JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 49 KOLOM MARITIM DESAIN GRAND STRATEGY CHINA INGIN MENDOMINASI LAUT CHINA SELATAN Oleh: Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. Peta Laut China Selatan dan Klaim China (Foto: https://edition.cnn.com) Konflik di Laut China Selatan (LCS) diawali oleh klaim sepihak China. Para pengamat Hukum Laut Internasional mencermati akar permasalahan konflik di LCS. Menurut pemikiran penulis, ada sesuatu yang tersembunyi (hidden agenda) dalam klaim tersebut. China melakukan klaim tidak berdasar karena hanya berdasarkan fakta sejarah semata.
50 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 KOLOM MARITIM Kapal nelayan China yang dikawal China Coast Guard (Foto: Tasnim News Agency/ eurasiareview.com) SIKAP sepihak dan agresif China membuat sejumlah negara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunai Darusalam, serta Taiwan merasa tidak nyaman. Sikap agresif China ditunjukkan pada tahun 2019 ketika armada kapal ikan China dikawal oleh kapal penjaga pantai China (China Coast Guard) memasuki wilayah ZEEI di Laut Natuna Utara secara besarbesaran. Mereka begitu cermat dan cerdas membaca situasi kawasan. Meskipun pada tahun 2016, Mahkamah Abitrase Internasional telah menolak gagasannya, China tetap pada prinsipnya. Konflik LCS semakin memanas dengan kehadiran armada AS dan Sekutunya. Mereka menjadikan kawasan LCS sebagai Centre of Gravity Conflic di Asean. Kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan menambah deretan permasalah di kawasan. Presiden Xi Jin Ping memerintahkan militernya untuk mengambil langkah yang lebih agresif. Pengerahan armada kekuatan laut dan militer China tersebut, mendapat respon yang begitu keras dari AS dan sekutunya. Mereka menyebut pengerahan kekuatan militer itu sebagai bagian dari latihan besar-besaran Angkatan Bersenjata China. (Reuters, 8/8/2022). China memiliki masalah internal yang sangat komplek, seperti masalah perbatasan darat dengan India sejak 1962, yang kini semakin memanas. Permasalahan juga terjadi antara China dengan Tibet. China memaksa warga Tibet mengganti bendera doa yang selama ini dikibarkan, dengan bendera RRC (CNN Indonesia). Selain itu, China juga berkonflik dengan Jepang. Mereka tetap mempertahankan Pulau Senkaku sebagai bagian dari konsep China Bersatu (One China Principle). Belum lagi masalah Uighur di daerah Xinjiang, yang masih menjadi sorotan masyarakat Internasional. Permasalahan dengan Mongolia, seperti dilansir dari CNN. Di bawah kebijakan baru, bahasa Mandarin menggantikan bahasa Mongolia sebagai bahasa pengantar pendidikan. Begitu kompleksnya permasalahan China baik secara internal maupun eksternal. Terjadinya Pergeserean Geo-Politik Pertanyaannya adalah mengapa de - sain Grand Strategy China ingin mendominasi Kawasan LCS dengan gagasan Nine Dash Line? Pemikiran Pertama: Adanya pergeseran Geo-Politik domestik ke
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 51 KOLOM MARITIM MSR (Maritime Silk Road) merupakan doktrin China yang harus mencapai cita-citanya sebagaimana era kejayaan pendahulu mereka membangun tembok China, ribuan tahun yang lalu. “ “ Geo-Politik kawasan LCS. Klaim LCS yang dilontarkan China ke dunia internasional, ditanggapi oleh Kementrian Luar Negeri AS pada awal tahun 2014 dengan merilis laporan Study Limits in the Seas atau batas-batas di Laut China Selatan. Dipandang saat itu tidak sesuai dengan hukum laut internasional sebagaimana tercermin dalam konvensi PBB tentang hukum laut 1982 (konvensi). Bersamaan dengan itu, China mulai mengkampanyekan kekuatan militer, keampuhan tekhnologi yang dimiliki, serta mengembangkan berbagai persenjataan super canggih, dan menaikkan anggaran militer tiap tahun. Strategi besar merupakan penjabaran dari kepentingan nasionalnya. Strategi Perang Hibrida (Hybrid War) dilakukan untuk mengurai permasalahan dalam negeri mereka sendiri. Pengerahan kapal nelayan secara besar-besaran ke wilayah konflik LCS yang dikawal kapal Coast Guard China mengandung pesan tertentu kepada pihak yang berkonflik. Sesuai dengan kalimat bijak tokoh legendaris China Mao Zedong, “Politik adalah perang tanpa pertumpahan darah, sedangkan perang adalah politik dengan pertumpahan darah.“ China melakukan penggeseran GeoPolitik yang sangat jitu, cerdas, serta piawai dalam berdiplomasi. Mereka mampu menyelesaikannya tanpa pertumpahan darah. Walaupun AS beserta sekutunya terus mengkampanyekan klaim terkait dengan sikap China di LCS yang melanggar konvensi PBB tentang UNCLOS 1982. MSR (Maritime Silk Road) merupakan doktrin China yang harus mencapai cita-citanya sebagaimana era kejayaan pendahulu mereka membangun tembok China, ribuan tahun yang lalu. Jalur LCS merupakan urat nadi bagi doktrin MSR. Oleh karenanya dengan cara dan strategi apa pun, harus dapat dikendalikan bahkan dikuasai, agar kekuatan yang bersaing tidak mengganggu Jalur Sutera Maritim. Jarak dari batas Nine Dash Line dengan daratan China paling selatan, sejauh 1.154,05 Nm. Artinya, kapal-kapal China yang melewati Selat Malaka atau Selat Sunda terus menuju ke China tidak terdapat penginderaan, termasuk melalui ALKI-1 atau ALKI-2. China bersikeras untuk melakukan kerja sama pembangunan sebuah rig dengan Indonesia. Vietnam telah terlebih dahulu membangun sebuah instalasi lepas pantai di batas ZEEnya di LCS. Tinggal bagaimana sikap Indonesia terhadap China, apabila di wilayah tersebut dibangun sebuah bangunan RIG Multy Function, seperti hadirnya Radar Maritim Surveilance (RMS). Dengan itu, tentu China dapat mengendalikan kawasan LCS, yang selama ini tidak termonitor. Jarak antara mulut Selat Malaka bagian timur sampai ke bangunan Nine Dash Line paling selatan berjarak 357,53 Nm. Artinya, apabila RIG tersebut dilengkapi dengan Radar Early Warning, maka pesawat tempur yang take off atau landing di Changi Air Base akan termonitor. Padahal, Pelabuhan Changi merupakan Pangkalan Logistik AS, setelah Pangkalan Clark dan Subic di Philipina ditutup. Tentu saja kebebasan dalam bernavigasi (freedom of the sea) akan termonitor sepanjang melewati LCS mulai keluar mulut Selat Malaka sebelah timur karena sudah terpantau oleh radar milik China di LCS. Pulau Spratly telah berubah menjadi pangkalan militer dan logistik China di LCS. Jarak Spratly dengan titik paling selatan Nine Dask Line sejauh 467,38 Nm. Hanya dalam hitungan menit pesawat tempur China akan sampai lokasi untuk melakukan tindakan di batas Nine Dash Line yang akan dibangun Rig. Kini, China
