Bab https://i1.wp.com
8
QS. An-Nisā’/4:
146
Kompetensi Dasar
3.8. Memahami makna QS. An-Nisā’/4: 146.
4.8.1. Membaca QS. An-Nisā’/4: 146 dengan tartil.
4.8.2. Menulis QS. An-Nisā’/4: 146 dengan benar.
4.8.3. Menunjukkan Hafalan Q.S. An-Nisā’/4: 146 dengan lancar.
A. Peta Konsep
Surat An-Nisā’: 146
Membaca Isi Kandungan Mufradat
B. Khazanah Ilmu
1. Membaca QS. An-Nisā’/4 : 146
2. Mufradat dan Terjemah QS. An-Nisā’/4:146
a. Arti Mufradat QS. An-Nisā’/4: 146
Arti Lafaż Arti Lafaż
dan berpegang kecuali
teguh
pada agama Allah orang-orang
dan dengan tulus yang bertobat
ikhlas (menjalankan)
agama mereka dan
karena Allah yang memperbaiki
diri pemimpin
96 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Arti Lafaż Arti Lafaż
Allah akan maka mereka itu
memberikan
kepada orang-orang bersama-sama
yang beriman orang-orang yang
beriman
pahala
yang besar dan kelak
b. Terjemah QS. An-Nisā’/4: 146
Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh
pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah.
Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan
memberikan kepda orang-orang yang beriman pahala yang besar.
3. Isi Kandungan QS. An-Nisā’/4: 146
Surat An-Nisā’ terdiri dari 176 ayat adalah kelompok surat Madaniyah. Dinamakan
An-Nisā’ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan
wanita serta surat yang paling banyak menceritakan hal itu dibanding dengan surat-
surat yang lain. Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita
ialah surat Aṭ Ṭhalaq. Dalam hubungan ini biasa disebut surat An-Nisā’, dengan
sebutan ”Surat An-Nisā’ Al Kubrā” (surat An-Nisā’ yang besar), sedang surat Aṭ Ṭhalaq
disebut “Surat An-Nisā’ Aṣ Ṣugrā” (surat An-Nisā’ yang kecil).
Kandungan QS. An-Nisā’/4: 146 menjelaskan tentang keikhlasan amal seseorang.
Perhatikan hadis Rasulullah berikut.
Bab 8 QS. An-Nisā'/4: 146 97
Artinya:
Dari Abi Hurairah berkata. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak
melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi
Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]
Ancaman Allah tidak akan menimpa apabila bertaubat dan menyesali perbuatan-
nya serta menyesalinya dengan perbuatan-perbuatan sebagai berikut:
1. Mereka betul-betul berusaha untuk melakukan amal saleh yang dapat
menghilangkan noda kemunafikannya dengan selalu bersifat jujur, baik dalam
berkata maupun dalam berbuat, dapat dipercaya, memenuhi janji, ikhlas terhadap
Allah dan Rasul Nya, dan tetap melakukan salat dengan khusyu dan tekun, baik
di hadapan orang maupun di waktu sendiri-sendiri.
2. Berpegang teguh kepada Allah yaitu mendasarkan tobat dan amal saleh kepada
keridaan Allah serta berpegang teguh pada kitab Al-Qur’an berakhlak yang mulia
serta berperangai baik sesuai dengan ajaran Al-Qur’an, menjalani semua perintah
dan menjauhi segala larangan Allah.
3. Mengikhlaskan diri kepada Allah yaitu memohon pertolongan hanya kepada-
Nya, baik di waktu senang atau dalam keadaan susah.
Apabila mereka itu melakukan ketentuan-ketentuan tersebut, maka Allah
berjanji akan memasukkan mereka ke dalam barisan orang-orang mukmin nanti di
hari kiamat, karena mereka telah beriman, dan beramal seperti orang-orang mukmin,
bahkan mereka itu akan diberi pahala seperti pahala yang diterima oleh orang-orang
mukmin.
C. Praktikum
1. Membaca
Bacalah QS. An-Nisā’/4: 144-147 dengan tartil
QS. An-Nisā’/4: 144
98 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
QS. An-Nisā’/4: 145
QS. An-Nisā’/4: 146
QS. An-Nisā’/4:147
Identifikasilah hukum bacaan lam ta’rif (alif lam), nun mati dan tanwīn dalam QS.
An-Nisā’/4: 144-147 sebagaimana pada contoh.
QS. An-Nisā’/4: 144
Lam ta’rif = al qamariyah
Mim sukūn, nun
sukūn dan tanwīn
QS. An-Nisā’/4: 145
Lam ta’rif
Mim sukūn, nun
sukūn dan tanwīn
Bab 8 QS. An-Nisā'/4: 146 99
QS. An-Nisā’/4: 146
Lam ta’rif
Mim sukūn, nun
sukūn dan tanwīn
QS. An-Nisā’/4: 147
Lam ta’rif
Mim sukūn, nun
sukūn dan tanwīn
2. Menulis
Silakan tebalkan tulisan QS. An-Nisā’/4: 144-147 berikut!
100 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Artinya:
144. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang
kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin
memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu)?
145. Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling
bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi
mereka.
146. Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh
pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena
Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak
Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman.
147. Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah
Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.
D. Murāja’ah
Silakan lakukan murāja’ah dengan teman sejawat, dan memberikan setoran
hafalan kepada mentor yang ditunjuk.
Bab 8 QS. An-Nisā'/4: 146 101
C. Ibrah
Kisah Indah Buah Dari Keikhlasan
Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi bin Muhammad Al-Bazzar al-
Anshari berkata, “Dulu, aku pernah berada di Makah–semoga Allah selalu menjaganya.
Suatu hari aku merasakan lapar yang sangat. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang
dapat menghilangkan laparku. Tiba-tiba aku menemukan sebuah kantong dari sutera
dan diikat dengan kaos kaki yang terbuat dari sutera pula. Ketika aku buka, aku
dapatkan di dalamnya sebuah kalung permata yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.”
