The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul ini berjudul "Modul Menulis Proposal Penelitian Berbasis CTL". Dalam modul ini, dijelaskan lima bab (topik) yang memaparkan tentang materi karya ilmiah, adapun materi yang dimaksud adalah: menulis karya ilmiah; penguasaan ejaan dan diksi; kalimat efektif: pengembangan paragraf; dan proposal penelitian. Modul ini dikembangkan dari hasil analisis kebutuhan mahasiswa dan kebutuhan dosen dalam pembelajaran menulis, khususnya pada materi menulis proposal penelitian.

Modul ini disusun berbasis pendekatan kontekstual (CTL). Hal tersebut berarti bahwa dalam modul ini terintegrasi tujuh komponen pendekatan kontekstual. Ketujuh komponen tersebut meliputi konstruktivisme, bertanya, menemukan (inkuiri), masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian autentik. Modul menulis akademik berbasis kontekstual ini telah divalidasi oleh beberapa pakar. Hal-hal yang divalidasi meliputi empat aspek yaitu aspek bahasa, isi, penyajian, dan kegrafikaan. Modul ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada mahasiswa dan dosen dalam upaya perbaikan proses pembelajaran matakuliah keterampilan menulis serta perbaikan proses penulisan akademik sehingga menghasilkan tulisan yang sempurna. Kepada rekan-rekan yang telah memberikan masukan, dan validator yang telah bersedia memberikan bimbingan demi sempurnanya modul ini.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rofiiafif69, 2023-10-11 21:10:30

Modul Pembelajar Menulis Proposal Penelitian

Modul ini berjudul "Modul Menulis Proposal Penelitian Berbasis CTL". Dalam modul ini, dijelaskan lima bab (topik) yang memaparkan tentang materi karya ilmiah, adapun materi yang dimaksud adalah: menulis karya ilmiah; penguasaan ejaan dan diksi; kalimat efektif: pengembangan paragraf; dan proposal penelitian. Modul ini dikembangkan dari hasil analisis kebutuhan mahasiswa dan kebutuhan dosen dalam pembelajaran menulis, khususnya pada materi menulis proposal penelitian.

Modul ini disusun berbasis pendekatan kontekstual (CTL). Hal tersebut berarti bahwa dalam modul ini terintegrasi tujuh komponen pendekatan kontekstual. Ketujuh komponen tersebut meliputi konstruktivisme, bertanya, menemukan (inkuiri), masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian autentik. Modul menulis akademik berbasis kontekstual ini telah divalidasi oleh beberapa pakar. Hal-hal yang divalidasi meliputi empat aspek yaitu aspek bahasa, isi, penyajian, dan kegrafikaan. Modul ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada mahasiswa dan dosen dalam upaya perbaikan proses pembelajaran matakuliah keterampilan menulis serta perbaikan proses penulisan akademik sehingga menghasilkan tulisan yang sempurna. Kepada rekan-rekan yang telah memberikan masukan, dan validator yang telah bersedia memberikan bimbingan demi sempurnanya modul ini.

Keywords: Modul,Menulis Penelitian,Menulis Proposal Penelitian

Modul Menulis Proposal Penelitian 93 Topik V. Proposal Penelitian 3. Uraian Materi (Kegiatan Pembelajaran 1) A. KEGIATAN PENDAHULUAN B. KEGIATAN INTI Lakukan kegiatan berikut ini! 1. Pergilah ke perpustakaan Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Batanghari! 2. Pinjamlah skripsi mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan minat Anda, apabila Anda berminat di bidang sastra, pinjamlah skripsi yang berhubungan dengan sastra begitu juga untuk Anda yang berminat di bidang bahasa atau pendidikan bahasa! 3. Cermati bab I sampai dengan bab III skripsi tersebut! Kemudian jawablah pertanyaan berikut! a. Apakah yang Anda ketahui tentang proposal penelitian? b. Apakah substansi yang terdapat pada bab I? c. Sebutkan pembagian subbab pada bab I! d. Apakah substansi yang terdapat pada bab II! e. Sebutkan komponen metodologi yang digunakan dalam skripsi yang anda baca! f. Diskusikanlah jawaban Anda dengan teman Anda, terkait hal-hal pada poin 3! Setelah Anda melakukan kegiatan pada pendahuluan di atas, selanjutnya untuk menambah pengetahuan Anda, bacalah dengan saksama uraian materi mengenai proposal berikut ini!


Modul Menulis Proposal Penelitian 94 Topik V. Proposal Penelitian a. Pengertian Proposal Proposal merupakan kerangka, rencana, usulan, serta gambaran dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Proposal berasal dari bahasa Inggris, yaitu to propose yang berarti mengajukan. Proposal merupakan suatu bentuk pengajuan penawaran, baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan izin, persetujuan dana, dan lainnya. Setiap orang yang akan melakukan penelitian wajib membuat proposal penelitian. Proposal penelitian merupakan rencana penelitian yang berisi judul/topik yang diangkat dalam penelitian, latar belakang penelitian, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, tinjauan pustaka atau landasan teori, kerangka berpikir dan hipotesis (jika ada), metode penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data yang dipaparkan secara sistematis sebagai pedoman untuk melaksanakan penelitian. Proposal merupakan suatu bentuk pengajuan penawaran baik berupa ide, gagasan pemikian, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan izin, persetujuan, dana, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, sebelum melaksanakan penelitian, si peneliti harus mendiskusikan atau menyeminarkan isi proposalnya di hadapan para pakar yang terkait yang sesuai dengan bidangnya sehingga dapat diketahui apakah proposal tersebut layak atau tidak untuk diteruskan sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian. b. Tujuan Pengajuan Proposal Proposal penelitian yang telah slesai disusun, perlu diajukan kepada komisi pembimbingan atau promotor atau juga pihak yang terkait agar mendapat persetujuan dan pengesahan. Adapun tujuan pengajuan proposal penelitian ini adalah untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan dari pihak yang terkait agar proposal tersebut layak dan dapat diteruskan ke tahap penelitian. Oleh sebab itu, proposal yang disusun sebaiknya mematuhi sistematika dan teknik penulisan karya ilmiah. Tujuan pengajuan proposal pada umumnya adalah sebagai berikut: a. Untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya. b. Untuk mendirikan usaha kecil, menengah atau besar. c. Untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta d. Untuk mengajukan kredit kepada bank. e. Untuk mengadakan acara berupa seminar, diskusi, dan pelatihan.


