor penilaian Indikator Nilai Agama dan Budi pekerti 1 Ya mampu Penilaian ceklis “Ya, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara mandiri, dapat konsisten dan tanpa harus diingatkan guru atau di contohkan serta sudah dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek pengamatan nilai agama dan budi pekerti . Tidak mampu Penilaian ceklis “Tidak, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara mandiri, belum konsisten dan masih harus diingatkan guru atau dicontohkan serta belum dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek
85 pengamatan nilai agama dan budi pekerti. Jati Diri 1-3 Ya mampu Penilaian ceklis “Ya, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara mandiri, dapat konsisten dan tanpa harus diingatkan guru atau di contohkan serta sudah dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek pengamatan jati diri. Tidak mampu Penilaian ceklis “Tidak, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara mandiri, belum konsisten dan masih harus diingatkan guru atau dicontohkan serta belum dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek pengamatan jati diri.
86 Literasi dan STEAM 1-11 Ya mampu Penilaian ceklis “Ya, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara mandiri, dapat konsisten dan tanpa harus diingatkan guru atau di contohkan serta sudah dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek pengamatan literasi dan STEAM Tidak mampu Penilaian ceklis “Tidak, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara mandiri, belum konsisten dan masih harus diingatkan guru atau dicontohkan serta belum dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek pengamatan literasi dan STEAM.
87 B. Lembar Penilaian Anekdot Pada Lembar Penilaian Anekdot ini digunakan guru untuk menilai hasil kegiatan STEAM pada anak (ex : pada kegiatan STEAM kali ini anak membuat teh berwarna hitam pekat karena anak terlalu lama mencelupkan teh sehingga warna teh yang tercampur sangat banyak) C. Lembar Penilaian Hasil Karya Pada Lembar Penilaian Hasil Karya ini digunakan guru untuk menilai hasilkarya anak dalam kegiatan pembelajaran yang terjadi
88 Lembar Kerja Anak Petunjuk Penggunaan Lembar Kerja Anak Pada penggunaan lembar kerja anak dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan guru dan kemampuan anak. 1. Berikanlah tanda ceklis ( √ ) bahan yang telah terpakai untuk membuat rumah ? https://images.app.goo.gl/YyTr5iiZ77RFV2E89 https://images.app.goo.gl/rSXQCko7VQgV1T8U9 https://images.app.goo.gl/iZsUTn3QELNaQoGb7 2. Berikanlah tanda ceklis ( √ ) alat yang telah terpakai untuk membuat rumah ? (apabila bahan yang digunakan stik) a. Solasi https://images.app.goo.gl/Ldi2QK3oSUjU3Bcc6 https://images.app.goo.gl/iVgQkFwY1DPVSHM99 https://images.app.goo.gl/m8F61djdKv56S69B8
89 b. Double tipe https://images.app.goo.gl/7YU3MKUg6Y9ohMmA7 https://images.app.goo.gl/eJ2WHixJLQVWM4Zk8 https://images.app.goo.gl/2zGTheDBtGZSKTv69 https://images.app.goo.gl/2nHUvcnkDP4oYC3g6 c. Lem https://images.app.goo.gl/vZBXHmXVsUVp1usi9 3. Berikanlah tanda ceklis ( √ ) gunting mana yang telah digunakan untuk memotong solasi atau doble tipe? (apabila bahan yang digunakan solasi dan double tipe) https://shp.ee/ovf6lo2 https://shp.ee/u8zgzbt https://images.app.goo.gl/dMccFb51cUwXLbrr5
253 Topik Tumbuhan Taplak Meja Eco Print A. Tujuan Pembelajaran Nilai Agama dan Budi pekerti 1. Anak mampu Menunjukkan perilaku baik yang menggambarkan nilai ajaran agama atau kepercayaannya (suka membantu dan kasih sayang) dengan baik saat kegiatan berlangsung (NAM) (A5) (HOTS) Jati Diri 1. Anak mampu Menunjukkan sikap menginisiasi permainan, meminta terlibat dalam permainan, atau mengajak teman bermain bersama dengan baik saat kegiatan berlangsung (Sosem) (C5) (HOTS) 2. Anak mampu Menunjukkan sikap memiliki keinginan untuk mencoba hal baru dengan baik saat kegiatan berlangsung (Sosem) (C5) (HOTS) 3. Anak mampu Menggunakan berbagai alat dan bahan di sekitar untuk mengembangkan fungsi
254 motorik halus dan taktil dengan baik saat kegiatan berlagsung (MH) (P4) (HOTS) Literasi dan STEAM 1. Anak mampu Mengekspresikan kebutuhan, perasaan, dan ide dengan kalimat sederhana hingga frasa atau kalimat yang lebih panjang dengan baik saat kegiatan berlagsung (BHS) (C6) (HOTS) 2. Anak mampu Menampilkan bercakap-cakap secara bergantian menggunakan kalimat yang lebih kompleks, menggunakan kata depan dan kata sambung yang lebih beragam dengan baik saat kegiatan berlangsung (BHS) (C6) (HOTS) 3. Anak mampu Membuat hasil karya secara berkelompok dengan baik saat kegiatan berlangsung (SENI) (C6) (HOTS) 4. Anak mampu Menampilkan perilaku eksplorasi secara aktif terhadap lingkungan sekitarnya dengan baik saat kegiatan berlangsung (KOG) (C6) (HOTS) 5. Anak mampu Menampilkan perilaku terlibat aktif dalam kegiatan eksplorasi, eksperimen, atau penelitian akan objek, fenomena alam, atau fenomena sosial dalam waktu berkelanjutan dengan baik saat kegiatan berlangsung (KOG) (C6) (HOTS) 6. Anak mampu Menghubungkan beberapa atribut pengukuran, seperti panjang, tinggi, berat, dan
