Kasmir (2015) menjelaskan bahwa manajemen keuangan dapat diartikan ke dalam tiga kegiatan utama, yaitu: a. Memperoleh dana untuk membiayai usaha. b. Mengelola dana seefisien mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan. c. Mengelola aset perusahaan secara efektif dan efisien. Husnan & Pudjiastuti (1998) mengungkapkan bahwa Manajemen Keuangan merupakan “kegiatan organisasi dalam mengatur keuangan yang menyangkut seperti Perencanaan, Analisis, dan Pengendalian kegiatan keuangan”.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan keuangan adalah suatu kegiatan menyeluruh yang berkaitan dengan upaya memperoleh, menggunakan dan mengelola dana untuk memaksimalkan nilai dan efisiensi kegiatan perusahaan. Pengelolaan keuangan dapat melibatkan seluruh fungsi suatu organisasi untuk memperoleh, mengalokasikan dan menggunakan dana secara efektif dan efisien. Pengelolaan keuangan tidak hanya terfokus pada perolehan dana tetapi juga bagaimana menggunakan, memanfaatkan dan mengelola sebesar-besarnya keuntungan yang dimiliki perusahaan.
Sumber daya keuangan yang sehat menjadi kunci keberlangsungan suatu usaha untuk bertahan dan berkembang. Perekonomian bisnis yang sehat adalah dambaan setiap pengusaha. Oleh karena itu, perusahaan harus mengelola keuangannya dengan baik dan hati-hati. Manajer keuangan adalah orang yang bertanggung jawab mengelola urusan keuangan sebagai wakil perusahaan di bidang keuangan. Tugasnya adalah mengendalikan dan memproses laporan keuangan perusahaan, portofolio investasi, akuntansi dan segala jenis analisis keuangan. Dengan cara ini, keuangan dan properti perusahaan dapat terjaga dengan baik. Fungsi Manajemen Keuangan
Perencanaan adalah salah satu tugas manajemen yang paling penting. Dengan manajemen perencanaan yang baik, perusahaan dapat merencanakan bagaimana prospek perusahaan di masa depan. Perusahaan dapat membuat rencana atau perkiraan kerugian yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Tugas Pengelolaan Keuangan 1. Perencanaan 2. Pengontrol Fungsi control merupakan fungsi selanjutnya dari pengelolaan keuangan. Biasanya setelah kegiatan ini selesai dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi. Perusahaan dapat mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi perusahaan dan apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Dengan fitur ini, perusahaan dapat mengetahui apakah terdapat kejanggalan dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
3. Audit 4. Anggaran Tujuan dilaksanakannya kegiatan audit internal adalah untuk memvalidasi atau memastikan bahwa manajemen atau pengelolaan keuangan yang ada di dalam perusahaan berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada penyimpangan dari aturan yang telah ditetapkan. Kegiatan audit yang dilakukan secara rutin akan dapat mengurangi risiko kerugian atas kelalaian yang dilakukan oleh karyawan. Penganggaran merupakan fungsi manajemen keuangan yang berkaitan dengan pengalokasian dana untuk kebutuhan perusahaan. Dengan pengalokasian dana atau anggaran yang dilaksanakan seefisien mungkin maka perusahaan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Alokasi atau kebutuhan perusahaan dapat berupa gaji karyawan, operasional gedung atau kebutuhan lainnya.