“Kemudian, aku keluar rumah, dan saat itu ada seorang bapak tua yang berteriak
mencari kantongnya yang hilang sambil memegang kantong kain yang berisi uang lima
ratus dinar. Dia mengatakan, ‘Ini adalah bagi orang yang mau mengembalikan kantong
sutera yang berisi permata.’ Aku berkata kepada diriku, ‘Aku sedang membutuhkan,
aku ini sedang lapar. Aku bisa mengambil uang dinar emas itu untuk aku manfaatkan
dan mengembalikan kantong sutera ini kepadanya.’ Maka, aku membawa orang itu ke
rumahku.
Setibanya di rumah, aku meminta kepadanya untuk menjelaskan ciri-ciri kantong
yang hilang tersebut untuk meyakinkanku, dan dia menceritakan kepadaku ciri
kantong sutera itu, ciri-ciri kaos kaki pengikatnya, cirri-ciri permata dan jumlahnya,
berikut benang yang mengikatnya. Yang disebutkannya persis seperti kantong yang
aku temukan, maka aku segera mengeluarkan dan memberikan kantong itu kepadanya,
dan dia pun memberikan untukku lima ratus dinar, tetapi aku tidak mau mengambilnya.
Aku katakan kepadanya, “Memang seharusnya aku mengembalikannya
kepadamu tanpa mengambil upah untuk itu.” Ternyata dia bersikeras, ‘Kau harus
mau menerimanya,’ sambil memaksaku terus-menerus. Aku tetap pada pendirianku,
untuk tidak menerima uang imbalan tersebut. Akhirnya, bapak tua itu pun pergi
meninggalkanku.”
“Adapun aku, beberapa waktu setelah kejadian itu, aku keluar dari kota Mekah
dan berlayar dengan perahu. Di tengah laut perahu tumpangan itu pecah, orang-orang
semua tenggelam dengan harta benda mereka. Tetapi aku selamat dengan menumpang
potongan papan dari pecahan perahu itu. Untuk beberapa waktu aku tetap berada di
laut, tak tahu ke mana hendak pergi.”
102 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
“Akhirnya aku tiba di sebuah pulau yang berpenduduk. Aku duduk di dalam
salah satu masjid mereka, sambil membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Ketika mereka tahu
bagaimana aku membacanya, tidak seorang pun dari penduduk pulau tersebut kecuali
dia datang kepadaku dan mengatakan, ‘Ajarkanlah Al-Qur’an kepadaku.’
Kemudian aku penuhi permintaan mereka. Dari mereka aku mendapat harta yang
banyak. Di dalam masjid aku menemukan beberapa lembar muṣḥaf, aku mengambil
dan mulai membacanya. Lalu mereka bertanya, ‘Kau bisa menulis?’ ‘Ya’. Mereka
berkata, ‘Kalau begitu, ajarilah kami menulis.’ Mereka pun datang dengan anak-anak
dan para remaja mereka. Aku ajari mereka tulis-menulis. Dari itu, aku juga mendapat
banyak uang.
Setelah itu mereka berkata, ‘Kami mempunyai seorang putri yatim, dia mempunyai
harta yang cukup. Maukah kau menikahinya?’ Aku menolak. Tetapi, mereka terus
mendesak, “Tidak bisa, kau harus mau” itulah kata mereka memaksaku, Akhirnya aku
menuruti keinginan mereka juga.”
“Ketika mereka membawa anak perempuan itu ke hadapanku, aku pandangi
dia. Tiba-tiba aku melihat kalung permata yang dulu pernah aku temukan di
Mekah melingkar di lehernya. Tidak ada yang aku lakukan saat itu, kecuali hanya
terus memperhatikan kalung permata itu. Mereka berkata, ‘Sungguh kau telah
menghancurkan hati perempuan yatim ini. Kau hanya memperhatikan kalung itu
dan tidak memperhatikan orangnya.’Maka, saya ceritakan kepada mereka kisah saya
dengan kalung tersebut.
Setelah mereka tahu, mereka meneriakkan tahlil dan takbir hingga terdengar oleh
penduduk setempat. ‘Ada apa dengan kalian?’ kataku bertanya. Mereka menjawab,
‘Tahukah engkau, bahwa orang tua yang mengambil kalung itu darimu saat itu adalah
ayah anak perempuan ini.’ Dia pernah mengatakan, ‘Aku tidak pernah mendapatkan
seorang muslim di dunia ini (sebaik) orang yang telah mengembalikan kalung ini
kepadaku.’ Dia juga berdoa, ‘Ya Allah, pertemukanlah aku dengan orang itu hingga
aku dapat menikahkannya dengan puteriku.’ Dan, sekarang sudah menjadi kenyataan.”
Meskipun anak perempuan itu telah yatim, namun doa sang ayah terkabul karena
akhirnya merekapun menikah dan Allah telah mengabulkan doa sang ayah pemilik
kalung tersebut.
https://kumpulankisahteladan.wordpress.com/2013/02/05/kisah-indah-buah-dari-keikhlasan/
Bab 8 QS. An-Nisā'/4: 146 103
D.
I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf
a, b, c, atau d
1. QS. An-Nisā’ merupakan kelompok surat ....
a. Makkiyah c. Mukaramah
b. Madaniyah d. Munawarah
2. Perhatikan QS. An-Nisā’: 147 di bawah ini!
Artinya: “Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”
Maksud dari Maha Mensyukuri adalah ....
a. menambahkan nikmat c. mengurangi bencana
b. menambahkan kesabaran d. menambahkan iman
3. Merupakan ciri-ciri surat Madaniyah, kecuali ....
a. diawali dengan seruan “ ”
b. diturunkan setelah hijrah ke Madinah
c. mengandung isi muamalah (hubungan sosial)
d. diawali dengan seruan “ ”
4. Perhatikan tabel di bawah ini!
No. Ayat/Lafaż Artinya
1. A supaya menyembah
2. B kecuali
3. C dan mereka tidak disuruh
4. D Allah
Urutan lafaż dan arti yang sesuai adalah ....
