The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by febrisilvia630, 2022-11-21 21:26:08

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Modul EPE OK 1

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Uraian Materi

Pengertian Busana

Istilah busana berasal dari bahasa sansakerta yaitu
“bhusana” dan istilah yang popular dalam bahasa Indonesia
yaitu “busana” yang dapat diartikan “pakaian”. Namun
pengertian busana dan pakaian terdapat sedikit perbedaan,
dimana busana mempunyai konotasi “pakaian yang bagus dan
indah” yaitu pakaian yang serasi, harmonis, selaras, enak
dipandang, nyaman melihatnya, cocok dengan pemakai serta
sesuai dengan kesempatan. Sedangkan pakaian adalah bagian
dari busana itu sendiri. (Arifah A.Riyanto. 2003 : 1).

Pengertian busana dalam arti luas adalah segala sesuatu
yang dipakai mulai dari kepala sampai dengan ujung kaki yang
memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi si
pemakai. (Ernawati. 2008 : 24). Busana dalam arti umum adalah
bahan tekstil atau bahan lainnya yang sudah dijahit atau tidak
dijahit yang dipakai atau disampirkan untuk penutup tubuh
seseorang. (Arifah A.Riyanto. 2003 : 1).

Dalam arti sempit busana dapat diartikan bahan tekstil yang
disampirkan atau dijahit terlebih dahulu dipakai untuk penutup
tubuh seseorang yang langsung menutup kulit ataupun yang
tidak langsung menutup kulit seperti sarung atau kain dan
kebaya, rok, blus, bebe, dll. (Arifah A.Riyanto. 2003 : 2)

87 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Pembagian Busana

Busana mutlak yaitu busana yang tergolong busana pokok seperti baju, rok,
kebaya, blus, bebe dan lain-lain, termasuk pakaian dalam seperti singlet, bra,
celana dalam dan lain sebagainya.
Milineris yaitu pelengkap busana yang sifatnya melengkapi busana mutlak serta
mempunyai nilai guna disamping juga untuk keindahan seperti sepatu, tas, topi,
kaos kaki, kaca mata, selendang, scraf, shawl, jam tangan dan lain - lain.
Aksesoris yaitu pelengkap busana yang sifatnya hanya untuk menambah
keindahan si pemakai seperti cincin, kalung, leontin, bross dan lain sebagainya.

Dari uraian diatas jelaslah bahwa busana tidak hanya
terbatas pada pakaian seperti rok, blus, atau celana saja, tetapi
merupakan kesatuan dari keseluruhan yang kita pakai mulai
dari kepala sampai ke ujung kaki, baik yang sifatnya pokok
maupun sebagai pelengkap yang bernilai guna atau untuk
perhiasan.

Fungsi Busana

Pada awalnya busana berfungsi hanya untuk melindungi
tubuh baik dari sinar matahari, cuaca ataupun dari gigitan
serangga. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi maka hal tersebut juga mempengaruhi fungsi dari
busana itu sendiri.

88 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Ditinjau dari aspek biologis, fungsi busana adalah:

Untuk melindungi tubuh dari Untuk menutupi atau
cuaca, sinar matahari, debu serta menyamarkan kekurangan si
gangguan binatang, dan melindungi pemakai. Manusia tidak ada yang
tubuh dari benda - benda lain yang sempurna, setiap manusia memiliki
kelebihan dan kekurangan. Untuk
membahayakan kulit.
menutupi kekurangan dan
menonjolkan kelebihannya juga
dapat dilakukan dengan memakai

busana yang tepat.

Ditinjau dari aspek psikologis:

Dapat menambah keyakinan dan Dapat memberi rasa nyaman
rasa percaya diri. Dengan

busana yang serasi memberikan
keyakinan atau rasa percaya diri

yang tinggi bagi sipemakai,
sehingga menimbulkan sikap
dan tingkah laku yang wajar.

Ditinjau dari aspek sosial:

Untuk menutupi aurat Untuk menggambarkan
atau memenuhi syarat adat atau budaya suatu

kesusilaan. daerah.

Untuk media informasi Media komunikasi non
bagi suatu instansi atau verbal.

lembaga

89 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Pengelompokan Busana

Dalam berbusana kita perlu memperhatikan norma - norma
yang berlaku dalam masyarakat, seperti norma agama, norma
susila, norma sopan santun dan sebagainya, dan juga
memahami tentang kondisi lingkungan, budaya dan waktu
pemakaian. Dengan demikian baik jenis, model, warna atau
corak busana perlu disesuaikan dengan hal tersebut di atas.

 Busana dalam
Busana dalam dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu

busana yang langsung menutupi kulit dan busana yang tidak
langsung menutupi kulit.

Busana yang langsung menutupi kulit

• Seperti BH/Kutang, celana dalam, singlet, rok dalam, bebe dalam, corset,
long torso. Busana ini berfungsi untuk melindungi bagian - bagian tubuh
tertentu, dan membantu membentuk/memperindah bentuk tubuh serta
dapat mengurangi kekurangan-kekurangan tubuh, dan juga menjadi
fundamen pakaian luar. Jenis busana ini tidak cocok dipakai ke luar
kamar atau ke luar rumah tanpa baju luar.

Busana yang tidak langsung menutupi kulit

• Yang termasuk kelompok ini adalah busana rumah, seperti : daster,
house coat, house dress, dan busana kerja di dapur seperti celemek dan
kerpusnya. Busana kerja perawat dan dokter, seperti celemek perawat
dan snal jas dokter. Busana tidur wanita, seperti babydoll, nahyapon dan
busana tidur pria, antara lain, piyama dan jas kamar. Jenis pakaian
tersebut di atas tidak etis jika dipakai ketika menerima tamu.

90 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

 Busana Luar
Busana luar ialah busana yang dipakai diatas busana dalam.

Pemakaian busana luar disesuaikan pula dengan
kesempatannya, antara lain busana untuk kesempatan sekolah,
busana untuk bekerja/kuliah, busana untuk ke pesta, busana
untuk olahraga, busana untuk santai dan lain sebagainya.

Busana pada Berbagai Kesempatan

 Busana untuk kesempatan di rumah
Seseorang di rumah dapat melakukan berbagai kegiatan,

antara lain kerja, menerima tamu, santai. Pada prinsipnya
busana untuk kesempatan di rumah yaitu model sederhana,
praktis, dengan menggunakan bahan tekstil yang mudah
perawatannya, dan tidak berbahaya bagi si pemakai ketika
melakukan kegiatan.

Contoh ketika kerja dekat api, misalnya memasak hendanya
tidak mempergunakan bahan tekstil dari sintetis, karena kalau
terbakar akan meleleh dan menempel di kulit sehingga kulit
akan rusak.

Berbusana dalam kegiatan dirumah tetap harus yang sopan,
sesuai etika berbusana, seperti ketika menerima tamu
hendaknya tidak menggunakan busana untuk tidur. Juga tidak
selayaknya mempergunakan busana yang mewah dengan model
yang tidak praktis sehingga mengganggu kegiatan yang
dilakukan.

