Adapun huruf qamariyah adalah sebagai berikut:
Qamariyah artinya bulan. Menurut para ulama Ilmu Al-Qur’an, alasan penggunaan
nama iẓhār qamariyah karena perumpamaan lam ta’rif sebagai bintang dan huruf-
huruf yang termasuk huruf qamariyah sebagai bulan. Dimana bintang dan bulan dapat
terlihat jelas secara bersamaan. Kemudian lam ta’rif dibaca iẓhār karena antara lam
dan 14 huruf tersebut berjauhan makhraj.
2. Alif Lam Syamsiyah
Syamsiyah artinya matahari, hal ini terjadi apabila alif ( ) dan lam ( ) bertemu
dengan salah satu huruf hijaiyah selain huruf-huruf qamariyah. Cara membacanya
harus diiḍgamkan atau dimasukkan ke dalam huruf syamsiyah. Maka disebut juga
iḍgam syamsiyah.
Contoh:
Bab 4 Hukum Bacaan Alif Lam Ta’rif 45
Menurut para ulama ilmu Al-Qur’an, alasan penggunaan nama iḍgam syamsiyah
karena perumpamaan lam ta’rif sebagai bintang dan huruf-huruf yang termasuk huruf
syamsiyah sebagai matahari. Bintang akan tersembunyi atau hilang ditelan oleh cahaya
matahari. Kemudian lam ta’rif dibaca iḍgam karena antara lam dan 14 huruf tersebut
berdekatan makhraj.
C. Praktikum
Membaca
1. Bacalah QS. Al Lail dan QS. As Syams berikut!
2. Identifikasi hukum bacaan alif lam ta’rif pada surat-surat tersebut!
QS. Al Lail
46 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
QS. As Syams
Menulis
Tebalkan tulisan Al-Qur’an surat Al Lail berikut!
Bab 4 Hukum Bacaan Alif Lam Ta’rif 47
Tebalkan tulisan Al-Qur’an surat As Syams berikut!
D. Murāja’ah
Silakan lakukan murāja’ah dengan teman sejawat, dan memberikan setoran
hafalan kepada mentor yang ditunjuk.
1. QS. Al Lail
48 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
2. QS. As Syams
E. Ibrah
Jasa Umar bin Khattab dalam Pembukuan Al-Qur’an
Pada masa Khalifah Umar Bin Khattab, Al-Qur’an disebarkan ke seluruh penjuru
jazirah Arab dengan muṣḥaf dan pengajaran isinya. Khalifah sangat memperhatikan
pengajaran Qur’an agar yang disampaikan tepat dan sesuai dengan muṣḥaf yang telah
ditulis secra resmi pada masa Khalifah Abu Bakar.
Bab 4 Hukum Bacaan Alif Lam Ta’rif 49
Seperti diketahui, pengumpulan dan penghimpunan Qur’an atas usul brilian dari
Umar bin Khaṭṭab pada masa Khalifah Abu Bakar dengan dilatarbelakangi banyaknya
penghafal Al-Qur’an yang wafat. Kesedihan Umar bin Khaṭṭab karena kematian
adiknya dalam perang Yamamah tidak sampai membuatnya lalai dari memikirkan
masalah yang paling berbahaya dalam sejarah Islam dan umat Islam. Di antara yang
syahid itu banyak dari mereka yang sudah hafal Al-Qur’an. Bagaimana kalau perang
ini berlanjut dan akan banyak lagi yang terbunuh dari orang-orang yang sudah hafal
Al-Qur’an seperti yang terjadi di Yamamah?
Inilah yang mendera pikiran Umar sampai kemudian ia mengambil keputusan
pergi menemui Khalifah Abu Bakar, yang saat itu sedang dalam majelis di Masjid.
"Pembunuhan yang terjadi dalam perang Yamamah sudah makin memuncak," katanya
kemudian kepada Abu Bakar. "Saya khawatir di tempat-tempat lain akan bertambah
banyak penghafal Qur’an yang "akan terbunuh sehingga Qur’an akan banyak yang
hilang. Saya mengusulkan supaya Anda memerintahkan orang menghimpun Qur’an."
Usul yang dirasakan oleh Khalifah Abu Bakar sangat tiba-tiba itu dijawab dengan
pertanyaan: "Bagaimana saya akan melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh
Rasulullah ?" Umar memperkuat pendapatnya dengan argumen yang membuat Abu
Bakar kemudian merasa puas.
Ia memanggil Zaid bin Ṡabit dan menceritakan dialognya dengan Umar. Kemudian
katanya: "Anda masih muda, cerdas dan kami tidak meragukan kau. Anda penulis
wahyu untuk Rasulullah . Sekarang lacaklah Qur’an itu dan kumpulkanlah."
Seperti Abu Bakar, Zaid juga ragu. Kemudian Allah membukakan hatinya seperti
terhadap Abu Bakar dan Umar. Selanjutnya Zaid bekerja melacak dan menghimpun
Qur’an dari lempengan-lempengan, dari tulang-tulang bahu, kepingan-kepingan
pelepah pohon kurma dan dari hafalan orang.
Demikianlah, karena saran Umar itu pula maka Al-Qur’an dikumpulkan dan
sampai sekarang dipelihara seperti ketika dikumpulkan dulu, sehingga sehubungan
dengan ini Orientalis Inggris William Muir berkata: "Di seluruh belahan bumi ini
rasanya tak ada sebuah kitab pun selain Qur’an yang sampai dua belas abad lamanya
tetap lengkap dengan teks yang begitu murni dan cermat."
Sumber: https://kalam.sindonews.com/read/154050/70/kisah-umar-bin-khattab-meyakinkan-khalifah-
abu-bakar-tentang-pengumpulan-al-quran-1599199743?showpage=al
50 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
F.
I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf
a, b, c, atau d!
