The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by indinimaturrohmatika, 2021-12-12 16:57:43

Pembelajaran Bolabasket Berbasis Blended Learning

Bismillah Buku Basket

pada sebuah kondisi seseorang yang mengalami tuntutan emosi
berlebihan dan atau waktu yang membuatnya sulit memfungsikan secara
efektif semua wilayah kehidupan.

Keadaan ini dapat mengakibatkan munculnya cukup banyak
gejala, seperti depresi, kelelahan kronis, mudah marah, gelisah,
impotensi, dan kualitas kerja yang rendah (Richards, 2010).

Hawari (dalam Yusuf, 2004) berpendapat bahwa istilah stres tidak
dapat dipisahkan dari distress dan depresi, karena satu sama lainnya
saling terkait. Stres merupakan reaksi fisik terhadap permasalahan
kehidupan yang dialaminya dan apabila fungsi organ tubuh sampai
terganggu dinamakan distress. Sedangkan depresi merupakan reaksi
kejiwaan terhadap stressor yang dialaminya. Dalam banyak hal manusia
akan cukup cepat untuk pulih kembali dari pengaruh-pengaruh
pengalaman stres. Manusia mempunyai suplai yang baik dan energi
penyesuaian diri untuk dipakai dan diisi kembali bilamana perlu.

FRUSTASI: Frustration lazim di sebut pula frustasi, artinya
hambatan, kegagalan, rintangan. Sedangkan definisi frustrasi menurut
Katz and Lehner adalah frustration has been difined: as the blocking of a
desire or need. Frustasi merupakan rintangan terhadap dorongan atau
kebutuhan. Sedangkan menurut Arkoff memberikan definisi bahwa
frustrasi itu suatu proses di mana tingkah laku kita terhalang oleh suatu
kebutuhan, manusia bertindak/berbuat atau bertingkah laku untuk
mencapai tujuan yaitu melayani kebutuhan yang sesuai dengan dorongan
(frustration is a process which our behavior is blocked).

Frustasi ialah suatu proses yang menyebabkan orang merasa
adanya hambatan terhadap terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan, atau
menyangka bahwa akan terjadi sesuatu hal yang menghalangi
keinginannya. Pada dasarnya setiap individu memiliki kebutuhan-
kebutuhan untuk segera dipenuhi, namun ada kalanya kebutuhan-
kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi karena adanya halangan tertentu.

189

Orang yang sehat mentalnya akan dapat menunda pemuasan
kebutuhannya untuk sementara atau ia dapat menerima frustasi itu untuk
sementara, sambil menunggu adanya kesempatan yang memungkinkan
mencapai keinginannya itu. Tetapi jika orang itu tidak mampu
menghadapi frustasi dengan cara yang wajar maka ia akan berusaha
mengatasinya dengan cara-cara yang lain tanpa mengindahkan orang dan
keadaan sekitarnya (misalnya dengan kekerasan) atau ia akan berusaha
mencari kepuasan dalam khayalan (diposkan Ismail, 2011: Jam 19:55).

J. Agresif

Pemain-pemain agresif sangat diperlukan untuk dapat
memenangkan pertandingan, seperti dalam sepakbola tetapi sifat dan
sikap agresif apabila tidak terkendali dapat menjurus pada tindakan-
tindakan berbahaya, melukai lawan, melanggar peraturan, dan
mengabaikan sportivitas.

Tipe kepribadian agresivitas terbagi menjadi dua yakni agresivitas
kurang terkontrol dan agresivitas selalu dikontrol dengan ketat. Tipe
kepribadian yang agresivitasnya kurang terkontrol menunjukkan
kurangnya larangan terhadap tingkah laku agresif dan cenderung frustasi
dengan tindakan agresifnya. Individu yang agresivitasnya kurang
terkontrol kemungkinan lebih besar melakukan tindakan kriminal
kekerasan karena tidak bimbang melakukan kekerasan pada waktu
marah. Sedangkan tipe kepribadian agresivitas yang selalu terkontrol
dengan ketat menunjukkan adanya control yang ekstrim kuat terhadap
pengungkapan agresivitas dalam berbagai kondisi.

