The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

RANCANGAN AKTUALISASI RINI DESIASTUTI, A. Md. Farm.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN KARTU STOK DALAM PENGELOLAAN OBAT DAN BMHP (BAHAN MEDIS HABIS PAKAI) DI APOTEK UPT PUSKESMAS BAHAUR TENGAH KECAMATAN KAHAYAN KUALA KABUPATEN PULANG PISAU
Golongan : II
Angkatan : XXIII
Kelompok : 2
NDH : 14
Tahun : 2023
BPSDM PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rini D, 2023-04-13 07:23:05

RANCANGAN AKTUALISASI RINI DESIASTUTI, A. Md. Farm.

RANCANGAN AKTUALISASI RINI DESIASTUTI, A. Md. Farm.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN KARTU STOK DALAM PENGELOLAAN OBAT DAN BMHP (BAHAN MEDIS HABIS PAKAI) DI APOTEK UPT PUSKESMAS BAHAUR TENGAH KECAMATAN KAHAYAN KUALA KABUPATEN PULANG PISAU
Golongan : II
Angkatan : XXIII
Kelompok : 2
NDH : 14
Tahun : 2023
BPSDM PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Keywords: Rancangan Aktualisasi,Latsar,BPSDM,Kartu Stok,Farmasi,Rini

40 g. Networking Seorang ASN harus mampu untuk membangun dan menjalin hubungan dengan orang lain atau organisasi lain juga perlu untuk dilakukan. Mengingat sinergi dengan instansi atau orang lain, dapat mempermudah aparat negara dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. h. Enterpreneurship Enterpreneurship adalah keyakinan kuat yang ada dalam diri seseorang untuk mengubah dunia melalui ide dan inovasinya. Keyakinan ini kemudia ditindaklanjuti dengan keberanian mengambil risiko mewujudkan ide dan inovasinya tersebut melalui organisasi yang didirikannya, mulai dari membangun, memelihara, dan mengembangkannya sampai menghasilkan dampak nyata bagi dunia. Membangun dan menjalin hubungan dengan orang lain atau organisasi lain juga perlu untuk dilakukan. Mengingat sinergi dengan instansi atau orang lain, dapat mempermudah aparat negara dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. 3.3 Rancangan Aktualisasi 3.3.1 Identifikasi Isu Isu atau masalah adalah kesenjangan antara idealita (seharusnya) dengan realita (kenyataannya). Rencana kegiatan Aktualisasi yang akan dilaksanakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukamara


41 sesuai dengan nilai-nilai dasar ASN Berorietasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (BerAKHLAK) dan sesuai dengan peran dan kedudukan ASN (Manajemen ASN) dan Smart ASN dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari hasil penelusuran tugas pokok dan fungsi serta uraian tugas, dalam menjalankan tugas penulis mendapatkan beberapa isu terkait dengan pelayanan kefarmasian di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Menurut pengamatan penulis terdapat beberapa isu yang dijabarkan dalam Tabel 3.1 sebagai berikut


4 Tabel 3.1 Identifikasi No. Identifikasi Isu Deskripsi Isu Kondisi Saat Ini Penye 1 Belum optimalnya penggunaan keranjang kadaluarsa obat di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau Masih belum optimalnya penggunaan keranjang kadaluarsa obat di Gudang Farmasi Sampai saat ini keranjang kadaluarsa obat belum digunakan dengan baik Petugas memaha pentingn memilah sudah ka kemudian memisah dari rak o aman dig


2 Isu dan Deskripsi Isu ebab Isu Data Pendukung Dikaitkan dengan Agenda III Kondisi yang diharapkan kurang mi akan ya obat yang adaluarsa, n hkannya obat yang gunakan Gambar 3.1 Keranjang obat di Gudang Farmasi Managemen ASN : Melakukan tugas secara profesional Terjadinya peningkatan rasa tanggung jawab guna memberikan pelayanan terbaik dan menghidari kefatalan salah pemberian obat