255 membandingkan mana yang "sama atau "berbeda,"mana yang "lebih" atau "kurang” dalam waktu berkelanjutan dengan baik dan benar saat kegiatan berlangsung (KOG) (C6) (HOTS) 7. Anak mampu Mengemukakan pengetahuan yang didapat dari kegiatan yang dilakukan melalui berbagai media dengan baik saat kegiatan berlangsung (BHS) (C2) 8. Anak mampu Menggunakan berbagai teknologi sederhana sehari-hari sesuai fungsinya dengan baik saat kegiatan berlangsung (MK) (P4) (HOTS) 9. Anak mampu Menggunakan teknologi secara aman dan bertanggungjawab, baik secara mandiri, maupun dalam kelompok dengan baik saat kegiatan berlangsung (Sosem) (C5) (HOTS) 10.Anak mampu Menceritakan karya seni yang dibuat kepada orang lain dengan baik saat kegiatan berlangsung (BHS) (C2) 11.Anak mampu Menunjukkan minat untuk menyampaikan ide-idenya menggunakan berbagai media yang disediakan dengan baik saat kegiatan berlangsung (BHS) (C5) (HOTS) B. Alokasi Waktu Proyek ini dapat diberikan pada waktu minggu ke (3) pada topik tumbuhan setelah guru selesai memberikan pengenalan topik tumbuhan dengan pematangan konsep menggunakan kegiatan lepasan. Kegiatan ini dapat digunakan diwaktu
256 tahap lakukan dalam kegiatan P5 sebelum adanya puncak topik. C Integrasi STEAM Science Anak melakukan percobaan perubahan warna sayur berjalan Technology Cara anak dalam menggunakan alat yang disediakan untuk membuat taplak batik ecogreen dengan cara di tumbuk dengan tumbukan kayu, tumbukan batu,palu, plastik dengan berbagai bentuk. Engineering Cara anak membuat taplak batik ecoprinting dengan berbagai tanaman menggunakan bahan yang berbeda beda. Art Anak menciptakan batik ecoprinting dan anak menceritakan hasil karya serta pengalamannya saat membuat karya. Math Anak menghitung berapa jenis daun yang sudah digunakan untuk membuat batik ecoprinting
257 D. Langkah Pembuatan Karya (untuk contoh guru dan pegangan guru menggunakan berbagai media) Bahan 1. Kain putih katun ukuran 50×50 Sumber : https://images.app.goo.gl/NKV9YY9ZmAwh9h6r8 2. Daun papaya Sumber : https://images.app.goo.gl/LP84w1AqTighPZcJ6 3. Daun pandan Sumber : https://images.app.goo.gl/bH8vZnr2NBnHpWk97 4. Daun kenikir Sumber : https://images.app.goo.gl/USW7tW1CUWVETyx8A
258 5. Daun jambu biji Sumber : https://images.app.goo.gl/qLCBqgpWkq8pKSjc6 5. Daun singkong Sumber : https://images.app.goo.gl/QaKT4FftpEyUe6JK6 6. mika tebal Sumber : https://images.app.goo.gl/dk6o5mpZhE52czvz5 Alat 1. Batu kerikil Sumber : https://images.app.goo.gl/pLNGiZqNsAMspojP8 2. Tumbukan kayu
259 3. Ulekan Sumber : https://images.app.goo.gl/7V2SKyddFxyrm9YQA E. Langkah Langkah pembuatan karya untuk guru 1. Pada Langkah awal guru menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan 2. Setelah guru menyiapkan bahan dan alat guru harus mencoba membuat kegiatan yang akan diberikan kepada anak agar guru lebih memahami kegiatan yang akan dilakukan bersama anak 3. Langkah awal guru melakukan percobaan sains yaitu percobaan warna sayur berjalan dengan menggunakan bahan dan alat seperti gelas sayuran sawi putih, warna air, pewarna makanan. Berikut merupakan cara dalam percobaan sains : a. Pertama siapkan gelas kemudian tuang warna secukupnya berikaan air sedikit saja kira kira sampai sawi dapat terendam air lalu aduk hingga warna tercampur b. Setelah itu masukkan satu lembar daun sawi putih sampai bagian bawah sawi putih tercelup dan terendam air warna dan tunggu beberapa menit untuk melihat reaksi warna yang akan naik keatas membuat warna sayur berubah sesuai air perwarna yang dibuat Sumber : https://images.app.goo.gl/feSoAJFFTEv5UaiE9
260 Fakta Sains : Pada percobaan ini membuktikan bahwa tanaman juga menyerap air terutama pada percobaan yang dilakukan dengan sawi. Dimana sawi menyerap air yang sudah tercampur dengan warna. 4. Pada Langkah pertama pembuatan karya guru membentangkan kain di lantai agar lebih mudah kemudian tempelkan dan tata daun sesuai dengan keinginan 5. Langkah selanjutnya setelah daun ditempelkan dan ditata sesuai keinginan daun ditutupi dengan agar daun tidak bergerak kemana-mana dipukul menggunakan alat 6. Kemudian setelah daun ditata dan ditutupi dengan selanjutnya dipukul diatas sesesui posisi daun. 7. menggunakan alat yang sudah disediakan dengan bebas memilih alat yang akan digunakan.
261 8. Selanjutnya setelah beberapa menit ditumbuk jika dirasa semua daun sudah mengeluarkan warna yang pekat dan menempel pada kain boleh menyudahi untuk dipukul dan buka plastik untuk membersikan sisa ampas daun dengan diambil secara perlahan 9. Langkah berikutnya setelah selesai mengambil sisa ampas daun, kain dikeringkan dengan di jemur dibawah sinar matahari hingga kering yang memakan waktu 1 hari 10. Keesokan harinya setelah warna cap sudah kering guru dapat merendam kain dalam campuran air tawas kurang lebih 2 jam saja. Hal ini dilakukan agar warna dapat bertahan lama kemudian dikeringkan kembali dan setelah kering karya dapat dijadikan taplak meja. F. Persiapan Sebelum Memasuki Pembelajaran STEAM -PJBL Sebelum memasuki pembelajaran guru harus menyiapkan beberapa hal guru membuat kelompok terlebih dahulu yang terdiri dari 3-5 orang dengan cara menyuruh anak mengambil kertas bertuliskan 3-5 dalam mangkuk hal ini dilakukan untuk membentuk kelompok yang bertujuan anak dapat bekerja sama meskipun dengan orang yang berbeda.