1. Huruf yang termasuk alif lam qamariyah adalah ....
a.
b.
c.
d.
2. Huruf yang termasuk alif lam syamsiyah adalah ....
a.
b.
c.
d.
3. Perhatikan huruf-huruf berikut!
Yang termasuk huruf alif lam qamariyah adalah ....
a.
b.
c.
d.
4. Perhatikan huruf-huruf berikut!
Yang termasuk huruf alif lam syamsiyah adalah ....
a.
b.
c.
d.
Bab 4 Hukum Bacaan Alif Lam Ta’rif 51
5. Perhatikan tabel berikut! Alif Lam Ta’rif
No. Huruf Hijaiyah Qamariyah
1.
2. Qamariyah
3. Syamsiyah
4. Syamsiyah
Pasangan yang tepat adalah ....
a. 1 dan 3
b. 2 dan 3
c. 2 dan 4
d. 3 dan 4
6. Perhatikan tabel berikut!
No. Huruf Hijaiyah Alif Lam Ta’rif
1. Qamariyah
2. Qamariyah
3. Syamsiyah
4. Syamsiyah
Pasangan yang tepat adalah ....
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 3 dan 4
52 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
7. Perhatikan pernyataan berikut dengan alif lam qamariyah
(1) Andi membaca lafaż
(2) Rina membaca lafaż dengan alif lam syamsiyah
(3) Hasan membaca lafaż dengan alif lam syamsiyah
(4) Muslih menyatakan bahwa yang termasuk huruf qamariyah adalah
(5) Zaki menyatakan bahwa yang termasuk huruf syamsiyah adalah
Pernyataan yang benar ada pada nomor ....
a. 1, 2, dan 3 c. 1, 3, dan 5
b. 1, 3, dan 4 d. 3, 4, dan 5
8. Perhatikan QS. Aḍ Ḍuha ayat berikut!
32 1
4
Yang termasuk hukum bacaan alif lam syamsiyah adalah nomor ....
a. 1 dan 2 c. 2 dan 4
b. 1 dan 3 d. 3 dan 4
9. Perhatikan QS. Al Lail berikut!
43 21
Yang termasuk hukum bacaan alif lam qamariyah adalah nomor … 53
a. 1 c. 3
b. 2 d. 4
Bab 4 Hukum Bacaan Alif Lam Ta’rif
10. Perhatikan QS. As Syams berikut!
4 32 1
Yang termasuk hukum bacaan alif lam qamariyah adalah nomor …
a. 4
b. 3
c. 2
d. 1
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Apakah yang dimaksud dengan alif lam ta’rif?
2. Apakah yang dimaksud dengan alif lam qamariyah?
3. Apakah yang dimaksud dengan alif lam syamsiyah?
4. Sebutkan yang termasuk huruf alif lam qamariyah!
5. Sebutkan yang termasuk huruf alif lam syamsiah!
54 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Bab https://i1.wp.com
5
QS. Ar-Rahmān/55:
33 dan QS. Al
Mujādilah/58: 11
Kompetensi Dasar
3.5. Memahami isi makna QS. Ar-Rahmān/55: 33 dan QS. Al Mujādilah/58: 11.
4.5.1. Membaca hafalan QS. Ar-Rahmān/55: 33 dan QS. Al Mujādilah/58: 11.
4.5.2. Menunjukkan hafalan QS. Ar-Rahmān/55: 33 dan QS. Al Mujādilah/58: 11.
A. Peta Konsep
Islam dan Ilmu
Pengetahuan
QS. Ar-Rahmān QS. Al
/55: 33 Mujādilah/58: 11
Mufradat Isi Kandungan Mufradat Isi Kandungan
B. Khazanah Ilmu
1. QS. Ar-Rahmān/55: 33
a. Membaca
Mari kita membaca QS. Ar-Raḥmān/55: 33 berikut ini
b. Mufradat dan Terjemah Arti Lafaż
Arti Mufradat wahai golongan
Arti Lafaż
jin dan manusia
56 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Arti Lafaż Arti Lafaż
jika kalian
maka tembuslah sanggup
kalian tidak akan untuk menembus
menembusnya
kecuali dengan dari sebagian
kekuasaan Allah penjuru
langit dan bumi
Terjemah
Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru
langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali
dengan kekuatan (dari Allah).
c. Isi Kandungan
Surat Ar-Raḥmān merupakan surat yang termasuk ke dalam golongan surat
makkiyah. Nama Ar-Raḥmān diambil dari ayat pertama surat ini. Ar-Raḥmān artinya
Maha Pemurah yang merupakan salah satu sifat Allah.
Sebab-sebab diturunkannya atau Asbabun Nuzul Surat Ar-Raḥmān yaitu ketika
orang-orang kafir bertanya siapakah Ar-Raḥmān itu? Yang terdapat dalam surat Al-
Furqan: 60: Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada
yang Maha Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah yang Maha Penyayang itu?
apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-
Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman). (QS. Al-Furqān:
60)
Khusus untuk QS. Ar-Raḥmān ayat 33 ini, Allah mempersilakan dan memberi
kesempatan kepada manusia untuk melintasi langit dan bumi. Namun hal tersebut
tidak bisa dilakukan kecuali dengan sulṭan. Ayat ini menegaskan bahwa mereka tidak
dapat menghindari dari pertanggungjawaban serta akibat-akibatnya. Allah menantang
Bab 5 QS. Ar-Rahmān/55: 33 dan QS. Al Mujādilah/58: 11 57
mereka dengan menyatakan: Hai kelompok jin dan manusia, jika kamu sanggup
menembus keluar menuju penjuru-penjuru langit dan bumi guna menghindari
pertanggungjawaban atau siksa yang menimpa kamu itu maka tembuslah keluar. Tetapi
sekali-kali kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan, sedangkan
kamu tidak memiliki kekuatan
Terdapat tiga hal pokok dalam ayat ini yaitu tentang ketidakmampuan manusia lari
dari kekuasaan Allah, Ketidakmampuan manusia menghindari pertanggungjawaban
di akhirat kelak dan kebebasan dari Allah untuk manusia menjelajah langit dan
bumi. Penafsiran ketiga inilah yang berkaitan dengan motivasi manusia untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan ilmu pengetahuan dan
teknologi menjadikan manusia memiliki ikhtiar untuk menjelajah langit dan bumi.