Melalui manajemen keuangan, perusahaan dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang dimilikinya. Fungsi manajemen keuangan ini memudahkan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis kedepannya, karena dari sini perusahaan dapat melakukan analisa terhadap bisnis yang dijalankannya. Pelaporan keuangan biasanya dilakukan secara bertahap dan teratur dari triwulanan hingga tahunan. Dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan perusahaan, maka fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan oleh manajer keuangan adalah sebagai berikut : 1. Fungsi Pembiayaan Kegiatan Usaha (Fungsi Keuangan). 2. Fungsi Penanaman Modal (Fungsi Investasi). 3. Fungsi Dividen 5. Laporan
Cash flow usaha atau arus kas usaha adalah salah satu laporan keuangan yang penting dalam suatu perusahaan. Laporan ini mencatat semua arus kas masuk dan keluar perusahaan selama periode waktu tertentu. Catatan arus kas memberikan gambaran yang jelas tentang sumber dan penggunaan kas perusahaan, serta membantu manajemen dalam mengelola keuangan perusahaan dengan lebih efektif. Cash Flow Usaha
Cash flow usaha atau arus kas usaha adalah salah satu laporan keuangan yang penting dalam suatu perusahaan. Laporan ini mencatat semua arus kas masuk dan keluar perusahaan selama periode waktu tertentu. Catatan arus kas memberikan gambaran yang jelas tentang sumber dan penggunaan kas perusahaan, serta membantu manajemen dalam mengelola keuangan perusahaan dengan lebih efektif. Cash Flow Usaha
Dalam catatan arus kas, ada tiga jenis arus kas yang dicatat, yaitu: 1. Arus Kas dari Aktivitas Operasional: Ini mencakup arus kas yang terkait dengan kegiatan inti perusahaan, seperti : a. Penjualan Produk atau Jasa: Penjualan produk atau jasa adalah kegiatan utama perusahaan yang melibatkan penjualan barang atau jasa kepada pelanggan. Ketika perusahaan berhasil menjual produk atau jasa, mereka akan menerima pembayaran dari pelanggan dalam bentuk uang tunai atau melalui pembayaran elektronik. Arus kas yang diterima dari penjualan ini dicatat sebagai arus kas masuk dari aktivitas operasional.
b. Pembayaran kepada Pemasok: Pemasok adalah pihak atau perusahaan yang menyediakan barang atau jasa kepada perusahaan. Ketika perusahaan membeli barang atau jasa dari pemasok, mereka harus melakukan pembayaran kepada pemasok tersebut. Pembayaran ini dapat dilakukan secara tunai atau melalui transfer bank. Arus kas yang keluar dari perusahaan untuk membayar pemasok dicatat sebagai arus kas keluar dari aktivitas operasional.
c. Pembayaran Gaji Karyawan: Gaji karyawan adalah biaya yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan. Gaji karyawan biasanya dibayarkan secara rutin, misalnya setiap bulan atau setiap dua minggu. Ketika perusahaan membayar gaji karyawan, arus kas keluar dicatat sebagai arus kas keluar dari aktivitas operasional. Penjualan produk atau jasa, pembayaran kepada pemasok, dan pembayaran gaji karyawan adalah contoh-contoh transaksi yang terjadi dalam aktivitas operasional perusahaan. Arus kas dari aktivitas operasional mencerminkan seberapa baik perusahaan mengelola kegiatan inti mereka dan kemampuan mereka dalam menghasilkan arus kas dari operasionalnya.
2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi: Ini mencakup arus kas yang terkait dengan investasi perusahaan, seperti: a. Pembelian atau Penjualan Aset Tetap: Aset tetap adalah aset jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan dan digunakan dalam operasional mereka, seperti gedung, tanah, mesin, kendaraan, dan peralatan lainnya. Ketika perusahaan membeli aset tetap baru, mereka harus membayar sejumlah uang tunai untuk memperolehnya. Pembayaran ini dicatat sebagai arus kas keluar dari aktivitas investasi. Sebaliknya, jika perusahaan menjual aset tetap, mereka akan menerima uang tunai sebagai hasil penjualan. Penerimaan ini dicatat sebagai arus kas masuk dari aktivitas investasi.
b. Investasi dalam Saham atau Obligasi: Perusahaan dapat memutuskan untuk berinvestasi dalam saham atau obligasi perusahaan lain sebagai bagian dari strategi investasi mereka. Ketika perusahaan membeli saham atau obligasi, mereka harus membayar sejumlah uang tunai sebagai investasi. Pembayaran ini dicatat sebagai arus kas keluar dari aktivitas investasi. Sebaliknya, jika perusahaan menjual saham atau obligasi yang mereka miliki, mereka akan menerima uang tunai dari penjualan tersebut. Penerimaan ini dicatat sebagai arus kas masuk dari aktivitas investasi.
c. Penerimaan dari Penjualan Aset Investasi: Selain aset tetap, perusahaan juga dapat memiliki aset investasi lainnya, seperti saham atau obligasi dari perusahaan lain, properti investasi, atau investasi lainnya. Jika perusahaan menjual aset investasi tersebut, mereka akan menerima uang tunai dari penjualan. Penerimaan ini dicatat sebagai arus kas masuk dari aktivitas investasi. Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan keputusan perusahaan dalam mengalokasikan dan mengelola sumber daya.
3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: Ini mencakup arus kas yang terkait dengan pendanaan perusahaan, seperti penerimaan atau pembayaran pinjaman, penerbitan atau pembelian saham, dan pembayaran dividen. a. Penerimaan atau Pembayaran Pinjaman: Prusahaan dapat memperoleh dana tambahan dengan cara meminjam uang dari pihak lain, seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Ketika perusahaan menerima pinjaman, mereka akan menerima sejumlah uang tunai yang dicatat sebagai arus kas masuk dari aktivitas pendanaan. Sebaliknya, ketika perusahaan membayar pinjaman, mereka akan mengeluarkan uang tunai untuk melunasi utang tersebut, yang dicatat sebagai arus kas keluar dari aktivitas pendanaan
b. Penerbitan atau Pembelian Saham: Perusahaan dapat memperoleh pendanaan tambahan dengan menerbitkan saham baru atau menjual saham yang mereka miliki. Ketika perusahaan menerbitkan saham baru dan berhasil menjualnya, mereka akan menerima uang tunai dari investor yang membeli saham tersebut. Penerimaan ini dicatat sebagai arus kas masuk dari aktivitas pendanaan. Sebaliknya, jika perusahaan membeli kembali saham yang mereka miliki, mereka akan mengeluarkan uang tunai untuk pembelian tersebut, yang dicatat sebagai arus kas keluar dari aktivitas pendanaan.
c. Pembayaran Dividen: Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Ketika perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham, mereka akan mengeluarkan uang tunai untuk membayar dividen tersebut. Pembayaran dividen dicatat sebagai arus kas keluar dari aktivitas pendanaan. Arus kas dari aktivitas pendanaan mencerminkan bagaimana perusahaan memperoleh dan mengelola sumber pendanaannya.
Catatan arus kas memberikan informasi yang penting bagi para pemangku kepentingan perusahaan, seperti pemilik, investor, dan kreditor. Laporan ini membantu mereka untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan, mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas, dan mengidentifikasi tren atau pola dalam penggunaan kas perusahaan.
catatan arus kas dan laba rugi 1. CATATAN ARUS KAS
Laporan arus kas sangat penting bagi wirausahawan dan perusahaan karena memberikan gambaran yang jelas tentang arus masuk dan keluar uang dalam suatu periode tertentu. Dengan informasi yang diberikan, wirausahawan dapat mengukur kinerja keuangan, merencanakan keuangan dengan lebih baik, menilai ketahanan keuangan perusahaan, menjaga transparansi dan akuntabilitas, serta membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan data arus kas.
Untuk memastikan keakuratan laporan arus kas, langkah-langkah yang dapat diambil termasuk rekonsiliasi dengan laporan keuangan lainnya, verifikasi setiap transaksi, pemantauan periodik terhadap arus kas perusahaan, melibatkan auditor eksternal untuk audit, dan menggunakan sistem informasi keuangan yang handal. Dengan tindakan ini, wirausahawan dan perusahaan dapat memastikan bahwa laporan arus kas yang disusun adalah akurat, andal, dan bebas dari kesalahan perhitungan.
sebelum terciptanya laporan arus kas, langkahlangkah awal yang penting meliputi pencatatan transaksi keuangan dalam buku besar dan jurnal umum. Buku besar digunakan untuk mencatat secara terperinci setiap transaksi keuangan perusahaan, sedangkan jurnal umum digunakan untuk mencatat transaksi secara kronologis. Informasi yang terdapat dalam buku besar dan jurnal umum menjadi dasar untuk menyusun laporan keuangan, termasuk laporan arus kas. Dengan memiliki pencatatan yang akurat dan lengkap dalam buku besar dan jurnal umum, wirausahawan dan perusahaan dapat menyusun laporan arus kas yang tepat dan akurat.
