Pengisi Materi
Silmia Kaaffah
Arum Nurlia
Mafaza Haikal Ahmad
Izzatul Fajriyah
Reyhan
Agung Ahlul Wicaksana
Anindita Rahma F
Ruzain Zarir
Desain Cover
Arum Nurlia
Tata Letak Isi
Mafaza Haikal Ahmad
Penerbit
Pimpinan Daerah
Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Surakarta
Jl. Teuku Umar, Keprabon, Kec. Banjarsari,
Kota Surakarta, Jawa Tengah 57131 lt. 3 Telp. (0271)
653025.
email. [email protected]
web. www.ipmsolo.org
Cetakan ke-1 Juli 2022
SAMBUTAN KETUA UMUM
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan
kepada junjungan nabi kita nabi Muhammad Saw. Dan
semoga kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir
nanti. Rasanya sangat Bahagia sekali buku yang sudah
dinanti nanti ini akhirnya bisa
Kota Surakarta adalah kota pergerakan. Kota ini
memiliki banyak kenangan sejarah, dari zaman
penjajahan hingga pasca reformasi. Kita bisa melihat
ketika SI yang didirikan oleh KH Samanhudi di Laweyan
yang mempunyai ide bahwa masyarakat pribumi harus
merdeka secara ekonomi dan mampu bersaing dengan
perdagangan dari bangsa lain. Ide itu akhirnya bisa
diaplikasikan ke beberapa daerah lain dan akhirnya SI
juga berkembang ke daerah lain, tidak hanya di
Surakarta. Ini membuktikan bahwa kota ini adalah kota
yang mempunyai pengaruh besar terhadap daerah yang
lain. Perlu diketahui juga bahwa Kota Surakarta ini
adalah Kota kelahiran IPM. Maka dari itu ipm tidak bisa
dilepaskan dengan kota Surakarta. Ini menjadi penting
bagi kita apalagi kita sebagai kota kelahiran IPM yang
Dimana kita harus selalu merefleksikan ini, sejauh mana
gerakan kita sebagai kota kelahiran? Coba kita lihat di
organisasi manapun jika kota itu adalah kota kelahiran
suatu organisasi itu maka tidak heran jika organisasi itu
| ii
begitu pesat gerakannya di kota itu. Setidaknya kota itu
menjadi identitas gerakan atau representatif gerakan di
organisasi tersebut. Contoh Muhammadiyah. Tidak
heran jika Muhammadiyah begitu besar gerakannya di
kota Yogyakarta dan Muhammadiyah di Yogyakarta
menjadi gerakan representatif Muhammadiyah di
tingkat nasional. Maka yang menjadi cacatan bagi kita
adalah apakah gerakan IPM surakarta yang menjadi
identitas kelahiran ipm ini sudah menjadi gerakan
representatif tingkat nasional? Atau setidaknya tingkat
provinsi dulu.
Maka dari itu dengan hadirnya buku ini menjadi
penting bagi kita PD IPM Kota Surakarta untuk selalu
merekonstruksi gerakannya dari ranah Grassroot. Dan
juga dengan adanya buku ini adalah sebagai bentuk
upaya awal untuk terus menerus menjadikan IPM
Surakarta ini sebagai representatif Gerakan ditingkat
manapun. Karena sebelum kita menjadikan IPM
Surakarta sebagai gerakan representatif maka kita harus
memperbaiki kadernya terlebih dahulu. Bagi Karl Marx
Kader adalah segalanya. Ini adalah sebagian dari upaya
kita belum upaya upaya lain yang masih kita kerjakan.
Harapan kami dengan hadirnya buku ini bisa
menjadi petunjuk bagi seluruh ranting yang ada di
surakarta agar bisa merealisasikan TM satunya di setiap
ranting. Dan kami berharap TM satu tidak hanya sekedar
formalitas untuk dikerjakan tapi sebagai jembatan
perkaderan Muhammadiyah di ranah pelajar.
Dan saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya
kepada seluruh jiwa yang sudah mengupayakan untuk
hadirnya buku ini. Semoga Allah SWT membalas
kebaikan yang sudah kalian upayakan dan semoga ini
menjadi amal jariyah untuk kita semua di akhirat kelak.
Nuun Walqolami wama yasturun.
Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ruzain Zarir Syaifullah Ahmad
NBA.11.31.61989
| iv
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Yang pertama puji syukur patut kita haturkan
kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak
rahmat kepada kita semua dan telah memberikan
banyak kemudahan kepada kita sehingga dapat
terselesaikan buku Pedoman Terpadu Perkaderan IPM
Kota Surakarta. Yang kedua sholawat serta salam
semoga selalu kita curahkan kepada junjungan kita yaitu
Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, semoga kita
termasuk umat nya yang akan mendapatkan syafaatnya
di yaumul akhir nanti, Amin.