262 G. Langkah – Langkah Pembelajaran : 1. Reflection : Pada tahap pertama ini guru melakukan kegiatan yang dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan anak setelah diberikan pembelajaran topik tumbuhan minggu ke (3) dengan menggunakan metode tanya jawab dan bercakap–cakap tentang mengulas kembali topik tumbuhan 2. Research : a. Pada tahap kedua ini guru memfasilitasi anak untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang topik tumbuhan dengan memutarkan video tentang tumbuhan dan macam–macam tumbuhan b. Kemudian anak diajak mengamati video yang diputarkan c. Setelah anak melihat video yang diputarkan guru dilanjutkan denganproses tanya jawab tentang isi video. d. Selanjutnya guru memberikan permasalahan yang bersifat open ended (permasalahan yang mempunyai banyak jawaban yang benar dan mempunyai banyak cara untuk menyelesaikannya) dengan bercerita singkat yang digunakan untuk menyajikan permasalahan (KP), seperti: “Della adalah anak yang rajin membantu ibu untuk membersikan rumah .” “ Suatu hari ketika della membantu ibu, della melihat taplak meja yang digunakan ibu sudah jelek dan robek della berniat ingin membuatkan taplak meja dengan menggunakan bahan bahan sederhana yang berasal dari alam.”
263 “ Maukah teman–teman membantu Della untuk membuatkantaplak meja ecoprint untuk ibu?.” “ Taplak meja ecoprint seperti apakah yang nanti akan dibuat untuk membantu della menyelesaikan keinginannya membuatkan taplak meja ecoprint? .” Pertanyaan–pertanyaan yang diberikan ini memancing anak untuk memulai imajinasinya dalam membuat desain proyek yang akan diselesaikan secara berkelompok. Oleh sebab itu guru harus dapat menyajikan pertanyaan dalam bentuk cerita yang tentunya hal ini akanmenambah daya tarik anak untuk mengikuti pembelajaran. 3. Discovery : a. Pada tahap discovery ini yaitu anak mendesain proyek yang akan dilakukan bersama kelompoknya dengan membuat gambar tatanan daun dengan pola yang menghasilkan satu karya bersama (KM). Gambar yang dibuat ini terinspirasi dari kegiatan pengamatan tahap research yang diperoleh anak dengan dikolaborasikan menggunakan imajanasi mereka. Di tahap ini anak aktif berdiskusi dengan kelompoknya karena setiap anak mencoba untuk mengemukakan ide atau gagasannya ke dalam gambar dan berharap ide atau gagasannya diterima oleh anggota kelompok yang lain. Oleh sebab itu guru disini berperan sebagai pembimbing dan pemantau setiap kelompok agar mereka sepakat tentang ide atau gagasan apa saja yang diterima dan dimasukkan kedalam gambar sehingga menghindari terjadinya keributan antar anggota kelompok.
264 b. Selanjutnya guru meminta anak dan kelompoknya untuk memilih alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat proyek. Pada kegiatan pemilihan bahan dan alat ini anak dan kelompoknya bebas untuk memilih sesuai dengan imajinasinya dan kesepakatan bersamakelompoknya. Disini guru berperan memfasilitasi anak untuk menyediakan alat dan bahan yang mungkin akan digunakan oleh anak. 4. Application : a. Pada tahap application ini anak dan kelompoknya menyelesaikan proyek dengan alat dan bahan yang sudah dipilih (KM). Dalam tahap ini anak sangat antusias dalam membuat proyek sehingga sering kali beradu pendapat antara anggota satu dengan anggota lainnya. Hal ini sangat biasa karena anak memiliki egosentris, dimana anak melihat dunia dari sudut pandang dan kepentingan mereka sendiri. Oleh karena itu pada tahap ini dibutuhkan peran guru untuk membimbing anak hal–hal yang menjadi permasalahan dengan memberikan gambaran keputusan apa yang dapat diambil dengan tepat. b. Ditahap ini juga guru dapat menyuruh anak untuk menguji coba proyek yang sudah selesai dengan melihat dan bertanya kepada anak apakah proyek yang dibuat sudah benar atau belum, seperti guru menyuruh anak untuk melihat tatanan daun ecoprint dan seberapa menyerap warna ecoprint jika kurang guru dapat meminta anak untuk memperbaiki. Hal ini dilakukan agar anak terbiasa untuk merefleksi, mengevaluasi dan memperbaiki kesalahan– kesalahan yang dilakukan sebelumya.
