The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul ini berjudul "Modul Menulis Proposal Penelitian Berbasis CTL". Dalam modul ini, dijelaskan lima bab (topik) yang memaparkan tentang materi karya ilmiah, adapun materi yang dimaksud adalah: menulis karya ilmiah; penguasaan ejaan dan diksi; kalimat efektif: pengembangan paragraf; dan proposal penelitian. Modul ini dikembangkan dari hasil analisis kebutuhan mahasiswa dan kebutuhan dosen dalam pembelajaran menulis, khususnya pada materi menulis proposal penelitian.

Modul ini disusun berbasis pendekatan kontekstual (CTL). Hal tersebut berarti bahwa dalam modul ini terintegrasi tujuh komponen pendekatan kontekstual. Ketujuh komponen tersebut meliputi konstruktivisme, bertanya, menemukan (inkuiri), masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian autentik. Modul menulis akademik berbasis kontekstual ini telah divalidasi oleh beberapa pakar. Hal-hal yang divalidasi meliputi empat aspek yaitu aspek bahasa, isi, penyajian, dan kegrafikaan. Modul ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada mahasiswa dan dosen dalam upaya perbaikan proses pembelajaran matakuliah keterampilan menulis serta perbaikan proses penulisan akademik sehingga menghasilkan tulisan yang sempurna. Kepada rekan-rekan yang telah memberikan masukan, dan validator yang telah bersedia memberikan bimbingan demi sempurnanya modul ini.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rofiiafif69, 2023-10-11 21:10:30

Modul Pembelajar Menulis Proposal Penelitian

Modul ini berjudul "Modul Menulis Proposal Penelitian Berbasis CTL". Dalam modul ini, dijelaskan lima bab (topik) yang memaparkan tentang materi karya ilmiah, adapun materi yang dimaksud adalah: menulis karya ilmiah; penguasaan ejaan dan diksi; kalimat efektif: pengembangan paragraf; dan proposal penelitian. Modul ini dikembangkan dari hasil analisis kebutuhan mahasiswa dan kebutuhan dosen dalam pembelajaran menulis, khususnya pada materi menulis proposal penelitian.

Modul ini disusun berbasis pendekatan kontekstual (CTL). Hal tersebut berarti bahwa dalam modul ini terintegrasi tujuh komponen pendekatan kontekstual. Ketujuh komponen tersebut meliputi konstruktivisme, bertanya, menemukan (inkuiri), masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian autentik. Modul menulis akademik berbasis kontekstual ini telah divalidasi oleh beberapa pakar. Hal-hal yang divalidasi meliputi empat aspek yaitu aspek bahasa, isi, penyajian, dan kegrafikaan. Modul ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada mahasiswa dan dosen dalam upaya perbaikan proses pembelajaran matakuliah keterampilan menulis serta perbaikan proses penulisan akademik sehingga menghasilkan tulisan yang sempurna. Kepada rekan-rekan yang telah memberikan masukan, dan validator yang telah bersedia memberikan bimbingan demi sempurnanya modul ini.

Keywords: Modul,Menulis Penelitian,Menulis Proposal Penelitian

Modul Menulis Proposal Penelitian 43 Topik II. Penguasaan Ejaan dan Diksi karena itu, unsur-unsur tersebut tidak boleh dikurangi, ditambah, atau dipertukarkan. Perhatikan contoh berikut ini! UNGKAPAN IDIOMATIK Pasangan Kata yang Dianjurkan Pasangan Kata yang Tidak dianjurkan Pasangan Kata yang Dianjurkan Pasangan Kata yang Tidak dianjurkan berbicara tentang berbicara akan gemar akan gemar dari berdasarkan pada berdasarkan atas gemar kepada gemar oleh berdasarkan kepada berdasarkan tentang hormat akan hormat oleh bertanggung jawab atas bertanggung jawab oleh insaf akan insaf oleh berhubung dengan berhubung tentang percaya akan percaya dari bertemu dengan bertemu akan cinta akan cinta oleh berkenaan dengan berkenaan akan selaras dengan selaras akan bermanfaat bagi bermanfaat akan terdiri atas terdiri dari i. Membedakan dengan Cermat Kata Penghubung Kata penghubung adalah kata yang berfungsi menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Di dalam bahasa Indonesia, kata penghubung antarklausa terletak di tengah-tengah kalimat. Kata penghubung antarkalimat terletak di awal kalimat, dan kata penghubung antarparagraf terletak di awal paragraf. Perhatikanlah contoh penggunaan kata penghubung tersebut di bawah ini! 1) Kata penghubung antarklausa berfungsi menghubungkan unsur-unsur pembentuk kalimat. Dengan kata lain, kata penghubung tersebut hanya digunakan dalam satu kalimat, bukan untuk menghubungkan kalimat atau paragraf yang satu dengan yang lain. Berikut ini disajikan beberapa kata penghubung antarklausa dan contoh dalam kalimat. KATA PENGHUBUNG ANTARKLAUSA Kata penghubung antarklausa Contoh agar/supaya hingga bahwa asal/asalkan jika serta kalau kecuali lantas tetapi padahal meski Mereka berseragam merah supaya berbeda dengan yang lain. Kami menunggu hingga larut malam. Dia mengatakan bahwa penyakit menular sudah meresahkan warga. Pak Marto tetap bekerja meski dia sakitsakitan.


Modul Menulis Proposal Penelitian 44 Topik II. Penguasaan Ejaan dan Diksi 2) Kata penghubung antarkalimat berfungsi menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Kata penghubung ini juga dapat digunakan sebagai penghubung antarparagraf. Untuk lebih jelas, perhatikanlah beberapa contoh kata penghubung antarkalimat di bawah ini! KATA PENGHUBUNG ANTARKALIMAT akan tetapi, ... akhirnya, ... akibatnya, ... berkaitan dengan itu, ... dalam hal ini, ... dengan demikian, ... dengan kata lain, ... jadi, ... kemudian, ... meskipun demikian, ... namun, ... oleh karena itu, ... oleh sebab itu, ... pada dasarnya, ... pada hakikatnya, ... pada prinsipnya, ... sebagai kesimpulan, ... sebaliknya, ... sesudah itu, ... sebelumnya, ... sebenarnya, ... sehubungan dengan itu, ... selain itu, ... selanjutnya, ... sementara itu, ... sesudah itu, ... setelah itu, ... sesungguhnya, ... sungguhpun begitu, ... sungguhpun demikian, ... tambahan lagi, ... untuk itu, ... Contoh dalam Kalimat - Saudara tunggu di sini dan baca majalah ini. Sementara itu, saya selesaikan dulu pekerjaan saya. - Pertandingan sepak bola antardesa sangat meriah. Akan tetapi, dibalik kemeriahan itu ada yang sering kehilangan barang dan dompet. - Sekolah sampai saat ini banyak yang belum memiliki perpustakaan. Akhirnya, siswa-siswa beralih ke bacaan komik dan majalah. C. KEGIATAN PENUTUP 4. Rangkuman 1. Ruang lingkup ejaan mencakup penggunaan huruf, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca. 2. Penggunaan huruf dalam kegiatan menulis mencakup penggunaan huruf kapital, dan penggunaan huruf miring. 3. Penulisan kata depan dipisah dari kata yang mengikutinya. Penulisan gabungan kata biasanya dipisah jika belum ditambahkan imbuhan atau akhiran. Akan tetapi, dirangkai jika ditambahkan konfiks (gabungan imbuhan). 4. Penggunaan tanda baca dalam kegiatan penulis menentukan kemudahan pembaca dalam memahami isi bacaan. Tanda baca yang sering digunakan dalam menulis yaitu tanda titik, tanda koma, tanda hubung, tanda kurung, tanda garis miring, tanda petik, tanda petik tunggal, dan tanda kurung siku.


Modul Menulis Proposal Penelitian 45 Topik II. Penguasaan Ejaan dan Diksi 5. Latihan 1. Penggambaran bunyi bahasa dengan kaidah tulisan (huruf) yang ditetapkan dan mempunyai makna, adalah pengertian dari a. Huruf b. Kalimat c. Ejaan d. Kata e. Makna 2. Penggunaan huruf kapital yang paling tepat di bawah ini terdapat pada kalimat? a. kita harus melaksanakan Sholat wajib lima waktu. b. Ayahnya adalah seorang Gubernur. c. Pak Guru membaca surat kabar Jambi Ekspres. d. Ibuku berkata “Kapan kamu sampai di Jambi? e. Zumi Zola adalah gubernur Jambi. 5. Diksi adalah kata-kata yang dihasilkan dari proses membedakan secara tepat makna yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang cocok dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pembaca atau pendengar. 6. Kriteria ketepatan diksi ada tiga, yaitu tepat konsep, tepat nilai rasa, dan tepat konteks pemakaian. 7. Kompetensi yang harus dimiliki penyunting ketika menyunting kata-kata adalah mampu membedakan dengan cermat kata kata yang hampir bersinonim, mampu membedakan kata yang ejaannya mirip, mampu menghindari kata-kata ciptaan sendiri, dan mengetahui pasangan kata (kolokasi) yang tepat. Selain itu, mampu membedakan kata umum dan kata khusus, mampu membedakan kata-kata mubazir, kata baku dan tidak baku, ungkapan idiomatik, dan kata penghubung. Untuk mengukur tingkat pemahaman Anda tentang penguasaan diksi dan ejaan, kerjakan soal latihan berikut dengan mengikuti petunjuk yang disajikan. a. Bacalah soal latihan dengan saksama! b. Berikan tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang dianggap tepat. c. Anda bisa mengukur tingkat pemahaman anda dengan mempedomani pedoman penskoran yang terdapat pada bagian akhir topik ini. Buatlah kesimpulan menggunakan bahasa Anda sendiri mengenai materi ‘ejaan dan diksi’ yang telah Anda pelajari pada pertemuan ini!


Modul Menulis Proposal Penelitian 46 Topik II. Penguasaan Ejaan dan Diksi 3. Berikut ini adalah kriteria penggunaan huruf kapital, kecuali a. Huruf kapital digunakan sebagai unsur pertama kata pada awal kalimat. b. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama petikan langsung. c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. d. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. e. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan. 4. Pernyataan berikut yang tepat adalah? a. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. b. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman. c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat. d. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. e. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi. 5. Berikut ini adalah kriteria penulisan huruf miring kecuali: a. Huruf miring digunakan untuk menuliskan hasil karya seni, kata, kelompok kata yang akan diidentifikasi, dijadikan contoh, atau yang akan didefinisikan. b. Huruf miring digunakan untuk menuliskan hasil karya seni, judul film, nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. c. Huruf miring digunakan untuk menuliskan nama alat transportasi yang menggunakan nama diri. d. Huruf miring digunakan untuk menuliskan lambang konsep dasar ilmiah dan kata-kata asing. e. Huruf miring digunakan untuk menuliskan kata-kata geografi yang menunjukkan alamat. 6. Kriteria penggunaan tanda garis miring berikut ini tepat, kecuali? a. Tanda garis miring digunakan untuk mengganti tanda bagi atau menunjukkan bilangan pecahan. b. Tanda garis miring digunakan untuk mengganti kata atau, dan tiap. c. Tanda garis miring digunakan dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun. d. Tanda garis miring digunakan untuk memisahkan bagian penanggalan yang ditulis dengan angka. e. Tanda garis miring digunakan untuk mengapit petikan atau kutipan pembicaraan langsung yang berasal dari pembicaraan daan naskah atau bahan tertulis lain. 7. Penulisan kata depan yang tepat terdapat pada kalimat? a. Buku itu di baca oleh pak guru. b. Paman berada di Bandung selama tiga hari. c. Diatas meja ada semangkuk sayur. d. Mobil baru ayah terparkir disamping rumah. e. Dalam penelitian itu digunakan pendekatan kualitatif. 8. Penulisan gabungan kata di bawah ini benar, kecuali: a. Bagaimana b. Dari pada c. Kereta api d. Mata pelajaran e. Matahari


Modul Menulis Proposal Penelitian 47 Topik II. Penguasaan Ejaan dan Diksi 9. Berikut ini adalah kriteria penggunaan tanda titik, kecuali a. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang merupakan pertanyaan atau seruan. b. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar. c. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu dan jangka waktu. d. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit. e. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. 10. Berikut adalah kriteria penggunaan tanda koma kecuali: a. Tanda koma dipakai diantara unsurunsur dalam suatu perincian atau pembilangan. b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. c. Tanda koma dipakai di belakang kata atau kata penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi. d. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. e. Tanda koma dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu dan jangka waktu. 11. Berikut adalah criteria penggunaan tanda hubung yang tepat, kecuali a. Tanda hubung menyambung sukusuku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. b. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris. c. Tanda hubung dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. d. Tanda hubung menyambung unsurunsur kata ulang. e. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. 12. Kata-kata yang mempunyai makna yang sama atau mirip, disebut? a. Homofoni b. Sinonimi c. Homografi d. Anonimi e. Idiomatic 13. Kata-kata yang mempunyai makna yang berlawanan, disebut? a. Homofoni b. Sinonimi c. Homografi d. Antonimi e. Anonim 14. kelompok kata yang mempunyai kesamaan huruf sekaligus kesamaan bunyi, disebut? a. Homofoni b. Sinonimi c. Homografi d. Antonimi e. Anonim 15. Kelompok kata yang mempunyai kesamaan huruf tetapi pengucapannya berbeda, disebut? a. Homofoni b. Sinonimi c. Homografi d. Antonimi e. Anonim


