The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by indinimaturrohmatika, 2021-12-12 16:57:43

Pembelajaran Bolabasket Berbasis Blended Learning

Bismillah Buku Basket

mengatur rambut bagi mereka yang memiliki rambut panjang, agar
pandangan tidak terhalang. Namun, bagi mereka yang berkepala plontos
atau botak, penggunaan headband lebih kepada fungsi untuk menyerap
keringat. Jadi, tidak hanya sekadar untuk gaya-gayaan pemain saja.
• Shooting Arm Sleeve
Banyak pemain yang sekarang ini menggunakan shooting arm sleeve.
Alasannya, dapat membantu para pemain basket tersebut untuk lebih
mudah menggunakan teknik dribble, memegang bola basket dan
bergerak dalam menembak bola. Hal itu bukan tanpa alasan, karena arm
sleeve mampu menjaga kehangatan otot dan mencegah terjadinya luka
robek, sehingga pemain lebih leluasa dalam melakukan pergerakan
• Kacamata

Fungsi kacamata adalah untuk memperjelas padangan para
pemain yang memiliki kekurangan dalam penglihatan, khususnya bagi
mereka yang tidak ingin menggunakan kontak lens.
• Mouthguard

Mouthguard atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan
pelindung gigi tidak hanya dipakai pada olahraga tinju, di banyak jenis
olahraga lain alat ini juga digunakan, termasuk olahraga bola
basket. Fungsi dari mouthguard adalah melindungi gigi saat terjadi
benturan antar pemain dan menghindari berbagai jenis pelanggaran.
• Leg Sleeve

Fungsi penggunaan leg sleeve atau leg pad hampir sama
dengan arm sleeve, terutama dalam membantu pergerakan kaki agar
lebih leluasa. Karena saat menggunakan leg sleeve maka kamu akan
merasakan bahwa benda tersebut dapat menghangatkan otot, menyerap
dan mengeringkan keringat, membantu menghilangkan rasa sakit dari
otot, dan mempercepat pemulihan otot, cocok juga untuk melatih
lompatan saat latihan
• Handband

Handband mungkin sudah jarang dipakai oleh para pemain
professional, terutama di NBA. Mungkin dikarenakan tren

89

penggunaan arm sleeve maka handband sudah jarang dipakai.
Fungsi handband adalah untuk memudahkan seorang pemain menyeka
atau mengelap keringat saat bermain.
E. Score Table

Score table dalam bolabasket mempunyai peran penting dalam
jalannya suatu pertandingan bolabasket. Score table berada pada sisiluar
tengah lapangan. Berikut pembagian tugas dalam score table:

a. Shot Clock Operator, bertugas me-reload short clock (24 detik)
dan juga bertugas menghitung foul dan tim foul.

b. Timer, bertugas mengatur waktu pertandingan.
c. Komisioner, sebagai pengawas pertandingan.
d. Scorer, menuliskan laporan score sheet.
e. Assistant Scorer, membantu tugas dari scorer dan membantu

mengubah score pertandingan di score board.

90

BAB VIII
PERATURAN PERMAINAN BOLABASKET

Pada bagian ini akan disajikan materi tentang peraturan
pertandingan bolabasket dengan tujuan mahasiswa diharapkan
memahami dan mampu menjelaskan peraturan pertandingan bolabasket.

1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari BAB VIII, mahasiswa diharapkan dapat:
a. Menjelaskan peraturan dasar pertandingan bolabasket
b. Menjelaskan foul dalam pertandingan bolabasket
c. Menjelaskan violation dalam pertandingan bolabasket

2. Kegiatan Belajar
Setiap permainan pasti memiliki peraturan yang harus anda patuhi

ketika bermain dalam suatu pertandingan. Dalam permainan bolabasket
pun memiliki peraturan yang harus di ketahui. Peraturan bolabasket
merupakan peraturan yang bisa dibilang lebih rumit dibandingkan
dengan olahraga lain, sehingga permainan ini tidak bisa dimainkan
spontan sperti halnya sepakbola. Dalam bola basket terdapat dua jenis
pelangggaran, pertama dinamakan Violation yang biasanya
dilambangkan oleh wasit dengan tangan terbuka, yang kedua biasa
disebut Foul dan wasit biasa melambangkannya dengan tangan
menggenggam ke atas. Hukuman atas violation biasanya hanya diberikan
lemparan ke dalam oleh wasit, sedangkan jika terjadi foul, wasit akan
menghukum sesuai dengan tempat dimana pemain dilanggar, dan jenis
pelanggaran. Peraturan yang digagas oleh FIBA dan NBA cukup berbeda
terutama violation. Hal ini dikarenakan menyesuaikan dengan kondisi
pertandingan di Amerika yang cenderung atraktif. Peraturan dasar dalam
permainan bola basket secara umum antara lain:

91

a. Bola dapat dilemparkan ke segala arah memakai kedua tangan atau
satu tangan saja.

b. Bola dapat dipukulkan ke segala arah menggunakan kedua tangan
atau satu tangan. Tetapi tidak boleh dipukul dengan kepalan tangan
atau biasa disebut dengan meninju

c. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain
harus melemparkan bola dimana titik dia menerima bola. Tetapi
diperbolehkan berlari dengan kecapatan biasa.

d. Jika salah satu tim melakukan pelanggaran sebanyak 3 kalibsecara
berturut. Maka akan terhitung poin untuk tim lawan.

e. Bola hanya boleh dipegang oleh telapak tangan. Anggota lain atau
lengan tidak diperbolehkan untuk memegang bola

f. Pemain tidak diperbolehkan memukul, mendorong atau menjegal
pemain yang lain dengan segala cara.

g. Jika bola keluar lapangan, maka bola akan dilemparkan ke dalam
lapangan dan dimainkan oleh pemain yang menyentuh bola pertama
kali.

h. Waktu permainan 4 x 10 menit jika berpedoman dengan aturan
Federasi Bola Basket Internasional. Versi National Basketball
Association waktu bermain adalah 4 x 12 menit. Di antara babak
(quarter) 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10
menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus
diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara
dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit.

i. Setiap regu diberi kesempatan untuk melakukan time out sebanyak
dua kali untuk setiap babak dan satu kali dalam setiap waktu
tambahan. Time out akan diberikan pada satu regu setelah pencatat
skor memberitahukan pada wasit dengan bel sebagai tanda isyarat
dan pada saat itu itu juga pemain diberhentikan sementara

j. Tim yang memiliki banyak point akan dinyatakan sebagai
pemenang.

92

Ketika sudah mengetahui beberapa peraturan dalam permainan
basket. Maka selanjutnya harus mengetahui juga pelanggaran-
pelanggaran dalam basket agar dapat meminimalisir untuk tidak
membuat pelanggaran agar tidak merugikan tim. Seperti yang diketahui
ada dua jenis pelanggaran yaitu violation dan foul.