265 5. Communication : Pada tahap ini guru memberi kesempatan setiap kelompok untuk menceritakan proyek yang telah diselesaikan kepada teman-teman dikelas secara bergantian (KM). Dalam menceritakan proyek ini setiap anggota kelompok bergantian untuk menjelaskan kontribusi apa yang telah dilakukan dalam membuat proyek dan bagian bagian apa sajayang ada dalam proyek yang telah dibuat didalam proyek. Hal ini berguna untuk menstimulasi anak yang pasif menjadi termotivasi tampil di depan kelas. NB : Pada tahap langkah-langkah pembelajaran terdapat indikator berpikir kritis menurut Angelo yang menunjukkan kemampuan mensistesis yang diberi kode (KM) dan pada kemampuan pemecahan masalah diberi kode (KP)
266 LEMBAR PENILAIAN Nama : Kelas : Tanggal : Kegiatan : A. Lembar Penilaian Ceklis Aspek Pengamatan Di Lakukan / Muncul No A. Nilai Agama dan Budi pekerti Ya Tidak 1. Anak mampu Menunjukkan perilaku baik yang menggambarkan nilai ajaran agama atau kepercayaannya (suka membantu dan kasih sayang) dengan baik saat kegiatan berlangsung (NAM) (A5) (HOTS) No B. Jati Diri Ya Tidak 1. Anak mampu Menunjukkan sikap menginisiasi permainan, meminta terlibat dalam permainan, atau mengajak teman bermain bersama dengan baik saat kegiatan berlangsung (Sosem) (C5) (HOTS) 2. Anak mampu Menunjukkan sikap memiliki keinginan untuk mencoba hal baru dengan
267 baik saat kegiatan berlangsung (Sosem) (C5) (HOTS) 3. Anak mampu Menggunakan berbagai alat dan bahan disekitar untuk mengembangkan fungsi motorik halus dan taktil dengan baik saat kegiatan berlangsung (MH) (P4) (HOTS) No C. Literasi dan STEAM Ya Tidak 1. Anak mampu Mengekspresikan kebutuhan, perasaan, dan ide dengan kalimat sederhana hingga frasa atau kalimat yang lebih panjang dengan baik saat kegiatan berlagsung. (BHS) (C6) (HOTS) 2. Anak mampu Menampilkan bercakapcakap secara bergantian menggunakan kalimat yang lebih kompleks, menggunakan kata depan dan kata sambung yang lebih beragam dengan baik saat kegiatan berlangsung (BHS) (C6) (HOTS) 3. Anak mampu Membuat hasil karya secara berkelompok dengan baik saat kegiatan berlangsung (SENI) (C6) (HOTS) 4. Anak mampu Menampilkan perilaku eksplorasi secara aktif terhadap lingkungan sekitarnya dengan baik saat kegiatan berlangsung (KOG) (C6) (HOTS)
268 5. Anak mampu Menampilkan perilaku terlibat aktif dalam kegiatan eksplorasi, eksperimen, atau penelitian akan objek, fenomena alam, atau fenomena sosial dalam waktu berkelanjutan dengan baik saat kegiatan berlangsung (KOG) (C6) (HOTS) 6. Anak mampu Menghubungkan beberapa atribut pengukuran, seperti panjang, tinggi, berat, dan membandingkan mana yang “sama atau “berbeda,”mana yang “lebih” atau “kurang” dalam waktu berkelanjutan dengan baik dan benar saat kegiatan berlangsung (KOG) (C6) (HOTS) 7. Anak mampu Mengemukakan pengetahuan yang didapat dari kegiatan yang dilakukan melalui berbagai media dengan baik saat kegiatan berlangsung (BHS) (C2) 8. Anak mampu Menggunakan berbagai teknologi sederhana sehari-hari sesuai fungsinya dengan baik saat kegiatan berlangsung (MK) (P4) (HOTS) 9. Anak mampu Menggunakan teknologi secara aman dan bertanggungjawab, baik secara mandiri, maupun dalam kelompok dengan baik saat kegiatan berlangsung (Sosem) (C5) (HOTS)
269 10. Anak mampu Menceritakan karya seni yang dibuat kepada orang lain dengan baik saat kegiatan berlangsung (BHS) (C2) 11. Anak mampu Menunjukkan minat untuk menyampaikan ide-idenya menggunakan berbagai media yang disediakan dengan baik saat kegiatan berlangsung (BHS) (C5) (HOTS) NB : Sebelum menilai kemampuan anak dengan penilaian ceklis, cermatilah indikator kemampuan anak dibawah ini agar penilaian yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan kemampuan anak saat melakukan kegiatan pembelajaran
270 Aspek Pengamatan Nomor penilaian Indikator Nilai Agama dan Budi pekerti 1 Ya, mampu Penilaian ceklis “Ya, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara mandiri, dapat konsisten dan tanpa harus diingatkan guru atau di contohkan serta sudah dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek pengamatan nilai agama dan budi pekerti . Tidak mampu Penilaian ceklis “Tidak, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara mandiri, belum konsisten dan masih harus diingatkan guru atau dicontohkan serta belum dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek pengamatan nilai agama dan budi pekerti.
271 Jati Diri 1-3 Ya mampu Penilaian ceklis “Ya, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara mandiri, dapat konsisten dan tanpa harus diingatkan guru atau di contohkan serta sudah dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek pengamatan jati diri. Tidak mampu Penilaian ceklis “Tidak, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara mandiri, belum konsisten dan masih harus diingatkan guru atau dicontohkan serta belum dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek pengamatan jati diri. Literasi dan STEAM 1-11 Ya mampu Penilaian ceklis “Ya, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara
272 mandiri, dapat konsisten dan tanpa harus diingatkan guru atau di contohkan serta sudah dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek pengamatan literasi dan STEAM Tidak mampu Penilaian ceklis “Tidak, mampu” diberikan pada saat anak sudah dapat melakukannya secara mandiri, belum konsisten dan masih harus diingatkan guru atau dicontohkan serta belum dapat membantu temantemannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan pada aspek pengamatan literasi dan STEAM.
