Presiden.Karapan sapi segera menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya khususnyasetelah menjelang musim panen habis.Karapan Sapi didahului dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengelilingiarena pacuan dengan diiringi musik saronen Fungsinya bergeser dari tujuan awalsebagai hiburan, alat berkomunikasi, dan penanda awal tanam.Pelaksanaan karapan sapi mulai diorganisir. Sapi kerap menjadi penanda statusseseorang. Dalam karapan sapi, status sapi berubah menjadi hewan pacuan, bukanlagi dipekerjakan untuk pertanian. Sejarah nya Petani disuruh membajak ladangdengan sapi dan dikemas melalui lomba pacuan sapi, sehingga dari sanalah istilahkarapan itu muncul. Yaitu dari kata garapan,”jelas Nurul Hamzah.Kegiatan itu lantas populer dari tahun ke tahun. Istilah garapan juga lantas berubahmenjadi “kerapan atau karapan sapi”.Kerapan sapi juga bisa didefinisikan sebagaipacuan sepasang sapi dengan sapi yang lain, yang dipertautkan keduanya denganpangonong dan kaleles. Kerapan sapi biasanya digelar dibeberapa lokasi, baik ituditingkat Kecamatan, kemudian berlanjut di tingkat kabupaten dan akhirnya di tingkatMadura.
RATNA WENINGAisha merupakan seorang anak yang tinggal di Desa yang sangat kental akan budaya tarinya. Ibu nya yang bernama ibu Fahma. Beliau merupakan salah satu guru tari di Desamereka. Aisha sejak berumur 5 Tahun sudah sangat senang berlatih Tari Tradisional. Aishamemiliki cita – cita jika dia sudah tumbuh besar ia akan melanjutkan profesi ibu nya sebagaiguru sanggar tari.Waktu Terus berjalan, hingga tidak terasa Aisha sudah beranjak dewasa, hingga suatuhari Aisha menatap cermin besar di studio tari. Tubuhnya bergerak mengikuti irama musiktradisional yang diputar dari ponselnya. Gerakan nya sungguh anggun penuh dengan jiwayang sudah mengarah daging dalam dirinya sejak kecil. Namun, sudut pikirannya adakegelisahan yang terus merongrong. Di zaman yang serba cepat ini, apa arti tarian tradisionalyang ia pelajari sejak kecil ??. Apakah hanya tarian yang tinggal kenangan yang lambat launterkikis oleh perkembangan zaman? Aisha terus bertanya – tanya. Apakah ia hanya menaridalam ruang kosong uang kehilangan makna.Hari demi jari Aisha masih sangat penasaran dengan hal tersebut, Sehingga semuanyaberubah ketika suatu hati ia menemukan sebuah buku harian tua dalam peti kayu gudangneneknya. Entah apa yang terbesit pada pikiran Aisha, keinginannya untuk mencari barang²peninggalan nenek nya di gudang sangat membuahkan hasil yang menakjubkan. Buku itumilik nenek buyutnya yaitu seorang penari pada masa penjajahan. Dalam buku catatan hariantua itu, Aisha membaca tentang perjuangan neneknya melawan penindasan melalui tari disetiap gerakan yang dilakukan di atas panggung bukan hanya untuk hiburan, melainkan jugasebagai bentuk perlawanan halus terhadap penjajahan yang berusaha merenggut identitasmereka. Aisha Tersentak, dia merasa bahwa selama ini apa yang ia lakukan mungkin hanyaawal permulaan dari warisan yang sangat jauh lebih dalam maknanya.Aisha mulai menelusuri lebih dalam tentang asal usul serta sejarah tari yang diwakili olehnenek buyutnya. Setiap halaman buku harian itu membawa Aisha lebih dekat dengan sejarahyang sangat tidak terpikirkan sebelumnya. Aisha berkata “ Bahkan baru sekarang akumengetahui makna tarian yang sering aku bawakan, zaman memang sangat cepat berubah “.Nenek buyutnya ternyata menciptakan sebuah gerakan seni bawah tanah yang menggunakantari sebagai alat perlawanan budaya. Mereka percaya bahwa melalui gerakan tubuh dapatmenyampaikan pesan – pesan kemerdekaan tanpa harus berkata – kata. Kisah itu membukamata Aisha bahwa tarian tradisional yang ia pelajari memiliki arti yang jauh lebih besardaripada sekedar gerakan yang aestetik. Lembar per lembar buku itu sangat Aisha perhatikan.Ibu yang melihat beberapa hari ini Aisha sangat fokus untuk membaca buku, padahal
biasanya Aisha merupakan anak yang tidak suka membaca, Ibu bertanya “ Apa buku yangkamu baca itu nak??” mendengar pertanyaan dari ibunya. Sontak Aisha terhadap bahwa bukuitu sudah membawa alam bawa sadar Aisha untuk terus mempelajari buku tersebut, Iaberkata “ IYA bu, kemarin Aisha menemukan buku milik nenek digudang, buku ini rupanyaasal usul tarian yang Nenek ciptakan. Selama ini, Aisha hanya menari nari tanpa mengetahuimakna dari tarian tersebut, mengetahui hal tersebut sontak ibu sangat bangga terhadap polapikir kritis Aisha, karna banyak anak muda di zaman sekarang yang tidak memikirkanbahkan tidak ingin mengetahui hal² tarian zaman dahulu.Setelah menamakan isi buku harian itu, dengan waktu yang tidak singkat, Aisha terinspirasidengan memulai bereksperimen dengan tariannya. Ia memadukan gerakan – gerakan taritradisional dengan gaya tari modern yang lebih Ekspresi. Aisha merasakan bahwa setiapgerakan barunya memiliki resonansi yang berbeda. Ia merasa terhubung Oleh nenekbuyutnya seolah-olah menari bersama dalam garis waktu yang berbeda. Tari bukan lagisekadar warisan; ia adalah medium untuk menyampaikan perasaan, keresahan, dan harapanyang hidup dalam dirinya dan dalam sejarah keluarganya. Aisha masih sangat tidak percayabahwa dia bisa menciptakan tarian ini sendiriPerlu waktu yang cukup panjang untuk membuat tarian tersebut, dengan menggabungkandua jiwa tarian yang sangat belence. Hari demi hari sudah ia lewati, Aisha sudah sangat yakinakan hal yang dibuatnya puncaknya adalah ketika Aisha memutuskan untuk mengikuti lombadan pertunjukan seni yang menggabungkan elemen tradisional dan modern. Meskipun sudahyakin pada tarian tersebut, ia masih ragu untuk menampilkan tarian tersebut. Ia takut bahwaia tidak bisa menyampaikan makna tarian tersebut dengan baik. Aisha bertanya kepadaibunya” bu.... Aisha bisa tidak ya menampilkan pertunjukan tarian ini, Aisha takut tidaktersampaikan dengan baik makna dari tarian ini “ rasa ragu dengan takut yang dirasakanAisha membuat hati ibu tersentuh “ ibu berkata “ nduk tidak apa² , kamu sudah berusaha itusaja sudah sangat amat baik, dan sudah patut diberikan apresiasi , Nenek pasti bangga dengankamu, karna sudah mau melestarikan tariannya “ mendengar perkataan ibu, sudah membuathati Aisha cukup tenang.Semakin dekat dengan hari H perlombaan, sudah sangat yakin dan optimis dengan tarianyang akan dibawakannya. Namun, Aisha belum menemukan nama tarian yang cocok untuktariannya, Aisha kembali bertanya ke ibu “ bu..... sebenarnya aku belum menemukan namatarian yang pas untuk tarian ini, ibu ada ajaran tidak “ ibu pun berkata “ bagaimana jika nama
nya Ratna Wening , karna dengan makna sepotong tarian dalam garis waktu yang sudahkamu ambil dari buku harian nenek agar masih tercipta unsur tradisional seperti yang kamuceritakan kepada ibu kemarin” Aisha sangat berpikir keras hingga esok yang, entah mengapaia bermimpi, seperti diperlihatkan oleh nenek buyutnya yang sedang menari persis sepertiyang ada di buku harian neneknya. Terlihat juga disana masih dengan suasana yang sangatkuno. Aisha juga melihat keharmonian dan ketertiban yang menggambarkan suasana disanasangat damai meskipun masih terlihat was was. Aisha terbangun dari mimpinya dan ya...waktu penampilan pun tiba dan Aisha menamai tarian tersebut “ Ratna Wening “ karnamenurut Aisha nama ini menggambarkan kejernihan jiwa didalam sejarah. Saat ia menaridiatas panggung awalnya Aisha lumayan grogi, namun lama lama Aisha merasakankebebasan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, ia menari dengan sangat menghayati.“ Memang sungguh luar biasa orang zaman dahulu sanggatlah berjasa, Aisha menemukankedamaian dalam dirinya memahami bahwa warisan bukanlah sesuatu yang harusdipertahankan melainkan bisa berkembang dan memiliki makna nya sendiri.
MY CULTURE MY LIFEKirana Azizah Putri lahir dan tumbuh di sebuah desa kecil yang asri dan terpencil diDaerah Istimewa Yogyakarta. Desa itu begitu kaya dengan tradisi dan kebudayaanyang masih sangat kental, seakan waktu berhenti di sana. Alamnya pun masihsangat alami; pepohonan hijau, sungai jernih, dan gunung-gunung menjulangmenjadi bagian dari pemandangan sehari-hari. Kirana tinggal bersama ibu danneneknya di sebuah rumah sederhana, yang penuh kehangatan dan cinta. AyahKirana telah lama meninggal dunia saat Kirana masih bayi, hanya satu bulanusianya ketika kepergian ayah membuat ibunya menjadi satu-satunya orang tuabaginya.Sejak kecil, Kirana tumbuh menjadi gadis yang memikat, bukan hanya karenakecantikannya tetapi juga karena kecerdasannya dalam banyak hal. Kirana jugamemiliki bakat yang luar biasa dalam seni tari tradisional. Setiap gerakan tari yang iapelajari, ia bawakan dengan anggun dan penuh perasaan, seolah tubuhnya adalahmedium untuk mengekspresikan keindahan budaya leluhurnya. Bukan hanya pandaimenari, Kirana juga sangat rendah hati dan penuh kasih terhadap orang-orang disekitarnya. Ia senang membantu tetangganya yang membutuhkan, tak jarang ia ikutmembantu neneknya di sawah atau membantu ibu mengajar anak-anak kecil didesa.Suatu sore, ketika Kirana sedang termenung di sudut rumah sambil memandanglangit senja yang mulai menggelap, neneknya mendekatinya dan menyentuhpundaknya dengan lembut.“Nduk… kenapa kamu termenung begitu? Ada apa yang kau pikirkan?” tanya nenekdengan nada lembut, yang penuh perhatian.Kirana tersadar dari lamunannya, lalu menoleh dan tersenyum kecil kepada nenek.“Oh, bukan apa-apa, Nek. Kirana Cuma lagi mikirin sesuatu saja.”Nenek yang mendengar jawaban cucunya, tersenyum bijak dan berkata, “Ayo ikutnenek sebentar. Nenek mau bicara sama kamu.”
Kirana bangkit dari duduknya dan mengikuti nenek ke teras rumah yang menghadapke ladang sawah yang luas. Mereka duduk berdampingan di bangku kayu tua yangsering menjadi tempat mereka berbincang sore hari.“Kirana, cucuku sayang, tadi kamu kelihatan sangat termenung. Coba ceritakan apayang kamu pikirkan,” kata nenek lembut sambil memandang Kirana penuh kasih.Kirana diam sejenak, seolah ragu untuk mengungkapkan isi hatinya. “Nek, Kiranaboleh bertanya?”“Tentu saja, Nduk. Kamu bebas bertanya apa saja kepada nenek,” jawab nenekdengan senyum hangat.Kirana menghela napas panjang, lalu berkata, “Dari dulu, Kirana penasaran dengankehidupan di kota. Di sana, apakah orang-orang juga memiliki kesenian dan budayaseperti yang kita miliki di desa ini? Kirana ingin sekali melihat seperti apa kota itu,Nek.”Nenek terdiam sejenak, lalu mengelus kepala Kirana dengan lembut. “Sebenarnyanenek belum tahu pasti, Nduk. Tapi di kota, mungkin kebudayaannya tidak sekentaldi desa kita. Di sana banyak pengaruh dari bangsa asing dan teknologi, sehinggabudayanya mungkin sedikit berbeda.”“Berarti, di sana tidak ada kebudayaan dan kesenian seperti kita, ya, Nek?” tanyaKirana penasaran.Nenek tersenyum dan menggelengkan kepala. “Bukan begitu, Nduk. Kebudayaan itumasih ada, hanya saja lebih jarang terlihat atau bahkan hampir tak ada yang peduli.Orang-orang di sana sibuk dengan hal-hal lain.”Kirana mengangguk sambil merenungkan jawaban nenek. Kemudian, ia bertanyalagi, “Nek, kenapa ya kebudayaan di kota jarang dijumpai? Bukankah kebudayaanitu penting?”
Nenek menatap Kirana dengan lembut, lalu menggenggam tangan cucunya erat.“Seperti yang nenek katakan, di kota, teknologi berkembang pesat. Banyak orangyang lebih memilih hidup modern, berbeda dengan kita yang masihmempertahankan tradisi dan budaya kita sebagai warisan nenek moyang. Kita harusmelestarikannya, karena ini adalah bagian dari jati diri kita.”Kirana mengangguk paham, lalu ia terdiam sejenak sebelum bertanya lagi denganragu, “Nek, kalau misalnya Kirana ingin tinggal di kota, kira-kira ibu akan setuju tidakya? Kirana takut ibu akan marah.”Nenek terdiam sejenak mendengar keinginan cucunya, lalu bertanya, “Memangnyakenapa kamu ingin tinggal di kota, Nduk?”Kirana menundukkan kepalanya, lalu menjawab pelan, “Kirana ingin sekali melihatkehidupan di kota, dan memperkenalkan budaya kita yang indah ini kepada orangorang di sana.”Nenek terkejut mendengar keinginan cucunya, namun ia memahami semangat yangada dalam diri Kirana. “Kamu yakin, Nduk? Kehidupan di kota sangat berbedadengan di desa ini. Di sana banyak godaan dan tantangan.”Kirana mengangguk mantap. “Iya, Nek, Kirana sudah sangat yakin. Kirana inginmewujudkan impian Kirana sendiri.”Nenek tersenyum penuh kasih dan menghela napas. “Baiklah, kalau itu memangkeinginanmu, nenek akan mendukungmu, Nduk. Tapi berjanji pada nenek, jangansampai kamu melupakan asal usulmu dan kebudayaan kita.”“Terima kasih, Nek, sudah mendukung keinginan Kirana,” kata Kirana sambilmemeluk neneknya dengan hangat.Waktu berlalu, dan kini Kirana telah tumbuh menjadi gadis remaja berusia 21 tahun.Ia melanjutkan pendidikan di Jakarta, mengambil jurusan sejarah di universitasternama. Namun, kehidupan kota yang gemerlap membuat Kirana lambat laun lupaakan kebudayaan dan warisannya. Ia lebih sering mendengarkan musik barat,
menyukai budaya modern, hingga perlahan melupakan tradisi yang ia janjikan untukdijaga.Suatu hari, ketika ia sedang bersama teman-temannya, salah seorang temannyaberkata, “Kirana, kok kamu suka banget sih sama budaya kuno? Budaya kita tuhkuno, nggak menarik sama sekali.”Kirana terdiam sejenak, teringat akan desanya, namun ia mencoba tersenyum.“Bukannya bagus kalau kita lestarikan budaya kita?”Namun, teman-temannya hanya tertawa. “Duh, jangan kayak orang kampungan gitu,Kirana. Ini sudah era anak muda kota, kita butuh sesuatu yang keren dan modern.”Kirana tersinggung, tetapi salah satu temannya, Dimas, menepuk pundaknya sambilberkata, “Udah, sini gue ajarin biar kamu nggak kelihatan norak. Biar gaya kamulebih kekinian.”Perlahan, Kirana terbawa arus. Ia semakin melupakan budayanya, hingga suatu harisaat ia bosan di asrama, Kirana memutuskan menonton televisi. Di sanaditayangkan acara budaya Indonesia yang menampilkan tari tradisional. Parapenonton, kebanyakan orang asing, tampak terkesima dan kagum. Mereka bertepuktangan penuh semangat, dan Kirana terdiam, menyadari bahwa apa yang dulu iaanggap biasa ternyata begitu dihargai oleh orang-orang dari negeri lain.Kirana meneteskan air mata, merasa sangat bersalah. “Nek, maafkan Kirana...Kirana telah melupakan janji Kirana sendiri,” gumamnya sambil memeluk lutut danmenangis.Setelah malam itu, Kirana bertekad untuk berubah. Ia kembali membuka video-videotariannya saat kecil dan merasa nostalgia. Keesokan harinya, ia menunjukkan salahsatu video tariannya kepada teman-temannya.Namun, teman-temannya kembali menertawakannya. “Hahaha, Kirana balik jadianak kampung nih!” ujar salah satu temannya.
Kirana hanya tersenyum dan berkata, “Kalian mungkin tak paham, tapi budaya kitaitu berharga.”Temannya menjawab sinis, “Ah, budaya kuno gitu. Nggak menarik.”Namun, Kirana tidak menyerah. Ia mulai membuat video tentang tarian Indonesia,mempelajari lebih dalam setiap gerakan, dan mengunggahnya ke media sosial. Takdisangka, video-videonya disambut dengan antusias oleh banyak orang, bahkan dariluar negeri. Kirana diundang ke berbagai acara budaya, hingga ia berhasil membukakursus tari tradisional yang sukses.Melihat kesuksesan Kirana, teman-temannya yang dulu menertawakannya mulaimenyadari bahwa kebudayaan Indonesia memiliki pesona yang unik. Merekaakhirnya meminta maaf pada Kirana atas sikap mereka selama ini. Kirana menerimamereka dengan hati terbuka, dan bersama-sama, mereka mulai berusahamelestarikan budaya Indonesia agar tak terlupakan.
Di sebuah desa kecil yang terlupakan, tersembunyi di antara perbukitan yang hijau sertasunyi, terdapat sebuah kebudayaan yang kaya dan unik. Desa ini seolah terlepas dariwaktu, dengan tradisi dan ritual yang telah dilestarikan selama berabad-abad. Pendudukdesa ini hidup sederhana, menjaga pertanian dan peternakan mereka sambil merawatwarisan luhur yang tidak ternilai harganya. Namun, desa ini seolah hilang dari ingatan dunialuar, terlupakan oleh waktu dan kemajuan. Hanya penduduk desa dan beberapa pendatanglangka yang mengetahui keberadaan tempat iniKebudayaan desa ini berpusat pada serangkaian ritual dan tradisi kuno yang dikerjakandengan penuh dedikasi. Setiap musim membawa serangkaian upacara yang merayakankoneksi penduduk dengan alam leluhur dan kekuatan gaib. Mereka menghormati dewa dewidan roh roh penjaga mencari berkah dan perlindungan.Desa ini menyimpan rahasia dan misteri yang tak terungkap. Terdapat sebuah legenda kunotentang peninggalan bersejarah suci yang dikubur di suatu tempat didesa. Peninggalan inidipercaya memiliki kekuatan, yang mampu membawa keberuntungan atau bencanatergantung siapa yang memilikinya.Suatu hari, sekelompok peneliti muda yang begitu tertarik dengan folklore dan kebudayaankuno mendengar desas desus tentang desa ini. Para peneliti ini, dipimpin oleh seseorangantropolog muda yang ambisius bernama Hana, mulai menjelajahi setiap sudut desa.Mereka mengamati upacara upacara suci, mempelajari simbol simbol kuni, danmendengarkan cerita dari penduduk desa yang tua.Hana dan timnya semakin terpesona oleh kedalaman dan misteri budaya desa itu. Setiaphari, mereka menemukan potongan-potongan cerita yang saling terkait, membentuk sebuahmosaik kompleks tentang sejarah dan kepercayaan masyarakat desa.Semakin dalam mereka menggali, semakin mereka yakin bahwa legenda tentangpeninggalan suci itu bukan sekadar dongeng.Suatu malam, saat sedang duduk mengelilingi api unggun dan merasakan kehangatan dariapi yang membakar kayu kayu kering bersama seorang dukun desa yang bijaksana, Hanadengan perasaan campur aduk memutuskan untuk menanyakan tentang peninggalan sucitersebut.Dukun tua itu menatapnya dalam-dalam, matanya berkilau misterius. Dengan suara serak,ia memulai kisahnya.\"Peninggalan itu,\" katanya, \"adalah hadiah dari para dewa untuk melindungi desa kami.Namun, kekuatannya sangat besar sehingga bisa menjadi kutukan jika jatuh ke tangan yangsalah. Leluhur kami telah menyembunyikannya dengan baik, di tempat yang hanya diketahuioleh mereka yang memiliki hati yang murni dan niat yang baik.\"Dukun tua itu memberikan Hana sebuah petunjuk samar tentang lokasi peninggalantersebut. Namun, ia juga memperingatkan Hana tentang bahaya yang mungkin menimpanyajika ia tidak berhati-hati. \"Peninggalan itu dijaga oleh kekuatan gaib yang kuat,\" katanya.\"Hanya mereka yang layak yang dapat mengambilnya.\"
Dengan petunjuk tersebut, Hana dan timnya memulai pencarian yang melelahkan. Merekamenjelajahi hutan belantara, menyusuri sungai yang deras, dan mendaki gunung yangtinggi. Setiap langkah yang mereka ambil terasa semakin dekat dengan rahasia yangselama ini mereka cari.Namun, pencarian mereka tidak berjalan mulus. Mereka dihadapkan pada berbagairintangan dan bahaya. Hutan belantara yang mereka lalui penuh dengan binatang buas,sedangkan penduduk desa mulai curiga dengan kehadiran mereka. Beberapa orang tua-tuadesa bahkan memperingatkan Hana dan timnya untuk segera meninggalkan desa, takut jikakehadiran mereka akan mengganggu keseimbangan alam.Di tengah perjalanan, Hana mengalami mimpi aneh. Dalam mimpinya, ia melihat seorangwanita cantik dengan rambut panjang berwarna perak. Wanita itu memberinya sebuahperingatan. \"Jangan tergiur oleh kekuatan peninggalan itu,\" katanya. \"Kekuatan itu dapatmerusak jiwa.\"Hana terbangun dengan perasaan gelisah. Ia menyadari bahwa pencariannya telahmembawanya ke jalan yang berbahaya. Namun, rasa penasarannya terlalu besar untukdiabaikan. Ia harus melanjutkan pencariannya, meskipun itu berarti harus menghadapisegala risiko yang ada.Setelah melewati berbagai cobaan, Hana dan timnya akhirnya menemukan tempatpersembunyian peninggalan suci itu. Sebuah gua gelap dan lembab menjadi tempat terakhirdari perjalanan mereka. Di dalam gua itu, mereka menemukan sebuah kotak batu kuno yangdiukir dengan simbol-simbol misterius.Saat Hana hendak membuka kotak itu, tiba-tiba tanah di bawah kakinya bergetar. Sebuahsuara gemuruh terdengar dari dalam gua. Dinding-dinding gua mulai retak dan runtuh. Hanadan timnya harus melarikan diri secepat mungkin.Mereka berhasil keluar dari gua dengan selamat, namun kotak batu itu tertinggal di dalam.Saat mereka melihat ke belakang, mereka melihat gua itu runtuh dan menghilang ditelanoleh bumi. Hana merasa sedih dan kecewa, namun ia juga merasa lega.Ia menyadari bahwa mungkin saja peninggalan suci itu memang tidak seharusnyaditemukan oleh manusia.Hana dan timnya memutuskan untuk meninggalkan desa itu. Sebelum pergi, Hana kembalimenemui dukun tua itu. Ia menceritakan semua yang telah terjadi dan berterima kasih atasbantuannya. Dukun tua itu tersenyum dan mengangguk. \"Aku tahu kamu akan kembali,\"katanya. \"Suatu saat, kamu akan mengerti.\"Hana dan timnya kembali ke kota dengan tangan kosong, namun hati mereka penuh denganpengalaman yang tak terlupakan. Mereka telah belajar banyak tentang kehidupan, budaya,dan misteri alam.Setelah Hana dan timnya kembali ke kota, mereka merasa seolah-olah ada bagian dari dirimereka yang tetap tertinggal di desa itu, di tengah alam yang murni dan penuh misteri.Selama berbulan-bulan, mereka merenung, mencoba mencerna pengalaman mereka,namun bayang-bayang desa kecil itu terus menghantui pikiran mereka. Hana, meskipun ia
telah kembali ke rutinitas kehidupannya, merasa ada sesuatu yang belum tuntas. Apakahpencarian mereka sia-sia? Apa yang sebenarnya mereka temukan di sana?Pada suatu malam, saat Hana duduk seorang diri di ruang kerjanya, ia membuka catatancatatan lapangan yang ia tulis selama tinggal di desa. Ia teringat kembali akan cerita-ceritayang disampaikan oleh penduduk desa yang lebih tua, tentang bagaimana mereka selalumenghindari pembicaraan mengenai peninggalan suci itu, dan tentang kisah-kisah generasisebelumnya yang pernah mencoba mencari dan membuka kotak batu yang terkubur itu.Mereka selalu menceritakan dengan penuh rasa hormat, bahkan ketakutan, tentang dewadewi yang menjaga benda itu.Hana merasakan ada sebuah pola yang belum terungkap. Mengapa ada begitu banyakperingatan, dan mengapa begitu banyak yang berusaha menghindar dari pencariantersebut? Apa yang tersembunyi di balik cerita-cerita tersebut? Ada sesuatu yang lebihdalam, sebuah kebenaran yang mungkin lebih besar dari yang ia bayangkan.Pencarian Hana untuk mengetahui lebih lanjut membawa dirinya pada sebuah perjalananbaru. Ia menghubungi seorang ahli sejarah yang ia kenal di universitas, Dr. Yudha, seorangpakar mitologi kuno yang sangat tertarik pada tradisi-tradisi arkais. Dr. Yudha, meskipunskeptis pada awalnya, akhirnya tertarik dengan kisah Hana dan menyarankan agar merekakembali ke desa tersebut. \"Mungkin,\" katanya, \"ada yang lebih besar yang sedang kitaabaikan, sesuatu yang tidak hanya berkaitan dengan peninggalan itu sendiri, tetapi dengansejarah desa ini.\"Bersama timnya, Hana kembali ke desa yang telah lama ditinggalkan itu. Namun, kali inisuasananya berbeda. Desa yang sebelumnya terasa damai dan terpencil, kini tampak lebihterisolasi. Beberapa rumah tampak kosong, dan banyak penduduk yang tampaknya lebihwaspada dan enggan berbicara. Namun, mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka, kaliini lebih hati-hati, dengan niat untuk menggali lebih dalam tentang sejarah desa danpeninggalan yang misterius itu.Mereka mengunjungi dukun tua sekali lagi, yang kini semakin renta dan tidak seaktif dulu.Dukun itu menyambut mereka dengan tatapan yang penuh keheningan, seolah tahu bahwaada sesuatu yang lebih besar sedang terjadi. \"Kalian kembali,\" katanya dengan suara yangserak, \"Tapi hati-hatilah, karena semakin kalian menggali, semakin banyak kebenaran yangakan terungkap. Ada yang tak seharusnya kalian ketahui.\"Hana dan Dr. Yudha kemudian memutuskan untuk menyelidiki lebih jauh, menghubungkanberbagai petunjuk yang mereka kumpulkan dari desa dan menganalisisnya dengan lebihteliti. Mereka mendalami setiap simbol, setiap ritual yang selama ini dianggap suci olehpenduduk desa. Mereka menemukan bahwa legenda peninggalan itu bukan hanya sekadarcerita, melainkan bagian dari sejarah yang sangat erat kaitannya dengan awal mula desa itudibangun.Rupanya, peninggalan suci yang terkubur itu bukanlah benda material biasa. Ia adalahsebuah artefak yang dibuat oleh leluhur desa dengan tujuan tertentu untuk mengikatkekuatan roh-roh penjaga yang melindungi desa tersebut. Para pendahulu desa, dalamkebijaksanaan mereka, menyadari bahwa kekuatan itu sangat besar dan bisa menjadi
bencana jika jatuh ke tangan yang tidak tepat. Mereka menguburnya dengan aman,berharap bahwa hanya mereka yang layak dan memiliki niat yang tulus yang bisamenemukannya.Pencarian mereka membawa mereka pada sebuah pertemuan tak terduga dengan seorangperempuan tua yang mengaku sebagai keturunan langsung dari keluarga yang menjagapeninggalan tersebut. Perempuan itu mengungkapkan lebih banyak kebenaran yang belumdiketahui oleh Hana dan timnya.\"Kalian tidak tahu,\" kata perempuan tua itu dengan suara gemetar, \"tapi peninggalan ituadalah bagian dari suatu ritual kuno yang seharusnya tidak terulang lagi. Karena jikaterungkap kembali, bukan hanya desa yang akan terancam, tetapi seluruh dunia akanmerasakannya.\"Hana dan timnya merasa terkejut, namun mereka juga semakin terjerat oleh misteri yangtidak bisa mereka hindari. Apa yang dimaksud oleh perempuan tua itu? Apakah pencarianmereka benar-benar berbahaya, atau apakah mereka hanya terlalu dipengaruhi oleh mitosyang mereka dengar?Mereka melanjutkan penyelidikan mereka dengan penuh keteguhan. Hari-hari berlalu, danmereka menemukan semakin banyak rahasia yang menghubungkan desa dengan sejarahyang jauh lebih tua dari yang mereka bayangkan. Mereka menemukan bahwa desa inibukan hanya sekadar tempat terpencil, tetapi merupakan tempat penting yang menjagakeseimbangan alam dan kekuatan dunia yang lebih luas.Pada suatu malam yang gelap, Hana kembali bermimpi. Kali ini, mimpi itu jauh lebih nyatadan mengerikan. Wanita berambut perak itu muncul lagi, namun kali ini ia tidak hanyamemberi peringatan, tetapi juga sebuah gambaran: sebuah gambaran dunia yang porakporanda, dengan langit yang gelap dan bumi yang terbelah. \"Jangan biarkan itu terungkap,\"kata wanita itu dengan suara yang penuh kesedihan. \"Kekuatan itu lebih besar dari yangkalian bayangkan. Jangan ulangi kesalahan yang pernah dibuat oleh nenek moyangmu.\"Hana terbangun dengan tubuh gemetar, menyadari bahwa pencarian mereka bukan hanyauntuk mengungkap sejarah, tetapi juga untuk mencegah bencana besar yang akan terjadijika mereka melanjutkan langkah mereka lebih jauh.Namun, meskipun peringatan itu jelas, Hana merasa bahwa ia tidak bisa mundur. Ada suatuhal yang memanggilnya untuk melanjutkan pencariannya, dan ia tahu bahwa hanya denganmengetahui kebenaran, ia bisa menghindari bencana yang lebih besar.Suatu pagi, mereka menemukan sebuah gua tersembunyi di balik hutan lebat, sebuah guayang tidak pernah diceritakan sebelumnya oleh penduduk desa. Mereka memasuki gua itudengan hati-hati, menyusuri lorong-lorong sempit yang dipenuhi dengan lukisan-lukisankuno di dindingnya. Di ujung gua, mereka menemukan sebuah altar yang sudah lamaterlupakan, dan di atasnya, sebuah kotak batu kuno yang tampaknya mengeluarkan cahayalembut.
Saat Hana mendekat, perasaan gelisah yang mendalam kembali muncul. Ia tahu, kali ini iaharus membuat pilihan: apakah membuka kotak itu dan mengungkap kekuatan yangtersembunyi di dalamnya, atau meninggalkannya untuk selamanya.
TanggalTHE MAGNIFICENT JAVANESEKINGDOMSagara terkenal sebagai anak nakal dan pintar,tapi dia mempunyai perilaku yangburuk.Dia seringkali ketahuan merokok dan dia sering membully mau itu adkelAtaupun kakel.Disuatu hari Sagara menemukan dompet yang terjatuh disana banyak sekaliuang,kartu pelajar,dan ktp,dia tersenyum gembira lalu dia kekantin untukmembeli jajanan,dia hanya tertawa saat melihat anak yang menjatuhkan dompetitu.Saat bel masuk dia tidak langsung ke kelas tetapi dia ke gudang sekolahDisana lah kakel dulu berkumpul dia tidak ingin ke kelas karena dia sudahterkenal pintar dia sangat jarang masuk kelas,ya namanya anak nakal.Tiba tiba ada guru yang menemukan Sagara,sagara pun dihukum dan diadisuruh menulis “saya berjanji tidak akan nakal lagi”,ditengah tengah menulisdia bergumam.“dasar kakak jahat “ ,ya guru itu adalah kakaknya bernama Jerovinca,kakaknyayang mendengar gumaman adeknya itu membalas dengan cubitan di pipi.“kau itu nakal sekali,jika kakak tidak disini pasti kau akan nakal sekali” balaskakaknya.Saat Sagara sudah mengerjakan hukuman segera Sagara keluar,kakaknya yangmelihat kelakuan Sagara hanya menggelengkan kepala.
2Dia kembali ke gudang dan bermain game disana dia bertemu almarhumahneneknya,“nak,kau harus jadi penerus keluarga agar kebudayaan keluarga kita terusberjalan ..” tegas nenek nya.“NENEK?!,apa yang nenek maksud?..” bingung Sagara.“intinya,nenek ingin keu jadi penerus budaya kita,Sagara..”,setelah itu neneknya menghilang entah kemana.“hah..”“W-WHAT THE HELL!!?” teriak Sagara.Saat dirumah Sagara dan kakaknya makan malam diruang tengah.“kak” panggil Sagara.“to the point aje” terus kakaknya.“kak tadi di gudang aku ketemu nenek terus nenek bilang ekhem..,nak kamuharus jadi penerus budaya kita~” meniru suara nenek nenek.“woilah,dikeluarga kita nenek atau kakek kita akan memilih satu cucunya untukdijadikan penerus darah budaya Jawa.” Terus kakaknya.“oh,BERARTI GWE JADI PENERUS DARAH KERAJAAN?!,yeyy gw jadi gantengnanti” pede Sagara.“pede amat lu,lu bakalan di taruh di jaman kerajaan” tegas jeveronica.“HAH?!”teriak Sagara.Saat paginya.
3Saat pagi hari Sagara terbangun di tempat yang sangat aneh dia mengira diabermimpi ternyata salah dia benar-benar di Kerajaan.“OMAK!”“ana apa raden?” tanya pembantu di istana.“h-hah?”*berarti gw jadi raja?!,raden apaan omakk hueueueue* batin Sagara.“ora ana apa apa...” kata Sagara dengan ragu.“baiklah Raden “ laku pembantu itu keluar dari ruangan itu.“OMAK, BERARTI GW UDAH DI JAMAN NYA?!,CEPET BET UEUEUEUE”“ANA APA MAS?!” khawatir perempuan.YEAH,ITU ISTRINYA APA LAGI?!.“ora ana apa apa dek” ragu Sagara LAGI.“yowes mas,adek tau sampean dari zaman modern kan?” tegas istrinya.Ooh iya nama istrinya ratu Suhita Tunggadewi.“saya tau sampean disuruh nenek sampean jadi penerus darah kerajaan ini kan?”jelas Suhita.“inggih ratu”“yawes saya ceritain dari awal neh..” senyum Suhita.
4Selesai menceritakan apa yang terjadi sampai Sagara harus kena.“oh gitu toh..”“jadi mas Sagara masih mau kan disini?” tanya Suhita.“iya dek” senyum Sagara.Akhirnya Sagara tau betapa indahnyaa budaya Indonesia.TAMAT.Aku tau ceritanya ga nyambung.
pada hari 17 Agustus ada seorang anak bernama Dani pada hari 17 Agustus Daniseharusnya mengikuti upacara dan lomba 17 Agustus tetapi Dani tidak ingin atautidak tertarik untuk mengikuti hari raya kemerdekaan IndonesiaDani pun tidak masuk sekolah karena malas untuk mengikuti upacara lalu Dani pundinasehati oleh ibunya dan ayahnya berbicara bahwa upacara itu penting untukmengenang pahlawan yang dulu berjuang untuk negara Indonesia yang dulu dijajaholeh negara lain yaitu Belanda dan karena Oleh karena itu dan kamu harusmengikuti upacara bendera dan mengikuti lomba ucap si ibu dani.setelah dinasehati guru Ibunya dan ibu merasa terharu terhadap pahlawanIndonesia yang pernah mengusir penjajah dani pun lebih semangat untuk mengikutiupacara negara Indonesia yang dan mengikuti upacara dan lomba 17 Agustus danlebih semangat untuk mendapatkan juara dari lombasingkat cerita pada 17 Agustus dan dani pun mencoba untuk mengikuti upacara dankelompok Dani mencoba untuk mengikuti lomba makan kerupuk dan lomba balapkelereng Dani pun setelah lamanya Dani dipanggil untuk mengikuti lomba makankerupuk untuk terlebih dahulu dan setelah selesai dan ibu juara 2 untuk lombamakan kerupuk dan tidak menunggu lama dan ini pun dipanggil untuk lomba balapkelereng setelah lomba selesai dan ibu pulang untuk melihat besok iamenang atau kalah dan saat di rumah ia sangat tidak sabar karena besokpengumuman lomba pemenang lomba dan pengambilan hadiah dan dani berceritakepada ibunya karena ia sangat senang mengikuti upacara ternyata upacara serujuga ya ucap Dani kepada ibunya dan Dani pun bercerita kalau tadi Dani mengikutilomba makan kerupuk dan lomba balap kelerengbesoknya Dani pun merasa bahagia karena mau diumumkan pemenang lomba Danipun mandi dengan senyum dan makan kenyang dengan senyum setelah itu Danipun di antara sekolah dengan ayahnya Dani Diantar sampai gerbang sekolah dandani Mengapa teman-temannya dan Dani pun ke kelas untuk menaruh tas danmengambil Alas untuk ppk setelah baris dan PPK setelah ppk dani kembali ke kelasuntuk menaruh alas dan mengembalikan lapangan Dani pun merasa deg deg an.setelah itu Dani dipanggil karena juara 2 lomba kelereng dan Dani pun senang danDani ke kelas untuk menaruh hadia dan makan bekal yang di buatkan ibunya tadipagi bekal itu ada SOP sosis nasi dan tempe dan untuk makan pagi ada roti dan kuedan ada susu agar kenyang karna agar otak encer dan semangat untuk mengikutilomba berikut nya
setelah pulang Dani pun bercerita dengan ibu nya yang sedang memasak Danibercerita. Bu tadi Dani di sekolah mendapatkan juara dari lomba yaitu lomba balapkelereng dan Dani mendapatkan hadiah buku dan bulpen dan tipe x kertas danmendapatkan hadiah buku gambar A4 . Keesokan hari nya Dani datang ke sekolahuntuk melihat teman nya yang mengikuti futsal dan lomba estafet air Dani punmelihat dengan teman nya lali di jam 9.32 Dani ke kelas untuk makan karena sudahwaktunya istirahat Dani pun di bekali seperti biasa dengan ibu nya tetapi menu nyakali ini beda Dani dibekali yaitu nasi ayam ikan tahu goreng dan bayam Dani punmemakan habis bekal itu dan minum teh yang di buatkan ibu nya tadi pagi setelahitu Dani keluar kelas untuk melihat teman nya berlomba estafet air dan dini punmelihat. sesudah itu Dani melihat teman nya tersenyum karena merasa lebih cepatdan sangat percaya diri dan ingin mengetahui pemenang lomba estafet airDani pun ingin berangkat menggunakan sepeda pancal agar bisa berangkat denganteman nya yang menggunakan sepeda pancal juga dan teman teman Dani pun dijemput oleh teman teman nya yang melewati rumah nya, lalu ke keesokan iaberangkat sekolah menggunakan sepeda pancal dengan teman nya dan saat disekolah Dani mengikuti PPK dan setelah itu Dani melihat lomba basket untukterakhir kali nya dan melihat nya sampai selesai dan memakan bekal nya danminum teh yang di buat kan ibu nya pagi harisetelah itu Dani saat pulang menggunakan sepeda pancal dengan teman nya tetapiteman nya berbeda jalur dan saat pulang Dani sempat untuk membeli jajan untuk dimakan saat pulang di rumah dan membeli kan adik nya agar adik nya juga gembiramengikuti kemerdekaan Indonesiasaat itu Dani pun senang untuk mengikuti lomba kemerdekaan Indonesia dan lebihberharap agar hari Indonesia merdeka datang dan Dani suka mengikuti lomba darikemerdekaan INDONESIA
Lestarikan Budaya Indonesia\"Indonesia memiliki banyak sekali keragaman budaya, contohnya alat musik tradisionalseperti angklung, tiga, sasando, seruling dan sebagainya\" ucap bu guru. Setelah itu bu gurumengajak murid - murid untuk melihat - lihat alat musik tradisional yang ada di dalam ruangseni. Setelah sampai, badu bertanya kepada bu guru, \"Bu guru mengapa kita harus belajarbudaya yang ada di indonesia? \", bu guru menjawab \" jika kita tidak mempelajari kebudayaanyang ada di indonesia, maka budaya yang ada di indonesia akan punah atau terlupakan,sehingga kita harus mempelajari dan melestarikan budaya Indonesia \". Setelah di jelaskanoleh bu guru badu menjadi mengerti dan paham.Pada hari senin di sekolah badu mengadakan acara untuk memperingati HUT sekolah, sekolahmengadakan berbagai macam lomba dimulai dari lomba yel - yel, memainkan alat musik,pidato dan lain - lain sebagainya. Kelas badu memilih untuk mengikuti lomba yel - yel, tari,dan memainkan alat musik. Rafa, mifta, dan nurul memilih untuk ikut lomba memainkanlomba, badu yang bingung untuk mengikuti lomba apa akhirnya badu memilih untuk ikutlomba memainkan alat musik tradisional, karena jika ada siswa yang tidak mengikuti lombaakan di kena sanksi. Semua murid di kelas badu berlatih untuk lomba yel - yel, dan tari,sedangkan rafa, mifta, nurul, dan badu berlatih untuk lomba, tetapi badu sangat merasamalas untuk berlatih sehingga badu tidak pernah ikut berlatih memainkan alat musik. Harisenin pun tiba, HUT diselenggarakan dengan baik dan bagus, setelah membuka acara kini,sesi lomba dulu yang ditampilkan, kemudian pembagian doorprize. Saat giliran lombamemainkan alat musik, kelas badu yang terpilih dahulu sehingga rafa, mifta, nurul dan badusegera menuju panggung dan menampilkan permainan alat musik mereka, karena badumalas berlatih ia kebingungan sehingga ia merusak nada, alhasil kelas badu kalah. Rafa, mifta,dan nurul merasa kecewa dengan badu karena badu tidak serius dalam hal apapun, sehinggarafa, mifta, dan nurul mulai menjauhi badu karena badu tidak serius untuk berlatih.Seminggu kemudian, badu mulai menyendiri karena di jauhi oleh rafa, mifta, dan nurul. Saatbadu bertemu dengan rafa, mifta, dan nurul,badu meminta maaf kepada rafa, mifta, dannurul karena ia tidak serius berlatih. Mereka memaafkan badu dan mulai bermain kembali.Saat sedang bermain badu memberi tahu temannya jika akan diadakan festival budaya dibalai kota pada hari sabtu jam 9 pagi sampai jam 8 malam, kemudian badu mengajak rafa,mifta, dan nurul untuk melihat festival budaya di balai kota, mereka setuju dan berjanji untukberangkat bersama ke balai kota jam 8. Hari sabtu, badu dan teman - temannya berangkatjam 8.30 karena festival budaya di buka jam 9 pagi, dan mereka ingin melihat pembukaanacara festival budaya. Saat sampai badu terkejut karena banyak budaya di Indonesia yang ditunjukan dan ada pertunjukan barongsai. Badu dan teman - temannya merasa senang, jam 6malam mereka pulang kerumah masing - masing karena mereka sangat kecapekan.Pada hari senin, setelah jam istirahat, wali kelas badu meng share link pendaftaran ekskul.Badu, rafa, mifta, dan nurul memilih untuk mengikuti ekskul musik di sekolahnya. Saat selesaijam pelajaran badu, rafa, mifta, dan nurul menuju ke ruang seni untuk ekskul. Guru pengajarekskul memberitahu jika akan di adakan pentas seni budaya pada hari rabu di balai kota.Diadakan lomba musik, baik musik modern atau musik tradisional. Badu dan teman -temannya ingin mengikuti pentas seni budaya di balaikota, sehingga mereka berlatih dengan
giat dan serius. Setiap hari mereka selalu berlatih bersama supaya mendapat hasil yangmaksimal. Saat hari rabu tiba, badu, rafa, mifta, dan nurul pergi ke balaikota untuk lomba dandidampingi oleh guru pengajar ekskul. Setelah sampai di balaikota,badu, rafa, mifta, dannurul menuju ke belakang panggung karena mereka mendapat urutan pertama, gurupengajar ekskul menasehati badu dan teman - temannya supaya tidak gugup saat naik ke ataspanggung. Saat badu dan teman - temannya di panggil untuk menaiki panggung, setelahmenaiki panggung mereka memperkenalkan diri terlebih dahula, dan mulai memainkan alatmusik tradisional dengan percaya diri dan tidak gugup, sehingga mendapat hasil yangmaksimal. Setelah selesai, mereka menuruni panggung dan menunggu pengumumanpemenang lomba memainkan alat musik. Saat di umumkan badu terkejut karena ia danteman - temannya berhasil mendapat juara 1. Badu, rafa, mifta, nurul, dan guru pengajarekskul sangat senang dan pulang membawa piala. Ke esok an harinya, badu, rafa, mifta, dannurul mendapat pujian dari wali kelas dan teman - temannya yang ada di kelas. Setelahmendapat juara 1,badu yang awalnya kurang mengerti dengan budaya Indonesia, kini badumenjadi suka dan mempelajari budaya yang ada di indonesia.Badu sekarang sudah kuliah dan mengambil jurusan seni musik, saat masuk di kelas,badumendapat tugas dari dosen pengajar untuk membawa alat musik yang dimiliki semuamahasiswa di rumah untuk pembelajaran. Esoknya badu membawa angklung, teman - temanbadu ada yang membawa seruling, kendang, gitar, dan angklung juga. Dosen pengajarmenjelaskan tentang materi, ketika materi selesai dosen pengajar menyuruh untukmengeluarkan alat musik yang di bawa semua mahasiswa. Dosen pengajar memberitantangan kepada semua mahasiswa, jika ada yang bisa memainkan alat musik yang merekabawa dengan baik dan bagus maka akan mendapat hadiah. Tanpa lama - lama badu langsungmaju dan memainkan angklung dengan percaya diri dan tidak gugup, dosen pengajar kagumdengan badu sehingga dosen pengajar memberi badu hadiah berupa seruling dan snack,badu berterima kasih kepada dosen pengajar karena sudah memberinya hadiah. Setelahpulang dari kampus, badu mengajak rafa, mifta, dan nurul untuk berkumpul bersama. Teman- teman badu setuju dan akan berkumpul di cafe dekat rumah badu, semua berkumpul danmenceritakan bagaimana kelas seni musik di kampus rafa, mifta, dan nurul mereka sangatsuka dengan kelas seni musik di kampus mereka masing - masing, tetapi tidak dengan mifta,karena kelas seni musik di kampusnya kurang di minati karena kelasnya yang berada di palingujung, sehingga mahasiswa dan mahasiswi kurang minat untuk bergabung di kelas seni musik.Rafa sangat suka dengan kelas seni musiknya di kampusnya karena banyak meraih prestasisaat sebelum rafa memasuki kampus, sehingga diminati banyak mahasiswa dan mahasiswi.Di kampus nurul kelas seni musik juga sangat di minati karena kelas yang bersih dan fasilitasalat musik yang banyak dan bagus, meja, kursi, papan tulis juga sangat bersih dan bagus.Teman - teman badu menanyai badu \"bagaimana kelas seni musik di kampus mu? \" ucapmereka bertiga. Badu menjawab bahwa kelas seni musik di kampusnya sangat bagus danterawat sehingga lumayan banyak peminat, \"dosen pengajar di kelasku sangat santai danjarang marah - marah\" ucap badu, \"jika ada yang bisa menjawab pertanyaan dari dosenpengajar maka akan mendapat hadiah seperti snack, minuman dan sebagainya\" ucap badu.Setelah mengobrol sangat lama, mereka akhirnya pulang dan kembali ke rumah masing -masing.
Saat badu sampai rumah, badu menerima pesan di handphonenya, yaitu pesan dari nurul.Nurul memberi tahu badu, rafa, mifta jika akan diadakan karnaval pada hari minggu jam 9.Nurul mengajak badu, rafa, mifta untuk melihat karnaval. Badu, rafa, mifta menyetujuinya.Saat mau tidur badu menyetel alarm jam 8 pagi supaya tidak telat. Jam 8 alarm badu berbunyi,badu segera bangun dan mandi, kemudian merapihkan tempat tidur, makan dan bersiap.Nurul memberi pesan di handphone untuk mengingatkan jika jam 9 karnaval akan di mulai.Badu, rafa, dan mifta menjemput nurul menggunakan sepeda motor. Saat sampai, badumengajak rafa, mifta, dan nurul untuk membeli makanan dan minuman terlebih dahulu. Saatkarnaval sudah dimulai badu melihat orang - orang yang mengikuti karnaval menggunakanbaju daerah dari Sulawesi, kalimantan, papua, jawa barat, jawa tengah, jawa timur. Badusangat mencintai budaya - budaya yang ada di indonesia, badu berharap suatu saat nantibudaya - budaya yang ada di indonesia tidak luntur atau hilang. Setelah karnaval selesai badudan teman - temannya pulang ke rumah masing - masing. Saat masuk kampus ia di beri tugasoleh dosennya untuk menceritakan hal apa saja yang dilakukan dalam seminggu terakhir ini?.Badu kemudian di panggil untuk maju pertama dan badu menceritakan hal - hal yang ialakukan dalam seminggu terakhir dimulai dari berkumpul bersama teman hingga melihatkarnaval. Dosen pengajar menanyai badu \"ada kah hal yang ingin kamu lakukan setelah ini?\" tanya dosen pengajar, badu menjawab \"saya ingin melestarikan budaya Indonesia supayatidak luntur atau hilang. Dan mengenalkan budaya Indonesia ke luar negeri. \" ucap badu,dosen dan mahasiswa - mahasiswi di kelas memberi tepuk tangan untuk badu.
melestarikan permainan tradisional\"pada suatu hari di kota malang tempatnya didaerah sawojajar terdapat 5 orang yang bernamarizky,keanu,lala,arum dan keysha.Mereka adalah sahabat selamanya dan yang tidak bisaterpisahkan\"pada suatu saat liburan akhir semester,dihari minggu,disiang hari arum ingin bermainbersama teman-temannya pada awalnya,rizky dan keanu menjemput arum bahwa inginbermain bersama.rizky. :\"arum,mari kita mainn bersama di lapangann\"arum :\"ayok,sebentarr aku izin dulu kepasa ibu aku terlebih dahulu\".Arum pun meminta izin kepada ibunya tetapi ibunya tidak mengizinkannya karena nilairapotnya menurun/jelek,Maka ai disuruh belajar dengan ibunya,Tetapi arum masi melawan danberkata,\"aduh bu,sekarang sudah liburan tetapi kenapa masi disuruh belajar?!\" dengan ekspresi wajahyg penuh kecewa dan marah, ibunya pun menjawab,\"sudah panas panas begini masi mau main tidur saja,nanti sore baru boleh main\". Lalu arumpun pergi tidur dan meninggalkan rizky dan keanuLalu pada hari itu rizky,keanu,keysha,lala pergi main di pondok lapangan terdekat yg adadi kampung ia,tetapi mereka bingung ingin bermain apa,karena permainan tradisional sangatlah banyak,dan posisi itu pun senyap hening, rizky pun membuka topik dan bertanyarizky : \"mau main apa nih? kok pada diem dieman\"keysha : \"e-eh iya nih mau main apa?\"lala :\"bagaimana kalau kita main masak masakan dengan batu bata dan daun?\"rizky. :\"ehh tidak tidak kita cowok mana mau bermain masak masakan\"keanu. :\"iyaa tuh benar kata rizky\", \"bagaimana kalo kita bermain bentengan saja?\".
Mereka pun bermain dengan sangat bergembira. Pada saat pukul 14.00,ibunya lalamenghampiri lala yg sedang bermain dan menyuruhnya pulang karena belum makan siang,lalapun pulang,lala. :\"pulang dulu ya teman²\"keanu. :\"yah lala pulang ni,kita mau main apa?\"rizky. :\"ayo bagaimana kalo kita bermain egrang saja?\"keysha :\"yah aku gabisa main egrang bagaimana kalo kita bermain dakon saja?\"rizky. :\"yaudah kalian bermain dakon dulu saja aku bermain egrang nanti gantian\".Mereka pun main hingga menjelang magrib setelah itu ia memutuskan untuk pulang.Dimalam hari setelah mereka pulang mengaji mereka berjanji akan bermain bersama,arummengajak bermain tetapi mereka kebingungan ingin bermain apa,keysha dan lala mengajakbermain masak masakan dan bermain dakon,tetapi risky dan keanu ingin mengajak perakumpet,Karena sudah malam keysha,arum dan lala tidak ingin bermain petak umpet karenakhawatir takut terjadi apa\" karena sudah malm hari,tetapi mereka janji akan bermain besok.Kemudian hari,keysha,arum dan lala pergi kerumah keanu untuk mengajak bermain,tetapikeanu menolak dan berkatakeanu. :\"tidak mau kalian main sendiri saja bertiga aku dengan rizky ingin bermainhandphone\"lala. :\"kenapa kamu begitu?,kamu dengan rizky mara\" (dengan ekspresi kebingungan)Rizky. :\"kemarinkan kalian tidak mau bermain petak umpet dan alasanya sudah malam lah,khawatir,dasar lemah\".Kemudian lala,arum dan kehsha pun meninggalkannya.Lalu ia tiba di pondok.arum pun bertanya kepada teman temannya.arum. : \"apa serunya sih bermain handphone sehingga bikin lupa sama prmainan tradisional?\"keysha. :\"di handphone bnyak sekali game dan aplikasi² menarik jadi membuat seru\"
lala. :\"lebih enk juga bermain mainan tradisional lebih banyak dan bisa ketemu langsungsama teman teman\",\"jadi sekarang kita mau main apa\".Setelah itu mereka memutuskankan untuk bermain lompat tali dan bola bekel.Sehabis bermainmereka memutuskan untuk membeli es krim,mereka melewati rumah keanu kebetulan keyshamenyapa rizky dan keanu tetapi mereka tidk merespon dan tidak perduli.keysha :\"waduh sepertinya keanu dengan rizky marah banget\"lala. :\"udah biarin aja nanti juga balik sendiri\".mereka pun akhirnya pulangDua hari kemudian,keysha,lala dan arum menjemput rizky dan keanu tetapi dirumahnya tidakada yang menjawab,mereka pun bermain bertiga di pondoknya,ia bermain masak masakandengan menggunakan batu bata,pasir, daun daunan dan air,mereka juga bermain cublak cublaksuweng,Merek bermain dengan sangat gembira.Tetapi ditengah tengah bermain rizky dankeanu datang dan untuk berminta maafkeanu. :\"haii teman teman,aku dengan rizky mau minta maaf ya,karna ak udah egois padakalian\"keysha. :\"kenapa?bermain handphone ajakan lebih seru?\"rizky. :\"bermain handphone memang seru tetapi bermain dengan kalian lebih seru,bermainhandphone terus menerus mata aku bisa sakit\",\"kalian tidak mau memaafkan aku dengankeanu?\".keysha dan teman temanya memaafkannya.arum. :\"kenapa kalian tidak ingin bermain waktu itu?\"keanu. :\"aku marah pada kalian karena tidak mau bermain petak umpet\". Arum dan temantemanya meminta maaf juga karena tidak mau bermain petak umpet.Keanu dan reza punmerasa lega karena pertemanannya kembali seperti semula.Pada akhirnya reza dan keanu lebihmemilih bermain permainan tradisional dibandingkan bermain handphone.Mereka punbermain dengan sangat senang dan bahagia.Tetapi,Satu minggu kemudian lala dan arum melihat teman temannya bermain game dihandphone lagi, sampai teman tmannya tidak ingat bermain dengan lala dan arum,mereka
berdua teringat kenangan bersama,mereka berdua merasa kesepian,lalu lala dan arum punmengajak teman temanya merasakan kesenangan tersebut.Tetapi,Dua hari kemudian teman-teman tersebut merasa telah bersalah karena telahmelupakan arum dan lala sehingga membuatnya merasa bersalah,Lalu teman temannyameminta maaf dan mengajak bermainnya bersama.Dari situ Arum dan teman temnya lainnya berjanji untuk menjaga tradisi ini agar tidak hilangdi telan zaman,Dengan semangat dan dedikasi,mereka menjadi generasi yang melesatarikanpermainan tradisional,menjadi kampung mereka lebih kaya budaya.Tetapi,satu minggu kemudian lala dan arum tidak pernah melihat teman temannya bermainlagi,ternyata rizky dan keanu sedang bermain ps sedangkan keyza sedang bermain hp, sampaitidak ingat bermain dengan lala dan arum,tetapi pada awalnya arum dan lala tidak perduli,lamakelamaan mereka berdua merasa kesepian dan memutuskan untuk pulang.Dua hari kemudian teman-temannya merasa bersalah karena tidak ada waktu untuk bermaindengan lala dan arum karena sibuk bermain handphone dan ps,Lalu mereka bertigamemutuskan untuk meminta maaf kepda lala dan arum,Setelah di pondokKeyza. :\"kalian merasa bersalah gasi sama arum dan lala?kita udah 3 minggu gak main samadia\"keanu. :\"iyaa pasti mereka kesepian gaas kita ayo kita meminta maaf kepda merka\".Mereka pun meminta maaf bersama dan menjemput lala dan arum.arum. :\"mengapa kalian tidak pernah kelihatan bermain bersama lagi?'keanu. :\"aku dengan teman mau minta maaf yaa,aku sudah terlalu sibuk dengan handphonedan ps\"arum. :\"iyaa gapapa,seseru itu yah bermain ps dan handphone sampai ga ingat bermainbersama teman-temannya dan permainan tradisional\"keanu :\"iya di ps dan di handphone banyak sekali game jdi tidak gmpang bosen\"lala. :\"tetapi permainan tradisional juga banyak macam macam ada gobak sodor, bantengan,egrang, cublak cublak suweng,dll\"
keanu. :\"i-iya tauu kalian gamau maafin aku ni?\"arum. :\"iyaa gapapa lain kali ingat kita ya\"Setelah itu 4 minggu kemudian,mereka melihat ada sebuah poster yang mengajak lombapermainan tradisional.Pada awalnya mereka tidak minat atau tidak ingin mengikutinyadikarenakan sekolah sudah mulai masuk,Tetapi karena permainan tradisional yang amat serudan banyak mereka pun mulai menyebarkan poster poster tersebut kepada masyarakatsekitarnya.«Acara tersebut dibuat agar masyarakat dapat melestarikan permainan tradisionalyang merupakan warisan budaya bangsa sekaligus mengamalkan kembali nilai nilaikebersamaan,dan menekankan pentingnya melestarikan budaya lokal dan sebagai untukbermain dan belajar yang menyenangkan.»Didalam lomba tersebut terdapat lomba lomba tradisional yang sangat banyak mulai dari Tariktambang,gobak sodor,bakiak,kursi panas, masukan paku dalam botol, estafet air,pukul air atautepung.Rizky. :\"wihh kelihatannya menarik dan seru ni ayo kita ikuttt\"(semua menyetujuinya kecarum)arum. :\"ta-tapi aku belum tau bisa apa ngak karena besok udah mulai sekolah\"keanu. :\"santai nanti aku bantu mengizinkan bersama teman teman\"arum. :\"wihh maksii teman teman\".Keesokan harinya keanu dan teman temannya menuju kerumah arum untukmengizinkannya kepda ibundanya,Pada awalnya tidak diperbolehkan tetapi karena inipermainan tradisional ibundanya mengizinkannya dan berharap mereka bisa melestarikanpermainan tradisional dengan baik dan benar.Dua hari kemudian perlombaan tersebut dimulai dengan menggunakan baju merah putihuntuk melambangkan bendera Indonesia.Pada awalnya mereka kalah pada saat lombapertandingan tatik tambang dikarenakan lawan yang tidak adil,Tetapi mereka tidak putusasa,Mereka membalas kemenangannya di lomba yang lain,meskipun tidak banyak menangmereka sudah merasa bangga karena sudah merayakan lomba permainan tradisional dan tidakmelupakan permainan tradisional.Mereka senang karena pulang membawa hadiah dari hasillomba MELESTARIKAN PERMAINAN TRADISIONAL«Tujuan dibuatnya perlombaan permainan tradisional yaitu: anak anak tak mudah pantangmenyerah, menumbuhkan jiwa yang berkepemimpinan,kuat mental emosi.»
“Tujuan melestarikan permainan: Dapat melestarikan identitas dan akar budayabangsa yang telah ada dizaman dahulu,Dengan melestarikan generasi muda dapat tetapberhubung dengan identitas budaya mereka dan jadi warisan budaya yang berharga”