The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KOSP SMKN 6 MEDAN TAHUN 2023.2024 terbaru

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Siti Zubaidah, 2023-09-25 08:28:22

KOSP SMKN 6 MEDAN TAHUN 2023.2024 terbaru

KOSP SMKN 6 MEDAN TAHUN 2023.2024 terbaru

Keywords: #KOSP

Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 42 rofil pekerjaan/ profesi (job profile) dan peluang usaha di bidang pemasaran Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan profil pekerjaan/profesi (job profile) dalam bidang pemasaran di masa sekarang dan dimasa mendatang, seperti kasir, pramuniaga, sales executive, merchandiser, digital marketer, public relation, dan sejenisnya, serta peluang usaha di bidang pemasaran, seperti dropshipping, drop servicing, affiliate marketing, marketing agency, content creator, dan sejenisnya, serta mampu menentukan karir di bidang pemasaran yang sesuai dengan bakat, minat, dan renjana (passion). Prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan dalam bekerja Pada akhir fase E siswa mampu menerapkan prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan di tempat kerja, menangani keadaan darurat dan mengantisipasi, mempertahankan standar penampilan pribadi, memberikan umpan balik mengenai kesehatan, keselamatan, dan keamanan. Berkomunikasi dengan pelanggan Pada akhir fase E siswa mampu berkomunikasi dengan efektif dan sesuai dengan tata bahasa yang baik dan benar, menunjukkan penampilan yang menarik, berkesan, dan simpatik, mampu menentukan teknik menjual yang tepat yang sesuai dengan konsumen yang dihadapi, serta berdasarkan jenis barang dan jasa yang dipasarkan. Elemen Fase E Pemasaran barang dan jasa Pada akhir fase E siswa mampu menjelaskan konsep dan lingkup pemasaran, menganalisis pasar, menganalisis STP marketing (Segmenting, Targeting, dan Positioning), membuat rencana pemasaran, serta mampu memasarkan barang dan jasa yang sesuai dengan target pasar (product-market fit).


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 43 Perilaku konsumen Pada akhir fase E siswa mampu menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian barang dan jasa, mengidentifikasi sinyal-sinyal calon pelanggan agar dapat mewujudkan kepuasan pelanggan, serta mampu menentukan bahasa pemasaran yang tepat agar pelanggan tertarik dan puas membeli barang dan jasa yang dipasarkan. Pelayanan penjualan Pada akhir fase E siswa mampu memberikan pelayanan prima saat melakukan pelayanan penjualan, serta mampu menggunakan peralatan dan perlengkapan untuk barang dan jasa yang sedang dipromosikan. Kepuasan pelanggan Pada akhir fase E peserta didik mampu mengukur tingkat kepuasan pelanggan, serta mengatasi masalah komplain dari pelanggan. Capaian pembelajaran pada elemen-elemen Mata Pelajaran Dasar-Dasar Pemasaran dapat diuraikan sebagai berikut: Elemen Fase E Proses bisnis bidang pemasaran di berbagai industri Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan proses bisnis dalam bidang pemasaran secara menyeluruh pada berbagai jenis industri dan usaha. Perkembangan teknologi dan isu-isu terkini terkait dunia pemasaran Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan perkembangan pemasaran mulai dari konvensional sampai dengan penerapan teknologi modern, industri 4.0, Internet of Things (IoT), teknologi digital dalam pemasaran, isu-isu perkembangan yang muncul dan hilang ke depan terkait dengan dunia pemasaran, seperti digital marketing, ecommerce, marketplace, media sosial, dan sejenisnya.


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 44 Elemen Fase E Profil pekerjaan/ profesi (job profile) dan peluang usaha di bidang pemasaran Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan profil pekerjaan/profesi (job profile) dalam bidang pemasaran di masa sekarang dan dimasa mendatang, seperti kasir, pramuniaga, sales executive, merchandiser, digital marketer, public relation, dan sejenisnya, serta peluang usaha di bidang pemasaran, seperti dropshipping, drop servicing, affiliate marketing, marketing agency, content creator, dan sejenisnya, serta mampu menentukan karir di bidang pemasaran yang sesuai dengan bakat, minat, dan renjana (passion). Prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan dalam bekerja Pada akhir fase E siswa mampu menerapkan prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan di tempat kerja, menangani keadaan darurat dan mengantisipasi, mempertahankan standar penampilan pribadi, memberikan umpan balik mengenai kesehatan, keselamatan, dan keamanan. Berkomunikasi dengan pelanggan Pada akhir fase E siswa mampu berkomunikasi dengan efektif dan sesuai dengan tata bahasa yang baik dan benar, menunjukkan penampilan yang menarik, berkesan, dan simpatik, mampu menentukan teknik menjual yang tepat yang sesuai dengan konsumen yang dihadapi, serta berdasarkan jenis barang dan jasa yang dipasarkan.


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 45 Elemen Fase E Pemasaran barang dan jasa Pada akhir fase E siswa mampu menjelaskan konsep dan lingkup pemasaran, menganalisis pasar, menganalisis STP marketing (Segmenting, Targeting, dan Positioning), membuat rencana pemasaran, serta mampu memasarkan barang dan jasa yang sesuai dengan target pasar (product-market fit). Perilaku konsumen Pada akhir fase E siswa mampu menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian barang dan jasa, mengidentifikasi sinyal-sinyal calon pelanggan agar dapat mewujudkan kepuasan pelanggan, serta mampu menentukan bahasa pemasaran yang tepat agar pelanggan tertarik dan puas membeli barang dan jasa yang dipasarkan. Pelayanan penjualan Pada akhir fase E siswa mampu memberikan pelayanan prima saat melakukan pelayanan penjualan, serta mampu menggunakan peralatan dan perlengkapan untuk barang dan jasa yang sedang dipromosikan. Kepuasan pelanggan Pada akhir fase E peserta didik mampu mengukur tingkat kepuasan pelanggan, serta mengatasi masalah komplain dari pelanggan.


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 46 2. CAPAIAN PEMBELAJARAN DASAR-DASAR MANAJEMEN PERKANTORAN DAN LAYANAN BISNIS a. Rasional Mata Pelajaran Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis adalah mata pelajaran yang berisi kompetensi-kompetensi yang mendasari penguasaan keahlian pekerjaan kantor dan layanan bisnis. Mata Pelajaran Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis merupakan mata pelajaran kejuruan yang terdiri dari berbagai ilmu dasar sebagai penentu dalam mempelajari mata pelajaran yang lain dalam Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis yang berfungsi membekali peserta didik dengan seperangkat pengetahuan, keterampilan, sikap dan renjana (passion) agar memiliki dasar yang kuat dalam mempelajari mata pelajaran-mata pelajaran pada konsentrasi keahlian di kelas XI dan XII. Mata Pelajaran Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis berfungsi untuk menumbuh kembangkan keprofesionalan dan kebanggaan pada peserta didik terhadap Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, melalui pemahaman tentang proses bisnis di dunia kerja, perkembangan teknologi dan isu-isu terkini di industri, mengenali berbagai macam profesi, okupasi kerja, dan peluang usaha, mengelola surat dan dokumen berbasis digital, menggunakan peralatan dan aplikasi teknologi perkantoran, mengelola sistem informasi, melakukan komunikasi, serta memberikan layanan bisnis dan logistik sesuai standar yang ditentukan pada bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis. Pembelajaran dapat dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, model, serta metode yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang harus dipelajari, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi inisiatif, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, renjana (passion), dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. Model-model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain project based learning, problem based learning, discovery and inquiry learning, teaching factory, serta model-model lainnya yang relevan. Mata Pelajaran Dasar-Dasar Manajemen


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 47 Perkantoran dan Layanan Bisnis berkontribusi dalam menjadikan peserta didik memiliki kompetensi sebagai staf administrasi, resepsionis, asisten arsiparis, asisten sekretaris, layanan pelanggan, dan sebagai tenaga operator junior di bidang komputer dan otomatisasi perkantoran yang berakhlak mulia, mampu berkomunikasi, bernegosiasi, mampu bekerja dalam tim, mampu mengelola informasi dan gagasan, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, mandiri, dan adaptif dalam menjalankan tugas dan fungsinya. b. Tujuan Mata Pelajaran Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis Mata pelajaran Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap (soft skills dan hard skills):memahami proses bisnis manajemen perkantoran dan layanan bisnis di dunia kerja; 1. memahami perkembangan teknologi dan isu-isu terkini dalam bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis; 2. memahami profil pekerjaan/profesi (job profile) dan peluang usaha di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis; 3. menerapkan teknik dasar aktivitas perkantoran di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis; 4. mengelola dokumen berbasis digital; 5. menggunakan peralatan dan aplikasi teknologi perkantoran; 6. mengelola sistem informasi dan komunikasi organisasi; dan 7. memberikan layanan bisnis dan logistik sesuai standar yang ditentukan. c. Karakteristik Mata Pelajaran Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis Mata Pelajaran Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis berfokus pada kompetensi yang bersifat dasar yang harus dimiliki oleh tenaga administrasi dan otomatisasi perkantoran, layanan bisnis, serta jabatan lain yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dunia kerja. Mata Pelajaran DasarDasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis membutuhkan kemampuan kerja sama, ketelitian, percaya diri, dan komunikasi yang efektif. Selain itu mata pelajaran