4 2 Belum optimalnya penggunaan kartu stok dalam pengelolaan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) di Apotek UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau Masih belum optimalnya penggunaan kartu stok dalam pelayanan di Apotek Puskesmas Sampai saat ini Apotek Puskesmas masih belum memiliki kartu stok di bagian Apotek a. Masih tersed kartu s Apote Puske b. Masih renda pemah menge pentin pengg kartu s peman keama kelaya c. Terjad keterla pendis obat d Apote tidak t denga d. Tidak pelapo menge masuk dan B Apote


3 h belum dianya stok di k esmas h hnya haman enai ngnya gunaan stok demi ntauan anan dan akan obat dinya ambatan stribusian dan BMHP k karena terpantau an benar adanya oran enai keluar knya obat MHP di k Gambar 3.2 Keadaan Apotek Puskesmas Managemen ASN : Masih belum mampu memberikan pelayanan yang prima terbukti masih kurang disiplinnya petugas dalam pemantauan obat, serta melakukan pendokumentasian yang profesional Maksimalnya pelayanan kefarmasian dan meningkatnya rasa tanggung jawab dalam mengelola obatobatan dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) di Apotek Puskesmas


4 3 Belum optimalnya pelayanan kefarmasian melalui penerapan telaah resep di ruang farmasi UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau Masih belum optimalnya perlakuan telaah resep sebelum menyiapkan obat kepada pasien Sampai saat ini meja telaah disatukan dengan meja peracikan obat, sehingga meja menjadi penuh sehingga telaah resep kurang optimal Masih be tersedian telaah ya standar 4 Belum optimalnya penggunaan penanda label obat Hight Alert dan LASA di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Masih belum optimalnya penggunaan penanda label obat Hight Alert dan LASA Penandaan label Hight Alert yang belum digunakan, label LASA hanya digunakan di Apotek tetapi tidak dilakukan a. Masih kesad Petug pengg label H dan LA b. Ruang penyim obat y kurang sehing


4 elum nya meja ang sesuai Gambar 3.3 Apotek Puskesmas Managemen ASN : Menjadikan ASN yang profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya Meningkatnya standar pelayanan yang didukung dengan fasilitas yang memadai kurangnya daran as dalam gunaan Hight Alert ASA g mpanan yang g luas, gga Gambar 3.4 Gudang Farmasi Puskesmas Managemen ASN ; Masih harus terus melakukan perbaikan dan pengoptimalan penggunaan ruangan penyimpanan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) Maksimalnya penggunaan penanda label obat dan pemanfaatan ruang penyimpanan obat


4 Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau di Gudang Farmasi penyim obat k efektif 5 Tidak tersedianya monitoring suhu penyimpanan obat di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau Masih belum tersidianya pengukur suhu ruangan yang berfungsi dengan baik Sampai saat ini pengukur suhu ruang di Gudang Farmasi tidak berfungsi sedangkan di Apotek tidak memiliki alat pengukur suhu Petugas menyada pentingn monitorin ruang ag dan BMH Medis Ha tidak rusa sebelum


5 mpanan kurang f kurang ari ya ng suhu gar obat HP (Bahan abis Pakai) ak waktunya Gambar 3.5 Gudang Farmasi Puskesmas Managemen ASN : Masih harus terus melaukan perbaikan terhadap pematauan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) Maksimalnya pemantauan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) dari kerusakan


46 3.3.2 Analisis Tapisan Isu Dalam upaya menyikapi isu-isu aktual serta tantangan perubahan dan perkembangan yang terjadi, perlu ditentukan isu – isu yang menjadi prioritas untuk ditangani. Beberapa isu yang telah didapat, dilakukan validasi menggunakan teknik analisis APKL (Aktual, Problematik, Khalayak Kelayakan). Aktual artinya isu tersebut benar-benar terjadi. Problematik artinya isu tersebut memiliki masalah yang komplek. Kekhalayakan artinya isu tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak. Kelayakan artinya isu tersebut masuk akal, realistis dan dapat di munculkan pemecahan masalahnya. Validasi isu dengan teknik analisis APKL dijelaskan Tabel 3.2. Setelah mendapatkan isu-isu yang ada di puskesmas dan wilyah kerja UPT Puskesmas Bahaur Tengah maka tahapan selanjutnya adalah melakukan identifikasi analisa isu menggunakan metode APKL. Adapun penentuan isu dengan menggunakan metode APKL adalah sebagai berikut: a. Aktual, Artinya Isu atau pokok persoalan sedang terjadi atau akan terjadi dan sedang menjadi perbincaraan b. Problematik, artinya isu yang menyimpang dari kondisi yang seharusnya, standar ketentuan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu dicari penyebab dan pemecahannya c. Kekhalayakan, Artinya isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang banyak, d. Kelayakan, artinya bersifat logis dan patut dibahas sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.. Validasi isu-isu dengan teknik analisis APKL dijelaskan pada Tabel 3.2.