273 B. Lembar Penilaian Anekdot Pada Lembar Penilaian Anekdot ini digunakan guru untuk menilai hasil kegiatan STEAM pada anak (ex : pada kegiatan STEAM kali ini anak membuat teh berwarna hitam pekat karena anak terlalu lama mencelupkan teh sehingga warna teh yang tercampur sangat banyak) C. Lembar Penilaian Hasil Karya Pada Lembar Penilaian Hasil Karya ini digunakan guru untuk menilai hasil karya anak dalam kegiatan pembelajaran yang terjadi
274 Lembar Kegiatan Anak Petunjuk Penggunaan Lembar Kerja Anak Pada penggunaan lembar kerja anak dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan guru dan kemampuan anak. 1. Berikanlah tanda ceklis ( √ ) bahan manakah yang digunakan untuk membuat ecoprinting ? https://image s.app.goo.gl/EwDYxuEJkRbQuyMSA https://images.app.goo.gl/Uz9X8hNQq1aTxUrM8 https://images.app.goo.gl/J8WjaCJCWMBnsQWe7 2. Berikanlah tanda ceklis ( √ ) daun manakah yang digunakan untuk membuat ecoprinting ? (anak dapat memberi tanda ceklis ( √ ) lebih dari satu sesuai dengan daun yang digunakan untuk membuat ecoprinting) https://images.app.goo.gl/LP84w1AqTighPZcJ6 https://images.app.goo.gl/bH8vZnr2NBnHpWk97 https://images.app.goo.gl/USW7tW1CUWVETyx8A https://images.app.goo.gl/qLCBqgpWkq8pKSjc6 https://images.app.goo.gl/QaKT4FftpEyUe6JK6
275 3. Hitunglah jumlah daun yang digunakan untuk membuat ecoprinting ? (anak dapat menghitung sesuai dengan daun yang digunakan untuk membuat ecoprinting) https://images.app.goo.gl/LP84w1AqTighPZcJ6 https://images.app.goo.gl/bH8vZnr2NBnHpWk97 https://images.app.goo.gl/USW7tW1CUWVETyx8A https://images.app.goo.gl/qLCBqgpWkq8pKSjc6 https://images.app.goo.gl/QaKT4FftpEyUe6JK6 3. Berikanlah tanda ceklis ( √ ) Alat manakah yang digunakan untuk membuat ecoprinting ? (anak dapat memberi tanda ceklis ( √ ) lebih dari satu sesuai dengan alat yang digunakan untuk membuat ecoprinting) h ttps://images.app.goo.gl/7V2SKyddFxyrm9YQA https://images.app.goo.gl/pLNGiZqNsAMspojP8
BAB III (Penutup)
295 PENUTUP Demikianlah akhir buku panduan funtastic learning STEAM-PjBL yang berisikan referensi-referensi kegiatan STEAM-PjBL yang dapat dijadikan sebagai salah satu sumber referensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran STEAM berbasis Project Based Learning pada anak usia 5-6 tahun. Selain itu, buku ini juga dapat dijadikan sebagai sumber referensi kegiatan yang dapat menstimulasi tingkat berpikir kritis anak usia 5-6 tahun. Besar harapan penulis buku ini dapat membantu seluruh pengguna dalam memudahkan mengimplementasikan pembelajaran STEAM berbasis Project Based Learning pada anak usia 5 -6 tahun. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangannya.
296 REFERENSI Abraham, I., Tjalla, A., & Indrajit, R. E. (2021). HOTS (High Order Thingking Skill) dalam Paedagogik Kritis. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 5(3), 419–426. https://doi.org/10.36312/jisip.v5i3.2211 Ahmad, D. N., Astriani, M. M., & Alfahnum, M. (2020). Analisis mengukur kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran menggunakan metode STEAM-PjBL. Diskusi Panel Nasional Pendidikan Matematika, 6(1). Adhe, K. R., Widayati, S., Simatupang, N. D., & Maulidah, E. C. (2023). Pengaruh Kegiatan Membatik Teknik Cap Berbasis Loosepart terhadap Kreativitas di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7777–7784. Al Ariyah, M. R., Agrianti, N. A. N., Calista, B. S., Miftahurrohmah, M., Yusuf, F. A. N., Yufa, S. P., Marjono, D. S. A., Saputra, S. D., Lestari, L. A., & Kondanamu, H. (2023). Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran STEAM Bagi Guru PPT Wijaya Kusuma RW 04, Kelurahan Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Dan Teknologi, 2(3), 103– 113. Amelia, N., & Aisya, N. (2021). Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) dan Penerapannya Pada Anak Usia Dini di TKIT AL-FARABI. BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Dan Anak Usia Dini, 1(2). https://doi.org/10.24952/alathfal.v1i2.3912
297 Amini, M., & Aisyah, S. (2014). Hakikat anak usia dini. Perkembangan Dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini, 65. Anggraeni, L. (2017). Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Tema Makananku Sehat dan Bergizi Sub Tema Makananku Sehat dan Bergizi Siswa Kelas IV (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV SDN Parakan Mulya I Kp Pasir Malang Desa Parakan Mu. FKIP Unpas. Anharuddin, M. M., & Prastowo, A. (2023). Pengembangan Bahan Ajar Tematik Dengan Media Pembelajaran Lectora Inspire. AlMadrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 7(1), 94–108. Annisa, M. A. P. C. W., & Febriastuti, R. (2021). Implementasi Pendekatan Pembelajaran Steam Berbahan Loose Parts Dalam Mengembangkan Ketrampilan Abad 21 Pada Anak Usia Dini. ABNA: Journal of Islamic Early Childhood Education, 2 (2), 118– 130. Ariyanto, A. (2022). Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Untuk Penguatan Karakter Kemandirian. Jurnal Mitra Swara Ganesha, 9(2), 101–116. Dinni, H. N. (2018). HOTS (High Order Thinking Skills) dan kaitannya dengan kemampuan literasi matematika. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1, 170–176. Desyarani, A., & Ningrum, M. A. (2019). Pengembangan Media Numeric Stick Dalam Menstimulasi Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan 1-20 Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal PAUD Teratai, 8(02). Fauziyah, M., & Ningrum, M. A. (2022). Pengembangan Media Liputan Berbasis Loose Parts Untuk Mengenalkan Lambang Bilangan Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal PAUD Teratai, 11(2).
298 Hafidah, R., Dewi, N. K., Syamsudin, M. M., Pudyaningtyas, A. R., Nurjanah, N. E., & Sholeha, V. (2022). Meningkatkan kompetensi profesionalisme guru paud melalui pelatihan penerapan penelitian tindakan kelas (ptk). JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan Dan Gizi Anak Usia Dini), 3(1), 19–34. Hikmah, S., Devani, A., & Ngazizah, N. (2019). HOTS (High Order Thinking Skills) dan kaitannya dengan kemampuan literasi Sains pembelajaran IPA SD. Imaduddin, M. (2017). Mendesain Ulang Pembelajaran Sains Anak Usia Dini Yang Konstuktif Melalui Steam Project-Based Learning Yang Bernuansa Islami. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, Seri 2, 950–958. Izzuddin, A. (2019). Sains dan pembelajarannya pada anak usia dini. Bintang, 1(3), 353–365. Jauhariyyah, F. R., Suwono, H., & Ibrohim, I. (2017). Science, technology, engineering and mathematics project based learning (STEM-PjBL) pada pembelajaran sains. Seminar Nasional Pendidikan IPA 2017, 2. Lestari, A. C., & Annizar, A. M. (2020). Proses berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah PISA ditinjau dari kemampuan berpikir komputasi. Jurnal Kiprah, 8(1), 46–55. Mu’minah, I. H. (2020). Implementasi STEAM (science, technology, engineering, art and mathematics) dalam pembelajaran abad 21. Bio Educatio, 5(1), 377702. Munawar, M. (2022). Penguatan Komite Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Anak Usia Dini. Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 65–72.
