1 BUKU AJAR SMA BERBASIS STEM-ESD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMECAHAN MASALAH PADA TEMA PEMANASAN GLOBAL Penulis : Putri Amelia Solihah, S.Pd Dr. Ida Kaniawati, M.Si Dr. Achmad Samsudin, M.Pd Dr. Riandi, M.Si ISBN : Editor : Desain Sampul : Layout : Cetakan …, Agustus 2022 x + … hlm. ; 14.8 x 21 cm Penerbit Media Edukasi Indonesia (Anggota IKAPI) Jalan Lingkar Caringin Cisoka Tangerang Banten Kode Pos 15730 Email: [email protected] WhatsApp Only: 087871944890 Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang. Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun juga tanpa izin tertulis dari penerbit.
2 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas nikmat, rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Buku Ajar Berbasis STEM-ESD Pada Tema Pemanasan Global. Tujuan penyusunan Buku Ajar ini agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah pembaca. Buku Ajar Berbasis STEMESD ini disusun berdasarkan penelitian mengenai masalah yang sering terjadi pada tema pemanasan global. Buku Ajar ini memuat materi pemanasan global. Lembar kerja peserta didik (LKPD) serta soal evaluasi sehingga pembaca memahami buku ajar ini sebagai sumber belajar. Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan Buku Ajar ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran penyusun harapkan dari semua pihak demi kesempurnaan dalam penyusunan Buku Ajar Berbasis STEM-ESD. Semoga Kajian Buku Ajar Berbasis STEM-ESD ini bermanfaat. Agustus 2022 Penyusun
3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......................................................................................... 2 DAFTAR ISI......................................................................................................... 3 PENDAHULUAN................................................................................................ 4 MEMBERIKAN PENJELASAN SEDERHANA.........................................10 MEMBANGUN KETERAMPILAN DASAR...............................................15 Efek Rumah Kaca ...........................................................................................16 a. Gas-gas rumah kaca.............................................................................16 Karakteristik gas rumah kaca dan sumbernya.........................16 MENYIMPULKAN...........................................................................................19 Manfaat alamiah gas rumah kaca ..................................................20 MEMBERIKAN PENJELASAN LANJUT ...................................................20 b. Radiasi Energi Cahaya Matahari.....................................................21 Jenis spektrum Radiasi Matahari...................................................22 Proses radiasi energi matahari.......................................................22 Efek rumah kaca ...................................................................................24 MENYIMPULKAN...........................................................................................25 Pemanasan Global .........................................................................................26 a. Aktivitas manusia yang mengakibatkan pemanasan global26 MEMBERIKAN PENJELASAN LANJUT ...................................................29 Fenomena Dampak Pemanasan Global .......................................30 MEMBERIKAN PENJELASAN LANJUT ...................................................40 b. Upaya Penanggulangan Pemanasan Global ...............................41 MENGATUR STRATEGI DAN TEKNIK....................................................44 LKPD STEM-ESD.............................................................................................45 LKPD 1 Science Inquiry ..........................................................................46 LKPD 2 Technology..................................................................................48 LKPD 3 Engineering.................................................................................49 LKPD 4 Mathematics................................................................................53 Latihan Soal......................................................................................................54 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................59 TENTANG PENULIS.......................................................................................61
4 PENDAHULUAN Dalam buku ajar ini terdapat materi pemanasan global yang dilanjutkan dengan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang memuat tiga kegiatan yaitu science, matehmatical thinking dan bagian technology literacy serta engineering design. Setelah melakukan kegiatan LKPD itu, siswa difasilitasi untuk mengisi soal keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang diharapkan dapat meningkat dari sebelum menggunakan buku ajar ini.
Bagan Materi Pemanasan Global disebabkan oleh bersumber dari men b Peman Efek r D lin Peningkatan gas rumah kaca Aktivitas manusia Alam abiotik akibat
5 nghasilkan diperlukan berupa berupa nasan global rumah kaca Dampak ngkungan Upaya penanggulangan adaptasi mitigasi biotik
6 Mengapa penting mempelajari efek rumah kaca? Bagaimana masalah ini? Gambar 1. Dampak perubahan iklim Dampak Perubahan Iklim: Penyakit Patogen Manusia Kian Bertambah Parah - National Geographic (grid.id) Gambar 2. Kenaikan suhu global Mengapa dampak perubahan iklim dan kenaikan suhu global tersebut merugikan banyak makhluk hidup? Sebelum menjawabnya, mari baca berita ini terlebih dahulu!
