PROSES PATCHINGTYREREPAIRB. PROSEDUR PENYIMPANAN DAN PEMELIHARAAN MATERIAL PATCHINGProsedur penyimpanan ini akan dibagi pada 3 produk saja yaitu PatchdanThermopress Super 65/50 dan SV Chusion Gum BL, karena ini yangseringdigunakan pada repair internal 1. Patch RAD dan PN •Umur vulkanisasi adalah 5 tahun pada ruang tertutup •Simpan pada suhu 20oC dan pada tempat yang kering dan gelap2. Thermopress Super 65/50 : •Umur vulkanisasi adalah 1 tahun pada ruang tertutup •Simpan pada suhu 20oC dan pada tempat yang kering dan gelap3. SV Chusion Gum BL : •Umur vulkanisasi adalah 2 tahun pada ruang tertutup •Simpan pada suhu 20oC dan pada tempat yang kering dan gelapBisa disimpan pada suhu 0oC dan dapat digunakan kembali setelahdipanaskan dengan suhu 50oC dalam beberapa menit. C. JENIS PERALATAN PADA PROSES PATCHING 1. Pisau/Cutter 2. Stitcher 3. Rubber Hummer 4. Air Buffer Low Speed 5. Arbours 6. Dome Rasp 7. Brush 8. Rubber Cut 9. Convex Scale 10.Marker 11.Common Tools TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES PATCHINGTYREREPAIRD. KRITERIA LUKA YANG AKAN DI PROSES PATCHING 1. Luka mayor pada Sidewall Luka tembus dari luar sidewall sampai menembus innerliner, kemudianadakawat yang terpotong. 2. Luka Mayor pada Shoulder Luka tembus dari luar shoulder sampai menembus innerliner, kemudianadakawat yang terpotong. 3. Luka mayor pada Tread Luka tembus dari luar tread sampai menembus innerliner, kemudian adakawat yang terpotong. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES PATCHINGTYREREPAIRE. PROSEDUR DALAM MENENTUKAN JENIS PATCH 1. Patching pada luka Sidewall = luka bagian dalam Tahapan : a. Mengukur kedalaman luka(Sebenarnya ini untuk mengukur waktu curing), ukurlah bagian yang paling dalam. Misalkan : 50 mm b. Mengukur panjang radial(R) pada luka bagian dalam, ukurlah bagian yang paling panjang. Misalkan : 230 mm c. Mengukur panjang aksial(A) pada luka bagian dalam, ukurlah bagian yang paling lebar. Misalkan : 80 mm TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES PATCHINGTYREREPAIRE. PROSEDUR DALAM MENENTUKAN JENIS PATCH 1. Patching pada luka Sidewall UkuranRadial(R): 230mmUkuranAksial(A): 80mmCar abacanyatabeladalahsebagai berikut:1.Identifikasi ukurantyre,contoh: 27.00R492.Identifikasi posisi luka,contoh: no. 1sidewall 3.Identifikasi lukaAksialdanRadial, ambil ukuranyangterbesar, sehinggaKeduaukuranmasukpadatabel,contoh: •A, Rpadaluka:80,230•A, Rpadatabel:80,400(mengacupadaaksial) •bukan50,250(mengacupadaradial) 4. Identifikasi ukuranpatchpadakolomRAD,contoh160TL TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES PATCHINGTYREREPAIRE. PROSEDUR DALAM MENENTUKAN JENIS PATCH 2. Patching pada luka Shoulder Tahapanhampir sama,dantabel yangdigunakansama.Yang membedakanadalahukuran lukadankolomposisil u k a. Ber i kutcontohpembacaannya: 1.Identifi kasi ukurantyre,misalnya: 27.00R492.Ide n ti f i kasi posisi luka,misalnya: Shoulder No.33.Ukur jarak Shoulder(S)antaracassingdenganpotonganbeltke-4, misalnya: 63mm4.Identifi kasi padakolomRAD,misalnya: 160TLTYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA INDO PROSES PATCHINGTYREREPAIRE. PROSEDUR DALAM MENENTUKAN JENIS PATCH 3. Patching pada luka Tread Tahapanhampir sama,dantabel yangdigunakansama.Yang membedakanadalahukuran lukadankolomposisil u k a. Ber i kutcontohpembacaannya: 1.Identifi kasi ukurantyre,misalnya: 27.00R492.Ide n ti f i kasi posisi luka,misalnya: TreadNo.23.Ukur jarak Crown(C)antaracassingdenganpotonganbeltke-4 untuk tyreyangmemilikibelt chord6lapis, misalnya:100 mm4.Ukur jarak Aksial(A),contoh:45 mm5.Ukur jarak Radial(R),contoh:40 mm6.Identifi kasi padakolomRAD,misalnya: 175TL7.Cari ukuranterdekatyangme n gacupadaukurancrown(C).
PROSES PATCHINGTYREREPAIR1. Menggambar area patch pada luka 1. Ambil garis tengah dari lebar dan panjang luka tersebut. 2. Letakan patch pada luka dan usahakan posisi luka berada semaksimal mungkin berada dekat pusatnya patch (tengah – tengah) tetapi ujung dari patch tidak mendekati bead (jaraknya max ± 50 mm dari bead). 3. Setelah posisinya pas kemudian gambar jiplakan patch pada daerah luka dan berikan daerah tambahan/sayap (wing) ±2 cm pada gambar tsb. 4. Buffing daerah yang telah digambar ters ebu t, k h u s u s n ya pada dae rah t a m b a h a n / s a y a p d i b u f f i n g a g a k miring/tirus pada bagian sisinya. F. PROSEDUR PATCHING TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES PATCHINGTYREREPAIR1. Menggambar area patch pada luka F. PROSEDUR PATCHING TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES PATCHINGTYREREPAIR2. Pengeleman Luka Luka yang telah digambar tsb sebelum ditempel patch harus dilemterlebih dahulu. Proses pengeleman ini dilakukan sebanyak 2 tahap, yaitu : •Pengeleman pertama selama min. 1 jam. •Pengeleman kedua selama min. ½ jam. 3. Buffing ujung sisi patch(Optional) Bagian sisi patch dibuffing sebagai tempat untuk pemasanganstrip/line cushion gum agar merekat dengan kuat. F. PROSEDUR PATCHING TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES PATCHINGTYREREPAIR4. Pengeleman patch a. Ambil patch kemudian buka lapisan plastiknya dengan caramenyobek pada bagian tengahnya. b. Berikan pengeleman pertama dan biarkan selama 1 jam. Kemudian berikan pengeleman kedua dan biarkan selama1/2jam. c. Test kekeringan lem dengan menggunakan punggung jari – Pasangkan kembali lapisan plastic yang telah dilepas untuk tempat pegangan pada saat pemasangan black bounding. F. PROSEDUR PATCHING TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES PATCHINGTYREREPAIR5. Pemasangan black bounding/cushion gum Patch yang telah dilem sebanyak 2x tsb kemudian ditempelkanpadablackbounding / cushion gum dengan cara sebagai berikut : a.Ambil cushion gum/black bounding dan simpan pada bidang/mejayangrata. b.Ambil patch yang telah dilem dengan menggunakan lapisanplasticyangtelah dibuka dan Letakan patch tsb dibagian tengahnyaterlebihdahulukemudian ratakan dengan stitcher dari bagian tengah kearah sisi patch. c.Setelah rata, potong black bounding yang menempel padapacth. d.Ulangi meratakan seluruh permukaan patch dan pastikan tidak terjadi bulging.F. PROSEDUR PATCHING TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES PATCHINGTYREREPAIR6. Pemasangan Patch Pada Luka a. Buka sebagian lapisan plastik cushion gum yang menempel padapatchdibagian tengah. dengan menggunakan cutter/pisau. b. Posisikan posisi patch mana yang di bead dan mana yangdi bundle. c. Pasangkan bagian tengah patch tsb pada luka kemudianratakandengan stitcher sampai seluruh patch terpasang. Pastikanstitcherdilakukan dengan benar dan rata agar tidak terjadi bulging. d. Proses stitcher harus mulai dari bagian tengah kearah pinggir patch. e. Ratakan juga bagian sisi patch dengan stitcher. F. PROSEDUR PATCHING TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES PATCHINGTYREREPAIRF. PROSEDUR PATCHING 7. Pembuatan line patch(optional) Setelah patch terpasang pada luka, bagian pinggiran (edge) patchdiberi tempelan dari black bounding / cushion gum sampai rapi dan ratadenganinner liner menggunakan tool stitcher. Pastikan tidak ada bulging. Jikaadagelembung, pecahkan dengan ditusuk oleh jarum, probeataupisaukemudian bekasnya diratakan dengan stitcher atau menggunakanstitcheryang bergerigi. 8. Marking/penandaan pada patch Setelah patch terpasang, maka harus diberi marking dan identitas berupatanggal, jam pemasangan dan nama repairman. Ini bergunauntukmereview umur patch ketika terjadi failure ataupun kerusakan. ITEM HOT SYSTEM COLD SYSTEM Waktu pemasangan Sebelum filling rubber dicuring(dicuring bersamaan) Setelah filling rubber dicuring(tidak perlu dicuring) Cementing MTR Solution OTR Special Cement / Special Cement BL Bounding Super 65/50 MTR Rubber / Black Bounding SV Chusion Gum BL / Blue Bounding Waktu Vulkanisasi Pada saat dicuring, tyre bisa digunakan setelah suhu turun pada suhu ambient. Karena dipasang setelah curing, pemasangan patch harus pada suhu ambient, tidak boleh lebih dari 40 oC. Tyre bisa digunakan setelah TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA 48 jam
PROSES PATCHINGTYREREPAIRG. PARAMETER HASIL PATCHING Dalam pengerjaan patching ada parameter yang harus diketahui oleh seorang repairman, diantaranya : 1.Kekasaran hasil Buffing pada area patch harus mengikuti standardkekasaran RMA 2 dan RMA 3. 2.Pola buffing harus mengikuti lay out(chamfer, Buffing Clean). 3.Jenis patch harus sesuai dengan ukuran luka, posisi luka. Janganmemaksakan jenis patch untuk Crown/tread ke sidewall atausebaliknya. 4.Arah patch antara posisi bead dan bundle harus tepat. 5.Kerataan dan kerapatan patch, ada tidaknya bubble/udarayangterjebak. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSESCURINGSESSION15
PROSES CURINGTYREREPAIRProses filling material rope rubber pada luka harus dilakukan vulkanisasi agar roperubberyang diisikan dengan material karet pada tyre dapat bersatu dan memiliki sifat yangsamayaitu elastis. Proses vulkanisasi ini sering juga disebut dengan istilah curing. Curingdiambil darikata “cure” yang artinya menyembuhkan luka. Jadi sejalan dengan maknanyaprosescuringadalah proses vulkanisasi untuk menyatukan karet yang difilling dengankaret yangadapada tyre dengan merubah sifat plastis menjadi elastis(sifat yang sama dengankaretpadatyre). Tentunya ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses curing, diantaranya: 1.Pressure(P) atau tekanan; tekanan yang dimaksud adalah tekanan yangdibutuhkanpadasaat melakukan curing, tekanan ini dipengaruhi oleh kapasitas dan jenis mesin/alat curing.2.Temperatur(T) atau suhu; suhu vulkanisasi sangat dipengaruhi oleh jenis material roperubberyang digunakan. Dengan suhu vulkanisasi yang berbeda maka kekerasankaret setelahvulkanisasi juga akan berbeda. Sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan. 3.Time(t) atau waktu; waktu curing juga sangat menentukan keberhasilanprosescuring.Dalam beberapa produk dari REMA TipTop atau produk lainnya waktucuringdihitungberdasarkan ketebalan material dan juga system pemanasan yang dipakai. Rata-ratawaktunya adalah 4-5 menit per mm tebal karet yang di filling. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES CURINGTYREREPAIRA. JENIS, SPESIFIKASI DAN APLIKASI CURING 1. Thermopress EM II 2. Monaflex Monaflex specification : Operating Temperature Max.150°C Pressure capacity 28 – 32 psi(2-2,5 bar). Use timer set Max. 9°59’(about 10 hours) TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES CURINGTYREREPAIRB. SYSTEM CURING/VULKANISASI PADA TYRE 1. Hot System 2. Cold System 1. Proses curing/vulkanisasi membutuhkan tekanan, suhu danwaktudari alat.2. Suhu operasional curing antara 100 – 160oC 3. Contoh poduknya adalah MTR Rubber, MTR Solution danBlackBounding.1. Self vulcanization(Bervulkanisasi/curing dengan sendirinya), tidakmembutuhkan tekanan, suhu dan waktu dari alat. 2. Suhu operasional curing antara 15 – 40oC. 3. Contoh poduknya adalah Compound A dan B, SV ChusionGumBL,OTR Special cement. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES CURINGTYREREPAIRC. TYPE PEMANASAN PADA CURING TOOL 1. One Way System / 1 Arah Yaitu sistem pemanasan dimana pemanasannya hanya dari satusisi saja. Bisa dari sisi luar atau dalam dari permukaan karet yang diisikan. Salahsatuheating Pad/mat disetting sesuai suhu vulkanisasi, heating padyanglainsifatnya hanya sebagai warming/penghangat saja. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES CURINGTYREREPAIRC. TYPE PEMANASAN PADA CURING TOOL 2. Two Way System / 2 Arah Yaitu sistem pemanasan dimana elemen pemanasnya berada pada2sisi atau arah. Ada pemanasan dari luar dan dari dalam. Dua heatingPad/Mat baik di dalam dan di luar disetting pada suhu vulkanisasi. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES CURINGTYREREPAIRD. PERHITUNGAN TEKANAN, SUHU DAN WAKTU CURING 1. Menentukan tekanan/ pressure pada curing Untuk menentukan tekanan pada saat curing, maka ini disesuaikan denganalat curing yang digunakan. Masing-masing alat curing seperti Thermopress EM II, Monaflex ataupun Loos Boiler, memiliki karakteristik atau spesifikasi masing-masing. 2. Menentukan suhu / temperature pada curing Suhu atau temperature curing adalah suhu yang dibutuhkan karet untukbervulkanisasi terdapat pada technical data sheet. Untuk MTR rubber padaproduk REMA, minimal suhu vulkanisasi/curing minimal 100oC. 3. Menentukan total waktu pada curing Total waktu curing ditentukan oleh apakah sistem pemanasan yangdipakai apakah 1 arah atau 2 arah. a. Waktu Curing untuk satu arah(untuk luka Spot/minor) Waktu curing 1 arah, t = b. Waktu Curing untuk dua arah(untuk luka mayor tembus) Waktu curing 2 arah , t = Keterangan: t : waktucuringthermopress [ jam]D: kedalamanluka[mm]Dd: kelebihanketebalankaret lukadalam[mm]Dl : kelebihanketebalankaret lukaluar [mm]60 : dalamsatuanmenit60 mm Curing Time ?????? TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA D + Dl 60 X 5
PROSES CURINGTYREREPAIRE. PARAMETER HASIL CURING 1. Beberapa parameter hasil curing yang harus diketahui olehrepairmandiantaranya 2. Kekerasan material hasil curing 60±5 Shore A. 3. Tidak ada pori-pori yang muncul. 4. Patch hasil curing tidak timbul udara yang terjebak/kopong. F. KEGAGALAN CURING DAN CARA MENGHINDARINYA Kegagalan proses curing terjadi akibat beberapa hal : 1.Jeda waktu yang lama filling dan pemasangan patch terhadapproses curing. 2.Pemakaian heating pad dan aksesoris yang tidak sesuai, misalnyamemaksakan countur plate sidewall untuk luka bagian shoulder. 3.Error pada mesin curing. Cara menghindari kegagalan curing : 1.Pastikan jeda waktu proses filling dengan proses curing tidak terlalulama. 2.Gunakan alat dan aksesoris yang sesuai dengan ukuran tyredanlukanya. 3.Selalu lakukan perawatan dan pemeliharaan pada mesin curing. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA PROSESFINISHINGSESSION16
PROSES FINISHINGTYREREPAIRA. JENIS, SPESIFIKASI DAN APLIKASI FINISHING Alternatif 1 : 1. Air Buffer Low Speed. 2. Buffing Special tools(Dome Rasp). 3. Rotary Gouge. 4. Sharpening Fixture. 5. Common tools. Alternatif 2 : 1. Angle Grinder. 2. Buffing Disk. 3. Common tools. adalah proses buffing terhadap hasil curing untuk menghilangkan kelebihanrubberatau karet yang berpotensi membuat hasil repair terkelupas saat beroperasi. Prosesfinishing juga berfungsi untuk meratakan dan merapikan hasil curingsesuai denganpermukaan karet pada tyre dan untuk nilai estetika dari sebuah proses repair tyre. B. PROSEDUR FINISHING Untuk prosedur finishing tidak jauh beda dengan prosedur buffingkarenaalat nyapun hampir sama tetapi memang ada alat khusus untuk melakukanfinishingpada hasil curing. Yang membedakan adalah yang dibuffing adalahhasil karetyang difilling-kan yang telah dicuring, sedangkan pada proses buffingadalahmengasarkan hasil skiving terhadap karet pada tyrenya. Proses finishingadalahproses akhir dari serangakaian proses repair tyre, jadi repairmanharusmemastikan bahwa semua hasil curing telah di finishing. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA
PROSES FINISHINGTYREREPAIRC. PARAMETER HASIL FINISHING Parameter yang harus diketahui oleh repairman pada saat finishing adalah: 1. Kekasaran hasil finishing pada RMA 2 atau RMA 3. 2. Flashing material/kelebihan material harus dihilangkan. 3. Kontour dan bentuk dapat disesuaikan dengan permukaan karet padatyre. TYRE TRAINING CENTER(TTC) – PAMA