Modul Menulis Proposal Penelitian 48 Topik II. Penguasaan Ejaan dan Diksi 16. Penulisan kata baku yang tepat adalah? a. Ijasah b. Tauladan c. Bathin d. Handal e. Risiko 17. Berikut adalah fungsi diksi atau pilihan kata, kecuali a. Menciptakan komunikasi yang baik dan benar. b. Menciptakan suasana yang hangat. c. Mencegah perbedaan penafsiran. d. Mencegah salah pemahaman. e. Mengefektifkan pencapaian target komunikasi. 18. Berikut adalah jenis makna asosiatif, kecuali? a. Makna stilistik b. Makna afektif c. Makna denotative d. Makna konotatif e. Makna kolokatif f. 19. Berikut adalah kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang penulis, kecuali a. Membedakan kata-kata yang ejaannya mirip b. Menghindari kata-kata mubazir c. Mengakomodasi kata-kata ciptaan sendiri d. Membedakan kata baku dan tidak baku e. Membedakan kata-kata ideomatik g. 20. kata yang berfungsi menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf, disebut? a. Preposisi b. Adverdia c. Konjungsi d. Argumentasi e. Narasi Selanjutnya gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap analisis yang telah dilakukan! Nilai = ℎ (32) X 100% Arti tingkat penguasaan yang Anda capai adalah sebagi berikut. Tingkat Penguasaan Kualifikasi 85-100% Baik sekali A 75-84% Baik B 60-74% Cukup C 40-59% Kurang D 0-39% Gagal E Jika Anda mencapai tingkat penguasaan 75% ke atas, maka Anda sudah mengusai materi ejaan dan diksi dengan baik. Pedoman Penskoran


Modul Menulis Prosal Penelitian 49 Topik III Kalimat Efektif Pada Topik III ini disajikan hal-hal sebagai berikut 1. Capaian Pembelajaran TOPIK III Kalimat Efektif CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) A. Sikap 1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius. 2. Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri. B. Pengetahuan Mahasiswa menguasai teori dasar tentang hakikat kalimat efektif dengan tepat. C. Keterampilan Umum Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan dan implementasi konsep dasar tentang kalimat efektif. D. Keterampilan Khusus 1. Mampu menjelaskan pengertian kalimat efektif dengan tepat. 2. Mampu menulis kalimat efektif dengan memperhatikan aspek kesatuan pikiran. 3. Mampu menulis kalimat efektif dengan memperhatikan aspek kepaduan kalimat. 1. Capaian Pembelajaran (CP) 2. Pokok-pokok Kegiatan yang Harus Dilakukan 3. Uraian Materi 4. Rangkuman 5. Latihan


Modul Menulis Prosal Penelitian 50 Topik III Kalimat Efektif 2. Pokok-pokok Kegiatan yang harus dilakukan 4. Mampu menulis kalimat efektif dengan memperhatikan aspek subjek dan predikat dalam kalimat dengan tepat. 5. Mampu mengembangkan struktur dasar kalimat efektif dengan tepat 6. Mampu menulis kalimat efektif dengan memperhatikan syarat-sayart kelimat efektif dengan tepat. Untuk membantu Anda memelajari materi topik III tentang kalimat efektif, berikut ini disajikan pokok-pokok kegiatan yang harus Anda lakukan. 1. Bacalah informasi yang dicantumkan pada bagian awal topik III! 2. Pelajarilah topik III yang terdapat di dalam modul dengan mengikuti pokok-pokok kegiatan yang dilakukan! 3. Bacalah teks yang dicantumkan di dalam modul dan ikuti petunjuk yang dituliskan di bawah teks! 4. Jawablah pertanyaan yang disajikan di dalam modul dengan mengikuti petunjuk yang disajikan! 5. Jika terdapat hal-hal yang Anda ragukan tentang topik yang sedang dibahas, bertanyalah kepada teman Anda! Diskusikanlah hal yang Anda ragukan tersebut! 6. Apabila teman Anda mengalami kesulitan dalam menjawab, bertanyalah kepada dosen pengampu mata kuliah keterampilan menulis! 7. Periksalah kebenaran jawaban Anda dengan memelajari teori yang disajikan dalam modul! 8. Anda dapat memelajari modul ini di rumah dengan mengikuti pokok-pokok kegiatan yang ditetapkan. Jika ada yang kurang jelas, catatlah hal tersebut dan tanyakan kepada dosen pengampu mata kuliah keterampilan menulis! 9. Untuk menambah pemahaman Anda, bacalah buku yang membahas kalimat efektif, misalnya buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang disusun oleh Hasan Alwi, dkk., atau buku lain yang relevan dan tersedia di perpustakaan! 10. Anda juga dapat mencari pembahasan kalimat efektif di internet dengan menulis kata kunci: kalimat efektif.


Modul Menulis Prosal Penelitian 51 Topik III Kalimat Efektif 3. Uraian Materi A. PENDAHULUAN Bacalah teks berikut dengan saksama! Bahaya Nyamuk dan Anti Nyamuk Nyamuk sangat berbahaya bagi kesehatan. Untuk melindungi diri dari gangguan nyamuk, kita biasa dipakai obat nyamuk. Akan tetapi, apakah kita sadar bahwa memakai anti nyamuk ternyata dapat dirugikan kesehatan manusia? Jenis-jenis nyamuk banyak, dan tingkat bahaya yang menimbulkan juga berbeda-beda. Selain anti nyamuk, kita dapat juga dipakai kelambu di tempat tidur. Memakai kelambu bertujuan untuk hindarkan gigitan nyamuk. Nyamuk tidak mampu menembus celah kecil kelambu. Kelambu aman dan bebas efek samping. Yang dapat rugi kesehatan. Namun, banyak orang-orang yang merasa bahwa kelambu tidak praktis. Dan mengurangi keindahan tempat tidur. Mereka banyak yang ramai-ramai membeli antik nyamuk. Banyak macam-macam anti nyamuk memang sudah lengkap sekali. Macammacam anti nyamuk tersebut adalah jenis oles (lotion), semprot, bakar, hingga anti nyamuk elektrik. Menurut para pakar kesehatan, keempat jenis anti nyamuk tersebut tetap saja membahayakan jika dipakai dalam waktu jangka panjang. Untuk itu, penggunaan anti nyamuk jangan terus menerus. Karena dapat menimbulkan penyakit. Penyakit disebabkan oleh zat yang terkadung di dalam anti nyamuk. Zat tersebut terdiri atas unsur insektisida, zat pewarna, dan pewangi, yang kesemuannya mempunyai dampak buruk bagi kesehatan. Jika dosis yang terkandung masih dapat ditoleransi, maka bahaya dapat dikurangi, tetapi jika dosis berlebihan maka bahaya akan mendatangi. Anti nyamuk yang kecil risikonya adalah anti nyamuk jenis lotion. Kemudian, anti nyamuk elektrik, semprot dan anti nyamuk bakar. Jika kamu jeli tentu harganya juga sesuai bukan? Yang terbaik tentu saja harganya lebih mahal dari yang lainnya. (Sumber: http://dewanku02.blogspot.com/2013/01/contoh-karangan.html dengan pengubahan)


Modul Menulis Prosal Penelitian 52 Topik III Kalimat Efektif B. KEGIATAN INTI Setelah Anda membaca kutipan teks berjudul Bahaya Nyamuk dan Anti Nyamuk tersebut, lakukan kegiatan berikut! a. Tuliskanlah pendapat/komentar Anda tentang penggunaan kalimat efektif berdasarkan teks tersebut! b. Kumpulkanlah data berupa penggunaan kalimat yang tidak efektif (kalimat yang tidak lengkap unsur, kata yang tidak sejajar, dan ketidakhematan kata) berdasarkan teks tersebut! c. Kelompokkanlah data yang telah dikumpulkan tersebut berdasarkan jenisnya! Untuk menguji kebenaran pertanyaan, pendapat/komentar, dan data yang telah Anda kumpulkan dari teks tersebut, berikut ini dipaparkan teori tentang kalimat efektif. Hal yang dipaparkan adalah pengertian kalimat efektif, ciri-ciri kalimat efektif, syarat kalimat efektif, dan pengembangan kalimat efektif. Kemudian sesuaikanlah ketepatan konsep yang Anda buat! Setelah Anda melakukan kegiatan pada pendahuluan di atas, selanjutnya untuk menambah pengetahuan Anda, lakukanlah kegiatan berikut! 1. Bentuklah 5 kelompok masing-masing beranggotakan lima sampai 6 orang. 2. Setiap kelompok ditugaskan untuk membahas materi sesuai dengan tabel berikut, hasil pembahasan kelompok tersebut dipresentasikan di depan kelas secara bergantian. Nama Kelompok Materi Kelompok 1 Pengertian Kalimat efektif dan ciri-ciri kalimat efektif Kelompok 2 Syarat Kalimat Efektif: Penekanan dan kesejajaran Kelompok 3 Syarat Kalimat Efektif: Kehematan Kelompok 4 Syarat kalimat efektif: Keterbacaan dan kevariasian Kelompok 5 Pengembangan kalimat efektif


Modul Menulis Prosal Penelitian 53 Topik III Kalimat Efektif Kalimat Efektif Apakah Anda tahu apa yang dimaksud dengan kalimat efektif? Sudah pernahkah Anda mendengar atau membaca kalimat efektif? Di mana? Bagaimana menyusun kalimat agar menjadi efektif? Jawaban dari pertanyaan di atas akan terjawab melalui uraian di bawah ini. Pelajarilah uraian di bawah ini! 1) Pengertian Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki potensi untuk menyampaikan pesan, ide, gagasan, atau informasi secara utuh, jelas dan tepat, sehingga pendengar atau pembaca dapat memahami maksud yang diungkapkan oleh pembicara atau penulis. Kalimat efektif mampu menimbulkan kesamaan gagasan antara pembicara atau penulis dengan pendengar atau pembaca. Kalimat efektif tidak bertele-tele, mengungkapkan gagasan secara teratur dan logis. Secara garis besar, ada tiga hal yang perlu diperhatikan berhubungan dengan keefektifan kalimat, yaitu penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, penggunaan bahasa Indonesia baku, dan penggunaan ejaan yang disempurnakan. Ketiga hal itu tidak dapat dipisahkan ketika membuat kalimat efektif. Jika salah satu diabaikan, maka akan menimbulkan ketidakefektifan kalimat. 2) Ciri-ciri Kalimat Efektif Ciri-ciri kalimat efektif adalah gramatikal, sesuai dengan tuntutan bahasa baku, jelas, ringkas dan lugas, adanya hubungan yang baik (koherensi) antara satu kalimat dengan kalimat yang lain, kalimat bervariasi, dan tidak ada unsur yang tidak berfungsi. Untuk lebih jelas, perhatikanlah penjelasan di bawah ini. a. Gramatikal Gramatikal, artinya kalimat ditinjau dari aspek tata bahasa. Kalimat yang disusun sesuai dengan pola kalimat bahasa Indonesia yang benar. Unsur subjek dan predikat harus tampak. Kehadiran unsur pelengkap disesuaikan dengan keperluan. Selain itu, boleh menggunakan pola kalimat majemuk asal tetap terpelihara sistem gramatikalnya.


Modul Menulis Prosal Penelitian 54 Topik III Kalimat Efektif b. Sesuai dengan Tuntutan Bahasa Baku Sesuai dengan tuntutan bahasa baku, artinya kalimat ditulis dengan memerhatikan cara pemakaian ejaan yang tepat, menggunakan kata atau istilah yang baku atau sudah umum digunakan, sesuai dengan kaidah tata bahasa. c. Jelas Jelas, artinya kalimat mudah ditangkap maksudnya. Maksud yang diterima pembaca sama dengan maksud yang diinginkan penulis. d. Lugas Lugas, artinya kalimat tidak berbelit-belit. Dengan menggunakan kata-kata yang sedikit, tetapi dapat mengungkapkan banyak gagasan. e. Adanya Hubungan yang Baik (koherensi) Adanya hubungan yang baik (koherensi), artinya kalimat-kalimat yang digunakan memperlihatkan suatu hubungan kesatuan dengan kalimat yang lain. f. Kalimat Tidak Kaku Kalimat tidak kaku, artinya penggunaan kalimat divariasikan, baik dari segi pilihan kata, urutan tata kalimat, bentuk kalimat, gaya bahasa, perumpamaan dan perbandingan, serta panjang pendek kalimat. g. Tidak Ada Unsur yang Tidak Berfungsi Tidak ada unsur yang tidak berfungsi, artinya setiap kata yang digunakan ada fungsinya, setiap kalimat yang digunakan mempunyai fungsi tertentu. 3) Syarat Kalimat Efektif a. Penekanan Penekanan adalah upaya memberi tekanan pada kalimat yang merupakan upaya menonjolkan atau mementingkan pikiran pokok. Dalam bahasa lisan, sering digunakan intonasi atau acting, sedangkan dalam bahasa tulis dapat digunakan dengan cara alih bangun, pengulangan kata, pertentangan, dan urutan logis. 1) Alih Bangun Alih bangun adalah pemindahan unsur kalimat biasanya kata yang berada di awal kalimat merupakan kata yang dipentingkan.