104 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
a. 1A, 2B, 3C, dan 4D
b. 1B, 2A, 3D, dan 4C
c. 1C, 2B, 3A, dan 4D
d. 1D, 2B, 3A, dan 4C
5. Isi kandungan ayat QS. Fuṣṣilat: 30 adalah, kecuali ....
a. ikhlas beramal karena Allah
b. selalu bersedih dalam menjalankan kehidupannya
c. orang yang teguh pendirian dalam beribadah kepada Allah
d. bergembira karena akan mendapatkan surga
6. Perhatikan QS. An-Nisā’ ayat 145!
Ayat di atas mengandung hukum bacaan ....
a. iqlab
b. idgām bigunnah
c. ikhfā’
d. idgām bilāgunnah
7. Perhatikan tabel di bawah ini!
No. Ayat/Lafaż Hukum Bacaan
1. A Iẓhār
2. B Idgām Bigunnah
3. C Iẓhār Syafawī
4. D Ikhfā’
Pasangan lafaż dan hukum bacaan yang sesuai adalah ....
a. 1A, 2C, 3B, dan 4D c. 1C, 2D, 3C, dan 4A
b. 1D, 2C, 3B, dan 4A d. 1B, 2A, 3C, dan 4D
Bab 8 QS. An-Nisā'/4: 146 105
8. Contoh hukum mim sukūn pada QS. Fuṣṣilat: 30 adalah ....
a. c.
b. d.
9. Cara membaca mim sukūn bertemu dengan huruf ( )تadalah ....
a. dibacanya tidak jelas di bibir dengan mulut tertutup
b. dibacanya kurang jelas di bibir dengan mulut tertutup
c. dibacanya harus jelas di bibir dengan mulut agak terbuka
d. dibacanya harus jelas di bibir dengan mulut tertutup
10. Nama lain dari idgām mimi adalah ....
a. idgām mutamaṡilain c. idgām mutaqaribain
b. idgām mutajanisain d. idgām ma’al ghunnah
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Tulislah Q.S. An-Nisā’/4: 146 dengan benar!
2. Tulislah terjemah QS. An-Nisā’/4: 146 dengan benar!
3. Apakah isi kandungan QS. An-Nisā’/4: 146?
4. Identifikasilah hukum mim sukūn dalam QS. An-Nisā’/4: 144-147!
5. Identifikasilah hukum nun sukūn dalam QS. An-Nisā’/4: 144-147!
106 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Bab https://i1.wp.com
9
QS. Al-Baqarah/2:
153
Kompetensi Dasar
3.9. Memahami makna QS. Al-Baqarah/2: 153.
4.9.1 Membaca QS. Al-Baqarah/2: 153 dengan tartil.
4.9.2. Menulis QS. Al-Baqarah/2: 153 dengan benar.
4.9.3. Menunjukkan hafalan QS. Al-Baqarah/2: 153 dengan lancar.
A. Peta Konsep
QS. Al-Baqarah/2: 153
Membaca Isi Kandungan Mufradat
B. Khazanah Ilmu
1. Membaca QS. Al-Baqarah/2: 153
Mari kita baca dengan tartil QS. Al-Baqarah/2: 153 berikut ini!
2. Mufradat dan Terjemah QS. Al-Baqarah/2: 153
a. Arti Mufradat QS. Al-Baqarah/2: 153
Arti Lafaż Arti Lafaż
dengan sabar dan wahai orang-
salat orang
sesunggunya Allah yang beriman
beserta orang-orang mohonlah
yang sabar pertolongan
b. Terjemah QS. Al-Baqarah/2: 153
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan
sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.
108 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
3. Isi Kandungan QS. Al-Baqarah/2: 153
Surat Al-Baqarah merupakan surat kedua dalam muṣḥaf Al-Qur’an yang tergolong
ke dalam surat madaniyah. Surat Al-Baqarah terdiri atas 286 ayat. Surat ini merupakan
surat yang memiliki jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur’an. Dinamakan Al-Baqarah
yang artinya sapi betina karena dalam surat ini dijelaskan kisah penyembelihan sapi
betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil.
Kandungan QS. Al-Baqarah/2:153 menjelaskan tentang orang-orang yang sabar.
Sabar artinya tabah, tahan menderita, ulet, tekun, dan tidak mudah putus asa. Sabar
itu sifat yang terpuji yang harus dimiliki oleh setiap orang beriman. Sabar juga bisa
berarti menahan, maksudnya adalah menahan diri dari kesusahan yang menimpanya,
menahan lisan atau anggota badan dari perkataan dan perbuatan yang tidak baik, serta
menahan rasa malas untuk berbuat baik. Menahan diri dalam melakukan sesuatu atau
meninggalkan sesuatu dalam rangka mencari ridho Allah .
Sabar itu ada beberapa macam, antara lain sabar menjalankan perintah Allah
, menjauhi kemaksiatan atau meninggalkan larangan Allah , menerima dan
menghadapi musibah, menμntut ilmu pengetahuan, serta sabar dalam bekerja dan
berkarya. Sabar akan membawa pelakunya kepada ketenangan jiwa dan ketaatan
kepada Allah .
Sabar dan salat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan untuk dijadikan
penolong bagi orang beriman. Sabar menjadi hal utama dalam mencapai akhlak mulia.
Sabar itu cakupannya sangat luas. Dalam sabar dan salat akan melatih diri untuk
senantiasa mengendalikan jiwa untuk tetap mengingat Allah baik hati, pikiran dan
perbuatan anggota tubuh. Semua terintegrasi dengan sabar dan salat.
Sabar dan salat saling berhubungan. Sabar akan mendorong pengendalian diri
yang paripurna sehingga akan memunculkan sikap pemaaf, syukur, lemah lembut,
qona’ah dan istiqomah. Sedangkan salat yang baik akan menghasilkan kesabaran.
Dan kesabaran akan berdampak pada salat yang khusyu’ dan berkualitas. Salat yang
berkualitas akan menghasilkan jiwa yang tenang dan damai.
Salat merupakan komunikasi orang beriman dengan Allah . Orang yang sudah
menyadari arti penting salat, maka ia tidak akan meninggalkan salat dan merasa
sangat membutuhkan salat. Dengan demikian komunikasi dengan Allah akan berjalan
dengan harmonis tanpa ada pamrih dan berharap sesuatu. Ia hanya mengabdikan
Bab 9 QS. Al-Baqarah/2: 153 109
dirinya untuk Allah . Sehingga dengan komunikasi yang baik dengan Allah maka
pertolongan Allah akan datang. Apalagi Allah selalu bersama orang-orang yang
sabar.