A. Violation

Violation lebih tepatnya bisa dikatakan kesalahan dalam
bolabasket. Kesalahan ini terjadi tanpa adanya kontak dari pemain lawan.
Hukuman yang diberikan oleh wasit jika terjadi violation yaitu lemparan
kedalam untuk lawan di sekitar titik yang terjadi violation tersebut.
Berikut jenis-jenis violation beserta penjelasannya:

a. Shot Clock Violation yaitu melakukan pelanggaran ketika sedang
melakukan serangan lebih dari 24 detik sebelum menyentuh
keranjang basket. Jadi seorang pemain arus menembak bola ke
dalam ring maksimal dalam waktu 24 detik. Jika terjadi short clock
violation bola akan dimulai lagi dari garis luar bawah ring basket

b. Jumping yaitu pelanggaran ketika ingin melakukan shooting ke
keranjang basket dibarengi dengan lompatan tapi tidak jadi
melakukan shooting. Jika terjagi jumping dalam permainan, wasit
akan menghentikan permainan dan memulai lagi permainan dengan
lemparan ke dalam dari sekitar titik violation tadi

c. Back Ball/Back Court yaitu ketika pemain membawa bola kembali
ke pertahanan sendiri setelah melakukan penyerangan dan melewati
garis tengah.

d. 8-Second Violation adalah ketika tim C tidak keluar dari posisi
Defense (setengah lapangan tim C) selama 8 detik setelah tim C
memegang bola basket yang sebagian pemain telah melakukan
Offense yang telah berada di setengan tim lawan (tim D) . Dan bola
basket dikembalikan ke tim D.

93

e. Five Second violation yaitu sebuah violation dimana pemain tidak
segera melakukan throw in dalam waktu 5 detik.

f. Deffensive 3 second yaitu pelanggaran terhadap pemain yang diam di
area pertahanan sendiri selama 3 detik ketika tim lawan. Dan pihak
lawan diperbolehkan melakukan 1 throw-in.

g. Offensive 3 second merupakan pelanggaran karena pemain diam
selama 3 detik di area tim lawan ketika melakukan defense. Dan bola
akan berpindah ke pihak lawan.

h. Kick Ball Violation merupakan pelanggaran karena bola yang
dikuasai mengenai kaki pemain lawan, baik itu saat melakukan
passing atupun dribbling.

i. Jump Ball, Jump ball terjadi apabila terjadi perebutan bola antar satu
pemain dengan pemain lawan. Wasit akan menghentikan permainan
dan akan mengikuti arrow pertandingan. Arrow digunakan untuk
melihat tim mana yang akan memperoleh bola saat terjadi jump ball.
Berbeda jika pertandingan dibawah naungan NBA, di NBA jika
terjadi jump ball wasit akan menunjuk lingkaran tengah yang
kemudian akan dilakukan kembali tip off.

j. Carrying merupakan kesalahan seorang pemain dalam mendribel
bola. Carrying terjadi apabila pemain mendribbel bola namun tangan
yang digunakan untuk mendribbel terlalu lama menyentuh bola
seakan-akan bola tidak akan dipantulkan ke lantai.

k. Double Dribble adalah ketika bola dinyatakan dalam keadaan mati
dan ada pemain yang mendrible bola tersebut.

l. Travelling merupakan salah satu violation yang terjadi bila seorang
pemain salah melakukan pivot, dimana poros tumpuan kaki bergerak

B. Foul
Foul dalam bola basket terjadi apabila pemain berniat mencederai

atau menghentikan pemain dengan cara yang salah. Hukuman yang
diberikan jika suatu tim melakukan foul beragam, jika foul dilakukan saat
pemain melesatkan tembakan akan dihukum dengan satu, dua, ataupun

94

tiga kali free throw, tergantung dimana foul itu terjadi dan tergantung
pula dengan hasil shooting yang sebelumnya dilakukan, jika shooting
tersebut masuk ke dalam ring dan secara bersamaan terjadi foul akan
dihukum dengan satu kali tembakan free throw. Namun jika seorang
pemain melakukan foul saat pemain lawan melakukan three point shoot,
maka tim tersebut akan langsung dihukum tiga kali tembakan free throw.
Berikut jenis-jenis foul dalam bolabasket beserta penjelasannya:
a. Personal Foul yaitu sebutan pelanggaran oleh pemain yang telah

melakukan foul.
b. Double Foul Pelanggaran yang dilakukan oleh pemain penyerang

dan bertahan dan pemain bertahan.
c. Holding terjadi apabila di saat pemain melakukan shoot namun

pemain lawan mencoba menghadangnya dengan illegal entah itu
dengan memegang tangan atau badan.
d. Charging Foul akan diberikan kepada pemain yang sedang offense
yang dan menabrak pemain lawan yang sudah siap dan posisi
defense yang benar untuk menghadang pemain yang melakukan
offense. Ketika pemain lawan menabrak defender di bagian torso-nya
(badan bagian tengah).
e. Team Foul yaitu pelanggaran yang dilakukan oleh tim dalam satu
babaknya. Jika sudah melakukan foul sebanyak 5 kali maka, jika tim
tersebut melakukan foul yang ke enam dan seterusnya akan
diberikan free throw kepada tim lawan.
f. Pushing, yaitu pelanggaran dengan melakukan dorongan pemain
lawan
g. Blocking Foul yaitu pelanggaran yang dilakukan ketikan melakukan
pelanggaran yang cukup keras dalam menghalangi pemain lawan.
Jika blocking foul dilakukan saat pemain melakukan shooting, maka
tim tersebut akan dihadiahi free throw. Sedangkan bila terjadi saat
pemain tidak melakukan shoot, maka tim yang bersangkutan akan
mendapat lemparan kedalam.

95

h. Technical Foul yaitu pelanggaran yang dilakukan secarateknis yang
berhubungan dengan peraturan pertandingan misalkan memaki
wasit, melakukan kekerasan terhadap pemain lain, mengeluarkan
kata-kata kotor, melakukan protes secara terus menerus terhadap
wasit dan lain lain. Tim yang melakukan technical foul akan diberi
hukuman dengan tembakan satu kali free throw, dan setelah itu akan
dilakukan lemparan kedalam untuk tim lawan di bidang permainan
tim yang melakukan technical foul.

i. Foul Out yaitu disaat ada pemain yang telah melakukan technical
foul sebanyak dua kali dalam satu pertandingan atau telah
melakukan foul sebanyak enam kali foul (NBA), lima kali foul
(FIBA) . Maka pemain itu dikenai foul out dan harus dkeluarkan dari
lapangan pertandingan

j. Offensive Foul merupakan pelanggaran yang dilakukan ketika ingin
melakukan ilegal pick disaat lawan kita dalam posisi charge atau
hands up yang benar.

k. Exceesive Swinging of Elbow pelanggaran ketika seorang pemain
menyikut pemain lawan.

l. Illegal Use of Hands Pelanggaran ketika terjadi saat pemain
melakukan shooting namun tangan yang digunakan untuk shoot
terdapat kontak dengan lengan lawan

m. Unsportman Like Foul pelanggaran yang dilakukan secara teknis
yang berhubungan dengan peraturan pertandingan misalkan
memukul dan menendang. Pemain yang melakukan jenis foul ini
akan langsung foul out dan tim akan diberi one tim foul.

Itulah beberapa jenis pelanggaran yang terjadi dalam permainan
bolabasket. Dalam pertandingan bolabasket, pelanggaran-pelanggaran
yang tak perlu tentu harus di hindari karena dapat merugikan sebuah tim.
Namun dalam situasi tertentu, tim akan melakukan pelanggaran guna
memenangkan pertandingan. Biasanya terjadi di saat pertandingan akan
berakhir dan terdapat salah satu tim yang tertinggal tipis point

96

pertandingannya. Tim yang kalah akan mencoba melakukan foul ringan
untuk mencegah pemain tersebut mengulur waktu. Dengan melakukan
foul, tim tersebut akan menghentikan waktu dan mencoba kembali
menyerang disaat ada kesempatan.