91 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Sumber: http://mysweetchocololi.blogspot.com

Gambar 16. Busana kesempatan di rumah

 Busana untuk kesempatan kerja/kuliah/sekolah
Bekerja bukan kegiatan santai, tetapi akan melakukan

pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Secara garis besar pekerjaan itu dapat dikelompokkan pada
pekerjaan yang banyak memerlukan pikiran atau otak.
Persyaratan umum busana untuk kesempatan kerja, yaitu
pilihlah model yang praktis, formal, warna atau motif tidal
mencolok dengan model yang sportif dan sopan untuk kerja,
seperti rok tidak mini, bllus lengan pendek atau panjang, blus
dengan leher tidak terbuka, bebe, blus dan rok tidak ketat,
sedangkan untuk pria, kemeja yang dipakai dimasukkan pada
celana panjang, atau memakai safari. Bahan dipilih sesuai
kondisi iklim/cuaca.

Berbusana untuk pergi sekolah atau kuliah perlu
memperhatikan tata krama atau tatacara berbusana yang sopan
yang sesuai dengan aturan-aturan berbusana yang ada di
sekolah/di kampus. Warna seyogianya dipilih warna-warna yang
tenang, tidak mencolok, seperti biru, hijau, merah tua, merah

92 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

hati, merah bata, jingga. Pemilihan corak juga pilihlah yang tidak
ramai, seperti corak yang tenang yang apabila dilihat tidak
membuat orang menjadi pusing, dapat dipilih corak flora, fauna,
geometri, abstrak. Untuk pemilihan tekstur dapat dipilih yang
kasar, halus, tidak berkilau atau warna emas dan perak, tak
berbulu.

Sumber: www.grid.id

Gambar 17. Busana kesempatan kerja/kuliah
 Busana untuk kesempatan pesta

Berbicara etika pada busana pesta, perlu melihat dulu
apakah pesta siang, sore atau malam. Untuk kesempatan pesta
siang dapat dipilih model yang berpita, pakai strook/frilled,
renda, leher tidak terbuka lebar. Untuk pemilihan warna,
pilihlah warna cerah tetapi tidak mencolok dan gemerlap, tekstur
tidak mengkilap.

Demikian pula untuk aksesoris, sepatu dan tas tidak yang
gemerlapan (warna emas atau perak). Untuk memilih busana
pesta sore dapat dipilih model leher yang agak terbuka, model
berpita, strook/filled, renda, draperi. Warna bahan atau corak
dapat dipilih yang terang sampai mencolok atau gelap dengan

93 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

hiasan yang agak menonjol, serta bahan yang lebih baik dari
untuk pesta siang, sedangkan pemakaian milineris dan aksesoris
sama dengan untuk pesta siang.

Pemilihan model untuk busana pesta malam lebih bebas
daripada untuk siang hari, hampir setiap jenis model yang dapat
dipilih seperti rok, blus, bebe, tunik dan celana longgar ataupun
busana muslimah, bebe atau rok dan blus dengan stola, bebe
dengan blazer, dan sebagainya.

Sumber: www.pinhome.id
Gambar 18. Busana kesempatan pesta
 Busana untuk kesempatan bepergian
Jenis model yang dapat dipergunakan untuk kegiatan
bepergian bagi wanita yaitu rok, blus, bebe, celana panjang,
celana rok, topper, sedangkan untuk pria yaitu sporthem,
kemeja, celana panjang atau pendek. Penerapan etika disini
perlu dilihat lagi untuk kesempatan bepergian kemana, karena
mempunyai aturan yang berbeda pula.

94 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Sumber: idntimes.com

Gambar 19. Busana kesempatan bepergian
 Busana untuk kesempatan olahraga

Olahraga jenisnya berbagai macam, maka busana yang
dipergunakan disesuaikan dengan jenis olahraga yang
dilakukan, seperti olahraga senam, renang, jalan santai, tenis,
bulu tangkis, sepak bola, golf, bola voli, basket, polo air. Dengan
demikian model disesuaikan dengan olahraga tersebut, bahan
pada umumnya yang menyerap keringat agar pemakai akan
merasa nyaman.

Sumber: lazada.co.id
Gambar 20. Busana kesempatan olahraga

95 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

 Busana untuk kesempatan berduka
Kesempatan berduka yaitu berduka kepada orang yang sakit

atau yang wafat. Suasana itu biasanya dalam keadaan sedih,
prihatin, maka busana yang dipergunakan hendaknya dipilih
dengan warna warna yang redup atau gelap, seperti abu-abu,
biru tua, coklat, hitam, hijau tua, putih, krem dengan
corak/motif yang lembut yang mengandung warna-warna yang
gelap, redup, tanpa berkilauan. Model hendaknya dipilih yang
sederhana dan praktis, tidak mempergunakan renda-renda yang
terlalu banyak, bordir yang sederhana, dan kain yang tidak
mengkilap atau berkilauan.

Sumber: ayojalanterus.com
Gambar 21. Busana kesempatan berduka
 Busana untuk menghadiri acara keagamaan
Menghadiri acara keagamaan pada prinsipnya harus
menyesuaikan dengan kebiasaan dan aturan kesepakatan dari
agama masing-masing, yang pada prinsipnya berbusana sesuai
etika agama pada umumnya yaitu berbusana yang sopan yang
nanti dikaitkan dengan etika agama yang bersangkutan. Apabila
kita menghadiri acara keagamaan seperti pengajian, maka
berbusanalah yang selaras dengan acara tersebut yaitu untuk

96 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

perempuan berjilbab atau berkerudung, untuk laki-laki
bercelana panjang dengan kemeja atau baju koko dan dapat
dilengkapi dengan kopiah.

Sumber: sahabatnesia.com
Gambar 22. Busana menghadiri acara keagamaan

Etika Berbusana

 Pengertian Etika Berbusana
Etika berbusana yaitu suatu ilmu yang memikirkan

bagaimana seseorang dapat mengambil sikap dalam berbusana
tentang model, warna, corak (motif) mana yang tepat baik sesuai
dengan kesempatan, kondisi dan waktu serta norma-norma yang
berlaku dalam masyarakat.

97 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

 Keserasian Berbusana
Berbusana yang serasi tidak dapat lepas dari estetika

berbusana, karena akan berkaitan dengan pemilihan warna,
corak, model yang dipilih untuk seseorang atau dirinya. Agar
kelihatan serasi, seseorang perlu menyadari tentang kondisi
badannya, apakah ia termasuk orang yang langsing, gemuk,
atau kurus. Juga menyadari berada dalam usia berapa, dan
bagaimana warna kulitnya. Selain itu, harus diingat bahwa
seseorang mempunyai keunikan tertentu yang berbeda antara
orang yang satu dengan yang lainnya. Hal itu perlu disadari agar
tidak terlanda mode yang sebenarnya tidak sesuai untuk
diikutinya. Berbusana serasi harus sesuai dengan: tujuan,
bentuk tubuh, usia, warna kulit, iklim, waktu, dan kesempatan.