Allah memerintahkan kepada golongan jin dan manusia untuk menembus
(melintasi) ke penjuru langit dan bumi, arti perintah Allah ini hanya sekedar tantangan
Allah untuk menguji dan melemahkan jin dan manusia. Jin dan Manusia terbukti tidak
akan mampu menerima tantangan Allah karena sifat jin dan manusia yang memiliki
kemampuan terbatas.
Dalam ayat ini menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
kehidupan manusia. Masih banyak misteri alam sekitar yang belum terungkap. Manusia
dengan kemampuan akalnya akan berusaha mengungkap semua misteri penjuru dunia
dan langit dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Maka atas izin Allah, manusia menemukan teknologi pesawat terbang dan alat
transportasi lainnya untuk menjelajah penjuru langit dan bumi. Betapa pentingnya
menuntut ilmu bagi manusia agar kehidupan manusia dapat lebih sejahtera.
Nabi Muhammad bersabda:
Artinya:
“Dari Anas ibn Malik ia berkata, Rasulullah bersabda: “Menuntut ilmu itu adalah
kewajiban bagi setiap orang Islam ” (H.R. Ibn Majah)
Dalam Islam menuntut ilmu merupakan kewajiban dan hukumnya farḍu ‘ain.
Artinya kewajiban atas setiap individu atau orang untuk menuntut dan mencarinya.
Maka akan berdosa apabila seorang muslim meninggalkan kewajiban menuntut ilmu
58 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
terutama ilmu-ilmu agama. Karena ilmu agama akan menjadi pondasi yang kuat untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan lainnya. Dengan ilmu agama, hidup manusia
menjadi lebih terarah.
2. QS. Al Mujādilah/58: 11
a. Membaca
Mari kita baca dengan tartil QS. Al Mujādilah/58: 11 berikut ini.
b. Mufradat dan Terjemah Arti Lafaż
Arti Mufradat Wahai orang-
orang yang
Arti Lafaż
beriman
maka berdirilah
Apabila dikatakan
Allah kepada kalian
mengangkat berlapang-
lapanglah kalian
di antara kalian
di dalam majelis
orang yang
berilmu maka berlapang-
lapanglah
beberapa derajat
berdirilah kalian
dengan apa yang
kamu kerjakan
Allah Mahateliti
Bab 5 QS. Ar-Rahmān/55: 33 dan QS. Al Mujādilah/58: 11 59
Terjemah
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan
di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah
akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
c. Isi kandungan
Surat Al Mujādilah termasuk ke dalam golongan surat Madaniyah. Al Mujādilah
artinya gugatan. Al Mujādilah artinya wanita yang menggugat. Dinamakan demikian
sebagai jawaban atas pertanyaan wanita yang mengajukan gugatan berkaitan dengan
perkataan suaminya.
Secara khusus QS. Al Mujādilah ayat 11 merupakan motivasi dalam menuntut
ilmu dan adab dalam majelis ilmu. Surat Al Mujādilah ayat 11 menjelaskan adab
menghadiri majelis (termasuk majelis ilmu dan majelis żikir). Yakni berlapang-
lapang dan memberikan kelapangan kepada orang lain agar bisa duduk di majelis itu.
Mengambil tempat duduk seperlunya dan mempersilakan orang lain untuk sama-sama
duduk.
Di antara adab menghadiri majelis Rasulullah adalah mentaati beliau, termasuk
ketika beliau memerintahkan untuk berdiri atau pindah tempat duduk. Orang yang
memberi kelapangan dalam majelis maka Allah akan memberi kelapangan. Pemimpin
majelis boleh meminta seseorang untuk pindah guna memberikan tempat kepada
orang yang dimuliakan. Dalam hal ini ketaatan kepada pimpinan merupakan hal
penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat.
Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa
derajat, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan iman dan ilmu maka pangkat derajat
seseorang di sisi Allah sangat tinggi. Allah Maha Mengetahui apa yang dikerjakan
hamba-hambaNya dan motivasi di balik perbuatan itu. Allah memberikan balasan
atas perbuatan seseorang berdasarkan hakikat dan motivasi perbuatan itu. Ayat ini
memotivasi orang-orang beriman untuk menuntut ilmu dan menjadi orang-orang
yang berilmu.
60 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Orang beriman harus berilmu dan itu akan menjadi kekuatan dirinya. Jika orang
hanya beriman tidak berilmu maka itu kurang sempurna atau orang berilmu tapi tidak
beriman maka amat besar kebencian disisi Allah karena hanya mampu berkata namun
tidak mampu melaksanakan ilmunya. Apalagi jika ada orang tidak beriman dan tidak
berilmu itulah orang yang celaka. Maka iman dan ilmu harus dimiliki oleh seorang
muslim untuk kesempurnaan hidup dunia dan akhirat.
C. Praktikum
Membaca
QS. Ar-Rahmān ayat 33
QS. Al Mujādilah ayat 11
Menulis
Tulislah QS. Ar-Raḥmān ayat 33 dan QS. Al Mujādilah ayat 11!
Bab 5 QS. Ar-Rahmān/55: 33 dan QS. Al Mujādilah/58: 11 61
D. Murāja’ah
Silakan lakukan murāja’ah dengan teman sejawat, dan memberikan setoran
hafalan kepada mentor yang ditunjuk.