47 Tabel 3.2 Analisis Tapisan Isu dengan Metode APKL No. Isu Faktor Total Nilai Peringkat A P K L 1. Belum optimalnya penggunaan keranjang kadaluarsa obat di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 2 2 1 2 7 5 2. Belum optimalnya penggunaan kartu stok dalam pengelolaan obat BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) di Apotek UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 4 5 4 5 18 1 3. Belum optimalnya pelayanan kefarmasian melalui penerapan telaah resep di ruang farmasi UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 3 3 2 3 11 3 4. Belum optimalnya penggunaan penanda label obat Hight Alert dan LASA di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 3 4 4 4 15 2 5. Tidak tersedianya 9 4


48 monitoring suhu penyimpanan obat di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 3 2 2 2 Adapun kriteria penetapan indikator APKL yaitu: Aktual 1. Pernah benar-benar terjadi 2. benar-benar sering terjadi 3. benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan 4. benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaraan 5. benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan Problematik 1. masalah sederhana 2. masalah kurang komplek 3. masalah cukup komplek namun tidak perlu segera di carikan solusi 4. masalah komplek 5. masalah sangat komplek sehingga perlu segera solusinya


49 Kekhalayakan 1. tidak menyangkut hidup orang banyak 2. sedikit menyangkut hidup orang banyak 3. cukup menyangkut hidup orang banyak 4. menyangkut hidup orang banyak 5. sangat menyangkut hidup orang banyak Kelayakan 1. masuk akal 2. realistis 3. cukup masuk akal dan realistis 4. masuk akal dan realistis 5. Masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalah. Isu – isu yang telah dianalisis dengan teknik analisis APKL akan menghasilkan isu mana yang memenuhi syarat atau layak diangkat menjadi isu permasalahan, berdasarkan Tabel 3.1 didapatkan 3 isu yang memenuhi syarat atau layak, kemudian ketiga isu permasalahan tersebut nantinya akan ditentukan isu mana yang menjadi prioritas dengan menggunakan teknik analisis USG (Urgency, Seriousness,


50 and Growth). Teknik analisis USG merupakan alat analisis yang digunakan untuk menyusun urutan prioritas yang penting, serius, dan berkembang untuk diselesaikan. Isu yang memiliki total skor tertinggi merupakan isu prioritas. Cara menggunakan metode USG adalah dengan menentukan nilai tingkat urgensi, keseriusan, dan perkembangan masalah pada masing-masing masalah pokok dengan memberikan skala nilai 1-5 (keterangan: 5 = sangat besar, 4 = besar, 3 = sedang, 2 = kecil, 1 = sangat kecil). Tiga komponen USG adalah sebagai berikut : 1. Urgency, berarti seberapa mendesaknya masalah tersebut untuk diselesaikan berkaitan dengan dimensi waktu; 2. Seriousness, mengacu pada penyelesaian masalah dikaitkan dengan kaitan dengan akbat yang bisa menimbulkan masalah baru; 3. Growth, berkaitan dengan kemungkinan berkembang memburuknya jika tidak diselesaikan. Sehingga diperoleh isu prioritas untuk diselesaikan permasalahannya sesuai tabel 3.3.


51 Tabel 3.3 Analisis Isu Menggunakan Kriteria USG No. Isu Faktor Prioritas Peringkat U S G 1. Belum optimalnya penggunaan keranjang kadaluarsa obat di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 3 3 4 10 5 2. Belum optimalnya penggunaan kartu stok dalam pengelolaan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) di Apotek UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 5 5 5 15 1 3. Belum optimalnya pelayanan kefarmasian melalui penerapan telaah resep di ruang farmasi UPT Puskesmas 4 4 4 12 3


52 Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 4. Belum optimalnya penggunaan penanda label obat Hight Alert dan LASA di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 4 5 4 13 2 5. Tidak tersedianya monitoring suhu penyimpanan obat di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau 3 4 4 11 4 Adapun kriteria penetapan indikator USG, yaitu: Urgency: 1. Tidak penting


53 2. Kurang penting 3. Cukup penting 4. Penting 5. Sangat penting Seriousness: 1. Akibat yang ditimbulkan tidak serius 2. Akibat yang ditimbulkan kurang serius 3. Akibat yang ditimbulkan cukup serius 4. Akibat yang ditimbulkan serius 5. Akibat yang ditimbulkan sangat serius Growth: 1. Tidak berkembang 2. Kurang berkembang 3. Cukup berkembang 4. Berkembang 5. Sangat berkembang Berdasarkan hasil analisis pada metode USG diatas, maka isu paling prioritas yang didapatkan adalah “Belum optimalnya penggunaan kartu stok dalam pengelolaan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) di Apotek UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau”. Isu tersebut menjadi isu paling prioritas diantara isu-isu yang lainnya dikarenakan lebih mendesak untuk segera diatasi agar tidak menimbulkan kemungkinan masalah lainnya.


54 3.3.3 Analisis Penyebab Isu Dari sejumlah isu yang telah dianalisis dengan teknik tapisan, selanjutnya dilakukan analisis secara mendalam untuk mengetahui penyebab terjadinya isudengan menggunakan teknik analisis diagram Fishbone. Diagram Fishbone akan mengidentifikasi berbagai sebab potensial dari satu efek atau masalah. Masalah tersebut akan dipecah menjadi sejumlah kategori yang berkaitan mencakup surroundings (lingkungan), system (sistem), skills (keterampilan), dan materials (bahan). Hasil analisis menggunakan diagram Fishbone dapat dilihat pada Gambar 3.6.


5 Gambar 3.3 Analisis Penyebab


5 Isu dengan Diagram Fishbone


56 Berdasarkan hasil analisi diagram fishbone di atas yakni belum optimalnya penggunaan kartu stok dalam pengelolaan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) di Apotek UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau, maka dapat di identifikasi bahwa isu strategis yang terjadi yakni disebabkan beberapa faktor. Faktor penghambat diantaranya adalah : 1. System a. Data yang tidak sesuai b. Tidak adanya SOP 2. Bahan (Materials) a. Belum tersedianya kartu stok di Apotek 3. Lingkungan (sorroundings) a. Pencatatan tidak sesuai keadaan b. Memperlambat proses pengumpulan data c. Memperlambat proses distribusi 4. Kemampuan (Skills) a. Kurangnya inisiatif pekerja dalam monitoring/pemantauan obat 3.3.4 Gagasan Penyelesaian Isu Setelah menganalisis dari munculnya isu yang diangkat dan mengetahui penyebab dari isu tersebut yaitu masih kurangnya inisiatif petugas akan pentingnya penggunaan kartu stok guna memonitoring atau memantau keadaan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) di Apotek Puskesmas. Maka perlu dilakukan optimalisasi peningkatan pemahaman petugas dengan melakukan tahapan sebagai berikut. 1. Meminta Persetujuan Kepada Atasan untuk Melaksanakan Kegiatan Aktualisasi dan Melakukan Konsultasi dengan


57 Mentor; 2. Membuat SOP penggunaan Kartu Stok; 3. Menyiapkan kartu stok; 4. Mengelompokan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) sesuai dengan jenis dan bentuk sediaan; 5. Melakukan sosialisasi dan persamaan presepsi dengan rekan sejawat mengenai penggunaan kartu stok di UPT Puskesmas Bahaur Tengah; 6. Mencatat masuk dan keluarnya obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) perhari; 7. Merekap dan melakukan Pelaporan hasil kegiatan aktualisasi kepada mentor/Kepala Puskesmas. 3.3.5 Rancangan Kegiatan dan Tahapan Kegiatan Aktualisasi Pada rancangan kegiatan, masing-masing kegiatan disusun dalam tahapan kegiatan dengan dikaitkan pada materi Agenda II yaitu nilai-nilai dasar BerAKHLAK dan materi Agenda III (Manajemen ASN dan Smart ASN). Tahapan kegiatan dan kegiatan rancangan aktualisasi dapat dilihat pada tabel 3.4. Tabel 3.4 Rancangan Kegiatan dan Tahapan Kegiatan No. Kegiatan Tahap Kegiatan 1 Meminta Persetujuan Kepada Atasan untuk Melaksanakan Kegiatan Aktualisasi dan Melakukan Konsultasi dengan Mentor 1. Membuat jadwal pertemuan dengan atasan untuk memohon ijin persetujuan kegiatan aktualisasi diunit kerja 2. Membuat surat ijin persetujuan kegiatan kepimpinan 3. Membuat jadwal konsultasi dengan mentor 4. Melaksanakan konsultasi dengan mentor terkait isu-isu dan rancangan kegiatan aktualisasi 2 Membuat SOP penggunaan Kartu 1. Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor megenai rencana


58 Stok pembuatan SOP Penggunaan kartu stok 2. Menyampaikan draf SOP Kepada kepala Puskesmas dan meminta saran dan masukan dalam pembuatan SOP penggunaan kartu stok 3. Meminta arahan dan masukan kepada rekan kerja dalam pembuatan SOP penggunaan kartu stok 4. Membuat dan mencetak SOP penggunaan kartu stok 5. Meminta persetujuan kepala puskesmas dan pengesahan SOP penggunaan kartu stok dengan menandatangi SOP kartu stok/kendali 3 Berkoordinasi dengan bagian pengadaan untuk ketersediaan kartu stok 1. Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor mengenai rencana kegiatan pembuatan dan penyiapan kartu stok 2. Menyampaikan rencana kepada rekan kerja yang terlibat dan membuat jadwal pelaksanaan 3. Melaksanakan kegiatan berkordinasi dengan bagian pengadaaan guna tersedianya kartu stok pada ruang Apotek Puskesmas 4 Mengelompokan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) sesuai dengan jenis dan bentuk sediaan 1. Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor mengenai rencana kegiatan penyusunan rak obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) di Apotek 2..Menyampaikan rencana kepada rekan kerja yang terlibat dan membuat jadwal pelaksanaan 3. Melaksanakan kegiatan penyusunan rak obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) seusai dengan jenis dan bentuk sediaan 5 Melakukan sosialisasi dan persamaan presepsi dengan rekan sejawat 1. Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor dalam rencana kegiatan sosialisasi dan persamaan persepsi dengan rekan


59 mengenai penggunaan kartu stok di UPT Puskesmas Bahaur Tengah sejawat untuk penerapan penggunaan kartu stok di Apotek 2. Menyiapkan materi kegiatan dan jadwal kegiatan 3. Menyampaikan rencana kegiatan kepada rekan sejawat kefarmasian di UPT Puskesmas Bahaur Tengah 4. Melaksanakan kegiatan sosialisasi dan persamaan persepsi dalam penerapan penggunaan kartu stok sesuai SOP 6 Mencatat masuk dan keluarnya obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) perhari serta melakukan monitoring dan evaluasi penerapan SOP penggunaan kartu stok di Apotek Puskesmas Bahaur Tengah 1. Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor mengenai rencana kegiatan penyusunan rak obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) di Apotek 2. Menyampaikan rencana kegiatan kepada rekan sejawat kefarmasian di UPT Puskesmas Bahaur Tengah 3. Melaksanakan kegiatan pencatatan masuk dan keluarnya obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) perhari di kartu stok sesuai dengan SOP 4. Melaksanakan monitoring dan pengawasan penerapan SOP penggunaan kartu stok oleh petugas kefarmasian 5. Melakukan evaluasi penerapan SOP penggunaan kartu stok pada petugas kefarmasian 7 Menyusun laporan hasil kegiatan aktualisasi kepada mentor/Kepala Puskesmas 1. Melakukan konsultasi dengan mentor 2. Melakukan konsultasi dengan coach 3. Mencetak laporan aktualisasi


6 3.3.6 Matrik Rancangan Aktualisasi RANCANGAN PELATIHAN DASAR CPNS KABUP Unit Kerja Identifikasi Isu : UPT Puskesmas Puskesmas Bahaur T 1. Belum optimalnya penggunaan ker Kecamatan Kahayan Kuala Kabupate 2. Belum optimalnya penggunaan kartu Tengah Kecamatan Kahayan Kuala K 3. Belum optimalnya pelayanan kefarm Puskesmas Bahaur Tengah Kecamat 4. Belum optimalnya penggunaan pena Tengah Kecamatan Kahayan Kuala K


0 N AKTUALISASI PATEN PULANG PISAU TAHUN 2023 Tengah ranjang kadaluarsa obat di UPT Puskesmas Bahaur Tengah en Pulan Pisau. stok dalam pengelolaan obat di Apotek UPT Puskesmas Bahaur Kabupaten Pulan Pisau. masian melalui penerapan telaah resep di ruang farmasi UPT tan Kahayan Kuala Kabupaten Pulan Pisau. anda label obat Hight Alert dan LASA di UPT Puskesmas Bahaur Kabupaten Pulan Pisau.


6 5. Tidak tersedianya monitoring suhu pe Kahayan Kuala Kabupaten Pulan Pis Isu yang di angkat : Belum optimalnya penggunaan kartu Tengah Kecamatan Kahayan Kuala K Gagasan Pemecahan : Mengoptimalkan pemahaman petuga dengan SOP dalam melaksakan tuga


1 enyimpanan obat di UPT Puskesmas Bahaur Tengah Kecamatan sau. stok dalam pengelolaan obat di Apotek UPT Puskesmas Bahaur Kabupaten Pulan Pisau. as kefarmasian dalam penerapan penggunaan kartu stok sesuai asnya sebagai petugas kefarmasian.


6 Tabel 3.5 Matriks Ra No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Hasil 1 Meminta Persetujuan Kepada Atasan untuk Melaksanakan Kegiatan Aktualisasi dan Melakukan Konsultasi dengan Mentor 1. Membuat jadwal pertemuan dengan atasan untuk memohon ijin persetujuan kegiatan aktualisasi diunit kerja 2. Membuat surat ijin persetujuan kegiatan kepimpinan 3. Membuat jadwal konsultasi dengan mentor 4. Melaksanakan konsultasi a. Terlaksananya pertemuan dengan Kepala Puskesmas. b. Terbitnya surat izin persetujuan melaksanakan kegiatan yang ditandatangani oleh pimpinan. c. Adanya masukan dan saran dari mentor. d. Tersedianya draf bahan materi konsultasi.


2 ancangan Aktualisasi Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Konstribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi Penguatan Terhadap Nilai-Nilai Organisasi 1 Berorientasi pelayanan: Menyiapkan Bahan untuk dikonsultasikan kepada pimpinan dengan cekatan dan solutif. 2 Akuntabel: menyiapkan bahan konsultasi dengan penuh tanggung jawab dan akan dengan Teliti mencatat semua masukan dan saran dari pimpinan. 3 Kompeten: dalam melakukan konsultasi dan membuat surat izin persetujuan saya akan melakukannya dengan Dengan terlaksananya kegiatan ini maka dapat mewujudkan Misi kabupaten Pulang Pisau yakni pada poin kedua yaitu peningkatan kualitas SDM. Pelaksanaan kegiatan ini yang didasarkan pada nilai - nilai dasar ASN dan nilai kedudukan dan peran ASN dalam NKRI dengan memperkuat nilai: 1) Integritas 2) Nasionalis me 3) Profesion alisme 4) Hospitality 5) Inovatif


6 dengan mentor terkait isu -isu dan rancangan kegiatan aktualisasi


3 kualitas terbaik yang saya miliki. 4 Harmonis: disaat saya meminta arahan dan persetujuan dari mentor, maka saya akan menerima masukan dan menghargai setiap saran yang diberikan tanpa memandang latar belakang mentor saya. 5 Loyal: berpegang teguh pada komitmen pada saat saya menjalankan tugas yang diberikan oleh pimpinan ataupun mentor. 6 Adaptif: pada saat saya melakukan konsultasi, saya akan menerima apapun saran yang telah diberikan oleh mentor apabila ada perubahan terhadap masalah yang 6) Akuntabel


6


4 dikonsultasikan dan akan bersikap proaktif dalam mengembangkan kreatifitas. 7 Kolaboratif: Berdiskusi dengan mentor untuk mendapatkan sebuah kesepakatan dan tujuan yang ingin dicapai. 8 SMART ASN (Integritas): tepat waktu pada saat ingin bertemu dengan pimpinan SMART ASN (Nasionalisme): pada saat menggunakan bahasa yang mudah dipahami kepada pimpinan yaitu bahasa Indonesia SMART ASN (Profesionalisme ): menjalankan saran atau masukan dari mentor dengan sebaikbaiknya dan penuh


6 2 Membuat SOP penggunaan Kartu Stok 1. Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor megenai rencana pembuatan SOP a. Adanya masukan dan saran dari mentor b. Tersedianya materi bahan untuk pembuatan SOP penggunaan kartu stok. Adanya saran dan masukan dari kepala puskesmas


5 dengan tanggung jawab SMART ASN (Digital Skills): disini saya menggunakan laptop, hp, dan apps MS Office untuk menyiapkan bahan Konsultasi 9 Manajemen ASN: Profesional tidak memaksakan kehendak dalam menyampaikan tujuan kita kepada pimpinan dan ramah dalam bertutur kata kepada saat bertemu dengan pimpinan. 1 Berorientasi pelayanan: Menyiapkan rencana pembuatan SOP kepada pimpinan, mentor dan rekan kerja dengan ramah dan menyiapkan bahan draf SOP yang akan di konsultasikan Dengan terlaksananya kegiatan ini maka dapat mewujudkan Misi kabupaten Pulang Pisau yakni pada poin kedua Pelaksanaan kegiatan ini yang didasarkan pada nilai - nilai dasar ASN dan nilai kedudukan dan peran


6 Penggunaan kartu stok 2. Menyampaikan draf SOP Kepada kepala Puskesmas dan meminta saran dan masukan dalam pembuatan SOP penggunaan kartu stok 3. Meminta arahan dan masukan kepada rekan kerja dalam pembuatan SOP penggunaan kartu stok 4. Membuat dan mencetak SOP dan adanya ijin untuk pelaksanaan pembuatan SOP penggunaan kartu stok c. Adanya saran dan masukan dari rekan kerja dalam pembuatan SOP penggunaan kartu stok d. Tersedianya SOP penggunaan kartu stok e. Dengan di sahkannya SOP penggunaan kartu stok oleh kepala puskesmas maka SOP penggunaan kartu stok sudah bisa digunakan oleh Tenaga Kefarmasian.


6 ke pimpinan dengan solutif dan cekatan 2 Akuntabel: menyiapkan bahan materi pembuatan SOP kartu stok dengan penuh tanggung tekun dan penuh tanggung jawab 3 Kompeten: Teliti dalam proses pengetikan agar tidak ada kesalahan dalam hasil SOP kartu stok 4 Harmonis: sopan dan santun dalam menyampaikan rencana pembuatan SOP kepada pimpinan, mentor dan rekan kerja yang terlibat, serta menerima dan menghargai masukan dan saran yang diberikan yaitu peningkatan kualitas SDM. ASN dalam NKRI dengan memperkuat nilai: 1) Integritas 2) Nasionalis me 3) Profesion alisme 4) Hospitality 5) Inovatif 6) Akuntabel


6 penggunaan kartu stok 5. Meminta persetujuan kepala puskesmas dan pengesahan SOP penggunaan kartu stok dengan menandatangi SOP kartu stok/kendali


7 5 Loyal: Efektif dan efisien, hasil dapat dipertanggungjawabkan 6 Adaptif: Tepat waktu dalam menyelesaikan pembuatan SOP penggunaan kartu stok dengan selalu bertindak proaktif meminta saran dan bekerjasama dengan rekan kerja serta terus berinovasi dalam pembuatan SOP penggunaan kartu stok 7 Kolaboratif: Terbuka akan saran dan masukan mengenai penyusunan SOP kartu stok untuk menghasilkan nilai SOP yang lebih baik 8 SMART ASN (Integritas): berperilaku sesuai dengan norma, etika dan jujur dalam pembuatan SOP