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 48 ini memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang proses bisnis, perkembangan teknologi dan isu-isu terkini, profil pekerjaan/ profesi (job profile), serta peluang usaha di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis. Mata Pelajaran Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis meliputi: Elemen Deskripsi Proses bisnis manajemen perkantoran dan layanan bisnis di dunia kerja Meliputi pemahaman proses bisnis di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis, tahapan fungsi manajemen (perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian) dalam lingkup pekerjaan kantor, serta pengenalan rantai pasok (supply chain) dalam layanan pengelolaan barang berbasis K3 industri dan 5R. Elemen Deskripsi Perkembangan teknologi dan isuisu terkini dalam bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis Meliputi pemahaman tentang paradigma manajemen perkantoran modern, otomatisasi perkantoran, revolusi industri 4.0, budaya kerja, dan eco-green (ramah lingkungan). Profil pekerjaan/profesi (job profile) dan peluang usaha di bidang bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis Meliputi pemahaman tentang berbagai jenis profil pekerjaan/profesi (job profile) di masa sekarang dan di masa mendatang, serta peluang usaha di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis. Teknik dasar aktivitas perkantoran di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis Meliputi pemahaman tentang teknik pelayanan prima (excellence service), layanan pelanggan (customer service), serta prosedur dan instruksi kerja.


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 49 Dokumen berbasis digital Meliputi pemahaman tentang dasar-dasar prosedur penanganan dokumen, jenis peralatan pengelolaan dokumen, dan prosedur penyimpanan dokumen berbasis digital sesuai sistem yang digunakan di dunia kerja. Peralatan dan aplikasi teknologi perkantoran Meliputi pemahaman tentang jenis peralatan kantor, prosedur penggunaan peralatan kantor, pemeliharaan peralatan kantor, aplikasi perangkat lunak, prosedur penggunaan aplikasi perangkat lunak dan keras untuk perkantoran, dan prosedur mencetak dokumen. Sistem informasi dan komunikasi organisasi Meliputi pemahaman tentang jenis data dan informasi, prosedur penggunaan menu home page, dasar-dasar komunikasi lisan dan tulisan, serta prosedur komunikasi melalui media elektronik Elemen Deskripsi Layanan bisnis dan logistik sesuai standar yang ditentukan Meliputi pemahaman tentang konsep layanan bisnis perkantoran, konsep logistik, jenis dokumen logistik, layanan administrasi dokumen pergudangan, transportasi, distribusi dan pengiriman (delivery).


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 50 d. Capaian Pembelajaran Fase E (Umumnya untuk kelas X SMK/MAK) Pada akhir fase E (kelas X), peserta didik akan mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis yang dipilihnya, sehingga mampu memiliki gambaran karir dan rencana pengembangan diri di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis yang sesuai dengan bakat, minat, dan renjana (passion). Selain itu pada akhir fase E pada aspek soft skills peserta didik akan mampu menerapkan budaya kerja sesuai tuntutan pekerjaan, memahami konsep diri yang positif sesuai standar K3 dan 5R, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah dan mencari solusi, serta konsisten dalam menerapkan budaya kerja dalam layanan bisnis. Sedangkan pada aspek hard skills peserta didik mampu menerapkan elemenelemen kompetensi pada mata pelajaran Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis. Elemen Fase E Proses bisnis manajemen perkantoran dan layanan bisnis di dunia kerja Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan proses bisnis di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis, tahapan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian) dalam lingkup pekerjaan kantor, serta pengenalan rantai pasok (supply chain) dalam layanan pengelolaan barang berbasis K3 industri dan 5R. Perkembangan teknologi dan isu-isu terkini terkait manajemen perkantoran dan layanan bisnis Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan perkembangan manajemen perkantoran modern, otomatisasi perkantoran, perkembangan revolusi industri 4.0 di bidang perkantoran dan layanan bisnis, budaya kerja, dan eco-green (ramah lingkungan).


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 51 Profil pekerjaan/ profesi (job profile) dan peluang usaha di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan profil pekerjaan/profesi (job profile) di masa sekarang dan di masa mendatang, serta peluang usaha di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis. Teknik dasar aktivitas perkantoran di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan teknik pelayanan prima (excellent service), layanan pelanggan (customer service), serta prosedur dan instruksi kerja. Dokumen berbasis digital Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan dasar-dasar prosedur penanganan dokumen, jenis peralatan pengelolaan dokumen, dan prosedur penyimpanan dokumen berbasis digital sesuai sistem yang digunakan di dunia kerja. Elemen Fase E Peralatan dan aplikasi teknologi perkantoran Pada akhir fase E peserta didik mampu mengidentifikasi jenis peralatan kantor, menggunakan peralatan kantor, menerapkan prosedur pemeliharaan peralatan kantor, menggunakan aplikasi perangkat lunak dan keras untuk perkantoran, serta mampu menerapkan prosedur mencetak dokumen. Sistem informasi dan komunikasi organisasi Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan jenis data dan informasi, menerapkan prosedur penggunaan menu home page, menerapkan dasardasar komunikasi lisan dan tulisan, serta menerapkan serta prosedur komunikasi melalui media elektronik.


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 52 Layanan bisnis dan logistik sesuai standar yang ditentukan Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan konsep layanan bisnis perkantoran, konsep logistik, jenis dokumen logistik, layanan administrasi dokumen pergudangan, transportasi, distribusi, dan pengiriman (delivery). 3. CAPAIAN PEMBELAJARAN DASAR-DASAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA a. Rasional Mata Pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga adalah salah satu mata pelajaran yang berisi kompetensi yang mendasari penguasaan akuntansi dan keuangan lembaga untuk profesi Teknisi Akuntansi Junior, yaitu suatu proses yang diawali dengan membuat dokumen keuangan, mencatat, mengelompokkan, mengolah, menyajikan data, serta mencatat transaksi yang berhubungan dengan keuangan. Mata Pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga berfungsi untuk menumbuhkembangkan minat dan renjana (passion) peserta didik dalam memahami proses bisnis di dunia kerja, memahami perkembangan teknologi dan isuisu terkini di industri, mengenali berbagai macam profesi, okupasi kerja, dan peluang usaha, menerapkan aspek-aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH), memahami prinsip-prinsip dan konsep akuntansi dasar dan perbankan dasar, serta memahami penggunaan aplikasi pengolah angka/spreadsheet. Selain itu, sebagai landasan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk pembelajaran konsentrasi keahlian di kelas XI dan XII. Pembelajaran dapat dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode, serta model yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang harus dipelajari, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi inisiatif, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, renjana (passion), perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. Model-model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain project


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 53 based learning, problem based learning, discovery and inquiry learning, teaching factory, atau model-model lainnya yang relevan. Mata Pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga berkontribusi dalam menjadikan peserta didik memiliki kompetensi sebagai staf administrasi keuangan, staf perpajakan, staf perbankan, atau pekerjaan lainnya yang memiliki akhlak mulia, berintegritas tinggi, mampu berkomunikasi, bernegosiasi, dan berinteraksi antar budaya, mampu bekerjasama dalam tim, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, gotong royong, kreatif, mandiri, kepekaan, serta kepedulian terhadap situasi dan lingkungan kerja. b. Tujuan Mata Pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga Mata pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap (soft skills dan hard skills): 1. memahami proses bisnis di bidang akuntansi dan keuangan lembaga; 2. memahami perkembangan teknologi di industri dan dunia kerja, serta isu-isu terkini di bidang akuntansi dan keuangan lembaga; 3. memahami profil pekerjaan/profesi (job profile) dan peluang usaha di bidang akuntansi dan keuangan lembaga; 4. memahami lingkup kerja pada bidang akuntansi dan keuangan lembaga; 5. menerapkan aspek-aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH); 6. memahami etika profesi di bidang akuntansi dan keuangan lembaga; 7. memahami prinsip-prinsip dan konsep akuntansi dasar dan perbankan dasar; dan 8. memahami penggunaan aplikasi pengolah angka/spreadsheet. c. Karakteristik Mata Pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga Mata Pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga memiliki karakteristik yang membutuhkan nalar dan pemikiran yang mendalam, merupakan mata pelajaran yang hierarkis, dimana antara materi dari awal sampai akhir saling


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 54 berhubungan dan berkaitan, serta membutuhkan ketelitian, ketekunan, dan kesabaran dalam menyelesaikan materi pembelajaran. Selain karakteristik di atas, mata pelajaran ini memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang proses bisnis, perkembangan teknologi dan isu-isu terkini, profil pekerjaan/profesi (job profile), dan peluang usaha di bidang akuntansi dan keuangan lembaga. Mata Pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga meliputi: Elemen Deskripsi Proses bisnis di bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga Lingkup pembelajaran meliputi tahapan proses akuntansi secara menyeluruh, baik akuntansi pada perusahaan jasa, dagang, maupun manufaktur, antara lain dengan menerapkan prinsip praktik profesional dalam bekerja, menerapkan praktikpraktik kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, memproses entry jurnal, memproses buku besar, menyusun laporan keuangan, serta mengoperasikan paket program pengolah angka/ spreadsheet. Perkembangan teknologi di industri dan dunia kerja, serta isu-isu terkini di bidang akuntansi dan keuangan lembaga Lingkup pembelajaran meliputi perkembangan standar akuntansi mulai dari pembukuan secara manual sampai kepada penggunaan teknologi sebagai alat bantu, serta mengikuti perkembangan aplikasi komputer akuntansi yang banyak digunakan di dunia industri dan dunia kerja. Elemen Deskripsi


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 55 Profil peluang pekerjaan/ profesi (job profile) dan peluang usaha di bidang akuntansi dan keuangan lembaga Lingkup pembelajaran meliputi pengenalan jenisjenis profesi akuntansi sehingga mampu membaca peluang kerja akuntansi lulusan SMK sebagai Level 2 KKNI Teknisi Akuntansi Junior serta meningkat menjadi Level 4 KKNI Teknisi Akuntansi Muda, dan mampu menerapkan etika profesi akuntansi untuk mendapatkan kepercayaan dari atasan maupun kepuasan pengguna, sehingga menginspirasi dalam terbangunnya renjana (passion), rencana pengembangan diri, dan kebanggaan terhadap profesi akuntansi, serta mampu membaca peluang pasar dan usaha, serta melaksanakan pembelajaran berbasis projek nyata. Lingkup kerja pada bidang akuntansi dan keuangan lembaga Lingkup pembelajaran meliputi pengenalan siklus akuntansi pada perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur, baik secara manual maupun menggunakan aplikasi komputer akuntansi. Dokumen berbasis digital Meliputi pemahaman tentang dasar-dasar prosedur penanganan dokumen, jenis peralatan pengelolaan dokumen, dan prosedur penyimpanan dokumen berbasis digital sesuai sistem yang digunakan di dunia kerja. Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) Lingkup pembelajaran meliputi merapikan area kerja, menyiapkan peralatan kerja, menerapkan perilaku kerja saman di area kerja, mengidentifikasi bahaya dan pengendalian resiko yang mungkin terjadi, menerapkan praktik-praktik kesehatan diri dan keselamatan kerja, serta penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Elemen Deskripsi


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 56 Etika profesi di bidang akuntansi dan keuangan lembaga Lingkup pembelajaran meliputi melakukan identifikasi pedoman, prosedur, dan aturan yang berkaitan dengan industri jasa keuangan dan profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan, melakukan pengecekan etika profesi dalam bidang akuntansi dan keuangan dalam pelaksanaan pekerjaan, serta mengidentifikasi kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan lembaga. Prinsip-prinsip dan konsep akuntansi dasar dan perbankan dasar Lingkup pembelajaran meliputi pengertian akuntansi, tujuan pencatatan akuntansi, pihakpihak yang membutuhkan informasi akuntansi, prinsip-prinsip akuntansi, serta konsep akuntansi dasar dan perbankan dasar. Penggunaan aplikasi pengolah angka (spreadsheet) Lingkup pembelajaran meliputi mengoperasikan paket program pengolah angka (spreadsheet), mengolah data berdasarkan karakter, mengolah data berdasarkan rumus, mengolah data menggunakan fungsi, membuat format, serta membuat diagram. Capaian Pembelajaran Setiap Fase ▶ Fase E (Umumnya untuk kelas X SMK/MAK) Pada akhir fase E (kelas X), peserta didik akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang materi dasar-dasar akuntansi dan keuangan lembaga sehingga terbangun renjana (passion), rencana pengembangan diri, dan kebanggaan terhadap profesi akuntansi dan keuangan lembaga. Selain itu pada akhir fase E peserta didik dapat memahami aspek-aspek hard skills dan mampu menerapkan elemen-elemen kompetensi dari Mata Pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga,


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 57 serta soft skills yang menggambarkan profil peserta didik yang memiliki integritas yang tinggi, gigih, berpikir kritis, konsisten, mampu berkomunikasi secara verbal maupun nonverbal, berpenampilan menarik, serta mampu mengelola pekerjaan dengan manajemen waktu yang baik. Capaian pembelajaran pada elemen-elemen Mata Pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga meliputi. Elemen Fase E Proses bisnis di bidang akuntansi dan keuangan lembaga Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan tahapan proses akuntansi secara menyeluruh baik akuntansi pada perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur antara lain menerapkan prinsip praktik profesional dalam bekerja, menerapkan praktikpraktik kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, memproses entry jurnal, memproses buku besar, menyusun laporan keuangan, serta mengoperasikan paket program pengolah angka/ spreadsheet. Elemen Fase E Perkembangan teknologi di industri dan dunia kerja serta isu-isu terkini di bidang akuntansi dan keuangan lembaga. Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan perkembangan standar akuntansi mulai dari pembukuan secara manual sampai kepada penggunaan teknologi sebagai alat bantu, serta memahami perkembangan aplikasi komputer akuntansi yang banyak digunakan di dunia industri dan dunia kerja. Profil pekerjaan/profesi (job profile) dan peluang usaha di bidang akuntansi dan keuangan lembaga Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan profesi akuntansi lulusan SMK untuk mendapatkan gambaran pekerjaan pada Level 2 KKNI Teknisi Akuntansi Junior serta meningkat menjadi Level 4 KKNI Teknisi Akuntansi Muda sehingga terinspirasi untuk mempelajari dengan tekun dan menumbuhkan rasa ingin tahu untuk mengikuti pembelajaran,


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 58 menerapkan etika profesi akuntansi dengan baik agar mendapatkan kepercayaan dari atasan maupun kepuasan pengguna, sehingga menginspirasi dalam terbangunnya renjana (passion), rencana pengembangan diri, dan kebanggaan terhadap profesi akuntansi, serta mampu membaca peluang pasar dan usaha, serta melaksanakan pembelajaran berbasis projek nyata. Lingkup kerja pada bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan siklus akuntansi pada perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur, baik secara manual maupun menggunakan aplikasi komputer akuntansi Elemen Fase E Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) Pada akhir fase E peserta didik mampu merapikan area kerja, menyiapkan dan mengecek peralatan kerja, zenerapkan perilaku kerja aman di area kerja, mengidentifikasi bahaya dan pengendalian resiko, menerapkan praktik-praktik kesehatan diri dan keselamatan kerja, memahami upaya perlindungan kerja dengan baik, sehingga selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaannya di tempat kerja serta menerapkan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Etika profesi di bidang akuntansi dan keuangan lembaga Pada akhir fase E peserta didik mampu melakukan identifikasi pedoman, prosedur, dan aturan yang berkaitan dengan industri jasa keuangan dan profesiprofesi yang ada dalam industri jasa keuangan, mengidentifikasi etika profesi dalam bidang akuntansi dan keuangan dalam pelaksanaan pekerjaan, mengidentifikasi kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan lembaga.


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 59 Prinsip-prinsip dan konsep akuntansi dasar dan perbankan dasar Pada akhir fase E peserta didik mampu menjelaskan pengertian akuntansi, tujuan pencatatan akuntansi, pihakpihak yang membutuhkan informasi akuntansi, prinsipprinsip akuntansi, serta konsep akuntansi dasar dan perbankan dasar. Penggunaan aplikasi pengolah angka (spreadsheet) Pada akhir fase E peserta didik mampu mengoperasikan paket program pengolah angka (spreadsheet), mengolah data berdasarkan karakter, mengolah data berdasarkan rumus, mengolah data menggunakan fungsi, membuat format, serta membuat diagram. Selanjutnya CP untuk mata Pelajaran umum ada di lampiran. C. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja Profil Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif, yang dibangun melalui budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, proyek penguatan, dan ekstra kurikuler. Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila mengacu pada Kepala BSKAP No. 009 Tahun 2022 Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Pelaksanaan Profil Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 6 Medan selama 1 tahun di uraikan pada table di bawah ini: PELAKSANAAN PROJEK PROFIL PELAJAR PANCASILA No. Kegiatan Waktu 1 KEARIFAN LOKAL 1. Menganalisis materi makanan dan/atau minuman budaya SUMUT melalui film /video dan referensi lainnya Minggu ke 2 dan ke 4 Bulan Oktober Dan


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 60 2. Menggali permasalahan tentang makanan dan minuman khas SUMUT Minggu ke 2 Bulan November 3. Membuat kliping/ infografis/ poster tentang permasalahan hampir 4. Melanjutkan kegiatan pembuatan kliping melalui media Canva atau media lainnya 5. Membuat poster/infografis/video mengenai makanan dan/atau minuman khas SUMUT yang akan dibuat. Siswa dapat mempromosikannya di media sosial dan membuka kesempatan orang lain untuk membelinya. 6. Merancang prosedur pembuatan makanan/ minuman khas SUMUT yang telah dipilih (bisa berupa teks atau infografis 7. Pembuatan makanan/minuman khas SUMUT yang sudah dipilih 2 KEWIRAUSAHAAN 1. Menyebarkan bahan promosi hasil makanan khas Sumatera Utara melalui WAG atau di tempel di masing-masing kelas. Minggu ke 4 Bulan November dan Minggu ke 2 Bulan Desember


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 61 2. Menjual makanan khas Sumatera Utara yang merupakan hasil karya siswa pada tema sebelumnya ke pembeli. 3. Menghitung besar keuntungan selama proses penjualan makanan berlangsung 4. Melaksanakan kegiatan Bazar / panen raya untuk proses penjualan makanan secara offline 5. Membuat Laporan hasil penjualan makanan 3 KEBEKERJAAN 1. Mencari Solusi Masalaah Kesempatan bekerja setelah tamat dari SMK Minggu ke – 4 Bulan Januari, Februari, Maret, dan Mei 2. Meningkatkan Kompetensi dengan mengikuti kegiatan Teaching Factory 3. Membekali diri dengan kecakapan abad 21 untuk memasuki dunia kerja D. Layanan Bimbingan Konseling Layanan Bimbingan dan Konseling Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara langsung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang diikuti oleh semua peserta didik. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli (peserta didik) agar dapat mencapai tugas – tugas


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 62 perkembangannya, yang meliputi aspek – aspek belajar (akademik), sosial, dan pengembangan karier. Secara terinci dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. TUJUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING a. Tujuan bimbingan dan konseling Terkait Aspek Akademik ( Belajar ) Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (Belajar) adalah : 1. Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. 2. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif seperti kebiasaan membaca buku , disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. 3. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. 4. Memiliki ketrampilan atau teknik belajar yang efektif , seperti ketrampilan membaca buku , menggunakan kamus, mencatat pelajaran dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. 5. Memiliki ketrampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar , mengerjakan tugas – tugas , memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. 6. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian b. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi sosial Tujuan bimbingan dan konseling terkait aspek pribadi sosial adalah : 1. Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai – nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, Sekolah / Madrasah , tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya. 2. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing – masing.


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 63 3. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), serta mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. 4. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara obyektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan , baik fisik maupun spikis. 5. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. 6. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat 7. Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain , tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. 8. Memiliki rasa tanggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. 9. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship), yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan , persaudaraan atau silahturahmi dengan sesama manusia. 10. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. 11. Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. b. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karier Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karier adalah: 1) Memiliki pemahan diri ( kemampuan, minat dan kepribadian ) yang terkait dengan pekerjaan. 2) Memiliki pengetahuan tentang dunia kerja dan informasi karier ang menunjang kematangan kompetensi karier 2. Dasar Hukum Layanan Bimbingan Dan Konseling 1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang harus diperoleh semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah.


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 64 2. ”Konselor” sebagai salah satu jenis tenaga kependidikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Bab I Pasal 1 angka 6 dinyatakan bahwa “pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan”. 3. Pelayanan konseling yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri telah termuat dalam struktur kurikulum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah. 4. Beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 54 ayat (6) Peraturan Pemerintah republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang menyatakan bahwa beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan. Lebih lanjut dalam penjelasan Pasal 54 ayat (6) yang dimaksud dengan “mengampu layanan bimbingan dan konseling” adalah pemberian perhatian, pengarahan, pengendalian, dan pengawasan kepada sekurang-kurangnya 150 (seratus lima puluh) peserta didik, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk pelayanan tatap muka terjadwal di kelas dan layanan perseorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan memerlukan. 5. Penilaian kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 22 ayat (5) Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dinyatakan bahwa penilaian kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor dihitung secara proporsional berdasarkan beban kerja wajib paling kurang 150 (seratus lima puluh) orang siswa dan paling banyak 250 dua ratus lima puluh) orang siswa per tahun. 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, yang


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 65 menyatakan bahwa kualifikasi akademik konselor dalam satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal adalah: (i) sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan konseling; (ii) berpendidikan profesi konselor. Kompetensi konselor meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, yang berjumlah 17 kompetensi dan 76 sub kompetensi. 7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs, Nomor 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA, dan Nomor 70 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK/MAK, yang memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan kelompok peminatan, lintas minat atau pendalaman minat. 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan bahawa Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c) layanan responsif; dan (d) layanan dukungan system. Bidang layanan bimbingan dan konseling mencakup : (a) bidang layanan pribadi, (b) bidangan layanan belajar, (c) bidang layanan sosial, (d) bidang layanan karir. 9. Panduan Operasional Penyelenggaran Bimbingan dan Konseling SMA, 2016, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Pada POP BK SMA ini dapat memfasilitasi guru BK / Konselor dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, melaporkan dan menindaklanjuti layanan bimbingan dan konseling 3. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling SMK NEGERI 6 MEDAN a. Visi Visi bimbingan dan konseling adalah terwujudnya layanan bimbingan dan konseling yang profesional dalam memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli menuju pribadi unggul dalam imtak, iptek, tangguh, mandiri dan bertanggung jawab


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 66 b. Misi 1) Menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling yang memandirikan peserta didik/konseli berdasarkan pendekatan yang humanis dan multikultur. 2) Membangun kolaborasi dengan guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua, dunia usaha dan industri, dan pihak lain dalam rangka menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling 3) Meningkatkan mutu guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui kegiatan pengembangan keprofesionalan berkelanjutan. 4. Deskripsi Kebutuhan Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik dan hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru Bimbingan dan Konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment). Tujuan penyusunan instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan siswa. Ada beberapa contoh aplikasi instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan siswa, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas Perkembangan (ITP), Alat Ungkap Masalah (AUM), Analisis Tugas Perkembangan (ATP), dan lain-lain. Selain itu pengalaman Konselor dalam melaksanakan program pelayanan konseling dan masukan dari berbagai fihak terkait juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan daftar kebutuhan konseli. Angket kebutuhan peserta didik di SMK NEGERI 6 MEDAN , dibuat dan disusun sendiri oleh tim guru bimbingan dan konseling sesuai dengan lingkungan dan masalah/kebutuhan konseli di sekolah yang berdasarkan pada SKKPD dengan pendekatan tujuan (4 bidang layanan). Angket diolah dengan aplikasi Angket Kebutuhan Peserta Didik. Hasilnya sbb. : Deskripsi Rumusan Kebutuhan BIDANG LAYANAN ASSESMEN KEBUTUHAN/ ANGKET KEBUTUHAN PESERTA DIDIK RUMUSAN KEBUTUHAN PRIBADI Saya merasa belum disiplin dalam beribadah pada Tuhan YME Kesadaran untuk beriman dan bertakwa pada Tuhan YME Saya kadang-kadang berperilaku dan bertutur kata tidak jujur Kebiasaan bersikap jujur


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 67 BIDANG LAYANAN ASSESMEN KEBUTUHAN/ ANGKET KEBUTUHAN PESERTA DIDIK RUMUSAN KEBUTUHAN Saya kadang-kadang masih suka menyontek pada waktu tes Kemampuan memiliki kebiasaan jujur dan tidak mencontek saat tes Saya merasa belum bisa mengendalikan emosi dengan baik Kemampuan mengelola emosi dengan baik Saya belum paham tentang sikap dan perilaku asertif Komunikasi yang jujur dan tetap menjaga perasaan Saya belum tahu cara mengenal dan memahami diri sendiri Melakukan pengenalan/pemahaman diri Saya belum memahami potensi diri Memahami potensi diri Saya belum tahu perubahan dan permasalahan yang terjadi pada masa remaja Masa perkembangan remaja dan permasalahannya Saya belum mengenal tentang macam-macam kepribadian Mengenal kepribadian yang dimiliki manusia Saya kurang memiliki rasa percaya diri Memiliki kepercayaan diri Saya kadang kurang menjaga kesehatan diri Kemampuan menjaga kesehatan dengan baik Saya belum tahu ciri-ciri/sifat/prilaku pribadi yang berkarakter Memiliki ciri-ciri/sifat pribadi yang berkarakter Saya merasa kurang memilki tanggung jawab pada diri sendiri Memiliki rasa tanggung jawab Saya kesulitan mengatur waktu belajar dan bermain Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari Kondisi orang tua saya sedang tidak harmonis Memiliki keluarga yang harmonis Saya merasa tidak betah tinggal di rumah sendiri Merasa nyaman,aman tinggal di rumah sendiri Saya mempunyai masalah dengan anggota keluarga di rumah Mampu menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan Saya belum bisa menjadi pribadi yang mandiri Menjadi pribadi yang mandiri Saya sedang memiliki konflik pribadi Mampu menyelesaikan konflik pribadi Saya belum memahami tentang norma/cara membangun berkeluarga Memiliki pengetahuan tentang norma berkeluarga SOSIAL Saya belum banyak mengenal lingkungan sekolah baru Mengenal lingkungan sekolah baru Saya belum memahami tentang kenakalan remaja Memiliki pemahaman tentang kenakalan remaja Saya masih sedikit mengetahui tentang dampak atau bahaya rokok Memiliki pemahaman tentang bahaya rokok


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 68 BIDANG LAYANAN ASSESMEN KEBUTUHAN/ ANGKET KEBUTUHAN PESERTA DIDIK RUMUSAN KEBUTUHAN Saya belum banyak mengenal tentang perilaku sosial yang bertanggung jawab Memiliki perilaku sosial yang bertanggung jawab Saya belum tahu tentang bullying dan cara mensikapinya Memahami tentang bullying Saya sukar bergaul dengan temanteman di sekolah Memiliki etika bergaul dengan teman sebaya Sering saya dianggap tidak sopan pada orang lain Memiliki sikap sopan santun pada orang lain Saya kurang memahami dampak dari media social Memiliki pemahaman tentang dampak dari media sosial Saya jarang bermain/berteman di lingkungan tempat saya tinggal Kesadaran sebagai makhluk sosial yang harus berinteraksi Saya belum banyak teman atau sahabat Kemudahan mencari dan disenangi teman BELAJAR Saya kurang suka berkomunikasi dengan teman lawan jenis Memiliki pemahaman tentang hubungan komunikasi dengan lawan jenis Saya belum tahu cara belajar yang baik dan benar di SMA/MA Memahami belajar yang benar di SMA/MA Saya belum tahu cara meraih prestasi di sekolah Memiliki motivasi untuk berprestasi Saya belum paham tentang gaya belajar dan strategi yang sesuai dengannya Menemukan cara belajar yang sesuai dengan gaya belajar Orang tua saya tidak peduli dengan kegiatan belajar saya Kepedulian orang tua pada kegiatan belajar Saya masih sering menunda-nunda tugas sekolah/pekerjaan rumah (PR) Melaksanakan Tugas Sekolah / PR tepat waktu Saya merasa kesulitan dalam memahami pelajaran tertentu Mudah memahami pelajaran Saya belum tahu cara memanfaatkan sumber belajar Mampu memanfaatkan sumber belajar Saya belajarnya jika akan ada tes atau ujian saja Kesadaran belajar sesuai jadwal Saya belum tahu tentang struktur kurikulum yang ada di sekolah Memahami struktru kurikulum sekolah KARIR Saya merasa malas belajar dan kalau belajar sering ngantuk Memiliki semangat belajar Saya belum terbiasa belajar bersama atau belajar kelompok Membentuk belajar kelompok Saya belum paham cara memilih lembaga bimbingan belajar yang baik Mengetahui cara memilih lembaga bimbil yang baik


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 69 BIDANG LAYANAN ASSESMEN KEBUTUHAN/ ANGKET KEBUTUHAN PESERTA DIDIK RUMUSAN KEBUTUHAN Saya belum dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk belajar Pemanfaatan perkembangan teknologi informasi Saya belum tahu cara memperoleh bantuan pendidikan (beasiswa) Memperoleh informasi bantuan/beasiswa Saya terpaksa harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup Memperoleh penghasilan untuk biaya hidup Saya merasa bingung memilih kegiatan esktrakurikuler di sekolah Memiliki kemampuan untuk memilih kegiatan ekstra kurikuler Saya merasa belum mantap pada pilihan peminatan yang diambil Memiliki kemantapan pada pilihan peminatan yang diambil Saya merasa belum paham hubungan antara hobi, bakat, minat, kemampuan dan karir Memahami hubungan hobi, bakat, minat, kemampuan dan karir Saya belum memiliki perencanaan karir masa depan Memiliki perencanaan karir yang baik 5. Rumusan Tujuan Rumusan tujuan dibuat berdasarkan hasil assesmen yang dilakukan atau hasil deskripsi kebutuhan peserta didik/konseli. Rumusan tujuan akan dicapai dan disusun dalam bentuk prilaku yang harus dikuasai peserta didik/konseli setelah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. Berikut rumusan tujuannya BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN PRIBADI Kesadaran untuk beriman dan bertakwa pada Tuhan YME Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya iman dan taqwa pada Tuhan YME serta dapat hidup rukun, damai dan saling menghormati antar umat beragama Kebiasaan bersikap jujur Peserta didik/konseli dapat menjadi individu yang memiliki integritas diri serta dapat memancarkan kepercayaan diri dan sikap yang tidak mementingkan diri sendiri Kemampuan memiliki kebiasaan jujur dan tidak mencontek saat tes Peserta didik/konseli dapat menjadi individu yang memiliki sikap jujur dan tidak mencontek Kemampuan mengelola emosi dengan baik Peserta didik/konseli dapat menjadi individu yang mampu mengendalikan emosi Komunikasi yang jujur dan tetap menjaga perasaan Peserta didik/konseli mampu membedakan perilaku agresif dan asertif, menerapkan prilaku asertif dengan


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 70 BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN teman-temannya serta mengembangkan sikap asertif untuk menunjang prestasi Melakukan pengenalan/pemahaman diri Peserta didik/konseli dapat memahami dan menemukan unsur-unsur konsep diri serta memahami dan menerima kelebihan dan kekurangan secara wajar dan penuh rasa syukur Memahami potensi diri Peserta didik dapat mengenal dan menggali potensi diri serta berusaha mengoptimalkannya untuk meraih sukses masa depan Masa perkembangan remaja dan permasalahannya Peserta didik/konseli mampu mengenal ciri-ciri perkembangan remaja, dapat memahami tugas perkembangan, mengatasi masalah yang dihadapi dalam perkembangan Mengenal kepribadian yang dimiliki manusia Peserta didik/konseli mampu mengenal tipe-tipe kepribadian manusia, mengenal kepribadian yang dimiliki serta dapat tumbuh menjadi pribadi yang matang Memiliki kepercayaan diri Peserta didik/konseli dapat memahami ciri-ciri pribadi yang memiliki rasa percaya diri serta dapat meningkatkan percaya diri dengan baik untuk mencapai tujuan hidupnya Kemampuan menjaga kesehatan dengan baik Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya polah hidup bersih dan sehat serta dapat melakukan kebiasaan hidup bersih dan sehat sehari-hari yang dapat mempengaruhi kesehatan Memiliki ciri-ciri/sifat pribadi yang berkarakter Peserta didik/konseli mampu memiliki perasaan positif untuk membangun pribadi yang berkarakter yang akan berkontribusi pada peningkatan mutu karakter bangsa Memiliki rasa tanggung jawab Konseli mampu memiliki rasa tanggung jawab pada diri sendiri Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari Konseli mampu mengatur jadwal kegiatan sehari-hari dengan baik Memiliki keluarga yang harmonis Peserta didik/konseli memiliki keluarga yang harmonis Merasa nyaman,aman tinggal di rumah sendiri Peserta didik/konseli merasa nyaman,aman tinggal di rumah sendiri


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 71 BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN Mampu menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan Peserta didik/konseli dapat menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan Menjadi pribadi yang mandiri Peserta didik/konseli mampu menjadi pribadi yang mandiri Mampu menyelesaikan konflik pribadi Peserta didik/konseli mampu menyelesaikan konflik pribadi Memiliki pengetahuan tentang norma berkeluarga Peserta didik/konseli memiliki pengetahuan tentang norma berkeluarga SOSIAL Mengenal lingkungan sekolah baru Peserta didik dapat mengenal aspekaspek penyesuaian diri serta dapat menerapkan sikap dan kebiasaan dengan lingkungannya Memiliki pemahaman tentang kenakalan remaja Peserta didik/konseli dapat mengetahui bentuk atau jenis kenakalan remaja, dampak terhadap pribadi dan lingkungan serta berusaha untuk menghindarinya Memiliki pemahaman tentang bahaya rokok Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang bahaya dan dampak rokok bagi kesehatan tubuh dan lingkungan serta cara untuk menolak ajakan untuk merokok dalam bentuk apapun Memiliki perilaku sosial yang bertanggung jawab Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya berprilaku sosial yang baik, serta memiliki sikap untuk hidup bersosial yang bertanggung jawab dalam sebuah masyarakat Memahami tentang bullying Peserta didik/konseli mampu memahami tentang bullying, bahaya prilaku bullying, sebab dan dampak bullying, serta berani cara melawan tindakan bullying Memiliki etika bergaul dengan teman sebaya Peserta didik/konseli mampu memahami norma-norma dalam masyarakat serta dapat bersosialisasidan bergaul dengan teman sebaya sesuai dengan etika yang baik Memiliki sikap sopan santun pada orang lain Peserta didik mampu memahami nilainilai dan cara bertingkah laku sopan santun dlm kehidupan di luar kelompok teman sebaya Memiliki pemahaman tentang dampak dari media social Peserta didik/konseli dapat memahami dampak positif dan negatif bermain handphone atau media social


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 72 BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN Kesadaran sebagai makhluk sosial yang harus berinteraksi Peserta didik/konseli memiliki Kesadaran sebagai makhluk sosial yang harus berinteraksi Kemudahan mencari dan disenangi teman Peserta didik/konseli mudah mencari dan disenangi teman Memiliki pemahaman tentang hubungan komunikasi dgn lawan jenis Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang norma hubungan komunikasi dengan lawan jenis BELAJAR Memahami belajar yang benar di SMA/MA Peserta didik/konseli dapat mengenal sikap dalam belajar serta menerapkan sikap dan kebiasaan dalam belajar yang baik di SMA-MA hingga mencapai prestasi yang lebih luas Memiliki motivasi untuk berprestasi Peserta didik/konseli mampu memahami pengertian motivasi berprestasi, mengetahui dan menerapkan cara untuk meningkatkan motivasi berprestasi Menemukan cara belajar yang sesuai dengan gaya belajar Peserta didik/konseli dapat memahami dan mengetahui tentang gaya belajar serta strategi belajarnya untuk masing-masing gaya belajar tersebut Kepedulian orang tua pada kegiatan belajar Peserta didik/konseli selalu mendapat perhatian orang tua dalam belajarnya Melaksanakan Tugas Sekolah / PR tepat waktu Peserta didik/konseli memiliki kedisiplinan dalam belajar Mudah memahami pelajaran Peserta didik dapat memahami teknik memahami pelajaran Mampu memanfaatkan sumber belajar Peserta didik/konseli dapat memanfaatkan sumber belajar dalam kegiatan belajarnya Kesadaran belajar sesuai jadwal Peserta didik/konseli dapat mengatur waktu belajarnya Memahami struktru kurikulum sekolah Konseli dapat memahami tentang struktur kurikulum sekolah Memiliki semangat belajar Peserta didik/konseli memiliki motivasi dalam belajar Membentuk belajar kelompok Peserta didik/konseli dapat belajar kelompok dengan temannya Mengetahui cara memilih lembaga bimbil yang baik Peserta didik/konseli dapat memilih lembaga bimbingan belajar yang tepat Pemanfaatan perkembangan teknologi informasi Peserta didik/konseli dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk belajar


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 73 BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN KARIR Memperoleh informasi bantuan/beasiswa Peserta didik/konseli dapat memanfaatkan peluang beasiswa yang ada Memperoleh penghasilan untuk biaya hidup Peserta didik/ konseli mampu mengatur kegiatan antara belajar sambil bekerja Memiliki kemampuan untuk memilih kegiatan ekstra kurikuler Peserta didik/konseli mampu memilih kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya Memiliki kemantapan pada pilihan peminatan yang diambil Peserta didik/konseli mantap pada pilihan peminatan yang telah diambil Memahami hubungan hobi, bakat, minat, kemampuan dan karir Peserta didik/konseli mampu memahami peranan hobi, bakat, minat dalam karir masa depannya Memiliki perencanaan karir yang baik Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya perencanaan karir, langkahlangkah dalam merencanakan karir serta mililiki sikap positif dalam meraih kesuksesan masa depan 6. Komponen Program Komponen program bimbigan dan konseling di SMK meliputi : (1) layanan dasar, (2) layanan peminatan dan perencanaan individual, (3) Layanan Responsif, dan (4) dukungan sistem. Berikut penjelasan mengenai masing-masing komponen: 1) Layanan Dasar Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli yang berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir sebagai pengejawantahan tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan dasar merupakan inti pendekatan perkembangan yang diorganisasikan berkenaan dengan pengetahuan tentang diri dan orang lain, perkembangan belajar, serta perencanaan dan eksplorasi karir. Layanan dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang langsung diberikan kepada peserta didik/konseli adalah bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan bimbingan lintas kelas. Aktivitas yang dilaksanakan melalui media adalah papan bimbingan, leaflet dan media inovatif bimbingan dan konseling. Bagi guru kelas yang


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 74 menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling, layanan bimbingan klasikal dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran tematik. 2) Layanan Responsif Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek peserta didik, atau masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang bersumber dari lingkungan kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layanan terdiri atas konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, konferensi kasus, referal dan advokasi. Sementara aktivitas layanan responsif melalui media adalah konseling melalui elektronik dan kotak masalah. Pada konteks layanan responsif di Sekolah Dasar, guru bimbingan dan konseling atau konselor memberikan intervensi secara singkat. Pada layanan responsif juga dilakukan advokasi yang menitikberatkan pada membantu peserta didik/konseli untuk memiliki kesempatan yang sama dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Guru bimbingan dan konseling atau konselor menyadari terdapat rintangan-rintangan bagi peserta didik yang disebabkan oleh disabilitas, jenis kelamin, suku bangsa, bahasa, orientasi seksual, status sosial ekonomi, pengaruh orangtua, keberbakatan, dan sebagainya. Guru bimbingan dan konseling atau konselor harus memberikan advokasi agar semua peserta didik/konseli mendapatkan perlakuan yang setara selama menempuh pendidikan di Sekolah Dasar. 3) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat dan mengimplementasikan rencana pribadi, sosial, belajar, dan karir. Tujuan utama layanan ini ialah membantu peserta didik belajar memantau dan memahami pertumbuhan dan perkembangannya sendiri dan mengambil tindakan secara proaktif terhadap informasi tersebut Layanan peminatan dan perencanaan individual berisi aktivitas membantu setiap peserta didik untuk mengembangkan dan meninjau minat dan perencanaan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Aktivitas dimulai sejak peserta didik masih di sekolah dasar dan berlanjut terus sampai di sekolah menengah. Rencana yang telah dibuat oleh peserta didik ditinjau dan diperbaharui secara berkala dan didokumentasikan di dalam profil peserta didik, misalnya dalam bentuk grafik. Aktivitas layanan peminatan dan perencanaan individual yang langsung diberikan kepada peserta didik dapat berupa kegiatan bimbingan klasikal, konseling individual,


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 75 konseling kelompok, bimbingan kelas besar atau lintas kelas, bimbingan kelompok, konsultasi dan kolaborasi. Aktivitas peminatan dan perencanaan individual di Sekolah Dasar terintegrasi dengan kegiatan ekstrakurikuler. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menggambarkan minat peserta didik pada aktivitas tertentu. Guru bimbingan dan konseling atau konselor dapat memberikan informasi tentang perencanaan pribadi, akademik dan karir dalam pemilihan kegiatan ekstra kurikuler bagi peserta didik. 4) Dukungan Sistem Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara berkelanjutan yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam dukungan sistem adalah (1) administrasi, yang di dalamnya termasuk melaksanakan dan menindaklanjuti asesmen, kunjungan rumah, menyusun dan melaporkan program bimbingan dan konseling, membuat evaluasi, dan melaksanakan administrasi dan mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2) kegiatan tambahan dan pengembangan profesi, bagi konselor atau guru kelas yang berfungsi sebagai guru bimbingan dan konseling, kegiatan pengembangan profesi dilaksanakan sesuai dengan tugasnya sebagai guru kelas dengan diperkaya oleh kegiatan pelatihan atau lokakarya tentang bimbingan dan konseling untuk memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling atau konselor. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (guru sebagai pembelajar) bagi konselor atau guru bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan moda tatap muka, daring dan kombinasi antara tatap muka dan daring. Berdasarkan hasil angket kebutuhan peserta didik, maka alokasi waktu komponen program adalah sebagai berikut : NO KOMPONEN PROGRAM NO MATERI / TOPIK / KEGIATAN JUMLAH LAYANAN PRO PORSI PERHIT UNGAN WAKTU /JAM 1 Layanan Dasar 1 Implementasi Iman dan Taqwa dalam kehidupan modern 26 46% 47% x 24 = 11,28


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 76 NO KOMPONEN PROGRAM NO MATERI / TOPIK / KEGIATAN JUMLAH LAYANAN PRO PORSI PERHIT UNGAN WAKTU /JAM 2 Kejujuran dan Integritas 3 Kebiasaan mencontek dan akibatnya 4 Sikap dan Perilaku Asertif 5 Konsep diri remaja 6 Potensi diri remaja 7 Psikologi remaja dan permasalahannya 8 Kepribadian Manusia 9 Membangun Rasa Percaya Diri 10 Pola Hidup Bersih dan Sehat 11 Menjadi pribadi yang berkarakter 12 Jadwal kegiatan sehari-hari 13 Penyesuaian Diri Remaja di Sekolah Baru 14 Kenakalan Remaja dan Cara Menghindarinya 15 Bahaya rokok dan dampaknya 16 Prilaku sosial yang bertanggung jawab 17 Stop Bullying ! 18 Etika pergaulan dengan teman sebaya 19 Sikap sopan santun dalam kehidupan 20 Dampak handphone (medsos)


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 77 NO KOMPONEN PROGRAM NO MATERI / TOPIK / KEGIATAN JUMLAH LAYANAN PRO PORSI PERHIT UNGAN WAKTU /JAM 21 Kita sebagai makhluk social 22 Kiat mencari teman 23 Kiat sukses belajar di SMA-MA 24 Motivasi berprestasi 25 Strategi belajar sesuai dengan gaya belajar 26 Orientasi kurikulum sekolah 2 Layanan Peminatan dan Perenc. Individual Peserta Didik 1 Informasi Beasiswa 6 11% 14% x 2 Kiat belajar sambil 24 = 3,36 bekerja 3 Cara memilih Ekskul 4 Mantap pada pilihan peminatan 5 Hobi, bakat, minat, kemamapuan, Karir 6 Perencanaan Karir Masa Depan 3 Layanan Responsif 1 Mengelola emosi dengan baik 18 32% 24% x 24 = 5,76 2 Rasa tanggung jawab 3 Keluarga yang harmonis 4 Rumahku surgaku 5 Mengatasi masalah dengan anggota keluarga 6 Menjadi pribadi mandiri 7 Kiat mengatasi konflik pribadi 8 Norma keluarga 9 Kita sebagai makhluk social 10 Norma hubungan dengan lawan jenis


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 78 NO KOMPONEN PROGRAM NO MATERI / TOPIK / KEGIATAN JUMLAH LAYANAN PRO PORSI PERHIT UNGAN WAKTU /JAM 11 Kepedulian orang tua 12 Disiplin Mengerjakan Tugas 13 Tips memahami pelajaran 14 Pentingnya Disiplin Belajar 15 Belajar sesuai jadwal 16 Motivasi belajar 17 Memilih lembaga bimbel 18 Memanfaatkan IT untuk meraih prestasi 4 Dukungan Sistem 1 Pengembangan Jejaring 7 12% 15% x 24 = 3,6 2 Kegiatan Manajemen 3 Pengembangan staf 4 Kunjungan rumah 5 Kolaborasi 6 Pengembangan Profesi Konselor a. In House Training b. Pendidikan Lanjut 7 Penelitian dan Pengembangan JUMLAH JAM 57 100% 24 7. Bidang Layanan Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir yang merupakan satu kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta didik/konseli


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 79 1. Pribadi Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada peserta didik / konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan, mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1) memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik maupun psikis, (2) mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik. 2. Sosial Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1) berempati terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar sosial budaya, (3) menghormati dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung jawab, dan (8) mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan. 3. Belajar Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya.


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 80 Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi; (1) Menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan belajar; (2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif; (3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat; (4) Memiliki keterampilan belajar yang efektif; (5) Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya; dan (6) Memiliki kesiapan menghadapi ujian 4. Karir Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi; (1) pengetahuan konsep diri yang positif tentang karir, (2) kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir, (3) Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir, (4) Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar, (5) Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir, (6) Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik dan kesempatan karir, (7) Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di masyarakat, (8) Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki dan perempuan. 8. Mengembangkan Tema / Topik Layanan Bk Tema/topik merupakan rincian lanjut dari identifikasi deskripsi kebutuhan peserta didik/konseli dalam aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karier yang akan dituangkan dalam RPL BK (Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling)


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 81 BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA PRIBADI Kesadaran untuk beriman dan bertakwa pada Tuhan YME Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya iman dan taqwa pada Tuhan YME serta dapat hidup rukun, damai dan saling menghormati antar umat beragama Implementasi Iman dan Taqwa dalam kehidupan modern Kebiasaan bersikap jujur Peserta didik/konseli dapat menjadi individu yang memiliki integritas diri serta dapat memancarkan kepercayaan diri dan sikap yang tidak mementingkan diri sendiri Kejujuran dan Integritas Kemampuan memiliki kebiasaan jujur dan tidak mencontek saat tes Peserta didik/konseli dapat menjadi individu yang memiliki sikap jujur dan tidak mencontek Kebiasaan mencontek dan akibatnya Kemampuan mengelola emosi dengan baik Peserta didik/konseli dapat menjadi individu yang mampu mengendalikan emosi Mengelola emosi dengan baik Komunikasi yang jujur dan tetap menjaga perasaan Peserta didik/konseli mampu membedakan perilaku agresif dan asertif, menerapkan prilaku asertif dengan teman-temannya serta mengembangkan sikap asertif untuk menunjang prestasi Sikap dan Perilaku Asertif Melakukan pengenalan/pemahaman diri Peserta didik/konseli dapat memahami dan menemukan unsurunsur konsep diri serta memahami dan menerima kelebihan dan kekurangan secara wajar dan penuh rasa syukur Konsep diri remaja


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 82 BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA Memahami potensi diri Peserta didik/konseli dapat mengenal dan menggali potensi diri serta berusaha mengoptimalkannya untuk meraih sukses masa depan Potensi diri remaja Masa perkembangan remaja dan permasalahannya Peserta didik/konseli mampu mengenal ciriciri perkembangan remaja, dapat memahami tugas perkembangan, mengatasi masalah yang dihadapi dalam perkembangan Psikologi remaja dan permasalahannya Mengenal kepribadian yang dimiliki manusia Peserta didik/konseli mampu mengenal tipe-tipe kepribadian manusia, mengenal kepribadian yang dimiliki serta dapat tumbuh menjadi pribadi yang matang Kepribadian Manusia Memiliki kepercayaan diri Peserta didik/konseli dapat memahami ciriciri pribadi yang memiliki rasa percaya diri serta dapat meningkatkan percaya diri dengan baik untuk mencapai tujuan hidupnya Membangun Rasa Percaya Diri Kemampuan menjaga kesehatan dengan baik Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya polah hidup bersih dan sehat serta dapat melakukan kebiasaan hidup bersih dan sehat sehari-hari yang dapat mempengaruhi Kesehatan Pola Hidup Bersih dan Sehat


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 83 BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA Memiliki ciri-ciri/sifat pribadi yang berkarakter Peserta didik/konseli mampu memiliki perasaan positif untuk membangun pribadi yang berkarakter yang akan berkontribusi pada peningkatan mutu karakter bangsa Menjadi pribadi yang berkarakter Memiliki rasa tanggung jawab Peserta didik/konseli mampu memiliki rasa tanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain Rasa tanggung jawab Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari Peserta didik/konseli mampu mengatur jadwal kegiatan sehari-hari dengan baik Mengatur jadwal kegiatan seharihari Memiliki keluarga yang harmonis Peserta didik/konseli memiliki keluarga yang harmonis Keluarga yang harmonis Merasa nyaman,aman tinggal di rumah sendiri Peserta didik/konseli merasa nyaman,aman tinggal di rumah sendiri Rumahku surgaku Mampu menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan Peserta didik/konseli dapat menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan Mengatasi masalah dgn anggota keluarga Menjadi pribadi yang mandiri Peserta didik/konseli mampu menjadi pribadi yang mandiri Menjadi pribadi mandiri Mampu menyelesaikan konflik pribadi Peserta didik/konseli mampu menyelesaikan konflik pribadi Kiat mengatasi konflik pribadi Memiliki pengetahuan tentang norma berkeluarga Peserta didik/konseli memiliki pengetahuan tentang norma berkeluarga Norma keluarga SOSIAL Mengenal lingkungan sekolah baru Peserta didik/konseli dapat mengenal aspekaspek penyesuaian diri serta dapat menerapkan sikap dan Penyesuaian Diri Remaja di Sekolah Baru


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 84 BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA kebiasaan dengan lingkungannya Memiliki pemahaman tentang kenakalan remaja Peserta didik/konseli dapat mengetahui bentuk atau jenis kenakalan remaja, dampak terhadap pribadi dan lingkungan serta berusaha untuk menghindarinya Kenakalan Remaja dan Cara Menghindarinya Memiliki pemahaman tentang bahaya rokok Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang bahaya dan dampak rokok bagi kesehatan tubuh dan lingkungan serta cara untuk menolak ajakan untuk merokok dalam bentuk apapun Bahaya rokok dan dampaknya Memiliki perilaku sosial yang bertanggung jawab Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya berprilaku sosial yang baik, serta memiliki sikap untuk hidup bersosial yang bertanggung jawab dalam sebuah masyarakat Prilaku sosial yang bertanggung jawab Memahami tentang bullying Peserta didik/konseli mampu memahami tentang bullying, bahaya prilaku bullying, sebab dan dampak bullying, serta berani cara melawan tindakan bullying Stop Bullying ! Memiliki etika bergaul dengan teman sebaya Peserta didik/konseli mampu memahami norma-norma dalam masyarakat serta dapat bersosialisasidan bergaul dengan teman Etika pergaulan dengan teman sebaya


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 85 BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA sebaya sesuai dengan etika yang baik Memiliki sikap sopan santun pada orang lain Peserta didik/konseli mampu memahami nilai-nilai dan cara bertingkah laku sopan santun dalam kehidupan di luar kelompok teman sebaya Sikap sopan santun dalam kehidupan Memiliki pemahaman tentang dampak dari media sosial Peserta didik/konseli dapat memahami dampak positif dan negatif bermain handphone atau media sosial Dampak handphone (medsos) Kesadaran sebagai makhluk sosial yang harus berinteraksi Peserta didik memiliki Kesadaran sebagai makhluk sosial yang harus berinteraksi Interaksi sebagai makhluk social Kemudahan mencari dan disenangi teman Peserta didik/konseli mudah mencari dan disenangi teman Kiat mencari teman Memiliki pemahaman tentang hubungan komunikasi dengan lawan jenis Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang norma hubungan komunikasi dengan lawan jenis Hubungan komunikasi dengan lawan jenis BELAJAR Memahami belajar yang benar di SMA/MA Peserta didik/konseli dapat mengenal sikap dalam belajar serta menerapkan sikap dan kebiasaan dalam belajar yang baik di SMA-MA hingga mencapai prestasi yang lebih luas Kiat sukses belajar di SMAMA Memiliki motivasi untuk berprestasi Peserta didik/konseli mampu memahami pengertian motivasi berprestasi, mengetahui dan menerapkan cara Motivasi berprestasi


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 86 BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA untuk meningkatkan motivasi berprestasi Menemukan cara belajar yang sesuai dengan gaya belajar Peserta didik/konseli dapat memahami dan mengetahui tentang gaya belajar serta strategi belajarnya untuk masing-masing gaya belajar tersebut Strategi belajar sesuai dengan gaya belajar Kepedulian orang tua pada kegiatan belajar Peserta didik/konseli selalu mendapat perhatian orang tua dalam belajarnya Kepedulian orang tua terhadap belajar anak Melaksanakan Tugas Sekolah / PR tepat waktu Peserta didik/konseli memiliki kedisiplinan dalam belajar Disiplin Mengerjakan Tugas Mudah memahami pelajaran Peserta didik/konseli dapat memahami teknik memahami pelajaran Tips memahami pelajaran Mampu memanfaatkan sumber belajar Peserta didik/konseli dapat memanfaatkan sumber belajar dalam kegiatan belajarnya Manfaat sumber belajar Kesadaran belajar sesuai jadwal Peserta didik/konseli dapat mengatur waktu belajarnya Belajar sesuai jadwal Memahami struktru kurikulum sekolah Peserta didik/konseli dapat memahami tentang struktur kurikulum sekolah Srtuktur kurikulum sekolah Memiliki semangat belajar Peserta didik/konseli memiliki motivasi dalam belajar Motivasi belajar Membentuk belajar kelompok Peserta didik/konseli dapat belajar kelompok dengan temannya Belajar kelompok yang efektif Mengetahui cara memilih lembaga bimbil yang baik Peserta didik/konseli dapat memilih lembaga bimbingan belajar yang tepat Memilih lembaga bimbel yang tepat


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 87 BIDANG LAYANAN RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA Pemanfaatan perkembangan teknologi informasi Peserta didik/konseli dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk belajar Memanfaatkan IT untuk meraih prestasi KARIR Memperoleh informasi bantuan/beasiswa Peserta didik/konseli dapat memanfaatkan peluang beasiswa yang ada Strategi memperoleh Beasiswa Memperoleh penghasilan untuk biaya hidup Peserta didik/ konseli mampu mengatur kegiatan antara belajar sambil bekerja Kiat belajar sambil bekerja Memiliki kemampuan untuk memilih kegiatan ekstra kurikuler Peserta didik/konseli mampu memilih kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya Cara memilih Ekskul Memiliki kemantapan pada pilihan peminatan yang diambil Peserta didik/konseli mantap pada pilihan peminatan yang telah diambil Mantap pada pilihan peminatan Memahami hubungan hobi, bakat, minat, kemampuan dan karir Peserta didik/konseli mampu memahami peranan hobi, bakat, minat dalam karir masa depannya Hobi, bakat, minat, kemamapuan dan Karir Memiliki perencanaan karir yang baik Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya perencanaan karir, langkah-langkah dalam merencanakan karir serta mililiki sikap positif dalam meraih kesuksesan masa depan Perencanaan Karir Masa Depan 9. Rencana Kegiatan/Operasioal (Action Plan) Rencana kegiatan (action plan) bimbingan dan konseling merupaan rencan yang menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang didapat dari hasil assesmen terhadap kondisi peserta didik/konseli serta standar kompetensi


Kurik ulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 88 kemandirian siswa. Rencana kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dari beberapa komponen, yaitu : (a) Bidang layanan Berisi tentang bidang layanan bimbingan dan konseling (b) Tujuan Layanan Berisi tentang tujuan yang akan dicapai yang berbasis hasil asesmen, tugas perkembangan atau standar kompetensi kemandirian siswa (c) Komponen layanan Terdiri dari empat komponen yaitu (1) layanan dasar, (2) layanan responsif, (3) peminatan dan perencanaan individual, (4) dukungan system (d) Strategi layanan Merupakan kegiatan/strategi layanan yang dilakukan dan disesuaikan dengan komponen layanan. Contohnya, untuk komponen layanan dasar, strategi layanan yang dapat dilaksanakan adalah bimbingan (e) Kelas Berisi kelas yang akan mendapatkan layanan bimbingan dan konseling (f) Materi, Berisi tentang tema/topik materi yang akan dibahas untuk mencapai tujuan. (g) Metode, Berisi teknik/strategi kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang akan dilakukan. (h) Alat/media, Berisi alat dan media yang akan digunakan misalnya power point presentation, kertas kerja dan sebagainya. (i) Evaluasi, Berisi jenis dan alat evaluasi yang digunakan untuk memastikan ketercapaian tujuan layanan. (j) Ekuivalensi, Berisi penyetaraan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan dengan jumlah jam. (secara rinci dapat dilihat pada Lampiran Permendikbud No.111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah).


Kuri8RENCANA KEGIATABIDANG LAYANA N TUJUAN LAYANAN KOMPONEN LAYANAN STRATEGLAYANAPRIBAD I Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya iman dan taqwa pada Tuhan YME serta dapat hidup rukun, damai dan saling menghormati antar umat beragama Dasar BimbingaklasikalPeserta didik/konseli dapat menjadi individu yang memiliki integritas diri serta dapat memancarkan kepercayaan diri dan sikap yang tidak mementingkan diri sendiri Dasar BimbingaklasikalPeserta didik/konseli dapat menjadi individu yang memiliki sikap jujur dan tidak mencontek Dasar BimbingaKelompoPeserta didik/konseli dapat menjadi individu yang mampu mengendalikan emosi Responsif KonselinIndividuPeserta didik mampu membedakan perilaku agresif dan asertif, menerapkan prilaku asertif dengan teman-temannya serta Dasar Bimbingaklasikal


ikulum Operasional Sekolah SMKN 6 Medan 9 AN (ACTION PLAN) GI AN KE LAS MATERI METODE MEDIA EVA LUASI EKUI VALE N SI an l X Implementasi Iman dan Taqwa dalam kehidupan modern Ceramah, Diskusi Slide Power Point Proses dan Hasil 2 Jam an l X Kejujuran dan Integritas Ceramah, Diskusi Slide Power Point Proses dan Hasil 2 Jam an ok X Kebiasaan mencontek dan akibatnya Diskusi Kartu sikap Proses dan Hasil 2 Jam ng al X Mengelola emosi dengan baik Disesuaikan dengan pendekatan yang digunakan Disesuaikan dengan pendekatan yang digunakan Proses dan Hasil 2 Jam an l X Sikap dan Perilaku Asertif Ceramah, Diskusi Slide Power Point Proses dan Hasil 2 Jam


Kuri9BIDANG LAYANA N TUJUAN LAYANAN KOMPONEN LAYANAN STRATEGLAYANAmengembangkan sikap asertif untuk menunjang prestasi Peserta didik/konseli dapat memahami dan menemukan unsurunsur konsep diri serta memahami dan menerima kelebihan dan kekurangan secara wajar dan penuh syukur Dasar BimbingaklasikalPeserta didik dapat mengenal dan menggali potensi diri serta berusaha mengoptimalkannya untuk meraih sukses masa depan Dasar BimbingaklasikalPeserta didik/konseli mampu mengenal ciri-ciri perkembangan remaja, dapat memahami tugas perkembangan, mengatasi masalah yang dihadapi dalam perkembangan Dasar BimbingaklasikalPeserta didik/konseli mampu mengenal tipe-tipe kepribadian manusia, mengenal kepribadian yang dimiliki serta dapat tumbuh menjadi pribadi yang matang Dasar BimbingaklasikalPeserta didik/konseli dapat memahami ciri-ciri pribadi yang memiliki rasa percaya diri serta Dasar Bimbingaklasikal


Click to View FlipBook Version