QS. Ar-Raḥmān ayat 33
QS. Al Mujādilah ayat 11
E. Ibrah
Ibnu Rusyd
Ibnu Rusyd lahir di Cordoba, Spanyol, pada 520 H (1126 M) dengan nama lengkap
Abu al Walid Muhammad ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Rusyd. Saat
itu, Cordoba merupakan kota paling menonjol dan terkenal keilmuannya di Andalusia
(Spanyol).
Di Eropa, ia dikenal dengan nama Averoes. Dia adalah seorang dokter, ahli hukum,
dan filosof paling popular pada periode kemajuan ilmu pengetahuan Islam (700-1200).
Ibn Rusyd tumbuh di tengah keluarga terhormat dan memiliki tradisi keilmuan yang
kuat. Ayah dan kakeknya pernah menjadi kepala pengadilan di Andalusia. Ia sendiri
pernah menduduki beberapa jabatan: antara lain sebagai qadli (hakim) di Sevilla dan
sebagai qadli al-qudlat (hakim agung) di Cordoba.
62 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Dalam berbagai karyanya, ia selalu membagi pembahasannya dalam tiga bentuk,
yaitu komentar, kritik, dan pendapat. Ia adalah seorang komentator sekaligus kritikus
ulung. Ulasannya yang terkenal adalah terhadap karya-karya Aristoteles. Ia tidak
semata-mata memberi komentar, tetapi juga menambahkan pandangannya sendiri,
suatu hal yang belum pernah dilakukan filosof lain sebelumnya. Kritik dan komentarnya
itulah yang menjadikannya terkenal di Eropa. Ulasan-ulasannya terhadap filsafat
Aristoteles berpengaruh besar di kalangan ilmuwan Eropa. Selain itu, ia juga banyak
mengomentari karya filosof muslim pendahulunya: al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Bajjah,
dan al-Ghazali.
Popularitas Ibnu Rusyd memuncak pada masa Khalifah Abu Ya’qub Yusuf bin
Abdul Mu’min. Kedudukannya begitu agung di sisi khalifah. Kedudukannya semakin
meningkat setelah khalifah al-Mansur Abu Yusuf Ya’qub menggantikan ayahnya.
Sayangnya, selang tak begitu lama, timbul kecurigaan terhadap Ibnu Rusyd dan
akidahnya. Ini merupakan awal dari rentetan fitnah dan hukuman buang baginya. Ia
dipenjara di kota Alisana/Lucana, Spanyol, tempat pembuangan orang- orang yang
akidah serta pemikirannya mengganggu ketenteraman negara. Hal yang tentunya
menyakitkan hatinya adalah perintah untuk membakar semua bukunya. Masyarakat
dilarang mempelajari selain yang bersifat pengetahuan murni seperti kedokteran,
matematika, dan astronomi. Kemudian ia diasingkan ke Maraquesh.
Ia meninggal dan dimakamkan di situ. Tiga bulan kemudian jenazahnya
dipindahkan ke Cordova. Keranda dan sisa-sisa bukunya diangkut kiri kanan punggung
seekor keledai.
Ibn Rusyd menulis tak kurang dari 50 judul buku dari berbagai disiplin ilmu. Di
antara karya-karyanya, ada yang hasil karyanya sendiri, ada juga yang berupa ulasan
terhadap karya Aristoteles. Karyanya yang sampai kepada kita antara lain Bidayatul
Mujtahid, Faslul-Maqal fī mā bayna al Hikmati wasy-Syari’at min al-iṡṡal, Manahij al
Adillah fī Aqāidi Ahl alMillah, dan Tahafut at-Tahafut. Di antara karya-karya tersebut,
yang paling mencerahkan adalah Faslul-Maqal fī mā bayna al Hikmati wasy-Syari’at
min al-iṡṡal. Dalam karya ini, ia memunculkan teori tentang harmoni (perpaduan)
agama dan filsafat. Ia menawarkan satu pandangan baru yang sama sekali orisinil dan
rasional.
Sumber: https://republika.co.id/berita/qb0q1s366/ibnu-rusyd-filosof-berkemajuan-dan-mencerahkan-part1
Bab 5 QS. Ar-Rahmān/55: 33 dan QS. Al Mujādilah/58: 11 63
F.
I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf
a, b, c, atau d!
1. Perhatikan arti bagian QS. Ar Raḥmān: 33 berikut ini!
‟kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan dari (Allah)”
Bagian ayat Al-Qur’an yang sesuai dengan arti ayat di atas adalah ....
a.
b.
c.
d.
2. Perhatikan tabel berikut ini
1. 4.
2. 5.
3.
Susunan yang benar potongan ayat di atas adalah ....
a. 1, 2, 3, 4, dan 5 c. 2, 4, 3, 5, dan 1
b. 1, 2. 4, 5, dan 3 d. 2, 3, 4, 5, dan 1
3. Perrhatikan ayat berikut ini!
Arti yang benar dari kata yang digarisbawahi pada ayat di atas adalah....
a. maka berlapang-lapanglah c. di dalam majelis ilmu
b. maka berdirilah kalian d. Allah mengangkat
4. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1. Perintah menuntut ilmu setinggi mungkin
2. Mencintai ilmu yang sedang dipelajari
64 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
3. Perintah selalu beriman kepada Allah
4. Perintah memuliakan orang-orang yang berilmu pengetahuan
Pernyataan di atas merupakan isi kandungan QS. Al Mujādilah/58: 11 adalah...
a. 1, 2, dan 3 c. 1, 3, dan 4
b. 1, 2, dan 4 d. 2, 3, dan 4
5. Perhatikan bagian QS. Ar Raḥmān: 33 berikut ini!
Terjemah dari bagian ayat tersebut adalah ….
a. wahai golongan jin dan manusia
b. jika kalian sanggup untuk menembusnya
c. maka tembuslah kalian tidak akan menembusnya
d. kalian tidak akan menembusnya kecuali dengan kekuasaan Allah
6. Perhatikan tabel mufradat QS. Al Mujādilah: 11 berikut ini!
No. Lafaż No. Arti
1. A maka berdirilah
2. B dengan apa yang kamu kerjakan
3. C apabila dikatakan kepada kalian
4. D maka berlapang-lapanglah
Pasangan yang tepat dari lafal dan artinya adalah ….
a. 1 – A, 2 – C, 3 – D, 4 – B c. 1 – C, 2 – A, 3 – D, 4 – B
b. 1 – B, 2 – A, 3 – D, 4 – C d. 1 – D, 2 – A, 3 – C, 4 – B
7. Lengkapilah QS. Al Mujādilah: 11 berikut ini!
a. c.
b. d.
