adalah jawaban dari perumusan masalah yang akan
dibuktikan dalam proses penyusunan skripsimu.
Terkadang, ada juga yang menyebutnya sebagai argumen
utama.
Beberapa dosen atau kampus biasanya
mengharuskan adanya hiposkripsi dalam proposal
skripsinya. Namun, beberapa yang lain ada juga yang
tidak meminta mahasiswanya menyertakan hiposkripsi.
Namun, baik diminta atau tidak, kamu perlu untuk
mengetahui gambaran awal atau perkiraan dari
kesimpulan skripsimu.
Kamu perlu memastikan bahwa rumusan masalah
yang kamu buat betul-betul dapat kamu jawab dengan
baik, dan dengan berbagai argumen yang kuat. Rumusan
masalah dan hiposkripsi adalah langkah awal suksesnya
penelitian skripsi kamu.
Jika kamu sudah bisa mendapatkan hiposkripsi
yang kuat dari rumusan masalahmu, maka kamu akan
lebih mudah untuk menyusun dan menyelesaikan
skripsimu. Namun, jika sekiranya rumusan masalah yang
kamu buat tidak bisa mendapat hiposkripsi, argumen
pendukung dan data yang kuat, maka lebih baik kamu
ganti perumusan masalah dengan pertanyaan yang lebih
mudah dijawab.
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |43
5. Kerangka Pikir yang Jelas
Langkah berikutnya, kamu perlu menyusun
kerangka pikir yang jelas. Kerangka pikir ini berisi
gambaran utama yang mengaitkan tiap-tiap bab dari
penelitianmu. Diawali dengan latar belakang, perumusan
masalah, tujuan dan manfaat, dasar teori, dan dilanjut
dengan tema bab selanjutnya.
Kerangka pikir ini sebetulnya mirip dengan
sistematika penulisan. Hanya saja, kerangka pikir bisa
kamu buat dalam bentuk tabel atau bagan sehingga lebih
mudah dibaca. Kerangka pikir yang dibuat juga tidak
harus disertakan dalam proposal skripsi kamu, kecuali
bila memang disyaratkan oleh dosen.
Tujuan membuat kerangka pikir adalah untuk
memudahkan kamu dalam menyusun skripsi secara utuh.
Kerangka pikir bisa kamu jadikan sebagai panduan ketika
kamu macet dalam berpikir. Kerangka pikir ini pula yang
akan membatasi pembahasan skripsi kamu agar tidak
melenceng ke mana-mana.
6. Dapatkan Dosen Pembimbing yang Tepat,
Kenalilah!
Dosen pembimbing pun juga jadi salah satu hal
yang sangat menentukan cepat lambatnya skripsimu bisa
selesai. Kamu perlu mendapatkan dosen yang cocok
44| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
dengan kamu. Kemudian, kamu pun harus mengenalinya
dengan saksama. Sebab, jika kamu tidak bisa
mendapatkan dosen yang tepat, maka skripsi akan terasa
lebih sulit dan bisa jadi akan memakan waktu lebih lama.
Bayangkan saja, setiap akan berkonsultasi, kamu merasa
lemas, malas, gugup dan lainnya.
Akhirnya, kamu pun menunda konsultasi skripsi.
Lama-kelamaan, skripsi pun sulit dibereskan. Lain halnya
bila dosen kamu tepat alias cocok denganmu. Kamu akan
merasa senang, santai dan bisa menikmati setiap
prosesnya.
Sebetulnya, ada banyak cara yang bisa kamu
lakukan untuk bisa mendapatkan dosen sesuai keinginan.
Misalnya saja, dengan memilih tema yang sesuai dengan
keahlian dosen tersebut. Meski tidak selalu, tetapi
umumnya pembimbing skripsi ditentukan berdasarkan
keahlian dosen dan disesuaikan dengan tema yang
diambil mahasiswa.
Akan tetapi, kamu tetap tidak disarankan untuk
mengabaikan tema yang kamu suka. Jadi, hindari tema-
tema yang jadi keahlian para dosen yang kamu anggap
killer. Sebab, kalau sampai kamu berbuat kesalahan dan
membuat dosen marah, skripsimu bisa berantakan.
Ya! Sekali dosen marah dan tidak suka dengan
sikapmu, maka skripsimu akan begitu panjang. Saya
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |45
sudah banyak menyaksikan kawan-kawan, yang skripsinya
harus lama tertunda hanya gara-gara tidak cocok dengan
dosen pembimbingnya. Kalau memang benar-benar tidak
cocok, pilihan yang mungkin adalah mengganti dosen
pembimbing.
