The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Explorasi Edisi XVI oleh tim Jurnalistik ABBSKP

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Aryasena, 2025-12-18 04:00:04

Majalah Explorasi Edisi XVI ABBSKP

Majalah Explorasi Edisi XVI oleh tim Jurnalistik ABBSKP

M E D I A E K S P R E S I M E N E B A R I N S P I R A S IMerayakan Didikasi Guru: dari Apresiasihingga Market Day Kreatif Siswa ( 19 )Belajar Menjadi Tangguh, Bukan Harus Sempurna ( 27 )Mindfulness Training untuk Mengurangi Stres padaSiswa Boarding School ( 42 )EKSPLORASIBERTUMBUH DI TENGAH GELOMBANGMAJALAH SEKOLAH SMAIT ABU BAKAR BOARDING SCHOOL KULON PROGOEDISI XVI | Desember 2025


EKSPLORASIIMPRESIDivya Nor Wirasanti, SP., M. Si.Orang tua dari Chesta Aqeela Nurrayyan XII BKami sangat mengapresiasi adanya Majalah Eksplorasi. Karena majalah ini merupakan bukti nyata adanya kreativitas, kerja keras, dan rasa ingin tahu dari para siswa SMAIT ABBSKP yang tidak pernah berhenti berkembang. Terlihat dari setiap artikel, foto, hingga desain halaman yang dirancang dengan sepenuh hati, sehingga mampu menghadirkan informasi yang bermanfaat, serta inspirasi bagi kami, pembacanya. Semoga majalah ini dapat terus menjadi ruang berekspresi, tempat berbagi cerita, serta sarana untuk meningkatkan budaya literasi bagi para siswa.  Aprina Dwi Hastari, S. Pd.Guru SosiologiSatu kalimat untuk karya ini _\"Setiap gambar maupun tulisan yang tertera pasti ada makna yang tercipta\"_. Majalah ini sangat luar biasa, lahir dari semangat untuk tumbuh, belajar, dan menginspirasi. Semoga setiap halaman membawa wawasan dan motivasi untuk pembaca. God Job!!!Hasby Rahim Rahmatullah, S. Pd.Guru Seni RupaSebagai guru seni rupa, saya melihat majalah Eksplorasi karya siswa SMAIT ABBSKP ini merupakan sebuah wadah kreatif yang mampu memadukan gagasan visual dengan kekuatan literasi. Kehadiran majalah ini bukan hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai karya seni kolektif yang menumbuhkan apresiasi, melatih kepekaan visual, serta memperkuat identitas sekolah sebagai komunitas yang menghargai kreativitas dan pemikiran kritis. Semoga kedepannya majalah eksplorasi bisa terus dimaksimalkan sebagai media publikasi yang menumbuhkan kepercayaan diri siswa.Fatihuddin Fawwas Ditya PutraSiswa kelas XIBMajalah ini memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan dan bermakna. Penyajian kontennya rapi dan menarik, dengan perpaduan gambar dan tulisan yang seimbang, sehingga informasi mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan pembaca. Selain itu, majalah ini juga berperan sebagai media untuk menyalurkan ide dan bakat siswa secara kreatif, sekaligus memberi inspirasi dan motivasi.Muhammad Noufar DiandraSiswa kelas XIIAWah majalah eksplorasi tahun ini menarik banget! Terasa lebih inovatif dan informatif dari tahuntahun sebelum nya. Bahasa yang diusung terkesan ringan dan desain majalah juga colorful sehingga membuat pembaca majalah tidak terasa membosankan. In the end aku cuma mau bilang majalah ini adalah top 3 majalah eksplorasi terbaik yang pernah ku lihat, Terima kasih telah membuat majalah semester pieces ini untuk kami baca, semangat berkarya dan bersuara tim Jurnalistik!Humayra Danish AyeshaSiswi kelas XCMajalah merupakan media cetak yang menyajikan informasi, hiburan, dan opini sekaligus berfungsi sebagai sarana edukasi. Selain itu, majalah juga menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi pembaca serta menyebarkan berbagai gagasan secara lebih luas.


EKSPLORASIREDAKSI MENYAPABismillaahirrahmaanirrahiim Puji syukur kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua. Alhamdulillahi rabbil 'alamin, atas izin-Nya majalah sekolah Eksplorasi kembali menyapa pembaca pada Edisi XVI. Ucapan terima kasih senantiasa kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan majalah ini. Hidup di masa SMA bukan hanya soal nilai, prestasi, dan tugas. Ada hal-hal yang tak terlihat di rapor—seperti tekanan dari ekspektasi, kebingungan akan masa depan, dan pertanyaan tentang jati diri. Dalam edisi kali ini, kami mengangkat tema “Bertumbuh di Tengah Gelombang” sebagai ruang bagi kita semua untuk jujur pada diri sendiri: bahwa tidak apa-apa merasa lelah, takut, bahkan kehilangan arah. Yang terpenting kita terus memilih untuk bertumbuh. Melalui artikel-artikel yang tersaji, kami mengajak pembaca untuk merenung, memahami, dan bertindak. Mulai dari artikel bertajuk ABBSKP News, Liputan, Poros Pondok, Mata Santri, Tips Kita, Puisi, Short Story, Resensi, Techno, Biografi, Lentera Inspirasi, Achievement, Pesan Alumni, Komik, Teka Teki Santri, dan artikel-artikel menginspirasi lainnya. Semua kami hadirkan dengan harapan bisa menjadi pengingat bahwa kita tidak sendiri. Kita semua sedang belajar menavigasi hidup dengan luka, tawa, dan harapan yang sama. Selamat membaca, semoga setiap kata mampu memupuk rasa cinta kita terhadap Allah dan Rasul-Nya serta pada diri sendiri dan sesama. Sampai jumpa pada majalah Eksplorasi Edisi XVII.Salam LiterasiEksplorasi Media Ekspresi, Menebar Inspirasi.EKSPLORASI I


2EKSPLORASIPenanggung JawabH. Salim, S.Ag., M.Pd.Pimpinan RedaksiEni Rahmawati, S.Pd., GrKetua RedaksiHanuun Saajida ZainSekretariat RedaksiDelima Mulya Ayuati, S.Pd., GrStaff RedaksiRaqillanjaya AshafriRosyidan MunifDesign & Tata Letak RedaksiFaiz Resta AryasenaAndi Hausan Irham Nabil NasrumEditorArief Kurniatama, S.Pd., M.Pd., GrRohmi Juharoh, M.Pd., GrII EKSPLORASIRUANG REDAKSI


2Maheswara Kaysan SahasikaRizan Farraasya Althaf Nibras Udzri Arifin Ariq Aflaha Zahy Raqillanjaya Ashafri Kafka Rizki Ramdhani Akram D.F. dan M. Noufar D. Ahmad Muktafi Muhammad Rafif Putra DewandaruWisanggeni L, Basel M.A.K, dan Khalifah A.A.J Arkana Rafif MisbahuddinFaizatul Pramudya Nur Wasih, S.PdAbdul Fatah, S.Ud., M.Ag., Al HafidzSriatun, S.Pd., M.A., Gr.Rosyidan Munif Hanuun Saajida Zain Farhan Muhammad Hafidz Muhammad Salman Ibnu Haswan Nadiya Zahra Fathimah Karim Fahad Ibrahim Basuki Daris Faturrahman Muhammad Nafis Yoga ParamaNajiiha Nayyira Yahya EKSPLORASIKONSTRIBUTOREKSPLORASI III


EKSPLORASISAMBUTAN KEPALA SEKOLAHAssalamu’alaikum wr wb  Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan nikmat dan karuniaNya Kepada kita, Shalawat dan salam kita sanjungkan kepada baginda Rosulullah  Muhammad SAW beserta para keluarga, shahabat dan pengikut  setianya. Saya sangat senang dan bangga menyambut terbitnya Majalah Explorasi Edisi XVI dengan tema \"Bertumbuh di Tengah Gelombang\". Edisi ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana kita semua dihadapkan dengan berbagai tantangan dan ketidakpastian. IV EKSPLORASIDi tengah kesulitan itu, kita juga menemukan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Majalah Explorasi Edisi XVI ini hadir sebagai ruang yang suportif, inspiratif, dan reflektif bagi kita semua. Majalah ini ditulis dengan mengangkat suara dan pengalaman siswa dalam menghadapi tantangantantangan tersebut, dengan harapan dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Saya berharap artikel-artikel dalam edisi ini dapat membantu kita memahami diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik, serta menemukan cara-cara untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Kami percaya bahwa setiap orang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang, bahkan di tengah gelombang kesulitan. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada tim redaksi dan semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan majalah ini. Semoga Majalah Explorasi Edisi XVI ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi semua civitas akademik untuk terus bertumbuh dan berkembang di tengah gelombang kesulitan. Wassalamu’alaikum wr wb Ustaz Salim, S.Ag., M.Pd


REDAKSI MENYAPA...................................................................................................................RUANG REDAKSI..............................................................................................................KONSTRIBUTOR........................................................................................................................SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH..................................................................................................DAFTAR ISI.................................................................................................................................ABBSKP NEWS MPLS 2025 : Orientasi Siswa, Mengenal Sesama, Adaptasi Bersama................................................................... Dari Lapangan ke Kehidupan: Nilai-Nilai Pramuka Membentuk Generasi Tangguh........................................... HUT RI ke-80: Merayakan Kemerdekaan dengan Optimisme di Tengah Tantangan Zaman.............................. Maulid Nabi: Menyambut Milad dan Mengharap Syafaat dengan Berselawat..................................................... Pemilihan Ketua OSIS Arwestro Masa Bakti 2025/2026....................................................................................... Semarak Bulan Bahasa di SMAIT ABBSKP............................................................................................................ Hari Santri di SMAIT ABBSKP............................................................................................................................... Merayakan Dedikasi Guru: dari Apresiasi hingga Market Day Kreatif Siswa.......................................................LIPUTAN Ruang Aman di Sekolah: Kisah Guru BK Menuntun Siswa Bertahan....................................................................POROS PONDOK Hadroh: Menyalurkan Emosi Menjadi Sebuah Harmoni.......................................................................................MATA SANTRI Belajar Menjadi Tangguh, Bukan Harus Sempurna............................................................................................... Growing Up in the Midst of Change: Daring to be Yourself...................................................................................TIPS KITA Sehat Mental Prestasi Maksimal............................................................................................................................. Growing Admist the Waves.....................................................................................................................................PUISI Yang Lebih Baik.......................................................................................................................................................SHORT STORY Gelap Sebelum Fajar................................................................................................................................................RESENSI Dunia Sophie: Kompas Wajib untuk Generasi Kritis di Era Informasi.................................................................. Takopi's Original Sin: Anak Sebagai Representasi Orang Tua...............................................................................TECHNO Deepseek dan Jejak Solusi di Balik Angka..............................................................................................................BIOGRAFI Sastrawan Besar dari Desa......................................................................................................................................LENTERA INSPIRASIMindfulness Training untuk Mengurangi Stres pada Siswa Boarding School........................................................0/RUANG BUDAYARomantisasi Gesang Prasaja: Angkringan Arwestro lan Coping Mechanism Siswa ABBSKP Saka Perspektif Semiotika Barthes......................................................................................................................................................ACHIEVEMENT...........................................................................................................................PESAN ALUMNI..........................................................................................................................KOMIKREAL OR FAKE? Tips Memverifikasi Berita............................................................................................................Sekaten.......................................................................................................................................................................TEKA TEKI SANTRI.....................................................................................................................iiiiiiivv1379111315171921232526272829313335373942434547484951DAFTAR ISI EKSPLORASIEKSPLORASIV


MPLS 2025: Orientasi Siswa, Mengenal Sesama, Adaptasi BersamaRosyidan Munif (XB)ABBSKP NEWS Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertujuan untuk memberikan waktu kepada siswa baru agar dapat beradaptasi dengan lingkungan dan kebiasaan di sekolah baru. Kegiatan ini biasanya berisi tentang pengenalan kegiatan pembelajaran ketika kita berada di sekolah. Selain itu, kita juga dijelaskan apa saja rutinitas kegiatan kita ketika berada di asrama. SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo, tahun ini mengadakan MPLS dengan tema “Sinyal Kuat, Otak Cepat, Ngantuk Minggat.” Kegiatan ini diawali dengan pembagian kelompok yang berjumlah 6 kelompok. Setiap kelompok memiliki pendamping dari OSIS. MPLS kali ini berisi tentang pengenalan kegiatan sehari-hari, kurikulum sekolah, serta ekstrakurikuler yang bisa dipilih oleh siswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Pada hari Ahad (13/7), para panitia dari OSIS mengagendakan perkenalan singkat dari anggota OSIS itu sendiri, LO, serta pengenalan jargon untuk penyemangat ketika sedang berkegiatan. Kemudian setelah perkenalan, acara dilanjutkan dengan sharing session.MPLS tahun ajaran ini diawali dengan upacara pembukaan pada hari Senin (14/7), kemudian dilanjutkan dengan pengenalan “Civitas Akademika” oleh Ustaz Ziyad Fauzi Ahmad dan “Pengenalan Profil Sekolah” oleh Ustaz Salim dari pagi hingga siang hari. Kemudian dilanjutkan dengan “Pengenalan Kehidupan Sehari-hari di Pesantren oleh Ustaz Ahmad Nurrohman. Kemudian, pada hari Selasa (15/7), dilanjutkan dengan sosialisasi dari SPAB oleh DAMKAR. Lalu, dilanjutkan materi “Perbankan digital dan Perlindungan Data” oleh Bank BPD dan dilanjutkan “Screening Kesehatan” oleh  Puskesmas.1


Keesokan harinya, Rabu (16/7), diadakan apel dan juga senam, kemudian dilanjutkan “Sosialisasi Akademik” oleh Ustadzah Rista Mahanani. Kemudian, ada persembahan dari salah satu siswa, yaitu Ahmad Aidan Madani Usman (XI B) dan dilanjutkan dengan “Sosialisasi Nahnu Nart (NM)” oleh Ustazah Esti Setiawati serta “Kepesantrenan” oleh Ustaz Salim. Kemudian, pada hari Kamis (17/7), sekolah mengenalkan buku peraturan dan tata tertib siswa (PANTES) oleh Ustazah Delima Mulya Ayuwati. Kemudian, dilanjutkan dengan sosialisasi “Pembinaan Prestasi” oleh Ustazah Yogawati Wulandari dan dilanjutkan dengan sosialisasi OSIS oleh seluruh anggota OSIS. Dan pada hari terakhir, yaitu Jumat (18/7), diadakan senam pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan bincang alumni. Lalu, siang harinya diadakan demonstrasi sekaligus pengenalan ekstrakurikuler di sekolah. MPLS terus terlaksana hingga sepekan, dan di akhir pekan, siswa diminta untuk menampilkan sebuah pertunjukan untuk ditampilkan pada malam puncak. Siswa juga tidak diperkenankan memegang telepon genggam (handphone) selama 40 hari untuk pembiasaan.  Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan siswa bisa terbiasa dan beradaptasi dengan lingkungan dan teman baru. Dan dengan diberikannya materi selama sepekan ini diharapkan dapat berguna bagi para siswa.2


Hari Pramuka Menjadi Saksi Ikrar Tanggung Jawab Laksana Bulan Agustus merupakan bulan yang dinanti oleh para pecinta pramuka di SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo. Pasalnya, pada bulan ini terdapat hari dimana pramuka diperingati, yaitu pada tanggal 14 Agustus. Pada Hari Pramuka siswa-siswi, ustaz, dan ustazah turut memeriahkan acara yang telah disusun oleh segenap Kakak-kakak Dewan Ambalan Abu Bakar Nusaibah dan Kakak Pembina Pramuka Gugus depan SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo. Rangkaian kegiatan pada Hari Pramuka tidak hanya ceremonial, kegiatan lainnya meliputi Pelantikan Penegak laksana, HUT Ambalan Nusaibah, dan penampilan spesial dari Bantara.  Kegiatan hari itu diawali dengan upacara peringatan Hari Pramuka yang berjalan dengan hikmat, dibacakannya sandi Ambalan Abu Bakar Nusaibah diiringi pengangkatan pusaka adat oleh pemangku adat tak hanya menjadi simbolis namun mencerminkan jiwa kehormatan yang dimiliki setiap anggota Pramuka di Gugus Depan SMAIT Abu Bakar Kulon Progo. Sebelum upacara berakhir, Kamabigus SMAIT Abu Bakar Kulon Progo melantik Kakak-kakak Dewan Ambalan Abu Bakar Nusaibah sebagai Penegak Laksana.  Pelantikan Penegak Laksana telah dinanti oleh Kakak-kakak Dewan Ambalan Abu Bakar Nusaibah. Penegak Laksana adalah tingkatan kedua dalam Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) untuk golongan Pramuka Penegak. Untuk mencapai tingkat ini, seorang Pramuka harus memenuhi berbagai syarat yang mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, dan kemandirian. Maka dari itu, pada pelantikan ini mereka akan mengikrarkan janji kesanggupan mereka untuk berada di pangkat tertinggi pada pramuka penegak. Pada pangkat tertinggi pula, mereka bukan sekadar ber-ikrar, namun mereka memegang teguh tanggung jawab, kedisiplinan, patuh, dan dapat dipercaya sesuai dengan pengamalan kode etik pramuka tri satya dan dasa darma.Dari Lapangan ke Kehidupan: Nilai-Nilai PramukaMembentuk Generasi TangguhHanuun Saajida Zain (XID)ABBSKP NEWS3


KPTA Sebagai Pintu Solidaritas Dewan Ambalan Abu Bakar Nusaibah telah melaksanakan Kemah Penerimaan Tamu Ambalan (KPTA) pada tanggal 28-30 Agustus. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMAIT Abu Bakar Kulon Progo kelas X untuk diterima menjadi anggota pramuka Gugus Depan 02.121 dan 02.122. Pada KPTA ini seluruh peserta mengikuti kegiatan selama 3 hari 2 malam di Bumi Perkemahan Jaka Garong. Kegiatan Kepramukaan Penerimaan Tamu Ambalan (KPTA) berlangsung dengan penuh dinamika sejak keberangkatan peserta dari titik kumpul hingga tiba di Bumi Perkemahan Jaka Garong. Setelah melalui proses pengecekan perlengkapan dan pengarahan awal, peserta menghadapi tantangan pertama berupa cuaca hujan yang membuat beberapa rencana harus disesuaikan. Meski demikian, seluruh rangkaian pembukaan tetap berjalan tertib, mulai dari membangun desa hingga mengikuti upacara resmi yang menandai dimulainya perkemahan. Situasi gerimis tidak mengurangi semangat para peserta untuk memasuki agenda-agenda selanjutnya.Memasuki inti kegiatan, peserta mengikuti berbagai materi dan aktivitas yang bertujuan memperkuat pengetahuan kepramukaan, kekompakan, serta kreativitas sangga. Materi penguatan karakter dari narasumber, permainan tradisional yang melibatkan seluruh sangga, hingga penampilan giat patriot di malam hari menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang hangat. Waktu istirahat, ibadah berjamaah, dan penyajian makan oleh tiap sangga turut menambah pengalaman belajar hidup mandiri dan saling mendukung selama berada di perkemahan. Bahkan ketika cuaca kurang bersahabat, seluruh kegiatan tetap berjalan dengan penyesuaian dari sangga kerja sehingga peserta dapat menikmati setiap rangkaian acara. Pada tahap berikutnya, peserta melanjutkan kegiatan luar ruang seperti jelajah alam yang diisi serangkaian pos uji keterampilan, permainan, serta tantangan yang mengasah ketelitian dan kerja sama. Transisi antar kegiatan berjalan mengalir, mulai dari persiapan fisik, pengarahan keberangkatan, hingga penyelesaian setiap pos yang telah disiapkan. Kegiatan berlangsung hingga hari terakhir dengan tetap mengusung nilai ketahanan, disiplin, dan semangat kebersamaan. Keseluruhan rangkaian KPTA selama tiga hari ini memberikan pengalaman bermakna bagi para peserta, mengajarkan kemandirian serta mempererat hubungan antaranggota sangga dalam suasana perkemahan yang penuh tantangan dan kebersamaan.Long March Menjadi Jejak Langkah Menuju Kepemimpinan Ambalan Sabtu (27/09), perjalanan dibawah terik matahari dilalui oleh Kakak-kakak Bantara. Meski langkah mereka terasa berat, tapi ini lah proses untuk melihat siapa yang siap memikul tanggung jawab organisasi, bukan hanya yang paling kuat, tetapi yang mampu bertahan dan tetap peduli pada kelompok. Kegiatan long march adalah kegiatan yang menjadi bagian seleksi calon dewan ambalan. Mereka berjalan dalam kelompok sambil membawa perlengkapan selama perjalanan. Kegiatan ini melatih fisik, fokus, kerja sama, dan disiplin. 4


Pada long march ini para Kakak-kakak Bantara tidak hanya dinilai kuat, tetapi juga mampu memimpin, mengikuti instruksi, dan menjaga teman satu kelompok. Long march menunjukkan siapa yang benar-benar siap memimpin. Mereka bukan hanya berjalan jauh, mereka menjaga ritme kelompok, saling bantu, dan tetap fokus meski lelah.Menata Langkah Baru Melalui Musyam Musyawarah Ambalan (Musyam) pada 10 Oktober 2025 di Gugus Depan 02.121 dan 02.122 Ambalan Abu Bakar – Nusaibah merupakan forum tertinggi dalam kehidupan organisasi ambalan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi Dewan Ambalan yang akan demisioner untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) mengenai seluruh program kerja, keberhasilan, serta evaluasi selama satu periode kepengurusan. Selain itu, Musyam juga membahas kembali aturan-aturan dasar kepramukaan yang menjadi pedoman bagi seluruh penegak, mulai dari tata cara berpakaian yang rapi dan sesuai ketentuan, etika bersikap, kedisiplinan, hingga nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya sebagai fondasi pembinaan karakter. Selain penyampaian LPJ, Musyam juga menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan. Dalam forum ini, para anggota ambalan bermusyawarah untuk memilih Pradana baru serta membentuk struktur kepengurusan Dewan Ambalan periode berikutnya. Proses pemilihan dilakukan secara terbuka dan demokratis, sehingga setiap anggota memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan harapan terhadap calon pemimpin mereka. Dengan demikian, Musyam tidak hanya menjadi evaluasi perjalanan organisasi, tetapi juga ruang untuk menata kembali semangat kebersamaan demi kemajuan Ambalan Abu Bakar – Nusaibah di masa depan.Pada akhir rangkaian Musyam, terpilihlah kepengurusan Dewan Ambalan baru periode 2025/2026 sebagai hasil dari proses demokratis dan penuh musyawarah. Kak Emir dan Kak Hanuun mendapat amanah besar sebagai Pradana Putra dan Putri Ambalan Abu Bakar – Nusaibah. Kepemimpinan mereka didampingi oleh Kak Faqih dan Kak Syifa yang dipercaya sebagai Pemangku Adat Putra dan Putri, penjaga nilai-nilai adat serta tradisi ambalan. Selain itu, sejumlah calon Dewan Ambalan lainnya juga terpilih untuk menempati berbagai posisi strategis dalam struktur organisasi, membawa harapan baru untuk melanjutkan program kerja, meningkatkan kualitas kegiatan kepramukaan, dan memperkuat kekompakan seluruh anggota ambalan.Mengukuhkan Regenerasi Prosesi Pelantikan Dewan Ambalan Pelantikan Dewan Ambalan hasil Musyawarah Ambalan (Musyam) Gugus Depan 02.121 dan 02.122 Ambalan Abu Bakar – Nusaibah berlangsung khidmat pada tanggal 20 Oktober 2025 di lapangan SMAIT Abu Bakar Boarding School, Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi momen penting yang menandai resmi dimulainya kepengurusan baru periode 2025/2026. Seluruh ustaz, ustazah, serta siswa-siswi turut hadir menyaksikan prosesi pelantikan yang dilaksanakan oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan mewakili Kamabigus. Suasana penuh semangat terpancar dari seluruh peserta upacara, mencerminkan harapan besar terhadap perjalanan ambalan di periode berikutnya. Pada kesempatan tersebut, Kak Emir dan Kak Hanuun dikukuhkan sebagai Pradana Putra dan Putri Ambalan Abu Bakar – Nusaibah. Mereka resmi menerima tongkat estafet kepemimpinan untuk memandu seluruh kegiatan kepramukaan di ambalan. Sementara itu, amanah sebagai Pemangku Adat Putra dan Putri diberikan kepada Kak Faqih dan Kak Syifa,5


yang diharapkan mampu menjaga nilai-nilai adat, tradisi, serta tata krama kepramukaan di lingkungan ambalan. Bersama mereka, para calon Dewan Ambalan terpilih lainnya turut dilantik untuk mengemban berbagai bidang kepengurusan, membentuk tim yang solid dan siap membawa inovasi serta semangat baru bagi perkembangan Ambalan Abu Bakar – Nusaibah dalam satu tahun ke depan. Pelantikan ini tidak hanya menjadi awal sebuah periode, tetapi juga peneguhan komitmen untuk terus berprestasi, mengabdi, dan menjaga marwah ambalan dengan penuh tanggung jawab.Tiga Hari Mengembara Menjemput Prestasi di Jelitaku XX Jelitaku XX dengan tema “Menjelajah Alam, Mengukir Prestasi, Menjaga Tradisi” kembali menjadi salah satu event kepramukaan terbesar di Kulon Progo yang diselenggarakan oleh DKC Kulon Progo. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari 2 malam, mulai 25–27 Oktober 2025, dan diikuti oleh 32 sangga dari berbagai gugus depan se-Kulon Progo. Tahun ini, Gugus Depan SMAIT Abu Bakar Kulon Progo turut berpartisipasi dengan mengirimkan dua sangga delegasi, yaitu Sangga Putra dan Sangga Putri, berjumlah total 16 peserta. Sangga Putra terdiri dari Kak Emir, Kak Faqih, Kak Izza, Kak Muhd, Kak Dzaky, Kak Fawwaz, Kak Kautsar, dan Kak Fikrii, sementara Sangga Putri diisi oleh Kak Hanuun, Kak Faida, Kak Nadiya, Kak Shofi, Kak Zhifa, Kak Naura, dan Kak Prada. Mereka menjadi perwakilan gugus depan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan jelajah yang menempuh rute Nanggulan – Sentolo – Lendah. Selama tiga hari, peserta menjalani perjalanan panjang yang dimulai pada hari pertama di Kompleks Jogja Agro Park (JAP) Nanggulan. Setelah registrasi, pengambilan merchandise, dan Upacara Pembukaan yang dipimpin oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Pada pelaksanaan Jelitaku XX ini, Sangga Putra berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 Giat Prestasi Asah Pengetahuan Umum dan Juara 3 Giat Prestasi Vlog Jejakku. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan mereka selama tiga hari penuh, menembus medan perjalanan yang berat, telah membuahkan hasil meski masih banyak hal yang dapat dikembangkan di masa mendatang. Sementara itu, Sangga Putri yang untuk pertama kalinya menjadi perwakilan resmi dari SMAIT Abu Bakar Kulon Progo memperoleh banyak pengalaman berharga. Mereka belajar mengenai kerja sama, ketahanan fisik, kreativitas, hingga kemampuan beradaptasi dalam situasi lapangan yang sesungguhnya. Keikutsertaan pertama ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan Sangga Putri di masa mendatang, sekaligus membuka peluang untuk prestasi-prestasi baru pada Jelitaku berikutnya. Melalui kegiatan ini, para delegasi pulang dengan membawa pengalaman, pelajaran, dan kebanggaan yang akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan kepramukaan mereka. 6Ambar Purwoko, para peserta resmi dilepas untuk memulai pengembaraan menuju Memorial Camp Sentolo. Dalam etape ini peserta mengikuti berbagai giat seperti Peta Jejakku, Bangun Desa, Asah Pengetahuan Umum, dan Estafet Warisan Leluhur. Malam harinya, seluruh sangga menampilkan kreativitas mereka dalam Gelar Budaya Istimewa. Pada hari kedua, perjalanan berlanjut dari Memorial Camp menuju Lapangan Cubung, dengan dua titik singgah di Masjid Darussalam Salamrejo dan Masjid Al-Ikhsan Sidorejo. Hari kedua juga diisi dengan kegiatan Rangkai Pesona Penjor, pengumpulan Vlog Jejakku, serta Malam Wira Pertiwi yang menampilkan final lomba Nimas–Kangmas dan Nada Jelajah. Kegiatan kemudian ditutup pada hari ketiga dengan Upacara Penutupan di Lapangan Cubung.


Kemerdekaan merupakan sebuah nikmat Tuhan yang harus disyukuri. Rasa syukur tersebut dapat diterapkan dengan cara berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan nikmat sebesar ini kepada kita semua. Para siswa SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo, misalnya, turut melaksanakannya dengan mengadakan berbagai kegiatan menarik saat Hari Kemerdekaan. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 14–17 Agustus 2025, dengan puncak acara pada tanggal 17 Agustus 2025. Pada hari pertama dan hari kedua, para santri melaksanakan lomba voli di lapangan voli SMAIT ABBSKP. Para santri begitu antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan hari pertama dan kedua. Selanjutnya, pada hari ketiga, terdapat lomba tarik tambang. Pada lomba ini, para santri saling bahu-membahu menarik tali tambang agar dapat memenangkan lomba. Lomba ini mengajarkan kita untuk saling bekerja sama dan berkomunikasi antarpeserta demi meraih kemenangan. Keesokan harinya, di hari keempat, para santri melaksanakan upacara bendera yang diadakan di lapangan basket SMAIT Abu Bakar. Ini merupakan puncak acara pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-80. Dalam upacara kali ini, bendera Merah Putih dikibarkan dengan gagah oleh para santri kelas 10. Mereka tampil baik dan bersemangat untuk memberikan kontribusi terhadap bangsa melalui pengibaran bendera Sang Merah Putih. Setelah upacara HUT RI ke-80 selesai, santri melaksanakan berbagai lomba yang menarik dan seru. Di antaranya terdapat lomba estafet, lomba makan kerupuk, dan lomba menangkap belut. Malam harinya, terdapat lomba bernyanyi dengan tajuk \"Arwestro Idol.\" Lomba ini menampilkan bakat para santri dalam bidang tarik suara. Seusai lomba \"Arwestro Idol,\" dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba selama perayaan HUT RI ke-80. Para santri sangat berbahagia dengan perayaan HUT RI kali ini. Perayaan kemerdekaan bukan hanya sekadar tentang lomba dan upacara bendera, melainkan merupakan bagian dari kebersamaan dan mengenang pahlawan bangsa yang telah memberikan segala upaya untuk memerdekakan bangsa kita.HUT RI ke 80: Merayakan Kemerdekaan Dengan OptimismeDi Tengah Tantangan ZamanFarhan Muhammad Hafidz (XIA)ABBSKP NEWS7


8ABBSKP NEWS


Maulid Nabi: Menyambut Milad dan Mengharap Syafaatdengan BerselawatRosyidan Munif  (XB)ABBSKP NEWS Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan hari besar Islam yang dirayakan oleh setiap umat Muslim di seluruh dunia dengan mengaji atau berselawat kepada Nabi Muhammad. Maulid Nabi diperingati setiap tanggal 12 Rabiulawal menurut kalender hijriah. SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo juga turut menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 4–5 September 2025. Acara diawali dengan pengumuman kegiatan Maulid Nabi setelah salat zuhur, di mana para santri diminta untuk tidur bersama di masjid atau iktikaf. Acara inti dimulai setelah salat asar oleh petugas yang telah diminta untuk memulai tilawah terlebih dahulu, sementara santri lainnya melanjutkan aktivitas seperti biasa. Kemudian, dilanjutkan dengan selawatan bersama di Masjid Baitul Munir yang dibersamai oleh Tim Hadroh SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo, yaitu \"Narju Syafa'ah.\" Acara selawatan atau majelisan ini dihadiri oleh seluruh santri, ustaz, dan beberapa warga sekitar, terutama ibu-ibu yang turut meramaikan acara. Majelisan terus berlanjut hingga waktu isya tiba. Setelah isya, seluruh santri membaca Aqidatul Awwam secara bersama-sama yang dipimpin oleh OSIS Divisi Keagamaan.9 Setelah pembacaan Aqidatul Awwam selesai, dilanjutkan dengan pembagian muqaddam-an, di mana setiap orang mendapat bagian untuk membaca dua juz. Setiap santri diberikan waktu menyelesaikan tilawah dimulai dari setelah isya hingga pagi. Ketika malam hari, setiap santri mendapat kudapan serta minuman untuk mengganjal lapar ketika berhenti sejenak untuk membaca. Kemudian, seluruh santri tidur, sedangkan para petugas yang diamanahi sejak setelah asar memulai dan melanjutkan bacaannya hingga waktu subuh tiba. Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas keimanan santri, menjadi sarana untuk mengharapkan syafaat Nabi Muhammad SAW, dan terutama bisa mempererat hubungan kekeluargaan yang ada di Abu Bakar Boarding School Kulon Progo.


1 0ABBSKP NEWS


PEMILIHAN KETUA OSIS ARWESTRO MASA BAKTI 2025/2026Salman Ibnu Haswan (XIC)ABBSKP NEWS Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah satu-satunya organisasi resmi dan menjadi wadah berhimpun bagi para peserta didik di lingkungan sekolah, khususnya di SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo. OSIS SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo, yang biasa disebut OSIS Arwestro, secara rutin mengadakan berbagai kegiatan unggulan, baik dari bidang akademik maupun nonakademik. Ruang lingkup kegiatan ini bertujuan membentuk karakter, kepemimpinan, dan bakat siswa sebagai bekal yang relevan di masa depan. Pada hari Rabu (16/09), OSIS Arwestro mengadakan orasi dari para kandidat calon ketua OSIS yang terdaftar, baik dari kandidat putra maupun putri. Dalam acara tersebut, para kandidat menyampaikan visi dan misi mereka. Selain itu, ada penampilan dari setiap tim sukses (timses) calon ketua OSIS, mulai dari drama hingga bernyanyi bersama. Acara yang menyenangkan ini dilaksanakan di tengah lapangan basket, tepat setelah apel pagi pada hari itu.Selain orasi, diadakan pula stand booth dari setiap kandidat. Banyak siswa dan guru mengunjungi stand booth tersebut. Ada yang sekadar melihat poster dari setiap kandidat, ada pula yang menanyakan1 1kepada para kandidat terkait bagaimana cara mereka meyakinkan para pemilih, terutama mengenai visi, misi, dan program kerja yang akan direalisasikan jika mereka terpilih.Pada siang hari, diadakan talkshow kandidat calon ketua OSIS, bertempat di halaman serambi masjid. Para kandidat diberi berbagai pertanyaan oleh MC dan juga oleh siswa-siswa yang bertanya, mulai dari pertanyaan tentang gambaran program kerja (proker) mereka nantinya dan masih banyak lagi. Acara tersebut berlangsung dengan tenang dan tertib. Pada hari Senin (22/09), OSIS mengadakan debat terbuka untuk para kandidat calon ketua OSIS. Tempatnya masih sama, yaitu di halaman serambi masjid, dan dihadiri seluruh siswa dan guru sekolah yang antusias untuk menyaksikan debat kandidat tersebut. Untuk memastikan pertanyaan yang diajukan berkualitas dan bermutu, OSIS mengundang tiga panelis dari perwakilan guru. Sebelum sesi dimulai, kandidat diberikan amplop berisi topik yang akan ditanyakan oleh panelis, sehingga mereka bisa menjawab pertanyaan dengan lancar dan penuh percaya diri. Setelah para panelis memberikan berbagai pertanyaan, tibalah


sesi debat untuk para kandidat calon ketua OSIS. Suasana yang awalnya tenang seketika berubah menjadi tegang, dan banyak sorak-sorai dari siswa karena pada sesi itu antarkandidat saling menyangkal dan menanggapi pertanyaan yang diajukan. Setelah rangkaian acara yang sudah dilaksanakan, tibalah puncak acara, yaitu pemilihan calon ketua OSIS, yang dilaksanakan pada hari Kamis (25/09). Tempatnya berada di serambi masjid yang dibuat menyerupai Tempat Pemungutan Suara (TPS). Seluruh warga sekolah berpartisipasi aktif dalam acara tersebut. Setelah pencoblosan selesai, kotak suara dibuka dan dihitung oleh para saksi di hadapan seluruh siswa. Akhirnya, soraksorai menyambut pengumuman Ketua OSIS terpilih, yaitu Izza Girang Furqonnur dan Umar Abdurrahman. Sosok baru ini akan menjalankan kewajiban untuk satu periode ke depan. Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan ketua OSIS yang baru dapat memberikan energi positif dan menjadi pemimpin yang menginspirasi. Acara pelantikan pengurus OSIS merupakan momen yang dilaksanakan pada saat upacara formal yang khidmat di hadapan seluruh siswa dan guru sekolah, yang tepatnya dilakukan di lapangan basket pada hari Rabu (8/10). Bertepatan dengan pelantikan pengurus OSIS yang baru, dilantik juga pengurus Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) dan ketua ekstrakurikuler periode 2025/2026. Prosesi ini ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Kepala Sekolah, dilanjutkan dengan pengucapan ikrar yang dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (Waka Kesiswaan). Pengurus yang dilantik berjanji untuk menjalankan amanah dengan baik, menjadi pelopor dalam memajukan siswa, serta menjaga reputasi sekolah.Seminggu setelah pelantikan, tepatnya pada hari Rabu dan Kamis (15–16/10), pengurus OSIS yang sudah purna mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk pengurus OSIS dan MPK yang baru. Kegiatan tersebut dilakukan di Waduk Sermo, dengan konsep perkemahan di tepi area waduk yang asri. Berlatar perkemahan di Waduk Sermo, LDK ini berfungsi menguatkan mental pemimpin dan menyatukan ikatan persaudaraan seluruh pengurus baru.1 2


Bulan Bahasa merupakan perayaan yang dilaksanakan setiap tahunnya, tepatnya pada bulan Oktober, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda serta ditetapkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Kegiatan ini meliputi berbagai lomba yang diadakan oleh sekolah, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum. Tujuan utamanya adalah untuk melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa dan sastra Indonesia, khususnya untuk memperkuat kesadaran masyarakat dan pemuda terhadap bahasa nasional sebagai bahasa persatuan. Pada perayaan kali ini, SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo menyelenggarakan berbagai kegiatan lomba yang dilaksanakan pada 17–18 Oktober 2025 dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMAIT ABBSKP. Adapun lomba-lomba menarik yang diadakan adalah Nimas Kangmas, Master of Ceremony, Spelling Bee, Cerdas Cermat, dan Stand Up Comedy. Lomba-lomba ini dilaksanakan menggunakan empat bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Jawa. Kegiatan Bulan Bahasa di SMAIT ABBSKP berlangsung dengan penuh antusiasme. Para siswa menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai lomba.Setiap kegiatan diwarnai dengan persaingan yang sehat serta kreativitas yang luar biasa dari para peserta. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga dapat menyalurkan bakat dan kreativitas mereka untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang kebahasaan dan sastra. Dengan adanya kegiatan Bulan Bahasa ini, diharapkan para siswa semakin mencintai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.Semarak Bulan Bahasa di SMAIT ABBSKPNadiya Zahra Fathimah Karim (XID)ABBSKP NEWS1 3


1 4


Hari Santri di SMAIT ABBSKPFahad Ibrahim B (XA)ABBSKP NEWS Hari Santri Nasional 2025 diperingati setiap tanggal 22 Oktober dengan tema \"Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia\". Peringatan ini ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani pada tanggal 15 Oktober 2015. di Masjid Istiqlal, Jakarta .Perayaan Hari Santri menjadi momen untuk mengenang peran para santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan menegaskan komitmen mereka untuk berkontribusi dalam membangun bangsa dan peradaban dunia. Pada momen peringatan tahun ini, SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo juga turut berpartisipasi. Kegiatan diawali dengan upacara dan dilanjutkan dengan penyelenggaraan berbagai lomba yang diikuti oleh semua kelas. Lomba-lomba tersebut meliputi Tarung Sarung, Akidatul Awwam, Cerdas Cermat Islam, dan Cosplay Tokoh Islam. Kegiatan Hari Santri Nasional berlangsung dengan menyenangkan. Para santri menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai lomba dan kegiatan yang diadakan. Melalui perayaan ini, santri tidak 1 5hanya belajar menghargai sejarah perjuangan ulama dan santri, tetapi juga dapat menyalurkan bakat dan kreativitas mereka untuk menunjukkan peran terbaiknya. Dengan adanya perayaan Hari Santri ini, diharapkan para santri semakin mencintai dan bangga menjadi bagian dari tradisi pesantren yang berpegang teguh pada Islam yang rahmatan lil alamin serta menjunjung tinggi persatuan Indonesia.


ABBSKP NEWS1 6


Merayakan Dedikasi Guru: dari Apresiasihingga Market Day Kreatif SiswaDaris Faturrahman (XIB)ABBSKP NEWS 25 November adalah hari yang istimewa, hari dimana kita memperingati dan mengucapkan terimakasih kepada guru atas jasa yang diberikannya, pengabdiannya, dan dedikasinya dalam membimbing dan membina. Hari ini dipersembahkan untuk mereka yang menyalakan api ilmu dalam diri kita dan menjaga nyalanya agar tidak pernah padam. Dalam pepatah jawa, guru bukan hanya berarti seseorang yang mengajarkan pengetahuan, tetapi juga sebagai sosok yang “digugu lan ditiru”. Maknanya, guru adalah sosok teladan yang ideal, juga bahwa setiap nasihatnya mengandung kebajikan dan kebijakan yang perlu diamalkan oleh siswa.  Mengapa Hari Guru Nasional diperingati  pada 25 November? karena hari tersebut bertepatan dengan berdirinya Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Estafet semangat perjuangan mereka hendaknya kita lanjutkan dengan belajar sungguh-sungguh serta niat yang Ikhlas agar ilmu yang kita dapatkan tak hanya berkah, tetapi juga bernilai ibadah. Selain peringatan dan apresiasi, sekolah juga menghadirkan berbagai kegiatan yang menarik dan tentunya relevan dengan tantangan hidup dewasa ini.1 7 Para siswa diajak untuk terlibat langsung dalam praktik berwirausaha melalui kegiatan market day. Digelarnya market day menjadi ajang unjuk kreativitas dan sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang mendorong siswa mengembangkan kemampuan berwirausaha secara nyata. Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar mengenai kreativitas dan kewirausahaan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab, serta kemampuan bekerjasama yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memeriahkan peringatan Hari Guru Nasional, sekolah menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang dimulai sejak tanggal 20 November. Pada tanggal 20–21 November, siswa mengikuti kegiatan kokurikuler untuk persiapan Market Day. Dalam sesi ini, beberapa narasumber didatangkan untuk memaparkan materi tentang kewirausahaan. Tak hanya itu, mereka juga membagikan pengalaman, menjawab pertanyaan, serta memberikan saran tentang bagaimana menjadi seorang wirausahawan yang sukses dan berdaya saing. Setelah itu, siswa dibimbing untuk merancang produk, menentukan konsep kreativitas, serta mempersiapkan strategi penjualan yang akan dipraktekkan pada hari


puncak. Persiapan ini tidak hanya melatih kemandirian dan kerja sama, tetapi juga menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif. Sejak tanggal 21 hingga 24 November, sekolah juga mengadakan lomba pembuatan kartu ucapan digital. Lomba ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada para guru melalui desain yang menarik dan bermakna. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya karya yang dikirimkan dan beragamnya kreativitas yang ditampilkan. Memasuki tanggal 24 November, suasana semakin meriah dengan dua kegiatan utama, yaitu Little Teacher dan lomba komik digital. Dalam program Little Teacher, beberapa siswa terpilih mendapat kesempatan untuk merasakan pengalaman mengajar di depan kelas, dimana dalam program Little Teacher ini orang yang bertindak sebagai siswa yang diajar adalah guru. Kegiatan ini memberi pelajaran berharga tentang penghargaan dan penghormatan terhadap guru, sehingga mendorong siswa untuk lebih merefleksikan dirinya, terutama dalam proses belajarmengajar. Sementara itu, lomba komik digital mendorong siswa mengembangkan kreativitas visual, imajinasi, serta kemampuan bernarasi melalui media gambar. Puncak kegiatan-pun tiba pada tanggal 25 November, diawali dengan upacara yang berlangsung khidmat di lapangan sekolah. Upacara peringatan Hari Guru ini melibatkan para guru sebagai petugas upacara, hal ini memperlihatkan harmonisasi antara guru dan siswa dalam merayakan momen penuh apresiasi. Petuah dan nasihat yang diberikan oleh Pembina upacara didengar dengan seksama, diresapi maknanya dan diamini dalam hati masing-masing siswa, sehingga upacara tak hanya sekedar seremonial belaka, melainkan momen untuk mengingat kembali setiap upaya dan jasa mereka.  Seusai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Market Day, di mana siswa menampilkan produk yang telah dipersiapkan beberapa hari sebelumnya. Tak mau kalah, para guru juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sehinggasuasana sekolah menjadi semakin semarak dengan aktivitas jual beli, interaksi, dan keceriaan para peserta.  Pada penghujung acara, sekolah mengumumkan pemenang perlombaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kerja keras siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan Hari Guru Nasional tahun ini mengingatkan kita bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman, kerja sama, dan bimbingan langsung dari para guru. Semoga apa yang telah dijalani siswa selama rangkaian kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan membutuhkan kesungguhan, rasa hormat, dan kemauan untuk terus bertumbuh dan berkembang.1 8


Wawancara Guru BK
Ruang Aman di Sekolah: Kisah Guru BK Menuntun Siswa BertahanM. Nafis Yoga Parama (XB)LIPUTAN Laporan ini menyajikan hasil wawancara mendalam dengan Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA IT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo, Faizatul Pramudya Nur Wasih, S.Pd., mengenai proses pendampingan siswa yang mengalami stres dan kecemasan di lingkungan sekolah. Wawancara ini tidak hanya membahas tanda-tanda awal stres, tetapi juga menggali latar belakang penyebab, strategi penanganan, serta bentuk kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua. Melalui penjelasannya yang rinci, laporan ini memberikan gambaran lengkap mengenai peran Guru BK sebagai pendamping emosional sekaligus fasilitator pemulihan bagi siswa. Beliau menjelaskan bahwa tanda-tanda stres pada siswa sering kali muncul melalui perubahan perilaku halus yang sebelumnya tampak normal. Contohnya, siswa menjadi tidak responsif ketika diajak berbicara, tampak tidak fokus, atau menunjukkan kebiasaan fisik seperti merobek kuku dan memiliki bibir kering akibat sering digigit. Selain itu, penurunan kemampuan dalam menyelesaikan tugas juga menjadi indikator penting. Menurut beliau, tanda-tanda kecil ini sering diabaikan, padahal dapat menjadi petunjuk awal bahwa siswa sedang berada dalam kondisi emosional yang berat.1 9Ketika pola tersebut terlihat secara berulang, Guru BK biasanya melakukan observasi lebih lanjut sebelum menentukan langkah penanganan. Penyebab stres yang paling sering ditemukan adalah tekanan akademik. Banyak siswa datang dari keluarga dengan standar nilai yang tinggi sehingga mereka merasa dituntut untuk selalu menjadi yang terbaik. Ekspektasi tersebut—terutama ketika tidak disertai dukungan emosional—dapat menimbulkan rasa takut gagal dan kecemasan mendalam. Selain tekanan akademik, faktor keluarga seperti konflik di rumah, kurangnya komunikasi, serta beban tanggung jawab tambahan juga dapat memperburuk kondisi mental siswa. Guru BK menekankan bahwa siswa sering menyimpan beban tersebut sendiri karena tidak ingin mengecewakan orang tua. Dalam menghadapi siswa yang mengalami stres, Guru BK menerapkan pendekatan bertahap yang mengutamakan rasa aman dan nyaman bagi siswa untuk terbuka. Alihalih langsung menanyakan inti masalah, beliau memulai percakapan dengan topiktopik ringan seperti kegiatan harian atau hobi siswa. Pendekatan ini memungkinkan siswa membuka diri secara perlahan tanpa merasa diinterogasi.


Setelah suasana cukup nyaman, barulah Guru BK mulai menggali penyebab stres yang dialami siswa. Beliau menegaskan bahwa membangun kepercayaan adalah langkah yang sangat krusial, karena tanpa rasa aman tersebut, siswa cenderung memberikan jawaban tertutup atau tidak jujur. Selain teknik komunikasi, Guru BK juga menggunakan metode relaksasi sederhana untuk membantu siswa mengatasi kecemasan. Salah satu teknik yang sering diterapkan adalah latihan pernapasan perlahan yang membantu menenangkan sistem saraf siswa. Menurut pengalaman beliau, teknik ini cukup efektif dalam membantu siswa merasa lebih tenang sebelum sesi konseling dimulai sehingga percakapan dapat berlangsung lebih lancar. Untuk beberapa kasus, Guru BK juga menyarankan konseling kelompok. Dalam sesi kelompok, siswa dapat saling berbagi cerita dengan teman sebaya, yang sering kali membuat mereka menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi tekanan. Self-realization (kesadaran diri) ini sangat penting karena dapat mengurangi perasaan terisolasi. Selain berfokus pada siswa, Guru BK juga melibatkan orang tua dalam proses pendampingan apabila diperlukan. Beliau menjelaskan bahwa banyak siswa mengalami stres karena komunikasi dengan orang tua tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Guru BK berusaha menjadi jembatan agar hubungan keluarga kembali terbangun. Orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya memberi ruang bagi anak, mendengarkan tanpa menghakimi, serta menghargai proses belajar alih-alih hanya menuntut hasil. Dalam kasus tertentu yang membutuhkan perhatian lebih luas, Guru BK menyampaikan laporan kepada pihak sekolah melalui rapat antar-guru. Tujuannya adalah menyusun langkah perbaikan yang terkoordinasi, terutama jika masalah yang dialami siswa berkaitan dengan lingkungan sekolah, metode pembelajaran, atau interaksi sosial. Kolaborasi ini memastikan bahwa penanganan tidak hanya dilakukan pada level individu, tetapi juga bersifat sistemik. Guru BK juga membagikan pengalamannya dalam menangani siswa dengan stres berat, khususnya siswa yang tertekan karena harus masuk universitas favorit sesuai keinginan orang tua. Dalam kasus tersebut, siswa menunjukkan gejala kecemasan parah dan kehilangan motivasi belajar. Penanganan membutuhkan pendekatan intensif, termasuk sesi konseling rutin, latihan relaksasi, dan komunikasi aktif dengan orang tua. Menurut beliau, kasus seperti ini semakin sering ditemukan. Pada akhir wawancara, Guru BK menyampaikan harapannya agar para siswa lebih berani meminta bantuan. Beliau menegaskan bahwa meminta pertolongan bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian dalam menjaga diri. Dengan dukungan sekolah, guru, dan orang tua, diharapkan siswa dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman secara emosional serta mampu menghadapi tekanan tanpa merasa sendirian. Laporan ini menunjukkan bahwa pendampingan Guru BK bukan sekadar memberikan solusi, melainkan membangun ruang aman bagi siswa untuk merasakan, berbicara, dan tumbuh.2 0


Hadroh: Menyalurkan Emosi Menjadi Sebuah HarmoniRosyidan Munif (XB)POROS PONDOK Hadroh merupakan salah satu kesenian Islami yang digunakan sebagai sarana dakwah, penyaluran emosi, serta pengembangan bakat. Dalam penampilannya, hadroh biasanya menggunakan beberapa alat musik seperti rebana, bass, dan darbuka, serta diiringi dengan lantunan qasidah atau selawat. Kesenian ini umum ditampilkan dalam berbagai acara, seperti pengajian, pernikahan, dan kegiatan keagamaan lainnya. Lirik qasidah yang digunakan pun tidak hanya berbahasa Arab, tetapi juga berbahasa Indonesia dan Jawa. Di SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo, hadroh dijadikan salah satu ekstrakurikuler yang mewadahi bakat santri di bidang seni musik Islami. Ekstrakurikuler ini dibina oleh para musyrif, yaitu Ustaz Muhammad Wildan Arfan dan Ustaz Muhammad Zaky Mubarok. Hadroh di SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo memiliki nama grup resmi, yaitu “Narju Syafa’ah”, yang berarti “Kami Mengharap Syafaat”. Kegiatan hadroh sendiri telah ada sejak angkatan pertama, namun pada awalnya belum berstatus sebagai ekstrakurikuler dan hanya disebut sebagai kegiatan minat bakat. Baru pada angkatan keempat, hadroh resmi menjadi 2 1ekstrakurikuler, dan nama “Narju Syafa’ah” ditetapkan pada angkatan keenam. Pada tahun ajaran sebelumnya, ekstrakurikuler hadroh diketuai oleh Muhammad Abdullah Azzam Al A'zhami Prabowo (XI C). Ekstrakurikuler ini aktif mengikuti berbagai lomba dan kegiatan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Di antaranya Lomba Hari Santri, majelis berselawat, pengisi acara pengajian, perayaan Maulid Nabi, dan beberapa acara lainnya. Selain itu, ekstrakurikuler hadroh juga memfasilitasi santri yang ingin mempelajari musik karawitan. Menurut salah satu pembina ekstrakurikuler hadroh, Ustaz Wildan, “Ekstrakurikuler hadroh dapat menjadi wadah bagi santri untuk mengekspresikan diri melalui seni vokal dan seni pukul pada alat hadroh itu sendiri.” Sementara itu, salah satu anggota ekstrakurikuler, Muhammad Fatihuddin Fawwaz Ditya Putra (XI B), menyampaikan, “Saya merasa senang memainkan alat musik hadroh yang diiringi lantunan selawat. Perkembangan emosional yang saya rasakan antara lain saya menjadi lebih percaya diri, mampu mengendalikan emosi saat bekerja sama dalam menyatukan nada, dan lebih siap tampil baik dalam kelompok maupun secara individu.”


Hadroh tidak hanya menjadi sarana dakwah, tetapi juga media penyaluran bakat dan pengembangan emosional santri. Melalui permainan hadroh yang diiringi qasidah, diharapkan tumbuh rasa cinta kepada teladan umat Islam, Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, semoga dengan adanya ekstrakurikuler hadroh ini, tali persaudaraan antar-santri semakin erat dan komunikasi antara kakak kelas serta adik kelas dapat terjalin dengan lebih baik.2 2


Salah satu hal yang kita pahami tentang manusia sebagai ciptaan Allah SWT adalah keinginan mereka yang terus-menerus untuk mencapai kesempurnaan. Memang benar bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna, memiliki anggota tubuh yang lengkap, berfungsi dengan baik, serta dianugerahi akal yang sehat. Namun, manusia tetap cenderung menginginkan kesempurnaan dalam berbagai hal. Mereka bekerja keras untuk meraihnya, tetapi ketika berhasil pun sering kali merasa bahwa pencapaian tersebut belum cukup. Pada hakikatnya, kesempurnaan hanya milik Allah SWT; apa pun yang diberikan kepada manusia hanyalah amanah untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki kualitas ibadah. Hal serupa juga terjadi pada diri seorang santri. Meraih nilai sempurna dalam seluruh mata pelajaran, baik akademik maupun nonakademik, kerap dianggap sebagai sebuah keharusan. Banyak santri merasa tertinggal atau gagal ketika tidak mampu memenuhi ekspektasi orang lain maupun ekspektasi diri sendiri. Dengan rutinitas yang padat, mulai dari halaqah, sekolah, hingga kegiatan jamaah, santri berusaha menampilkan yang terbaik dihadapan semua orang. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa kesempurnaan dalam setiap aspek merupakan bentuk balasan yang layak atas 2 3kerja keras mereka. Meskipun hal tersebut dapat menjadi sebuah penghargaan pribadi, pada kenyataannya mereka kerap menghadapi berbagai rintangan dalam proses mencapainya. Yang terpenting adalah tetap tangguh dalam menghadapi setiap tantangan. Ketangguhan dan kemampuan untuk bertahan jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar hasil akhir. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Ilmu didapatkan dan kesabaran didapatkan dengan bersabar” (HR. Anas bin Malik). Hadis ini menjadi sumber motivasi bagi santri untuk terus bersabar dan kuat dalam menuntut ilmu. Di pesantren, mereka diajarkan bahwa proses pembelajaran memiliki nilai yang lebih berharga daripada hasil instan. Ketangguhan berarti kemampuan untuk bertahan, tetap kuat, serta bangkit kembali setiap kali menghadapi kegagalan atau hambatan. Sebaliknya, obsesi terhadap kesempurnaan sering kali menjadi beban yang membuat seseorang takut mencoba dan khawatir melakukan kesalahan. Padahal, di lingkungan pesantren, kesalahan bukanlah aib, melainkan bagian dari proses belajar yang akan menuntun seseorang menuju keberhasilan jika disertai kesabaran dan ketekunan. Dalam perspektif psikologi modern, Belajar Menjadi Tangguh, Bukan Harus SempurnaNajiiha Nayyira Yahya (XC)MATA SANTRI


ketangguhan didefinisikan sebagai MATA SANTRIkemampuan individu untuk beradaptasi, pulih dari tekanan, serta tetap berfungsi secara efektif. Nilai ini selaras dengan prinsip-prinsip pendidikan pesantren yang mengajarkan sikap sabar dalam menghadapi ujian hidup, ikhlas menerima hasil, dan terus berupaya memperbaiki diri. Dengan demikian, pesantren tidak hanya membentuk generasi yang cerdas dalam ilmu agama maupun akademik, tetapi juga melahirkan pribadi yang berakhlak mulia dan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kehidupan pesantren mengajarkan banyak hal yang sulit ditemukan di luar lingkungan tersebut. Kesederhanaan fasilitas, disiplin waktu, kebersamaan, serta keikhlasan menjadi bekal penting dalam membangun ketangguhan mental. Santri belajar bahwa tidak semua hal akan berjalan sesuai harapan, tetapi dengan ketekunan dan kesabaran, setiap jalan pasti menemukan titik terang. Justru ketidaksempurnaan itulah yang membentuk kekuatan sejati dalam diri mereka. Pada akhirnya, kesempurnaan bukanlah tujuan utama dalam dunia pesantren. Ketangguhanlah yang menjadikan seseorang mampu bertahan, berkembang, dan terus memperbaiki diri. Dengan menjadi pribadi yang tangguh, seorang santri bukan hanya menjadi ahlul kitab, tetapi juga memahami makna kehidupan yang sesungguhnya.2 4


Life is a long journey. In every important stage, adolescence, starting college or work, or facing major life transitions, there are always many demands. People often define what success looks like: a checklist of perfect achievements, results that must be recognized, and a clear path toward a bright future. But behind all the visible accomplishments, there is a deeper struggle in our hearts: the effort to find our true selves. The first major challenge is discovering who we really are. This is the time when the question “Who am I?” becomes louder than the voices saying, “You must be this or that.” We often feel confused, trying to match our changing selves with the examples we see in society. We see many possible paths, yet fear choosing the wrong one. We are afraid of taking a path that doesn’t feel right for us at all. This confusion is often intensified by external pressure. When we try to listen to our hearts, outside voices grow louder, demanding that we always be perfect, always productive, and never make mistakes. What hurts us most is the gap between who we truly are now (someone who may still be uncertain) and the perfect version of ourselves we feel we must show to others. We often pretend to be strong, hiding our exhaustion and fears, 2 5because we believe that our imperfect selves are unworthy of being seen. Yet it is exactly within this uncertainty that we grow. Growing up does not mean having all the answers—it means having the courage to ask difficult questions. The most important part of self-discovery is the bravery to be honest: to say, “I don’t know yet,” or “I’m still changing.” The courage to let go of the roles others assign to us and begin our own personal exploration becomes the anchor that keeps us from being swept away by their expectations. The process of growth requires us to accept that the path to self-discovery is never straight. We will pause, turn back, and at times feel completely lost. But every experience, every mistake, and every moment of reflection becomes part of the map we create for ourselves. So, for all of us who are searching, remember: external outcomes (such as grades or positions) are important, but honesty with ourselves and the strength of our hearts are far more valuable. Keep searching, keep asking questions, and keep choosing to grow. In the end, we will not only reach our destination, we will become our truest selves: a strong captain who dared to sail through the waves of self-discovery.Growing Up in the Midst of Change: Daring to be YourselfMaheswara Kaysan Sahashika (XIA)MATA SANTRI


TIPS KITA2 6


2 7TIPS KITA


Hai kawan, ini sudah malamRehatlah barang sejenakberi jeda untuk bernapashentikan barang sejenak semua masalahmutenangkan atmamu dengan buaian mimpitunggulah esok haridi mana harapanmu 'kan dijahit kembalioleh tanganmu kian mahiryang akan menjadi lebih baik dari kemarinWahai kawan, apa dirimu merasa lebih baik?Apakah semua masalahmu bisa kau urai kembali?Tidurmu yang lelap menyembuhkan sukma mu yang sakit,konon akan menjadi bunga berwarna cantikkembali merekah setelah kau dekap semua luka
Tenanglah wahai raga yang bergejolak'Kan tiba masanya engkau bersinarSorak sorai tergenggamKepal tangan kemenanganYang kau perjuangkan T'lah berbuah cendayanPUISI2 8Yang Lebih BaikNajiiha Nayyira Yahya (XC)


PUISIGelap Sebelum FajarNibras Udzri Arifin (XIB)SHORT STORY Lampu-lampu asrama masih menyala redup ketika Juki terbangun dari tidur. Jam dinding menunjukkan pukul 4.00 pagi. Suara dengkuran teman-temannya bercampur dengan suara token listrik asrama yang hampir habis. Namun matanya sulit terpejam kembali. Bayangan wajah ayahnya terus mengganggu pikiran. “Nilaimu kudu sempurna, Juk. nek ora, ojo ngarep iso mulih liburan semester iki.,” kata ayahnya seminggu lalu lewat telepon. Kalimat itu menancap dalam hati, seolah menjadi beban yang tak bisa dilepaskan. Sekolah boarding itu penuh dengan aturan. Setiap pagi, setelah adzan subuh berkumandang, para santri yang telat bangun akan di beri hukuman oleh bagian osis keamanan. Bagi kebanyakan santri, rutinitas ini hanya sekadar kewajiban. Tapi bagi Juki, setiap detik terasa menekan. Ia terus terusan belajar keras, menghafal rumus, mencatat ulang pelajaran, namun rasa takut gagal selalu menghantui Di kamar asrama barat nomor tiga, Juki duduk di pojok ranjang sambil menekuri buku. Teman-temannya sudah tertidur. Harist, teman kamar sebelahnya yang terkenal santai dan ramah itu, memperhatikan Juki.2 9 “Koe ra kesel po juk?, Saben bengi koyok ngene wae. Turu dhisik wae, sesuk awak dhewe sinau bareng,” ucap Harist. Juki menggeleng. “Aku kudu iso ranking 1 semester iki. nek semisal nilaine elek, aku ora isa mulih rist.” Hari demi hari, Juki semakin kelelahan. Matanya sembab, nilainya pun justru menurun karena terlalu tegang. Setiap kali melihat pesan ayahnya di laptop, dadanya makin sesak. Hingga suatu malam, tekanan itu mencapai puncaknya. Setelah jam belajar malam, Juki naik ke atap lantai 4 asrama barat, tempat yang jarang dilewati orang. Angin dingin menyapu wajahnya. Ia berdiri di pinggir atap, memandang ke bawah. Dadanya bergetar, matanya basah. “Nek aku tiba, kabeh bakal rampung… ora ana sing kudu tak teruske meneh …” bisiknya. Tiba-tiba terdengar suara langkah tergesa. Harist muncul, wajahnya panik. “Juk! Ojo goblok, ojo nglakoni kuwi! Aku ngerti kowe lagi remuk, tapi iki dudu dalanmu!”. Juki terkejut, Ia menoleh, matanya kosong. “Aku wis ra sanggup neh , Ris…” Harist mendekat pelan, menahan napas. “Aku yo tau ngrasakke tekanan, Juk.


Tapi mateni awake dhewe kuwi dudu akhir sing kowe karepke. Peteng iki mung sak sementara. Kowe nduwe hak urip, nduwe hak nggo bahagia. Kowe ora dewean juk” Suara Harist pecah. Ia ulurkan tangannya. Perlahan, Juki jatuh berlutut dan menangis, melepaskan semua yang ia tahan selama ini. Harist memeluknya erat. Keesokan harinya, pihak sekolah memanggil ayah Juki. Harist juga ikut mendampingi. Dengan gemetar, Juki akhirnya bercerita tentang tekanannya, tentang malam di atap itu. Wajah ayahnya pucat, matanya berkaca-kaca. “Ayah… ayah mung pengin kowe dadi wong sing pinter,” suaranya bergetar. “Nanging bapak lali nek kowe kuwi yo anak sing butuh dirungokké. Bapak nyuwun ngapura.”, Juki menunduk, air matanya mengalir. Untuk pertama kali, ia mendengar kata maaf dari ayahnya. Beban yang ia pikul seolah runtuh seketika. Sejak itu, hidup Juki berubah. Ia tetap belajar sungguh-sungguh, tapi dengan cara yang sehat. Ayahnya mulai memberi dukungan tanpa ancaman. Harist tetap menjadi sahabat yang setia, pengingat bahwa setiap orang punya fajar masingmasing.  Pagi itu, ketika bel sekolah berbunyi dan cahaya matahari menembus dedaunan, Juki tersenyum lega. Ia sadar, setelah gelap yang paling pekat, fajar akhirnya benar-benar datang.3 0SHORT STORY


RESENSI BUKU3 1


RESENSI BUKUOleh : Ariq Aflaha ZahyJudul Buku : Dunia SophiePenerbit : Mizan Pustaka (Indonesia)Penulis : Jostein GaarderTahun Terbit (Asli) : 1991 (Norwegia)Jumlah Halaman : +800 HalamanDi era serba cepat seperti sekarang, ketika setiap linimasa media sosial menawarkan “kebenaran” versinya sendiri, kita sebagai pelajar mudah tersesat dalam derasnya arus informasi. Di titik inilah novel Dunia Sophie menjadi sangat relevan.Karya klasik Jostein Gaarder ini bukan sekadar novel fiksi; ia adalah kursus kilat sejarah filsafat yang dikemas dalam misteri yang memancing rasa ingin tahu. Cerita dimulai ketika Sophie Amundsen, seorang gadis berusia 14 tahun, menerima sepucuk surat anonim berisi dua pertanyaan sederhana namun menggugah: “Siapakah kamu?” dan “Dari manakah dunia berasal?”Dua pertanyaan ini menjadi pintu masuk bagi Sophie dan pembaca untuk memulai perjalanan intelektual yang luar biasa, menelusuri pemikiran para filsuf sepanjang sejarah, dari Socrates dan Plato hingga para pemikir modern.Novel ini mengajarkan kita untuk tidak menerima begitu saja setiap klaim atau hoaks yang beredar. Melalui bimbingan mentor misteriusnya, Sophie mengajak pembaca memahami bagaimana argumen dibangun, mengapa pandangan manusia bisa berbedabeda, dan bagaimana menemukan celah dalam suatu pemikiran. Dunia Sophie melatih kita menggali akar permasalahan, bukan hanya mengamati permukaannya, sebuah kemampuan penting untuk memilah kebenaran di era media sosial. Selain itu, alur cerita yang perlahan mengaburkan batas antara realitas Sophie dan “cerita” yang ia jalani secara cerdik mendorong kita merenungkan tipisnya batas antara dunia nyata dan ilusi digital.Pada intinya, Dunia Sophie mengubah filsafat dari teori abstrak menjadi keterampilan bertahan hidup yang nyata di zaman ini. Setelah membaca novel ini, pelajar akan memiliki fondasi berpikir kritis yang lebih kuat. Gaarder seolah mengingatkan bahwa untuk menjadi warga yang cerdas dan kritis, kita harus berhenti menjadi konsumen informasi pasif dan mulai menjadi pemikir yang aktif dan skeptis—senjata terbaik untuk melawan kekacauan informasi.Meskipun tebal, narasi Gaarder yang mengalir dan penuh teka-teki membuat novel ini adiktif sekaligus mencerahkan. Dunia Sophie adalah bacaan wajib bagi setiap siswa yang ingin berhenti menjadi penonton dan mulai menjadi pemikir mandiri di tengah dunia yang penuh kebisingan. Segera baca buku ini dan temukan kompas kebenaran di dalam dirimu sendiri.3 2


BIOGRAFI3 3RESENSI FILM3 3


MATA SANTRIOleh : Raqillanjaya AshafriJudul : Takopi’s Original SinGenre : Drama, Sci-Fi, PsychologicalDurasi : 23 menit per episodeJumlah Episode : 6Tahun Rilis : 2025Sutradara : Shinya IinoStudio : EnishiyaTakopi’s Original Sin, atau dikenal dalam bahasa Jepang sebagai Takopi no Genzai, adalah sebuah anime yang diadaptasi dari manga dengan judul yang sama. Cerita berawal dari kedatangan seorang alien bernama Takopi dari Planet Happy ke Bumi untuk menyebarkan kebahagiaan. Di sana, ia bertemu Shizuka, seorang siswi sekolah dasar yang mengalami perundungan dari teman-temannya dan menyimpan trauma akibat masalah keluarga. Dengan berbagai alat ajaib yang dimilikinya, Takopi berusaha membuat Shizuka bahagia. Namun, alih-alih memperbaiki keadaan, upayanya justru memperbesar masalah hingga ia harus menggunakan sebuah gadget misterius untuk memutar kembali waktu.Anime bergenre psychological ini berhasil meraih rating tinggi di IMDb dengan skor 8.8, bahkan setiap episodenya memperoleh nilai di atas 9. Anime ini juga diprediksi berpotensi memenangkan penghargaan “Anime Terbaik 2025” menurut para penggemar.Meskipun sekilas terlihat seperti kisah yang cocok untuk anak-anak, anime ini justru menyuguhkan cerita yang sangat gelap dan emosional, sehingga tidak disarankan untuk ditonton oleh penonton di bawah umur. Selain menyoroti kehidupan Shizuka, anime ini juga menampilkan karakter Marina dan Naoki sebagai tokoh pendukung yang memiliki kisah yang tidak kalah kompleks.Marina digambarkan berasal dari keluarga broken home. Luka emosional yang ia alami di rumah membuatnya melampiaskan perasaan dengan merundung Shizuka. Sementara itu, Naoki menghadapi tekanan akademik yang berat. Karena kakaknya selalu sempurna, ia dituntut oleh ibunya untuk meraih nilai sempurna dalam semua pelajaran. Hal ini membuat Naoki mengalami stres dan krisis identitas.Setiap episode Takopi’s Original Sin selalu dipenuhi dengan berbagai konflik yang membuat penonton terus penasaran. Dari segi visual, anime ini menampilkan grafis yang menakjubkan dan memanjakan mata. Art style serta sinematografinya memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari anime lain. Kombinasi antara sajian visual yang indah dan cerita yang emosional membuat penonton merasakan berbagai emosi yang saling bertabrakan. Namun demikian, alur cerita yang gelap dan penuh isu sensitif membuat anime ini kurang sesuai untuk semua kalangan.Anime ini juga mengandung banyak pesan moral. Salah satu yang paling menonjol ialah bahwa anak merupakan cerminan dari pola asuh orang tua. Cara orang tua mendidik dan membimbing anak sangat menentukan karakter mereka di masa depan. Misalnya, sifat pendiam Shizuka muncul akibat ketidakpedulian orang tuanya; perilaku agresif Marina berakar dari ketakutan akan kekerasan di rumah; sedangkan tekanan hidup Naoki berasal dari ekspektasi ibunya yang menuntut kesempurnaan tanpa henti.Anime ini direkomendasikan untuk ditonton oleh remaja dan dewasa. Bagi remaja, disarankan untuk mempersiapkan mental dan bijak dalam menyaring pesan positif karena ceritanya mengandung unsur kekerasan dan tema depresi. Secara keseluruhan, Takopi’s Original Sin cocok bagi penonton yang menyukai cerita singkat dan tidak bertele-tele, karena hanya terdiri dari enam episode sehingga dapat ditonton dalam waktu singkat.RESENSI FILM3 4


Deep Seek sebagai Alat Pemecahan Masalah MatematikaKafka Rizqi Ramadhani (XIIA)TECHNO Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah membawa dampak revolusioner terhadap cara manusia berpikir, belajar, dan menyelesaikan persoalan. Salah satu wujud konkret dari kemajuan tersebut adalah DeepSeek, sebuah sistem AI berbasis deep learning yang dirancang untuk memahami, menganalisis, dan memecahkan permasalahan kompleks, termasuk dalam bidang matematika. Melalui pendekatan komputasi cerdas dan kemampuan pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing), DeepSeek tidak hanya menghitung hasil akhir, tetapi juga mampu menjelaskan proses berpikir logis yang melatarbelakangi penyelesaian suatu persoalan matematis.  DeepSeek bekerja dengan memanfaatkan arsitektur jaringan syaraf tiruan yang memungkinkan sistem ini mempelajari pola, struktur, dan hubungan antara konsepkonsep matematika. Teknologi deep learning yang diimplementasikan membuat DeepSeek mampu melakukan generalisasi dari data latihan, memahami simbol, serta menyusun langkah-langkah penyelesaian sesuai prinsip logika formal. Dengan kata lain, DeepSeek tidak hanya berfungsi sebagai kalkulator digital, tetapi sebagai sistem inferensial yang meniru proses berpikir manusia dalam memecahkan masalah numerik dan analitik.3 5 Dalam konteks pendidikanmatematika, DeepSeek mememiliki peran strategisdalam membantu siswadan pendidik memahamikonsep - konsep yangbersifat abstrak. Melaluiinteraksi berbasis bahasa alami, siswa dapat mengajukan soal matematika dalam bentuk teks, dan DeepSeek akan memberikan penyelesaian yang terperinci, termasuk penjabaran rumus, transformasi aljabar, serta penalaran yang digunakan. Dengan demikian, aplikasi ini tidak hanya menekankan pada hasil, melainkan pada proses kognitif yang terjadi di balik penyelesaian suatu persoalan. Selain itu, DeepSeek juga dapat digunakan untuk menganalisis kesalahan dalam proses pengerjaan soal, mendeteksi pola berpikir siswa, dan memberikan saran perbaikan secara otomatis. Bagi pendidik, teknologi ini menjadi alat bantu untuk merancang pembelajaran adaptif yang menyesuaikan tingkat kesulitan soal dengan kemampuan peserta didik. Dalam penelitian matematika terapan, DeepSeek bahkan dapat membantu dalam pemodelan matematis, analisis statistik, dan simulasi berbasis data besar (big data), yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga manusia dalam jumlah besar.


Di luar ranah akademik, kemampuan DeepSeek dalam melakukan pemecahan matematis juga diterapkan di berbagai bidang praktis, seperti ekonomi, teknik, dan ilmu komputer. Misalnya, dalam perhitungan optimasi keuangan, pemodelan algoritma, atau analisis data numerik. Sistem ini mampu menemukan solusi efisien melalui pendekatan matematis yang kompleks, seperti metode iteratif, regresi non linier, dan analisis multivariat. Meski demikian, penggunaan DeepSeek juga menghadapi beberapa tantangan. Di antaranya adalah potensi ketergantungan terhadap teknologi, yang dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis siswa apabila digunakan tanpa pengawasan pedagogis yang tepat. Selain itu, hasil yang diberikan oleh sistem AI tetap bergantung pada kualitas data pelatihan dan model matematis yang digunakan, sehingga pengguna harus tetap melakukan verifikasi dan interpretasi terhadap solusi yang dihasilkan. Secara keseluruhan, DeepSeek merupakan representasi nyata dari integrasi antara kecerdasan buatan dan ilmu matematika. Aplikasi ini tidak hanya berperan sebagai alat bantu hitung, tetapi juga sebagai mitra berpikir yang mampu menjelaskan, menalar, dan mengonseptualisasi berbagai permasalahan matematis secara mendalam. Kehadirannya telah mengubah paradigma pembelajaran dan penerapan matematika dari yang bersifat manual menjadi berbasis analisis digital dan pemodelan komputasional. Namun, pemanfaatan DeepSeek perlu diimbangi dengan kesadaran  dan etika akademik agar tidak menimbulkan degradasi terhadap kemampuan berpikir logis dan mandiri. Dengan penggunaan yang bijak, DeepSeek dapat menjadi sarana revolusioner untuk meningkatkan literasi matematika, memperkuat nalar ilmiah, dan memperluas cakrawala berpikir manusia di era kecerdasan buatan.TECHNO3 6


PUISI BIOGRAFI3 7BIOGRAFIOleh : Akram D.F. & M. Noufar D. (XII A)


BIOGRAFI3 8


Mindfulness Training untuk Mengurangi Strespada Siswa Boarding SchoolUstazah Faizatul Pramudya Nur Wasih, S.PdLENTERA INSPIRASI Masa remaja sering disebut sebagai periode “storm and stress”, yaitu masa yang ditandai dengan meningkatnya ketegangan serta gejolak emosional sebagai dampak dari perubahan fisik dan psikis. Tekanan dan hambatan yang muncul dalam kehidupan remaja dapat mengganggu kesehatan fisik maupun emosional mereka, bahkan merusak motivasi serta kemampuan akademik di sekolah. Permasalahan yang dialami remaja saat ini tidak jarang merupakan manifestasi dari stres dan kecemasan yang tidak berhasil dikelola dengan baik. Stres memberikan berbagai dampak bagi siswa. Ketika stres muncul, tubuh mengalami peningkatan aktivitas fisiologis, seperti detak jantung yang lebih cepat, otot-otot yang menegang, tekanan darah meningkat, napas memburu, serta fungsi indera yang menjadi lebih sensitif. Secara biologis, stres juga dapat memicu peningkatan sekresi hormon tertentu yang berdampak pada kondisi tubuh, misalnya munculnya jerawat, produksi minyak berlebih pada kulit, serta telapak tangan yang berkeringat (Sugiyanti dkk., 2017). Selain gejala fisik, stres juga menimbulkan gejala psikologis. Seseorang yang mengalami stres cenderung melepaskan aliran hormon seperti kortisol dan adrenalin, sehingga tubuh berada dalam kondisi siaga atau mode ancaman.3 9 Stres pada masa remaja perlu ditangani dengan langkah yang tepat, salah satunya melalui metode coping stress. Zulaikha (2021) menjelaskan bahwa permasalahan yang menyebabkan individu mengalami stres dapat diatasi melalui strategi coping, yaitu upaya untuk mengatasi, mengurangi, serta menyikapi stres yang muncul. Dengan demikian, siswa yang sedang mengalami stres diharapkan mampu menerapkan coping stress untuk merespons penyebab stres secara lebih adaptif. Salah satu bentuk coping stress yang dapat dilakukan siswa adalah mindfulness training. Mindfulness merupakan kondisi ketika seseorang memusatkan perhatian sepenuhnya pada apa yang sedang dilakukan. Selain itu, mindfulness juga dimaknai sebagai kemampuan untuk menyadari pengalaman yang terjadi saat ini dan menerima keadaan tersebut tanpa penolakan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam latihan mindfulness adalah sebagai berikut:Duduk dengan posisi nyaman, punggung tegak namun tidak kaku.Pejamkan mata secara perlahan.Pusatkan perhatian pada napas dan rasakan aliran udara yang keluar masuk melalui hidung.


TIPS KITA Jika perhatian teralihkan oleh pikiran lain, sadari hal tersebut, lalu arahkan kembali fokus pada napas.Ulangi langkah-langkah tersebut hingga tubuh dan pikiran terasa lebih tenang. Selain teknik pernapasan, mindfulness training juga dapat dilakukan melalui penulisan jurnal. Siswa dapat menuliskan apa yang mereka rasakan, apa yang menjadi sumber stres, serta bagaimana mereka meresponsnya. Kegiatan ini membantu siswa menerima perasaan yang muncul secara sadar sehingga mampu mengurangi tingkat stres, meningkatkan konsentrasi, serta memperbaiki kualitas hidup. Mindfulness juga terbukti berperan dalam pengelolaan emosi. Hal ini sejalan dengan penelitian Putri dkk. (2024) yang menunjukkan bahwa praktik mindfulness dapat meningkatkan kemampuan fokus, konsentrasi, dan manajemen emosi. Dengan demikian, mindfulness training dapat menjadi salah satu alternatif efektif dalam membantu siswa mengatasi stres dan meningkatkan kesehatan mental mereka. Referensi:  Putri, H. A., Hardi, Y., Alghiffari, E. K., & Siswanto, D. H. (2024). Penerapan teknik mindfulness dalam proses pembelajaran di sekolah menengah atas. Jurnal Praktik Baik Pembelajaran Sekolah Dan Pesantren, 3(03), 152-162. Sugiyanti, D. A., Suhariyanti, E., & Priyanto, S. (2017). Pengaruh Guided Imagery Dalam Menurunkan Stress Siswa Menghadapi Proses Boarding School Di Smk Kesdam IV Kota Magelang. Journal of Holistic Nursing Science, 4(2), 50-58. Zulaikha, A. (2021). Strategi coping stress belajar daring pada siswa SMA Kota Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 3545-3551.LENTERA INSPIRASI4 0


LENTERA INSPIRASI % ٣fiffifffl \"ffl$#!.4 1


Click to View FlipBook Version