299 Miftahillah, M., Husnia, L., & Rosalina, I. (2023). Pengaruh Finger Painting Terhadap Kreativitas Anak. Jurnal Teknologi Pembelajaran, 3(01). Noptriana, G., Putri, S. U., & Adjie, N. (2022). Penerapan Metode Peer Teaching pada Perkuliahan Pembelajaran Sains untuk Meningkatan Kemampuan Pengetahuan Konseptual Mahasiswa Calon Guru PAUD pada Topik STEAM-PBL. Prosiding Seminar Nasional PGPAUD UPI Kampus Purwakarta, 1(1), 136–147. Ningrum, M. A., Maulidiyah, E. C., & Khotimah, N. (2020). Pelatihan Pembuatan Fun Games bagi Guru PAUD di Kabupaten Jombang Jawa Timur. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(3), 724–732. Pane, I. P. P. (2019). Efektivitas Pendekatan Open-Ended Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa di Man Tapanuli Selatan. JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal), 2(02), 22–28. Prabayanti, H. R., Adhe, K. R., & Ramadoni, Y. (2021). Hubungan Motivasi Belajar Daring pada Siswa Sekolah Menengah Melalui Pola Konsumsi Media sosial TikTok Sebagai Pembelajaran Alternatif. Proceedings of Annual Conference on Islamic Educational Management, 710–716. Putri, C. F., & Zulminiati, Z. (2020). Kemampuan Kerjasama Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(3), 3038–3044. Rahmasari, T., Pudyaningtyas, A. R., & Nurjanah, N. E. (2021). Profil Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun. Kumara Cendekia, 9(1), 41–48. Reswari, A. (2021). Efektivitas Pembelajaran Berbasis Steam Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis (Hots) Anak Usia 5-6 Tahun. JCE
300 (Journal of Childhood Education), 5 (1), 1. Retnaningsih, L. E., & Khairiyah, U. (2022). Kurikulum merdeka pada pendidikan anak usia dini. SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 8(2), 143–158. Rosa, W. (2019). Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Permainan Engklek Modifikasi di TK Islam Iqra’Kinali Pasaman Barat. Inovtech, 1(02). Riski, F. K., & Widayati, S. (n.d.). Meningkatkan Kreativitas Menciptakan Berbagai Bentuk Dengan Menggunakan Media Playdough Pada Anak Kelompok A. Rusdiani, N. I., & ADHE, K. R. (n.d.). Pengembangan Buku Panduan Menggunting Pada Pembeajaran di TK Kecamatan Buduran Sidoarjo Saiman, R., & Suryani, L. (2023). Analisis Deskriptif Implementasi HOTS pada Model Pembelajaran Project Based Learning. Jambura Early Childhood Education Journal, 5(1), 26–39. Sekarwangi, P. A., Kurniawati, N. J., Prasetya, A. B., & Amaliyah, F. (2023). Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Statistika Pada Siswa Kelas VI SD 7 Gondosari. Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 1(4), 33–38. Septiani, T. (2018). Upaya Meningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Improve. Alphamath: Journal of Mathematics Education, 4(1), 33–45. Setyawati, S., Sumadyo, B., & Permana, A. (2022). Penerapan keterampilan tingkat tinggi (HOTS) dan penguatan pendidikan karakter (PPK) dalam penulisan soal bagi guru SD. Presisi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(01), 26–31.
301 Simanjuntak, M. D. R. (2019). Membangun Ketrampilan 4 C Siswa Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Sulastri, R., Putri, S. U., & Adjie, N. (2022). Penerapan Metode Peer Teaching Dalam Perkuliahan Pembelajaran Sains Untuk Meningkatkan Kemampuan Evaluasi Mahasiswa Calon Guru Paud Pada Topik STEAM-PBL. Prosiding Seminar Nasional PGPAUD UPI Kampus Purwakarta, 1(1), 292–296. Sya’banah, L., & Adhe, K. R. (2019). Pengembangan Buku Panduan Mititgasi Bencana Alam Pada Perilaku Keselamatan Kelompok B Usia 5-6 Tahun di TK Kecamatan Rungkut Surabaya. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Wahyuningsih, Y., Rachmawati, I., Setiawan, A., & Ngazizah, N. (2019). HOTS (high order thinking skills) dan kaitannya dengan keterampilan generik sains dalam pembelajaran IPA SD. Widayati, S., Siswono, T., Wiryanto, W., Suryanti, S., & Jatmiko, B. (2023). PERSEPSI CALON GURU ANAK USIA DINI MENGENAI KONSEP BILANGAN 1-10. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 5(2), 70–81. Widayati, S., Simatupang, N. D., Saroinsong, W. P., & Rusdiyanti, A. (2021). Pengembangan Media Stekpan Untuk Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 4(1), 8–17.