52 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 KOLOM MARITIM telah mengembangkan kekuatan udara pesawat tempur generasi ke-5, Chengdu J-20 pengganti FC-31 yang mirip dengan F-35 milik AS. Jadi, kerjasama di bidang energi dengan Indonesia di ZEEI tentu akan digunakan kepentingan China dalam mendukung doktrin MSR. Hasil laporan penelitian yang dilakukan oleh Indonesia Ocean Justice Inisiative (IOJI), pada Oktober 2021 menyebutkan bahwa kapal Haiyang Dizhi-10 sudah melakukan kegiatan survei dan penelitian di wilayah Nine Dash Line (NDL) yang berbatasan dengan ZEEI. Peran Indonesia di bidang eksplorasi sumber daya alam di wilayah NDL paling selatan memiliki bargaining position, untuk menarik investasi China ke dalam negeri. Dengan adanya RIG, China menyatakan bahwa NDL merupakan bagian wilayah dari mereka di masa depan. Kapal Riset China Yuan Wang5, merupakan kapal riset yang memiliki kemampuan pengendalian dan tracking satelit. Hasil monitoring AIS, mereka beroperasi di seluruh perairan Samudera Hindia dan Pasifik. Beberapa waktu lalu hasil pengamatan Pusat Pengendalian Keamanan Laut menunjukkan bahwa mereka selalu mondar – mandir di perairan ALKI-2 dan ALKI-3 di perairan Indonesia. Sesekali mereka terdeteksi mematikan AIS, sehingga dapat diprediksi mereka melakukan riset atau penelitian dengan menjatuhkan atau menaikkan drone sebagai bahan pengumpulan data bawah laut. Hal ini terbukti dengan adanya drone yang ditemukan di LCS dan di selatan perairan Makasar yang masuk kawasan ALKI3 oleh nelayan Indonesia beberapa waktu yang lalu. Dari tinjauan terhadap kegiatan kapal Yuan Wang-5, terlihat mereka beroperasi secara amat dinamis sepanjang tahun yang pasti memerlukan logistik sangat besar. Kemungkinan besar bangunan RIG di Nine Dash Line, akan ditempatkan instrumen peralatan berteknologi canggih. Hal itu dilakukan guna mengendalikan dan tracking satelit milik China, sepanjang jalur Maritime Silk Road (MSR). Tentu China membutuhkan stasiun pengendali yang permanen. Diprediksi China akan menempatkan satelit di sepanjang jalur MSR dan kemungkinan akan menggunakan media komunikasi digital produk mereka sendiri. China membangun kekuatan di Pulau Spratly (Foto: Ezra Acayan/Getty/ Businessinsider.com)
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 53 KOLOM MARITIM China Perkuat Geo-Ekonomi Pemikiran Kedua. Penguatan GeoEkonomi sehingga China getol sekali ingin menguasai NDL di LCS. Menurut pemikiran penulis, hal tersebut terkait dengan tantangan kondisi ekonomi global yang dihadapkan dengan kondisi geografi LCS bagi China. Keuntungan utamanya, China dapat menambah cakupan SDA dan energi hasil eksplorasi, jika menguasai NDL, untuk memenuhi kebutuhan penduduk China yang semakin bertambah. Tahun 2023 ini saja, jumlah penduduk China mencapai 1,423 miliar jiwa yang pasti membutuhkan ketersediaan pangan. Menurut data United Nation World Population Prospects (UN-WPP), China membutuhkan cadangan pangan dan energi untuk mengantisipasi kelangkaan pangan dan energi sudah berada di depan mata. Sejarah Poros Maritim Mojopahit – Sriwijaya – Tiongkok terbangun sejak beberapa abad yang lalu. Artinya, sejak dahulu hingga sekarang antara Indonesia dan Tiongkok sudah terjadi komunikasi dan diplomasi dagang serta budaya. Apalagi saat ini dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270,20 juta jiwa (Data Sensus 2020) merupakan pangsa pasar sangat besar bagi China. Geo-Ekonomi LCS merupakan jalur strategis menuju Samudera Hindia dalam doktrin MSR, khususnya ke Srilangka, Timur Tengah, dan Afrika. Faktor sejarah dan kesamaan irama doktrin yang digagas, merupakan salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan suatu negara maritim yang berada di antara dua samudera. Bersandingnya Konsep Ekonomi dan Militer Pemikiran Ketiga: Belajar dari sejarah negara besar, konsep ekonomi selalu berdampingan dengan konsep militer. Tidak mungkin kegiatan ekonomi, investasi, dan perdagangan melalui jalur laut tidak didukung oleh kekuatan maritim. Di wilayah Samudera Hindia, China telah berkolaborasi dengan berbagai negara untuk mengembangkan infrastruktur ter utama pelabuhan untuk digunakan sebagai Pangkalan Militer China seperti di Chitagong Myanmar, di Srilangka, dan di Jibouti serta negaranegara di Afrika lainnya. Pangkalanpangkalan tersebut telah diperkuat oleh militer China (PLA China) yang Kapal Riset Yuan Wang-5 milik China (Foto: www.ndtv.com) LCS merupakan urat nadi jalur doktrin MSR yang harus mendapat jaminan keselamatan dan keamanan maritim. Berapa nilai yang harus dipertaruhkan apabila jalur tersebut tidak dikuasai atau tidak dikendalikan secara penuh oleh China dalam membentengi doktrin MSR-nya? “ “
54 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 KOLOM MARITIM bertugas mengawal dan mengamankan jalur Doktrin MSR. China membangun pangkalan di Spratly yang telah dirancang cukup lama untuk membentengi jalur doktrin MSR, termasuk bagian dari upaya me nguasai dan mengendalikan LCS sampai ke Samudera Hindia. Apabila premis ini “benar“, pe nulis memprediksi bangunan lepas pantai atau RIG yang nantinya di bangun di Nine Dash Line paling selatan akan digunakan sebagai pusat pengendalian dan tracking satelit China. Selain sebagai deteksi dini dan Radar Early Warning bagi keamanan maritim China. Mereka pasti akan melengkapi sistem komunikasi dan informasi digital modern, agar doktrin dapat berjalan dengan mudah, tanpa kendala dari aspek komunikasi dan informasi. Kemungkinan, China juga akan meluncurkan satelit di atas orbit sepanjang jalur MSR-nya untuk menunjang misinya yang akan melengkapi misi Kapal Riset Yuan Wang-5. Dari pengukuran IORIS, Pulau Spratly ke batas Nine Dash Line paling selatan hanya berjarak 467,38 NM. Sedangkan jarak NDL paling selatan itu dengan pelabuhan daratan China paling selatan berjarak 1.154,04 Nm. Artinya, kapal-kapal pengawal pantai (Coast Guard China) untuk kembali atau melakukan perbaikan bila terjadi permasalahan di laut, hampir memakan waktu 46 jam selain kebutuhan logistik. Setelah adanya Pulau Spratly sebagai pangkalan militer dan kepentingan perdagangan yang modern, hanya memakan waktu 18,5 jam (rata-rata kapal berkecapat an 25 knots). Terpangkas lebih dari s etengahnya. Perhitungan efisiensi dari aspek dukungan logistik pasti diperhitungkan China. Sebagai cadangan sumber daya alam, LCS merupakan tempat perpindahan migrasinya biota laut sepanjang tahun, terutama di pertengahan tahun. Biota laut tersebut berkembang biak lalu kembali ke habitatnya semula. Oleh karenanya, LCS merupakan lumbung sumber daya alam biota laut yang sangat besar. Kemungkinan ke depan, nelayan China tidak lagi diarahkan ke LCS, tetapi lebih jauh ke Samudera Hindia dan Pasifik. Wilayah China di LCS tentu sebagai lumbung cadangan pangan serta cadangan energi terutama gas. Mengapa LCS menjadi National Interest China, jawaban pemikiran penulis karena China ingin mengulang kejayaan masa lalu dan mewujudkan impiannya (Chinese Dream). Sumber: Diambil dari AIS Pusat Pengendali Keamanan maritim
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 55 KOLOM MARITIM Strategi diplomasi yang halus serta cerdas seharusnya menjadi instrumen dalam penyelesai an sengketa batas wilayah laut di Laut China Selatan (LCS). Wilayah tersebut menjadi rebutan beberapa negara karena menjadi akses vital maritim serta potensi kandungan sumber daya alam dan mi neral yang sangat besar. Kawasan LCS ke Depan: Sumber Kehidupan atau Sumber Konflik? Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, S.H., M.H. Hasil olahan tim Jalasena dari berbagai sumber.