97

BAB IX
PERWASITAN PERTANDINGAN BOLABASKET

Pada bagian ini akan disajikan materi tentang perwasitan dalam
bolabasket dengan tujuan mahasiswa diharapkan memahami dan mampu
menjelaskan perwasitan dalam bolabasket.

1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari BAB IX, mahasiswa diharapkan dapat:
a. Menjelaskan kode sinyal scoring
b. Menjelaskan kode sinyal free throw
c. Menjelaskan kode sinyal clock
d. Menjelaskan kode sinyal administrative
e. Menjelaskan kode sinyal violation
f. Menjelaskan kode sinyal foul
g. Menjelaskan kode sinyal nomor punggung pemain

2. Kegiatan Belajar
A. Perwasitan dalam Pertandingan Bolabasket

Permainan bolabasket dipimpin oleh tiga orang wasit yang
mempunyai tugas yang sama yaitu melihat dimana terjadi suatu foul,
violation, atupun saat bola keluar lapangan. Posisi tiga wasit dalam
bolabasket juga berpindah-pindah sesuai dengan posisi bola agar lebih
efisien tenaga. Saat pertandingan berlangsung, wasit memiliki sebuah
tanda untuk menunjukkan apakah terjadi suatu violation atau foul. Jika
terjadi violation, wasit akan mengangkat tangan ke atas dengan telapak
tangan terbuka dan langsung akan memperagakan suatu sinyal.
Sedangkan untuk foul, jika terjadi foul dalam suatu pertandingan wasit
akan meniup peluit dan mengangkat tangan ke atas dengan telapak
tangan menggengam. Wasit akan langsung mendekati table pertandingan
dan memberikan sinyal jenis foul tersebut serta sinyal pemain dengan
nomor punggung berapa yang melakukan foul.

98

1. Kode Sinyal Wasit

Dalam permainan bola basket terkadang kita kurang faham
berbagai kode wasit bola basket yang digunakan oleh wasit dalam
pertandingan. Sinyal tangan yang diilustrasikan pada peraturan di bawah
ini merupakan sinyal-sinyal yang hanya digunakan oleh wasit. Sinyal-
sinyal tersebut digunakan saat terjadi bola masuk ke dalam ring
(Scoring), foul, dan violation. Sinyal tersebut juga berguna untuk
mengetahui pemain nomor punggung berapa yang melakukan
pelanggaran. Sinyal-sinyal tersebut harus digunakan oleh semua wasit di
setiap pertandingan. Merupakan hal yang juga sangat penting bagi
petugas table untuk mengenali sinyal-sinyal ini. Sebelum mengetahui
tentang sinyal wasit, maka perlu diketahui langkah-langkah wasit jika
terjadi foul ataupun violation.

a. Wasit akan meniup peluit yang dibarengi dengan lengan salah satu
wasit diangkat ke atas dengan telapak terbuka jika terjadi violation,
sedangkan untuk foul telapak tangan wasit akan menggenggam.
Tangan yang lain akan menunjuk posisi saat terjadi pelanggaran.

b. Jika yang terjadi adalah violation wasit akan memberikan sinyal
dimana saat itu berdiri. Sedangkan jika terjadi foul wasit akan
menghadap ke score table untuk membuat laporan. Laporan pertama
yaitu laporan tentang nomor punggung pemain yang melakukan
pelanggaran, lau dilanjutkan dengan kode sinyal foul

Berikut merupakan kode sinyal wasit:

1) Scoring

Saat pemain berhasil memasukkan bola kedalam ring, wasit akan
memberikan kode sinyal berapa point tim tersebut mendapatkan angka,
berikut penjabarannya

• One Point

99

Kode one point digunakan saat free throw, dimana
pelaksanaannya jika bola benar-benar masuk didalam ring, wasit akan
mengayunkan jari ke bawah

Gambar 9. 1 Sinyal 1 Point
• Two Point

Kode sinyal two point digunakan saat pemain berhasil
memasukkan bola ke dalam ring dimana pemain tersebut saat melakukan
shooting berada didalam three point field goal. Wasit akan membuka dua
jari, dan jika masuk pergelangan tangan a kan diayunkan kebawah

Gambar 9. 2 Sinyal 2 Point
100

• Three Point Attempt
Kode sinya ini dilakukan saat pemain melakukan shooting three

point yakni dilakukan diluar garis three point field goal. Dan jika pemain
berhasil memasukkan bola ke dalam ring, wasit akan mengangkat kedua
tanggan dan tiga jari akan terbuka yang menunnjukkan tim tersebut
mendapat poin tiga.

Gambar 9. 3 Sinyal 3 Point
• Cancel Score

Kode ini digunakan apabila sebelum bola masuk ke dalam ring
terjadi pelanggaran yang mengakibatkan score yang diperoleh akan
dibatalkan.

101

Gambar 9. 4 Sinyal Cancel Score
2) Sinyal Free Throw

Jari yang diangkat oleh wasit menunjukkan berapa tembakan free
throw yang diperoleh tim yang dilanggar. Sedangkan untuk sinyal after
foul without free throw digunakan apabila pelanggaran yang terjadi tidak
terindikasi adanya free throw. Untuk sinyal after foul by team in control
of the ball adalah sinyal yang mengindikasikan terjadinya free throw.

Gambar 9. 5 Sinyal Free Throw
3) Berhubungan Dengan Clock

• Stop Clock For Violation
102

Sinyal ini digunakan apabila terjadi sebuah violation dalam
sebuah pertandingan bolabasket. Dalam prakteknya, semua sinyal
violation dimulai dengan mengarahkan tangan keatas dengan telapak
tangan ternuka.

Gambar 9. 6 Sinyal Stop Clock For Violation
• Stop Clock For Foul

Sinyal ini digunakan saat terjadi foul dalam suatu pertandingan
bolabasket. Semua sinyal foul dimulai dengan pertama meniup
peluit,lengan wasit diangkat keatas dengan telapa tangan menggenggam.

Gambar 9. 7 Sinyal Stop Clock For Foul
103

• Time in
Sinyal ini dugunakan saat pertandingan dimulai, dengan dibarengi

oleh peluit oleh wasit.

Gambar 9. 8 Sinyal Time In
• Twenty Four Second Reset

Sinyal ini digunakan apabila,bola masih dikuasai oleh salah satu
tim selama 2 kali 24 detik.

Gambar 9. 9 Sinyal Twenty Four Second Reset
104

4) Administratif
• Subtitution
Wasit akan menyilangkan pergelangan tangan jika salah satu tim

akan melakukan pergantian pemain

Gambar 9. 10 Sinyal Substitution
• Beckoning-in

Wasit akan mengayunkan pergelangan tangan layaknya
memanggil seseorang. Beckoning-in merupakan sinyal yang digunakan
oleh wasit untuk memanggil pemain ataupun ofisial tim

Gambar 9. 11 Sinyal Beckoning-in
105

• Charged Time Out
Sinyal ini digunakan jika salah satu tim meminta untuk time out.

Dalam satu quarter pertandingan bolabasket, setiap tim diberi jatah 2 kali
time out.

Gambar 9. 12 Sinyal Charged Time Out
• Communication Beetwen Official dan Table

Gerakan dalam sinyal ini yaitu mengarahkan jempol ke arah
table. Biasanya situasi seperti ini terjadi apabila ada sesuatu yang
meragukan dari keputusan wasit yang telah diambil.