Dapat kita ketahui bersama bahwa proses
kaderisasi/perkaderan adalah proses terpenting dalam
sebuah organisasi. Sebuah organisasi akan terus eksis
apabila proses perkaderan yang ada didalamnya
berjalan dengan baik, regenerasi terus berlanjut karena
ada sistem yang baik dalam proses kaderisasi. IPM
adalah salah satu organisasi otonom Muhammadiyah
yang dikenal dengan proses kaderisasi yang sangat
sistematis dengan basis massa yang banyak yaitu pelajar
dengan rentang umur 12-24 tahun dari Pimpinan
Ranting sampai Pimpinan Pusat. Ada proses perkaderan
yang harus dilalui di setiap tingkatan di IPM. Di Pimpinan
Ranting atau Cabang, seorang kader harus melewati
proses Pelatihan Kader Taruna Melati 1 (PKTM 1), dalam
tingkatan daerah harus melewati proses PKTM 2. Di
tingkatan wilayah ada yang namanya PKTM 3 dan yang
terakhir adalah PKTM Utama, yaitu proses perkaderan
yang harus dilalui apabila seorang kader ingin naik ke
Pimpinan Pusat IPM.
PKTM 1 yang seharusnya diadakan di Pimpinan
Ranting atau Pimpinan Cabang, harus terpaksa diadakan
di tingkatan daerah dikarenakan belum meratanya
pelaksanaan PKTM 1 di tingkatan ranting. Karena sebab
itulah buku ini hadir di tangan teman-teman sekalian,
buku yang diupayakan oleh Bidang Perkaderan serta
dukungan dari alumni IPM Kota Surakarta diharapkan
dapat menjadi pegangan teman-teman Bidang
Perkaderan Pimpinan Ranting dalam rangka
mewujudkan proses kaderisasi yang sistematis. Kita
sebagai pelajar Kota Surakarta harus mengupayakan
proses perkaderan yang tersistematis di IPM Kota
Surakarta. Harapan kami dengan adanya buku ini, dapat
memudahkan teman-teman bidang perkaderan dalam
melakukan proses kaderisasi di tingkatan ranting dan
dapat menjadi pegangan bagi Tim Fasilitator Daerah
sampai periode-periode berikutnya. Karena di buku ini
berisi tentang identitas Perkaderan IPM Solo yang
mengangkat tagline Perkaderan Berseri, kemudian
penjelasan tentang Fortasi, tawaran proses kaderisasi di
| vi
tingkatan ranting dan pelaksanaan TM 1 serta
pendampingannya.
Sekarang buku ini telah selesai dibuat dan tugas
selanjutnya ada pada teman-teman semua. Bersediakan
teman-teman ranting untuk mengaplikasikan isi dari
buku ini ke ranting nya masing-masing? Secara teknis
ada ada proses pendampingan dari teman-teman
daerah dalam pelaksanaan kegiatan TM 1 di Pimpinan
Ranting, tinggal usaha dari teman-teman semua.
Semoga Allah mudahkan segala langkah dan urusan kita,
Amin.
Yang terakhir saya ucapkan terimakasih kepada
teman-teman semua, senior kami, Mas Agung dan Mbak
Anindita yang telah membantu dalam proses
terwujudnya buku ini. Teman-teman bidang perkaderan
IPM Surakarta 2021-2023, Corps Fasilitator PD IPM Kota
Surakarta, dan seluruh bidang perkaderan Pimpinan
Ranting se Kota Surakarta. Kami yakin masih ada banyak
kekurangan dalam buku ini, kami masih akan menerima
saran positif dari teman-teman dalam rangka
memperbaiki proses kaderisasi di IPM Kota Surakarta.
Sekian, Nuun Walqolami wama yasturun.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bidang Perkaderan
Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Kota Surakarta Periode 2021-2023
DAFTAR ISI
Sambutan Ketua Umum ------------------------------------ ii
Kata Pengantar Bidang Perkaderan PD IPM Kota
Surakarta Periode 2021-2023 ---------------------------- v
Daftar Isi ------------------------------------------------------- viii
Identitas Perkaderan IPM Surakarta -------------------- 1
Roadmap Perkaderan IPM -------------------------------- 2
Fortasi dan Mabica ------------------------------------------ 3
Pelatihan Kader Taruna Melati 1 ------------------------- 4
(penjelasan TM 1 : (konsultasi ke Pembina ipm,
konsultasi ke bidang perkaderan ipm solo) : Faza
A. Persiapan Kegiatan ------------------------------- 5
▪ Desain Pelatihan : Faza
▪ Kepanitiaan dan Jobdesk Panitia (Mafaza) ✅
▪ Penentuan kepesertaan✅
▪ Silabus Materi (penjelasan) ✅
▪ Term of Reference (penjelasan, penjabaran
materi✅)
▪ Manual Pelatihan
▪ Teknis Pengajuan TM 1 ke PD IPM
| viii
B. Pelaksanaan Kegiatan --------------------------- 6
▪ Metode Pembelajaran (Paedagogis, Andragogis,
Dialogis) ✅
▪ Media Pelaksanaan✅
▪ Penugasan Peserta✅
C. Pasca Kegiatan ------------------------------------ 7
▪ Evaluasi
▪ RTL dan Pendampingan
