Gendis Sewu Berkarya 86
Demi Waktu Gajah Mada
pulang dengan tangan kosong, mereka pulang
membawa makanan dan hasil bumi yang saling
ditukarkan antara warga satu dan warga lainnya.
Perayaan sedekah bumi di beberapa RW
wilayah kecamatan Sukomanunggal, dilakukan
dengan lebih nyentrik. Acara sedekah bumi
dikemas berpadu dengan kreativitas warga yang
dituangkan pada kostum yang dikenakan saat
acara berlangsung.
Acara sedekah bumi sejak tahun 2020
memiliki kegiatan yang sedikit berbeda dengan
tahun-tahun sebelumnya dikarenakan bumi sedang
menghadapi pandemi COVID-19. Sedekah bumi
dilaksanakan di rumah warga masing-masing.
Walau harus dilaksanakan di rumah masing-masing
antusias warga terkait sedekah bumi masih sangat
tinggi. “Saya mengapreasi sekali sekaligus angkat
jempol,” apresiasi dari Lurah Sukomanunggal yang
saat ini sedang menjabat.
Gendis Sewu Berkarya 87
Demi Waktu Gajah Mada
BARI DAN MASKER KESAYANGAN
Oleh Mutiara Fhatrina
Sejak pandemi COVID-19,seluruh
masyarakat diwajibkan menggunakan masker jika
bepergian, termasuk Bari. Bunda mengajarkannya
untuk selalu menggunakan masker setiap hendak
keluar rumah.
“Bari, ini masker baru untukmu,” Bunda
memberikan sebuah masker kain bergambar kartun
spiderman, tokoh kartun kesayangannya.
Bari menerima masker pemberian bunda
dengan senang,
“Wah bergambar spiderman! Aku suka,
terima kasih, Bunda.”
Bari melonjak senang, Bunda tersenyum
sambil mengusap kepala Bari.
“Jangan lupa gunakan maskermu, ya!” pesan
Bunda kemudian.
Semenjak itu, Bari selalu memakai masker
kesayangannya untuk pergi kemana saja. Bari pergi
ke pasar untuk menemani Bunda berbelanja, dia
Gendis Sewu Berkarya 88
Demi Waktu Gajah Mada
juga pergi ke toko buku, jalan-jalan bersama
keluarga hingga saat Bari bermain-main di halaman
rumah bersama teman-teman.
***
Suatu sore saat Bari sedang bermain pasir di
pekarangan bersama teman-teman, Bunda
memanggilnya. Rupanya Bunda sedang
menyiapkan makanan kesukaan Bari, yaitu donat
cokelat. Bari berlari masuk ke dalam rumah dengan
buru-buru. Dia tak mau ketinggalan donat cokelat
kesukaannya, tapi juga ingin kembali bermain
bersama teman- teman.
“Bari,cuci tanganmu dan jangan lupa
lepaskan maskermu saat makan!” perintah Bunda.
Bari terburu-buru mencuci tangannya. Tanpa
melepaskan masker,dia mengambil donat cokelat.
Bari hanya menggantung masker di dagunya saja
saat makan, dan itu membuat lelehan cokelat
mengenai maskernya.
Tak terasa sudah seminggu sejak masker
spiderman itu diberikan oleh Bunda. Bari belum
Gendis Sewu Berkarya 89
Demi Waktu Gajah Mada
menggantinya. Dia terlalu sayang dengan masker
itu, meskipun sebenarnya Bari memiliki masker
dengan gambar lainnya. Meski sudah tampak kotor
di beberapa bagian, Bari tetap saja memakainya.
“Bari, Bunda lihat maskermu sudah sangat
kotor. Ayo ganti maskermu sebelum kita pergi,”
Bunda berkata pada Bari.
Anak lelaki itu hanya cemberut. Dia tak ingin
mengganti masker kesayangannya itu. Tapi,Bari
memang mencium sesuatu dari maskernya ini.
“Hatchiuuu ... uhuk ... uhukk ...,” Bari bersin-
bersin dan batuk.
Bunda segera menghampirinya.
“Bari sakit?” tanya Bunda. Bari menggeleng.
Dirinya merasa tidak demam. Tapi entah
Mengapa hidungnya sangat gatal dan ingin
bersin setiap dia menggunakan maskernya.
Bari menunjuk ke arah masker. Bunda
mengambil masker itu, dan sangat terkejut
menemukan masker kesayangan Bari sangat kotor.
Dalamnya sudah berwarna kecoklatan dan kotor,
Gendis Sewu Berkarya 90
Demi Waktu Gajah Mada
begitu juga dengan bagian luarnya.Bunda
menggelengkan kepala.