Tujuan Berbusana
• Tujuan berbusana yaitu untuk melindungi badan agar tetap sehat,
menutup aurat atau memenuhi kesopansantunan dan dapat tampil
serasi. Idealnya semua tujuan berbusana itu dapat dicapai, sehingga
seseorang dapat tampil berbusana dengan kain dan model yang
melindungi kesehatan, model busananya menutup aurat dan
memenuhi sopan santun berbusana, tetapi tetap tampil serasi
dengan pemakaiannya.

98 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Bentuk Tubuh
• Bentuk tubuh manusia dapat digolongkan menjadi bentuk tubuh
gemuk pendek, gemuk tinggi, kurus tinggi, kurus pendek dan
langsing. Untuk seseorang yang berbadan langsing lebih mudah
menyesuaikan busana yang dikenakan, dengan model busana
apapun umumnya akan serasi.

Sumber: geometryarchitecture. wordpress.com
Gambar 23. Proporsi Tubuh Ideal

Sumber: mikirbae.com
Gambar 24. Bentuk Tubuh Gemuk dan Kurus

99 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.

faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Usia

• Usia seseorang sangat menentukan dalam pemilihan busana, karena
tidak seluruh busana cocok untuk semua umur. Perbedaan tersebut
tidak saja terletak pada model, tetapi juga pada bahan busana, warna,
serta corak bahan.

• Busana anak-anak jauh sekali bedanya dengan busana remaja dan
busana orang dewasa. Untuk itu di dalam pemilihan busana yang serasi
usia pemakai merupakan kriteria yang tidak dapat diabaikan.

• Mengenai penggolongan usia dalam kaitannya dengan berbusana
digolongkan: busana bayi, busana usia kanak-kanak, busana usia anak,
busana usia anak remaja, busana usia dewasa, dan busana untuk masa
tua.

Warna Kulit

• Warna kulit dapat dikelompokkan menjadi warna kulit putih, warna
kulit kuning langsat,warna kulit sawo matang, dan warna kulit hitam.

• Untuk warna kulit putih dan kuning langsat pada umumnya warna
busana apapun yang dikenakan akan terlihat serasi, namun terkadang
warna busana putih atau warna yang hampir sama dengan warna kulit
putih dan kuning langsat akan memberi kesan pucat terhadap kulit.

• Untuk seseorang yang mempunyai warna kulit sawo matang dan hitam
sebaiknya berhati-hati dalam pemilihan warna busana, jangan terlalu
berani memilih warna-warna yang mencolok seperti merah cabai, biru
terang, hijau daun pisang, dan sebagainya, karena akan terlalu kontras
dengan kulit sehingga antara warna kulit dan warna busana terlihat
kurang serasi.

• Untuk seseorang yang berkulit sawo matang dapat memilih warna
merah tetapi merah hati, merah yang redup. Dapat menggunakan warna
yang lembut lainnya, tetapi tidak juga yang terlalu tua karena
dimungkinkan akan menambah gelap warna kulit.

100 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Iklim

• Seseorang yang berada di iklim panas hendaknya memilih bahan yang dapat
mengurangi rasa panas tersebut, yaitu bahan yang menyerap air atau keringat
seperti katun, lenan, santung, viole dan lain-lain. Demikian sebaliknya untuk di
iklim yang dingin atau sejuk dapat memilih bahan yang dapat menghangatkan
badan seperti dari bahan sintetis, flanel, wol dan sebagainya.

• Warna dapat mempengaruhi keadaan iklim pada badan. Warna yang hitam
atau warna gelap dapat menghantarkan panas, sehingga cuaca panas akan
lebih terasa panas, sedangkan warna putih dan warna-warna muda akan terasa
sejuk atau dingin.

Waktu

• Dalam menggunakan busana perlu menyesuaikan dengan waktu pemakaian,
namun tidak berarti berganti waktu juga berganti busana. Oleh karena itu
harus memperhatikan apakah busana tersebut akan digunakan dari pagi
sampai siang hari atau seharian, atau apakah busana tersebut digunakan
hanya siang atau malam hari saja.

• Apabila seharian akan memakai busana tersebut tentu saja perlu memilih
model dan warna atau corak yang sesuai untuk waktu tersebut. Misalkan
digunakan untuk bekerja digunakan model yang yang sportif dan praktis
dengan warna yang cerah.

Kesempatan

• Busana harus sesuai dengan kesempatan yaitu kesempatan di rumah dan ke
luar rumah. Agar seseorang dapat diterima oleh lingkungan, ada rasa percaya
diri, adanya rasa aman, maka busana yang dikenakan harus sesuai dengan
kesempatan.

101 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

 Penerapan Etika Berbusana
Menerapkan etika berbusana dalam kehidupan manusia

perlu memahami tentang kondisi lingkungan, budaya, dan
waktu pemakaian. Untuk hal itu baik jenis, model, warna atau
corak busana perlu disesuaikan dengan ketiga hal tersebut, agar
seseorang dapat diterima di lingkungannya. Etika berbusana
akan berkaitan dengan memilih model, warna, corak, bahan dan
tekstur yang sesuai dengan bentuk badan atau bagian-bagian
proporsi badan seseorang. Proporsi badan seseorang ini tidak
semuanya ideal. Untuk itu proporsi badan yang kurang
sempurna dapat ditutupi dengan memilih model busana yang
dapat mengelabuhi mata yang melihatnya sehingga kelihatan
seperti ideal atau mendekati ideal, yang kita sebut “tipuan mata”
(optical illusion).

Penerapan Busana di kampus

Berbusana merupakan kebutuhan pokok sehari-hari selain
pangan dan papan. Dari pengertian tersebut maka dalam
berbusana seseorang diharapkan memenuhi kebutuhan yang
cukup. Cukup bukan berarti harus berbusana yang mahal, akan
tetapi selain untuk kesehatan juga untuk keindahan. Dengan
mengingat kebutuhan tersebut maka dalam berbusana harus
diingat beberapa ketentuan.

Berbusana untuk kuliah perlu memperhatikan tata krama
atau tata cara berbusana yang sopan sesuai dengan aturan-
aturan berbusana yang ada di kampus, misalnya rok tidak mini,
kancing kemeja tidak dibuka sampai dibawah dada atau cukup
dibuka pada bagian kerah penegaknya saja, tidak

102 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

mempergunakan T-shirt, bahan blus atau kemeja tidak
transparan, rok dan celana dari bahan tebal seperti drill, model
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bagi mereka yang tidak
ada peraturan pakaian seragam, maka perlu memperhatikan
tentang usia/umur, warna, corak, dan bahan.

Umur
• Umur adalah lama waktu seseorang hidup atau ada (sejak lahir hingga
mati).
• Masa hidup manusia menurut TIM MKDK IKIP Semarang (2006:55)
adalah:

Masa usia Masa usia Masa usia Masa usia Masa usia
bayi (lahir- kanak- remaja (12 dewasa lanjut (60
kanak (2 tahun-21
2 tahun) tahun-6 (21 tahun- tahun-
tahun) tahun) 60 tahun) meninggal)

Dalam industri fashion sangat baik memahami psikologi
remaja karena mencerminkan sikap mereka dengan pakaian
yang dirancang. Remaja adalah suatu fase dalam kehidupan
manusia di mana ia tengah mencari jatidirinya dan biasanya
dalam upaya pencarian jatidiri tersebut ia mudah untuk terikut
dan terimbas hal-hal yang tengah terjadi di sekitarnya, sehingga

103 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

turut membentuk sikap dan pribadi mereka. Perubahan gaya
hidup pada remaja sebenarnya dapat dimengerti bila melihat
usia remaja sebagai usia peralihan dalam mencari identitas diri.
Remaja ingin diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan
berusaha menjadi bagian dari lingkungan itu. Kebutuhan untuk
diterima dan menjadi sama dengan orang lain yang sebaya itu
menyebabkan remaja berusaha untuk mengikuti berbagai
atribut gaya hidup yang sedang in.

Pergeseran yang paling menonjol dari gaya hidup yang
melanda kalangan remaja Indonesia ialah gaya hidup mereka
yang secara umum cenderung dipengaruhi oleh budaya Barat.
Pengaruh tersebut dapat terlihat dari cara berpakaian serba
minim yang dianggap sebagai trend berpakaian modern;
penggunaan berbagai aksesoris buatan luar negeri yang
branded seperti tas, pakaian, make up, parfum, dan sepatu;
kegemaran terhadap musik dan film yang berasal dari
Barat, serta mulai diterapkannya nilai-nilai pergaulan ala
Barat dalam keseharian.

Warna

• Memilih warna yang cocok untuk busana sendiri harus lebih berhati-
hati.

• Warna yang cocok untuk orang lain atau sedang mode, belum tentu
cocok untuk semua orang. Dalam memilih warna busana banyak hal
yang harus diperhatikan seperti warna kulit, serta bentuk tubuh.
Disamping itu yang penting adalah suasana dan kesempatan, karena
warna menunjukkan watak, sifat yang berbeda dan melambangkan
sesuatu kesan yang berbeda pula.

104 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Pada saat memilih busana harus ada gambaran diri pribadi.
Oleh karenanya didalam memilih warna untuk diri sendiri harus
bertitik tolak pada tujuan. Adapun tujuan tersebut adalah:

Untuk menambah cahaya muka
Untuk menutupi kekurangan-kekurangan pada tubuh
Untuk menyesuaikan dengan tempat dan suasana

Warna pakaian merupakan masalah yang sensitif. Ada kesan
warna-warna tertentu dihindari oleh sebagian orang. Seperti baju
batik atau baju kebaya mana yang cocok warnanya, atau
dianggap bukan pilihan yang tepat untuk pria. Warna merah
atau orange masih dihindari sebagian wanita. Biasanya remaja
dan orang dewasa selalu mengikuti tren pakaian, namun sering
terjadi kesalahan apabila salah memilih warna pakaian. Apabila
salah memilih warna pakaian akan menyebabkan diantaranya:

Kulit akan terlihat kusam
Bayangannya membuat kesan yang salah lewat bayangan
mata
Bayangannya menyebabkan kesan yang salah tentang
besarnya pipi
Membuat warna gigi terlihat lebih kuning

Sebaliknya, apabila memakai pakaian dengan warna yang
benar akan memperlihatkan:

Warna kulit lebih kinclong dan cerah
Mata terlihat lebih besar dan mempesona
Rambut terlihat lebih bercahaya

105 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Mempelajari warna pakaian yang cocok dan sebaiknya
dipakai membuat ruang kreativitas untuk berpakaian semakin
terbuka luas. Di kemudian hari juga akan lebih cepat dalam
memadupadankan pakaian yang dipakai dengan berbagai elemen
aksesoris pakaian, misalnya sapu tangan, syal, sepatu, dll.
Sebenarnya, tiap orang bebas memakai warna apa pun, tapi
sekali lagi warna kulit harus dijadikan pertimbangan tersendiri.

Berdasarkan hal diatas maka sangat perlu mengetahui dan
memahami tentang warna itu sendiri. Untuk itu pada
bagianberikut ini akan dijelaskan mengenai tindakan warna dan
pengaruh warna itu terhadap bentuk tubuh. Untuk itu dituntut
kehati-hatian dalam memilih warna ini, hingga benar-benar
sesuai dengan bentuk tubuh si pemakai. Agar lebih jelas hal ini
dapat dikelompokkan atas:

Bentuk tubuh kurus

• Bentuk tubuh kurus dianjurkan untuk memakai pakaian yang
dapat membuat tubuh seakan-akan lebih berisi dari kelihatannya.
Untuk urusan seperti ini, warna cerah adalah solusi untuk tubuh
yang tidak terlalu berisi.

Bentuk tubuh gemuk

• Bentuk tubuh gemuk sebaiknya memakai pakaian berwarna gelap
dan tidak mengkilap. Gelap disini bukan berarti memakai warna
hitam secara terus menerus, bisa juga memakai warna hijau, biru,
atau coklat gelap.

106 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Bentuk tubuh tinggi
• Pemilihan pakaian untuk wanita bertubuh tinggi dapat dilakukan
dengan lebih variatif. Mereka para wanita berbadan tinggi dapat
memakai pakaian dengan warna atasan dan bawahan yang memiliki
warna yang senada. Perbedaan warna antara atasan dan bawahan
juga dapat dilakukan. Selain dua cara tersebut, “menabrakkan”
warna yang berbeda juga dapat dilakukan, asalkan memilih
perpaduan dengan satu warna yang lebih banyak atau dominan
untuk tetap menjaga kesan sederhana.

Bentuk tubuh pendek
• Selain ukuran gemuk, ukuran pendek kerap diremehkan untuk
dapat bergaya. Triknya disini adalah bagaimana memilih pakaian
yang tidak memperlihatkan kesan tidak terpotong atau menyatu.
Maka dari itu saat memilih pakaian, usahakan baju dan celana,
pakaian bagian atas dan bawah memiliki warna yang senada.Dengan
mengaplikasikan hal ini kesan pendek tidak akan jelas terlihat dan
tersamarkan.

Pemilihan busana yang sesuai dengan diri kita, pertama kali
harus mengenal warna kulit masing-masing. Apakah putih,
kuning langsat, sawo matang atau hitam. Barulah dipilih warna
pakaian yang cocok.

107 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Anita E. F. Ekel (1981 : 271) menjelaskan sebagai berikut :

Bila warna kulit putih, maka bebas memilih warna pakaian,
tetapi alangkah lebih baik menghindari pemakaian warna
dari bahan-bahan yang terang, karena hal ini akan lebih
memucatkan warna kulit.
Warna kulit langsat, dapat memakai semua warna (cocok
untuknya), dan dapat juga memakai warna- warna
kombinasi atau warna-warna yang agak mencolok.
Warna kulit sawo matang, dapat memilih warna yang netral
misalnya : coklat, biru, hijau, abu-abu.
Warna kulit hitam, menghindari warna yang gelap misalnya
: hitam atau hijau tua. Warna-warna yang gelap akan
memberi efek menggelapkan warna kulit. Alternatif warna
yang bisa digunakan untuk kulit hitam adalah warna putih
atau abu-abu.

Bahan dan corak busana

• Bahan yang dimaksud disini adalah segala sesuatu yang dapat dibuat
untuk busana, sedangkan corak maksudnya adalah motif dari bahan
tersebut. Pada awalnya manusia memanfaatkan kulit pepohonan dan kulit
hewan sebagai bahan pakaian, kemudian memanfaatkan benang yang di
pintal dari kapas bulu domba serta sutera yang kemudian di jadikan kain
sebagai bahan dasar pakaian.

• Bahan berdasarkan pegangannya dapat dibedakan antara bahan yang tebal
dan bahan-bahan yang tipis, lembut, kaku, licin dan kasar, berbulu dan
rata. Berdasarkan penglihatannya maka bahan tersebut ada yang kusam
dan berkilau, tembus pandang, jarang dan rapat, polos dan bermotif.
Kemudian yang bermotif ini ada pula motif geometris, motif alam, dan motif
abstrak.

108 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Dalam memilih bahan busana harus berhati-hati, agar
memberikan hasil yang memuaskan dan mengesankan. Setiap
pemakai busana juga harus mengetahui tentang siluet. Siluet
yang dimaksud disini adalah, bentuk bagian luar dari gambaran
busana itu sendiri, antara siluet busana dengan bahan haruslah
ada hubungan yang serasi. Karena bila hal ini tidak serasi maka
hasil dari busana yang dipilih tentu hasilnya juga tidak
memuaskan. Maksudnya adalah jangan sampai terjadi bahan
yang tebal dipakai untuk model busana yang berkerut/dikerut
sebaliknya bahan yang tipis untuk busana yang berbentuk
tailored dan sebagainya. Sehubungan dengan hal tersebut
diatas, maka pemilihan siluet yang tepat dapat dikelompokkan
yaitu :

Bahan yang tebal, paling baik untuk pakaian yang
mempunyai beberapa garis dalam hubungan-hubugan
tertentu seperti mantel wol.
Bahan yang lunak, baik dan tepat untuk busana dengan
siluet yang tergantung dan ketat seperti busana dari
bahan crepe dan tissu.
Bahan rajutan, baik sekali untuk busana yang longgar
atau ketat. Karena ini banyak dijadikan untuk busana-
busana bagian atas (blus).
Bahan-bahan yang lembut dan ringan, baik sekali
dijadikan untuk busana yang modelnya memakai
kerutan-kerutan atau lipatan kecil-kecil.
Bahan yang agak tebal, baik sekali untuk busana yang
bentuknya tailored seperti busana-busana yang terbuat

109 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

dari bahan linen, wol dan sebagainya. Akan tetapi dapat
juga dibuat untuk busana yang bukan tailored. Karena
jatuhnya di badan si pemakai atau kesannya itu bagus,
tidak terikat dengan bentuk tubuh.
Bahan yang kaku, baik untuk busana yang agak
menggelembung ataupun yang menggelembung seperti
busana pada taffeta.

110 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Rangkuman

 Pengertian busana dalam arti luas adalah segala sesuatu
yang dipakai mulai dari kepala sampai dengan ujung kaki
yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan
bagi si pemakai.

 Dalam arti sempit busana dapat diartikan bahan tekstil
yang disampirkan atau dijahit terlebih dahulu dipakai
untuk penutup tubuh seseorang yang langsung menutup
kulit ataupun yang tidak langsung menutup kulit seperti
sarung atau kain dan kebaya, rok, blus, bebe, dll

 Pada awalnya busana berfungsi hanya untuk melindungi
tubuh baik dari sinar matahari, cuaca ataupun dari gigitan
serangga. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi maka hal tersebut juga mempengaruhi fungsi
dari busana itu sendiri

 Busana dapat dikelompokkan sebagai busana dalam dan
busana luar

 Busana dalam berbagai kesempatan diantaranya busana di
rumah, busana kerja/kuliah/sekolah, busana pesta,
busana bepergian, busana olahraga, busana berduka, dan
busana menghadiri acara keagamaan.

 Etika berbusana yaitu suatu ilmu yang memikirkan
bagaimana seseorang dapat mengambil sikap dalam
berbusana tentang model, warna, corak (motif) mana yang
tepat baik sesuai dengan kesempatan, kondisi dan waktu
serta norma-norma yang berlaku dalam masyarakat

 Berbusana yang serasi tidak dapat lepas dari estetika
berbusana, karena akan berkaitan dengan pemilihan
warna, corak, model yang dipilih untuk seseorang atau
dirinya

 Berbusana serasi harus sesuai dengan: tujuan , bentuk
tubuh, usia, warna kulit, iklim, waktu, dan kesempatan

111 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Kuis Kegiatan
Pembelajaran IV

112 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Kegiatan Pembelajaran V
Profesi dalam Bidang Tata Rias dan Kecantikan

Pendahuluan
Perkuliahan pada unit ini difokuskan pada profesi dalam bidang tata
rias dan kecantikan, diantaranya Hair Stylish, Make Up Artist,
Therapist, Beautypreneur, Beauty Advisor, dan pengajar/instruktur
bidang tata rias dan kecantikan.
Mahasiswa diberi tugas untuk membaca uraian materi yang ada
pada modul kemudian mengerjakan soal kuis pada akhir kegiatan
pemebelajaran sehingga mahasiswa memahami tentang etika dan
estetika berbusana.

Peta Konsep

Profesi dalam Bidang Tata
Rias dan Kecantikan

Hair Make Up Therapist Beautypreneur Beauty Advisor Pengajar/instru
Stylish Artist ktur bidang tata

rias dan
kecantikan.

113 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Uraian Materi

Ada berbagai macam profesi menarik yang cocok buat
lulusan Jurusan Tata Rias dan Kecantikan mulai dari hairstylist,
beautician, hingga makeup artist (MUA). Bagi yang mempunyai
jiwa wirausaha yang kuat, ada banyak bisnis yang bisa ditekuni
seperti salon kecantikan atau berjualan produk-produk
kosmetik. Adapun berbagai profesi dalam bidang tata rias dan
kecantikan tersebut akan dikaji lebih mendalam, diantaranya:

Beautypreneur

Profesi beautypreneur belakangan mulai dilirik milenial
karena dianggap cukup menjanjikan. Seseorang yang ingin
menjadi beautypreneur bisa memulainya dengan membangun
produk dengan merek mereka sendiri. Dengan begitu,
beautypreneur pun bisa langsung membuat private label.
Bahkan peluang untuk menandingi merek lokal yang sudah ada
sebelumnya juga bisa.

Beautypreneur merupakan orang-orang yang mempunyai
usaha di dunia kecantikan, namun juga sebagai seniman di balik
penampilannya yang glam dan dijadikan barometer banyak
orang. Selain menyediakan produk dan layanan kecantikan,
mereka juga menciptakan tren baru yang digandrungi pecinta
kecantikan di Indonesia.

