The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yusra.ira74, 2021-07-06 03:33:13

Buku Kewirausahaan NEW

Buku Kewirausahaan NEW

BAB V

PENUTUP

Tips Mulai Berwirausaha

1. Milikilah Sebuah Impian
Semua bermula dari sebuah impian dan yakin pada

produk yang akan ditawarkan. Pemimpilah yang selalu
menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk,
cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan
sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak
mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”. Impian
merupakan dorongan yang kuat menjadikan obsesi terwujud
menjadi sebuah kenyataan. Dengan upaya dan kerja keras,
impian akan mampu kita wujudkan. Ingat! Impian merupakan
modal utama.
2. Mencintai Produk Yang Diciptakan.

Cintailah Produk Anda. Kecintaan akan produk kita
akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan
membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu
melewati masa-masa sulit. Enthusiastism and Persistence :
Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan
akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang
baru. Cinta terhadap produk yang kita impikan akan melahirkan
inovasi dan kreativitas pengayaan. Biasanya kalau usaha yang
kita bangun karena hoby maka perasaan mencintai itu akan lahir
secara alamiah.
3. Pelajari Seluk Beluk Dasar Berbisnis.

Pelajarilah fundamental business. Tidak akan ada
sukses tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk business yang
baik, belajar sambil bekerja (LEARNING BY DOING), turut
kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-
dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik.
Carilah Guru, Pelatih, Mentor dan Pendamping Usaha yang
baik, punya kapasitas, kapabiltas dan bersahabat.

K E W I R A U S A H A A N | 91

4. Kemauan dan Keberanian Mengambil Risiko.
Taking risk. The Gaint that u will be able to achieve is

directly proportional to the risk taken : Berani mengambil
resiko yang diperhitungkan yang bakal timbul merupakan kunci
pembuka dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai
akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah
resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak
memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu
yang membedakan “entrepreneur” dengan “manager”.
Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal
pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan
mengatur perusahaan yang telah maju. Risiko tidak dapat
ditolak, yang ada hanyalah mengelola risiko tersebut sehingga
kemungkinan rugi bisa diantisipasi. Bahkan pada bisnis tertentu
menjadikan resiko sebagai peluang bisnisnya. Asuransi
misalnya.
5. Mintalah Nasehat dari Para Konsultan Pendamping usaha

Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak
tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat
diputuskan dengan indera ke enam-nya yaitu intuisi bisnis yang
kita miliki. Mampu berkomunikasi dengan baik dan kepiawaian
menjual (selling skill). Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian
menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk
memahami dan membina hubungan dengan pelanggan akan
membantu mengembangkan usaha pada fase itu sampai
konsumen menjadi loyal pada produk kita. Saat ini banyak
lembaga pengembangan bisnis yang menyediakan jasa
pendampingan usaha, meliputi jasa konsultansi, pendampingan
manajerial, akses pasar (marketing), dll.
6. Mencurahkan Lebih Banyak Waktu Untuk Usaha

Kerja keras (effort). Etos kerja keras sering dianggap
sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and
smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir
semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur
sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun
otaknya bekerja dan memikirkan bussinessnya. Melamunkan
dan memimpikan kerjanya. Tidak ada batas waktu yang pasti
bagi entrepreneur untuk berhenti fokus pada usahanya. Maka
manejemen waktu perlu diterapkan agar memberikan hasil yang
optimal, efektif dan efesien.

92 | K E W I R A U S A H A A N

7. Bangunlah Jaringan Usaha Sebanyak-banyaknya.
Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan

kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga
yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman.
Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi
nasehat, membantu menolong pada masa sulit. Bahkan teman
bisa menjadi sumber pendanaan bagi usaha kita, ketika orang
lain tidak berani memberikan pinjaman justru seorang teman
menawarkan kebutuhan modal kita. Biasanya pada awal usaha
dibangun maka sumber pendanaan meliputi 3 F (family, friends,
fools). Seringlah mengikuti business gathering, seminar,
workshop atau pertemuan-pertemuan lain, meskipun materi
yang Anda dapat pada acara tersebut sudah Anda kuasai jauh-
jauh hari sebelumnya. Tidak apa-apa asalkan Anda bisa
mendapatkan tambahan teman baru. Maka jangan lupa bawa
kartu nama dan bagikan kepada seluruh peserta yang hadir.
8. Damailah Menerima Kegagalan

Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk
menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita
berwirausaha, selama kegagalan itu tidak “mematikan”. Setiap
usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bilamana
itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah! Bahkan ketika
Anda tidak mengalami kegagalan sedikitpun maka perlu
dipertanyakan, artinya bisa saja bahwa Anda tidak mau
mengakui kegagalan yang Anda alami.
9. Ambil Tindakan dan Laksanakan!

Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap,
lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan READY-
AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan
READY-SHOOT-AIM! Putuskan dan kerjakan sekarang,
karena besok bukanlah milik kita. Mulailah dari hal-hal yang
paling sederhana dan mudah dilakukan. Bila membutuhkan
bantuan maka jangan segan-segan untuk membicarakan dengan
orang terdekat dan terpercaya.
10. Selalu Berdoa

Sebagai orang yang percaya kepada ALLAH SWT
maka membangun usaha dengan semangat kewirausahaan yang
tinggi, perlu melakukan meningkatkan amalan ibadahnya
kepada ALLAH sepuluh kalilipat dari biasanya, memperbanyak
doa akan menguatkan mental dan spritualitas pelaku usaha.

K E W I R A U S A H A A N | 93

BERWIRAUSAHALAH DENGAN HATI DAN CINTA

Menjalankan usaha yang ibadah dan membawa berkah bagi
kehidupan dunia dan akhirat? Jalankanlah usaha atau bisnis
berdasarkan hati yang bersih, tulus dan niat untuk kepentingan
ummat. Bagaimana prinsip menjalankan usaha berdasarkan hati
nurani? Berikut ini prinsip-prinsip usaha yang perlu menjadi
pertimbangan dalam mengembangkan bisnis Anda :

1. Mencintai Kawan Seabagai Aset Berharga.
Manusia diciptakan satu bersuku-suku dan berbagai

macam bangsa adalah untuk saling kenal mengenal dan saling
menyayangi, Anda tidak bisa hidup sendirian. Tidak ada usaha
yang tidak berhubungan dengan orang lain. Dalam membina
hubungan dengan orang lain, letakkanlah nilai persahabatan,
nilai pertemanan yang jauh lebih berharga dibandingkan
sekedar meraih keuntungan uang. Dengan menempatkan kawan
sebagai aset berharga, maka kita akan menghargai komitmen
dan kerjasama dengan siapapun atas dasar kemanusiaan dan
cinta.

2. Kepercayaan adalah Modal Utama.
Modal dalam usaha itu dapat dibagi ke dalam modal

tangible (berwujud) dan modal intangible (tidak berwujud).
Uang, gedung, peralatan, mesin adalah contoh modal tangible.
Namun ada modal yang intangible yang jauh lebih berharga
untuk usaha jangka panjang kita yakni membina kepercayaan.
Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah
kepercayaan dan hanya sekian detik saja untuk
menghancurkannya. Maka berusahalah membina kepercayaan
baik kepada siapapun. Kunci utama untuk menciptakan modal
kepercayaan adalah dengan menempatkan kejujuran sebagai
sikap dasar dalam setiap hubungan. Selalulah menepati setiap
janji yang terbangun dengan mitra usaha Anda, setia dan
terbuka, seperti sikap Rasululllah dalam menjaga amanah yang
dititipkan padanya, maka Beliau diberikan gelar Al-Amin yang
artinya yang dipercaya.

94 | K E W I R A U S A H A A N

3. Menjual Dengan Hati, Bukan Dengan Harga Keji
Maknanya adalah berbisnis bukan sekedar mengejar

keuntungan dengan membeli serendah-rendahnya, kemudian
menjual dengan harga tertinggi. Namun juallah dengan harga
yang wajar dan pantas. Salah satu fungsi perusahaan adalah
bagaimana memberikan kontribusi dan manfaat bagi
masyarakat, tanpa mengabaikan kelayakan usaha. Nilai
kebahagiaan dan keberhasilan usahanya bukan pada berapa
besarnya keuntungan materi, tetapi berapa banyak manfaat yang
diberikan kepada konsumen/pelanggan. Sebagaimana dikatakan
Rasul Muhammad SAW, orang yang beruntung adalah orang
yang menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, baik
secara kuantitas maupun kualitas. Maka, yang perlu
diperhatikan adalah juallah produk dengan memberikan layanan
prima sesuai kebutuhan dan keinginan konsumen/pelanggan
bukan menjerat mereka untuk mengeluarkan banyak biaya
untuk keuntungan kita.