Bunda mendekat ke arah Bari yang masih
saja bersin.
“Bari, mengapa maskermu bisa sekotor ini?
Apa kamu sudah lama tak mengganti masker?”
Bari menggeleng.
“Ya Bunda, Bari senang memakai masker
itu, jadi Bari tidak menggantinya,” jelas Bari sambil
tertunduk.
Bunda mengelus pundak Bari. Beliau
memberikan nasihat kepada Bari.
“Bari, kamu boleh memiliki masker
kesayangan untuk dipakai sehari-hari. Namun
tetaplah memperhatikan kebersihan masker yang
digunakan. Paling tidak mengganti maskermu
setiap 4 jam. Oleh karena itu,Bunda membeli
banyak masker kain untukmu.”
Bari membulatkan mata.
“Haaaa, ternyata masker kain hanya boleh
digunakan selama 4 jam jika sedang bepergian,ya
Gendis Sewu Berkarya 91
Demi Waktu Gajah Mada
Bunda? Mengapa begitu?” Bari tak menyangka jika
maksimal hanya digunakan selama 4 jam saja.
Bandingkan dengan Bari yang
menggunakannya selama satu minggu penuh untuk
berbagai aktivitas. Dari keluar bersama bunda
hingga bermain bersama teman-teman.
Bunda menerangkan, “Ya karena banyak
bakteri yang hinggap dan berkembang dalam
masker yang kamu kenakan.”
Bari mengangguk.
Bunda menjelaskan kembali, “Bayangkan
jika banyaknya bakteri yang hinggap di masker
Bari, lalu tak sengaja terhirup atau tercium oleh
Bari. Waaah bakteri itu bisa berkembang biak di
dalam tubuh Bari dan tentu saja menimbulkan
penyakit.”
Bari bergidik ngeri. Dia tak dapat
membayangkan bagaimana bakteri-bakteri itu
berkembang dalam maskernya yang kotor dan tak
pernah diganti itu. Apalagi jika bakteri itu bisa
mampir ke dalam tubuhnya. Pantas saja dia selalu
Gendis Sewu Berkarya 92
Demi Waktu Gajah Mada
ingin bersin dan batuk ketika menggunakan
masker.
“Ini, masker baru lagi untuk Bari,” Bunda
memberikan masker baru.
“Wah, masker baru lagi!” Bari berseru girang.
Meski bukan dengan gambar kartun
kesukaannya, Bari tetap senang. Itu karena
sekarang Bari mengetahui bahwa penting untuk
menjaga kebersihan dan selalu rutin mengganti
masker.
Bari meletakkan masker kain spidermannya
di tempat baju kotor. Kini dia mengganti masker
kain yang lama dengan yang baru.
“Hmm, nikmatnya! Aku bisa bernafas dengan
nyaman sekarang.”
“Jangan lupa selalu rutin mengganti
maskermu, agar kesehatanmu selalu terjaga. Ingat
sekarang sedang masa pandemi COVID-19.
Pakailah masker, seringlah mencuci tangan, dan
jauhi kerumunan. Tidak lupa makan makanan yang
Gendis Sewu Berkarya 93
Demi Waktu Gajah Mada
bergizi agar badan selalu kuat, ya!” Bunda
menasehati Bari sambil tersenyum.
Bari merasa senang, kini dia berjanji pada
Bunda dan dirinya sendiri untuk mandiri mengganti
maskernya secara rutin. Semua agar kesehatannya
selalu terjaga.
“Bari, ayo ikut Bunda.”
Bunda rupanya telah beranjak dan bersiap
untuk mengantar kue ke tetangga. Bari langsung
bangkit dan menyusul Bunda. Tak lupa dia
mengambil masker kainnya.
“Bundaaa, tungguuuu. Bari pakai maskernya
dulu.”
Gendis Sewu Berkarya 94
Demi Waktu Gajah Mada
SAHABAT SEJATI
Oleh Savira Delinda
Wahai Sahabatku
Engkaulah sahabat sejatiku
Engkau yang membuat hatiku senang
Saat hatiku merasa sedih
Engkau yang menemaniku disaat aku sendiri
Kita bagaikan tali yang tidak akan lepas
Ikatan kita sangatlah kuat
Kita tidak akan berubah
Ada masalah kita hadapi bersama
Tidak ada yang bisa menghalangi persahabatan
kita
Kita pertahankan persahabatan ini
Gendis Sewu Berkarya 95
Demi Waktu Gajah Mada
CUPANG
Oleh Keysa Firdausi Nuzulah
Engkau ikan unik
Warnamu indah
Menawan hati
Siripmu memancarkan kilau
Menari bak penari di panggung
Cupang engkau imut, indah dan penuh warna
Gendis Sewu Berkarya 96
Demi Waktu Gajah Mada
BUKAN BULE SEBENARNYA
Oleh Alfiah Fitriyani
Siang itu udara terasa sangat panas dan
berbeda dari hari-hari biasanya. Aku masih berdiri
di bawah teduhnya halte untuk menunggu bus yang
mengarah ke rumahku. Tiba-tiba saja, aku melihat
ada seorang pria tinggi paruh baya ikut duduk di
kursi panjang yang aku duduki di halte itu.