56 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 KOLOM MARITIM KAWASAN LCS senantiasa dilewati oleh kapal berbagai jenis yang mengangkut sumber energi seperti minyak, batu bara, dan gas alam, serta komoditas penggerak ekonomi lainnya. Tentu semua itu tidak luput dari tinjauan geo-ekonomi bagi semua negara di kawasan tersebut. Lebih dari separuh kapal niaga dari seluruh dunia yang melewati Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok melanjutkan perjalanannya melalui LCS. Kurang lebih 42.000 kapal melewatinya setiap tahun (dua kali jumlah di Terusan Suez dan tiga kalinya Terusan Panama). Berdasarkan analisis tentang potensi sumber daya alam, kawasan LCS diperkirakan memiliki kandungan cadangan sumber daya alam yang sangat besar. China memperkirakan cadangan minyak di LCS sebanyak 213 miliar barel atau 10 kali lipat dari cadangan milik Amerika Serikat. Sementara menurut Lembaga Energi Amerika Serikat (EIA), jumlahnya hanya 28 miliar barrel. LCS juga memiliki sumber hidrokarbon yang mengandung gas alam (Survei Geologi Amerika Serikat). Selain itu, jumlah cadangan ikan di wilayah LCS juga sangat besar. Sumber suplai pangan untuk penduduk di kawasan LCS. Potensi sumber daya alam Laut China Selatan merupakan faktor utama pendorong bagi semua ne gara yang terlibat dalam permasalah an klaim di LCS. Artinya, kawasan ini ke depan memiliki potensi serta peluang menjanjikan bagi negara yang mampu serta cerdas dalam menyikapinya. Yang perlu dipahami adalah alasan pendorong bagi China, sebagai aktor utama di balik konflik LCS. Faktor jumlah penduduk menjadi alasan utama. China harus memenuhi kebutuhan pangan yang sangat besar untuk memperkuat ketahanan pangan bagi rakyatnya. Selain terdapat kepentingan geo-politik dan geo-ekonomi serta geo-strategi yang menguatkan niat mereka. Faktor tersebut menjadi alasan utama China berani berbeda pendapat dengan negara lain. Bahkan ketika pendapat itu dipandang melanggar semua ketentuan serta hukum internasional yang berlaku positif. Semua itu mereka diabaikan. Di samping faktor geografi China sendiri yang memiliki permasalahan di dalam negerinya. Di sebelah barat berbatasan dengan India, di utara dengan Mongolia, di timur dengan Taiwan dan Jepang. Semua itu memiliki potensi konflik yang bisa meledak kapan saja. Akan tetapi, harus kita ingat, di balik itu semua China pasti mempunyai maksud dan tujuan besar, yang hanya diketahui oleh pemimpin China sendiri. Lebih jauh lagi, China sepertinya telah siap untuk mempertahankan klaim atas LCS dengan dasar argumen hak sejarah dan bukan atas dasar klaim yang sebenarnya. Klaim itu, lebih kepada kepentingan yang baru saja terpikirkan dalam perkembangan terakhir. Sebagian besar negara di kawasan berpendapat, klaim China sangat tidak masuk akal dan tidak berdasar. Namun menurut penulis, tindakan paling logis saat ini adalah tidak memojokkan China karena dikuatirkan akan memperburuk situasi yang merugikan semua pihak. Tekad Tiongkok dalam mengklaim LCS didukung oleh anggaran militer yang besar. Hal itu mengindikasikan bahwa LCS menjadi kunci keberhasilan China menjalankan konsep MSR (Maritime Silk Road), selain sebagai sumber kebutuhan pangan dan komoditas ekonomi. Meski demikian, pendekatan China tidak semata-mata menggunakan kekuatan militer. Namun juga diserFaktor geoekonomi di kawasan LCS menjadikannya sebagai pusaran magnet. Walaupun peran geo-politik dan geo-strategi tetap menopang, namun digunakan sebagai alat dalam pemikirannya. “ “
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 57 tai oleh pendekatan geo-ekonomi, diplomasi, serta ideologi, dan budaya yang digunakan dengan kalkulasi yang baik dan cermat. Pendekatan gabungan yang dilakukan China itu tergolong sangat piawai dan cerdas (smart power). Hal ini menggambarkan bahwa pendekatan China tidak melulu dengan kekuatan militer yang berdampak akan menjauhkan sekutu-sekutunya seperti Kamboja dan Laos serta berpotensi meningkatkan tensi ketegangan di kawasan. Dengan penggunaan kekuatan yang berimbang serta cerdas, maka akan mengurangi kemungkinan terbentuknya koalisi yang akan melawan China. Kondisi damai di LCS akan stabil jika para pemimpin negara di kawasan mampu melaksanakan manajemen konflik secara piawai dan lihai dengan perhitungan matang. Tidak dapat disangkal bahwa terjaganya kondisi di LCS, salah satunya tergantung pada kemampuan Amerika Serikat dalam memelihara keadaan. Sebagai salah satu negara kunci di kawasan ASEAN, Indonesia juga memegang peranan utama dalam menjaga stabilitas kawasan dan menjadi kunci penyelesaian konflik LCS. Tidak berlebihan karena 2/3 kawasan maritim ASEAN di LCS berada di wilayah Indonesia. Sekecil apa pun permasalahan di ASEAN terkait LCS pasti berdampak pada Indonesia. Walaupun Indonesia tidak memiliki masalah klaim di kawasan tersebut. Kekhawatiran lainnya, China menerapkan ADIZ (Defence Identification Zone) kedua di LCS, setelah yang pertama di Laut China Timur. Sejumlah kapal ikan China yang melakukan penangkapan ikan secara illegal muncul di wilayah ZEEI de ngan dikawal oleh kapal Coast Guard China. Nelayan-nelayan China berperan Kekuatan militer China semakin meningkat (Foto: agencies/ asiatimes.com) “ “ KOLOM MARITIM Meski dengan pendekatan yang cerdas dan berimbang, namun terjadinya eskalasi merupakan bahaya laten yang sewaktuwaktu bisa meningkat menjadi konflik terbuka. Terutama apabila masing-masing pihak tidak bisa menahan diri.
58 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 KOLOM MARITIM penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah Negeri Tirai Bambu di LCS. Berlayar menyebar cukup jauh dari negaranya, mereka melakukan eksploitasi di perairan-perairan yang disebut China sebagai zona perikanan tradisionalnya tanpa mengindahkan hukum dan persahabatan. Hal itu merupakan bagian dari upaya state practice untuk menunjukkan kepada dunia positive occupation China terhadap wilayah maritim di LCS. China melakukan ekspansi ke wilayah berdaulat Indonesia, pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Jika dibiarkan, status quo, dan Indonesia diam seakan tidak terjadi sesuatu, China akan menguasai perairan Natuna utara dengan strategi yang cerdas. Nelayan dan kapal mereka menjadi alat penting otoritas China untuk memperluas kehadiran mereka. Suatu bentuk dari hybrid war serta memperkuat klaim China atas perairan yang dipersengketakan. Tindakan berikutnya, China membangun instalasi pengeboran. manent Court of Arbitration – PCA) telah membuat putusan mengenai sengketa di LCS yang diajukan oleh Filipina terhadap China. Putusan PCA tersebut tidak membuat klaim China atas sebagian besar LCS melalui “nine dash line” melemah. Dari situasi yang berkembang itu, kemungkinan China akan melakukan berbagai perlawanan antara lain dengan peningkatan kegiatan diplomasi terhadap negara-negara yang berkepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung, khususnya negara anggota ASEAN. Mereka juga akan meningkatkan kehadiran militer baik untuk melaksanakan misi patroli maupun pelaksanaan latihan termasuk latihan keamanan bersama. Pemerintah Indonesia menegaskan sikap tidak berpihak dan tetap menjaga stabilitas di kawasan. Indonesia mampu bertindak sebagai “honest broker” bagi penyelesaian konflik di LCS. Bagi China, Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi keberlangsungan doktrin MSR. Oleh karena itu, kemungkinan besar China akan mempertahankan hubungan baiknya dengan Indonesia melalui kemampuan strategi geoekonominya. Salah satunya dengan cara mengucurkan investasi secara masif namun terukur dan penuh kehati-hatian. Terutama ikut membantu Indonesia dalam mewujudkan visi Poros Maritim Dunia (PMD). Selain itu, geo-strategi Indonesia berada antara LCS dan Australia. Notabene Australia merupakan kepanjangan tangan Amerika Serikat di Pasifik Selatan. Bagi China, Indonesia bisa menjadi buffer zone sekaligus menjauhkan Australia dari urusan China di LCS. Dalam hal ini, posisi Indonesia akan mengalami revaluasi dan redefinisi dari pihak China. Di sisi lain, kita juga perlu menelaah posisi strategis Indonesia di LCS guna tetap menjamin kepentingan nasional. “ “ Faktanya, situasi di Laut China Selatan terus ber eskalasi. Antara lain kegiatan reklamasi China di Pulau Batu Karang (Fiery Cross Reef) Kepulauan Spratly. Banyak pihak mengkhawatirkan pulau buatan tersebut akan menjadi pangkalan militer. Di pulau itu, China membangun landasan pacu pesawat terbang dan pelabuhan laut yang modern. Strategi China menggunakan nelayan itu memiliki tujuan: l menangkap (ikan), l melindungi (kapal nelayan), l menguasai (wilayah), l mengendalikan (wilayah yang telah dikuasai) l melakukan pengumpulan data (puldata) l serta peran intelijen. Bagaimana Sikap Indonesia? Strategi China itu belakangan membuat Indonesia – meskipun bersikap netral dan tak memiliki klaim sengketa di LCS – merasa terusik karena ZEE di Natuna ikut diklaim China. Mahkamah Arbitrase Internasional (Per-
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 59 KOLOM MARITIM Berlomba Perkuat Militer Eskalasi konflik di Laut China Selatan telah mengundang keprihatinan dan kecemasan bukan saja bagi negara di sekitarnya, tetapi juga bagi komunitas global. China menempati urutan pertama negara di Asia dalam anggaran belanja militer. Hal tersebut mendorong negara lain di kawasan untuk mengucurkan dana lebih besar untuk sektor pertahanan. Contoh, Vietnam menambah kapal selam kelas kilo; Filipina menambah kapal perang untuk angkatan lautnya dari eks U.S. Coast Guard; Singapura membeli kapal selam baru; dan Australia memodernisasi angkatan laut dan pangkalan militer di Darwin. Hilangnya akses freedom of navigation di LCS akan mempengaruhi banyak negara secara sangat dramatis. Kawasan ini merupakan akses utama jalur perdagangan dan energi. Kondisi berlarut di LCS ini berpengaruh terhadap kebijakan strategis negara-negara di kawasan. Bagi Indonesia, sengketa di LCS berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung dalam konteks politik, ekonomi, dan pertahanan, serta masalah sosial. Sengketa LCS akan berdampak pada perdamaian dan stabilitas kawasan. Kondisi tersebut bertentangan dengan amanat UUD 1945 tentang perdamaian dunia. Indonesia akan terjepit dalam pertarungan kepentingan dua kekuatan besar: Amerika Serikat dan China. Pada sisi lain, kepentingan nasional Indonesia di LCS khususnya di wi layah ZEE Indonesia di perairan Natuna ter ancam. Di sisi pertahanan, walaupun konsep strategi gunboat diplomcy telah diterapkan, pertanyaannya apakah memberi dan mampu memperkuat diplomasi luar negeri Indonesia? Mencermati perkembangan ter akhir di LCS, Indonesia perlu bersiap diri secara fisik dan mental. Indonesia menyadari, China adalah simbol kebangkitan ekonomi, teknologi, dan militer bangsa-bangsa di Asia. Akan tetapi, bagi Indonesia kedaulatan adalah harga mati seperti yang diamanatkan oleh Panglima Besar Soedirman untuk mempertahankan setiap jengkal tanah air. Oleh karena itu, persiapan fisik (kekuatan nyata) dan diplomasi perlu terus ditingkatkan secara signifikan. Tentu saja, tanpa meninggalkan faktor peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah Natuna. Sengketa di LCS yang sebagian besar berada dalam domain maritim, memerlukan strategi yang relevan, sesuai dengan karakteristik medannya. Mencermati dinamika tersebut, dalam upaya untuk mengantisipasi konflik LCS, TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan di laut harus melakukan serangkaian upaya strategis menterjemahkan diplomasi luar negeri, dalam melindungi kepentingan nasional di wilayah LCS, sejalan dan segaris dengan kebijakan luar negeri Indonesia. Oleh karena itu, Pulau Natuna dan sekitarnya harus dikelola secara te rencana dan berkelanjutan, sehingga bisa berkontribusi terhadap ekonomi daerah dan nasional. Geo-ekonomi dan geostrategi diperankan dengan mempertimbangkan domain lainnya. Hasil penelitian menunjukkan, kehadiran pangKita harus berpikir dan bertindak cerdas. Pertahanan tidak mungkin ditopang sendiri oleh kekuatan militer. Militer hanya salah satu bagian dari elemen diplomasi. Kekuatan diplomasi, selayaknya melibatkan semua kekuatan dan komponen nasional seperti yang dilakukan oleh China. “ “
60 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 KOLOM MARITIM kalan militer di Natuna memberi kontribusi ekonomi bagi daerah tersebut. Beberapa indikator antara lain peningkatan layanan penerbangan komersial dan pertumbuhan ekonomi. Pemba ngunan eko-maritim juga harus menjadi prioritas dan keunggulan bagi wilayah tersebut. Inti dari diplomasi kapal perang (gunboat diplomacy) adalah menunjukkan kekuatan untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri. Dasar dari diplomasi ini adalah pengakuan penuh atas legitimasi penggunaan kekuatan militer untuk mencapai tujuan politik luar negeri. Kiranya tepat jawaban reposisi gelar kesatuan angkatan laut dalam menjawab permasalahan dengan mengedepankan soft diplomacy serta menciptakan stabilitas kawasan. Seluruh stake-holder maritim harus segera menyusun action plan untuk mewujudkan impian masyarakat terutama dengan mengandalkan aspek eko-maritimnya. Sudah saatnya kita membangun dari pinggiran dan tidak lagi memunggungi samudera. Apabila kita terlambat dalam memanfaatkan peluang, maka kita pasti akan terlindas oleh ketatnya persaingan ekonomi global. Dari sudut pandang ini, sengketa di LCS bukan lagi sebagai sumber konflik tapi bisa menjadi peluang sumber kehidupan bagi seluruh bangsa Indonesia. Kehadiran militer Indonesia di perairan Natuna (Foto: Antara Foto/via Reuters)
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 61 KABUZEN UNTUK TINGKATKAN KEBUGARAN DAN HINDARI OBESITAS Oleh: Laksma TNI Arif Badrudin, M.Mgt.Stud. Pola hidup manusia modern saat ini diwarnai dengan berbagai aktivitas yang menuntut lebih banyak duduk bersama gawainya, baik itu smartphone, tablet, maupun komputer. Aktivitas tersebut dibarengi dengan konsumsi makanan dan minuman cepat saji yang bisa diperoleh dengan mudah melalui berbagai aplikasi penyedia makanan. Akibatnya, sangat mudah bagi manusia modern untuk mengalami kegemukan (obesitas) karena minimnya waktu untuk aktivitas olah raga. KOLOM MARITIM
62 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 KOLOM MARITIM setidaknya 30 menit per hari, untuk berolah raga. Kabuzen menjadi media bagi saya pribadi untuk menjaga konsistensi aktivitas olah raga, sekaligus mengajak masyarakat lainnya untuk memiliki kesadaran berolahraga secara konsisten dan teratur. Pandemi Covid-19 menjadi bukti nyata bahwa mereka yang aktif berolahraga lebih kuat dalam menghadapi penyakit tersebut, termasuk diri saya. Meski saya terserang penyakit tersebut pada pertengahan Agustus 2020, saat puncak penyebaran yang mengakibatkan kematian, kondisi saya masih tetap fit, dan dalam waktu 1 minggu sudah aktif berolahraga kembali. Hal ini menguatkan keyakinan saya pribadi bahwa aktivitas olahraga yang konsisten adalah bagian dari pola hidup sehat yang perlu diterapkan oleh semua masyarakat Indonesia. Pola hidup sehat tersebut di antaranya meliputi istirahat malam hari yang cukup, minimal 6 – 7 jam, asupan makan dengan nutrisi yang lengkap, serta olahraga secara teratur. Melalui saluran Youtube Kabuzen, saya berbagi pengalaman, tips berolah raga dan informasi lainnya yang bisa menggugah para viewers. Kabuzen untuk Prajurit TNI AL Hal lain yang melatarbelakangi antusiasme saya dalam berolahraga adalah untuk meningkatkan kesehatan, kebugaran, stamina, dan postur para prajurit TNI AL, mengingat salah satu tuntutan sebagai prajurit TNI AL adalah kesamaptaan yang baik. Tujuan dari memiliki kesamaptaan yang baik adalah agar para prajurit TNI AL mampu menghadapi berbagai lingkungan operasi, sehingga bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kesadaran ini mendorong saya saat menjadi Komandan Kolat Koarmada II, untuk membangun kembali marwah kesamaptaan Dari berbagai sumber yang bisa diakses secara daring, Indonesia dipercaya termasuk 10 negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia. Hal ini jika dibiarkan berisiko terhadap kesehatan manusia Indonesia sehingga berdampak pada kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Saat pandemi Covid-19 lalu, statistik menunjukkan bahwa banyak korban meninggal adalah yang memiliki penyakit pendamping seperti hipertensi dan gula darah. Keduanya adalah penyakit yang seringkali diderita oleh para obesitas. Hal ini dikarenakan banyaknya timbunan lemak dan gula di dalam tubuh yang menyebabkan terhambatnya peredar an darah dari jantung ke organ lainnya. Situasi inilah yang mendorong saya untuk menyadarkan masyarakat bahwa obesitas sebenarnya sangat mudah untuk dihindari, apabila kita mau meluangkan waktu, Pada bulan April 2020, saya membuat akun Youtube Kabuzen, singkatan dari Kekar Bugar di Usia Senja. Fokus saluran Youtube tersebut adalah aktivitas olahraga ringan yang bisa dilakukan di rumah, saat PPKM diterapkan. “ “
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 63 KOLOM MARITIM prajurit dengan membentuk SeaFist (Seamen Fitness Training Team). Tim ini terdiri atas para prajurit TNI AL yang memiliki nilai kesamaptaan jasmani dengan kategori Baik Sekali dan berdinas di Kolat Koarmada II. Kegiatan dari tim ini merancang jenis gerakan olahraga yang bisa dilatihkan kepada para prajurit di KRI untuk menguatkan otot perut agar tahan terhadap gelombang saat berada di laut; Otot lengan agar kuat menarik tali tros saat proses merapat dan lepas; Dan otot bahu agar kuat memanjat tiang kapal. Gerakan-gerakan ini telah dipilih secara saksama agar bisa dilakukan di ruangan sempit seperti di kapal. SeaFist secara periodik memberikan pelatihan kepada para prajurit KRI dengan mengumpulkan mereka di satuannya masing-masing. Untuk melakukan gerakan-gerakan tersebut cukup didukung dengan matras agar memperkecil risiko iritasi kulit, mengingat banyak gerakan pengencangan otot perut yang dilakukan di lantai. Aktivitas SeaFist mendapatkan sambutan yang positif dari para komandan di KRI dan satuan untuk membantu para prajuritnya memiliki postur, stamina, dan kesamaptaan yang baik. Saat ini, saya menjabat sebagai Kadisdikal (Kepala Dinas Pendidikan TNI AL), berkantor di Mabes AL, melaksanakan berbagai seleksi pendidikan di semua strata. Dari hasil seleksi bisa terlihat dengan jelas performa para prajurit TNI AL dalam berbagai aspek, termasuk utamanya jasmani. Terdapat banyak kecenderungan prajurit muda yang mengalami masalah dengan kelebihan berat badan (overweight), cenderung menuju ke obesitas. Akibatnya, mereka tidak bisa mengikuti seleksi kesamaptaan dengan baik, bahkan kesulitan untuk memperoleh nilai standar passing grade. Hal ini semakin menguatkan motivasi saya untuk mendorong para prajurit TNI AL membangun kembali kesamaptaan mereka dengan menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, di Disdikal juga saya menemukan banyak prajurit yang Khusus bagi para prajurit muda yang baru lulus dan belum mendapatkan penempatan, setiap sore mereka berkumpul di Kolat Koarmada II untuk mempraktikkan gerakan-gerakan SeaFist ini berupa crunch, mountain climber, sit ups, toe touching, alternate heel touch, plank, dan V-Hold. “ “
64 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 KOLOM MARITIM mengalami obesitas parah. Kondisi tersebut pasti sangat mengganggu prajurit dalam melakukan tugasnya dengan maksimal. Oleh karenanya, saya segera membentuk 2 tim yang terbagi atas tim Marathon dan tim berton-ton (kemudian disebut tim Selamat Tinggal Lemak atau disingkat STL). Tim Marathon diperuntukkan bagi para prajurit yang memiliki stamina baik untuk mulai berlatih lari jarak sedang dan jauh. Sementara tim berton-ton (STL) melakukan aktivitas penurunan berat badan dengan melaksanakan aerobik ringan berupa jalan kaki dan gerakan-gerakan di tempat lainnya. Selama 4 bulan, kedua program tersebut menunjukkan hasil yang positif. Jumlah peserta tim Marathon semakin bertambah, dari 18 menjadi 30 orang. Sementara tim berton-ton berkurang 4 orang yang pindah ke tim Marathon. Sebagai kesimpulan, aktivitas olah raga secara teratur, konsisten, dan terukur sangat penting untuk diterap kan sebagai bagian dari pola hidup sehat. Bagi prajurit TNI AL yang medan tugasnya di laut, aktivitas olahraga diarahkan untuk pe nguatan otot perut, tangan, dan bahu dengan tujuan agar para prajurit tahan gelombang, kuat menarik tali, dan mampu memanjat tiang. Bagi mereka yang berada di staf, program latihan jasmani bisa diberikan kepada para prajurit muda yang masih memiliki stamina tinggi dengan melaksanakan program lari marathon. Sementara bagi prajurit lainnya yang masih memiliki masalah dengan berat badan, bisa diarahkan untuk menurunkan berat badan dibarengi pembangunan kemampuan aerobik yang lebih baik. Sehat tanpa obat. Sehat dengan berkeringat. Kekar bugar di usia senja. Kabuzen. Channel Youtube Kabuzen: https://www.youtube.com/channel/ UCB0kICAdCxvK44kwj9GQvjg Aktivitas olah raga tim Selamat Tinggal Lemak (STL) Tim Marathon Disdikal
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 65 HISTORIA Diperin Diperingati sebagai Hari Dharma Samudera gati sebagai Hari Dharma Samudera Pertempuran Laut Aru ertempuran Laut Aru KRI Macan Tutul (wikipedia). Pertempuran Laut Aru terjadi di Laut Aru, Maluku pada 15 Januari 1962 antara Indonesia dengan Belanda dalam misi pembebasan Papua Barat. Dua pesawat udara jenis destroyer (Neptune dan Firefly) serta dua kapal perang Belanda menyerang KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau. Tanggal 15 Januari diperingati sebagai Hari Dharma Samudera sebagai penghormatan atas gugurnya Komodor Yos Sudarso dan seluruh buahnya dalam pertempuran itu.
66 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 HISTORIA PERTEMPURAN terjadi sebagai akibat sikap Belanda yang ingkar janji terhadap hasil Konferensi Meja Bundar (KMB). Mereka seharusnya membebaskan Papua bagian barat dan menyerahkannya kepada Indonesia. Presiden Soekarno mengeluarkan perintah khusus berupa Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk membebaskan Papua bagian barat. Trikora itu adalah: 1. Gagalkan pembentukan “Negara Boneka Papua” buatan Belanda kolonial; 2. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia; 3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdeka an dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa. Menyikapi hal tersebut, Belanda memperkuat pertahanannya di wilayah Papua bagain barat. Untuk mendukung operasi Trikora, Indonesia membeli persenjataan baru dari Uni Soviet. Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) diperkuat. Pun demikian Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Bahkan ALRI mendapatkan misi rahasia melakukan operasi infiltrasi ke Papua pada awal 1962. Operasi Rahasia Empat kapal perang berjenis Motor Torpedo Boat (MTB) tipe Jaguar yaitu KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, KRI Harimau, dan KRI Singa menjadi armada utama infiltrasi. Operasi dimulai pada 9 Januari 1962, yang dipusatkan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Direktur Operasi MBAL Kolonel Sudomo menjadi komandan di KRI Harimau. Sementara, Deputi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Komodor Yos Sudarso turut serta di KRI Macan Tutul. Infiltrasi ini bersifat rahasia dengan kode STC-9 (Satuan Tugas Khusus 9 Januari). Mereka tidak boleh singgah di pelabuhan-pelabuhan yang dilewati. Suplai makanan dan keperluan lainnya dikirim di tengah laut. Tiga dari empat armada ALRI itu tiba di perairan Arafura pada 15 Janua ri 1962 dan hendak mencapai tujuan di Kaimana (sekarang menjadi Kabupaten di Provinsi Papua Barat). Pengumuman Operasi Trikora oleh Bung Karno (Foto: nawacita. co)
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 67 HISTORIA Hari itu, pukul 17.00, KRI Harimau berada di depan. Kolonel Sudomo, Kolonel Mursyid, dan Kapten Tondomulyo berada di dalamnya. Di belakangnya, KRI Macan Tutul yang dinaiki oleh Komodor Yos Sudarso. KRI Macan Kumbang bergerak paling belakang. Sampai matahari tenggelam, operasi penyusupan itu berjalan lancar. Sayang sekali, ternyata operasi ini bocor dan diketahui oleh Belanda. Menjelang pukul 21.00, Kolonel Mursyid melihat radar blips pada jalur yang akan dilewati. Bukan hanya satu, tapi ada tiga blips. Dua di sebelah kanan dan satu di kiri. Blips tersebut tidak bergerak, pertanda ada kapal yang sedang berhenti. Ternyata, di depan sudah ada tiga kapal perang Belanda (dua di antaranya adalah Fregat Hr Ms Eversten dan Korvet Hr Ms Kortenaer) menghadang armada Indonesia. Ukuran mereka jauh lebih besar dibanding KRI. Mereka mendekat lalu menembakkan peluru suar. Pada saat bersamaan, pesawat Neptune menembakkan peluru suar dari udara, sehingga dalam kegelapan malam, mereka bisa melihat keberadaan tiga KRI. Terjadilah pertempuran di Laut Aru bagian utara Laut Arafura pada malam hari. Kapal-kapal Belanda menembak. Meski tidak mengenai sasaran. Armada Indonesia pun membalas tembakan tersebut. Namun, situasi tidak menguntungkan armada Indonesia. Dalam kondisi yang semakin genting, Komodor Yos Sudarso mengambil alih pimpinan KRI Macan Tutul. Ia memerintah KRI Harimau dan KRI Macan Kumbang untuk bermanuver putar haluan untuk menghindari serangan. Sedangkan KRI Macan Tutul tetap menghadapi musuh. KRI Macan Tutul merupakan Kapal Cepat Torpedo kelas Jaguar, andalan ALRI di masa itu. Kapal tersebut dibeli dari Jerman pada tahun 1960. KRI Macan Tutul terus maju dan menghadang kapal musuh. Dengan manuver tersebut, KRI Harimau dan KRI Macan Kumbang berhasil lepas dari sergapan Belanda. Namun malang buat KRI Macan Tutul, yang menjadi sasaran tiga kapal perang serta dua pesawat Belanda. Kondisi sangat tidak seimbang. Beberapa kali, KRI Macan Tutul terkena tem Peta Laut Arafura dan Kepulauan Aru (Foto: mongabay.co.id)
68 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 HISTORIA Dalam pertempuran itu, KRI Macan Tutul tenggelam. Seluruh kru gugur yaitu Komodor Yos Sudarso, ajudannya, Kapten Memet, serta Komandan Kapal Kapten Wiratno, dan 25 orang kelasi. Ilustrasi “The Real Sea Battle” Demak melawan Portugis (Foto: sindonews.com/Istimewa) “ “ Komodor Yos Sudarso Pahlawan Nasional Hari Dharma Samudera setiap tanggal 15 Januari bukan sekadar memperingati Pertempuran Laut Aru, tapi lebih jauh dati itu tentang bagaimana menanamkan jiwa bahari ke dalam dada setiap insan Indonesia. Seperti lirik lagu, “Nenek moyangku orang pelaut…” Nenek moyang kita memang pelaut-pelaut tangguh! bakan meriam. Meski demikian, Yos Sudarso masih mengumandangkan pesan heroik yang lantang, “Kobarkan semangat pertempuran.” Aksi heroik Yos Sudarso dan pasukannya memberikan teladan kepada seluruh bangsa tentang arti perjuang an melawan penjajahan. Setelah itu, setiap tanggal 15 Januari diperingat sebagai Hari Dharma Samudera dan menjadi hari besar bagi keluarga TNI Angkatan Laut. Sejarah kemudian mencatat, Papua Barat kemudian menjadi bagian dari Indonesia dengan nama Irian Jaya. Pada era Reformasi, nama Irian Jaya berubah menjadi Papua, yang kini sudah mekar menjadi lima provinsi, salah satu nama provinsi itu: Papua Barat. Penanaman Jiwa Bahari Seperti ditulis oleh Joseph Army Sadh yoko dalam jurnal Humanika volume 22 nmor 2 tahun 2015, berjudul “Pertempuran Laut Aru: Tonggak Awal Penanaman Jiwa Bahari dalam Pembangunan Kekuatan Maritim Bangsa Indonesia”, Pertempuran Laut Aru bukan sekadar sejarah biasa. Perang di laut itu menunjukkan jati diri bangsa sesungguhnya sebagai bangsa maritim. Sejarah panjang kemaritiman Indonesia bisa ditelusuri sejak zaman Sriwijaya pada abad ke-7 dan Majapahit pada abad ke-13. Bahkan, Candi Borobudur yang di bangun pada abad ke-7 sudah meng abadikan relief perahu di dalamnya. Jauh sebelum pelaut Inggris di abad 18 mengobarkan slogan “Britannia Rules The Waves”, anak-anak bangsa Indonesia ternyata telah lebih dahulu membuat gebrakan yang tidak kalah hebatnya. Singosari dan Majapahit memiliki armada laut yang kuat. Berikutnya pada awal abad ke16, Kerajaan Demak juga punya armada laut yang luar biasa. Sejarah mencatat terjadinya pertempuran laut antara Portugis dan Demak, yang dikenal sebagai “The Real Sea battle”. Pertempuran itu layak dicatat meski Demak gagal menjalankan misinya merebut Malaka. Armada yang dipimpin oleh Pati Unus itu memiliki 100 buah kapal gabungan dari beberapa kerajaan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Palembang. Ukuran kapal itu tidak main-main karena yang paling kecil saja berbobot 200 ton. Di Sulawesi Selatan juga terdapat armada laut yang luar biasa. Kerajaan Gowa yang berkuasa di sana pada 1511 hingga 1669 tidak lepas dari sosok pelaut-pelaut Bugis dan Makassar yang terkenal gigih dan heroik. Dengan semangat baharinya, mereka mampu melakukan pelayaran perdagangan sampai Eropa dan Afrika. (Redaksi Jalasena)
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 69 INDONESIA SURGA SURFING DUNIA WISATA BAHARI Foto: https://www.surfertoday.com/surfing/the-best-surf-spots-in-indonesia Sejak 1936, Indonesia menjadi salah satu tujuan wisata olahraga surfing dunia. Jauh sebelum Indonesia merdeka. Hal itu ditandai oleh kedatangan pemuda asal Amerika Serikat Bob Koke yang jatuh cinta dengan pantai Kuta Bali dan berselancar di sana. Bahkan ia kemudian tinggal di Bali. Mulai dari situlah, spot surfing Indonesia dikenal dunia.
70 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 WISATA BAHARI Bob Koke (Foto: https://www.surfertoday.com/surfing/the-best-surf-spots-in-indonesia) Berkat Koke juga kemudian sejumlah pelancong dari Amerika datang ke Bali untuk berselancar. Pada 1971, lahir film dokumenter pertama tentang surfing di Pantai Uluwati berjudul “Morning of the Earth”. Bercerita tentang kegiatan surfing di Pantai Uluwati yang menampilkan para peselancar dari Amerika. Belum banyak warga lokal yang menikmati kegiatan air ini.
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 71 WISATA BAHARI (Foto: https://www.surfertoday.com/surfing/the-best-surf-spots-in-indonesia) Setelah film itu tayang pada 1972, spot surfing di Indonesia semakin dikenal dunia. Para peselancar khususnya dari Amerika, terus mencari spot surfing di wilayah lainnya. Termasuk di Jawa dan Sumatera. Pantai yang merupakan bagian dari Samudera Indonesia menjadi pilihan utama. Jawa bagian selatan dan Sumatera bagian selatan seperti surga bagi para peselancara. Sampai saat ini, lokasi-lokasi sur fing di Indonesia menjadi incaran para peselancar dunia. Mereka meng akui, ombak lautan Indonesia termasuk salah satu yang terbaik, untuk berolahraga surfing. Bukan hanya Pantai Kuta dan Bali, melainkan juga banyak tempat lainnya seperti di Nias, Hinako, Krui, Simeuleu, Pulau Batu, dan Mentawai, serta banyak tempat lainnya. Mungkin bagi Anda, sebagian nama itu masih asing. Tidak bagi para peselancar dunia. Beberapa spot di Pulau Sumatera itu merupakan destinasi utama mereka.
72 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 WISATA BAHARI Nias dan Pulau Hinako Siapa sangka, ternyata para peselancar internasional menyebut ombak di Nias dan Pulau Hinako sebagai tempat surfing kelas dunia. Salah satu yang terbaik. Bahkan mereka anggap sebagai tempat surfing legen daris. Ombak di sana khususnya pada bulan April sampai Oktober, sangat memanjakan para peselancar. Bagi me reka, ombak tinggi dengan kecepatan tertentu merupakan kenikmatan luar biasa untuk ditunggangi. Nias, khususnya di wilayah Kabupaten Nias Selatan merupakan tempat langganan kejuaraan sur fing interansional, kerja sama de ngan World Surf League (WSL). Sudah bertahun-tahun Nisa dipilih oleh WSL sebagai tempat beragam ajang bergengsi. Setelah pandemi Covid-19, Nias Selatan menjadi tuan rumah WSL Quali fying Series (Foto: https://www.surfertoday.com/surfing/the-best-surf-spots-in-indonesia) pada 2022. Pantai Krui Pantai Krui terletak di bagian selatan Provinsi Lampung. Tepatnya di kabupaten Pesisir Barat yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Pada bulan April – Oktober, ombak di Pantai Krui sangat pas untuk dijadikan sebagai spot surfing. Bagi para pelancong mancanegara, Krui merupakan destinasi wajib untuk berselancar. Pulau Banyaks Pulau ini masih terletak di bagian barat daya Sumatera antara Simeuleu dan Nias. Cukup terpencil dan tidak mudah dijangkau. Namun, bagi para peselancar dunia, tempat ini merupakan salah satu spot surfing terbaik. Tidak heran jika mereka tetap datang ke sana terutama pada April sampai Oktober. Saat itulah, ombak di Pulau Banyaks sangat pas untuk surfing. Foto: https://yoursay.suara.com/news/2020/07/23/151959/pantaikrui-destinasi-wisata-yang-dikagumi-para-peselancar-dunia
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 73 WISATA BAHARI (Foto: https://www.surfertoday.com/surfing/the-best-surf-spots-in-indonesia) (Foto: https://www.surfertoday.com/surfing/the-best-surf-spots-in-indonesia) Mentawai dan Pulau Batu Kawasan Mentawai termasuk Pulau Batu mulai disinggahi para surfer pada 1980-an. Bagi peselancar dunia, kawasan ini disebu sebagai “rumahnya ombak terbaik”. Bukan hanya terbaik di Indonesia melainkan juga terbaik di dunia. Dalam dunia sur fing, dikenal berbagai jenis ombak. Mulai dari yang levelnya rendah sampai yang tertinggi. Level tertinggi itulah yang paling disukai oleh para surfer. Mereka menyebutnya se bagai ombak makaroni, hollow trees (lance’s right), dan lainnya. Di Mentawai, ombak-ombak itu hadir secara konsisten, membuat para peselancar betah berlama-lama di sana. Lombok, Sumbawa, dan Sumba Selain Bali dan Sumatera, kawasan Nusa Tenggara seperti pantai di Lombok dan Sumbawa juga menjadi surga bagi para surfer. Ombak di kawasan ini juga diakui sebagai yang terbaik di dunia. Jaraknya yang relatif dekat dari Bali menjadi keunggulan dari kawasan ini dibanding spot surfing di Sumatera. Kenapa para peselancar dunia tetap mendatangi tempat-tempat yang relatif terpencil? Karena pada April sampai Oktober, ada jaminan ombak-ombak itu hadir setiap waktu. Hal yang tidak selalu diperoleh di tempat lainnya.
74 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Foto: https://www.surfertoday.com/surfing/the-best-surf-spots-in-indonesia WISATA BAHARI G-Land Banyuwangi Nama pantai yang satu ini sudah dikenal peselancar dunia sejak 1970-an. Namun, namanya kian meroket pada 2022 lalu, ketika G-Land (Pantai Plengkung Grajagan) Banyuwangi menjadi tuan rumah World Surf League (WSL) Championship Tour. Para peselancar top dunia dari ber bagai negara hadir. Keseriusan pemerintah daerah Banyuwangi dalam menata sektor pariwisata menjadi faktor kunci terpilihnya G-Land sebagai tuan rumah ajang berkelas dunia. Peran Serta Pemerintah Sangat membanggakan. Demikianlah kondisi spot surfing di Indonesia. Mungkin belum banyak orang Indonesia yang menyadarinya. Namun, para peselancar dunia sudah merasakan surga dunia tersebut. Bukan hanya satu dua spot, melainkan banyak spot yang berjejer dari Pulau Sumatera hingga ke Nusa Tenggara. Bahkan ke depan, sport surfing juga berkembang di kawasan Papua. Pemerintah Indonesia juga sudah membuka mata lebar-lebar terkait potensi wisata surfing. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata mendorong dan mendukung beberapa pemerintah daerah untuk mengadakan kegiatan surfing level internasional. Pada 2022, Banyuwangi sukses menyelenggarakan World Surf League (WSL) Championship Tour. Demikian pula kabupaten Nias Selatan yang sudah menjadi tempat langganan WSL selama bertahuntahun. Berikutnya pemerintah daerah Kabupaten Pesisir Barat Lampung juga segera mengadakan ajang serupa. Bulan Maret 2023, mereka menjalin kerja sama dengan WSL. Pesisir Barat punya pantai berombak level dunia untuk olahraga surfing di Pantai Krui. Setelah G-Land di Banyuwangi, segera menyusul Pantai Krui sebagai tempat ajang kejuaran surfing kelas dunia. n Tim Redaksi Jalasena
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 75 Pensiunan TNI AL Abdikan Diri Rawat Lansia dan ODGJ Apa yang Anda lakukan untuk menghabiskan masa pensiun? Dilansir dari buku “Gerak Tanpa Henti Diam Berarti Mati” karya Suratto Siswodihardjo, terdapat tiga pilihan mengisi masa pensiun. Terus bekerja baik di perusahaan maupun secara mandiri (selfemployee), menjadi pengusaha, atau melakukan kegiatan sosial. Mbah Gotri demikian julukan untuk Pelda Sumartono mengisi masa pensiunnya dengan menjadi relawan sebagai perawat ODGJ dan Lansia. Pelda Sumartono (Mbah Gotri) SOSOK PURNA Mbah Gotri rawat lansia dan ODGJ (Foto: blog.kitabisa.com)
76 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 SOSOK PURNA Hari baru dimulai. Sumartono sudah sibuk. Pensiunan TNI Angkatan Laut berpangkat Pembantu Letnan Dua (Pelda) itu mengabdikan dirinya di Yayasan Anugerah Tuhan Hafara Bantul, sejak 2015 lalu. Atau sejak awal yayasan itu berdiri. Setiap hari, dia merawat ratusan orang lanjut usia (Lansia) dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Mereka terlantar, tidak punya tempat tinggal, dan tak memiliki keluarga. Di sana, juga ada belasan relawan selain Mbah Gotri. Mulai bangun pagi sampai tidur pada malam hari, para relawan merawat, menjaga, memberi makan, dan ke giatan lainnya, untuk para lansia dan ODGJ. Seperti terlihat dalam foto-foto, Mbah Gotri harus memandikan, memakaikan baju, merapikan rambut (menyisir), dan menyuapi para penghuni yayasan. Mbah Gotri dan para relawan menjadi tulang punggung yayasan dalam menjalankan aktivitasnya. Selain merawat dan menjaga, Mbah Gotri juga mengajarkan ber bagai hal kepada para lansia dan ODGJ. Mulai dari urusan sehari-hari, belajar membaca, menulis, sampai pendidikan agama. Dengan amat sabar dan telaten, Mbah Gotri juga mengajak mereka untuk lebih ba nyak berzikir dan beribadah. Bukan sekadar teori, tapi Mbah Gotri bersama-sama melakukan kegiatan ibadah dengan mereka setiap hari. Merawat, menjaga, dan mendidik para lansia dan ODGJ bukan perkara mudah. Selain kesabaran, juga dibutuhkan kegigihan dari para relawan, termasuk Mbah Gotri. “Saya tidak malu sama sekali dengan apa yang saya jalani. Saya jadi lebih banyak berdzikir dan bersyukur dengan merawat mereka ini,” kata Mbah Gotri. Selama berkarier di TNI AL, Mbah Gotri alias Pelda Sumartono, banyak menghabiskan waktunya di Indonesia Bagian Timur. Sebelum pensiun di Lanal Yogya pada 2008, Mbah Gotri adalah anggota Kopaska Armatim (Armada Wilayah Timur). banyak donatur. Sayang sekali, Mbah Gotri tidak bisa melanjutkan pengabdian dan mewujudkan mimpinya. Pada pertengahan 2021, Mbah Gotri meninggal dunia dalam usia 66 tahun. Pelda (purn) Suhardjiman, Pengurus Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Laut (PPAL) Yogyakarta menceritakan tentang sosok Mbah Gotri, ketika dihubungi Majalah Jalasena. Alm Sumartono memang punya kepedulian sosial yang tinggi. Menurut Suhardjiman, selain mbah Gotri, istri dan anaknya juga ikut menjadi relawan di Yayasan Hafara. Sebelum menjadi relawan lansia dan ODGJ, Mbah Gotri juga sempat menjadi anggota tim SAR. (Redaksi Jalasena) Beberapa media menulis: “Masa muda menjaga pertahanan negara, masa tua menjaga ODGJ dan lansia.” (Foto: blog.kitabisa.com) Mbah Gotri ketika diwawancarai oleh Metro TV secara daring (Foto: metrotvnews.com) “Jika Allah memberikan saya umur panjang, saya ingin terus me ngabdi untuk mereka sampai badan tidak kuat. Jika Allah mengizinkan saya ingin berikan tempat yang lebih layak untuk mereka tinggal,” ucapnya. Impian yang belum sepenuhnya tercapai. Meski sudah jauh lebih baik dibanding pada awal didirikan, namun sarana dan prasarana Yayasan Hafara masih membutuhkan ulur an tangan
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 77 SOSOK PURNA Sosok Mbah Gotri menjadi teladan purnawariwan TNI Angkatan Laut. Pengabdian tidak selesai setelah masa pensiun, karena pengabdian bisa dilakuakn di mana saja, sampai kapan pun. Bahkan sampai ajal menjemput. Terima kasih Mbah Gotri, semoga Tuhan membalas semua kebaikanmu di alam sana. Yayasan ini bergerak dalam bidang sosial tempat singgah anak yatim-piatu, kurang mampu, dan adik-adik pasca-jalanan yang memiliki niat yang kuat untuk melanjutkan pendidikannya. Yayasan ini juga merawat orang lanjut usia (lansia) dan Orang Dalam Ganggung Jiwa (ODGJ). Yayasan Hafara berdiri pada 8 Januari 2009 dalam bentuk Panti Sosial Pondok Dhuafa Hafara. Berlokasi di Jl. Ring Road Selatan No.90, Gonjen, Tamantirto, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya dididirikan di atas bangunan sitaan bank. Dengan dukungan banyak pihak dan donatur, yayasan mampu membangun Pondok Terpadu Hafara. Kini, mereka juga mengelola Wisata Rumah Jiwa Hafara. Yang luar biasa, yayasan ini merupakan inisiatif dari Chabib Wibowo, mantan anak jalanan, yang peduli dengan nasib sesamanya. Pendirian pondok dan yayasan berawal dari keresahan Chabib semasa masih hidup di jalanan. Ia sering terjaring razia yang digelar satpol PP. Meski berkali-kali terjading razia, ia tidak pernah merasa benar-benar dibina. Me reka hanya didata, lalu dilepaskan lagi ke jalan. Bersama rekan-rekannya, Chabib menemui budayawan Emha Ainun Najib untuk meminta saran dan mempertemukannya dengan Busyro Muqoddas (Ketua KPK periode 2010-2011). Atas dukungan dari kedua tokoh itulah yayasan berdiri. Sampai sekarang, Chabib masih aktif sebagai pengelola Yayasan Hafara. Kepedulian Habib menarik ba nyak orang yang bergabung sebagai relawan, termasuk Pelda (purn) Sumartono. Yayasan ini menampung 94 orang yang tinggal di pondok terpadu. Merawat sekitar 800 warga lansia, 50 anak jalanan, dan 200 anak yatim piatu yang tinggal di luar pondok. Profil Yayasan Anugerah Tuhan Hafara