4. Mendengarkan Hati Nurani.
Dalam membuat keputusan, pisahkanlah antara pikiran

yang dikuasai oleh rasa benci dan emosi, ego pribadi, nafsu
birahi dengan pikiran yang dikendalikan hati nurani. Gunakan
ketajaman mata hati dan bersihkanlah pikiran dari hal-hal
negative untuk dapat membuat keputusan berdasarkan suara hati
bukan berdasarkan emosi atau nafsu birahi. Karena
sesunggunya mendengarkan kata hati merupakan usaha
mengenal sifat-sifat kemuliaan Allah yang sudah "built in"
dalam hati kita. Renungkanlah sejenak kepentingan jangka
panjang (kehidupan ukhrawi) sebelum keputusan ditetapkan.
Tanyakan pada hati mu dengan penuh kasih dan cinta.

5. Bekerja Dengan Hati.
Melakukan setiap kegiatan dan pekerjaan dalam

menjalankan bisnis Anda, mulai pagi sampai malam kembali,
mulai dari Anda membuka toko sampai tutup kembali,
laksanakan dengan penuh antusias dan gembira, singkirkan
perasaan mendongkol, marah dan kesal, karena mencerminkan
sikap benci terhadap pekerjaan yang sedang Anda lakukan.
Sebaliknya, bekerja dengan penuh dedikasi, tanggungjwab,
senang, penuh semangat adalah tanda-tanda Anda bekerja

K E W I R A U S A H A A N | 95

dengan hati dan cinta. Cinta terhadap usaha Anda, cinta
terhadap keluarga, atau bahkan cinta terhadap Allah dan Ummat
NYA. Itulah pijakan dalam bekerja.

6. Kekayaan Bukan Semata-mata Dinilai Dari Harta Yang
Dimiliki.
Menjadi kaya bukan sekedar berhubungan dengan
memiliki banyak uang dan harta. Namun kekayaan yang utama
adalah memiliki jiwa besar dan kerelaan berbagi dari apa saja
yang dimiliki. Menolong pelanggan pada saat mereka kesulitan
meskipun tidak mendapatkan manfaat secara finansial adalah
hal yang sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai sifat kikir.
Dan orang kikir secara filosofis adalah orang miskin, berjiwa
kerdil. Memberi berarti Anda memiliki.

7. Menguatkan Hati dan Cinta Dalam Menebarkan Sosial Benefit
Untuk Kehidupan Ukhrawi.
Berbisnis bukan sekedar berorientasi pada laba atau
keuntungan materi semata-mata, tetapi memperoleh keuntungan
untuk memberikan manfaat bagi orang lain sebanyak-
banyaknya. Karena berbisnis adalah kerja ibadah yang harus
dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa nantinya
dan kepada sesama manusia lainnya.

8. Berorientasi Pada Apa Yang Ada Bukan Pada Apa Yang Belum
Ada.
Jangan menyesal kesempatan, peluang atau kegagalan
yang sudah lewat atau sudah hilang dari kita. Kalau Anda kalah
tender sebuah proyek, padahal hitung-hitungannya untungnya
akan besar sekali, jangan dirisaukan risaukan hal itu. Karena
dapat membuat Anda stress, atau berlaku tidak bijaksana.
Fokuslah memikirkan pada apa yang Anda peroleh saat ini.
Biarkan kesempatan yang hilang berlalu dari Anda, karena akan
ada kesempatan baru kalau kita dapat mensyukuri apa yang
dimiliki saat ini. Kesempatan dan peluang akan datang berkali-
kali bagi orang yang jeli membacanya. Kuatkan hati!

9. Kegagalan adalah Sebuah Proses Menuju Kesuksesan.
Gagal bukanlah kiamat, tetapi merupakan proses awal

untuk menghasilkan rencana-rencana baru, cara-cara jitu yang

96 | K E W I R A U S A H A A N

baru yang dapat menciptkan kesempatan-kesempatan baru,
sepanjang kita mau mengevaluasi dan memperbaiki rencana
yang ada. Namun kalau Anda gagal merencanakan, berarti Anda
telah berencana untuk gagal.