Industri kosmetik selalu menjadi incaran para wanita. Oleh
karena itu, banyak kosmetik yang menjadi kebutuhan dasar
untuk perawatan kulit dan rambut. Memang, sekarang kosmetik
tidak lagi identik dengan dunia wanita, pria tidak ketinggalan

114 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

untuk merevitalisasi industri. Padahal, menjaga kesehatan kulit
dan rambut memang menjadi kebutuhan semua manusia, tanpa
memandang jenis kelamin.

Menurut wikipedia, kosmetik adalah zat perawatan kulit
yang digunakan untuk memperbaiki penampilan atau bau badan
manusia. Kosmetik umumnya merupakan campuran dari
banyak senyawa kimia yang berbeda, beberapa dibuat dari
sumber alami dan sebagian besar secara sintetis. Berdasarkan
pengetahuan di atas, dunia kosmetik sangat luas. Perawatan
kulit (skin care), perawatan tubuh (body care), perawatan rambut
(hair care), bahkan makeup, semuanya merupakan bagian dari
kosmetik.

Cara Memulai Usaha Beautypreneur:

Tentukan Konsep Usaha

• Tentukan konsep usaha kosmetik yang ingin Anda bangun. Apakah
Anda cukup berjualan produk kosmetik dari brand lokal maupun
internasional, atau Anda ingin membuat brand kosmetik sendiri?
Dengan menentukan konsep usaha sedari awal, Anda akan lebih
mudah menentukan langkah selanjutnya yaitu penentuan target
market, dan perincian modal usaha.

Membuat Target Market

• Target market biasa juga dikenal dengan sebutan target pasar. Yaitu
konsumen yang akan dituju untuk membeli produk Anda. Cara
menentukan target market dapat disesuaikan value dari perusahaan
yang ingin ditonjolkan.

115 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Rincian Modal Usaha

• Bila Anda ingin meracik dan memiliki produk kosmetik yang
menjual beragam produk dari banyak merk, rincikan berapa banyak
produk yang akan akan ditawarkan. Hitung juga biaya operasional
seperti seperti memilih jenis dan bahan kosmetik. Usahakan
meminimalisir pengeluaran, mengingat bisnis ini baru Anda mulai.
Untuk stock produk, Anda dapat menjajakan produk pokok terlebih
dahulu. Seiring berjalannya waktu, Anda dapat menambahkan
beragam produk.

Kenali Tren Kecantikan

• Pastikan Anda menjual produk yang memang dicari oleh konsumen,
perhatikan dan kenali tren yang sedang berlangsung termasuk
keinginan setiap konsumen Anda. Dengan membaca tren yang tepat,
siapapun akan mudah memasuki pasar sebagai beautypreneur
dengan membuat merek/produk yang diminati pasar.

Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial

• Interaksi dan promosi lebih banyak dan efektif bila dibantu dengan
penggunaan media sosial. Tentu saja memanfaatkan beauty
influencer atau artis bisa jadi upaya untuk promosi yang tepat.

• Anda dapat menggaet sebanyak-banyaknya calon konsumen,
memperkenalkan produk baru yang ditawarkan, hingga melakukan
promosi. Bila Anda tidak dapat melakukan hal ini secara mandiri,
Anda dapat merekrut seorang content creator

116 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Mengurus Perizinan dan Hak Cipta

• Pada umumnya, langkah ini dimulai dengan mendaftarkan label dan
development formula sampai disetujui lewat uji klinis. Jika setelah 1-3
bulan dinyatakan memenuhi syarat, barulah didaftarkan pada Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Langkah-langkah ini biasanya
memakan waktu hingga 4 bulan. Selanjutnya, Anda bisa memulai
usaha dengan menggunakan brand sendiri yang terdaftar di HKI (Hak
Kekayaan Intelektual) dan telah di notifikasi BPOM. Dengan demikian,
beautypreneur juga dapat berbangga dengan produk yang
dipasarkannya. Jangan khawatir, perusahaan maklone yang baik akan
membantu proses pengurusan BPOm dan HAKI dengan tepat

Mempertahankan Kualitas

• Pastikan produk yang Anda jual, adalah produk original. Jangan
sampai mengecewakan konsumen dengan kehadiran produk palsu
apalagi mengandung bahan-bahan berbahaya apalagi dilakukan illegal.
Jangan pernah melakukan hal tersebut. Pastikan perusahaan tempat
memilih jasa maklone benar-benar professional dan menyediakan
proses perizinan dan produksi dengan lengkap. Setelah itu tingkatkan
pelayanan Anda seperti keramahan kepada konsumen, kecepatan
respon (bila Anda menjual secara online), dan menambah kelengkapan
jenis produk serta brand.

Perdalam Ilmu Kosmetik/Skincare pada Pihak yang Tepat

• Sebagai brand owner dari sebuah produk, siapapun dituntut untuk
memiliki kemampuan atas formula yang dibuat. Keilmuan ini tentu
menjadi dasar untuk mengembangkan produk-produk selanjutnya.
Jangan takut untuk menjadi beautypreneur. PT Kosmetika Global
Indonesia menyediakan layanan lengkap bagi siapapun yang ingin
menjadi beautypreneur dengan Langkah mudah dan professional.

117 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Video Pengetahuan Dasar Menjadi
Beautypreneur

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=_ttPvhXmW7U

118 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Makeup Artist (MUA)

Make Up Artist adalah tenaga profesional yang bertugas
merias wajah dengan menggunakan bahan dan peralatan
kosmetik untuk berbagai keperluan pemotretan, wisuda,
pernikahan, panggung maupun peragaan. Tempat bekerja dari
MUA diantaranya studio TV atau film, Teater, Salon kecantikan,
Perusahaan periklanan

Seorang makeup artist (MUA) bisa bekerja di salon, penyedia
jasa kecantikan atau mandiri. Banyak di antara mereka yang
sudah mempunyai keterampilan yang memadai dalam hal merias
wajah membuka usaha sendiri dengan membuka jasa makeup
artist. Apabila tertarik menjadi makeup artist, kamu tentu harus
menguasai pemakaian ragam peralatan makeup. Lebih dari itu,
MUA harus mampu menghasilkan riasan wajah yang bagus dan
sesuai dengan selera klien.

Selama kuliah, mahasiswa Tata Rias dan Kecantikan sudah
diperkenalkan dengan berbagai macam alat makeup. Namun itu
belum cukup, karena seorang MUA perlu banyak latihan
mengaplikasikan makeup ke wajah orang. Semakin sering ia
merias wajah orang semakin tinggi pula jam terbangnya. Makeup
artist juga harus mengikuti perkembangan tren kecantikan
terkini dan memahami selera konsumen agar kariernya terus
maju.