2. LAPORAN LABA RUGI
Dalam penulisan laporan laba rugi, seorang wirausahawan harus memperhitungkan pendapatan, biaya operasional, biaya variabel dan tetap, pengeluaran non-operasional, pajak penghasilan, dan penyesuaian akuntansi. Dengan mencatat semua sumber pendapatan dan biaya dengan teliti, membedakan biaya variabel dan tetap, serta memperhitungkan aspek pajak dan penyesuaian akuntansi, seorang wirausahawan dapat menyusun laporan laba rugi yang akurat dan informatif. Laporan laba rugi yang tepat akan membantu wirausahawan dalam memantau kinerja keuangan bisnis, mengambil keputusan yang lebih terinformasi, dan memastikan kepatuhan pajak, sehingga mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan bisnisnya.
Sebelum menyusun laporan laba rugi, seorang wirausahawan perlu melakukan langkah-langkah persiapan yang penting, termasuk mencatat transaksi keuangan secara akurat, melacak biaya operasional, melakukan penyesuaian jurnal, rekonsiliasi akun, dan melakukan analisis keuangan. Dengan persiapan yang baik ini, wirausahawan dapat memastikan bahwa laporan laba rugi yang disusun akan memberikan gambaran yang akurat tentang kinerja keuangan bisnisnya, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih terinformasi, dan mendukung pertumbuhan serta keberlanjutan bisnisnya. keakuratanLAPORAN LABA RUGI
Rencana Kegiatan Usaha dan Penggunaan Anggaran Rencana kegiatan usaha dan penggunaan dana dalam kewirausahaan merupakan hal yang sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Berikut adalah beberapa alasan mengapa urgensi rencana kegiatan usaha dan penggunaan dana dalam kewirausahaan sangat vital: 3. Penggunaan Dana Efisien: Memastikan dana digunakan dengan bijak. 4. Dukungan Keuangan: Membantu mendapatkan dukungan keuangan. 5. Pemantauan Kinerja: Memantau kinerja bisnis secara teratur. 1. Mengarahkan Tujuan Bisnis: Menetapkan tujuan bisnis. 2. Pengelolaan Risiko: Mengidentifikasi dan mengelola risiko.
ContohRencana Kegiatan Usaha dan Penggunaan Anggaran Dengan demikian, urgensi rencana kegiatan usaha dan penggunaan dana dalam kewirausahaan sangat penting untuk mencapai kesuksesan bisnis jangka panjang.
Dengan demikian, urgensi rencana kegiatan usaha dan penggunaan dana dalam kewirausahaan sangat penting untuk mencapai kesuksesan bisnis jangka panjang.
"Kewirausahaan adalah tentang kreativitas, inovasi, dan ketekunan. Jadilah pionir dalam menciptakan masa depan yang Visioner."
BELAJAR BERWIRAUSAHA MENJADI AGEN PERUBAHAN
Ada Beberapa point utama yang menjelaskan tentang konsep kewirausahaan yang lebih luas dari sekedar menjadiseorang wirausaha : Menurut Pandangan orang awam kewirausahaan adalah identik dengan apa yang dilakukanolehusahawanatau wiraswasta. Jiwa dan sikap kewirausahaan tidak terbatas pada pelaku usaha saja, tetapi dapat dimiliki oleh setiap orang yang berpikir kreatif dan inovatif, terlepas dari profesi atau perannya, seperti petani, guru, karyawan, mahasiswa, dan pemimpinproyek. Awalnya, konsep kewirausahaan hanya terbatas pada lingkup bisnis atau kegiatan usaha komersial. Namun, seiring waktu, konsep kewirausahaan berkembang dan diterapkan dalam berbagaiaspek kehidupanlainnya. Sikap kewirausahaan, seperti berpikir kreatif, inovatif, dan mampu mengambil risiko, sering dijadikan persyaratan untuk menjadi pemimpin dalam suatuorganisasi. A. Hakikat Kewirausahaan
Jadi Inti dari kewirausahaan (entrepreneurship) Kewirausahaan adalah adalah proses menggunakan kemampuan kreatif dan inovatif seseorang untuk membuat sesuatu yang baru dan unik. Dengan menggunakan strategi dan sumber daya mereka, seorang wirausaha menghasilkan ide-ide inovatif dan kreatif. Dengan menggunakan inovasi dan pemikiran out-of-the-box, mereka dapat menemukan dan memanfaatkanpeluangbisnis yangadadipasar. Pada dasarnya, kewirausahaan adalah kombinasi dari inovasi, kreativitas, pemanfaatan sumber daya, pencarian peluang, dan upaya untuk mencapai kesuksesan melalui produksiproduk, layanan,atauidebisnisbaru.