10. Akuilah Setiap Kesalahan Dengan Kesatria dan Rendah Hati.
Kesahalan-kesalahan dalam mengambil keputusan dalam
menjalankan usaha bisa saja terjadi. Ketika Anda menyadari
bahwa itu suatu kesalahan keputusan yang Anda ambil, dan
merasa bahwa partner Anda atau karyawan Anda yang benar,
maka akui dengan rendah hati. Segera lakukan evaluasi untuk
memperbaiki kesalahan yang terjadi.

11. Milikilah Sifat Humanis Berdasarkan Saling Mencintai.
Dalam menjalankan bisnis, mengelola seluruh

sumberdaya yang dimiliki membutuhkan seni dan pendekatan-
pendekatan tertentu. Jangan pernah sekalipun menganggap
bahwa orang-orang yang Anda libatkan dalam kegiatan usaha
sebagai faktor produksi yang Anda manfaatkan untuk menarik
keuntungan secara materi semata, sehingga Anda melupakan
sisi kemanusiaan, memaksa pekerja dengan jam kerja yang
padat, ketat dan tanpa Anda berikan waktu luang sedikitpun,
sehingga mereka kehilangan waktu bersama keluarga,
menjadikan uang dan kerja sebagai prioritas utama, bahkan
tidak waktu bagi mereka untuk menunaikan shalat atau
beribadah kepada Allah SWT. Jangan seperti itu! Tetapi jadikan
karyawan, pekerja dan apapun yang kita kelola sebagai makhluk
yang diciptakan Allah SWT dengan berbagai kelebihan dan
kekurangannya. Pandang manusia dengan cara lebih manusiawi.

K E W I R A U S A H A A N | 97

RANGKUMAN DALAM BAB INI MELIPUTI:

Tips Mulai Berwirausaha

1. Milikilah Sebuah Impian
2. Mencintai Produk Yang Diciptakan.
3. Pelajari Seluk Beluk Dasar Berbisnis.
4. Kemauan dan Keberanian Mengambil Risiko.
5. Mintalah Nasehat dari Para Konsultan Pendamping usaha
6. Mencurahkan Lebih Banyak Waktu Untuk Usaha
7. Bangunlah Jaringan Usaha Sebanyak-banyaknya.
8. Damailah Menerima Kegagalan
9. Ambil Tindakan dan Laksanakan!
10. Selalu Berdoa

Soal Latihan dan Pertanyaan dalam Bab Ini Meliputi :
1. Dalam Dunia Bisnis Kepercayaan adalah Modal Utama, Coba
anda jelaskan maksud dari Kalimat tersebut ?
2. Sebutkan Ada 10 (sepuluh) Tips yang harus dipenuhi sebelum
menjalankan Bisnis ?
3. Kegagalan adalah Sebuah Proses Menuju Kesuksesan, untuk
bisa menjadi sukses tidak semudah yang kita bayangkan, dalam
Duniausaha dan Bisnis Bagaimana untuk meraih kesuksesan
apa yang perlu dilakukan ?
4. Dalam mejalankan Bisnis seorang Entrepreuner atau
Wirausahawan harus berani mengambil Resiko, menurut
saudara resiko yang bagaimana yang sering dialami dalam
Berbisnis ?

98 | K E W I R A U S A H A A N

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Burhanuddin. 2003. Strategi Kebijakan Moneter Dalam
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan.
Pidato Ilmiah dalam rangka Dies Natalis Universitas
Padjadjaran, Bandung.

Bank Indonesia (1995). Materi Pelatihan Unit Pengembangan Usaha
Kecil Untuk Penyusunan Laporan Permohonan Kredit. Proyek
Pengembangan Usaha Kecil. Jakarta.

Center for International Private Enterprise. 2001. Hak Milik Sebagai
Fondasi Ekonomi Pasar. Jurnal Reformasi Ekonomi. Lspeu
Indonesia vol 2, No.1. Jakarta.

Davies, Eric and Barry Davies. 2002. Succesful Marketing in a Week
(Pemasaran Yang Sukses Dalam Sepekan – Alih Bahasa oleh
Sugeng Panut). Kesaint Blanc. Jakarta.