Biasanya, perilaku agresivitas dipengaruhi oleh besarnya
halangan/rintangan yang dihadapi individu, kualitas frustasi, kepuasan
seseorang terhadap cita-citanya, dan kondisi lingkungan masyarakat.
Sehingga cara seseorang berperilaku agresif biasanya meniru apa yang
dilakukan orang lain, dan vicarious process yakni seolaholah mengalami

190

atau ikut terlibat di dalamnya, misalnya actor yang berperan sebagai
orang jahat dikehidupan nyata dianggap jahat.

Tindakan agresif cenderung terjadi pada situasi yang tidak
seimbang atau berlawanan. Tindakan agresif akan tertuju pada individu
yang tidak disenangi atau berlawanan. Misalnya, seorang olahragawan
dimarahi oleh pelatihnya, olahragawan tersebut tidak berani melawan
pelatihnya tetapi olahragawan tersebut akan bertindak agresif dengan
menyerang temannya atau lawannya.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelatih
membutuhkan olahragawan/pemain yang agresif untuk dapat
memenangkan suatu pertandingan. Oleh karena itu, pelatih/pembina
wajib memanfaatkan sifatsifat agresif dari olahragawan/pemainnya
sehingga dapat tersalur dan terarah sesuai dengan aktivitas olahraga yang
diikutinya

Upaya-upaya untuk mengendalikan agresivitas antara lain: (a)
teknik time out, (b) memberikan pemahaman dan contoh perilaku non
agresif sebagai metode konstruktif untuk memecahkan masalah, (c)
menciptakan atau mendesain lingkungan belajar/latihan yang kondusif,
dan (d) memberikan latihan empati. Selain itu, ada pula upaya untuk
mengendalikan tindakan kekerasan/agresivitas yang menyimpang antara
lain:

1. Olahragawan-olahragawan muda harus diberi pengetahuan tentang
contoh tingkah laku non agresif, penguasaan diri, dan penampilan
yang benar.

2. Olahragawan yang terlibat tindakan agresif harus dihukum, harus
disadarkan bahwa tindakan agresif dengan melukai lawan adalah
tindakan yang tidak benar.

3. Pelatih yang memberi kemungkinan para olahragawan terlibat
agresif dengan kekerasan harus diteliti dan harus dihentikan dari
tugasnya sebagai pelatih.

191

4. Pengaruh dari luar yang memungkinkan terjadinya tindakan agresif
dengan kekerasan di lapangan pertandingan harus dihindarkan.

5. Para pelatih dan wasit didorong atau dianjurkan untuk menghadiri
lokakarya-lokakarya yang membahas tindakan agresif dan
kekerasan.

6. Disamping hukuman terhadap tindakan agresif dengan kekerasan
olahragawan harus didorong secara positif meningkatkan
kemampuan bertindak tenang menghadapi situasi-situasi emosional.

7. Penguasaan emosi menghadapi tindakan agresif dengan kekerasan
harus dilatih

192

BAB XIV
LATIHAN FISIK DALAM BOLABASKET

Pada bagian ini akan disajikan materi tentang psikologi olahraga
pada bolabasket dengan tujuan mahasiswa diharapkan memahami dan
mampu menjelaskan tentang psikologi olahraga pada bolabasket

1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari BAB XIV, mahasiswa diharapkan dapat:
a. Menjelaskan tentang psikologi olahraga pada bolabasket

2. Kegiatan Belajar
Kondisi fisik yang diperlukan dalam masing-masing olahraga

adalah sama, artinya setiap cabang olahraga memerlukan kondisi fisik
dalam usaha mencapai prestasi yang optimal, begitu halnya dalam
permainan bulutangkis. Dengan kata lain pemain bulutangkis harus
memiliki kualitas kebugaran jasmani yang prima. Ini akan berdampak
pada kebugaran mental, psikis yang akhirnya berpengaruh langsung pada
penampilan teknik bermain. Itulah sebabnya pemain bulutangkis sangat
membutuhkan kuliatas kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, kecepatan,
kelincahan dan koordinasi
A. Latihan Kekuatan

Kekuatan ini mendasari bagi latihan kekuatan atlet secara
menyeluruh, oleh karenanya harus dikembangkan semaksimal mungkin.
Kekuatan merupakan salah satu faktor penting yang harus dimiliki setiap
pemain bulu tangkis agar bisa bermain secara optimal. Cara terbaik untuk
meningkatkan kemampuan kekuatan ini adalah berlatih menggunakan
beban atau dengan kata lain latihan beban (weight training).

