The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi pembelajaran dasar untuk materi repair tyre OTR

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Julax wandy, 2024-03-11 03:10:22

Repair Tyre Basic

Materi pembelajaran dasar untuk materi repair tyre OTR

ON LINE TRAINING 30 NOVEMBER – 2 DESEMBER2021


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PERSIAPANREPAIRTYRESESSION8


TYRE AKAN DI REPAIR PENCUCIAN TYRE PENGERINGAN TYRE SKIVINGTYREBUFFING TYRE CEMENTING TYRE FILLING TYRE CURING TYRE FINISHING TYRE READYREPAIRSTANDTYRE Repair tyre storage Pencucian tyre waktu : 15 menit Pengeringan tyre waktu : 15 menit Masukkan tyre ke standrepair& penandaanlukaSkivinglukatyrewaktu:30menitBuffing luka tyre waktu : 15 menit Cementing luka tyre waktu 1 : 45 menit Waktu 2 : 60 menit Filling luka tyre waktu : 30 menit Curing time Waktu : 215 menit Finishing tyre Waktu : 15 menit Selesai proses curing, ada jeda selama 60 menit (proses pendinginan) sebelum proses finishing CUTTING PATCHING Patching luka tyre waktu : 30 menit


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PERSIAPAN/ PREPARATIONA. Persiapan / Preparation Proses ini seorang repairman harus mempersiapkan alat, APD, perlengkapan, melakukanP2H(Program Perawatan Harian), tyre yang akan direpair, form dan yang lainnya. Tetapi persiapanyang dimaksud disini antara lain adalah pencucian, pengeringan dan penempatan pada StandTyre. 1. Pencucian Tyre Pencucian bertujuan menghilangkan tanah, lumpur dan kotoran lain. 2. Pengeringan Tyre yang telah dicuci dikeringkan sekita 15-30 menit. 3. Penempatan Tyre Pada Stand Setelah kering tyre diletakkan pada stand untuk dilakukan proses selanjutnya.


PERSIAPAN/ PREPARATIONB. Inspeksi Tyre Repair Untuk aktifitas inspeksi tyre secara detail membutuhkan kompetensi tersendiri, jadi disini akan dibahas secara umum saja. 1. Tujuan Inspeksi Tyre a. Menilai bisa tidaknya repair dilakukan. b. Memastikan bahwa ban tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakanyangmenunjukkan klasifikasi scrap. 2. Syarat Inspeksi Tyre a. Inspeksi tyre harus dilakukan secara menyeluruh(luar maupun dalamTyre). b. Tyre yang diinspeksi harus dalam kondisi lepas dari Velg/Rimnya. .3. Peralatan Inspeksi Tyre Keterangan : 1.Senter/lampu. 2.Probe. 3.Tang snap ring(untuk membukaluka). 4.Steel rule. 5.Convex scale. 6.Marker. 7.Hardness Shore A. 8.Tang potong. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PERSIAPAN/ PREPARATIONB. Inspeksi Tyre Repair 4. Tahapan Inspeksi Tyre a. Pencatatan identitas, melakukan pengukuran ban dan dokumentasi. b. Penandaan luka. c. Identifikasi & estimasi luasan luka. d. Pemastian kondisi luka / ban. 5. Batasan Inspeksi Tyre Repair dipengaruhi : a. Apakah kerusakan masih dalam kategori Claim Warranty. b. Aspek ekonomis(Remaining value lebih besar dari biaya repair). c. Kompetensi repairman dan ketersedian alat. d. Alat Curing yang tersedia. e. Batas maximal luka, misal : 1) Tyre mengalami Run Flat. 2) Terjadi Sparation(Bead, Sidewall, Tread). 3) Innerliner Crack. 6. Bagian Tyre yang diinspeksi TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PERSIAPAN/ PREPARATIONC. Dokumentasi Tyre Repair Adalah mengisi form repair mengenai data informasi ban. Dokumentasi ini s a n g a t p e n t i n g u n t u k a n a l is a performance dari repair.(Beberapa site sudah menggunakan aplikasi repair 1Pama Big Data) Mengisi form yang telah disediakan dengan melakakukan pencatatan meliputi : 1.tanggal dan waktu tyre masuk repair shop 2.Start dan finist time repair tyre 3.Inspection all area tyre 4.Time proses repair tyre 5.Casing condition 6. Volume material yang dibutuhkan 7. Merk/jenis material filling 8. Temperatur Curing 9. Nama repairman 10.Final Check list (diisi oleh GL) dan approval repairman TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSESSKIVINGSESSION9


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSES SKIVINGTYREREPAIRA. Jenis Peralatan Pada Proses Skiving Proses skiving adalah proses mengupas karet (rubber) pada arealukauntukmengetahui seberapa dalam atau lebar luka tsb, dan untuk memastikanapakahlukatsb luka mayor atau luka minor. 1. Air Buffer Low Speed/Motor Buffer(OPTIONAL) 2. Rotary Gouge 3. Arbours 4. Rubber Cut 5. Cutter for Rubber Cut 6. Sharpening Fixture 7. Probe 8. Common Tools