Bab 5 QS. Ar-Rahmān/55: 33 dan QS. Al Mujādilah/58: 11 65
8. Lengkapilah QS. Ar-Raḥmān: 33 berikut ini!
a. c.
b. d.
9. Ilmu pengetahuan merupakan hal yang penting untuk dicari dan dipelajari, sebab
dengan ilmu pengetahuan kita dapat mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak
kita ketahui. Menurut QS. Ar-Raḥmān/55: 33, keistimewaan ilmu pengetahuan
adalah ….
a. Allah meninggikan derajat orang yang memiliki ilmu pengetahuan
b. dengan ilmu pengetahuan manusia semakin menyadari kelemahannya
c. ilmu pengetahuan dapat menembus sekat-sekat yang selama ini belum terkuak
d. terbuka peluang untuk menjelajah dunia akhirat dengan ilmu pengetahuan
10. Perhatikan terjemah dari QS. Al Mujādilah/58: 11 berikut!
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam
majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan
apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan
beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Isi yang terkandung dalam QS. Al Mujādilah ayat 11 adalah ….
a. Allah meninggikan derajat orang beriman dan berilmu pengetahuan
b. jika ingin ditinggikan derajatnya maka harus selalu bekerja
c. untuk menembus langit dan bumi harus dengan kekuatan ilmu
d. orang beriman agar senantiasa memperluas majlis
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Tulislah QS. Ar-Raḥmān ayat 33 dengan benar!
2. Tulislah QS. Al Mujādilah ayat 11 dengan benar!
3. Apakah isi kandungan QS. Ar-Raḥmān ayat 33?
4. Apakah isi kandungan QS. Al Mujādilah ayat 11?
5. Tulislah terjemah QS. Al Mujādilah ayat 11!
66 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Bab https://i1.wp.com
6
Hukum Nun Sukūn
dan Tanwīn
Kompetensi Dasar
3.6. Memahami hukum nun sukūn dan tanwīn.
4.6. Mempraktikkan hukum nun sukūn dan tanwīn dalam membaca Al-Qur’an.
A. Peta Konsep
Hukum Nun Sukūn
dan Tanwīn
Izhār Idgām Iqlab Ikhfā’
B. Khazanah Ilmu
1. Izhār
Menurut lugat (bahasa) adalah jelas. Sedangkan pengertian menurut istilah
(terminologi) adalah huruf yang keluar dari tempat keluarnya tanpa gunnah
(mendengung). Adapun huruf iẓhār ada 6 (enam) yaitu: Hamzah ( ), Ha’ besar ( ),
‘Ain ( ), Ḥa’ kecil ( ), kemudian Ga’ ( ), dan Kha’ ( ).
Sebagian ahli qira’at menyampaikan dalam bentuk kalimat:
2. Idgām
Menurut pengertian bahasa idgām adalah memasukan sesuatu ke dalam sesuatu.
Sedangkan menurut istilah ilmu tajwid adalah memasukan huruf yang sukūn ke dalam
huruf yang berharakat sehingga menjadi satu huruf yang bertasydid. Hurufnya ada
enam yang terkumpul dalam kalimat
68 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Idgām Bigunnah
Idgām Bilāgunah
Tetapi jika huruf idgām berada dalam satu kalimat maka wajib dibaca iẓhār. Seperti
3. Iqlab
Menurut pengertian bahasa adalah memindahkan sesuatu dari yang semestinya.
Sedangkan menurut istilah adalah menjadikan atau memindahkan huruf ke tempat
yang lain serta harus menjaga gunnah/dengung.
4. Ikhfā’
Menurut bahasa adalah menutupi, sedangkan menurut istilah adalah melafalkan
huruf yang terbebas dari tasydid yang berada di antara sifat iẓhār dan idgām serta
tetap dengung atau gunnah pada huruf yang pertama. Hurufnya ada 15 seperti yang
tercantum dalam syair atau bait:
Bab 6 Hukum Nun Sukūn dan Tanwīn 69
Ikhfā’ Aqrab
Yang paling dekat dengan makhrajnya nun sukūn/tanwīn
Ikhfā’ Ausath
Makhrajnya berada di tengah (antara aqrab dan ab’ad)
Ikhfā’ Ab’ad
Yang paling jauh dengan makhrajnya nun sukūn/tanwīn
Mempelajari Surat Al-Balad
70 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Terjemah
1. Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah)
2. dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini,
3. dan demi (pertalian) bapak dan anaknya.
4. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.
5. Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa
atasnya?
6. Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”
7. Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?
8. Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,
9. dan lidah dan sepasang bibir?
10. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan),
11. tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?
12. Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?
13. (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya),
14. atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan,
15. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,
16. atau orang miskin yang sangat fakir.
17. Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk
bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.
18. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan
kanan.
Bab 6 Hukum Nun Sukūn dan Tanwīn 71
19. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan
kiri.
20. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat
Isi Kandungan Surat Al-Balad
Surat Al Balad terdiri atas 20 ayat, termasuk kelompok surat Makiyah. Al Balad itu
sendiri artinya negeri maksudnya kota Mekah (Tanah Haram). Manusia diciptakan
Allah untuk berjuang menghadapi kesulitan, janganlah manusia terperdaya oleh
kekuasaan dan harta benda yang banyak yang telah dibelanjakannya. Dan Allah telah
menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan jalan kecelakaan.