B. Point Penting Wiirausaha Dalam Berwirausahaadabeberapapoimtpenting yang harus wujudkanapa yang kita kembangkan: Ide Ide merupakan titik awal dari sebuah usaha. Ide bisnis yang baik harus unik, kreatif, dan memiliki nilai tambah bagi konsumen. Ide dapat muncul dari mengamati masalah atau kebutuhan yang belum terpenuhi di masyarakat, Contohnya memiliki ide untuk mencipatakan layanan transportasi atau menjual kopi kekiniandansebagainya Mewujudkan Ide Setelah memiliki ide yang baik, langkah selanjutnya adalah mewujudkannya menjadi sebuah usaha nyata.Contoh: Setelah memiliki ide untuk menjual kopi kekinian dengan harga terjangkau, pemilik bisnis Kopi Kenangan melakukan riset pasar, menyusun rencana bisnis, mencari investor,dan membuka kedaipertamanya. Mempertahankan Ide Mempertahankan ide atau usaha yang telah dibangun adalah tantangan tersendiri. Wirausahawan perlu terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pasar, tren, dan teknologi.
Dalam Berwirausaha seorang wirausahawan harus menciptakan ide yang kreativitas dan inovatif : Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide atau gagasan baru yang unik dan berbeda dari yang sudah ada sebelumnya. ciri kreativitas antara lain meliputi: berpikir out of the box (di luar kebiasaan), tidak terpaku pada pola pikir lama, berani mengambil risiko, dan terbukaterhadaphal-halbaru. Inovasi adalah Kemampuan menerapkan kreatifitas dalam rangka -memecahkan masalah dan menemukan peluang baru atau menggabungkan hal-hal yang sudah adauntuk membuatsesuatu yangbaru. C. Ide
D. Ide Berasal Dari Mana Dalam berwirausaha, ide merupakan pondasi utama yang menjadi landasan untuk memulai sebuah usaha. Berikut adalah penjelasan tentang bagaimana ide berwirausahadapatberasaldari manusia: Membaca, yang kita lakukan adalah Membaca biografi orang yang sukses dari seorang wirausaha dan pengusaha seperti (Datuk Tahir) & (Bob Sadino). Melihat Ide bisa muncul ketika kita mengamati lingkungan sekitar dengan cermat. melihat peluangpasar yangbelum dimanfaatkan. Mendengarkan ide dari orang lain juga bisa terjadi. Ini dapat terjadi dari pelanggan, mitra bisnis, atau bahkan pesaing , ita harus mendengarkan pendapat, saran, atau keluhan orang lain. Untuk mendapatkan pemahaman tentang kebutuhan dan keinginan pasar yang belum terpenuhi, Pengalaman pribadi juga bisa menjadi sumber ide wirausaha yang kuat.
Ide Sesuai Passion (Ya). Karena Passion membuat Anda lebih termotivasi dan antusias dalam mengejar ide tersebut. Ini dapat membantu Andabertahandisaat menghadapi tantangan dan hambatan. Dengan Passion anda bisa mendaptakan peluang bisnis yang mengungtungkan. Contohnya bekerja di bidang yang anda tekuni saat ini Seperti halnhya kita sebagai mahasiswa di bidang pendidikan bahasa indonesia bisa membuka usaha yaitudengancara: Penerbitan Buku PenerbitanJurnaldan, JualanJasa Mengoreksi Kesalahan Penulisan E. Apakah Ide Harus Sesuai Dengan Passion
Usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan bukan yang di tanyakan terus.Sebuah usaha yang baik adalah usaha yang benar-benar dilakukan dengan tindakan, bukan hanya pertanyaan atau rencana tanpa implementasi Dengan menjalankan usaha secara konkret dan berkelanjutan, kita dapat memperolehhasil yangdiharapkan. 1). Ilmu Menjual Kemampuan menjual harus menjadi pondasi utama dalam sebuah bisnis. belajar menjadi resseler, agen, menjual produk orang lain. yang bertujuan untuk membantu penjual dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam meyakinkandan mempengaruhi calonpembeliuntuk membeliproduk ataujasa yangditawarkan. 2). Mulaidarinol (Modal yangterjangkau) Jangan cari untung dalam bisnis tapi carilah pelanggan karena dia yang membawakan keuntungan. Meskipun memulaibisnisdengan modal terjangkau dapat menjadisulit,denganfokuspadapelanggan, membangunhubungan yang kuat, memahami kebutuhan pasar, membangun reputasi yang baik, dan mengelola biaya dengan efisien, Anda dapat menciptakan bisnis yang menguntungkandanberkelanjutandalam jangkapanjang. F. Mewujudkan Ide
hal-hal penting yang harus dipertimbangkan dalam membangun sebuah usaha wirausaha. yaitu: Siapa yang membeli (target pelanggan) Anda harus mengidentifikasi dengan jelas siapa targetpelanggan Anda. Pasarnya di mana (segmentasi pasar) Setelah mengetahui target pelanggan, Anda harus menentukansegmenpasar mana yang akan Andalayani. Tempatnya di mana (lokasi usaha) Lokasi bisnis yang strategis sangat penting, terutama untuk bisnis ritel atau layanan. Anda. Valuenya apa (nilai/manfaat yang ditawarkan) Anda harus mengidentifikasi nilai atau manfaat yang akan ditawarkan kepadapelanggan. Notes G.Analisis Peluang Bisnis
Dalam berwirausaha, memisahkan uang pribadi dari uang hasil usaha adalah langkah penting untuk menjaga transparansi keuangan, dan memungkinkan perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan yang lebih baik untuk pertumbuhan bisnis. Memiliki rekening terpisah untuk keuangan pribadi dan bisnis memungkinkan wirausahawan untuk menghitung pendapatan dan pengeluaran. Hal ini tidak hanya membuat bisnis lebih profesional, tetapi juga mencegah keuangan pribadi bercampur dengan keuangan bisnis, yang dapat menyebabkan masalah keuangandi kemudianhari. Oleh karenaitu,strategi terbaik yangharusditerapkanolehsetiap wirausahawan untuk memastikan bahwa bisnis mereka akan bertahan dan berkembang dalam jangka panjang adalah memisahkan keduajenisdanatersebut. H. Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Hasil Usaha
ARIEF SUWANDI, ST., MT. 2019. ANALISIS PASAR DAN STRATEGI PEMASARAN. Website:file:///C:/Users/acer/Downloads/Modul%205_%20Analisis%20pasar%20 dan%20Strategi_Rev2.pdf Khairunisa Wulandari, 2014. ANALISIS PASAR. Website: https://www.slideshare.net/KhairunisaWulandari/analisis-pasar-makalah file:///C:/Users/acer/Downloads/Bab%20III%20Analisis%20Pasar.pdf https://images.app.goo.gl/8Lg33ChRscKLpaRHA https://images.app.goo.gl/Sudj2XqJULfwKAwe8 https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/bisnis/segmentasi-pasar-manfaatjenis-dantahapannya#:~:text=Pahami%20Pentingnya%20Segmentasi%20Pasar%20dala m,digunakan%20untuk%20mengetahui%20target%20konsumen Hardjanto, K., & Windoatmoko, W. (2021). Profil Usaha Pemindangan Ikan pada Sentra Pengolahan Ikan Kota Magelang. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 15(3), 261-276. Rismawati, Y. V. (2009). Profil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Kuncoro, M. (2000). Usaha Kecil di Indonesia: Profil, masalah dan strategi pemberdayaan. Sumber, 7(1), 6-8. Jaya, A., Kuswandi, S., Prasetyandari, C. W., Baidlowi, I., Mardiana, M., Ardana, Y., ... & Muchsidin, M. (2023). Manajemen keuangan. PT. Global Eksekutif Teknologi.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga. Sugiarto, B. (2017). Riset Pemasaran: Pendekatan Praktis dan Terapan. Jakarta: Salemba Empat. Sutisna, A. (2018). Strategi Pemasaran. Bandung: Alfabeta. Simamora, B. (2019). Analisis Riset Pemasaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Kuncoro, M. (2017). Analisis Riset Pemasaran. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.