▪ Parameter Keberhasilan
Mengenal IPM Ranting __ 15
- Ipm Sebagai Satu-Satunya Organisasi Kesiswaan Di
Sekolah/Madrasah/Pondok Pesantren Muhammadiyah
__ 15
Siapa Itu IPM Ranting __ 16
Organisasi IPM Ranting __ 17
Komponen IPM Ranting __ 19
Struktur Pimpinan dan Tugas __ 37 (Pedoman Ranting)
Manajemen Kegiatan Ranting __ 60 (Pedoman Ranting)
- Perencanaan __ 60
- Pelaksanaan __ 61
Penutup -------------------------------------------------------- 9
Testimoni
Daftar Pustaka
Lampiran ------------------------------------------------------- 10
Scan Me
▪ Surat yang dibutuhkan
▪ Sertifikat Peserta, pemateri, fasilitator
▪ Link Google Drive Lampiran
▪ Scan QR E-Book PTP IPM Surakarta
|x
IDENTITAS PERKADERAN IPM SURAKARTA
“PERKADERAN BERSERI”
Ikatan Pelajar Muhammadiyah merupakan
organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak
dalam ranah pelajar dengan basic gerakannya adalah
perkaderan. Setiap aktivitas IPM selalu dinantikan dan
didambakan karena menjadi tolak ukur hidupnya
perkaderan Muhammadiyah dalam suatu daerah. Maka
penting bagi IPM agar senantiasa memperhatikan setiap
arah geraknya sesuai dengan realitas problematika yang
ada khususnya dalam ranah pelajar.
Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Kota Surakarta bukannya tidak merespon permasalahan
yang sedang terjadi dalam ranah pelajar saat ini.
Berangkat dari permasalahan yang ada diskursus Buku
MUSYDA XXVII, PD IPM Kota Surakarta membawa
strategi gerakan Literasi Berkeadaban dengan tujuan
membangun tradisi keilmuan terhadap tatanan
kehidupan yang manusiawi dan beradab serta jauh dari
|2
tatanan yang sekuleristik, hedonistik dan mekanistik di
tengah perkembangan IPTEK yang sangat massif.
Dari beberapa tantangan permasalahan yang
ditawarkan, perkaderan menjadi salah satu ujung
tombak terhadap pergerakan IPM. Peranannya menjadi
penting karena berkaitan dengan ideologi dan identitas
kader. Dari sinilah kemudian muncul tantangan baru
bagaimana perkaderan dapat tetap survive tanpa unsur
paksaan struturalisme di tengah modernisasi pergerakan
yang semuanya terpaku pada eksistensi. Terlepas dari
kegiatan yang sudah membudaya, perkaderan masih
mempunyai berbagai macam masalah mulai dari
metodologi yang terkesan menjenuhkan dan monoton
hingga tidak sinkronnya penyampaian materi dengan
kondisi peserta karena miss orientasi dan materi yang
terkesan melangit tidak sesuai dengan need assessment
by data. Oleh karena itu, dirasa penting bagi Bidang
Perkaderan untuk memakeover beberapa aspek proses
perkaderannya sebagai penunjang keberhasilan proses
perkaderan. (Korp Fasilitator Jawa Tengah, 2019)
Perkaderan Berseri merupakan branded yang
dibawa oleh Bidang Perkaderan PD IPM Kota Surakarta
dari Periode 2019-2021 hingga sekarang yang membawa
inovasi perubahan metodologi dengan mengemas
perkaderan menjadi lebih menarik dan menyenangkan
tanpa meninggalkan esensi dari perkaderan itu sendiri.
Dari branded ini diharapkan mampu mengubah mindset
pelajar tentang Perkaderan IPM yang terkesan
mengerikan, kaku dan tidak millennial menjadi suatu
kegiatan yang menarik dan dinanti banyak pelajar. Oleh
karena itu, menjadi keharusan bagi bidang perkaderan
untuk terus melakukan pengkajian terkait inovasi-
inovasi metodologis yang diterapkan dalam proses
perkaderan agar nantinya proses perkaderan tidak
hanya menjadi kegiatan yang diikuti karena
keterpaksaan administratif tetapi bisa benar-benar
diikuti dan dinikmati prosesnya karena keasyikan dan
keseruan dengan tetap memperhatikan muatan yang
sesuai dengan sistem perkaderan IPM (SPI).
|4
Ada beberapa aspek teknis terkait konsep Perkaderan
Berseri :
1. Fasilitator :
● Fasilitator harus melakukan need assessment
by data (observasi)
● Fasilitator harus mengonsep perkaderan
berupa visualisasi yang menarik
● Fasilitator harus bisa mengampanyekan
perkaderan melalui media sosial
● Fasilitator intens melakukan diskusi rutin
untuk menambah kapasitas diri
● Fasilitator mengikuti tadarus Al Quran
bersama peserta
● Fasilitator memperkaya ice breaking basis
teknologi
● Fasilitator harus menguasai banyak variasi
metode pembelajaran
2. Sarana Prasarana :
● Teknologi sebagai penunjang media
pembelajaran
3. Materi :
● Materi disusun Berdasarkan need
assessment by data.
