5.Menjaga nama baik dan citra sekolah serta
menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik sekolah
6.Tidak melakukan tindakan yang bertentangan
dengan hokum dalam kegiatan keolahragaan
seperti mengkonsumsi obat – obatan
terlarang dan tindakan melawan hokum
lainnya
7.Tidak menjanjikan atau memberikan
sejumlahuang atau fasilitas lainnya kepada
pihak – pihak pengambil keputusan dalam
setiap kegiatan keolahragaan
8.Menghindari dari perbuatan yang bertujuan
dengan sengaja merugikan atau mencelakai
orang lain
9.Mematuhi aturan – aturan yang diwajibkan
dalam bidang keolahragaan
2.Etika dalam kegiatan seni
Etika peserta didik dalam bidang seni yaitu :
1. Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi,
satra dan seni
2. Menjunjung tinggi kebudayaan nasional
3. Menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam
setiap kegiatan seni
4. Tidak melakukan plagiat ( menciplak secara
melawan hukum) hasil karya seni orang lain
5. Menghindarkan diri dari tindakan – tindakan
yang bersifat anarkis, merusak dan
mengganggu ketertiban
6. Bekerja sama dalam menghasilkan prstasi
dan karya seni yang baik dengan cara – cara
yang terpuji
7. Menjaga nama baik dan citra sekolah serta
menghindarkan diri dari pebuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik sekolah
8. Tidak melakukan tindakan yang bertentangan
dengan hokum dan norma – norma lain yang
hidup di tengah masyarakat
9. Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah
uang atau fasilitas lainnya kepada pihak –
pihak pengambil keputusan dalam setiap
kegiatan kesenian
10. Bertanggungjawab terhadap karya seni
yang dihasilkan
11. Menghormati hasil karya orang lain
12. Tidak melakukan tindakan yang dapat
merendahkan harkat dan martabat orang lain
3.Etika dalam kegiatan keagamaan
Etika peserta didik dalam bidang keagamaan
yaitu :
1.Menghormati agama dan kepercayaan orang
lain
2.Menghindari perbuatan yang dapat menghina
agama dan kepercayaan orang lain
3.Menghindarkan diri dari tindakan – tindakan
yang bersifat anarkis, merusak dan
mengganggu ketertiban
4.Berupaya semaksimal mungkin untuk taat dan
patuh terhadap nilai – nilai ajaran agama yang
dianut
5.Menjaga nama baik dan citra sekolah serta
menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik sekolah
dalam kegiata – kegiatan keagamaan
6.Tidak melakukan tindakan yang bertentangan
dengan hokum dan norma – norma lain yang
hidup ditengah masyarakat, terutama yang
terkait dengan masalah keagamaan.
7.Tidak melakukan tindakan yang memaksakan
agama yang dianut kepada orang lain
8.Tidak mengganggu atau menghalang-halangi
kesempatan beribadah bagi orang lain sesuai
ajaran agama yang dianut.
9.Berlaku adil terhadap semua orang tanpa
membeda – bedakan agama yang dianut
10. Mematuhi aturan – aturan sekolah dalam
kegiatan keagamaan.
4.Etika dalam kegiatan minat dan penalaran
Etika peserta didik dalam kegiatan minat dan
penalaran yaitu :
1.Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi,
sastra dan seni
2.Menjunjung tinggi nilai – nilai kejujuran
3.Menjunjung tinggi norma – norma ilmiah
4.Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan
perbuatan dalam setiap kegiatan
5.Bekerja sama dalam memperoleh prestasi
dengan cara – cara yang terpuji
6.Menjaga nama baik dan citra sekolah serta
menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik sekolah
7.Menghindarkan diri dari tindakan – tindakan
yang bersifat anarkis, merusak dan
menggganggu ketertiban
8.Menghargai pendapat dan pemikiran orang
lain
9.Suka menyebarkan ilmu pengetahuan dan
kebenaran
10. Tidak melakukan tindakan yang
bertentangan dengan hokum dan norma-
norma lain yang hidup ditengah masyarakat
5.Etika dalam kegiatan pengembangan
keorganisasian
Etika peserta didik dalam bidang
pengembangan keorganisasian, yaitu :
1.Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi,
sastra dan seni
2.Menjunjung tinggi nilai – nilai kejujuran
3.Menjunjung tinggi etika organisasi
4.Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan
perbuatan dalam setiap kegiatan
5.Mengutamakan kearifan dan kebijaksanaan
dalam bertindak
6.Menghargai perbedaan pendapat dan
menyikapinya dengan arif dan bijaksana
7.Bertanggung jawab terhadap masalah –
masalah kemasyarakatan dan suka
memberikan kontribusi dengan cara – cara
yang baik
8.Menjaga nama baik dan citra sekolah serta
menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik sekolah
9.Menghindarkan diri dari tindakan-tindakan
yang bersifat anarkis, merusak dan
mengganggu ketertiban
10. Taat terhadap hokum, peraturan
dilingkungan sekolah dan norma-norma
lainnyahidup ditengah masyarakat.
D. ETIKA DALAM MENYAMPAIKAN
PENDAPAT DI LUAR PROSES
PEMBELAJARAN
Sekolah sangt menghargai kebebasan
mengeluarkan pendapat di luar proses
pembelajaran sepanjang dilakukan dengan
memperhatikan norma – norma etika, yaitu :
1.Tertib, dalam arti tidak dilakukan dengan
tindakan – tindakan anarkis
2.Menjaga kesantunan dengan tidak
mengucapkan kata-kat yang merendahkan
martabat seseorang
3.Tidak merusak barang – barang kepentingan
pembelajaran atau kepentingan umum lainya
yang terdapat dilingkungan sekolah maupun di
luar lingkungan sekolahah\
4.Mematuhi ketentuan perundang – undangan
yang berlaku, terutama untuk penyampain
pendapat diluar lingkungan sekolah
5.Mempersiapkan argumentasi yang rasional
yang mencerminkan citra diri seseorang
individu yang berpendidikan
6.Didasarkan pada tujuan dan untuk
kepentingan kebenaran
7.Menjaga nama baik dan citra sekolah
8.Menghindari kepentingan lain diluar
kepentingan kebenaran
9.Tidak melakukan paksaan atau ancaman
kepada pihak lain selama melakukan
penyampaian pendapat.
10. Tidak menimbulkan gangguan secara
signifikan terhadap proses pembelajaran
11. Berani brtanggungjawab terhadap
kebenaran fakta dan pendapat yang
disampaikan
BAB IV
PENEGAKAN KODE ETIK
( STANDAR PERILAKU )
A. PEMANTAUAN PELAKSANAAN
Pelaksanaan Kode Etik ( Standar Perilaku )
diawasi oleh seluruh warga sekolah di bawah
koordinasi wakasek kesiswaan
B. PELAPORAN
1.Setiap orang yang mengetahui adanya
pelanggran atas kode etik (standar perilaku)
memiliki hak untuk melaporkan kepada pihak
yang berwenag di sekolah dengan disertai
bukti yang cukup. Atas pertimbangan
pengawas (pihak yang berwenang di sekolah
) identitas pelapor dapat dirahasiakan, kecuali
terhadap pelapor dari luar sekolah wajib
menyertakan identitas diri dan bukti – bukti
yang cukup.
2.Pihak yang berwenag di sekolah wajib
mencatat semua laporan dan bukti – bukti
yang diserahkan oleh pelapor serta dan
melaporkan kepada pihak yang berwenag
disekolah.
C. SANKSI
1.Pemberian sanksi terhadap pelanggaran kode
etik ( standar perilaku ) dilakukan oleh pihak
yang berwenang di sekolah tanpa adanya
intervensi dari pihak manapun
2.Pemberian sanksi dilakukan setelah
ditemukan adanya bukti – bukti terhadap
terjadinya pelanggaran kode etik ( standar
perilaku )
3.Pemberian sanksi dapat berupa teguran lisan,
peringatan tertulis, dan rekomendasi skorsing
tergantung kepada pertimbangan pihak yang
berwenang disekolah dengan memperhatikan
berat ringannya pelanggaran yang dilakukan
4.Sebelum dijatuhi sanksi, sipelanggar kode etik
diperbolehkan membela dirinya pada proses
pemeriksaan
BAB V
PENUTUP
Kode Etik ( Standar Perilaku ) ini diberlakukan
sama sekali tidak untuk mengurangi hak – hak
normative peserta didik, tetapi untuk lebih
mengarakan potensi peserta didik kepada hal –
hal yang lebih baik. Penyusunan kode etik
(standar perilaku ) pada dasarnya merupakan
bagian dari serangkaian tindakan transformasi di
SMP Negeri 1 Sidoharjo yang dinilai relevan
dengan visi, misi dan tujuan SMP Negeri 1
Sidoharjo
Sangat diharapkan kede etik ( standar perilaku )
dapat menunjang terbentuk iklim akademik yang
kondusif yang berbasis pada etika atau akhlak
yang baik dari peserta didik SMP Negeri 1
Sidoharjo
Seiring perjalanan waktu dan terjadinya
perkembangan dalam perilaku peserta didik
SMP Negeri 1 Sidoharjo, maka kode etik
(standar perilaku ) dapat disesuaikan. Untuk itu
kepada seluruh peserta didik diharapkan dapat
memberikan masukan demi terbentuknya
peserta didik SMP Negeri 1 Sidoharjo yang
beretika dan berakhlak terpuji.