The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini mengurai ketakutan menulis skripsi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anangkota, 2022-08-31 21:57:49

JANGAN TAKUT MENULIS SKRIPSI

Buku ini mengurai ketakutan menulis skripsi

Keywords: skripsi

JANGAN TAKUT MENULIS SKRIPSI

UU No 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta

Fungsi dan sifat hak cipta Pasal 4
Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a merupakan hak eksklusif yang
terdiri atas hak moral dan hak ekonomi.
Pembatasan Pelindungan Pasal 26
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, Pasal 24, dan Pasal 25 tidak berlaku
terhadap:
i. penggunaan kutipan singkat Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait untuk pelaporan

peristiwa aktual yang ditujukan hanya untuk keperluan penyediaan informasi aktual;
ii. Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait hanya untuk kepentingan

penelitian ilmu pengetahuan;
iii. Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait hanya untuk keperluan

pengajaran, kecuali pertunjukan dan Fonogram yang telah dilakukan Pengumuman
sebagai bahan ajar; dan
iv. penggunaan untuk kepentingan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan
yang memungkinkan suatu Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait dapat digunakan
tanpa izin Pelaku Pertunjukan, Produser Fonogram, atau Lembaga Penyiaran.
Sanksi Pelanggaran Pasal 113
1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara
Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau
pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).
2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang
Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan
Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun
dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Muliadi Anangkota

JANGAN TAKUT MENULIS SKRIPSI

JANGAN TAKUT MENULIS SKRIPSI

Muliadi Anangkota

Desain Cover : Nama
Tata Letak Isi : Nurul Fatma Subekti

Sumber Gambar: Sumber

Cetakan Pertama: Juli 2018

Hak Cipta 2018, Pada Penulis

Isi diluar tanggung jawab percetakan

Copyright © 2018 by Deepublish Publisher
All Right Reserved

Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau
memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini

tanpa izin tertulis dari Penerbit.

PENERBIT DEEPUBLISH
(Grup Penerbitan CV BUDI UTAMA)

Anggota IKAPI (076/DIY/2012)
Jl.Rajawali, G. Elang 6, No 3, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman

Jl.Kaliurang Km.9,3 – Yogyakarta 55581
Telp/Faks: (0274) 4533427

Website: www.deepublish.co.id
www.penerbitdeepublish.com
E-mail: [email protected]

Katalog Dalam Terbitan (KDT)

ANANGKOTA, Muliadi
Jangan Takut Menulis Skripsi/oleh Muliadi Anangkota.--Ed.1, Cet. 1--

Yogyakarta: Deepublish, Juli 2018.

viii, 74 hlm.; Uk:14x20 cm

ISBN 978-Nomor ISBN

1. Klasifikasi Buku I. Judul
No.DDC

PRAKATA PENULIS

Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi
mahasiswa dan sekarang sebagai tenaga pengajar dosen di Universitas
Cenderawasih Jayapura. Beberapa pengalaman menceritakan bahwa
seringkali para mahasiswa mengeluh tentang skripsi, bahkan ada yang
sampai frustrasi dan stress menghadapi penulisan skripsi. Pengalaman
ini membuat saya semakin terdorong untuk menulis buku tentang
skripsi. Beberapa teman dekat yang sering berdiskusi dengan saya turut
memberikan masukan gagasan, ide dan saran bagi para mahasiswa
dalam menyelesaikan skripsi.

Semangat untuk menyelesaikan buku ini juga datang dari para
mahasiswa yang sudah selesai menyelesaikan skripsi. Dari hasil diskusi
lepas dengan mereka, banyak sekali unek-unek yang terlontar dalam
pikiran mereka tentang suka duka menyelesaikan skripsi. Menurut
mereka perlu ada buku yang dapat membantu para mahasiswa dalam
menyelesaikan skripsi. Pandangan yang tidak terbantahkan bahwa saat
ini belum begitu banyak tersedia buku yang secara khusus membahas
tentang kiat jitu menulis skripsi. Malahan yang paling banyak adalah
soal metodologi skripsi. Memang sih metodologi harus dikuasai,
namun menurut pandangan mereka bahwa metodologi biasanya akan
diperkuat oleh dosen pembimbing dan buku-buku referensi yang
tersedia sudah pasti membantu para mahasiswa yang hendak menulis
skripsi.

Persoalan yang rumit adalah pada saat para mahasiswa
mengalami jalan buntu seperti saat bimbingan dengan dosen
pembimbing yang beda pandangan atau pemahaman tentang muatan
skripsi. Problematika inilah kemudian saya menganggap bahwa skripsi

v

sebenarnya bukan hanya pada masalah metodologis namun juga perlu
penguatan pada mind seat atau pola pikir mahasiswa tentang seberapa
penting skripsi itu harus diselesaikan oleh mahasiswa itu sendiri.

Melalui buku ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para
mahasiswa yang hendak menyelesaikan skripsi. Tidak lebih dari sebuah
buku referensi teori, buku ini lebih menggali potensi kekuatan diri
pribadi mahasiswa dalam mengarungi dunia skripsi. Skripsi itu
kewajiban bagi setiap mahasiswa. Persoalannya adalah bagaimana
menyelesaikan skripsi tanpa harus bersitegang dengan para dosen
pembimbing, bahkan orang tua kita sendiri dan terlebih adalah
penulisan skripsi tepat waktu dan sesuai dengan keinginan diri kita
sendiri. Mudah-mudahan buku ini bisa menepis pandangan “asal cepat
selesai dan segera ujian skripsi, tidak perlu repot-repot”. Harapan saya
dengan membaca buku ini paling tidak sedikit membantu problem
skripsi yang sering dihadapi mahasiswa. Kritik dan saran dari para
pembaca, sangat penulis harapkan dalam rangka perbaikan isi buku ini.

Terima kasih kepada istriku tercinta, Sakinah Laode Dini dan si
Cantik buah Hatiku Adinda Indah Rahmawati Anangkota yang
senantiasa menemani dan bertukar pikiran dalam penulisan buku ini.
Sahabat senior dosen di program studi ilmu pemerintahan FISIP Uncen
dan UNIYAP antara lain Untung Muhdiarta, Renida Toroby, Gabriel
Maniagasi, Hasbi Majid, Elvira Sulu, Yan Bonsapia, Edward Kocu,
Anthoneta Lensru, Moh. A. Musa’ad, Hendrik Bleskadit, dan ibu Nur
Aedah, yang bersedia meluangkan waktu untuk berdiskusi tentang
pengalaman membimbing dan menguji mahasiswa dalam penyelesaian
skripsi. Serta para alumni mahasiswa dari Universitas Yapis Papua,
Universitas Cenderawasih, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura,
dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Muhammadiyah Jayapura dalam
berbagi pengalaman menulis skripsi.

vi

Terima kasih Juga buat rekan-rekan dosen kelas C peserta
Diklat Prajabatan Golongan III Kemenristekdikti diklat Ambon
November 2016 atas diskusi dan sharing pengalamannya dalam
membimbing mahasiswa menulis skripsi. Juga buat rekan-rekan alumni
Dosen Magang Kemenristekdikti penempatan di UNPAD 2017 atas
sharing pengalaman dan masukan dalam melengkapi isi buku ini.

Semoga buku dapat bermanfaat untuk para mahasiswa yang
akan dan sedang berjuang dalam melawan rasa takut menulis skripsi di
mana pun berada.
Ayoo... jangan takut!

Jayapura, 01 Mei2018

Penulis,

vii

DAFTAR ISI

PRAKATA PENULIS..................................................................... v
DAFTAR ISI ..............................................................................viii
Bagian 1

Penyebab TAKUT Menulis Skripsi .............................................1
Bagian 2

Cara Menghadapi Takut Menulis SKRIPSI.................................12
Bagian 3

Jangan Takut Menulis Skripsi dalam ANGKA ............................23
Bagian 4

TIPS Menulis Skripsi dari Berbagai Sumber ..............................29
Bagian 5

Lingkup Skripsi......................................................................51
Bagian 6

Susunan Skripsi.....................................................................57
Bagian 7

Tahapan Penulisan Skripsi ......................................................63
DAFTAR PUSTAKA...................................................................72
BIOGRAFI PENULIS ..................................................................74

viii

Bagian 1

Penyebab TAKUT Menulis Skripsi

Rasa takut adalah bagian alami yang dimiliki oleh
setiap manusia. Seperti halnya mahasiswa yang hendak
menulis Skripsi. Dari hasil diskusi dan tukar pendapat
dengan teman-teman dosen serta para mahasiswa,
terungkap beberapa penyebab munculnya rasa takut
dalam menulis skripsi di antaranya sebagai berikut.

1. “Skripsi Itu Nulisnya Susah”
Pernyataan ini tidak bisa kita salahkan secara

parsial. Dikatakan susah karena memang secara
faktanya susah, terutama yang menjalani penulisan
skripsi dengan sungguh-sungguh pasti merasakan
betapa susahnya menghasilkan skripsi yang
berkualitas.

Belum lagi tontonan yang diperlihatkan senior
terhadap para junior. Bolak balik bertemu dosen
pembimbing, susah payah memperbaiki hasil revisi,
dan situasi lainnya. Kondisi ini semakin
membenarkan bahwa memang “skripsi itu nulisnya

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |1

susah”. Jika demikian adanya, maka rasa takut
semakin menjadi-jadi.

2. “Buku Referensi Kurang”
Skripsi susah diantaranya adalah pemenuhan

referensi bacaan. Kadang kala mahasiswa
diperhadapkan pada kurangnya referensi bacaan.
Belum lagi, referensi “wajib” dari dosen
pembimbing. Jika ditelusuri lebih jauh, kurangnya
referensi buku dikarenakan beberapa factor
seperti ketersediaan buku di perpustakaan
kampus, toko buku dan fasilitas lainnya.

Jika sudah merasa buku referensi kurang, maka
mahasiswa akan kesulitan mengembangkan ide-
idenya yang cenderung masih teks book alias
berpatokan pada bahasa buku. Ketakutan muncul
pada saat buku referensi tidak tersedia,
mahasiswa akan menyatakan bisakah skripsi ini
selesai dalam waktu yang sudah ditentukan?

3. “Bikin Stress dan Sakit”
Pada beberapa kasus, seringkali stress dan sakit

menghampiri mahasiswa yang sedang menulis
skripsi. Kondisi ini terjadi karena kesulitan,
tantangan dan hambatan dalam menulis skripsi

2| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

seringkali membuat mahasiswa menjadi stress dan
sakit. Walaupun tergolong ringan sakitnya tetapi
flu, demam, pusing, malaria, maag bahkan emosi
tingkat tinggi menjadi jenis sakit langganan para
mahasiswa yang sedang menulis skripsi. Kalau
sudah stress dan sakit, rasa takut pun muncul.

4. “Ketemu Dosen Pembimbing Susah”
Kita semua sepakat dengan penyebab rasa takut

ini, dosen pembimbing acap kali susah ditemui
untuk pembimbingan. Banyak model dosen
pembimbing yang perlu kita pelajari. Tetapi
pengalaman membuktikan bahwa susahnya bertemu
dosen menjadi salah satu penyebab ketakutan
dalam menyelesaikan skripsi.

Banyak faktor dosen susah ditemui, kegiatan di
luar di kampus, bertepatan dengan jam ngajar,
atau hal lainnya yang menyebabkan susahnya
bertemu dosen pembimbing. Bisa saja sekali kita
bertemu dosen pembimbing dan selanjutnya sudah
susah bertemu lagi, maka bisa memunculkan rasa
takut akan skripsi kita bisa cepat selesai atau
tidak?

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |3

5. “Banyak Biaya Perbaikan”
Seringnya perbaikan atau revisi dari dosen

pembimbing, membuat kita harus mengeluarkan
biaya yang tidak sedikit. Mulai dari kertas berrim-
rim, tinta atau jilid. Masih beruntung yang memiliki
print dan kertas sendiri. Bagaimana dengan yang
menggantungkan harapan perbaikan skripsi ke
dunia rental pengetikan, pastinya mengeluarkan
biaya kan?

6. “Antardosen Pembimbing Beda Pendapat”
Nah…! Ini benar atau tidak, tetapi berdasarkan

pengalaman sering terjadi, saya sendiri pernah
mengalaminya. Antara pembimbing 1 dan 2 sering
beda pendapat, apalagi soal metode, walaupun
terkadang juga soal teknik penulisan dan referensi
bacaan.

Perbedaan pendapat tersebut bisa jadi
membuat rasa takut, misalnya kita pada khawatir
pendapat mana dosen pembimbing mana yang harus
kita ikuti.

7. “Tertekan dengan Tuntutan Orang Tua”
Kondisi ini pasti semua merasakannya. Kita akan

merasa takut manakala dihadapkan dengan

4| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

tuntutan orang tua yang harus cepat selesai kuliah
dan mencari kerja. Apapun alasan kita, selesainya
perkuliahan kita adalah wujud nyata kebanggaan
orang tua, namun pertanyaannya bagaimana kalau
kita menghadapi banyak masalah dalam penulisan
skripsi namun kita tetap terasa tertekan dengan
tuntutan orang tua tersebut? sudah pasti kita akan
takut untuk menghadapi situasi tersebut.

8. “Waktu Terbatas”
Menulis skripsi membutuhkan waktu yang cukup

lama sesungguhnya, namun dikurikulumkan pada
semester akhir. Bagaimana kalau sudah pada
waktunya menulis skripsi tetapi belum juga selesai,
tentunya kita akan dikejar oleh waktu. Waktu kita
terbatas, oleh karena peraturan sekarang hanya
membolehkan mahasiswa berlama-lama menjadi
mahasiswa yaitu 4-7 Tahun atau 8-14 semester,
jika terlewat kita akan di-drop out (DO) oleh
kampus kita. Dengan waktu yang terbatas kita
semakin ketakutan tentunya mengejar waktu kapan
selesainya.

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |5

9. “Banyak Aktivitas Lain”
Memiliki aktivitas lain selain kuliah akan sedikit

mengganggu fokus kita menyelesaikan skripsi.
Kondisi ini membuat kita takut biasanya, nah kan
kita diperhadapkan pada pilihan prioritas utama
yang mana yang harus diselesaikan. Namun kembali
ke diri kita masing-masing prioritas mana yang
harus di dahulukan.

10. “Tidak Fokus karena Banyak Masalah”
Menghadapi lika-liku penulisan skripsi sekaligus

permasalahan hidup lainnya akan semakin membuat
kita ketakutan juga biasanya. Bahkan seringkali
kita tidak fokus mana yang harus diselesaikan.
Sekali lagi sangat tergantung pada pilihan kita
permasalahan mana yang prioritas untuk di
selesaikan. Kita semakin ketakutan manakala
masalah lain semakin banyak kita hadapi sementara
skripsi belum selesai. Tambah pusing tentunya kita
nanti.

11. “Bosan dengan Aktivitas Menulis”
Kita semakin takut dengan menulis skripsi

karena selalu bosan menulis. Apalagi yang banyak
lembar seperti skripsi. Kebiasaan kita yang selalu

6| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

meng-copy paste tulisan dari sumber lain mungkin
menjadi faktor ketakutan kita dalam menulis
skripsi.

12. “Terbiasa Dibantu Teman Mengerjakan Tugas”
Kadang juga kita merasa takut dalam

mengerjakan skripsi karena sudah terbiasa dibantu
mengerjakan tugas. Pada akhirnya kita akan
berhadapan pada keadaan dimana kita harus
mandiri mencari referensi, mengetik, bertemu
dosen bahkan mengolah data dan mengambil data
di lapangan akan sendiri. Situasi ini bisa
mempengaruhi rasa takut kita muncul.

13. “Tidak Menguasai Komputer”
Jika berurusan dengan skripsi pasti akan

bersentuhan dengan komputer. Bagi yang sudah
mahir komputer berarti aman dan santai saja
mengetik. Bagaimana dengan yang “sama sekali”
tidak menguasai komputer. Pasti akan takut jika
berurusan dengan komputer dalam menulis skripsi.

14. “Tidak Punya Semangat”
Terkadang kita butuh rasa semangat, namun

juga terkadang kita punya semangat yang rendah

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |7

sekali dalam menulis skripsi, kita merasa takut
dengan permasalahan yang dihadapi dalam
penulisan skripsi membuat semangat menurun.

15. “Malu Ketemu Dosen”
Siapa yang masih merasa malu bertemu dosen

ayo? Saya pun pernah mengalami hal tersebut,
entah apa sebabnya tetapi rasa malu bertemu
dosen di kala berurusan dengan skripsi sempat
saya rasakan, malu itulah yang kemudian
bercampur dengan rasa takut.

16. “Bermasalah dengan Dosen Pembimbing”
Terkadang kita takut bertemu dosen

pembimbing dikarenakan kita ada masalah dengan
dosen pembimbing, entah karena nilai, atau sikap
kita dengan dosen tersebut. Ketakutan tersebut
biasa terasa pada saat kita ditentukan dosen
pembimbing yang kebetulan memiliki sejarah
permasalahan perkuliahan dengan dosen tersebut.

Penyebab-penyebab rasa takut tersebut mungkin
kita alami sebelumnya. Para alumni pun sepakat dengan
beberapa penyebab tersebut.1

1 Wawancara lepas dengan alumni Prodi Ilmu Pemerintahan Fisip
Uncen Jayapura, medio Maret 2018.

8| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

Beberapa catatan penting yang dapat saya
utarakan pada bagian ini adalah bahwa umumnya setelah
selesai mengambil seluruh mata kuliah ditambah
kewajiban KKN (bagi beberapa kampus) rasa takut itu
mulai muncul.

Beberapa kasus bisa saja terjadi dari awal
perkuliahan sudah tertanam rasa takut tersebut.
Mungkin dikarenakan informasi yang didapat dari para
senior atau alumni yang menceritakan kisah – kisah sulit
mereka dalam menulis Skripsi.

Sumber Gambar: twicsy.com

Bagi yang sudah terbiasa dengan dunia tulis
menulis tentu tidak takut lagi dengan penulisan skripsi.

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |9

Bagaimana dengan mahasiswa yang “sama sekali” tidak
pernah menyentuh dunia tulis menulis. Yang jelas rasa
takut “pasti” muncul dalam benak pikiran setiap
mahasiswa.

Oleh karena itu saya akan membagi beberapa
periode rasa takut terhadap skripsi menjadi 2 periode
yaitu periode “pra skripsi” dan periode “menulis skripsi”.
Penjelasannya sebagai berikut.

1. Periode “pra”
Pada periode ini berlangsung sejak dari awal

mahasiswa mulai mengenal tugas-tugas kuliah.
Misalnya makalah, essay, dan presentase kelompok.
Dari pengalaman yang penulis alami, ketakutan akan
menulis skripsi itu mulai muncul tatkala
diperhadapkan pada bagaimana menulis makalah,
esai dan persentase kelompok. Kita bisa
membayangkan pada periode ini, cenderung
mahasiswa mulai membandingkan, menulis skripsi
itu akan seperti apa. Tugas makalah dan esai saja
sudah sulit apalagi skripsi yang tebal halamannya
banyak sekali.

Berbagai cerita pengalaman dari para senior
turut menjadi bagian periode pra penulisan skripsi
yang membuat rasa takut muncul.

10| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

2. Periode “menulis”
Pada periode menulis, kita sudah berhadapan

langsung dengan tahapan-tahapan yang terjadwal
oleh pihak kampus. Kita akan merasa takut pada
apakah judul kita diterima, bagaimana dengan
seminar proposal, pengambilan data, pengolahan,
sampai pada siapa dosen pembimbing kita, bahkan
kita merasa takut dengan nantinya bertemu dengan
dosen yang kita sendiri bermasalah dengannya.

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |11

Bagian 2

Cara Menghadapi Takut Menulis SKRIPSI

Menurut hemat saya, ada beberapa langkah-
langkah awal untuk meminimalisir rasa ketakutan dalam
menulis skripsi, adalah sebagai berikut.

1. Kenali Bentuk Fisik Skripsi Sejak Awal Kuliah
Sejak awal dalam buku ini saya utarakan bahwa,

mahasiswa seringkali mengenal skripsi ketika berada
pada semester atas (biasanya semester 4 ke atas).
Artinya pada saat pertama kuliah semester 1 mahasiswa
belum mengenal skripsi. inilah mungkin awal rasa takut
itu dikarenakan skripsi belum dikenal mahasiswa sejak
awal kuliah. untuk mengurangi rasa ketakutan terhadap
skripsi maka mahasiswa perlu mengenal skripsi sejak
awal kuliah dengan melihat bentuk fisik skripsi yang
sudah jadi. Biasanya terdapat di perpustakaan kampus.
Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan awal
tentang bentuk atau wujud skripsi.

Dengan melihat bentuk skripsi yang sudah jadi,
diharapkan mahasiswa dapat memiliki gambaran awal
seperti apa jadinya nanti skripsi yang kelak akan ditulis.

12| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

Skripsi yang dilihat sejak awal tersebut dapat
membantu mahasiswa mengenal skripsi dalam bentuk
fisik yang sudah jadi. Mulai dari kover sampai bagian isi
skripsi.

Setidaknya dengan mengenal bagian-bagian isi
skripsi dapat menambah pengetahuan tentang skripsi
sejak awal. Untuk mahasiswa yang baru masuk sebaiknya
mengenal bentuk fisik skripsi sejak awal. Sedangkan
yang sudah berada pada semester atas dan belum
pernah sama sekali melihat bentuk fisik skripsi, maka
saya sarankan untuk segera melihat bentuk fisik skripsi,
sebelum berada pada situasi ketidaktahuan tentang
bagaimana sih skripsi itu? Ayo segera kunjungi
perpustakaan kampus atau datangi para alumni untuk
melihat skripsi mereka yang sudah jadi.

2. Belajar Menulis dengan Komputer/Laptop
Pada saat melihat fisik skripsi yang sudah jadi,

maka yang terlihat di dalamnya adalah tulisan yang
banyak sekali. Tulisan tersebut tidak ada segampang
yang kita bayangkan melainkan suatu proses penulisan
yang panjang dan butuh tenaga serta pikiran yang
banyak. Nah untuk memudahkan dalam penulisan skripsi
nanti, perlu juga kita belajar bagaimana menulis. Menulis
memang mudah bila dilihat tetapi sedikit sulit bila mau

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |13

menulis. Skripsi itu akan lebih banyak menulis dengan
menggunakan teknologi komputer/laptop. Terutama
dengan Microsoft Word.

Banyak kasus yang terjadi menggambarkan
mahasiswa sering kesulitan menyelesaikan skripsi karena
persoalan penguasaan teknologi pengetikan. Akhirnya
mahasiswa mengeluarkan biaya dengan menyewa rental
komputer. Belum lagi hasil print out dibayar dengan per
lembar. Tentunya hal ini akan terus menerus
mengeluarkan biaya. Apalagi jika diperhadapkan dengan
hasil revisi yang harus diketik ulang dan di-print
kembali. Jika hal ini terjadi terus menerus selama
penulisan skripsi, bisa dibayangkan berapa banyak rupiah
yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, saran saya
dari sekarang mulai belajar menulis dengan komputer
atau laptop. Terutama dengan program Microsoft Word.
Jika tidak bisa, mintalah diajari sama teman yang lebih
tahu. Menulis menggunakan komputer kita sendiri akan
membantu dalam menghemat waktu, tenaga dan biaya
penulisan skripsi. kapan saja dan dimana saja kita bisa
memperbaiki dan mengembangkan isi skripsi kita tanpa
bergantung pada sewa rental komputer atau orang lain.

14| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

Menulis dengan komputer bukan saja persoalan
teknologinya tetapi juga soal apa yang akan ditulis. Hal
ini tentunya membutuhkan kemampuan berpikir dengan
mengolah kata-kata seperti yang akan menjadi suatu
tulisan panjang seperti isi skripsi yang kita lihat. Nah
untuk membentuk kita dalam menulis, saran saya juga
harus belajar menulis tentang apa saja, mulai dari
artikel, makalah atau cerita pendek. Pemikiran saya
dengan belajar menulis maka akan melatih kita untuk
mengembangkan ide dan gagasan kita. Jika hal ini
dibiasakan maka pada saat berhadapan dengan skripsi,
kita tidak lagi kesulitan untuk menulis mulai dari mana
dan bagaimana menulis. Silahkan mencoba!

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |15

3. Miliki Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Skripsi bukanlah karya ilmiah tanpa pedoman

melainkan harus sesuai dengan pedoman yang berlaku di
kampus kita. Pedoman skripsi harus kita miliki baik yang
berasal dari kampus kita atau bisa juga berasal dari
pedoman luar kampus dalam bentuk buku yang membahas
tentang penulisan skripsi. pedoman skripsi yang berasal
dari kampus sebaiknya kita miliki sejak awal agar
membantu kita memahami sistematika penulisan skripsi.
Pedoman skripsi yang berasal dari kampus sudah disusun
oleh para dosen. Sehingga lebih awal kita bisa
mengetahui prosedur dan tata cara penulisan skripsi.
Paling tidak, tahapan demi tahapan dalam pedoman
skripsi bisa dipelajari dan mahasiswa dapat menyiapkan
apa saja yang dibutuhkan sesuai dengan pedoman skripsi.

Sedangkan pedoman penulisan skripsi yang berasal
dari luar adalah buku-buku yang dijual di toko buku atau
tersedia di media internet. Pedoman dari luar kampus
juga memudahkan kita untuk memahami penulisan skripsi
karena ditulis oleh para pakar atau ahli di bidang
masing-masing keilmuan. Biasanya salah satu bahan yang
digunakan dalam penulisan skripsi adalah buku-buku yang
membahas tentang metodologi penelitian skripsi seperti
jenis penelitian, populasi, sampel, teknik pengambilan

16| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

data, dan rumus-rumus yang digunakan untuk mengolah
dan menganalisa data.

Pengalaman juga membuktikan bahwa seringkali
pedoman penulisan skripsi yang berasal dari kampus
tidak sepenuhnya membantu mahasiswa untuk
menjadikannya sebagai referensi metodologi. Oleh
karena itu untuk melengkapi metodologi maka buku-buku
di luar pedoman skripsi yang berasal dari kampus sangat
diperlukan untuk dimiliki oleh mahasiswa,

4. Perbanyak Diskusi dengan Teman Kelas tentang
Skripsi
Tak bisa dipungkiri bahwa skripsi adalah urusan

individu. Artinya skripsi itu tanggungjawab masing-
masing. Bukan menjadi pekerjaan kelompok. Ungkapan ini
ada benarnya juga karena skripsi akan ditulis dan
diujiankan secara individu. Inilah alasan kenapa sampai
saya menganjurkan untuk perbanyak diskusi dengan
teman kelas.

Untuk melengkapi informasi tentang skripsi, maka
saran saya juga perlu untuk memperbanyak diskusi
dengan sesama mahasiswa di kelas. Hal ini dilakukan
untuk bertukar pikiran tentang pemahaman sesama
mahasiswa tentang skripsi. Adakalanya di kelas kita
terdapat beberapa mahasiswa yang memiliki kelebihan

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |17

dalam penulisan skripsi misalnya, memiliki kemampuan
menulis, mengetik, memiliki buku referensi, buku
pedoman, atau bisa juga memiliki laptop/komputer, print
dan kertas yang bisa dipinjam atau digunakan bersama
dalam menulis skripsi.

Beberapa kelebihan tersebut akan kita ketahui
apabila kita sering berdiskusi dengan sesama teman.
Artinya dengan sering berdiskusi maka rasa kekurangan
yang kita miliki akan sedikit terbantukan oleh teman kita
sendiri. Teringat dari sebuah pepatah lama yaitu “berat
sama dipikul ringan sama dijinjing” kiranya dapat
diwujudkan dengan sering berdiskusi di kelas. Akan
terlihat siapa-siapa saja diantara teman kita yang dapat
membantu dalam memberikan bantuan baik ide, gagasan
maupun informasi seputar skripsi.

5. Sering Berdiskusi dengan Dosen
Dosen itu tidak perlu ditakuti jika berinteraksi,

dalam artian jangan hanya berdiskusi apabila ada proses
belajar di kelas, namun seringlah berdiskusi dengan
dosen. Entah di kelas atau diluar kelas. Sama halnya
tentang sering berdiskusi dengan teman kelas, nah
dosen pun perlu didekati melalui diskusi. Tentunya yang
didiskusikan adalah terkait penulisan skripsi. Jadi bukan

18| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

asal diskusi, nanti istilah mahasiswa terkesan “cari
muka” atau “cari perhatian.

Dosen pasti lebih berpengalaman dalam penulisan
skripsi. Tidak diragukan lagi, dikarenakan tugas dosen
adalah membimbing dan menguji skripsi mahasiswa. Maka
tidak ada salahnya kalau berdiskusi dengan para dosen
tentang hal ihwal penulisan skripsi. Bisa juga tentang
judul, metodologi, atau bila perlu meminjam buku
referensi yang dibutuhkan. Dengan sering berdiskusi
dengan dosen, kita akan mendapatkan pengetahuan yang
tidak kita dapat di kelas, misalnya soal bagaimana
menentukan judul skripsi yang baik, tata cara wawancara
yang efektif. Sekali lagi jangan takut berdiskusi dengan
dosen.....!!!!

6. Pelajari Karakter Dosen Pembimbing
Dosen pembimbing memiliki karakter yang

berbeda, dan seringkali karakter dosen membuat kita
takut untuk berinteraksi terutama dalam proses
pembimbingan skripsi. inilah alasan ke enam mengapa
kita harus mempelajari karakter dosen pembimbing.

Yang perlu diingat bahwa, dosen pembimbing akan
ditentukan oleh ketua jurusan/program studi. Sehingga
mau tidak mau, suka tidak suka kita harus menerima
penunjukkan tersebut. Tentunya dalam penunjukkan

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |19

dosen pembimbing, jurusan/program studi sudah
memiliki pertimbangan dan kriteria tertentu dalam
penunjukkan skripsi. Dari pengalaman biasanya
berdasarkan judul yang diajukan akan menentukan dosen
mana yang menjadi pembimbing. Dan juga kadang kala
disesuaikan dengan latar belakang kepakaran/keilmuan
dosen.

Yang sering terjadi adalah, kita selalu berhadapan
dengan karakter dosen yang berbeda antara pembimbing
1 dan pembimbing 2. Misalnya pada saat konsultasi,
antara pembimbing 1 & 2, sering tidak sependapat baik
dari redaksi judul, teori yang digunakan, maupun
metodologi. Belum lagi karakter dosen misalnya ada yang
suka kalau diajak konsultasi dengan waktu yang cukup
banyak, ada juga dosen yang tidak senang konsultasi
dengan waktu yang banyak, dan ada juga dosen yang
hanya coret hasil perbaikan tanpa menerangkan secara
detail. Bahkan ada dosen yang tidak bisa ditemui untuk
konsultasi oleh karena beberapa alasan tertentu. Perlu
kesabaran hati untuk menghadapi karakter para dosen
tersebut

Dengan mempelajari karakter dosen, maka kita
semakin siap untuk menghadapi dosen pembimbing kita.
Sepintas memang kita mengenal dosen melalui interaksi
perkuliahan, namun interaksi di kelas tidak terlalu

20| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

sedekat pada saat kita menjadi bimbingan skripsi. oleh
karena itu karakter dosen tidak perlu kita takuti,
sejahat jahatnya harimau tak akan mungkin memakan
anaknya sendiri. Mungkin itulah kiasan yang sama dengan
dosen pembimbing kita.

7. Perbanyak Buku Referensi
Skripsi merupakan karya ilmiah yang terdiri dari

dua referensi yaitu hasil penelitian dan studi pustaka.
Semakin banyak buku referensi maka semakin banyak
muatan ilmiah dalam skripsi yang kita tulis. Sebaliknya,
makin sedikit buku referensi yang digunakan maka
semakin sedikit pula muatan ilmiah dalam skripsi yang
kita tulis.

Buku referensi dimaksud, berkaitan dengan skripsi
yang kita tulis. Biasanya dalam skripsi, referensi yang
digunakan adalah buku ilmiah yang berisikan tentang
teori, hasil-hasil penelitian yang serupa dengan
permasalahan yang kita tulis dan juga tentang
peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan
masalah penelitian kita.

Saran saya, sebelum menulis skripsi ada baiknya
memiliki beberapa buku referensi bacaan. Jika hendak
memilih judul mana yang akan diusulkan maka sebaiknya
disesuaikan juga dengan ketersediaan buku referensi

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |21

yang kita miliki. Bahkan bila perlu disesuaikan juga
dengan buku yang disarankan oleh dosen pembimbing.

Pengalaman membuktikan bahwa, mahasiswa sering
kali kesulitan dalam mengembangkan skripsi dikarenakan
keterbatasan buku referensi yang dimiliki. Jika memiliki
kelebihan uang, coba sisihkan untuk membeli beberapa
buku referensi di toko buku. Dengan memiliki buku
referensi yang cukup, penulisan skripsi akan semakin
mudah dan tentunya akan semakin berbobot kualitas
ilmiahnya.

8. Belajar dari Pengalaman Alumni
Kita pasti sering mendengar pepatah yang bunyinya

demikian “pengalaman adalah guru yang baik”. Saya coba
menyarankan untuk belajar dari pengalaman menulis
skripsi yang pernah dialami oleh para alumni. Tentunya
mereka telah melalui proses yang panjang dan banyak
menyita waktu, tenaga, biaya dan pikiran. Suka duka dan
manis pahit telah mereka lalui dalam menyelesaikan
penulisan skripsi. Tak perlu kita ragukan lagi soal
perjalanan para alumni dalam menyelesaikan skripsi.

22| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

Bagian 3

Jangan Takut Menulis Skripsi
dalam ANGKA

Setelah kita mengetahui penyebab rasa takut
menulis skripsi, maka pada bagian ini akan saya tampilkan
persepsi dalam bentuk angka dan uraian narasumber
berdasarkan pengalaman selama menghadapi “dunia”
skripsi. Tidak menutup kemungkinan pembaca sekalian
memiliki jawaban yang berbeda dengan pilihan jawaban
yang ditampilkan, namun tidak mengurangi kemungkinan
kebenaran atau fakta yang dihadapi sebenarnya dalam
menghadapi ketakutan menulis skripsi.

Pada bagian ini ditampilkan hasil survey terhadap
pendapat para dosen, mahasiswa dan alumni tentang
penyebab takut menulis skripsi. Survey dilakukan selama
20 hari dari tanggal 20 Juni s/d 10 Juli 2018,
pertanyaan yang diajukan seputar penyebab rasa takut
menulis skripsi. Hasil survey ditampilkan pada gambar –
gambar berikut.

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |23

1. Persepsi Dosen2

Sumber Data : Olahan Primer, Survey 20 Juni – 10 Juli 2018

Berdasarkan gambar tersebut, para dosen yang
diminta memberikan pilihan jawaban bervariasi. Menurut
Para dosen penyebab takut menulis skripsi paling banyak
disebabkan oleh adanya pemikiran mahasiswa bahwa

2 Informan dosen yang menjawab pertanyaan survey sebanyak 27
dosen, berasal dari kalangan dosen muda dan senior dengan latar
belakang keilmuan yang berbeda dan berasal dari PTN dan PTS.
Survey dilakukan secara online dari 20 Juni s/d 10 Juli 2018.

24| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

“skripsi itu nulisnya susah” yaitu 25%. Kemudian di susul
oleh penyebab “Buku Referensi kurang” sebanyak 19%.
Dan di urutan ke tiga adalah “tidak focus karena banyak
masalah” sebanyak 11%.

Pola pikir “menulis skripsi susah”, “buku referensi
kurang” dan “tidak focus adalah penyebab utama yang
dianggap oleh dosen mengapa mahasiswa takut menulis
skripsi. Sedangkan penyebab lain seperti “waktu
terbatas” dan “antar dosen pembimbing beda pendapat”
juga merupakan penyebab yang dianggap dosen sebagai
faktor lainnya dalam ketakutan menulis skripsi.

Dengan data angka tersebut, maka mahasiswa
semakin mengetahui bahwa sebenarnya dosen pun sering
menghadapi situasi mahasiswa yang takut menulis
skripsi. Selain itu juga diharapkan mahasiswa lebih
menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi dosen
pembimbing.

Prinsipnya, tetap semangat dalam menulis skripsi.
Ketakutan dalam menulis skripsi sebenarnya sudah
diketahui oleh para dosen terutama dalam
pembimbingan. Oleh karena itu tidak perlu khawatir lagi
dalam menulis skripsi. Dosen pembimbing pasti tetap
mengarahkan cara atau jalan untuk menyelesaikan
skripsi yang sedang ditulis.

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |25

2. Persepsi Mahasiswa3

Sumber Data : Olahan Primer, Survey 20 Juni – 10 Juli 2018

Pada gambar diatas, ditampilkan persepsi
mahasiswa terhadap pertanyaan penyebab utama takut
dalam menulis skripsi. Didapat jawaban yaitu 27%

3 Informan mahasiswa berasal dari PTN & PTS yang berada pada
semester 2, 4,6, dan 8 yang sedang menulis skripsi. Jumlah
Informan yang menjawab sebanyak 100 mahasiswa.

26| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

mahasiswa menjawab “skripsi itu nulisnya susah”, 25%
mahasiswa menjawab “buku referensi kurang”.

Data angka ini semakin memperjelas bahwa “skripsi
itu nulisnya susah” dan “buku referensi kurang” adalah
merupakan penyebab mahasiswa takut menulis skripsi.
Dengan demikian, mahasiswa sudah harus menyiapkan
diri sejak awal untuk menyiapkan buku referensi dan
selalu membangun semangat dalam menulis skripsi.
Walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa saat ini
fasilitas Internet cukup memanjakan kita dalam
referensi bacaan, tetapi untuk skripsi lebih diwajibkan
buku teks sebagai referensi utama.

3. Persepsi Alumni

Sumber Data : Olahan Primer, Survey 20 Juni – 10 Juli 2018

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |27

Sesuai dengan Persepsi alumni terhadap
pertanyaan yang sama tentang penyebab utama
ketakutan pada saat menulis skripsi yaitu 10.45% alumni
menjawab karena “buku referensi kurang. Jawaban
lainnya pada umumnya sama yaitu karena “banyak biaya
perbaikan”, antar “dosen pembimbing beda pendapat”
dan dikarenakan “banyak aktifitas lain” dijawab oleh
2,9% alumni.

Berdasarkan data – data tersebut, maka dapat
disimpulkan bahwa ketakutan dalam menulis skripsi yang
dialami oleh mahasiswa, menurut persepsi dosen,
mahasiswa dan alumni lebih dikarenakan oleh faktor
“buku referensi kurang”. Dengan demikian mahasiswa
bisa lebih awal menyiapkan dana simpanan atau daftar
rujukan bacaan yang harus disiapkan dalam penulisan.
Tidak perlu menunggu pada saat menulis skripsi baru
sibuk mencari buku referensi.

Nah, bagaimana? jelas kan?, secara angka sudah
didapatkan jawabannya. Jadi, jangan takut menulis
skripsi.

28| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

Bagian 4

TIPS Menulis Skripsi dari Berbagai Sumber

6 Tips Skripsi Tepat Waktu

Terdapat berbagai artikel yang mengulas tentang

tips menulis skripsi. Berikut ini ulasan 6 tips skripsi

tepat waktu yang saya kutip dari

penerbitbukudeepublish.com4.

1. Pilih Tema yang Kamu Senangi

Seperti kita ketahui, suatu pekerjaan akan terasa

ringan dan menyenangkan jika pekerjaan itu sesuai

dengan minat kita. Hal tersebut berlaku juga dengan

skripsi. Mengerjakan skripsi akan terasa lebih

menyenangkan dan bukan menjadi beban kalau kita

mengangkat tema yang kita senangi.

2. Pilih Judul yang Sesuai Kemampuanmu
Walaupun kita memilih tema yang kita senangi, kita

harus tetap berkaca pada kemampuan kita. Sesuatu yang
kita senangi belum tentu sesuai dengan kemampuan kita.

4 http://penerbitbukudeepublish.com/6-cara-skripsi-tepat-waktu/,
diakses pada Kamis 17 Mei 2018, Pukul 10.41 WIT.

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |29

Oleh karena itu pilih judul yang sekiranya dapat
diselesaikan dalam waktu yang ditentukan. Jangan
memilih judul yang terlalu muluk, tetapi jangan yang
terlalu sederhana juga.

3. Perbanyak Referensi
Referensi adalah faktor yang sangat

mempengaruhi proses penyusunan skripsi. Semakin kita
malas mencari referensi, semakin lama juga skripsi kita
bakal selesai. Cari referensi-referensi yang valid, jangan
hanya sekadar copy paste dari Google. Kualitas
referensi juga akan menentukan kualitas skripsi kita.
Cari buku-buku yang berkualitas dan sesuai dengan tema
kita. Skripsi adalah sebuah karya monumental dalam
hidup kita, jadi buatlah sebaik mungkin agar bisa
dibanggakan di masa depan, apalagi bisa bermanfaat bagi
banyak orang.

4. Jaga Hubungan Baik dengan Dosen
Mungkin kita sering merasa kesal dengan Dosen,

entah karena skripsi yang dibuat sampai kurang tidur
malah dicoret-coret, batalin jadwal bimbingan semaunya,
atau yang lainnya. Tetapi, kita harus tetap ingat, dosen
adalah faktor penting penentu kelulusan kita, dosen
jugalah yang memberi kita ilmu. Kita harus selalu

30| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

menjaga hubungan dengan dosen, jangan sampai dosen
malas bertemu kita apalagi marah sama kita.

5. Konsisten
Mengerjakan skripsi harus konsisten. Jangan

mengerjakan skripsi kalau pas mau saja. Hal tersebut
akan membuat kita terjebak di zona nyaman dan akan
malas untuk memulai mengerjakan skripsi lagi. Membuat
jadwal mengerjakan skripsi akan sedikit membantumu
menyelesaikan skripsi tepat waktu. Buat hukuman untuk
diri sendiri kalau kita tidak mengerjakan skripsi sesuai
jadwal. Hal tersebut akan sedikit menyiksa pada
awalnya, tetapi akan terbiasa seiring berjalannya waktu.

6. Berpikiran Bahwa Skripsi Hanya Bagian Kecil
dalam Hidup Kita
Kamu harus berpikiran bahwa skripsi hanya hal

kecil dalam hidup. Setelah skripsi selesai, masih banyak
hal yang akan kamu lalui dalam hidup.

10 Tips Menulis Skripsi
Menurut student.cnnindonesia.com menyebutkan

ada 10 tips dalam menulis skripsi. Berikut ini 10 tips
tersebut.

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |31

Pertama, Mempersiapkan Diri
Ini bagian yang sangat penting apabila kamu mau

memulai menulis skripsi. Persiapan diri kamu sendiri.
Kenapa penting? Apabila kamu belum siap, nah siapa yang
mau mengerjakan skripsimu? Tentu kamu sendiri yang
harus bergerak, bertindak, dan bikin aksi nyata. Ingat,
niatkan kepada Tuhan bahwa kamu ingin menulis skripsi.
Nepoleon Hill pernah berkata, “Kegigihan merupakan
titik awal setiap prestasi. Kegigihan bukanlah harapan,
bukan pula khayalan, melainkan sebuah ketekunan yang
menggebu-gebu dan melebihi segalanya.”

Kedua, Doa Orang Tua
Ini juga bagian yang sangat penting sob. Saya

percaya doa restu orang tua itu tiada duanya. Kalau
kamu jauh dari orang tua maka yang harus dilakukan
adalah menghubungi orang tua. Sampaikan kepada
mereka bahwa beberapa bulan ke depan kamu akan
konsentrasi mengerjakan skripsi. Kalau tinggal dengan
teman satu kos atau di kos, mintalah pengertian dari
teman-teman. Kemudian kalau sudah punya pacar
bicarakan juga bahwa kamu akan mengerjakan skripsi.
Pasti mereka mendoakan dan mendukungmu. Sebuah
kalimat dari Dr. D. J. Schwartz, “Doa merupakan bagian
penting dalam proses pengembangan kekuatan. Doa

32| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

adalah kekuatan paling hebat dalam memecahkan
masalah-masalah pribadi. Kekuatannya sangat hebat
sekali.”

Sumber Gambar: rizkisangpemimpi.wordpress.com

Ketiga, Buatlah Time Table

Bagian ini juga penting sob. Buatlah planning yang

jelas kapan kamu akan mencari referensi, kapan kamu

harus menetapkan judul, kapan kamu

bimbingan/konsultasi, kapan kamu mengajukan PS1, PS2,

PS3, dan seterusnya. Juga targetkan kapan waktu harus

benar-benar selesai. Petikan ungkapan dari Henry David

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |33

Thoreau, “Jika manusia maju dengan penuh percaya diri
menuju mimpi-mimpinya dan berusaha menjalani
kehidupannya sebagaimana yang ia bayangkan, ia akan
memperoleh kesuksesan secara tidak terduga dalm
hitungan jam."

Keempat, Berdayakan Internet
Internet sangat penting dalam proses pengerjaan

skripsi, internet akan membuat kamu lebih produktif.
Dalam hal mencari referensi secara tepat dan tepat,
bukan mencari hal lain! Bahan-bahan aktual bisa
ditemukan lewat Google Scholar atau melalui provider-
provider komersial seperti EBSCO atau Pro Quest.
Sangat membantu. Mengutip kata bijak dari Horace
Walpole, “Dalam ilmu pengetahuan, kesalahan selalu
mendahului kebenaran.”

Kelima, Jadilah Pribadi Proaktif
Dosen pembimbing memang berperan penting dalam

membimbing sob dalam mengerjakan skripsi. Namun, sob
tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen
pembimbing. Selalu bersikap proaktif, mandiri dan rajin.
Mulai dari mencari topik, mencari masalah penelitian,
menyusun, mengirim pesan/menelepon dosen
pembimbing. Ingat, orang yang rajin berusaha dan

34| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

bekerja tidak akan kecewa, karena akhirnya semua
harapan dapat dicapai dengan keuletan dan keseriusan.

Keenam, Jadilah Fleksibel
Mungkin yang punya kepastian itu hanya jarak

antara bumi dan langit. Skripsi mempunyai tingkat
“ketidakpastian” tinggi. Sering terjadi, ketika kamu
sudah setengah jalan tetapi dosen pembimbing meminta
untuk mengganti topik. Ini bisa saja terjadi. Atau ketika
membuat janji tiba-tiba dosen pembimbing membatalkan
janji untuk waktu yang sudah ditetapkan, ini juga akan
terjadi. So, tetaplah fleksibel dan tidak usah merasa
sakit hati dengan hal-hal yang demikian itu ya sob.
”Kemalasan adalah kebodohan tubuh, dan kebodohan
adalah kemalasan pikiran,” kata Suetonius.

Ketujuh, Menjadi Orang Paling Jujur
Artinya, kamu harus bekerja sendiri jangan

mengandalkan pihak ketiga atau menggunakan jasa
“cepat saji” yang akan membantu membikin skripsi. Ingat
dosa. Hehehe… Ingat, lebih enak buah yang ditanam
sendiri, ketimbang mengambil diam-diam buah di kebun
orang. Usahakan hasil buah tangan sendiri. Ketika kamu
mengalami kesulitan dalam mengerjakan skripsi, segera

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |35

tanyakan kepada dosen pembimbing. Sampaikan dengan
tulus, pastilah ia dengan senang hati akan membantu.

Kedelapan, Menjaga Kesehatan
Ini penting sekali ketika kamu sedang mengerjakan

skripsi. Usahakan tetap jaga kesehatan dengan
mengatur pola hidup sehat. Karena kesehatan itu amat
sangat penting. Baik pola makan sehat, tidur secukupnya,
olahraga dan seterusnya. Ingat yah, “Hidup secara baik,
secara indah, dan dengan tepat adalah segalanya," kata
Socrates.

Kesembilan, Siapkan Uang yang Mencukupi
Dalam proses mengerjakan skripsi jelas akan

menghabiskan dana yang cukup lumayan. Mulai dari biaya
cetak, ongkos kirim kuesioner, biaya transportasi ke
lokasi penelitian, dan sebagainya. Jangan sampai
penulisan atau pengerjaan skripsi macet hanya karena
kehabisan dana. "Ketika kamu telah memahami sebuah
persoalan dengan jelas, hadapilah itu dengan resolusi,
karena itulah jalan menuju kekuatan," ujar Kahlil Gibran

Kesepuluh, Pengalaman Mengerjakan Skripsi
“Harapan adalah kekuatan untuk bertahan,” ujar

June Duton

36| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

11 Cara Gila selesaikan Skripsi
Dikutip dari life.idntimes.com5, menyebutkan

bahwa terdapat 11 Cara Gila yang dapat ditempuh
mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Cara gila di sini
tidak dimaksudkan pada cara negatif, namun lebih dari
cara yang tidak biasanya diperkirakan oleh mahasiswa
untuk dapat menyelesaikan skripsi. Berikut ini 11 cara
gila tersebut.

 Buat deadline sendiri disertakan peringatan yang
membuatmu merasa rugi kalau menunda
mengerjakan skripsi.

 Usahakan memilih tema penelitian yang memang
kamu sukai dan pahami. Jangan karena standar
ketinggian, skripsimu malah tidak jelas akan selesai
kapan.

 Meski belum teruji benar, pilih dosen yang punya
gender berbeda denganmu. Kadang kalau sama-
sama lelaki atau perempuan, sensinya suka
berlebihan.

 Ini bukan modus ya, cuma strategi saja, tetapi
kalau memang lanjut dan single ya tidak apa-apa
juga.

5 https://life.idntimes.com/education/priscilla/11-cara-gila-
mengerjakan-skripsi-agar-tugas-akhrimu-ini-selesai-
secepatnya/full, diakses pada Kamis 17 Mei 2018 pukul 10:50
WIB

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |37

 Kerjakan skripsi di tempat yang memang kondusif.
Pilih tempat yang memang membuatmu nyaman dan
bisa konsentrasi tinggi.

 Bagi yang senang di kafe ya ke kafe, kalau kamu
suka tempat sepi yang silahkan kerjain di perpus,
atau kalau malas kemana-mana ya di kamar saja.

 Perlakukan dosen pembimbing macam gebetan. Cari
tahu kesukaannya biar proses skripsimu jadi lebih
gampang.

 Skripsi itu gak cuma butuh otak tetapi juga
strategi. Salah satu cara yang efektif adalah
dengan mengetahui apa yang dosenmu sukai. Kalau
dia senang musik, saat bimbingan selingi
pembicaraan dengan musik kesukaannya.
Sementara kalau dia suka makan, sesekali bawa
saja makanan kesukaannya. Nah kalau dosen sudah
jatuh hati, pasti deh skripsimu bisa lebih cepat
selesai.

 Baca Juga: 10 Trik Microsoft Word yang Berguna
Banget Buat Ngerjain Skripsi!

 Seandainya dosenmu nulis buku, jangan lupa
gunakan buku tersebut sebagai referensi. Kalau
gak sesuai sama tema penelitianmu, bawa aja pas
bimbingan biar di tahu kamu 'baca'.

38| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

 Rajin-rajin datang ke wisudaan teman biar cepat
termotivasi. Malah kalau bisa ke nikahan sekalian,
biar lebih semangat lagi.

 Kurangi jadwal nongkrong, manggung, atau apapun
itu supaya kamu fokus. Kalau Pak Jokowi bilang,
"Kerja, kerja, kerja" ya kamu "Skripsi, skripsi,
skripsi."

 Pastikan kamu berada pada lingkungan mahasiswa
yang ingin segera lulus jadi sarjana. Hindari dulu
teman yang kegiatannya masih main saja.

 Jangan lupa minta doa sama orang tua. Meski
mereka berada jauh dari kita, tetapi doanya masih
sampai juga.

 Terakhir, kamu juga harus dong rajin berdoa minta
penyertaan Tuhan. Ingat skripsi bisa selesai selain
karena usaha tetapi juga rahmat dari Yang Maha
Esa.

11 Hal yang Harus Kamu Lakukan Agar Skripsi Cepat
Selesai

Dikutip dari https://portal-ilmu.com/tips-
menyelesaikan-skripsi/6, terdapat 11 hal penting yang
harus dilakukan agar skripsi cepat diselesaikan. 11 hal
tersebut adalah sebagai berikut.

6 Diakses pada Senin 21 mei 2017, pukul 21.55 WIT.

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |39

1. Cari Ide atau Tema yang Benar-benar Kamu
Suka dan Kuasai
Agar skripsi cepat selesai, wajib bagi kamu untuk

memilih tema atau ide skripsi yang tepat. Tema yang
tepat adalah tema yang benar-benar kamu sukai dan
juga kamu kuasai. Jika kamu menulis skripsi tentang
tema yang kamu suka, maka tentunya akan lebih mudah
bagi kamu untuk menguasainya. Tak hanya itu, kamu juga
akan lebih mudah menikmati proses meneliti dan menulis
skripsi tersebut.

Tetapi, tentunya kamu juga harus menyesuaikan
tema yang kamu sukai tersebut dengan jurusan kamu loh
ya. Jangan sampai kamu mengajukan judul skripsi yang
melenceng dari jurusan kamu. Sudah pasti dosen akan
menolaknya.

Karenanya, kamu harus pintar-pintar mengaitkan
tentang tema yang kamu suka dengan jurusan kuliah
kamu

2. Pastikan Ada Banyak Data Tersedia untuk
Menyelesaikan Skripsimu
Dalam penyusunan skripsi, data adalah hal mutlak

untuk disajikan. Penelitianmu tidak akan valid dan
terlihat meyakinkan bila data yang kamu sajikan begitu
minim dan tidak kuat. Untuk itu, kamu juga harus

40| Jangan TAKUT Menulis Skripsi

memastikan bahwa tersedia cukup banyak data yang bisa
kamu gunakan untuk menyelesaikan skripsimu.

Ada banyak tempat di mana kamu bisa
mendapatkan data. Bisa menggunakan buku, jurnal,
penelitian, surat kabar, majalah, e-book, website,
bahkan juga melalui wawancara langsung. Dari mana pun
asalnya, kamu perlu memastikan bahwa data yang kamu
butuhkan tersedia dan juga valid.

Proses pengumpulan data juga akan lebih
menguntungkan bila tema yang kamu pilih memang
merupakan tema yang kamu sukai. Tentunya kamu akan
lebih mudah mendapatkan akses dan informasi mengenai
hal-hal yang kamu butuhkan untuk penelitian.

Pencarian data ini harus sudah kamu mulai ketika
kamu menentukan judul dan menyusun proposal skripsi.
Jangan menunggu proposal skripsimu disetujui dan kamu
baru mulai mencari data ketika sudah mulai menyusun
bab isi pada skripsi.

Jika dosen terlanjur menyetujui proposalmu, dan
kamu pun sudah mulai menulis skripsi, namun ternyata
data yang tersedia minim, kamu akan kesulitan. Data
yang minim bisa sangat menghambat proses penyusunan
skripsimu. Jadi, ketika kamu mendapati bahwa data
mengenai tema yang kamu ambil minim, lebih baik kamu

Jangan TAKUT Menulis Skripsi |41

segera beralih ke tema yang menyediakan lebih banyak
data.

3. Pelajari Semua Syarat Skripsi
Syarat skripsi seringkali diabaikan oleh para

mahasiswa. Banyak yang memilih untuk memikirkan
syarat-syarat skripsi belakangan. Padahal, syarat skripsi
juga perlu disiapkan di awal. Jadi, ketika skripsimu
sudah siap, segala syarat yang dibutuhkan pun juga
sudah siap

Syarat-syarat tersebut misalnya, berapa kali
minimal jumlah konsultasi dengan dosen, loog book,
ijazah sekolah menengah, tanda tangan dosen, jumlah
minimal halaman skripsi, dan lainnya. Bahkan, kamu juga
perlu mengecek apakah ada batasan tertentu dari tema
penelitian yang boleh dibuat.

Syarat-syarat ini bisa berbeda antara satu kampus
dengan lainnya. Jadi, tanyakan pada dosen atau bagian
tata usaha mengenai apa saja yang perlu kamu siapkan

4. Jangan Lupa Awali dengan Hiposkripsi „Kuat‟
Jika kamu sudah menentukan tema dan memastikan

ada cukup banyak data, kamu perlu membuat hiposkripsi
yang kuat. Hiposkripsi adalah asumsi awal dari jawaban
perumusan masalah yang ada. Sederhananya, hiposkripsi

42| Jangan TAKUT Menulis Skripsi


Click to View FlipBook Version