Sebaiknya sebelum melakukan program latihan beban
sesungguhnya, disarankan agar pemain lebih dulu mengenal berbagai
bentuk gerakan seperti: Mendorong (push up, pull up)

193

1. Kaki Mengangkat kaki ketika baru saja bangun tidur.
2. Memperkuat otot punggung, pinggang
3. Melakukan gerakan jongkok berdiri untuk membina kekuatan

tungkai loncat-loncat di tempat atau sambil bergerak.

Proses selanjutnya adalah meningkatkan kualitas geraknya
dengan menggunakan beban (weight training) yang sebenarnya.
Dianjurkan untuk tidak melakukan atau berlatih loncat di tempat yang
keras karena akan berdampak terjadinya sakit, cedera pada bagian lutut,
dan pinggang.

1. Pull Up

Latihan fisik basket yang satu ini bertujuan untuk membangun
kekuatan pergelangan tangan, punggung serta pundak pemain basket,
terutama untuk keefektifan saat melakukan jumpshot. Jadi
bergelantunganlah pada tiang horisontal dengan arah tangan ke bawah
atau ke atas, kemudian tariklah bahu ke belakang dan ke bawah untuk
mengangkat tubuh ke atas. Menarik dengan lengan adalah langkah akhir
dari latihan ini. Latihan ini otomatis akan memperkuat bagian lengan
juga sehingga akan makin mantap saat harus mengoper atau menggiring
bola

2. Glude Bridge

Ini merupakan latihan fisik yang bermanfaat untuk melatih bagian
otot gluteus, yakni salah satu dari tiga otot besar bokong karena latihan
ini mampu menjadi latihan yang meningkatkan keseimbangan tubuh para
pemain basket. Caranya sangatlah sederhana, yakni dengan berbaring
telentang dengan kedua tangan berada di kedua sisi tubuh dan menekuk
kaki.

Bokong kemudian diangkat perlahan ke atas setinggi yang Anda
bisa sambil kedua tangan tetap ada di sisi tubuh menahan tubuh. Setelah
perlahan diangkat ke atas, secara perlahan juga bisa turunkan bokong

194

kembali menempel pada permukaan lantai atau matras. Ulangi beberapa
kali, paling tidak 10-20 kali repetisi setiap latihan.

3. Globet Squat

Istilah untuk latihan fisik basket yang satu ini mungkin
kedengarannya agak asing, kettlebell yang dipegang dengan kedua
tangan di depan dada. Ambil posisi jongkok dan angkat pinggul ke
belakang serta ke bawah sambil menjaga tumpuan berat badan ada pada
tumit tanpa mengangkat jari-jari kaki.

Tahanlah dengan baik antara kettlebell dan dada sambil juga siku
menyentuh bagian lutut sebelum kemudian bangkit berdiri
mengencangkan melalui pinggul; ulangi 10 kali setiap latihan.

4. Front Squat

Teknik latihan fisik ini dilakukan dengan mengangkat dada ke
atas sambil punggung dijaga tetap rata. Sementara itu, biarkan siku dalam
posisi tinggi sepanjang gerakan supaya bar tetap ada pada pundak dan
ketika tubuh turun, pinggul dorongkan ke belakang seperti posisi hendak
duduk. Berat badan tumpukanlah pada tumit dan turunlah sampai paha
sejajar dengan permukaan lantai sehingga seluruh kelompok otot kaki
bisa terlibat dan menerima efek baik dari latihan fisik ini.

5. Romanian Deadlift

Melakukan latihan fisik basket ini dengan mengambil posisi awal
berdiri dengan kaki selebar bahu. Tangan dalam posisi memegang
dumbbell pada tiap sisinya dan tumpuan berat badan harus pada setengah
bagian belakang kaki.

Gerakkan pinggul ke belakang sambil menurunkan dumbbell
sejauh yang bisa dilakukan sambil menjaga postur tubuh atau punggung
lurus. Kembalilah pada posisi awal setelah menahannya beberapa detik,

195

yakni posisi berdiri. Lebih dianjurkan untuk melakukan latihan gerakan
ini 10 kali repetisi.