C. Praktikum
1. Membaca
Bacalah QS. Al Baqarah/2: 153-157 dengan tartil!
2. Menulis
a. Silakan tebalkan tulisan QS. Al Baqarah/2: 153-157 berikut!
110 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Artinya:
153. Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan
sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.
154. Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah
(mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
155. Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira
kepada orang-orang yang sabar,
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi
wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami
kembali).
157. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan
mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
b. Identifikasilah hukum bacaan lam ta’rif (alif lam), mim sukūn, nun sukūn dan
tanwīn dalam QS. Al-Baqarah/2: 153-157 sebagaimana pada contoh.
QS. Al-Baqarah/2: 153
Hukum lam ta’rif = al syamsiyah
Hukum nun sukūn
dan tanwīn
QS. Al-Baqarah/2: 154
Hukum lam ta’rif
Hukum nun sukūn
dan tanwīn
Bab 9 QS. Al-Baqarah/2: 153 111
QS. Al-Baqarah/2: 155
Hukum lam ta’rif
Hukum nun sukūn
dan tanwīn
QS. Al-Baqarah/2: 156
Hukum lam ta’rif
Hukum nun sukūn
dan tanwīn
QS. Al-Baqarah/2: 157
Hukum lam ta’rif
Hukum nun sukūn
dan tanwīn
D. Murāja’ah
Silakan lakukan murāja’ah QS. Al-Baqarah/2: 153-157 dengan teman sejawat, dan
memberikan setoran hafalan kepada mentor yang ditunjuk.
112 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
E. Ibrah
Kisah Abu Qilabah
Kisah Abu Qilabah ini merupakan salah satu kisah sahabat yang mengharukan.
Dari kisah Abu Qilabah ini kita bisa belajar bagaimana mensyukuri apa pun yang kita
miliki dan tetap bersabar dengan apa yang menimpa kita. Diriwayatkan oleh Ibnu
Hibban dalam kitab aṡ-Ṡiqat, kisah ini diriwayatkan dari Abdullah bin Muhammad, ia
mengatakan,
"Suatu hari, aku pernah berada di daerah perbatasan, wilayah Ariṣ di negeri Mesir. Aku
melihat sebuah kemah kecil, yang dari kemahnya menunjukkan bahwa pemiliknya
adalah orang yang sangat miskin. Lalu aku pun mendatangi kemah yang berada di
padang pasir tersebut untuk melihat apa yang ada di dalamnya.
Kemudian aku melihat seorang laki-laki. Namun bukan laki-laki biasa. Kondisi
laki-laki ini sedang berbaring dengan tangan dan kakinya buntung, telinganya sulit
mendengar, matanya buta, dan tidak ada yang tersisa selain lisannya yang berbicara.
Dari lisannya orang itu mengucapkan,
“Ya Allah berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau
anugerahkan kepadaku. Dan Engkau sangat muliakan aku dari ciptaan-Mu yang lain.”
Sumber: https://www.merdeka.com/jabar/kisah-abu-qilabah-kisah-haru-wafatnya-sahabat-nabi-
kln.html?page=1
Bab 9 QS. Al-Baqarah/2: 153 113
F.
I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf
a, b, c, atau d!
1. Kalimat “ ” mengandung bacaan ....
a. iẓhār
b. idgām
c. ikhfā’
d. iqlab
2. Secara bahasa ikhfā’ adalah ....
a. jelas
b. memasukan
c. memindahkan
d. menutup
3. Perhatikan tabel di bawah ini!
No. Ayat/Lafaż Hukum Bacaan
1. A Idgām Bigunnah
2. B Idgām Bilāgunnah
3. Iẓhār
4. D Ikhfā’
Pasangan lafaż dan hukum bacaan yang sesuai adalah ....
a. 1B, 2A, 3D, dan 4D
b. 1B, 2D, 3A, dan 4D
c. 1A, 2C, 3B, dan 4D
d. 1C, 2D, 3A, dan 4B
114 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
4. Perhatikan tabel di bawah ini! Arti
No. Ayat/Lafaż
1. A dan Kami pasti akan menguji kamu
2. B mohonlah pertolongan (kepada Allah)
3. C di jalan Allah
4. D dengan sedikit ketakutan
Pasangan lafaż dan arti yang sesuai adalah ....
a. 1A, 2B, 3C, dan 4D
b. 1A, 2D, 3A, dan 4C
c. 1B, 2C, 3A, dan 4D
d. 1B, 2A, 3C, dan 4D
5. Isi kandungan QS. Al-Baqarah ayat 153 menjelaskan tentang ....
a. hanya Allah saja yang mengetahui keadaan hidup
b. cobaan berat dalam menegakkan kebenaran
c. sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali kepadaNya
d. orang-orang yang ditimpa musibah
6. Arti “Baqarah” adalah ....
a. Sapi betina
b. Sapi jantan
c. gajah betina
d. gajah jantan
7. Yang mengandung bacaan ikhfā’ adalah ....
a. c.
b. d.
Bab 9 QS. Al-Baqarah/2: 153 115
8. Perhatikan pernyataan berikut ini
(1) surat ini merupakan surat kedua dalam muṣḥaf Al-Qur’an yang tergolong
ke dalam surat Madaniyah.
(2) surat ini merupakan surat pertama dalam muṣḥaf Al-Qur’an yang tergolong
ke dalam surat Madaniyah.
(3) surat yang memiliki jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur’an.
Pernyataan yang berkaitan dengan surat Al-Baqarah adalah ....
a. (1), (2) dan (3) c. (1), (3) dan (4)
b. (1), (2) dan (4) d. (2), (3) dan (5)
9. Kalimat yang mempunyai arti “dan janganlah engkau bersedih hati terhadap
(kekafiran) mereka” adalah ....
a. c.
b. d.
10. Kalimat artinya adalah ....
a. berimanlah kepada Tuhanmu
b. bersabarlah kepada Tuhanmu
c. bertakwalah kepada Tuhanmu
d. berdoalah kepada Tuhanmu
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Tulislah QS. Al- Baqarah/2: 153 dengan benar!