• Visible Count
Gerakan yang dilakukann dengan mengayunkan lengan dari

samping kedepan ini berguna untuk menghitung detik saat terjadi five
second maupun eight second violation

106

Gambar 9. 13 Sinyal Visible Count
5) Sinyal untuk Violations

Sinyal violation yang dilakukan oleh wasit memiliki ciri
tersendiri, yakni sebelum wasit memberikan sinyal tentang apa violation
yang telah terjadi, salah satu lengan wasit akan diangkat ke atas dengan
telapak tangan terbuka. Berikut adalah penjelasan mengenai sinyal
violation:

• Travelling
Sinyal ini diberikan jika terjadi violation yang dinamanakan

travelling, yakni apabila poros tumpuan pivot yang seharusnya dilarang
untuk bergerak, namun dalam hal ini pemain menggerakkan kaki poros.
Wasit akan mengangkat tangan ke atas dengan telapak tangan terbuka
dan memutarkan tangan.

107

Gambar 9. 14 Sinyal Traveling
• Double Dribbling

Jika dalam pertandingan bolabasket terjadi double dribbling,
maka wasit akan meniup peluit dan mengangkat tangan dengan telapak
tangan terbuka, lalu memberikan sebuah kode dengan mengayunkan
tangan ke atas dan ke bawah.

Gambar 9. 15 Sinyal Double Dribbling
• Carrying The Ball

108

Carrying meruapakn suatu violation dalam bolabasket sehingga
wasit akan mengangkat lengan ke atas sembari telapak tangan terbuka,
dan memberikan kode dengan membalikkan telapak tangan.

Gambar 9. 16 Sinyal Carrying The Ball
• Three Second Violation

Saat terjadi violation, wasit akan langsung meniup peluit dengan
mengangkat salah satu tangan ke atas dengan telapak tangan terbuka,
kemudia tangan yang slainnya menunjuk pemain yang melakukan three
second violation dengan menggunakan tiga jari.

Gambar 9. 17 Sinyal Three Second Violation
109

• Five Second Violation
Five second violation terjadi akibat pemain tak kunjing

melakukan lemparan kedalam dalam kurun waktu lima detik. Setelah itu
wasit akan langsung meniuppeluit yang mengangkat salah satu lengan ke
atas dengan telapak tangan terbuka dan menunjuk si pemain dengan 5 jari

Gambar 9. 18 Sinyal Five Second Violation
• Eight Second Violation

Jenis violation ini terjadi apabila pemain tak kunjung melewati
garis setengah permainan dalam waktu delapan detik saat akan
menyerang. Wasit akan meniup peluit dan mengangkat salah satu lengan
dengan telapak tangan terbuka yang kemudian menunjukkan delapan jari.

110

Gambar 9. 19 Sinyal Eight Second Violation
• Backourt Violation

Backcourt violation terjadi apabila pemain yang membawa bola
kembali ke daerah pertahanan setelah melewati garis tengah. Wasit akan
menggunakan kode dengan menjulurkan lengan ke depan serta tangan
yang satunya bergerak ke kiri dan ke kanan diatasnya.

Gambar 9. 20 Sinyal Backourt Violation
• Deliberate Foot Ball

Jenis ini terjadi apabila pemain lawan yang tidak membawa bola
menahan bola dengan kaki. Sinyal yang diberikan oleh wasit yakni salah
satu lengan wasit menunjuk kaki.

111

Gambar 9. 21 Sinyal Deliberate Foot Ball
• Out Of Bound

Out of bound adalah jika bola telah keluar lapangan. Wasit akan
menunjuk kearah offense dari sebuah tim

• Jump Ball Situation
Jump ball terjadi apabila terjadi perebutan bola sehingga tidak

mungkin untuk dilanjutkan. Dimana score teble akan menentukan tim
mana yang akan memperoleh bola. Wasit akan membuat sebuah sinyal
berupa ibu jari diacungkan ke atas.
6) Sinyal untuk Foul

Jika foul terjadi, wasit akan meniup peluit dan mengangkat salah
satu lengan keatas dengan telapak tangan menggenggam, kemudian
berlari didepan score tabel dan menunjukkan sinyal bahwa terjadi sebuah
foul. Berikut berbagai penjelasan mengenai jenis-jenis sinyal foul dalam
bolabasket:

• Holding
Holding merupakan suatu foul dalam Bolabasket, Holding terjadi

apabila di saat pemain melakukan shoot namun pemain lawan mencoba
menghadangnya dengan illegal entah itu dengan memegang tangan atau
badan. Wasit akan mengangkat tangan keatas dengan telapak tangan
menggenggam, dan membuat sebuah kode dengan memegang salah satu
tangan.

112

Gambar 9. 22 Sinyal Holding
• Blocking Foul

Blocking foul terjadi apabila seseorang menghalangi pemain
dalam mendribel ataupun dalam melakukan sebuah shooting secara
ilegal. Sinyal yang digunakan wasit yaitu kedua tangan diletakkan di
pinggang.

Gambar 9. 23 Sinyal Blocking Foul
• Swinging of Elbow

Swinging of elbow merupakan sebuah foul yang dilakukan
seorang pemain yang menyikut lawan dengan sengaja. Sinyal yang

113

diberikan oleh wasit yakni lengan diposisikan seolah menyikut dan
diayunkan kebelakang

• Illegal Use Of Hands
Illegal use of hands merupakan salah satu foul dimana jika

pemain melakukan shooting, pemain lawan yang bermaksud melakukan
blocking melakukan kontak dengan tangan si pemain yang melakukan
shooting tersebut. Wasit akan memberikan sinyal dengan tangan akan
bersilangan.

Gambar 9. 24 Sinyal Illegal Use Of Hands
• Pushing

Seperti halnya namanya, pushing adalah suatu foul yang terjika
seorang pemain terbuktu mendorong pemain lawan. Wasit akan memberi
sinyal seakan-akan melakukan dorongan kepada lawan.

114

Gambar 9. 25 Sinyal Pushing
• Charging Foul & By Team in Control of the Ball

Charging foul akan diberikan kepada pemain yang sedang offense
yang dan menabrak pemain lawan yang sudah siap dan posisi defense
yang benar untuk menghadang pemain yang melakukan offense. Ketika
pemain lawan menabrak defender di bagian torso-nya (badan bagian
tengah). Dengan hal tersebut wasit akan memberikan sinyal berupa
dengan meninju salah satu telapak tangannnya

Gambar 9. 26 Sinyal Charging Foul & By Team in Control of the Ball
• Double Foul

115

Pelanggaran yang dilakukan oleh pemain penyerang dan bertahan
dan pemain bertahan. Wasit akan memberikan sinyal dengan
memberikan tanda X ke atas.

Gambar 9. 27 Sinyal Double Foul
• Technical Foul

Pelanggaran yang dilakukan secara teknis yang berhubungan
dengan peraturan pertandingan misalkan memaki wasit, melakukan
kekerasan terhadap pemain lain, mengeluarkan kata-kata kotor,
melakukan protes secara terus menerus terhadap wasit dan lain lain.
Wasit akan menunjuk sinyal dengan menyentuh telapak tangan dengan
ujung jari.

116

Gambar 9. 28 Sinyal Technical Foul
• Unsportman Like Foul

Pelanggaran yang dilakukan secara teknis yang berhubungan
dengan peraturan pertandingan misalkan memukul dan menendang.
Wasit akan memberikan sinyal dengan memgang salah satu lengan ke
atas.