6. Barbell Curl and Press

Latihan fisik yang satu ini bertujuan untuk melatih otot bahu para
pemain basket. Caranya, gunakan barbell dengan posisi tubuh berdiri
dengan kaki dibuka selebar bahu lalu bawa barbel ke depan dada sambil
menekuk lengan. Sementara untuk barbell press, adalah gerakan
mengangkat barbell di mana kedua tangan lurus ke atas dan barbell ada
di atas kepala. Posisi tubuh harus tegak dan benar untuk mendapatkan
hasil terbaik.

7. Chin Up

Materi latihan fisik ini juga sangat direkomendasikan untuk
pemain basket, khususnya bila ingin memperkuat bagian otot bisep dan
punggung bagian atas. Teknik latihan fisik basket ini memiliki dasar
gerakan yang hampir mirip dengan pull up, yakni dengan memanfaatkan
tiang horisontal dan bergelantungan di sana, mengangkat tubuh hingga
dagu berada di atas garis horisontal.

Lakukan hingga beberapa kali repetisi secara rutin hingga tubuh
bagian atas sudah tak lagi sanggup untuk terangkat. Otot bagian tubuh
atas otomatis akan mendapatkan manfaatnya.

8. Lateral Bound

Teknik latihan ini dilakukan dengan posisi berdiri secara
seimbang di mana tumpuan berat badan ada pada kaki kanan sambil kaki
kiri juga menapak di lantai. Lakukan squat sedikit dengan kaki kanan dan
kemudian gunakan kaki meluncur melompat ke arah kiri.

196

Regangkan pergelangan kaki, lutut sekaligus pinggul lalu
gunakan kaki kiri untuk mendarat sambil menjaga keseimbangan. Tahan
pada hitungan ketiga dan pindah ke kanan; setiap sisi bisa lakukan
repetisi 10 kali.

9. Power Lunge

Bagi pemain basket, teknik latihan ini bermanfaat untuk
meningkatkan kualitas saat bermain rebound. Caranya, lakukan dengan
posisi berdiri lebih dulu, lalu langkahkan salah satu sisi kaki ke depan,
tekuklah bersamaan dengan kaki yang ada di belakang. Posisi tangan
boleh berada di pinggang atau bisa juga berada di depan saat
menekukkan kedua kaki. Lakukan beberapa kali repetisi agar manfaatnya
bisa dirasakan lebih maksimal.

10. Lateral Lunge

Pemain basket juga perlu memiliki otot pinggul dan paha yang
kuat. Lateral Lunge bisamenjadi solusi untuk melatih otot pinggul dan
paha. Caranya dilakukan dengan posisi berdiri dan langkahkan kaki ke
kanan sambil jari kaki dijaga lurus ke depan dan kaki rata. Lalu ambil
posisi berjongkok menggunakan kaki sisi kanan dan kaki kiri lurus
sambil tumpuan berat badan diberikan pada kaki kanan sampai tumit.

Berjongkoklah serendah mungkin sambil menjaga kaki kiri lurus
dan selama 2 detik bisa Anda tahan sebelum kembali pada posisi ebrdiri
semula. Ulangi cara ini 10 kali repetisi sebelum bergantian dengan kaki
sisi lainnya.

B. Latihan Daya Tahan

Latihan daya tahan merupakan kegiatan fisik bulutangkis, sepak
bola, bola basket, lari jarak jauh, renang dan bersepeda dibatasi oleh
kapasitas system sirkulasi (jantung, pembuluh darah, dan darah) dan
system respirasi (paru) untuk mendistribusikan oksigen ke otot yang

197

sedang bekerja dan mengankut limbah dari otot-otot tersebut
(Fenanlampir & faruq, 2015:64). Menurut Sidik, Pesurnay & Afari
(2019:149) daya tahan adalah kemampuan tubuh dalam melakukan
aktivitas/ kerja dalam jangka wkatu yang lama tanpa mengalami
kelelahan yang signifikan, disertai dengan pemulihan yang cepat.

Untuk melatih daya tahan tubuh serta stamina seorang pemain
bulu tangkis, kegiatan yang bisa dilakukan adalah gerakan yang
mempunyai nilai aerobik. Ada satu contoh latihan aerobik dan anaerobik
yang bisa dipraktikkan supaya daya tahan tubuh pemain bisa terus stabil
dan bahkan mengalami peningkatan. Latihan lari selama 40-60 menit
dengan kecepatan yang bervariasi. Tujuan latihan ini adalah
meningkatkan kemampuan daya tahan aerobik dan daya tahan otot.
Artinya, pemain dipacu untuk berlari dan bergerak dalam waktu lama dan
tidak mengalami kelelahan yang berarti. Seseorang dikatakan memiliki
daya tahan yang baik oitu adalah mampu melalukan aktivitas dalam
waktu yang lama tanpa rasa lelah, pemulihan tubunya cepat setelah
melakukan aktibitas gerak, denyut nadi kerjanya berjalan lambat naiknya,
denyu nadi istirahat berjalan cepat turunnya (Sidik, Pesurnay & Afari
2019:149). Selanjutnya proses latihan lari ini ditingkatkan kualitas
frekuensi, intensitas, dan kecepatan, yang akan berpengaruh terjadinya
proses anaerobik (stamina) pemain. Artinya, pemain itu mampu bergerak
cepat dalam tempo lama dengan gerakan yang tetap konsisten dan
harmonis.

C. Latihan Fleksibilitas

Fleksibilitas atau kelentukan adalah kemampuam tubuh untuk
melakukan gerakan yang seluas-luasnya (widest) dalam ruang geak
persendian, dan sangat didukung oleh dan tergantung pada elastistas otot,
tendon, dan ligament (Sidik, Pesurnay & Afari 2019:83). Fleksibilitas
adalah komponen kesegaran jasmani yang sangat penting dikuasi oleh
setiap pemain bulutangkis. Dengan karakteristik gerak serba cepat, kuat,

198

luwes namun tetap bertenaga, pembinaan kelenturan tubuh harus
mendapat perhatian khusus. Latihan fleksibilitas harus mendapat porsi
yang cukup. Orang yang kurang lentur rentan mengalami cedera di
bagian otot dan daerah persendian. Di samping itu, gerakannya
cenderung kaku sehingga banyak menggunakan energi, kurang harmonis,
kurang rileks, dan tidak efisien. Latihan-latihan peregangan dengan
kualitas gerakan yang benar memacu komponen otot dan persendian
mengalami peregangan yang optimal. Oleh karena itu, fleksibilitas ini
harus dilatih dengan tekun dan sistematis.

D. Latihan Kecepatan

Kecepatan adalah kemampuan seseorang berpindah dari satu
tempat ke tempat yang lain dengan waktu yang cepat (Wiradihardja &
Syarifudin 2017:119). Menurut Nurrocmah (2016:186) kecepatan adalah
kemampuan seseorang untuk berpindah tempat/bergerak pada seluruh
tubuh atau bagian dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu yang
singkat atau cepat.

Aspek kecepatan dalam bulutangkis sangat penting. Pemain harus
bergerak dengan cepat untuk menutup setiap sudut-sudut lapangan
sambil menjangkau atau memukul kok dengan cepat. Cara untuk
bergerak cepat adalah melatih kecepatan tungkai/kaki. Aspek kecepatan
dalam bulutangkis juga bermakna pemain harus cekatan dalam
mengubah arah gerak dengan tiba-tiba, tanpa kehilangan momen
keseimbangan tubuh. Bentuk-bentuk latihannya antara lain:

1. Lari cepat dalam jarak dekat (sprint).
2. Lari bolak-balik, jarak enam meter (shuttle run).
3. Meningkatkan kualitas latihan dengan menggunakan beban,

rintangan, dan lain-lain.
4. Melakukan Jongkok-berdiri dan diikuti lari cepat dalam jarak dekat

199

E. Latihan Kelincahan

Kelincahan (agility) adalah kemampuan seseorang untuk dapat
mengubah arah dengan cepat, singkat dan tepat pada waktu bergerak
tanpa kehilangan keseimbangan (Sumaryoto & Nopembri 2014:148).
Widiastuti (2015:16) berpendapat bahwa kelincahan adalah kemampuan
seseorang untuk mengubah arah atau posisi tubuh dengan cepat/singkat
yang dilakukan bersama-sama dengan gerakan lainnya (dengan tepat).
Untuk menjadi seseorang yang lincah perlu kuat, cepat, terampil dan
seimbang, maka itu perlu latihan bergerak cepat melewati tanda-tanda
yang telah dipasang sedemikian rupa (Rahayu 2017:38).