2. Tulislah terjemah QS. Al-Baqarah/2: 153 dengan benar!
3. Apakah isi kandungan QS. Al-Baqarah/2: 153
4. Identifikasilah hukum lam ta’rif(alif lam) dalam QS. Al-Baqarah/2: 153!
5. Identifikasilah hukum nun mati dalam QS. Al-Baqarah/2: 153!
116 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Bab https://i1.wp.com
10
QS. Āli 'Imrān/3:
134
Kompetensi Dasar
3.10. Memahami QS. Āli ‛Imrān/3: 134.
4.10.1. Membaca QS. Āli ‛Imrān/3: 134.
4.10.2. Menulis QS. Āli ‛Imrān/3: 134.
4.10.3. Menunjukkan hafalan QS. Āli ‛Imrān/3: 134.
A. Peta Konsep
Āli 'Imrān: 134
Membaca Isi Kandungan Mufradat
B. Khazanah Ilmu
1. Mempelajari QS. Āli 'Imrān/3: 134
Mari kita baca dengan tartil QS. Āli ‛Imrān/3: 134 berikut ini!
2. Mufradat dan Terjemah QS. Āli 'Imrān/3: 134
a. Arti Mufradat QS. Āli ‛Imrān/3: 134
Arti Lafaż Arti Lafaż
dan di waktu sempit َوال َّ َضّرۤا ِءorang-orang َالّ ِذ ْي َن
dan orang yang َوا ْل ٰك ِظ ِم ْي َن yang ُي ْن ِف ُق ْو َن
menahan اْل َغ ْي َظ menafkahkan
harta ِفى الَّ َسّرۤا ِء
amarah
di waktu lapang
118 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Arti Lafaż Arti Lafaż
dan orang yang
dan Allah َوا ّٰل ُل memaafkan َواْل َعا ِف ْي َن
mencintai orang ُ ِيح ُّب اْل ُم ْح ِس ِن ْي َن atas manusia َع ِن الَّنا ِس
yang berbuat baik
b. Terjemah QS. Āli ‛Imrān/3: 134
(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang
yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai
orang yang berbuat kebaikan.
3. Isi Kandungan QS. Āli 'Imrān/3: 134
Surat Āli ‛Imrān merupakan surat ke-3 dalam Muṣḥaf Al-Qur’an yang diturunkan
di Madinah sehingga tergolong ke dalam surat madaniyah. Surat Āli ‛Imrān terdiri atas
200 ayat. Dinamakan Āli ‛Imrān karena memuat kisah keluarga Imran yang berkaitan
dengan kisah ibunda Nabi ʽIsa yaitu Maryam Binti Imrān serta kisah Nabi ʽIsa mulai
dari sebelum kelahiran, saat kelahiran, kenabian dan mukjizatnya.
Kandungan QS. Āli ‛Imrān/3: 134 menjelaskan tentang ciri orang bertaqwa yaitu
orang yang berinfak, orang yang mampu mengendalikan amarah dan orang yang
memaafkan kesalahan orang lain. Bila tiga perilaku tersebut dilaksanakan maka itulah
perilaku yang baik dan Allah mencintai orang yang berbuat baik.
a. Infak
Dalam QS. Āli ‛Imrān/3: 134 menjelaskan bahwa infak harus dilakukan baik dalam
keadaan lapang maupun sempit. Ini berarti dalam kondisi apapun, jika ingin disebut
taqwa oleh Allah maka harus mengeluarkan sebagian harta kita untuk berinfak di
jalan Allah. Bahkan Allah akan melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang berinfak
sampai 700 kali lipat sebagaimana Allah terangkan dalam QS. Al-Baqarah/2: 261
Bab 10 QS. Āli 'Imrān/3: 134 119
Artinya:
Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang
menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan
bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
b. Mengendalikan Amarah
Manusia sesuai fitrahnya memiliki hawa nafsu. Suatu saat manusia akan
mengalami marah sebagai reaksi dari manusia yang mengalami perlakuan tidak adil
dari orang lain. Marah terjadi sebagai respon pembelaan diri akibat perbuatan orang
lain yang merugikan diri kita. Saat marah harus waspada karena setan akan mudah
masuk mengendalikan amarah kita. Maka sebagai orang bertaqwa maka kita harus
mampu mengendalikan amarah agar setan tidak merusak diri kita. Sesuai dengan
hadis Nabi Muhammad
Artinya:
Dari Abu Hurairah berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi , “Berilah aku
wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang
permintaannya, (namun) Nabi (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR.
Bukhari)
Dalam hadis tersebut kita dilarang marah yang bermakna menahan diri ketika
ada sebab membuat kita marah sampai kita bisa menahan amarah. Kita juga jangan
melanjutkan marah kita di waktu yang lain apalagi memelihara dendam. Jika dapat
mengendalikan amarah maka itulah orang yang bertaqwa dan berbuat kebaikan.
c. Memaafkan
Rasulullah selalu menganjurkan kepada kita untuk selalu meminta maaf dan
memaafkan kesalahan orang lain. Sikap pemaaf berarti sikap yang selalu memaafkan
kesalahan orang lain dan tidak ada rasa benci dan dendam sedikitpun terhadap orang
yang telah berbuat salah kepada kita. Manusia tidak pernah luput dari kesalahan.
Karena itu merupakan fitrah manusia. Yang penting adalah antar sesama manusia harus
saling memaafkan. Manusia yang baik adalah yang selalu menyadari kesalahannya dan
120 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
segera meminta maaf jika berbuat kesalahan kepada sesama manusia dan bertaubat
kepada Allah atas segala khilaf dan dosa serta tidak mengulang lagi perbuatan salah
dan khilaf tersebut. Dalam Hadiṡ Nabi bersabda
Artinya:
“Dari Aisyah dari Anas berkata, Rasulullah bersabda: “Sambunglah tali silaturahmi
kepada orang yang telah memutuskanmu dan maafkanlah orang-orang yang
mendzalimimu.” (HR. Baihaqi)
C. Praktikum
1. Membaca
Bacalah QS. Āli ‛Imrān/3: 133-136 dengan tartil!
Identifikasilah hukum bacaan lam ta’rif (alif lam), nun mati dan tanwīn dalam QS.
Āli ‛Imrān/3: 133-136 sebagaimana pada contoh.