● Pengembangan materi sesuai dengan
konteks zaman
4. Pemateri :
● Penjaringan materi yang kompeten sesuai
dengan materi
● Pemilihan pemateri yang komunikatif dan
friendly
5. Metode :
● Memasifkan dan memvariasi pembelajaran
dengan effective learning
● Mengembangkan pembelajaran berbasis
teknologi
● Memasifkan pengolahan data monev
berdasarkan instrument yang ada
6. Kampanye Perkaderan Berseri
● Membuat Kontent “Behind The Scene”
● Membuat vlog proses perkaderan
|6
● Menampilkan sisi lain perkaderan
● Menampilkan sisi lucu dalam perkaderan
● Membuat video pembelajaran seputar
materi perkaderan (TM I, TM 2 dst)
● Membuat gamifikasi pada perkaderan
7. Media
● Akun Instagram
● Chanel youtube
● Status whatsapp
● Kahoot
● GfoRM
|8
A. Roadmap Perkaderan di Ranting
Seseorang dapat dikatakan sebagai kader IPM
adalah apabila orang tersebut telah melalui proses
Pelatihan Kader Taruna Melati 1 dan seorang kader
dapat dikatakan sebagai pengurus IPM di ranting
(sekolah/madrasah) adalah apabila kader tersebut telah
dilantik secara sah melalui SK (Surat Keputusan) dari
Pimpinan Daerah IPM Kota Surakarta. Sebelum seorang
kader dilantik menjadi pengurus IPM, pastinya ada
proses-proses yang harus dilalui kader tersebut. Berikut
akan kami jabarkan alur perkaderan di ranting yang
umumnya digunakan di Pimpinan Ranting IPM Kota
Surakarta.
1. Fortasi dan Mabica
Penjelasan tentang Fortasi dan Mabica akan ada di
halaman berikutnya. Pada intinya kegiatan ini adalah
kegiatan yang biasa dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah
IPM Kota Surakarta setiap tahunnya pada saat MPLS.
Tujuan dari diadakan kegiatan ini adalah untuk
mengenalkan IPM kepada peserta didik baru sejak awal
masuk sekolah. Setelah peserta didik baru mengenal
secara umum tentang IPM, sekarang menjadi tugas
teman-teman ranting untuk mengenalkan lagi organisasi
IPM di sekolah teman-teman dan setelah itu dapat
diadakan open recruitment pengurus IPM Ranting.
2. Open Recruitment
Open Recruitment merupakan seleksi untuk
menjaring sumber daya manusia yang berkualitas dan
layak untuk diangkat menjadi anggota/pengurus IPM.
Proses Open Recruitment atau Oprec dimulai dengan
suatu sosialisasi langsung ataupun menggunakan social
media maupun selebaran yang dibagikan di sekolah.
Setelah diadakannya sosialisasi, barulah calon anggota
akan mengisi formulir pendaftaran yang disediakan
panitia Oprec. Biasanya isi formulir tersebut berupa
data diri, motto hidup peserta, tujuan ia ingin ikut IPM,
dsb.
3. Pelatihan Kader Taruna Melati 1
Setelah diadakan oprec, dapat kemudian diadakan
kegiatan-kegiatan lain yang dapat mendukung proses
| 10
perkaderan IPM seperti perkenalan, diskusi, kumpul
bareng, dsb. Tujuannya adalah agar ada kedekatan
calon pengurus dengan pengurus IPM dan pengurus
IPM juga dapat menilai langsung calon yang akan
menjadi pengurus IPM. Setelah itu dapat diadakan
PKTM 1 di ranting teman-teman. Harapan kami PKTM 1
yang diadakan di ranting dapat diadakan antar rentang
bulan juli sampai bulan oktober, PKTM 1 dapat
dilaksanakan sebelum calon anggota baru dilantik
menjadi pengurus IPM secara sah di ranting. Setelah itu
dapat diadakan seleksi lanjutan untuk menjadi pengurus
Ranting IPM.
4. Seleksi
Kegiatan seleksi calon anggota IPM dapat diadakan
sebelum atau setelah kegiatan PKTM 1, seleksi ini dapat
berupa seleksi tertulis atau seleksi lisan. Secara tertulis
dapat diadakan tes mengenai ke-IPM-an, bidang-bidang
di IPM, dan bidang-bidang yang dinginkan apambila
menjadi pengurus IPM. Setelah itu dapat diadakan
seleksi lisan yang berupa wawancara. Tujuan dari
kegiatan ini adalah agar kita dapat mengetahui secara
langsung bagaimana kepribadian calon pengurus IPM,
bagaimana cara ia berbicara, minat dan bakat, cara
dalam menghadapi masalah dan kesungguhannya untuk
ikut IPM. Kegiatan ini tidak wajib dilakukan di ranting
teman-teman, tetap melihat kondisi dari setiap ranting
yang ada di Kota Surakarta. Pada intinya PKTM 1 sudah
termasuk salah satu seleksi IPM, setelah mengadakan
PKTM 1 dapat langsung kemudian diplotkan bidang-
bidang kepengurusan di Pimpinan Ranting. Dapat pula
diadakan seleksi lanjutan yang telah dijelaskan
sebelumnya.