Modul Menulis Prosal Penelitian 55 Topik III Kalimat Efektif Contoh: - Pancasila harus kita amalkan dengan penuh tanggung jawab. - Kita harus mengamalkan pancasila dengan penuh tanggung jawab. - Pengamalan pancasila harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab 2) Pengulangan Kata Pengulangan kata dalam sebuah kalimat kadang-kadang diperlukan untuk memberikan penekanan pada bagian ujaran yang dianggap penting. Pengulangan kata ini dapat membuat maksud kalimat menjadi lebih jelas, dan jika dihilangkan, kalimat akan menjadi kabur maknanya. Contoh: - Jurusan teknik di Politeknik Universitas Indonesia ialah teknik mesin, teknik, sipil dan teknik elektro. Bandingkan dengan - Jurusan teknik di Politeknik Universitas Indonesia ialah teknik mesin, sipil dan elektro. Penggunaan kata ulang yang tidak efektif - Bertamu ke rumah orang jangan terlalu lama karena kalau sekiranya hanya sekedar bertamu saja, paling lama kita bertamu kira-kira setengah jam saja. 3) Pertentangan Pertentangan dapat digunakan untuk memberi tekanan pada pikiran dengan cara menggunakan kata yang tidak langsung pada pikiran utama. Contoh: - Kekuasaan presiden tidak tak terbatas. - Mencari kekayaan bukanlah hal yang tidak halal. - Perusahaan itu tidak menghendaki perbaikan yang bersifat tambal sulam. Bandingkan - Kekuasaan presiden terbatas. - Mencari kekayana halal. - Perusahaan itu itu menghendaki perbaikan secara menyeluruh. 4) Urutan Logis Urutan logis dalam kalimat berarti mengurutkan secara logis/kronologis unsurunsur kalimat yang mengandung urutan kejadian atau proses. Contoh:


Modul Menulis Prosal Penelitian 56 Topik III Kalimat Efektif - Telekomunikasi cepat vital/dimaksudkan untuk keamanan, mobilitas, pengajuan, hipotesis, pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan. - Penelitian dimulai dengan perumusan masalah, pengajuan hipotesis, pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan. b. Kesejajaran Kesejajaran ialah menempatkan gagasan yang sama penting dan fungsinya ke dalam struktur kebahasaan yang sama. Macam-macam kesejajaran dijelaskan sebagai berikut: 1) Kesejajaran Bentuk Bila salah satu gagasan ditempatkan dalam struktur kata benda, maka kata lain yang berfungsi sama juga dalam struktur kata benda, begitu seterusnya. Jika kata kerja juga kata kerja, jika frase juga frase. Perhatikan contoh berikut. - Penyakit alzhemimer atau pikun adalah satu segi usia tua yang paling mengerikan dan berbahaya sebab pencegahan dan cara mengobatinya belum ditemukan. Dalam kalimat tersebut, gagasan yang sama yaitu mengerikan dengan berbahaya dan pencegahan dengan cara mengobatinya, kata-kata tersebut sebaiknya dibuat paralel, sehingga menjadi seperti contoh berikut ini: - Penyakit alzhemimer atau pikun adalah satu segi usia tua yang paling mengerikan dan membahayakan sebab pencegahan dan pengobatannya belum ditemukan. Berikut contoh kalimat yang mempunyai kesejajaran - Seorang teknolog bertugas memecahkan suatu masalah dengan cara tertentu dan membuat masyarakat mau memilih dan memakai cara pemecahan yang dibuatnya. 2) Kesejajaran Makna Kesejajaran makna timbul oleh adanya relasi makna antarsatuan dalam kalimat (subjek, predikat, dan objek). Perhatiakan contoh berikut. - Adik memetiki setangkai bunga. - Selain pelajar SLTA, panitia juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa. Kata memeitiki tidak semakna dengan setangkai. Kalimat pada contoh kedua jika diubah susunannya maka menjadi: panitia memberi kesempatan kepada pelajar SLTA dan


Modul Menulis Prosal Penelitian 57 Topik III Kalimat Efektif mahasiswa. Kata kepada mengandung pengertian “kepada pelajar SLTA dan kepada mahasiswa”. Jadi, kalimat yang benar adalah - Adik memetik setangkai bunga. - Selain kepada pelajar SLTA, panitia juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa. 3) Kesejajaran Rincian Pilihan Dalam kalimat yang mengandung rincian pilihan, kita sering terjebak oleh kalimat sebelum rincian sehingga antara kalimat dan rinciannya tidak mengandung kesejajaran yang benar. Perhatikan contoh berikut. - Pemasangan telpon akan menyebabkan melancarkan tugas, untuk menambah wibawa, dan meningkatkan pengeluaran. Bandingkan dengan - Pemasangan telpon akan menyebabkan tugas lancar, wibawa bertambah, dan pengeluaran meningkat. c. Kehematan Kehematan juga merupakan unsur penting dalam kalimat efektif. Kehematan berarti penghematan kata, frasa, atau struktur lain yang dianggap tidak perlu dalam kalimat. Kehematan dapat dilakukan dengan cara: 1) Penghematan Subjek Pengulangan subjek tidak akan membuat kalimat bertambah jelas. Contoh: - Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui inspektur upacara memasuki lapangan upacara. Bandingkan dengan - Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui inspektur upacara memasuki lapangan upacara. 2) Penghilangan Hiponimi Hiponimi ialah makna kata yang lebih tinggi, misalnya merah mengandung makna kelompok warna. - Mereka turun ke bawah melalui tangga samping kantor. Bandingkan dengan


Modul Menulis Prosal Penelitian 58 Topik III Kalimat Efektif - bMereka turun melalui tangga samping kantor. 3) Penghilangan Kata Depan dari dan daripada Kata depan dari menyatakan arah (tempat) dan asal ( asal-usul) sedangkan kata daripada menyatakan perbandingan dua benda atau dua hal. kata depan ini banyak dipakai secara tidak tepat. Perhatikan contoh berikut! - Anak dari tetangga saya, senin ini akan dilantik menjadi dokter. Bandingkan dengan - Anak tetangga saya, senin ini akan dilantik menjadi dokter. 4) Penyingkatan Kata Usaha yang kita lakukan untuk menyingkat kata dalam kalimat ialah dengan menggantikan kata atau istilah yang panjang menjadi lebih pendek. Perhatikan kalimat berikut! - Surat kabar harian Kompas banyak menyediakan ruangan untuk tulisan tentang bahasa Indonesia. Bandingkan dengan - Koran Kompas banyak menyediakan ruangan untuk tulisan tentang bahasa Indonesia. 5) Penyingkatan Ungkapan Penyingkatan ungkapan dilakukan untuk menyingkat ungkapan yang panjang menjadi lebih singkat dan padat. Contoh - mempunyai pendapat menjadi berpendapat - memakai kaca mata menjadi berkacamata - mengandung garam menjadi bergaram 6) Penyingkatan Kalimat Kalimat yang terlalu panjang akan menyulitkan pembaca dalam memahami maknanya. Kalimat panjang dapat dipersingkat tanpa mengurangi makanya. Contoh - Perampok itu mengadakan pembunuhan terhadap pemilik rumah. Bandingkan dengan - Perampok itu membunuh pemilik rumah.


Modul Menulis Prosal Penelitian 59 Topik III Kalimat Efektif d. Keterbacaan Seorang penulis yang baik adalah juga seorang pembaca yang baik, tetapi bukan berarti seorang pembaca yang baik juga merupakan seorang penulis yang baik. Penulis harus menyadari bahwa tulisan yang dibuatnya akan dibaca oleh orang lain. Pembaca ingin mendapatkan informasi dan ia harus memahami maksud bacaanya. Untuk itu tulisan harus memiliki keterbacaan. Keterbacaan adalah derajat kemudahan sebuah tulisan untuk mudah dipahami maksudnya. Semakin tinggi keterbacaan akan semakin mudah tulisan dipahami, dan semakin rendah keterbacaan akan semakin sulit untuk dipahami maksudnya. Keterbacaan ditentukan oleh: 1) Kejelasan Tulisan akan mudah dipahami jika menggunakan kata-kata yang sudah umum/dikenal. Keterbacaan sebuah tulisan juga dipengaruhi oleh usia, pendidikan, dan pengalaman pembaca. Keterbacaan juga dipengaruhi oleh panjang pendek kalimat. Pada dasarnya, semakin panjang kalimat akan semakin sulit dipahami. Oleh karena itu, penulis harus mengatur panjang pendek kalimat yang ditulisnya, disesuaikan dengan calon pembacanya. 2) Bangun Kalimat Ukuran keterbacaan kalimat bukan hanya ditentukan oleh penggunaan kata dan panjang pendeknya kalimat, tetapi juga oleh bangun kalimat. Bangun kalimat dapat menentukan keterbacaan suatu kalimat. a) Kalimat Susun - Mobil itu menabrak pohon. Mobil itu rusak. - Mobil itu menabrak pohon dan mobil itu rusak. Bandingkan dengan - Mobil itu menabrak pohon sehinga rusak. b) Informasi Lama Mendahului Informasi Baru Rencana pembangunan lima tahun ini tidak dengan tegas merumuskan program penelitian lingkungan jangka panjang. Dalam pasal mengenai penelitian jangka panjang rencana itu misalnya, menguraikan pengembangan teknik saja, sedangkan masalah berjangka panjang yang penting-penting tidak disinggung.


Modul Menulis Prosal Penelitian 60 Topik III Kalimat Efektif c) Informasi pendek mendahului informasi panjang - Antara lain kami/telah mengirim/kantor penelitian pengembangan dan pengkajian di Surabaya/sebuah penganalisis gas. - Bahwa kita dewasa ini ada dalam krisis energy/sudah jelas. Bandingkan! - Antara lain kami/telah mengirim/sebuah penganalisis gas/kepada kantor penelitian pengembangan dan pengkajian di Surabaya. - Sudah jelas/bahwa kita desawa ini ada dalam krisis energi. d) Ketaksaan Ketaksaan ialah adanya makna ganda dalam sebuah kalimat. Perhatikan! - Anak dosen yang cantik (siapa yang cantik? Anak dosen atau dosenny?) - Ruang kuliah mahasiswa yang baru itu tidak jauh dari sini. Apanya yang baru? Ruangannya atau mahasiswanya?) - Orang yang dewasa ini kurang memiliki jika patriotism. (orang dewasa ini atau dewasa ini, orang?) Untuk menghindari ketaksaan dapat dilakukan dengan cara berikut. (a) Memberikan tanda hubung untuk memperjelas tali perhubungan (b) Dengan mengubah bangun kalimat (c) Mengganti istilah menjadi lebih jelas maknanya. Bandingkan! - Anak-dosen yang cantik. - Ruang kuliah bagi mahasiswa baru tidak jauh dari sini. - Dewasa ini, orang kurang memiliki jiwa patriotism e. Kevariasian Sebuah bacaan atau tulisan yang baik merupakan suatu komposisi yang dapat memikat dan mengikat pembacanya untuk terus membaca sampai selesai. Untuk menghindari suasana monoton dan rasa bosan, suatu paragraf dalam tulisan memerlukan bentuk pola dan jenis kalimat yang bervariasi. Variasi kalimat ini bisa terjadi dalam hal-hal berikut.


Modul Menulis Prosal Penelitian 61 Topik III Kalimat Efektif 1) Cara Memulai Kalimat a) Subjek pada Awal Kalimat Contoh: - Menurut para peneliti, metode itu memungkinkan para pasien untuk tetap berpikir dengan jernih dan siaga. - Kesulitan bernafas dapat diatasi dengan cara pasien terus-menerus diawasi secara ketat di ruang perawatan. b) Predikat pada Awal Kalimat Kalimat yang diawali dengan subjek biasanya diikuti dengan predikat kadangkadang dilengkapi dengan objek dan keterangan. Sebuah kalimat dapat juga dimulai dengan predikat. c) Kata Modal pada Awal Kalimat Variasi dengan meletakkan kata modal pada awal kalimat sering kita jumpai. Dengan mempergunakan kata modal tersebut, kita dapat menyatakan bermacam-macam sikap. Untuk menyatakan kepastian, dapat dipergunakan kata-kata: pasti, tentu, sering, jarang, kerap kali, dan sebagainya. Untuk menyatakan ketidakpastian atau keraguraguan dapat digunakan kata-kata: mungkin, barangkali, kira-kira, rasanya, tampaknya, dan sebagainya. Untuk menyatakan kesungguhan dapat digunakan kata-kata: sebenarnya, sesungguhnya, sebetulnya, benar, sungguh, dan sebagainya. d) Frasa pada awal kalimat Contoh: - Di dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa terlibat dengan berbagai pihak. - Pada menit ke-50, kapten kesebelasan kembali memasukkan bola untuk kedua kalinya. 2) Panjang Pendek Kalimat Kalimat pendek tidak selalu mencerminkan kalimat yang baik atau efektif. Sebaliknya kalimat yang panjang tidak selalu rumit dan tidak efektif. 3) Jenis Kalimat Variasi kalimat dapat dilakukan melalui berbagai jenis kalimat. Dalam bahasa Indonesia terdapat tiga macam jenis kalimat. Ketiga jenis kalimat tersebut adalah kalimat berita, kalimat Tanya dan kalimat perintah.