Terdapat beberapa jenjang karier dari MUA, diantaranya
Asisten penata rias profesional, Wedding makeup artist, Special
FX makeup artist, Makeup and hairstylist, Prosthetics artist,
Cosmetic Developer. Untuk beberapa jenjang karier tersebut, ada
kompetensi yang dibutuhkan, yaitu:

119 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Kompetensi Profesional

• Memahami kecantikan wajah dan kulit
• Menguasai penggunaan alat dan produk-produk makeup
• Mampu menampilkan dimensi wajah dan membuat garis-

garis baru pada wajah seseorang
• Mampu Menyamarkan bagian wajah yang kurang

sempurna, dan menonjolkan bagian wajah tertentu sesuai
dengan permintaan klien
• Melukiskan watak tokoh dengan mengubah wajah
seseorang dan memperhatikan aspek umur, ras, bentuk
wajah dan tubuh pada dunia seni peran

Kompetensi Pribadi
• Mampu bekerja dengan tenang
• Mampu mendelegasikan tugas, bekerja dalam tim dan
mengkoordinasikan kegiatan tim atau bekerja secara
mandiri.
• Mampu berkomunikasi dengan baik.
• Berorientasi pada hal-hal detail
• Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi dan
rasa percaya diri sebagai Make up artist.

120 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Kompetensi Sosial
• Bertindak sesuai pedoman dan menyelesaikan tugas
pekerjaan dengan cara yang mencerminkan akuntabilitas
pelayanan publik
• Berfokus pada pemenuhan keinginan pelanggan.
• Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak
diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama,
ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial
ekonomi.
• Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan
sesama rekan kerja, pihak-pihak ketiga yang terkait serta

121 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Video Etika Profesi Menjadi MUA

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=LN2UIffrXF0

122 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

SPA Terapis

Spa terapis merupakan sebuah profesi dalam layanan
massage atau pijat profesional yang bekerja di spa. Spa terapis
bukan hanya digeluti oleh wanita saja, namun kini pria lebih
digemari karena memiliki tenaga yang lebih kuat sehingga
pemijatan yang dilakukan lebih terasa. Spa therapist biasanya
menggabungkan antara massage dengan perawatan tubuh dan
kecantikan.

Seorang spa therapist memiliki tugas utama untuk
melakukan pemijatan pada seorang pelanggan yang
mengkombinasikannya dengan perawatan tubuh dan
kecantikan. Selain itu seorang spa therapist memiliki tugas yang
lebih rinci lagi, seperti berikut ini.

Job deskripsi / job description spa therapist :
Melakukan pemijatan atau massage kepada seluruh
pelanggan yang datang
Melakukan perawatan tubuh kepada pelanggan yang datang
ke spa
Melakukan berbagai macam treatment kecantikan, mulai
dari manicure, scrub, masker, serta masih banyak lagi
treatment lain
Mempromosikan treatment yang ditawarkan sebuah spa
Menerima panggilan telepon untuk memberikan pelayanan
kepada pelanggan

123 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Kualifikasi spa therapist / job requirement:
Jenis kelamin pria / wanita
Ijazah terakhir minimal SMK atau sederajat
Memiliki kemampuan khusus terapi massage dengan
sertifikat
Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun dibidang yang
sama
Mampu mengoperasikan komputer
Mampu menggunakan telepon untuk menerima panggilan
dari pelanggan
Mampu menggunakan cash register
Mampu mengatur boking
Berpenampilan menarik

124 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Video Etika Profesi Sebagai
SPA Terapis

Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=U64KVbqLUk4&t=2s

125 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Hair Stylist

Hairstylist atau penata rambut merupakan orang-orang yang
pekerjaannya menata rambut. Seorang hairstylist akan
melakukan penataan rambut yang sesuai untuk tipe rambut
kliennya. Selain itu, hairstylist juga akan membantu kliennya
menemukan model rambut yang cocok untuk bentuk wajah. Jadi
tidak serta merta langsung mengiyakan keinginan klien ya,
Quipperian. Karena setiap orang punya bentuk wajah, bentuk
kepala, dan tekstur rambut yang berbeda-beda.

Dengan kemampuan teknik yang dimiliki, hairstylist mampu
memotong rambut seseorang dengan gaya yang sesuai dengan
kepribadian setiap orang. Tidak jarang ada pula hairstylist yang
menyediakan berbagai jenis layanan lainnya seperti tata rias
wajah, cara berbusana, dan perawatan kuku di samping layanan
utama seperti shampo, potong rambut, dan pewarnaan.
Beberapa hairstylist juga aktif di tempat pemotretan untuk
majalah dan pertunjukan.

Peran dan Tanggung Jawab seorang Hairstylist diantaranya:
Menggunting, memotong, dan membentuk rambut atau
menghias rambut berdasarkan instruksi pelanggan, jenis
rambut dan fitur wajah
Menganalisis tipe rambut pelanggan dan fitur fisik lainnya
untuk menentukan dan merekomendasikan perawatan
kecantikan atau menyarankan gaya rambut
Memutihkan, memberi warna, atau mewarnai rambut
menggunakan aplikator atau kuas

126 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Menjaga kebersihan tempat kerja dan sanitasi alat-alat
seperti gunting dan sisir
Pengetahuan dan Keahlian yang dimili Hairstylist yaitu:
Keterampilan menggunakan alat
Pengetahuan kecantikan rambut
Keterampilan komunikasi
Kemampuan berpikir kreatif
Kemampuan manajerial
Kemampuan problem solving
Kemampuan melakukan analisis
Penguasaan dunia mode

Seorang hairstylist akan bekerja di salon. Quipperian bisa
memulai karier hairstylist dengan menjadi asisten yang tugasnya
mencuci ataupun mengeringkan rambut klien. Seiring dengan
bertambahnya jam terbang, Quipperian bisa lho menduduki
posisi leader. Berikut adalah jenjang karier hairstylist secara
umum:

Junior assistant
Senior assistant
Junior hairstylist
Senior hairstylist
Leader hairstylist
Jurusan Terkait
Rias dan Busana

127 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Beauty Advisor

Beauty advisor (BA) adalah seorang tenaga profesional di
dunia kecantikan, tugas utamanya untuk membantu pelanggan
memilih produk kecantikan yang cocok bagi mereka. Maka dari
itu, seorang beauty advisor juga dapat disebut sebagai konsultan
di dunia kecantikan.

Di suatu toko kosmetik biasanya terdapat seorang petugas
yang membantu pembeli dalam menentukan produk yang sesuai
dengan tipe kulitnya. Nah, merekalah yang disebut sebagai
beauty advisor. Biasanya seorang beauty advisor juga akan
secara langsung mewakili salah satu merek di mana ia bekerja,
baik itu dengan status freelance ataupun full-time employee. Oh
ya, sekalipun berstatus freelance, biasanya beauty advisor tidak
diperkenankan bekerja untuk merek lain, kecuali kontrak
kerjanya sudah berakhir.

Untuk menjadi seorang beauty advisor, kamu harus memiliki
pengetahuan yang kuat di bidang kosmetik. Baik itu skincare,
make up, produk perawatan kulit dan rambut, dan produk
lainnya. Kamu harus paham produk apa saja yang dijual dan
menjadi best seller dari perusahaan yang mempekerjakanmu.
Selain itu, kamu juga harus memiliki kemampuan marketing
dan kemampuan komunikasi yang baik.