Bab 10 QS. Āli 'Imrān/3: 134 121
QS. Āli ‛Imrān/3: 133 = al qamariyah
Lam ta’rif
Nun mati dan tanwīn
QS. Āli ‛Imrān/3: 134
Lam ta’rif
Nun mati dan tanwīn
QS. Āli ‛Imrān/3: 135
Lam ta’rif
Nun mati dan tanwīn
QS. Āli ‛Imrān/3: 136
Lam ta’rif
Nun mati dan tanwīn
122 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
2.. Menulis
Silakan tebalkan tulisan QS. Āli ‛Imrān/3: 133-136 berikut!
Artinya:
133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan
surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang
yang bertakwa,
134. (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-
orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan
Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,
135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi
diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya,
dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka
tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
136. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah)
sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.
Bab 10 QS. Āli 'Imrān/3: 134 123
D. Murāja’ah
Silakan lakukan murāja’ah Q.S. Āli ‛Imrān/3:133-136 dengan teman sejawat, dan
memberikan setoran hafalan kepada mentor yang ditunjuk.
E. Ibrah
Sifat Pemaaf
Pembebasan Mekah atau disebut Fathu Mekah merupakan peristiwa penting
dalam sejarah Islam. Peristiwa yang terjadi tanggal 10 Ramadhan 8 Hijriyah (tahun 630)
menjadi salah satu kemenangan besar bagi kaum muslim. Saat itu Nabi Muhammad
beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekah. Kemudian menguasai
Mekah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun. Kaum muslimin juga
menghancurkan berhala yang ada di dalam dan sekitar Ka'bah. Setelah itu orang-orang
Quraisy Mekah memeluk Islam secara berbondong-bondong.
Dalam peristiwa itu ada satu kisah kebijaksanaan Rasulullah yang menyentuh
hati. Kedatangan beliau ke Mekah berhasil membebaskan Mekah dari kesyirikan dan
kejahilan tanpa perlawanan dari kaum Quraisy. Rasulullah menunjukkan sifat
kearifan dan keadilannya hingga orang-orang kafir Quraish ramai-ramai memeluk
124 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Islam. Dikisahkan, pada saat pasukan muslim yang dipimpin Rasulullah didampingi
sahabatnya datang untuk menaklukkan kota Suci Mekah. Orang-orang musyrik dan
kaum Quraisy sangat ketakutan, sehingga tidak ada satu orang pun yang berani
memperlihatkan batang hidungnya.
Di antara sekian banyak orang musyrik dan kaum Quraisy yang paling terpukul
adalah Abu Sufyan, pemimpin kaum kafir dan bangsawan terhormat di Mekah. Ia biasa
disanjung oleh rakyatnya, namun saat peristiwa itu terjadi ia tidak dapat berbuat apa-
apa dan tidak berani keluar rumahnya. Melihat kejadian itu, Nabi Muhammad saat
hendak melangkah ke Ka’bah untuk meruntuhkan berhala-berhala, Beliau berseru
kepada penduduk Mekah: “Barangsiapa masuk ke dalam Masjidil Haram, dia akan
dilindungi. Barangsiapa masuk ke dalam rumah Abu Sufyan, dia akan dilindungi,” seru
Rasulullah .
Mendengar seruan Rasulullah itu betapa bangganya Abu Sufyan mendengarnya
karena rumahnya disamakan dengan Masjidil Haram. Sekarang ia sudah tidak perlu
lagi kehilangan muka di hadapan rakyat-rakyatnya. Akibatnya seketika itu juga putra
Abu Sufyan bernama Mu'awiyah masuk Islam. Namun Abu Sufyan dan istrinya masih
belum mau menerima Islam. Mereka meminta waktu seminggu untuk berpikir dulu,
sedangkan semua penduduk Quraisy sudah berbondong-bondong masuk agama Islam.
Ketika mendengar Abu Sufyan berkata demikian, Rasulullah pun menjawab.
“Jangan seminggu!”
“Apakah waktu seminggu itu terlalu lama?” tanya Abu Sufyan dengan terkejut.
“Tidak, waktu satu minggu itu terlalu cepat untukmu, jadi sekarang kuberi waktu dua
bulan untuk berfikir secara leluasa, apakan kamu akan bersahadat atau tidak. Sebab
agama Islam adalah agamanya orang-orang yang berpikir dan berakal. Tidak ada
agama bagi orang-orang yang tidak memiliki akal,” kata Rasulullah.
Demikian kisah kebijakan Rasulullah dalam menyikapi suatu persoalan. Sekali
pun posisinya sudah di atas dan berkuasa, beliau tetap bersikap adil dan bijaksana
dalam memutuskan setiap tindakannya. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan
palajaran dari kisah ini.
Sumber: https://kalam.sindonews.com/berita/1405025/70/kisah-kebijaksanaan-rasulullah-saat-pembebasan-
Mekah
Bab 10 QS. Āli 'Imrān/3: 134 125
F.
I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf
a, b, c, atau d!
1. Perhatikan arti bagian dari QS. Āli ‛Imrān/3:134 berikut ini!
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang
lain …
Bagian ayat Al-Qur’an yang sesuai dengan arti ayat tersebut adalah ....
a.
b.
c.
d.
2. Perhatikan tabel di bawah ini!
No. Mufrodat
1.
2.
3.
4.
5.
Susunan yang benar potongan ayat di atas adalah ....
a. 2, 1, 3, 5, dan 4 c. 4, 2, 5, 3, dan 4
b. 3, 2, 5, 3, dan 4 d. 5, 2, 1, 3, dan 4
126 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
3. Perhatikan ayat berikut ini!
Arti yang benar kata yang digarisbawahi pada ayat di atas adalah ...
a. di waktu lapang
b. dan di waktu sempit
c. dan orang yang menahan
d. dan orang yang memaafkan
4. Hukum Bacaan Lafaż/Kalimat
No.