6


8 penggunaan kartu stok yang baik dan tepat SMART ASN (Nasionalisme): pada saat menggunakan bahasa yang mudah dipahami kepada pimpinan yaitu bahasa Indonesia SMART ASN (Profesionalisme ): pada saat menyampaikan rencana kepada mentor, kepala puskesmas, dan rekan kerja selalu menggunakan bahasa yang baik bahasa Indonesia SMART ASN (Digital Skills): dalam pembuatan SOP saya menggunakan laptop, hp, dan apps MS Office 9 Manajemen ASN: Melaksanakan pembuatan SOP


6 3 Berkoordinasi dengan bagian pengadaan untuk ketersediaan kartu stok 1. Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor mengenai rencana kegiatan pembuatan dan penyiapan kartu stok 2. Menyampaikan rencana kepada rekan kerja yang terlibat dan membuat jadwal pelaksanaan 3. Melaksanakan a. Adanya masukan dan saran dari mentor guna terlaksanya kegiatan b. Adanya saran dan masukan dari rekan kerja mengenai pembuatan dan penyiapan kartu stok c. Terlaksanyanya kordinasi ketersediaan kartu stok untuk petugas farmasi di UPT Puskesmas Bahaur Tengah


9 dengan profesional sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. 1 Berorientasi pelayanan: Menyiapkan Bahan untuk dikonsultasikan kepada pimpinan dengan cekatan dan solutif. 2 Akuntabel: saya akan menyiapkan bahan konsultasi dengan penuh tanggung jawab dan akan dengan Teliti mencatat semua masukan dan saran dari pimpinan, mentor dan rekan sejawat. 3 Kompeten: dalam melakukan penyiapan kartu stok melakukannya dengan Dengan terlaksananya kegiatan ini maka dapat mewujudkan Misi kabupaten Pulang Pisau yakni pada poin kedua yaitu peningkatan kualitas SDM. Pelaksanaan kegiatan ini yang didasarkan pada nilai - nilai dasar ASN dan nilai kedudukan dan peran ASN dalam NKRI dengan memperkuat nilai: 1) Integritas 2) Nasionalis me 3) Profesion alisme 4) Hospitality 5) Inovatif


7 kegiatan berkordinasi dengan bagian pengadaaan guna tersedianya kartu stok pada ruang Apotek Puskesmas


0 kualitas terbaik yang saya miliki. 4 Harmonis: disaat saya meminta arahan dan persetujuan dari mentor, maka saya akan menerima masukan dan menghargai setiap saran yang diberikan tanpa memandang latar belakang mentor saya. 5 Loyal: berpegang teguh pada komitmen pada saat saya menjalankan tugas yang diberikan oleh pimpinan ataupun mentor. 6 Adaptif: pada saat saya melakukan konsultasi, saya akan menerima apapun saran yang telah diberikan oleh mentor apabila ada perubahan terhadap masalah yang 6) Akuntabel


7


1 dikonsultasikan dan akan bersikap proaktif dalam mengembangkan kreatifitas. 7 Kolaboratif: Berdiskusi dengan mentor dan rekan sejawat untuk mendapatkan sebuah kesepakatan bentuk kartu stok yang mudah untuk diisi kemudian efektif dan efisien 8 SMART ASN (Integritas): membuat kartu stok sesuai dengan keahlian dan pengetahuan saya dengan sebaik-baiknya SMART ASN (Nasionalisme): pada saat menggunakan bahasa yang mudah dipahami kepada pimpinan yaitu bahasa Indonesia SMART ASN (Profesionalisme ):


7 4 Mengelompokan obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) sesuai dengan jenis dan bentuk sediaan 1. Berkonsultasi dan meminta arahan dari mentor mengenai rencana kegiatan penyusunan a. Adanya masukan dan arahan dari mentor guna terlaksanya kegiatan b. Adanya saran dan masukan dari rekan kerja mengenai pengelompokan rak obat dan BMHP


Click to View FlipBook Version