Modul Menulis Prosal Penelitian 62 Topik III Kalimat Efektif 4) Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif Variasi kalimat juga dapat dibentuk melalui penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif. Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan perbuatan. Kalimat aktif biasa ditandai dengan predikat berupa kata kerja aktif. Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai perkerjaan. Kalimat pasif ditandai dengan predikat berupa kata kerja pasif 5) Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung Kalimat langsung biasanya digunakan untuk menyatakan ucapan-ucapan yang bersifat ekspresif. Tujuannya adalah untuk menghidupkan paragraph tersebut serta member variasi agar paragraf tersebut tidak terasa kaku. 4) Pengembangan Kalimat Efektif Pengembangan kalimat efektif dapat dilakukan untuk menjadikan kalimat sebagai sarana pengungkap dan penangkap agar komunikasi terjadi secara efektif. Untuk mengembangkan kalimat efektif, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan, yakni persyaratan kalimat efektif dan kiat pengembangan kalimat efektif. Terdapat dua persyaratan kalimat efektif, yakni persyaratan kebenaran dan persyaratan kecocokan. Persyaratan kebenaran bertolok ukur keberanan kaidah bahasa. Kebenaran kecocokan bertolok ukur kecocockan atau kekompakan kalimat-kalimat dalam konteks, baik konteks kebahasaan maupun dalam konteks nonkebahasaan. Kalimat efektif dapat dikembangkan dengan kiat-kiat khusus yakni: (1) pengulangan, (2) pengedepanan, (3) penyejajaran, dan (4) pengaturan variasi kalimat. Kiat pengulangan digunakan dengan menampilkan informasi penting dengan menampilkan ulang informasi itu baik dalam kalimat maupun dalam untaian kalimat. Kiat pengedepanan digunakan untuk menonjolkan informasi dengan menempatkan unsur yang ditonjolkan itu di bagian depan kalimat. Kiat penyejajaran digunakan untuk menampilkan unsur kalimat dalam posisi sejajar. Kiat pengaturan varisai kalimat digunakan untuk menampilkan kalimat-kalimat secara bervariasi, baik variasi struktur kalimat maupun variasi jenis kalimat.


Modul Menulis Prosal Penelitian 63 Topik III Kalimat Efektif C. KEGIATAN PENUTUP 4. Rangkuman a. Pengertian Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki potensi untuk menyampaikan pesan, ide, gagasan, atau informasi secara utuh, jelas dan tepat, sehingga pendengar atau pembaca dapat memahami maksud yang diungkapkan oleh pembicara atau penulis. b. Ciri-ciri Kalimat Efektif Ciri-ciri kalimat efektif yaitu: gramatikal, sesuai dengan tuntutan bahasa baku, jelas, ringkas dan lugas, adanya hubungan yang baik antara satu kalimat dengan kalimat yang lain, kalimat bervariasi, dan tidak ada unsur yang tidak berfungsi. c. Syarat Kalimat Efektif Kalimat efektif harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: penekanan, kesejajaran, kehematan, keterbacaan, dan kevariasian. Penekanan Penekanan adalah upaya memberi tekanan pada kalimat yang merupakan upaya menonjolkan atau mementingkan pikiran pokok. e. Kesejajaran Kesejajaran ialah menempatkan gagasan yang sama penting dan fungsinya ke dalam struktur kebahasaan yang sama. Kesejajaran terdiri atas beberapa jenis yaitu: Kesejajaran bentuk, kesejajaran makna, kesejajaran rincian pilihan f. Kehematan Kehematan berarti penghematan kata, frasa, atau struktur lain yang dianggap tidak perlu dalam kalimat. Kehematan dapat dilakukan dengan cara: penghematan subjek, penghilangan hiponimi, penghilangan kata depan dari dan daripada, penyingkatan kata, penyingkatan ungkapan dan penyingkatan kalimat. g. Keterbacaan Keterbacaan adalah derajat kemudahan sebuah tulisan untuk mudah dipahami maksudnya. Semakin tinggi keterbacaan akan semakin mudah tulisan dipahami, dan semakin rendah keterbacaan akan semakin sulit untuk dipahami maksudnya. h. Kevariasian Variasi kalimat ini bisa terjadi dalam hal-hal berikut: cara memulai kalimat, panjang pendek kalimat, jenis kalimat, kalimat aktif dan kalimat pasif, kalimat langsung dan kalimat tidak langsung i. Pengembangan Kalimat Efektif Kalimat efektif dapat dikembangkan dengan kiat-kiat khusus yakni: (1) pengulangan, (2) pengedepanan, (3) penyejajaran, dan (4) pengaturan variasi kalimat.


Modul Menulis Prosal Penelitian 64 Topik III Kalimat Efektif 5. Latihan 1. Kalimat yang memiliki potensi untuk menyampaikan pesan, ide, gagasan, atau informasi secara utuh, jelas dan tepat, sehingga pendengar atau pembaca dapat memahami maksud yang diungkapkan oleh pembicara atau penulis. Definisi tersebut merupakan pengertian dari? a. Kalimat interogatif b. Kalimat aktif c. Kalimat pasif d. Kalimat persuasive e. Kalimat efektif 2. Berikut ini merupakan ciri kalimat efektif kecuali? a. Jelas b. Lugas c. Gramatikal d. Redundansi e. Tidak kaku 3. Makna istilah koherensi pada kalimat efektif adalah? a. Maksud yang diterima pembaca sama dengan maksud yang diinginkan penulis. b. Dengan menggunakan kata-kata yang sedikit, tetapi dapat mengungkapkan banyak gagasan. c. Kalimat-kalimat yang digunakan memperlihatkan suatu hubungan kesatuan dengan kalimat yang lain. d. Penggunaan kalimat divariasikan, baik dari segi pilihan kata, urutan tata kalimat, bentuk kalimat, gaya bahasa, perumpamaan dan perbandingan, serta panjang pendek kalimat. e. Kalimat ditulis dengan memerhatikan cara pemakaian ejaan yang tepat, menggunakan kata atau istilah yang baku atau sudah umum digunakan, sesuai dengan kaidah tata bahasa. Buatlah kesimpulan menggunakan bahasa Anda sendiri mengenai materi ‘ejaan dan diksi’ yang telah Anda pelajari pada pertemuan ini! Untuk mengukur tingkat pemahaman Anda tentang keefektivan kalimat, kerjakan soal latihan berikut dengan mengikuti petunjuk yang disajikan. a. Bacalah soal latihan dengan saksama! b. Berikan tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang dianggap tepat. c. Anda bisa mengukur tingkat pemahaman anda dengan mempedomani pedoman penskoran yang terdapat pada bagian akhir topik ini.


Modul Menulis Prosal Penelitian 65 Topik III Kalimat Efektif 4. Berikut ini adalah syarat kalimat efektif, kecuali? a. Keterbacaan b. Penekanan c. Kekinian d. Kesejajaran e. Kehematan 5. cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penekanan pada kalimat efektif adalah? a. Penghematan subjek b. Penghilangan hiponimi c. Penyingkatan kata d. Pengulangan kata e. Penyingkatan kalimat 6. Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk menghemat kata-kata dalam kalimat efektif, kecuali? a. Penghematan subjek b. Penghilangan hiponimi c. Penyingkatan kata d. Pengulangan kata e. Penyingkatan kalimat 7. Keterbacaan suatu kalimat ditentukan oleh? a. Kejelasan dan bangun kalimat b. Bangun kalimat dan alih bangun c. Alih bangun dan kejelasan d. Urutan logis dan kejelasan e. Kejelasan dan alih bangun 8. Berikut ini adalah wujud bangun kalimat dalam kalimat efektif, kecuali? a. Kalimat susun b. Informasi lama mendahului informasi baru c. Informasi pendek mendahului informasi panjang d. Ketaksaan e. Penghilangan kata depan dari dan daripada 9. Kevariasian dalam kalimat ditentukan oleh hal-hal berikut, kecuali a. Jenis kalimat b. Panjang pendek kalimat c. Cara memulai kalimat d. Kalimat aktif dan kalimat pasif e. Kejelasan dan alih bangun 10. Berikut ini adalah cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan kalimat efektif, kecuali a. Pengulangan b. Pengaturan variasi kalimat c. Penyingkatan kalimat d. Pengedepanan e. Penyejajaran


Modul Menulis Prosal Penelitian 66 Topik III Kalimat Efektif Selanjutnya gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap analisis yang telah dilakukan! Nilai = ℎ (32) X 100% Arti tingkat penguasaan yang Anda capai adalah sebagi berikut. Tingkat Penguasaan Kualifikasi 85-100% Baik sekali A 75-84% Baik B 60-74% Cukup C 40-59% Kurang D 0-39% Gagal E Jika Anda mencapai tingkat penguasaan 75% ke atas, maka Anda sudah menguasai materi kalimat efektif dengan baik. Pedoman Penyekoran


Modul Menulis Proposal Penelitian 69 Topik IV. Pengembangan Paragraf Pada Topik VI ini disajikan hal-hal sebagai berikut 1. Capaian Pembelajaran TOPIK IV Pengembangan Paragraf CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) A. Sikap 1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius. 2. Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri. B. Pengetahuan Mahasiswa menguasai teori tentang pengembangan paragraph dengan baik. C. Keterampilan Umum Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan dan implementasi konsep pengembangan paragraph. D. Keterampilan Khusus 1. Mampu menjelaskan hakikat paragraph dengan tepat. 2. Mampu menerapkan syarat-syarat paragraph yang baik dalam menulis ilmiah. 1. Capaian Pembelajaran (CP) 2. Pokok-pokok Kegiatan yang Harus Dilakukan 3. Uraian Materi 4. Rangkuman 5. Latihan


Modul Menulis Proposal Penelitian 70 Topik IV. Pengembangan Paragraf 2. Pokok-pokok Kegiatan yang Harus Dilakukan 3. Mampu membedakan jenis-jenis paragraph dengan baik. 4. Mampu mengembangkan paragraph dengan berbagai macam pola pengembangan paragraf. 5. Mampu mengimplementasikan berbagai teknik pengembangan paragraph dengan baik. Untuk membantu Anda memelajari materi topik IV tentang pengembangan paragraf, berikut ini disajikan pokok-pokok kegiatan yang harus Anda lakukan. 1. Bacalah informasi yang dicantumkan pada bagian awal topik VI! 2. Pelajarilah topik VI yang terdapat di dalam modul dengan mengikuti pokok-pokok kegiatan yang dilakukan! 3. Bacalah teks yang dicantumkan di dalam modul dan ikuti petunjuk yang dituliskan di bawah teks! 4. Jawablah pertanyaan yang disajikan di dalam modul dengan mengikuti petunjuk yang disajikan! 5. Jika terdapat hal-hal yang Anda ragukan tentang topik yang sedang dibahas, bertanyalah kepada teman Anda! Diskusikanlah hal yang Anda ragukan tersebut! 6. Apabila teman Anda mengalami kesulitan dalam menjawab, bertanyalah kepada dosen pengampu mata kuliah keterampilan menulis! 7. Periksalah kebenaran jawaban Anda dengan memelajari teori yang disajikan dalam modul! 8. Anda dapat memelajari modul ini di rumah dengan mengikuti pokok-pokok kegiatan yang ditetapkan. Jika ada yang kurang jelas, catatlah hal tersebut dan tanyakan kepada dosen pengampu mata kuliah keterampilan menulis! 9. Untuk menambah pemahaman Anda, bacalah buku yang membahas kepaduan paragraf, misalnya buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang disusun oleh Hasan Alwi, dkk., atau buku lain yang relevan dan tersedia di perpustakaan! 10. Anda juga dapat mencari pembahasan kepaduan paragraf di internet dengan menulis kata kunci: kepaduan paragraf.