7. Pandai-pandai Berkompromi dengan Dosen
Diakui atau tidak, dosen seringkali memberikan
penilaian subjektif, selain penilaian objektif. Karenanya,
mengenali dosen yang membimbing kamu adalah hal yang
penting. Kamu pun harus lihai berkompromi dengan
dosen.
Kamu perlu benar-benar mengenali karakter dari
dosen pembimbingmu. Sikap mahasiswa seperti apa yang
disukainya, tema seperti apa yang membuatnya tertarik,
tulisan seperti apa yang ia suka, dan lainnya. Kemudian,
kamu lah yang perlu menyesuaikan diri dengan dosen,
Jangan berharap dosen yang akan menyesuaikan
diri dengan karakter kamu kecuali kamu ingin berlama-
lama dengan skripsimu. Ada dosen yang senang diajak
berdiskusi dan rela dibantah, tetapi tak sedikit dosen
yang enggan bila pendapatnya dibantah. Jika memang
karakter dosen tersebut tidak suka dibantah
pendapatnya, maka kamu yang harus menyesuikannya.
46| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
Jika dosen lebih suka mahasiswa yang aktif
bertanya, maka kamu juga harus menyesuaikan diri.
Jangan berharap dosen dengan karakter tersebut akan
menuntun kamu dengan rinci dan perlahan, jika kamu
tidak memancingnya.
Selain itu, jangan pernah sekali-sekali membantah
dosen kamu, apalagi menjatuhkan harga dirinya. Bukan
hal yang aneh bila dosenmu mungkin tidak memahami
tema dan materimu. Jadi, jangan bertindak seolah-olah
kamu lebih pintar, jika hal itu memang terjadi. Jangan
juga memaksakan kehendakmu terhadap dosen.
8. Atur Jadwal Menulis dengan Ketat
Jika proposal sudah disetujui, dosen sudah cocok,
maka tugas berikutnya adalah mengendalikan dirimu
sendiri. Kamu harus bisa mengatur jadwal menulis skripsi
dengan ketat alias disiplin. Walau harus tetap santai,
tetapi bukan berarti kamu bisa seenaknya dalam
mengerjakannya.
Jangan menyepelekan waktu, dosen dan kampus
kamu. Buat target yang tepat untuk segera lulus.
Targetkan skripsimu bisa selesai dalam satu semester
saja. Kemudian, jadwalkan untuk menulis skripsi secara
rutin. Setidaknya, luangkan dua jam per hari untuk
mengerjakan skripsi. Jika bisa lebih, itu lebih bagus.
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |47
Dengan mematuhi jadwal yang kamu buat sendiri,
skripsimu dijamin lebih cepat. Selain itu, apabila kamu
meninggalkan skripsimu terlalu lama, kamu mungkin akan
lupa dengan hal-hal yang kamu bahas, sehingga menuntut
kamu untuk selalu membaca ulang setiap kali mau
mengerjakan skripsi. Ini justru membuat proses
penulisan skripsimu semakin lama.
9. Diskusi dengan Teman, Jika Perlu Bentuk Focus
Group Discussion
Kamu pun perlu lebih menguasai skripsimu. Selain
itu, penting pula untuk mengetahui celah-celah yang
mungkin masih ada pada hasil penelitianmu. Untuk itu,
jangan ragu untuk berdiskusi dan meminta pendapat dari
kawan-kawanmu satu jurusan.
Jika perlu dan kebetulan ada yang mengambil tema
mirip, kamu bisa membentuk focus group discussion.
Dengan grup kecil yang membahas tema terfokus,
pikiran kamu akan lebih terasah. Kamu pun akan bisa
melihat aneka celah yang mungkin ada pada skripsimu,
10. Perhatikan Tata Cara Penulisan Skripsi
Tata cara penulisan skripsi tidak boleh
sembarangan. Beberapa hal umum yang harus kamu
perhatikan dalam penulisan skripsi misalnya berikut ini.
48| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
Tulis dengan bahasa formal dan baku sesuai ejaan
yang disempurnakan.
Hindari sebisa mungkin kesalahan ketik.
Susun dengan kalimat-kalimat rasional dan ilmiah.
Hindari menggunakan bahasa bermakna kias yang
bisa menimbulkan makna ambigu.
Buat kalimat sederhana yang mudah dipahami dan
runtut.
Perhatikan aturan mengenai format jenis tulisan,
margin, penulisan bab, pemerian dan minimal
halaman.
11. Berlatih Mempertahankan Skripsi
Terakhir, bila semua hal sudah beres, kamu harus
berlatih untuk bisa mempertahankan skripsi. Tentunya,
bila kamu sudah memilih tema yang disukai, data
tersedia cukup banyak, rumusan dan hiposkripsi jelas,
kemudian kamu juga menuliskan skripsi sendiri secara
rutin, penguasaan kamu terhadap apa yang kamu tulis
pasti lebih mendalam.
Karenanya, kamu tak perlu ragu untuk
mempertahankan skripsi kamu di hadapan para
pembimbing dan penguji di sidang skripsi nantinya.
Pastikan kamu percaya diri dengan apa yang sudah kamu
susun.
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |49
Agar kamu bisa lebih yakin, cobalah untuk
melakukan simulasi sidang skripsi. Berlatihlah
mempresentasikan skripsi di hadapan kawan-kawanmu.
Berikutnya, minta mereka mengajukan pertanyaan.
Dengan begitu, kamu akan lebih terbiasa dan lebih siap
dalam menghadapi sidang yang nyata berikutnya.
50| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
Bagian 5
Lingkup Skripsi
Salah satu pengalaman yang saya pernah alami
dalam penulisan skripsi adalah saya mengetahui skripsi
itu pada saat akan menyongsong semester akhir atau
pada saat selesai masanya. Pada kesempatan ini saya
mencoba membagi pengetahuan informasi tentang
skripsi. Sebagai informasi dalam bacaan buku ini maka
saya akan memperkenalkan lingkup skripsi yang terdiri
dari pengertian skripsi, karakteristik skripsi, tujuan dan
kegunaan skripsi.
1. Pengertian Skripsi
Pengertian skripsi masih umum dan disesuaikan
berdasarkan sudut pandang kampus masing-masing.
Sehingga pemahaman skripsi sangat beraneka ragam.
Berikut ini adalah pengertian skripsi dari berbagai
referensi.
Pengertian 1:
“Skripsi adalah istilah-istilah yang digunakan di
Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |51
ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1
yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam
bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah
yang berlaku” 7
Pengertian 2:
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan
hasil penelitian lapangan atau berupa paparan tulisan
hasil penelitian sarjana (S1) yang membahas suatu
permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu.
Penelitian adalah keseluruhan kegiatan baik di dalam
pikiran maupun dalam kegiatan nyata yang dilakukan oleh
mahasiswa untuk menyelesaikan suatu masalah di bidang
ilmu pengetahuan ilmiah dalam rangka penyusunan
skripsi8.
Pengertian 3:
Skripsi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir
seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program
Sarjana (S1). Skripsi merupakan bukti kemampuan
akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan
dengan masalah yang dibahas.
7 (http://forum.kompas.com/sekolah-pendidikan/217804-
pengertian-skripsi.html)
8 (http://lengkapskripsi.blogspot.com/2013/07/pengertian-
skripsi.html)
52| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
Pengertian 4:
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah sebagai salah
satu hasil proses pengembangan intelektual mahasiswa
secara mandiri dan sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan di bawah bimbingan dosen9.
Selain pengertian seperti yang disebut
sebelumnya, berikut ini adalah penyebutan lain di
beberapa negara. Di Australia menggunakan istilah
thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk
jenjang undergraduate (S1), postgraduate (S2), Ph.D,
dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset
dengan ukuran yang kecil baik undergraduate (S1)
ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di
Indonesia skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang
S2, dan disertasi untuk jenjang S3.10
Kalau kita simak pengertian di atas, maka menurut
saya skripsi selalu berurusan dengan mahasiswa,
tulisan/karya tulis, hasil penelitian, ilmiah, metodologis,
Strata Satu (S1), Studi akhir, masalah penelitian, dan
dosen pembimbing. Sebutan lain yang biasanya
dialamatkan untuk jalur penyelesaian studi akhir pada
mahasiswa jenjang S1 adalah TA (Tugas Akhir). Dan
9 (http://fahum.uinsby.ac.id/wp-
content/uploads/2014/02/pedoman-penulisan-skripsi-S1.pdf)
10 (http://forum.kompas.com/sekolah-pendidikan/217804-
pengertian-skripsi.html)
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |53
pada akhirnya mungkin kita akan sepakat bahwa yang
namanya Skripsi adalah syarat wajib yang harus
ditempuh oleh setiap mahasiswa S1 untuk dapat
menyelesaikan kuliah.
Secara akademik (peraturan kampus), Penulisan
skripsi merupakan salah satu syarat untuk
menyelesaikan pendidikan pada program sarjana yang
memiliki bobot 6 SKS (Satuan Kredit Semester).
Penulisan skripsi harus memenuhi syarat-syarat
penulisan ilmiah, yaitu objektif, metodologis, sistematis
dan komunikatif. Materi penulisan skripsi dapat berasal
dari penelitian lapangan dan/atau penelitian kepustakaan
yang merupakan telaah terhadap salah satu topik
permasalahan.
2. Karakteristik Skripsi
Skripsi memiliki karakter yang dapat kita kenal,
diantaranya adalah sebagai berikut.
Untuk bidang pendidikan, skripsi terarah pada
eksplorasi atau pemecahan masalah.
Untuk bidang non-kependidikan, skripsi terarah
pada permasalahan bidang keilmuan yang sesuai
dengan program studi mahasiswa.
Ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi
lapangan atau penelaahan pustaka.
54| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
Paling tidak Skripsi yang disusun mahasiswa harus
memenuhi persyaratan akademik seperti berikut.
Merupakan hasil karya asli, bukan jiplakan bagi
sebagian atau secara keseluruhan (dibuat
pernyataan di atas kertas segel bermaterai Rp.
6.000,00).
Mempunyai relevansi dengan Ilmu pengetahuan
yang dipelajari.
Mempunyai manfaat teoretis atau praktis.
Sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan.
Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, baik
dan benar menurut Ejaan Yang Disempurnakan
(EYD).
3. Tujuan dan Kegunaan Skripsi
Pada prinsipnya tujuan dan kegunaan skripsi adalah
menyajikan hasil-hasil temuan penelitian secara ilmiah
yang berguna bagi pengembangan ilmu dan atau
kepentingan praktis bagi yang berkepentingan dalam
objek penulisan skripsi tersebut. Skripsi bertujuan agar
mahasiswa mampu menyusun dan menulis karya ilmiah,
sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu
menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |55
dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis,
menggambarkan dan menjelaskan masalah yang
berhubungan dengan bidang keilmuannya yang
diambilnya.
Secara ideal seharusnya skripsi dapat berguna
dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Namun ironisnya
skripsi seakan menjadi arsip kampus belaka yang jarang
diketahui oleh orang lain diluar kampus. Praktisnya
setelah skripsi diujiankan maka kewenangan skripsi
menjadi milik perpustakaan kampus. Tak jarang untuk
melihat skripsi maka harus berkunjung ke perpustakaan
kampus.
56| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
Bagian 6
Susunan Skripsi
Setelah kita mengetahui pengertian skripsi seperti
pada bagian pertama, maka selanjutnya untuk mengenal
skripsi adalah dengan mengenal kerangka atau susunan
skripsi.
Pada prinsipnya skripsi adalah salah satu karya
ilmiah yang memiliki tata urutan atau kerangka yang
teratur dan baku. Namun pada praktiknya sistematika
skripsi bervariasi dan sangat tergantung dari selera
keilmuan masing-masing kampus. Pada umumnya kerangka
skripsi terdiri dari Kover, Lembar Persetujuan, Lembar
Pengesahan, Kata Pengantar, Moto dan Persembahan,
Abstrak, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Bab
atau Bagian, Daftar Pustaka, dan Lampiran. Masing
masing bagian skripsi dijelaskan sebagai berikut.
1. Kover
Skripsi memiliki kover atau sampul yang
bervariasi dengan tampilan warna dan gaya
penampilan yang berbeda-beda antar kampus.
Kover adalah tampilan paling depan skripsi. Kover
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |57
menampilkan identitas tentang judul, penulis,
perguruan tinggi, dan tahun penulisan.
2. Lembar Persetujuan
Lembar persetujuan memuat tentang
persetujuan dosen pembimbing dalam bentuk tanda
tangan (biasanya disebut dengan istilah acc). Jika
lembar ini telah ditandatangani dosen pembimbing
maka skripsi sudah layak untuk diujiankan.
3. Lembar Pengesahan
Lembar pengesahan dibutuhkan untuk
mengesahkan hasil ujian skripsi yang sudah dilalui
oleh mahasiswa dalam ujian skripsi. Lembar
pengesahan memuat pengesahan tanda tangan oleh
dosen pembimbing dan dosen penguji.
4. Kata Pengantar
Kata pengantar memuat tulisan berupa ucapan
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
selesainya penulisan skripsi. Selain itu juga kata
pengantar dimaksudkan untuk menyampaikan
terima kasih kepada pimpinan fakultas, jurusan,
program studi, dosen pembimbing, dosen wali, staf
pegawai, teman-teman mahasiswa, sahabat, pihak
tempat penelitian dan siapa saja yang
berkontribusi dalam penulisan skripsi.
58| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
5. Moto dan Persembahan
Motto dipilih oleh penulis skripsi dalam bentuk
pernyataan singkat yang dianggap menjadi
pedoman dalam beraktivitas, biasanya motto
diambil dari salinan kutipan ayat-ayat kitab suci
seperti Al-Qur’an, Alkitab, Tripitaka atau Weda,
bahkan kadang kali berasal dari kata-kata mutiara
seorang tokoh yang diidolakan penulis.
Persembahan disampaikan kepada pihak-pihak
terdekat dengan penulis, seperti kepada orang tua,
istri, anak atau sahabat terdekat dan juga untuk
almamater kampus.
6. Abstrak
Abstrak dibuat dalam bentuk ringkasan tentang
isi skripsi. Biasanya dibatasi sampai dengan 500-
800 kata. Abstrak digunakan sebagai penjelasan
singkat tentang isi skripsi mulai dari masalah
penelitian, hasil penelitian, pembahasan hingga
kesimpulan dari penulis. Adakalanya perguruan
tertentu tidak memasukan abstrak ke dalam salah
satu bagian skripsi.
7. Daftar Isi
Daftar isi skripsi menampilkan bagian-bagian
penting skripsi yang dibuat dalam bentuk daftar
lengkap dengan nomor halaman. Daftar isi
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |59
membantu dalam pencarian bagian isi skripsi
secara cepat. Sehinga penomoran halaman isi,
tabel, gambar maupun grafik harus sesuai dengan
yang tertera pada daftar isi skripsi.
8. Daftar Tabel
Daftar tabel sama halnya dengan daftar isi,
yaitu menampilkan bagian-bagian skripsi yang
memuat tabel dalam bentuk daftar tabel dengan
nomor halaman. yang perlu diingat bahwa daftar
tabel hanya memuat nomor tabel dan judul tabel
9. Daftar Gambar
Daftar gambar akan ada jika memang dalam
skripsi memuat beberapa gambar. Gambar yang
dimuat harus berkaitan dengan topik skripsi. Jika
skripsi memuat gambar yang cukup banyak, seperti
foto, diagram, grafik atau bagan maka harus diberi
nomor gambar pada bagian atas atau bawah gambar
disertai keterangan gambar.
10. Bab atau Bagian
Bab atau bagian pada skripsi memuat tentang isi
skripsi yang sudah dipisahkan berdasarkan
pembahasan. Banyaknya Bab pada skripsi sangat
tergantung pada panduan pedoman skripsi kampus
masing-masing. Pada umumnya terdiri dari 4-5 Bab.
60| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
Penyebutan judul Bab sangat bervariasi, seperti
berikut.
Bab I Pendahuluan
Bab II Metodologi Penelitian
Bab III Deskripsi Lokasi Penelitian
Bab IV Hasil Penelitian & Pembahasan
Bab V Penutup
Daftar Pustaka
Lampiran
Bab I Pendahuluan
Bab II Metodologi Penelitian
Bab III Kajian Pustaka
Bab IV Hasil Penelitian & Pembahasan
Bab V Penutup
Lampiran
11. Daftar Pustaka
Daftar Pustaka di cantumkan di akhir bagian
penulisan skripsi. yang perlu diperhatikan adalah
penulisan daftar pustaka harus mengikuti tata cara
penulisan berdasarkan pedoman kampus. Setiap
penggunaan teori, konsep maupun hasil penelitian
yang digunakan sebagai referensi skripsi, maka
wajib dicantumkan keterangan sumber referensi.
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |61
12. Lampiran-lampiran
Bagian lampiran biasanya memuat berkas-berkas
pendukung skripsi seperti SK Dosen Pembimbing,
SK Dosen Penguji, Foto-foto proses penelitian,
Peta atau lokasi penelitian, dan berkas pendukung
lainnya. Lampiran terdapat di bagian paling akhir
lembar skripsi.
Yang perlu diingat adalah, setiap perguruan
tinggi memiliki pedoman penyusunan skripsi.
Artinya untuk menyusun skripsi harus
memperhatikan pedoman kampus masing-masing.
Dalam hal penyusunan skripsi, sebaiknya memiliki
pedoman penyusunan skripsi agar sesuai dan
mengikuti ketentuan kampus masing-masing.
62| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
Bagian 7
Tahapan Penulisan Skripsi
Mudah – mudahan skripsi sedikit demi sedikit
sudah dikenal oleh pembaca. Berikutnya adalah cara ke
tiga untuk mengenal skripsi yaitu tahapan penulisan
skripsi. Penulisan skripsi berbeda-beda tahapannya
antara satu kampus dengan kampus yang lain, namun
umumnya, proses penyusunan skripsi dimulai dengan
tahapan-tahapan berikut.
