91 menyebabkan individu mencapai hidup yang lebih baik. Heart (1990 dalam Benzein & Saveman dalam Pramita 2008) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat harapan dan kemampuan untuk menghadapi penyakit. Hal serupa juga dikatakan Parker dalam Bayhakki (2015) menyatakan di negara-negara maju, harapan orang untuk sehat dan pengobatan relatif tinggi. Benzein & Saveman dalam Pramita (2008) mengatakan bahwa melalui perspektif pasien penyakit kronis, memiliki harapan berarti memiliki masa depan walaupun telah ada diagnosis, memiliki semangat hidup yang dapat diperbaharui, menemukan alasan untuk hidup yang tidak ditemukan sebelumnya dan menjalani perawatan alternatif yang dipercaya dapat berkontribusi terhadap keinginan untuk bertahan hidup. Harapan pasien yang menjalani hemodialisa yaitu kesembuhan, kesehatan dan bertahan untuk hidup agar kedepannya masih bisa membesarkan anaknya, dengan adanya harapan menemukan alasan bagi pasien yang menjalani hemodialisa agar tetap menjalani perawatan, harapan juga dijadikan sebagai suatu pendorong bagi seseorang untuk sembuh dari sakitnya. E. Sikap Keluarga yang Memiliki Keluarga dengan Anggota HD Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaan terhadap anggota keluarganya yang memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan. Menurut Setiadi (2008) dalam bukunya yang berjudul “Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga” mendefinisikan keluarga adalah bagian dari masyarakat yang peranannya sangat penting untuk membentuk kebudayaan yang sehat. Keluarga merupakan faktor eksternal ysng memiliki hubungan paling kuat dengan pasien. Keberadaan keluarga mampu memberikan motivasi yang sangat bermakna pada pasien disaat pasien memilik berbagai permasalahan perubahan pola kehidupan yang demikian rumit
92 dan menjenuhkan dengan semua program kesehatan (Syamsiah, 2011). Menurut Ratna (2010) pada dukungan emosional keluarga sebagai sebuah tempat yang aman, nyaman dan damai untuk istirahat dan pemulihan serta membantu penguasaan terhadap emosi. Setiap orang pasti membutuhkan bantuan afeksi dari orang lain, dukungan ini berupa dukungan simpatik dan semangat, perhatian, empati, cinta, kepercayaan dan penghargaan. Seseorang yang menghadapi persoalan merasa dirinya tidak menanggung beban sendiri tetapi masih ada orang lain yang memperhatikan, mau mendengar segala keluhannya, bersimpati dan empati terhadap persoalan yang dihadapinya bahkan mau membantu memecahkan masalah yang dihadapinya dan individu merasa berharga. Gagal ginjal kronik dapat menimbulkan gangguan psikologis bagi penderitanya. Hal ini disebabkan karena gagal ginjal kronik tidak dapat disembuhkan. Kondisi ini dapat mempengaruhi seseorang dalam mengendalikan emosi, maka dukungan keluarga sangat penting yang akan mendorong pasien untuk dapat mengendalikan emosi dan waspada terhadap hal yang mungkin terjadi. Dukungan keluarga merupakan faktor ekstrinsik yang mempengaruhi seorang pasien dalam menjalani perawatan dan pengobatan. Dukungan keluarga mengacu kepada berbagai bentuk perawatan yang dipandang oleh anggota keluarga sebagai suatu yang dapat dijadikan motivasi dalam proses kesembuhan. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan. Dukungan keluarga yang besar kepada individu yang sedang sakit secara psikologis dapat menambah semangat hidup yang dapat meningkatkan keyakinan terhadap proses kesembuhannya. Dukungan sosial yang dapat diterima oleh pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa adalah dukungan emosional berupa perhatian, semangat sehingga penderita merasakan nyaman, aman dan dicintai, dukungan penghargaan diberikan
93 dengan tidak selalu dilibatkan pada masalah yang dapat mengganggu kesehatannya, dukungan instrumental diberikan melalui tindakan atau bantuan fisik, dukungan informasional yang diberikan melalui penyuluhan atau dari pihak rumah sakit sendiri, dukungan persahabatan yang dapat meringankan beban penderitaan pasien yang hemodialisa, dukungan motivasional diberikan melalui nasehat dan saran. Dukungan ini pasien merasa tertolong dan dapat meringankan beban penderitaannya, lebih kuat dalam menghadapi penyakitnya sehingga dapat menjalani hidup ini dengan baik, sehat dan normal seperti sebelum terdiagnosa gagal ginjal. Dukungan sosial diperlukan agar hidup pasien hemodialisa menjadi lebih bermakna, sehingga menjadi lebih bersemangat dalam hidup. Dukungan sosial dari orang lain akan menumbuhkan harapan untuk hidup lebih lama, sekaligus mengurangi kecemasan individu. Sebaliknya, kurang atau tidaknya dukungan sosial akan menjadikan individu merasa tidak berharga dan terisolasi (Armiyati et al., 2005). Dukungan sosial juga menunjukkan kemungkinan untuk sakit lebih rendah, mempercepat proses penyembuhan ketika sakit (Kulik dan Mahler, 1989 dalam Mutoharoh, 2010), untuk mengurangi resiko kematian terhadap penyakit yang serius (J.S House et al., 1999 dalam Mutoharoh, 2010). Dukungan sosial juga memiliki hubungan dengan penyesuaian yang baik untuk dan atau proses penyembuhan yang lebih cepat dari penyakit ginjal (Dimond, 1979; Taylor, 1999 dalam Mutoharoh, 2010). Hasil temuan pada kajian ini menunjukkan bahwa sikap yang ditunjukkan keluarga dengan memberikan dukungan kepada anggota keluarganya yang sedang sakit yaitu berupa dukungan moril maupun materil. Dukungan moril yang diberikan oleh keluarga yaitu berupa semangat dan perhatian. Terjalinnya hubungan yang baik antara keluarga dan anggota keluarga yang sedang sakit akan menunjang kesembuhan. Hal tersebut sesuai dengan teori dan penelitian terdahulu, bahwa dengan dukungan keluarga yang baik akan meningkatkan derajat kesehatan yang optimal.
94 F. Persepsi Pasien terhadap Tim Kesehatan Rivai & Mulyadi (2011) menyatakan bahwa persepsi adalah proses seseorang dalam memahami lingkungannya yang melibatkan pengorganisasian dan penafsiran sebagai rangsangan dalam suatu pengalaman psikologis. Meunurut Robbins (2015) menyatakan bahwa persepsi adalah sebuah proses individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensoris untuk memberikan pengertian pada lingkungannya dan ada 3 model dalam pengambilan keputusan model rasional, rasional terbatas dan intuisi, dari intuisi ini juga sesuai dengan penelitian hasil kajian Cheng (2010) membenarkan bahwa pengambilan keputusan berdasarkan intuisi dan Shirey (2013) menghasilkan model kognitif dalam pengambilan keputusan dipengaruhi oleh stress, pengalaman dalam peran, organisasi, konteks dan faktor situasi perawat dipengaruhi oleh proses pengambilan keputusan kognitif. Berdasarkan penelitian Bogaert et al., (2016) di Belgia dengan menggunakan metode kualitatif, didapatkan hasil staft perawat berperan aktif dalam pengambilan keputusan terutama tentang perawatan klien dalam konteks unit mereka dan staf perawat mengalami pemberdayaan struktural organisasi, namun mereka belum menyadari tantangan dan pengaruh pemberdayaan terhadap praktik sehari-hari mereka. Persepsi atau tanggapan adalah proses mental yang terjadi pada diri manusia yang akan menunjukkan bagaimana kita melihat, mendengar, merasakan, memberi serta meraba disekitar kita. (Hutasoit, 2013) Hasil kajian Thomas dalam Afiyanti (2008) adanya hubungan caring dengan perawat praktisi dan beimplikasi terhadap praktik keperawatan, menyatakan bahwa perawat caring penuh cinta dalam berbicara, menghargai dan setiap tindakannya meningkatkan kebaikan. Sejalan dengan penelitian Nikravesh dalam Afiyanti (2008) mengatakan perawat yang baik adalah yang tenang sabar dan akrab dengan klien serta memfokuskan diri untuk pemenuhan kebutuhan klien.
95 Penelitian Watson (2004) salah satu sikap perawat dalam membentuk dan menghargai sistem nilai humanistic dan altruistik adalah merespon dengan segera terhadap panggilan dan dan perubahan status klien. Hasil kajian menunjukkan bahwa tim kesehatan yang ada diruangan sudah dianggap keluarga bagi partisipan, rutinitas yang terjadwal membuat keakraban yang terjalin antara partisipan dan tim kesehatan. Menurut partisipan tim kesehatan sangat baik, cepat tanggap dan responsif setiap ada sesuatu yang dikeluhkan oleh partisipan. Hal tersebut sesuai dengan teori dan penelitian terdahulu, bahwa adanya hubungan caring akan mempengaruhi implikasi pada praktik keperawatan. Berdasarkan hasil kajian ini didapatkan bahwa pengalaman menjalani hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik, bahwa partisipan pada saat mengetahui diawal terdiagnosa gagal ginjal kronik didapatkan tanda gejala pada kardiovaskuler, gastrointestinal dan pemeriksaan diagnostik. Respon psikologis pasien awal saat dinyatakan hemodialisa adalah menangis, merasa kaget, merasa takut dan menolak. Temuan lain yang didapat pengalaman selama menjalani hemodialisa dari respon dan sikap partisipan adalah menyangkal, menerima, ikhlas, sabar, pasrah dan bersyukur. Harapan pasien yang menjalani hemodialisa kesembuhan, kesehatan dan bisa bertahan. Sikap keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan hemodialisa dengan memberi dukungan. Temuan selanjutnya pengalaman selama menjalani hemodialisa adalah persepsi pasien terhadap tim kesehatan dengan fokus pada kebutuhan pasien, cepat tanggap dalam mengatasi masalah dan responsif terhadap keadaan pasien.
96 BAB VII PENUTUP Kajian ini dilakukan untuk mendapatkan pengalaman pasien yang menjalani hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik. Berdasarkan hasil kajian dan uraian pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan tentang pengalaman menjalani hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik adalah Riwayat awal pasien terdiagnosa gagal ginjal diketahui partisipan dari pemeriksaan diagnostik dan tanda gejala pada kardiovaskuler serta gastrointestinal. Selanjutnya respon awal yang muncul ketika harus menjalani hemodialisa adalah menangis, kaget, takut dan menolak. Respon dan sikap selama menjalani hemodialisa adalah menyangkal, menerima, ikhlas, sabar, pasrah dan bersyukur. Harapan pasien dengan hemodialisa adanya kesembuhan, bisa sehat seperti sedia kala dan bisa membesarkan anak. Dukungan dari keluarga dan sikap dari tim kesehatan sangat membantu pasien dalam menjalani hemodialisa.
97 DAFTAR PUSTAKA Afiyanti, Y & Rachmawati, I.N. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Riset Keperawata. Edisi 1. Jakarta: Rajawali Pers. Afiyanti, Y., Setyowati, & Dedi, B. (2008). Perilaku Caring Perawat Pelaksana di Sebuah Rumah Sakit Di Bandung:Grounded Theory. Available from:<(http://jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/viewFile/1 98/pdf_63> Agustina, K & Triana, D. (2013). Strategi Coping pada Family Caregiver Pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani Hemodialisa. vol.02. (Internet). Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Menta. Available from:< http://journal.unair.ac.id/download-fullpapersjpkkac9d7cddc8full.pdf Ahmad, M.M & Nazli, E. K. (2014). Hemodialysis: Stressor and Coping Strategies Psyhology, Health & Medicine.(Internet). vol.20. Available from:< http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/13548506.2 014.952239 Alfonso, A., Mongan, A & Memah, M. F. (2016). Gambaran Kadar Kreatinin Serum pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium 5 Non Dialisis. Vol 4. (Internet). . Jurnal e-Biomedik (ebm). Available from:< http://file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/108 62-21672-1-SM.pdf> Al Arabi, S. (2006). Quality of life: subjective descriptions of challenges to patients with end stage renal disease. Pubmed. (Internet). Available from: < https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16859200>
98 Alligood M. R. (2014). Pakar Teori Keperawatan dan Karya Mereka. Edisi Indonesia Ke-8 Volume 2.Elsevier. Andry. (2012). Rawat Ginjal Cegah Cuci Darah. Jakarta : PT Kanisius Armiyati, Y., Wuryanto, E & Sukraeny, N. (2016). Manajemen Masalah Psikososiospiritual Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dengan Hemodialisisdi Kota Semarang. (Internet). Prosiding Seminar Nasional & Keperawatan. Rakernas AIPKEMA. Temu Ilmiah Hasil kajian dan Pengabdian Masyarakat. Available from: < Psikojurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/d ownload/2125/2152> Armiyati, Y & Rahayu, D. A. (2014). Faktor yang Berkorelasi terhadap Mekanisme Koping Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Kota Semarang. (Internet). Available from:< http://www.researchgate.net/publication Asti, A. D., Hamid, A.Y.S & Putri, Y.S.E. (2013). Gambaran perubahan Hidup Klien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa. Jurnal Kebidanan & Keperawatan (Internet). vol 10 No 2. pp.172-185 Available from:< http://ejournal.say.ac.i Azahra. M. (2012). Peran Konsep Diri Dan Dukungan Sosial Terhadap Depresi Pada Penderita Gagal Ginjal Yang Menjalani Terapi Hemodialisis. Available from:< file:///D:/Download/1544-4218-1-SM.pdf Bayhakki & Hattakit, U. (2016). Lived Experiences of Patients On Hemodialysis: A Meta-Synthesis. Continuing Nursing Education. (Internet). Available from:<https://www.researchgate.net/publication/23224484 1_Lived_Experiences_of_Patients_On_Hemodialysis_A_Met a-Synthesis>
99 Baykan, H & Yargic, I. (2012). Depression, Anxiety Disorders, Quality of Life and Stress CopingStrategies in Hemodialysis and Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis Patients. (Internet). Available from:<http://www.scopemed.org/?jft=24&ft=24- 1326019715> Bhisma,Murti. (2013). Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantiitatif & Kualitatif di Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Gajah Mada Uniersity. Black & Hawks. (2005). Medical Surgical Nursing Clinical Management for Positive Outcomes (Ed.7). St. Louis: Missouri Elsevier Saunder. Bogaert et al. (2016), Staff Nurses’ Perceptions and Experiences about Structral Empowerment: A Qualitative Phenomenological Study: Plos One Staff Nurses Empowerment, DOI. 10.1371/journal.pone.0152654 Bossola, M.D & Claudia, C. (2010). Correlates of Symptoms of Depression and Anxiety in Chronic Hemodialysis Patients (Internet). vol.32 issue 2 pp.125-131. Available from: <http://www.ghpjournal.com/article/S0163- 8343(09)00229-1/fulltext> Brunner & Suddart. (2001). Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC Cheng, Rhodes, Lok (2010). A Frame Work Stategic Decision Making and Performance Among Chinese Managers, The International Journal Of Human Resource Management, Vol. 21, No. 9, July 2010, 1373-1395. Chony & Almansur. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Ar-ruzz Media Corwin, E.J. (2008). Handbook Of Pathophysiology, Third Edition, The Ohio State University. Columbus. Hal 303.
100 Creswell. J.W. (2014). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif & Mixed. Edisi ke 3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (2014). Penelitian Kualitatif & Desain Riset Memilih Diantara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Davion, G.C. & Kring,A. (2006). Psikologi abnormal. Edisi ke -9. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka Dhara, K.K. (2011), Metodologi Penelitian Keperaawatan Panduan Melaksanakan dan Menerapkan Hasil kajian, Jakarta : Trans Info Media. Dialife. (2012). Diatrans Kidney Awareness Roadshow. Edisi Juni - Juli 2012. Jakarta : Yayasan Dialisis Ginjal Indonesia Dziubek, W., Kowalska, J., Kusztal, M., Rogowski, L., Gołębiowski, T., Nikifur, M., Szczepańska., Zembroń, L., Klinger, M., & Woźniewski. (2016). The Level of Anxiety and Depression in Dialysis Patients Undertaking Regular Physical Exercise Training a Preliminary Study. vol 41. (Internet). Available from: < https://www.karger.com/Article/FullText/368548 Farida, A. (2010). Pengalaman Klien Hemodialisis terhadap Kualitas Hidup dalam Konteks Asuhan Keperawatan di RSUP Fatmawati Jakarta. Tesis. Universitas Indonesia.Depok. (Internet) Available from: <lib.ui.ac.id/file?file=digital/137288-TAnna%20Farida.pdf> Faz, P. & Wall. (1989). Conceptual Models Of Nursing, Analysis and Application, 2th , Appleton & Lange. Gerogianni, S.K. & Babatsikou, F. (2014). Psychological Aspects in Chronic Renal Fail, Health Science Journal (Internet).vol.8,
101 Issue 2, pp.205-214. Available from: <http://web.b.ebscohost.com/abstract?direct=true&profile =ehost&scope=site&authtype=crawler&jrnl=11087366&AN =95432731&h=N9mI3X9xrmqQtmxVa5ckwTbN1Sv9dmp2Q wfHbTSAKPT06UKxJrg1U8%2b2plwip8Wr%2fsM6nKd6hq GTmEGG8OqKTA%3d%3d&crl=c&resultNs=AdminWebA uth&resultLocal=ErrCrlNotAuth&crlhashurl=login.aspx%3f direct%3dtrue%26profile%3dehost%26scope%3dsite%26aut htype%3dcrawler%26jrnl%3d11087366%26AN%3d95432731 Gerogianni, S., Babatsikou, F., Gerogianni, G., Grapsa, E., Vasilopoulos, G., Zyga, S., & Koutis C. (2014). Conerns of Patients on Dialysis: A Research Study. Heath Science Journal.(Internet). vol 8 Issue 4. Available from: < http://www.hsj.gr/medicine/concerns-of-patients-ondialysis-a-research-study.pdf Hamid, A. C. S. (1999). Buku Ajar Aspek Spiritual dalam Keperawatan.Jakarta: Widya Medika Hagita, & Bayhakki. (2015). Studi Fenomenologi Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal yang Menjalani Hemodilisis di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. JOM vol. 2. (Internet) Available from: <http://download.portalgaruda.org/article.php?article=385 063&val=6447&title=STUDI%20FENOMENOLOGI%20KUA LITAS%20HIDUP%20PASIEN%20GAGAL%20GINJAL%20 KRONIK%20YANG%20MENJALANI%20HEMODIALISIS% 20DI%20RSUD%20ARIFIN%20ACHMAD%20PEKANBARU Harmoko. (2010). http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/124/jtptunimusgdl-titisuprap-6194-2-bab2.pdf#page=13&zoom=auto,- 99,383. Harwood, L., Wilson, B., Cusolito, H. L., Sontrop, j & Spittal, J. (2009). Stressors and Coping in Individuals with Chronic Kidney Disease. Neprology Nursing Journal. 36. Pp265-279.
102 Hawari, D. (1996). Manajemen Stress, Cemas Dan Depresi. Jakarta : FK UI Herdianto. (2010). Perilaku Verbal dan Non Verbal pada Komunikasi Lintas Budaya.(Internet). Available from: < http://belajarkomunikasi.blogspot.co.id/2010/12/perilaku-verbal-dannon-verbal-pada.html>. Hidayat, A.A. (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Hudak, C.M & Gallo, B.M. (1996). Keperawatan Kritis Pendekatan Holistik edisi 6. Jakarta: EGC. Husna. C. (2010). Gagal Ginjal dan Penanganannya: Literatur Review. Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2. Pp 67 – 73. (Internet). Available from <http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/FIKkeS/article/do wnload/353/389>. Hutasoit, M.L.C & Manurung, S. (2013). Persepsi Pasien terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional vol 8. (Internet). Available from: <download.portalgaruda.org/article.php?...Persepsi%20Pasi en%20Terhadap%20Perilak...> >. Iskandarsyah. (2006). Psikologis Pasien Gagal Ginjal Kronik. Jakarta: Airlangga. Indonesia Renal Registry. (2012). Data Penderita Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa. Jawa Barat. IRR (Indonesia Renal Registry). (2014). Report Of Indonesian Renal Registry. (Internet). Available from:<www.pernefri.com> Itoh. (2010). Faktor-faktor yang berhubungan dengan Mekanisme Koping Klien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi
103 Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. (Internet). Available from:< repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/.../1/ITOH%20M UTOHAROH-FKIK.PDF> Jhony, Y.K. (2015). Tingkat Kecemasan pada Pasien Penyakit Gagal Ginjal Kronik (PGK) yang Menjalani Hemodialisis di Blu Prof. DR. R.D Kandaou Manado. Jurnal e-Clinic (eCl). (Internet). Available from: <//download.portalgaruda.org/article.php?article=332494 &val=1001&title=TINGKAT%20KECEMASAN%20PADA% 20PASIEN%20PENYAKIT%20GINJAL%20KRONIK%20(PG K)%20YANG%20MENJALANI%20HEMODIALISIS%20DI% 20BLU%20RSUP%20PROF.%20DR.%20R.%20D.%20KAND OU%20MANADO John. (2013). Psychosocial Experience of Patients with end Stage Renal Disease and impact on Quality of Life Findings from a Needs Assessment to Shape a Service. (Internet) ISRN Nephrology. vol.2013. Aailable from: <http: www Hindawi.com/journal/2013/308986> Junior, G. B. S., Daher, E. F., Paula, A., Bousi., Raafael, S.A., Mikaelly, M. Silava, E.C & Lima. (2013). Depression Among Patients with End Stage Renal Diease in Hemodialysis. (Internet). Psychology, Health & Medicine. vol 5. Available from: < http://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/13548506.2 013.845303?src=recsys> Kaltsouda, A., Skapinakis, P., Damigos, D., Ikonomou, M., Kalaitzidis, R., Mavreas, V & Siampoulos. (2011). Defensive coping and health-related quality of life in chronic kidney disease: a cross-sectional study. PubMed. (Internet). Available from:< https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21689443
104 Kastrouni., Sarantopoulou, E., Aperia, G., Alivanis, P. (2010). Quality Of Life Of Greek Patient With End Stage Renal Disease Undergoing Haemodialysis. Journal Of Renal Care. (Internet), pp.126-132. Available from: <https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/?term=Kastroun i%20M%5BAuthor%5D&cauthor=true&cauthor_uid=206909 6 Kusumastuti. H. (2016). Hubungan antara Efikasi Diri dalam Perawatan Kesehatan Mandiri dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodualisis di RSUD Tugurejo Semarang. http://eprints.undip.ac.id/49076/ Kompasiana. (2012). Aspek Psikososial Pasien Gagal Ginjal <http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2012/07/08 /aspekpsikososial-pasien-gagal-ginjal-476262.html.8 Agustus 2-12 Kozier, B., Erb, G. & Snyder, S. 2004. Fundamental of Nursing: Concept, Process and Practice. Pearson Education Inc: Upper Saddle River. Lewis. (2007). Medical Surgical Nursing, Assesment and Management of Clinical Problem. Seventh Edition. Volume 2. St. Louis. Missouri. Mosby.Elsevier INC Liang, J.W. (2012). The Psycological Impact of Hemodialysis on Patiens with Chronic Renal Failure. Departement of Psychiaatry Chang Gong Memorial Hospital Keeling.(Internet). Available from: http://renal-failure-thefacts/the/pyycological/impact/of/hemodialysis/o/patient s/with/chronic/renal/failure Lifford, G. & Gill, C. (2014). Supporting the Emotional and Psychological Needs of End-stage Renal Disease Patients.(Internet). Available from: http:<//www2.warwick.ac.uk/fac/med/about/centres/cla
105 hrc/research/theme4-integrated-holistic-care chronicdisease/publications/supporting_the_emotional_an d_psychological_needs_of_esrd_appendix.pdf Leung D.K.C. (2003). Psychosocial Aspects in Renal Patients. Journal of Peritoneal Dialysis International,(Internet). vol.23. Available from:<http://www.pdiconnect.com/content/23/Suppleme nt_2/S90.full.pdf> Luana, N.A., Panggabean, S., Lengkong, J & Cristine, I. (2012) .Kecemasan Pada Penderita Penyakit Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di RS Universitas Kristen Indonesia. Artikel Vol 46 No. 3. pp: 151-156 (Internet). Available from: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmi/article/view/ 4571 Lubis, A. J. (2006). Dukungan Sosial Pasien Gagal Ginjal Terminal yang Melakukan Terapi Hemodialisa, Skripsi. FK Universitas Sumatera Utara, Medan. (Internet). Available from: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1920/1/0 6010311.pdf Lukman, N., Kanine, E & Wowiling, F. (2013). Hubungan Tindakan Hemodialisa dengan Tingkat Depresi Klien Penyakit Ginjal Kronik di Blu RSUP Prof. DR. R.D Kandou Manado. (Internet). Jurnal Keperawatan vol.1. Available from: http://download.portalgaruda.org/article.php?article=1409 93&val=5798> Mailani, F., Setiawan & Chaolina, T. (2015). Pengalaman Spiritualitas pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis. Jurnal Keperawatan Padjadjaran. Vol 3. (Internet). Available from:
106 http://jkp.fkep.unpad.ac.id/index.php/jkp/article/view/9 4/89 Mardiyaningsih, D. P. (2014). Kualitas Hidup Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi Hemodialisis di RSUD dr Soediran Mangun Sumarno Kabupaten Wonogiri. Skripsi. Stikes Kusuma Husada. Surakarta (Internet). Available from: < http://stikeskusumahusada.ac.id/digilib/files/disk1/12/0 1-gdl-dewiputrim-555-1-dewi.pdf> Marlina & Andika. (2012). Hubungan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Selama Menjalani Terapi Hemodialisa.(Internet). Jurnal Keperawatan dan Kebidanan (JIKK), Vol I No 9. Available from:http://id.portalgaruda.org/article.php?article=450634 &val=8606 Moleong. L.J. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Muttaqin, A. (2011). Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Perkemihan. Jakarta: Salemba Medika. Nastiti, F. (2015). Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Kalium pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Rawat Jalan di RSUD Sukoharjo. (Internet). Available from: <id/39114/1/NASKAH PUBLIKASI.pdf> Niu, H.Y & Liu, J. F. (2016). The Paychological Trajectory from Diagnosis to Approachig End of Life in Patients Undergoing Hemodialysis in China: A Qualitative Study. International Journal of Nursing Sciences. (Internet). Available from:http://www.elsevier.com/journals/internationaljournal-of-nursing-sciences/2352-0132
107 Notoatmodjo, S. (2005). Promosi kesehatan teori dan Aplikasi. Jakarta : PT Rineka Cipta Nugraha, N. J. (2011). Pengalaman Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga yang menjalani Terapi Hemodialisa di Kota Bandung; Studi Fenomenologi. Tesis. UI. (Internet). Available from: file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/digital_202 81884-T%20Nandang%20Jamiat%20Nugraha.pdf Nurani, V.K. & Mariyati, S. (2013). Gambaran Makna Hidup Pasien Gagal Ginjal yang Menjalani Hemodialisa. Jurnal Psikologi (Internet). Available from:< http://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Journal-4423- 158-468-1-SM.pdf> Nurchayati, S. (2010). Analisa factor-faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Gagal