Modul Menulis Proposal Penelitian 71 Topik IV. Pengembangan Paragraf 3. Uraian Materi A. PENDAHULUAN Bacalah teks berikut dengan saksama! PEMBANGUNAN dan PENYALAHGUNAAN NARKOBA Era globalisasi yang terus berkembang menyebabkan terjadinya perubahan perubahan sosial yang serba cepat dalam lingkungan masyarakat. Perubahan-perubahan tersebut dapat dilihat dari pesatnya kemajuan di berbagai bidang. Modernisasi, industrialisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah dirasakan dan berdampak pada tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat. Banyak gejala yang dimunculkan oleh berbagai perubahan tersebut. Pertama, pola hidup masyarakat yang berubah dari yang semula sosial religius cenderung ke individualis materialistis. Kedua, pola hidup sederhana dan produktif cenderung ke pola hidup mewah dan konsumtif. Ketiga, hubungan keluarga yang semula erat menjadi longgar dan rapuh. Keempat, nilai agama dan tradisional dalam masyarakat berubah menjadi masyarakat modern bercorak sekuler dan serba boleh (Hawari, 2003 : 153) Globalisasi juga memengaruhi kemajuan sebuah negara, apalagi negara Indonesia yang memiliki kekayaan alam. Perubahan-perubahan tersebut menimbulkan ketegangan, dan stres karena tidak setiap masyarakat mampu mengatasi perubahan yang terjadi. Perubahan-perubahan kondisi ini pada akhirnya dapat menurunkan taraf kesehatan masyarakat. Perubahanperubahan ini berpengaruh secara fisik, ataupun mental. Perubahan ini mengakibatkan dehumanisasi, yaitu menurunnya nilai kemanusiaan yang mengakibatkan seseorang itu jatuh sakit secara fisik dan mental. Perubahan-perubahan tersebut dapat berdampak pada masyarakat, misalnya menyalahgunakan narkoba (Hawari, 2003:153). Narkoba banyak jenisnya, dan sering membuat orang kecanduan dan ketergantungan sehingga banyak yang merelakan segalanya untuk mendapatkan narkoba. Penyalahgunaan narkoba adalah suatu kondisi yang dapat dirumuskan sebagai suatu gangguan jiwa. Karena mengakibatkan penyalahgunaan narkoba tidak lagi mampu berfungsi secara wajar dalam masyarakat dan menunjukkan perilaku yang tidak dapat menyesuaikan diri. Fenomena ini sangat membahayakan harga diri bangsa karena meracuni jiwa pemuda. Pengalahgunaan narkoba mengancam kesehatan mental individu anggota masyarakat. Disamping itu penyalahgunaan narkoba juga merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dalam masyarakat modern. Penyalahgunaan narkoba seperti halnya penyakit kronis yang berulang kali kambuh. Permasalahan penyalahgunaan narkoba memiliki dimensi yang sangat luas dan kompleks karena berdampak pada rusaknya hubungan keluarga. Menurunkan kemampuan belajar dan produktifitas kerja secara drastis. Ketidakmampuan membedakan yang baik dan buruk. Bersambung ke halaman berikutnya...


Modul Menulis Proposal Penelitian 72 Topik IV. Pengembangan Paragraf Sikap anti sosial atau tidak dapat menyesuiakan diri ini merupakan sebuah sikap buruk. Apabila dalam kondisi yang mendesak atau ketagihan, maka seseorang akan menggunakan segala cara untuk memperoleh narkoba meskipun harus melakukan tindak kriminal. Misalnya, mencuri, melanggar lalu lintas, merampok, dan sebagainya. Ketika narkoba disalahgunakan oleh orang-orang kaya, maka ada kemungkinan tidak terlalu terasa karena segala kebutuhannya akan terpenuhi. Akan tetapi, apabila narkoba digunakan oleh kalangan menengah ke bawah, maka dampak kekacauan yang muncul dalam masyarakat lebih banyak. Ketertiban dan keamanan masyarakat terganggu sehingga berpengaruh terhadap tatanan sosial dalam masyarakat. Akibat-akibat tersebut apabila dibiarkan akan membahayakan ketahanan nasional negara bersangkutan. Oleh karena itu upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba harus lebih intensif karena membahayakan generasi muda di waktu yang akan datang. Untuk itu, Mengakibatkan masyarakat sebagai fokus dan sumber daya utama pembangunan mengalami dehumanisasi. Membentuk generasi muda yang kebal dari pengaruhpengaruh negatif globalisasi. Sumber:http://tantowijauhari.wordpress.com/pembangunan-penyalahgunaan-narkoba/ dengan pengubahan) Setelah Anda membaca kutipan teks berjudul Pembangunan dan Penyalahgunaan Narkoba tersebut, lakukan kegiatan berikut! a. Tuliskanlah pendapat/komentar Anda tentang kepaduan paragraf berdasarkan teks tersebut! b. Kumpulkanlah data berupa penyusunan paragraph yang tidak padu berdasarkan teks tersebut! c. Kelompokkanlah data yang telah dikumpulkan tersebut berdasarkan jenisnya! Untuk menguji kebenaran pertanyaan, pendapat/komentar, dan data yang telah Anda kumpulkan dari teks tersebut, berikut ini dipaparkan teori tentang pengembangan paragraf. Hal yang dipaparkan adalah pengertian paragraf, fungsi paragraf, syarat paragraf yang efektif, jenis paragraf, pola pengembangan paragraf, dan teknik pengembangan paragraf. Kemudian sesuaikanlah ketepatan konsep yang Anda buat dengan teori yang disajikan!


Modul Menulis Proposal Penelitian 73 Topik IV. Pengembangan Paragraf B. KEGIATAN INTI 1. Pengertian Paragraf Paragraf adalah unit terkecil sebuah karangan yang terdiri atas ide pokok (gagasan utama) dan gagasan penjelas (kalimat penjelas). Gagasan pokok merupakan hal pokok yang diungkapkan dalam paragraf. Gagasan penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasan pokok. Dalam paragraf, kalimat penjelas setidak-tidaknya terdiri atas dua kalimat. Jadi, jumlah kalimat dalam satu paragraf minimal tiga kalimat (satu kalimat topik, dua kalimat penjelas) 2. Fungsi Paragraf Secara sedehana fungsi paragraf dapat dijelaskan sebagai berikut a. Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok keseluruhan karangan. Setelah Anda melakukan kegiatan pada pendahuluan di atas, selanjutnya untuk menambah pengetahuan Anda, lakukanlah kegiatan berikut! 1. Bentuklah 6 kelompok masing-masing beranggotakan lima sampai 6 orang. 2. Setiap kelompok ditugaskan untuk membahas materi sesuai dengan tabel berikut, hasil pembahasan kelompok tersebut dipresentasikan di depan kelas secara bergantian. Nama Kelompok Materi Kelompok 1 Pengertian paragraf, fungsi paragraf, struktur paragraf, ciriciri paragraf, dan syarat-syarat yang baik, Kelompok 2 Pengertian paragraf, fungsi paragraf, struktur paragraf, ciriciri paragraf, dan syarat-syarat yang baik, Kelompok 3 Jenis paragraf berdasarkan sifat isinya, dan berdasarkan fungsinya dalam karangan Kelompok 4 Pola pengembangan paragraf Kelompok 5 Teknik pengembangan paragraf


Modul Menulis Proposal Penelitian 74 Topik IV. Pengembangan Paragraf b. Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok. c. Memungkinkan pengarang melahirkan jalan pikirannya secara sitematis d. Mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran pengarang serta memahaminya. e. Sebagai alat penyampaian pikiran f. Sebagai penanda bahwa pikiran baru dimulai. g. Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf dapat berfungsi sebagai pengantar, transisi, dan penutup (konklusi). 3. Struktur Paragraf Berdasarkan fungsinya, kalimat yang membangun paragraf pada umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu: (1) kalimat topik atau kalimat pokok, dan (2) kalimat penjelas atau pendukung. Kalimat topik adalah kalimat yang berisi ide pokok atau ide utama paragraf. Kalimat penjelas adalah kalimat yang berfungsi menjelaskan atau mendukung ide utama paragraf. Adapun ciri kalimat topik adalah sebagai berikut: a. Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri. b. Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut. c. Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain. d. Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung dan frasa transisi. Ciri-ciri kalimat penjelas a. Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri (dari segi arti); b. Arti kalimat ini kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea; c. Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi. d. Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data tambahan lain ynag bersifat mendukung kalimat topik. 4. Ciri-ciri Paragraf Beberapa ciri atau karakteristik paragraf, antara lain: a. Setiap paragraf mengandung makna, pesan, pikiran atau ide pokok yang relevan dengan ide pokok keseluruhan karangan. b. Paragraf umumnya dibangun oleh sejumlah kalimat. c. Paragraf adalah satu kesatuan ekspresi pikiran. d. Paragraf adalah kesatuan yang koheren dan padat. e. Kalimat-kalimat paragraf tersusun secara logis dan sistematis.


Modul Menulis Proposal Penelitian 75 Topik IV. Pengembangan Paragraf 5. Syarat Paragraf yang Baik Paragraf yang baik adalah paragraf yang memiliki kepaduan antara unsurunsurnya baik itu antara gagasan utama dengan gagasan pejelasnya ataupun antara kalimat-kalimatnya. Syarat paragraf yang baik harus memiliki unsur kepaduan bentuk gramatikal (cohesion in form) seperti penggunaan kata transisi, penggunaan pronominal, penggunana repetisi, penggunaan sinonimi, penggunaan elipsasi. Paragraf yang baik juga harus memenuhi unsur kepaduan makna (coherence in meaning), seperti kejelasan kalimat penjelas, kelogisan urutan peristiswa, ruang, waktu dan proses. Selain hal tersebut, paragraf yang baik harus memperhatikan kesatuan, keefektifan kalimat, dan kejelasan. a. Kesatuan Paragraf Setua paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok atau topik. Fungsi paragraf ialah mengembangkan topik tersebut. Paragraf dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam paragraf hanya membicarakan satu topik. Contoh: Pak Budi Bekerja sebagai tukang becak, setiap hari ia mengayuh becaknya untuk menghidupi keluarganya. Saat fajar tiba hingga matahari terbenam ia mencari nafkah dengan becak kesayangnnya. Tanpa rasa lelah dan pantang menyerah pak Budi tetap bersemangat untuk bekerja sebagai tukang becak. b. Keefektifan Kalimat Kalimat dalam paragraf harus efektif, kalimat yang efektif adalah kalimat yang memiliki unsur subjek dan predikat yang jelas. Kalimat yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Kesepadanan Keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan sytuktur bahasa yang di pakai. b. Keparalelan Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kaimat. c. Ketegasan Suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok untuk membentuk penekanan dalam kalimat. d. Kehematan Hemat menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu e. Kecermatan Kalimat tidak menimbulkan tafsiran ganda, dan tepat dalam pilihan kata.


Modul Menulis Proposal Penelitian 76 Topik IV. Pengembangan Paragraf f. Kepaduan Kepaduan dalam pernyataan kalimat itu sehingga informasi yang diperoleh tidak terpecah-pecah g. Kelogisan Ide kalimat dapat diterima oleh akal dan penulisanya sesuai dengan ejaan yang berlaku. c. Kejelasan Setiap gagasan yang didiskusikan harus dijelaskan dengan cukup dan didukung oleh fakta perincian yang secara bersama-sama menjelaskan gagasan pokok. Sebuah paragraf yang baik memiliki empat syarat yakni: (a) kesatuan, (b) kepaduan, (c) kekompakan, dan (d) pengembangan paragraf. Penjelasan lebih lanjut tentang keempat unsure tersebut dijelaskan sebagai berikut: 1) Kesatuan Kesatuan dalam paragraf adalah bahwa kalimat yang membina paragraf itu secara bersama-sama menyatakan satu hal, satu tema. Dalam sebuah paragraph, terdapat hanya satu pokok pikiran. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat yang membentuk paragraf perlu ditata secara cermat agar tidak ada satupun kalimat yang menyimpang dari ide pokok paragraf itu. Kalau terdapat kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran paragraf itu. Paragraf menjadi tidak berpautan, tidak utuh. Kalimat yang menyimpang itu harus dikeluarkan dari paragraf. Contoh: Sifat kodrati bahasa yang lain yang perlu dicatat di sini ialah bahwasanya tiap bahasa mempunyai sistem ungkapan yang khusus dan sistem makna yang khusus pula. Masing-masing lepas terpisah dan tidak tergantung daripada yang lain. Sistem ungkapan tiap bahasa dan sistem makna tiap bahasa dibatasi oleh kerangka pikiran yang disebutkan di atas. Oleh sebab itu, janganlah kecewa apabila bahasa Indonesia tidak membedakan jamak dan tunggal, tidak mengenal kata dalam sistem kata kerjanya, gugus fonem juga tentu polanya dan sebagainya. Setiap bahasa mempunyai sistem fonologi, sistem gramatikal, serta semantik yang khusus. 2) Kepaduan Kepaduan adalah kekompakan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain yang membentuk paragraf. Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan (kata-kata pengait antarkalimat. Urutan yang logis akan terlihat dalam susunan kalimat-kalimat dalam paragraf.