Gambar 9. 29 Sinyal Unsportman Like Foul
• Disqualifying

Foul ini terjadi jika terjadi diskualifikasi oleh salah satu tim.
Wasit akan mengangkat dua lengan ke atas serta telapak tangan
menggenggam.

117

Gambar 9. 30 Sinyal Disqualifying
7) Pelaporan Nomor Punggung Pemain Ke Score Table

Seperti yang diketahui jika terjadi foul wasit akan meniup peluit
lalu mengangkat salah satu lengan ke atas dengan telapak tangan
menggenggam. Lalu wasit akan menghadap score table, dan laporan
yang paling pertama yaitu tentang nomor punggung pemain yang
melakukan foul. Berikut tentang sinyal nomor punggung:

Gambar 9.30 Sinyal Pelaporan Nomor Punggung Pemain Ke Score Table

118

BAB X
PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN BOLABASKET

Pada bagian ini akan disajikan materi tentang penyelenggaraan
pertandingan dalam bolabasket dengan tujuan mahasiswa diharapkan
memahami dan mampu menjelaskan penyelenggaraan pertandingan
dalam bolabasket.

1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari BAB X, mahasiswa diharapkan dapat:

a. Menjelaskan dan mempraktekkan penyelenggaraan pertandingan
bolabasket

2. Kegiatan Belajar

Penyelenggaraan pertandingan adalah kegiatan perencanaan dan
pelakanaan pertandingan atau perlombaan bolabasket. Pemberian
pengetahuan penyelenggaraan pertandingan ini bertujuan agar para
pengurus suatu pertandingan dapat merencanakan dan mengatur cara-
cara pertandingan, melakukan pencatatan hingga penyelenggaraan itu
berjalan lancar dan tertib. Terdapat tiga langkah utama dalam
penyelenggaraan pertandingan bolabasket:

A. Menentukan Bidang Tugas dan Struktur Organisasi

Luasnya tugas pemimpin pertandingan sangat ditentukan oleh
tujuan dan sifat usaha kerja sama. Makin besar sifat penyelenggaraan
pertandingan makin besar pua bagian-bagian yang akan di tanggung
dalam suatu organisasi yang dipimpimnya

B. Penentuan Anggaran

Dalam penentuan anggaran perlu diketahui dari mana sumber
keuangan untuk kebutuhan suatu even bolabasket dan juga harus

119

dipikirkan berapa besar kebutuhan untuk penyelenggaraan pertandingan
tersebut

C. Penentuan Peserta

Siapakah yang diperbolehkan atau dapat mengikuti pertandingan
dapat dibagi dalam dua jenis kelompok, yaitu:

1) Menurut Sifat Pertandingan
• Pertandingan seleksi
• Pertandingan invitasi
• Pertandingan kompetisi

2) Pembatasan Peserta
• Terbatas berdasarkan undangan yang telah ditentukan
• Terbatas sesuai dengan peraturan seperti Asian Games dan
Olimpiade

D. Penentuan Wasit

Penentuan wasit harus disesuaikan dengan level pertandingan
yang diselenggarakan, semakin tinggi level pertandingan semakin bagus
pula lisensi wasit yang dimiliki

E. Undangan Untuk Tim Bolabasket dan Wasit

Setelah ditentukan peserta, panitia segera memberikan undangan
dengan atau pemberitahuan disertai syarat-syarat yang harus dipenuhi,
serta pengumuman yang diperlukan

F. Menyiapkan Sarana dan Prasarana Pertandingan Bolabasket

Sarana dan Prasaran harus sesuai dengan kebutuhan, baik
mengenai jumlah ataupun kelayakan sarana dan prasarana. Sarana dan
prasarana sebisa mungkin di sesuaikan dengan peraturan FIBA atau
PERBASI

G. Menyusun Peraturan Pertandingan

120

Peraturan pertandingan adalah aturan-aturan yang dibuat dengan
tujuan untuk menjaga kelancaran dan ketertiban selama pertandingan
berlangsung yang berisi:

• Penentuan Peserta
• Peraturan Pertandingan yang dipakai
• Penyimpangan Peraturan Pertandingan
• Sistem Pertandingan yang digunakan
• Cara Penentuan Pemenang dan Penentuan Juara
• Penanggulangan terhentinya Pertandingan karena faktor nonteknis

Dalam menyusun peraturan pertandingan sebisa mungkin untuk
mengikuti aturan internasional ataupun nasional

H. Mengadakan Technical meeting

Mengadakan Technical meeting untuk mengesahkan peraturan
pertandingan dan melakukan pengundian tim serta penentuan wasit
dalam memimpin pertandingan. Technical meeting ini juga di ikuti oleh
perwakilan dari setiap tim

I. Membuat bagan pertandingan

Setelah dilakukan technical meeting panitia bertugas untuk
menyusun bagan pertandingan agar memudahkan setiap tim mengetahui
lawan yang akan dihadapi.

1) Menjelang Pertandingan

Kegiatan yang harus dilakukan saat menjelang mendekati
pertandingan antara lain:

a. Memeriksa kesempurnaan dan kelengkapan sarana dan prasarana
pertandingan

b. Memeriksa kelengkapan petugas dan wasit

121

c. Membagi tugas serta melakukan brifing keamanan pada petugas
keamanan agar pertandingan berjalan lancar

d. Sekitar 20 menit sebelum pertandingan, petugas table mengisi daftar
susunan pemain ke dalam scoresheet pertandingan. Daftar susunan
pemain sebelumnya diberikan 30 menit sebelum pertandingan
dimulai

e. 10 menit sebelum pertandingan pelatih menyetujui daftar pemain
dan memilih starting five yang akan bertanding ke petugas table

f. pemain dapat melakukan pemanasan
g. Pertandingan dapat dimulai jika daftar pemain dalam scoresheet

tidak menemui kejanggalan pada pemain yang akan bermain.
h. Pertandingan juga dapat dimuali jika semua petugas dianggap siap

dalam melakukan tugasnya masing-masing
2) Saat Pertandingan Berlangsung

Kelancaran pertandingan harus terpelihara dengan baik.
Ketertiban penonton harus diperhatikan oleh keamanan. Petugas table
harus fokus dalam mencatat hal-hal yang terjadi dalam pertandingan
bolabasket, dan hasil pertandingan harus segera dimurnikan oleh
perangkat pertandingan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan

3) Sesudah Pertandingan
a. Wasit menandatangani scoresheet
b. Secepatnya perangkat pertandingan memberikan laporan ke ketua

pelaksanan pertandingan tentang:
• Hasil Pertandingan
• Urutan juara (jika selesai suatu kompetisi)
• Keuangan
• Laporan tentang situasi keseluruhan pertandingan
• Memeriksa Peralalatan Pertandingan

122

BAB XI
PERMAINAN INVASI

Pada bagian ini akan disajikan materi tentang permainan invasi
dengan tujuan mahasiswa diharapkan memahami dan mampu
menjelaskan tentang permainan invasi
1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari BAB XI, mahasiswa diharapkan dapat:
a. Menjelaskan dan mempraktekkan permainan invasi

2. Kegiatan Belajar
A. Hakikat Permainan Invasi

Hakekat permainan Invasi adalah menguasai atau
mempertahankan obyek permainan agar selalu ada pada regunya dengan
jalan melakukan operan-operan (passing) atau membawa (dribbling), dan
berusaha untuk mendapatkan obyek permainan dari regu lawan dengan
jalan menghadang, menghambat atau merebutnya untuk mencegah atau
membuat suatu goal. Dengan demikian maka setiap permainan yang
mempunyai ciri permainan atau memainkan obyek yang bertujuan untuk
membuat atau mencegah terjadinya goal atau point, masuk kelompok
permainan invasi. Selanjutnya, karena usaha untuk menguasai atau
mempertahankan obyek permainan atau menghadang lawan atau merebut
obyek permainan yang sedang dikuasai oleh regu/tim lawan agar tidak
dapat membuat suatu goal, maka masalah gerak atau karakteristik
aktivitas yang dikandung dalam jenis permainan invasi adalah berupa
aktivitas ”passing/driblling versus intercepting”.

