Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!
Risalah yang beredar di kalangan terbatas antara lain “Prima Kausa: Al Qur’an
sebagai Kosmos Islam”, “Superunifikasi (Kajian tentang huruf-huruf hijaiah dan makna
simbolis geometrisnya)”, “Komposisi Dan Kodefikasi Al Qur’an”, dan beberapa risalah
lainnya yang umumnya bercorak tasawuf dengan perpektif perkembangan ilmu
pengetahuan manusia saat ini, khususnya berkaitan dengan perkembangan Abad
Dijital yang dianggapnya sebagai Abad Pemurnian Tauhid karena basis dijital
sejatinya basis dari Pengetahuan Tauhid yaitu kaidah Biner atau huruf Ba alias 1001
(seribu satu malam).
“Namaku Izrail” adalah tulisan singkat yang bercorak populer yang menggambarkan
pertemuan imajiner dengan Malaikat Elmaut yang ditakuti yaitu Izrail, berdialog
dengannya dengan merujuk pada gambaran tentang malaikat Izrail dari berbagai
bacaan yang menjadi sumber-sumber inspirasinya. “Namaku Izrail” bukan
dimaksudkan untuk menakut-nakuti pembacanya, namun lebih tepat dikatakan
sebagai suatu mawas diri akan keterbatasan manusia terhadap takdirnya yang pasti
terjadi yaitu “kematian”, sebagai kehidupan yang sebenarnya. Dengan mengulas
gambaran malaikat Izrail yang mengambil debu bumi untuk kemudian dengan tanah
lempung Allah menciptakan makhluk yang hidup di sistem tatasurya, gambaran yang
ditampilkan bukan sekedar kisah tentang Izrail Sang Malaikat sebagai Pencabut
Nyawa yang menyeramkan, namun gambaran yang lebih utuh tentang akibat dari
semua akhlak dan perilaku manusia ketika ia hidup sampai akhirnya kematian dapat
datang menjemput tanpa diduga, dimana saja, dan kapan saja. Kemudian kondisi
demikian diproyeksikan kepada diri sendiri, sudah siapkah kita menghadapinya untuk
kemudian mempertanggungjawabkan semua perbutan kita di dunia?
Namaku Izrail!______________________________________________________101