7 Nationalgeographic.co.id—Sebuah penilaian komprehensif literatur ilmiah telah menemukan bukti empiris. Temuan tersebut menjelaskan bahwa lebih dari 58% penyakit manusia yang disebabkan oleh patogen, diperparah oleh bahaya iklim. Penyakit-penyakit itu di antaranya demam berdarah, hepatitis, pneumonia, malaria, Zika dan banyak lagi. Temuan yang membuka mata dan mengejutkan itu adalah topik makalah penelitian yang diterbitkan pada 8 Agustus di jurnal Nature Climate Change. Studi yang diberi judul Over half of known human pathogenic diseases can be aggravated by climate change itu dilakukan oleh tim peneliti dari University of Hawaii di Manoa. Para peneliti melakukan pencarian sistemik untuk contoh empiris tentang dampak dari 10 bahaya iklim. Yang mana sensitif terhadap emisi gas rumah kaca pada setiap penyakit patogen manusia yang diketahui. Bahaya ini termasuk pemanasan, kekeringan, gelombang panas, kebakaran hutan, curah hujan ekstrim, banjir, badai, kenaikan permukaan laut, perubahan biogeokimia laut, dan perubahan tutupan lahan. Melalui penggabungan dua daftar resmi dari semua infeksi yang diketahui dan penyakit patogen yang telah memengaruhi umat manusia dalam catatan sejarah. Para
8 pEp peneliti kemudian meninjau lebih dari 70.000 makalah ilmiah untuk contoh empiris tentang setiap kemungkinan. Terjadinya kombinasi dari bahaya iklim yang berdampak pada setiap penyakit yang diketahui. Penelitian mengungkapkan bahwa 10 bahaya tersebut semuanya ditemukan memengaruhi penyakit yang dipicu oleh virus, bakteri, hewan, jamur, protozoa, tumbuhan dan chromist. Penyakit patogen terutama ditularkan oleh vector. Meskipun contoh kasus juga ditemukan untuk jalur penularan melalui air, udara, kontak langsung dan melalui makanan. Pada akhirnya, penelitian menemukan bahwa lebih dari 58%, atau 218 dari 375, penyakit patogen manusia yang diketahui telah dipengaruhi di beberapa titik. Setidaknya oleh satu bahaya iklim, melalui 1.006 jalur unik. Gambar 3. Tumbuhan di tanah kering AP Photo/David Goldman
9 Satu-satunya tanaman tumbuh dari tanah kering di sebelah suar yang membakar metana dan hidrokarbon lainnya di Permian Basin di Pecos, Texas, Rabu, 13 Oktober 2021. Akumulasi karbon dioksida dan metana dalam selimut gas yang mengelilingi Bumi menahan lebih banyak panas. Dan sekarang ada hampir tiga kali lebih banyak metana di udara daripada sebelum zaman industri. Tahun 2021 melihat peningkatan tunggal terburuk yang pernah ada. "Mengingat konsekuensi luas dan meluas dari pandemi COVID 19, sungguh menakutkan untuk menemukan kerentanan kesehatan besar-besaran yang dihasilkan sebagai konsekuensi dari emisi gas rumah kaca," kata Camilo Mora, profesor geografi di College of Social Sciences (CSS) dan memimpin penulis studi. "Ada terlalu banyak penyakit, dan jalur penularan. Bagi kita untuk berpikir bahwa kita benar-benar dapat beradaptasi dengan perubahan iklim. Ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara global." Halaman web interaktif yang menunjukkan setiap hubungan antara bahaya iklim dan kasus penyakit dikembangkan oleh tim peneliti. Alat ini memungkinkan pengguna untuk menanyakan bahaya tertentu, jalur dan kelompok penyakit, juga melihat bukti yang tersedia.
10 Apa permasalahan dari artikel tersebut? Mengapa hal itu bisa terjadi di lingkungan? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Buatlah rumusan masalah untuk menyelesaikan masalah dari artikel tersebut! ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Temuan kunci lainnya termasuk di antaranya: Bahaya iklim membawa patogen lebih dekat ke manusia; bahaya iklim membawa orang lebih dekat dengan patogen; bahaya iklim telah meningkatkan aspek spesifik patogen, termasuk peningkatan kesesuaian iklim untuk reproduksi, percepatan siklus hidup, peningkatan musim/panjang kemungkinan paparan, peningkatan interaksi vektor patogen dan peningkatan virulensi. Bahaya iklim juga telah mengurangi kapasitas manusia untuk mengatasi patogen dengan mengubah kondisi tubuh; menambahkan stres dari paparan kondisi berbahaya; memaksa orang ke dalam kondisi yang tidak aman; dan merusak infrastruktur, memaksa terpapar patogen dan/atau mengurangi akses ke perawatan medis. MEMBERIKAN PENJELASAN SEDERHANA
11 Tahukah kamu apa itu perubahan iklim? Yuk baca terlebih dahulu berita ini Perubahan iklim Gambar 4. Kondisi udara di kota besar Sejumlah negara sudah menetapkan sasaran pengurangan emisi Negara mana yang paling bertanggung jawab dalam perubahan iklim yang disebabkan oleh kegiatan manusia? Dan apakah pemerintah-pemerintah dunia sudah cukup bertindak untuk menjaga kenaikan suhu global pada 'tingkat yang aman'? Bersamaan dengan berlangsungnya pertemuan puncak PBB tentang perubahan iklim di Kopenhagen, kami sajikan beberapa data di masa lalu, masa depan dan kemungkinan di masa depan. Emisi global meningkat dalam beberapa dekade belakangan. Namun ketika berupaya untuk mengkaji siapa yang paling bertanggung jawab, bagaimana cara mengukurnya?
12 Gambar 5. Peningkatan emisi dunia Meningkatnya jumlah penduduk dan standar hidup mendorong naiknya emisi dalam paruh kedua abad ke-20. Pada masa-masa tahun pertama abad baru, emisi Cina lebih tinggi dari AS. Negara-negara dengan jumlah penduduk tinggi, seperti Cina dan India, memiliki emisi yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan sejumlah negara maju. Namun jika dihitung pada tingkat rata-rata inidvidu, maka masing-masing warga di negara berkembang menghasilkan emisi yang lebih kecil dibandingkan warga di Amerika Utara dan Eropa Barat. Negara yang sudah melewati proses industrialisasi lebih awal dan menjadi kaya karena industri itu seperti Inggris, Jerman dan Amerika Serikat memiliki catatan sejarah 'bekas karbon' yang tinggi.
13 Gambar 6. Tiga cara melihat emisi karbon Bagi beberapa pihak, hal tersebut membuat mereka punya tanggung jawab yang lebih besar untuk mengatasi masalah perubahan iklim. Sejumlah ahli sudah memperkirakan bahwa emisi CO2 kemungkinan meningkat dalam beberapa dekade belakangan dan itu artinya adalah peningkatan suhu global. Namun perkiraan peningkatan suhu global tidak pasti karena masih ada ketidakpastian dalam prakiraan itu, seperti kaitan antara efek gas rumah kaca dengan kenaikan suhu. Sejumlah negara maju sudah menetapkan sasaran pengurangan emisi namun sebagian masih menunggu sasaran yang ditetapkan negara lain.
14 Gambar 7. Perkiraan emisi gas Pengamat memperkirakan jika tidak ada tindakan yang diambil, maka pemanasan global yang disebabkan manusia akan berada di atas tingkat yang relatif aman, yaitu 2’C dari tingkat praindustri. Uni Eropa misalnya akan mengurangi emisi sebesar 20% dari tingkat 1990 namun bila tercapai kesepakatan internasional maka sasaran pengurangan emisi akan dinaikkan menjadi 30%. Beberapa negara berkembang juga berjanji untuk mengurangi tingkat pertumbuhan emisi mereka. Jika sasaran dan janji itu diterapkan apakah cukup untuk mengendalikan kenaikan suhu global di bawah 2'C? Berdasarkan perkiraan Yayasan Iklim Eropa dan beberapa lembaga lain, komitmen yang dibuat sekarang masih belum cukup untuk mencapai sasaran pengurangan emisi negara-
15 negara maju G8. Dan kurangnya komitmen itulah yang menjadi salah satu masalah di Kopenhagen. Untuk lebih mengetahui secara rincinya, yuk kita baca dan pahami materi efek rumah kaca berikut. Dari permasalahan tersebut, bagaimana dampak bagi kehidupan makhluk di masa sekarang dan masa depan dalam aspek sosial dan lingkungan? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Buatlah kesimpulan dari gambar 5, 6 dan 7! ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… MEMBANGUN KETERAMPILAN DASAR
16 Gas-gas rumah kaca merupakan gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas rumah kaca ini sebenarnya secara alami sudah ada di lingkungan, tetapi terdapat juga gas-gas rumah kaca yang berasal dari aktivitas manusia. Gas-gas rumah kaca terdiri dari H₂O, CO₂, CH4, N₂O, dan gas-gas lainnya seperti HCFC, dan CFC, ozon troposfer (O3). Gas-gas rumah kaca yang berkontribusi utama dalam menyebabkan pemanasan global seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH4), dinitrogen oksida (N₂O), hidrofluorokarbon (HFC), klorofluorokarbon (CFC). 1. Uap air Uap air merupakan gas rumah kaca yang paling banyak di atmosfer akibat dari penguapan air di laut, danau, dan sungai. Uap air meruapakan gas rumah kaca yang muncul secara alami dan berkontribusi terhadap sebagian besar dari efek rumah kaca. Hal ini berhubungan ketika suhu atmosfer mingkat akibat efek rumah kaca yang diakibatkan oleh gas-gas rumah kaca yang lain, maka jumlah uap air yang menguap akan ikut meningkat dan akan terus meningkat sampai pada keadaan tertentu yang setimbang. 1 Efek Rumah Kaca a. Gas-gas rumah kaca Karakteristik gas rumah kaca dan sumbernya
17 2. CO2 (Karbondioksida) Gas karbon dioksida merupakan gas yang tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Selain itu gas karbon dioksida merupakan gas rumah kaca terbanyak kedua Gas karbon dioksida dapat berasal dan proses alami misalnya letusan gunung berapi. Hasil pernapasan manusia dan hewan, serta pembakaran matemal organik Namun kenyataannya jumlah gas karbon dioksida di atmosfer meningkat seiring dengan penggunaan bahan bakar fosil dan penurunan jumlah hutan di muka bumi ini. 3. CH4 (Metana) Metana merupakan gas yang tidak berbau. Metana adalah insulator yang efektif, mampu menangkap panas 20 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan karbondioksida. Metana berada di atmosfer secara alami dihasilkan oleh pembusukan limbah organik dan gas buang dari kotoran hewan ternak seperti sapi. Selain itu, metana di atmosfer juga dihasilkan dari kegiatan produksi pembakaran batu bara, gas alam dan minyak bumi. Perlu diketahui bahwa semenjak permulaan revolusi industri, jumlah metana di atmosfer telah meningkat satu setengah kali lipat. 4. N₂O (Dinitrogen oksida) Dinitrogen oksida merupakan salah satu gas yang dihasilkan dari interaksi kimia antara nitrogen di atmosfer dan oksigen ketika adanya pembakaran bahan bakar yang menghasilkan suhu tinggi. Selain merupakan gas yang menyebabkan efek rumah kaca, dinitrogen oksida juga berperan dalam deplesi ozon di stratosfer.
18 Dinitrogen oksida dapat menangkap panas 300 kali lebih besar daripada karbondioksida. Perlu diketahui bahwa konsentrasi gas dinitrogen oksida telah meningkat sebesar 16 persen semenjak masa revolusi industri. 5. CFC CFC adalah gas buatan yang mempunyai sifat beracun, tidak mudah terbakar, dan amat stabil sehingga dapat digunakan dalam berbagai peralatan. CFC yang paling banyak digunakan mempunyai nama dagang Freon. Freon biasa digunakan dalam proses mengembangkan busa, di dalam peralatan pendingin ruangan dan lemari es. Walaupun saat ini emisi CFC telah berkurang, tetapi CFC memiliki masa aktif yang panjang. Karena telah terakumulasi di atmosfer akibat penggunaan pada masa sebelumnya. CFC menyumbang sekitar 15 sampai 20 persen terhadap pemansan global. Akumulasi senyawa ini di udara akan meningkatkan gasgas rumah kaca dan dapat juga merusak lapisan ozon. Gas-gas rumah kaca yang terdapat di atmosfer memiliki karakteristik yang berbeda-beda seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Berdasarkan data dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), setiap gas rumah kaca memiliki Potensi Pemanasan Global atau Global Warming Potential (GWP). GWP adalah sebuah sistem index yang membandingkan potensi gas rumah kaca untuk memanaskan Bumi, dibandingkan dengan potensi karbon dioksida. Angka GWP ini tergantung dan daya serap terhadap radiasi inframerah, panjang gelombang dan inframerahnya sendiri, dan usia gasnya di
19 atmosfer. Sebagai contoh: 100 tahun GWP metana adalah 21, yang berarti bahwa jika massa yang sama dari metana dan karbon dioksida diperkenalkan ke atmósfer, metana yang akan menjebak panas 21 kali lebih banyak daripada karbon dioksida selama 100 tahun ke depan. Berikut adalah GWP dari gas rumah kaca yang diatur dalam Protokol Kyoto, pada kerangka 100 tahun. Tabel 1. Gas-gas rumah kaca dan kontribusinya terhadap pemanasan global Gas Waktu Residu Umur (tahun) GWP CO₂ 100 tahunan 7 1 CH4 10 tahunan 11 21 N₂O 170 tahunan 150 206 CFC 60-100 tahunan 8-110 15.800 Dari Tabel 1, apa yang dapat di simpulkan? ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… MENYIMPULKAN
20 Sekitar 25 persen radiasi sinar matahari yang dipantulkan oleh lapisan atmosfer sehingga kembali ke luar angkasa. Sisanya ada yang diserap dan diteruskan sampai permukaan bumi yang selanjutnya dilepaskan kembali sebagai radiasi inframerah (radiasi terrestrial). Adanya gas-gas rumah kaca mengakibatkan radiasi inframerah akan terperangkap oleh gas-gas rumah kaca yang mengakibatkan temperatur naik. Sesuai 15.800 Meskipun gas-gas rumah kaca diperkirakan hanya terdapat 1 persen di atmosfer bumi. Tetapi dengan adanya gas-gas rumah kaca tersebut berkontribusi dalam pengaturan iklim dengan menjebak panas sehingga dapat diibaratkan sebagai selimut yang hangat yang mengelilingi planet bumi ini. Tanpa adanya selimut ini, ilmuwan memperkirakan bahwa suhu rata-rata di Bumi akan dingin sekitar -18°C yang akan mempersulit untuk mempertahakan kehidupan di bumi ini. Cek Kekritisan Yuk.. Dari penjelasan efek rumah kaca, bagaimana cara untuk mengatasinya? ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… MEMBERIKAN PENJELASAN LANJUT Manfaat alamiah gas rumah kaca
21 Radiasi energi cahaya matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses termonuklir yang terjadi di Matahari. Radiasi yang dipancarkan oleh matahari tidak secara langsung masuk ke dalam bumi tapi akan melewati lapisan atmosfer, yang di dalamnya dapat terjadi pemantulan, penyerapan, atau diteruskan hingga ke permukaan bumi. Atmosfer merupakan lapisan gas yang menyelimuti bumi dari permukaan bumi hingga jauh ke luar angkasa. Jika tidak ada atmosfer maka tidak ada perlindungan yang melindungi bumi dari radiasi gelombang pendek matahari yang sangat kuat energinya. Atmosfer di bumi terdiri atas gas yang tidak tampak dan tidak berwarna yaitu gas nitrogen (78.17%), oksigen (120.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (0,035751), uap air, dan gas lainnya. Pembagian atmosfer dan yang paling dekat dengan permukaan bumi hingga ke luar angkasa dimulai dari troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, hingga eksosfer. Gambar 8. Lapisan atmosfer bumi gurupendidikan.co.id b. Radiasi Energi Cahaya Matahari
22 Energi yang diradiasikan oleh matahari merupakan hasil dari reaksi fusi nuklir yang sangat besar dan dipancarkan ke segala arah di luar angkasa dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi matahari terdiri dari dua yaitu, sinar begelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar X, sinar gamma, sinar ultraviolet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar inframerah. Radiasi matahari yang dipancarkan ke bumi yang berupa radiasi elektromagnetik menjalar dengan kecepatan cahaya (3 x 1 m/s) dalam bentuk panjang gelombang yang berbeda-beda. Sekitar 99% radiasi elektromagnetik yang difungsikan oleh matahari terletak pada daerah 0.15 dan 4 μn. Distribusi spektrum elektromagnetik ini adalah 9% ultraviolet, 45% di sinar tampak dan 46% inframerah. Selanjutnya, radiasi matahari yang masuk ke atmosfer bumi ini akan mengalami absorpsi (bisa direfleksi, ditransmisi atau diemisikan kembali). Diperkirakan sekitar satu milyar lebih energi yang dilepaskan oleh matahari memasuki atmosfer bumi kita, dan hanya sebagian kecil yang masuk ke dalam lingkungan biosfer. Energi radiasi matahari yang diterima oleh bumi sebesar 3,67 x 1021 kal/hari. Energi yang sampai ke bumi Jenis spektrum Radiasi Matahari Proses radiasi energi matahari
23 ini mampu menghangatkan permukaan bumi sehingga dapat ditempati oleh makhluk hidup. Proses pemanasan permukaan bumi tersebut melalui beberapa cara yaitu secara langsung dan tidak langsung. 1. Secara langsung Proses pemanasan secara langsung melalui proses absorpsi, refleksi, dan difusi. a. Absorpsi adalah penyerapan panas matahari oleh molekul-molekul di atmosfer yang menyerap radiasi tersebut seperti oksigen, nitrogen, ozon, hidrogen, dan partikel debu. b. Refleksi adalah pemanasan matahari oleh udara atau atmosfer kemudian dipantulkan kembali ke angkasa oleh butir-butir air di atmosfer. c. Difusi adalah proses penyebaran sinar atau panas matahari ke segala arah oleh atmosfer. Sinar gelombang pendek warna biru merupakan gelombang yang dihamburkan paling baik oleh lapisan udara sehingga langit berwarna biru pada siang hari. 2. Secara tidak langsung Proses pemanasan secara tidak langsung terjadi melalui beberapa proses seperti konduksi, konveksi, adveksi, dan turbulensi. a. Konduksi adalah perambatan panas matahari pada lapisan udara bawah kemudian mengalirkannya ke lapisan udara di sekitarnya. b. Konveksi adalah perambatan panas oleh gerakan udara secara vertikal
24 c. Adveksi adalah perambatan panas oleh gerakan udara secara horizontal d. Turbulensi adalah perambatan panas oleh udara yang tidak teratur atau berputar-putar ke atas. Energi matahari yang telah melewati atmosfer bumi, tidak sepenuhnya diserap oleh permukaan bumi. Sekitar 5% dari radiasi tersebut dipantulkan oleh permukaan bumi. 25% radiasi matahari direfleksikan kembali ke luar angkasa oleh awan, aerosol, dan gas-gas. Dan sekitar 20% diserap oleh awan dan gas-gas di atmosfer. Hanya sekitar 50% saja yang diserap oleh permukaan bumi yang selanjutnya masuk ke dalam siklus hidrologi, mendorong angin dan arus laut serta berperan dalam proses fotosintesis. Efek rumah kaca merupakan efek dimana radiasi inframerah yang dipantulkan permukaan bumi tidak diteruskan oleh atmosfer ke luar angkasa, tetapi dipantulkan kembali ke bumi Gas rumah kaca bersifat memantulkan radiasi inframerah. Efek rumah telah meningkatkan suhu bumi sekitar 1.5°C. Proses terjadinya efek rumah kaca, sinar matahari memancarkan radiasi ultraviolet ke bumi yang akan diterima bumi dan dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah. Lapisan atmosfer akan meneruskan radiasi inframerah ini ke luar angkasa. Namun, dengan adanya gas rumah kaca yang terperangkap di atmosfer akan Efek rumah kaca
25 menyebabkan dipantulkannya kembali radiasi inframerah ke bumi. Proses terjadinya efek rumah kaca sinar matahari memancarkan radiasi ultraviolet ke bumi yang akan diterima bumi dan dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah. Lapisan atmosfer akan meneruskan radiasi inframerah ini ke luar akan menyebabkan dipantulkannya kembali radiasi inframerah ke bumi. Gambar 9. Ilustrasi efek rumah kaca litbang.kemendagri.go.id Dari penjelasan di atas, apa yang dapat disimpulkan? …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… MENYIMPULKAN
26 Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Suhu ratarata global permukaan bumi telah meningkat 0,74 ± 0,18 ° C selama seratus tahun terakhir. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. 1. Polusi Karbondioksida dari pembangkit listrik bahan bakar fosil Ketergantungan kita yang semakin meningkat pada listrik dari pembangkit listrik bahan bakar fosil membuat semakin meningkatnya pelepasan gas karbondioksida sisa pembakaran ke atmosfer. Sekitar 40 % dari polusi karbondioksida dunia, berasal dari produksi listrik Amerika Serikat. Kebutuhan ini akan terus meningkat setiap harinya. Sepertinya, usaha penggunaan energi alternatif selain fosil harus segera dilaksanakan. Tetapi, masih banyak dari kita yang enggan untuk melakukan ini. 2. Polusi Karbondioksida dari pembakaran bensin untuk transportasi Sumber polusi karbondioksida lainnya berasal dari mesin kendaraan bermotor. Apalagi, keadaan semakin 2 Pemanasan Global a. Aktivitas manusia yang mengakibatkan pemanasan global
27 diperparah oleh adanya fakta bahwa permintaan kendaraan bermotor setiap tahunnya terus meningkat seiring dengan populasi manusia yang juga tumbuh sangat pesat. Sayangnya, semua peningkatan ini tidak diimbangi dengan usaha untuk mengurangi dampak. Gambar 10. Polusi karbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil untuk transportasi gambardesa.com 3. Gas Metana dari peternakan dan pertanian. Gas metana menempati urutan kedua setelah karbondioksida yang menjadi penyebab terjadinya peningkatan efek rumah kaca. Gas metana dapat berasal dari bahan organik yang dipecah oleh bakteri dalam kondisi kekurangan oksigen, misalnya di persawahan. Proses ini juga dapat terjadi pada usus hewan ternak, dan dengan meningkatnya jumlah populasi ternak, mengakibatkan peningkatan produksi gas metana yang dilepaskan ke atmosfer Bumi. 4. Aktivitas penebangan pohon Seiringnya penggunaan kayu dan pohon sebagai bahan baku membuat jumlah pohon kita makin berkurang. Apalagi, hutan sebagai tempat pohon kita tumbuh semakin
28 sempit akibat beralih fungsi menjadi lahan perkebunan seperti kelapa sawit. Padahal, fungsi hutan sangat penting sebagai paru-paru dunia dan dapat digunakan untuk mendaur ulang karbondioksida yang terlepas di atmosfer bumi. 5. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan Pada akhir abad ke-20, penggunaan pupuk kimia dunia untuk pertanian meningkat dengan pesat. Kebanyakan pupuk kimia ini berbahan nitrogen oksida yang merupakan salah satu gas rumah kaca. Aktivitas manusia saat ini seperti yang telah dipaparkan sebelumnya banyak menyumbang peningkatan gas dengan pendekatan gas rumah yang berakibat pada pemanasan global. Oleh sebab itu, kita harus berupaya dalam mengurangi dampak dengan pendekatan dampak dari pemanasan global yang sudah terjadi dan mulai kita rasakan saat ini. Upaya yang utama adalah dengan mengupayakan pengurangan kadar gas rumah kaca di atmosfer dengan berbagai kegiatan seperti pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dengan cara beralih ke sumber energi alternatif, penanaman kembali hutan hutan yang gundul atau reboisasi sehingga fungsi hutan dapat kembali seperti semula. Gambar 11. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan satuharapan.com
29 MEMBERIKAN PENJELASAN LANJUT Dari penjelasan di atas, aktivitas apa yang sering ditemui di lingkungan? Bagaimana dampaknya terhadap lingkungan, social dan ekonomi? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………
30 1. Perubahan Iklim yang Ekstrim dan Tidak Terprediksi Para ilmuwan memperkirakan bahwa selama pemanasan glob daerah bagian Utara dari belahan Bumi utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Padahal pegunungan yang bersalju merupakan reservoir alami bagi sumber mata air di daerah sekitarnya. Selain itu, musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Suhu pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan. Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar satu persen dalam seratus tahun terakhir ini. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, Fenomena Dampak Pemanasan Global
31 beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrem. Dampak yang lain dari perubahan iklim adalah terik matahari akan terasa lebih menyengat pada musim kemarau panjang yang tiba. Air akan lebih cepat menguap dan tanah dan berakibat beberapa daerah akan terjadi kekeringan di berbagai tempat seperti Gunung Kidul. Sebaliknya, saat musim hujan puluhan ribu kota di Indonesia akan dilanda banjir yang lebar seperti yang sering terjadi di Jakarta atau Serang yang terjadi setiap tahunnya. 2. Pencairan Es Pada kurun waktu 40 tahun terakhir ini, pemanasan global telah menyebabkan lapisan es di laut Arktik di Kutub Utara menipis sebesar 42 persen. Selain itu, di Antartika, lapisan es juga ikut mencair akibat pemanasan global. Pada kutub utara dan selatan terdapat dua jenis es yaitu es musiman dan es abadi. Es musiman biasanya terbentuk saat musim dingin dan mencair saat musim panas. Sedangkan es abadi yang tebal tidak akan mencair sepanjang tahun. Namun kenyataannya, penelitian menemukan bahwa bukan hanya es musiman yang mengalami penurunan, tapi juga dalam es abadi. Gambar 12. Lapisan es di kutub utara mencair sains.sindonews.com
32 Terdapat dampak yang mengerikan ketika es di kutub utara dan selatan mencair yaitu ikut mencairnya metana hidrat yang merupakan metana beku yang tersimpan dalam bentuk es. Perlu diketahui bahwa metana hidrat beku tersebut jumlahnya 3000 kali dari metana yang saat ini ada di atmosfer. Ketika es mencair di kutub utara dan selatan selama pemanasan global, metana yang tersimpan dalam lapisan es akan ikut lepas ke atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan terdapat 400 miliar ton metana beku yang tersimpan di Antartika dan ini belum termasuk metana beku yang tersimpan di dasar laut yang juga terancam mencair karena panasnya suhu lautan akibat pemanasan global. Coba kita bayangkan jika hal ini terus terjadi akan mengakibatkan efek berkali lipat dari yang terjadi sekarang. Bukti lain menunjukkan bahwa pencairan es tidak hanya terjadi di benua Arktik dan Antartika. Salju yang menutupi permukaan bumi hilang sebanyak 10 persen sejak tahun 1960-an. Periode tahunan saat sungai dan danau membeku berkurang sekitar dua minggu. Gletser di semua puncak gunung menyusut termasuk di Gunung Kilimanjaro di Tanzania yang telah kehilangan sebanyak 82 kantong esnya sejak tahun 1912. Gambar 13. Puncak es di Gunung Kilimanjaro Merdeka.com
33 Gletser di Alpen kehilangan separuh es dan salju dibandingkan dengan pengamatan pertama pada pertengahan abad 19. Gletser Gruben di Swiss menyusut 200 m pada tahun 1990. Tubuh empat penerbang Inggris yang terkubur dalam timbunan es di Islandia utara akibat kecelakaan tahun 1941, muncul pada tahun 1990. Namun, kita masih harus tetap bersyukur karena di Skandinavia gletser masih ada dan tumbuh. 3. Peningkatan permukaan Air laut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mengabarkan akan terjadi peningkatan level permukaan air laut mulai dari 18 sampai 59 cm pada tahun 2100. Hal ini terjadi karena air merupakan media yang paling mudah untuk menyebarkan panas. Kontribusi dari penyebaran panas oleh air ini mengakibatkan rata-rata peningkatan permukaan air laut sebesar 3 mm setiap tahun dan mungkin saja bertambah. Penyebaran panas oleh air ini berhubungan dengan semakin banyaknya es yang mencair. Sehingga peningkatan level permukaan air laut disebabkan pencairan gletser dan es di kutub selatan. Peningkatan tinggi permukaan laut akan mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Jika terjadi kenaikan air laut sampai 100 cm (40 inch), maka akan menenggelamkan 6% daerah Belanda yang berada di bawah permukaan laut, 17.5% daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau kecil di seluruh dunia. Saat ini kenaikan air laut telah menenggelamkan pulau-pulau seperti Kiribati, Tuvalu, Vanuatu, dan Kepulauan Marshall di lautan Pasifik, serta penduduk di kepulauan Carteret di
34 Papua Nugini harus dialokasikan karena kenaikan permukaan air laut ini. Selain itu, akibat naiknya permukaan air laut akan memungkinkan sering terjadinya banjir rob yang mengenai daratan di sekitar pantai. Gambar 14. Banjir rob yang memasuki daerah pemukiman warga Jakarta Utara news.detik.com Kenaikan permukaan air laut juga disebut-sebut sebagai penyebab tenggelamnya pulau-pulau kecil di Indonesia. Sampai dengan pertengahan 2010. Indonesia telah kehilangan 24 pulau akibat perubahan iklim. Misalnya saja 13 pulau dalam gugusan pulau Banyak, kabupaten Aceh Singkil, dipastikan hilang atau tenggelam. Dahulu jumlah pulau di kawasan ini 99 pulau, namun kini tersisa 86 pulau. Begitu pula yang terjadi di Pulau Kairore (2009) di Maluku tiga pulau di kepulauan Seribu, dan lima pulau di Kepulauan Riau, dan masih banyak lagi. Gambar 15. Pulau Malelo di kawasan kepulauan Banyak yang tenggelam Google Maps @Reza Maulana
35 4. Efek pada Organisme a. Ikan dan terumbu karang Air laut memuai akibat panas dari atmosfer yang menembus ke dalam laut. Pemanasan ini dapat dideteksi sampai kedalaman 3.000 m, tetapi kenaikan paling nyata terjadi pada kedalaman 300 m yang suhunya naik sekitar 0,25oC dalam 40 tahun terakhir ini. Menurut para ahli, jika laut mulai menghangat dalam 100 tahun mendatang yang disebabkan oleh pemanasan global sehingga laut menjadi terlalu panas bagi ikan atau sebaliknya akan beracun untuk hewan hewan laut lainnya. Terumbu karang akan mengalami pemutihan dan akan mati karena tidak mampu beradaptasi dengan peningkatan suhu air laut. Jika terjadi kematian terumbu karang di Indonesia sungguh sangat disayangkan karena Indonesia mempunyai 14 % dari terumbu karang dunia yang memiliki 14.000 terumbu karang dengan dengan luas 85.700 km². Kematian terumbu karang ini juga akan menyebabkan kepunahan ikan karang yang bernilai ekonomi tinggi seperti napoleon, kerapu macan, kerapu sunu, dan lain-lain Gambar 16. Koral alami yang normal dan sehat katamandor.com
36 b. Hewan di wilayah kutub Salah satu akibat terjadinya pencairan es di wilayah kutub utara adalah menurunnya jumlah Penguin Adelie di Antartika dari 32.000 pasangan kini hanya sebanyak 11.000 pasangan di 30 tahun terakhir ini. Selain spesies penguin beruang kutub diperkirakan akan punah di tahun 2100 karena habitatnya hilang. Mereka harus berenang jauh bahkan sampai 270 km melintas lautan lepas untuk berburu anjing laut atau ikan, sehingga saat ini banyak ditemukan beruang kutub yang mati mungkin karena kelaparan atau kelelahan. Gambar 17. Penguin Adélie dan beruang kutub WowKeren c. Reptil Hewan yang paling rentan menghadapi perubahan iklim yang drastis adalah reptil. Reptil dikenal sebagai hewan berdarah dingin karena mereka sangat bergantung pada sumber panas dari luar seperti sinar matahari, batu atau kayu yang hangat, atau tanah yang hangat. Selain itu, reptil tidak memiliki kelenjar keringat seperti manusia, jika terjadi perubahan iklim dan peningkatan suhu yang drastis, maka banyak reptil yang tidak bisa beradaptasi dan
37 mengalami kepunahan seperti 70 persen katak harlequin di hutan tropis Amerika Tengah dan Selatan. Gambar 18. Katak Harlequin kissfmmedan.com d. Burung Akibat perubahan iklim ini akan berdampak pada keberadaan spesies burung yang sering melakukan migrasi pada musim tertentu. Diperkirakan akan terjadi kepunahan sekitar 2 sampai 72 persen tergantung wilayah dan iklim di habitat baru tempat tinggal burung-burung tersebut. Selain itu, menurut laporan World Wide Fund terdapat berbagai macam dampak perubahan iklim bagi burung. Contohnya lahan basah di sepanjang pantai Mediterania di Eropa yang selama ini menjadi habitat bagi burung akan hancur dalam tahun 2080 saat permukaan air laut naik dengan peningkatan suhu 1,5 x 4,20C. Gambar 19. Burung dara laut jalaksuren.net
38 Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, di Indonesia terdapat pulau yang akan hilang atau tenggelam, salah satunya adalah pulau Malelo di kepulauan banyak. Di pulau tersebut merupakan habitat bagi burung dara laut jambul dan burung laut darat biasa. Ketika pulau Malelo akan tenggelam maka habitat burung-burung tersebut akan hancur. Sebagai antisipasi dari perubahan iklim ini, burung juga akan mengubah perilakunya seperti mereka akan berkembang biak dan bertelur lebih awal di musim semi. e. Tumbuhan Efek dari perubahan iklim terhadap spesies tanaman tertentu salah satunya waktu berbunga lebih awal. Selain itu, kebakaran hutan akan lebih mudah terjadi dan dengan durasi yang lebih lama atau bisa mencapai satu bulan. Suhu yang tinggi dan sambaran petir yang memercikan api dapat memicu kebakaran. Kebakaran hutan akan meningkatkan gas rumah kaca di atmosfer dan akan semakin mempercepat pemanasan global. 5. Efek pada Kesehatan Perubahan iklim akan mengakibatkan terjadi panas yang ekstrim di beberapa lokasi di bumi suatu saat nanti seperti di gurun Nevada atau Saudi Arabia. Jika hal ini tidak diantisipasi secara dini, maka kesehatan manusia akan terganggu. Para ilmuwan memprediksikan bahwa banyak orang yang akan meninggal karena gelombang panas seperti yang terjadi pada musim panas Eropa tahun 2003 dimana terdapat 35.000 orang meninggal dunia.
39 Secara tidak langsung perubahan iklim berakibat pada beberapa jenis nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya yang akan berpindah ke daerah dingin dan hangat yang baru Wabah penyakit yang diakibatkan nyamuk adalah malaria dan demam berdarah. Di Indonesia, penyakit malaria sering mewabah di Sumatera dan Irian Jaya yang menjadi daerah sangat rawan terhadap malaria. Saat suhu rata-rata di Sumatera dan Irian Jaya naik di antara 25-27°C, suhu tersebut merupakan suhu ideal bagi perkembangan nyamuk malaria. Selain malaria, demam berdarah juga akan melanda di seluruh dunia saat iklim menjadi lebih hangat, terutama di Amerika dan di daerah tropis. Saat curah hujan mulai meningkat dan semua daerah di seluruh belahan bumi ini menjadi lebih hangat, penyebaran penyakit demam berdarah akan semakin luas. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dari PBB 3,5 milyar orang di tahun 2085 beresiko terkena penyakit demam berdarah. 6. Efek pada Pertanian Kadar CO₂ yang semakin banyak di atmosfer memungkinkan fotosintesis yang akan dilalui tumbuhan semakin banyak. Akan tetapi kita produktivitas fotosintesis meningkat, kita juga harus memprediksi apakah akan terjadi peningkatan hama dan penyakit yang pada akhirnya mengurangi produksi panen. Selain itu, yang meningkat akan mempengaruhi jumlah penguapan air pada permukaan tanah dan berakibat lebih cepatnya kekeringan pada wilayah tertentu.
40 Pengaruh pemanasan global di Indonesia sudah sangat kita rasakan saat ini. Kita sudah tidak meramalkan kapan musim hujan atau musim kemarau tiba. Semuanya berubah begitu cepat dan tidak pasti lagi, akibatnya para petani di Indonesia mengalami kesulitan dalam menentukan masa tanamnya. Dan yang menjadi masalah, berikutnya adalah jika persediaan air semakin menipis dan tidak mengaliri irigasi karena iklim berubah menjadi lebih panas, tanah semakin mongering, dan air semakin cepat menguap, sudah pasti kita akan mengalami krisis pangan yang begitu genting dan kelaparan akan semakin meluas. Dari penjelasan di atas, fenomena apa yang sering ditemui di lingkungan sekitar? Bagaimana dampaknya terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… MEMBERIKAN PENJELASAN LANJUT
41 Upaya menanggulangi dampak pemanasan global maupun upaya pencegahannya telah dilakukan baik oleh para ilmuwan, pemerintah, ataupun pihak swasta hingga saat ini. Terdapat dua hal yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi pemanasan global ini yaitu mitigasi dan adaptasi. Mitigasi merupakan tindakan yang diarahkan untuk mengurangi perluasan pemanasan global. Sedangkan adaptasi adalah segala macam tindakan yang berguna untuk meminimalisir efek pemanasan global. 1. Mitigasi a. Penggunaan ramah lingkungan Dalam upaya untuk mengurangi dampak dan emisi gas rumah kaca usaha mitigasi yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan energi fosil dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih seperti angin, air, gelombang pasang, matahari, panas bumi, dan nuklir. Berbeda dengan bahan bakar fosil seperti batubara, minyak dan gas yang merupakan bahan bakar yang tidak dapat terbarukan dan suatu saat akan habis. Energi terbarukan akan selalu tersedia terus menerus dan tidak akan pernah habis. Energi terbarukan diperoleh secara alami dari air, angin, matahari yang terus menerus ada dan secara cepat dapat diserap dan digunakan untuk kebutuhan sumber. Pemanfaatan energi dari air salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan teknik hidro energi atau memanfaatkan gelombang pasang di laut. Selain itu arus sungai yang dapat menggerakan turbin atau generator juga b. Upaya Penanggulangan Pemanasan Global
42 dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik atau biasa disebut PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Gambar 20. Panel surya yang dapat digunakan langsung di atap rumah solusikonstruksi.com Tenaga surya dapat digunakan sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan bantuan panel surya yang menggunakan semikonduktor yang sensitif terhadap cahaya untuk menghasilkan listrik. Gambar 21. Pembangkit listrik tenaga angin di Denmark makemac.grid.id Tenaga angin dapat membangun wind farm. Wind farm merupakan sekelompok turbin angin yang dapat mengubah energi kinetis dari angin menjadi energi listrik. Angin akan menjadi lambat saat melewati baling-baling dari turbin yang berputar dan energi yang menghilang (sekitar
43 40 persen) dikonversi oleh turbin menjadi mekanis, lalu menghasilkan energi listrik. Generator angin modern saat ini mempunyai ketinggian sekitar 40 meter dan mempunyai 2 atau 3 baling-baling yang mempunyai panjang sekitar 18 meter dan dapat membangkitkan listrik antara 1 sampai 1,5 megawatt. Wind farm seperti ini membutuhkan sekitar 650 sampai 1000 turbin angin dan mempunyai luas lahan sekitar 1200 hektar. Salah satu contoh pembangkit tenaga angin ini ada di pantai barat Denmark dengan kekuatan 100 MW yang berasal dari hembusan angin Laut Utara yang begitu kuat. Di Altamont Pass, California mempunyai 300 generator angin yang mampu menghasilkan seperempat dari satu pembangkit listrik dengan kapasitas yang cukup besar. b. Reboisasi Salah satu upaya untuk mengurangi efek pemanasan global adalah melakukan reboisasi atau menghijaukan hutan yang gundul dan menanam pohon yang dapat menyerap karbondioksida, terutama penghijauan kembali hutan tropis sebagai paru-paru bumi. 2. Adaptasi Berbeda dengan mitigasi, adaptasi lebih diarahkan pada pengurangan efek negatif dari pemanasan global seperti bagaimana mengantisipasi kenaikan permukaan laut, efek perubahan iklim terhadap pertanian, atau penyebaran penyakit menular akibat pemanasan global. Salah satu masalah yang paling mendesak adalah kenaikan permukaan laut. Orang yang tinggal di wilayah pesisir dapat bergerak ke pedalaman, jauh dari bahaya badai. Solusi ini akan memiliki biaya sosial dan ekonomi yang tinggi,
44 terutama mengingat fraksi peningkatan populasi yang tinggal di dekat laut. Alternatif lain adalah konstruksi tanggul untuk melindungi tanah pantai. Dari penjelasan di atas, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak pemanasan global? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………... MENGATUR STRATEGI DAN TEKNIK
45 LKPD STEM-ESD Komponen Aspek Pertanyaan terkait 1. Science (sains) Mendefinisikan pemanasan global Apa itu pemanasan global? 2. Technology (teknologi) Mengidentifikasi teknologi yang berkaitan dengan Green house Upaya dalam mengurangi dampak dari pemanasan global, salah satu teknologi yang bisa di gunakan yaitu green house. Apa yang dimaksud dengan green house? 3. Engineering (teknik) Merekayasa kondisi sederhana peran tumbuhan dalam efek rumah kaca Bagaimana tumbuhan berperan dalam solusi pemanasan global? 4. Mathematics (matematika) Menghitung jumlah kendaraan yang menyebabkan polusi udara Berapa banyak kendaraan yang lewat dalam 2 jam?
46 Masalah: Pemanasan global dapat mendorong berkembangnya berbagai penyakit, misalnya meningkatnya populasi dan sebaran nyamuk Aedes aegypti sebagai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dibeberapa daerah. Hal tersebut terlihat seiring dengan meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam beberapa tahun terakhir serta meluasnya sebaran nyamuk Aedes aegypti yang tidak dapat terbatas pada daerah tropis saja tetapi sekarang sudah menyebar di daerah sub tropis. 1. Masalah apa yang timbul berdasarkan wacana tersebut? …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… 2. Berdasarkan jawaban pada soal nomor 1, informasi apa yang dibutuhkan terkait permasalahan tersebut? …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… LKPD 1 Science Inquiry
47 3. Buatlah hipotesis (jawaban sementara) terkait masalah tersebut! …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… 4. Lakukan penyelidikan dari berbagai literatur untuk membuktikan jawaban hipotesis pada soal nomor 3! …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… 5. Buatlah kesimpulan berdasarkan hasil penyelidikan, apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak? …………………………………………………… …………………………………………………… ……………………………………………………
48 1. Jelaskan teknologi yang berperan besar dalam dampak pemanasan global bagi kehidupan di bumi baik dari aspek lingkungan, social dan ekonomi! …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… 2. Jelaskan masalah apa yang sedang dihadapi oleh bumi karena teknologi yang digunakan (di pabrik) baik dari aspek lingkungan, social dan ekonomi!! …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… 3. Jelaskan upaya-upaya yang dapat manusia lakukan untuk mengurangi pemanasan global khususnya dari aspek teknologi! …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… LKPD 2 Technology