302 GLOSARIUM Anak usia dini Anak usia dini adalah mereka yang berusia di bawah 6 tahun termasuk yang masih berada dalam kandungan yang sedang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, kepribadian, dan intelektualnya baik yang terlayani m aupun tidak terlayani di lembaga pendidikan anak Bahan ajar Perangkat ajar berupa materi pembelajaran untuk membahas satu pokok bahasan, dapat berupa cetak (artikel, komik, infografis) maupun noncetak (audio dan video). Bahan ajar dirancang untuk menjadi alat bantu dalam pembelajaran terkait topik atau materi tertentu Berkonsep aplikatif pembelajaran yang dilakukan berupa kegiatan aktif yang mengajak siswa mempraktikan langsung materi pembelajaran Berpikir kritis Berpikir kritis merupakan proses berpikir intelektual di mana pemikir dengan sengaja menilai kualitas pemikirannya,
303 pemikir menggunakan pemikiran yang reflektif, indepen, jernih dan rasional Buku referensi Buku Referensi adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya fokus pada satu bidang ilmu. Buku tersebut membahas topik yang cukup luas (satu bidang ilmu). Urutan materi dan struktur buku tersebut disusun berdasarkan logika bidang ilmu. Engineering Engineering adalah disiplin ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan merancang, membangun, dan memelihara struktur, mesin, sistem, dan proses yang berhubungan dengan berbagai bidang seperti teknik sipil, teknik mesin, teknik listrik, teknik kimia, teknik material, dan lain sebagainya Higher order thingking Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi, yang dapat mendorong seseorang untuk berpikir secara luas dan mendalam tentang suatu masalah. Kata kerja operasional Kata Kerja Operasional (KKO) adalah kata kerja yang spesifik dan dapat diukur yang menggambarkan perilaku konkret yang diharapkan dari siswa dalam mencapai
304 tujuan belajar. Kata Kerja Operasional membantu mengoperasionalisasikan Taksonomi Bloom dalam penyusunan soal dan evaluasi. Kemampuan menganalisis Keterampilan mensintesis adalah keterampilan menggabungkan bagianbagian menjadi sebuah bentukan atau susunan yang baru. Kelayakan perihal layak (patut, pantas); kepantasan; kepatutan Kemajuan teknologi kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan rekayasa yang menghasilkan penemuan baru, aplikasi yang lebih baik, dan kemajuan yang berkelanjutan Kemampuan menyimpulkan Keterampilan menyimpulkan adalah kegiatan akal pikiran manusia berdasarkan pengertian/pengetahuan (kebenaran) yang dimilikinya untuk mencapai pengertian/pengetahuan (kebenaran) baru yang lain. Kemampuan mengevaluasi Kemampuan evaluasi adalah kegiatan membuat penilaian berkenaan dengan nilai sebuah idea, kreasi, cara atau metode Kemampuan menyelesaikan masalah Kemampuan pemecahan masalah (problem solving) merupakan kemampuan siswa menggunakan proses berpikirnya
305 dalam memecahkan masalah melalui pengumpulan fakta, analisis informasi, menyusun berbagai alternatif pemecahan, dan memilih pemecahan masalah yang paling efektif. Kemampuan pemecahan masalah (problem solving) merupakan kemampuan siswa menggunakan proses berpikirnya dalam memecahkan masalah melalui pengumpulan fakta, analisis informasi, menyusun berbagai alternatif pemecahan, dan memilih pemecahan masalah yang paling efektif. Ketrampilan 4C keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking dan problem solving), berkomunikasi (communication), dan kolaborasi (collaboration) atau yang biasa disebut dengan 4C. Kurikulum merdeka belajar Kurikulum Merdeka Belajar adalah inovasi dalam pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan minat belajar siswa. Kurikulum ini memberikan kebebasan kepada siswa dalam memilih minat belajar mereka, mengurangi beban akademik, dan mendorong kreativitas guru.
306 Lower order thingking Lower Order Thinking Skills (LOTS) adalah keterampilan berpikir tingkat rendah, dimana fokus utama yang perlu dipenuhi adalah mampu menyalin, meniru, menghafal, mengingat, dan mengikuti berbagai arahan. Pembelajaran Abad 21 Pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana kurikulum yang dikembangkan menuntun sekolah untuk mengubah pendekatan pembelajaran dari teacher centred menjadi student centered Pembelajaran STEAM Pembelajaran berbasis STEAM adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada hubungan pengetahuan dan keterampilan science, technology, engineering, art, dan mathematics (STEAM) untuk mengatasi masalah Pemecahan masalah Pemecahan masalah atau problem solving adalah sebuah soft skill mengenai proses untuk memahami tantangan dalam bekerja untuk menemukan solusi yang efektif. Pendekatan pembelajaran Pendekatan pembelajaran adalah sudut pandang atau cara pandang yang
307 digunakan oleh guru atau sumber belajar dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Pendekatan pembelajaran berhubungan dengan tujuan, materi, metode, strategi, model, dan evaluasi pembelajaran. Pengetahuan intelektual Kemampuan untuk belajar dari pengalaman, berfikir menggunakan proses-proses metakognitif, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar Peralatan teknologi Peralatan teknologi informasi adalah peralatan yang biasa digunakan untuk mengolah dan menyajikan informasi Perancang Peralatan teknologi informasi adalah peralatan yang biasa digunakan untuk mengolah dan menyajikan informasi Perkembangan anak Perkembangan anak merupakan sebuah proses di mana seorang anak berubah dari waktu ke waktu. Hal itu mencakup seluruh periode, mulai dari konsepsi hingga anak tersebut menjadi orang dewasa yang berfungsi penuh. Perkembangan koginitf Perkembangan kognitif dapat dipahami sebagai proses yang terjadi secara internal pada pusat susunan saraf ketika
