DAN ANALISIS PASAR
Sri Mulyani Hasan Masni Hasan Cindy Febriana Siti Nurhalisa Pobela Firnawati Suge Novita U. Hundolo Inayah Eka Wahyuni Mohamad Mirna M. Mulusi Julianti Anamira Pobela Fitrawati Usman TIM: Dr. Herson Kadir, S.Pd, M.Pd Dr. Munkizul Umam Kau, S.Fil. I, M.Phil Dr. Rasuna Talib, M.Hum Eka Sartika S.Pd, M.Pd Puspita Dian Agustin, S.Pd, M.Pd Nuramila S.Pd, M.Pd
DI FTAR MATERI PELUANG USAHA (Tabel Analisis SWOT Faktor Startegi Usaha/Kegagalan dan Kesuksesan Usaha) Analisis Usaha Pembagian Segmen Pasar 01 02 03 Langkah-langkah Analisis Pasar 04 STRATEGI PEMASARAN (Offline Model B2B dan Online Model B2C 05
Profil deskripsi usaha Manajemen Keuangan Cash Flow Usaha 06 07 08 Contoh Arus Kas dan Laba Rugi 09 Contoh Rancangan Kegiatan Usaha dan Penggunaan Anggaran 10 11 Belajar Berwirausaha Menjadi Agen Perubahan
PELUANG USAHA
Pengertian Peluang Usaha Menemukan peluang bisnis yang tepat merupakan langkah awal yang penting dalam membangun bisnis yang sukses. Peluang bisnis yang menjanjikan tidak hanya menawarkan keuntungan finansial, namun juga kepuasan bekerja dan memberikan dampak pada masyarakat. Harus diakui bahwa sebenarnya peluang usaha di sekitar kita sangat banyak. Namun tidak semua peluang usaha atau bisnis tepat dilakukan pada sembarang waktu dan tempat. Bagi calon wirausaha yg akan membuka usaha baru, perlu terlebih dahulu melakukan observasi, survei lapangan, dan banyak bertanya mengenai seluk beluk bisnis yang akan digelutinya. Peluang usaha terdiri dari dua kata, Peluang dan usaha. Peluang berarti kesempatan, dan usaha berarti upaya untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan berbagai daya atau sumber data yang dimiliki. Secara sederhana peluang https://images.app.goo.gl /UrocNC598gH9xVBXA
secara sederhana peluang usaha merupakan suatu kesempatan yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan sumber daya yang miliki. Tujuan yang hendak dicapai bisa dalam keuntungan, uang, kekayaan, kepuasan batin, popularitas, status sosial dan lain-lain. Untuk mencapai tujuan tersebut seseorang dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Sumber daya itu dapat berupa uang/modal, pengetahuan, skill, relasi yang luas, pengalaman dan lain-lain. Artinya sumber daya ini mencakup segala sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan usaha. Seorangwirausaha harus berfikir tentang seperti apa peluang usaha yang baik itu. Berikut adalah ciriciri peluang usaha yang baik. 1.Bersifat orisinil. Harus dapat mengantisipasi peruabahan persaingan dan kebutuhan pasar. 2. 3.Sesuai dengan minat. 4.Tingkat kelayakan usaha teruji. 5.Bersifat ide kreatif. 6.Ada keyakinan untuk mewujudkan. 7.Ada rasa senang saat menjalankan.
Dalam menemukan peluang usaha kita dapat melakukan beberapa langkah berikut. 1. Temukan Ide Usaha yang Tepat Menemukan ide usaha yang tepat kita dapat melakukan beberapa cara berikut. Amati tren dan kebutuhan pasar: Perhatikan perkembangan terkini, gaya hidup masyarakat, dan celah pasar yang belum terpenuhi. Gali minat dan bakat : Pilihlah usaha yang sesuai dengan passion dan keahlian Anda agar lebih termotivasi dan fokus dalam menjalankannya. Lakukan riset pasar: Pelajari target pasar, kompetitor, dan potensi keuntungan dari ide usaha Anda.
