The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by reyiyon19, 2024-03-13 23:37:42

BUKU FARMAKOGNOSI

BUKU FARMAKOGNOSI

FARMAKOGNOSI SARIYONO, S. FARM., APT., GR SMK NEGERI 1 SAMBI


1 BAB I PENDAHULUAN Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Memahami farmakognosi Menjelaskan asal dan bagian tanaman obat yang mengandung isi berkhasiat Tujuan Pembelajaran Memahami definisi farmakognosi Mengetahui sejarah dan perkembangan farmakognosi Mengetahui hubungan farmakognosi dengan ilmu lain Memahami tata nama latin tanaman asal dan simplisia Mengetahui bagian tanaman obat yang mengandung isi berkhasiat I. Sejarah Dan Perkembangan Farmakognosi Perkataan Farmakognosi berasal dari dua kata Yunani yaitu Pharmakon yang berarti obat dan gnosis yang berarti ilmu atau pengetahuan. Jadi farmakognosi berarti pengetahuan tentang obat. Definisi yang mencakup seluruh ruang lingkup farmakognosi diberikan oleh Fluckiger, yaitu pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat. Pada kurang lebih 2500 tahun sebelum masehi, penggunaan tanaman obat sudah dilakukan orang, hal ini dapat diketahui dari lempeng tanah liat yang tersimpan di Perpustakaan Ashurbanipal di Assiria, yang memuat simplisia antara lain kulit delima, opium, adas manis, madu, ragi, minyak jarak. Juga orang Yunani kuno misalnya Hippocrates (1446 sebelum masehi), seorang tabib telah mengenal kayu manis, hiosiamina, gentiana, kelembak, gom arab, bunga kantil dan lainnya. Pada tahun 1737 Linnaeus, seorang ahli botani Swedia, menulis buku “Genera Plantarum” yang kemudian merupakan buku pedoman utama dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss. Seorang apoteker Jerman dalam bukunya “Grundriss Der Pharmakognosie Des Planzenreisches” telah menggolongkan simplisia menurut segi morfologi, cara-cara untuk mengetahui kemurnian simplisia. Farmakognosi mulai berkembang pesat setelah pertengahan abad ke 19 dan masih terbatas pada uraian makroskopis dan mikroskopis. Dan sampai dewasa ini perkembangannya sudah sampai ke usaha-usaha isolasi, identifikasi dan juga teknik-teknik kromatografi untuk tujuan analisa kualitatif dan kuantitatif. Farmakognosi adalah sebagai bagian biofarmasi, biokimia dan kimia sintesa, sehingga ruang lingkupnya menjadi luas seperti yang diuraikan dalam definisi Fluckiger. Sedangkan di Indonesia saat ini untuk praktikum Farmakognosi hanya meliputi segi pengamatan makroskopis, mikroskopis dan organoleptis yang seharusnya juga mencakup identifikasi, isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan bila perlu penyelidikan dilanjutkan ke arah sintesa. Sebagai contoh : Chloramphenicol dapat dibuat secara sintesa total, yang sebelumnya hanya dapat diperoleh dari biakkan cendawan Streptomyces venezuela. Alam memberikan kepada kita bahan alam darat dan laut berupa tumbuhan, hewan dan mineral yang jika diadakan identifikasi dan menentukan sistimatikanya, maka diperoleh bahan alam berkhasiat obat. Jika bahan alam yang berkhasiat obat ini dikoleksi, dikeringkan, diolah, diawetkan dan disimpan, akan diperoleh bahan yang siap pakai atau simplisia, disinilah keterkaitannya dengan farmakognosi. Simplisia yang diperoleh dapat berupa rajangan atau serbuk. Jika dilakukan uji khasiat, diadakan pengujian toksisitas, uji pra klinik dan uji klinik untuk menentukan fitofarmaka atau fitomedisin; bahan–bahan fitofarmaka inilah yang disebut obat. Bila dilakukan uji klinik, maka akan diperoleh obat jadi. Serbuk dari simplisia jika diekstraksi dengan menggunakan berbagai macam metode ekstraksi dengan pemilihan pelarut, maka hasilnya disebut ekstrak. Apabila ekstrak yang diperoleh ini diisolasi dengan pemisahan berbagai kromatografi, maka hasilnya disebut isolat. Jika isolat ini dimurnikan, kemudian ditentukan sifat–sifat fisika dan kimiawinya akan dihasilkan zat murni, yang selanjutnya dapat dilanjutkan penelitian tentang identifikasi, karakterisasi, elusidasi struktur dan spektrofotometri. Proses ekstraksi dari serbuk sampai diperoleh isolat bahan obat dibicarakan dalam fitokimia dan analisis fitokimia. Bahan obat jika diadakan uji toksisitas dan uji pra klinik akan didapatkan obat jadi. Mulai dari bahan obat sampat didapatnya obat jadi dapat diuraikan dalam skema berikut :


2 Latihan Soal 1 1. Jelaskan definisi dari farmakognosi! 2. Jelasan bagaimana sejarah dan perkembangan farmakognosi! 3. Definisi yang mencakup seluruh ruang lingkup farmakognosi diberikan oleh Fluckiger, yaitu ………………………………………………………………………………………………………….. 4. Untuk praktikum Farmakognosi hanya meliputi segi pengamatan ……….. 5. Buatlah bagan/skema Mulai dari bahan obat sampai didapatnya obat jadi! Farmakologi Farmasi Klinik Fitokimia Zat Murni Pemurnian Sifat Fisika Sifat Kimia Identifikasi Karakterisasi Elusidasi Obat Obat Jadi Bahan Obat Uji Klinik Fitofarmaka Fitomedisin Uji toksisitas Uji praklinik Uji klinik Alam Bahan Alam : - Tumbuhan - Hewan - Mineral Bahan Alam Berkhasiat Obat Morfologi Tumbuhan Sistematik Tumbuhan Identifikasi Sistematik Koleksi Pengeringan Pengolahan Pengawetan penyimpanan Farmakognosi Bahan siap pakai ( Simplisia ) Serbuk Ekstrak Uji khasiat Ekstraksi Metode Ekstraksi Pemilihan Pelarut Obat tradisional Obat Tradisional Jamu Isolat Isolasi Pemisahan Kromatografi


3 II. Hubungan Farmakognosi Dengan Ilmu – Ilmu Lain Sebelum kimia organik dikenal, simplisia merupakan bahan utama yang harus tersedia di tempat meramu atau meracik obat dan umumnya diramu atau diracik sendiri oleh tabib yang memeriksa sipenderita, sehingga dengan cara tersebut Farmakognosi dianggap sebagai bagian dari Materia Medika. Simplisia diapotik kemudian terdesak oleh perkembangan galenika, sehingga persediaan simplisia di apotik digantikan dengan sediaan – sediaan galenik yaitu, tingtur, ekstrak, anggur dan lain–lain. Kemudian setelah kimia organik berkembang, menyebabkan makin terdesaknya kedudukan simplisia di apotik - apotik. Tetapi hal ini bukan berarti simplisia tidak diperlukan lagi, hanya tempatnya tergeser ke pabrik - pabrik farmasi, Tanpa adanya simplisia di apotik tidak akan terdapat sediaan-sediaan galenik, zat kimia murni maupun sediaan bentuk lainnya, misalnya: serbuk, tablet, ampul, contohnya: Injeksi Kinin Antipirin, Secara sepintas Kinina antipirin dibuat secara sintetis tetapi dari sediaan tersebut hanya Antipirin saja yang dibuat sintetis sedangkan kinina hanya dapat diperoleh jika ada Kulit Kina, sedangkan untuk mendapatkan kulit kina yang akan ditebang atau dikuliti adalah dari jenis Cinchona yang dikehendaki. Untuk memperoleh jenis Cinchona yang dikehendaki tidak mungkin diambil dari jenis Cinchona yang tumbuh liar, sehingga harus ada cara pengumpulan dan perkebunan yang baik dan terpelihara. Dalam perkebunan ini farmakognosi erat hubungannya dengan ilmuilmu lain misalnya: Biokimia, dalam pembuatan zat-zat sintetis seperti Kortison, Hidrokortison dan lain - lainnya. Dari contoh - contoh tersebut maka dapat diketahui bahwa ruang lingkup Farmakognosi tidak terbatas pada pengetahuan tentang simplisia yang tertera dalam Farmakope, tetapi meliputi pemanfaatan alam nabati-hewani dan mineral dalam berbagai aspeknya di bidang farmasi dan Kesehatan. Simplisia harus mempunyai identitas botani – zoologi yang pasti, artinya harus diketahui dengan tepat nama latin tanaman atau hewan dari mana simplisia tersebut diperoleh, misalnya : menurut Farmakope Indonesia ditentukan bahwa untuk Kulit Kina harus diambil dari tanaman asal Cinchona succirubra, sedangkan jenis kina terdapat banyak sekali , yang tidak mempunyai kadar kina yang tinggi. Atas dasar pentingnya identitas botani – zoologi maka nama–nama tanaman atau hewan dalam Farmakope selalu disebut nama latin dan tidak dengan nama daerah, karena satu nama daerah seringkali berlaku untuk lebih dari satu macam tanaman sehingga dengan demikian nama daerah tidak selalu memberikan kepastian identitas. Dengan demikian menetapkan identitas botani – zoologi secara tepat adalah langkah pertama yang harus ditempuh sebelum melakukan kegiatan-kegiatan lainnya dalam bidang farmakognosi. Ada beberapa definisi tentang obat misalnya : 1. Obat : Yakni suatu bahan atau paduan bahan–bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan, memperelok bagian badan manusia. 2. Obat Jadi : Yakni obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan, salep, tablet, pil, suppositoria atau bentuk yang mempunyai nama teknis sesuai dengan Farmakope Indonesia atau buku-buku lain yang ditetapkan pemerintah 3. Obat Generik : obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan dengan Farmakope Indonesia dan INN (Internasional Non proprietary Names) dari WHO ( Wold Health Organization) untuk zat berkhasiat ini ditempatkan sebagai judul dari monografi sediaan-sediaan obat yang mengandung nama generic tersebut sebagai zat tunggal (missal : amoxillin, Metformin) 4. Obat Paten : Yakni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya. 5. Obat Baru : Yakni obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat maupun yang tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau kemurniannya. 6. Obat Tradisional : Adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, cara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. 7. Fitofarmaka : sediaan obat bahan alamyang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi Beberapa definisi dalam ilmu farmakognosi antara lain : 1. Simplisia : adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga, kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan. 2. Simplisia nabati : adalah simplisia berupa tanaman utuh,bagian tanaman atau eksudat tanaman. 3. Eksudat tanaman : adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau isi sel dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya, atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya dan belum berupa zat kimia murni 4. Simplisia hewani : adalah simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-zat yang berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni. 5. Simplisia mineral (pelikan): adalah simplisia yang berupa mineral (pelikan) yang belum diolah atau diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni


4 6. Alkaloida : adalah suatu basa organik yang mengandung unsur Nitrogen ( N) pada umumnya berasal dari tanaman , yang mempunyai efek fisiologis kuat/ keras terhadap manusia. Sifat lainnya adalah sukar larut dalam air, dengan suatu asam akan membentuk garam alkaloid yang lebih mudah larut dalam air. Contohnya Codein, Papaverin, Atropin 7. Flavonoida : adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar yang ditemukan di alam dan terkandung pada tumbuhan, baik pada daun, batang, buah maupun bunga. Kebanyakan flavonoid adalah pigmen alami yang memberiwarna buah dan sayur. Meskipun tidak dinilai sebagai nutrisi penting, banyak dari senyawa ini yang berfungsi sebagai antioksidan atau memainkan peran penting lainnya dalam menjaga kesehatan. 8. Glikosida : Adalah suatu zat yang oleh enzim tertentu akan terurai menjadi satu macam gula serta satu atau lebih zat bukan gula. Contohnya amigdalin, oleh enzim emulsin akan terurai menjadi glukosa + benzaldehida + asam biru ( sianida). 9. Enzim : adalah suatu biokatalisator yaitu senyawa atau zat yang berfungsi mempercepat reaksi biokimia / metabolisme dalam tubuh organisme. Sering mempunyai nama dengan akhiran ase, seperti : Amilase, Penisilinase dan lain- lain. Daya kerjanya dibatasi oleh suhu , dimana pada suhu 00 C tidak akan aktif dan diatas 600 C akan mati. 10. Vitamin : adalah suatu zat yang dalam jumlah sedikit sekali diperlukan oleh tubuh manusia untuk membentuk metabolisme tubuh. Tubuh manusia sendiri tidak dapat memproduksi vitamin. 11. Hormon : adalah suatu zat yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin yang mempengaruhi faal tubuh dan mempengaruhi besar bentuk tubuh. 12. Bahan organik asing, disingkat benda asing, adalah satu atau keseluruhan dari apa yang disebutkan dibawah ini : a. Fragmen bagian atau bagian tanaman asal simplisia selain bagian tanaman yang disebutkan dalam paparan makroskopik atau bagian sedemikian yang nilai batasnya disebut monografi b. Hewan atau hewan asing berikut fragmennya, zat yang dikeluarkan hewan, kotoran hewan, batu, tanah atau zat pengotor lainnya Latihan soal 2 1. Jelaskan definisi simplisia! 2. Jelaskan definisi tentang obat dan fitofarmaka! 3. Apa arti Simplisia harus mempunyai identitas botani – zoologi yang pasti? 4. Berikan contoh Simplisia harus mempunyai identitas botani – zoologi yang pasti! 5. Sebutkan Beberapa definisi dalam ilmu farmakognosi! (5) III. Ejaan Latin Meskipun alfabet Latin sama dengan alfabet yang dipergunakan dalam bahasa Indonesia, tetapi dengan ejaan yang disempurnakan pada bahasa Indonesia, maka terrdapat perbedaan cara pengucapan dari beberapa huruf dan rangkaian huruf. Cara pembacaan huruf–huruf atau rangkaian–rangkaian huruf Latin yang dimaksud, dapat kita lihat pada contoh – contoh berikut ini : Huruf atau rangkaian huruf Dibaca sebagai Contoh Diucapkan sebagai Ae e Galangae Lobeliae ga-la-nge lo-be-li-e C k jika diikuti huruf a, o, u atau huruf mati Cacao Cola Curcuma Fructus ka-ka-o ko-la kur-ku-ma Fruk -tus s jika diikuti huruf e, i, y Cera Citri Glycyrrhiza Se-ra Sit-tri Gli-si-ri-sa Cc kk jika diikuti huruf a , o, u Succus Suk-kus ks jika diikuti huruf e, i, y Coccinella Kok-si-ne-la ch kh jika diikuti huruf hidup Cinchona Sin-ko-na h jika diikuti huruf mati Strychni Strih-ni Eae e Dioscoreae Di-es-ko-re


5 Eu e + u Oleum O-le-um Huruf atau rangkaian huruf Dibaca sebagai Contoh Diucapkan sebagai Ff f Paraffinum Pa-ra-fi-num Ie i..+ ye Iecoris Iye-ko-ris Ii i + i Aurantii Au-ran-ti-i J y Cajuputi Ka-yu-pu-ti Ll l Vanilla Va-ni-la mm m Gummi Ichtammolum Gu-mi Ih-ta-mo-lum Nh n Ipecacuanhae I-pe-ka-ku-ane oe eu Foeniculi Asafoetida Feu-ni-ku-li A-sa-feu-ti-da nn n Belladonna Sennae Be-la-do-na Se-ne ph f Orthosiphon Or-to-si-fon pp p hippoglossi hi-po-glo-si qu kw quercus kwer-kus Rh r rhei rhizoma re-i ri-zo-ma Rr r myrrha mi-ra sh sy shorea purshiana syo-re pur-si-a-na Ss s Cassia ka-si-a Th t Mentha men-ta Tiae sie Liquiritiae li-kwi-ri-sie X ks jika tertera pada tengah / akhir kata Pix radix cortex bixa p iks ra-diks kor-teks bik-sa s jika pada permulaan kata xanthorrhiza san-to-ri-za Y i jika didahului dan / atau diikuti oleh huruf mati hydrastis maydis hi-dras-tis ma-i-dis y jika diapit oleh 2 huruf hidup papaya pa-pa-ya Latihan soal 3 1. Sebutkan minimal (3) Cara pembacaan huruf – huruf atau rangkaian – rangkaian huruf Latin! 2. Bagaimana cara mengeja hydrastis dan maydis? 3. C jika diikuti huruf a, o, u atau huruf mati dibaca sebagai …….. contohnya……. 4. Orthosiphon diucapkan sebagai….. 5. X dibaca sebagai……………………………….dan………………………… IV. Sistematika tanaman obat Tata Nama Latin Tanaman adalah 1. Nama Latin tanaman terdiri dari 2 kata, kata pertama disebut nama genus dan perkataan kedua disebut petunjuk species , misalnya nama latin dari padi adalah Oryza sativa, jadi Oryza adalah genusnya sedangkan sativa adalah petunjuk speciesnya. Huruf pertama dari genus ditulis dengan huruf besar dan huruf pertama dari petunjuk species ditulis dengan huruf kecil .Nama ilmiah lengkap dari suatu tanaman terdiri dari nama latin diikuti dengan singkatan nama ahli botani yang memberikan nama latin tersebut. Beberapa contoh adalah sebagai berikut : Nama ahli botani Disingkat sbg Nama tanaman lengkap Linnaeus L Oryza sativa L De Candolle DC Strophanthus hispidus DC Miller Mill Foeniculum vulgare Mill


6 Houttuyn Houtt Myristica fragrans Houtt 2. Nama latin tanaman tidak boleh lebih dari 2 perkataan, jika lebih dari 2 kata (3 kata), 2 dari 3 kata tersebut harus digabungkan dengan tanda (-) Contoh : Dryopteris filix – mas Strychnos nux - vomica Hibiscus rosa – sinensis 3. Kadang-kadang terjadi penggunaan 1 nama latin terhadap 2 tanaman yang berbeda, hal ini disebut homonim dan keadaan seperti ini terjadi sehingga ahli botani lain keliru menggunakan nama latin yang bersangkutan terhadap tanaman lain yang juga cocok dengan uraian morfologis tersebut. Tata nama Simplisia Dalam ketentuan umum Farmakope Indonesia disebutkan bahwa nama simplisia nabati ditulis dengan menyebutkan nama genus atau species nama tanaman, diikuti nama bagian tanaman yang digunakan. Ketentuan ini tidak berlaku untuk simplisia nabati yang diperoleh dari beberapa macam tanaman dan untuk eksudat nabati. Contoh : 1. Genus + nama bagian tanaman : Cinchonae Cortex, Digitalis Folium, Thymi Herba, Zingiberis Rhizoma 2. Petunjuk species + nama bagian tanaman : Belladonnae Herba, Serpylli Herba, Ipecacuanhae Radix, Stramonii Herba 3. Genus + petunjuk species + nama bagian tanaman : Curcuma aeruginosae Rhizoma, Capsici frutescentis Fructus Keterangan : Nama species terdiri dari genus + petunjuk spesies Contoh : Nama spesies : Cinchona succirubra Nama genus : Cinchona Petunjuk species : succirubra Beberapa nama simplisia yang tidak mengikuti tata nama di atas Galangae rhizome (Alpinia afficinarum) Sennae Folium (Cassia Acutifolia Oleum Aurantii (Citrus sinensis) Pyrethri Flos (chrysanthemum cinerariaefolium) dll Bagian - Bagian dari Tanaman yang mengandung isi berkhasiat. Kormus ( tubuh tanaman ) umumnya dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu radix (akar), caulis (batang) dan folium (daun). Di samping itu pada tanaman dapat ditemukan gema (kuncup), flos (bunga), fructus (buah), semen (biji), tubera (umbi), rhizoma (akar tinggal), bulbus (umbi lapis). Cortex (kulit bagian batang atau buah atau buah yang dapat dikelupas), herba (bagian tanaman lunak di atas tanah), pulpa (daging buah), kayu (lignum). Latihan soal 4 1. Sebutkan Beberapa nama simplisia yang tidak mengikuti tata nama simplisia! 2. Sebutkan Ketentuan ini tidak berlaku untuk simplisia nabati yang diperoleh dari beberapa macam tanaman dan untuk eksudat nabati! 3. Jelaskan tentang bagian-bagian dari Tanaman yang mengandung isi berkhasiat! 4. Jelaskan tentang tata nama latin tanaman! 5. Sebutkan contoh Nama Latin tanaman terdiri dari 2 kata, kata pertama disebut nama genus dan perkataan kedua disebut petunjuk species Beberapa Istilah Yang Ada Hubungannya Dengan Kegunaan Simplisia Dan Nama Penyakit 1. Amara Menambah nafsu makan / pahitan 2. Anhidrotika Mengurangi keluarnya keringat 3. Stomakika Memacu enzim – enzim pencernaan 4. Analgetika Mengurangi rasa nyeri 5. Antelmintika Membasmi cacing dari dalam tubuh manusia 6. Anti fungi Membasmi jamur, terutama jamur pada kulit, misalnya panu . 7. Anti hipertensi Menurunkan tekanan darah. 8. Anti piretika Menurunkan suhu badan 9. Anti emetika Mencegah atau menghilangkan mual atau muntah 10. Anti diare Menghentikan buang air besar , mencret atau murus 11. Anti neuralgia Menghilangkan rasa sakit / nyeri di kepala


7 12. Anti reumatika Menghilangkan rasa sakit pada encok / rematik 13. Anti spasmodika Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) 14. Anti septika Membasmi kuman ( desinfektika ) 15. Antidotum Penawar racun 16. Antitusif Pereda batuk 17. Ekspetoransia Mengurangi batuk berdahak 18. Anti diabetika Untuk mengobati kencing manis 19. Anti hemoroida Untuk mengobati wasir 20. Anti iritansia Mencegah perangsangan pada kulit dan selaput lendir 21. Astringensia Menciutkan selaput lendir atau pori / pengelat 22. Cardiaka Untuk jantung 23. Cardiotonika Untuk penguat kerja jantung 24. Cholagoga Membantu fungsi dari empedu 25. Dismenorrhoe Untuk mengobati nyeri haid 26. Diaforetika / Sudorifika Memperbanyak keluarnya keringat / peluruh keringat 27. Digestiva Merangsang pencernaan makanan 28. Diuretika Melancarkan keluarnya air seni / peluruh air seni 29. Dilatator Melebarkan pembuluh darah 30. Depuratif Pembersih darah 31. Emenagoga Memperbanyak keluarnya haid / peluruh haid 32. Emetika Menyebabkan muntah 33. Gonorrhoe Kencing nanah 34. Hair tonic Menguatkan atau menyuburkan rambut 35 Holitosis Menyegarkan nafas 36. Hemostatika Menghentikan perdarahan 37. Insektisida Membasmi serangga 38. Konstipasi Sembelit / susah buang air besar 39. Karminativa Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia 40. Laktagoga Memperlancar air susu ibu 41. Laktifuga Menghentikan atau mengurangi air susu ibu 42. Litotriptika Menghancurkan batu pada kandung kemih 43. Laxantia, laksativa, purgativa Melancarkan buang air besar / pencahar 44. Skorbut Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C 45. Vasodilatansia Memperlebar pembuluh darah 46. Nephrolithiasis Penyakit kencing batu 47. Urolithiasis Adanya batu dalam saluran air kemih 48. Parkinson Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam 49. Parkinsonisme Penyakit yang mirip parkinson 50. Parasimpatolitika Pelawan efek perangsang saraf parasimpatik 51. Pertusis Batuk rejan / batuk seratus hari 52. Roboransia / tonikum Obat kuat 53. Skabicida Obat kudis 54. Sedativa Obat penenang 55. Hipotiroidisme Kekurangan aktivitas dari kelenjar gondok 56. Trikhomoniasis Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton


8 Evaluasi Bab 1 I. Pilihlah jawaban yang benar! 1. Definisi yang mencakup seluruh ruang lingkup farmakognosi diberikan oleh Fluckiger adalah : a. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang bahan alam. b. berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat. c. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang tumbuhan. d. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat. e. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang mineral. 2. Pada tahun 1737 Linnaeus, seorang ahli botani Swedia, menulis buku “Genera Plantarum” yang kemudian merupakan …… a. buku pedoman utama dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martuss b. buku pedoman utama dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martin c. buku pedoman sekunder dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss d. buku pedoman utama dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss e. buku pedoman utama dari sistematik potologi, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss 3. Obat Generik adalah ……. a. Yakni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya. b. obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan dengan Farmakope Indonesia dan INN (Internasional Non proprietary Names) dari WHO ( Wold Health Organization) untuk zat berkhasiat ini ditempatkan sebagai judul dari monografi sediaan-sediaan obat yang mengandung nama generic tersebut sebagai zat tunggal (missal : amoxillin, Metformin) c. Yakni obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat maupun yang tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau kemurniannya. d. sediaan obat bahan alamyang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi e. bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, cara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. 4. Fitofarmaka adalah…… a. Yakni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya. b. obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan dengan Farmakope Indonesia dan INN (Internasional Non proprietary Names) dari WHO ( Wold Health Organization) untuk zat berkhasiat ini ditempatkan sebagai judul dari monografi sediaan-sediaan obat yang mengandung nama generic tersebut sebagai zat tunggal (missal : amoxillin, Metformin) c. Yakni obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat maupun yang tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau kemurniannya. d. sediaan obat bahan alamyang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi e. bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, cara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. 5. Obat tradisional adalah… a. Yakni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya. b. obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan dengan Farmakope Indonesia dan INN (Internasional Non proprietary Names) dari WHO ( Wold Health Organization) untuk zat berkhasiat ini ditempatkan


9 sebagai judul dari monografi sediaan-sediaan obat yang mengandung nama generic tersebut sebagai zat tunggal (missal : amoxillin, Metformin) c. Yakni obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat maupun yang tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau kemurniannya. d. sediaan obat bahan alamyang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi e. bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, cara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. 6. …………………. adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar yang ditemukan di alam dan terkandung pada tumbuhan, baik pada daun, batang, buah maupun bunga. Kebanyakan flavonoid adalah pigmen alami yang memberiwarna buah dan sayur. Meskipun tidak dinilai sebagai nutrisi penting, banyak dari senyawa ini yang berfungsi sebagai antioksidan atau memainkan peran penting lainnya dalam menjaga kesehatan. a. Alkaloid b. Glikosida c. Flavonoid d. enzim e. hormon 7. Galangae, Lobeliae, xanthorrhiza, Orthosiphon dibaca sebagai….. a. ga-la-nge b. lo-be-li-e c. san-to-ri-za d. Or-to-si-fon e. semua benar 8. y dibaca sebagai …….. a. i jika didahului dan / atau diikuti oleh huruf mati b. ks jika tertera pada tengah / akhir kata c. y jika diapit oleh 2 huruf hidup d. s jika pada permulaan kata e. jawaban a dan c benar 9. Linnaeus, De Candolle, Miller dan Houttuyn. Nama ahli botani ini disengkat sebagai…. a. L b. DC c. Mill d. Houtt e. semua jawaban benar 10. Kormus ( tubuh tanaman ) umumnya dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu……. a. radix (akar), caulis (batang) dan folium (daun) b. flos (bunga), caulis (batang) dan folium (daun) c. rhizoma (rimpang), semen (biji), tubera (umbi) d. radix (akar), semen (biji0 dan folium (daun) e. herba (bagian tanaman lunak di atas tanah), pulpa (daging buah), dan kayu (lignum) II. Jawablah titik-titik di bawah dengan benar! 1. Contoh Genus + nama bagian tanaman adalah……….. 2. Contoh Petunjuk species + nama bagian tanaman adalah……. 3. Genus + petunjuk species + nama bagian tanaman adalah …….. 4. Kormus ( tubuh tanaman ) umumnya dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu radix (akar), caulis (batang) dan folium (daun). Di samping itu pada tanaman dapat ditemukan ……….. 5. Nama latin tanaman tidak boleh lebih dari 2 perkataan, jika lebih dari 2 kata (3 kata), 2 dari 3 kata tersebut harus digabungkan dengan tanda (-), contohnya adalah……… 6. Bahan organik asing, disingkat benda asing adalah ……. 7. Ie dibaca sebagai………………contohnya……….. dan diucapkan sebagai ……. 8. Ch dibaca sebagai……………………………………….,………………………………… contohnya……………….diuca sebagai……………………… dan ………………………….. diucap sebagai………….. 9. Dari contoh-contoh tersebut maka dapat diketahui bahwa ruang lingkup Farmakognosi tidak terbatas pada pengetahuan tentang simplisia yang tertera dalam Farmakope, tetapi meliputi………………………………………………. 10. Atas dasar pentingnya identitas botani–zoologi maka nama–nama tanaman atau hewan dalam Farmakope selalu disebut nama latin dan tidak dengan nama daerah, karena……………………..


10 BAB II BUDIDAYA TANAMAN OBAT Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Memahami farmakognosi Melakukan Budidaya Tanaman Obat Tujuan Pembelajaran Memahami cara budidaya tanaman obat Memahami cara mengolah simplisia Mengetahui pemalsuan dan penurunan mutu simlisia Mengetahui cara pengambilan contoh simplisia Memahami cara pemeriksaan untuk penilaian simplisia 1. Budidaya Tanaman Obat Berdasarkan kenyataan hingga sekarang sumber simplisia nabati sebagian masih diperoleh dengan menebang atau memungut langsung dari tempat tumbuh alami. Sedangkan pembudidayaan tanaman obat masih terbatas pada jenis-jenis tertentu. Penambangan simplisia tanpa pertimbangan atau pengelolaan yang baik demi kesetimbangan alam, akan dapat mengakibatkan kelangkaan. Bahkan sering terjadi, dengan pengenalan teknologi baru atau pengabaian lingkungan tumbuh, dapat menimbulkan dampak (akibat) yang merugikan bagi kelestarian suatu species. Adanya tindakan pembudidayaan, merupakan suatu tindakan pengadaan atau penyediaan simplisia secara kontinyu dan teratur yang sekaligus dapat merupakan suatu pelestarian nuftah. Pembudidayaan tanaman obat dapat pula merupakan usaha utama atau sambilan yang dapat menambah pendapatan keluarga. Dipekarangan pengembangan TOGA (tanaman obat keluarga) berarti pendayagunaan lahan untuk untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan kesehatan. Umumnya simplisia hasil budidaya pedesaan mutunya belum tinggi. Hal ini umumnya karena kurang intensifnya penanaman, meliputi cara bertanam, pemeliharaan dan panen. Bahkan sering penentuan waktu panen lebih banyak berorientasi kepada harga pasar dari pada stadia tumbuh yang erat hubungannya dengan tingginya hasil dan kualitas. Budidaya tanaman obat pada hakekatnya adalah suatu cara pengelolaan sehingga suatu tanaman obat dapat mendatangkan hasil tinggi dan bermutu baik. Keadaan ini bisa terjadi jika tanaman dapat tumbuh pada lingkungan yang sesuai , antara lain pada kesuburan tanah sepadan, iklim yang sesuai dengan teknologi tepat guna. Tahap pembudidayaan tanaman dilakukan sebagai berikut : 1. Pengelolaan tanah Sebagian besar tanaman obat diusahakan di tanah kering. Pada dasarnya pengolahan tanah bertujuan menyiapkan tempat atau media tumbuh yang serasi bagi pertumbuhan tanaman. Pada kesuburan fisik dan kesuburan kimiawi. Jika kedua macam kesuburan telah dipenuhi untuk jenis tanaman yang diusahakan., maka dapat dikatakan tanah tersebut subur bagi tanaman tersebut. Kesuburan fisik sangat erat hubungannya dengan struktur tanah yang menggambarkan susunan butiran tanah, udara, dan air, sehingga dapat menjamin aktivitas akar dalam mengambil zat-zat yang diperlukan tanaman. Sedangkan kesuburan kimiawi sangat erat hubungannya dengan kemampuan tanah menyediakan kebutuhan nutrisi tanaman. Kedua kesuburan tersebut saling berinteraksi dalam menentukan tingkat kesuburan bagi pertumbuhan tanaman. Di samping itu, pengolahan tanah mencakup pula menghilangkan gulma yang merupakan saingan tanaman, menimbun dan meratakan bahan organik yang penting bagi tanaman serta pertumbuhannya, saluran drainase untuk mencegah terjadinya kelebihan air seperti dikehendaki oleh tanaman. Dalam pengolahan tanah memerlukan waktu mengingat terjadinya proses fisik , kimia dan biologis dalam tanah sehingga terbentuk suatu media yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Beberapa hal yang patut diperhatikan dalam pengolahan tanah bagi tanaman obat antara lain : a. Bagi tanaman obat yang dipungut hasilnya dalam bentuk umbi (tuber) umumnya dikehendaki pengolahanpengolahan tanah cukup dalam (25 – 40 cm), struktur gembur sehingga pertumbuhan umbi atau rimpang dapat berkembang dengan baik. b. Menghindari tercampurnya bahan induk yang belum melapuk dalam daerah pekarangan tanaman.Untuk itu perlu adanya waktu yang cukup untuk memberi kesempatan terjadinya proses pelapukan, antara lain proses oksidasi, sehingga akan terbentuk lapisan tanah yang menjamin pertumbuhan akar. Hal itu penting yaitu pada waktu membuat lubang tanah (sedalam 40x 60) bagi tanaman obat berbentuk pohon, seperti Cengkeh (Eugenia caryophyllata), Kola (Cola nitida). c. Pembuatan teras – teras apabila tanah terlalu miring,agar erosi dapat diperkecil, misal dalam penanaman Sereh (Cymbopogon nardus ). d. Pengolahan tanah intensif, diusahakan bebas gulma pada awal pertumbuhan, yaitu untuk tanaman obat berhabitur perdu seperti Kumis kucing (Orthosiphon stamineus), Mentol (Mentha piperita), Timi (Thymus vulgaris) e. Pembuatan guludan sering dilengkapi dengan saluran drainase yang baik, terutama bagi tanaman yang tidak toleran terhadap genangan air .Seperti Cabe ( Capsicum annuum ).


11 2. Penanaman Dalam penanaman dikenal dua cara utama yaitu penanaman bahan tanaman (benih atau stek ) secara langsung pada lahan dan disemaikan dahulu baru kemudian diadakan pemindahan tanaman ke lahan yang telah disediakan atau disiapkan. Umumnya persemaian diadakan terutama bagi tanaman yang pada waktu masih kecil memerlukan pemeliharaan intensif. Tanpa perlakuan tersebut akan mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi. Disamping itu persemaian diperlukan apabila benih terlalu kecil sehingga sulit untuk mengatur tanaman sesuai dengan perkembangan teknologi tepat guna. Tujuan lain dari adanya persemaian agar dapat memanfaatkan (menghemat) waktu musim tanam tiba (umumnya pada awal musim hujan), sehingga pada saat musim tiba tanaman telah mengawali tumbuh lebih dahulu. Contohnya temulawak (Curcuma xanthorrhiza), rimpang ditunaskan lebih dahulu pada persemaian yang lembab dan agak gelap, baru kemudian belahan rimpang dengan tunasnya ditanam di lahan. Hal-hal yang perlu mendapat pertimbangan pada penanaman tanaman obat antara lain : a. Mengingat pada umumnya penanaman pada lahan kering tanpa irigasi dan cuaca cukup panas maka penanaman dilakukan pada awal musim hujan b. Penanaman dengan jarak atau baris teratur akan lebih baik dipandang dari segi fisiologi tanaman pemeliharaan dan estetika. c. Penanaman secara tunggal (monokultur) terutama bagi tanaman yang tidak tahan cahaya matahari, misalnya Mentol (Mentha piperita). d. Penanaman ganda dapat dilakukan pada tanaman yang memerlukan naungan ataupun untuk pertumbuhannya dapat beradaptasi terhadap sinar matahari tidak langsung, misalnya Kemukus (Piper cubeba) . Tanaman yang dapat saling bertoleransi terhadap persaingan karena dapat memenuhi beberapa tujuan antara lain : memperluas areal tanam (pada satu tempat dan waktu bersamaan ditanam lebih dari satu macam tanaman), menghemat pemeliharaan, memperkecil resiko kegagalan panen. Penggunaan alat penopang bagi tanaman obat yang berbatang merambat dengan sistem tanaman ganda, tiang penopang dapat saja diganti dengan tanaman tegak lalu yang dapat juga menghasilkan. e. Populasi tanaman erat hubungannya dengan hasil, antara lain dipengaruhi oleh terjadinya persaingan antara tanaman dan kesuburan tanah. 3. Pemeliharaan tanaman Beberapa faktor penghambat produksi, misalnya gulma, hama penyakit harus ditekan sehingga batas tertentu. Demikian pula faktor penghambat lingkungan fisik dan kimia , seperti kekurangan air, tingginya suhu, kesuburan tanah, hendaknya diperkecil pengaruhnya. Perlu dilakukan pemupukan, misalnya pemupukan nitrogen pada kandungan alkaloida pada tanaman tembakau ( Nicotiana tobacum) . Demikian pula tindakan pemangkasan merupakan bentuk pemeliharaan lain. Beberapa tindakan pemeliharaan pada tanaman obat adalah : a. Bibit yang mudah layu, perlu adanya penyesuaian waktu tanamnya sehingga tidak mendapat sinar matahari berlebihan, misalnya penanaman Tempuyung (Sonchus arvensis) hendaknya dilakukan pada sore hari dan diberi naungan sementara. b. Penyiangan yang intensif guna menekan populasi gulma disamping dapat mengurangi kesempatan tumbuh tanaman usaha juga dapat mengganggu kebersihan hasil pada saat panen ( misal pada tanaman Mentha arvensis) c. Penimbunan dan penggemburan dilakukan agar memperbaiki sifat tanah tempat tumbuh. d. Perbaikan saluran drainase untuk mencegah terjadinya genangan atau kelebihan air yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. e. Untuk mengurangi evaporasi (penguapan) air tanah, sehingga kelembaban tanah dapat tetap sesuai , dilakukan pemberian mulsa. Misalnya pada tanaman Jahe ( Zingiber officinale) pemberian mulsa jerami dapat menaikkan hasil sebesar 35 % . f. Pemangkasan bunga, yang berarti mencegah perubahan fase vegetatif ke generatif yang banyak memerlukan energi, sehingga kandungan bahan berkhasiat sebagai sumber energi tidak berkurang. Pada tanaman Dioscorea compositae kandungan glikosida diosgenin dapat bertambah dengan dilakukan pemangkasan bunga. g. Pemangkasan pucuk batang akan menstimulir percabangan, sehingga dapat menambah jumlah daun yang tumbuh serta kandungan alkaloida dalam akar bertambah. Misalnya pada tanaman Kumiskucing ( Orthosiphon stamineus). h. Pemupukan nitrogen dapat meningkatkan kandungan alkaloida dalam akar Pule pandak ( Rauwolfia serpentina). 4. Pemungutan hasil ( panen) Penentuan saat panen suatu tanaman obat hendaknya selalu diingat akan kwantitas dan kwalitas simplisia. Hal ini mengingat jumlah zat berkhasiat dalam tanaman tidak selalu konstan sepanjang tahun atau selama tanaman siklus hidupnya, tetapi selalu berubah dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. Misalnya tanaman Kelembak ( Rheum officinale) tidak mengandung derivat antrakinon dalam musim dingin, melainkan antranol, yang


12 dirubah menjadi antrakinon pada musim panas. Umur tanaman juga umumnya merupakan faktor penting dalam akumulasi bahan yang diinginkan. Beberapa penentuan (pedoman) saat panen : a. Bagi tanaman Empon-empon (familia Zingiberaceae), panen dilakukan umumya pada saat bagian tanaman diatas tanah menua atau kuning yang biasanya terjadi pada musim kering,dan jika yang diambil akarnya . Misalnya temulawak (Curcuma xanthorrhiza) b. Daun dipungut sewaktu proses fotosintesa maksimal yaitu sebelum pembentukan buah. Misal tanaman Saga (Abrus praecatorius) c. Bunga dipetik selagi masih kuncup (sebelum berkembang) misal pada cengkeh (Eugenia caryophyllata) d. Buah dipetik menjelang masak, misal Solanum laciniatum sedangkan adas (Anethum graveolens) dipetik setelah masak benar. e. Biji dipungut sebaiknya pada saat buah masak f. Kulit diambil sewaktu bertunas Latihan Soal 1 1. Jelaskan definisi dari TOGA! 2. Bagaimana tahap pembudidayaan tanaman! 3. Sebutkan beberapa hal yang patut diperhatikan dalam pengolahan tanah bagi tanaman obat! 4. Jelaskan tentang hal-hal yang perlu mendapat pertimbangan pada penanaman tanaman obat 5. Sebutkan beberapa tindakan pemeliharaan pada tanaman obat!


13 BAB III Pengolahan Dan Pembuatan Simplisia 1. Pengeringan Hasil panen tanaman obat untuk dibuat simplisia umumnya perlu segera dikeringkan. Tujuan pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air, untuk menjamin dalam penyimpanan, mencegah pertumbuhan jamur, serta mencegah terjadinya proses atau reaksi enzimatika yang dapat menurunkan mutu. Dalam pengeringan faktor yang penting adalah suhu, kelembaban dan aliran udara ( ventilasi ). Sumber suhu dapat berasal dari matahari atau dapat pula dari suhu buatan. Umumnya pengeringan bagian tanaman yang mengandung minyak atsiri atau komponen lain yang termolabil, hendaknya dilakukan pada suhu tidak terlalu tinggi dengan aliran udara berlengas rendah secara teratur. Untuk simplisia yang mengandung alkaloida, umumnya dikeringkan pada suhu kurang dari 70 0 C. Agar dalam pengeringan tidak terjadi proses pembusukan , hendaknya simplisia jangan tertumpuk terlalu tebal. Sehingga proses penguapan berlangsung dengan cepat. Sering suhu yang tidak terlalu tinggi dapat menyebabkan warna simplisia menjadi lebih menarik. Misalnya pada pengeringanTemulawak suhu awal pengeringan dengan panas buatan antara 50 0– 55 0 C. 2. Pengawetan Simplisia nabati atau simplisia hewani harus dihindarkan dari serangga atau cemaran atau mikroba dengan penambahan kloroform, CCl4, eter atau pemberian bahan atau penggunaan cara yang sesuai, sehingga tidak meninggalkan sisa yang membahayakan kesehatan. 3. Wadah Wadah adalah tempat penyimpanan artikel dan dapat berhubungan langsung atau tidak langsung dengan artikel. Wadah langsung (wadah primer) adalah wadah yang langsung berhubungan dengan artikel sepanjang waktu. Sedangkan wadah yang tidak bersentuhan langsung dengan artikel disebut wadah sekunder. Wadah dan sumbatnya tidak boleh mempengaruhi bahan yang disimpan didalamnya baik secara fisika maupun kimia, yang dapat mengakibatkan perubahan kekuatan, mutu atau kemurniannya hingga tidak memenuhi persyaratan resmi. Wadah tertutup baik : harus melindungi isi terhadap masuknya bahan padat dan mencegah kehilangan bahan selama penanganan, pengangkutan, penyimpanan dan distribusi. 4. Suhu penyimpanan Dingin : adalah suhu tidak lebih dari 80C, Lemari pendingin mempunyai suhu antara 2 0C– 8 0C, sedangkan lemari pembeku mempunyai suhu antara -200C dan -100C. Sejuk : adalah suhu antara 80C dan 150C. Kecuali dinyatakan lain, bahan yang harus di simpan pada suhu sejuk dapat disimpan pada lemari pendingin. Suhu kamar : adalah suhu pada ruang kerja. Suhu kamar terkendali adalah suhu yang di atur antara 150 dan 300 . Hangat : hangat adalah suhu antara 300 dan 400 . Panas berlebih : panas berlebih adalah suhu di atas 400 . 5. Tanda dan Penyimpanan Semua simplisia yang termasuk daftar narkotika, diberi tanda palang medali berwarna merah di atas putih dan harus disimpan dalam lemari terkunci. Semua simplisia yang termasuk daftar obat keras kecuali yang termasuk daftar narkotika, diberi tanda tengkorak dan harus disimpan dalam lemari terkunci. 6. Kemurnian Simplisia Persyaratan simplisia nabati dan simplisia hewani diberlakukan pada simplisia yang diperdagangkan, tetapi pada simplisia yang digunakan untuk suatu pembuatan atau isolasi minyak atsiri, alkaloida, glikosida, atau zat aktif lain, tidak harus memenuhi persyaratan tersebut. Persyaratan yang membedakan strukrur mikroskopik serbuk yang berasal dari simplisia nabati atau simplisia hewani dapat tercakup dalam masing – masing monografi, sebagai petunjuk identitas, mutu atau kemurniannya. 7. Benda asing Simplisia nabati dan simplisia hewani tidak boleh mengandung organisme patogen, dan harus bebas dari cemaran mikro organisme , serangga dan binatang lain maupun kotoran hewan . Simplisia tidak boleh menyimpang bau dan warna, tidak boleh mengandung lendir , atau menunjukan adanya kerusakan. Sebelum diserbukkan simplisia nabati harus dibebaskan dari pasir, debu, atau pengotoran lain yang berasal dari tanah maupun benda anorganik asing. Dalam perdagangan , jarang dijumpai simplisia nabati tanpa terikut atau tercampur bagian lain , maupun bagian asing, yang biasanya tidak mempengaruhi simplisianya sendiri. Simplisia tidak boleh mengandung bahan asing atau sisa yang beracun atau membahayakan kesehatan. Bahan asing termasuk bagian lain tanaman yang tidak dinyatakan dalam paparan monografi. Latihan Soal 2


14 1. Jelaskan faktor penting dalam pengeringan! 2. Jelaskan definisi wadah, wadah primer dan wadah sekunder! 3. Apa yang dimaksud dengan wadah tertutup baik! 4. Jelaskan tentang suhu penyimpanan dalam pengolahan simplisia! 5. Jelaskan tentang kemurnisn simplisia dan benda asing dalam simplisia! C. Pemalsuan Dan Penurunan Mutu Simplisia Pemalsuan umumnya dilakukan secara sengaja, sedangkan penurunan mutu mungkin dilakukan secara tidak sengaja. Simplisia dianggap bermutu rendah jika tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan, khususnya persyaratan kadarnya. Mutu rendah ini dapat disebabkan oleh tanaman asal, cara panen dan pengeringan yang salah, disimpan terlalu lama, kena pengaruh kelembaban, panas atau penyulingan. Simplisia dianggap rusak jika oleh sebab tertentu, keadaannya tidak lagi memenuhi syarat, misalnya menjadi basah oleh air laut, tercampur minyak pelumas waktu diangkut dengan kapal dan lain sebagainya. Simplisia dinyatakan bulukan jika kwalitasnya turun karena dirusak oleh bakteri, cendawan atau serangga. Simplisia dinyatakan tercampur jika secara tidak sengaja terdapat bersama-sama bahan-bahan atau bagian tanaman lain, misalnya kuncup Cengkeh tercampur dengan tangkai Cengkeh, daun Sena tercampur dengan tangkai daun. Simplisia dianggap dipalsukan jika secara sengaja diganti, diolah atau ditambahi bahan lain yang tidak semestinya. Misalnya minyak zaitun diganti minyak biji kapas, tetapi tetap dijual dengan nama minyak Zaitun. Tepung jahe yang ditambahi pati terigu agar bobotnya bertambah, ditambah serbuk cabe agar tetap ada rasa pedasnya, ditambah serbuk temulawak agar warnanya tampak seperti keadaan semula. D. Pemerian Adalah uraian tentang bentuk, bau, rasa, warna simplisia, jadi merupakan informasi yang diperlukan pada pengamatan terhadap simplisia nabati yang berupa bagian tanaman ( kulit, daun, akar dan sebagainya ).E. E. Isi Simplisia Isi simplisia dibagi dalam dua kelompok, yaitu isi utama dan isi tambahan. Keterangan tentang isi kadang-kadang malah merupakan kunci dalam sediaan-sediaan galenik. I. Pembuatan Serbuk Simplisia Bersihkan simplisia dari bahan organik asing dan pengotoran lain secara mekanik atau dengan cara lain yang cocok, keringkan pada suhu yang cocok, haluskan , ayak.Kecuali dinyatakan lain, seluruh simplisia harus dihaluskan sesuai derajat halus yang ditetapkan.. Simplisia yang mengandung zat berkhasiat yang tidak tahan panas, dikeringkan pada suhu serendah mungkin, jika perlu dengan pengurangan tekanan udara. Pada pembuatan serbuk simplisia yang mempunyai persyaratan potensi dan kadar zat tertentu, misalnya serbuk Digitalis dan serbuk Opium , boleh ditambahkan serbuk sejenis yang mempunyai potensi atau kadar lebih rendah atau lebih tinggi, atau ditambah bahan lain yang cocok, misalnya Laktosa, Pati beras, hingga hasil pengolahan terakhir memenuhi persyaratan. II. Pengambilan Contoh Dan Metode Analisis Simplisia Perlu dipastikan bahwa contoh suatu simplisia harus mewakili bets yang diuji, untuk mengurangi penyimpangan yang disebabkan oleh kesalahan pengambilan contoh terhadap hasil analisis baik kualitatif maupun kuantitatif. Cara pengambilan contoh berikut merupakan cara paling sederhana yang dapat diterapkan untuk bahan nabati. Contoh dalam skala besar Jika pada pengamatan bagian luar wadah, penandaan dan keterangan etiket menunjukkan bahwa bets dapat dianggap homogen , ambil contoh secara terpisah dari berbagai wadah yang dipilih secara acak sesuai ketentuan dibawah ini. Jika bets tidak dapat dianggap homogen, bagi menjadi beberapa sub-bets yang sehomogen mungkin, kemudian lakukan pengambilan contoh pada masing-masing sub-bets seperti pada bets yang homogen. Jumlah wadah dalam bets (N) Jumlah wadah yang harus diambil contohnya (n) 1 sampai 10 Semua 11 sampai 19 11 > 19 n = 10 + 10 N Catatan: Bulatkan harga n ke angka yang lebih tinggi. Contoh bahan harus diambil pada bagian atas, tengah dan bawah dari setiap wadah. Jika contoh bahan terdiri dari bagian – bagian berukuran 1 cm atau lebih kecil dan untuk semua bahan yang diserbukkan atau digiling, lakukan pengambilan contoh dengan menggunakan suatu alat pengambil contoh yang dapat menembus