Mempelajari Surat Al-Fajr
72 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Terjemah
1. Demi fajar,
2. demi malam yang sepuluh,
3. demi yang genap dan yang ganjil,
4. demi malam apabila berlalu.
5. Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi
orang-orang yang berakal?
6. Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat
terhadap (kaum) ‘Ad?
7. (yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan
yang tinggi,
8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,
9. dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah,
10. dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),
11. yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
12. lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu,
13. karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka,
14. sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi.
15. Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan
memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.”
16. Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata,
“Tuhanku telah menghinaku.”
Bab 6 Hukum Nun Sukūn dan Tanwīn 73
17. Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,
18. dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
19. sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang
halal dan yang haram),
20. dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.
21. Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),
22. dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris,
23. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia,
tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu.
24. Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan)
untuk hidupku ini.”
25. Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (yang
adil),
26. dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
27. Wahai jiwa yang tenang!
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,
30. dan masuklah ke dalam surga-Ku.
Isi Kandungan QS. Al-Fajr
Surat Al-Fajr terdiri atas 30 ayat termasuk kelompok surat Makkiyah, Al-Fajr
artinya waktu fajar. Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami seseorang bukanlah
tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan. Celaan
terhadap orang-orang yang tidak mau memelihara anak yatim, dan tidak memberi
makan orang miskin, kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan
campur aduk dan orang yang sangat mencintai harta, bencana yang dihadapi orang-
orang kafir di hari kiamat, orang yang berjiwa muṭmainah (tenang) mendapat
kemuliaan di sisi Allah.
74 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
C. Praktikum
Membaca
1. Bacalah QS. Al Balad/90: 1-20 dengan tartil!
2. Identifikasi hukum bacaan nun sukūn dan tanwīn dalam surat tersebut!
Menulis
Silakan tebalkan tulisan QS. Al Balad/90: 1-20 berikut!
Bab 6 Hukum Nun Sukūn dan Tanwīn 75
Terjemah
1. Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah),
2. dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini,
3. dan demi (pertalian) bapak dan anaknya.
4. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.
5. Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?
6. Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”
7. Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?
8. Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,
9. dan lidah dan sepasang bibir?
10. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan),
11. tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?
12. Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?
13. (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya),
14. atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan,
15. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,
16. atau orang miskin yang sangat fakir.
17. Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk
bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.
18. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.
19. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.
20. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.
76 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
D. Murāja’ah
Silakan lakukan murāja’ah QS. Al Balad/90: 1-20 dengan teman sejawat, dan
memberikan setoran hafalan kepada mentor yang ditunjuk.
E. Ibrah
Sang Proklamator Moh. Hatta
Proklamator Mohammad Hatta banyak memberikan teladan soal kesederhanaan.
Hatta mengajarkan menjadi pria terhormat tidak harus menjadi orang kaya. Hatta juga
mencontohkan perilaku jujur dan menghindari korupsi. Sesuatu yang sangat langka
saat ini.
Hatta hanya mengenal seorang wanita selama hidupnya. Dialah Rachmi Rahim
yang biasa dipanggil Yuke. Usia Hatta dan Yuke terpaut 24 tahun. Saat menikah Yuke
baru berusia 19 tahun. Maklum, Hatta pernah berjanji tidak akan menikah selama
Indonesia belum merdeka. Di sebuah Vila di Megamendung Bogor tanggal 18 November
1945, keduanya menikah. Hal yang unik, Hatta memberi Yuke mas kawin berupa buku
karangannya yang berjudul Alam pikiran Yunani. Keluarga Hatta sempat protes. Masa
Bab 6 Hukum Nun Sukūn dan Tanwīn 77
iya menikah memberikan mas kawin berupa buku? Bukankah seharusnya emas atau
harta yang berharga? Tapi itulah Hatta. Baginya buku dan ilmu pengetahuan adalah
yang paling berharga.
Bahkan beredar guyonan sebenarnya Yuke adalah istri ketiga Hatta. Istri pertama
Hatta adalah buku, istri keduanya buku, baru istri ketiganya Yuke. Hatta memang tidak
pernah bisa dipisahkan dari buku.
Rumah tangga keduanya berjalan harmonis puluhan tahun. Yuke mendampingi
Hatta sebagai wakil presiden, mendampingi Hatta hijrah dari Jakarta ke Yogya. Yuke
juga ikut menjadi tahanan rumah saat Belanda menduduki Yogyakarta 19 Desember
1945. Dia menyaksikan suaminya ditangkap dan dibuang ke Bangka.
Yuke juga mendampingi Hatta saat mundur sebagai wakil Presiden. Hatta kecewa
melihat Soekarno yang menjadi diktator. Keluarga Hatta dengan tiga putrinya hidup
pas-pasan karena Hatta tidak mau mengambil sesuatu yang bukan haknya.
Akhirnya Hatta meninggal 14 Maret 1980. Jika dihitung pernikahan Hatta dan
Rachmi Rahim berlangsung 35 tahun. Rachmi membaktikan hidupnya untuk pria luar
biasa ini dan Hatta membuktikan, tak ada wanita lain dalam hidupnya. Pada suatu
ketika, Rachmi tak mampu membeli mesin jahit idamannya. Hatta pun hanya bisa
menyuruh Rachmi bersabar dan menabung lagi.
https://www.merdeka.com/peristiwa/6-teladan-kesederhanaan-pahlawan-nasional-bung-hatta.
html?page=5
C.
I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf
a, b, c, atau d!