Modul Menulis Proposal Penelitian 77 Topik IV. Pengembangan Paragraf Contoh: “Generasi tahun 1928 adalah generasi pencetus sumpah pemuda yang berjuang demi keinginan bernegara. Generasi tahun 1945 berjuang untuk melaksnakan gagasan sumpah pemuda. Generasi tahun 1945 adalah generasi pelaksana. Generasi zaman kemerdekaan adalah generasi pembina dan pengembang nilai-nilai nasional. Tiap generasi mempunyai panggilannya masing-masing sesuai dengan zamannya. Generasi pencetus dan generasi pelaksana telah menunaikan tugasnya dengan baik. Yang pertama berhasil membangkitkan semangat keinginan bernegara; yang kedua berhasil menciptakan negera merdeka. Generasi Pembina masih dalam ujian. Belum diketahui sampai di mana kemampuanya untuk membina dan mengembangkan warisan situasi yang diterima dari angkatan pelaksana. Apabila mereka itu mampu membina dan menulis nilai-nilai nasional sesuai dengan martabat bangsa yang merdeka, masih harus dibuktikan. d. Kekompakan Kekompakan adalah hal yang mengatur hubungan antarkalimat yang diwujudkan oleh adanya bentuk-bentuk kalimat dan atau bagian kalimat yang cocok dalam paragraf. Kekompakan dapat berupa kekompakan struktural dan kekompakan leksikal. Kekompakan struktural diungkapkan dengan struktur kalimat yang kompak dan serasi. Salah satunya adalah pengulangan atau repetisi struktur kalimat dalam pengungkapan gagasan yang berbeda seperti dalam contoh berikut. “Rumah yang baru itu rumah saya sendiri. Mobil itu milik saya sendiri yang saya beli menggunakan duit saya sendiri. Kebun itu milik saya sendiri, semuanya milik saya sendiri. Kekompakan leksikal ditandai dengan kata-kata digunakan dalam paragraf untuk menandai hubungan antar kalimat atau bagian paragraf. Contoh: “Pada saat rapat pertanggungjawaban keuangan disampaikan kepada seluruh anggota, dapat berjalan dengan baik. Pertama-tama, bendahara merinci jumlah uang yang masuk dari berbagai sumber lengkap dengan tanggal pemasukan, setelah itu, ia menunjukkan bukti-bukti pengeluaran berupa nota serta kwitansi. Dari jumlah tersebut, ia dapat menunjukkan untung ruginya kelompok usaha tersebut. e. Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf adalah penyusunan atau perincian gagasan-gagasan yang membina alinea atau paragraf itu. Apabila paragraf sudah memenuhi syarat-syarat di atas, maka paragraf tersebut akan menjadi baik dan mudah dimengerti isinya oleh para pembaca. Contoh:


Modul Menulis Proposal Penelitian 78 Topik IV. Pengembangan Paragraf “Bentuk traktor mengalami perkembangan dari zaman ke zaman sejalan dengan kemajuan teknologi untuk manusia. Pada waktu mesin uap sedang jaya-jayanya, ada traktor yang dijalankan dengan uap. Modelnya kira-kira seperti mesin giling yang digerakkan oleh uap. Pada waktu tank sedang menjadi pusat perhatian orang, traktor pun ikut-ikutan diberi model seprerti tank...” 6. Jenis Paragraf a. Berdasarkan Posisi Kalimat Topiknya 1) Paragraf Deduktif Paragraf deduktif adalah suatu jenis paragraf yang menampilkan kalimat topik terletak pada awal paragraf, kemudian kalimat tersebut diikuti oleh kalimat-kalimat lain sebagai pengembang. Contoh: Kebudayaan dapat dibagi atas dua macam, yaitu kebudayaan fisik dan kebudayaan nonfisik. Kebudayaan fisik nampak jelas karena merujuk pada bendabenda. Kebudayaan nonfisik ada yang berupa pemikiran dan berupa tingkah laku. Contoh hasil kebudayaan fisik adalah patung, lukisan, rumah, mobil dan jembatan. Contoh kebudayaan yang termasuk pemikiran adalah filsafat, pengetahuan, ideologi, etika, dan estetika. Hasil kebudayaan yang berupa tingkah laku adalah adat istiadat, bertani, bahkan berkelahi. 2) Paragraf Induktif Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat topiknya terletak diakhir paragraf dan didahului oleh kalimat-kalimat penjelas. Contoh: Yang dimaksud dengan kebudayaan fisik tampak jelas karena merujuk pada benda-benda. Kebudayaan nonfisik ada yang berupa pemikiran dan berupa tingkah laku. Contoh kebudayaan yang berupa pemikiran adalah filsafat, pengetahuan, ideologi, etika dan estetika. Hasil kebudayan yang berupa tingkah laku adalah adat istiadat, bertani bahkan berkelahi. Jadi kebudayaan dapat dibagi atas dua macam, yaitu kebudayaan fisik dan kebudayaan nonfisik. 3) Paragraf Deduktif-Induktif Paragraf deduktif-induktif disebut juga paragraf campuran, yaitu paragraf yang kalimat topiknya berada di awal dan diakhir paragraf. Akan tetapi, dalam paragraf tersebut, kalimat topiknya hanya satu, yaitu terletak diawal paragraf, sedangkan kalimat topik yang terletak di akhir paragraf tersebut hanyalah sebagai penegasnya saja. Contoh:


Modul Menulis Proposal Penelitian 79 Topik IV. Pengembangan Paragraf Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah murah, sehat, dan kuat. Depratemen PU sudah lama menyelidiki bahan rumah yang murah tetapi kuat. Agaknya bahan perlit yang diperoleh dari batu-batuan gunung berapi sangat menarik perhatian para ahli. Bahan ini tahan api dan tahan air. Lagi pula bahan perlit dapat dicetak menurut keinginan seseorang. Usaha ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha membangun rumah murah, sehat, dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat. 4) Paragraf Deskriptif/Tersebar Paragraf deskriptif adalah paragraf yang kalimat utamanya atau gagasan utamanya tersebar pada keseluruhan paragraf. Paragraf ini digunakan untuk mendeskripsikan latar cerita. Biasanya digunakan dalam wacana narasi, seperti cerpen dan novel. Contoh: Pagi hari itu aku duduk di bangku panjang dalam taman di belakang rumah. Matahari belum tinggi benar, baru sepenggalah. Sinar matahari pagi menghangatkan badan. Di depanku bermekaran bunga beraneka warna. Kuhirup hawa pagi yang segar sepuas-puasku. b. Berdasarkan Sifat Isinya 1) Tulisan Deskripsi Deskrispi atau pemerian merupakan bentuk tulisan yang berusaha memberikan perincian dari objek yang sedang dibicarakan. Penulis memindahkan kesan-kesannya, memindahkan hasil pengamatannya dan perasaanya kepada pembaca melalui tulisan. JenIs tulisan deskripsi berdasarkan tujuannya terbagi menjadi dua yaitu: - Deskripsi sugesti, yaitu menciptakan dan memungkinkan daya khayal (imajinasi) pada para pembaca dengan perantara tenaga rangkaian kata-kata yang dipilih penulis untuk menggambarkan ciri, sifat, watak objek. Deskrispi ini bertujuan menciptakan sebuah pengalaman pada diri pembaca. Pengalaman karena perkenalan secara langsung dengan objek. - Deskripsi ekspositoris/teknis, yaitu memberikan identifikasi atau informasi mengenai objek hingga pembaca dapat mengenalnya bila bertemu atau berhadapan dengan objek tersebut. Objek deskripsi tidak hanya terbatas pada apa yang dapat dilihat, dicium, dirasa, atau diraba. Penulis juga dapat mengadakan deskripsi tentang perasaan hati yang mungkin timbul dari rasa sakit, takut, cemas, jijik, cinta, haru, benci, ataupun dendam. Deskripsi yang baik dituntut dua hal, yaitu:


Modul Menulis Proposal Penelitian 80 Topik IV. Pengembangan Paragraf - Kesanggupan berbahasa seorang penulis yang kaya akan nuansa dan bentuk. - Kecermatan pengamatan dan ketelitian penyelidikan; dengan menggunakan pilihan kata yang tepat, pembaca dapat seolah-olah melihat sendiri objek dengan hidupm dan segar. Deskripsi menjadi alat bantu dalam jenis tulisan yang lain, misalnya dalam tulisan yang bersifat argumentasi, deskripsi membantu mendeskripsikan data sebagai alat penguat pendapat argumentasi dalam tulisan eksposisi yang bertujuan mengemukakan suatu fenomena, memerlukan deskripsi untuk menguraikan kesan dan terciptanya daya khayal pada pembaca tentang fenomena yang dikisahkan. 2) Tulisan Eksposisi Eksposisi atau pemaparan adalah bentuk tulisan yang berusaha menerangkan suatu pokok bahasan yang dapat memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca. Eksposisi merupakan bentuk retorika yang digunakan untuk menyampaikan uraian ilmiah yang berusaha mempengaruhi pendapat orang lain. Secara umum eksposisi sering dibedakan dengan argumentasi. Demikian perbedaanya: Komponen Argumentasi Eksposisi Tujuan Berusaha membuktikan kebenaran dari pokok bahasan Berusaha menjelaskan suatau pokok bahasan Keputusan Berusaha mengubah pendapat pembaca Diserahkan kepada pembaca Gaya Bersifat meyakinkan Bersifat informatif Bahasa Bahasa yang digunakan rasional dan objektif Bahasa datar dan tidak emosional Fakta Menggunakan fakta sebagai evidensi atau bahan pembuktian Menggunakan fakta sebagai alat untuk mengkongkretkan pikiran. Menulis eksposisi harus dibekali dengan pemahaman objek yang dibicarakan dengan mengetahui prinsip umum/ teori ilmiahnya, sedangkan objek haruslah merupakan retorika yang dapat disajikan kepada pembaca. Penulis juga harus mempunyai kemampuan menganalisis persoalan secara jelas dan konkret. 3) Tulisan Argumentasi Menulis argumentasi berarti mengemukakan masalah dengan mengambil sikap yang pasti untuk mengungkapkan segala persoalan dengan segala kesungguan intelektualnya, bukan sekadar mana suka atau pendekatan emosional. Penulis harus berusaha menyelidiki: persoalan itu, apa ada tujuan yang tersembunyi, apa ada


Modul Menulis Proposal Penelitian 81 Topik IV. Pengembangan Paragraf keuntungan atau kerugian untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan mana yang kiranya mendapat manfaat dan bagaimana menyampaikan pendapat secara teratur dan kritis. Dalam tulisan argumentasi, penulis harus yakin bahwa semua premis yang ditulisnya mengandung kebenaran hingga ia dapat mempengaruhi sikap pembaca. a) Dasar Argumentasi - Penulis harus mengetahui serba sedikit tentang objek yang dikemukakan, sekurangkurangnya mengenal prinsip ilmiahnya. - Penulis harus bersedia mempertimbangkan pandangan, pendapat yang bertentangan dengen pendiriannya sendiri. - Peneliti harus dapat mengemukakan pokok bahasan dengan jelas. - Meneliti persyaratan mana yang masih diperlukan bagi tujuan-tujuan lain yang mencakup dan di mana kebenaran pernyataan yang dirumuskan. - Objektif. b) Sasaran Argumentasi - Argumentasi harus mengandung kebenaran untuk mengubah sikap dan keyakinan orang mengenai topik yang akan diargumentasikan. - Penulis harus berusaha untuk menghindari setiap istilah yang dapat menimbulkan prasangka tertentu. - Membatasi pengertian istilah yang dipergunakan untuk menghindari salah pengertian. - Penulis harus menetapkan secara tepat, titik ketidaksepakatan yang akan diargumentasikan. c) Komposisi Argumentasi a) Pendahuluan Pendahuluan merupakan bagian untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen-argumen yang akan disampaikan, serta menunjukkan dasar-dasar mengapa argumen itu harus dikemukakan dalam kesimpulan tersebut. Fakta-fakta harus benar-benar diseleksi supaya penulis tidak mengemukakan hal-hal yang justru bersifat argumentasi, dengan pertimbangan bahwa: - Penulis harus menegaskan mengapa persoalan itu dibicarakan pada saat ini. - Penulis harus menjelaskan hubungan langsung dengan persoalan yang akan diargumentasikan. - Penulis mengakui adanya persoalan yang tidak dimasukkan dalam argumentasi.


Modul Menulis Proposal Penelitian 82 Topik IV. Pengembangan Paragraf b) Tubuh Argumentasi Seluruh proses penyusunan argument terletak pada kemahiran dan keahlian penulisnya, apakah ia mampu menyakinkan pembaca bahwa hal yang dikemukakan itu benar, hingga kesimpulannya juga benar. Amat disayangkan banyak evidensi yang tepat dan benar tapi mengalami kegagalan oleh cara menyajikan yang tidak tepat. Penulis harus berada di pihak pembaca yang serba ingin tahu. c) Kesimpulan dan Ringkasan Kesimpulan dan ringkasan kesimpulan harus memelihara tujuan dan menyegarkan kembali ingatan pembaca tentang apa yang telah dicapai serta mengapa kesimpulan itu diterima sebagai sesuatu yang logis. 4) Tulisan Persuasi Persuasi ialah suatu seni verbal yang bertujuan meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis, ini dapat digolongkan dalam cara untuk mengambil keputusan. Persuasi menggunakan pendekatan motif, yaitu berusaha membangkitkan emosi pembaca, dalam propaganda lebih banyak menguras emosi, misalnya rasa kebencian jika menyangkut ideologi atau rasa herois untuk melawan/menyokong suatu kelompok. Kepercayaan merupakan unsur utama dalam persuasi agar pembaca dapat melakukan sesuatu karena persuasi bertolak dari pendapat bahwa pikiran manusia dapat diubah. Tulisan persuasi sering dibandingkan dengan argumentasi, demikian perbedaanya - Argumentasi adalah proses untuk membuktikan sesuatu sebagai garis dalam proses penalaran penulis utuk mencapai kesimpulan. Persuasi adalah suatu keahlian untuk mencapai suatu persetujuan/ kesesuaian kehendak penulis dan pembaca. - Perbedaanya terletak pada kebenaran dan kesepakatan. Keduanya merupakan hasil proses berpikir; kebenaran (argumentasi) dan kesepakatan (persuasi). Jadi perbedaanya terletak pada situasi yang dimasukinya. Pada argumentasi situasi konflik mengenai kebenaran, pada persuasi berusaha menghindari konflik.


Modul Menulis Proposal Penelitian 83 Topik IV. Pengembangan Paragraf c. Berdasarkan Fungsinya dalam Karangan a. Paragraf Pembuka/Pengantar Paragraf pengantar atau paragraf pembuka merupakan suatu jenis paragraf yang berfungsi untuk mengantarkan pembaca pada pokok-pokok persoalan yang akan dikemukakan. b. Paragraf Pengembang Paragraf pengembang merupakan paragraf yang terletak antara paragraf pengantar dengan paragraf penutup, berfungsi untuk mengembangkan pokok persoalan yang telah ditentukan. c. Paragraf Penutup Paragraf penutup merupakan jenis paragraf yang berfungsi mengakhiri karangan atau penutup karangan, oleh karena itu, paragraf ini terletak pada bagian akhir sebuah karangan atau karya tulis. 7. Pola Pengembangan Paragraf a. Paragraf Perbandingan Paragraf perbandingan adalah paragraf yang kalimat topiknya berisi perbandingan dua hal. kalimat topik tersebut dikembangkan dengan memerinci perbandingan antara dua hal dalam bentuk yang konkret atau bagian-bagian yang kecil. Contoh: Struktur suatu karangan atau buku pada hakikatnya mirip atau bersamaan dengan struktur suatu pohon. Bila pohon dapat diuraikan menjadi pokok (batang), dahan, ranting, dan daun, maka karangan pun dapat diuraikan menjadi tubuh (body), bab, subbab, dan paragraf. Batang sebanding dengan tubuh (body) karangan, cabang sebanding dengan bab, ranting dengan subbab, dan daun sebanding dengan paragraf. b. Paragraf Pertanyaan Paragraf pertanyaan adalah paragraf yang kalimat topiknya dijelaskan dengan kalimat pengembang berupa kalimat tanya. Contoh: Kepala kantor kami, pak Ahmadi, gelisah. Mengapa beliau gelisah? Tidak puaskah ia dengan kedudukan sekarang? Bukan, bukan itu sebabnya. Ia sangat puas. Bahkan ia ingin mempertahankan keududukannya sekarang. Ia resah karena pemimpin pusat telah


Modul Menulis Proposal Penelitian 84 Topik IV. Pengembangan Paragraf mencium ketidakberesan pertanggungjawaban keuangan di kantornya. Banyak pengeluaran yang menyalahi anggaran. Tidak sedikit kuitansi pembelian barang yang meragukan, pembangunan kantor baru yang dipercayakan pemimpin pusat kepadanya tidak selesai menurut jadwal yang telah ditetapkan. c. Paragraf Sebab-Akibat Paragraf sebab-akibat adalah paragraf yang kalimat topiknya dikembangkan oleh kalimat-kalimat sebab-akibat. Contoh: Nilai ujain akhir Cecep pada semester pertama ini rata-rata baik. Dia pantas mendapat nilai tersebut karena ia telah bekerja keras dan tekun. Cecep rajin mengikuti setiap pelajaran yang diberikan oleh guru bidang studi. Ia tidak lupa membaca dua sampai tiga buku tambahan untuk melengkapi setiap mata pelajaran. Setiap diskusi yang diadakan oleh teman sekelasnya, ia selalu tampil sebagai pembicara. Rata rata empat jam setiap hari, ia belajar sendiri di rumah. Bahkan ia tidak segan-segan bertanya kepada guru bila ada hal-hal yang belum dimengerti atau belum jelas baginya. d. Paragraf Contoh Paragraf contoh adalah paragraf yang kalimat topiknya dikembangkan dengan contoh-contoh sehingga kalimat topik jelas pengertiannya. Contoh: Tes biasanya menilai keterampilan seseorang. Contohnya, bila kita ingin menilai keterampilan seseorang dalam mengemudikan mobil, orang tersebut disuruh menjalankan mobil maju, mundur, belok, kencang, lambat, dan seterusnya. Contoh lain, jika ingin mengukur kemampuan menembak bola dari seorang pemain, orang tersebut diberikan kesempatan untuk menembakkan bola ke gawang dari berbagai posisi. e. Parangraf Perulangan Paragraf perulangan adalah paragraf yang kalimat topiknya dapat pula dikembangkan dengan pengulangan kata atau kelompok kata atau bagian-bagian kalimat penting. Contoh: Ada kaitan yang erat antara makan, hidup, dan berpikir pada manusia. Setiap manusia perlu makan, makan untuk hidup. Namun hidup tidak hanya untuk makan. Hidup manusia mempunyai tujuan tertentu. Tujuan hidup dapat berbeda antara satu dan yang lainnya tetapi ada persamaanya, yakni salah satu diantaranya melangsungkan keturunan. Keturunan sebagai penerus generasi bangsa. Generasi yang lebih baik dan lebih tangguh. Tangguh menghadapi segala rintangan dan tantangan. Rintangan dan tantangan membuat manusia berpikir, terapi berpikir jernih untuk memecahkan berbagai persoalan hidup dan kehidupan.


Modul Menulis Proposal Penelitian 85 Topik IV. Pengembangan Paragraf f. Paragraf definisi Paragraf definisi adalah paragraf yang kalimat topiknya berupa definisi atau pengertian. Definisi atau pengertian yang terkandung dalam kalimat topik tersebut memerlukan penjelasan panjang lebar agar tepat maknanya ditangkap oleh pembaca. Contoh: Istilah paragraf sering digunakan, baik dalam percakapan maupun praktik. Paragraf kadang-kadang diartikan garis baru, pembagian karangan, atau bagian-bagian. Yang jelas, paragraf sebagai wadah pikiran terkecil. Ciri khas paragraf mengandung makna-ide-pesan yang relevan dengan isi karangan. Paragraf harus merupakan kesatuan yang perlu dinyatakan dengan kalimat tersusun logis-sistematis. Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa paragraf adalah seperangkat kalimat-kalimat yang tersusun logis-sistematis yang merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan karangan. 8. Teknik Pengembangan Paragraf a. Cara Pertentangan Pengembangan paragraf dengan cara pertentangan ini biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, akan tetapi, lain halnya dengan, dan bertolak belakang dari. Contoh: Orde 1998-2006 atau orde politik Indonesia kini jauh berbeda dengan orde 1967- 1998. Ini menyebabkan kehidupan dan penegakan hukum dalam kedua periode orde itu juga berbeda besar. Sejak 1998, orde politik disebut reformasi bertolak belakang dengan watak orde sebelumnya. Jika sebelumnya otoriter dan tertutup, orde 1998 mengedepankan akuntabilitas publik dan keterbukaan. Perubahan besar itu amat berpengaruh terhadap penegakan hukum atau cara bangsa ini berhukum. Demokratisasi dalam hukum melahirkan lembaga-lembaga independen, sepeti Komisi Yudisial, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan banyak komisi lainnya. b. Cara Perbandingan Pengembangan paragraf dengan cara perbandingan biasanya menggunakan ungkapan seperti: serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sementara itu, dan sejalan dengan. Contoh: Indonesia adalah negeri pahlawan, sosok yang dikagumi karena keberaniannya berkorban bagi bangsa. Pada masa kemerdekaan, pahlawan dituntut memiliki keberanian membela kaum terjajah dan menantang kaum penjajah. Berbeda dengan pahlawan pada prakemerdekaan, pahlawan yang diperlukan di masa pascakemerdekaan adalah pahlawan kebajikan, pahlawan-pahlawan kehidupan. Pahlawan akan dikenang bukan karena berani mati, melainkan karena berani mengabdi hidup demi kesejahteraan bangsa.


Modul Menulis Proposal Penelitian 86 Topik IV. Pengembangan Paragraf c. Cara Analogi Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Model pengembangan dengan cara analogi bertujuan untuk memperjelas gagasan yang akan diungkapkan. Model analogi ini biasanya menggunakan kata-kata kiasan yaiu ibaratnya, seperti dan bagaikan. Contoh: Salam pembuka dalam surat menyurat merupakan suatu bentuk tata krama penulis surat sebelum ia memulai berkomunikasi dengan penerima surat. Hal ini dapat diibaratkan sebagai ketukan pintu jika seorang akan memasuki rumah orang lain. Baik salam pembuka maupun ketukan pintu, keduanya sama-sama merupakan tanda hormat sebelum seseorang mulai berkomunikasi dengan orang lain, apakah komunikasi itu dilakukan di dalam surat ataukah di dalam rumah. d. Cara Contoh Pengembangan paragraf dengan contoh merupakan suatu jenis pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara memberikan beberapa contoh sebagai penjelas gagasan yang dikemukakan. Contoh: Selain tipe introvert, sifat manusia adalah ekestrover adalah orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan ke luar dirinya, kepada orang lain, dan kepada masyarakat. Orang yang tergolong tipe ekstrover memiliki sifat-sifat tertentu, contohnya berhati terbuka, lancar dalam pergaulan, ramah-tamah, penggembira mudah memengaruhi, dan mudah dipengaruhi oleh orang lain. e. Cara Sebab Akibat Pengembangan paragraf dengan cara sebab akibat dilakukan jika menerangkan suatu kejadian baik dari segi penyebab maupun dari segi akibat. Ungkapan yang yang digunakan yaitu: padahal, akibatnya, oleh karena itu, dan karena. Contoh: Seharusnya Indonesia telah menerapkan Negara kesejahteraan sejak awal kemerdekaan. Program jamsostek baru dimulai pada 1976 sehingga Indonesia tertinggal membentuk tabungan nasional. Padahal, Malaysia sudah memulainya sejak 1959. Akibatnya, saat krisis melanda Asia pada 1997/1998, Indonesia paling sulit bangkit lagi, oleh karena itu. Indonesia perlu melakukan reformasi penyeleggaraan program jaminan sosial. f. Cara Definisi Pengembangan paragraf dengan definisi adalah suatu model pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara memberikan definisi atau pengertian terhadap masalah yang sedang dibahas. Kata-kata yang digunakan dalam mengembangkan paragraf dengan cara definisi adalah: ialah, yaitu, dan adalah.


Modul Menulis Proposal Penelitian 87 Topik IV. Pengembangan Paragraf Contoh: Apakah psikologi itu? R.S Woodworth berpendapat, “Psikologi ialah ilmu jiwa”, sedangkan menurut Crow dan Crow “Psikologi adalah kejiwaan manusia dalam berinteraksi dengan dunia sekitarnya.” Sementara itu, Santian mengemukakan bahwa psikologi merupakan perwujudan tingkah laku manusia. g. Cara Klasifikasi Pengembangan dengan klasifikasi yang dimaksud dalam hal ini adalah pengembangan paragraf dengan cara mengklasifikasikan atau mengelompokkan masalah yang dikemukakan. Contoh: Penyelidikan tentang temperamen dan watak manusia telah dilakukan sejak dahulu kala. Hippo Crates dan Galenus megemukakan bahwa manusia dapat dibagi menjadi empat golongan menurut keadaan zat-zat cair yang ada di dalam tubuhnya. Empat golongan tersebut yaitu sanguitis (banyak darah) yang sifatnya periang, gembira, optimis dan lekas berubah-ubah. Kemudian kolerisi (banyak empedu kuning) adalah manusia yang memiliki sifat garang, hebat lekas marah,dan agresif. Selanjutnya, flogmatis (banyak lendirnya) adalah manusia yang sifatnya tenang, tidak mudah berubah, dan lamban. Terakhir, melankolis (banyak empedu hitam) memiliki sifat muram, tidak gembira dan pesimistis. h. Cara Fakta Pengembangan paragraf dengan fakta merupakan suatu jenis pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara menyertakan sejumah fakta atau bukti-bukti untuk memperkuat pendapat yang dikemukakan. Contoh: Para petani di daerah pada umunya sangat rajin. Setiap pagi ketika beberapa pegawai kantor sedang berangkat kerja, para petani sudah bermandikan keringat di sawah-ladangnya masing-masing. Mereka berangkat sejak fajar hingga matahari hampir terbenam. i. Cara Proses Sebuah paragraf dikatakan memakai metode atau dengan cara proses apabila isi alinea atau paragraf tersebut menguraikan suatu proses. Contoh: Proses pembuatan kue donat adalah sebagai berikut. Mula-mula disiapkan adonan terigu di campur dengan telur dan gula dengan perbandingan tertentu yang ideal sesuai dengan banyaknya kue donat yang akan dibuat. Kemudian adonan dicetak dalam bentuk gelang-gelang. Setelah itu, gelang-gelang tadi digoreng sampai berwarna kuning kecoklatan. Lalu gorengan itu diolesi mentega, diberi taburan coklat warna warni, atau ditaburi tepung gula. Kini donat siap disantap.