2. Analisis SWOT untuk Peluang Usaha SWOT adalah singkatan dari Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), dan Threat (Ancaman). Analisis SWOT dapat membantu kita dalam memahami peluang dan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Menurut Pearce dan Robinson SWOT adalah singkatan dari kekuatan (Strength) dan kelemahan (weakness) intern perusahaan serta peluang (opportunities) dan ancaman (threat) dalam lingkungan yang dihadapi perusahaan. Analisis SWOT merupakan cara sistematik untuk mengidentifikasi faktor- faktor dan strategi yang menggambarkan kecocokan paling baik diantara mereka. Berikut tabel analisis SWOT.
3. Kembangkan Strategi Usaha yang Efektif Strategi usaha yang tepat akan membantu kita dalam mencapai tujuan bisnis. Berikut beberapa poin penting dalam mengembangkan strategi: Bangun brand yang kuat: Membangun brand yang kuat adalah bagaikan membangun fondasi kokoh bagi sebuah bisnis. Brand yang kuat bukan hanya logo dan slogan, tetapi juga identitas yang unik dan mudah diingat, yang merepresentasikan nilai-nilai, misi, dan visi bisnis Anda. Tawarkan produk/layanan berkualitas tinggi: Pastikan produk/layanan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Berikan pelayanan pelanggan yang excellent: Bangun hubungan yang baik dengan pelanggan untuk meningkatkan loyalitas. Gunakan strategi marketing yang efektif: Jangkau target pasar dengan tepat melalui berbagai media.
Gunakan strategi marketing yang efektif: Jangkau target pasar dengan tepat melalui berbagai media. Kelola keuangan dengan baik: Catat semua pemasukan dan pengeluaran, buat anggaran, dan pantau arus kas. Adaptasi dengan perubahan: Terus pelajari tren baru dan sesuaikan bisnis Anda dengan kebutuhan pasar. FAKTOR KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN USAHA 1.Faktor Keberhasilan: Ada beberapa faktor keberhasilan untuk peluangg usaha Produk atau layanan yang berkualitas: Penuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan dengan baik. Manajemen yang efektif: Pimpin dan kelola usaha dengan strategi dan perencanaan yang matang. Pemasaran yang tepat: Jangkau target pasar dengan tepat dan bangun brand awareness. Adaptasi dan inovasi: Teruslah berinovasi dan mengikuti perkembangan pasar.
2. Faktor Kegagalan: Kegagalan suatu usaha terdiri dari beberapa faktor: Kurangnya perencanaan: Memulai usaha tanpa perencanaan dan riset pasar yang matang. Produk atau layanan yang tidak sesuai pasar: Gagal memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan. Manajemen yang tidak efektif: Ketidakmampuan dalam mengelola keuangan, SDM, dan operasional usaha. Pemasaran yang tidak tepat: Gagal menjangkau target pasar atau membangun brand awareness. Kurangnya adaptasi dan inovasi: Terpaku pada strategi lama dan tidak mengikuti perkembangan pasar. Ketidakmampuan dalam menghadapi tantangan: Mudah menyerah saat menghadapi hambatan dan risiko. Kegigihan dan kerja keras: Semangat pantang menyerah dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan usaha.
ANALISIS MA PASAR RKET ANALYSIS!
Dalam mengembangkan suatu bisnis baru, mengetahui dan memahami kondisi pasar yang terus menerus berkembang adalah hal yang penting. Ferrel, Lukas dan Pride (2012:89) menyatakan: “Marketing research often focuses on identifying and defining market opportunities or changes in the environment. When a company discovers a market opportunity, it may need to conduct research to understand the situation more precisely so that it can craft an appropriate marketing strategy.” PENGERTIAN ANALISIS PASAR
Analisis pasar adalah faktor paling penting yang tidak boleh dilewatkan sebelum melakukan usaha tertentu. Hasil dari analisa tersebut akan sangat berguna untuk mengetahui seberapa besar potensi bisnis yang ada dan berapa lama suatu bisnis bisa bertahan. Potensi ditentukan dari berbagai faktor seperti jumlah konsumen yang mungkin berminat terhadap produk atau jasa keuangan tertentu, gaya hidup, dan kebutuhan mereka.
Analisis pasar adalah suatu penganalisasisan atau penyelenggaran untuk mempelajari berbagai masalah pasar. Analisis pasar akan menyangkut lokasi pasar, luasnya pasar, sifatnya pasar dan karakteristik pasar. Masalah yang perlu dianalisis di dalam pasar adalah besarnya pasar, ruang lingkup pasar, struktur pasar, share pasar, serta peluangpeluang pasar. Megenai besarnya pasar dapat di tentukan oleh besarnya permintaan dan penawaran terhadap barang atau jasa yang di butuhkan para konsumen. Sedangkan mengenai ruang lingkup pasar. Biasanya mencakup luasnya pasar, misalnya luas pasar menurut geografis, pendidikan para konsumen, profesi para konsumen, tingkat umur para konsumen, dan lain sebagainya.
TUJUAN ANALISIS PASAR 1.MENGENAL LINGKUNGANPASAR, 2. MENGENAL TIPE-TIPE PASAR, 3.MENGETAHUI KARAKTERISTIK PASAR, 4.MENENTUKANKEPUTUSANYANG TEPAT, 5.MENGHADAPI PARAPESAING, 6.MELAKSANAKANKEBIJAKANDALAM PEMASARAN, 7.MEMBUAT PROGRAM DALAM BIDANG PEMASARAN,DAN 8.MENGENAL CIRRI-CIRI PASAR. :
Barang dan jasa yang di pasarkan Barang-barang dan jasa yang di produksi oleh perusahaan, berdasarkan analisis pasar yaitu: 1.Jenis dan sifat barang, 2.Kuantitas dan kualitas barang, 3.Warna dan ukuran barang, 4.Desain dan model barang, 5..Merek dan harga barang, 6.Barang-barang industri dan konsumsi. Adapun permasalahan di dalam ruang lingkup analisis pasar antara lain, yaitu : RUANG LINGKUP ANALISIS PASAR Tujuan analisis Tujuan mengadakan analisis pasar adalah ingin mengetahui siapa-siapa yang memakai, menggunakan barang dan jasa, apakah barang tersebut untuk di konsumsi sendiri atau di jual kembali.
Letak pasar, sifat dan karakteristik pasar Seorang manajer pemasaran harus mengetahui tentang letak pasar, berikut sifat dan karakteristik yang akan di tuju. Dalam hal ini, agar manajer memudahkan melaksanakan target market, market strategi dan segmentasi pasar. Organisasi pembelian Seorang manajer pemasaran harus mengetahui siapa yang membeli barang, siapa yang menggunakan barang, siapa yang paling berpengaruh di dalam pembelian barang dan lain sebagainya.
·PERKEMBANGAN PEMBELIAN Didalamanalisispasar,perusahaan harus mengetahui bagaimana perkembangan harganya barang, bagaimana persedianya barang, bagaimana keadaan persainganya, bagaimana keadaan permintaan danpenawarannya. ·KEGIATANPEMBELIAN Di dalam kegiatan pembelian, meliputi dari saiap pembelian barang di lakukan, di mana pembelian barang di lakukan, bilamana pembelian barang di lakukan, berapa harganya baranga, berapa banyaknya barang yang di beli, bagaiman persyaratan di dalamn pembelian barang, dan bagaimana cara pembeliannya.
Di dalam analisis pasar, perusahaan harus mengetahui keadaan persainganya, apakah ada melakukan tindakanb mengejutkan atau adakah saingan yang tidak sehat.Pada kenyataanya jika hasil produk tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhan para konsumen, berarti perusahaan yang bersangkutan mengalami kegagalan di dalam usahanya. Saingan Perusahaan
SEGMENTASI PASAR
Pengertian Segmentasi Pasar Menurut Kotler dan Amstrong, segmentasi pasar adalah pembagian sebuah pasar ke dalam kelompok berbeda yang ditujukan untuk melakukan pemasaran sesuai karakteristik, kebutuhan, serta keinginannya masing-masing. Segmentasi pasar dapat diinterpretasikan sebagai proses membagi-bagi konsumen berdasarkan ciri-ciri, perilaku, atau kebutuhan mereka. Melalui segmentasi ini, akan lebih sederhana untuk memenuhi kebutuhan mereka sesuai dengan permintaan mereka.
Selain itu, ada pendapat yang menyatakan bahwa segmentasi pasar adalah cara yang membantu para pebisnis dalam mengidentifikasi konsumen yang paling tepat untuk dijadikan target. Dengan demikian, bisnis dapat Lo beroperasi dengan lebih efisien dan optimal.
Jenis-jenis Segmentasi Pasar Segmentasi perilaku: Jenis segmentasi ini membagi konsumen berdasarkan perilaku mereka terkait dengan produk atau layanan. Misalnya, pembagian berdasarkan kebiasaan pembelian, tingkat loyalitas, preferensi merek, atau pola penggunaan. Segmentasi demografis: Segmentasi ini mempertimbangkan karakteristik demografis konsumen, seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dan status perkawinan. Informasi demografis ini membantu dalam memahami preferensi dan kebutuhan yang berbeda antara kelompok demografis yang berbeda.
Segmentasi geografis: Segmentasi ini membagi konsumen berdasarkan lokasi geografis mereka, seperti negara, kota, wilayah, atau lingkungan. Hal ini penting dalam memahami perbedaan budaya, iklim, atau kebiasaan konsumen yang berkaitan dengan lokasi mereka. Segmentasi psikografis: Segmentasi ini mempertimbangkan faktor- faktor psikologis dan sosial konsumen, seperti nilai-nilai, gaya hidup, kepribadian, minat, dan sikap. Dengan memahami aspek psikologis ini, bisnis dapat menargetkan konsumen yang memiliki preferensi dan kebutuhan yang serupa.
Tujuan utama dari segmentasi pasar adalah untuk membantu bisnis dalam memahami dan mengidentifikasi kelompok konsumen yang berbeda dalam pasar. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari segmentasi pasar: a. Memahami kebutuhan dan preferensi konsumen: Dengan segmentasi pasar, bisnis dapat memahami kebutuhan, preferensi, dan perilaku konsumen yang berbeda. Hal ini memungkinkan bisnis untuk menyesuaikan produk, layanan, dan strategi pemasaran mereka sesuai dengan kebutuhan dan preferensi kelompok konsumen yang berbeda. Tujuan Segmentasi Pasar
b. Meningkatkan efektivitas pemasaran: Dengan memahami kelompok konsumen yang berbeda, bisnis dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif. Mereka dapat menargetkan pesan, promosi, dan saluran distribusi yang tepat untuk setiap segmen pasar, sehingga meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran. c. Mengoptimalkan alokasi sumber daya: Segmentasi pasar membantu bisnis dalam mengalokasikan sumber daya mereka dengan lebih efisien. Dengan memahami segmen pasar yang paling menjanjikan dan berpotensi menghasilkan keuntungan yang tinggi, bisnis dapat fokus pada segmen-segmen tersebut dan mengalokasikan sumber daya mereka dengan bijaksana.
Pembagian Segmentasi Pasar Pembagian segmen pasar adalah suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk membagi pasar menjadi beberapa segmen yg yang lebih kecil berdasarkan karakteristik, kebutuhan, atau preferensi konsumen. Dengan memahami dan mengidentifikasi segmen pasar yang berbeda, perusahaan dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif untuk masing-masing segmen tersebut. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk membagi segmen pasar, antara lain: 1. Berdasarkan demografi: Segmen pasar dapat dibagi berdasarkan faktor demografi seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan lokasi geografis. Misalnya, produk atau layanan yang ditujukan untuk remaja perempuan memiliki segmen pasar yang berbeda dengan produk atau layanan yang ditujukan untuk lansia pria.
2. Berdasarkan psikografis: Segmen pasar juga dapat dibagi berdasarkan karakteristik psikologis dan gaya hidup konsumen. Misalnya, segmen pasar untuk konsumen yang aktif dan suka berpetualang akan berbeda dengan segmen pasar untuk konsumen yang lebih suka aktivitas santai dan bersantai. 3. Berdasarkan perilaku: Segmen pasar dapat dibagi berdasarkan perilaku konsumen, seperti kebiasaan pembelian, preferensi merek, atau tingkat loyalitas. Misalnya, segmen pasar untuk konsumen yang sering membeli produk tertentu dan loyal terhadap merek tersebut akan berbeda dengan segmen pasar untuk konsumen yang lebih memilih variasi dan mencoba merek baru.
analisis pasar dilakukan pada awal memulai bisnis atau wirausaha. analisis pasar adalah proses sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data dan informasi yang relevan tentang pasar target wirausaha. Tujuan dari analisis pasar adalah untuk memahami kebutuhan, preferensi, perilaku, dan tren konsumen yang ada dipasar tersebut. dengan melakukan analisis pasar, seorang calon pengusaha akan bisa mengukur potensi pasar, peluang, dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. langkah-langkah analisis pasar
1.identifikasi target pasar Untuk memulai bisnis baru, seorang calon pengusaha perlu mengidetfikasi target pasar, untuk mengetahui siapa konsumen yang akan menjadi target. tujuannya adalah agar dapat mengarahkan upaya pemasaran dengan lebih cepat. hal ini membantu untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif, menyesuaikan produk atau layanan anda dengan kebutuhan pelanggan, dan memperoleh keunggulan kompetitif dipasar.
2. Tinjau kompetensi (Kenali pesaing Untuk membedakan diri Anda dan menawarkan nilai yang unik, penting untuk mengenali pesaing Anda dalam pasar yang sama atau sejenis. Dalam proses ini, Anda perlu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, serta penawaran produk atau layanan yang mereka miliki. Selain itu, Anda juga perlu mempelajari strategi pemasaran dan posisi mereka di pasar.
3. pahami kebutuhan pelangan Mengadakan penelitian pelanggan merupakan tahap yang krusial dalam analisis peluang pasar. Anda dapat menggunakan metode seperti wawancara, survei, atau studi pasar untuk memahami kebutuhan, masalah, dan preferensi dari calon pelanggan. Dalam proses ini, Anda dapat mengidentifikasi peluang yang belum terpenuhi atau area di mana Anda dapat memberikan perbaikan atau inovasi yang signifikan.
4. Analisis tren dan perkembangan. Perhatikan tren dan perkembangan terbaru dalam industri atau pasar yang relevan dengan bisnis Anda. Amati apakah terdapat perubahan dalam kebiasaan konsumen, teknologi, regulasi, atau faktor lain yang berpotensi mempengaruhi bisnis Anda. Dalam proses ini, identifikasi peluang yang mungkin muncul dari tren tersebut.
5. Evaluasi potensi pasar Melakukan pengukuran potensi pasar merupakan langkah yang penting. Anda perlu mempelajari ukuran pasar yang relevan dengan bisnis Anda, pertumbuhan yang diharapkan, serta proyeksi masa depan. Selain itu, tinjau data demografis, ekonomi, dan statistik yang relevan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pasar Anda.
6. Tentukan strategi pemasaran Berdasarkan analisis peluang pasar, buatlah strategi pemasaran yang tepat untuk bisnis baru Anda. Pahami bagaimana Anda akan mengenalkan produk atau layanan Anda, mencapai target pasar Anda, dan membangun kesadaran merek untuk bisnis Anda.
7. lakukan Uji pasar Sebelum memulai bisnis secara keseluruhan, pertimbangkan untuk melakukan uji pasar terlebih dahulu. Uji produk atau layanan Anda dengan sekelompok kecil calon pelanggan potensial untuk mendapatkan umpan balik dan mengevaluasi respons mereka.
Profil deskripsi usaha Profil atau deskripsi usaha adalah gambaran singkat tentang suatu bisnis yang mencakup informasi dasar seperti nama bisnis, jenis bisnis, lokasi, misi dan visi, serta layanan atau produk yang ditawarkan. Ini adalah cara yang efektif untuk memberi tahu orang lain tentang bisnis Anda dan apa yang membuatnya unik. Profil Usaha
Beberapa elemen yang biasanya termasuk dalam profil usaha 1. Nama bisnis 2. Jenis bisnis 3. Lokasi 4. Misi dan visi 5. Layanan produk 6. Sejarah bisnis 7. struktur organisasi 8. Prestasi & informasi kontak
Manajemen Keuangan Kegiatan manajemen keuangan adalah kegiatan yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk perencanaan keuangan, pengelolaan aset, tabungan keuangan dan pengelolaan aset, atau dana perusahaan. Manajemen Keuangan merupakan kegiatan yang mengelola keuangan mulai dari perencanaan hingga pengelolaan aset berdasarkan fungsinya.
Irfani (2020) mendefinisikan manajemen keuangan “sebagai aktivitas pengelolaan keuangan perusahaan yang berhubungan dengan upaya mencari dan menggunakan dana secara efisien dan efektif untuk mewujudkan tujuan perusahaan”. Utari, Purwanti and Prawironegoro (2014), memberikan pengertian tentang manajemen keuangan yaitu” aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh modal yang semurahmurahnya dan menggunakan secara efektif, efisien, dan seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba”. Definisi Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli