Cerita Kelas 8.5
KP KEBUDAYAANJudul:Avec ArjunaSinopsis:Arjuna adalah sekumpulan orang orang yang akan mengelilingi dunia, Setelahmereka menyelesaikan destinasi ke 1 mereka melanjutkan destinasi ke 2 yang berada diIndonesia jika mereka tidak menemukan 5 kebudayaan itu mereka tidak akan bisa pergike destinasi selanjutnya.Cerita:Arjuna beranggota 5 orang, yang bernama Afzal, Cita, Nisa, Nani, Gabdrian.Merekamulai berteman sejak usia remaja hingga sekarang diusia yang cukup matang.Awalmereka bertemu di World Huang 1991 Conference, yap betul sekali mereka lombauntuk pewakilan negara mereka masing masing.Awal mereka diumumkan untukmengikuti lomba ajang internasional ini, ekspresi mereka sangat senang sekali.Afzalmewakili negara Afrika, Cita mewakili negara China, Nisa mewakili negara Malaysia,Nani mewakili negara United Kingdom, Gabdrian mewakili negara Singapura.Kita akan memasuki point of view Afzal.Afzal berkarakter selayaknya seorang pemimpin yang tangguh, disiplin, dan tegas.Day one.Afzal mulai bersiap siap untuk menuju ke World Huang 1991 Conference yangdiselenggarakan di Amerika.Setelah bersiap siap, Afzal menuju pintu depan rumahnyamelewati turunan tangga, tak lupa berpamit kepada orang tua.Orang tua Afzal darinegara yang berbeda, ayah Afzal berasal dari Amerika sedangkan ibunya berasal dariAfrika.Jadi tak usah kaget Afzal sangat mahir berbahasa inggris, dan pastinya orangtuanya tak perlu takut memberi izin Afzal keluar negeri seorang diri, dengan usianyayang 16 tahun.Afzal bergegas memasuki mobil yang dikemdarai ayahnya, setelah sampai bandara iamengurus berkas berkas untuk penerbangan.Kini Afzal sudah berada dalam pesawat, Iatidur untuk menunggu penerbangan ini yang berlangsung kurang lebih 18 jam.1 jam
sebelum pesawat ini dilandaskan di bandara internasional orlando, Afzal berisap siap,Kini pesawat sudah berlandas di Bandara Orlando, berada di Florida.Afzal bersiap siap untuk pergi ke World Huang 1991 Conference menggunakan taxiyang sudah ia pesan.Setelah sampai Afzal terkagum kagum dengan tempat olimpiadeyang ia kunjungi.Besar, Megah, Luas, Mewah, Tinggi dan pastinya terdapat lapanganyang luas, semua ciri ciri tersebut adalah Gedung World Huang 1991 Conference.Fact:World Huang 1991 conference tidak hanya mengadakan olimpiade akademis sajaadapun yang non akademis, tetapi Afzal mengikuti akademis.Afzal berjalan pelan pelan seraya menengok sekitarnya, taman yang luas besertapepohonan yang rindang.Tak lama Afzal menemukan pintu masuk gedung dan menujulift untuk masuk ke ruangan yang sudah dibagikan.Day 10Ya, olimpiade itu berlangsung kurang lebih 1 bulan, sekarang hari ke 10.Afzal sudahbertemu banyak teman, tetapi yang paling dekat adalah adalah Gabdrian, Nisa, Cita,dan Nani.Mereka bertemu lagi oleh aturan yang mengharuskan bertim.Day 29.Afzal, Gabdrian, Nisa, Cita, Nani mengusulkan untuk membuat grup Arjuna, supayamemudahkan kedepannya berkontak ketika sudah selesai olimpiade yangdiselenggarakan oleh World Huang 1991 Conference.Nisa mengusulkan untuk liburan ke Brazil lalu ke Indonesia setelah olimpiade berakhir,semuanya setuju akan hal itu.Day 31.Olimpiade telah berakhir saatnya Arjuna untuk berlibur.Destinasi pertama adalahBrazil.Kini mereka bersenang senang dan menikmati liburan mereka.Day 32
Arjuna mulai packing untuk pergi ke destinasi selanjutnya yaitu Indonesia.Gabdrianmengurus semuanya mulai dari berkas berkas serta jam penerbangan.Kini merekasampai di Indonesia, Jakarta.Arjuna mendapatkan misi dari nomor yang tidak dikenal, nomor tersebut menelponGabdrian dan membicarakan sesuatu yang serius.Gabdrian memastikan telpon ity lalubergegas menghubungi teman temannya, Arjuna diberikan misi menemukan 5 budayadi Indonesia, sontak semuanya terkejut sambil bertanya tanya di dalam isi pikiranmereka masing masing.Afzal tidak setuju dengan misi ini, karena ia bingung tujuan misi ini dibuat untuk apa?Apa keuntungannya? Gabdrian pun menjelaskan kalau misi ini tujuannya untuk berliburke destinasi berikutnya.Pagi hari yang sangat cerah disertai suara ayam yang berkokok, dihari yang sangat beratini Arjuna mau tidak mau menerima misi tersebut.Afzal memutuskan untuk pergi ke Kalimantan timur, Gabdrian ke Jawa timur, Nani keSumatra, Nisa ke Aceh, Cita stay in jakarta.Mereka mulai mencari budaya mereka masing masing.Gabdrian lah yang pertama kalimememukan budaya yang ada di Jawa timur yaitu tari baskalan.Tarian yangmengucapkan \"Selamat datang\" atau bisa dikenal tarian khas kota Malang unukmenyambut tamu yang berkunjung ke Kota Malang.Orang ke 2 yang menemukan kebudayaan selanjutnya adalah Nani, Nani menemukanbudaya yang ada di Sumatra yaitu Marhajabuan.Marhajabuan adalah upacara SumatraUtara yang biasa dilakukan di Pesta pernikahan warga Batak.Yang ke tiga adalah Afzal, ia menemukan budaya Mamapas lewu adalah sebuah ritualtolak bala secara agama keharingan yang dijalankan oleh suku dayak, kalimantantengah.
Nisa menemukan budaya tarian aceh bernama tari aceh, tarian ini sangat terkenal diaceh.Cita adalah orang terakhir yang menemukan budaya, Jakarta sangat banyak budaya nyaseperti yang ditemukan Cita yaitu ondel ondel.Ondel ondel berbentuk boneka besaryang ditampilkan dalam oesta rakyat.Setelah semua selesai menemukan budaya masing masing provinsi yang ada diIndonesia mereka berkumpul kembali di Jakarta.Mereka mengumpulkan misi misi tersebut dan mengumpulakn ke nomor yang belumdikenal lewat telepon Gabdrian.Dan yaa, mereka lolos dan bisa keluar dari Indonesia dan melanjutkan ke Destinasiselanjutnya.TAMAT
M. IRFAN RADITYA 8.5 19PANDAWA LIMAPagi yang cerah, secerah hati seorang anak laki-laki bernama Dito. la tinggal di sebuah kotakecil di daerah Jawa tengah, bernama kota Brebes. Dito adalah anak yang pandai dan penuhsemangat, seperti matahari yang tak pernah lelah menyinari bumi di musim kemarau, Saat ini Ditoduduk di bangku kelas 8 SMP Negeri 1 Brebes. Setiap hari ia bersepeda 2 km dari rumah menujuke sekolahnya.Di belakang sekolah Dito terdapat sungai yang sangat kotor, bernama sungai kalong. Sampah disungai kalong sampai menganak gunung, sehingga menimbulkan bau yang tak sedap. Bahkanbila musim penghujan datang sering mengakibatkan banjir di pemukiman warga sekitar sekolah.Sehingga, bila banjir telah surut sampah berserakan dimana-mana. Untung saja sekolah Ditoletaknya lebih tinggi, sehingga tidak terdampak banjir. Tetapi, berbeda cerita bagi pemukimanwarga disekitar sekolah. Rumah mereka sudah pasti terendam banjir. Akses jalan menuju kesekolah pun sulit dilalui karena jalanan tertutup air luapan dari sungai, yang alirannya tidak lancarakibat tersumbat sampah dari limbah rumah tangga warga sekitar bantaran sungai.Sepertinya kesadaran masyarakat akan kebersihan di daerah sekolah Dito sangat minim,banyak warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai, mungkin faktor kurangpengetahuan dan kurangnya ketersediaan tempat sampah di sekitar pemukiman warga.Sehingga membuat hati Dito tergetar untuk membangkitkan rasa peduli semua warga terhadapkebersihan sungai dan lingkungan.la sadar betul semua itu tidak bisa berjalan dengan baik apabila hanya dilakukan oleh Ditoseorang diri, ia pun berencana untuk mengajak empat sahabatnya yang kebetulan bertempattinggal di desa dekat sekolah Dito, untuk membantunya bertemu orang yang berpengaruh didesa Penimbun, guna meminta izin dan meminta bantuan menghimbau warga setempat agarbersedia berpartisipasi mengikuti kerja bakti membersihkan sungai kalong.Ke empat sahabat Dito ini bernama Zaki, Salman, Epan, dan Saka, Mereka selalu terdepandalam kegiatan menjaga kebersihan di lingkungan sekolah dan kegiatan positif lainnya. Makadari itu mereka di juluki Pandawa Lima oleh guru dan teman-teman di sekolahnya, istilahtersebut diambil dari cerita pewayangan Mahabharata.Keesokan harinya, setelah pulang sekolah Dito langsung mengumpulkan Pandawa Lima untukmembahas rencana kerja bakti di desa Penimbun.\"Sob, mau tau nggak kenapa aku ajak kalian berkumpul disini?\" tanya Dito.\"Nggaak...\" Jawab keempat sahabat itu serempak dengan ekspresi jahil.\"Serius niih.\" ucap Dito dengan nada tegas.
\"lya... lya.\" jawab mereka kompakBegini, kalian tau kan sungai dibelakang sekolah kita?\" tanya Dito.\"Tau, kenapa memangnya?\" saut Zaki.\"Iya tau! Itu kan deket rumah Zaki.\" celetuk Salman.\"Yang kalau hujan langganan banjir, kita bisa berenang gratis disitu... hahahaha.\" sambung Sakadengan nada jahil.\"Betul! Aku punya beberapa rencana.\" jawab Dito.\"Memangnya kamu punya rencana apa saja Dit?\" tanya Epan.\"Aku punya 3 rencana.\" ucap Dito.\"Hah! banyak banget.\" jawab Salman.\"Sttt.. dengerin dulu Man. Lanjut Dit, ceritain ke kita semua rencana kamu.\" ucap Zaki.\"Rencana pertama, bagaimana kalau kita bekerja bakti membersihkan sungai di belakangsekolah? Aku gak nyaman banget dengan bau menyengat yang kadang terbawa sampai kedalam kelas, untuk pelaksanaanya kita bisa meminta bantuan warga sekitar agar cepat selesai.Rencana kedua, mendaur ulang sampah plastik yang sudah dikumpulkan dan di daur ulangmenjadi tempat sampah plastik dan barang bermanfaat lainnya. Rencana 3, memberi edukasitentang pentingnya menjaga sungai dan lingkungan sekitar kita dengan meminta bantuan dinaslingkungan. Bagaimana menurut kalian?\" ucap Dito.\"Ide bagus.\" Jawab epan dan anggukan kepala yang lain.Mereka semua setuju dengan rencana Dito.\"Dito aku mau bertanya, kenapa kamu ingin mendaur ulang sampah plastik itu menjadi tempatsampah?,\" tanya Salman.\"Karena di daerah pemukiman dekat sekolah kita sangat jarang di sediakan tempat sampah,\"jawab Dito.\"Yaudah langsung eksekusi! ibaratnya jangan kebanyakan misi kalo ga ada aksi, nanti kita malusendiri.\" ucap Saka bersemangat.\"Ayo kita mulai bergerak mengubah dunia.\" ucap Epan tak kalah bersemangat.\"Zaki, kamu tahu kan rumah Pak RT dimana?\" tanya Dito.\"Tau dong....Zaki gitu loh!\" jawab Zaki dengan nada sombong.
\"Iya iya, apa si yang Zaki gatau.\" celetuk Salman.\"Terus sekarang kita langsung kerumah Pak RT?\" tanya Zaki.\"Lebih cepat sih! Lebih baik,\" ucap Dito\"Hari ini kan hari kamis, kalau menurutku hari ini juga kita izin ke Pak RT. Jadi hari minggu kerjabakti bisa langsung di jalankan. Setuju nggak sob?\" tanya Dito.Setuju setuju.\" jawab mereka serempakSelesai rembukan, Pandawa Lima langsung menuju kerumah Pak RT. Di perjalanan, ketikasedang asik bersenda gurau dari kejauhan nampak seorang ibu sedang melempar bungkusanplastik ke sungai yang di perkirakan berisi sampah rumah tangga. Sontak membuat jiwa sadarkebersihan Dito meronta-ronta, ingin segera sampai ke rumah Pak RT untuk menyampaikanrencananya. Miris sekali jika melihat sungai yang seharusnya di jaga kebersihannya, malah dirusak oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawabSesampainya di rumah Pak RT, kebetulan Pak RT sedang menyiram tanaman.\"Selamat sore Pak RT.\" ucap Zaki.\"Sore, ada apa ini ramai-ramai kesini.\" jawab Pak RT.\"Begini Pak, kami mau membicarakan tentang sungai Kalong.\" ucap Dito.\"Iya boleh.\" jawab Pak RT.\"Sungai Kalong sangat kotor Pak, banyak sampah plastik yang berserakan, kami mempunyairencana untuk bekerja bakti membersihkan sungai, gimana menurut Bapak?,\" ucap Dito.\"Boleh-boleh, nanti saya sampaikan kepada warga.\" ucap Pak RT.\"Satu lagi Pak saya punya usul, bagaimana kalau di setiap sudut desa di sediakan tempatsampah organik dan anorganik agar sampah organik bisa di jadikan pupuk dan sampahanorganik dapat di daur ulang.\" jelas Dito.\"Wah.. Ide bagus itu, nanti saya akan sediakan.\" Pak RT menanggapi.\"Baik, Terima kasih Pak.\" ucap Dito.\"Iya nak, terima kasih kembali. Semoga rencana kita berjalan lancar,\" jawab Pak RT.\"Aamiin.\" semua serempak menjawab.Hari yang di nanti pun tiba, Pandawa Lima sudah sampai di sungai pukul 7 pagi. Betapaterkejutnya mereka, ternyata di lokasi sudah ramai dipenuhi warga sekitar bantaran sungai danPak RT yang sudah bersiap untuk memulai kegiatan kerja bakti membersihkan sungai pagi ini.
Ada yang membawa cangkul, ada yang membawa arit, ada juga yang membawa golok. Bahkanada juga para ibu-ibu yang sudah mempersiapkan cemilan lengkap dengan kopi dan teh, untuksekedar melepas dahaga para warga yang sedang kerja baktiDiawali dengan doa bersama, kerja bakti pun dimulai. Semua orang sangat antusiasberpartisipasi menjalankan kegiatan kerja bakti yang digagaskan oleh Pandawa Lima. Bersamabersatu bahu membahu dari yang muda sampai yang tua, baik perempuan maupun laki-laki.Senang bercampur haru melihat suasana yang terjadi pagi ini, Dito berharap kegiatan seperti inibisa terus dilestarikan, pasti hidup ini akan terasa lebih indah.Selama kerja bakti berlangsung Pandawa Lima ini terlihat paling mencuri perhatian. Bagaimanatidak! Mereka kompak menggunakan kostum yang sama, dengan pakaian berwarna serba hitam,disertai topi dan sepatu boots berwarna kuning terang. Membuat mereka terlihat lebih keren,berbeda dari yang lain.Akhirnya, sedikit demi sedikit tumpukan sampah yang semula menggunung kini mulaiberkurang, berkat semangat Pandawa Lima yang berapi-api turut membakar semangat semuawarga desa Penimbun yg ikut bekerja bakti. Sesekali warga bergantian mengumpulkanbungkusan plastik sampah yang sudah dilubangi bawahnya, di tumpuk ke pinggiran kall untukkemudian di angkut menggunakan truk sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir)menggunakan truk sampah dari dinas kebersihankota Brebes.Kegiatan kerja bakti membersihkan sampah di sungai kalong berlangsung selama 5 jam, kinisungai dan lingkungan di sekitar desa penimbun terlihat bersih. Pandawa Lima dan semuawarga berkumpul untuk beristirahat sembari menikmati makan siang yang telah di siapkan paraibu-ibu. Selanjutnya Pak RT dan pihak dinas kebersihan memberikan edukasi tentangpentingnya kesadaran seluruh warga untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan agarterbebas dari banjir saat musim penghujan datang.Setelah semua selesai, Pandawa Lima pun berpamitan pulang. Pak RT dan seluruh wargasangat berterima kasih kepada Pandawa Lima karena sudah menjadi Pahlawan kebersihan,membantu membersihkan sungai dan lingkungan desa Penimbun.Pandawa Lima pulang dengan hati senang, telah berhasil menjalankan misinya.. Seperti yangmereka inginkan untuk seterusnya bumi dan lingkungan menjadi lebih baik, dengan aksi nyatapenuh karya.
Di Balik Warna-Warni Pasar TradisionalDi sebuah desa kecil di Jawa Tengah, terdapat pasar tradisional yang menjadi pusataktivitas masyarakat. Setiap pagi, pasar itu selalu ramai dengan penjual dan pembeli dariberbagai kalangan. Suara tawar-menawar yang riuh, aroma rempah yang khas, dan warnawarni kain batik yang dijajakan membentuk suasana yang hangat dan penuh keakraban.Pagi itu, Blaire, seorang anak Laki-laki berusia 12 tahun, datang ke pasar bersama ibunya.Blaire sangat antusias karena ini kali pertama ia diajak ke pasar. Ia ingin merasakan sendirikesibukan dan kehangatan yang sering diceritakan ibunya.“Ibu, kenapa kita harus ke pasar? Kan lebih mudah beli barang di toko swalayan,” tanyaBlaire penasaran.Ibunya tersenyum, “Di sini, kamu bisa merasakan langsung budaya kita, nak. Pasartradisional bukan sekadar tempat belanja, tapi juga tempat berkumpul, bercerita, dansaling mengenal.”Saat mereka berjalan-jalan, Blaire melihat seorang nenek tua menjual jamu. Wajahnyakeriput, tetapi senyumnya tetap hangat. Nenek itu mengenakan kebaya sederhana dankain batik, dengan gerobak kecil yang dipenuhi botol-botol jamu berwarna kuning, cokelat,dan hijau.“Nak, ini jamu kunyit asam. Bagus untuk kesehatan, dan nenek buat sendiri dari tanamandi kebun,” kata nenek itu sambil menawarkan segelas jamu pada Blaire.Blaire mencoba minum sedikit. Rasanya pahit, namun ada sensasi segar yangmembuatnya ingin meminumnya lagi. Ia kagum, tak menyangka ramuan tradisional bisabegitu menyehatkan.Di sisi lain pasar, mereka berhenti di sebuah lapak yang menjual kain batik. Penjualnya,seorang bapak paruh baya, dengan bangga menunjukkan batik-batik yang ia buat sendiri.
Setiap motif memiliki cerita, mulai dari kisah para leluhur hingga gambaran alam sepertigunung, burung, dan bunga.Blaire tertarik pada sehelai kain batik berwarna merah dan hitam dengan motifmegamendung. “Apa arti motif ini, Pak?” tanyanya.“Motif ini menggambarkan awan. Awannya besar, seperti harapan kita agar kehidupanpenuh berkah. Warna merah melambangkan semangat, dan hitam adalah keteguhan hati,”jawab bapak itu 0Dengan bangga.Di Sudut pasar, mereka bertemu dengan kaket tua menjual berbagai macam acam mainantradisional. Salah satunya ada bola bekel. Setelah Blaire melihat bola bekel Blaire bertanyakepada kakek. “Benda apa itu?” tanya Blaire.Kakek itu hanya tersenyum Lalu mengambil mainanItu dan memainkannya di depan hadapan Blaire.Blaire melihat hal tersebut dengan rasa kagum, “Ini itu bola bekel” Jawab kakek itu denganter- Senyum.Blaire Mencoba memainkannya itu dan bersama kakek Blaire menyukai mainannya.Melihat antusiasme Blaire, ibu tersenyum bangga. “Nah, sekarang kamu mengertimengapa kita harus datang ke pasar. Budaya kita hidup di sini, di setiap senyum, sapa, dancerita dari para penjualnya.”Blaire mengangguk. Ia merasakan kehangatan yang tidak ditemukan di tempat lain. Pasartradisional itu bukan sekadar tempat jual beli, tapi juga tempat di mana ia belajar tentangjati dirinya sebagai anak bangsa.
Setelah pulang, Blaire tidak sabar untuk menceritakan pengalamannya kepada temanteman di sekolah. Baginya, pasar tradisional bukan hanya sebuah tempat; di sanalahwarisan budaya dan kebijaksanaan Indonesia tersimpan, menunggu untuk ditemukankembali oleh setiap generasi.
Sinopsis :Satria adalah anak yang sangat menyukai seni khususnya seni tari. Ia, sukasekali mempelajari tentang seni. Sehingga, Satria memutuskan membuat tariansendiri. Tari itu mendapatkan banyak sekali penghargaan. Saking bagusnya tariantersebut, negara lain mulai ingin merebut tarian tersebut dan mengakui bahwa tari ituadalah milik mereka. Satria tidak terima akan hal itu. Karena, tujuan ia menciptakantarian adalah agar nama Indonesia semakin indah di pandangan orang lain.Sehingga, Satria berusaha membuktikan bahwa itu adalah tarian Indonesia.Bagaimana cara ia membuktikannya? Ayo baca!Tradisi Milik KitaSatria adalah anak yang suka dan tertarik dengan seni, khususnya senitari. Karena rasa sukanya kepada seni tersebut, ia memiliki cita cita untuk membuatseni tari. Pada usianya yang telah dewasa, ia memutuskan untuk membuat seni tariyang ia beri nama Arjuna. Seperti namanya, Arjuna adalah seni tari yangmenyangkut pautkan cerita perwayangan. Tarian ini diiringi oleh musik yangbersemangat dan juga dinamis.Satria membuat tarian ini dengan sangat senang. Selama waktupembuatan, ia tidak lupa merekam dan mendokumentasikan setiap langkah yang ialakukan. Ia mengerjakan dan membuat semua itu secara bertahap dan bersamasama dengan timnya (Taba). Semua anggota dalam tim itu tahu bagaimanaperjuangan Satria selama ini. 3 tahun berlalu, tarian itu akhirnya jadi. Satria danseluruh anggota tim memikirkan bagaimana cara mempromosikan tarian tersebutkepada publik. Salah satu anggota kepercayaan Satria yang bernama Dono berkataDono : “Pada tanggal 16 November, ada lomba kesenian di Surabaya. Gimana kalokita ke sana saja? Kita lombain aja tarian ini. Kalo menang kan lumayan ditambahlagi, kita juga bias menunjukkan pada khalayak ramai bahwa itu adalah tarian barudi Indonesia.”Satria : “Hm... Ide bagus, ayo kita siap siap untuk itu. Tinggal 14 hari lagi. Cukup lahya... Oh iya, video hasilnya tolong sering sering di lihat ya, agar tidak lupagerakannya.”Pada tanggal perlombaan, Satria dan teman temannya sudah siap untukmenunjukkan tariannya. Mereka telah menyiapkan semua properti yang dibutuhkanoleh semuanya. Mulai dari kostum, properti dan riasan. Satria dan yang lainnyasangat bersemangat untuk menunjukkan tariannya. Mereka sangat yakin bahwamereka akan menang.
Sekarang, waktunya mereka tampil. Setelah menunggu selama 2 jam,mereka akhirnya naik panggung dan mulai menari dengan perasaan senang. Semuajuri merasa tertarik dengan tarian mereka. Lagu yang bersemangat membuatmereka tidak lagi mengantuk dan gerakan yang mereka lakukan membuat merekadapat merasakan nilai apa saja yang terdapat di situ. Tentu saja gerakan merekabagus, itu dikarenakan Satria mempraktikkan semua yang ia pelajaran yang iadapatkan dari seni mulai dari sekolah dasar hingga kuliah.4 jam telah berlalu. Saatnya pengumuman kemenangan. Mereka semuasangat tegang dan sangat bersemangat dalam waktu yang sama. Ternyata, dugaanmereka tak salah. Satria dan semua anggota timnya ternyata memenangkan lombatersebut dan meraih juara 1 di sana. Setelah itu, mereka merilis video tarian merekadi akun social media mereka. Video itu menjadi terkenal dan banyak diminati olehorang luar. Karena pencapaian itu, banyak yang mengundang Satria ke tempattempat wisata untuk menghibur para wisatawan dan menunjukkan kepada merekamengenai tarian baru yang ada di Indonesia.Namun, karena tarian mereka menjadi terkenal. Banyak orang luar yang iripada Negara Indonesia. Sehingga, negara tersebut berusaha merusak nama baikIndonesia. Mereka mencemari nama Indonesia dengan mengatakan bahwa tarianyang Indonesia buat adalah tarian tiruan. Mereka mencemari nama Indonesiadengan cara membuat tarian yang mirip namun berbeda gerakan dan mengirimnyake social media dengan mengatakan bahwa Indonesia meniru tarian tersebut namuntidak sama persis. Kemudian, mereka berpura pura seolah olah merekalah yangdirugikan karenanya. Padahal, merekalah yang berbohong. Namun, banyak orangyang mempercayai mereka. Banyak orang mulai melupakan siapa sebenarnya yangpertama kali menunjukkan tarian tersebut kepada khalayak ramai.Sebagai pembuat yang telah berjuang selama 3 tahun lamanya, tentu sajaSatria keberatan dengan pernyataan tersebut. Satria akhirnya mengomplain negaratersebut dan memintanya klarifikasi bahwa mereka yang mencemari nama baikIndonesia dikarenakan iri. Namun, itu sia-sia karena tentu saja pihak dari negarasana pasti akan terus membela diri agar nama baiknya tetap bagus di mata oranglain. Karena Satria tidak berhasil memerintah mereka, Satria akhirnya memutuskanuntuk meminta bantuan kepada negaranya sendiri. Namun, tidak seorang punpercaya padanya. Bahkan, anggota trim Satria pun kesulitan karena itu. Akhirnya,beberapa anggota timnya ada yang mengundurkan diri. Kini, anggota timnya hanyatersisa 4 orang, Satria, Rika, Zafran dan juga Sinta.Banyak sekali orang yang terus menyerang Satria denganmenganggapnya sebagai pencuri karya orang lain. Hal itu membuat Satria sangatLelah dan sangat kesal. Satria merasa bahwa negara itu sudah keterlaluan. Merekatak hanya mencemari nama Satria namun mereka juga mencemari nama Indonesia.Sehingga, tak hanya khalayak luar saja yang membenci Satria, bahkan temantemannya yang dahulu satu sekolah dengannya pun menjadi kecewa.
Satria : “Mereka keterlaluan! Bagaimana bias mereka berpikir serendah itu?Kekanak kanakan!”Zafran : “Namanya juga iri. Tapi mereka sangat licik. Kita harus segera meluruskankesalahpahaman ini dan membersihkan nama baik kita dan yang lain.”Satria : “Anggota tim kita Cuma 4 orang... Kita membutuhkan lebih banyak orangagar kita dapat menyelesaikannya dengan mudah.”Rika : “Aku yakin kita pasti bisa. Gimana kalo kita bagi tugas? Aku cari pelakunya,Sinta mengumpulkan bukti bahwa kita yang membuat tarian itu dibantu oleh Zafrandan Satria harus memikirkan langkah selanjutnya untuk membuat orang orangpercaya.”Sinta : “Ide bagus, ayo lakukan.”Setelah sekian lama selama berhari hari mereka kurang tidur. Satriaberfikir sambil membantu yang lain mencari apa yang di butuhkan. Sinta mencariberkas berkas dan gambar gambar lama, Zafran sibuk menghubungi orang-orangbarang kali mereka bisa menjadi saksi penting, dan Rika terus menatap komputeruntuk mengetahui dalang di balik semua ini. Mereka bekerja sangat keras untuk ini.Satria : “Aku yakin buktinya lebih dari ini.. Kemana bukti yang lainnya?”Zafran : “Kita belum menghubungi Dono kan?”Satria : “Oh iya, Dono. Kita perlu menghubunginya… Namun, katanya ia sudahpindah dan mengganti nomornya. Aku tidak tahu lagi kemana aku harus mencarinya.Aku sangat lelah memikirkannya.”Rika : “Pelakunya adalah orang yang memiliki reputasi yang cukup bagus. Akan sulituntuk mengalahkannya.”Satria : “Setelah ia terbukti salah, ia akan jatuh cukup jauh kan? Itu resikonya..Mengenai sulit atau tidaknya, kamu tahu kan betapa kejamnya hukum sosial..”Sinta : “Kita pasti bisa, itulah kata katamu sebelumnya… Sudahlah, kalian istirahataja dulu. Aku saranin kita tenangkan pikiran kita seminggu aja. Berfikir dalamkeadaan seperti ini akan membuatnya kacau. Orang Lelah tidak bisa berfikir jernih,otaknya jenuh.”Karena saran yang diberikan Sinta, akhirnya Satria dan anak anak lain punmulai istirahat selama seminggu. Saat mereka sudah cukup istirahat, mereka mulaidapat bekerja lebih baik lagi. Mereka mengumpulkan bukti bukti lebih banyak,mereka mencari dimanakah keberadaan Dono sang pemilik bukti terbanyak, merekajuga mengumpulkan saksi-saksi, dan mereka juga mencari kata-kata yang tepatuntuk di sampaikan agar para warga tidak marah akan pernyataanya. Sangat sulituntuk mencari keberadaan seseorang. Mereka membutuhkan waktu yang sangatlama untuk itu. Keberadaan Dono akhirnya berhasil di temukan dalam waktu 3
bulan. Setelah menemukan keberadaannya, Satria dan teman temannyamengunjungi tempat Dono berada.Satria : “Permisi”Dono membuka pintu dan keluar.Dono : “Iya? Ada apa? Oh, ternyata Satria dan teman teman.. Ayo masuk dulu.”Mereka pun masuk ke rumah Dono.Dono : “Ada apa kalian kemari?”Satria : “Kita kesini mau minta dokumentasi yang kita buat dulu. Masih ada kan? Akubutuh sekarang..”Dono : “Ada kok. Nomormu berapa.”Satria memberikan nomor handphonenya kepada DonoSatria : “Makasih ya.”Dono : “Iya, sama-sama.”Sebelum pergi, mereka ngobrol singkat sampai seorang dari mereka berkata.Zafran : “Kalian gak mau buat tim lagi. Ayo masuk lagi, ayo kita kembalikan semuaanggota dan memulai lagi.”Dono : “Aku mau mau aja, tapi anggota kita yang lain udah banyak yang pergi kan?”Satria : “Kita bisa kumpulin mereka dan kita buat tarian baru.”Dono : “Baiklah ayo.”Akhirnya beberapa dari mereka mengumpulkan anggota-anggota lama danmembuat tim lagi. Sedangkan Satria dan Zafran memulai membuat kata-kata, buktidan mengunggahnya di social media bahwa itu adalah karya Indonesia. Karenabukti yang kuat, para warga pun mulai percaya dan tidak lagi menyalahkan Satria.Mereka mulai meminta maaf kepada Satria. Kemudian, orang yang menyebarkanberita palsu tersebut mendapat sanksi social dan juga reputasinya menurun sertanama baiknya tercemar karena ulahnya sendiri.Banyak orang yang meminta maaf kepada Satria, beberapa di antaramereka juga sangat menghawatirkan Satria. Untuk menunjukkan bahwa Satriamasih bersemangat dan baik-baik saja, Satria akhirnya membuat tarian baru yangbernama “truth” yang berarti kebenaran. Tarian ini terinspirasi dari pengalamannyayang baru-baru ini terjadi.Mereka merasa sangat senang karena telah membuktikan bahwaIndonesia tidak bersalah dan Satria sang pembuat Arjuna, menjadi terkenal karenaitu. Akhirnya, Satria terus berkarya dan juga membuat tarian lebih banyak lagi untuk
Indonesia. Meskipun banyak juga yang membenci Satria, ia tak takut. Karena iayakin, bahwa kebenaran selalu benar.
judul:mengenal budaya wayangDisuatu hari pada tahun 2007ada anak lelaki bernama vandraVandra baru menginjak kelas 2 SMP.Saat itu pada hari libur orang tua Vandra mengajak berkunjung kerumah kakak nenеknуа уаng berada dipendesaan.Dulunya desa ini terkenal dengan persenian Wayang kulit yang diadakan 1 Minggu Sekali, wayang inibercerita tentang kebaikan melawan kajahatan. Pada malam harinya Vandra Sudah bersiap-siap untukbesokKeesokan Paginya keluarga Vandra Sudah bersiap-siap berangkat menuju desa yang bernama\"kepuhSari\" yang memakan waktu hampir 2 Jam.Akhir perjalanan berlihat suasana desa kepuhsari yang asri dan ditengah perjalanan terlihat. Wayangwayang yang menghiasi Setiap Jalanan. Vandra dan keluarga telah Sampai dirumah kakek neneknya,rumah itu sederhana namun terkesan lebar dihiasi wayang-wayang di Sekitar rumahvandra melirik Kagum dan tercengang tetapi dia terhenti Saat ibunya memanggil untuk masuk kerumahdan bersalaman dengan kakek nenek melirik Kagum dan tercengang tetapi dia terhenti Saat ibunyamemanggil untuk masuk kerumah dan bersalaman dengan kakek nenek\"eh cucu nenek Sudah besar\" ujar nenek dengan Senyuman hangatnya\"iya, nek\"balas vandra Setelah itu nenek mengajak untuk masuk.•Malam harinya
Vandra berkeliling rumah neneknya, pikirannya berpacu pada kejuaraan wayang yang berlimpah dilemari kaca, mata Vandra berkilauan tertarik dengan Seni wayang, lengan Vandra bersandar pada lemarikaca ibu dan mabanya terus melirik kesenian wayang itu\"tertarik dengan wayang itu?\"kata ayah dari belakang, Vandra tersentak kaget\"yaampun ayah mengagetkan Vandra!....\" ujar vandra ayahnya terkekeh kecil\"Maaf,maaf\"\"tertarik dengan kesenian wayang nak?\" tanya ayah\"iya ayah, karna jarang sekali ditemukan kesenian seperti ini di kota\" jawab Vandra Sambil terus melihatWayang itu dengan mata berkilauan\"itu wajar.. karna Sakarang anak muda lebih mengikuti budaya luar dan melupakan budaya asli merekasendiri termasuk kesenian wayang, Seringkali anak muda Sekarang tidak menghargai kesenian yangdimilki dan manganggap kesenian mereka membosankan\" ujar ayahVandra hanya diam mendengarkan ayahnya yang berbicaratiba-tiba muncul di benaknya ingin mengenalkan kesenian wayang.\"Baiklah ayah vandra ke kamar dulus scop vantru dan pergi\" ucap vandra lalu pergi ke kamarnyavandra duduk di kursinya dan menyalakan lampu Sorot dia terinspirasi untuk mengembangan SeniWayang dan mulai menulis sesuatu di bukunya..•keesokan paginya, Vandra menemui Ayahnya, untuk bertanyaVandra menemukan Ayahnya di ruang tamu Sambil meminum kopi hangatnya\"Ayah\" Panggil VandraAyahnya langsung menoleh dengan Senyuman hangat yang Selalu ia miliki\"Ada apa, nak?\" jawab ayah\"Bagaimana cara memainkan Wayang? Vandra penasaran dengan Seni wayang itu\" ujar vandra\"kakek bisa mengajarimu, kakekmu hebat dalam hal itu\" jawab ayah
Vandra pergi mencari kakeknya yang ada di taman belakang kakek hanya duduk di kursi kayu yang tuasambil menikmati hembusan angin..Perlahan Vandra menghampiri kakeknya dengan menepuk pelan pundak Laken kakek tersadar padalamunannya dan menoleh ke Vandra sambil bertanya \"Ada apa, Vandra?\"\"kek, kata ayah kakek Sangat mengenal Wayang ya?\" tanya Vandra, kakek mengangguk, dan berucap\"Sini, duduk\" Vandra duduk disamping kakeknya, mulai dari situ kakeknya bercerita tentang wayang,asal usulnya, dan bagaimana memainkannya, Vandra mendengarkan dengan cermat dan WayangSemakin menarik perhatiannya.Setelah kakeknya Selesai bercerita vandra semakin 1 tertarik dengan wayang dan bertanya \"kek, gimanasih caranya melestarikan wayong pada jaman Sekarang?\" tanya Vandra kakek menjawab\"Mungkin Seperti mengunjungi museum wayang. Menyaksikan pertunjukkan wayang dan mengenalkanwayang dengan cara yang baru\" jawab kakek\"begitu ya kek..\" kata vandra pelan sambil mengangguk\"baiklah kek, terimakasih ya\" kaya vandra sambil pergi kembali ke kamarnya dia langsung melanjutkantulisan kemarin malamnya•malamnyakakek menghampiri vandra\"vandra mau ikut kakek ke tanah lapang?\" tanya kakek\"wah mau kek,emangnya ada apa disana?\" tanya Vandra\"udah,ikut aja yuk,siap siap sana\"\"siap kek\"setelahnya vandra pergi bersama kakek dan saat sampai di sana ternyata ramai sekali orang orang tuayang duduk di depan ingin segera menyaksikan Persembahan wayang,kakek dan vandra duduk danpertunjukan wayang di mulaivandra menikmati pertunjukan wayang itu•setelahnyavandra dan kakek pulang
vandra diam diam mengambil foto saat dia menonton pertunjukan wayang dan mulai menulis kembalisambil menggunakan ponselnya•2 hari setelahnyavandra dan keluarganya pulang setelah menginap di rumah kakek neneknya\"hati hati kalian di jalan ya\" kata kakek\"iya kek,kami pamit dulu\" jawab ayah\"selamat tinggal kek! nanti kenalin aku lebih dalam tentang wayang ya kek!\" ujar vandra denganbersemangat•di perjalananvandra asik dengan ponselnya sehingga ibunya melihat vandra dari kaca spion mobil\"ada apa nak? sepertinya kamu bersenang-senang dengan ponselmu\" kata ibunya\"eh iya Bu! lihat nih vandra baru aja buat sesuatu tentang wayang di media sosial,dan banyak bangetyang ngelike postingan ku\" kata vandra dengan senang dan menunjukkan layar ponselnya ke ibunya\"wah vandra pinter banget dan bijak dalam menggunakan media sosial.. pinter nak,ibu bangga bangetsama vandra\"\"ayah juga,vandra pinter banget buat ngelestarikan wayang di media sosial\" kata ayah dan tersenyumvandra tersenyum dan dia terus melanjutkan kegiatan nya dan banyak yang ngelike postingannyavandra akhirnya berhasil melestarikan wayang dengan caranya sendiri
Farid adalah seorang anak berusia 13 tahun yang tinggal bersama kakeknya di sebuah desaterpencil yang terkenal akan kebudayaannya yang diwariskan secara turun-temurun. sejakkecil Farid kehilangan kedua orang tua.beserta neneknya. Farid termasuk anak yang selalumerasa tradisi dan budaya desa terlalu kuno dan membosankan. Dia lebih sukamenghabiskan waktu sendiri, bermain video game, dan merasa tidak ada manfaat darimelestarikan budaya yang selama ini dijaga oleh desa.Suatu hari, desa mengadakan pertemuan penting untuk merencanakan acara budaya besaryang akan dilaksanakan minggu depan. Pertemuan ini adalah momen penting bagimasyarakat untuk mendiskusikan persiapan, mulai dari dekorasi hingga penampilan seni.Bagus dan Daniel, teman dekat Farid, sangat bersemangat untuk ikut serta dan inginmengajak Farid.Mereka datang ke rumah Farid pada sore hari. Bagus mengetuk pintu dan saat Faridmembukanya, mereka tampak ceria. \"Farid, ayo ikut pertemuan ini!\" ajak Bagus denganantusias. \"Kita bisa membantu merencanakan acara yang seru dan meriah!\"Daniel ikut menambahkan, \"Ini kesempatan bagus buat kita semua. Lagipula, acara inisangat penting untuk desa kita. Jangan lewatkan!\"Namun, Farid dengan tegas menolak. \"Aku tidak tertarik dengan pertemuan semacam itu.Aku lebih suka tetap di rumah dan bermain game. Kenapa harus repot-repot?\"Teman-temannya tampak kecewa, tetapi mereka tetap mencoba membujuk. \"Farid, kamutidak akan merasa bosan jika ikut serta. Lagipula, semua orang di desa sangat menantikanacara ini. Bukankah lebih baik jika kita ikut berkontribusi?\" kata Bagus, berharap bisamengubah pikirannya.Tetapi Farid tetap pada pendiriannya. \"Aku sudah bilang, aku tidak mau. Biarkan akusendiri.\"Bagus dan Daniel akhirnya pergi dengan rasa kecewa, meninggalkan Farid yang kembali kerutinitasnya. Malam itu, Farid merasa hampa. Dia mengamati dari jendela bagaimana desabersiap-siap untuk acara besar itu. Lampu-lampu berkelap-kelap, dan suara tawa sertamusik dari rumah-rumah tetangga terdengar meriah.Saat Farid berbaring di tempat tidurnya, pikirannya kembali kepada temannya danbagaimana mereka selalu berbagi semangat tentang acara tersebut. Dia mulai bertanyatanya tentang bagaimana rasanya menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar daripadadirinya sendiri. Meskipun dia tidak ingin mengakuinya, rasa ingin tahunya mulai tumbuh.Pagi berikutnya, Farid memutuskan untuk menghadiri pertemuan yang telah dia tolaksebelumnya. Dia merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya jika terus mengabaikanbagian dari dirinya yang mungkin belum pernah dia coba. Ketika dia sampai di lokasipertemuan, suasana sangat hidup. Semua orang berbicara dengan semangat tentangberbagai rencana, dan terlihat jelas betapa pentingnya acara ini bagi mereka.
Bagus dan Daniel segera melihat kehadiran Farid dan menyapanya dengan senyumanlebar. \"Farid, kamu datang juga!\" kata Daniel dengan senang. \"Ayo, kita bisa mulaimerencanakan bersama.\"Farid merasa canggung pada awalnya, tetapi dia perlahan-lahan mulai terlibat. Diamembantu menyiapkan dekorasi, mendengarkan ide-ide kreatif dari masyarakat, danbahkan berpartisipasi dalam diskusi tentang penampilan seni. Farid merasakan sesuatuyang tidak pernah dia rasakan sebelumnya , kebanggaan dan kepuasan saat bekerjabersama untuk tujuan bersama.Saat acara akhirnya tiba, Farid merasa sangat bangga. Dia melihat hasil kerja kerasnya danteman-temannya dipamerkan dengan megah. Acara itu berjalan dengan sangat sukses, dandesa merayakannya dengan penuh keceriaan. Farid merasa bersemangat dan terhubungdengan komunitasnya lebih dari sebelumnya. Kakeknya tersenyum lebar kepadanya karena,Farid akhirnya ingin mengikuti serta melestarikan budaya yang ada di desanya.Dari pengalaman itu, Farid menyadari bahwa melestarikan budaya bukan hanya tentangmenjaga tradisi, tetapi juga tentang mempererat hubungan, membangun kebersamaan, danmerayakan identitas bersama. Dia merasa bahwa dia telah menemukan cahaya baru dalamkehidupannya, yang membuatnya lebih memahami dan menghargai nilai-nilai yang ada didesanya.Sejak hari itu, Farid tidak hanya menjadi bagian dari acara budaya, tetapi juga aktif dalamberbagai kegiatan desa. Dia menyadari bahwa kadang-kadang, kita perlu membuka hati danpikiran kita untuk menemukan sesuatu yang lebih berarti dan berharga dari apa yang kitakira.Tak lama setelah acara budaya itu berakhir, Farid merasa ada perubahan besar dalamdirinya. Dulu, ia merasa terasing dan enggan terlibat dalam aktivitas desa. Namun sekarang,ia merasa seolah-olah sebuah jembatan telah terbentuk antara dirinya dan seluruhkomunitas. Ia mulai berpartisipasi dalam lebih banyak kegiatan desa seperti : merawatkebun , belajar dari para ketua tentang seni ukir kayu, dan mengikuti pelatihan taritradisional yang sebelumnya dia anggap membosankan.Setiap kali melihat anak-anak kecil yang antusias mengikuti latihan budaya, Farid merasabangga. Ia tahu, dia kini menjadi bagian dari warisan yang akan diteruskan ke generasiselanjutnya. Dari hari ke hari, Farid semakin merasa bahwa kehidupannya memiliki arti yanglebih dalam tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk komunitasnya. Keputusansederhana untuk hadir di pertemuan itu telah membuka jalan bagi sebuah perjalanan yangpenuh makna.Kini, Farid mengerti betul bahwa budaya bukan hanya sesuatu yang kita terima dari masalalu, tetapi juga sesuatu yang kita jaga dan bangun bersama untuk masa depan. Denganpenuh semangat, dia melangkah maju, membawa cahaya yang telah dia temukan dalambudaya, dan membagikannya kepada orang lain.
Suatu sore, setelah beberapa bulan berpartisipasi dalam kegiatan desa, Farid dudukbersama Bagus dan Daniel di bawah pohon besar yang biasa mereka singgahi. Merekaberbicara tentang pengalaman mereka selama ini, tentang betapa serunya acara budayayang mereka selenggarakan, dan bagaimana desa kini semakin hidup dengan berbagaikegiatan.\"Farid,\" kata Bagus sambil tersenyum lebar, \"kami sangat senang kamu akhirnya ikut. Desaini jadi terasa lebih berarti, kan?\"Farid tersenyum malu. \"Iya, awalnya aku pikir budaya itu cuma membuatku merasa terjebakdalam hal-hal yang kuno. Tapi sekarang... aku malah merasa lebih hidup. Rasanya sepertiada sesuatu yang besar di luar sana, sesuatu yang lebih penting daripada hanya sekedarkesenangan pribadi.\"Daniel menimpali, \"Itulah yang selalu kami coba jelaskan. Kita semua punya peran dalammenjaga tradisi ini, dan justru itu yang membuat kita lebih kuat sebagai komunitas.\"Dengan pemahaman baru ini, Farid semakin aktif dalam berbagai inisiatif desa, termasukmendirikan kelompok diskusi budaya bagi anak muda. Dia berharap, apa yang dia temukandalam budaya dapat menyebar ke banyak orang lain, terutama generasi muda yangmungkin merasa terasing, seperti dirinya dulu.
Kebudayaan Indonesia yang MenduniaPada suatu hari ada perempuan bernama Megan. Megan berasal dari kota New YorkAmerika Serikat. Ia tinggal di kota New York selama 12 tahun, namun ia berpindah keIndonesia dan tinggal di kota Jakarta. Megan memiliki keinginan untuk mengelilingiIndonesia, ia berkata “Bagaimana jika aku mengelilingi Indonesia dan melestarikanbudaya Indonesia” ucap Megan. Megan berinisiatif untuk mencapai keinginannya.Megan membuat sebuah wish list yang berisi tujuannya.Tujuan pertama ada di provinsi Kalimantan, megan menelusuri provinsi Kalimantansangat dalam. Tibalah Megan di suatu tempat yang sangat indah dan berada dipedalaman. Megan melihat banyak rumah yang dibuat dari kayu ulin, ternyata Meganberada di provinsi Kalimantan Barat tepatnya berada di suku Dayak. Megan bertemudengan ibu ibu yang tinggal di daerah tersebut dan Megan bertanya tentang budayadan adat adat dari suku Dayak. Megan diajak untuk melihat budaya suku Dayak secaralangsung, ternyata budaya dan adat di suku Dayak sangatlah banyak dan unik seperti,tari tarian yaitu tarian Hudoq yang merupakan bagian dari ritual adat, ritual Tiwah yaituritual upacara kematian suku Dayak, dan masih banyak lainnya. Setelah itu Meganberpamitan dan berterima kasih kepada ibu-ibu yang sudah mengenalkan danmemberitahu tentang suku Dayak.Tujuan selanjutnya Megan berkunjung ke kota Malang. Megan mempunyai teman yangberasal dari kota Malang. Ia meminta tolong kepada temannya untuk menemani Meganmenelusuri kota Malang. Megan tak hanya menelusuri saja tetapi ia juga diberitahutentang apa saja yang ada di kota Malang. Megan diajak untuk mencoba makananyang sangat khas di Malang, yaitu adalah bakso Malang. Megan juga diajak untukmelihat kebudayaan yang ada di Kota Malang, seperti bantengan yaitu menggabungkantari, olah kanuragan, musik, dan syair/mantra. Kesenian ini memiliki ciri khas berbaumistis dan merupakan lambang perlawanan terhadap keburukan. Tari Beskalan yaitutarian khas Kota Malang yang dipakai dalam upacara penyambutan tamu yang datangberkunjung ke Kota Malang Beskalan sendiri berasal dari kata “bakalan” yang artinyapertama atau dasar dari segala bentuk penghargaan terhadap tamu atau orang asingyang muncul secara spontan. Setelah itu Megan tak lupa untuk berpamitan kepadatemannya dan berterima kasih karena sudah memberitahu tentang kebudayaan kotaMalang.
Tujuan ke-tiga yaitu berkunjung ke pulau bali. Megan bertemu dengan perempuan yangbernama kienan di Bali, kienan adalah teman masa kecil Megan pada saat di New York,tetapi kienan berpindah ke pulau Bali. Megan dan Kienan juga ingin mengetahuitentang budaya di Bali, dan mereka berdua menelusuri pulau Bali bersama. Destinasipertama di Bali adalah desa Trunyan. Di desa ini memiliki tradisi pemakaman yang unikyaitu warga yang meninggal tidak dikubur atau dikremasi, melainkan hanya ditaruh dibawah pohon Taru Menyan. Destinasi ke-dua adalah Pura Luhur Uluwatu. Waktu daridesa Trunyan ke Pura Luhur Uluwatu adalah kurang lebih sekitar 3 jam perjalanan.Tidak hanya ada pura saja tetapi ada pertunjukkan tari kecak uluwatu. Tari KecakUluwatu menjadi sangat spesial selain karena dipentaskan dikawasan yang begitusakral bagi umat Hindu di Bali, Tarian ini biasanya ditampilkan pada pukul enam sampaitujuh malam. Setalah mereka menelusuri beberapa daerah di Bali Megan tidak lupauntuk berpamitan dan berterimakasih kepada kienan yang sudah membantu Meganuntuk memberi informasi dan penjelasan secara langsung.Megan berlanjut ke tujuan yang sudah ia list, Megan tak hanya menelusuri beberapadaerah saja, tetapi sangatlah banyak. Setelah Megan mengelilingi Indonesia, Megankembali ke kota Jakarta untuk menyebarkan kebudayaan Indonesia dengan caramemposting di social media tentang kebudayaan dari daerah-daerah yang sudah iatelusuri. Tak hanya itu, Megan juga memberitahu dan menceritakan kepada temantemannya. Teman-teman Megan juga menceritakan tentang kebudayaan Indonesiakepada teman-temannya juga, sehingga kebudayaan Indonesia semakin menyebar danbanyak sekali orang yang melestarikan kebudayaan di Indonesia. Kini kebudayaan diIndonesia semakin mendunia, kebudayaan di Indonesia tidak tersebar hanya dalamnegeri saja, tetapi tersebar hingga luar negeri. Megan merasa bahagia dan sangatsenang karena ia sudah berhasil mencapai keinginannya sehingga hasil kerja kerasMegan menjadi tidak sia-sia.-Tamat
Symphony BatikGistara, atau biasa dipanggil Stara, adalah putri kecil dari seorang pembatik berbakat di kotanya. sejakkecil, ia selalu melihat ibundanya membatik kain-kain polos dengan beragam warna dan corak yangindah dan unik. la juga sering mendengar ayahandanya bermain angklung di waktu senggang. Karena dua bakat yang dimiliki oleh orang tuanya itu, ia jadi bisa melihat warna dalam alunan melodiyang dimainkan oleh ayahnya. Sejak saat itu, ia mulai belajar membatik dengan warna dan corak yang terinspirasi dari permainanmusik ayahnya. Stara telah banyak membuat beragam batik, namun apakah semua batik yang telahdibuatnya telah berhasil?Stara menghela nafas untuk kesekian kalinya, ia menyandarkan punggungnya ke kursi. Lagi-lagi, batikyang dibuatnya gagal. Ini semua karena kecerobohannya ia tidak sengaja menyenggol tinta yangdipakainya hingga tumpah ke batik yang hampir selesai dibuat. \"Astaga... Ini sudah yang ketiga kalinya. Stara meletakkan peralatannya, lalu pergi meninggalkan ruangan itu Langkahnya gontai, ia terlihatsangat tidak bersemangat. la berjalan menuju dapur, lalu mengambil sebungkus kopi untuk di seduh la mengangkat gelasbergambar kucing itu di ujung bibirnya, sesekali menyeruput kupi panas tersebut.\"Wah... Kopi panas ya kak? Ayah juga mau dong...\". Seru Ayahnya. Stara menolehkan kepalanya ke ujung pintu, mendapati ayahnya bersandar di pintu.'Mungkin baru selesai latihan, 'pikirnya.\"Boleh yah, tunggu sebentar sambil ya\" Jawabnya tersenyum, sebelum kembali menyibukkan diri didapur.
Selang beberapa menit, Stara kembali dengan membawa kopi dan ruti selai.\"Ini, yah\" Serunya, sambil meletakkan kopi dan rotinya di meja. \"Makasih, \" Balas ayahnya, sebelum menyeduh kopi tersebut. \"Sama-sama,\"\"Kenapa wajah my cemberut begitu?\" Tanya ayahnya, sambil menyeruput kopi.. \"Gapapa yah, tadi stata tidak sengaja menyenggol tinta sampai terkena batikku\" Ucap Stara sambilmenghela nafas. \"Waduh.. lain kali hati-hati kak. Coba minta bantuan bunda, siapa tau bunda bisa bantu.\" Timpal ayah.. \"Oh iya, kan ada bunda Oke deh, kakak mau ke bunda dulu ya yah. \"Ucap Stara sambil tersenyumsimpul. \"Siap.\" Stara meninggalkan dapur, merasa lebih baik setelah berbincang dengan ayahnya. la berjalan ke ruang kerja di mana ibunya menghabiskan waktu membatik Pintu terbuka, dan Staramelihat ibunya sedang menyusun bahan-bahan.\"Bunda, ada waktu sebentar?\" tanya Stara, sambil memasuki ruangan. Ibu Stara menoleh dan tersenyum.\" Tentu, sayang, ada apa?\" Stara menghela napas lagi, kali ini lebih ringan. \"Aku butuh bantuan untuk batik yang yang barusangagal karena tinta ku tumpahkan. Ini sudah kesekian kalinya, aku yang jadi frustasi.\" Ucapnya sambil menunjukkan kain yang tercemar itu.
Ibu Stara mengangguk paham. \"Tidak apa-apa, mari kita atasi bersama. Ayo, tunjukkan batikmu.\" Setelah melihat kain itu, ibu Stara mulai memberikan beberapa saran.\"Yah... Nodanya tidak separah itu, kita bisa menggunakan teknik perwarnaan lain untuk menutupi nodaini. Atau, kita bisa memanfaatkan motifnya.\" Setelah mendengar satan yang telah diberikan ibunya, Stara mulai merasa Semangatnya bangkit lagi.\"Benar juga, Bun! Stara akan coba saran dari Bunda.\" Mereka berdua mulai merancang ulang batik tersebut. Dengan sabar, ibu stara mengajarkan teknikbaru dan beberapa tips yang berharga. Setelah beberapa jam, hasilnya sudah mulai terlihat lebih baik dan menarik dibanding sebelumnya. Stara merasa cukup puas dengan hasilnya\"Ini terlihat jauh lebih baik, terima kasih, bun!\"\" Sama-sama. Tapi menurut bunda, motif ini masih ada yang kurang.\" Stara mengenyitkan dahinya, sebelum bertanya kembali.\"Kurang apa, bun?\"\"Motif ini terlalu tegas. Bukankah waktu itu kamu bilang ingin buat motif lembut?\"\"Ah, iya..\"\"Bagaimana jika kamu ke ayahmu?\"\"Untuk apa, bun?\"
\"Dulu, ayahmu sering memainkan rekaman musik angklungnya sebagai musik pengantar tidurmu. Cobaminta ayahmu memainkan itu lagi, siapa tau kamu akan dapat ide.\" Saran bundanya. \"Oke, bun.\" Stara berjalan ke ruang tamu untuk menemul ayahnya. Ia tebak, ayahnya pasti sedang membaca koransambil menyeruput kopi. Dan ya, tebakan Stara benar. Pelan-pelan, Stara duduk di sebelah ayahnya, lalu berdehem pelan.\"Ada apa, Stara?\" Tanya ayahnya, sambil meletakkan koran yang ia baca. \"Kata bunda, dulu ayah sering memainkan musik angklung sebelum aku tidur.\"\"Itu benar.\" Ayahnya mengangguk. \"Apakah ayah bisa memainkannya lagi? Stara butuh itu untuk ide motif batik. \" Ia menjelaskan. \"Tentu, bukan masalah. Tolong ambilkan angkung ayah.\" Ucap ayahnya. \"Baik, yah.\" Setelah beberapa saat, Stara kembali dengan dua angklung di tangannya.\"Ini, yah. \"Terima kasih. Sekarang dengarkan ya,\" Timpal ayahnya. Stara hanya mengangguk, sambil mendengarkan alunan musik angklung yang berjalan. Musik ituberjalan hanya sekitar 5 menit, sebelum akhirya berakhir.\"Musiknya membuatku mengantuk \"Komen stara. \"Hahaha.\" Ayah Stara hanya terkekeh\"Terima kasih, yah, Stara sudah dapat ide!\" Seru Stara. Sementara ayahnya hanya mengangguk
Stara lalu kembali ke ruangannya, di mana batik miliknya berada. Lalu ia segera memulai untukmemodifikasi batiknya lagi. Selang beberapa jam, motif batik yang ia inginkan telah jadi. Ia tersenyum lebar dan puas melihatkaryanya sendiri.\"Sudah jadi, nak?\" Tanya ibunya, sambil membawa secangkir teh. \"Sudah, bun\"\"Baguslah. Ibu turut senang. Terkadang, banyak hal tak Selalu berjalan mulus, namun itu adalah jalandimana kita bisa menemukan sesuatu yang lebih baik \" Timpal ibu Stara, sambil tersenyum. Stara merenungkan kata-kata ibunya. la merasa lebih bersyukur atas dukungan keluarganya. Merekaberdua pun berbincang senang, merayakan hasil kerja keras Stara. Beberapa minggu berlalu, Stara semakin percaya diri dengan karyanya la memutuskan untuk mengikutisebuah lomba batik di kota. Dengan bantuan ayah dan ibunya, ia menyiapkan segala sesuatunyadengan seksama. Hari perlombaan akhirnya tiba, Stara berdiri diatas panggung untuk menyerahkan karya batikterbaiknya dengan penuh keyakinan. Detak jantungnya berdegup kencang, tapi ia ingat perkataanibunya tentang menghadapi tantangan. Setelah menyerahkan karyanya, ia lalu menunggu para juri untuk menyeleksi semua karya milikpeserta. Setelah masa seleksi selesai, juri mulai mengumumkan sang pemenang. Pemenang pertama disebut Lalu pemenang ke dua, nama Stara disebut. la tak percaya namanya barusaja disebut. Keluarga- nya yang mendampingi menyoraki Stara Sambil bertepuk tangan denganbangga.\"Selamat, Stara!\" Seru ayahnya\"Kami bangga denganmu, nak.\" Tambah ibunya, Setelah pengumuman Pemenang ketiga, piala untuk sang juara kemudian dibagikan. Para pemenang
foto bersama, sebelum kemudian kembali pada keluarga masing masing. Stora dan ibu ayahnya saling berpelukan bahagia. Mereka merayakan kkemenangan Stara denganberfoto dan makan di restoran favorit Stara. Memang benar, usaha tidak akan menghianati hasil.
Warisan TerlupakanDahulu kala, ada sebuah harta karun yang terlupakan yang tersembunyi di sebuahhutan yang sangat gelap dan berbahaya. Harta itu dikatakan memiliki kekuatanuntuk memberikan kekayaan dan kekuasaan yang besar kepada siapa saja yangmenemukannya. Namun, harta itu tidak pernah ditemukan karena hutan itu sangatberbahaya dan tidak ada yang berani memasukinya.Suatu hari, seorang gadis muda bernama “Hikaru”memutuskan untuk mencari hartakarun yang terlupakan itu. Dia telah mendengar cerita tentang harta itu selamabertahun-tahun dan dia sangat ingin menemukannya. Dia tahu bahwa hutan itusangat berbahaya, tetapi dia juga tahu bahwa harta itu sangat berharga.“Hikaru”memulai perjalanannya ke hutan, dengan hati-hati melangkah melalui semakbelukar yang berbahaya dan menghindari bahaya yang mengintai di setiap sudut.Dia tahu bahwa dia harus berhati-hati, tetapi dia juga tahu bahwa dia harus terusmencari harta karun.Saat dia semakin dalam ke dalam hutan, “Hikaru”mulai merasa bahwa dia tidaksendirian. Dia bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang mengamatinya, tetapi diatidak bisa menentukan apa itu. Dia terus berjalan, dengan hati-hati memandangi disekitarnya, tetapi dia tidak bisa menemukan apa yang sedang mengamatinya. Saatdi perjalanan Hikaru mendengar suara hewan sedang bertengkar saat Hikarumelihat harimau putih dan srigala, kedua hewan biasanya itu mengejar Hikaru,hampir tertangkap namun dia bisa selamat.Akhirnya, setelah berjam-jam, “Hikaru” menemukan sebuah ruang tersembunyi didalam hutan. Di dalam ruang itu, dia menemukan harta karun yang terlupakan itu.Harta itu lebih indah dan lebih berharga dari yang pernah dia bayangkan.Saat dia memegang harta itu di tangannya, Hikaru merasa bahwa dia telahmenemukan sesuatu yang sangat berharga. Dia tahu bahwa harta itu akanmemberinya kekayaan dan kekuasaan yang besar, tetapi dia juga tahu bahwa itudatang dengan harga.Harta itu datang dengan sebuah kutukan, yang akan membawa kehancuran kepadasiapa saja yang mencoba menggunakannya untuk tujuan egois. “Hikaru “ tahubahwa dia harus menggunakan harta itu dengan bijaksana, dan bahwa dia harusmenggunakan kekuatannya untuk kebaikan.Dengan hati yang penuh dengan kekayaan dan kekuasaan baru, “Hikaru”meninggalkan hutan dan kembali ke desa tempat dia tumbuh. Dia menggunakanharta itu untuk membantu orang-orang di desa, dan dia menjadi dikenal sebagaipahlawan yang telah menemukan harta karun yang terlupakan itu.
Sejak hari itu, “Hikaru” hidup dengan kekayaan dan kekuasaan baru, tetapi dia tidakpernah melupakan pelajaran yang dia pelajari di hutan. Dia tahu bahwa harta itudatang dengan harga, dan dia menggunakan kekuatannya dengan bijaksana, selalumengingat bahwa harta itu adalah hadiah yang sangat berharga yang harus dijagadan digunakan dengan baik.Hikaru: Hei, apa kabar?Gretha: halo hikaru, saya baik-baik saja. Bagaimana denganmu?Hikaru : Saya baik-baik saja juga. Saya baru saja kembali dari perjalanan yangsangat menarik.Gretha: Oh? Apa yang terjadi?Hikaru: Saya menemukan harta karun yang terlupakan itu di hutan.Gretha: Serius? Apa yang kamu maksudkan?Hikaru: Ya, saya menemukan kalung yang terbuat dari emas murni, dengan batupermata yang berkilau dan berkilau di dalamnya. Itu sangat berharga, dan saya tahubahwa itu bisa memberikan kekayaan dan kekuasaan yang besar kepada siapa sajayang menemukannya.Gretha: Wow, itu terdengar seperti harta karun yang sangat berharga. Apa yangkamu lakukan dengan harta itu?Hikaru: Saya menggunakan kekayaan dan kekuasaan baru itu untuk membantuorang-orang di desa tempat saya tumbuh. Saya menjadi dikenal sebagai pahlawanyang telah menemukan harta karun yang terlupakan itu.Gretha: Itu sangat luar biasa. Apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu?Hikaru: Saya belajar bahwa harta itu datang dengan harga, dan saya menggunakankekuatannya dengan bijaksana, selalu mengingat bahwa harta itu adalah hadiahyang sangat berharga yang harus dijaga dan digunakan dengan baik.Gretha Itu sangat bijaksana. Saya pikir kamu melakukan hal yang tepat denganharta itu.Hikaru: Terima kasih. Itu adalah perjalanan yang sangat menarik, dan saya sangatbahagia dan gembira karena saya bisa menemukannya.Gretha Itu sangat menyenangkan mendengarnya. Apakah kamu ingin menceritakanlebih banyak tentang perjalananmu?Hikaru: Tentu saja, saya akan senang menceritakan lebih banyak tentang itu.
Nika seorang anak berusia 12 tahun yang sangat menyukaikebudayaan , dikarenakan pengaruh dari kedua orang tuanya yangmerupakan. Penulis dan peneliti budaya . Adi ayah dari Nika merupakanseorang penulis budaya terkenal di kotanya , bersama ibu dari Nika . Ayahdan ibu Nika sering mengajak Nika untuk mengunjungi banyak tempattempat yang beragam di Indonesia . Baik tempat wisata , kuliner kulinerterkenal , hingga wisata wisata alam di Indonesia.Ayah dan ibu nika sering menceritakan kepada Nika mengenaiperjalanan ayah dan ibu Nika menjelajahi seluruh budaya budaya yangberagam di Indonesia . Festival budaya lokal , makanan makanan lokal ,dan tradisi tradisi setiap budaya di ceritakan oleh ayah dan ibu Nikakepada nika . Nika sangat senang mendengarkan cerita yangdiceritakan oleh ayah dan ibunya , nika sangat antusias saatmendengarkan cerita dari ayah dan juga ibunya . Cerita cerita yangdiceritakan oleh ayah dan ibu dari nika , membuat anak yang masihberusia 12 tahun itu sangat tertarik dengan aneka ragam budaya diindonesia.Hari itu saat ulang tahun Nika , nika diajak oleh kedua orang tuanyamengunjungi pantai indah kapuk yang terletak di jakarta Utara . Hari itumerupakan hari terbaik bagi nika , nika diajak oleh orang tuanyamenikmati pemandangan dari pantai indah kapuk . Disana ayah dan ibuNika juga mengajak Nika untuk mencoba berbagi kuliner kuliner terkenaldisana . Nika dan juga orang tuanya sangat menikmati liburan mereka ,Nika sangat senang dapat berpergian dan menikmati garu spesialnyabersama orang tuanya kala itu.Matahari mulai terbenam , nika dan orang tuanya menikmati indahnyapemandangan dari pantai itu , disana Nika amat sangat merasasenang . Ayah Nika berkata kepada Nika bahwa masih tempat tempatindah di luar yang masih belum dilihat oleh nika . Nika dan kedua orangtuanya berjanji untuk mengunjungi tempat tempat itu bersama ,menikmati keindahannya , aneka ragam kulinernya. , bahkan budaya
budaya nya . Hari itu menjadi kenangan terindah dan menyenangkanbagi nika , Nika akan senantiasa mengingat janji itu.Jam sudah menunjukan pukul 7 pagi , nika yang baru terbangun daritidurnya memandangi alarm handphone nya yang terus berbunyi , dialangsung tersadar dari lamunannya dan bergegas bersiap berangkatsekolah . Diumur nya yang ke 13 ini dia baru memasuki sekolahmenengah pertama , ini adalah hari pertamanya masuk ke sekolah itu ,dengan terburu buru nika mengayunkan sepedanya dengan cepatmenuju sekolah . Untungnya nika tidak terlambat dia dengan tenangmemasuki kelas barunya , dia berkenalan dengan seorang anakperempuan bernama kina . Saat mereka sedang asik mengobrol datangseorang pria mendatangi mereka berdua .Pak doni seorang pengajar dan wali kelas nika yang barumemperkenalkan dirinya di depan kelas , dia merupakan seorang guruyang mengajar mata pembelajaran seni budaya . Pak Doni sangatsenang mempelajari dan mengajarkan budaya budaya kepada muridmuridnya . Bel berbunyi menandakan waktu istirahat , nika yang inginpergi ke kantin bersama kina , dipanggil untuk segera menuju ke ruangguru . Nika kebingungan apa mungkin dia melakukan kesalahan di haripertama sekolahnya , Sesampainya di ruang guru , nika melihat pakDoni dan juga pak Budi seorang kepala sekolah . Pak Doni menatapwajah Nika lalu menenangkannya , dia berkata kepada Nika Bahwakedua orang tuanya dikabarkan meninggal dunia .Nika yang tidak percaya dengan perkataan pak doni dia membayangkantentang harapan dan juga janjinya dengan kedua orang tuanya yangtelah mereka buat , hilang , harapan nika pupus seketika . Pak Donimenghampiri Nika dan menenangkannya , pak Doni mengantarkan nikakerumah untuk beristirahat . Nika memandangi foto nya bersama keduaorang tuanya yang mereka ambil saat hari ulang tahunnya yang ke 13itu , sesaat setelah mereka berjanji untuk mengunjungi tempat tempat
indah bersama . Kini nika tinggal bersama kakeknya , kakek Nika sangatbaik kepada nika .Selepas kepergian orang tuanya nika berubah menjadi anak yangpendiam , pikiran akan janji janji dengan kedua orang tuanya terusterbayangkan oleh nika . Nika memandangi foto itu lagi dia melihat sertamengingat kenangan kenangan indah serta janjinya dengan ayah danibunya . Sesaat Nika tersadar , bukankan janji yang mereka buat saat iturasanya aneh jika menghilang sia sia , nika merelakan kepergian keduaorang tuanya . Nika mendatangi kakeknya yang sedang bersantai saatitu , nika menceritakan tentang janji nya dan orang tuanya kala itu , diaberkata kepada kakeknya bahwa dia ingin melihat tempat tempat yangdiceritakan oleh ayahnya kala itu dengan mata kepalanya sendiri .Kakek nika merasakan air mata mengalir di pipinya dia tak kuasamenahan rasa terharunya mendengar ungkapan yang dilontarkan olehcucunya . Nika dan kakeknya memutuskan untuk mengunjungi tempattempat itu bersama , mempelajari budaya budaya yang ada diIndonesia . Nika dan kakeknya memulai perjalanannya untukmempelajari salah satu budaya terkenal di indonesia , tepatnya di kotayogyakarta . Disana mereka mempelajari keindahan budaya budaya dikota yogyakarta mulai dari budaya keseniannya seperti aneka ragam taritradisional yang terkenal disana mempelajari tata nilai budayanya sertaseni pertunjukannya .Nika dan kakeknya juga mengunjungi beberapa destinasi destinasi yangcukup terkenal untuk mempelajari budaya budayanya seperti upacaraadat dan kesenian daerahnya . Seperti upacara adat dari Madurakarapan sapi yang dilakukan masyarakat Madura secara turun temurun .Nika dan kakeknya juga mempelajari kesenian kesenian daerah terkenalseperti aneka ragam tarian tradisional seperti tari Kecak dan tari barongdari Bali , tari Saman dari Aceh dan mereka juga mempelajari beberapaalat musik terkenal seperti angklung . Nika dan kakeknya juga
mengunjungi dan mencoba kuliner kuliner lokal di berbagai tempat ,seperti pempek , gudeg , rawon , dan masih banyak lagi .Nika dan kakeknya juga mengunjungi tempat kelahiran ayah Nika ,tepatnya di kota malang . Disana nika dan kakeknya juga mempelajaribudaya budaya kota malang yang tidak kalah menarik dengan kotalainnya . Mereka juga mencoba beberapa kuliner khas malang sepertirujak , aneka macam nasi goreng , dan yang paling nika sukai adalahbakso malang yang memiliki rasa yang khas dan autentik . Kakek nikamengajak nika untuk mengunjungi pantai Balekambang , sebuah pantaiyang sangat terkenal akan keindahannya .Nika dan kakeknya menikmati indahnya pemandangan sore itu disaatmatahari mulai terbenam . Nika teringat lagi dengan janjinya denganorang tuanya , nika merasa lega dan tersenyum lebar . Kakek nikamenggandeng tangan Nika dan tersenyum ke Nika mereka menikmatipemandangan indah itu bersama . Nika merasa sangat lega dia dapatmelihat dan menikmati hal hal yang dulu dia dambakan dan ingin dialihat sendiri dengan matanya , kini dia dapat menikmati hal itu bersamakakeknya.
Batik WarisanDara menghela napas panjang, menatap tumpukan kain putih polos di hadapannya. Iamerasa bosan dan jengkel. Ia lebih suka menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan,berburu baju-baju modis, daripada mengurung diri di rumah neneknya di desa, mempelajariseni batik.\"Nenek, aku bosan,\" keluh Dara, sambil menunjuk tumpukan kain putih itu. \"Kapan kita bisapulang ke kota?\"Neneknya, seorang perajin batik ternama di desa, tersenyum lembut. \"Sabar, Dara. Batik itutidak bisa dibuat dalam waktu singkat. Butuh kesabaran dan ketekunan untuk menciptakankarya yang indah.\"Dara mendengus kesal. Ia merasa bahwa batik adalah seni yang kuno dan ketinggalanzaman. Ia lebih tertarik pada gaya hidup modern dan menganggap tradisi sebagai sesuatuyang membosankan.Namun, neneknya tetap sabar mengajarkan Dara tentang seni batik. Dengan telaten,neneknya menunjukkan cara membuat motif batik, dari proses pembuatan canting hinggapewarnaan kain. Dara awalnya merasa kesulitan, namun seiring waktu, ia mulaimenemukan keindahan dan makna di balik proses pembuatan batik tersebut.\"Lihat, Dara. Setiap motif batik memiliki cerita dan makna tersendiri,\" ujar neneknya, sambilmenunjukkan motif batik yang rumit. \"Motif ini melambangkan keberanian, sedangkan motifini melambangkan kemakmuran.\"Dara terkesima mendengar penjelasan neneknya. Ia mulai menyadari bahwa batik bukanlahsekadar kain bermotif, melainkan sebuah karya seni yang sarat dengan makna dan sejarah.Ia pun belajar tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya batik, sepertikesabaran, ketekunan, dan keindahan.Seiring waktu, Dara semakin terpesona dengan seni batik. Ia mulai menemukan kecintaanterhadap budaya tradisional dan menyadari bahwa budaya bukanlah sekadar tradisi,melainkan sebuah identitas yang menghubungkan manusia dengan sejarah dan akarbudayanya.Dara pun bertekad untuk melestarikan warisan budaya batik. Ia mulai belajar dengan tekun,menciptakan motif-motif batik baru, dan mempromosikan seni batik kepada teman-temannyadi kota. Dara menyadari bahwa budaya bukanlah sesuatu yang kuno dan membosankan,melainkan sebuah harta yang berharga yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasiberikutnya.Dara akhirnya pulang ke kota, membawa pulang kecintaan terhadap budaya tradisional dantekad untuk melestarikan warisan batik. Ia menyadari bahwa budaya bukanlah sekadar
tradisi, melainkan sebuah identitas yang menghubungkan manusia dengan sejarah dan akarbudayanya.
MAKANAN TRADISIONAL INDONESIANamaku Hasbi. Aku mempunyai teman bernama Alzam. Alzam blasteran Indonesia-Inggris.Saat di sekolah, Aku dan Alzam pergi ke kantin lalu melihat makanan yang dijual. Alzambilang, Kevin bahwa makanan mereka berasal dari kampung seperti Prancis, Jepang, dansemacamnya. Awalnya, Alzam menolak makanan gotong royong, seperti pecel, mie ayam.Namun, setelah mencicipi itu, Alzam telah memesan mie ayam sebanyak 3 piring. Tetapi,setelah masuk, bel masuk sekolah pun berbunyi. Ting...Ting... Ting, bel masuk berbunyi.Hasbi dan Alzam pun masuk kelas.Alzam masih penasaran dengan makanan-makanan kampung. Alzam mengajak Hasbi untukmakan makanan kampung. Ke esokan harinya. Kami segera bersiap untuk berangkat ketempat makan kampung. Kami segera, lalu, \"Makanan Kampung Indonesia Restaurant\" bacaku dan Alzam kompak. Zam, ayo masuk! Kami segera masuk. Di dalam terlihat masihmemakai tema kampung, namun mewah juga. Alzam masih memakai, ayo kita cari tempatduduk. Kami segera mendapat kursi yang nyaman. Restoran ini sungguh kami, namun tetaptenang.\"Permisi, apa yang bisa saya bantu?\" tanya seorang pelayan. \"Hmm... Saya pesan 1 porsinasi dengan ayam penyet, secangkir kopi, dan bola-bola ubi\" pesan Hasbi. Karena Alzamtidak pernah makan makanan seperti itu.Alzam Minta rekomendasi Menu Mallonen ke Pelayan. Menu makanan rekomendasi nyayaitu nasi uduk, teh hangat dan telur dadar. Pelayan menghilang. Pelan-pelan kami pergi.Tak lama, Pesanan kami datang. Ketika Hasbi sudah mulai makan, Alzan bertanya, “Alzonkenapa tidak dimakan nasinya?” Alzan menjawab, “Aku ragu kalau makanannya enggakenak.” Hasbi menjawab, “Coba dulu.” Perintah Hasbi. Alzan mulai mencicipi dengan satusendok, walaupun agak ragu. “Wah! Enak banget,” dan nafsu makanku bertambah. Akusegera menghabiskan nya.35 menit kemudian, kami selesai makan. Usai dibayar, kami pulang, “Enak kan?” tanyaHasbi. Alzan mengangguk kepala. “Mama nya jcooba dulu, jangan langsung berkomentardulu.” Mulai sekarang Alzan menyukai makanan tradisional Indonesia. Varzes, jika makananfast food terus, itu tidak baik.Keesokan harinya kita kembali bersekolah. Pada saat di sekolah, Alzan menceritakan keteman-temannya kalau kemarin dia makan di restoran Indonesia bersama Hasbi, “Haiteman-teman,” ucap Alzan. “Kalian tau gak kemarin aku sama Hasbi makan di restoranIndonesia?” “Wah emang iya kemarin kamu pergi ke restoran Indonesia bersama Hasbi?”ucap teman-teman. “Iya, kemarin aku mengajak Hasbi untuk makan di restoran Indonesia.”\"Wah! Cerita yang sangat seru! Ke restoran Indonesia... Kelihatannya seru! Ucap temantemanku. \"Oke,\" jawab Alzan lalu mengajak Hasbi ke restoran di dekat rumahnya.Sesampainya disana kita langsung masuk. Suasana di restoran Indonesia itu, restoranterlihat mewah dan nyaman.
Kita segera duduk untuk memesan makanan. Hasbi memesan 1 porsi nasi dengan ayampenyet, bola-bola ubi, dan secangkir kopi. Aku menanyakan menu makanan rekomendasinya yaitu nasi uduk, telur dadar dan teh hangat.Tak lama pesanan kita datang, Hasbi langsung menyantap makanannya tetapi aku tidaklangsung mencicipi karena ragu akan rasanya. Namun Hasbi mengajak, “Alzan cicipi saja,terus kamu akan suka makanan Indonesia enak sekali aku merasa beruntung makannyaenak banget, dan kita segera menghabiskan nya.”Wah! Menarik banget.” Ucap teman-temanku. “Kita makan bersama di restoran Indonesiaya, gimana kalau besok kita-kita ajak Alzan dan Hasbi, besok jam berapa nih?” ucap Hasbi.“Jam 8 aja” oke deh.Keesokan harinya kita berkumpul ke restoran Indonesia. Sesampainya kita segeramengambil kursi dan memesan sejumlah menu. Sebelumnya kita datang ber 5, Alzan, Hasbi,Erlan, Tristan, dan Azam.\"\"Pelayan restoran mendekati meja kita dan menanyakan pesanan. Hasbi memesan nasiuduk, tempe goreng, Alzan memesan ayam geprek dan tahu goreng, Erlan memesan Sotolamongan dan tempe goreng, Tristan memesan ayam penyet dan sayur asem, dan Azammemesan rawon, tempe goreng, dan kerupuk kulit.10 menit kemudian makanan kita sudah selesai dan langsung menyantapnya. Kita semuasangat menyukai cita rasanya dan langsung menghabiskan makanannya. Saking enaknya,sampai kita lupa memesan minuman. Hasbi memesan es teh, Alzan memesan es jeruk, Erlenmemesan soda gembira, dan Tristen dan Azam memesan es blewah. Dan kita pun selesaimakan di restoran itu.\"
Seni Bercerita Yang Telah HilangUdara di Desa Hening terasa dingin dan sunyi. Daun-daun kering berjatuhan daripohon-pohon tua, menari-nari dalam angin sepoi-sepoi yang dingin. Di tengah desa,sebuah rumah kayu tua berdiri kokoh, dihiasi ukiran-ukiran rumit yang menceritakankisah-kisah nenek moyang. Di dalam rumah itu, Lily, seorang gadis kecil berambutcokelat, duduk di dekat perapian, matanya tertuju pada buku tua yang dipegangnya.Buku itu berisi kumpulan cerita-cerita dari nenek moyangnya, cerita-cerita yang telahlama terlupakan.“Kakek, apa benar cerita-cerita ini benar-benar terjadi?” tanya Lily, suaranyaberbisik.Kakeknya, seorang lelaki tua berjanggut putih, duduk di kursi goyang di dekatnya.Matanya yang tajam menatap api yang berkobar di perapian. “Ya, Lily,” jawabnya,suaranya serak. “Cerita-cerita ini adalah warisan kita, cerita-cerita yangmenghubungkan kita dengan masa lalu dan dengan alam.”Lily mengerutkan kening. “Tapi kenapa orang-orang di desa ini tidak pernahmenceritakannya lagi?”Kakeknya menghela napas. “Mereka telah kehilangan seni bercerita, Lily. Merekasibuk dengan kehidupan mereka sendiri, lupa akan pentingnya berbagi cerita.”Lily terdiam, memikirkan kata-kata kakeknya. Dia melihat ke luar jendela, melihatorang-orang di desa yang sibuk dengan urusan mereka sendiri. Tidak ada tawa,tidak ada cerita, hanya kesunyian yang mencekam.Lily memutuskan untuk melakukan sesuatu. Dia ingin menghidupkan kembali senibercerita di desa. Dia ingin orang-orang di desa merasakan kembali kehangatan dankebersamaan yang tercipta dari berbagi cerita.“Kakek, aku ingin mengadakan festival bercerita!” seru Lily, matanya berbinar.
Kakeknya tersenyum. “Ide yang bagus, Lily. Tapi bagaimana caranya?”Lily berpikir sejenak. “Kita bisa meminta orang-orang di desa untuk menceritakankisah mereka sendiri. Kita bisa membuat panggung di alun-alun desa, dan semuaorang bisa berkumpul untuk mendengarkan.”Kakeknya mengangguk setuju. “Ide yang bagus, Lily. Aku akan membantumu.”Namun, tidak semua orang di desa menyambut baik ide Lily. Pak Ahmad, seorangpetani yang terkenal pekerja keras, menentang ide tersebut. “Festival bercerita?Buang-buang waktu saja! Lebih baik kita bekerja di sawah!” teriaknya.Lily terdiam, hatinya sedikit terluka. Dia tidak mengerti mengapa Pak Ahmad begitumenentang ide tersebut. Dia hanya ingin menghidupkan kembali tradisi yang telahlama terlupakan.Lily dan kakeknya mulai mempersiapkan festival bercerita. Mereka menempelkanposter di seluruh desa, mengundang semua orang untuk datang. Mereka jugameminta bantuan para tetua desa untuk membantu mereka mengatur panggung danmenyiapkan makanan dan minuman untuk para pengunjung. Namun, dukungan dariwarga desa sangat minim. Banyak yang menganggap festival bercerita sebagaikegiatan yang tidak penting.Hari festival bercerita pun tiba. Pagi itu, langit cerah dan udara terasa segar. Namun,hanya sedikit orang yang datang ke alun-alun. Lily dan kakeknya merasa kecewa.Mereka telah berusaha keras untuk mempersiapkan festival ini, tetapi respon dariwarga desa sangat mengecewakan.Lily dan kakeknya berdiri di atas panggung, menyambut para pengunjung. Lilymembuka acara dengan menceritakan kisah dari buku tua yang dipegangnya.Suaranya yang lembut dan merdu membuat para pengunjung terhanyut dalamcerita.Namun, Pak Ahmad tidak terlihat di antara kerumunan. Dia tetap bekerja di sawah,menolak untuk datang ke festival bercerita.
Lily merasa putus asa. Dia telah berusaha keras untuk menghidupkan kembali senibercerita di desa, tetapi usahanya sepertinya sia-sia.Tiba-tiba, seorang anak kecil berlari ke arah panggung. “Kak Lily, Kak Lily!”teriaknya. “Ada orang yang ingin mendengarkan cerita!”Lily dan kakeknya saling berpandangan. Mereka melihat sekelompok anak-anakyang berdiri di pinggir alun-alun, matanya berbinar-binar.Lily tersenyum. Dia menyadari bahwa meskipun tidak semua orang di desamendukung ide festival bercerita, masih ada orang yang menghargai tradisi ini.Lily melanjutkan menceritakan kisah-kisah dari buku tua tersebut. Anak-anakmendengarkan dengan saksama, matanya tidak berkedip.Lily merasa terharu. Dia menyadari bahwa meskipun usahanya untuk menghidupkankembali seni bercerita di desa menghadapi banyak tantangan, dia tidak bolehmenyerah. Dia harus terus berusaha untuk menjaga tradisi ini tetap hidup.
Timur TerasingBy: M. Ozil Rizqy Saputra/8.5Pagi hari disebuah daerah yang terpencil berada di daerahtimur Indonesia yang memiliki keindahan alam yang sangat indahbernama Monatuto. Monatuto, mempunyai suku bernama sukuSoka.Di sana lahirlah seorang anak bernama Paulus. Paulus adalahanak yatim piatu karena kedua orangtuanya menghilang saatmereka sedang merantau keluar pulau. Paulus saat ini dirawatoleh neneknya yaitu nenek Nestapa.Paulus merupakan anak yang sangatlah pintar dibandingkandengan anak-anak pada umumnya, ia pun sudah memiliki jiwakepemimpinan dan memiliki rasa akan tahu yang tinggi. Pauluspun sangat takjub dengan keindahan alam yang dimiliki olehdaerahnya, yang membuat Paulus bercita-cita untuk meantaumelestarikan Monatuto ke seluruh Indonesia. Nenek Nestapaterkejut karena keinginannya untuk pergi melestarikan Monatutosama seperti kedua orangtuanya.Paulus memiliki sahabat perempuan bernama Sinta yangsangat pintar melukis. Dari kecil Sinta juga adalah anak yatimpiatu karena kedua orangtuanya mati terkena penyakit yangsangat langka, sampai dokter disana sudah angkat tangan karenakurangnya obat disana. Walau pun begitu Sinta tidak terpurukdalam waktu yang lama, sekarang ia bercita-cita untuk menjadi
pelukis yang terkenal satu Indonesia. Sinta dan Paulus secaratidak sengaja memiliki cita-cita yang hampir sama, juga inginmerantau dari Monatuto. Saat sudah besar mereka berdua janjiakan merantau ke seluruh Indonesia.- 10 Tahun Kemudian -Sudah sepuluh tahun yang lalu dari mereka membuat janji untuk pergimerantau, sekarang mereka sudah merasa cukup umur untuk pergimerantau. Mereka berdua mencoba meminta ijin kepada nenek Nestapauntuk memberikan ijin untuk mereka berdua untuk pergi merantau, tetapinenek Nestapa tidak mengijinkan mereka berdua untuk pergi merantau.Walaupun tidak diijinkan oleh nenek Nestapa, Paulus dan Sinta membuatkapal sederhana yang bisa digunakan untuk pergi merantau. Merekamembuat kapal ini secara diam-diam agar tidak diketahui oleh nenekNestapa.- 1 Bulan Kemudian -Kapal yang mereka buat sudah jadi, dan sekarang adalahwaktunya untuk meminta ijin kepada nenek Nestapa untukmengijinkan mereka berdua untuk pergi merantau. NenekNestapa masih tidak mengijinkan mereka berdua untuk pergimerantau, tetapi Paulus dan Sinta meyakinkan nenek Nestapabahwa mereka berdua sudah cukup dewasa untuk pergimerantau. Nenek Nestapa bimbang, nenek meminta waktu untukmemikirkan hal ini.- 1 Hari Kemudian -Nenek Nestapa sudah memiliki jawaban, mereka dibolehkanuntuk pergi merantau. Asalkan mereka berdua kembali setelah 5tahun merantau. Paulus dan Sinta berjanji akan kembali dengan
selama setelah 5 tahun. Hari-hari yang sudah ditunggu merekaberdua pun tiba, waktunya mereka menyiapkan perbekalan untukpergi.- Hari keberangkatan -Saat sampai di dermaga ia langsung dipeluk oleh nenek Nestapa,Paulus terkejut tetapi ia langsung memeluk kembali. NenekNestapa sangat sayang dan akan selalu menunggu mereka untukpulang. Dan perjalanannya dimulai.Ia memulai perjalanannya menuju ke pulau terdekat yaituSulawesi menggunakan kapal yang ia buat sendiri. Saat Paulussampai disana pada siang hari, banyak orang yang kaget karenatiba-tiba saja ada orang yang datang menggunakan kapal yangsangat unik. Paulus ditanyai oleh para penduduk kenapa iakemari, Paulus menjelaskan bahwa ia ingin menyebarkan sukudan tempat tinggalnyaIa ditemui oleh kepala desa setempat yang langsungmembantunya mencari tempat tinggal, ia memberitahu kepaladesa bahwa ia ingin membuat vlog yang bertujuan untukmemberikan wawasan tentang suku dan tempat tinggalnya.Kepala desa sangat menghargai tujuan dari Paulus dan bertujuanuntuk membantunya dengan cara membelikan Paulus alat vlogseperti, kamera, microphone, dan juga handphone.Paulus memulai video vlognya di Sulawesi yang berisi tentangilmu pengetahuan tentang sukunya. Vidio itu ia upload di aplikasimedia sosial, pada awalanya vidionya belum ramai karena banyakornag tidak mengerti tentang apa yang ia bahas, tetapi ia mulai
viral dikarenakan penyampaian nya yang lucu dan sangat unik.Videonya pun mulai melonjak hingga akun sosial medianyamemiliki banyak follower, Paulus sangat berterima kasih banyakkepada kepala desa yang sudah membantunya untuk membuatvideo. Paulus pun ijin untuk pergi dari Sulawesi karena ia inginmelanjutkan perjalanannya menuju ke daerah lain untukmenyebarkan lagi sukunya dan daerahnya.- 5 tahun kemudian -Setelah kepergiannya dari Sulawesi, ia melanjutkan perjalananmenuju ke Jawa lalu ke Kalimantan sampai ke Sumatera danmasih membuat video. Paulus sampai sudah pernah ditemui olehbanyak orang papan atas bahkan sampai Presiden Indonesia.Menurut Paulus perjalanannya sepertinya sudah cukup dan iakembali ke Monatuto, saat sudah sampai ia disambut oleh banyakorang karena Paulus adalah salah satu orang yang merantau dariMonatuto, setelah ia sampai ke rumahnya ia langsung memelukNenek Nestapa yang sudah lama menunggu Paulus kembalipulang, Nenek Nestapa sangat bangga atas cucunya yang berhasilmenyebarkan suku Soka dan Monatuto.Tamat
Karapan sapeKarapan sapi merupakan istilah untuk menyebut perlombaan pacuan sapi yangberasal dari Pulau Madura, Jawa Timur. Pada perlombaan ini, sepasang sapi yangmenarik semacam kereta dari kayu dipacu dalam lomba adu cepat melawanpasangan-pasangan sapi lain.Tujuan awal untuk memperoleh sapi-sapi yang kuat untuk membajak sawah. Alat iniditarik oleh dua ekor sapi.Pada awalnya, tujuan dari Karapan Sapi adalah untuk mencari sapi-sapi yang kuatdan cocok untuk membajak sawah. Masyarakat Madura memelihara sapi danmenggarapnya di sawah-sawah mereka sesegera mungkin. Gagasan ini kemudianmenimbulkan adanya tradisi karapan sapi.karapan sape ini Sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa atashasil panen yang melimpah, Mempererat persaudaraan antarwarga, Menunjukkankegigihan dan semangat pantang menyerah.Keunikan Budaya Karapan Sapi dan Sapi Sonok di Pamekasan, Jawa Timur.Kabupaten Pamekasan memiliki tradisi unik yaitu karapan sapi dan kontes sapisonok. Kerapan sapi adalah sebuah perlombaan yang menampilkan sepasang sapiyang menarik sebuah kereta dari kayu. Pasangan sapi tersebut harus berpacusepanjang 100 meter.Karapan sapi pun telah terdaftar sebagai warisan budaya tradisi dan ekspresi lisan,yang telah terdaftar dengan nomor registrasi 201300029. Masih menurut lamanKemdikbud, karapan sapi dilakukan dengan sepasang sapi yang menarik semacamkereta dari kayu dan dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan sapilainnya.Beberapa kota di Madura menyelenggarakan karapan sapi pada bulan Agustus danSeptember setiap tahun, dengan pertandingan final pada akhir September atauOktober di eks Kota Karesidenan, Pamekasan untuk memperebutkan Piala Bergilir