15 bahan dari bagian atas ke bagian bawah wadah, tidak kurang dari dua kali pengambilan yang dilakukan pada arah yang berlawanan. Jika bahan berupa bagian dengan ukuran lebih dari 1 cm, lakukan pengambilan contoh dengan tangan. Untuk bahan dalam wadah atau bungkus yang besar pengambilan contoh harus dilakukan pada kedalaman 10 cm, karena kelembaban bagian permukaan mungkin berbeda dengan bagian dalam. Persiapkan contoh dalam skala besar dengan menggabungkan dan mencampurkan setiap contoh yang telah diambil dari setiap wadah yang telah terbuka , dan jaga jangan sampai terjadi kenaikan tingkat fragmentasi atau mempengaruhi derajat kelembaban secara bermakna. Contoh dalam skala laboratorium Persiapkan contoh laboratorium dengan membagi contoh dalam skala besar menjadi empat bagian (Catatan:cara membagi empat adalah dengan menempatkan contoh , yang telah dicampur dengan baik, diratakan dalam bentuk tumpukan segi empat dan sama rata , kemudian dibagi secara diagonal menjadi empat bagian sama . Ambil kedua bagian yang berlawanan dan campur secara hati-hati . Ulangi proses ini secukupnya sampai diperoleh jumlah yang diperlukan Contoh untuk pengujian Kecuali dinyatakan lain pada monografi , buat contoh pengujian sebagai berikut : Perkecil ukuran contoh dalam skala laboratorium dengan membagi empat, jaga agar setiap bagian dapat mewakili. Pada bahan yang tidak digiling atau tidak diserbukkan, giling contoh sehingga melewati pengayak nomor 20, dan campur hasil ayakan . Jika bahan tidak digiling, perkecil sedapat mungkin sehingga menjadi lebih halus, campur dengan menguling- gulingkan pada kertas atau kain, sebarkan menjadi lapisan tipis dan ambil bagian untuk pengujian . Bahan Organik Asing Contoh untuk pengujian Kecuali dinyatakan lain dalam monografi , timbang sejumlah contoh dalam skala laboratorium seperti dibawah ini , usahakan agar bagian yang diambil mewakili (jika perlu dibagi empat). Akar, rimpang, kulit batang dan herba 500 g Daun, bunga , biji dan buah 250 g Potongan bagian tanaman (bobot rata- rata setiap potongan kurang dari 500 mg) 50 g Tebarkan contoh menjadi suatu lapisan tipis dan pisahkan bahan organik asing dengan tangan sesempurna mungkin. Timbang dan hitung prosentase bahan organik asing terhadap bobot contoh yang digunakan. III. Penilaian Obat Ada 5 macam cara pemeriksaan untuk menilai simplisia 1. Secara Organoleptik Adalah cara pemeriksaan dengan pancaindera dan meliputi pemeriksaan terhadap bentuk, bau, rasa pada lidah dan tangan, kadang- kadang pengamatan dengan pendengaran, dalam hal ini diperhatikan bentuk, ukuran, warna bagian luar dan bagian dalam, retakan- retakan atau gambaran–gambaran dan susunan bahannya (berseratserat, bergumpal,dan lain sebagainya). Pemeriksaan secara organoleptik harus dilakukan lebih dahulu sebelum dilakukan pemerikaan dengan cara lain, karena pada umumnya pemeriksaan baru dilanjutkan jika penilaian organoleptik memberikan hasil baik . Pada simplisia bentuk serbuk, pemeriksaan secara mikroskopik dapat dilakukan secara serentak dengan cara organoleptik . 2. Secara Mikroskopik Umumnya meliputi pengamatan terhadap irisan melintang dan terhadap serbuk. 3. Secara Fisika Meliputi penetapan daya larut , bobot jenis, rotasi optik, titik lebur, titik beku, kadar air, sifat-sifat simplisia di bawah sinar ultra violet, pengamatan mikroskopik dengan sinar polarisasi dan lain sebagainya. 4. Secara Kimia Yang bersifat kwalitatif disebut identifikasi dan pada umumnya berupa reaksi warna atau pengendapan. Sebelum reaksi-reaksi tersebut dilakukan terlebih dahulu diadakan isolasi terhadap zat yang dikehendaki , misalnya isolasi dengan cara pelarutan, penyaringan dan mikrosublimasi. Pemeriksaan secara kimia yang bersifat kwantitatif disebut penetapan kadar. 5. Secara Hayati / Biologi Pada umumnya bersifat penetapan potensi zat berkhasiat. Latihan Soal 3


16 1. Jelaskan tentang Pemalsuan Dan Penurunan Mutu Simplisia! 2. Jelaskan tentang pemerian, isi simplisia, dan pembuatan serbuk simplisia! 3. Bagaimana cara Pengambilan Contoh Dan Metode Analisis Simplisia! 4. Sebutkan contoh untuk menguji bahan organik asing! 5. Sebutkan lima macam cara pemeriksaan untuk menilai simplisia! EVALUASI BAB 2 I. Pilaihlah Jawaban Yang Benar!


17 1. Dipekarangan pengembangan TOGA (tanaman obat keluarga) berarti ……… a. pendayagunaan lahan untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan kesehatan b. pendayagunaan lahan untuk memenuhi nilai kurang estetika maupun untuk keperluan kesehatan c. pendayagunaan lahan untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan sehari-hari d. pendayagunaan lahan untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan makan kita e. pendayagunaan lahan untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan kesehatan dan bahan dapur 2. Tahap pembudidayaan tanaman dilakukan adalah…. a. Pengelolaan tanah d. Pemeliharaan tanaman b. Penanaman e. semua jawaban benar c. Pemungutan hasil ( panen) 3. Perhatikan pernyataan dibawah ini! 1. Bagi tanaman obat yang dipungut hasilnya dalam bentuk umbi (tuber) umumnya dikehendaki pengolahan-pengolahan tanah cukup dalam (25 – 40 cm), struktur gembur sehingga pertumbuhan umbi atau rimpang dapat berkembang dengan baik. 2. Pembuatan teras – teras apabila tanah terlalu miring,agar erosi dapat diperkecil, misal dalam penanaman Sereh (Cymbopogon nardus ). 3. Penyiangan yang intensif guna menekan populasi gulma disamping dapat mengurangi kesempatan tumbuh tanaman usaha juga dapat mengganggu kebersihan hasil pada saat panen (misal pada tanaman Mentha arvensis) 4. Bibit yang mudah layu, perlu adanya penyesuaian waktu tanamnya sehingga tidak mendapat sinar matahari berlebihan, misalnya penanaman Tempuyung (Sonchus arvensis) hendaknya dilakukan pada sore hari dan diberi naungan sementara. Dari pernyataan di atas yang termasuk hal yang patut diperhatikan dalam pengolahan tanah bagi tanaman obat adalah …… a. 1,2, dan 3 benar d. hanya 4 saja yang benar b. 1 dan 3 benar e. semua jawaban benar c. 2 dan 4 benar 4. Perhatikan pernyataan dibawah ini! 1. Bagi tanaman obat yang dipungut hasilnya dalam bentuk umbi (tuber) umumnya dikehendaki pengolahan-pengolahan tanah cukup dalam (25 – 40 cm), struktur gembur sehingga pertumbuhan umbi atau rimpang dapat berkembang dengan baik. 2. Pembuatan teras – teras apabila tanah terlalu miring,agar erosi dapat diperkecil, misal dalam penanaman Sereh (Cymbopogon nardus ). 3. Penyiangan yang intensif guna menekan populasi gulma disamping dapat mengurangi kesempatan tumbuh tanaman usaha juga dapat mengganggu kebersihan hasil pada saat panen (misal pada tanaman Mentha arvensis) 4. Bibit yang mudah layu, perlu adanya penyesuaian waktu tanamnya sehingga tidak mendapat sinar matahari berlebihan, misalnya penanaman Tempuyung (Sonchus arvensis) hendaknya dilakukan pada sore hari dan diberi naungan sementara. Dari pernyataan diatas yang termasuk tindakan pemeliharaan pada tanaman obat adalah …… a. 1,2, dan 3 benar d. hanya 4 saja yang benar b. 1 dan 3 benar e. semua jawaban benar c. 2 dan 4 benar 5. Hal-hal yang perlu mendapat pertimbangan pada penanaman tanaman obat adalah….. a. Mengingat pada umumnya penanaman pada lahan kering tanpa irigasi dan cuaca cukup panas maka penanaman dilakukan pada awal musim hujan b. Penanaman dengan jarak atau baris teratur akan lebih baik dipandang dari segi fisiologi tanaman pemeliharaan dan estetika. c. Penanaman secara tunggal (monokultur) terutama bagi tanaman yang tidak tahan cahaya matahari, misalnya Mentol (Mentha piperita). d. Penanaman ganda dapat dilakukan pada tanaman yang memerlukan naungan ataupun untuk pertumbuhannya dapat beradaptasi terhadap sinar matahari tidak langsung, misalnya Kemukus (Piper cubeba) . Tanaman yang dapat saling bertoleransi terhadap persaingan karena dapat memenuhi beberapa tujuan antara lain : memperluas areal tanam (pada satu tempat dan waktu bersamaan ditanam lebih dari satu macam tanaman), menghemat pemeliharaan, memperkecil resiko kegagalan panen. Penggunaan alat penopang bagi tanaman obat yang berbatang merambat dengan sistem tanaman ganda, tiang penopang dapat saja diganti dengan tanaman tegak lalu yang dapat juga menghasilkan dan Populasi tanaman erat hubungannya dengan hasil, antara lain dipengaruhi oleh terjadinya persaingan antara tanaman dan kesuburan tanah. e. Semua jawaban benar


18 6. Cara pemeriksaan untuk menilai simplisia secara Organoleptik adalah….. a. Adalah cara pemeriksaan dengan pancaindera dan meliputi pemeriksaan terhadap bentuk, bau, rasa pada lidah dan tangan, kadang- kadang pengamatan dengan pendengaran, dalam hal ini diperhatikan bentuk, ukuran, warna bagian luar dan bagian dalam, retakan- retakan atau gambaran–gambaran dan susunan bahannya (berserat-serat, bergumpal,dan lain sebagainya). b. Umumnya meliputi pengamatan terhadap irisan melintang dan terhadap serbuk c. Meliputi penetapan daya larut , bobot jenis, rotasi optik, titik lebur, titik beku, kadar air, sifat-sifat simplisia di bawah sinar ultra violet, pengamatan mikroskopik dengan sinar polarisasi dan lain sebagainya d. Yang bersifat kwalitatif disebut identifikasi dan pada umumnya berupa reaksi warna atau pengendapan. e. Pada umumnya bersifat penetapan potensi zat berkhasiat. 7. Definisi dari Karminativa adalah…… a. Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C b. Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia c. Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam d. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton e. Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) 8. Definisi dari Trikhomoniasis adalah….. a. Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C b. Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia c. Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam d. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton e. Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) 9. Definisi dari Antispasmodika adalah ……. a. Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C b. Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia c. Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam d. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton e. Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) 10. Parkinson adalah …….. a. Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C b. Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia c. Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam d. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton e. Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) Uji Kompetensi Tengah Semester Ganjil I. Pilihlah jawaban yang benar! 1. Definisi yang mencakup seluruh ruang lingkup farmakognosi diberikan oleh Fluckiger adalah :


19 a. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang bahan alam. b. berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat. c. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang tumbuhan. d. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat. e. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang mineral. 2. Pada tahun 1737 Linnaeus, seorang ahli botani Swedia, menulis buku “Genera Plantarum” yang kemudian merupakan …… a. buku pedoman utama dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martuss b. buku pedoman utama dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martin c. buku pedoman sekunder dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss d. buku pedoman utama dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss e. buku pedoman utama dari sistematik potologi, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss 3. Obat Generik adalah ……. a. Yakni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya. b. obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan dengan Farmakope Indonesia dan INN (Internasional Non proprietary Names) dari WHO ( Wold Health Organization) untuk zat berkhasiat ini ditempatkan sebagai judul dari monografi sediaan-sediaan obat yang mengandung nama generic tersebut sebagai zat tunggal (missal : amoxillin, Metformin) c. Yakni obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat maupun yang tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau kemurniannya. d. sediaan obat bahan alamyang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi e. bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, cara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. 4. Fitofarmaka adalah…… a. Yakni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya. b. obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan dengan Farmakope Indonesia dan INN (Internasional Non proprietary Names) dari WHO ( Wold Health Organization) untuk zat berkhasiat ini ditempatkan sebagai judul dari monografi sediaan-sediaan obat yang mengandung nama generic tersebut sebagai zat tunggal (missal : amoxillin, Metformin) c. Yakni obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat maupun yang tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau kemurniannya. d. sediaan obat bahan alamyang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi e. bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, cara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. 5. Obat tradisional adalah… a. Yakni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya. b. obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan dengan Farmakope Indonesia dan INN (Internasional Non proprietary Names) dari WHO ( Wold Health Organization) untuk zat berkhasiat ini ditempatkan sebagai judul dari monografi sediaan-sediaan obat yang mengandung nama generic tersebut sebagai zat tunggal (missal : amoxillin, Metformin)


20 c. Yakni obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat maupun yang tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau kemurniannya. d. sediaan obat bahan alamyang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi e. bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, cara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. 6. …………………. adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar yang ditemukan di alam dan terkandung pada tumbuhan, baik pada daun, batang, buah maupun bunga. Kebanyakan flavonoid adalah pigmen alami yang memberiwarna buah dan sayur. Meskipun tidak dinilai sebagai nutrisi penting, banyak dari senyawa ini yang berfungsi sebagai antioksidan atau memainkan peran penting lainnya dalam menjaga kesehatan. a. Alkaloid b. Glikosida c. Flavonoid d. enzim e. hormon 7. Galangae, Lobeliae, xanthorrhiza, Orthosiphon dibaca sebagai….. a. ga-la-nge b. lo-be-li-e c. san-to-ri-za d. Or-to-si-fon e. semua benar 8. y dibaca sebagai …….. a. i jika didahului dan / atau diikuti oleh huruf mati b. ks jika tertera pada tengah / akhir kata c. y jika diapit oleh 2 huruf hidup d. s jika pada permulaan kata e. jawaban a dan c benar 9. Linnaeus, De Candolle, Miller dan Houttuyn. Nama ahli botani ini disengkat sebagai…. a. L b. DC c. Mill d. Houtt e. semua jawaban benar 10. Kormus ( tubuh tanaman ) umumnya dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu……. a. radix (akar), caulis (batang) dan folium (daun) b. flos (bunga), caulis (batang) dan folium (daun) c. rhizoma (rimpang), semen (biji), tubera (umbi) d. radix (akar), semen (biji0 dan folium (daun) e. herba (bagian tanaman lunak di atas tanah), pulpa (daging buah), dan kayu (lignum) 11. Dipekarangan pengembangan TOGA (tanaman obat keluarga) berarti ……… a. pendayagunaan lahan untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan kesehatan b. pendayagunaan lahan untuk memenuhi nilai kurang estetika maupun untuk keperluan kesehatan c. pendayagunaan lahan untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan sehari-hari d. pendayagunaan lahan untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan makan kita e. pendayagunaan lahan untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan kesehatan dan bahan dapur 12. Tahap pembudidayaan tanaman dilakukan adalah…. a. Pengelolaan tanah d. Pemeliharaan tanaman b. Penanaman e. semua jawaban benar c. Pemungutan hasil ( panen) 13. Perhatikan pernyataan dibawah ini! 1. Bagi tanaman obat yang dipungut hasilnya dalam bentuk umbi (tuber) umumnya dikehendaki pengolahan-pengolahan tanah cukup dalam (25 – 40 cm), struktur gembur sehingga pertumbuhan umbi atau rimpang dapat berkembang dengan baik. 2. Pembuatan teras – teras apabila tanah terlalu miring,agar erosi dapat diperkecil, misal dalam penanaman Sereh (Cymbopogon nardus ). 3. Penyiangan yang intensif guna menekan populasi gulma disamping dapat mengurangi kesempatan tumbuh tanaman usaha juga dapat mengganggu kebersihan hasil pada saat panen (misal pada tanaman Mentha arvensis) 4. Bibit yang mudah layu, perlu adanya penyesuaian waktu tanamnya sehingga tidak mendapat sinar matahari berlebihan, misalnya penanaman Tempuyung (Sonchus arvensis) hendaknya dilakukan pada sore hari dan diberi naungan sementara. Dari pernyataan di atas yang termasuk hal yang patut diperhatikan dalam pengolahan tanah bagi tanaman obat adalah …… a. 1,2, dan 3 benar d. hanya 4 saja yang benar b. 1 dan 3 benar e. semua jawaban benar c. 2 dan 4 benar 14. Perhatikan pernyataan dibawah ini!