Mulanya aku tidak memperhatikan dengan
cermat siapa yang duduk di sebelahku. Namun,
entah mengapa tiba-tiba saja mataku tertuju
kepada pria paruh baya tersebut karena kulihat
kulitnya yang begitu putih bersih. Selain itu,
matanya pun tampak putih begitu juga dengan
rambutnya. Mulanya aku mengira bahwa orang itu
adalah orang asing yang tersesat kebingungan.
Namun entah mengapa aku tidak berani
bertanya kepadanya. Padahal dalam hatiku
sebenarnya aku senang sekali bisa bertemu
dengan orang asing. Hampir saja aku mencoba
berkenalan, tiba-tiba saja bus datang. Pikiranku
Gendis Sewu Berkarya 97
Demi Waktu Gajah Mada
pun terpecah karena jujur saja aku sudah sangat
ingin pulang.
Panasnya udara saat itu membuatku rindu
akan kulkasku. Aku sudah tidak sabar meneguk
segarnya air es yang ada di kulkas. 15 menit
kemudian aku pun sudah sampai di rumah. Segera
aku menuju ke kulkas dan langsung meneguk
segarnya air es yang sudah kupikirkan sejak tadi.
Tak lama setelah itu, aku mendengar suara Mama
memanggilku.
“Lho ... lho ... lho ... kok enggak salam dulu
sebelum masuk, langsung ke kulkas aja,” gerutu
Mama.
“Hehehe ... maaf, ya Ma. Aku haus banget.
Enggak tahu kenapa hari ini panas banget,”
sahutku sambil memeluk Mama.
Setelah itu aku pun menceritakan kejadian
yang aku alami kepada Mama. Mama
mendengarkan ceritaku dengan seksama namun,
aku tiba-tiba melihat ekpresi wajah Mama berubah
Gendis Sewu Berkarya 98
Demi Waktu Gajah Mada
saat aku menceritakan ciri-ciri orang yang aku
ceritakan. Lalu Mama berkata.
“Memang kamu yakin itu bule?” kata Mama
sambil menahan tawa dan hal itu membuatku
bingung.
“Yakin dong Ma ... masa enggak yakin orang
ciri-cirinya memang bule banget kok,” sahutku
kesal karena Mama seolah-olah mengejekku.
Mama yang menyadari bahwa aku kesal
malah tertawa kecil sambil memukul kecil bahuku
dan berkata.
“Sayang, yang kamu lihat itu bukan bule
tetapi orang yang mempunyai kelainan warna kulit
yang disebut Albino,” terang Mama padaku yang
membuatku sedikit bingung.
“Albino? Apa itu, Ma? Kok aku baru denger
sih istilah itu,” sahutku heran.
Mama pun menjelaskan tentang apa itu albino.
Ternyata albino adalah kelainan genetik yang
dialami oleh seseorang sejak kecil. Kelainan yang
dialami adalah berupa ketidakmampuan tubuh
Gendis Sewu Berkarya 99
Demi Waktu Gajah Mada
untuk memproduksi melanin yang merupakan zat
pembentuk warna kulit pada manusia. Itulah yang
kemudian menyebabkan orang yang menderita
Albino mempunyai kulit berwarna sangat putih
cenderung pucat.
“Oh... ternyata ada, ya Ma penyakit Albino itu,”
ujarku pada Mama.
“Ada dong ... makanya kamu harus banyak baca
buku. Jadi kamu bisa lebih tahu banyak hal jangan
main gawai terus kalau pulang dari sekolah,” pinta
Mama.
Sejak saat itu aku pun menjadi tahu tentang
orang yang mempunyai kelaian albino dan aku juga
bisa membedakan perbedaan antara orang asing
dan orang yang memiliki kelainan albino. Hari itu
menjadi hari yang sangat mengesankan untukku.
Aku jadi bisa belajar ilmu baru karena bertemu
dengan orang baru. Ternyata dunia ini mempunyai
keanekaragaman yang sangat luar biasa.