Modul Menulis Proposal Penelitian 95 Topik V. Proposal Penelitian c. Sistematika Penyusunan Proposal Penelitian Sistematika yang umum digunakan dalam menyusun proposal penelitian adalah sebagai berikut. a. Latar belakang masalah b. Idenifikasi masalah c. Rumusan masalah d. Tujuan penelitian e. Kegunaan penelitian f. Tinjauan pustaka g. Kerangka berpikir dan hipotesisnya (jika ada) h. Metode penelitian i. Sistematika penulisan j. Jadwal pelaksanaan penelitian k. Daftar pustaka Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun proposal dapat dijabarakan sebagai berikut: a. Judul Penelitian Judul penelitan hendaknya dinyatakan dengan cermat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan yang dilakukan peneliti. Rumusan judul hendaknya singkat, spesifik, jelas dan sederhana. b. Pendahuluan (Latar Belakang Penelitian) Bagian ini, menguraikan kesenjangan antara apa yang seharusnya dan apa yang yang terjadi di lapangan. Hendaknya diuraikan pentingnya penanganan masalah yang akan diajukan. Perlu juga diajukan fakta-fakta yang mendukung pengalaman guru/peneliti selama mengajar melalui kajian berbagai bahan pustaka yang relevan. Dukungan dari hasil penelitian terdahulu perlu disampaikan untuk memperkuat alsaan mengangkat permaslahan peelitian dan memperkukuh alasan dilakkuaknny penelitian. c. Identifikasi Masalah Identifikasi masalah pada umumnya mendeteksi, melacak, menjelaskan aspek permasalahan yang muncul dan berkaitan dengan masalah atau variabel yang akan diteliti. Semua masalah dalam objek, baik yang akan diteliti maupun tidak sedapat


Modul Menulis Proposal Penelitian 96 Topik V. Proposal Penelitian mungkin dikemukakan. Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, peneliti perlu melakukan studi pendahuluan ke objek yang diteliti. Identifikasi masalah harus menggambarkan permasalahan yang ada dalam topik atau judul penelitian. d. Perumusan Masalah Permasalahan yang diusulkan untuk diteliti dijabaran secara lebih rinci dalam bagian ini. Masalah hendaknya benar-benar diangkat dari masalah keseharian di lapangan dan masalah dari kajian pustaka yang memang layak dan perlu diteliti. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya. e. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian hendaknya dirumuskan secara singkat berdasarkan permasalahan yang dikemukakan. Rumusan tujuan harus taat asas dengan hakikat permasalahan yang dikemukakan dalam bagian-bagian sebelumnya. f. Manfaat Penelitian Di samping tujuan penelitian, juga perlu diuraikan kemungkinan manfaatnya. Dalam hubungan ini, perlu dipaparkan secara spesifik keuntungan-keuntungan yang dijanjikan terhadap kualitas penelitian yang dihasilkan bagi pihak terkait, kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. g. Tinjauan Pustaka Landasan teori atau tinjauan pustaka adalah teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis) serta penyusunan instrumen penelitian. Jumlah teori yang digunakan tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Dalam bagian ini diuraikan landasan substantif (baik teeoretis maupun metodologis) yang dipergunakan peneliti dalam menentukan alternatif tindakan yang akan diterapkan. Kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan perlu dilakukan. Teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan, yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut juga perlu dikemukakan. Uraian itu


Modul Menulis Proposal Penelitian 97 Topik V. Proposal Penelitian digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. h. Kerangka Berpikir dan Hipotesis Jika Ada 1) Kerangka Berpikir Kerangka berpikir atau kerangka pemikiran adalah dasar pemikiran dari penelitian yang disintesiskan dari fakta-fakta observasi dan telaah kepustakaan. Kerangka berpikir memuat teori, dalil atau konsep-konsep yang akan dijadikan dasar dalam penelitian. Uraian dalam kerangka berpikir menjelaskan hubungan dan keterkaitan antar variabel penelitian. Kerangka berpikir juga menggambarkan alur pemikiran penelitian dan memberikan penjelasan kepada pembaca mengapa ia mempunyai anggapan seperti yang dinyatakan dalam hipotesis. Apabila penelitian bersifat deskriptif, subjudul kerangka berpikir diganti menjadi dengan pendekatan masalah, yaitu menjelaskan berbagai kerangka teori yang dapat menjawab permasalahan penelitian. Kerangka pemikiran yang baik yaitu apabila mengidentifikasi variabel-variabel penting yang sesuai dengan permasalahan penelitian, dan secara logis mampu menjelaskan keterkaitan antarvariabel. 2) Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau submasalah yang diajukan oleh peneliti, yang dijabarkan dari landasan teori atau kajian teori dan masih harus diuji kebenarannya. Untuk penelitian yang bersifat deskriptif, yang bermaksud mendeskripsikanmasalah yang diteliti, hipotesis tidak perlu dibuat. Hipotesis penelitian harus dirumuskan dalam kalimat pasif. i. Metodologi Penelitian Bagian metodologi penelitian ini dipaparkan secara operasional, bukan secara teoretis. hal-hal yang dipaparkan dalam metodologi penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Metode Penelitian Metode penelitian menjelaskan tentang metode apa yang digunakan dalam penelitian.


Modul Menulis Proposal Penelitian 98 Topik V. Proposal Penelitian 2) Populasi dan Sampel Populasi merupakan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Sampel merupakan bagian dari populasi yang memenuhi ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. 3) Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel adalah suatu cara mengambil sampel yang representatif dari populasi. Terdapat dua macam teknik pengambilan sampel dalam penelitian, yaitu: (1) probability sampling adalah teknik sampling untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel, dan (2) nonprobality sampling ialah teknik sampling yang tidak memberikan kesempatan (peluang) pada setiap anggota populasi untuk dijadikan anggota sampel. 4) Teknik Pengumpulan Data Yang perlu dilakukan di sini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat, sehingga benar-benar didapat data yang valid dan reliabel. Teknik pengumpulan data bisa berupa tes, survei, observasi, wawancara, dokumentasi dan lain-lain. 5) Teknik Analisis Data Untuk penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif maka teknik analisis data ini berkenaan perhitungan untuk rumusan permasalahan dan pengujian hipotesis yang diajukan. Bentuk hipotesis mana yang diajukan akan menentukan teknik statistik mana yang digunakan. Jadi sejak membuat rancangan, teknik analisis data telah ditentukan bila peneliti tidak membuat hipotesis, maka rumusan masalah itulah yang perlu dijawab. d. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan proposal penelitian yang menggunakan metode kualitatif berbeda dengan penelitian yang menggunakan metode kuantitatif. Pada umumnya sistematika penulisan proposal penelitian kualitatif adalah sebagai berikut. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Fokus Penelitian C. Rumusan Masalah D. Tujuan Penelitian E. Manfaat Penelitian


Modul Menulis Proposal Penelitian 99 Topik V. Proposal Penelitian II. STUDI KEPUSTAKAAN A. ………………………. B. ………………………. C. ………………………. III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian B. Tempat Penelitian C. Instrumen Penelitian D. Sampel Sumber Data E. Teknik Pengumpulan Data F. Teknik Analisis Data G. Rencana Pengujian Keabsahan Data Sistematika penulisan proposal penelitian kuantitaif adalah sebagai berikut. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Identifikasi Masalah C. Batasan Masalah D. Rumusan Masalah E. Tujuan Penelitian F. Kegunaan Hasil Penelitian II. LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori B. Kerangka Berpikir C. Hipotesis III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian B. Populasi dan Sampel C. Instrumen Penelitian D. Teknik Pengumpulan Data E. Teknik Analisis Data C. KEGIATAN PENUTUP 4. Rangkuman 1. Pengertian Proposal Penelitian Proposal penelitian merupakan rencana penelitian yang berisi judul/topik yang diangkat dalam penelitian, latar belakang penelitian, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, tinjauan pustaka atau landasan teori, kerangka berpikir dan hipotesis (jika ada), metode penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data yang dipaparkan secara sistematis sebagai pedoman untuk melaksanakan penelitian. 1.


Modul Menulis Proposal Penelitian 100 Topik V. Proposal Penelitian 5. Latihan 2. Tujuan Pengajuan Proposal Penelitian Tujuan pengajuan proposal pada umumnya adalah sebagai berikut: a. Untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya. b. Untuk mendirikan usaha kecil, menengah atau besar. c. Untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta d. Untuk mengajukan kredit kepada bank. e. Untuk mengadakan acara berupa seminar, diskusi, dan pelatihan. 3. Sistematika Penulisan Proposal Penelitian Sistematika umum yang digunakan dalam menyusun proposal penelitian adalah sebagai berikut. a. Latar belakang masalah g. Kerangka berpikir (hipotesis) b. Idenifikasi masalah h. Metode Penelitian c. Rumusan masalah i. Sistematika penulisan d. Tujuan penelitian j. Jadwal pelaksanaan penelitian e. Kegunaan penelitian k. Daftar Pustaka f. Tinjauan pustaka Buatlah kesimpulan menggunakan bahasa Anda sendiri mengenai materi ‘proposal penelitian’ yang telah Anda pelajari pada pertemuan ini! Untuk mengukur tingkat pemahaman Anda tentang keefektivan kalimat, kerjakan soal latihan berikut dengan mengikuti petunjuk yang disajikan. a. Bacalah soal latihan dengan saksama! b. Berikan tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang dianggap tepat. c. Anda bisa mengukur tingkat pemahaman anda dengan mempedomani pedoman penskoran yang terdapat pada bagian akhir topik ini.


Modul Menulis Proposal Penelitian 101 Topik V. Proposal Penelitian 1. Suatu bentuk pengajuan penawaran, baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan izin, persetujuan dana, dan lainnya. Definisi tersebut adalah pengertian dari? a. Laporan b. Rencana kegiatan c. Proposal d. Proposal penelitian e. Semua jawaban benar 2. Rencana penelitian yang berisi judul/topik yang diangkat dalam penelitian, latar belakang penelitian, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, tinjauan pustaka atau landasan teori, kerangka berpikir dan hipotesis (jika ada), metode penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data yang dipaparkan secara sistematis sebagai pedoman untuk melaksanakan penelitian. Definisi tersebut adalah pengertian dari? a. Laporan b. Rencana penelitian c. Proposal d. Proposal penelitian e. Semua jawaban benar 3. Tujuan pengajuan proposal penelitian adalah? a. Mendapatkan persetujuan dan pengesahan dari pihak terkait b. Untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta c. Untuk mengajukan kredit kepada bank. d. Untuk mengadakan acara berupa seminar, diskusi, dan pelatihan. e. Untuk mendirikan usaha kecil, menengah atau besar. 4. Berikut ini syarat rumusan judul penelitian, kecuali? a. Rumusan dinyatakan dengan cermat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan yang dilakukan peneliti a. Rumusan judul hendaknya singkat. b. Rumusan Judul hendaknya dirumuskan diawali dengan kata kerja terukur. c. Rumusan judul hendaknya spesifik, jelas dan sederhana. d. Jika rumusan judul terlalu panjang, maka sebaiknya dibuat subjudul. 5. Kesenjangan antara apa yang seharusnya terjadi dan apa yang terjadi di lapangan. Definisi tersebut adalah pengertian dari? a. Judul penelitian b. Latar belakang penelitian c. Masalah d. Rumusan masalah e. Identifikasi masalah. 6. Jika permasalahan terlalu luas, dan terlalu banyak, maka harus dilakukan? a. Perbatasan masalah b. Identifikasi masalah c. Perumusan masalah d. Tujuan masalah e. Kerangka masalah 7. Bagian dari keseluruhan objek penelitian yang memenuhi ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. Definisi tersebut adalah pengertian dari? a. Hipotesis penelitian b. Variable c. Populasi d. Metodologi e. Sampel 8. Objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syaratsyarat tertentu berkaitan dengan suatu permasalahan penelitian. Definisi tersebut adalah pengertian dari? a. Hipotesis penelitian b. Variabel c. Populasi d. Metodologi e. Sampel 9. Bagian yang memuat teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti. Definisi tersebut adalah pengertian dari?


Modul Menulis Proposal Penelitian 102 Topik V. Proposal Penelitian a. Hipotesis penelitian b. Variable c. Kerangka berpikir d. Metodologi e. Kajian pustaka 10. Teknik sampling untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel, disebut? a. Random sampling b. Purposive sampling c. Strativied sampling d. Probability sampling e. Nonprobability sampling 11. Berikut ini adalah instrumen pengumpulan data, kecuali a. Lembar observasi b. Daftar pertanyaan c. Lembar pengamatan d. Survey e. Soal tes 12. Berikut ini adalah teknik pengumpulan data kecuali a. Observasi b. Wawancara c. Dokumentasi d. Angket e. tes 13. Bagian-bagian berikut terdapat dalam metodologi penelitian, kecuali? a. Populasi b. Sampel c. Tinjauan pustaka d. Teknik analisis data e. Teknik pengumpulan data 14. Jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau submasalah yang diajukan oleh peneliti, yang dijabarkan dari landasan teori atau kajian teori dan masih harus diuji kebenarannya disebut? a. Populasi b. Sampel c. Kuantitatif d. Kualitatif e. Hipotesis 15. Berikut ini termasuk ke dalam bagian pendahuluan dalam sebuah proposal penelitian, kecuali? a. Latar belakang b. Focus penelitian c. Tujuan penelitian d. Teknik analisis data e. Manfaat penelitian


Modul Menulis Proposal Penelitian 103 Topik V. Proposal Penelitian 6. Kegiatan Pembelajaran 2 Tulislah sebuah proposal penelitian dengan mempedomani materi proposal penelitian di atas. Anda boleh memilih topik penelitian sesuai minat Anda baik bidang pendidikan bahasa, bidang sastra ataupun bidang linguistik (bahasa). Ikuti langkah-langkah menulis berikut ini! Selanjutnya gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap analisis yang telah dilakukan! Nilai = ℎ (32) X 100% Arti tingkat penguasaan yang Anda capai adalah sebagi berikut. Tingkat Penguasaan Kualifikasi 85-100% Baik sekali A 75-84% Baik B 60-74% Cukup C 40-59% Kurang D 0-39% Gagal E Jika Anda mencapai tingkat penguasaan 75% ke atas, maka Anda sudah menguasai materi pengembangan paragraph dengan baik. Pedoman Penskoran


Modul Menulis Proposal Penelitian 104 Topik V. Proposal Penelitian a. Tahap Prapenulisan Tahap ini merupakan tahap persiapan menulis. Pada tahap prapenulisan ini terdapat aktivitas memilih topik, menetapkan tujuan dan sasaran, mengumpulkan bahan atau informasi yang diperlukan, serta mengorganisasikan ide atau gagasan dalam bentuk kerangka karangan. 1). Menentukan Topik/ inti Permasalahan Topik/ inti permasalahan merupakan persoalan yang menjiwai isi tulisan, yang mempertautkan seluruh bagian atau ide tulisan menjadi satu keutuhan. Tanpa topik yang jelas, maka fokus isi tulisan pun akan menjadi tidak jelas. Dalam kegiatan menulis ini, topik merupakan permasalahan yang akan diteliti. Masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan dan kompetisi. Untuk menentukan sebuah permasalahan yang baik, mahasiswa dapat mengajukan sejumlah pertanyaan, di antaranya: a. Apakah permasalahan tersebut penting atau layak untuk dibahas? b. Apakah permasalahan tersebut bermanfaat untuk dibahas? c. Apakah permasalahan tersebut menarik bagi pembaca? d. Apakah materi tentang permasalahan tersebut dikuasai dengan baik? e. Apakah bahan atau informasi tentang permasalahan ersebut tersedia cukup dan mudah diperoleh? f. Apakah jangkauan bahasan tentang permasalahan tersebut tidak terlalu luas atau terlalu sempit? Pada kegiatan ini, mahasiswa diarahkan kepada aktivitas-aktivitas untuk mengenal dan memahami permasalahan penelitian (komponen konstructivisme), aktivitas tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kemukakan gagasan-gagasan Anda mengenai sebuah permasalahan yang perlu dibahas. 2. Temukan masalah yang akan Anda bahas dengan menggunakan alternatif sumber informasi baik dalam bentuk tertulis maupun bahan-bahan yang lain. 3. Kemukakan pendapat Anda tentang suatu masalah dan analisislah sebab-sebab terjadinya masalah tersebut.


Modul Menulis Proposal Penelitian 105 Topik V. Proposal Penelitian 4. Kumpulkan bukti-bukti nyata untuk mendukung permasalahan yang Anda kemukakan dan pengetahuan baru yang Anda pelajari. 5. Mencarilah informasi yang dapat diterapkan dalam upaya pemecahan sebuah permasalahan yang Anda kemukakan tersebut. 2) Menentukan Tujuan Penulisan Setelah mendapatkan topik/permasalahan yang akan ditulis, langkah selanjutnya adalah menentukan maksud dan tujuan penulisan. Tujuan menulis ini perlu diperhatikan selama penulisan berlangsung agar tujuan tulisan dapat tersampaikan dengan baik. Tujuan akan mempengaruhi genre dan bentuk tulisan dalam hal ini mengacu kepada jenis penelitian (kuantitaif, kualitatif atau gabungan). Pada kegiatan ini, mahasiswa diarahkan pada aktivitas-aktivitas untuk menemukan tujuan penelitian dan menentukanya (komponen inquiry). Aktivitas tersebut adalah sebagai berikut: 1. Identifikasi permasalahan yang telah mahasiwa tentukan, apakah berkaitan dengan pembelajaran bahasa, linguistik, ataupun sastra 2. Tenentukan jenis penelitian berdasarkan masalah dan bidang yang akan diteliti. 3. Rumuskan tujuan penelitian berdasarkan masalah yang telah ditentukan, bidang yang akan diteliti dan jenis penelitan yang telah ditentukan serta minat dan kemampuan Anda. 3) Memperhatikan Sasaran Tulisan (pembaca) Agar isi tulisan sampai kepada pembaca, perlu diperhatikan siapa yang akan membaca tulisan tersebut. Dengan kata lain, Anda harus mempertimbangkan dan menyesuaikan tulisan dengan tingkat pendidikan, tingkat pengalaman, pengetahuan, kemampuan dan kebutuhan pembaca. Hal hal tersebut dapat dipergunakan oleh penulis untuk memilih informasi serta cara penyajiannya yang sesuai (komponen bertanya). Pada kegiatan ini mahasiswa diarahkan kepada aktivitas-aktivitas untuk menentukan sasaran atau siapa yang akan memanfaatkan hasil penelitian Anda tersebut. Aktivitas tersebut adalah sebagai berikut: 1. Ajukanlah pertanyaan kepada dosen atau teman sekelas Anda! 2. Berikanlah tanggapan terhadap jawaban dosen atau teman sekelas Anda!


Modul Menulis Proposal Penelitian 106 Topik V. Proposal Penelitian 3. Berikan masukan terhadap pertanyaan teman Anda agar terjadi komunikasi multiarah! 4. Kumpulkan semua tanggapan yang diberikan oleh dosen dan teman anda, terkait permaslahan yang anda bahas! 5. Tariklah kesimpulan berdasarkan tanggapan dan masukan yang diberikan oleh dosen dan teman anda tersebut! 4) Mengumpulkan Informasi Pendukung Informasi pendukung dipergunakan ketika akan menulis, karena tidak semua orang selalu memiliki bahan dan informasi yang benar-benar siap dan lengkap. Penulis perlu mencari, mengumpulkan, dan memilih informasi yang dapat mendukung, memperluas, memperdalam, dan memperkaya isi tulisan. Tanpa pengetahuan dan wawasan yang memadai, maka tulisan akan dangkal dan kurang bermakna. Pengumpulan informasi itu sendiri sebaiknya dilakukan sebelum proses menulis. Di dalam langkah ini, mahasiswa dikenalkan dan dilatih untuk menentukan atau mengemukakan gagasan-gagasan atau informasi pendukung yang relevan dengan topik permasalahan dan jenis penelitian yang akan diteliti. Agar mahasiswa mendapatkan gagasan-gagsan yang relevan, mereka perlu membaca atau mencari informasi dari berbagai sumber, termasuk dari internet. Pada kegiatan ini mahasiswa diarahkan kepada aktivitas-aktivitas untuk mengumpulkan informasi pendukung. Adapun aktivitas yang dapat dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut (komponen masyarakat belajar): 1. Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok belajar sesuai jenis penelitiannya untuk berbagi gagasan dan pengalaman. 2. Mahasiswa bekerja sama dan bertanggung jawab dalam kelompoknya masingmasing. 3. Kelompok penyaji mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. 4. Kelompok lain menenggapi hasil kerja kelompok penyaji. 5. Mahasiswa berdiskusi membangun komunikasi banyak arah. 6. Mahasiswa saling menghargai pendapat kelompok lain.


Modul Menulis Proposal Penelitian 107 Topik V. Proposal Penelitian 5) Mengorganisasikan Ide dan Informasi Ke dalam Kerangka Tulisan Setelah memilih topik, menentukan tujuan, mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan pembaca, maka langkah selanjutnya adalah mengorganisasikan atau menata ide-ide tulisan ke dalam bentuk kerangka tulisan agar menjadi satu kesatuan yang utuh. Pada kegiatan ini mahasiswa diarahkan kepada aktivitas-aktivitas untuk mengorganisaikan ide informasi ke dalam kerangka tulisan (komponen refleksi dan penilaian otentik). 1. Ingatlah kembali hal apa saja yang telah Anda pelajari pada kegiatan sebelumnya, yaitu tahap menentukan topik, tujuan penulisan, dan penentuan sasaran penulisan! 2. Identifikasi topik /permasahan yang telah ditentukan sebelumnya! 3. Inventarisasikan informasi- informasi pendukung yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya! 4. Evaluasilah semua informasi pendukung yang telah diperoleh dikaitkan dengan topik permalasahan yang dibahas! 5. Perhatikan contoh pola penyusunan kerangka karangan yang disampaikan oleh dosen Anda! 6. Susunlah kerangka tulisan berdasarkan pola kerangka yang diberikan oleh dosen dan topik serta informasi pendukung yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya. 7. Kumpulkan kerangka karangan yang telah Anda buat untuk dinilai dan diberikan masukan oleh dosen. (komponen penilaian otentik) b. Tahap Penulisan Setelah pada tahap prapenulisan, penulis menentukan topik; tujuan karangan; mengumpulkan informasi yang relevan; serta membuat kerangka karangan; langkah selanjutnya adalah mengembangkan butir demi butir ide yang terdapat dalam kerangka karangan. Pada kegiatan ini Anda diarahkan kepada aktivitas menulis secara individu. Aktivitas menulis secara individu adalah suatu rangkaian tahapan kegiatan menulis di mana mahasiswa secara individu memproduksi sebuah tulisan akdemik jenis tertentu, dalam hal ini berupa proposal penelitian. Proposal penelitian yang dihasilkan merupakan hasil karya individu berdasarkan pada tahapan prapenulisan. Di dalam tahap ini, terdapat beberapa langkah proses penulisan yang harus Anda lewati. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:


Modul Menulis Proposal Penelitian 108 Topik V. Proposal Penelitian 1) Penyusunan Paragraf dan Kalimat Dalam mengembangkan kerangka tulisan, paragraf disusun dengan memperhatikan syarat-syarat paragraf yang baik, serta pola pengembangan paragraf yang baik. Selain hal tersebut, paragraf yang baik juga didukung oleh penggunaan kalimat yang baik. Dalam penulisan kalimat, seorang penulis harus memperhatikan halhal berikut: a. gunakan kalimat-kalimat pendek dan gramatikal; b. gunakan bahasa yang mudah dipahami orang lain sesuai dengan tuntutan bahasa baku; c. gunakan bahasa yang jelas sederhana dan jernih pengutaraanya; d. gunakan bahasa yang lugas tanpa kalimat majemuk; e. gunakan bahasa dengan kalimat efektif yang memiliki koherensi yang baik; f. gunakan bahasa yang positif dan tidak kaku; g. usahakan setiap unsur pada kalimat yang digunakan memiliki fungsi masing-masing. 2) Pemilihan Kata Pada dasarnya pemakaian kata dalam tulisan ilmiah harus memenuhi kriteria ketepatan pemakaian kata yaitu tepat, konsep, tepat nilai rasa, dan tepat konteks. Tepat konsep berarti bahwa kata yang digunakan dapat mengungkapkan pengertian suatu objek secara tepat. Tepat nilai rasa berarti bahwa kata yang digunakan dapat mengungkapkan perasaan penutur atau penulis secara tepat. Tepat konteks berarti bahwa kata yang digunakan sesuai dengan konteks pemakaian. Selain memenuhi kriteria tersebut, dalam memilih kata penulis juga harus memperhatikan hal-hal berikut: a. hindari pemakaian kata/frasa setempat kecuali bila sudah menjadi perkataan umum; b. hindari pemakaian kata atau frasa yang telah usang; c. hendaknya kara atau frasa yang memiliki nilai rasa digunakan secara tepat, sesuai dengan konteksnya; d. hendaknya pemakaian kata bersinonim digunakan secara cermat; e. hendaknya hindari istilah istilah yang sangat asing bagi masyarakat umum; f. hendaknya hindari pemakaian istilah asing dan bahasa daerah jika dalam bahasa Indonesia sudah ada padanannya.


Modul Menulis Proposal Penelitian 109 Topik V. Proposal Penelitian 3) Teknik Penulisan Dalam mengembangkan kerangka karangan, Anda juga harus memperhatikan teknik penulisan. Teknik penulisan yang harus diperhatikan meliputi teknik penggunaan ejaan, termasuk di dalamnya penggunaan huruf, dan penggunaan tanda baca. Jika pengembangan karangan telah dilakukan, artinya buram (draft) pertama karangan telah selesai. Tahap berikutnya adalah memeriksa, menilai, dan memperbaiki buram itu sehingga benar-benar menjadi karangan yang baik. c. Tahap Revisi Untuk menghasilkan sebuah tulisan akademik yang baik, Anda perlu melakukan revisi terhadap buram draf pertama dan pembacaan secara berulang-ulang untuk memperbaiki kesalahan dan melengkapi kekurangan pada hasil tulisan. Pada kegiatan ini, Anda diarahkan pada aktivitas-aktivitas untuk menemukan kesalahan pada tulisan yang Anda tulis dan merevisi kesalahan tersebut. Aktivitas tersebut adalah sebagai berikut: 1. Presentasikan tulisan Anda satu persatu di depan kelas; 2. Berikan komentar atau masukan terhadap kesalahan atau kekurangan tulisan penyaji. 3. Penyaji memberikan tanggapan atas masukan dan komentar dari teman temannya. 4. Penyaji merevisi tulisannya 5. Revisi tulisan tersebut dengan menambah, mengganti atau menghilangkan sebagian ide berdasarkan masukan dari teman-tema Anda sehingga menjadi tulisan yang baik. 6. Sempurnakan tulisan Anda dengan mengoreksi ejaan dan kesalahan mekanikal yang lain misalnya 1) mengambil jarak dari tulisan; 2) mengoreksi awal dengan menandai kesalahan, dan 3) mengoreksi kesalahan. Setelah Anda selesai mengerjakan langkah-lagkah tersebut, kini Anda telah mempunyai sebuah proposal penelitian hasil karya Anda sendiri. Selamat! Untuk mengukur tingkat keterampilan Anda dalam menulis proposal penelitian, gunakan rubrik penilaian berikut ini sebagai pedoman dalam menentukan skor keterampilan anda dalam menulis proposal penelitian.


Modul Menulis Proposal Penelitian Topik V. Proposal Penelitian Rubrik PenilNo Aspek yang Dinilai Sangat Baik Ba1. Isi (Content) Skor 30 – 27 diberikan kepada mahasiswa jika mahasiswa mengungkapkan bahasan dengan lengkap. Skor 26 – 22 dibekepada mahasiswmahasiswa mengungkapkan substansi bahasacukup memadai. 2. Pengorganisasi an Ide (Organization) Skor 20 – 18 diberikan kepada mahasiswa jika mahasiswa mengungkapkan ide/gagasan dengan lancar dan jelas. Skor 17 – 14 dibekepada mahasiswmahasiswa mengungkapkan ide/gagasan tetapterorganisasi denbaik atau alur kurjelas. 3. Kosa Kata (Vocabulary) Skor 20 – 18 diberikan kepada mahasiswa jika mahasiswa dapat memilih dan menggunakan kosakata dan idiom dengan tepat. Skor 17 – 14 dibekepada mahasiswpenggunaan kosaidiom dengan sedkesalahan tanpa merubah makna. 4. Penggunaan Bahasa Skor 25 – 22 diberikan kepada Skor 21 – 18 dibekepada mahasisw


aian Proposal Penelitian Predikat Skor Maksimal ik Cukup Buruk erikan wa jika an Skor 21 – 17 diberikan kepada mahasiswa jika mahasiswa mengungkapkan substansi bahasan terbatas. Skor 16 – 13 diberikan kepada mahasiswa jika mahasiswa menulis isi karangan tidak sesuai dengan tujuan. 30 erikan wa jika pi tidak ngan rang Skor 13 – 10 diberikan kepada mahasiswa jika mahasiswa tidak baik dalam mengungkapkan ide, tidak nyambung antara ide/gagasan yang ditulis. Skor 9 – 7 diberikan kepada mahasiswa jika mahasiswa tidak dapat menuliskan ide/gagasan sesuai dengan tujuan. 20 erikan wa jika akata/ dikit Skor 13 – 10 diberikan kepada mahasiswa jika pemilihan kata yang kurang tepat banyak kesalahan dalam. Skor 9 – 7 diberikan kepada mahasiswa jika kosakata sulit dimengerti. 20 erikan wa jika Skor 17 – 11 diberikan kepada Skor 10 – 5 diberikan kepada mahasiswa jika 25


Modul Menulis Proposal Penelitian Topik V. Proposal Penelitian (Language Use) mahasiswa jika mahasiswa dapat menggunakan bahasa yang komplek dan baik. mahasiswa mengungkapkan kalimat sederhanmudah dimengert5 Ejaan dan Tanda Baca (Mechanic) Skor 5 diberikan kepada mahasiswa jika mahasiswa menulis dengan aturan aturan, tanda baca dan huruf kapital yang benar. Skor 4 diberikan mahasiswa jika mahasiswa sedikmembuat kesalahdalam menuliskatanda baca dan hkapital. Jumlah


dengan a dan ti. mahasiswa jika mahasiswa mengungkapkan dengan kalimat sederhana/kompleks yang tidak mudah dimengerti oleh pembaca. mahasiswa tidak menulis kalimat dengan tenses yang digunakan. kepada kit han n ejaan, huruf Skor 3 diberikan kepada mahasiswa jika mahasiswa sering membuat kesalahan dalam menulis ejaan, tanda baca dan huruf kapital. Skor 2 jika mahasiswa tidak mengetahui bagaimana menulis ejaan, tanda baca dan huruf yang benar. 5 100 (Brown & Bailey, 2003: 243-246) 102


Modul Menulis Proposal Penelitian 91 Topik V. Proposal Penelitian Selanjutnya gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap analisis yang telah dilakukan! Nilai = ℎ X 100% Arti tingkat penguasaan yang Anda capai adalah sebagai berikut. Tingkat Penguasaan Kualifikasi 80-100% Baik sekali A 70-79% Baik B 60-69% Cukup C 50-59% Kurang D 0-49% Gagal E Jika Anda mencapai tingkat penguasaan 75% ke atas, maka Anda sudah menguasai teknik menulis proposal penelitian dengan baik. Pedoman Penskoran 103


Modul Menulis Proposal Penelitian 91 Topik V. Proposal Penelitian 1. Tentukanlah skor Anda pada masing-masing aspek yang dinilai! Misalnya, - jika pada aspek isi proposal, Anda mengungkapkan substansi bahasan cukup memadai, maka Anda memperoleh skor 24; - jika pada aspek pengorganisasian ide dalam proposal, Anda mengungkapkan ide/gagasan dengan lancar dan jelas, maka Anda memperoleh skor 30; - jika pada aspek kosa kata, Anda memilih kata kurang tepat banyak kesalahan, maka Anda memperoleh skor 11; - jika pada aspek pengorganisasian ide, Anda mengungkapkan ide/gagasan tetapi tidak terorganisasi dengan baik atau alur kurang jelas, maka Anda memperoleh skor 15; dan - jika pada aspek ejaan dan tanda baca, Anda sedikit membuat kesalahan dalam menuliskan ejaan, tanda baca dan huruf kapital, maka Anda memperoleh skor 4. 2. Setelah Anda memperoleh skor tersebut, hitunglah nilai Anda dengan rumus sebagai berikut! Aspek yang Dinilai Skor yang Diperoleh Skor Maksimal Isi 24 30 Pengorganisasian ide 30 20 Ejaan 11 20 Diksi 15 25 Struktur kalimat 4 5 Jumlah 84 100 Setelah kamu memperoleh skor tersebut, hitunglah nilai Anda dengan rumus di atas, seperti berikut! Nilai = ℎ ℎ (75) 100 % = 84 100 100 % = 84% Contoh Cara Menilai Proposal 104


Modul Menulis Proposal Penelitian 92 Topik V. Proposal Penelitian Jika proposal terdapat tiga bab, maka anda harus menjumlahkan perolehan nilai pada masing masing bab, kemudian dibagi tiga. Jadi apabila nilai anda pada bab I = 84%, bab II = 70% dan bab III 75% maka nilai akhir yang Anda dapatkan adalah = 84% +70% +70% = 74,6% 3 Jadi, tingkat kemampuan Anda dalam menulis proposal ialah 74,6%, berada pada tingkat cukup (C). Artinya, Anda harus mengulangi membaca dan mengerjakan latihan yang ada pada modul ini, terutama pada bagian yang belum Anda kuasai karena tingkat penguasaan Anda masih di bawah 75 %! 105


Daftar Rujukan Modul Menulis Proposal Penelitian 110 DAFTAR RUJUKAN 1. Buku Aleka dan Achmad. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Prenada Media Group. Atmazaki. 2009. Kiat-kiat Mengarang dan Menyunting. Padang: UNP Press. Cahyo, Agus N. 2012. Panduan Lengkap Menyusun Proposal Segala Macam Usaha. Yogyakarta: BukuBiru. Chaer, Abdul. 2011. Ragam Bahasa Ilmiah. Jakarta: PT Rineka Cipta. Dalman. 2012. Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Eneste, Pamusuk. 2005. Buku Pintar Penyuntingan Naskah (Edisi Kedua). Jakarta: Gramedia. Keraf, Gorys. 2010. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia. Marsudi, Demas dkk. 2009. Bahasa dan Sastra Indonesia 2. Jakarta: Depdiknas. Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Yogyakarta: PT BPFE. Nurjamal, Daeng dkk. 2011. Terampil Berbahasa: Menyusun Karya Tulis Akademik, Memandu Acara (MC-Moderator), dan Menulis Surat. Bandung: Alfabeta. Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ramadansyah. 2010. Paham dan Terampil Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Bandung: Dian Aksara Press. Riduwan. 2012. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta. Rifai, Mien A. 1995. Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan, dan Penerbitan Karya-karya Ilmiah Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Semi, Atar. 2009. Menulis Efektif. Padang: UNP Press. Suparno dan Mohamad Yunus. 2007. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.


Daftar Rujukan Modul Menulis Proposal Penelitian 111 Waridah, Ernawati. 2008. EYD dan Seputar Kebahasa-Indonesiaan. Jakarta: Kawan Pustaka. Wibowo, Wahyu. 2010. Tata Permainan Bahasa Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara. 2. Internet Alwi, Hasan. 2000. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.Online.http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanba hasa/sites/default/files/pedoman_umum-ejaan_yang_ disempurnakan.pdf. Diakses pada 9 Sepetmer 2017. 3. Sumber Teks http://denisetiaji48.heck.in/contoh-karangan-argumentasi.xhtml. http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/08/10/remaja-dan-paraperokok-aktif-583280.html. http://dewanku02.blogspot.com/2013/01/contoh-karangan.html http://tantowijauhari.wordpress.com/pembangunan-penyalahgunaan-narkoba/ Kunci Jawaban


Daftar Rujukan Modul Menulis Proposal Penelitian 112 Kunci Jawaban Soal Latihan 1. Kunci Jawaban Latihan Topik I 2. Kunci Jawaban Latihan Topik II 3. Kunci Jawaban Latihan Topik III 4. Kunci Jawaban Latihan Topik IV 5. Kunci Jawaban Latihan Topik V 1. D 6. A 2. C 7. B 3. A 8. D 4. E 9. E 5. B 10. D 1. C 6. E 11. C 16. E 2. D 7. B 12. B 17. B 3. C 8. B 13. D 18. C 4. D 9. A 14. A 19. C 5. E 10. E 15. C 20. C 1. E 6. D 2. D 7. A 3. C 8. E 4. C 9. E 5. D 10. C 1. E 6. D 11. D 2. D 7. A 12. E 3. D 8. D 13. B 4. C 9. E 14. D 5. E 10. B 15. D 1. C 6. B 11. D 2. D 7. E 12. D 3. A 8. C 13. C 4. B 9. E 14. E 5. C 10. D 15. D


Click to View FlipBook Version