1. Iẓhār A
2. Idgām B
3. Ikhfā’ C
4. Iqlab D
Berdasarkan tabel diatas pasangan yang tepat antara hukum bacaan nun mati dan
tanwīn dengan kalimat adalah ....
a. 1D, 2B, 3A dan 4C
b. 1D, 2A, 3B dan 4C
c. 1C, 2B, 3A dan 4D
d. 1D, 2B, 3C dan 4A
5. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1. Perintah berinfak dalam keadaan lapang dan sempit
2. Memaafkan kesalahan orang lain
3. Perintah memuliakan orang -orang yang berilmu pengetahuan
4. Perintah mengendalikan amarah
Bab 10 QS. Āli 'Imrān/3: 134 127
Pernyataan di atas merupakan isi kandungan QS. Āli ‛Imrān/3: 134 adalah ....
a. 1,2, dan 3
b. 1,2 dan 4
c. 1,3 dan 4
d. 2, 3 dan 4
6. Perhatikan bagian QS. Āli ‛Imrān/3: 134 berikut ini!
Terjemah dari bagian ayat tersebut adalah ....
a. orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit
b. dan orang-orang yang menahan amarahnya
c. dan memaafkan (kesalahan) orang lain.
d. dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,
7. Huruf Hijaiyah Alif Lam Ta'rif
No.
1. Qamariyah
2. Qamariyah
3. Syamsiyah
4. Syamsiyah
Pasangan yang tepat adalah ….
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 3 dan 4
128 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
8. Perhatikan pernyataan berikut dengan alif lam qamariyah
1. Andi membaca lafaż
2. Rina membaca lafaż dengan alif lam syamsiyah
3. Hasan membaca lafaż dengan alif lam syamsiyah
4. Muslih membaca lafaż dengan idgām bilāgunnah
5. Zaki membaca lafaż dengan iẓhār
Pernyataan yang benar ada pada nomor ….
a. 1, 2 dan 3
b. 2, 3 dan 4
c. 1, 3 dan 5
d. 3, 4 dan 5
9. Perhatikan hadis berikut!
Makna hadiṡ tersebut adalah ....
a. berinfak dalam keadaan lapang dan sempit
b. memaafkan kesalahan orang lain.
c. mengendalikan amarah
d. tidak menyimpan dendam
10. Perhatikan hadiṡ berikut ini!
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada
Nabi , “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.”
Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi (selalu) menjawab,
“Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari)
Bab 10 QS. Āli 'Imrān/3: 134 129
Makna dari hadiṡ tersebut adalah ....
a. kita dilarang marah yang bermakna menahan diri ketika ada sebab membuat
kita marah sampai kita bisa menahan amarah.
b. kita juga harus melanjutkan marah kita di waktu yang lain dan memelihara
dendam.
c. jika dapat menjadi pemaaf maka itulah orang yang bertaqwa dan berbuat
kebaikan.
d. dalam kondisi apapun, jika ingin disebut taqwa oleh Allah maka harus
mengeluarkan sebagian harta kita untuk berinfak di jalan Allah.
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Tulislah QS. Āli ‛Imrān/3: 134 dengan benar!
2. Tulislah terjemah QS. Āli ‛Imrān/3: 134 dengan benar!
3. Apakah isi kandungan QS. Āli ‛Imrān/3: 134?
4. Identifikasilah hukum lam ta’rif(alif lam) dalam QS. Āli ‛Imrān/3: 134!
5. Identifikasilah hukum nun mati dalam QS. Āli ‛Imrān/3: 134!
130 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Daftar Pustaka
‘Ali Muhammad bin ‘Imran, (1425 H), Al-Musyawiqi ila al-Qirati wa ṭalabil ‘ilmi,
Mekah, Darul Ilmi al-fawāid.
Abdul wahid dan Muhammad Zaini, (1437H/2016M), Pengantar Ulumul Qur’an dan
‘Ulumul Hadis, Banda Aceh, Yayasan PeNa.
Abdullah Sirajuddin, (1402 H) , Tilawāt Al-Qur’an Al Majīd Faḍāiluha, Adābuha
Khas{āisuha, Madinah Munawarah, Matbaha Ar-Rasyid
Abdurrahman ‘Itani,(1419 H/ 1998 M,) Al-Ikhṭāu al-sya’I’atu fi tilāwati al-Qur’ani,
Beirut, Muasastu Riyāni
Abi al-‘Abbāsi Ja’far bin Muhammad al-Mustagfiri, (1427H/2006M ), Faḍāil al-Qur’an,
Beirut, Dāru ibni Hazm.
Abi Bakar Ja’far bin Muhammad Al Faryabi, (Tt), Kitābu Faḍāili al-Qur’āni, Riyad,
Maktabah Ar-rasyid.
Ahmad Muzammil MF, (1428H/2007M), Panduan Talaqqi Bacaan Gharib, Jakarta: Nurul
Hikmah.
An-Nawawi, Imam Abi Zakariya Ibni Syaraf, (1417H, 1996M), Al-Tibyan fi Adābi
Hamalati al-Qur’an, Beirut, Darul Ibni Hazm
Az-Zarkasi, Badaruddin Muhammad bin Abdillah, (1404H/1984M), Al-Burhān fi Ulūmi
al-Qur’ani, Kairo, Dāru al-Turās
Endi Suhendi Zein Dkk, (2012), Panduan Baca Tulis Al-Qur’an untuk SMP/MTs kelas 7,
8 dan 9, Jakarta: CV. Indrajadjaya
Jalāluddin as-suyūṭi, (1429 H/2008) Al-Itqāni fi Ulūmi al-Qur’an, Beirut, Risalah
Publisher.
Khariri, (tt), Belajar cepat Tuntas Baca Tulis Al-Qur’an (TBTQ) jilid 1-6, Jakarta, Bumi Aksara
Muhammad S{alih Yusawi, (1408H/1988 M), Al-Bayān fī tajwīdi al-Qur’ani, tanpa
tempat dan tanpa penerbit.