1. Pengajuan Judul
2. Seminar Proposal
3. Penulisan Skripsi
4. Ujian Skripsi
1. Pengajuan Judul
Pengajuan judul adalah tahapan awal secara
prosedural penulisan skripsi. Pada tahapan pengajuan
judul, mahasiswa dianjurkan untuk memasukan judul
penelitian yang akan diteliti, kepada program
studi/jurusan. Judul yang akan dimasukan ditentukan
oleh mahasiswa sendiri yang disesuaikan dengan
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |63
keinginan dan kemampuan mahasiswa dalam menguasai
masalah yang terdapat pada judul tersebut. Oleh karena
itu pemilihan judul skripsi sebaiknya disesuaikan dengan
konteks keilmuan yang ditekuni. Di sisi lain juga, judul
hendaknya original atau asli dan merupakan kalimat
pernyataan bukan pertanyaan.
Biasanya setiap kampus memberikan batasan
jumlah judul yang hendak diajukan oleh mahasiswa.
Namun pada praktiknya mahasiswa boleh memasukan
judul lebih dari satu (misalnya 2 atau 3 judul). Ada
kalanya beberapa kampus tertentu menggunakan metode
seminar masalah atas judul yang diajukan mahasiswa.
Setelah judul diterima oleh prodi/jurusan, maka
akan ditentukan dosen pembimbing oleh prodi/jurusan
melalui surat keputusan (SK) pimpinan kampus seperti
Dekan atau Ketua Jurusan. Jika sudah memiliki dosen
pembimbing, maka selanjutnya mahasiswa diharuskan
menyusun proposal penelitian dengan bimbingan dosen
pembimbing.
2. Seminar Proposal
Seminar proposal adalah tahapan setelah proposal
yang disusun oleh mahasiswa telah selesai dan
dinyatakan layak oleh dosen pembimbing untuk
diseminarkan. Biasanya bentuk pernyataan layak adalah
64| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
dengan ditandatangani pada lembar persetujuan
proposal penelitian.
Seminar proposal akan diuji oleh beberapa dosen
penguji yang terdiri dari 2 orang pembimbing dan 2
orang penguji dan di beberapa perguruan tinggi
mahasiswa juga menghadiri proses seminar ini.
Dalam seminar proposal, mahasiswa akan
mempersentasekan proposal penelitian dalam bentuk
power poin. Oleh karena itu proposal penelitian tersebut
hendaknya dikonsultasikan kepada dosen terlebih
dahulu. Hal ini dimaksudkan agar pada saat seminar nanti
dapat terarah dalam menerangkan atau
mempresentasikan masalah penelitian.
Yang perlu diingat, adalah seminar proposal bukan
finalisasi judul penelitian. Karena pada saat seminar kita
dituntut untuk dapat meyakinkan kepada dosen penguji
akan masalah yang diteliti. Biasanya yang menjadi
pertanyaan kunci dalam seminar proposal ini adalah
tentang masalah penelitian, konsep atau teori yang
digunakan dan metode yang dipakai dalam mengumpulkan,
mengolah hingga menganalisa data serta referensi
bacaan atau pustaka.
Seminar proposal penelitian, akan menentukan
apakah usulan penelitian kita layak untuk dilanjutkan ke
tahapan skripsi atau tidak. Oleh karena itu kemampuan
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |65
menguasai proposal penelitian menjadi kunci utama untuk
menghadapi seminar proposal. Dan juga, hasil proposal
penelitian adalah berupa catatan-catatan perbaikan atau
revisi untuk diperbaiki oleh mahasiswa.
3. Penulisan Skripsi
Inilah tahapan inti dalam penyusunan skripsi.
Tahapan penulisan merupakan lanjutan dari seminar
proposal. Setelah dosen penguji merevisi proposal
penelitian kita, maka selanjutnya proposal penelitian itu
di revisi oleh mahasiswa dan diserahkan kembali kepada
penguji untuk disetujui.
Proposal yang sudah diseminarkan dan disetujui
oleh penguji secara otomatis akan menjadi skripsi dan
tidak lagi disebut proposal penelitian. Di sinilah proses
penulisan skripsi dimulai secara bertahap oleh
mahasiswa. Pada proses penulisan, saya membagi menjadi
5 tahapan proses utama, yaitu:
a. pembimbingan (konsultasi);
b. penelitian (pengambilan data);
c. revisi; dan
d. persetujuan ujian;
e. ujian skripsi.
66| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
a. Pembimbingan (Skripsi)
Mahasiswa akan dibimbing oleh 1 atau 2 orang
dosen yang disebut dengan dosen pembimbing.
Dosen pembimbing diajukan oleh prodi/jurusan
kepada Fakultas untuk di terbitkan SK
pembimbing. Pembimbingan dosen biasanya
berdasarkan kedudukan pembimbing. Jika dosen
pembimbing ada 2, maka sebaiknya pembimbingan
dilakukan terlebih dahulu oleh pembimbing 2 namun
tetap ada komunikasi dengan pembimbing 1. Tetapi
bila hanya 1 dosen pembimbing, maka akan langsung
dibimbing.
Berdasarkan pengalaman, biasanya pembimbing
I lebih senior dalam artian lama membimbing
bahkan juga tingkat kepangkatan akademiknya
lebih tinggi dari pembimbing II sehingga
pembimbing I lebih dominan dibanding pembimbing
II. Yang perlu diingat dalam proses penulisan,
harus rajin berkonsultasi dengan pembimbing I dan
II. Pembimbingan oleh dosen menyangkut isi
skripsi secara keseluruhan, mulai dari penentuan
instrumen penelitian, pengambilan data hingga
persetujuan ujian.
Oleh karena itu tahapan pembimbingan menjadi
kunci utama penyelesaian skripsi. Jika mengalami
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |67
kesulitan dalam pembimbingan, harus tetap tegar
dan jangan takut menjalani pembimbingan. Yang
jelas pasti akan ada suka dan duka akan dialami
dalam pembimbingan, maka jangan khawatir.
b. Penelitian (Pengambilan Data)
Tahapan ini menjadi kunci dalam penyusunan
skripsi. hal ini dikarenakan penelitian akan
berkaitan dengan data. Penelitian adalah tahap
pengambilan data di lapangan. Teknik dan model
penelitian tergantung pada desain yang kita pilih
dan disetujui dosen pembimbing. Pada tahap ini
juga daftar pertanyaan sudah harus di buat dan
disetujui oleh dosen pembimbing. Setelah itu
mahasiswa langsung diarahkan untuk segera
melakukan penelitian.
Yang perlu diperhatikan adalah penelitian harus
diatur waktunya sebaik mungkin sehingga tidak
terlalu lama dan menyita waktu untuk proses
skripsi selanjutnya. Ada baiknya di sesuaikan
dengan waktu ujian skripsi. Sehingga tidak terlalu
berlama-lama dalam penelitian. Apabila pengam-
bilan data terlalu lama maka akan mengakibatkan
waktu terbuang untuk perbaikan atau juga untuk
persiapan ujian. Selain itu juga perlu dilihat
kemampuan biaya penelitian dan tenaga.
68| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
c. Revisi
Revisi adalah proses perbaikan terhadap
perubahan isi skripsi yang dihasilkan dari proses
konsultasi pada dosen pembimbing. Revisi akan
selalu terjadi, dikarenakan mahasiswa wajib
melakukan konsultasi atas pengembangan isi skripsi
yang sedang ditulis.
Sifat revisi biasanya wajib. Karena revisi adalah
hasil pembimbingan. Lingkup revisi bervariasi
tergantung hasil bimbingan. Ada kalanya sedikit
atau hanya beberapa bagian saja, namun ada juga
sangat banyak untuk direvisi, bahkan bisa juga
revisi secara total mulai dari judul hingga isi.
Yang harus diingat dalam revisi adalah jika
dosen pembimbing merevisi berupa perbaikan pada
beberapa bagian skripsi maka harus diperbaiki
sesuai dengan hasil konsultasi. Hal ini penting,
karena seringkali revisi yang dilakukan mahasiswa
selalu direvisi kembali oleh dosen pembimbing.
Oleh karena itu dalam konsultasi dengan dosen
pembimbing, cermatilah bagian-bagian mana saja
yang direvisi oleh dosen pembimbing.
d. Persetujuan Ujian (ACC)
Setelah kita merampungkan isi skripsi
berdasarkan hasil bimbingan dengan dosen
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |69
pembimbing, maka selanjutnya skripsi akan diujikan
dengan persetujuan dosen pembimbing I dan II.
Dalam sebutan dunia kampus proses persetujuan
ujian biasanya disebut dengan sebutan “acc”.
Apabila sudah di “acc”, maka kita dapat mendaftar
pada panitia ujian skripsi di prodi/jurusan.
Persetujuan ujian oleh dosen pembimbing ditandai
dengan tanda tangan oleh dosen pembimbing.
Persetujuan ujian sebaiknya dilakukan jauh hari
sebelum waktu ujian. Agar ada persiapan dalam
ujian nanti. Biasanya “acc” dilakukan terlebih
dahulu dari dosen pembimbing I, setelah itu dosen
pembimbing II. Oleh karena itu jangan lupa untuk
menyiapkan lembar persetujuan ujian pada bagian
isi skripsi yang tercantum judul, dan nama dosen
pembimbing.
e. Ujian Skripsi
Ujian Skripsi adalah tahapan akhir dari proses
penulisan skripsi. dalam ujian tidak ada lagi revisi,
oleh karena itu pastikan isi skripsi sudah
diperbaiki berdasarkan hasil pembimbingan. Data-
data hasil penelitian juga disiapkan sebagai bukti.
Dan jangan lupa siapkan diri secara mental dan
fisik. Ujian skripsi dilakukan serupa dengan
seminar proposal, bedanya kalau di seminar
70| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
proposal hanya masalah penelitian, teori dan
metodologi yang diujiankan, maka di ujian skripsi
yang diujiankan adalah keseluruhan isi skripsi yang
sudah disusun oleh mahasiswa.
Pada ujian skripsi, mahasiswa akan didampingi
oleh dosen pembimbing untuk memimpin sidang
ujian skripsi dan diuji oleh beberapa dosen penguji,
biasanya 3-5 dosen. Terdiri dari 2 dosen
pembimbing dan 3 orang dosen penguji.
Yang perlu di ingat, bahwa penguasaan isi skripsi
menjadi tolak ukur kemampuan mahasiswa dalam
menjawab setiap pertanyaan dosen penguji. Jika
ada pertanyaan yang tidak mampu dijawab maka
sebaiknya meminta bantuan kepada dosen
pembimbing untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Demikian ulasan Jangan Takut Menulis Skripsi,
semoga mahasiswa dan para dosen dapat tercerahkan
dalam mengarungi bahtera skripsi. Banyak pengalaman
yang membuktian bahwa antara mahasiswa dan dosen
pembimbing ibarat penumpang, dosen sebagai nahkoda
yang mengarahkan kapal menuju tujuan sendangkan
mahasiswa adalah awak, sehingga antara dosen
pembimbing dan mahasiswa harus saling mengerti dan
tetap berada dalam satu komando “skripsi selesai tanpa
rasa takut. Ayo Jangan takut Menulis Skripsi.
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |71
DAFTAR PUSTAKA
al-Qarni, A. (2005). LA TAHZAN: Jangan Bersedih.
Jakarta: Qisthi Press.
http://fahum.uinsby.ac.id/wp-
content/uploads/2014/02/pedoman-penulisan-
skripsi-S1.pdf.
http://forum.kompas.com/sekolah-pendidikan/217804-
pengertian-skripsi.html.
http://forum.kompas.com/sekolah-pendidikan/217804-
pengertian-skripsi.html.
http://lengkapskripsi.blogspot.com/2013/07/pengertian
-skripsi.html.
http://penerbitbukudeepublish.com/6-cara-skripsi-
tepat-waktu/, diakses pada Kamis 17 Mei 2018,
Pukul 10.41 WIT.
https://life.idntimes.com/education/priscilla/11-cara-
gila-mengerjakan-skripsi-agar-tugas-akhrimu-ini-
selesai-secepatnya/full, diakses pada Kamis 17
Mei 2018 pukul 10:50 WIB.
https://portal-ilmu.com/tips-menyelesaikan-skripsi/.
https://student.cnnindonesia.com/edukasi/2017091409
5618-445-241639/10-tips-sukses-menulis-
72| Jangan TAKUT Menulis Skripsi
skripsi/, diakses pada Kamis 17 Mei 2018, Pukul
10:44 WIT.
Prasetyo, K. A. (2015). World 2013 Panduan Karya Tulis
Ilmiah. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Rifai, M. A. (2005). PEGANGAN GAYA PENULISAN,
PENYUNTINGAN DAN PENERBITAN.
Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Suratno, B. N. (2012). Agar Sukses Menulis Skripsi.
Jakarta: PT. Dian Loka.
Suyitno, I. (2013). KARYA TULIS ILMIAH; Panduan,
Teori, Pelatihan dan Contoh. Bandung: PT. Refika
Aditama.
Wawancara lepas dengan alumni Prodi Ilmu
Pemerintahan Fisip Uncen Jayapura, medio Maret
2018.
Jangan TAKUT Menulis Skripsi |73
BIOGRAFI PENULIS
Muliadi Anangkota. Lahir dan besar
di Fak-Fak 24 Juli 1984. Bekerja
sebagai dosen di Universitas
Cenderawasih Jayapura Papua.
Penulis sudah menyelesaikan S1
Ilmu Pemerintahan dan S2
Kebijakan Publik. Saat ini selain mengajar juga sebagai
tenaga ahli Program GERBANGMAS PAPUA Bappeda
Provinsi Papua. Penulis merupakan alumni Dosen Magang
Kemenristekdikti penempatan di Fisip Unpad Bandung
Tahun 2017. Penulis menikah dengan Sakinah Laode Dini,
dikaruniai Putri Adinda Indah Rahmawati Anangkota.
Hobi menulis, Meneliti, Olahraga dan Pendampingan
Program Pemerintah. email: [email protected],
Website : anangkota.id
74| Jangan TAKUT Menulis Skripsi