1. Hukum bacaan pada ayat adalah ....
a. iẓhār dan idgām c. ikhfā’ dan iqlab
b. iẓhār dan iqlab d. ikhfā’ dan idgām
2. Apabila nun sukūn atau tanwīn bertemu dengan huruf ( ) hukum membacanya
adalah ....
a. iẓhār c. iqlab
b. idgām d. ikhfā’
78 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
3. Apabila nun sukūn atau tanwīn bertemu dengan huruf ( ) hukum membacanya
adalah ....
a. iẓhār c. iqlab
b. idgām d. ikhfā’
4. Apabila nun sukūn atau tanwīn bertemu dengan huruf ( ) hukum membacanya
adalah ....
a. iẓhār c. iqlab
b. idgām d. ikhfā’
5. Huruf yang keluar dari tempat keluarnya huruf tanpa disertai dengan gunnah
adalah pengertian dari ....
a. iẓhār c. iqlab
b. idgām d. ikhfā’
6. Hukum bacaan nun sukūn atau tanwīn terdiri dari ... bagian.
a. 1 c. 3
b. 2 d. 4
7. Perhatikan tabel di bawah ini!
Hukum Bacaan Lafaż
1 Iẓhār A
2 Idgām B
3 Iqlab C
4 Ikhfā’ D
Berdasarkan tabel di atas pasangan yang tepat antara hukum bacaan nun sukūn
dan tanwīn dengan kalimat adalah ....
a. 1A, 2B, 3C, dan 4D c. 1C, 2D, 3A, dan 4B
b. 1B, 2C, 3D, dan 4A d. 1D, 2C, 3B, dan 4B
Bab 6 Hukum Nun Sukūn dan Tanwīn 79
8. Perhatikan tabel di bawah ini!
Hukum Bacaan Lafaż
1 Iẓhār A
2 Idgām B
3 Iqlab C
4 Ikhfā’ D
Berdasarkan tabel di atas pasangan yang tepat antara hukum bacaan nun sukūn
atau tanwīn dengan huruf adalah ....
a. 1A, 2B, 3C, dan 4D c. 1C, 2B, 3D, dan 4A
b. 1B, 2C, 3D, dan 4A d. 1D, 2C, 3B, dan 4B
9. Yang mengandung hukum bacaan ikhfā’ pada lafaż/ayat di bawah ini adalah ....
a. c.
b. d.
10. adalah contoh lafaż .... c. iqlab
d. ikhfā’
a. iẓhār
b. idgām
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Apa arti idgām menurut pengertian istilah?
2. Terdapat hukum bacaan apa saja pada QS. Al-Fīl ayat 4 di bawah ini?
3. Sebutkan isi kandungan QS. Al-Balad!
4. Sebutkan isi kandungan QS. Al-Fajr!
5. Sebutkan dan jelaskan 3 ciri pokok kelompok surat Makkiyah!
80 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Bab https://i1.wp.com
7
Hukum Mim Sukūn
dan Idgām
Kompetensi Dasar
3.7. Memahami hukum mim sukūn dan idgām.
4.7. Mempraktikkan hukum mim sukūn dan idgām dalam membaca Al-Qur’an.
A. Peta Konsep
Mim Sukūn
Idgām Ikhfā’ Izhār
Mutamasilain Syafawī Syafawī
Idgām
Idgām Idgām Idgām
Mutamasilain Mutaqaribain Mutajanisain
B. Khazanah Ilmu
Mengenal Mim Sukūn
a. Pengertian Hukum Mim Sukūn
Jika mim sukūn itu terletak sebelum semua huruf hijaiyah selain alif layyinah
(alif sukūn), maka ada tiga hukum bacaan. Yaitu idgām mutamaṡilain, ikhfā’ syafawī,
dan iẓhār syafawī.
1. Idgām Mutamaṡilain
82 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
2. Ikhfā’ Syafawī
3. Iẓhār Syafawī
Mengenal Idgām
b. Hukum Idgām pada Huruf Selain Nun Sukūn dan Mim Sukūn Adalah
Mutamaṡilain, Mutaqaribain, dan Mutajanisain
1. Idgām Mutamaṡilain
Bersatunya dua huruf yang sifat dan makhrajnya sama. Seperti
2. Idgām Mutaqaribain
Dua huruf yang saling berdekatan baik sifat maupun makhraj hurufnya.
3. Idgām Mutajanisain
Makhrajnya sama tetapi sifat hurufnya berbeda.
c. Mengidentifikasi Hukum Mim Sukūn pada QS. Al-Fīl/105
QS. Al-Fīl: 1-5
Bab 7 Hukum Mim Sukūn dan Idghām 83
Idgām Mutamasilain Ikhfā’ Syafawī Iẓhār Syafawī
َت ْر ِم ْي ِه ْم ِ ِبح َجا َر ٍة َاَل ْم َت َر
َاَل ْم َ ْيج َع ْل
َ ْي َد ُه ْم ِف ْي َت ْض ِل ْي ٍل
َع َل ْي ِه ْم َط ْي ًرا
َف َج َع َل ُه ْم َك َع ْص ٍف
d. Mengidentifikasi Bacaan Gunnah Pada QS. Al-Balad dan Al-Fajr
QS. Al Balad: 1-20
84 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
QS. Al Fajr: 1-30
Bab 7 Hukum Mim Sukūn dan Idghām 85
Gunnah
C. Praktikum
Membaca
Bacalah QS. Al Fajr/89: 1-30 dengan tartil!
86 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Menulis
Silakan tebalkan tulisan QS. Al Fajr/89: 1-30 berikut!
Bab 7 Hukum Mim Sukūn dan Idghām 87
Terjemah
1. Demi fajar,
2. demi malam yang sepuluh,
3. demi yang genap dan yang ganjil,
4. demi malam apabila berlalu.
5. Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi
orang-orang yang berakal?
6. Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat
terhadap (kaum) ‘Ad?
7. (yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan
yang tinggi,
8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,
9. dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah,
10. dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),
11. yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
12. lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu,
13. karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka,
14. sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi.
15. Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan
memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.”
88 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
16. Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata,
“Tuhanku telah menghinaku.”
17. Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,
18. dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
19. sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang
halal dan yang haram),
20. dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.
21. Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),
22. dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris,
23. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia,
tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu.
24. Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan)
untuk hidupku ini.”
25. Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (yang
adil),
26. dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
27. Wahai jiwa yang tenang!
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,
30. dan masuklah ke dalam surga-Ku.
D. Murāja’ah
Silakan lakukan murāja’ah Q.S. Al Fajr/89: 1-30 dengan teman sejawat, dan
memberikan setoran hafalan kepada mentor yang ditunjuk.
Bab 7 Hukum Mim Sukūn dan Idghām 89
E. Ibrah
Belajar Dari Sebuah Pensil
Nasehat Seorang Nenek Yang Cerdik Dari Sebuah Pensil
Apa yang ada dalam pikiranmu setelah melihat pensil…??
Dapatkah kamu mengambil pelajaran dari sebuah pensil yang sering kita gunakan...??
Bila ingin tahu maka bacalah nasehat nenek yang cerdik ini tentang “Hikmah Sebuah Pensil”.
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek
lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi
tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini
ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi. Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian
melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada
90 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab,
“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5
kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu
selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
Pertama:
Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini.
Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan
yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia
akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya. Pensil dituntun oleh tangan,
jadikan penuntun kita adalah Allah l.
Kedua:
Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan
rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si
pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan
ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani
menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu
menjadi orang yang lebih baik”.
Ketiga:
Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk
memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam
hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada
jalan yang benar.
Penghapus selalu membenarkan kata kata kita dengan menghapus tulisan yg salah.
Kita juga harus mendengar nasehat orang lain apabila kita salah dan segera introspeksi
diri.
Keempat:
Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan
arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan
menyadari hal-hal di dalam dirimu”.
Bab 7 Hukum Mim Sukūn dan Idghām 91
Dalam hal ini yang ada dalam diri kita adalah hati dan nafsu, akal dan pikiran dan
semua yang berasal dari dalam diri kita. Harus selalu kita kendalikan.
Kelima:
Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan….
Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup
ini akan tinggalkan kesan.
Oleh karena itu, selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan.
kita pun demikian, apa yang kita perbuat akan meninggalkan goresan baik atau buruk
yang nantinya akan dihisab, maka berhati-hatilah akan setiap goresan yang kita
perbuat.
https://kumpulankisahteladan.wordpress.com/2013/02/04/belajar-dari-sebuah-pensil/
F.
I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf
a, b, c, atau d!
1. Hukum bacaan pada ayat adalah ....
a. iẓhār syafawī dan idgām bilāgunnah
b. iẓhār syafawī dan idgām bigunnah
c. ikhfā’ syafawī dan iẓhār syafawī
d. ikhfā’ syafawī dan idgām mutamaṡilain
2. Apabila mim sukūn bertemu dengan huruf ( ) hukum membacanya adalah ....
a. iẓhār syafawī c. idgām bigunnah
b. idgām mutamaṡilain d. ikhfā’ syafawī
3. Apabila mim sukūn bertemu dengan huruf ( ) hukum membacanya adalah ....
a. iẓhār syafawī c. idgām bilāgunnah
b. idgām mutamaṡilain d. ikhfā’ syafawī
4. Apabila mim sukūn bertemu dengan huruf ( ) hukum membacanya adalah ....
a. iẓhār syafawī
b. idgām mutamaṡilain
c. idgām bigunnah
d. ikhfā’ syafawī
92 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
5. Hukum membaca mim sukūn terdiri dari ... bagian.
a. 1 c. 3
b. 2 d. 4
6. Perhatikan tabel di bawah ini!
Hukum Bacaan Lafaż
1. Iẓhār Syafawī A
2. Idgām Mutamaṡilain B
3. Idgām Bigunnah C
4. Ikhfā’ Syafawī D
Berdasarkan tabel di atas pasangan yang tepat tentang hukum bacaan mim sukūn
dengan lafaż/kalimat adalah ....
a. 1C, 2B, 3D, dan 4A c. 1C, 2D, 3A, dan 4B
b. 1B, 2C, 3D, dan 4A d. 1D, 2C, 3B, dan 4B
7. Perhatikan tabel di bawah ini!
Hukum Bacaan Lafaż
1. Idgām Mutajanisain A
2. Idgām Mutaqaribain B
3. Idgām Mutamaṡilain C
4. Idgām Bigunnah D
Bab 7 Hukum Mim Sukūn dan Idghām 93
Berdasarkan tabel di atas pasangan yang tepat antara hukum bacaan mim sukūn
dan lafaż adalah ....
a. 1A, 2B, 3C, dan 4D c. 1D, 2C, 3A, dan 4B
b. 1B, 2C, 3D, dan 4A d. 1D, 2C, 3B, dan 4B
8. Yang mengandung hukum bacaan idgām mutamaṡilain pada lafaż/ayat di bawah
ini adalah ....
a.
b.
c.
d.
9. adalah contoh lafaż ....
a. idgām mutamaṡilain c. idgām mutajanisain
b. idgām mutaqaribain d. idgām bilāgunnah
10. Huruf yang saling berdekatan baik makhraj maupun sifatnya, adalah pengertian
dari ....
a. idgām mutamaṡilain c. idgām mutaqaribain
b. idgām mutajanisain d. idgām
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Sebutkan macam-macam hukum idgām!
2. Sebutkan 3 hukum bacaan yang terdapat pada QS. Al Maidah ayat 61 di bawah ini!
3. Apa yang dimaksud dengan idgām mutamaṡilain?
4. Apakah hukum dari makhrajnya sama tetapi sifat hurufnya berbeda?
5. Jelaskan pengertian dari idgām mutaqaribain?
94 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII