JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 1 PERISCOPE Jalasena Konflik di kawasan Laut China Selatan (LCS) belum berakhir, bahkan akhir-akhir ini semakin memanas. Konflik memperebutkan wilayah di LCS ini semakin meningkat akibat hegemoni negara Adikuasa Amerika Serikat (AS) dan ne gara Adi daya China di kawasan tersebut. Kehadir an armada AS dan Sekutunya yang menjadikan kawasan LCS sebagai Centre of Gravity Conflic di Asean, semakin menambah ketegangan di kawasan ini. Kondisi ini dapat dilihat dari bertambahnya persekutuan baru di kawasan Indo-Pasifik, se perti QUAD (AS, Jepang, India, Australia), strategic security dialogue yang digagas sejak tahun 2007 untuk membendung pengaruh China di kawasan Asia Pasifik, yang berpusat di ASEAN. Dengan perkembangan geostrategi di kawasan Indo-Pasifik, muncul persekutuan baru AUKUS (AS, Inggris, Australia) di kawasan ini. Persekutu an baru ini memperkuat aliansi Barat yang sudah ada, seperti FPDA (Five Point Defence Arrangement), dan QUAD (Quadrilateral Security Dialogue), yang memperkuat di bidang persenjataan nuklir, untuk menghadapi kemungkinan ancaman nuklir China. Kekuatan baru ini dimulai dengan pembangunan kapal selam bertenaga nuklir Australia yang didukung oleh AS dan Inggris. Perkembangan lingkungan strategis ter sebut digambarkan secara Panjang lebar dalam tulisan Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., “Desain Grand Strategy China Ingin KONFLIK DI KAWASAN LAUT CHINA SELATAN (LCS) Mendominasi Laut China Selatan” dan tulisan Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, S.H., M.H., “Kawasan Laut China Selatan ke depan: Sumber Kehidupan atau Sumber Konflik?” Menghadapi situasi lingkungan strategis yang mengancam kedaulatan dan hak berdaulat NKRI utamanya di kawasan LCS dan IndoPasifik, bagaimana peran Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan ini? Edisi Jalasena kali ini mengangkat isu tentang Kapal Selam karya anak bangsa KRI Alugoro-405 yang akan berperan besar dalam kontestasi konflik di kawasan LCS dan IndoPasifik. KRI Alugoro di design untuk mampu mengatasi peperangan di bawah permukaan laut, karena dilengkapi oleh sonar dengan gelombang ultrasonik yang dapat mendeteksi musuh di permukaan dan bawah air, serta memiliki beberapa peluru kendali tercanggih, salah satunya adalah torpedo Black Shark generasi terbaru. Momentum pembangunan kapal selam ini sebagai tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia, yang kali pertama memproduksi kapal selam. Keterlibatan PT PAL Indonesia (sebagaimana penjelasan Dirut PT. PAL bapak Kaharudin Jenot) bahwa hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah menuju kemandirian produksi dalam negeri di bidang teknologi pengembang an alutsista TNI. Indonesia, satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam sendiri, dan kemampuan ini semakin memperkuat kepemimpinan Indonesia di ASEAN tahun 2023 (Pemimpin Redaksi).
2 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Konten JALASENA 2023 Edisi No. 2, Tahun XIII/2023 FOLLOW US E-MAIL [email protected] WEBSITE www.ppal.or.id/majalah Penerbit/Publisher: Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) Pembina Utama: Laksamana TNI Purn Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. Penanggung Jawab: Laksamana Madya TNI Purn Dr. Agung Prasetyawan, M.A.P. Pemimpin Redaksi: Laksamana Muda TNI Purn Dr. Surya Wiranto, S.H., M.H. Redaktur Pelaksana: Dodi Mawardi Sekretaris Redaksi: Laksamana Pertama TNI Purn Sutoyo Sirkulasi/Marketing: Laksamana Muda TNI Arusukmono Indra Sucahyo, S.E., M.M. Bendahara: Laksamana Muda TNI Purn Imam Suprayitno, S.E., M.Tr (Han) Disain Grafis: Diddy Sumardiono Alamat Redaksi: Tabah Raya No. 1 Kelapa Gading Barat Jakarta Utara 14240 Telp/Fax: (021) 45847189, 45878644 Redaksi menerima naskah. Diketik dua spasi, maksimum empat halaman dan sedapat mungkin disertai foto atau gambar pendukung. Kirim berikut identitas pribadi ke alamat redaksi atau email [email protected]. Setiap arti kel yang dimuat akan menadapatkan honor yang sesuai. Terima kasih. 5 JALASENA UTAMA Indonesia Harus Bangun Industri Maritim 25 FOKUS JALASENA Ekspedisi Jala Citra Menguak Kekayaan Bawah Laut Indonesia 37 ADMIRAL’S CORNER Tingkatkan Kepedulian! 43 MATRA PILIHAN Kodiklatal, Pembentuk SDM Tangguh TNI AL 49 KOLOM MARITIM Desain Grand Strategy China Ingin Mendominasi Laut China Selatan 55 KOLOM MARITIM Kawasan LCS ke Depan: Sumber Kehidupan atau Sumber Konflik 61 KOLOM MARITIM Kabuzen Untuk Tingkatkan Kebugaran dan Hindari Obesitas 65 HISTORIA Pertempuran Laut Aru Diperingati sebagai Hari Dharma Samudera 69 WISATA BAHARI Indonesia Surga Surfing Dunia 75 SOSOK PURNA Pensiunan TNI AL Abdikan Diri Lewat Lansia dan ODGJ 78 PEDULI MARITIM Membangun Mindset Kemaritiman 81 SEKILAS PPAL PPAL Selenggarakan Bazar dan Bansos Ramadan Jalasena INDONESIA HARUS BANGUN INDUSTRI MARITIM KRI Alugoro 405 Kapal Selam Kebanggaan Buatan dalam Negeri Ekspedisi Jala Citra Menguak Kekayaan Bawah Laut Indonesia Jalasena
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 3 News update KRI Rigel – 933, salah satu kapal riset canggih milik TNI AL TNI Angkatan Laut terus meningkatkan upaya menjaga pertahanan dan kedaulatan laut Indonesia. Salah satunya de ngan menaikkan status Pos Angkatan Laut (Posal) di Kaimana, Papua Barat, menjadi Panglanan Ang katan Laut (Lanal). Akhir Maret 2023, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III, Laksamana Muda TNI Agus Hariadi meresmikan Lanal Kaimana sekaligus melantik Mayor Marinir Sailenius Amelion Wihyawari sebagai Komandan Lanal. Peningkatan status ini bertujuan untuk membantu mengembangkan potensi maritim wilayah pesisir pantai, mendorong pemberdayaan nelayan melalui pengamanan laut, serta membangun pertahanan laut yang dimulai dari masyarakat maritim. Hal itu sesuai dengan program Pemerintah Indonesia dalam Nawacita yaitu Poros Maritim Dunia. Lanal Kaimana berada di bawah komando Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIV Sorong, Papua. TNI Angkatan Laut (AL) akan memiliki kapal riset yang bisa mendeteksi kedalaman laut lebih dari 6.000 meter. Selama ini, TNI AL belum memiliki kapal dengan kemampuan seperti itu. Kapal dengan deteksi sedalam itu rencananya akan mulai beroperasi pada 2025. Kapal itu merupakan hasil kerja sama Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan TNI AL dengan industri Amerika Serikat, OceanX. Selain dengan industri Amerika, pembangunan kapal itu juga kemungkinan melibatkan China, karena negara itu memiliki teknologi deteksi laut sampai kedalaman 10.000 meter. Kapal pendeteksi atau surveyor itu berfungsi untuk mendeteksi bawah laut, seperti gunung berapi yang rawan mengakibatkan gempa atau tsunami, serta keperluan hidrografi lainnya. Kapal itu nantinya akan memperkuat TNI AL khusus di Pusat Hidro-Oceanografi (Pushidrosal), yang saat ini memiliki KRI jenis riset yaitu KRI Spica – 934, KRI Rigel – 933, dan KRI Dewa Kembar - 922. TNI AL Bangun Kapal Pendeteksi Kedalaman Laut Lebih dari 6.000 Meter TNI AL Resmikan LANAL di Kaimana Papua Barat
4 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Foto: Dispenal News Update TNI AL Promosikan Budaya Indonesia di Universitas Lebanon Prajurit TNI AL yang bertugas di KRI Frans Kaisiepo – 368, turut mempromosikan budaya Indonesia di mancanegara. Atas kerja sama de ngan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dengan Universitas Lebanon, prajurit TNI AL tampil memukau mempersembahkan budaya Nusantara di kampus tersebut. Penampilan prajurit TNI AL mendapatkan decak kagum dari para pengunjung yang hadir. Dalam acara itu, mereka menampilkan Tari Galung, Tari Tanduk Majeng, Tari Tabi Manta, Tari Saman, dan Rampak Gendang. “Suatu kehormatan bagi KRI Frans Kaisiepo - 368 dapat berpartisipasi dalam Arts and Cultural Festival ini untuk semakin mempromosikan Indonesia di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menambah kekuatan Alutsista-nya berupa kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) dalam rangka mendukung persiapan dan pemba ngunan Ibu Kota Nusantara (IKN). IKN berada di wilayah kerja Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan. Patkamla Posa II-13-52 memiliki panjang 20 m, daya angkut 30 ton, punya 2 mesin bertenaga 1400 HP, dengan kecepatan maksimal 50 knots. Kapal baru ini berfungsi sebagai kapal patroli, melakukan penyelidikan, peperangan khusus antiteror aspek laut, serta melaksanakan Search And Rescue (SAR). Menurut Danlantamal XIII Laksamana Pertama TNI Fauzi, Posa II-13-52 akan meningkatkan kinerja Lanal Balikpapan dalam mengamankan jalur logistik IKN di perairan Balikpapan. kancah internasional. Hal ini menjadi bagian dari tugas diplomasi TNI Angkatan Laut,” ucap Komandan KRI Frans Kaisiepo Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh. TNI AL Tambah Armada Amankan Jalur Logistik IKN Posa II-13-52 Armada Baru TNI AL di IKN (Foto: dispenal) Indonesia sukses menyelenggarakan seri balap F1 Powerboat yang berlangsung di Danau Toba pada akhir Februari 2023 lalu. F1 Powerboat adalah lomba balapan speedboat berkecepatan tinggi, setara dengan lomba balap mobil F1 di daratan. Olahraga air ini sudah sangat populer di mancanegara, namun masih terdengar asing di Indonesia. Inilah kali pertama Indonesia menyelenggarakan ajang bergengsi olahraga ini. Para peserta lomba berasal dari puluhan negara antara lain Uni Emirat Arab, China, Swedia, Norwegia, Italia, Portugal, Prancis, dan Amerika Serikat. Indonesia mendapatkan kehormatan membuka seri kejuaraan 2023 ini. Berikutnya lomba akan berlangsung di Zhengzhau China, Macon Prancis, Sardinia Italia, dan Sharjah UAE. Dampak dari olahraga ini sangat besar bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim. Bukan hanya citra positif namun juga turut membangkitkan perekonomian yang baru pulih setelah pandemi Covid-19. Indonesia Sukses Selenggarakan F1 Powerboat Danau Toba 2023 F1 Powerboat di Danau Toba (Foto: raiky/kemenpora.go.id)
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 5 INDONESIA HARUS BANGUN INDUSTRI MARITIM Kalau mau menjadi negara besar, Indonesia harus membangun industri maritim. Tidak bisa tidak. Sejarah mencatat, negara-negara besar dan maju, bermula dari majunya industri maritim. Negara-negara Eropa mampu menguasai dunia karena armada lautnya digdaya. Demikian pula Jepang yang maju berkat hebatnya industri maritim mereka. Jalasena Utama Demikian kesimpulan inti hasil wawancara Majalah Jalasena dengan Direktur Utama PT PAL Indonesia Dr. Kaharuddin Djenod, Jumat (14/04/2023), di kantor perwakilan Jakarta. Dalam kesempatan itu, rombongan Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) dipimpin oleh Sekjen PPAL Laksamana Madya TNI (Purn) Dr. Agung Prasetiawan dan Pemimpin Redaksi Majalah Jalasena PPAL Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto. Sejak menjabat sebagai pucuk pimpinan PT PAL pada 2021, Kaharuddin langsung mencanangkan
6 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Jalasena Utama Nagasaki, Kota Pelabuhan Terbesar di Jepang (Foto: www.fun-japan.jp) Transformasi Industri Maritim 4.0 (IM4). Berisi langkah-langkah taktis dan strategis mengubah pola pikir dan pola kerja seluruh pegawai perusahaan agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan serta perubahan zaman yang semakin pesat. Dengan Transformasi IM4, PT PAL Indonesia siap menjadi modern multiyard leader 4.0 di Indonesia dan global. Program transformasi itu terinspirasi dari dua kota industri utama di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Pria kelahiran Surabaya ini, menuntaskan pendidikan S-1, S-2, dan S-3 di dua kota tersebut. Ternyata, dua kota ini merupakan pusat industri maritim Jepang sejak awal abad ke-20. Hal itulah yang menjadi pertimbangan Amerika menjatuhkan bom atom pada Perang Dunia II, untuk melumpuhkan kekuatan Jepang. Dengan hancurnya dua pusat industri maritim itu, Jepang pun menyerah. Di kedua kota itu, tumbuh industri maritim yang luar biasa. Menjadi penopang utama industri lainnya. “Kalau sebuah negara mampu membangun industri maritim, maka derivatif industrinya, bisa mengerjakan industri lainnya. Naturalnya begitu. Industri lainnya itu hanyalah derivatif dari industri maritim,” kata Kaha ruddin. Setelah dibom atom, pemerintah Jepang mem bangun kembali Nagasaki dan Hiroshima sebagai pusat industri maritim sam pai sekarang. Ke berhasilan Jepang dengan mem bangun industri ma ritim ditiru oleh Korea Selatan dan China. Kedua negara itu kini menjelma menjadi negara industri yang sangat maju. Mereka memulainya dengan industri galangan kapal, sehingga mampu mengerjakan industri lainnya, seperti otomotif dan telekomunikasi. Salah satu hasil dari transformasi sudah terlihat. Pada 2023 ini, PT PAL meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Digital Technology & Innovation Award (Digitech) 2023 yaitu kategori The Best IT Development &
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 7 Jalasena Utama Sebenarnya SDM kita itu luar biasa, tinggal bagaimana kita membangun sistem pendukungnya, ujarnya penuh optimisme. “ “ Joko Widodo melihat fasilitas PT PAL (Foto: Laily Rachev/BPMI Setpres RI) Innovation 2023 dan The Best CEO For Corporate Digital Transformation Of The Year. Sebagai bagian dari program Transformasi Industri Maritim 4.0, PT PAL mencanangkan Smart Factory In Shipbuilding, mencakup big data & analitycs, business intellegence, dashboard monitoring & war room, data acquisition, aplikasi ERP IM4 & mobile, serta enterprise infrastructure & cyber security. Dalam Transformasi IM4, PT PAL akan mengimplementasikan teknologi pendukung berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) buatan dalam negeri, mengandalkan SDM lokal. Suatu hal yang membanggakan. Dengan sistem buatan sendiri, PT PAL sekaligus mampu melakukan efisiensi dan efektivitas sistem yang lebih terintegrasi. SDM PT PAL Mampu Proses transformasi IM4 juga membuktikan bahwa SDM PT PAL memiliki kemampuan yang memadai. Mereka sesungguhnya mampu membangun kapal-kapal dalam ukuran apa pun, beragam jenis kapal perang, dan kapal selam untuk mendukung kekuatan TNI Angkatan Laut. “PT PAL punya hanggar kapal selam pertama di Asia Tenggara. Individu dengan kemampuan memadai, kita bisa membangun kapal selam apa pun. Ketika mengerjakan Alugoro, SDM kita mampu melakukan pembangunan kapal selam dengan proses join section, dimana dapat meraih predikat zero defect dalam pengelasan terakhir. Korea saja tidak pernah mencapai hasil itu.” tuturnya berapi-api. Zero defect artinya dalam sistem penyambungan kapal selam tersebut tidak ditemukan cacat dalam proses produksinya. Sebagaimana diketahui proses dan sistem pengelasan dalam pembangunan kapal selam adalah teknik tersulit dari pembangunan kapal, karena harus memenuhi syarat yang lebih komplek dari pembangunan kapal atas air. Suatu hal amat penting dalam proses produksi termasuk pembuatan kapal perang dan kapal selam. Kapal selam KRI Alugoro 405 merupakan kapal selam karya PT PAL hasil kerja sama dengan Korea Selatan. Dengan kemampuan SDM tersebut, Kaharuddin Djenod optimistis target-target perusahaan termasuk impian besarnya di industri maritim bisa terwujud. Presiden Joko Widodo menargetkan PT PAL sebagai bagian dari Defend ID menjadi Top 50 Defense Global Company pada 2024. Defend.id terdiri atas PT Len Industri, PT Dahana, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT PAL Indonesia. Saat ini, Defend.id berada pada peringkat 98 Pemeringkatan ini berdasarkan angka penjualan pertahun untuk produk-produk pertahanan. Untuk mencapai target tersebut, PT PAL berupaya mendapatkan pesanan pembuatan kapal dari mancanegara, selain pemesanan berupa penugasan pembuatan alutsista dari Kementerian Pertahanan. Nilai komersial dari penugasan peme-
8 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Jalasena Utama Kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) buatan PT PAL yang diekspor ke Filipina (Foto: pal.co.id) rintah, tidak cukup untuk menjadikan PT PAL sebagai pemain utama global. PT PAL harus mendapatkan pemesanan sebanyak mungkin dari luar negeri. Sejauh ini, PT PAL sudah mendapatkan pesanan kembali dari pemerintah Filipina berupa pembuatan ka pal perang jenis Landing Platform Dock (LPD). Jenis LPD tersebut memperkuat angkatan laut negara tetangga. Pemesanan untuk yang kedua kali tersebut membuktikan bahwa kualitas kapal perang buatan PT PAL memuaskan pemerintah Filipina. Selain itu, PT PAL juga sukses memikat pemerintah negara di Timur Tengah, yang sebelumnya lebih banyak memesan kapal ke negara-negara Eropa. “Kiblat mereka selama ini ke Eropa . (lalu) Mereka mengirim tim ke sini. Melihat fasilitas dan kemampuan SDM kami. (Setelahnya) mereka mengalihkannya ke kami.” katanya bangga. Dengan fakta-fakta tersebut, PT PAL optimistis akan mampu menjadi pemain global yang diperhitungkan. Pesanan dari luar negeri men i n g k a t k a n ke percayaan diri seluruh SDM PT PAL. Target pemerintah menjadikan Defend.id sebagai 50 besar industri pertahanan bukan impian di siang bolong. Indonesia punya potensi besar. Bahkan menurut Kaharuddin Djenod, kelak Indonesia harus menjadi lima besar kekuatan industri pertahanan dunia. (Redaksi Jalasena)
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 9 Jalasena Utama Tahap I – Fase Go Live Tepat di hari Kebangkitan Nasional, pada 20 Mei 2022, PT PAL Indonesia resmi memperkenalkan realisasi tahap I Transformasi Industri Maritim 4.0 atau IM4 yakni fase”Go Live”. Fase pertama ini meliputi beberapa modul, salah satunya yaitu project management yang kini telah terintegrasi dengan sistem sebelumnya (IFS). Ke depan, penggunaan aplikasi IM4, akan memberikan banyak kemudahan dalam melihat dan mereview kelangsungan projek, baik oleh pemilik maupun pengguna, serta pihak-pihak yang berkepentingan dengan kelangsungan suatu projek. Tahap I Go Live ini meliputi: Project Management Module, Manufacture/Production Module, Procurement Management Module, Warehouse Management Module, dan Dashboard. Tahap II – Go Live Fase II Pada hari Pahlawan 10 November 2022, mengusung semangat perjuangan diluncurkan Go Live fase II IM4. Memasuki tahap kedua yang terdiri atas e-procurement module, back office module (Keuangan), serta sales & marketing mo dule. Hal ini merupakan bagian penting karena integrasi antara aplikasi IM4 dan IFS akan digunakan sebagai acuan untuk mengaplikasikan IM4 ERP. Dibutuhkan beberapa waktu untuk melakukan transisi dari sistem semi digital ke digital IM4. Tahap III – Fase Final Pada tahun 2023, diluncurkan fase final. Seluruh sistem telah terintegrasi dan siap diimplementasikan secara utuh. Di fase ketiga fokus pada modul utama yakni Human Resource Information System, Customer Relationship Management, Document Management System, serta Asset & Facility Management. Di sisi lain, aplikasi IM4 dapat diakses secara multi-perangkat melalui website, mobile apps, dan tablet. Manajemen PT PAL menyiapkan SDM yang berkualitas dan kekuatan baru sebagai tumpuan berjalannya perusahaan di era 4.0. Bersama-sama mewujudkan PT PAL Indonesia dalam mengangkat harkat dan martabat negara Indonesia sebagai negara maritime. Tahapan Transformasi Industri Maritim 4.0 PT PAL Indonesia Implementasi IM4 diharapkan dapat mengubah budaya kerja, menciptakan sistem yang adil, memberikan kesejahteraan bagi para karyawan. Sekaligus mampu membuat perubahan pada mindset insan PT PAL Indonesia untuk berubah menjadi bagian dari galangan kapal kelas dunia. Direktur Utama PT PAL, Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng. Ingin Membangun Industri Maritim yang Sebenarnya Bertahun-tahun hidup di Hiroshima dan Nagasaki, dua kota pelabuhan di Jepang, yang pada 1945 luluh lantak dibom atom Amerika Serikat. Dua kota tersebut merupakan urat nadi pertumbuhan ekonomi Jepang, karena menjadi pusat industri maritim di sana. Kaharuddin Djenod menghabiskan waktu belajar S-1, S-2, dan S-3 di dua kota tersebut. Jurusan yang diambilnya, teknologi kemari timan. Selama belajar di sana, impannya melayang-layang ke angkasa, mengidamkan negerinya sendiri menjadi negeri hebat di bidang kemaritiman. “Saya ingin membangun industri maritim yang sebenarnya. Menjadikan industri maritim Indonesia sebagai nomor 5 dunia,” demikian jawabannya atas pertanyaan Majalah Jalasena, tentang impian besarnya selama ini. Kaharuddin Djenod dipercaya memimpin PT PAL Indonesia sejak 2021. Impian besarnya mendekati kenyataan. Menurutnya, untuk menjadi negara besar dan mengejar ketertinggalan dibanding negara maju, Indonesia harus membangun industri maritim yang sebenarnya. Dan yang paling masuk akal serta cepat adalah melalui industri galangan kapal. PT PAL Indonesia sebagai perusahaan galangan kapal kebanggaan negeri, punya modal besar untuk sejajar de ngan perusahaan kelas dunia lainnya. Salah satu buktinya, dalam tiga tahun ini, PT PAL berhasil melakukan Transformasi Industri Maritim 4.0, dan semakin menarik perhatian industri maritim dunia.
10 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 11 Jalasena Utama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, meluncurkan kapal kepresidenan baru jenis korvet bernama KRI Bung Karno-369, pada 19 April 2023. KRI Bung Karno-369 merupakan hasil karya anak bangsa sebagai bentuk komitmen TNI AL dalam peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), sebagai upaya mewujudkan kemandirian pembangunan pertahanan matra laut. Kapal ini dapat berfungsi sebagai pengamanan VVIP presiden dalam kegiatan di laut. KRI Bung Karno memiliki standar pengamanan VVIP dengan persenjataan dan pertahanan mumpuni. Kapal ini punya anti-surface warfare, anti-air warfare, anti-submarine warfare, dan electronic warfare serta mampu membawa pesawat helikopter sebagai sarana escape melalui udara. Kapal ini memiliki panjang 73 m, lebar 12 m, berat 650 ton, akomodasi 55 personel, kecepatan jelajah rata-rata 20 knot, dan kecepatan maksimum 24 knot. Foto: Dispenal KSAL Luncurkan Kapal Kepresidenan Baru Buatan dalam Negeri
12 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Jalasena Utama Pembangunan Industri Pertahanan merupakan salah satu bagian pen ting dalam menjaga kepentingan nasional. Semuanya bermuara kepada kedaulatan dan kemandirian suatu bangsa. Untuk membangun kekuat an pertahanan, khususnya pertahan an maritim yang mandiri tentunya perlu ditopang oleh industri pertahan an maritim yang kuat dan mandiri. Selain PT PAL Indonesia dan PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, dua per usahaan milik negara, masih ada puluhan perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri pertahan an maritim, khususnya sektor galang an kapal. Dalam satu dekade terakhir, industri pertahanan maritim Indonesia menggeliat, antara lain dengan semakin banyaknya produksi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) buatan dalam negeri. Indonesia ternyata mampu membangun industri pertahanan maritim sendiri. Pentingnya Pembangunan Industri Pertahanan Maritim Indonesia KRI BUATAN DALAM NEGERI KRI Teluk Weda-526 Nama resmi: KRI Teluk Weda - 526 Tipe: Kapal Angkut/Pendarat Tank (AT-8) Mulai beroperasi: Februari 2021 Produsen: PT Bandar Abadi Ship Builders and Dry Docks Batam. Spesifikasi: Panjang 117 meter, lebar 16,4 meter, dan bobot 5.000 ton. Kecepatan maksimal 16 knot Kemampuan berlayar 20 hari Daya angkut 111 ABK, 367 orang, 15 tank BMP-3F Foto: Kompas.com
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 13 Jalasena Utama KRI Dorang-874 Nama resmi: KRI Dorang - 874 Tipe: Patroly Class Mulai beroperasi: Maret 2022 Produsen: PT Caputra Mitra Sejati Serang Banten Spesifikasi: Panjang 60 meter, lebar 8,5 meter, bobor 440-520 ton Kecepatan maksimal 24 knot Kecepatan jelajah 17 knot Kecepatan ekonomis 15 knot Kemampuan berlayar selama enam hari Daya angkut 46 personel plus 9 personel cadangan Persenjataan rudal 40 milimeter (haluan), Foto: Dispenal rudal 20 milimeter (lambung kanan kiri) KRI Bawal-875 Nama resmi: KRI Bawal - 875 Tipe: Patroly Class Mulai beroperasi: Maret 2022 Produsen: PT Caputra Mitra Sejati Serang Banten Spesifikasi: Panjang 60 meter, lebar 8,5 meter, bobor 440-520 ton Kecepatan maksimal 24 knot Kecepatan jelajah 17 knot Kecepatan ekonomis 15 knot Kemampuan berlayar selama enam hari Daya angkut 46 personel plus 9 personel cadangan Persenjataan rudal 40 milimeter (haluan), rudal 20 milimeter (lambung kanan kiri) Foto: tribunnews.com
14 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 KRI Teluk Calang-524 Nama resmi: KRI Teluk Calang – 524 Tipe: Kapal Angkut Tank Mulai Beroperasi: Agustus 2022 Produsen: PT Daya Radar Utama (RDU) Lampung Spesifikasi: Panjang 120 meter, lebar 18 meter, draft 3 meter (full load) dengan bobot 4.508 ton. Kecepatan maksimum 16 knot, Kecepatan jelajah 14,8 knot, Kecepatan ekonomis 13,6 knot. Kemampuan jelajah 7.200 nautical miles Senjata 2 x meriam 40 mm dan 2 x meriam 12,7 mm Daya angkut 10 unit tank Leopard, 1 unit Panser 2 AVBL, 1 unit transporter dan 2 unit helikopter, 361 prajurit, 120 personel anak buah kapal dan 6 kru helikopter. Jalasena Utama KRI Teluk Youtefa-522 Nama resmi: KRI Teluk Youtefa-522. Tipe: Kapal Angkut Tank (AT) Mulai beroperasi: Juli 2021 Produsen: PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung. Spesifikasi: Panjang 120 meter, lebar 18 meter, tinggi 7,8 meter dan draft 3 meter (full load) dengan bobot 4.508 ton. Kecepatan maksimum 16 knots, Kecepatan jelajah 14,8 knots, Kecepatan ekonomis 13,6 knots Kemampuan jelajah sejauh 7.200 nautical miles. Daya angkut 10 unit tank leopard, 1 unit panser 2 AVBL, 1 unit transporter, 2 unit helikopter dan 361 pasukan. Foto: seide.id Foto: Republika.co.id
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 15 Jalasena Utama KRI Teluk Kupang - 519 Nama resmi: KRI Teluk Kupang – 519 Tipe: Kapal Angkut Tank Mulai beroperasi: Desember 2020 Produsen: PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Jakarta Spesifikasi: Panjang 117 M, lebar 16.40 m, tinggi 7.80 m, Kecepatan maksimum 16 knots, Kemampuan berlayar 20 hari, Daya angkut 476 orang, 15 unit tank BMP-3F dan 1 unit Helikopter. Foto: Kompas.com KRI Teluk Kendari - 518 Nama resmi: KRI Teluk Kendari – 518 Tipe: Kapal Angkut Tank Mulai beroperasi: Desember 2020 Produsen: PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Jakarta Spesifikasi: Panjang 117 M, lebar 16.40 m, tinggi 7.80 m, Kecepatan maksimum 16 knots, Kemampuan berlayar 20 hari, Daya angkut 476 orang, 15 unit tank BMP-3F dan 1 unit Helikopter. Foto: sgj10.com
16 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Jalasena Utama KRI Posefa – 870 Nama resmi: KRI Posefa – 870 Tipe: Patroli Cepat (PC) 40 Mulai beroperasi: Agustus 2020 Produsen: PT Caputra Mitra Sejati Serang Banten Spesifikasi: Panjang 45.5 m dan tinggi 4,25 m, Kecepatan maksimal 24 knots, Kemampuan berlayar 6 hari, Daya angkut 35 orang KRI Escolar – 871 Nama resmi: KRI Escolar – 871 Tipe: Patroli Cepat (PC) 40 Mulai beroperasi: Agustus 2020 Produsen: PT Caputra Mitra Sejati Serang Banten Spesifikasi: Panjang 45.5 m dan tinggi 4,25 m, Kecepatan maksimal 24 knots, Kemampuan berlayar 6 hari, Daya angkut 35 orang Foto: Dispenal Foto: Dispenal KRI Karotang – 872 Nama resmi: KRI Karotang – 872 Tipe: Patroli Cepat (PC) 40 Mulai beroperasi: Agustus 2020 Produsen: PT Karimun Anugerah Sejati Batam. Spesifikasi: Panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter, berat 220 ton Kecepatan maksimal 24 knot Kecepatan jelajah 17 knot Kecepatan ekonomis 15 knot Perlengkapan dua unit radar Senjata meriam 30 mm Jumlah awak 35 prajurit Foto: Dispenal
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 17 Jalasena Utama KRI Mata Bongsang – 873 Nama resmi: KRI Mata Bongsang – 873 Tipe: Patroli Cepat (PC) 40 Mulai beroperasi: Agustus 2020 Produsen: PT Karimun Anugerah Sejati Batam. Spesifikasi: Panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter, berat 220 ton Kecepatan maksimal 24 knot Kecepatan jelajah 17 knot Kecepatan ekonomis 15 knot Perlengkapan dua unit radar Senjata meriam 30 mm Jumlah awak 35 prajurit KRI Pollux – 935 Nama resmi: KRI Pollux – 935 Tipe: Patroli Cepat (PC) 40 Mulai beroperasi: Agustus 2021 Produsen: PT Karimun Anugerah Sejati (KAS) Batam Spesifikasi: Panjang 45,50 meter, lebar 7,90 meter, tinggi 4,25 meter dan draft 2,20 meter dengan bobot 220 ton. Kecepatan maksimum 27 knots, Kecepatan jelajah 20 knots, Kecepatan ekonomis 15 knots, Perlengkapak senjata meriam 30 mm dan 12,7 mm Awak 37 anak buah kapal. KRI dr. Wahidin Sudirohusodo - 991 Nama resmi: KRI dr. Wahidi Sudirohusodo (WSH) – 991 Tipe: Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) Mulai beroperasi: November 2022 Produsen: PT PAL Indonesia Spesifikasi: Panjang 124 meter, lebar 21,8 meter, berat 7.290 ton. Kecepatan maksimal 18 knot, Kecepatan jelajah 12-14 knot, Kemampuan berlayar hingga 30 hari atau 10.000 mil laut tanpa berhenti, Daya tampung 163 awak, 69 tenaga medis, dan 159 pasien (total bisa sampai 643 orang). Fasilitas poliklinik umum dan gigi, unit gawat darurat, ruang rawat inap, unit radiologi, dan ruang operasi. Foto: Dispenal Foto: Tempo.co Foto: PT PAL Indonesia
18 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 19 Industri pertahanan Indonesia patut berbangga. Sebuah kapal selam modern berhasil dibuat di dalam negeri, kerja sama dengan industri pertahanan Korea Selatan. KRI Alugoro 405 demikian nama kapal selam tersebut. KRI Alugoro 405 Kapal Selam Kebanggaan Buatan dalam Negeri Jalasena Utama
20 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Jalasena Utama KRI Alugoro 405 merupakan kapal selama pertama yang diproduksi di dalam negeri, hasil karya anak bangsa di PT PAL Indonesia. Kapal selam ini memiliki panjang 61,3 meter dan mampu menampung sebanyak 40 awak kapal. Di dalam air, mampu bergerak dengan kecepatan 11 knot (sekitar 20 km/ jam). Kecepatan di permukaan bisa mencapai 21 knot. Yang istimewa, kapal selam ini bisa beroperasi di bawah laut selama 50 hari dan usia pakai sampai 30 tahun. KRI Alugoro 405 dibekali dengan teknologi yang lebih canggih diban ding para pendahulunya yaitu KRI Nagapasa 403 dan KRI ArdadedaKRI Alugoro 405 (Foto: www.pal.co.id) li 404. KRI Alugoro mampu mengatasi peperangan di bawah permukaan laut, karena dilengkapi oleh sonar dengan gelombang ultrasonik yang dapat mendeteksi musuh di permukaan dan bawah air, serta memiliki beberapa peluru kendali tercanggih. Salah satunya adalah torpedo Black Shark generasi terbaru. Torpedo dengan panjang 6,3 meter ini mampu mengejar target sampai sejauh 50 km dengan kecepatan. Torpedo Black Shark buatan Whitehead Alenia Sistemi Subacquei (WASS), anak perusahaan dari Leonardo-Finmeccanica SpA asal Italia, perusahaan terkemuka pembuat sistem senjata bawah air.
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 21 Jalasena Utama KRI Alugoro 405 (Foto: www.mancode.id) Ilustrasi kapal selam dan senjata torpedo ©Vlastas/ Shutterstock Dengan ukuran yang lebih besar, kapal selam kelas Changbodo ini juga dipersenjatai dengan peluru berjangkauan lebih jauh. Yaitu roket antikapal perang UGM-84 Harpoon buatan Boeing. Roket bersayap dengan panjang 4,6 meter dan berat 221 kg, bisa menjangkau target sejauh 124 km. KRI Alugoro 405 memiliki bentuk seperti gada berwarna hitam legam. Bobotnya mencapai 1.800 ton dan mampu menyelam sampai kedalaman lebih dari 250 meter di bawah permukaan laut. Dalam uji coba, kapal ini mampu menyelam sampai kedalaman 310 meter di perairan utara Bali.
22 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Jalasena Utama Serah terima KRI Alugoro (Foto: www. pal.co.id) “Kapal selam kunci keberhasilan operasi laut sebagai alat intai strategis. Awak kapal selam adalah gambaran prajurit gagah berani, tabah, tidak memikirkan publisitas.” Panglima TNI Laksamana Yudho Margono Hadirnya KRI Alugoro 405 menambah kekuatan armada kapal selam TNI Angkatan Laut, yang sebelumnya kehilangan KRI Nanggala 402. Kini, TNI AL memiliki 4 kapal selam yaitu KRI Cakra 401, Nagapasa 403, Ardadeli 404, dan Alugoro 405. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan, pada 2023 ini, TNI AL akan memiliki lebih banyak kapal selam. Idealnya, TNI AL punya minimal 12 kapal selam. “Kita sedang membangun kemampuan pertahanan kita. Bukan karena kita ingin gagah-gagahan. Bukan karena kita ingin mengancam siapapun. Tidak! Kita tegaskan bahwa bangsa Indonesia cinta damai tapi lebih cinta kemerdekaan,” kata Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, pada saat acara serah terima KRI Alugoro dari PT PAL Indonesia kepada pemerintah. Menurut Prabowo, momentum itu sebagai tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia, yang kali pertama memproduksi kapal selam. Keterlibatan PT PAL Indonesia itu menunjukkan komitmen pemerintah menuju kemandirian produksi dalam negeri di bidang teknologi pengembangan alutsista TNI. Indonesia, satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam sendiri. Di kawasan ASEAN, Vietnam punya paling banyak kapal selam yaitu 6 unit. Indonesia dan Singapura sama-sama punya empat unit kapal selam. Thailand mengoperasikan tiga kapal selam buatan Cina dan Malaysia dua unit (buatan Perancis). Hal ini sejalan dengan program nasional untuk memenuhi Minimum Essential Force (MEF) yang merupakan standar kekuatan pokok dan minimum TNI. Ketua DPR RI Puan Maharani ketika turut berlayar menggunakna KRI Alugoro 405 menegaskan, DPR siap mengawal pemenuhan MEF sebagai prasyarat utama terlaksananya tugas pokok dan fungsi TNI dalam menghadapi ancaman keamanan dan pertahanan negara. Termasuk pertahanan di laut. Saat ini, MEF telah memasuki tahap III periode 2019-2024 dengan target mencapai 70%. Pada tahap II 2014- 2019, MEF mencapai sekitar 62%. Masih cukup panjang perjalanan memenuhi MEF, untuk menjadikan TNI yang semakin kuat (Redaksi Jalasena).
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 23 statistik maritim Sumber data: worldpopulationreview.com Sumber foto: newatlas.com Infografis Majalah Jalasena
24 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Jalasena Utama
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 25 FOKUS Jalasena EKSPEDISI JALA CITRA Menguak Kekayaan Bawah Laut Indonesia Sejak 2021, Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menyelenggarakan ekspedisi Jala Citra, sebagai upaya menguak kekayaan bawah laut khususnya laut dalam di wilayah timur Indonesia. Jala Citra 1 – Aurora berlangsung pada 2021 di wilayah Laut Halmahera, Jala Citra II pada 2022 menjelajahi Laut Banda, dan pada 2023 ini, Pus hidrosal menghelat Ekspedisi Jala Citra III di Laut Flores. Kegiatan penelitian dalam Ekspedisi Jala Citra (Foto: Pushidrosal)
26 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 FOKUS Jalasena Pada Ekspedisi Jala Citra II – 2022, Pushidrosal dengan menggunakan kapal riset KRI Rigel 933, berhasil menemukan enam gunung api bawah air. Salah satu gunung memiliki ketinggian mencapai 3.400 meter. Jika di daratan, setara dengan tinggi Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa. “ “ Para peneliti harus berdamai dengan ombak lautan dalam di wilayah timur Indonesia Ekspedisi Jalacitra merupakan wujud dari eksistensi dan perjalanan panjang serta transformasi peran hidrografi. Peran hidrografi tidak hanya untuk menjamin keselamatan navigasi pelayaran, akan tetapi juga memberikan kontribusi untuk kepentingan strategis lainnya serta men jadi semangat kebangkitan kem bali ekspedisi kelautan. Ekspedisi ini penting untuk mengeksploitasi khasanah pengetahuan dan inventarisasi potensi sumber daya kelautan serta karakteristik lingkungan laut perairan nasional. Ekspedisi ini terbukti menghasilkan beberapa temuan penting di wilayah Laut Indonesia, yang bermanfaat bagi pengembangan maritim tanah air. Mulai dari temuan arus air yang penting bagi ekosistem laut, pembaruan batas wilayah maritim, sampai pada temuan fitur bawah laut seperti gunung dan gunung berapi. Ekspedisi Jala Citra merupakan program unggulan Pushidrosal yang dilakukan setiap tahun sejak 2021 dalam rangka turut merayakan Hari Hidrografi Dunia/World Hydrographic Day (WHD), mensukseskan program Seabad 2030 dan program kesepakatan dunia Sustainable Development Goals (SDGs), yang bertujuan untuk mengetahui daerah laut mana yang rawan dan bisa dieksplorasi. Hasil ekspedisi nantinya bisa dimanfaatkan untuk mempermudah kinerja kementerian dan lembaga lainnya, khususnya Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BRIN, BIG, dan BMKG. Dengan berbagai pertimbangan aspek, Pushidrosal sengaja memilih wilayah timur sebagai pusat ekspedisi mengingat lautan di wilayah itu termasuk laut dalam yang masih belum tereksplorasi. Bahkan beberapa wilayah di antaranya masih merupakan misteri. Dalam catatan Pushidrosal, luas lautan Indonesia yang baru dieksplorasi kekayaannya belum mencapai 5%. Di laut Indonesia wilayah timur, yang berdasarkan literatur geologi diduga terdapat banyak gunung api bawah laut yang berpotensi menjadi penyebab gempa bumi dan fenomena laut lainnya. Ekspedisi Jala Citra I – Aurora 2021 dan Jala Citra II – Banda 2022, melibatkan para peneliti kelautan dari
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 27 Salah satu fitur laut yang ditemukan di Laut Halmahera FOKUS Jalasena ber bagai kementerian dan lembaga. Dengan demikian, tujuan ekspedisi lebih maksimal karena melibatkan para ahli di berbagai bidang kemaritiman. Antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Khairun Ternate (UNKHAIR), Universitas Pattimura Ambon, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kem-ESDM), Universitas Papua (UNIPA), Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pada Ekspedisi Jala Citra II – 2022, Pushidrosal dengan menggunakan kapal riset KRI Rigel 933, berhasil menemukan enam gunung api bawah air. Salah satu gunung memiliki ketinggian mencapai 3.400 meter. Jika di daratan, setara dengan tinggi Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa. Menurut para peneliti, gunung berapi itu punya potensi meletus dan menyebabkan tsunami di kawasan Banda. Pushidrosal bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong mitigasi bencana di daerah tersebut. Namun demikian, keberadaan gunung api yang bernama Nieuwerkerk itu, masih perlu kajian lebih lanjut. Sebelumnya, pada Ekspedisi Jala Citra I – Aurora 2021, Pushidrosal juga menemukan 10 gunung di bawah air. Gunung-gunung tersebut merupakan hasil dari letusan gunung yang lebih besar. Temuan-temuan tersebut sudah diberi nama dan diakui oleh lembaga internasional PBB Unesco. Nama-nama gunung itu adalah Gapuro Segoro, Yudo Sagoro, Spica, Rigel, Yiew Vero, Moro Gada, Moro Sagoro, dan Aurora. Selain temuan gunung api bawah laut, para peneliti Jala Citra I juga menemukan massa air purba. Masa air purba itu berada di gunung dalam laut yang mengeluarkan lava dan material-material panas tapi tidak bisa keluar sehingga membentuk lubang besar.
28 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 FOKUS Jalasena Bagi prajurit TNI AL, berlayar di lautan luas selama berpekan-pekan atau bahkan berbulan-bulan merupakan hal yang biasa. Menghadapi gelombang besar menjadi makanan sehari-hari. Namun, tidak demikian dengan para peneliti dari berbagai kementerian dan lembaga. Mereka harus melakukan penelitian, mencari data, di tengah lautan dengan terjangan gelombang tinggi. Apalagi Ekspedisi Jala Citra I dan II di Laut Halmahera dan Banda berlangsung saat musim timur. ”Gelombang tinggi Laut Banda sempat menyulitkan kami, para peneliti, untuk melakukan sampling parameter biologi seperti fitoplankton,” kata Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Yoisye Lopulalan yang ikut dalam ekspedisi tersebut. Para peneliti mengungkapkan, penelitian tersebut sangat penting mengingat data-data sebelum Ekspedisi Jala Citra I dan II hanya bersumber dari satu penelitian dalam Ekspedisi Snellius pada 1929–1930 yang dilakukan oleh Belanda. Dengan peralatan yang dimiliki oleh Pushidrosal, para peneliti bisa memperoleh data dan peta batimetri yang lebih baru, canggih, dan modern. Pushidrosal memiliki tiga kapal khusus riset yaitu KRI Dewa Kembar 932, KRI Rigel 933, dan KRI Spica 934. KRI Spica 934 digunakan pada Ekspedisi Jala Citra I – Aurora 2021 dan KRI Rigel 933 pada Ekspedisi Jala Citra II – Banda. ”Gelombang tinggi Laut Banda sempat menyulitkan kami, para peneliti, untuk melakukan sampling parameter biologi seperti fitoplankton,” kata Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Yoisye Lopulalan yang ikut dalam ekspedisi tersebut. “ “ KRI Dewa Kembar 932 KRI Rigel 933
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 29 FOKUS Jalasena KRI Spica 934
30 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 FOKUS Jalasena Foto-foto Ekspedisi Jala Citra I – Aurora 2021 (Foto: ekspedisijalacitrapushidrosal.com) Lokasi Ekspedisi Jala Citra I – Aurora di Laut Halmahera Para peneliti dan Kru KRI Spica 934 Penggunaan Drone Lidar dengan teknologi laser scanner Foto-foto Kegiatan Ekspedisi Jala Citra II – Banda 2022 (Foto: ekspedisijalacitrapushidrosal.com) Proses pengambilan sampel bawah laut. Sampel bawah laut diperoleh dan diteliti
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 31 FOKUS Jalasena Pelepasan Ekspedisi Jala Citra II Persiapan proses penelitian di Banda Neira, Banda. Gambaran hasil temuan tim peneliti pada Ekspedisi Jala Citra II - Banda
32 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 FOKUS Jalasena TUJUAN EKSPEDISI JALA CITRA Melaksanakan pengumpulan data spasial kebumian dan kelautan resolusi tinggi di lepas pantai dan pesisir perairan wilayah timur Indonesia. Melaksanakan kolaborasi antara TNI AL dengan Kementerian/Lembaga, perguruan tinggi dan industri dengan mengoptimalkan sarana prasarana sumber daya nasional pada saat pengumpulan data, analisis, penyajian informasi, dan publikasi hasil ekspedisi. Melaksanakan peran dan fungsi pembinaan potensi maritim dan pembinaan penelitian dan pengembangan TNI AL yang selaras dengan tugas Pushidrosal. Mempererat hubungan interpersonal antara TNI AL dengan Kementerian/Lembaga, perguruan tinggi dan industri peserta ekspedisi melalui common interest idea sharing dan maritime domain awareness (MDA) sharing selama berlangsungnya ekspedisi hingga pasca kegiatan. Seluruh kegiatan Ekspedisi Jala Citra 1 – Aurora 2021 terangkum dalam sebuah buku berjudul “Menguak Kekayaan Laut Indonesia” diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (PBK). Karya tulis dalam bentuk jurnal: https://www.mdpi.com/2076-3263/12/11/428 http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/segara/article/view/11601/ HASIL EKSPEDISI JALA CITRA - Perbaruan titik referensi dan titik dasar garis batas maritim di Laut Halmahera. - Penemuan titik didih bawah laut (gososng) di Laut Halmahera. - Penemuan 16 fitur bawah laut (gunung bawah laut). - Pemetaan beragam potensi sumber daya alam di bawah laut termasuk kandungan minyak bumi. - Pemetaan kondisi bawah laut yang berpengaruh terhadap potensi perikanan tangkap. - Pembaharuan berbagai data betimetri di perairan Halmahera dan Laut Banda.
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 33 FOKUS Jalasena Ekspedisi Jala Citra III – 2023 Sesuai dengan tema Ekspedisi “Ungkap Fitur Laut Samudera serta Karak teristis Kolom Air di Perairan Laut Flores Guna Keselamatan Pelayaran, Mendukung Pertahanan dan Pembangunan Kelautan Berkelanjutan”, KRI Spica-934 telah mengidentifikasi lebih dari 30 fitur bawah laut baik gunung bawah laut maupun fitur bawah laut kategori lainnya. Ekspedisi ini terbagi menjadi 5 etape dan diikuti oleh 32 peneliti lapangan yang terdiri dari 24 peneliti on Board KRI Spica dan 8 peneliti di Pulau Satonda. Aspek Geologi dan Aspek Hidrografi: Penemuan 30 fitur-fitur bawah laut tersebut akan diajukan penamaan ke Sub Committee on Undersea Feature Names (SCUFN). Adapun proses penamaan fitur bawah laut tersebut akan diajukan kepada pemerintah lokal untuk mendapatkan nama yang sesuai dengan kearifan local.
34 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 FOKUS Jalasena Ekspedisi Jala Citra 3 – 2023 Flores juga mengamati kondisi batimetri Danau Satonda dengan pengamatan UAV Multispectral yang dapat memetakan kondisi batimetri Danau Satonda dengan akurasi yang baik. Aspek Oseanografi: Dalam bidang Oseanografi adalah pengamatan data CTD hingga kedalaman 3000 meter yang menurut beberapa peneliti baru pertama kali dilaksanakan di wilayah perairan laut Flores. Selain itu, terdapat zona laut yang subur terhadap potensi Perikanan berdasarkan data deep scattering layer hingga kedalaman 450 meter, dan 750-900 meter, hal tersebut berpotensi untuk meningkatkan kekayaan sumber daya pangan masyarakat setempat jika dikelola dengan baik. Aktifitas Upwelling ekstrim yang berada di laut Flores khususnya di Selat Pantar juga mendapatkan perhatian dalam Ekspedisi Jala Citra 3 – 2023 Flores, kejadian Upwelling ekstrim ini merupakan satu-satunya fenomena yang ada di dunia mengingat fitur bawah laut yang cukup unik di wilayah Selat Pantar di Indonesia tidak ditemukan ditempat lain di dunia. Fenomena Sand Wave di Sekitar Selat Alor dari hasil sapuan Multi Beam Echosounder menunjukkan adanya dominasi pergerakan arus yang bergerak dari arah Selat Ombai menuju Laut Banda. Beberapa sampel Plankton berhasil dikumpulkan dan akan dianalisa lebih lanjut apakah termasuk dalam spesies baru atau merupakan spesies endemic di Laut Flores dan Perairan Satonda.
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 35 FOKUS Jalasena Adanya fenomena perbedaan salinitas di danau satonda dengan air laut disekitarnya, perbedaan muka air antara Danau Satonda dengan perair an diluar Danau patut diduga tidak adanya koneksi atau rongga dibawah air yang menghubungan antara Danau dan laut lepas. Mengungkap keanekaragam an krus tasea serta potensi pemanfaatannya di perairan Pulau Satonda, yang dilaksanakan pengamatan berdasarkan morfologi bentuk, warna, dan ciri-ciri utama teritip di lapangan, ditemukan beberapa jenis teritip yang hidup di Pulau Satonda. Aspek Mitigasi Bencana: Adanya indikasi bukaan longsoran ke arah timur dari puncak Batu Tara yang memungkinkan kemenerusan longsoran ke bawah permukaan air laut, survei investigasi dilaksanakan mengetahui potensi bahaya kebencanaan geologi yang di timbulkan. Mengukur tingkat ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi di pesisir utara Pulau Sumbawa Aspek Militer: Pada Saat pelaksanaan Ekspedisi Jala Citra 3 – 2023 Flores juga bertepatan dengan kejadian Gerhana Matahari Hibrida yang sekaligus dilaksanakan penelitian berpengaruh gerhana mata hari terhadap perilaku mamalia laut, yang salah satunya dilaksanakan pengukuran ambient noise. Penelitian tentang internal wave berdasarkan pengamatan hasil akuisisi data SBES dan Water Coloumn MBES untuk menambah data base pada oseanografi taktis. Dari beberapa temuan penelitian kolaboratif di atas, menjadi pengetahuan akan distribusi gunung bawah laut, karang dan sand wave di dasar laut dapat digunakan untuk menunjukkan keberagaman tipe habitat dan hotspot biodiversitas, demikian juga stabilitas dan resiko bagi infrastruktur seperti pembangkit listrik tenaga kincir angin yang banyak dibangun di negara maju. Geomorfologi dasar laut juga dapat membantu merekontruksi muka air laut dan arus laut dalam rangka membantu peneliti memahami iklim masa lalu untuk menghadapi perubahan iklim masa depan. Aspek Meteorologi: Telah diluncurkan Drifter dan Floater oleh BMKG yang berfungsi mengumpulkan data CTD dan Arus yang dapat diakses secara real time oleh Pushidrosal dengan BMKG. Aspek Geofisika: Data survei kemagnetan telah dilakukan sesuai lintasan yang diteliti oleh para peneliti, adanya peningkatan kemagnetan. Menurut penelitian hal ini dapat dijadikan indikator awal ada nya kemungkinan gunung tersebut tidak aktif.
36 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 37 Foto: redaksi Jalasena “Kalau untuk perwira: tingkatkan kepedulian. Dimulai dari hal-hal kecil. Kepedulian itu sangat menolong organisasi…” demikian pesan khusus Laksamana TNI (Purn) Arief Kushariadi, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) periode 1996-1998. Laksamana TNI Purn Arief Kushariadi Kepala Staf Angkatan Laut 1996-1998 TINGKATKAN KEPEDULIAN! ATKAN KEPEDULIAN! Admiral’S CORNER
38 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 PAK ARIEF menyambut dengan ramah rombongan Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) dan Majalah Jalasena yang dipimpin oleh Sekjen PPAL Laksamana Madya TNI (Purn) Dr. Agung Prasetyawan, di kediamannya kawasan Komplek TNI AL Pangkalan Jati Cinere Depok. “Buka saja maskernya,” ujarnya. “Di mal juga sudah dibuka (maskernya – red). Dan kita tidak ada yang kena Covid kan?” Wajahnya tampak segar dengan perawakan yang terlihat masih gagah. Dalam usia 78 tahun, beliau masih aktif bermain golf di selasela kesibukannya. Peduli pada Personel Selama lebih kurang 1,5 jam, mengalirlah kisah-kisah bernilai. Salah satu yang menjadi prinsip utamanya adalah seperti tertulis pada awal artikel ini: tentang kepedulian. Sejak Indonesia merdeka sampai tahun 1997, hanya ada satu perwira TNI Angkatan Laut yang menjadi pemimpin sipil, yaitu Ali Sadikin sebagai Gubernur Jakarta (periode 1966-1977). Setelah itu tidak ada lagi. Hal ini menjadi perhatian Laksamana Arief. Dalam beberapa kesempatan, ia berusaha mencari perwira dari TNI AL yang bisa diorbitkan dan didorong menjadi pemimpin sipil. Dengan berbagai upaya, akhirnya TNI AL berhasil menjadikan dua perwira tingginya menjadi kepala daerah, yaitu Laksamana Madya TNI (purn) Freddy Numberi dan Lasamana Muda TNI Rosihan Arsyad. Freddy terpilih sebagai Gubernur Papua pada periode 9 April 1998 – 15 April 2000. Sedangkan Rosihan menjabat Gubernur Sumatera Selatan periode 23 September 1998 – 7 November 2003. Keberhasilan tersebut menjadi suatu kebanggaan bagi Laksamana Arief. Apalagi kemudian, Freddy Numberi, juniornya di Akademi Angkatan Laut, bukan hanya sukses menAdmiral’S CORNER jalankan tugasnya sebagai Gubernur Papua. Freddy juga menembus pemerintahan pusat dan dipercaya sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Perhubungan, pada periode 2000 - 2011. Kepeduliannya terhadap personel juga ditunjukkan Laksamana Arief ketika memperjuangkan perwira nya naik pangkat. Dalam rapat Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti), ia rela mempertaruhkan posisinya demi mempertahankan argumentasi yang diyakininya benar. Suatu ketika, terjadi perdebatan tentang seorang perwira tinggi bintang satu TNI AL, yang diusulkannya naik menjadi bintang dua. Sebagian besar peserta rapat menolak dengan alasan tertentu: hal yang sensitif pada masa itu. Namun, dengan argumentasi yang tidak kalah kuat, Laksamana Arief mempertahankan usulan kenaikan pangkat tersebut. Bahkan, pada saat semua menolak, termasuk pemimpin tertinggi Wanjakti yaitu Panglima ABRI, pria kelahiran Malang ini mengeluarkan pernyataan yang membuat semua peserta terdiam. “Kalau memang usulan saya ini ditolak, lebih baik saya mundur sebagai Kasal. Jika begini, buat apa saya hadir sebagai Kasal?” Akhirnya, forum rapat Wanjakti mengabulkan kenaikan pangkat perwira tinggi tersebut, dengan sejumlah catatan. Hal tersebut menunjukkan bagaimana kepeduliannya terhadap personel, termasuk dalam urusan karier. Peduli Sarana dan Prasarana “Bekerja itu jangan terjebak de ngan pekerjaan rutin…” ucapnya tegas. Hal itulah yang mendasari Laksamana Arief dalam menjalankan tugasnya sebagai Kasal pada periode 1996- 1998. Sebagai Kasal, ia tidak mau terjebak dalam pekerjaan rutin. Peker-
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 39 Admiral’S CORNER jaan rutin itu kadang menjebak dan membuat seseorang tidak maksimal dalam memberikan karya terbaik. Selain peduli pada personel, ia juga peduli pada sarana dan prasarana TNI AL. Sejak awal menjabat sampai selesai, pria yang piawai menerbangkan pesawat ini, rajin berkeliling melihat fasilitas, sarana dan prasarana TNI AL di berbagai daerah. Banyak mes dan wisma yang kondisinya memprihatinkan. “Saya coba sentuh semua itu…” katanya. Sarana dan Prasarana di Seskoal juga tidak lepas dari sentuhan Laksamana Arief. Dia melihat beberapa fasilitas yang kondisinya tidak baik. Dengan kapasitasnya sebagai Kasal, fasilitas-fasilitas itu diper baiki. Demikian pula komplek Ksatrian Marinir di Cilandak. “Kok kasihan ya komplek itu, orang bisa masuk bebas, pedagang juga lalu lalang. Saya bikin pager. Panjangnya 1,5 km…” paparnya. Sampai sekarang, Ksatrian Marinir Cilandak berpagar, sehingga terlihat lebih rapi dan teratur. Beberapa sarana dan prasarana lainnya yang masih diingat Laksamana Arief sempat dilihat dan kemudian diperbaikinya adalah dapur Lanmal dan Komplek Marinir di Karang Pilang Surabaya. “Sejak saya taruna, kondisinya tidak berubah. Jelek semua. Waktu saya taruna latihan di situ. Saya harus perbaiki…” bebernya sambil mengenang masa belajar sebagai Taruna AAL pada 1963 – 1967. Laksamana Arief juga melihat fasilitas lain di situ seperti ruang para komandan serta ruang kesehatan. “Saya lihat kamar komandannya. Saya buka. Ini kamarmu? Beda ya dengan kamar Kasal ya? Mejanya pakai kayu bekas, seperti triplek. Memprihatinkan. Saya lihat juga kamar mandinya… Gak ada. Jadi gudang…” Fasilitas kesehatan juga sami mawon. Tidak ada lagi seprei yang berwarna putih. Kayu-kayu bekas dijadikan tempat obat. Bagi Laksanama Arief, hal itu menandakan tidak adanya kepedulian dan komunikasi antara atasan dan bawahan. Padahal, jika ada kepedulian dan komunikasi, kondisi itu pasti bisa diperbaiki. “Kalau Kasal tidak meninjau, hal itu pasti tidak akan pernah kelihatan…” ujarnya. Salah satu fasilitas yang paling membanggakannya adalah di Markas Besar (Mabes) TNI AL. Setiap kali anggota TNI AL yang mau mendapatkan brevet menyelam, latihannya selalu mengggunakan fasilitas pihak lain. Saat itu, sebagian memanfaatkan kolam renang di Senayan. “Saya pikir kenapa kita tidak buat saja? Lalu saya minta bikin kolam renang di Mabes. Enam bulan jadi. Dengan bangganya kita gunakan kolam renang itu…” Sampai sekarang kolam renang di Mabes AL tersebut masih digunakan. Belum cukup sampai di situ kepedulian Kasal periode 1996-1998 tersebut. Ketika berkunjung ke Lanmar, Ia melihat seragam penjaga di depan sudah pudar warnanya. Dengan rasa kepedulian yang tinggi, ia mendekati salah satu prajurit dan bertanya, “Punya berapa seragam seperti ini?” “Siap dua, jenderal!” jawab prajurit tersebut. Pantas saja lorengnya sudah pudar dan luntur karena terlalu sering dipakai. “Sudah seperti popok bayi,” katanya sambil terkekeh. Sepulang dari Lanmar, Laksamana Arief langsung beraksi. Dia ajak Dankomar untuk mencari seragam baru ke Sukohardjo, lokasi pabrik teks til yang dikenalnya: Sritex. Ia ingin mendapatkan seragam untuk prajurit marinir yang bagus dan tidak luntur. Ternyata, Sritex sedang men dapatkan pesanan seragam se macam itu dari tentara Jerman. “Pucuk dicita ulam pun tiba,” kira-kira demikian gambarannya. Dipesanlah PDL Marinir doreng sebanyak 1.000 stel. “Seragam Beberapa di antaranya adalah mes di Setiabudi Bandung, mes di Semarang, dan mes di Malang. “Mes di Malang itu dari awalnya kumuh menjadi bagus. SBY suka datang ke mes itu. Nginep di situ,” kisahnya. “ “
40 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Admiral’S CORNER Salah satu yang paling diingatnya ketika sebagai Kasal, membantu meningkatkan fasilitas kesehatan di RSAL Surabaya. “Saya bantu RSAL membeli mesin jantung dan per alatan bedah jantung. Saya dibantu oleh Profesor Puruhito dari Universitas Airlangga. Sebelum saya pensiun, peralatan itu sudah datang di RSAL…” RSAL Dr. Ramelan Surabaya (Foto: sahabatinti.co.id) “ “ pon oleh rumah sakit, untuk ikut mendampingi proses bedah jantung pertama di RSAL saat itu. Saya jadi tahu proses bedah sejak pertama sampai selesai…” ucapnya sambil mengenang momen yang bersejarah itu. Alat-alat tersebut bisa dipakai untuk 100 kali bedah jantung. Dalam ingatan Laksamana Arief, dari 100 kali operasi bedah jantung di RSAL yang sudah berlangsung sejak 1998 sampai sekarang, hanya mengalami satu kali kegagalan. Operasi lainnya berjalan lancar. RSAL Dr. Ramelan Surabaya kini menjadi salah satu rumah sakit utama rujukan penyakit jantung. Cek Langsung ke Lapangan Sudah menjadi kebiasaannya sebagai komandan selalu turun langsung ke bawah, memeriksa berbagai situasi itu kemudian dipakai dengan bangga oleh korps marinir…” Fasilitas rumah sakit TNI AL tidak lepas dari perhatian Laksamana Arief. Sejak masih perwira mene ngah, ia sudah peduli dengan fasilitas kesehatan itu. Banyak sekali fasilitas rumah sakit TNI AL dalam kondisi yang memprihatinkan. Minim sarana dan prasarana serta fasilitas khusus kesehatan. “Padahal, fasilitas kesehatan ini menyentuh langsung kesejahteraan anggota dan keluarga nya,” ujarnya memberi alasan perihal kepedulian tersebut. Itulah yang menjadi dasar keyakinannya untuk memperbaiki fasilitas kesehatan. Sebagai tanda terima kasih, RSAL mengundang Laksamana Arief, menyaksikan langsung proses penanganan pasien pertama. “Saya ditel-
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 41 Admiral’S CORNER KRI Yos Sudarsno (Foto: beritasatu.com) dan kondisi. Dasar utamanya adalah kepedulian terhadap seluruh hal yang menjadi tanggung jawabnya. Salah satu yang juga menjadi perhatiannya saat itu adalah kemampuan tempur alutsista milik TNI AL. Hal yang kemudian menjadi keprihatinannya. “Di Selat Malaka, saya pakai helikopter mendarat di KRI Yos Sudarso. Saya cek semua kesiapan mereka. Hidupkan CIC (Combat Information System)… tidak menyala. Sa ngat memprihatinkan. Berarti tidak ada kepedulian…” kisahnya panjang lebar tentang kondisi KRI Yos Sudarso saat itu. Sebelumnya, Laksamana Arief pernah bertugas di KRI tersebut pada awal 1980-an. “Wah ini berat. Tidak siap sama sekali. Akhirnya saya panggil komandannya, “Bawa pulang kapal ini, tidak siap tempur!” pungkasnya. Sebelumnya, Laksamana Arief pernah bertugas di KRI Yos Sudarso dan beberapa KRI lainnya. Ia mendapatkan pelatihan khusus tempur di Laut Utara Eropa bersama tentara Belanda. Di sana, setiap prajurit harus selalu siap tempur dalam kondisi apa pun. Mereka juga wajib menuntaskan target tertentu dalam kondisi laut yang sangat ekstrem. Suatu tantangan amat berat yang sangat bermanfaat di kemudian hari, selama berdinas di TNI AL. Selain perhatian kepada prajurit, satuan marinir, sarana prasarana, fasilitas kesehatan, dan kapal perang, Laksamana Arief juga punya kepedulian khusus pada satuan terbang Ang katan Laut. Sebagai Kasal, Laksamana Arief terlibat langsung dalam pembelian pesawat N-22 dari Australia. Bukan hanya itu, ia juga ikut serta dalam menerbangkan pesawat yang baru dibeli itu dari Australia (Darwi) ke Indonesia (Kupang). Laksamana Arief yang memang memiliki kemampuan menerbangkan pesawat, memimpin formasi enam pesawat terakhir N-22 yang dibeli TNI AL itu. Bentik kepedulian lengkap seorang kasal terhadap seluruh unsur TNI AL. Karena kepedulian itu pula, yang menjadikan Laksamana Arief sempat menjadi sorotan terkait aksinya pada saat hari-hari genting 1998 lalu. Momen ketika demonstrasi berlangsung hampir setiap hari. Kerusuhan juga “Sampai sekarang, kalau saya diminta mengendalikan kapal perang, saya masih siap. Masih siap untuk bertempur!” ujarnya lantang. Memberikan pesan kuat dan penuh makna kepada siapa pun yang mendengarkan kalimat heroik tersebut. “ “
42 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Admiral’S CORNER Dalam waktu singkat, Laksamana Arief memerintahkan Dankorps Marinir, menggerakkan semua tank amphibi di Cilandak untuk membantu pengamaman di ibukota. Ternyata pengemudi tank di Cilandak tidak siap karena sudah di-BKO-kan ke Kodam Jaya. “Akhirnya saya perintahkan Danpasmar Surabaya segera mengirim pengemudi tank ke Jakarta dengan pesawat TNI AL. Jam 12 (siang) diperintahkan, jam 2 sudah on board semua. Jam 6 (sore) sudah siap di Halim. Jam 10 malam sudah ada tank di beberapa lokasi strategis di Jakarta.” Apa yang dilakukan Laksamana Arief pada momen krusial 1998 itu menarik perhatian publik, termasuk media massa. Beberapa media mengisahkan langkah tidak biasa Kasal tersebut. Akan tetapi, akhir dari cerita itu adalah suatu dampak positif dari kepedulian seorang perwira terhadap situasi dan kondisi di sekitarnya, untuk kepentingan bangsa dan negara. Tidak salah jika Laksamana Arief meminta generasi penerus di TNI AL, untuk meningkatkan kepedulian. Kepedulian terhadap tugas-tugas; Kepedulian terhadap anak buah; Kepedulian kepada lingkungan sekitar; Kepedulian kepada TNI AL; Serta kepedulian terhadap bangsa dan negara. Kepedulian itu sangat menolong organisasi! (Redaksi Jalasena) Laksamana TNI (purn) Arief Kushariadi, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) periode 1996-1998. Pesawat N-22 TNI AL (Foto: indomliter.com) terjadi di beberapa kota, terutama di ibukota Jakarta. Suatu hari, Laksamana Arief terbang menggunakan helikopter untuk melihat lahan di Jonggol Jawa Barat, yang akan ditanami jagung oleh Marinir. Pulang dari Jonggol, ia meminta pilot Heli untuk berputar melihat situasi Jakarta dari udara. Dia amat terkejut melihat fakta di lapang an: Tidak ada satu pun prajurit yang bersiaga. Padahal, informasi yang diperolehnya justru sebaliknya. Jakarta mendapatkan tambahan pasukan dari berbagai wilayah. “Wah, ini ada yang gak benar… katanya Jakarta sudah dikuasai. Ternyata tidak. Saya harus lapor Pangab,” kisahnya. Singkat cerita, Laksamana Arief melaporkan situasi tersebut kepada Panglima ABRI yang saat itu dijabat oleh Jenderal Wiranto. Awalnya, Pangab juga tidak percaya karena sudah mendapatkan laporan sebaliknya dari para bawahannya. “Kalau tidak percaya, silakan cek sendiri…” kata Laksamana Arief menirukan ucapannya kepada Pangab. Setelah itu, Laksamana Arief meminta izin kepada Pangab untuk mengizinkan Kasal menggunakan fasilitas kekuatan tempur. Secara prosedur, hanya Pangab yang berhak mengeluarkan perintah penggunaan kekuatan tempur. Izin pun diterima.
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 43 MATRA PILIHAN KODIKLATAL, Pembentuk SDM Tangguh TNI AL “Empat pilar pembangunan kekuatan TNI Angkatan Laut (TNI AL) pada tahun 2023. Salah satu di antaranya yang terkait langsung dengan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) adalah terbentuknya personel TNI AL yang profesional, dalam artian prajurit yang diperlengkapi dengan baik, terdidik, terlatih, dan tangguh.” Komandan Kodiklatal Letjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) Markas Kodiklatal Surabaya (Foto: kodiklatal.tnial.mil.id)
44 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 MATRA PILIHAN Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodik lat al) adalah lembaga pendidikan pertama dalam mencetak prajurit Matra Laut. Kodiklatal menjadi ujung tombak TNI Angkatan Laut dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul, profesional, dan tangguh dalam menghadapi segala ancaman. Selain itu, Kodiklatal juga membekali prajurit untuk selalu menjunjung tinggi moral, sehingga mampu menjadikan organisasi yang maju dan berkembang. Cikal Bakal Kodiklatal sejak Indonesia Merdeka Sejak terbentuknya TNI AL pada masa awal kemerdekaan, pimpinan Ang katan Laut Republik Indonesia (ALRI – nama saat itu) menyadari betapa pentingnya pendidikan personel se bagai modal utama dalam mengembangkan organisasi. TNI AL yang baru lahir bisa tumbuh dan berkembang dengan baik jika diperkuat oleh personel yang mumpuni. Kesadaran para pemimpin Angkat an Laut saat itu, dibuktikan dengan beragam kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan. Meski belum dalam bentuk organisasi permanen dan terstruktur, pendidikan dan pelatihan ber jalan sesuai dengan kebutuh an organisasi pada saat itu. Beberapa jenis pelatihan singkat TNI Angkatan Laut di Jawa dan Sumatera pada rentang 1945- 1950: l Latihan Opsir di Serang; l Latihan Opsir di Kalibakung, Tegal; l Sekolah Pelayaran di Tanjung Balai Asahan; l Sekolah Pelayaran di Pariaman; l Training Station Serang Jaya di Aceh; l Training Camp di Pariaman; dan l Training Camp Orion di Sibolga. Empat pilar pembangunan kekuat - an TNI AL program kerja tahun 2023 yaitu: 1. Personel TNI AL yang profesional; 2. Mewujudkan SSAT dengan kesiapan tempur tinggi; 3. Perencanaan dan penganggaran yang efektif; dan 4. Outcome tugas operasi yang meningkat baik dalam OMP maupun OMSP dapat dirasakan nilai manfaatnya oleh negara dan masyarakat. Saat ini, Kodiklatal membawahi 8 unsur pelaksana yaitu: 1. Komando Pendidikan Operasional Laut (Kodikopsla); 2. Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar); 3. Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodik dukum); 4. Pusat Latihan dan Pendidikan Dasar Kemiliteran (Puslatdiksarmil); 5. Pusat Latihan Elektonika dan Sistem Kendali Senjata (Puslatlekdalsen); 6. Pusat Latihan Operasi (Puslatopsla); 7. Pusat Latihan Marinir (Puslatmar); dan 8. Satuan Pendidikan (Satdik) Kodiklatal yang terdiri dari: a. Satdik 1 Tanjung Uban; b. Satdik 2 Makassar; dan c. Satdik 3 Sorong. Komandan Kodiklatal Letjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) (Foto: kodiklatal.tnial.mil.id)
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 45 MATRA PILIHAN Sebuah langkah maju dalam bidang pendidikan sudah dilakukan pada bulan Maret 1946, dengan berdirinya Jawatan Pendidikan Angkatan Laut, atas perintah Kepala Staf Umum ALRI Laksamana III Maspardi. Jawatan inilah cikal bakal Direktorat Pendidikan Angkatan Laut (Ditdikal). Setelah itu, bersama Laksamana III Adam dan Mayor R. E. Martadinata, Kasum ALRI berjuang mendirikan Sekolah Angkatan Laut (SAL). Kondisi pada saat itu masih dalam suasana perang. Meski sudah merdeka, namun Belanda masih ingin menguasai Indonesia. Di dota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya masih terjadi pertempuran melawan Belanda. Dalam situasi tersebut, ALRI memilih Tegal sebagai lokasi pendidikan, karena selain relatif aman, di sana juga sudah pernah ada sekolah pelayaran. ALRI mempublikasikan perekrutan peserta pendidikan melalui Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, dan berhasil menjaring 200 orang. Mereka ditempatkan di Kesatrian Pendidikan bekas Sekolah Kepandaian Putri Tegal yang sebelumnya pernah digunakan oleh Jepang untuk menawan tentara Belanda. Pada 12 Mei 1946, SAL Tegal dibuka secara resmi oleh Presiden RI Soekarno disaksikan Wakil Presiden M. Hatta, Panglima Besar Jenderal Soedirman, Para Menteri, dan Pejabat Mabes ALRI Yogyakarta. Tanggal peresmian SAL Tegal menjadi momen penting dan tonggak sejarah pendidikan TNI AL sehingga ditetapkan sebagai Hari Pendidikan TNI AL. Pendidikan angkatan pertama SAL Tegal berjalan dalam kondisi yang sangat sederhana. Para siswa tidur beralas tikar di lantai dan hanya makan nasi bungkus. Peralatan untuk latihan juga sangat minim sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk menerapkan dan mempraktikkan sebagian teori yang dipelajari. Sekolah ini bertujuan mendidik siswa menjadi pelaut yang bisa beroperasi di kapal perang. Akan tetapi kenyataannya, selama pendidikan mereka tidak pernah sekalipun menginjakkan kaki di kapal perang. Kegiatan SAL Tegal sempat terhenti ketika Belanda melancarkan agresi pada bulan Juni 1946. Para siswa tidak dapat belajar sepenuhnya karena harus ikut bertempur dan berjuang melawan Belanda. Gedung sekolah terpaksa dibumihanguskan karena terus diintai pesawat udara Belanda. Setelah perang mereda, SAL Tegal kembali melanjutkan kegiatan pendidikan, namun lokasinya berpindah ke Juwana, Pati, Jawa Tengah. Pada tahun 1949, SAL Tegal berhasil meluluskan sebanyak 40 Sersan Ma yor Calon Perwira dan 80 Kopral Calon Bintara. Salah seorang alumnus SAL “Pendidikan profesional itu sangat penting, meskipun situasinya hampir tidak memungkinkan. Jika hal itu tidak menarik perhatian kami, maka ALRI hanya akan menjadi tentara darat dan hal itu akan menimbulkan kesulitan besar di laut.” R.E. Martadinata Gedung SAL Tegal dulu (Foto: achmadrizal. staff.telkomuniversity.ac.id) dan sekarang (Foto: medcom.id) “ “
46 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 MATRA PILIHAN Tegal yang berhasil menjadi perwira tinggi adalah Letjen Marinir Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta periode 1967-1977. Setelah konflik dengan Belanda usai, pada 1950 Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) mendirikan pusat pendidikan AL di Pasiran Surabaya. Kesatrian Pendidikan AL (KPAL) Pasiran diresmikan oleh Presiden Soekarno pada Maret 1950. Tujuan lembaga ini adalah mendidik siswa baru dan melaksanakan peningkatan kemampuan (upgrading) perwira, bintara, dan tamtama hasil didikan Belanda dan Jepang. Pendidikan meliputi semua tingkat dengan tiga korps yaitu Pelaut, Mesin, dan Administrasi. Perubahan Nama Organisasi KPAL Pasiran hanya menyelenggarakan pendidikan sampai dengan bulan September 1950. Setelah Belanda menyerahkan seluruh aset Pangkalan Udara Angkatan Laut Belanda yang ada di Morokrembangan Surabaya, kepada ALRI, KPAL pun dipindahkan ke sana. Pada 11 Juli 1952, Kesatrian Pendidikan AL Morokrembangan (KPALM) secara resmi dibuka. Fasilitas, sarana, dan prasarana di Morokrembangan sudah jauh lebih lengkap dibanding di Pasiran. Pada perkembangannya, KPALM kemudian terbagi menjadi tempat pendidikan calon bintara/tamtama dan menjadi Institut Angkatan Laut (cikal bakal Akademi Angkatan Laut – AAL) yang mendidik calon perwira. KPALM kemudian mengalami beberapa kali perubahan nama. Yang pertama berubah menjadi Pusat Pendidikan Angkatan Laut (PUSDIKAL) sejak Februari 1963. Lalu sejak 7 Maret 1968, berubah lagi menjadi Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal). Perubahan ketiga terjadi pada Oktober 1970, meski tetap bernama Kodiklatal, naMorokrembangan pada 1950 (Foto: aviahistoria.com) mun menambah jenis pendidikan menjadi 9 korps (Pelaut, Teknik, Elektronika, Komando, Adminitrasi, Kesehatan, Wanita AL, serta Korps Lanjutan dan Ilmiah). TNI AL mengubah lagi lembaga pendidikan ini menjadi Komando Pendidikan Angkatan Laut (Kodikal), pada Agustus 1976. Kodikal mengalami perubahan nama kembali menjadi Komando Pengembangan Pendidikan Angkat an Laut (Kobangdikal) pada 9 Mei 2007. Sejarah mencatat, pada 2014 Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) berpisah dari organisasi Kobangdikal dan menjadi Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) Mabesal yang berada di bawah Kasal. Perubah an terakhir terjadi pada 2016. Kobangdikal berubah menjadi Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) sampai sekarang. Wujud pengabdian Kodiklatal telah tertulis dalam lembaran perjalanan sejarah bangsa Indonesia, sejak didirikan pada tahun 1946. Pengabdian ini dilakukan berkat sinergi dan kolaborasi seluruh komponen baik dari internal maupun eksternal. Berbagai pembenahan dilakukan untuk menghadapi sekaligus menjawab tan tangan tugas sesuai dengan diSelama latihan, mereka hanya menggunakan kapal nelayan pe nangkap ikan. Memang jauh dari harapan namun setidaknya mereka mengetahui bagaimana keadaan laut, mendayung dengan baik, berlayar, dan yang terpenting para siswa mengenal lebih dekat kehidupan laut. “ “
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 47 MATRA PILIHAN namika perkembangan teknologi dan lingkungan strategis. Sebagai lembaga yang dituntut harus responsif terhadap perkembangan teknologi keangkatanlautan, Kodiklatal dilengkapi dengan berbagai fasilitas berupa peralatan latihan yang modern dan canggih, seperti: - Ship Control Console (SCC), - Command Team Trainer (CTT), - Tactical Floor Game (TFG), - Computer Based Training (CBT), - Pusat Penyelamatan Kapal, Nuklir, Biologi dan Kimia (Puspeknubika), - Laboratorium Micro Teaching, - Wind Tunnel “Sky Diving Simulator 01”, dan lainnya. Untuk menunjang latihan praktek (Lattek) siswa di lapangan, Kodiklatal membangun kerja sama internal antar Kotama TNI AL seperti: - Lattek kehidupan kapal di KRI sesuai kejuruan masing-masing, - Lattek pergudangan di Depo Pusat Perbekalan Wilayah Timur (Dopusbektim), - Lattek pemeliharaan dan perbaikan kapal di Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan), - Lattek persenjataan di Artileri Persenjataan TNI AL (Arsenal), - Lattek kimia di Labinkimat, dan sebagainya. Kedudukan Kodiklatal Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Laut disingkat Kodiklatal adalah Komando Utama Pembinaan TNI Ang katan Laut yang berkedudukan langsung di bawah dan bertanggungjawab kepada Kasal. Tugas Pokok Kodiklatal Kodiklatal bertugas menyelenggarakan pembinaan doktrin dan organisasi satuan jajaran TNI Angkatan Laut, pembinaan pendidikan dan latih an TNI Angkatan Laut dalam rangka mendukung tugas TNI Angkatan Laut. Fungsi Kodiklatal 1. Fungsi Utama a. Menyelenggarakan pembinaan, penataan, dan pengkajian bidang doktrin, petunjuk, organisasi serta Peraturan Militer Dasar (Permildas) di lingkungan TNI Angkatan Laut. b. Pembinaan pendidikan kecuali pendidikan yang diselenggarakan oleh Seskoal dan AAL, melaksanakan pendidikan pertama, pen didikan pembentukan, pendidikan pengembangan umum, pendidikan pengembangan spesialisasi, pendidikan peralihan dan pendidikan non-formal sesuai kebijakan Kasal dan program pendidikan TNI Angkatan Laut. Dankodilatal meninjau pelaksanaan pendidikan di lapangan (Foto: kodiklatal.tnial.mil.id)
48 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 MATRA PILIHAN c. Menyelenggarakan dan menguji latihan TNI Angkatan Laut sampai dengan tingkat Armada Jaya dalam rangka mendukung tugas TNI Angkatan Laut. d. Mengkaji dan mengevaluasi 10 komponen pendidikan, menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif untuk menyempurnakan dan mengembangkan bidang pendidikan dan latihan sesuai dengan rencana dan program yang telah ditetapkan. 2. Fungsi Organik Militer a. Perencanaan yaitu menyelenggarakan perencanaan dan pengendalian anggaran di lingkungan Kodiklatal; b. Pengamanan yaitu menyelenggarakan pengamanan satuan, personel, materiil, pemberitaan dan kegiatan; c. Latihan yaitu menyelenggarakan pe meliharaan dan peningkatan kemampuan melalui latihan dalam satuan dilingkungan Kodiklatal; d. Personel yaitu menyelenggarakan pembinaan personel yang meliputi penggunaan, perawatan, kesejahteraan mo ril dan pemisah an; e. Logistik yaitu menyelenggarakan pembinaan logistik satuan yang me liputi pembekalan, pemeli ha ra - an, perawatan, angkut an, komunikasi dan kesehatan; dan f. Pengawasan dan pemeriksaan yaitu menyelenggarakan pengawasan dan pemeriksaan untuk menjamin tercapainya tujuan organisasi secara efektif, efisien se suai program Dankodiklatal (Foto: dispenal) yang telah ditetapkan. Casana Jala Adhiguna Tempat kawah candradimuka prajurit matra laut menerima ajaran, pendewasaan, dan pengetahuan, tentang keangkatanlautan agar dapat diamalkan dalam pengabdian terhadap nusa dan bangsa. 3. Fungsi Organik Pembinaan Meliputi segala usaha, pekerjaan, dan kegiatan di bidang perencanaan, penyiapan, penyelenggaraan, pengendalian dan pengawasan. Visi Kodiklatal Terwujudnya Kodiklatal yang profesional, modern dan tangguh untuk mendukung terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong royong. Misi Kodiklatal l Mewujudkan doktrin dan petunjuk di lingkungan TNI Angkatan Laut yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan lingkungan strategis; l Mewujudkan prajurit TNI Angkatan Laut hasil didik Kodiklatal yang profesional, modern dan tangguh; dan l Mewujudkan personel dan satuan TNI Angkatan Laut yang profesional dalam melaksanakan tugas operasi matra laut. (Redaksi Jalasena)