21 1. Bagi tanaman obat yang dipungut hasilnya dalam bentuk umbi (tuber) umumnya dikehendaki pengolahan-pengolahan tanah cukup dalam (25 – 40 cm), struktur gembur sehingga pertumbuhan umbi atau rimpang dapat berkembang dengan baik. 2. Pembuatan teras–teras apabila tanah terlalu miring,agar erosi dapat diperkecil, misal dalam penanaman Sereh (Cymbopogon nardus ). 3. Penyiangan yang intensif guna menekan populasi gulma disamping dapat mengurangi kesempatan tumbuh tanaman usaha juga dapat mengganggu kebersihan hasil pada saat panen (misal pada tanaman Mentha arvensis) 4. Bibit yang mudah layu, perlu adanya penyesuaian waktu tanamnya sehingga tidak mendapat sinar matahari berlebihan, misalnya penanaman Tempuyung (Sonchus arvensis) hendaknya dilakukan pada sore hari dan diberi naungan sementara. Dari pernyataan diatas yang termasuk tindakan pemeliharaan pada tanaman obat adalah …… a. 1,2, dan 3 benar d. hanya 4 saja yang benar b. 1 dan 3 benar e. semua jawaban benar c. 2 dan 4 benar 15. Hal-hal yang perlu mendapat pertimbangan pada penanaman tanaman obat adalah….. a. Mengingat pada umumnya penanaman pada lahan kering tanpa irigasi dan cuaca cukup panas maka penanaman dilakukan pada awal musim hujan b. Penanaman dengan jarak atau baris teratur akan lebih baik dipandang dari segi fisiologi tanaman pemeliharaan dan estetika. c. Penanaman secara tunggal (monokultur) terutama bagi tanaman yang tidak tahan cahaya matahari, misalnya Mentol (Mentha piperita). d. Penanaman ganda dapat dilakukan pada tanaman yang memerlukan naungan ataupun untuk pertumbuhannya dapat beradaptasi terhadap sinar matahari tidak langsung, misalnya Kemukus (Piper cubeba) . Tanaman yang dapat saling bertoleransi terhadap persaingan karena dapat memenuhi beberapa tujuan antara lain : memperluas areal tanam (pada satu tempat dan waktu bersamaan ditanam lebih dari satu macam tanaman), menghemat pemeliharaan, memperkecil resiko kegagalan panen. Penggunaan alat penopang bagi tanaman obat yang berbatang merambat dengan sistem tanaman ganda, tiang penopang dapat saja diganti dengan tanaman tegak lalu yang dapat juga menghasilkan dan Populasi tanaman erat hubungannya dengan hasil, antara lain dipengaruhi oleh terjadinya persaingan antara tanaman dan kesuburan tanah. e. Semua jawaban benar 16. Cara pemeriksaan untuk menilai simplisia secara Organoleptik adalah….. a. cara pemeriksaan dengan pancaindera dan meliputi pemeriksaan terhadap bentuk, bau, rasa pada lidah dan tangan, kadang- kadang pengamatan dengan pendengaran, dalam hal ini diperhatikan bentuk, ukuran, warna bagian luar dan bagian dalam, retakan- retakan atau gambaran–gambaran dan susunan bahannya (berserat-serat, bergumpal,dan lain sebagainya). b. Umumnya meliputi pengamatan terhadap irisan melintang dan terhadap serbuk c. Meliputi penetapan daya larut, bobot jenis, rotasi optik, titik lebur, titik beku, kadar air, sifat-sifat simplisia di bawah sinar ultra violet, pengamatan mikroskopik dengan sinar polarisasi dan lain sebagainya d. Yang bersifat kwalitatif disebut identifikasi dan pada umumnya berupa reaksi warna atau pengendapan. e. Pada umumnya bersifat penetapan potensi zat berkhasiat. 17. Definisi dari Karminativa adalah…… a. Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C b. Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia c. Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam d. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton e. Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) 18. Definisi dari Trikhomoniasis adalah….. a. Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C b. Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia c. Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam d. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton e. Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) 19. Definisi dari Antispasmodika adalah ……. a. Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C b. Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia c. Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam


22 d. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton e. Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) 20. Parkinson adalah …….. a. Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C b. Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia c. Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam d. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton e. Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) II. ESSEY 1. Buatlah bagan/skema Mulai dari bahan obat sampai didapatnya obat jadi! 2. Berikan contoh Simplisia harus mempunyai identitas botani – zoologi yang pasti! 3. Jelaskan tentang Pemalsuan Dan Penurunan Mutu Simplisia! 4. Sebutkan lima macam cara pemeriksaan untuk menilai simplisia! 5. Jelaskan definisi wadah, wadah primer dan wadah sekunder! BAB IV


23 R H I Z O M A Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Memahami farmakognosi Mengidentifikasikan sistematika tanaman obat Menjelaskan manfaat dan isi khasiat tanaman obat Tujuan Pembelajaran Mengenal sistematikatanaman obat meliputi pengelompokan tanaman obat berdasarkan :nama lain, nama tanaman asal, dan familia dari simplisia berupa Rhizoma Mengenal manfaat dan isi zat berkhasiat dari kelompok simplisia berupa Rhizoma Rihizoma (akar Tunggal) adalah sebuah bentuk modifikasi batang tanaman yang biasanya menjalar di dalam tanah dan dapat menghasilkan tanaman baru dari ruasnya. 1. BOESENBERGIAE RHIZOMA (MMI) 2. CALAMI RHIZOMA (MMI) 3. CURCUMAE RHIZOMA ( FI ) 4. CURCUMAE AERUGINOSAE RHIZOMA ( MMI ) 5. CURCUMAE DOMESTICAE RHIZOMA ( MMI ) 6. CURCUMAE HEYNEANAE RHIZOMA ( MMI ) 7. CYPERI RHIZOMA ( MMI ) 8. IMPERATAE RHIZOMA ( MMI ) 9. KAEMPFERIAE RHIZOMA ( MMI ) 10. LANGUATIS RHIZOMA ( MMI ) 11. ZINGIBERIS RHIZOMA ( MMI ) 12. ZINGIBERIS AROMATICAE RHIZOMA ( MMI) 13. ZINGIBERIS LITTORALIS RHIZOMA ( MMI ) 14. ZINGEBERIS PURPUREI RHIZOMA (MMI ) 15. ZINGIBERIS ZERUMBETI RHIZOMA ( MMI ) 1. BOESENBERGIAE RHIZOMA (MMI) Nama lain : Temu kunci Nama tanaman asal : Boesenbergia pandurata (Roxb) sehleaht Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri, damar, pati Penggunaan : Antidiare Pemerian : Bau khas aromatik, rasa agak pahit menimbulkan rasa agak tebal Bagian yang digunakan : Kepingan-kepingan akar tinggal Keterangan : - Waktu panen : Dilakukan pada umur 1 tahun - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 2. CALAMI RHIZOMA (MMI)


24 Nama lain : Dringo, Jaringau , Calamus , Sweetflag Nama tanaman asal : Acorus calamus (L) Keluarga : Araceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri mengandung egenol. Asaron. asaril aldehid. Zat pahit akorin, zat penyamak, pati, akoretin, tannin. Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 2,5 % v/b Penggunaan : Bahan pewangi, karminativa, insektisida,demam nifas Pemerian : Bau khas aromatik, rasa pahit, agak pedas. Bagian yang digunakan : Akar tinggal Keterangan : - Waktu panen : Dikumpulkan pada waktu daun mulai kering, dibersihkan dari semua bagian tanaman lain,tetapi tidak dikupas, biasanya diperoleh dari tanaman berumur 1 tahun. Bila panenan dilakukan kurang dari 1 tahun hasilnya berkurang, dan bila lebih dari 1 tahun hasilnya masih dapat ditingkatkan. - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 3. CURCUMAE RHIZOMA ( FI ) Nama lain : Temu lawak, Koneng gede Nama tanaman asal : Curcuma xanthorrhiza (Roxb) Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri yang mengandung felandren dan tumerol, zat warna kurkumin, pati. Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 8,2 % b/v Penggunaan : Kolagoga , antispasmodika Pemerian : Bau khas aromatik, rasa tajam dan pahit Bagian yang digunakan : Kepingan akar tinggal Keterangan : - Waktu panen : Panenan dilakukan apabila daun dan bagian diatas yang sudah mengering. Untuk daerah yang musim kemaraunya jelas penanamannya dilakukan pada musim kemarau berikutnya . Di daerah yang banyak dan merata curah hujannya dan tidak jelas musim kemaraunya tanaman dapat dipanen pada umur 9 bulan atau lebih. Cara panen dilakukan dengan membongkar rimpang menggunakan garpu Syarat Temulawak kering untuk ekspor sebagai berikut: Warna : Kuning jingga sampai coklat Aroma : Khas wangi 24erpenti Rasa : Pahit, agak pedas Kelembaban : Maksimum 12 % Abu : 3 - 7 % Pasir : 1 % Kadar minyak atsiri : minimal 5 % - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 4. CURCUMAE AERUGINOSAE RHIZOMA (MMI)


25 Nama lain : Temu hitam Nama tanaman asal : Curcuma aeruginosa (Roxb) Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri, pati, damar, lemak Persyaratan kadar : Minyak atsiri tidak kurang dari 0,3 % Penggunaan : Bagian dari jamu, antirematik, karminativa Pemerian : Bau aromatik lemah, rasa sangat pahit, lama-lama menimbulkan rasa tebal Bagian yang digunakan : Kepingan–kepingan akar tinggal yang dikeringkan Keterangan : - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 5. CURCUMAE HEYNEANAE RHIZOMA (MMI) Nama lain : Rimpang temu giring Nama tanaman asal : Curcuma heyneana (Val) Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri, tanin. Kurkumin Persyaratan kadar : Minyak atsiri tidak kurang dari 1,5 % Penggunaan : Antiseptika kulit Pemerian : Bau khas, rasa pahit, agak pedas, lama – lama rasa tebal Bagian yang digunakan : Rimpang Keterangan : - Waktu panen : - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 6. CURCUMAE DOMESTICAE RHIZOMA (MMI) Nama lain : Kunyit , kunir Nama tanaman asal : Curcuma domestica (Val) Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri, (tumeron, zingiberen, seskuiterpen alcohol), zat warna kurkumin, damar Penggunaan : Karminativa, antidiare, kolagoga, skabisida Pemerian : Bau khas aromatik , agak pedas, lama –lama menjadi tebal Bagian yang digunakan : Akar tinggal Keterangan : - Waktu panen : Dilakukan pada waktu berumur 1 tahun atau lebih dari waktu tanam - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


26 7. CYPERI RHIZOMA (MMI) Nama lain : Rimpang teki , teki Nama tanaman asal : Cyperus rotundus L Keluarga : Cyperaceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri, alkaloida, glikosida, flavonoida Penggunaan : Diuretika, stomakika Pemerian : Bau khas aromatik, rasa agak pedas kemudian pahit,menimbulkan rasa tebal di lidah Bagian yang digunakan : Rimpang Keterangan : - Waktu panen : Dapat diambil setiap saat , setelah umbi yang ditanam akan mengeluarkan umbi baru dalam jangka waktu 3 minggu untuk kemudian akan tumbuh menjadi + / - 146 umbi dalam jangka waktu 3,5 bulan - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 8. IMPERATAE RHIZOMA (MMI) Nama lain : Akar alang- alang Nama tanaman asal : Imperata cylindrica (Beauv) Keluarga : Poaceae Zat berkhasiat utama/isi : Asam kersik, damar, logam alkali Penggunaan : Diuretika, Antipiretika Pemerian : Tidak berbau dan tidak berasa Bagian yang digunakan : Akar tinggal Keterangan : - Jenis- jenis : Dikenal 5 varietas : - Varietas mayor ( Nees ) - Varietas latifolia ( Hook.f ) - Varietas galanga ( Anders ) - Varietas europea (Anders) - Varietas galanga - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 9. KAEMPFERIAE RHIZOMA ( MMI)


27 Nama lain : Kencur Nama tanaman asal : Kaempferia galanga (L) Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Alkaloida, minyak atsiri yang mengandung sineol dan kamferin, mineral dan pati Penggunaan : Ekspektoransia, diaforetika, karminativa, stimulansia, roboransia Pemerian : Bau khas aromatik, rasa pedas, hangat, agak pahit, akhirnya menimbulkan rasa pedas Bagian yang digunakan : Akar tinggal Keterangan : - Waktu panen : Pada umur 1 tahun - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 10. LANGUATIS RHIZOMA ( MMI) Nama lain : Laos, Lengkuas, Galanga Rhizoma Nama tanaman asal : Alpina officinarum (Hance), Alpinia galanga(L), Languas galanga (L) Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri yang mengandung; metilsinamat, sineol, kamfer dan galangol Penggunaan : Bumbu, karminativa, antifungi Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas Bagian yang digunakan : Akar tinggal Keterangan : - Waktu panen : Pada umur 2,5 – 4 bulan , agar diperoleh rimpang muda yang belum banyak berserat. Cara panen dilakukan dengan mencabut tanaman , rimpang dipisahkan dari batang, kemudian dicuci dan dikeringkan. - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 11. ZINGIBERIS RHIZOMA (MMI) Nama lain : Jahe Nama tanaman asal : Zingiber officinale ( Roscoe ) Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Pati, damar, oleo resin, gingerin, minyak atsiri yang mengandung zingeron, zingiberol, zingiberin,borneol, kamfer, sineol dan felandren Penggunaan : Karminativa, stimulansia, diaforetika Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas Bagian yang digunakan : Akar tinggal yang sebagian kulitnya telah dikupas


28 Keterangan : - Waktu panen : Panenan dapat dilakukan pada umur 9 – 12 bulan setelah tanam . Panenan pada umur 6 bulan dapat dilakukan untuk mendapatkan rimpang muda, kurang berserat, yang umumnya dipakai membuat manisan dan keperluan bumbu dapur. Panen pada umur 9 – 12 bulan dilakukan bila tanaman mulai 28erpentin seluruhnya sampai sudah rebah rumpun - rumpunnya Jenis – jenis jahe berdasarkan bentuk : : 1. Jahe putih besar, rimpangnya lebih besar dan ruas rimpangnya lebih menggembung. 2. Jahe putih kecil, ruasnya kecil agak rata sampai sedikit menggembung. 3. Jahe merah, rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari jahe putih kecil Jenis – jenis jahe berdasarkan pengolahan 1. Jahe segar yang direndam dalam air mendidih, kemudian dikeringkan cepat- cepat disebut Jahe hitam (Black ginger) 2. Jahe segar yang dicuci secara hati – hati dikupas lapisan gabus dan dicuci berulang – ulang dan dikelantang,. Jika dimaserasi dengan air kapur akan Nampak putih karena lapisan kapurnya dan disebut Jahe putih (White ginger). 3. Jahe segar atau yang dikeringkan tanpa pengolahan khusus dan dipakai untuk bumbu masak disebut Jahe hijau (Green ginger) - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 12. ZINGIBERIS AROMATICAE RHIZOMA (MMI) Nama lain : Lempuyang wangi Nama tanaman asal : Zingiber aromatica ( Val ) Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri yang mengandung zerumbon bumolen, limonen Penggunaan : Karminativa, stomakika Pemerian : Bau aromatik, rasa pahit Bagian yang digunakan : Akar tinggal Keterangan : - Waktu panen : - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 13. ZINGIBERIS LITTORALIS RHIZOMA (MMI) Nama lain : Lempuyang pahit Nama tanaman asal : Zingiber littorale (Val) Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri dengan komponen utama Seskuiterpenketon Penggunaan : Stomakik Pemerian : Bau aromatik khas, rasa pahit Bagian yang digunakan : Akar tinggal Keterangan : Mempunyai ukuran rimpang yang paling kecil, hampir menyerupai jahe. Rimpang muda dapat dimakan sebagai lalap - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


29 14. ZINGIBERIS PURPUREI RHIZOMA (MMI) Nama lain : Cassumunar Rhizoma , Bengle Nama tanaman asal : Zingiber cassumunar ( Roxb), disebut juga Zingiber purpureum (Roxb) Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri mengandung sineol ; Damar lunak yang pahit, albuminoid Penggunaan : Karminativa, menghangatkan badan Pemerian : Bau aromatik khas, rasa agak pahit dan agak pedas Bagian yang digunakan : Akar tinggal Keterangan : - Waktu panen : Setelah tanaman berumur 1 tahun - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 15. ZINGIBERIS ZERUMBETI RHIZOMA (MMI) Nama lain : Lempuyang gajah Nama tanaman asal : Zingiber zerumbet (Sm) Keluarga : Zingiberaceae Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri yang mengandung zerumbon, Sineol, pinen, kariofilen, kamfer Penggunaan : Karminativa, stomakik Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas mirip mentol, agak pahit. Bagian yang digunakan : Akar tinggal Keterangan : - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik Evaluasi BAB 4


30 I. pilihlah jawaban yang benar! 1. gambar di samping ini adalah …… dan nama latinnya…….. a. Lempuyang gajah dan Zingiberis Zerumbeti Rhizoma (MMI) b. Cassumunar Rhizoma , Bengle c. Zingiberis Littoralis Rhizoma (MMI), Lempuyang pahit d. Zingiberis Aromaticae Rhizoma (MMI), Lempuyang wangi e. Zingiberis Rhizoma (MMI), jahe 2. Kegunaan dari gambar diatas adalah a. Karminativa,menghangatkan badan d. Karminativa, stimulansia b. Karminativa, stomakika e. Karminativa, diaforetika c. Karminativa, stimulansia, diaforetika 3. Rhizome adalah…….. a. bagian tanaman berupa daun dan atau tangkai daun yang dipakai sebagai bahan simplisia. b. sebuah bentuk modifikasi batang tanaman yang biasanya menjalar di dalam tanah dan dapat menghasilkan tanaman baru dari ruasnya c. bagian tanaman berupa bunga yang dipakai sebagai bahan simplisia. d. bagian tanaman berupa buah yang dipakai sebagai bahan simplisia. e. bagian tanaman berupa biji buah yang dipakai sebagai bahan simplisia 4. gambar di samping ini adalah …… dan nama latinnya……. a. Lempuyang gajah dan Zingiberis Zerumbeti Rhizoma (MMI) b. Cassumunar Rhizoma , Bengle c. Zingiberis Littoralis Rhizoma (MMI), Lempuyang pahit d. Zingiberis Aromaticae Rhizoma (MMI), Lempuyang wangi e. Zingiberis Rhizoma (MMI), jahe 5. Pemerian dari gambar di atas adalah …… a. Bau aromatik, rasa pahit b. Bau aromatik, rasa pedas mirip mentol, agak pahit. c. Bau aromatik khas, rasa agak pahit dan agak pedas d. Bau aromatik, rasa pedas e. Bau aromatik, rasa pahit 6. gambar disamping ini adalah ………, nama asal tanamannya adalah…. a. Temulawak, Curcuma xanthorrhiza (Roxb) b. Kencur, Kaempferia galanga (L) c. Jahe, Zingiber officinale (Roscoe) d. Laos, Lengkuas, Galanga Rhizoma; Alpina officinarum (Hance), Alpinia galanga(L), Languas galanga (L) e. Kunyit , kunir; Curcuma domestica (Val) 7. Gambar cyperi rhizome (rimpang teki) adalah a. b. c. d. e. 8. Zat berkhasiat utama/isi dari zingineris Rhizoma/jahe adalah a. Minyak atsiri yang mengandung zerumbon, Sineol, pinen, kariofilen, kamfer b. Minyak atsiri mengandung sineol ; Damar lunak yang pahit, albuminoid c. Minyak atsiri dengan komponen utama Seskuiterpenketon d. Minyak atsiri yang mengandung zerumbon bumolen, limonene e. Pati, damar, oleo resin, gingerin, minyak atsiri yang mengandung zingeron, zingiberol, zingiberin,borneol, kamfer, sineol dan felandren 9. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. Jahe segar yang direndam dalam air mendidih, kemudian dikeringkan cepat- cepat disebut Jahe hitam (Black ginger) 2. Jahe segar yang dicuci secara hati – hati dikupas lapisan gabus dan dicuci berulang – ulang dan dikelantang,. Jika dimaserasi dengan air kapur akan nampak putih karena lapisan kapurnya dan disebut Jahe putih (White ginger). 3. Jahe segar atau yang dikeringkan tanpa pengolahan khusus dan dipakai untuk bumbu masak disebut Jahe hijau (Green ginger) 4. Jahe putih besar, rimpangnya lebih besar dan ruas rimpangnya lebih menggembung.


31 Mana pernyataan datas yang termasuk jenis jahe berdasarkan pengolahan ……. a. 1,2 dan 3 benar d. hanya 4 saja yang benar b. 1 dan 3 benar e. semua jawaban benar c. 2 dan 4 benar 10. Zat berkhasiat utama/isi dan kegunaan dari curcumae domesticate rhizoma dan curcumae rizhoma adalah…… a. Minyak atsiri, zat warna kurkumin, pati, dammar b. Karminativa, antidiare, kolagoga, skabisida c. Minyak atsiri yang mengandung felandren dan tumerol, zat warna kurkumin, pati. Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 8,2 % b/v d. Kolagoga, antispasmodika e. Semua jawaban benar II. Essei 1. Gambarlah lima rhizoma yang sering digunakan untuk memasak! 2. Sebutkan lima rhizoma dengan nama tanaman, zat berkhasiat/isi, pemerian, kegunaan dan waktu panen! 3. Jelaskan tentang rimpang alang-alang! 4. Jelaskan jenis-jenis jahe menurut bentuknya! 5. Sebutkan perbedaan antara kunyit dan temulawak! BAB V


32 R A D I X Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Memahami farmakognosi Mengidentifikasikan sistematika tanaman obat Menjelaskan manfaat dan isi khasiat tanaman obat Tujuan Pembelajaran Mengenal sistematikatanaman obat meliputi pengelompokan tanaman obat berdasarkan :nama lain, nama tanaman asal, dan familia dari simplisia berupa Radix Mengenal manfaat dan isi zat berkhasiat dari kelompok simplisia berupa Radix 1. CATHARANTHI RADIX (MMI) 2. DERRIDIS RADIX ( MMI ) 3. ELEPHANTOPI RADIX (MMI) 4. EURYCOMAE RADIX (MMI) 5. GLYCYRRHIZAE RADIX (MMI) 6. IPECACUANHAE RADIX (MMI) 7. PANACIS RADIX (MMI) 8. RAUWOLFIAE SERPENTINAE RADIX ( FI) 9. RHEI RADIX (MMI) 10. VALERIANA RADIX (MMI) 11. VETIVERIAE RADIX (MMI) Radix (akar) adalah bagian pokok disamping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan cormus 1. CATHARANTHI RADIX ( MMI) Nama lain : Akar Tapak dara Nama tanaman asal : Catharanthus roseus (L), Vinca rosea (L), Lochnera rosea Keluarga : Apocynaceae Zat berkhasiat utama /isi : Alkaloida : ajmalisin, serpentina, tetrahidroalstonin, vindesin, vinkristin, vinblastin Penggunaan : Peluruh kemih (emenagoga), obat diabetes, obat kanker Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit Bagian yang digunakan : Akar Keterangan : Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 2. DERRIDIS RADIX (MMI) Nama lain : Akar tuba Nama tanaman asal : Derris elliptica Keluarga : Papilionaceae (= Fabaceae) Zat berkhasiat utama / isi : Rotenon Penggunaan : Racun panah, racun ikan, skabicid, insektisida Pemerian : Bau aromatik lemah, rasa agak pahit Bagian yang digunakan : Akar dan potongan akar tinggal Keterangan : - Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik 3. ELEPHANTOPI RADIX (MMI)


33 Nama lain : Akar tapak leman Nama tanaman asal : Elephantopus scaber Keluarga : Asteraceae Zat berkhasiat utama / isi : Flavonoid glucosidal Penggunaan : Anti demam 4. EURYCOMAE RADIX (MMI) Nama lain : Akar Pasakbumi Nama tanaaman asal : Eurycoma longifolia (Jack) Keluarga : Simarubaceae Zat berkhasiat utama / isi : Eurikomolakton, amaraloid, eurikomanol Penggunaan : Diuretika, antipiretika dan aprodisiaka Pemerian : Tidak berbau, mula-mula tidak berasa lama- lama agak pahit Bagian yang digunakan : Akar Keterangan : - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 5. GLYCYRRHIZAE RADIX (FI) Nama lain : Akar manis, Liquiritae Radix Nama tanaman asal : Glycyrrhizae glabra varietas typical, Glycyrrhizae glabra, varietas glandulifera dan jenis Glycyrrhizae lainnya Keluarga : Papilionaceae Zat berkhasiat utama / isi : Glysirisin dengan kadar 5-10 %, yaitu garam K dan Ca dari asam glisirizat ( zat ini 50 x lebih manis dari gula tebu), pati, gula, asparagin Persyaratan kadar : Kadar zat yang larut dalam air tidak kurang dari 20 %, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan di udara Penggunaan : Antitusiva. Akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi/pembalut pil Ekstrak untuk pewangi tembakau dan campuran obat batuk Pemerian : Bau khas lemah, rasa manis Bagian yang digunakan : Akar dan batang dibawah tanah Keterangan : - Waktu panen : Akar-akar digali tiap 3 tahun, disisakan secukupnya agar dapat dipungut pada tahun berikutnya - Jenis-jenisnya : Glycyrrhiza glabra varietas typical berasal dari Spanyol Glycyrrhiza glabra varietas glandulifera berasal dari Rusia - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik - Keterangan lain : Yang belum dikupas berwarna coklat kekuningan atau coklat tua, berkeriput memanjang kadang-kadang terdapat tunas kecil dan daun sisik yang tersusun melingkar. 6. IPECACUANHAE RADIX (MMI)


34 Nama lain : Akar Ipeka, akar muntah Nama tanaman asal : Cephaelis ipecacuanha , Cephaelis acuminata, Uragoga ipecacuanha, Psychotria ipecacuanha Keluarga : Rubiaceae Zat berkhasiat utama / isi : Alkaloid emetina, sefaelina, psikotrina, emetina, orthomethil, sikotrina Persyaratan kadar : Kadar emetin 2 ,0 % Penggunaan : Dalam jumlah amat kecil sebagai menambah nafsu makan Dalam jumlah sedang sebagai diaforetika dan ekspektoransia Dalam jumlah besar sebagai emetika Pemerian : Bau lemah , rasa pahit Bagian yang digunakan : Akar / campuran akar / pangkal batang Keterangan : - Sediaan : Opii Pulvis Compositus (FI), Ipecacuanhae Pulvis (FI), Ipecacuanhae tinctur (EFI) - Waktu panen : Dikumpulkan pada bulan Januari, Maret, seluruh tanaman dicabut dan dipisahk an akar – akarnya - Jenis – jenisnya : Ipeka Rio ; diperoleh dari Cephaelis ipecacuanha Potongan – potongan agak bengkok, warna merah bata tua sampai coklat tua, sebelah luar penebalan cincin, rapat dan melingkar sempurna. Ipeka Panama : diperoleh dari Cephaelis acuminate Warna coklat keabuan atau coklat kemerahan, cincin hanya melingkar sampai tengah batang, Ipeca Cartagena: lebih gelap dan tidak banyak buku- bukunya, warna sama dengan Ipeka Panama - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 7. PANACIS RADIX (MMI) Nama lain : Ginseng Nama tanaman asal : Panax schin-seng Keluarga : Araliaceae Zat berkhasiat utama / isi : Glukosida panakuilon, minyak atsiri, damar, panaks, sapoginol Penggunaan : Amara dan stimulansia Pemerian : Bau lemah, rasa manis. Pedas dan agak pahit Bagian yang digunakan : Akar Keterangan : - Sediaan : Serbuk dan Vinum - Waktu panen : Dikumpulkan pada musim gugur dari tanaman yang berumur 5 – 6 tahun - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 8. RAUWOLFIAE SERPENTINAE RADIX (FI)


35 Nama lain : Akar Pulepandak Nama tanaman asal : Rauwolfia serpentine Keluarga : Apocynaceae Zat berkhasiat utama / isi : Alkaloid – alkaloid : aymalin, aymalisina, aymalinina, serpentine, reserpina, Persyaratan kadar : Alkaloid sejenis reserpina, dihitung sebagai reserpina tidak kurang dari 0,15 % Penggunaan : Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit Bagian yang digunakan : Akar dan pangkal batang Keterangan : -Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 9. RHEI RADIX (MMI) Nama lain : Kelembak Nama tanaman asal : Rheum palmatum, Rheum officinale dan species atau hibrida lainnya kecuali Rheum rhaponticum Keluarga : Polygonaceae Zat berkhasiat utama / isi : Antraglukosida yang pada penguraian memberikan emodin, rhein, aloe emodin dan asam krisofanat. Penggunaan : Laksativa Pemerian : Bau khas agak 35erpenti, rasa agak pahit tidak enak dan agak sepat Bagian yang digunakan : Pangkal batang beserta sebagian akar Keterangan : Jenis – jenis : 1. Kelembak Cina : kultur di Propinsi Shensi, Shansi Honan, Tshinghai di Mongolia, dipungut dari tanaman yang berumur 6 – 10 tahun, tiap tahun 2 kali panenan, pada musim semi dan musim gugur, setelah dikupas, diiris-iris melintang/membujur (menghasilkan rounds atau flats), dijemur. 2. Kelembak Shensi : ada garis–garis kecil warna coklat kemerahan dan titik-titik jari empulur dalam parenkim yang putih 3. Kelembak Kanton : lebih ringan dari kelembak Shensi kurang padat, lebih berserat, bau emperumatik. 4. Kelembak Eropa : Hanya dari Hongaria, mutu rendah Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 10. VALERIANA RADIX Nama lain : Akar valerian Nama tanaman asal : Valeriana officinalis Keluarga : Valerianaceae


36 Zat berkhasiat utama/ isi : Minyak atsiri yang mengandung ester borneo (ester dengan format). Alkaloida – alkaloida katinina dan valerianin, zat penyamak. Persyaratan kadar : Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 0,8 % Penggunaan : Sedativa Pemerian : Bau khas, rasa pedas, agak pahit. Bagian yang digunakan : Akar cabang berikut pangkal batang dan batang dibawah tanah Keterangan : - Sediaan : Valerianae tinctura (FI) untuk : Beladon Digitalis Valerianae Tinctura, Brometori Valerianae Potio - Waktu panen : Dikumpulkan pada waktu daun meluruh - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 11. VETIVERIAE RADIX (MMI) Nama lain : Akar wangi, Larasetu Nama tanaman asal : Vetiveria zizanoides (Stapf) Keluarga : Poaceae Zat berkahasiat utama /isi : Minyak atsiri, hars dan zat pahit Kegunaan : Bahan pewangi. (dalam oleum), Diaforetika Pemerian : Bau khas aromatik Bagian yang digunakan : Akar Keterangan : - Sediaan : Oleum Vetiveriae - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik. Evaluasi BAB 5


37 1. Pilihlah jawaban yang benar! 1. gambar disampig ini kelembak nama latin kelembak adalah…….dan mempunyai khasiat untuk….. b. Rhei radix, Laksativa c. Rey radix, Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik d. Rauwolfia serpentine radix, Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik e. Valeriana radix, sedative f. Rouwolfia serpentine radix, Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik 2. Zat berkhasiat utama / isi, Pemerian dan Persyaratan kadar untuk Rauwolfia serpentine radix adalah…. a. Alkaloid – alkaloid : aymalin, aymalisina, aymalinina, serpentine, reserpina b. Alkaloid sejenis reserpina, dihitung sebagai reserpina tidak kurang dari 0,15 % c. Tidak berbau, rasa pahit d. A,b dan c benar e. Bau khas, rasa pedas, agak pahit 3. Jenis – jenis kelembak adalah…… a. Kelembak Cina : kultur di Propinsi Shensi, Shansi Honan, Tshinghai di Mongolia, dipungut dari tanaman yang berumur 6 – 10 tahun, tiap tahun 2 kali panenan, pada musim semi dan musim gugur, setelah dikupas, diiris- iris melintang / membujur (menghasilkan rounds atau flats), dijemur. b. Kelembak Shensi : ada garis–garis kecil warna coklat kemerahan dan titik-titik jari empulur dalam parenkim yang putih c. Kelembak Kanton : lebih ringan dari kelembak Shensi kurang padat, lebih berserat, bau emperumatik d. Kelembak Eropa : Hanya dari Hongaria, mutu rendah e. Semua jawaban benar 4. gambar disamping adalah…….. a. Glycyrrhiza radix, akar manis b. Liquiritae Radix, akar manis c. A dan b benar d. Rhei radix, akar kelembak e. Rauwolfia serpentine radix, akar pulepandak 5. Dari gambr diatas apa zat berkhasiat, kegunaan dan pemeriannya? a. Glysirisin dengan kadar 5-10 %, yaitu garam K dan Ca dari asam glisirizat ( zat ini 50 x lebih manis dari gula tebu), pati, gula, asparagin b. Antitusiva. c. Akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi/pembalut pil dan Ekstrak untuk pewangi tembakau dan campuran obat batuk d. Bau khas lemah, rasa manis e. Semua jawaban benar 6. Jenis dan syarat kadar untuk glycyrrhizae radix adalah….. a. Glycyrrhiza glabra varietas typical berasal dari Spanyol b. Glycyrrhiza glabra varietas glandulifera berasal dari Rusia c. Kadar zat yang larut dalam air tidak kurang dari 20 %, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan di udara d. Kadar zat yang larut dalam air tidak kurang dari 40 %, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan di udara e. A, b dan c benar 7. Perhatikan pernyataan dibawah ini! 1. Ipeka Rio ; diperoleh dari Cephaelis ipecacuanha 3. Ipeca Cartagena 2. Ipeka Panama : diperoleh dari Cephaelis acuminate 4. Ipeca kartanega Manakah pernyataan datas yang termasuk jenis-jenis ipecacuanhae radix adalah a. 1,2, dan 3 benar d. 4 saja yang benar b. 1 dan 3 benar e. semua benar c. 2 dan 4 benar 8. Zat berkhasiat utama /isi dan kegunaan dari akar tapak datra adalah: a. Alkaloida : ajmalisin, serpentine, tetrahidroalstonin, vindesin, vinkristin, vinblastin b. Peluruh kemih (emenagoga), obat diabetes, obat kanker


38 c. Minyak atsiri, hars dan zat pahit d. Bahan pewangi. (dalam oleum), Diaforetika e. A dan b benar 9. gambar disamping ini adalah…………… dengan nama latinya……. a. Gineng, panacis radix d. pasak bumi, eurycomae radix b. Rhei radix, akar kelembak e. Rauwolfia serpentine radix, akar pulepandak c. Glycyrrhiza radix, akar manis 10. radix Zat berkhasiat utama / isi dari Gineng, panacis radix dan pasak bumi, eurycomae radix adalah ….. a. Glukosida panakuilon, minyak atsiri, damar, panaks, sapoginol b. Eurikomolakton, amaraloid, eurikomanol c. Eurikomolakton, Glukosida panakuilon, dammar d. Amaraloid, panaks, sapoginol e. A dan b benar Ujian kompetensi akhir semester 1 I. Pilihlah jawaban yang benar!


39 1. Definisi yang mencakup seluruh ruang lingkup farmakognosi diberikan oleh Fluckiger adalah : a. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang bahan alam. b. berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat. c. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang tumbuhan. d. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat. e. pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang mineral. 2. Pada tahun 1737 Linnaeus, seorang ahli botani Swedia, menulis buku “Genera Plantarum” yang kemudian merupakan …… a. buku pedoman utama dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martuss b. buku pedoman utama dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martin c. buku pedoman sekunder dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss d. buku pedoman utama dari sistematik botani, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss e. buku pedoman utama dari sistematik potologi, sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss 3. Galangae, Lobeliae, xanthorrhiza, Orthosiphon dibaca sebagai….. a. ga-la-nge b. lo-be-li-e c. san-to-ri-za d. Or-to-si-fon e. semua benar 4. y dibaca sebagai …….. a. i jika didahului dan / atau diikuti oleh huruf mati b. ks jika tertera pada tengah / akhir kata c. y jika diapit oleh 2 huruf hidup d. s jika pada permulaan kata e. jawaban a dan c benar 5. Linnaeus, De Candolle, Miller dan Houttuyn. Nama ahli botani ini disengkat sebagai…. a. L b. DC c. Mill d. Houtt e. semua jawaban benar 6. Kormus ( tubuh tanaman ) umumnya dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu……. a. radix (akar), caulis (batang) dan folium (daun) b. flos (bunga), caulis (batang) dan folium (daun) c. 39erpent (rimpang), semen (biji), tubera (umbi) d. radix (akar), semen (biji0 dan folium (daun) e. herba (bagian tanaman lunak di atas tanah), pulpa (daging buah), dan kayu (lignum) 7. Perhatikan pernyataan dibawah ini! 1. Bagi tanaman obat yang dipungut hasilnya dalam bentuk umbi (tuber) umumnya dikehendaki pengolahan-pengolahan tanah cukup dalam (25 – 40 cm), struktur gembur sehingga pertumbuhan umbi atau rimpang dapat berkembang dengan baik. 2. Pembuatan teras – teras apabila tanah terlalu miring,agar erosi dapat diperkecil, misal dalam penanaman Sereh (Cymbopogon nardus ). 3. Penyiangan yang intensif guna menekan populasi gulma disamping dapat mengurangi kesempatan tumbuh tanaman usaha juga dapat mengganggu kebersihan hasil pada saat panen (misal pada tanaman Mentha arvensis) 4. Bibit yang mudah layu, perlu adanya penyesuaian waktu tanamnya sehingga tidak mendapat sinar matahari berlebihan, misalnya penanaman Tempuyung (Sonchus arvensis) hendaknya dilakukan pada sore hari dan diberi naungan sementara. Dari pernyataan di atas yang termasuk hal yang patut diperhatikan dalam pengolahan tanah bagi tanaman obat adalah …… a. 1,2, dan 3 benar d. hanya 4 saja yang benar b. 1 dan 3 benar e. semua jawaban benar c. 2 dan 4 benar 8. Hal-hal yang perlu mendapat pertimbangan pada penanaman tanaman obat adalah….. a. Mengingat pada umumnya penanaman pada lahan kering tanpa irigasi dan cuaca cukup panas maka penanaman dilakukan pada awal musim hujan


40 b. Penanaman dengan jarak atau baris teratur akan lebih baik dipandang dari segi fisiologi tanaman pemeliharaan dan estetika. c. Penanaman secara tunggal (monokultur) terutama bagi tanaman yang tidak tahan cahaya matahari, misalnya Mentol (Mentha piperita). d. Penanaman ganda dapat dilakukan pada tanaman yang memerlukan naungan ataupun untuk pertumbuhannya dapat beradaptasi terhadap sinar matahari tidak langsung, misalnya Kemukus (Piper cubeba) . Tanaman yang dapat saling bertoleransi terhadap persaingan karena dapat memenuhi beberapa tujuan antara lain : memperluas areal tanam (pada satu tempat dan waktu bersamaan ditanam lebih dari satu macam tanaman), menghemat pemeliharaan, memperkecil resiko kegagalan panen. Penggunaan alat penopang bagi tanaman obat yang berbatang merambat dengan sistem tanaman ganda, tiang penopang dapat saja diganti dengan tanaman tegak lalu yang dapat juga menghasilkan dan Populasi tanaman erat hubungannya dengan hasil, antara lain dipengaruhi oleh terjadinya persaingan antara tanaman dan kesuburan tanah. e. Semua jawaban benar 9. Definisi dari Antispasmodika adalah ……. a. Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C b. Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia c. Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam d. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton e. Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) 10. gambar di samping ini adalah …… dan nama latinnya…….. a. Lempuyang gajah dan Zingiberis Zerumbeti Rhizoma (MMI) b. Cassumunar Rhizoma , Bengle c. Zingiberis Littoralis Rhizoma (MMI), Lempuyang pahit d. Zingiberis Aromaticae Rhizoma (MMI), Lempuyang wangi e. Zingiberis Rhizoma (MMI), jahe 11. Kegunaan dari gambar diatas adalah a. Karminativa,menghangatkan badan d. Karminativa, stimulansia b. Karminativa, stomakika e. Karminativa, diaforetika c. Karminativa, stimulansia, diaforetika 12. Rhizome adalah…….. d. bagian tanaman berupa daun dan atau tangkai daun yang dipakai sebagai bahan simplisia. e. sebuah bentuk modifikasi batang tanaman yang biasanya menjalar di dalam tanah dan dapat menghasilkan tanaman baru dari ruasnya f. bagian tanaman berupa bunga yang dipakai sebagai bahan simplisia. g. bagian tanaman berupa buah yang dipakai sebagai bahan simplisia. h. bagian tanaman berupa biji buah yang dipakai sebagai bahan simplisia 13. gambar di samping ini adalah …… dan nama latinnya……. a. Lempuyang gajah dan Zingiberis Zerumbeti Rhizoma (MMI) b. Cassumunar Rhizoma , Bengle c. Zingiberis Littoralis Rhizoma (MMI), Lempuyang pahit d. Zingiberis Aromaticae Rhizoma (MMI), Lempuyang wangi e. Zingiberis Rhizoma (MMI), jahe 14. Pemerian dari gambar di atas adalah …… a. Bau aromatik, rasa pahit b. Bau aromatik, rasa pedas mirip mentol, agak pahit. c. Bau aromatik khas, rasa agak pahit dan agak pedas d. Bau aromatik, rasa pedas e. Bauaromatik, rasa pahit 15. gambar disamping ini adalah ………, nama asal tanamannya adalah…. a. Temulawak, Curcuma xanthorrhiza (Roxb) b. Kencur, Kaempferia 40erpenti (L) c. Jahe, Zingiber officinale (Roscoe) d. Laos, Lengkuas, Galanga Rhizoma; Alpina officinarum (Hance), Alpinia galanga(L), Languas galangga (L) e. Kunyit , kunir; Curcuma domestica (Val) 15. Gambar cyperi rhizome (rimpang teki) adalah


41 a. b. c. d. e. 16. gambar disampig ini kelembak nama latin kelembak adalah…….dan mempunyai khasiat untuk….. a. Rhei radix, Laksativa b. Rey radix, Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik c. Rauwolfia serpentine radix, Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik d. Valeriana radix, sedative e. Rouwolfia serpentine radix, Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik 17. gambar disampig ini kelembak nama latin kelembak adalah…….dan mempunyai khasiat untuk…. a. Rhei radix, Laksativa b. Rey radix, Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik c. Rauwolfia serpentine radix, Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik d. Valeriana radix, sedative e. Rouwolfia serpentine radix, Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik 18. Zat berkhasiat utama / isi, Pemerian dan Persyaratan kadar untuk Rauwolfia serpentine radix adalah…. a. Alkaloid – alkaloid : aymalin, aymalisina, aymalinina, serpentine, reserpina b. Alkaloid sejenis reserpina, dihitung sebagai reserpina tidak kurang dari 0,15 % c. Tidak berbau, rasa pahit d. A,b dan c benar e. Bau khas, rasa pedas, agak pahit 19. gambar disamping adalah…….. a. Glycyrrhiza radix, akar manis b. Liquiritae Radix, akar manis c. A dan b benar d. Rhei radix, akar kelembak e. Rauwolfia serpentine radix, akar pulepandak 20. gambar disamping ini adalah…………… dengan nama latinya……. a. Gineng, panacis radix d. pasak bumi, eurycomae radix b. Rhei radix, akar kelembak e. Rauwolfia serpentine radix, akar pulepandak c. Glycyrrhiza radix, akar manis II. Essay 1. nama latin : Nama lain : ………………………………… Nama tanaman asal : …………………………………. Keluarga : ………………….. Zat berkahasiat utama /isi : ………………………………… Kegunaan : ………………………………… Pemerian : ………………………………… 2. Jelaskan tentang rimpang alang-alang! 3. Jelaskan jenis-jenis jahe menurut bentuknya! 4. Sebutkan perbedaan antara kunyit dan temulawak! 5. Jelaskan tentang Pemalsuan Dan Penurunan Mutu Simplisia! BAB VI C O R T E X


42 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Memahami farmakognosi Mengidentifikasikan sistematika tanaman obat Menjelaskan manfaat dan isi khasiat tanaman obat Tujuan Pembelajaran Mengenal sistematikatanaman obat meliputi pengelompokan tanaman obat berdasarkan :nama lain, nama tanaman asal, dan familia dari simplisia berupa Cortex Mengenal manfaat dan isi zat berkhasiat dari kelompok simplisia berupa Cortex Cortex (kulit) adalah bagian batang atau buah atau buah yang dapat dikelupas 1. ALSTONIAE CORTEX (MMI) 2. ALYXIAE CORTEX (MMI) 3. BURMANI CORTEX (MMI) 4. CINCHONAE CORTEX (FI) 5. CINNAMOMI CORTEX (FI) 6. GRANATI CORTEX (MMI) 7. GRANATI PERCARPIUM (MMI) / GRANATI FRUCTUS CORTEX 8. LITSEAE CORTEX (MMI) 9. PARAMERIAE CORTEX (MMI) 10. SYMPLOCI CORTEX (MMI) 11. SYZYGII JAMBOLANI CORTEX (MMI) 1. ALSTONIAE CORTEX (MMI) Nama lain : Kulit Pule Nama tanaman asal : Alstonia scholaris (L) R.Br Keluarga : Apocynaceae Zat berkhasiat utama / isi : Alkaloida-alkaloida ditamina, ekitamina, ekhitenina, akhitamidina, alstonina Penggunaan : Antipiretika, antimalaria, stomakika, antidiabetika, antelmintika Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit, yang tidak mudah hilang Bagian yang digunakan : Kulit batang dan kulit cabang Keterangan : -Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 2. ALYXIAE CORTEX (MMI) Nama lain : Pulasari Nama tanam asal : Alyxia reinwardtii (BL), juga disebut Alyxia stellata (Roomset Schult) Keluarga : Apocynaceae Zat berkhasiat utama / isi : Alkaloida zat pahit, kumarin, zat penyamak, minyak atsiri, asam organik Penggunaan : Bahan pewangi, (campuran boreh), karminativa, antidemam Pemerian : Bau dan rasa mirip kumarin, agak pahit Bagian yang digunakan : Kulit batang dan kulit cabang


43 Keterangan : -Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 3. BURMANI CORTEX ( MMI) Nama lain : Kulit manis jangan, Kulit kayu manis padang, Keningar Nama tanaman asal : Cinnamomum Burmani (Blume) Keluarga : Lauraceae Zat berkhasiat utama / isi : Minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid, sinamil asetat, borneol, simen. Zat penyamak, damar, bornil asetat Penggunaan : Diaforetika, karminativa, anti iritansia, bahan pewangi, bumbu masak Pemerian : Bau khas, rasa manis Bagian yang digunakan : Kulit batang Keterangan : - Waktu panen : Panen pada umur 8 tahun, semakin tua umur tanaman, kulit relatif lebih tebal dan volume kulit pohon bertambah pula, sehingga kualitas dan kuantitas produksi akan lebih baik. - Cara panen : 1. Pohon ditebang sekaligus, tunggul tebangan diter bagian atasnya. 2. Cara ditumbuk, yakni 2 bulan sebelum ditebang 5 cm dari leher akar, seluruh kulit batang dikupas setinggi 80 - 100 cm. Setelah 2 bulan baru ditebang maksudnya agar pengulitan mudah dilakukan dan diharapkan tumbuh tunas baru yang lebih sempurna pada permukaan tanah 3. Pohon dipukul-pukul dengan benda tajam 2 bulan sebelum ditebang, dengan maksud untuk mendapat kulit yang tebal pada waktu pemotongan, sebab pada bekas - bekas pukulan akan menghasilkan pembengkakan kulit. 4. Sistem Vietnam (sistem panen tanpa tebang), yaitu memotong sebagian kulit batang secara berselangseling dengan ukuran panjang 30 cm, lebar 10 cm. Setelah kulit batang bertaut kembali sehabis panen pertama, lalu dilakukan panen kedua dan seterusnya. - Jenis – jenis : Dalam perdagangan dikenal sebagai Cassia vera. Ada 2 varietas : 1. Berdaun muda, berwarna merah pekat, banyak ditanam di Sumatera Barat dan Kerinci 2. Berdaun hijau ungu. - Perbedaan : Kayu manis pucuk merah mempunyai kualitas lebih baik, tetapi produksinya lebih rendah dari pada yang berpucuk hijau. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 4. CINCHONAE CORTEX (FI)


44 Nama lain : Kulit kina, Peruvian bark, Jesuit bark Nama tanaman asal : Cinchona succirubra Keluarga : Rubiaceae Zat berkhasiat utama / isi : Alkaloida kinina, sinkonina, sinkodina, kina tanat, kinidin, asam tanat, asam kina, damar, malam Persyaratan kadar : Kadar kinin tidak kurang dari 8,0 % Penggunaan : Antipiretika, antimalaria, amara. Pemerian : Bau khas terutama dari kulit dahan, pada penyimpanan lama bau menghilang, rasa pahit dan kelat. Bagian yang digunakan : Kulit batang , kulit dahan, kulit akar Keterangan : - Sediaan : Cinchonae extractum - Perbedaan : - Cinchona succirubra berisi 9 % alkaloida. - Cinchona ledgeriana berisi 6 - 10 % alkaloida. - Cinchona calisaya berisi 6 - 8 % alkaloida - Untuk memperoleh banyak kulit ditanam Cinchona succirubra - Untuk mendapat banyak alkaloida ditanam Cinchona ledgeriana . - Untuk cepat-cepat mendapat banyak alkaloida ditanam Cinchona ledgeriana diatas Cinchona succirubra secara okulasi. - Cara panen : 1. Dicabut (cara Indonesia) pohon-pohon yang jaraknya 60 cm – 100 cm satu sama lain, dicabut seluruhnya dan diambil kulit batang dan kulit akarnya, setelah 6-7 tahun, pada daerah tadi dilakukan pencabutan lagi. 2. Dipangkas : pohon-pohon yang berumur 7 tahun dipangkas batangnya beberapa cm di atas tanah, dari pangkal batang nanti tumbuh sejumlah cabang baru yang nanti juga dipungut. 3. Dikikis : Kulit batang dikikis tanpa mengenai kulit kayunya 4. Menurut penelitian ternyata kulit kina yang banyak terkena sinar matahari alkaloidnya lebih rendah dari kulit kina yang ditempat teduh. Jika kulit kina tersebut ditutupi dengan lumut, maka kadar alkaloidnya akan naik luar biasa. Setelah kulit kina ini di panen, bekasnya ditutupi lumut kembali, maka timbul kulit kulit kina baru yang juga tinggi kadar alkaloidnya. Pengambilan kulit dilakukan sedikit demi sedikit sampai seluruh kulit lama terambil. -Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


45 5. CINNAMOMI CORTEX (FI) Nama lain : Kulit Kayumanis, Ceylon Cinnamon Nama tanaman asal : Cinnamomum zeylanicum (BI) Keluarga : Lauraceae Zat berkhasiat utama / isi : Minyak atsiri yang mengandung egenol sinamilaldehida, zat penyamak, pati, lendir Penggunaan : Karminativa, menghangatkan lambung, dicampur dengan adstringensia lainnya untuk obat mencret Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas dan manis. Bagian yang digunakan : Kulit bagian dalam yang diperoleh dari anak batang yang telah dipangkas. Keterangan : - Cara panen Tanaman yang berumur 2-3 tahun dipotong beberapa cm diatas tanah. Tunas-tunas baru dipilih 5-6 buah dan dibiarkan tumbuh untuk dipotong lagi setelah mencapai tinggi 2-3 meter. Panen dilakukan pada musim hujan, batang-batang dikulit arah memanjang menjadi 2 bagian atau lebih. Diberkas dan didiamkan beberapa lama supaya terjadi fermentasi yang nanti mempermudah pengikisan epidermis dan jaringan hijau dibawah epidermis. -Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 6. GRANATI CORTEX (MMI) Nama lain : Kulit batang delima Nama tanaman asal : Punica granatum (L) Keluarga : Punicaceae Zat berkhasiat utama / isi : Alkaloida, gula, tanin Penggunaan : Pengelat (astringensia) Pemerian : Bau lemah, rasa agak kelat Bagian yang digunakan : Kulit batang Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 7. GRANATI PERCARPIUM / GRANATI FRUCTUS CORTEX (MMI) Nama lain : Kulit buah delima, Granati Fructus cortex Nama tanaman asal : Punica granatum (L) Keluarga : Punicaceae


46 Zat berkhasiat utama / isi : Tanin sampai lebih kurang 20 % alkaloida yang terdiri dari peletrina, metilpeletrina, psudopeletrina, metil isopeletrina, isopeletrina Penggunaan : Pengelat usus (astringensia), obat cacing Pemerian : Tidak berbau, rasa sangat sepat, lama-lama menimbulkan rasa tebal di lidah. Bagian yang digunakan : Kulit buah yang masak Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 8. LITSEAE CORTEX (MMI) Nama lain : Kulit krangean., Krangean Nama tanaman asal : Litsea cubeba (Lour) Pers Keluarga : Lauraceae Zat berkhasiat utama / isi : Minyak atsiri mengandung sitral, limonen, sapinen, metilheptanon, sitronelal. Tanin galat, allagat. Penggunaan : Karminativa, spasmolitika, stomakika Pemerian : Bau khas aromatik, rasa agak pedas., dan agak pahit. Bagian yang digunakan : Kulit batang Keterangan : -Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 9. PARAMERIAE CORTEX (MMI) Nama lain : Kulit Kayu rapat, Pegatsih Nama tanaman asal : Parameria laevigata (Juss) Moldenke , Parameria barbata Keluarga : Apocynaceae Zat berkhasiat utama / isi : Tanin Penggunaan : Pengelat (astringensia) Pemerian : Bau lemah, rasa agak kelat dan agak pahit. Bagian yang digunakan : Kulit batang dan kulit cabang. Keterangan : -Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik 10. SYMPLOCI CORTEX (MMI) Nama lain : Kulit sariawan Nama tanaman asal : Symplocos odoratissima (BL, choisy) Keluarga : Symplocaceae Zat berkhasiat utama / isi : Glucosida, symplokosin, metil salisilat, aluminium sulfat Penggunaan : Antisariawan Pemerian : Bau agak wangi, tidak berasa Bagian yang digunakan : Kulit dahan Keterangan : -Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


47 11. SYZYGII JAMBOLANI CORTEX (MMI) Nama lain : Kulit jamblang Nama tanaman asal : Syzygium jambolanum (L) Skeels yang disebut pula Eugenia cumini Keluarga : Myrtaceae Zat berkhasiat utama / isi : Zat penyamak, asam galat, jambulol, jambolisin. Penggunaan : Astringensia, obat kencing manis Pemerian : Bau lemah, rasa pahit dan kelat Bagian yang digunakan : Kulit dahan Keterangan : -Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik Evaluasi Bab 6 1. gambar disamping ini Kulit Kayu rapat, Pegatsih, apa nama latin, kegunaan, zat barkhasiat utama/isi dan pemeriannya? a. Parameriae Cortex, Tanin, Pengelat (astringensia), dan Bau lemah, rasa agak kelat dan agak pahit b. Parameriae Cortex, Zat penyamak, Antisariawan, dan Bau lemah, rasa pahit dan kelat c. Parameriae Cortex, asam galat, obat kencing manis, dan Bau khas, rasa pahit dan kelat d. Parameriae Cortex, jambulol, obat cacing, dan Bau khas, rasa manis e. Parameriae Cortex, jambolisin, karminativa, dan Bau khas aromatik, rasa agak pedas., dan agak pahit. 2. Gambar disamping ini adalah Kulit batang delima dan nama latinnya…….. a. Litseae Cortex d. Cinnamomi Cortex b. Granati Percarpium / Granati Fructus Cortex e. Alyxiae Cortex c. Granati Cortex 3. Nama tanaman asal, keluarga, zat berkhasiat utama/isi dan kegunaan dari Alstoniae Cortex adalah…… a. Alstonia scholaris (L) R.Br b. Apocynaceae c. Alkaloida-alkaloida ditamina, ekitamina, ekhitenina, akhitamidina, alstonina d. Antipiretika, antimalaria, stomakika, antidiabetika, antelmintika e. Semua jawaban benar 4. Zat berkhasiat utama/isi dari Burmani Cortex adalah….. a. Minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid, sinamil asetat, borneol, simen. Zat penyamak, damar, bornil asetat b. Alkaloida kinina, sinkonina, sinkodina, kina tanat, kinidin, asam tanat, asam kina, damar, malam c. Minyak atsiri mengandung sitral, limonen, sapinen, metilheptanon, sitronelal. Tanin galat, allagat d. Glucosida, symplokosin, metil salisilat, aluminium sulfat e. Zat penyamak, asam galat, jambulol, jambolisin 5. Nama tanaman asal dan pemerian Syzygii Jambolani Cortex adalah…..


48 a. Syzygium jambolanum (L) Skeels yang disebut pula Eugenia cumini b. Bau lemah, rasa pahit dan kelat c. Symplocos odoratissima (BL, choisy) d. A dan b benar e. Bau agak wangi, tidak berasa 6. Nama tanaman asal dan keluarga dari parameriae cortex adalah…. a. Parameria laevigata (Juss) Moldenke , Parameria barbata b. Myrtaceae c. Apocynaceae d. Punica granatum (L) e. A dan c benar 7. Perbedaan Cinchona succirubra, Cinchona ledgeriana adalah a. Cinchona succirubra berisi 9 % alkaloida sedangkan Cinchona ledgeriana berisi 6 - 10 % alkaloida dan Cinchona calisaya berisi 6 - 8 % alkaloida. b. Untuk memperoleh banyak kulit ditanam Cinchona succirubra c. Untuk mendapat banyak alkaloida ditanam Cinchona ledgeriana d. Untuk cepat-cepat mendapat banyak alkaloida ditanam Cinchona ledgeriana di atas Cinchona succirubra secara okulasi e. Semua jawaban benar 8. Perhatikan pernyataan berikut ini 1. Berdaun muda, berwarna merah pekat, banyak ditanam di Sumatera Barat dan Kerinci 2. Berdaun muda, berwarna hijau pekat, banyak ditanam di Sumatera Barat dan Kerinci 3. Berdaun hijau ungu 4. Berdaun hijau merah mana yang termasuk Dalam perdagangan dikenal sebagai Cassia vera. Ada 2 varietas adalah….. a. 1,2,dan 3 benar d. hanya 4 saja yang benar b. 1 dan 3 benar e. semua jawaban benar c. 2 dan 4 benar 9. Perbedaan antara Kayu manis pucuk merah dengan pucuk hijau adalah……. a. Kayu manis pucuk merah mempunyai kualitas cukup baik, tetapi produksinya lebih rendah dari pada yang berpucuk hijau b. Kayu manis pucuk merah mempunyai kualitas lebih baik, tetapi produksinya lebih rendah dari pada yang berpucuk hijau c. Kayu manis pucuk hijau mempunyai kualitas lebih baik, tetapi produksinya lebih rendah dari pada yang berpucuk merah d. Kayu manis pucuk hijau mempunyai kualitas lebih baik, tetapi produksinya lebih tinggi dari pada yang berpucuk merah e. Kayu manis pucuk merah mempunyai kualitas sangat baik, tetapi produksinya lebih rendah dari pada yang berpucuk hijau 10. Zat berkhasiat utama / isi dan kegunaan Percarpium / Granati Fructus Cortex adalah ……. a. Zat penyamak, asam galat, jambulol, jambolisin, Astringensia, obat kencing manis b. Tanin sampai lebih kurang 20 % alkaloida yang terdiri dari peletrina, metilpeletrina, psudopeletrina, metil isopeletrina, isopeletrina dan Pengelat usus (astringensia), obat cacing c. Alkaloida, gula, tannin dan Pengelat usus (astringensia), obat cacing d. Pengelat (astringensia), tannin e. Minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid, sinamil asetat, borneol, simen. Zat penyamak, damar, bornil asetat, Anti diabetic, II. essay 1. Apa definisi dari cortex? 2. Sebutkan zat berkhasiat dan kegunaan dari cinchonae cortex! 3. Sebutkan nama tanaman asal dan keluarga dari Kulit manis jangan, Kulit kayu manis padang, Keningar! 4. Sebutkan simlisiayang berkhasiat untuk obat cacing! 5. Sebutkan simplisia yang berkhasiat sebagai antidiabetes!


49 BAB VII BULBUS, CORMUS, LIGNUM, CAULIS, TEBER DAN THALLUS Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Memahami farmakognosi Mengidentifikasikan sistematika tanaman obat Menjelaskan manfaat dan isi khasiat tanaman obat Tujuan Pembelajaran Mengenal sistematikatanaman obat meliputi pengelompokan tanaman obat berdasarkan :nama lain, nama tanaman asal, dan familia dari simplisia berupa bulbus, cormus, lignum, caulis, tuber dan thallus Mengenal manfaat dan isi zat berkhasiat dari kelompok simplisia berupa bulbus, cormus, lignum, caulis, tuber dan thallus 1. ALII SATIVI BULBUS (MMI) 2. COLCHICI CORMUS (MMI) 3. MERREMIAE TUBER (MMI) 4. SANTALI LIGNUM (MMI) 5. SAPPAN LIGNUM. (MMI) 6. TINOSPORAE CAULIS (MMI) Bulbus; onion, umbi lapis adalah batang yang diselimuti dengan daun bernutrisi yang biasanya hs\nya sdikit mengandung klorofil. Cormus (Umbi batang) adalah Umbi batang yang membengkak dan memadat serta mengandung cadangan makanan.Pada dasar cormus terdapat lubang tempat tumbuhnya akar, sedangkan dibagian atas (ujungnya) terdapat tunas atau mata. Lignum adalah bagian kayu dan batang Guajucum officinalne L. Suku Zygohyllaceae. Jaringan dari akar maupun batang yang berada di sebelah dalam 49ntispa. Kayu diambil dari batang atau cabang, kelupas kuliltnya dan potong-potong kecil. Caulis Batang merupakan bagian tubuhtumbuhan yang amat penting dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan. Subang (Cormus) yaitu batang pendek yang tebal dan membengkak yang berada didalam tanah. Ruas dan buku masih jelas terlihat. Umbi batang (tallus) ,yaitu batang dibawah permukaan tanah yang juga menebal,namun tidak berdaun sisik,permukaan seringkali tampak licin,buku-buku batang dan ruas-ruasnya tidak jelas.karena tidak adanya sisa daun,seringkali dinamakan umbi telanjang (tuber nodus). Umbi akar (tuberous root) merupakan umbi yang terbentuk dari modifikasi akar. 1. ALII SATIVI BULBUS (MMI) Nama lain : Bawang Putih Nama tanaman asal : Allium sativum Keluarga : Liliaceae Zat berkhasiat utama / isi : Minyak atsiri yang mengandung; dialildisulfida 60 %, alilpropil disulfida 6 %, alliin. Penggunaan : Antikolesterol Pemerian : Bau khas, rasa agak pedas Bagian yang digunakan : Umbi lapis Keterangan : - Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


Click to View FlipBook Version