PROSES SKIVINGTYREREPAIRB. Fungsi Proses Skiving 1. untuk mengetahui jenis luka. 2. untuk mengetahui batasan luka. 3. sebagai awal pembentukan luka untuk proses buffing. 4. untuk membentuk kontur area buffing. 5. untuk mempercepat proses buffing. C. Prosedur Skiving Secara garis besar prosedur skiving adalah sebagai berikut : 1.Buat tanda / marking batasan luka yang akan diskiving. 2.Dengan rotary gouge telusuri arah retakan luka hingga tidak adacrack/retakanlagi.(Catatan : Crack yang masih ada dapat meneyebabkan gagal repair, akibatadanya udara yang terjebak) 3.Gunakan probe untuk mengetahui batasan retakan/crack pada luka. 4.Skiving dilanjutkan dengan mengelilingi luka dengan bentuk oval sesuai denganbentuk dasar luka. 5.skiving luka dimulai dari arah luar keliling yang berbentuk oval diarahkankedalamsumber luka berbentuk cekung, bukan berbentuk sudut(Rekomendasi REMATipTop).Bentuk awal ini untuk memudahkan proses buffing membentuk kontour/profil luka.Lihatlah pada gambar di bawah. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES SKIVINGTYREREPAIRC. Prosedur Skiving Dalam pengerjaan skiving ada beberapa prosedur yang lebih rinci berdasarkanareayang di skiving pada luka tyre. Sebenarnya pada teknik skiving, tidakhanyamelakukan skiving saja tetapi pada saat yang sama, ada pekerjaan repair lukayangmemang harus dilakukan cutting pada kawat. Jenis Skiving terbagai padajenislukayang berbeda-beda, diantaranya : 1.Skiving pada luka Spot, Cut atau retakan tidak mengenai kawat turnupply(TUP)maupun chasing. 2.Skiving pada luka mengenai kawat TUP tetapi tidak ada pemotongan. 3.Skiving pada luka mengenai kawat chasing, memotong TUP tanpamemotongChasing. 4.Skiving pada luka pada luka tembus, memotong kawat chasing. D. Parameter Proses Skiving Parameter hasil skiving tidaklah banyak, tetapi memang harus diperhatikan, karenaini untuk menentukan pengerjaan selanjutnya, diantaranya adalah : 1.Tidak ditemukan karet skiving yang gosong. 2.Kontour cekung atau berbentuk mangkok. 3.Tidak ditemukan kerusakan kawat akibat kesalahan memilih tools, special toolsyang tidak sesuai. 4.Tidak ada bagian luka yang belum diskiving/masih meninggalkanbagianyangretak/crack yang belum diskiving. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSES SKIVINGTYREREPAIRE. Kegagalan Skiving dan Cara Menghindarinya Masih terdapat cut atau crack baik di permukaan maupun padakawatTUPtaupun chasing. Cara menghindari : kupas sampai crack tidak terlihat/sampai batas ujungcrack/retakan Permukaan skiving sangat bergelombang, sehingga proses buffingmenjadi berat.Cara menghindari : Kupasan yang satu dengan yang lain tidak berjauhan,usahakan saling overlap, sehingga tidak terlalu bergelombang. Area skiving terlalu kecil terhadap area kawat yang terexpose Cara menghindari : Perluas area skiving sekitar 10 mm. Kontour/profil skiving terlalu miring tajam ke dalam, tidak berbentuk cekung. Cara menghindari : skiving dimulai dari sisi luar dengan potonganagaktipiskemudian menebalkan potongan karet seraya mengarahkan kedalamluka. Karet gosong Cara menghindari : pilih air buffer dengan 4000 rpm (lowspeed), asahlahrotarygouge sesering mungkin dengan Sharpening fixture. Tebal Karet yangdiskivingtidak melebihi sepertiga diameter rotary gouge


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSES SKIVINGTYREREPAIRF. Aspek Penting dan Safety Proses Skiving 1. Air Buffer yang direkomendasikan adalah yang memiliki 4000 rpm.janganmenggunakan air buffer melebihi rpm yang direkomendasikan, akanmembuatkaret gosong. 2. Penting!!! Petunjuk safety, pada saat melakukan pengasahanharusmenggunakan Sharpening fixture, bukan menggunakan conestoneyangdipegang dengan tangan. Bahaya bisa mengakibatkan Hand Injury. 1. Jangan menyentuh rotary gouge yang dipakai dengan tangan kosong. (panas)2. Jangan menarik kawat atau memotong dengan tangan kosong, gunakantang.3. Hindari penggunaan rotary gouge yang tumpul dan memotongterlalutebal,Karet akan menjadi gosong. 4. Karet akan gosong jika panasnya karet melebihi 1700C, karenapadasuhudiatas1700C akan sulit mengalami vulkanisasi untuk membentuk persenyawaan. Tanda-tanda karet gosong adalah : a. Warna karet kebiru-biruan. b. Timbulnya asap pada saat proses skiving. c. Timbulnya bau menyengat (bau karet gosong). d. Warna karet hitam mengkilap (seperti adanya minyak pada karet). e. Percikan karet jika mengenai baju atau APD lainya sulit untuk dibersihkan. Sharpening Fixture


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSESBUFFINGSESSION10


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSES BUFFINGTYREREPAIRA. Jenis Peralatan Pada Proses Buffing Adalah proses pembentukan kontour luka dan memberikan kekasaran tertentu pada permukaankaret.Sebenarnya Proses Buffing berdasarkan tempatnya ada 4 tempat yaitu di bagian sidewall, tread,innerliner dan bead. Tetapi berdasarkan prosesnya ada 4 yaitu, buffing luka di luar (Tread atauSidewall),buffing untuk pemasangan Patch, Buffing untuk pemasangan Gum pada Bead dan Buffing finishing. 1. Air Buffer Low Speed/Motor Buffer. 2. Buffing Special tools(Chip Cones, Pencil,Dougnut Wheels, Dome Rasp). 3. Arbours. 4. Common tools.


PROSES BUFFINGTYREREPAIRB. Fungsi Proses Buffing 1. untuk membentuk kontour atau profil luka 2. untuk memberikan kekasaran tertentu pada permukaan karet C. Prosedur Proses Buffing Berikut adalah prosedur buffing : 1. Identifikasi mana bagian karet yang diskiving dan mana bagian kawat(TUP/Chasing). 2. Gunakan Air Buffer Low Speed(Maks. 4000 rpm) dan Dome Rasp/BuffingWheel denganspesifikasi kekasaran yang standard K-18. 3. Arahkan Dome Rasp/Buffing Wheels/Chip Cone hanya pada area karet saja, karetyangberada 2-3 mm diatas TUP/Cassing harap dihindari, gunakan Rotary Brash8mmagartidakmelukai kawat. 4. Jangan pernah menyentuhkan Dome Rasp/Buffing Wheel/Chip Cone ke areakawat. 5. Jika area buffing sangat sempit, seperti pada luka dalam, maka sesuaikanspecial toolsyangdigunakan, seperti pencil cone, Buffing wheel atau chip cone, tetap berhati-hati terhadapkawatyang ada diksekitarnya. 6. Bentuk kontour Buffing adalah cekung atau seperti mangkok. 7. Pada ujung/kontour buffing harus diberi chamfer radius, hindari membuat sisi tajam,akanmembuat ikatan karet menjadi lemah. 8. Buatlah area buffing Clean 2-3 cm pada sekeliling luka tyre, sedalam1-2mm. Untukmemperkuat ikatan. Chamfer radius TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA 2-3 cmCHAMFER RADIUSBUFFINGCLEAN