308 manusia tengah berpikir. Seorang psikolog Jean Piaget pertama kali mengemukakan teori perkembangan kognitif yang bersifat konstruktivisme, namun teori perkembangan kognitif ini ada dua yaitu konstruktivisme kognitif dan konstruktivisme sosial. Perkembangan motorik Perkembangan motorik adalah proses seorang anak belajar untuk terampil menggerakkan anggota tubuh. Yudanto mengatakan bahwa perkembangan motorik adalah suatu perubahan dalam perilaku gerak yang memperlihatkan interaksi dari kematangan makhluk dengan lingkungannya. Model pembelajaran projek based learning (pjbl) dalam pembuatan manisan pada mapel prakarya jenjang smp. Penggunaan model pembelajaran Projek Based Learning (PJBL) ini akan menjadikan siswa lebih aktif dan kreatif Prototype Prototype adalah skalabilitas, model, ataupun standar ukuran yang dibentuk berdasarkan suatu skema rancangan sistem. Tujuannya sendiri adalah untuk
309 menguji proses kerja dan juga konsep dari sebuah produk sebelum diedarkan. Proyek Proyek adalah aktivitas atau kegiatan yang telah direncanakan untuk diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan dan didalamnya dialokasikan biayanya Proyek okasional Hanya dilaksanakan pada saat-saat tertentu saja yang memungkinkan dilaksanakan pengajaran proyek, baik secara total maupun parsial. Proyek okasional dapat dilaksanakan sebagai bentuk alternatif untuk menanggulangi kejenuhan anak mengikuti model pengajaran pada sekolah lama. Dapat dilaksanakan satu bulan sekali, pertengahan caturwulan atau satu catur wulan sekali.Dalam mendesain pengajaran Proyek harus ditentukan secara jelas tentang tema atau pokok masalah (pusat minat) anak. Berdasarkan tema atau pokok masalah bidang-bidang studi dikaitkan satu sama lainnya. Penentuan tema itu dapat dilakukan berdasarkan lingkungan hidup anak atau urutan kejadian (sejarah) Rekayasa teknologi Rekayasa atau teknik (bahasa Inggris: engineering) adalah penerapan ilmu dan
310 teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Hal ini diselesaikan lewat pengetahuan, matematika dan pengalaman praktis yang diterapkan untuk mendesain objek atau proses yang berguna. Stimulasi anak kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar anak tumbuh kembang secara optimal Strategi pembelajaran Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberi pengalaman belajar kepada siswa Taksonomi bloom Taksonomi bloom adalah struktur hierarki yang mengidentifikasi keterampilan berpikir mulai dari jenjang yang rendah hingga jenjang yang tinggi. Teknologi Teknologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keterampilan dalam menciptakan alat hingga metode pengolahan guna membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan manusia.
311 INDEKS A Anak aktif, 288 Anak inovatif, 288 Anak kreatif, 288 Anak usia dini, 288 Analisis, 283, 286, 289 Aplikasi, 289 Asumsi, 289 B Bahan ajar, 8, 289 Bekerjasama, 289 Bereksplorasi, 289 Berhipotesis, 290 Berimajinasi, 290 Berinovatif, 290 Berkonsep aplikatif, 290 Bermain, 290 Bernalar, 291 Berpikir kritis, 291, 293 Buku referensi, 291 D Digencarkan, 291 Dikolaborasikan, 291 E Engineering, 32, 66, 80, 109, 136, 159, 191, 240, 265, 291 Evaluasi, 292 G Gigih, 292 H Higher order thingking, 292 I Indikator, 22, 48, 96, 125, 150, 174, 215, 254, 276, 292 Intelektual, 292 K Kata kerja operasional, 292 Kelayakan, 293 Kemahiran, 293 Kemajuan teknologi, 4, 293 Kemampuan menyimpulkan, 293 Kemampuan berpikir kritis, 18, 19, 293 Kemampuan guru, 294 Kemampuan menganalisis, 22, 293 Kemampuan mengevaluasi, 294 Kemampuan menyelesaikan masalah, 294 ketrampilan, 1, 4, 6, 9, 19, 20, 21, 25, 28, 295 Ketrampilan 4C, 4, 295 Ketrampilan hidup, 295 Kolaborasi, 295
312 Kompetensi, 296 Komunikasi, 296 Kreatif, 296 Kurikulum merdeka belajar, 296 L Logis, 296 Lower order thingking, 296 M Mandiri, 297 Matematika, 16, 283, 284, 297 Memahami, 297 Memfilter, 297 Memodifikasi, 297 Memperbaiki, 297, 301 Menafsirkan, 297 Menangkal, 297 Menciptakan, 298 Mendemostrasikan, 298 Mendesain, 284, 298 Menerapkan, 298 Menganalisis, 298 Mengarang, 298 Mengelolah informasi, 298 Menggungkapkan, 299 Menghasilkan produk, 299 Menghitung, 66, 80, 109, 299 Mengidentifikasi, 299 Mengingat, 299 Mengkolaborasi, 299 Mengkombinasikan, 299 Mengkomunikasikan, 299 Mengkontruksi penjelasan, 300 Mengorganisasikan, 300 Mengubah, 300 Menjelaskan, 300 Menstimulasi anak, 300 Meramalkan, 301 Merancang, 301 Merecalling, 301 Merevisi, 301 O Objektif, 301 Optimal, 301 P Pedoman, 301 Pemahaman, 302 Pembangun, 302 Pembelajaran Abad 21, 302 Pembelajaran STEAM, 11, 12, 13, 24, 25, 40, 71, 87, 116, 141, 166, 206, 246, 271, 283, 302 Pemecahan masalah, 302 Penalaran logis, 303 Pendekatan pembelajaran, 303 Pendidikan, 4, 8, 283, 284, 285, 286, 303 Pengetahuan, 285, 303, 304 Pengetahuan intelektual, 303 Peralatan teknologi, 304 perancang, 15, 304 Perkembangan anak, 304 Perkembangan koginitf, 304 Perkembangan motorik, 305 Project based learning, 6, 305 Prototype, 305 Proyek, 31, 65, 79, 108, 135, 158, 190, 239, 264, 305, 306
313 R Rekayasa teknologi, 306 S Sains, 13, 24, 115, 140, 164, 197, 244, 270, 283, 284, 285, 307 Seni, 15, 307 sistematis, 8, 24, 26, 307 solusi, 4, 5, 6, 13, 17, 18, 19, 23, 26, 27, 28, 303, 307 Stimulasi anak, 308 Strategi pembelajaran, 26, 308 T Taksonomi bloom, 308 Taksonomi pembelajaran, 308 Teknologi, 14, 283, 308, 309