5. Pengeplotan Bidang
Sebelum calon anggota IPM dilantik untuk menjadi
pengurus IPM Ranting, harus diadakan pengeplotan
bidang dalam kepengurusan struktur PR IPM, ada
banyak bidang-bidang yang ada di IPM, diantaranya:
b) Bidang Kepemimpinan (Ketua Umum)
c) Bidang Administrasi Umum (Sekretaris Umum)
d) Bidang Keuangan (Bendahara Umum)
| 12
e) Bidang OrganisasiBidang Perkaderan
f) Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI)
g) Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP)
h) Bidang Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga
(ASBO)
i) Bidang Advokasi
j) Bidang Kewirausahaan
k) Bidang Lingkungan Hidup
l) Bidang Teknologi dan Informasi
m) Bidang Ipmawati
Catatan : Bidang-bidang tersebut dapat disesuaikan
dengan kondisi personalia dan kebutuhan ranting, tidak
harus semua bidang di ambil. Adapun bidang yang
wajib ada di IPM ada 3, yaitu Bidang Perkaderan, KDI,
dan PIP. Penjelasan mengenai tugas bidang dan struktur
organisasi IPM ada di halaman berikutnya.
- Fortasi dan Mabica
- Open Rekruitment
- TM 1
- Seleksi
- Pengeplotan Bidang
- Menjadi Pimpinan
B. Roadmap Perkaderan di Daerah
- Fortasi dan Mabica
- TM 1
- Sekolah Kader / Kegiatan Pendampingan
- TM 2
- Sekolah Kader / Kegiatan Pendampingan
- Pengeplotan Bidang
- Menjadi Pimpinan
| 14
FORTASI
(FORUM TA’ARUF DAN ORIENTASI)
A. Tentang FORTASI
Forum Ta’aruf & Orientasi Siswa Muhammadiyah
(FORTASI) adalah rangkaian kegiatan yang terprogram
secara sistematis untuk menumbuhkan dan
mengembangkan semangat keberagaman, minat dan
potensi calon siswa sekolah Muhammadiyah. Selain itu
juga dimaksudkan untuk merangsang kesadaran
berkarya kreatif dan kepekaan sosial dengan terlibat
dalam segala aktifitas yang tersedia di sekolah
Muhammadiyah. FORTASI termasuk dalam
pengkaderan formal pelengkap IPM/ Muhammadiyah
dan pengganti MOS (Masa Orientasi Siswa).
B. Tujuan Umum
Terciptanya pelajar muslim yang memiliki minat
dan kemauan untuk mengembangkan potensi diri serta
kesadaran untuk selalu kreatif dan peka terhadap
lingkungan sosial yang dilandasi oleh semangat
keberagamaan guna membantu mengorientasikan
| 16
proses pendidikannya di sekolah-sekolah
Muhammadiyah.
C. Tujuan Khusus
1. Terciptanya pelajar muslim (calon siswa
Muhammadiyah) yang memiliki minat dan kemauan
untuk menjalankan ajaran Islam secara baik dan benar.
2. Terciptanya pelajar muslim (calon siswa
Muhammadiyah) yang memiliki semangat untuk
mengembangkan diri baik secara intelektual, sosial,
maupun skill.
3. Terciptanya pelajar muslim (calon siswa
Muhammadiyah) yang mengenal Muhammadiyah
beserta ortomnya, khususnya Ikatan Pelajar
Muhammadiyah sebagai wadah tunggal pelajar di
sekolah Muhammadiyah.
4. Terciptanya suasana yang penuh keakraban
dilandasi semangat ukhuwah Islamiyah antar sesama
peserta.
D. Waktu Penyelenggaraan
Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa
Muhammadiyah (FORTASI) diselenggarakan pada saat
menjelang proses belajar mengajar efektif di sekolah-
sekolah Muhammadiyah selama tiga hari (jika
memungkinkan, hari terakhir pelaksanaan
dilangsungkan bermalam di Sekolah)
E. Peserta
Peserta kegiatan FORTASI adalah calon siswa
(baru) di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah, baik di
tingkat menengah pertama (SMP/MTs sederajat)
maupun tingkat atas (SMA/SMK/MA sederajat) yang
telah terbukti resmi terdaftar di Lembaga Pendidikan
Muhammadiyah terkait serta menyanggupi untuk
mengikuti kegiatan FORTASI secara penuh.