Didalam permainan bulutangkis kelincahan dibutuhkan untuk
mengubah arah gerak secara tiba- tiba dan berhenti secara tiba- tiba tanpa
kehilangan keseimbangan, selain itu pemain juga harus dapat
menjangkau dan memutar badan dengan cepat, serta melangkah lebar
tanpa kehilangan keseimbangan tubuh. Latihan kelincahan bisa dengan
lompat tali dan latihan footwork.

F. Latihan Koordinasi

Koordinasi adalah salah satu kemampuan motorik yang kompleks
(Fenanlampir & faruq, 2015:158). Koordinasi sangat erat kaitanya
dengan kecepatan, kekuatan, daya tahan dan fleksibilitas serta sangat
penting untuk mempelajari dan menyempurnakan teknik dan taktik.
Kemampuan koordinasi yang dimiliki seorang pemain bulutangkis sangat
diperlukan dalam melakukan smash yang cepat, akurat dan tepat pada
sasaran dituju, agar mendapatkan nilai (point). Dalam pelaksanaanya
smash melibatkan seluruh otot lengan sehingga kok katuh pada sasaran
yang dituju. Koordinasi tersebut meruoaka koordinasi mata-tangan

200

DAFTAR RUJUKAN

Adelrasoul, E, Mahmoud I, & Stergio P. 2015. The Accuracy of Real
Time Sensor in an Instrumented Basketball. Procedia Enginering,
112:202-206.

Arias, J.L dkk. 2016. Effect of Ball Mass on Dribble, Pass,and Pass
reception in 9-11 Years Old Boys Basketball. Research Quarterly
For Exercise and Sport. 83(3): 407- 412.

Cengis, S dkk. 2013. The Effect of Regular Basketball Education on
Children Some Anthopometric Parameters and Vertical Jump.
Turkish Journal of Sport and Exercise. 15(3):7-10.

Cetin, E. 2014. Analysis of jump shot performance among 14-15 year old
male basketball player. Procedia – Social and Behavioral
Sciences, 116: 2985 – 2988.

Cooper, J.M. 1975. The Theory and Science of Basketball. Lea &
Febiger: Philadelphia.

Dwiyogo, W. 2014. Analisi Kebutuhan Pengembangan Model
Rancangan Pembelajaran Berbasis Blended Learning (PBBL)
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pemecahan Masalah. Jurnal
Pendidikan Dan Pembelajaran (JPP), 21(1), 71–78.

Dwiyogo, W. 2018. Developing a Blended Learning-Based Method for
Problem-Solving in Capability Learning. Tojet - The Turkish
Online Journal of Educational Technology, 17(1), 51–61.

Dwiyogo, W. D. 2018. Pembelajaran PENJAS Berbasis Blended
Learning. Depok: Rajawali Pers.

Dwiyogo, W. D., & Radjah, C. L. 2020. Effectiveness , Efficiency and
Instruction Appeal of Blended Learning Model. 16(4), 91–108

201

Dwiyogo, W. D., Isaci, E., & Rodriguez, S. 2020. Blended Development
Learning of Soccer Courses for Education in Physical Health and
Recreation Students. 31(Ismophs 2019), 6– 13.

Dwiyogo. 2016. Pembelajaran Berbasis Blended Learning: Model
Rancangan Pembelajaran & Hasil Belajar Pemecahan Masalah.
Malang: Wineka Media

FIBA. 2014. Official Basketball Rules 2014.

Gunarsa, Singgih D. 2008. Psikologi Olahraga Prestasi. Jakarta: Gunung
Mulia.

Hanna, S.J. 2014. Comparison of Some Kinematic Variables of Layup
Basketball of Older and Young Players. The Swedish Journal of
Scientific Research. 7(1): 6-8.

Hidayat, Y. 2009. Psikologi Olahraga. Bandung: CV. Bintang
Warliartika

Ibanez, S.J dkk. 2009. Effect of Consecutive Basketball Games on The
Game Related Statistic that Discriminate Winner and Lossing
Team. Journal of sport Science and Medicine. 8(1): 458-462.