Meski demikian, kamu tidak perlu khawatir apabila
mendaftar untuk posisi beauty advisor tetapi belum memiliki
semua keterampilan yang telah disebutkan di atas. Sebelum
kamu terjun langsung di lapangan untuk menjadi beauty

128 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

advisor, kamu akan melewati serangkaian proses persiapan.
Salah satunya kamu akan mendapatkan pelatihan dan training
dari perusahaan tempat kamu bekerja. Dengan begitu, kamu
bisa menjalankan tugas sebagai beauty advisor dengan lebih
percaya diri.

Peran dan Tanggung Jawab beauty advisor diantaranya:
Memberikan layanan konsultasi kepada pelanggan untuk
menentukan produk kecantikan yang diinginkan dengan
menyesuaikan pada jenis kulit yang dimiliki, masalah wajah
yang sedang dihadapi, dan lainnya.
Beauty advisor dapat memberikan rekomendasi pilihan
produk perawatan yang sesuai dengan kebutuhan calon
pelanggan. Selain itu, harus memperhatikan beberapa
preferensi seperti budget calon pelanggan dan kebutuhan
yang harus diutamakan dalam memberikan rekomendasi.
Senantiasa menjawab jika terdapat pelanggan yang bertanya
terkait produk dari brand.
Bertugas sebagai tenaga penjualan dan melakukan
pemrosesan dalam sistem Point of Sale (POS).
Membuat perencanaan dan mengambil bagian di dalam
rangkaian acara yang diadakan oleh toko.
Membuat perencanaan dan pemeliharaan tampilan toko
dengan tujuan untuk menarik minat dari calon pelanggan.
Menjaga hubungan baik dengan pelanggan agar terjadi
hubungan yang baik serta memiliki target penjualan yang
harus dipenuhi.

129 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Menjelaskan secara baik kepada calon pelanggan mengenai
produk yang ditawarkan beserta cara penggunaannya.
Menjaga kebersihan area kerjanya dan memastikan kegiatan
kerja berjalan dengan lancar dan efektif.
Memulai karier sebagai beauty advisor bukan berarti kamu
tidak bisa menapaki karier yang lebih tinggi. Di atas posisi
beauty advisor ada yang namanya beauty promotor. Peran
beauty promotor jauh lebih besar, mulai dari urusan branding,
event, hingga kerja sama. Apabila dinilai sukses menjalankan
tugas sebagai beauty promotor, bukan tidak mungkin akan
mendapat promosi sebagai manager area untuk mengorganisir
marketing dan operasional yang lebih luas.

Video Tugas dan Tanggung Jawab
Beauty Advisor

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=vda2z-mBetg

130 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Pengajar atau Instruktur Bidang Kecantikan

Pengajar/Instruktur bidang kecantikan adalah orang yang
diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh
oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan
pelatihan dan pembelajaran kepada peserta pelatihan di bidang
kecantikan.

Instruktur pelatihan bidang kecantikan merupakan staf
pengajar di sekolah kejuruan atau balai latihan kerja yang
mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan
untuk bekerja dengan bertanggung jawab pada bidang
kecantikan. Menekuni bidang pekerjaan ini memerlukan ijazah
khusus setelah menjalani berbagai pelatihan dan pengujian.

Peran dan Tanggung Jawab:
Menyusun rencana pengajaran atau kurikulum sebagai
acuan pembelajaran.
Membuat perangkat pelatihan.
Mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang
diperlukan dengan bertanggung jawab pada satu bidang
spesialisasi di jurusan kejuruan.
Memberikan konsultasi dan nasihat, serta rekomendasi
karier kepada peserta.
Membuat evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan
pelatihan.
Merencanakan pelaksanaan uji kompetensi kerja.
Melaksanakan uji kompetensi kerja.
Melaksanakan kegiatan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
uji kompetensi kerja.

131 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Pengetahuan dan Keahlian yang harus dimiliki:
Keterampilan komunikasi lisan
Keterampilan komunikasi tertulis
Kemampuan interpersonal
Kemampuan persuasif-inspiratif
Penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi
(IPTEK)
Kemampuan mengikuti perkembangan pasar kerja
Memiliki kompetensi di bidangnya yang sesuai dengan
perkembangan IPTEK
Kompeten dalam aspek teknis kejuruan maupun metodologi
pelatihan

132 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Rangkuman

Beberapa profesi di bidang kecantikan diantaranya:

1. Beautypreneur merupakan orang-orang yang mempunyai
usaha di dunia kecantikan, namun juga sebagai seniman di
balik penampilannya yang glam dan dijadikan barometer
banyak orang. Selain menyediakan produk dan layanan
kecantikan, mereka juga menciptakan tren baru yang
digandrungi pecinta kecantikan

2. Make Up Artist adalah tenaga profesional yang bertugas
merias wajah dengan menggunakan bahan dan peralatan
kosmetik untuk berbagai keperluan pemotretan, wisuda,
pernikahan, panggung maupun peragaan

3. Spa terapis merupakan sebuah profesi dalam layanan
massage atau pijat profesional yang bekerja di spa

4. Hairstylist atau penata rambut merupakan orang-orang
yang pekerjaannya menata rambut

5. Beauty advisor (BA) adalah seorang tenaga profesional di
dunia kecantikan, tugas utamanya untuk membantu
pelanggan memilih produk kecantikan yang cocok bagi
mereka

6. Pengajar/Instruktur bidang kecantikan adalah orang yang
diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara
penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan
kegiatan pelatihan dan pembelajaran kepada peserta
pelatihan di bidang kecantikan

133 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Kuis Kegiatan
Pembelajaran V

134 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Evaluasi

135 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku

E-Modul Etika Profesi dan Estetika

Daftar Pustaka

Adji, Oemar Seno.1991. Etika Profesional Hukum. Jakarta:
Erlangga.

Effendy, Onong Uchyana. 2000. Ilmu, Teori dan Filsafat
Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Jefkins, Frank. 1996. Public Relations. Edisi Keempat. Jakarta:
Erlangga.

Suseno, Frank Magnis. 1987. Etika Dasar, Masalah-masalah
Pokok Filsafat Moral. Jakarta: Kanisius.

Poedjawiyatna. 1996. Etika, Filsafat Tingkah Laku. Jakarta:
Rineka Cipta.

Johannsen, Richard L. 1996. Etika Komunikasi. Bandung:
Remadja Rosdakarya.

Robinson, Dave dan Chris Garrat. 1994. Mengenal Etika – For
Beginners. Bandung: Mizan.

Penelope Mc Phee, (2000), Rahasia Kecantikan Rambut, Kulit,
Tata Rias & Tubuh, Pionir Jaya, Bandung

R. Putz & R. Pabst, (2007), SOBOTTA: Atlas Anatomi Manusia,
Edisi 22, Jilid 1, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta,
Indonesia.

Rachmi Primadiati, (2001), Kecantikan,Kosmetika & Estetika,
Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

136 Departemen Tata Rias Dan Kecantikan Febri Silvia, S.Pd., M.Pd.T.
faku


Click to View FlipBook Version