F. Pengorganisasian
a. Penanggung jawab
Penanggung jawab dalam penyelenggaraan
FORTASI adalah Kepala Sekolah/ Madrasah/ Pondok
| 18
atau Pimpinan lainnya yang ditunjuk secara sah oleh
pihak yang berwenang (Pimpinan Utama).
b. Pengelola
Pengelola FORTASI yaitu tim yang menangani
secara langsung pengelolaan FORTASI yang terdiri dari
unsur kesiswaan, Guru, Pimpinan Daerah atau Pimpinan
Cabang IPM.
c. Panitia Pelaksana
Panitia diberi mandat dan dibentuk oleh
pimpinan/Kepala sekolah yang terdiri dari unsur
Pimpinan Ranting IPM setempat yang memiliki tugas
melaksanakan dan mempersiapkan secara teknis
kegiatan FORTASI.
d. Pengisi Materi/ Penceramah
Penceramah dalam FORTASI adalah seseorang
yang diberi kepercayaan untuk menyampaikan materi
ceramah. Pengisi materi dapat diambil dari Pimpinan
Muhammadiyah setempat, Pimpinan Daerah dan
Pimpinan Cabang IPM atau staf pengajar di sekolah
setempat.
G. Materi
Pemberian materi pada kegiatan FORTASI harus
didasarkan pada analisis penyesuaian dengan
kebutuhan dari kegiatan tersebut. Susunan materi untuk
tingkat SMP/MTs (sederajat), akan berbeda dengan
susunan materi pada tingkat lanjut, SMA/SMK/MA
(sederajat).
| 20
No Pokok Materi SMP/MTs (sederajat) SMA/SMK/MA (sederajat)
⮚ Pentingnya agama bagi
manusia
⮚ Pentingnya agama bagi
⮚ Dinul Islam
manusia
⮚ Islam agama dunia dan
⮚ Dinul Islam
akherat
⮚ Agama samawi dan Ardli
⮚ Agama samawi dan
1. Al Islam ⮚ Sikap hidup pelajar Islam
agama Ardhli
⮚ Hakikat penciptaan
⮚ Hakikat penciptaan
manusia
manusia
⮚ Ciri-ciri orang beriman
⮚ Ciri-ciri orang beriman
⮚ Allah satu-satunya Tuhan
⮚ Cara menjaga iman
⮚ Allah satu-satunya Tuhan
⮚ Tata cara Adzan ⮚ Tata cara Adzan
⮚ Tata cara sholat ⮚ Tata cara sholat
2. Ibadah Praktis ⮚ Tata cara wudhu dan
⮚ Tata cara
tayamum
Wudhu/Tayamum
⮚ Cara memelihara Jenazah
⮚ Pengertian Ukhuwah
⮚ Pengertian ukhuwah Islamiah
islamiah ⮚ Ta’aruf, tafahum dan
Adab ⮚ Ta’aruf, tafahum dan takaful
3. Pergaulan takaful ⮚ Adab pada ortu, guru,
Islami ⮚ Adab pada ortu, guru, lawan jenis dan
lawan jenis dan masyarakat.
masyarakat. ⮚ Hijab sebagai totalitas
penjagaan kesucian diri
⮚ Seks education
⮚ Sejarah Muhammadiyah
⮚ Sejarah Muhammadiyah ⮚ Maksud dan tujuan
⮚ Maksud dan tujuan ⮚ Mengenal Amal
Mengenal Usahanya
⮚ Mengenal Amal ⮚ Tokoh dan perannya
4. Muhammadiy ⮚ Mengenal Ortom
Usahanya
ah
⮚ Tokoh dan perannya
⮚ Mengenal Ortom ⮚ Peran Muhammadiyah
dalam Masyarakat
| 22
⮚ Peran dan kedudukan
Muhammadiyah di forum
Nasional
⮚ Sejarah lahirnya IPM
⮚ Maksud dan Tujuan IPM
⮚ Sejarah lahirnya IPM
⮚ Kepribadian IPM
⮚ Maksud dan Tujuan IPM
⮚ Janji Pelajar
5. KeIPMan ⮚ Kepribadian IPM
Muhammadiyah
⮚ Janji Pelajar
⮚ Perbedaan antara OSIS
Muhammadiyah
dan IPM
⮚ Nilai-nilai Dasar IPM
⮚ Struktur Pimpinan ⮚ Struktur Pimpinan
sekolah dan personal sekolah dan personal
6. Mengenal ⮚ Mengenal guru dan ⮚ Mengenal guru dan
karyawan
Almamater karyawan
⮚ Prestasi dan alumni ⮚ Prestasi dan alumni
berprestasi berprestasi
⮚ Kurikulum yang
Sistem ⮚ Buku dan kurikulum digunakan
7. Pendidikan ⮚ Metode Pendidikan yang ⮚ Arah dan tujuan
Sekolah di berlakukan Pendidikan
⮚ Metode Pendidikan yang
di berlakukan
⮚ Berbusana menurut ⮚ Berbusana menurut
Islam Islam
Tata cara ⮚ Peraturan pemakaian
⮚ Peraturan pemakaian seragam
8. mengenakan ⮚ Seragam olahraga
seragam putra/putri
seragam
⮚ Seragam olahraga
putra/putri
Penelusuran Disesuaikan dengan unit Disesuaikan dengan unit
9. bakat dan kegiatan ranting sekolah kegiatan Ranting sekolah
minat masing-masing masing-masing
Ajang
Sebagai bentuk penelusuran Sebagai bentuk penelusuran
10. Seni/Pentas
seni yang ada pada siswa seni yang ada pada siswa
Seni
| 24
⮚ Perkenalan antar peserta ⮚ Perkenalan antar peserta
Personal
12. ⮚ Perkenalan antar guru ⮚ Perkenalan antar guru
Introduction
⮚ Perkenalan antar panitia ⮚ Perkenalan antar panitia
⮚ Menghilangkan ⮚ Menghilangkan
kejenuhan kejenuhan
13. Game/Paket ⮚ Mencari suasana baru
⮚ Mencari suasana baru ⮚ Olah pikir
⮚ Olah pikir
MABICA
(MALAM BINA CALON KADER)
A. Tentang MABICA
Malam Bina Calon Anggota (Mabica) adalah
rangkaian kegiatan yang terprogram secara
sistematis untuk menumbuhkan dan
mengembangkan semangat keberagamaan, minat
dan potensi calon anggota atau kader IPM yang
berasal bukan dari Institusi Pendidikan
Muhammadiyah. Selain itu juga dimaksudkan untuk
merangsang kesadaran berkarya kreatif dan
kepekaan sosial dengan terlibat dalam aktivitas
yang tersedia di lingkungan Muhammadiyah.
B. Tujuan Utama
Membentuk kader IPM yang kreatif dalam
menganalisis dan menangani problem-problem
kemanusiaan pelajar di era globalisasi dengan
dikuasainya berbagai pendekatan keilmuan, serta
dilandasi dengan etika Islam yang obyektif dan al-
| 26
Qur’an dan As-Sunnah. Semua tindakannya
dilakukan untuk kemanusiaan tanpa memandang
etnis, suku, ras, golongan, dan agama.
C. Tujuan Khusus
● Terbentuknya transformasi nilai dasar kader
sebagai pengenalan terhadap calon anggota di
ranting IPM selain sekolah Muhammadiyah.
● Menumbuhkan ketertarikan calon anggota IPM
dalam berorganisasi.
D. Peserta
Sasaran dari kegiatan Mabica adalah calon
anggota atau kader yang belum atau tidak pernah
mengikuti kegiatan Fortasi, atau kader yang tidak
pernah menjadi siswa di institusi pendidikan
Muhammadiyah terutama tingkat menengah.
Kualifikasi peserta cukup dilaksanakan dengan bukti
kesanggupan untuk mengikuti acara secara
keseluruhan dan siap menjadi anggota IPM. Kuota
peserta disesuaikan dengan kebijakan Pimpinan
IPM dengan pertimbangan efektifitas kegiatan.
E. Penyelenggaraan
Penyelenggaraan dari kegiatan Mabica didasarkan
oleh beberapa aspek kebutuhan dan pertimbangan.
Mabica dapat diselenggarakan pada tempat dan
waktu yang memungkinkan diselenggarakannya
kegiatan.
❖ Tempat
- Gedung sekolah, madrasah atau pondok
yang memenuhi fasilitas pelatihan
❖ Waktu
Lama waktu penyelenggaraan Mabica yaitu 2
hari satu malam yang terdiri :
- Kedatangan dan kepulangan peserta
- Pembukaan dan penutupan
- Proses pelatihan
❖ Acara Pendukung
- Outbond
| 28
- Seminar Motivasi
F. Materi Keilmuan Keorganisasian
Materi Ideologis Psikologi Remaja Pengenalan awal
tentang
⮚ Keislaman
- Aqidah Akhlak Organisasi
- Ibadah Praktis
⮚ Kemuhammadiyahan
- Sejarah Muhammadiyah
- Landasan Gerakan
Muhammadiyah
⮚ Ke-IPM-an
- Sejarah Berdirinya IPM
- IPM sebagai Rumah
Kreatif Pelajar
| 30
PELATIHAN KADER TARUNA MELATI 1
A. Tentang PKTM 1
Taruna Melati (TM) merupakan nama prosesi
pengkaderan formal yang dipakai oleh IPM. Atau
dengan kata lain, seseorang bisa disebut kader IPM bila
telah pernah mengikuti pengkaderan TM. Di IPM
dikenal beberapa tingkatan pengkaderan TM, yakni TM
1 (tingkat ranting dan atau cabang), TM 2 (tingkat
daerah), TM 3 (tingkat wilayah), dan TM Utama (tingkat
pusat). Dengan demikian jika PR bermaksud
menyelenggarakan perkaderan TM 1 maka harus
melibatkan secara aktif PC setempat, atau jika tidak ada
bisa berkoordinasi dengan PD setempat. Dalam
melaksanakan PKTM 1, Terdiri dari 3, yaitu Persiapan
pelaksanaan, dan pasca kegiatan.
A. PERSIAPAN
a. JOB DESK KEPANITIAAN, FASILITATOR DAN
PENANGGUNGJAWAB PKTM 1
1. Bidang Perkaderan
- Bertanggungjawab penuh atas terselenggaranya
PKTM 1
- Berkoordinasi dengan Lembaga Fasilitator atau
Bidang Perkaderan PD IPM Kota Surakarta
perihal kegiatan PKTM 1
- Melakukan pendampingan pasca PKTM 1
2. Ketua Panitia
- Mengkoordinasi setiap panitia dalam kegiatan
PKTM 1
- Melaksanakan pemantauan dan evaluasi proses
kegiatan PKTM 1
3. Sekretaris
- Membuat proposal serta surat-surat yang
dibutuhkan untuk kegiatan PKTM 1
- Membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ)
kegiatan PKTM 1
4. Bendahara
- Membuat rancangan anggaran dana pada
kegiatan PKTM 1
| 32
- Menampung, menyimpan, membukukan uang
yang ada.
- Bertanggung jawab terhadap keuangan yang ada
padanya.
- Mengeluarkan uang yang dibutuhkan dalam
pembiayaan yang telah disetujui oleh ketua
- Memegang seluruh bukti pengeluaran.
- Membuat laporan keuangan
5. Seksi Acara
- Menyusun kerangka kerja dan jadwal PKTM 1
- Menetapkan trainer/fasilitator PKTM 1
- Bersama fasilitator menyiapkan materi, dan
menentukan pemateri pada PKTM 1
- Mengatur waktu, tempat, dan membagi tugas
masing-masing anggota saat acara PKTM 1
- Membagi tugas dan tanggung jawab mengenai
hal-hal teknis pada saat kegiatan berlangsung.
6. Seksi Humas / Pendanaan
- Menyebarkan undangan untuk pemateri, tamu
undangan, fasilitator serta peserta dalam
kegiatan PKTM 1
- Mendata atau membuat daftar alamat donatur
dan sumber-sumber yang bisa mendapatkan
dana
- Memberikan laporan kepada bendahara
mengenai sumbangan dan jumlah uang yang
masuk dan keluar pada setiap saat
- Menjalankan sumbangan iuran wajib dan suka
rela kepada semua anggota panitia dan peserta
7. Seksi Perlengkapan
▪ Mendata dan mencatat semua alat yang
berupa pinjaman.
▪ Menyiapkan alat dan perlengkapan yang
dibutuhkan pada kegiatan PKTM 1
8. Seksi Konsumsi
- Menyiapkan segala macam konsumsi pada
kegiatan PKTM 1 (seperti : makan besar, minum,
| 34
snack peserta dan panitia, snack pembicara,
snack ringan, dsb)
9. Seksi Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi
▪ Membuat poster kegiatan PKTM 1 bila
diperlukan
▪ Membuat MMT kegiatan PKTM 1 bila
diperlukan
▪ Membuat stiker kegiatan PKTM 1 bila
diperlukan
▪ Menyiapkan alat dokumentasi sesuai dengan
kebutuhan
▪ Mempublikasikan acara yang akan
dilaksanakan dengan berbagai cara-cara yang
memungkinkan.
▪ Mendokumentasikan kegiatan PKTM 1
b. PENENTUAN KEPESERTAAN
KUALIFIKASI PESERTA
Pada dasarnya Pelatihan Kader Taruna Melati I ini
ditujukan bagi semua pimpinan atau calon pimpinan
IPM di tingkat ranting atau cabang. Akan tetapi,
idealnya pelatihan maksimal 50 peserta dan rasio
peserta dengan Fasilitator diharapkan 1 : 10.
1. Pra syarat peserta
a. Telah lulus Fortasi atau Mabica
b. Peserta merupakan siswa/wi sekolah
Muhammadiyah di Surakarta
c. Memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh
penyelenggara
2. Karakteristik umum peserta
a. Sudah mengenal IPM dan Muhammadiyah lebih
jauh
b. Jenjang SMP kelas 7 sampai SMA kelas 10 SMA
c. Telah memiliki persepsi dan motivasi sendiri
Tempat dan Lama Pelatihan
Pelatihan Kader Taruna Melati 1 dilaksanakan di ranting.
Pemilihan tempat pelatihan mempertimbangkan atau
melihat sarana dan prasarana yang tersedia sudah
sesuai dengan kebutuhan selama PKTM 1 ini.
| 36
Tempat
- Gedung sekolah, madrasah atau tempat outdoor yang
memenuhi fasilitas pelatihan
Pelatihan dapat berlangsung selama 3 hari, yakni :
▪ Perjalanan datang & pulang
▪ Pembukaan & Penutupan
▪ Belajar & training
Penyelenggaraan Penyelenggaraan dari kegiatan PKTM
1 didasarkan oleh beberapa aspek kebutuhan dan
pertimbangan. PKTM 1 dapat diselenggarakan pada
tempat dan waktu yang memungkinkan
diselenggarakannya kegiatan.
Tempat
- Gedung sekolah, madrasah atau pondok tempat
outdoor yang memenuhi fasilitas pelatihan
Waktu
Lama waktu penyelenggaraan PKTM 1 yaitu 3 hari yang
terdiri:
- Kedatangan dan kepulangan peserta
- Pembukaan dan penutupan