Kalidasan, M & Nageswaran, A.S. 2016. Effect of Different Training on
Speed and Dribbling Performance Among Intercollegiate
Basketball Players. Indian Journal Of Research. 4(9): 143-145.

Kong, Z dkk. 2015. The Influence of Basketball Dribbling on Repeated
High-IntensityIntermittent Runs. Jurnal of Exercise And Science.
2(1):1-6.

Krismanto, 1994. Cedera Olahraga Dan Pertolongan Pertama,
Symposium Cedera Olahraga. Surabaya: Pedosri.

Mylsidayu, Apta. 2015. Psikologi Olahraga. Jakarta Bumi: Askara.

202

Oliver, J. 2004. Dasar-dasar Bola Basket. Human kinetic: United States
of America.

Pfeifer R.P, Thygerson A, Palmieri N. F, Gulli B, & Ossman E. W. 2012.
Pertolongan Pertama dan Pencegahan Cidera Olahraga. Jakarta:
Erlangga.

Podmenik, N. 2012. The Effect of Introducing a Smaller and Lighter
Basketball on Female Basketball Players’ Shot Accuracy. Journal
of Human Kinetics, 3(1): 131‐137.

Pojskic, H. 2014. The relationship between physical fitness and shooting
accuracy of professional basketball players. Motriz, Rio Claro,
3(2): 408-417.

Pojskic, Haris. 2009. Differences Between Successful and Unsuccessful
Basketball Teams On The Final Olympic Tournament. Acta
Kinesiologica, 3(2): 110-114.

Raiola, G. 2016. Descriptive Shot Analysis in Basketball. Journal of
Human Sport & Exercise. 11(1):259-266.

Schaafsma, F. 1977. Basketball For Women. Wm C Brown Company
Publishers: United States of America.

Stocker, G. 1984. Bola Basket dari permainan sampai Pertandingan. PT
Gramedia: Jakarta.

Struzik, A. 2014. Biomechanical Analysis of The Jump Shot Basketball.
Journal of Human Kinetics. 42: 73-79

Sukrna I.P. 1994. Penyebab Cedera Olahraga. Surabaya: Lab. UPF Ilmu
Bedah FK. Unair Surabaya.

Supriyadi & Wardani, H.E. 2009. Buku Ajar Anatomi Manusia. Malang:
UM Press.

203

Thamrinsyam, 1994. Pandangan Umum Cedera Olahraga. Surabaya:
Simposium Sport Medicine.

Tim penyusun buku Pedoman P3K. 2001. Pedoman Pertolongan
Pertama. Jakarta : Kantor Pusat palang Merah Indonesia.

Tim Penyusun Katalog FIK. 2016. Katalog Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Malang: FIK UM.

Varghese, J. 2014. Effect of Resistance Training On Shooting
Performance of Basketball Players. International Journal of
Physical Education, Fitness, and Sport. 3(4): 133-138.

Varghese, J. 2015. Effect of Resistance Training On Passing Ability of
Basketball Players. International Journal of Physical Education,
Fitness, and Sport. 8(1): 28-31.

Wibowo, H. 2007. Pencegahan dan Penatalaksanaan Cedera Olahraga.
Jakarta: EGC.

Wissel, H. 2000. Bola Basket. PT Rajagrafindo Persada: Jakarta
Worthy, D.A. 2009. Choking and Exelling at The Free Throw Line. The

International Journal of Creativity & Problem Solving. 19(1): 53-
58.
Zambova, D. 2012. An Efficiency Shooting Program for Youth
Basketball Players. Sport Logia, 8(1): 87-92.

204

LAMPIRAN
Sumber Belajar Online
Sumber belajar online merupakan sumber bahan ajar untuk pebelajar
dengan menggunakan media internet. Beberapa platform bisa digunakan
seperti google classroom, facebook, Edmodo, quiziz dan lain-lain.
Penulis memilih platform google classroom untuk media berbasis
internet dengan materi pembelajaran mata kuliah Bolabasket. Akun
google classroom penulis dengan nama Indi Ni’matur Rohmatika.
Adapun untuk mengakses kelas dapat menggunakan kode kelas :
ddmrpkt

205

Materi Kelas Online
206

Sumber Belajar Offline (Flipbook)
207


Click to View FlipBook Version