PROSES BUFFINGTYREREPAIRD. Parameter Buffing Dalam pengerjaan buffing tentunya ada parameter untuk mencapai kualitas hasil buffing yang baik, diantaranya : 1.Bentuk kontour/profil area buffing. 2.Tingkat kekasaran buffing. 3.Kawat yang dibersihkan dengan Rotary Brush tidak mengkilap. 4.Buffing tidak sampai melukai atau merusak kawat TUP/Cassing. 5.Ujung luar buffing harus diberi Chamfer radius(tidak tajam). 6.Lebar Buffing Clean 2-3 cm. Dari parameter diatas yang akan dijelaskan hanya pada kontour dankekasaransaja, sedangkan parameter lain sudah sangat jelas dipaparkan padaprosedurbuffing. D.1. Countur Buffing •Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya rekomendasi dari REMATipTop, bentukkontour adalah concave/cekung, atau juga kita sebut mangkok. •Sudut pada gambar dibawah tidak menunjukkan garis lurus atau penampangyang lurus. Jika memang benar lurus, maka akan ada 2 sisi tajamdiatas dandibawah yang mengakibatkan rekatan karet menjadi lemah. • •Kontour juga menunjukkan estetika atau seni, dan masing-masingrepairmanmemiliki kemampuan yang berbeda-beda. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES BUFFINGTYREREPAIRD.2. Kekasaran Buffing Tingkat Kekasaran permukaan buffer sangat berpengaruh terhadap besarnyapori-pori karet yang dibuka untuk pengisian lemnya. Semakin kasar permukaan buffing, pengeleman semakin tidak merata, sehingga vulkanisasi menjadi tidak sempurna. Besaran kekasaran permukaan ditunjukkan dengan satuan RMA, semakin tinggi angkaRMA, maka permukaan akan semakin kasar. Untuk standard kekasaran pada area Buffing adalah RMA 2 dan RMA3 untuk areainnerliner untuk pemasangan Patch, kecuali pada Buffing Clean tetap menggunakankekasaran RMA 2. Spesifikasi kekasaran Special tools dari REMA TipTop tidak memakai standardRMAini, tetapi hanya menunjukkan butiran abrasifnya dengan menggunakan kode K. Kode K pada Dome Rasp, Buffing Wheel, Chip Cone, Pencil Buffer bermacamdari mulai K14, K16, K18, K36, K46, K46. Semakin tinggi tingkatan kode K-nya, maka permukaanyang dihasilkan akan semakin halus. Untuk mencapai RMA 2 cukup gunakan Buffing special tool dengan kekasaranK18. Untuk mencapai RMA 3 cukup gunakan Buffing special tool dengan kekasaranK14, contohnya pada Innerliner. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES BUFFINGTYREREPAIRD.2. Kekasaran Buffing Standard kekasarantool, untukprodukREMA menggunakanBGTechnologyyangditunjukkan dengankodeK. Istilah kekasaran tool •BG technology=BrazedGrit,typeB&J Rocket International(namalain : RG= RandomGrit)•ST technology=StructuredTeeth,type Rex Oliver Ukuran Standar kekasarantool(darimost coarse /kasarkefinest/halus)Untuk teknologi BG: 14 / 16 / 18 / 23 / 36/ 46/60/80Untuk teknologi ST : 390/330 / 230 / 170TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES BUFFINGTYREREPAIR1. Karet gosong karena penggunaan special tools yang salah, contohnya penggunaanbuffingwheel/pencil buffer/chip cone dipasangkan dengan Air Buffer High Speed. Repairmanbiasanyaterkecoh dengan ukurannya yang kecil. Cara menghindari : Baca spesifikasi tool, agar penggunaannya tepat 2. Permukaan area buffing terlalu kasar, sehingga pori-pori terlalu besar Cara menghindari : Pastikan Rotary Brush hanya digunakan pada karet persisi diataskawatdansekitar kawat. Jangan menggunakan rotary brush pada area buffing, karena areayangdihasilkanmenjadi sangat kasar. 3. Kawat yang dibersihkan dengan Rotary Brush mengkilap Cara menghindari : Gunakan rotary brush dengan tidak terlalu menakan dansambil di angkatsesekali, khususnya pada area kawat TUP/Cassing. 4. Kawat terluka akibat terkena buffer tool Cara menghindari : Berikan jarak antara TUP yang terexpose atau ujung pemotonganTUPdenganarea yang akan dibuffing, bila kurang maka perlebar lagi dengan skiving atau potongkawatTUPsehingga hanya area karet aja yang terlihat. Untuk karet antara cassing dan TUP, jikamemungkinkanpotong kawat pada TUP sesedikit mungkin dengan mengacu pada ukuran buffingtool agarbisamasuk tanpa melukai kawat(contoh : Pensil Buffer, Chip Cone, atau Buffing wheel 3mm) 5. Ujung Buffing tajam Cara menghindari : Buffing sisi tajam dari dalam ke luar luka dengan Dome Rasp ukurandia. 50mm6. Buffing Clean terlalu kecil Cara menghindari : Perlebar kembali dengan menggunakan dome rasp, agar ikatanantarkaretsempurna dan tidak mudah failure. E. Kegagalan Buffing dan Cara Menghindarinya TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES BUFFINGTYREREPAIR1. Perhatikan arah putaran buffing dan Brushing Karet pada Tyre Jangan sampai mengarahkan putaran Buffer seperti gerakan mencangkul/climbing, ini akancepat membuat aus, kekasaran tidak sesuai dan berbahaya(bisa memental). Arahbuffingbisadari tepi luka ke tepi luka atau bisa juga dari tengah luka ke tepi luka secara kelilingtergantungdengan bentuk luka dan jenis luka tyre. 2. Perhatikan Air Buffer dan special tool yang digunakan Baca spesifikasi special tool yang digunakan baik rpm putarnya dan fungsinya. 3. APD yang sesuai Ini menjadi aspek safety yang sangat penting, perlu disadari bahwa air buffer dantoolsnyapunya resiko yang tinggi terhadap kecelakaan yang menimpa seorang repairman. GunakanFaceShiled ketika bekerja diruang yang terbatas. 4. Pembersihan area buffing •Bersihkan area kerja repair dari sisa buffing, debu dan kotoran terlebih dahulu •Siapkan Hand brush dan Wire Brush khusus untuk membersihkan luka buffing. •Jangan menggunakan Hand Brush yang sudah dipakai oleh proses lain. •Jangan menggunakan udara bertekanan atau kompresor. Udara dari kompresor banyakmengandung air, ketika air mengenai kawat yang terbuka, maka akan terjadi oksidasi yangmengakibatkan kawat berkarat. Jika kondisi ini berlanjut aka mengakibatkan sparasi padalukayang direpair. •Gunakan Vacum Cleaner bila perlu, untuk memastikan tidak ada lagi kotoran padaluka•Tutup luka dengan lakban/plastik atau yang lainnya untuk menghindari kotoranataudebumasuk kembali. F. Aspek Penting dan Safety Pada Proses Buffing Dome Rasp Karet pada Tyre TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSESCUTTINGSESSION11


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSES CUTTINGTYREREPAIRA. Jenis Peralatan Pada Proses Buffing Adalah proses pemotongan kawat Turn Up Ply, Cassing ply yang memenuhi persyaratan pemotongan kawat. 1. Air Buffer high speed. 2. HM Mill Cutter dan routers. 3.Grinding tools(pensil stone, Cone stone, Mushroomstone). 4. Tang jepit. 5. Rubber Cut. 6. probe. 7. Common tools.