Ginjal yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit slam Fatmawati Cilacap dan Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Tesis. Universitas Indonesia. Depok (Internet). Available from:< lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20282431- T%20Sofiana%20Nurchayati.pd> Pradeep. (2014). Chronik Renal Failure: Nephrology (serial online) . (Internet). Available from:<(http://emedicine.com>. Pramita, A. (2008). Harapan pada Remaja Penyandang Thalassemia Mayor. (Internet). Available from: <http:www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/122361> Rahman, A., Rudiansyah, M & Triawanti. (2013). Hubungan antara edukuasi hemodialisis dan kualitas hidup pasien di RSUD Ulin Banjarmasin.vol 9. no, 2. pp151-160. (Internet). Available from:http://unnes.ac.id/ Ratnawati. (2011). Tingkat Kecemasan Pasien dengan Tindakan Hemodialisa. Jurnal Health & Sport. Vol 3. No 2. Pp 285-362.
108 (Internet). Available from:<http//www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct =j&url=http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JHS/article/do wnload/88/81&ved=0ahUKEwiqrC7sPXRAhVHrY8KHfx8DHwQFggdMAA&usg=AFQiCNF GiuJ9vTtscsoGP3DfQQvJGRfNA&sig2=ugD7LzKQmcNNEJ YpprwCFG> Raziansyah., Widyawati & Utarini. A. (2012). Pengalaman dan Harapan Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, vol 15 pp86-92 (Internet). Available from:< Ufile:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/2504- 4258-1-SM.pd> Rivai & Mulyadi (2011). Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi; Jakarta; Raja Grafindo Persada. Robbins (2015). Perilaku Organisasi. Edisi 16. Jakarta; Salemba. Rosdiana, I. (2010). Analisis Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Insomnia pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Kota Tasikmalaya dan Garut. Tesis. Universitas Indonesia. Depok. (Internet). Available from: <lib.ui.ac.id/file?file=digital/20281435- T%20Ida%20Rosdiana.pd> Roy, S.C.H.A. (1991). The Roy Adaptation Model: The Definitive Statement. California: Appleton & Large. Sandra, Dewi., W.N & Dewi, Y. I. (2012). Gambaran Stress pada Pasien Gagal Ginjal Terminal yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru. Jurnal Ners Indonesia, Vol 2 pp 99-107 (Internet). Available from: <ejournal.unri.ac.id/index.php/JNI/article/download/201 9/1984>
109 Salmiyah, E. (2010). Analisis Fenomenologi pada Pasien yang Menjalani Terapi Hemodialisa di Perumahan Margaasih. (Internet) Available from:< https://www.scribd.com/doc/107493517/ANALISISFENOMENOLOGI-PADA-PASIEN-YANG-MENJALANITERAPI-HEMODIALISA-DI-PERUMAHANMARGAASIH> Santoso, B. R., Manatean. Y & Asbullah. (2016). Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengn Penurunan Nafsu Makan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin. Dinamika Kesehatan, Vol.7. No. 1. (Internet). Available from: http://ojs.dinammikakesehatan.stikessarimulia.ac.id/index. php/dksm/article/view/67 Shirey & Ebright (2013). Nurse Managers Cognitive DecisionMaking Amidst Stress and Work Complexity, Journal of Nursing Management, 21, 17-30. Sunarya, S. A. (2014). Tahap Respon Emosional Pasien Gagal Ginjal Kronik Usia Dewasa Awal yang Menjalani Hemodialisis. 107 (Internet). Available from: <repository .unuka.ac.id/551/> Sunarni. (2009). Hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan menjalani hemodialisa pada penderita gagal ginjal kronik DI RSUD DR. MOEWARDI Surakarta. Jurnal Universitas Muhammadiyah Surakarta Setyowati, E. R. (2014). Respon Keluarga Terhadap Pasien Thalassemia di Bangsal Melati RSUD Kebumen. Skripsi. (Internet). Available from: http://digilib.stikesmuhgombong.ac.id/gdl.php?mod=bro wse&op=read&id=jtstikesmuhgo-gdl-erlinretno-1526 Shahgholian, N & Yousefi, H. (2015). Supporting Hemodialysis Patiets: A Phenomenological Study. (Internet). Iranian
110 Journal of Nursing and Midwifery Research, pp.626-633. Available from: < https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4598912 /> Smeltzer, S. C & Bare, B. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &Suddarth, edisi 8. Jakarta: EGC Sousa, A. D. (2008). Psychiatric Issues in Renal Failure and Dialysis.(Internet). Indian Journal of Nephrology. pp.47-50. Available from:< https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2813124 /> Sudarta, I.W. (2015). Managemen Keperawatan Penerapan Teori Model dalam Pelayanan. Yogyakarta: Gosyen Publising. Sudoyo. (2006). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta Pusat: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam. Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif . Bandung: CV. Alfabeta Bandung. Suharyanto, T (2009). Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Perkemihan. Jakarta: Trans Info Media. Susilo. (2015). Riset Kualitatif &Aplikasi Penelitian Ilmu Keperawatan Analisis Data dengan Pendekatan Fenomenologi Colaizzi dan Perangkat N Vivo. Jakarta: Trans Info Media Syah, M. (2003). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Syamsiah, N. (2011). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien CKD yang menjalani hemodialida di RSPAU Dr Esnawan Antariksa Halim Perdana Kusuma Jakarta (Internet). Available from:
111 <http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20281994T%20Nita %20Syamsiah.pdf Tanvir, S., Butt, G.D & Taj, R. (2013). Prevalence of Depression and Anxiety in Chronic Kidney disease patients on hemodialysis. Ann Pakistan Institute of Medical Sciences pp.64-67 (Internet). Available from: http://www.apims.net/Volumes/Vol9- 2/Prevalence%20of%20Depression%20and%20Anxiety%20i n%20Chronic%20Kidney%20Disease.pdf Tarachand, J. S & Lee, P. (2014). Understanding the of Stress on Initiation of Haemodialysis: Phenomenological Study. International Journal of Nursing. Vol 3. (Internet). Available from: <www.ijnonline.com/index.php/ijn/article/view/230 Widodo, Lestari, S & Sulistyowati, E. C. (2013). Pengaruh Terapi Kognitif terhadap Perubahan Kondisi Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik. (Internet). Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan. vol.2. Available from: < http://download.portalgaruda.org/article.php?article=2795 65&val=6664&title=PENGARUH%20TERAPI%20KOGNITI F%20TERHADAP%20PERUBAHAN%20KONDISI%20DEP RESI%20PASIEN%20GAGAL%20GINJAL%20KRONIK> Wang, L. J & Chih, K.C. (2012). The Psychological Impact of Hemodialysis on Patients with Chronic Renal Failure. (Internet). Available from: <http://www.intechopen.com/books/renal-failure-thefacts/the-psychological-impact-of-hemodialysis-on-patientswith-chronic-renal-failure> Warianto, C. (2016). Gagal Ginjal. (Internet). Available from:< http://skp.unair.ac.id/repository/GuruIndonesia/GagalGinjal_ChaidarWarianto_20.pdf>
112 Walton, J. (2007). Prayer Warriors: A grounded theory study of american indians receiving hemodialysis. Nephrology Nursing Journal, 34 (4), pp377–389. (Internet)Available from:<https://www.researchgate.net/publication/5952305_ Prayer_warriors_a_grounded_theory_study_of_American_I ndians_receiving_hemodialysis> Watson, J. (2004). Original center for human caring. (Internet) Available from: <http://www2.uchsc.edu> Weil, C., M. (2000). Exploring hope in patients with end stage renal disease on chronic hemodialysis. Nephrology Nursing Journal, 27(2), 219-224. (Internet) Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/labs/articles/11111549/ Zefri, (2016). Dukungan Sosial dengan Penerimaan Diri pada Penderita Gagal Ginjal. Seminar ASEAN 2nd Psychology & Humanity. Psychologi Forum UMM 19-20 Februari 2016 Kidney Disease Outcome Quality Initiative (KDOQI). (2002). Clinical Practice Guidelines for Chronic Kidney Disease. https://www.kidney.org/sites/default/files/docs/ckd_eva luation_classification_stratification.pdf http://www. Depkes.go.id http://cdc.gov/nchc/product/nvsr.htm http://m.detik.com/health/read/2013/03/06/191818/2187865// 763/gangguan-jiwa-ini-sering-dialami-pasien-gagal-ginjal (http://www.temukanpengertian.com/2013/09/pengertianpenga laman.html)