Gayle P. W. Jakson. 2001. Pemerintahan Untuk Pasar Modern. Jurnal
Reformasi Ekonomi. Lspeu Indonesia vol 2, No.1. Jakarta.

Khor, Martin (2001). Globalisasi and The Crisis of Sustainable
Development (Globalisasi Krisis Pembangunan
Berkelanjutan) – Widyana AB. CPRC. Yogyakarta.

Michael Fairbank dan Stace Linsday. 2001. Memilih Kemakmuran :
Agenda Untuk Membangkitkan Pasar. Jurnal Reformasi
Ekonomi. Lspeu Indonesia vol 2, No.1. Jakarta.

Mursid, M. 1997. Manajemen Pemasaran. Pusat Antar Universitas –
Studi Ekonomi Universitas Indonesia. Bumi Aksara. Jakarta.

PT. Jasa Marga (Persero). 2002. Program Pelatihan dan Supervisi Bagi
Mitra Binaan PT. Jasa Marga (Persero) – Kerjasama antara
PT. Jasa Marga (Persero) dengan Fakultas Ekonomi
Universitas Kertanegara. Jakarta.

Sutojo, S. 1991. Studi Kelayakan Proyek. PT. Pustaka Binaman
Presindo kerjasama dengan PPM. Jakarta.
K E W I R A U S A H A A N | 99

Umar, H. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Gramedia. Jakarta. Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) Buku Dua dan
Buku Tiga. Jakarta.

Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Buku Pertama, Jakarta.
Undang-undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana

telah diuba dengan Undang-Undang No.10 Tahun 1998. Jakarta.

Undang-undang No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.3 Tahun
2004. Jakarta.

Abdul Kadir Muhammad (2004), Aspek Hukum Perusahaan, Jakarta

Kasmir (1998), Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, PT. Raja
Safindo Persada, Jakarta.

Muchdarsyah Sinungan (2000), Manajemen Dana Bank, Penerbit Bumi
Aksara, Jakarta.

Rachamadi Usman (2000), Aspek Hukum Perbankan, Jakarta.

Ruddy Tri Santoso (1996), Kredit Usaha Perbankan, Penerbit ANDI,
Yogyakarta.

Kartajaya Hermawan Workshop Series (2006), Boosting Field
Marketing Performance From Strategy to Execution
Meningkatkan Penjulan Dengan Branding, Service, dan Field
Operations, Penerbit MarkPlus & Co, Jakarta.

Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional
Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan.

M.Sc, Drs, Saiman, Leonardus (2011), Kewirausahaan: Teori,
Praktik, dan Kasus-kasus, Jakarta: Salemba Empat.

Kao, John J. 1993, Entrepreneurship Creativity and
Organization: Text, Cases and Readings. New
York: McGraw Hill.

100 | K E W I R A U S A H A A N

Kiyosaki, Robert. 2004, Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan
Finansial, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Harian Bisnis Indonesia, Edisi 31 Januari 2011 Hal:3

Harian Serambi Indonesia. Entrepreneur Solusi Mengatasi
Pengangguran, Kolom Opini, Hamdani (2012).

Majalah UKM Indonesia, Edisi 07, Januari 2013: www.ukm-
indonesia.net

Hisrich, Robert D., Michael P. Peters, 1998. Entreprenership. Boston,
MA: Irwin Internasional, Inc.

Dinsi, Valentino. 2009. Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian
#2, Penerbit: LET`go Indonesia, Jakarta.

Yusanto, Ismail, Muhammad., Widjajakusuma, Karebet, Muhammad.
2002. Menggagas Bisnis Islami. GEMA INSANI PRESS,
Jakarta.

Nitisusastro, Mulyadi. 2010. Kewirausahaan dan Manajemen Usaha
Kecil, Penerbit Alfabeta, Bandung.

Yunsirno. 2011. Keajaiban Belajar. Pustaka Jenius Publishing,
Pontianak.

MAJID, M. S. A., & Nasir, M. (2018). SMEs’ CREDIT DEMAND
AND ECONOMIC GROWTH IN INDONESIA. Regional
Science Inquiry, 10(2), 121-133.

Shiwab, M. Quraish. 2000. Wawasan Al-Quran. Penerbit: Mizan.
Rizal, S. (2017). Pengaruh Kecerdasan Emosional, Perilaku

Koqnitif, Kemampuan Personal dan Kompetensi
Kepemimpinan Terhadap Kinerja Koperasi di Provinsi
Aceh. Jurnal EMT KITA, 1(1), 36-49.