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSES CUTTINGTYREREPAIRB. Fungsi Proses Cutting 1. untuk memotong kawat TUP/Cassing yang berkarat, rusak atau sparasi(terpisah) 2. untuk memperluas area buffing pada luka posisi dalam agar kawat tidak menjadai rusakpadasaat proses buffing. C. Kriteria Cutting / Pemotongan Kawat Luka – luka yang telah dikupas karetnya dimana bagian kawatnyaterlihat, adabeberapa hal yang harus diperhatikan untuk menentukan apakah kawat tersebutdipotong atau dibiarkan saja. 1. Kawat harus dipotong •Kawat telah putus atau hampir putus. •Karat telah masuk kebagian dalam belitan kawat sehingga tidak bisa dibersihkan. 2. Kawat Dibiarkan / Tidak Dipotong > Karat hanya berada dipermukaan kawat maka cukup hanya dibersihkan saja karatnya, tidak perlu dipotong. > Hanya kawat kecil pengikatnya saja yang putus tetapi kawat intinya masih bagus.


PROSES CUTTINGTYREREPAIRD. Prosedur Cutting Dibawah akan dijelaskan bagaimana prosedur dalam melakukan cutting pada kawat, diantaranya:1. Identifikasi apakah kawat perlu dipotong atau hanya dibersihkan saja. Batasi areakawat yangakandipotong. 2. Gunakan Air Buffer High Speed(Maks. 20000 rpm) dan sesuaikan special tool yangdigunakan. 3. Jika kawat yang luka lebih dari 5 kawat pemotongan menggunakan cutting disc/RoundMushroomdan disesuaikan diameternya dan dimulai dari tengah ke tepi kawat. 4. Pemotongan kawat jumlah sedikit kurang dari 5 kawat atau kawat terletak ditepi menggunakanHMMill Cutter. 5. Pemotongan kawat dalam jumlah banyak, kawat bagian tepi dipotong dengancuttingdiskdenganarah mata potong miring kedalam luka agar tidak merusak kawat disebelahnya. Jikakawatsudahberpisah dengan kawat bisa langsung terbuang dengan sendirinya. Tetapi jikamasihlengketdengan karet ada beberapa cara yang dapat digunakan diantaranya : • Menggunakan rotary gauge diskiving dari bawah kawat kemudian diangkat danditarikdengan tang. • Menggunakan rubber cut diskiving mulai dari ujung turn up di bagian karet bawahkawatkemudian ditarik dengan tang. • Dibuffing dengan buffing wheel diameter 50 mm tebal 3 mmdimulai dari atas(dekatpemotongan luka). Caranya buffing wheel diarahkan kekaret sebelah kawat yangterpotongkemudian ditekan dan didorong keluar untuk membuang kawat. Pada cara pertama dan kedua hasilnya akan lebih rapi tetapi jika tool mengenai kawat makatoolakan cepat rusak. Pada cara ketiga proses lebih ringan dan cepat tetapi sangat berpotensi merusakkawat disekitarnya yang masih rapi. 6. Untuk merapikan dan meratakan kawat yang telah terpotong gunakan Pencil stoneatauConestone. 7. Bersihkan luka dari sisa potongan kawat maupun serpihan grinding tools. GunakanHandBrushdanWire Brush khusus. 8. Proses cutting bisa dilakukan setelah Buffing pada karet diatas TUP dan bisasajaprosescuttingdilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan buffing pada luka dalam. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES CUTTINGTYREREPAIRE. Metode Cutting Untuk Kondisi Tertentu 1. Kawat berhambur akibat operasional Kawat ini biasanya disebabkan oleh tyre yang mengalami side wall cut, separationdandidiamkan didalam penyimpanan tyre repair terlalu lama. Selain itu jugakarenatyrepadasaat operasi sudah mengalami luka sampai kawat dan kawat tersebut terbukasehinggaterkontaminasi oleh udara bebas dan benda lainya (pasir,air, dll), padasaat keadaaninityre dibiarkan beroperasi sejak luka terjadi. Sebaiknya tyre yang beroperasi dalamkeadaanluka untuk segera ditarik agar kawat tidak mengalami karat dan berhambur. 2. Kawat berhambur karena tool Kawat ini disebabkan oleh repairman yang kurang hati-hati didalampengerjaanatausalahdidalam pemilihan tool. Kesalahan ini kebanyakan terjadi pada daerah dekat areabuffing,karena kurang kontrol dan putaran air buffer tinggi sehingga tool mudahmelentingdanmengenai kawat disekitarnya. Kesalahan didalam pemilihan tool ini adalahkurangnyapengetahuan tentang aplikasi penggunaan tool. Untuk itu seorangrepairmanperlumempelajari kembali penggunaan tool yang sesuai dengan aplikasinya, terutamapadaarea yang sulit dijangkau oleh dome rasp ataupun buffing wheel. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES CUTTINGTYREREPAIRE. Metode Cutting Untuk Kondisi Tertentu 3. Kawat berkarat diluar Pada kawat ini jelas tampak karat diluar dan susunan kawat ini masih rapi. Kawat diluariniseringdijumpai hampir pada setiap luka yang sampai kawat. Contoh pada lukaini adalahsidewallcuthingga kawat, repair failure karena patch, cut separasi yang masih baru. Lukaini jikadibiarkanterlalu lama didalam penyimpanan akan mengalami kawat berhambur. Pada gambar tampak kawat masih bersih setelah dibersihkan dengan wirebrush, tetapi setelahdicheck menggunakan prope ternyata bagian dalam kawat berkarat, danbagianbawahkaretberkarat. Pada bagian bawah kawat karet tidak dapat dibersihkan dantidakadatoolyangmampu untuk membersihkan karet dibawah kawat kecuali jika pembersihandilakukandariinnerliner. Pada kasus seperti gambar diatas sebaiknya kawat dipotong, dankekuatantyresepenuhnya tertumpu pada patch. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES CUTTINGTYREREPAIRE. Metode Cutting Untuk Kondisi Tertentu 4. Kawat berkarat didalam Pada kawat ini tampak masih utuh dan jika dibersihkan dengan wire brush makaakanmengkilaptetapi sebenarnya jika dikupas akan ditemui karat didalam kawat. Luka ini seringdijumpai padacassing ply, tanda dari kawat ini adalah kawat sudah terlepas oleh karet danadaberkaskaratberwarna cokelat dikaret yang mengelilingi kawat tersebut. Penyebabnyaadalahterjadi sidewallcut hingga pada cassing ply dan karet yang membungkus karet tersebut mengalami retaktetapibaru sedikit, masih dapat melindungi kawat. Jika luka ini dibiarkan akan menyebabkankawatberkarat dan terhambur.Pada saat menemui luka seperti ini jangan terkecohdenganpenampilan kawat perlu dichek dengan probe untuk memastikanya karenajikadilanjutkandirepair akan menyebabkan sparasi pada area repair setelah beroperasi. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES CUTTINGTYREREPAIRE. Metode Cutting Untuk Kondisi Tertentu 5. Kawat keluar dari sidewall Kasus seperti ini terjadi pada luka Impact atau terjadi pada luka repair faillur. Lukaini termasukjenis luka besar dan jarang yang bisa direpair, jika bisa direpair maka sebaiknyamenggunakanterknik khusus (Teknik Ardon/TAPRAP). 6. Pemotongan Kawat yang menjalar pada arah radial Pemotongan kawat untuk menghindari area terjal pada luka dimaksudkanuntukmenghindarikonsenterasi gaya geser yang berlebihan pada area luka. Sebenarnya kawat padalukaini masihbagus tetapi harus dipotong karena jika dibiarkan maka umur repair tidak akanlama.Kasusinisering terjadi pada luka mayor atau luka tembus hingga cassing ply yangarahretakanyakearahradial, tidak menjalar kearah axial. Jika menemui luka ini potonglah 3-5 kawat dari arahtegaklurus dengan cassing ply. Untuk lebih mudahnya dipotong turn up agar bentuknyathyrus.TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES CUTTINGTYREREPAIRF. HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PROSES CUTTING Dalam pengerjaan Cutting tentunya ada hal yang harus menjadi perhatianseorangrepairman untuk mencapai kualitas hasil yang baik, diantaranya : 1.Arah putaran tool dengan arah dari kawat yang akan dipotong karenakesalahandalamhal arah ini akan mengakibatkan hasil pemotongan malah menjadi merusakkawatdanmembuat masalah baru yaitu luka kawat yang harus dipotong menjadi semakindalam. 2.Kesalahan dalam pemilihan tool akan mengakibatkan menambah kerusakanpadakawat.Untuk itu perlu diperhatikan bahwa untuk memotong kawat harus menggunakantooldengan kecepatan tinggi (high speed) 3.Hasil pemotongan harus bersih dan rapi. Tidak boleh ada kawat yangtersisayangbelumdipotong dan jika terjadi separasi harus diperhatikan bahwa kawat dipotongsampai batassparasinya. 4.Untuk mengejar crack atau karat yang berada disela-sela dapat menggunakanrotarybrush, hanya saja pemakaiannya harus hati-hati agar tidak merusak kawatnya. 5.pemotongan dengan Round Mushroom stone dilakukan 2-3 mmdiperbatasankaretdengan kawat bagian atas agar kawat tidak rusak,karena padanantinyaareapemotongan ini dibersihkan lagi dengan rotary brush. 6.Pemotongan dengan HM mill cutter berpotensi terjadinya kawat rusak sehinggakawatperlu dirapikan dengan pencil stone atau grinding stone. 7.Pemotongan dengan Round Mushroom stone jangan ditekan terlalu lama, angkatlahbeberapa kali untuk menghindari karet gosong. 8.Pemotongan jangan terlalu dalam lebih dari 2 mm dari permukaan karet dibawahkawat.9.Bekas pemotongan kawat harus dalam keadaan rigid, yaitu kawat sisapemotonganmasih menempel pada karet dengan kokoh. 10.Gunakan prope untuk mengecek keadaan kawat jika kawat masih dapat digerakanatau berongga maka kawat tersebut harus dirapikan lagi dengan cuttingdiscataugrindingstone. 11HindariterjadinyakawatmengkilapkarenalemMTRSolutiontidakmampumerekatpadaTYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES CUTTINGTYREREPAIRG. KEGAGALAN CUTTING DAN CARA MENGHINDARINYA 1. Karet gosong karena penggunaan round mushroom yang terlalu dalamdanlamaCara menghindari : sesering mungkin diangkat ketika memakainya2. Ujung kawat yang dipotong tidak rapi Cara menghindari : sesuaikan arah putaran tool, rapikan dengan pencil stone3. Kawat yang terpotong masih mangalami sparasi Cara menghindari : check kembali kawat yang akan dipotongdenganprobe,identifikasi sebelumnya sejauh mana sparasinya. H. ASPEK PENTING DAN SAFETY PADA PROSES CUTTING 1. Menarik kawat yang dipotong Jangan pernah menarik kawat dengan tangan, sekalipun dengansarungtangan,karena kawat tetap akan menembus sarung tangan dan akan melukai. Gunakanviceclamp atau tang jepit. 2. Gunakan Faceshield atau safety googles Beram kawat atau chip mudah sekali untuk terpelanting ke muka ataupuntubuhkita.Gunakan Faceshield atau safety googles. Bila perlu apron agar lentinganhasil grindingyang panas tidak menembus pakaian kita. 3. Pembersihan area Cutting - Bersihkan area kerja repair dari sisa cutting, debu dan kotoran terlebihdahulu.- Jangan pernah membersihkan sisa kawat/beram dengan tanganyangmemakaisarung tangan, kawat akan menembus sarung tangan sehinggatanganterluka.- Sarung tangan cotton akan meninggalkan benang atau kapas padaarealukasehingga dapat mengganggu proses cementing. - Siapkan Hand brush dan Wire Brush khusus untuk membersihkansisakawatyangdicutting. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSESCEMENTINGSESSION12


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSES CEMENTINGTYREREPAIRA. JENIS, SPESIFIKASI DAN APLIKASI CEMENTING Proses Cementing pada repair tyre sering disebut dengan proses solutioningatauproses pengeleman pada area luka yang telah selesai di Brushing Out(yaiturangkaianproses skiving, buffing dan cutting). Dimana cementing ini dalamprinsipvulkanisasi adalah sebagai akselerator-nya atau mempercepat proses vulkanisasi. Padabahasankali ini kita akan jelaskan dari mulai pengenalan material yang lebihdetail danbagaimana cara penggunaannya. Tetapi karena ini merupakan bahankimiaberbahaya seorang repairman harus berhati-hati saat menggunakanyayaitudenganmemakai APD yang benar. 1. Special Cement Blue Lem ini bisa dipakai untuk self vulcanization/cold systemdan Hot system. Untuk melapisi patch, bounding, compound rubber dan lainnya dapat juga dipakai di tyre radial maupun bias. 2. MTR Solution Lem ini khusus dipakai untuk Hot system saja. Berguna untuk melapisi Black Bounding dan digunakan bersama-sama dengan MTR Rubber. Suhu operasi 100oC 3. OTR Special Cement Lem ini seperti Special Cement Blue, bisa dipakai pada Cold system atau self vulcanization dan Hot system. Jadi Cold system adalah system tanpa melalui pemanasan, maka akan terjadi vulkanisasi dengan sendirinya. Biasanya dipakai ketika proses pemasakan filling rubber dan patch terpisah.


PROSES CEMENTINGTYREREPAIRA. PROSEDUR PENYIMPANAN DAN PEMELIHARAAN CEMENTING Prosedur penyimpanan ini akan dibagi pada 2 produk saja yaitu MTR SolutiondanOTR Special Cement saja. Karena Special Cement BL sama perlakuannyadenganOTR Special Cement. 1. MTR Solution : a. Umur vulkanisasi adalah 1 tahun pada ruang tertutup b. Simpan pada suhu 20oC dan pada tempat yang kering c. Kandungan kimia berbahaya adalah trichloroethylene d. Jika dibiarkan lama terbuka di udara bisa bertahan sampai 3 jame. Jeda panjang dari proses repair ke vulkanisasi sampai 14 hari 2. OTR Special Cement/Special Cement BL : a. Umur vulkanisasi adalah 4 tahun pada ruang tertutup b. Simpan pada suhu 20oC dan pada tempat yang kering dan gelapc. Kandungan kimia berbahaya adalah trichloroethylene Untuk penanganan bahan-bahan kimia ini untuk selengkapnya repairmanharusmembaca MSDS nya, agar dapat mengetahui dampak resiko, APDyangbenardan bagaimana menangani tumpahan dan sebagainya. MSDS untuk cementingdiantaranya adalah : • MSDS-0045 Special Cement BL • MSDS-0046 OTR Special Cement • MSDS-0060 Thermopress MTR Solution TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES CEMENTINGTYREREPAIRC. JENIS PERALATAN PADA PROSES CEMENTING 1. Cementing Brush. 2. CFC Can For Solution. 3. Wire Brush untuk membersihkan area yang akan dicementing. CFCCanCementingBrush D. FUNGSI PROSES CEMENTING 1. Sebagai Akselerator pada proses vulkanisasi baik Hot maupun Coldsystem. 2. Untuk melapisi Bounding, patch sebelum ditempelkan. E. PROSEDUR PROSES CEMENTING Dibawah akan dijelaskan bagaimana prosedur dalam melakukan Cementing. UntukprosedurCementing akan kita bagi menjadi 2 produk yaitu MTR Solution dan OTR Special Cement.1. Thermopress MTR Solution a. Bersihkan area yang akan diberi lem dengan hati-hati jangangunakansolvent/pelarut b. Lakukan pengeleman pada area yang dibrushing out, patchataupunpadabounding secara merata c. Lakukan pengeleman 2 kali dengan syarat pengeleman pertamaharuskeringterlebih dahulu. d. Waktu pengeringan antara 60 dan 30 menit tergantung suhu ambient-nyae. Khusus pada bounding bisa dilakukan cementing hanyasekali sajadanwaktupengeringannya sama. f. Gunakan punggung tangan untuk memeriksa kekeringan lem, pastikantangankering dan bersih. g. Putar tyre 180o agar terjadi evaporasi atau penguapan yang baik. h. Jauhkan dari sinar matahari langsung dan kotoran untukmenghindarioverdrying/kering yang berlebih, jika diperlukan tutup hasil cementing. i. Tutup kembali cementing yang kita gunakan. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES CEMENTINGTYREREPAIRE. PROSEDUR PROSES CEMENTING 2. OTR Special Cement/Special Cement BL a. Bersihkan area yang akan diberi lem dengan hati-hati jangangunakansolvent/pelarut b. Lakukan pengeleman pada area yang dibuffing(innerliner misalnya),patchataupun pada bounding secara merata c. Lakukan pengeleman 2 kali dengan syarat pengeleman pertamaharuskeringterlebih dahulu. d. Waktu pengeringan antara 60 dan 30 menit tergantung suhu ambient-nya.e. Khusus pada bounding bisa dilakukan cementing hanyasekali sajadanwaktupengeringannya sama. f. Gunakan punggung tangan untuk memeriksa kekeringan lem, pastikantangankering dan bersih. g. Putar tyre 180oC agar terjadi evaporasi atau penguapan yangbaik. h. Jauhkan dari sinar matahari langsung dan kotoran untukmenghindarioverdrying/kering yang berlebih, jika diperlukan tutup hasil cementing. i. Pada dasarnya teknik pengeleman bertujuan memberikancementingyangmerata dan dapat meresap ke dalam area brushing out. Bisasecarasearahataupun dengan cara memutar-mutar kuas ke sekeliling luka. Intinyatidakadabagian lem yang lebih tebal dengan yang lainnya. j. T utup kembali cementing yang kita gunakan. Pada dasarnya teknik pengeleman bertujuanmemberikancementing yang merata dan dapat meresapkedalamareabrushing out. Bisa secara searah ataupundengancaramemutar-mutar kuas ke sekeliling luka. Intinyatidakadabagian lem yang lebih tebal dengan yanglainnya. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES CEMENTINGTYREREPAIRF. CEMENTING PADA HOT DAN COLD SYSTEM 1. Hot System Pada system yang panas atau Hot dimana vulkanisasi antaralukaluar danpatchdilakukan secara bersamaan maka semua jenis cementing bisa diaplikasikan, tetapi yangsering dilakukan adalah menggunakan Thermopress MTR Solution, karenacementinginisangat cocok dikombinasikan dengan MTR Rubber maupun Black Bounding. Walaupuntidak menutup kemungkinan bahwa Special Cement BL dan OTR Special Cementbisajuga digunakan, namun pada kondisi tertentu tidak bisa dikombinasikandenganMTRRubber. 2. Cold System Cold system atau bervulakanisasi sendiri tanpa pemanasan. Systemini cocokmenggunakan OTR Special Cement ataupun Special Cement BL. Dancementinginidikombinasikan dengan Patch, Blue Bounding maupun compound rubber. G. PARAMETER HASIL CEMENTING Dalam pengerjaan Cementing ada parameter yang harus diketahui oleh seorang repairman, diantaranya:1.Kering tidaknya cementing yang dioleskan. Jika tidak benar kering, cementing yang kitaoleskanakanmengelupas dan bereaksi dengan pengolesan cementing yang kedua. 2.Adanya bubble pada cementing yang dioleskan, bisa jadi lem sudah kadaluarsa. Adukterlebihdahulusebelum digunakan dan periksa tanggal kadaluarsanya. 3.Kerataan olesan cementing pada luka. Jangan sampai ada beda tebal olesan akanmengakibatkankegagalan repair(Patch mengelupas ataupun rubber mengelupas). 4.Periksa kekentalan cementing, jika terlalu kental berarti telah terjadi vulkanisasi sendiri. Periksatempatdan suhu penyimpanan. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES CEMENTINGTYREREPAIRH. KEGAGALAN CEMENTING DAN CARA MENGHINDARINYA Pada intinya ketika seorang repairman mengetahui parameter cementingmakabisamenghindari kegagalan cementing. Jadi pahami parameter cementing denganbaikdantanyakan kepada orang yang sudah berkompeten. I. ASPEK PENTING DAN SAFETY PADA PROSES CEMENTING 1. Kebersihan luka dan area sekitar Selalu perhatikan kebersihan area luka dan sekitar tyre yang akan dicementingagartidakada kontaminasi sehingga berpotensi terjadinya kegagaln repair. 2. Gunakan APD yang sesuai dengan rekomendasi MSDS Karena ini adalah termasuk bahan kimia berbahaya maka bacalah MSDSdenganseksama.Gunakan Safety googles, Chemical Masker dan baju pelindung yang menyeluruhsertabuthyl glove agar tidak terkontaminasi. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA buthyl glove


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSESFILLINGSESSION13


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSES FILLINGTYREREPAIRProses Filling bisa disebut juga dengan proses rubber building dalambahasakitaadalahproses pengisian rubber rope/atau setengah matang pada luka tyreyangsudahdibericementing atau solution. Proses filling untuk menggantikan rubber yangtelahterkupas.MTR Rubber mengandung Shulfur dan Akselerator dan ikatan shulfur akanaktif jikaadapemanasan pada suhu tertentu. A. JENIS, SPESIFIKASI DAN APLIKASI FILLING 1. MTR Rubber material ini harus dikombinasikan dengan Thermopress MTR Solutiondandigunakanpada Hot System/sistem panas. MTR Rubber berupa lembaran/calenderingataupunberupa rope. Suhu operasinya adalah 100oC. Untuk pemanasanawal padasuhu80oC. Waktu curing per-mm nya adalah 4 menit pada suhu 100oC. Aplikasi dari MTRrubber bisa digunakan untuk filling luka luar maupun dalam.


A. JENIS, SPESIFIKASI DAN APLIKASI FILLING 2. MTR CR(Cut Resistant) Rubber material ini harus dikombinasikan dengan Thermopress MTR Solutiondandigunakanpada Hot System/sistem panas. Suhu operasinya adalah 100oC. Untuk pemanasanawalpada suhu 80oC. MTR CR Rubber memiliki spesifikasi Cut Resistant, sangat cocokuntukmengisi luka pada tread. Bentuknya hampir sama dengan MTR Rubber beruparopejuga.Waktu curing per-mm nya adalah 4 menit pada suhu 100oC. 3. Compound A dan B Compound ini adalah kombinasi antara compound A dan CompoundBdigunakanbersamaan pada system dingin/Cold System. Hanya bisa digunakandengancementingberupa Special Cement BL atau OTR Special Cement. Suhu operasi vulkanisasinyaadalah15 – 40oC. Compound ini hanya digunakan pada kendaraan yangslowmovingberkecepatan rendah yaitu 50 Km/jam. Hindari suhu lebih dari 40oCsaat vulkanisasi.Aplikasi dari Compound A dan B adalah bisa untuk luka luar maupundalam. Di repairinternal sendiri biasa kita gunakan untuk menambal Bead, Sidewall danInnerlineryangluka tidak dalam atau lebih sering kita sebut lipstik, repair yang sifatnyakecil. PROSES FILLINGTYREREPAIRTYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES FILLINGTYREREPAIRB. PROSEDUR PENYIMPANAN DAN PEMELIHARAAN FILLING RUBBER Prosedur penyimpanan ini akan dibagi pada 2 produk saja yaituMTRRubberdanCompound A-B, karena ini yang sering digunakan pada repair internal 1. MTR Rubber : •Umur vulkanisasi adalah 1 tahun pada ruang tertutup. •Simpan pada suhu 20oC dan pada tempat yang kering dan gelap. •Jika dibiarkan lama terbuka di udara bisa bertahan sampai 3 jam. •Jeda panjang dari proses repair ke vulkanisasi sampai 14 hari. 2. Compound A dan B : •Umur vulkanisasi adalah 2 tahun pada ruang tertutup. •Pisahkan penyimpanan untuk compoun A dan Compound B. •Simpan pada suhu 20oC dan pada tempat yang kering dan gelap. 1.Extruder Gun Fungsi : Membantu pemanasan awal dan alat untuk mengisi rubber, bisajugaalatpencampur/mixing compound A dan B 2. Stitcher Fungsi : untuk merapatkan rubber yang diisikan agar tidak ada udarayangterjebak.C. JENIS PERALATAN PADA PROSES FILLING TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES FILLINGTYREREPAIRD. SEETING ALAT DAN IDENTIFIKASI RUBBER SEBELUM PROSES FILLING1. Setting Extruder Gun a. Untuk setting alat disini adalah setting extruder gun. Atur suhupadapotensiodantekanan udara yang sesuai dengan rekomendasi. b. Atur potensio extruder gun pada suhu 80oC. c. Berikan waktu antara 4 – 5 menit, jika terlalu lama karet akan masakdangosong,tidak bisa digunakan. d. Pastikan tekanan udara yang masuk berkisar 5 – 8 bar. 2. Identifikasi Karet matang sempurna Untuk mendapatkan karet tipe ini sebelum karet dipanaskandenganextruder,bersihkan extruder dan panaskan selama 4 - 5 menit padasuhu800C. Masukkanrope rubber kedalam reservoir extruder, karet yang keluar dari ujungnozzledimasukkan kembali ke reservoir untuk dimasak ulang. Pengulanganrubberkedalam extruder dilakukan pada proses awal. Kemudian setelahkeluardarinozle langsung ditembakan kedalam luka. Ciri-ciri karet matangsempurnaadalah: •Warna karet hitam berminyak. •Jika dipegang dan ditekan kenyal dan lembut. •Jalanya karet yang keluar nozle extruder mulus, tidak adabenjolanpadakaret.•Jika disticher lunak. •Mudah merekat dengan lem, dan menyatu dengan karet lainya. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES FILLINGTYREREPAIRE. PROSEDUR PROSES FILLING 1. Persiapkan alat dan material filling terlebih dahulu. 2. Periksa tanggal kadaluarsa material rubber. 3. Bersihkan extruder gun dari sisa material rubber. 4. Memanaskan extruder 4- 5 menit pada suhu 80oC. Jangan memanaskanlebih dari 5 menit karet akan gosong (tampak keriting pada karet) 5. Memasukan rope rubber ke dalam extruder gun, check ciri-cirinyamatangsempurna apa tidak. 6. Pastikan area luka yang akan diisi telah dicementing dan sudah dipastikankekeringan maupun kebersihannya. 7. Melakukan pengisian rope rubber pada luka dimulai dari luka yangpalingdalam. Pengisian harus dengan penekanan agar mencegahudaraterjebak. 8. Melakukan sticher jika pengisian ada rongga ditengah-tengahjalanyapengisian. 9. Pengisian rubber harus tumpang tindih/overlapping minimal 25%bagianuntuk mencegah udara terjebak. 10. Berikan tebal pengisian lebih tebal 10 - 15 mm, untuk menghindari kontour permukaan kedalam. Karena sifat roper rubber yang diisikan belumpadat. 11. Untuk menghindari material rubber flashing/beleber keluar, makabisadilakukan pembatasan dengan menggunakan rubber strip dengantebal 5mm ke sekeliling luka, tempel rubber strip dengan Staples. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA INDO PROSES FILLINGTYREREPAIRF. MACAM METODE FILLING RUBBER


PROSES FILLINGTYREREPAIRG. PARAMETER FILLING RUBBER Dalam pengerjaan Filling ada parameter yang harus diketahui olehseorangrepairman, diantaranya : 1.Kualitas dan kematangan Rope Rubber sebelum diisikan harus matangsempurna dan bukan bahan kadaluarsa. 2.Kerapatan hasil filling pada luka. 3.Overlapping antar rope rubber yang diisikan. 4.Ada tidaknya udara terjebak pada Rope rubber yang diisikan. H. KEGAGALAN FILLING DAN CARA MENGHINDARINYA Kegagalan filling terjadi biasanya disebabkan karena adanya salahsettingalatextruder gun, MTR Rubber tidak disimpan dengan suhu dan ruanganyangsemestinya, tanggal kadaluarsa tidak diperiksa dan juga kebersihanalatmaupun area luka tyre yang akan di filling. Jika fakor diatas dapat dihindari, maka proses filling akan mencapai kualitas yang baik. I. ASPEK PENTING DAN SAFETY PADA PROSES FILLING 1. Kebersihan alat, luka dan area sekitar Selalu perhatikan kebersihan alat, area luka dan sekitar tyre yangakandifillingagar tidak ada kontaminasi sehingga berpotensi terjadinya kegagalnrepair. 2. Pemakaian alat elektrik Extruder Gun adalah tool dengan tenaga elektrik untuk menghasilkanpanas.Gunakan APD yang sesuai. Apalagi karet yang akan diisikanhendaknyadipegang dengan menggunakan sarung tangan khusus yangterbuat dari shyntetic leather. Jangan pernah melakukan perbaikan sendiri jikaalat rusakatauada kabel terkelupas. Hubungi orang yang kompeten untuk melakukanperbaikan.TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSESPATCHINGSESSION14


TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSES PATCHINGTYREREPAIRA. JENIS, SPESIFIKASI DAN APLIKASI PATCHING Pada setiap pengerjaan luka mayor yang menembus innerliner harusmenggunakan patch sebagai pengganti kekuatan dari kawat cassingyangterpotong. Fungsi dari penggunaan patch adalah sebagai berikut : 1. Sebagai pengganti kekuatan utama dari kawat yang telah terpotong. 2. Untuk mengurangi terjadinya bulge/sparasi. 3. Sebagai pengganti innerliner yaitu agar angin yang ada didalambantetap terjaga tekenannya. Setiap luka yang tembus wajib menggunakan patch. Patch menurut konstruksinya dibedakan menjadi dua yaitu patch radial dan patch bias (crossply) sebelum memasang patch wajib kita mengetahui jenis tyre apakahradial atau bias. Tyre radial hanya boleh dipasang dengan patch radial begitujugatyre bias hanya boleh dipasang dengan patch cross ply. 1. Patch Nylon a. Radial Patch RAD Seires 100(100TL – 185TL) Hanya untuk tyre jenis radial. Bisa digunakan untuk cold dan hot system. Suhu operasinya antara 98-135oC. Bisa digunakan untuk luka di sidewall maupun tread tergantung ukurannya. b. Cross Ply PN patch Hanya untuk tyre jenis bias. Bisa digunakan untuk cold dan hot system. Suhu operasinya antara 98-135oC.


PROSES PATCHINGTYREREPAIRA. JENIS, SPESIFIKASI DAN APLIKASI PATCHING 2. Patch Chord (ARDON Product) Patch chord menggunakan bahan dari steel chord. Untuk kekuatan dia lebih kuat. Patch ini biasa digunakan pada luka-luka yang oversize sampai pada bead. Untuk saat ini Merk ARDON yang sering dipakai, tetapi repair seperti ini menghabiskan biaya yang cukup mahal. Menurut sifat, maka ada 2 yaitu 1. Cured Patch Patch cured adalah material patch yang sudah masak sehingga penggunaanya direkomendasikan untuk menggunakan system dingin (pemasangan patch yang tidak memerlukan panas untuk melakukan persenyawaan, dengan kata lain persenyawaaan terjadi dengan alami). 2. Uncured Patch (ARDON Product) Patch uncured adalah patch yang material karetnya masih mentah sehingga pemasanganya menggunakan panas untuk melakukan persenyawaan. Keuntungan dari patch Uncured adalah : •Patch lebih flexible. •Dapat membuang angin yang terjebak didalam patch (resiko bulge lebih kecil). •Proses sticher tidak terlalu rumit karena persenyawaanya masih menggunakan panas dan pressure. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


PROSES PATCHINGTYREREPAIRA. JENIS, SPESIFIKASI DAN APLIKASI PATCHING UntukBahan pelapis patch atau bisa kita sebut chusion gum-nya, maka ada 2 chusion gum yaitu 1. SV Chusion Gum BL Hanya digunakan untuk system dingin/ self vulcanization dan harus menggunakan OTR Special Cement/Special Cement BL sebagai cementingnya. Suhu vulkanisasi min. 18oC dalam 48 jam. Dengan ketebalam 0.8 mm, gum ini dapat menyesuaikan bentuk luka. 2. Thermopress Super 50/65 Rubber Hanya digunakan untuk system hot dan harus menggunakan MTR Solution sebagai cementingnya. Suhu vulkanisasi min. 135oC. Waktu curing per mmadalah 4 menit. Yang membedakan antara super 50 dan 65 adalah Hardness setelah curing. Biasanya 2 gum ini dikombinasikan pada saat repair tread. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA


Click to View FlipBook Version