Modul Menulis Proposal Penelitian 88 Topik IV. Pengembangan Paragraf C. KEGIATAN PENUTUP 4. Rangkuman 1. Pengertian Paragraf Paragraf adalah unit terkecil sebuah karangan yang terdiri atas ide pokok (gagasan utama) dan gagasan penjelas (kalimat penjelas). Gagasan pokok merupakan hal pokok yang diungkapkan dalam paragraf. Gagasan penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasan pokok. Dalam paragraf, kalimat penjelas setidak-tidaknya terdiri atas dua kalimat. Jadi, jumlah kalimat dalam satu paragraf minimal tiga kalimat (satu kalimat topik, dua kalimat penjelas. 2. Fungsi Paragraf Secara sedehana fungsi paragraf dapat dijelaskan sebagai berikut a. Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok keseluruhan karangan. b. Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok. c. Memungkinkan pengarang melahirkan jalan pikirannya secara sitematis d. Mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran pengarang serta memahaminya. e. Sebagai alat penyampaian pikiran f. Sebagai penanda bahwa pikiran baru dimulai. g. Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf dapat berfungsi sebagai pengantar, transisi, dan penutup (konklusi). 3. Struktur Paragraf Berdasarkan fungsinya, kalimat yang membangun paragraf pada umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu: (1) kalimat topik atau kalimat pokok, dan (2) kalimat penjelas atau pendukung. Kalimat topik adalah kalimat yang berisi ide pokok atau ide utama paragraf. Kalimat penjelas adalah kalimat yang berfungsi menjelaskan atau mendukung ide utama paragraf. 4. Ciri-ciri Paragraf Beberapa ciri atau karakteristik paragraf, antara lain: a. Setiap paragraf mengandung makna, pesan, pikiran atau ide pokok yang relevan dengan ide pokok keseluruhan karangan. b. Paragraf umumnya dibangun oleh sejumlah kalimat. c. Paragraf adalah satu kesatuan ekspresi pikiran. d. Paragraf adalah kesatuan yang koheren dan padat. e. Kalimat-kalimat paragraf tersusun secara logis dan sistematis.


Modul Menulis Proposal Penelitian 89 Topik IV. Pengembangan Paragraf 5. Syarat Paragraf yang Baik Paragraf yang baik adalah paragraf yang memiliki kepaduan antara unsurunsurnya baik itu antara gagasan utama dengan gagasan pejelasnya ataupun antara kalimat-kalimatnya. Syarat paragraf yang baik harus memiliki unsur kepaduan bentuk gramatikal (cohesion in form) seperti penggunaan kata transisi, penggunaan pronominal, penggunana repetisi, penggunaan sinonimi, penggunaan elipsasi. Paragraf yang baik juga harus memenuhi unsur kepaduan makna (coherence in meaning), seperti kejelasan kalimat penjelas, kelogisan urutan peristiswa, ruang, waktu dan proses. 6. Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf adalah penyusunan atau perincian gagasan-gagasan yang membina alinea atau paragraf itu. Apabila paragraf sudah memenuhi syaratsyarat di atas, maka paragraf tersebut akan menjadi baik dan mudah dimengerti isinya oleh para pembaca. 7. Jenis Paragraf Berdasarkan posisi kalimat topiknya, paragraph dibedakan menjadi: paragraph deduktif, paragraph induktif, paragraph deduktif-induktif, dan paragraph deskriptif (tersebar) 8. Berdasarkan Sifat Isinya Berdasarkan sifat isinya, paragraph dibedakan menjadi: paragraph deskripsi, paragraph eksposisi, paragraph argumentasi, dan paragraph persuasi. 9. Berdasarkan Fungsinya dalam Karangan Berdasarkan sifat isinya, paragraph dibedakan menjadi: Paragraf pembuka, paragraph pengembang dan paragraph penutup. 10. Pola Pengembangan Paragraf Adapun pola pengembangan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan paragraph adalah sebagai berikut: pola perbandingan, pola pertanyaan, pola sebab akibat, pola contoh, pola perulangan, dan pola definisi. 11. Teknik Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu: cara pertentangan, cara perbandingan, cara analogi, cara contoh, cara sebab akibat, cara definisi, cara klasifikasi, cara fakta, dan cara proses. Buatlah kesimpulan menggunakan bahasa Anda sendiri mengenai materi ‘ejaan dan diksi’ yang telah Anda pelajari pada pertemuan ini!


Modul Menulis Proposal Penelitian 90 Topik IV. Pengembangan Paragraf 5. Latihan 1. Unit terkecil sebuah karangan yang terdiri atas ide pokok dan gagasan penjelas, disebut? a. Kata b. Kalimat c. Frasa d. Klausa e. Paragraf 2. Berikut ini merupakan fungsi paragraf secara sederhana, kecuali a. Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok. b. Memungkinkan pengarang melahirkan jalan pikirannya secara sitematis c. Mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran pengarang serta memahaminya. d. Sebagai alat pengendali pikiran pembaca. e. Sebagai penanda bahwa pikiran baru dimulai. 3. Berikut adalah syarat paragraf yang baik, kecuali a. Kesatuan b. Keefektifan kalimat c. Kejelasan d. Ketegasan e. Kekompakan 4. Berikut ini adalah ciri kalimat penjelas kecuali a. Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri (dari segi arti). b. Arti kalimat ini kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea. c. Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung dan frasa transisi. d. Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi. e. Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data tambahan lain yang bersifat mendukung kalimat topik. 5. Berikut adalah ciri-ciri kalimat efektif, kecuali a. Kelogisan b. Kepaduan c. Kecermatan d. Kesepadanan e. Keselarasan 6. Paragraf yang kalimat topiknya terletak diakhir paragraf dan didahului oleh kalimat-kalimat penjelas disebut? a. Paragraf deskriptif b. Paragraf argumentative c. Paragraf naratif d. Paragraf Indukif e. Paragraf deduktif Untuk mengukur tingkat pemahaman Anda tentang keefektivan kalimat, kerjakan soal latihan berikut dengan mengikuti petunjuk yang disajikan. a. Bacalah soal latihan dengan saksama! b. Berikan tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang dianggap tepat. c. Anda bisa mengukur tingkat pemahaman anda dengan mempedomani pedoman penskoran yang terdapat pada bagian akhir topik ini.


Modul Menulis Proposal Penelitian 91 Topik IV. Pengembangan Paragraf 7. Kebudayaan dapat dibagi atas dua macam, yaitu kebudayaan fisik dan kebudayaan nonfisik. Kebudayaan fisik nampak jelas karena merujuk pada benda-benda. Kebudayaan nonfisik ada yang berupa pemikiran dan berupa tingkah laku. Contoh hasil kebudayaan fisik adalah patung, lukisan, rumah, mobil dan jembatan. Contoh kebudayaan yang termasuk pemikiran adalah filsafat, pengetahuan, ideologi, etika, dan estetika. Hasil kebudayaan yang berupa tingkah laku adalah adat istiadat, bertani, bahkan berkelahi. Kalimat topik pada paragraf di atas adalah: a. Kebudayaan dapat dibagi atas dua macam, yaitu kebudayaan fisik dan kebudayaan nonfisik. b. Kebudayaan fisik nampak jelas karena merujuk pada benda-benda. c. Kebudayaan nonfisik ada yang berupa pemikiran dan berupa tingkah laku. d. Contoh hasil kebudayaan fisik adalah patung, lukisan, rumah, mobil dan jembatan. Contoh kebudayaan yang termasuk pemikiran adalah filsafat, pengetahuan, ideologi, etika, dan estetika. e. Hasil kebudayaan yang berupa tingkah laku adalah adat istiadat, bertani, bahkan berkelahi. 8. Berikut adalah syarat paragraf yang baik, kecuali a. Kesatuan b. Keefektifan kalimat c. Kejelasan d. Ketegasan e. Kekompakan 9. Berikut adalah ciri-ciri kalimat efektif, kecuali a. Kelogisan b. Kepaduan c. Kecermatan d. Kesepadanan e. Keselarasan 10. Berikut adalah cirri cirri paragraf, kecuali, a. Setiap paragraf mengandung ide pokok yang relevan dengan ide pokok keseluruhan karangan. b. Paragraf umumnya dibangun oleh sebuah kalimat. c. Paragraf adalah satu kesatuan ekspresi pikiran. d. Paragraf adalah kesatuan yang koheren dan padat. e. Kalimat-kalimat paragraf tersusun secara logis dan sistematis. 11. Paragraf yang kalimat topiknya terletak diakhir paragraf dan didahului oleh kalimat-kalimat penjelas disebut? a. Paragraf deskriptif b. Paragraf argumentative c. Paragraf naratif d. Paragraf Indukif e. Paragraf deduktif 12. Suatu jenis paragraf yang menampilkan kalimat topik terletak pada awal paragraf, kemudian kalimat tersebut diikuti oleh kalimat-kalimat lain sebagai pengembang. a. Paragraf deskriptif b. Paragraf argumentative c. Paragraf naratif d. Paragraf Indukif e. Paragraf deduktif 13. Berdasarkan sifatnya, jenis paragraf dibedakan menjadi 4, yaitu: a. Induktif, deduktif, persuasif, argumentatif b. Eksposisi, narasi, argumentasi, deskripsi c. argumentasi, deskripsi, deduksi, persuasi d. induksi, deduksi, campuran, persuasi e. deduktif, persuasif, argumentatif, naratif


Modul Menulis Proposal Penelitian 92 Topik IV. Pengembangan Paragraf 14. Berikut adala beberapa pola yang dapat digunakan untuk mengembangkan paragraf, kecuali a. Pola paragraf perbandingan b. Pola paragraf pertanyaan c. Pola paragraf perulangan d. Pola paragraf analogi e. Pola paragraf definisi 15. Bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan, adalah teknik pengembangan paragraf dengan cara? a. Definisi b. Klasifikasi c. Fakta d. Analogi e. Proses Selanjutnya gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap analisis yang telah dilakukan! Nilai = ℎ (32) X 100% Arti tingkat penguasaan yang Anda capai adalah sebagi berikut. Tingkat Penguasaan Kualifikasi 85-100% Baik sekali A 75-84% Baik B 60-74% Cukup C 40-59% Kurang D 0-39% Gagal E Jika Anda mencapai tingkat penguasaan 75% ke atas, maka Anda sudah menguasai materi pengembangan paragraph dengan baik. Pedoman Penskoran


Modul Menulis Proposal Penelitian 91 Topik V. Proposal Penelitian Pada topik V ini disajikan hal-hal sebagai berikut 1. Capaian Pembelajaran TOPIK V Proposal Penelitian CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) A. Sikap 1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius. 2. Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri. B. Pengetahuan Mahasiswa menguasai teori dasar berkaitan dengan penulisan proposal penelitian dengan baik. C. Keterampilan Umum Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan dan implementasi konsep penulisan proposal penelitian. 1. Capaian Pembelajaran (CP) 2. Pokok-pokok Kegiatan yang Harus Dilakukan 3. Uraian Materi 4. Rangkuman 5. Latihan


Modul Menulis Proposal Penelitian 92 Topik V. Proposal Penelitian 2. Pokok-pokok Kegiatan yang Harus Dilakukan D. Keterampilan Khusus 1. Mampu menjelaskan pengertian proposal penelitian dengan tepat. 2. Mampu menjelaskan tujuan pengajuan proposal dengan tepat. 3. Mampu menerapkan sistematika penulisan proposal penelitian dengan tepat. 4. Mampu menulis proposal penelitian dengan baik. Untuk membantu Anda memelajari materi topik V tentang proposal penelitian berikut ini disajikan pokok-pokok kegiatan yang harus Anda lakukan. 1. Bacalah informasi yang dicantumkan pada bagian awal topik V! 2. Pelajarilah topik V yang terdapat di dalam modul dengan mengikuti pokok-pokok kegiatan yang dilakukan! 3. Bacalah teks yang dicantumkan di dalam modul dan ikuti petunjuk yang dituliskan di bawah teks! 4. Jawablah pertanyaan yang disajikan di dalam modul dengan mengikuti petunjuk yang disajikan! 5. Jika terdapat hal-hal yang Anda ragukan tentang topik yang sedang dibahas, bertanyalah kepada teman Anda! Diskusikanlah hal yang Anda ragukan tersebut! 6. Apabila teman Anda mengalami kesulitan dalam menjawab, bertanyalah kepada dosen pengampu mata kuliah keterampilan menulis! 7. Periksalah kebenaran jawaban Anda dengan memelajari teori yang disajikan dalam modul! 8. Anda dapat memelajari modul ini di rumah dengan mengikuti pokok-pokok kegiatan yang ditetapkan. Jika ada yang kurang jelas, catatlah hal tersebut dan tanyakan kepada dosen pengampu mata kuliah keterampilan menulis! 9. Untuk menambah pemahaman Anda tentang proposal, bacalah buku yang membahas tentang proposal, misalnya buku Menulis Karya Ilmiah yang ditulis oleh Dalman atau buku lain yang relevan dan tersedia di perpustakaan! 10. Anda juga dapat mencari pembahasan kalimat efektif di internet dengan menulis kata kunci: proposal penelitian. 11.


Click to View FlipBook Version