Sayyid Muhammad bin Ulwi al Maliki al-Hasani, (1424 H), Al-Qawa’id al-asāsiyati fi
‘ulūmi al-Qur’an, Maktabah al-Mulk
Syamsuddin Mustaqim, (2009 M), Bimbingan Belajar Al-Qur’an Metode TARSANA jilid
1 dan 2, Ngawi, Tasana
Syeikh As’ad Muhammad Syaid a-S{agirjī, (1413 H/ 1992M), Ta’ḍī mu Al-Qur’ani al-
Karīmi, Beirut, Darul Qiblah Lis|aqāfah al-Islāmiyyah
Daftar Pustaka 131
Profil Penulis
A. Profil Diri
1. Nama : Nana Nuryana
2. Alamat : Kukupu 01/07 Kel. Cibadak Kec. Tanah Sareal Kota Bogor
3. Email : [email protected]
4. Telp : 081295690346
B. Riwayat Pendidikan
1. SDN Bendungan 1 Subang Jawa Barat (1984)
2. SMPN 1 Pagaden Baru Subang Jawa Barat (1987)
3. SMAN 1 Subang Jawa Barat (1990)
4. Santri Yayasan Ghoparana (1987-1990) Subang Jawa Barat
5. S1 Institut Agama Islam Cipasung Tasikmalaya Jawa Barat dan Pondok
Pesantren Cipasung (1990-1997)
6. S2 STAI Laa Roiba Bogor Jawa Barat (2013)
Tempat tugas: SMPN 1 Kemang Kab. Bogor
A. Profil Diri
1. Nama Lengkap : Muhammad Syamsul Wardani Alhawi, S.Pd.I
2. Nomor Telp./HP : 081315603310
3. Pos-el (Email) : [email protected]
4. Akun Media Sosial : Syamsul Wardani (fb)
5. Unit Kerja : SMPN 1 Cariu
B. Riwayat Pekerjaan/Profesi:
1. Kepala Diniyah Takmiliyah Al Hanif (2009 – 2011)
2. Guru PAI SMPN 1 Cariu (2010- sekarang)
3. Ketua MGMP PAI SMP Kab. Bogor (2017- sekarang)
4. Pelatihan Guru Indonesia (2020-sekarang)
132 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
C. Pendidikan
1. S2 : Universitas Islam 45 Bekasi
D. Sertifikat Profesi
1. Sertifikat Pendidik PAI (Kemenag RI)
2. Instruktur Kurikulum 2013 Jawa Barat
3. Sertifikat Penulis Non Fiksi (Lembaga Sertifikasi Profesi-BNSP)
4. Sertifikat TOT PPKB GPAI Kab. Bogor
E. Judul Buku, Tahun Terbit, dan Penerbit
No Judul Buku Tahun Penerbit
Terbit Arya Duta
1 Mengenal Tokoh Matematika Al 2009
Khawarizmi
2 Sehat Dengan Sayur 2008 Regina
3 Membuat Alat Peraga IPA Sederhana 2008 Regina
4 Mengenal Lingkungan Sehat 2010 Arya Duta
5 Sehat Dengan Sayur 2008 Regina
6 Boga Dasar 2014 Yudhistira
7 Pengetahuan Bahan Makanan 2016 Yudhistira
8 Keamanan Pangan 2018 Arya Duta
9 Siap USBN PAI SMP 2019 Eka Prima
10 Kontrol Peserta Didik Dengan 2019 Best Practice
Aplikasi Class Dojo Berbasis Android
11 Meningkatkan Motivasi Belajar 2020 Best Practice
Peserta Didik Dengan Vibe Online
F. Penghargaan yang pernah diraih
1. Juara Harapan 2 Lomba Guru Berprestasi Kab. Bogor 2016
2. Penulis Kisi-kisi dan naskah soal USBN PAI
3. Juara Harapan 1 Lomba Guru Berprestasi Kab. Bogor 2020
Profil Penulis 133
Profil Editor
A. Profil Diri
1. Nama : Ahmad Jaeni, MA
2. Alamat : Perum Duta Mekar Asri Blok R4 No. 32 Cileungsi, Bogor
3. Email : [email protected]
4. Telp : 085710512686
B. Riwayat Pendidikan
1. SDN Tampo III Cluring Banyuwangi
2. MTsN Srono Banyuwangi
3. MAKN Jember
4. Madrasah Huffadh Al-Munawir Krapyak Yogyakarta
5. S-1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
6. S-2 PTIQ Jakarta
C. Riwayat Pekerjaan
1. Direktur TQA (Ta‛limul Qurʼan Lil Aulad) Yayasan AMM Yogyakarta
2. Instruktur Tartil Al-Qurʼan Yayasan AMM Yogyakarta
3. Founder Griya Mahir Al-Qur'an (GMQ) Cileungsi Bogor
4. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan Al-Qur'an (LKPPQ)
Ar-Rahmah Cileungsi Bogor
5. Peneliti & Pentashih di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qurʼan Badan Litbang
dan Diklat Kementerian Agama
D. Daftar Karya Tulis Ilmiah
1. Serial Tafsir Tematik: Adab Bergaul (Yogyakarta: Insan Madani, 2007)
2. Biografi Ulama Al-Qurʼan (Jakarta: LPMA, 2012)
3. Aplikasi Braille dalam Mushaf Al-Qurʼan Standar (Jurnal Suhuf, 2013)
4. Sistem Distribusi Mushaf Al-Qurʼan Kementerian Agama (Jurnal Suhuf, 2014)
5. Sejarah Penyalinan Al-Qurʼan Braille di Indonesia: Dari Duplikasi hingga
Standarisasi (Jurnal Suhuf, 2015)
E. Daftar Kegiatan Ilmiah
1. Pemakalah proseding pada Muker Ulama Nasional (Mukernas) di Serang
Banten tahun 2013.
2. Seminar Hasil Penelitian di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat
Kementerian Agama.
134 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Profil Layouter
A. Profil Diri
1. Nama : Erwin
2. Alamat : KP. Situpete RT02 RW 02 Sukadamai, Tanah Sareal, Bogor
3. Email : [email protected]
4. Telp : -
B. Riwayat Pendidikan
1. SMA
C. Riwayat Pekerjaan
1. 2004 - 2012 : Layouter di Penerbit Regina Bogor
2. 2012 - 2014 : Layouter di Penerbit Bintang Anaway Bogor
3. 2014 - Sekarang : Freelance di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
4. 2015 - 2019 : Freelance di Penerbit CMedia
5. 2015 : Freelance di Penerbit Yudhistira Bogor
6. 2017 - Sekarang : Freelance di Penerbit Eka Prima Mandiri
Profil Layouter 135
Catatan
136 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII
Catatan
Catatan 137
Catatan
138 Mahir BTQ untuk SMP/MTs Kelas VII