Passing adalah aktivitasmemindahkan/memberikan/mengoperkan
obyek permainan ke sesama pemain dalam regunya, dengan
menggunakan tangan atau kakinya disesuaikan dengan aktivitas
permainan yang dilakukan. Misalnya dalam permainan basket, bola

123

tangan, polo air, frisbie, korfball, kegiatan passing dilakukan dengan
menggunakan tangan, sedangkan dalam sepakbola kegiatan passing
dilakukan dengan menggunakan kedua belah kakinya.

Driblling adalah usaha untuk membawa obyek permainan berupa
bola dengan menggunakan kedua tangannya (hand ball like games,
basket ball like games, hand ball like games, korf ball) atau dengan
menggunakan kedua belah kakinya (soccer like games), atau dengan
menggunakan stik sebagai alat untuk melakukan driblling (hoki).
Driblling adalah gerakan memantulmantulkan bola sambil diam atau
sambil berpindah tempat, atau menggiring bola denngan menggunakan
kedua kakinya, dari satu tempat ke tempat lain dan berusaha untuk
melewati hadangan pemain lawan.

Intercepting adalah usaha untuk menghadang/menghambat atau
merebut obyek permainan yang sedang dikuasai regu lawan atau suatu
usaha untuk mencegah regu lawan membuat sebuah goa

Dengan mengelompokan permainan berdasarkan ”idea
permainan/masalah gerak” yang terkandung di dalam permainan tersebut,
maka kita nantinya dapat menyederhanakan permainan-permainan
tersebut dalam hal pendekatan pemelajarannya. Penyampaian materi ajar
untuk kegiatan olahraga apapun yang termasuk dalam jenis permainan
invasi, baik didaktik pengajaran maupun metodiknya dapat diseragamkan
atau melalui model pendekatan yang sama dan melalui rangkaian proses
yang sama pula.

B. Desain-desain Permainan Invasi
a. Permainan Snake Game
1) Peralatan:

• Bola
• Stopwatch
• Luas Lapangan Bola basket
2) Peraturan:

124

• Bariskan tim (A) dan tim (B) secara berhadapan.
• Pemain yang paling depan menjadi kepala dari setiap tim
• Kepala dari tim berusaha menangkap/menyentuh pemain paling

belakang dari lawan.
• Tim yang paling banyak mendapatkan pemain dari lawan adalah

pemenangnya
b. Permainan Keep The Ball
1) Peralatan:

• Bola
• Stopwatch
• Lingkaran garislapangan tengah Bola Basket (Garis Lingkar
2) Peraturan:

• Pemain A dan B saling berhadapan dan membawa bola

• Pemain saling melakukan dribble dan menjaga bolanya

• Pemain saling merebut (steal) bola dari lawan

• Tim yang bisa merebut (steal) bola dari lawan dan bola menjauh
dari area lapangan adalah pemenang

3) Pelaksanaan:

• Tim (A) dan (B) saling berhadapan dan saat game dimulai
(pluit/hitungan) pemain melakukan dribble

• Setiap pemain melakukan dribble sembari merebut bola lawan
(steal)

• Permainan dimainkan selama 1 menit

• Salah satu pemain yang bisa melakukan dribble dan merebut
(steal) bola lawa adalah pemenang

c. Permainan Kucing-kucingan

125

1) Peralatan:
• Bola
• Stopwatch
• Luas lapangan berbentuk lingkaran yang menyesuaikan jumlah
pemain

2) Peraturan:
• Pemain membentuk lingkaran
• Permainan dilakukan dengan cara passing (chestpass, boundpass,
overheadpass)
• Pemain yang menjadi kucing merebut bola dengan cara
menyentuh/memegang bola
• Jika kucing bisa menyentuh/memegang bola makan kucing
menjadi pemain dan yang menjadi kucing adalah yang melakukan
passing terakhir.

3) Pelaksanaan:

• Pemain yang menjadi kucing berada di tengah daerah permainan

• Saat pluit di bunyikan/ testball(pemain – kucing - pemain)
permainan dimulai

• Pemain saling melakukan passing agar bola tidak bisa di ambil
olehkucing

• Permainan dilaksanakan selama 3-5 menit (menyesuaikan jumlah
pemain)

d. Permainan 2-1
1) Peralatan:

• Bola
• Setengah lapangan bola basket
• Ring bola basket
2) Peraturan:

126

• Pemain tim A berjumlah 2 orang dan membawa 1 bola dan
melakukan ofense

• Ofense dilakukan dengan cara saling melakukan passing (chest
pass, bounce pass, overhead pass)

• Pemain tim B berjumlah 1 orang melakukan defense
3) Pelaksanaan:

• Tim A melakukan testball kepada tim B/ Pluit

• Tim A melakukan offense dengan cara passing

• Tim B melakukan defense agar bola dari tim A tidak masuk ke
Ring

• Tim A menang jika berhasil memasukkan bola basket

• Tim B menang jika berhasil membuat Tim A tidak bisa
memasukkan bola

e. Permainan 1 vs 1
1) Peralatan:

• Bola

• Peluit

• Luas Lapangan Bola basket

2) Peraturan:

• Pemain saling membelakangi bola

• Pemain berusaha merebut bola

• Pemain yang mendapatkan bola melakukan offense

• Pemain yang bisa memanfaatkan posisinya adalah pemenang

3) Pelaksanaan:

127

• Pemain saling membelakangi bola
• Pluit pertama pemain melakukan jogging di tempat
• Pluit kedua pemain melakukan starter step
• Pluit ketiga pemain melakukan kuda kuda (defense)
• Pluit keempat pemain berusaha mengambil bola
• Pemain yang berhasil mengambil bola terlebih dahulu melakukan

offense
• Dan pemain yang tidak membawa bola melakukan defense
• Pemenang disesuikan dengan siapa yang bisa memanfaatkan

posisinya
f. Permainan Zig Zag 1 vs 1
1) Peralatan:

• Bola
• Stopwatch
• Cone
• Luas setengah lapangan
2) Peraturan:
• Tim A melakukan dribble zig - zag melewati kun
• Tim B melakukan slide defense
• Saat melakukan 1on1 tim A berusaha memasukkan bola dan tim

B
3) Pelaksanaan:

128

• Permainan dimulai jika pluit berbunyi
• Tim A dan Tim B melewati kun dengan ketentuan awal
• Pemain yang bisa memanfaatkan posisinya adalah pemenang
g. Permainan Bintang
1) Peralatan:
• Bola
• Luas Lapangan Bola basket
2) Peraturan:
• Pemain 1 berada ditengah dan membawa bola
• Pemain 2 di sebelah kanan pemain 1
• Pemain 3 berada di sebelah kiri pemain 1
• Pemain saling melakukan passing dan pemain terdekat dari ring

melakukan lay up
• Pemain lay up melakukan defense
• Yang melakukan passing merupakan rekan setim
• Permainan menjadi 2vs1
3) Pelaksanaan:
• Pemain 1
• Pemain 1 melakukan passing ke pemain 2 dan setelah passing

berlari dari belakang pemain 2
• Layup
• Pemain 2

129

• Berlari mengarah kearah tengah lingkaran lapangan dan
menerima bola dari pemain1

• Pemain 2 passing ke pemain 3

• Pemain 3
• Berlari kearah garis fhreethrow lapangan front court dan

menerima passing dari pemain 2

• Passing kepemain 1
• Pamain 1 melakukan defense menghalang pemain 2 dan 3 untuk

point
• Pemain 2 dan 3 melakukan offense
h. Permainan Center rasa Ring
1) Peralatan:

• Bola
• Stopwatch

• Luas lapangan Bola basket
2) Peraturan:

• Peraturan sesuai rules bola basket
• Center menjadi pengganti ring
• Pemenang adala htim yang mencetak paling banyak

• Permainan dilaksanakan selama 8-10 menit
3) Pelaksanaan:

• Permaian dimulai dengan jump ball
• Setiap tim berusaha mencetak point sebanyak banyaknya

130

• Pemenang adalah tim yang mencetak point sebanyak – banyaknya
131

BAB XII
CEDERA OLAHRAGA PADA BOLABASKET

Pada bagian ini akan disajikan materi tentang cedera olahraga
dengan tujuan mahasiswa diharapkan memahami dan mampu
menjelaskan tentang cedera olahraga

1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari BAB XII, mahasiswa diharapkan dapat:
a. Menjelaskan tentang cedera yang terjadi pada olahraga

2. Kegiatan Belajar
A. Pengertian Cedera

Cedera adalah suatu akibat daripada gaya-gaya yang bekerja pada
tubuh atau sebagian daripada tubuh dimana melampaui kemampuan
tubuh untuk mengatasinya, gaya-gaya ini bisa berlangsung dengan cepat
atau jangka lama. Dapat dipertegas bahwa hasil suatu tenaga atau
kekuatan yang berlebihan dilimpahkan pada tubuh atau sebagian tubuh
sehingga tubuh atau bagian tubuh tersebut tidak dapat menahan dan tidak
dapat menyesuaikan diri. Harus diingat bahwa setiap orang dapat terkena
celaka yang bukan karena kegiatan olahraga, biarpun kita telah berhati-
hati tetapi masih juga celaka, tetapibila kita berhati-hati kita akan bisa
mengurangi resiko celaka tersebut

Sport Injuries ialah segala macam cedera yang timbul, baik pada
waktu latihan maupun pada waktu berolahraga (pertandingan) ataupun
sesudahnya, dan tulang, otot, tendon, serta ligamentum. Olahraga
bertujuan untuk menyehatkan badan, memberi kebugaran jasmani selama
cara-cara melakukannya sudah dalam kondisi yang benar. Apakah semua
macam olahraga bisa menimbulkan cedera? tentu ini tergantung dari
macamnya olahraga, dari olahraga jalan santai, tenis meja (pimpong),
balapan (racing), tentu memberikan resiko yang berbeda.

132

Adapun pengertian cedera dapat diartikan sebagai suatu akibat
daripada gaya-gaya yang yang bekerja pada tubuh atau sebagian daripada
tubuh dimana melampaui kemampuan tubuh untuk mengatasinya, gaya-
gaya ini bisa berlangsung dengan cepat atau jangka lama.

Seseorang melakukan olahraga dengan tujuan untuk mendapatkan
kebugaran jasmani, kesehatan maupun kesenangan bahkan ada yang
sekedar hobby, sedang atlet baik amatir dan profesional selalu berusaha
mencapai prestasi sekurang-kuragnya utuk menjadi juara tidak menutup
kemungkinan akan mengalami cedera. Namun adapun beberapa faktor
yang mempunyai peran perlu diperhatikan agar dapat memperkecil
cedera antara lain:

1. Usia Kesehatan Kebugaran

Menurut pengetahuan yang ada pada saat ini, apa yang disebut
proses digenerasi mulai berlangung pada usia 30 tahun, dan fungsi tubuh
akan berkurang 1% pertahun (Rule of One), ini berarti bahwa kekuatan
dan kelentukan jaringan akan mulai berkurang akibat proses degenerasi,
selain itu jaringan jadi rentan terhadap trauma. Untuk mempertahankan
kondisi agar tidak terjadi pengurangan fungsi tubuh akibat degenerasi,
maka “exercise”/latihan sangat diperlukan guna mencegah timbulnya
Atrofi, dengan demikian jelas bahwa usia memegang peranan.

2. Jenis Kelamin

Sistem hormon dalam tubuh pria berbeda dengan wanita,
demikian pula bentuk tubuh, mengingat perbedaan dan perubahan fisik,
maka tidak semua jenis olahraga cocok untuk semua golongan, usia/jenis
kelamin. Hal ini apabila dipaksakan, maka akan timbul cedera yang
sifatnya pun juga tertentu untuk jenis olahraga tertentu.

3. Jenis Olahraga

133

Kita tahu bahwa tiap macam olahraga; apapun jenisnya,
mempunyai peraturan permainan tertentu dengan tujuan agar tidak
menimbulkan cedera, peraturan tersebut merupakan salah satu upaya
mencegahnya.

4. Pengalaman Teknik Olahraga

Untuk melaksanakan olahraga yang baik agar tujuan tertentu
tercapai perlupersiapan dan latihan antara lain:

• Metode atau cara latihanya
• Tekniknya agar tidak terjadi “over use”
5. Sarana/Fasilitas

Walaupun telah diusahakan dengan baik kemungkinan cedera
masih mungkin timbul akibat sarana yang kurang memadai.

6. Gizi

Olahraga memerlukan tenaga dan untuk itu perlu gizi yang baik,
selain itu gizi menentukan kesehatan dan kebugaran

B. Pengertian Cedera Olahraga

Kegiatan olahraga yang sekarang terus dipacu untuk
dikembangkan dan ditingkatkan bukan hanya olahraga prestasi atau
kompetisi, tetapi olahraga juga untuk kebugaran jasmani secara umum.
Kebugaran jasmani tidak hanya punya keuntungan secara pribadi, tetapi
juga memberikan keuntungan bagi masyarakat dan negara. Oleh karena
itu kegiatan olahraga sekarang ini semakin mendapat perhatian yang luas.
Bersamaan dengan meningkatnya aktivitas keolahragaan tersebut, korban
cedera olahraga juga ikut bertambah. Sangat disayangkan jika hanya
karena cedera olahraga tersebut para pelaku olahraga sulit meningkatkan
atau mempertahankan prestasi.

134

“Cedera Olahraga” adalah rasa sakit yang ditimbulkan karena
olahraga, sehingga dapat menimbulkan cacat, luka dan rusak pada otot
atau sendi serta bagian lain dari tubuh.

Cedera olahraga jika tidak ditangani dengan cepat dan benar
dapat mengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik, baik dalam
melakukan aktivitas hidup sehari-hari maupun melakukan aktivitas
olahraga yang bersangkutan. Bahkan bagi atlit cedera ini bisa berarti
istirahat yang cukup lama dan mungkin harus meninggalkan sama sekali
hobi dan profesinya. Oleh sebab itu dalam penaganan cedera olahraga
harus dilakukan secara tim yang multidisipliner.

Dalam ilmu kedokteran sangat jelas bahwa dengan olahraga yang
teratur memegang peranan untuk memperoleh badan yang sehat,
menghindari penyakit-penyakit seperti penyakit jantung, serta menunda
proses-proses degeneratif yang tidak bisa dihindari oleh proses penuaan.
Keadaan akan pentingnya serta keuntungan yang diakibatkan oleh
olahraga adalah sesuai dengan perubahan-perubahan kondisi sosial dan
ekonomi bila kita menilai beragam olahraga, ada permainan-permainan
tertentu yang yang bersifat kompetitif untuk dipertandingkan dimana
masing-masing individu harus bisa mencapai prestasi maksimal untuk
mencapai kemenangan, ini yang sering mengundang terjadinya cedera
olahraga, namun dapat dihindari bila faktor-faktor penyebab serta
peralatan olahraga tersebut diperhatikan.

Kegiatan olahraga sekarang ini benar-benar telah menjadikan
bagian masyarakat kita, baik masyarakat atau golongan dengan sosial
ekonomi yang rendah sampai yang lebih baik, telah menyadari kegunaan
akan pentingnya latihan-latihan yang teratur untuk kesegaran dan
kesehatan jasmani dan rohani. Seperti apayang diungkapkan Hippocrates
(460-377 S M), bila tiap individu memperoleh makanan yang cukup dan
latihan yang cukup pula, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit,
kita akn memperoleh kesehatan dengan cara yang aman.

135

Lebih dari 2.000 tahun yang lalu Hipocrates menulis: “if we could
give every individual the right a mount of naurisment and exercise, not
too little and not too much, we would have found the safest way to
health”

Dapat dipertegas bahwa hasil suatu tenaga atau kekuatan yang
berlebihan dilimpahkan pada tubuh atau sebagian tubuh sehingga tubuh
atau bagian tubuh tersebut tidak dapat menahan atau meneyesuaikan diri.
Harus diingat bahwa semua orang dapat terkena celaka yang bukan
karena kegiatan olahraga, biarpun kita telah berhati-hati masih juga
celaka, tetapi bila kita berhati-hati kita akan bisa mengurangi resiko
cedera tersebut

C. Macam-Macam Cedera Olahraga

Didalam menangani cedera olahraga (sport injury) agar terjadi
pemulihan seorang atlit untuk kembali melaksanakan kegiatan dan kalua
perlu ke prestasi puncak sebelum cedera. Kita ketahui penyembuhan
penyakit atau cedera memerlukan waktu penyembuhan yang secara
alamiah tidak akan sama untuk semua alat (organ) atau sistem jaringan
ditubuh, selain itu penyembuhan juga tergantung dari derajat kerusakan
yang diderita, cepat lambat serta ketepatan penanggulangan secara dini.

Dengan demikian peran seseorang yang berkecimpung dalam
kedokteran olahraga perlu bekal pengetahuan mengenai penyembuhan
luka serta cara memberikan terapi agar tidak menimbulkan kerusakan
yang lebih parah, sehingga penyembuhan serta pemulihan fungsi, alat
dan sistem anggota yang cedera dapat dicapai dalam waktu singkat untuk
mencapai prestasi kembali, maka latihan untuk pemulihan dan
peningkatan prestasi sangat diperlukan untuk mempertahankan kondisi
jaringan yang cedera agar tidak terjadi penecilan otot (atropi).

Agar selalu tepat dalam menangani kasus cedera maka sangat
diperlukan adanya pengetahuan tentang macam-macam cedera. Cedera
olahraga dapat digolongkan 2 kelompok besar :

136

1. Kelompok kerusakan traumatik (traumatic disruption) seperti : lecet,
lepuh, memar, leban otot, luka, “stram” otot, “sprain” sendi,
dislokasi sendi, patah tulang, trauma kepala-leher-tulang belakang,
trauma tulang pinggul, trauma pada dada, trauma pada perut, cedera
anggota gerak atas dan bawah.

2. Kelompok “sindroma penggunaan berlebihan” (over use syndromes),
yang lebih spesifik yang berhubungan dengan jenis olahraganya,
seperti : tenis elbow, golfer’s elbow swimer’s shoulder, jumper’s
knee, stress fracture pada tungkai dan kaki

D. Klasifikasi Cedera Olahraga

Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu :

1. Cedera tingkat 1 (cedera ringan)

Pada cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius,
namun dapat mengganggu penampilan atlit. Misalnya: lecet, memar,
sprain yang ringan.

2. Cedera tingkat 2 (cedera sedang)

Pada cedera tingkat kerusakan jaringan lebih nyata berpengaruh
pada performance atlit. Keluhan bias berupa nyeri, bengkak, gangguan
fungsi (tanda-tanda inplamasi) misalnya: lebar otot, straing otot, tendon-
tendon, robeknya ligament (sprain grade II).

3. Cedera tingkat 3 (cedera berat)

Pada cedera tingkat ini atlit perlu penanganan yang intensif,
istirahat total dan mungkin perlu tindakan bedah jika terdapat robekan
lengkap atau hamper lengkap ligament (sprain grade III) dan IV atau
sprain fracture) atau fracture tulang.

4. Strain dan Sprain

137

Strain dan sprain adalah kondisi yang sering ditemukan pada
cedera olahraga. Strain adalah menyangkut cedera otot atau tendon.
Straing dapat dibagi atas 3 tingkat, yaitu :

1) Tingkat 1 (ringan)
Straing tingkat ini tidak ada robekan hanya terdapat kondisi
inflamasi ringan, meskipun tidak ada penurunan kekuatan otot, tetapi
pada kondisi tertentu cukup mengganggu atlit. Misalnya straing dari
otot hamstring (otot paha belakang) akan mempengaruhi atlit pelari
jarak pendek (sprinter), atau pada baseball pitcher yang cukup
terganggu dengan strain otot-otot lengan atas meskipun hanya
ringan, tetapi dapat menurunkan endurance (daya tahannya).

2) Tingkat 2 (sedang)
Strain pada tingkat 2 ini sudah terdapat kerusakan pada otot atau
tendon, sehingga dapat mengurangi kekuatan atlit.

3) Tingkat 3 (berat)
Strain pada tingkat 3 ini sudah terjadi rupture yang lebih hebat
sampai komplit, pada tingkat 3 diperlukan tindakan bedah (repair)
sampai fisioterapi dan rehabilitasi

Adapun penanganan cedera strain dapat dilakukan sebagai berikut:
1) Letakkan penderita dalam posisi yang nyaman, istirahatkan bagian

yang cedera. Tinggikan daerah yang cedera. Tujuannya untuk
mengurangi pembengkakan yang berlebihan.
2) Beri kompres dingin, selama 30 menit, ulangi setiap jam bila perlu.
Saat cedera baru berlangsung, akan terjadi robekan pembuluh darah
yang berakibat keluarnya darah pada pembuluh darah tersebut ke
jaringan sekitar nya sehingga bengkak, pembuluh darah sekitar
tempat cedera juga akan melebar sebagai respon peradangan.
Pemberian kompres dingin/es akan menyempitkan• pembuluh darah
yg melebar sehingga mengurangi bengkak. Kompres dingin bisa
dilakukan 1-2 kali sehari, jangan lebih dari 20 menit karena justru
kan mengganggu sirkulasi darah. Sebaliknya,

138


Click to View FlipBook Version