The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Panduan kode etik sekolah, untuk guru, karyawan dan siswa

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by budisriyanto, 2021-11-03 00:39:24

Kode Etik Sekolah

Panduan kode etik sekolah, untuk guru, karyawan dan siswa

Keywords: #kodeetik

KODE ETIK SEKOLAH

SMP NEGERI 1 SIDOHARJO

20 21

KODE ETIK SEKOLAH
SMP NEGERI 1 SIDOHARJO

1. Setiap warga sekolah menjamin kebebasan
beragama dan menumbuhkan penghayatan
terhadap ajaran agama yang dianut dan
memiliki budi pekerti yang luhur.

2. Setiap warga sekolah memiliki kewajiban
melaksanakan Pancasila dan Undang-
undang Dasar Tahun 1945.

3. Setiap warga sekolah memiliki kewajiban
untuk melaksanakan Visi dan Misi yang ada di
SMP Negeri 1 Sidoharjo.

4. Setiap warga sekolah memiliki tanggung
jawab yang tinggi terhadap PDLT.

5. Setiap warga sekolah memiliki kewajiban
untuk mengembangkan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang dimilikinya.

6. Setiap warga sekolah memberikan
kesempatan dan memberikan fasilitas dalam
menciptakan pembelajaran yang efektif dan

efisien untuk menggali potensi yang ada di
SMP Negeri 1 Sidoharjo.
7.Sekolah Memberikan pelayanan kepada
peserta didik dalam pembelajaran atau dalam
menggali potensi yang dimiliki oleh peserta
didik.
8. Warga sekolah memiliki kewajiban untuk
membangun komunikasi yang baik untuk
mewujudkan visi dan misi SMP Negeri 1
Sidoharjo.
9. Setiap warga sekolah memiliki kewajiban
untuk mengembangkan sikap berbudaya
santun.
10. Warga sekolah memiliki kewajiban untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki dalam
penilaian ilmiah dan berkomunikasi ilmiah.
11. Warga sekolah memiliki kewajiban dan
memberikan fasilitas dalam melestarikan seni
dan budaya bangsa
12. Setiap warga sekolah memiliki kewajiban
dan bertanggung jawab dalam
mengembangkan prestasi bidang akademik
dan non akademik

13. Setiap warga sekolah bersikap visioner dan
kompetitif

14. Setiap warga sekolah memiliki kepedulian
dalam melestarikan lingkungan dan menjaga
keindahan, kebersihan dan ketertiban
sekolah.

15. Setiap warga sekolah bijak dalam
memanfaatkan internet/TIK, berkomunikasi di
media sosial

16. Setiap warga sekolah memiliki kewajiban
menjaga kerahasiaan baik hasil keputusan
rapat atau tugas yang dibebankan kepada
setiap warga sekolahnya.

17. Setiap warga sekolah memiliki kewajiban
untuk menjaga nama baik sekolah.

KODE ETIK PENGGUNAAN INTERNET/TIK

Adapun kode etik warga sekolah dalam
menggunakan internet adalah:
1. Setiap warga sekolah untuk menghindari dan

tidak mempublikasi informasi yang secara
langsung berkaitan dengan masalah
pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.
2. Setiap warga sekolah untuk menghindari dan
tidak mempublikasi informasi yang memiliki
tendensi menyinggung secara langsung dan
negatif masalah suku, agama dan ras
(SARA), termasuk didalamnya usaha
penghinaan, pelecehan, pendiskreditan,
penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran
hak atas perseorangan, kelompok/ lembaga/
institusi lain.
3. Setiap warga sekolah untuk menghindari dan
tidak mempublikasikan informasi yang berisi
instruksi untuk melakukan perbuatan
melawan hukum (illegal) positif di Indonesia
dan ketentuan internasional umumnya.

4.Setiap warga sekolah untuk tidak
menampilkan segala bentuk eksploitasi
terhadap anak-anak dibawah umur.

5. Setiap warga sekolah untuk tidak
mempergunakan, mempublikasikan dan atau
saling bertukar materi dan informasi yang
memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating,
hacking dan cracking.

6. Setiap warga sekolah untuk bila
mempergunakan script, program, tulisan,
gambar/foto, animasi, suara atau bentuk
materi dan informasi lainnya yang bukan hasil
karya sendiri harus mencantumkan identitas
sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan
bersedia untuk melakukan pencabutan bila
ada yang mengajukan keberatan serta
bertanggung jawab atas segala konsekuensi
yang mungkin timbul karenanya.

7. Setiap warga sekolah untuk tidak berusaha
atau melakukan serangan teknis terhadap
produk, sumberdaya (resource) dan peralatan
yang dimiliki pihak lain.
8.Setiap warga sekolah untuk menghormati
etika dan segala macam peraturan yang

berlaku dimasyarakat internet umumnya dan
bertanggungjawab sepenuhnya terhadap
segala muatan/ isi situsnya.
9. Setiap warga sekolah dalam menggunakan
fasilitas TIK untuk melakukan hal yang
bermanfaat
10. Setiap warga sekolah untuk tidak memasuki
sistem informasi orang lain secara illegal.
11. Setiap warga sekolah untuk tidak
memberikan user ID dan password kepada
orang lain untuk masuk ke dalam sebuah
sistem. Tidak diperkenankan pula untuk
menggunakan user ID orang lain untuk masuk
ke sebuah sistem.
12. Setiap warga sekolah untuk tidak
mengganggu dan atau merusak sistem
informasi orang lain dengan cara apa pun.
13. Setiap warga sekolah untuk menggunakan
alat pendukung TIK dengan bijaksana dan
merawatnya dengan baik.
14. Setiap warga sekolah untuk tidak
menggunakan TIK dalam melakukan
perbuatan yang melanggar hukum dan
norma-norma yang berlaku di masyarakat.

15. Setiap warga sekolah untuk menjunjung
tinggi Hak Atas Kekayaan Intelektual
(HAKI). Misalnya, pencantuman url website
yang menjadi referensi tulisan kita baik di
media cetak atau elektronik

16. Setiap warga sekolah untuk tetap bersikap
sopan dan santun walaupun tidak bertatap
muka secara langsung.

17. Setiap warga sekolah untuk khusus ketika
sedang berinteraksi dengan orang lain
menggunakan fasilitas nonverbal message
system seperti SMS, chatting, atau e-mail,
perlu diperhatikan beberapa etika,
diantaranya:
a.Jangan terlalu banyak menggunakan huruf
kapital karena biasanya penggunaan huruf
kapital dianggap berteriak.
b.Jangan membicarakan orang lain
menggunakan e-mail karena bisa saja
orang yang menerima e-mail kita
menggunakan fasilitas forward yang dapat
meneruskan e-mail kita kepada orang yang
dibicarakan.

c. Ketika menjawab pesan dari orang lain
haruslah realistis dan relevan. Sebagi
contoh, tidak menjawab pesan dari orang
lain dengan jawaban yang singkat padahal
orang tersebut telah menulis pesan yang
sangat panjang.

d.J4ngAnt mEnuL1st sp3rTi iNigh, karena
sangat tidak enak dibaca dan tidak sesuai
dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik
dan benar.

KODE ETIK GURU

Pembukaan
Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa guru
Indonesia menyadari bahwa jabatan guru
adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia.
Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa dan
meningkatkan kualitas manusia indonesia yang
bermain, bertakwa dan berakhlak mulia serta
mengusai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
dalam mewujudkan masyarakat yang maju,
adil,makmur, dan beradap.
Guru Indonesia selalu tampil secara profesional
dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan. Melatih menilai
dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah. Guru Indonesia memiliki kehandalan
yang tinggi sebagai sumber daya utama untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu
berkembangnya potensi peserta didik agar

menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta
menjadi warga negara yang demokratis dan
bertanggung jawab.
Guru indonesia adalah insan yang layak ditiru
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara, khususnya oleh peserta didik
yang dalam melaksanakan tugas berpegang
teguh pada prinsip “ing ngarso sung tulodho, ing
madya mangun karso, tut wuri handayani”.
Dalam usaha mewujudkan prinsip-prinsip
tersebut guru indonesia ketika menjalankan
tugas-tugas profesional sesuai dengan
perkembangan ilmu dan teknologi.
Guru indonesia bertanggung jawab
mengatarkan siswanya untuk mencapai
kedewasaan sebagai calon pemimpin bangsa
pada semua bidang kehidupan. Untuk itu, pihak-
pihak yang berkepentingan selayaknya tidak
mengabaikan peranan guru dan profesinya,
agar bangsa dan negara dapat tumbuh sejajar
dengan bangsa lain di negara maju, baik pada
masa sekarang maupun masa yang akan

datang. Kondisi seperti itu bisa mengisyaratkan
bahwa guru dan profesinya merupakan
komponen kehidupan yang dibutuhkan oleh
bangsa dan negara ini sepanjang zaman. Hanya
dengan tugas pelaksanaan tugas guru secara
profesional hal itu dapat diwujudkan eksitensi
bangsa dan negara yang bermakna, terhormat
dan dihormati dalam pergaulan antar bangsa-
bangsa di dunia ini.
Peranan guru semakin penting dalam era global.
Hanya melalui bimbingan guru yang profesional,
setiap siswa dapat menjadi sumber daya
manusia yang berkualitas, kompetetif dan
produktif sebagai aset nasional dalam
menghadapi persaingan yang makin ketat dan
berat sekarang dan dimasa datang.
Dalam melaksanakan tugas profesinya guru
indonesia menyadari sepenuhnya bahwa perlu
ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia sebagai
pedoman bersikap dan berperilaku yang
mengejewantah dalam bentuk nilai-nilai moral
dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik
putera-puteri bangsa.

Bagian I
Pengertian, Tujuan, dan Fungsi

Pasal 1
(1) Kode Etik Guru Indonesia adalah norma dan

asas yang disepakati dan diterima oleh guru-
guru Indonesia. Sebagai pedoman sikap dan
perilaku dalam melaksanakan tugas profesi
sebagai pendidik, anggota maasyarakat dan
warga negara.

(2) Pedoman sikap dan perilaku sebagaimana

yang dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah

nilai-nilai moral yang membedakan perilaku

guru yang baik dan buruk, yang boleh dan

tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan

tugas-tugas profesionalnya untuk mendidik,

mengajar,membimbing, mengarahkan,

melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta

didik, serta sikap pergaulan sehari-hari di

dalam dan luar sekolah.

Pasal 2
(1) Kode Etik Guru Indonesia merupakan

pedoman sikap dan perilaku bertujuan
menempatkan guru sebagai profesi terhormat,
mulia, dan bermartabat yang dilindungi
undang-undang.
(2) Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai
seperangkat prinsip dan norma moral yang
melandasi pelaksanaan tugas dan layanan
profesional guru dalam hubungannya dengan
peserta didik, orangtua/wali siswa, sekolah
dan rekan seprofesi, organisasi profesi, dan
pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama,
pendidikan, sosial, etika dan kemanusiaan.

Bagian II
Sumpah/Janji Guru Indonesia

Pasal 3
(1) Setiap guru mengucapkan sumpah/janji guru

Indonesia sebagai wujud pemahaman,
penerimaan, penghormatan, dan kesediaan
untuk mematuhi nilai-nilai moral yang termuat

di dalam Kode Etik Guru Indonesia sebagai
pedoman bersikap dan berperilaku, baik di
sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
(2) Sumpah/janji guru Indonesia diucapkan di
hadapan pengurus organisasi profesi guru dan
pejabat yang berwenang di wilayah kerja
masing-masing.
(3) Setiap pengambilan sumpah/janji guru
Indonesia dihadiri oleh penyelenggara satuan
pendidikan.

Pasal 4
(1) Naskah sumpah/janji guru Indonesia

dilampirkan sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dari Kode Etik Guru Indonesia.
(2) Pengambilan sumpah/janji guru Indonesia
dapat dilaksanakan secara perorangan atau
kelompok sebelumnya melaksanakan tugas.

Bagian III
Nilai-nilai Dasar dan Nilai-nilai Operasional

Pasal 5

(1) Kode Etik Guru Indonesia bersumber dari :

a.Nilai-nilai agama dan Pancasila

b.Nilai-nilai kompetensi pedagogik,

kompetensi kepribadian, kompetensi sosial,

dan kompetensi profesional.

c. Nilai-nilai jati diri, harkat dan martabat

manusia yang meliputi perkembangan

kesehatan jasmaniah, emosional,

intelektual, sosial, dan spiritual,

Pasal 6

(1) Hubungan Guru dengan Peserta Didik:

a.Guru berperilaku secara profesional dalam

melaksanakan tuga didik, mengajar,

membimbing,

mengarahkan,melatih,menilai, dan

mengevaluasi proses dan hasil

pembelajaran.

b.Guru membimbing peserta didik untuk

memahami, menghayati dan

mengamalkan hak-hak dan kewajiban

sebagai individu, warga sekolah, dan

anggota masyarakat

c. Guru mengetahui bahwa setiap peserta

didik memiliki karakteristik secara individual

dan masing-masingnya berhak atas layanan

pembelajaran.

d.Guru menghimpun informasi tentang

peserta didik dan menggunakannya untuk

kepentingan proses kependidikan.

e.Guru secara perseorangan atau bersama-

sama secara terus-menerus berusaha

menciptakan, memelihara, dan

mengembangkan suasana sekolah yang

menyenangkan sebagai lingkungan belajar

yang efektif dan efisien bagi peserta didik.

f. Guru menjalin hubungan dengan peserta

didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan

menghindarkan diri dari tindak kekerasan

fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.

g.Guru berusaha secara manusiawi untuk

mencegah setiap gangguan yang dapat

mempengaruhi perkembangan negatif bagi

peserta didik.

h.Guru secara langsung mencurahkan

usaha-usaha profesionalnya untuk

membantu peserta didik dalam

mengembangkan keseluruhan

kepribadiannya, termasuk

kemampuannya untuk berkarya.

i. Guru menjunjung tinggi harga diri, integritas,

dan tidak sekali-kali merendahkan martabat

peserta didiknya.

j. Guru bertindak dan memandang semua

tindakan peserta didiknya secara adil.

k. Guru berperilaku taat asas kepada hukum

dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-

hak peserta didiknya.

l. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya

untuk secara tekun dan penuh perhatian

bagi pertumbuhan dan perkembangan

peserta didiknya.

m. Guru membuat usaha-usaha yang

rasional untuk melindungi peserta didiknya

dari kondisi-kondisi yang menghambat

proses belajar, menimbulkan gangguan

kesehatan, dan keamanan.

n.Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi
serta didiknya untuk alasan-alasan yang
tidak ada kaitannya dengan kepentingan
pendidikan, hukum, kesehatan, dan
kemanusiaan.

o.Guru tidak boleh menggunakan hubungan
dan tindakan profesionallnya kepada
peserta didik dengan cara-cara yang
melanggar norma sosial, kebudayaan,
moral, dan agama.

p.Guru tidak boleh menggunakan hubungan
dan tindakan profesional dengan peserta
didiknya untuk memperoleh keuntungan-
keuntungan pribadi.

(2) Hubungan Guru dengan Orangtua/wali
Siswa:

a.Guru berusaha membina hubungan
kerjasama yang efektif dan efisien dengan
Orangtua/Wali siswa dalam melaksannakan
proses pedidikan.

b.Guru mrmberikan informasi kepada
Orangtua/wali secara jujur dan objektif
mengenai perkembangan peserta didik.

c. Guru merahasiakan informasi setiap peserta
didik kepada orang lain yang bukan
orangtua/walinya.

d.Guru memotivasi orangtua/wali siswa untuk
beradaptasi dan berpatisipasi dalam
memajukan dan meningkatkan kualitas
pendidikan.

e.Guru berkomunikasi secara baik dengan
orangtua/wali siswa mengenai kondisi dan
kemajuan peserta didik dan proses
kependidikan pada umumnya.

f. Guru menjunjunng tinggi hak orangtua/wali
siswa untuk berkonsultasin dengannya
berkaitan dengan kesejahteraan kemajuan,
dan cita-cita anak atau anak-anak akan
pendidikan.

g.Guru tidak boleh melakukan hubungan dan
tindakan profesional dengan orangtua/wali
siswa untuk memperoleh keuntungna-
keuntungan pribadi.

(3) Hubungan Guru dengan Masyarakat:
a.Guru menjalin komunikasi dan kerjasama
yang harmonis, efektif dan efisien dengan

masyarakat untuk memajukan dan
mengembangkan pendidikan.
b.Guru mengakomodasikan aspirasi
masyarakat dalam mengembnagkan dan
meningkatkan kualitas pendidikan dan
pembelajaran.
c. Guru peka terhadap perubahan-perubahan
yang terjadi dalam masyarakat
d.Guru berkerjasama secara arif dengan
masyarakat untuk meningkatkan prestise
dan martabat profesinya.
e.Guru melakukan semua usaha untuk secara
bersama-sama dengan masyarakat
berperan aktif dalam pendidikan dan
meningkatkan kesejahteraan peserta
didiknya
f. Guru memberikan pandangan profesional,
menjunjung tinggi nilai-nilai agama, hukum,
moral, dan kemanusiaan dalam
berhubungan dengan masyarakat.
g.Guru tidak boleh membocorkan rahasia
sejawat dan peserta didiknya kepada
masyarakat.

h.Guru tidak boleh menampilkan diri secara
ekslusif dalam kehidupam masyarakat.

(4) Hubungan Guru dengan seklolah:
a.Guru memelihara dan eningkatkan kinerja,
prestasi, dan reputasi sekolah.
b.Guru memotivasi diri dan rekan sejawat
secara aktif dan kreatif dalam melaksanakan
proses pendidikan.
c. Guru menciptakan melaksanakan proses
yang kondusif.
d.Guru menciptakan suasana kekeluargaan di
dalam dan luar sekolah.
e.Guru menghormati rekan sejawat.
f. Guru saling membimbing antarsesama
rekan sejawat
g.Guru menjunung tinggi martabat
profesionalisme dan hubungan kesejawatan
dengan standar dan kearifan profesional.
h.Guru dengan berbagai cara harus
membantu rekan-rekan juniornya untuk
tumbuh secara profsional dan memilih jenis
pelatihan yang relevan dengan tuntutan
profesionalitasnya.

i. Guru menerima otoritas kolega seniornya
untuk mengekspresikan pendapat-pendapat
profesionalberkaitan dengan tugas-tugas
pendidikan dan pembelajaran

j. Guru membasiskan diri pada nilai-nilai
agama, moral, dan kemanusiaan dalam
setiap tindakan profesional dengan sejawat.

k. Guru memliki beban moral untuk bersama-
sama dengan sejawat meningkatkan
keefektifan pribadi sebagai guru dalam
menjalankan tugas-tugas profesional
pendidikan dan pembelajaran.

l. Guru mengoreksi tindakan-tindakan sejawat
yang menyimpang dari kaidah-kaidah
agama, moral, kemanusiaan, dan martabat
profesionalnya.

m. Guru tidak boleh mengeluarkan
pernyataan-pernyaan keliru berkaitan
dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat
atau calon sejawat.

n.Guru tidak boleh melakukan tindakan dan
mengeluarkan pendapat yang akan
merendahkan martabat pribadi dan
profesional sejawatnya

o.Guru tidak boleh mengoreksi tindakan-

tindakan profesional sejawatnya atas dasar

pendapat siswa atau masyarakat yang tidak

dapat dipertanggungjawabkan kebenarnya.

p.Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi

sejawat kecuali untuk pertimbangan-

pertimbangan yang dapat dilegalkan secara

hukum.

q.Guru tidak boleh menciptakan kondisi atau

bertindak yang langsung atau tidak

langsung akan memunculkan konflik dengan

sejawat.

(5) Hubungan Guru dengan Profesi :

a.Guru menjunjung tinggi jabatan guru

sebagai sebuah profesi

b.Guru berusaha mengembangkan dan

memajukan disiplin ilmu pendidikan dan

bidang studi yang diajarkan

c. Guru terus menerus meningkatkan

kompetensinya

d.Guru menjunjung tinggi tindakan dan

pertimbangan pribadi dalam menjalankan

tugas-tugas profesionalnya dan

bertanggungjawab atas konsekuensiinya.

e.Guru menerima tugas-tugas sebagai suatu
bentuk tanggungjawab, inisiatif individual,
dan integritas dalam tindkan-tindakan
profesional lainnya.

f. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan
mengeluarkan pendapat yang akan
merendahkan martabat profesionalnya.

g.Guru tidak boleh menerima janji, pemberian
dan pujian yang dapat mempengaruhi
keputusan atau tindakan-tindakan
proesionalnya

h.Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat
dengan maksud menghindari tugas-tugas
dan tanggungjawab yang muncul akibat
kebijakan baru di bidang pendidikan dan
pembelajaran.

(6) Hubungan guru dengan Organisasi
Profesinya:

a. Guru menjadi anggota aorganisasi profesi
guru dan berperan serta secara aktif dalam
melaksanakan program-program organisasi
bagi kepentingan kependidikan.

b. Guru memantapkan dan memajukan

organisasi profesi guru yang memberikan

manfaat bagi kepentingan kependidikan

c. Guru aktif mengembangkan organisasi

profesi guru agar menjadi pusat informasi

dan komunikasi pendidikan untuk

kepentingan guru dan masyarakat.

d. Guru menjunjung tinggi tindakan dan

pertimbangan pribadi dalam menjalankan

tugas-tugas organisasi profesi dan

bertanggungjawab atas konsekuensinya.

e. Guru menerima tugas-tugas organisasi

profesi sebagai suatu bentuk

tanggungjawab, inisiatif individual, dan

integritas dalam tindakan-tindakan

profesional lainnya.

f. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan

mengeluarkan pendapat yang dapat

merendahkan martabat dan eksistensis

organisasi profesinya.

g. Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat

dan bersaksi palsu untuk memperoleh

keuntungan pribadi dari organisasi

profesinya.

h. Guru tidak boleh menyatakan keluar dari

keanggotaan sebagai organisasi profesi

tanpa alasan yang dapat

dipertanggungjawabkan.

(7) Hubungan Guru dengan Pemerintah:
a) Guru memiliki komitmen kuat untuk
melaksanakan program pembangunan
bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan
dalam UUD 1945, UU Tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Undang-Undang
Tentang Guru dan Dosen, dan ketentuan
Perundang-Undang lainnya.
b) Guru membantu Program pemerintah untuk
mencerdaskan kehidupan berbudaya.
c) Guru berusaha menciptakan,
memeliharadan meningkatkan rasa
persatuan dan kesatuan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara berdasarkan
pancasila dan UUD1945.
d) Guru tidak boleh menghindari kewajiban
yang dibebankan oleh pemerintah atau
satuan pendidikan untuk kemajuan
pendidikan dan pembelajaran.

e) Guru tidak boleh melakukan tindakan
pribadi atau kedinasan yang berakibat pada
kerugian negara.

Bagian IV
Pelaksanaan , Pelanggaran, dan Sanksi

Pasal 7
(1) Guru dan organisasi profesi guru

bertanggungjawab atas pelaksanaan Kude
Etik Guru Indonesia.
(2) Guru dan organisasi guru berkewajiban
mensosialisasikan Kode Etik Guru Indonesia
kepada rekan sejawat Penyelenggara
pendidikan, masyarakat dan pemerintah.

Pasal 8
(1) Pelanggaran adalah perilaku menyimpang

dan atau tidak melaksanakan Kode Etik Guru
Indonesia dan ketentuan perundangan yang
berlaku yang berkaitan dengan protes guru.

(2) Guru yang melanggar Kode Etik Guru
Indonesia dikenakan sanksi sesuai dengan
ketentuan peraturan yang berlaku.

(3) Jenis pelanggaran meliputi pelanggaran
ringan sedang dan berat.

Pasal 9
a. Pemberian rekomendasi sanksi terhadap

guru yang melakukan pelanggaran terhadap
Kode Etik Guru Indonesia merupakan
wewenang Dewan Kehormatan Guru
Indonesia.
b. Pemberian sanksi oleh Dewan Kehormatan
Guru Indonesia sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) harus objektif
c. Rekomendasi Dewan Kehormatan Guru
Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) wajib dilaksanakan oleh organisasi profesi
guru.
d. Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
merupakan upaya pembinaan kepada guru
yang melakukan pelanggaran dan untuk
menjaga harkat dan martabat profesi guru.

e.Siapapun yang mengetahui telah terjadi
pelanggaran Kode Etik Guru Indonesia wajib
melapor kepada Dewan Kehormatan Guru
Indonesia, organisasi profesi guru, atau
pejabat yang berwenang.

f. Setiap pelanggaran dapat melakukan
pembelaan diri dengan/atau tanpa bantuan
organisasi profesi guru dan/atau penasehat
hukum sesuai dengan jenis pelanggaran yang
dilakukan dihadapan Dewan Kehormatan
Guru Indonesia.

Bagian V
Ketentuan Tambahan

Pasal 10
Tenaga kerja asing yang dipekerjakan sebagai
guru pada satuan pendidikan di Indonesia wajib
mematuhi Kode Etik Guru Indonesia dan
peraturan perundang-undangan.

Bagian VI
Penutup

Pasal 11
a.Setiap guru secara sungguh-sungguh

menghayati, mengamalkan, serta menjunjung
tinggi Kode Etik Guru Indonesia.
b.Guru yang belum menjadi anggota organisasi
profesi guru harus memilih organisasi profesi
guru yang pembentukannya sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
c. Dewan Kehormatan Guru Indonesia
menetapkan sanksi kepada guru yang telah
secara nyata melanggar Kode Etik Guru
Indonesia.

KODE ETIK PESERTA DIDIK
SMP NEGERI 1 SIDOHARJO

BAB I
PENDAHULUAN

A. PENGERTIAN UMUM

Kode Etik ( Standar Perilaku ) peserta didik SMP
Negeri 1 Sidoharjo adalah pedoman tertulis
yang merupakan standar perilaku bagi peserta
didik SMP Negeri 1 Sidoharjo dalam berinteraksi
dengan civitas akademika dalam lingkup
kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler dan
aktivitas lainnya serta interaksi dengan
masyarakat pada umumnya.

B. LATAR BELAKANG

Dalam rangka menunjang visi dan misi
pendidikan di Sragen, SMP Negeri 1 Sidoharjo
berupaya untuk mengikuti perkembangan

pendidikan dalam rangka meningkatkan daya
saing bangsa, khususnya dalam rangka
mempersiapkan sumber daya manusia yang
berdaya saing nasional dan global tanpa
meninggalkan keluhuran akhlak dan bubi
pekerti.

Partisipasi aktif SMP Negeri 1 Sidoharjo

ditunjukkan untuk mewujudkan visi SMP Negeri

1 Sidoharjo. Dengan mengemban misi

mempersiapakan peserta didik menjadi bagian

dari masyarakat dengan kemampuan akademik

dan atau profesioanalyang

mengimplementasikan, mengembangakan,

memperkaya, memasyarakatkan ilmu

pengetahuan alam, tekologi dan seni,

mengembangkan penggunaannya untuk

meningkatkan kemakmuran masyarakat dan

memperkaya kultur nasional serta untuk

memperluas partisipasi dalam belajar,

menginspirasi keinginan untuk belajar secara

nasional dan memodernisasi pelaksanaan

belajar.

Dalam rangka mencapai visi, misi dan
tujuannya, SMP Negeri 1 Sidoharjo telah
mengupayakan pembenahan dalam bentuk
serangkaiana kebijakan yang pada dasarnya
adalah upaya konkrit untuk menuju transformasi
pengelola SMP Negeri 1 Sidoharjo yang lebih
mandiri, transparan, akuntabel, responsible,
dapat di pertanggungjawabkan, wajar dan taat
terhadap ketentuan perundang –undangan yang
berlaku. Rangkaian tindakan transformasi di
tubuh SMP Negeri 1 Sidoharjo layak dicapai
apabila terhadap komitmen penuh dari seluruh
individu ataupun institusi yang terkait dengan
pelaksanaan kegiatan di SMP Negeri 1
Sidoharjo. Salah satu komponen penting yang
berpengaruh terhadap pencapaian visi, misi dan
tujuan SMP Negeri 1 Sidoharjo adalah peserta
didik. Oleh karena itu, sudah merupakan tekad
bagi SMP Negeri 1 Sidoharjo untuk tidak saja
mempersiapakan peserta didik sebagai bagian
dari masyarakat intelektual yang memiliki
penguasaan ilmu pengetahuan tetapi juga
memiliki kompetensi dalam arti yang lebih luas,

termasuk didalamnya perilaku dan akhlak yang
tinggi.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, perlu
dibentuk suatau pedoman perilaku bagi peserta
didik SMP Negeri 1 Sidoharjo sebagai standar
etika dalam aktifitas sehari-hari dalam
mengemban status sebagai peserta didik di
SMP Negeri 1 Sidoharjo.

C. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud penyusunan kode etik ( standar
perilaku) peserta didik SMP Negeri 1 Sidoharjo
untuk memberikan pedoman bagi seluruh
peserta didik SMP Negeri 1 Sidoharjo untuk
berperilaku yang baik dalam melaksanakan
aktifitas dilingkungan SMP Negeri 1 Sidoharjo
dan ditengah masyarakat pada umumnya.

Tujuan yang ingin dicapai melalui penyusunan
dan pelaksanaan kede etik ( standar perilaku)
peserta didik SMP Negeri 1 Sidoharjo adalah :

1.Sebagai komitmen bersama peseta didik SMP
Negeri 1 Sidoharjo untuk mewujudkan visi,
misi dan tujuan SMP Negeri 1 Sidoharjo.

2.Terbentuknya peserta didik yang bertaqwa,
berilmu dan berbudi luhur.

3.Menciptakan proses pendidikan yang tertib,
teratur dalam iklim akademik yang kondusif.

4.Membentuk peseta didik yang berdisiplin,
beretika, dan patuh pada norma hukum dan
norma – norma lainya yang hidup di tengah
masyarakat.

BAB II
DEFINISI

Dalam kode etik ( standar perilaku ) peseta didik

SMP Negeri 1 Sidoharjo yang dimaksud dengan:

1.Kode etik ( standar perilaku ) peserta didik

SMP Negeri 1 Sidoharjo adalah pedoman

tertulis sebagai norma dan azas yang diterima

sebagai landasan ukuran tingkah laku peserta

didik SMP Negeri 1 Sidoharjo dalam

berinteraksi dengan civitas akademika dalam

lingkup kegiatan pembelajaran,

ekstrakurikuler dan aktivitas lainnya serta

interaksi dengan masyarakat pada umumnya.

2.Norma adalah aturan atau ketentuan yang

mengikat dipakai sebagai panduan, tatanan

dan pengendalian yang sesuai dan

berterimakasih.

3.Sekolah adalah SMP Negeri 1 Sidoharjo yang

menyelenggarakan pendidikan dasar.

4.Guru adalah tenaga pendidik pada Sekolah

yang khusus diangkat dengan tugas utama

mengajar.

5.Peserta didik adalah peseta didik yang
terdaftar secara sah di SMP Negeri 1
Sidoharjo.

6.Ujian adalah bentuk penilaian hasil belajar
yang dapat diselenggarakan melalui ujian
tenganh semester, ujian akhir semester, ujian
akhir program studi, dan ujian skripsi.

7.Sivitas akademika adalah satuan yang terdiri
dari guru dan dan peserta didik di sekolah.

8.Perbelajaran adalah proses yang terjadi dalam
perencanaan dan penyajian materi belajar
mengajar di perguruan tinggi serta evaluasi
atas proses – proses itu beserta produk dan
unsure yang terlibat.

9.Kegiatan ekstra kurikuler adalah seperangkat
kegiatan aktivitas di luar kurukulum guna
meningkatkan kemampuan peserta didik di
bidang akademik dan profesionalitas yang
dilandasi dengan akhlak yang mulia.

10. Etika peserta didik adalah nilai-nilai, azas-
azas akhlak yang harus dipraktekkan dalam
kehidupan sehari-hari oleh peserta didik SMP
Negeri 1 Sidoharjo berdasarkan norma-norma
yang hidup dalam masyarakat.

BAB III
ETIKA PESERTA DIDIK

A. STANDAR ETIKA PESERTA DIDIK

Standar etika peserta didik adalah standar
perilaku yang baik yang mencerminkan
ketinggian akhlak dan ketaatan terhadap norma-
norma etik yang hidup dalam masyarakat
meliputi :
1.Bertaqwa kepada tuhan yang maha esa

sesuai agama dan kepercayaan yang dianut.
2.Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi,

sastra dan seni
3.Menjunjung tinggi kebudayaan nasional
4.Menjaga kewibawaan dan nama baik sekolah
5.Secara aktif ikut memelihara sarana dan

prasaranan sekolah serta menjaga
kebersihan, ketertiban dan keamanan
sekolah.

6.Menjaga integritas pribadi sebagai warga
sekolah

7.Mentaati peraturan dan tata tertib yang
berlaku di sekolah

8.Berpenampilan sopan dan rapi
9.Berperilaku ramah, dan menjaga sopan

santun terhadap orang lain
10. Menghormati orang lain tanpa membedakan

suku, agama, ras dan status social
11. Taat kepada norma hokum dan norma

lainnya yang hidup ditengah masyarakat
12. Menghargai pendapat orang lain
13. Bertanggungjawab dalam perbuatannya
14. Menghargai perbuatan yang tidak

bermanfaat dan/atau bertentangan dengan
norma hukum atau norma lainnya yang hidup
di tengah masyarakat.
15. Berupaya dengan sungguh-sungguh
menambah ilmu pengetahuan

B. ETIKA DALAM PROSES
PEMBELAJARAN

1.Etika dalam proses pembelajaran
B.1.1. Etika peserta didik di ruang belajar

dan/atau laboratorium yaitu:
1.Hadir tepat waktu, atau sebelum guru

memasuki ruangan perbelajaran/laboratorium
2.Berpakaian rapi, bersih dan sopan sesuai

ketentuan yang berlaku dalam arti tidak
menyimpang dari azas-azas kepatuhan
3.Menghormati peserta didik lain dengan tidak
melakukan perbuatan yang dapat
mengganggu pembelajaran, seperti :
mengganggu ketenangan peserta didik lain.
4.Dilarang merokok, makan minum di ruangan
belajar, laboratorium atau ruang lain yang
tidak pantas untuk melakukan tindakan
tersebut.
5.Satuan dalam mengeluarkan pendapat atau
membantah pendapat
6.Tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak
pantas atau menyakiti perasaan orang lain

7.jujur, tidak menandatangani absensi
kehadiran peserta didik lain yang
diketahuinya tidak hadir dalam pembelajaran.

8.Menjaga inventaris ruang belajar/laboratorium
9.Tidak melakukan tindakan yang dapat

menimbulkan bahaya selama dilaboratorium
tanpa bimbingan guru atau petugas
laboratorium
10. Tidak mengotori ruangan dan inventaris
Sekolah seperti membuang sampah
sembarangan, mencoret meja, kursi dan
dinding ruangan.

B.1.2. Etika peserta didik dalam pengerjaan
tugas/laporan, yaitu :

1.Menyerahkan tugas / laporan tepat waktu
2.Jujur dalam arti tidak melakukan plagiat atau

mrmpergunakan tugas/laporan peserta didik
lain
3.Tidak berupaya mempengaruhi guru agar
yang bersangkutan tidak menyerahkan
tugas/laporan dengan janji imbalan baik dalam
bentuk dan nama apapun

4. Tidak menjanjikan atau memberikan
sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada
guru atau pihak lainnya dengan tujuan
untuk mempengaruhi proses bimbingan
tugas/laporan.

B.1.3. Etika Peserta Didik dalam mengikuti
ulangan atau ujian yaitu :

1.Mematuhi tata tertib ujian yang ditetapkan
sekolah

2.Jujur dan beritikat baik, tidak melihat buku atau
sumber lain yang tidak dibenarkan kecuali
untuk ulangan/ujian yang secara tegas
membenarkan hal demikian

3.Tidak mengganggu peserta didik lain yang
sedang mengikuti ulangan/ujian

4.Tidak mencoret iventaris sekolahseperti meja,
kursi, dinding dengan itikat yang tidak baik
untuk keperluan kemudahan menjawab soal
ulangan/ujian

5.Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah
uang atau fasilitas lainnya kepada guru atau
pihak lainnya dengan tujuan untuk
mempengaruhi proses dan hasil ujian

6.Percaya pada kemampuan sendiri, dalam arti
tidak menggunakan pengaruh orang lain untuk
tujuan mempengaruhi proses dan hasil ujian

2. Etika dalam hubungan antara peserta
didik dengan guru

Etika peserta didik dalam hubungan antara
peserta didik dengan guru yaitu :

1.Menghormati semua guru tanpa membedakan
suku, agama, ras dan tidak didasari atas
perasaan suka atau tidak suka

2.Bersikap sopan santun terhadap semua guru
dalam interaksi baik didalam lingkungan
maupun diluar lingkungan sekolah

3.Menjaga nama baik guru dan keluarganya
4.Tidak menyebarluaskaninformasi yang tidak

baik dan belum tentu benar mengenai
seoarang guru kepada guru atau pihak
lainnya, kecuali terhadap pelanggaran hokum
dan etik yang diwajibkan berdasarkan
ketentuan hukumdan peraturan dilingkungan
sekolah
5.Santun dalam mengemukakan pendapat atau
mengungkapkan ketidak sepahaman

pendapat tentang keilmuan yang disertai
dengan argumentasi yang rasional
6.Jujur terhadap guru dalam segala aspek
7.Tidak menjanjikan atau menberikan sejumlah
uang atau fasilitas lainnya kepada guru atau
pihak lainnya dengan tujuan untuk
mempengaruhi penilaian guru.
8.Percaya pada kemampuan sendiri, dalam arti
tidak menggunakan pengaruh oaring lain
untuk tujuan mempengaruhi penilaian guru.
9.Tidak mengeluarkan ancaman baik secara
langsung maupun dengan menggunakan
orang lain terhadap guru.
10. Bekerja sama dengan guru dalam mencapai
tujuan pembelajaran, termasuk menyiapkan
diri sebelum berinteraksi dengan guru di ruang
pembelajaran.
11. Memelihara sopan santun pada saat
mengajukan keberatan atas sikap guru
terhadap pimpinanaya disertai dengan bukti
yang cukup
12. Menghindari sikap membenci guru atau
sikap tidak terpuji lainnya disebabkan nilai
yang diberikan oleh guru

13. Mematuhi perintahdan petunjuk guru
sepanjang perintah dan petunjuk tesebut tidak
bertentangan dengan norma hokum dan
norma lainnya yang hidup ditengah
masyarakat.

14. Berani mempertanggungjawabkan semua
tindakannya terkait interaksi dengan
masyarakat

15. Berani mempertanggungjawabkan semua
tindakannya terkait interaksi dengan guru

3.Etika dalam hubungan antara sesame
peserta didik
Etika peserta didik dalam hubungan anatara

sesame peserta didik yaitu :
1.Menghormati semua peserta didik tanpa

membedakan suku, agama, ras, status sosial
dan tidak didasari atas perasaan suku atau
tidak suka.
2.Bersikap ramah dan sopan santun terhadap
semua peserta didik dalam interaksi baik
didalam lingkungan maupun diluar lingkunan
sekolah

3.Bekerja sama dengan peserta didik lain dalam
menuntut ilmu pengetahuan

4.Memiliki solidaritas yang kuat dan saling
membantu untuk tujuan yang baik dan tidak
bertentangan dengan norma hokum atau
norma lainnya yang hidup didalam masyarakat

5.Berlaku adil terhadap sesame rekan peserta
didik

6.Menghindari perkataan yang dapat menyakiti
perasaan perserta didik lain

7.Tidak melakukan ancaman atau tindakan
kekerasan terhadap sesame peserta didik baik
di dalam lingkungan maupun diluar lingkungan
sekolah

8.Saling menasehati untuk tujuan kebaikan
9.Suka membantu peseta didik lain yang kurang

mampu dalam pelajaran maupun kurang
mampu secara ekonomi
10. Bersama – sama menjaga nama baik
sekolah dan tidak melakukan tindakan tidak
tepuji yang merusak citra baik sekolah
11. Menghormati perbedaan pendapat atau
pandangan dengan peserta didik lain

12. Tidak mengganggu ketenangan peserta
didik lain yang sedang mengikuti proses
pembelajaran

13. Tidak mengajak atau mempengaruhi
peserta didik lain untuk melakukan tindakan
tidak terpuji yang bertentangan dengan norma
hukum dan norma lainnya yang hidup di
tengah masyarakat

4.Etika dalam hubungan antara peserta didik
dan tenaga administrasi
Etika peserta didik dalam hubungan antara

peserta didik dengan tenaga administrasi
yaitu :
1.Menghormati semua tenaga administrasi
tanpa membedakan suku, agama, ras status
social dan tidak didasari atas perasaan suku
atau tidak suka
2.Bersikap ramah dan sopan santun terhadap
semua tenaga administrasi dalam interaksi
baik di dalam lingkungan maupun di luar
lingkungan sekolah
3.Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah
uang atau fasilitas lainnya kepada tenaga

administrasi untuk mendapatkan perlakuan
istimewa atau untuk melakukan tindakan yang
bertentangan dengan hokum dan peraturan di
lingkungan sekolah
4.Tidak mengeluarkan ancaman baik secara
langsung maupun dengan menggunakan
orang lain terhadap tenaga administrasi
5.Tidak mengajak atau mempengaruhi tenaga
administrasi untuk melakukan tindakan tidak
terpuji yang bertentangan dengan norma
hukum dan norma lainnya yang hidup di
tengah masyarakat.

5.Etika dalam hubungan antara peserta didik
dan masyarakat
Etika peserta didik dalam hubungan antara

peserta didik dengan masyarakat yaitu :
1.Melakukan perbuatan yang meninggikan citra

baik sekolah di tengah masyarakat
2.Suka menolong masyarakat sesuai ilmu

pengetahuan yang dimiliki
3.Menghindari perbuatan yang melanggar

norma-norma yang hidup ditengah
masyarakat, baik norma hokum, norma

agama, norma kesopanan, dan norma
kepatutan
4.Mengajak masyarakat berbuat yang baik dan
mengajak pada perbuatan tidak terpuji
5.Memberikan contoh perilaku yang baik
ditengah masyarakat

C. ETIKA DALAM KEGIATAN EKSTRA
KURIKULER

1.Etika dalam kegiatan keolahragaan
Etika peserta didik dalam bidang keolahragaan

yaitu :
1.Menjunjung tinggi kejujuran dan sportifitas

dalam setiap kegiatan keolahragaan
2.Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan

perbuatan dalam setiap kegiatan
keolahragaan
3.Mengindarkan diri dari tindakan-tindakan yang
bersifat anarkhis, merusak dan mengganggu
ketertiban
4.Bekerjasama dalam memperoleh prestasi
dengan cara – cara yang terpuji


Click to View FlipBook Version