K E W I R A U S A H A A N | 101

Prijosaksono, Aribowo., Bawono, Sri. 2004. The Power Of
Entrepreneurial Intelligence. Penerbit PT Alex Media
Komputindo, Jakarta.

Rizal, S. (2018). Influence of behavior, personal ability and
leadership on cooperative performance in Aceh Province,
Indonesia. International Journal of Scientific Research
and Management, 6(05).

Tantri, Francis, Dr. 2009. Pengantar Bisnis. Jakarta: Rajawali Pers.
Assauri, Sofjan. 2009. Manajemen Pemasaran. Rajawali Pers, Jakarta
KKMB, Hamdani. http://hamdani75.wordpress.com
http://indonesia-young-entrepreneurs.blogspot.com/
S. Mulyadi, 2007. Ekonomi Kelautan. PT RajaGrafindo Persada,

Jakarta.
Tjahjono, Herry. 2007. The XO Ways: ”3 GIANTS & 6 liliputs”,

Penerbit: PT Grasindo, Jakarta.
Agung, Gregorius. 2004. All You Need is Inspiration!, Penerbit PT Alex

Media Komputindo, Jakarta.

Assauri, Sofjan. 2004. Manajemen produksi, Penerbit: FEUI Jakarta.

102 | K E W I R A U S A H A A N

PASAR SASARAN

Yang menjadi sasaran pasar adalah:

1. Dosen Mata Kuliah Kewirausahaaan/Entrepreneur.
2. Mahasiswa dan Pelajar (SMU/SMK).
3. Konsultan Pendamping Koperasi dan UKM
4. Masyarakat Umum.
5. Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
6. Universitas dan Lembaga Pendidikan
7. Assosiasi Pengusaha, NGO yang mempunyai program

pengembangan usaha kecil, perbankan, BUMN/D yang
mempunyai binaan dalam program CSR, dll.
8. Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB).

PROSPEK PASAR

Dengan diwajibkannya pengajaran Kewirausahaan/Entrepreneur
di Perguruan Tinggi dan Lembaga Pendidikan, maka ini memberi
peluang pasar cukup besar bagi buku-buku yang membahas tentang
Kewirausahaan/Entrepreneur. Hampir semua fakultas di Perguruan
Tinggi sudah memasukan mata kuliah kewirausahaan/Entrepreneur
sebagai komposisi kurikulum dan SAP nya. Di Aceh, tak kurang 500
mahasiswa berbagai kampus setiap semester mengambil mata kuliah ini,
ditambah dengan Dosen pengajar yang relatif sulit mendapatkan buku
kewirausahaan yang cocok sebagai buku wajib yang bisa direferensikan
ke mahasiswa karena isi buku dan bahasannya yang kurang sesuai
dengan kondisi pendidikan di Aceh.

CARA PEMASARAN

1. Direct Selling; Saya akan melakukan penjualan langsung ke
pasar-pasar sasaran dengan sistim jemput bola dan proaktif.

2. Mempromosikan ke lembaga-lembaga terkait dan pemerintah
daerah.

3. Memperluas jaringan pemasaran sampai ke daerah-daerah
dimana tidak ada toko buku.

4. Ikut dalam event-event bisnis, seminar, pameran buku, dll.
Apalagi saya sering meberikan pelatihan bisnis bagi pelaku
UKM.

K E W I R A U S A H A A N | 103

MANFAAT BUKU INI
1. Menjadi buku pegangan Dosen dan Mahasiswa
2. Menjadi buku referensi bagi pelaku UKM.
3. Memberikan pengetahuan dasar bagi masyarakat yang berminat
masuk dunia usaha.
4. Menambah wawasan bagi Konsultan Pendamping Koperasi dan
UKM dilapangan.
5. Menambah jumlah perbendaharaan buku-buku kewirausahaan
dalam dunia pendidikan Indonesia.
6. Memberi inspirasi bagi penulis lain untuk menerbitkan lebih
banyak buku tentang Kewirausahaan/Entrepreneur.
7. Menjadi kebanggaan bagi saya sebagai penulis.

104 | K E W I R A U S A H A A N


Click to View FlipBook Version