78 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 PEDULI MARITIM Membangun Mindset Kemaritiman inisiasi sejak awal tahun 2000-an. Ide itu tidak lepas dari interaksi para praktisi maritim di dunia internasional, termasuk dengan International Maritime Organization (IMO). Akan tetapi, momentum pendiriannya baru terjadi sejak 2016 dan kemudian secara resmi berdiri pada 2017. Berdirinya Pramarin tidak lepas dari kepedulian mereka terhadap kemajuan maritim Indonesia, khususnya cita-cita Indonesia Emas 2045 dan visi Poros Maritim Dunia. Edukasi masyarakat ten tang kemaritiman men jadi salah satu agenda pen ting pemerin tah Indonesia, yang la yak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama para pemangku kepenting an termasuk praktisi kemaritiman. Ketua Umum Pramarin periode 2022-2027 Dr. H. Datep Purwasaputra, S.Sos., M.M., MBA., menyatakan, organisasinya sudah, sedang, dan akan menjalankan beberapa program terkait dengan edukasi dan peningkat an kualitas sumber daya manusia di bidang kelautan. Para praktisi maritim yang bergabung dalam Pramarin secara aktif turut merumuskan konsep pembangunan maritim Indonesia. Konsep tersebut kemudian diajukan kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Pramarin aktif berdiskusi dan bertukar pikiran dengan beragam kalangan di bidang kemaritiman dan kementerian/lembaga terkait kemaritiman. Sejak Indonesia merdeka pada 1945, sampai sekarang, sebagian besar masyarakat Indonesia belum benar-benar paham tentang kekayaan alam yang melimpah ruah berupa: lautan. Jangankan manusia Indonesia yang tinggal di pegunungan dan jauh dari pantai, orang-orang yang hidup di sekitar pantai pun masih belum benar-benar paham tentang laut. Hal yang sangat memprihatinkan. Visi (Pramarin) adalah pergerakan untuk edukasi. Edukasi publik tentang kemaritiman… “ “ Indonesia memiliki lautan seluas 3.257.357 km². Wilayah laut tersebut merupakan 2/3 luas seluruh Indonesia. Hal itu menjadikan Indonesia sebagai negara lautan atau negara maritim. Dunia internasional sudah mengakuinya. Namun sayang sekali, sebagian besar penduduk negeri ini belum menyadari sebagai warga dari sebuah negara maritim. Kenyataan itulah yang menjadi salah satu kepedulian dari Pramarin, sebuah organisasi nirlaba berbentuk perkumpulan, berisi para praktisi maritim di seluruh Indonesia. Pramarin (Praktisi Maritim Indonesia) berdiri pada 2017 lalu, beberapa tahun setelah Presiden Joko Widodo mencanangkan visi Poros Maritim Dunia. A d h a r t a Ongkosaputra, Dewan Pembina Pramarin, bercerita organisasi ini sesungguhnya s u d a h m u - l a i d i -
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 79 Kerja sama dengan STIP Jakarta (Foto: dokumen Pramarin) PEDULI MARITIM Pramarin bergerak di semua bidang kemaritiman mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang maritim, tata kelola keamanan laut, membangun industri galang an kapal dalam negeri, logistik dan rantai pasok, termasuk peran tol laut, masukan penyusunan omnibus law bidang kemaritiman, sampai peningatan peran Mahkamah Pelayaran menjadi Pengadilan Maritim (Maritime Court). Kepedulian Pramarin sebagai organisasi di bidang kemaritimam ditunjukkan melalui kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan. Antara lain kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang pelayaran dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, membangun “Pramarin Maritime English Class” untuk pelaut, audiensi secara intens dan rutin dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi. Pramarin melihat masih banyak isu dan masalah di bidang kemaritiman yang harus menjadi perhatian semua pihak. Selain membangun mindset kemaritiman dan meningkatkan kualitas SDM kelautan, beberapa isu yang penting antara lain single coast guard, atau lembaga penjaga tunggal keamanan laut Indonesia. Sejauh ini, laut Indonesia belum secara optimal mendapatkan perlindungan keamanan. Pramarin juga menilai perlunya tata kelola dan regulasi yang lebih baik di bidang kelautan, termasuik kemungkinan menyusun suatu omnibus law. Tentu saja, kepedulian terhadap masalah kelautan Indonesia tidak bisa hanya melibatkan satu atau dua organisasi, apalagi nirlaba seperti Pramarin. Bukan pula hanya menjadi urusan pemerintah. Semua pihak dan seluruh komponen bangsa Indonesia harus bersama-sama memanfaatkan, menjaga, dan melestarikan sumber daya yang ada di laut. Pramarin English Class (Foto: Dokumen Pramarin) Semua itu bisa dimulai dari membangun mindset kemaritiman. Seperti yang dilakukan oleh Pramarin. Semua orang Indonesia harus paham dan sadar bahwa negeri yang ditinggalinya adalah bangsa maritim. (Redaksi Jalasena)
80 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 81 Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) menyelenggarakan Bazar dan berbagi Bantuan Sosial (Bansos) Ramadan 1444 H menjelang hari Raya Idul Fitri pada April 2023. Kegiatan dipusatkan di Kantor Pusat PPAL Jalan Tabah Raya Kodamar Jakarta Utara dan di Graha Jala Bhakti Komplek TNI AL Pangkalan Jati Jakarta Selatan. Sebanyak 1.000 paket bingkisan Lebaran dibagikan secara gratis kepada para purnawirawan di beberapa komplek perumahan TNI AL. PPAL Selenggarakan Bazar dan Bansos Ramadan SEKILAS PPAL
82 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 Ketua Umum PPAL Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji didampingi Ketua Umum PIPAL (Persatuan Istri Purnawirawan Angkatan Laut) Ibu Manik Siwi Sukma Adji membuka kegiatan tersebut. Acara ini dihadiri oleh KSAL periode Desember 2012 – Desember 2014 Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio beserta istri, dan para pengurus pusat PPAL. Acara ini mendapatkan sambutan hangat dari para purnawirawan, keluarga, serta masyarakat umum yang hadir baik di Jalan Tabah maupun di Graha Jala Bhakti. Dalam sambutannya, Ketua Umum PPAL menyatakan kegiatan ini, sebagai bentuk kepedulian kepada sesama purnawirawan sekaligus untuk menjalin silaturahmi. Hal itu juga ditandai dengan kegiatan kunjungan para pengurus PPAL ke RSAL dr. Mintohardjo dan RS Marinir Cilandak, menjenguk dan memberikan santunan kepada pasien purnawirawan yang sedang dirawat. Para pasien yang mendapatkan bantuan serta kunjungan terlihat terharu serta terhibur atas kepedulian para pengurus PPAL. Sementara itu, kegiatan bakti sosial di wilayah Pangkalan Jati di pimpin oleh Sekjen PPAL Laksdya TNI (Purn) Agung Prasetiawan beserta penguSEKILAS PPAL
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 83 SEKILAS PPAL Para pengurus Persatuan Purwawirawan Angkatan Laut (PPAL) dipimpin oleh Laksamana TNI Ketua Umum PPAL Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dan Ketua Umum Persatuan Istri Purnawirawan Angkatan Laut (PIPAL) Ibu Manik Siwi Sukma Adji mengunjungi para purnawirawan dan warakawuri TNI AL yang sedang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya, pada Kamis, 11 Mei 2023. Pengurus PPAL Kunjungi Pasien Purnawirawan Kunjungan tersebut sebagai wujud kepedulian PPAL terhadap sesama purnawirawan dan warakawuri. Selain menjeguk dan memberikan bantuan serta santunan, PPAL juga bertekad meningkatkan tali silaturahmi dengan keluarga besar RSPAL dr. Ramelan dan para tenaga medis yang merawat para purnawirawan. Dalam kunjungan tersebut, Ketum PPAL didampingi Wasekjen PPAL Laksda TNI (Purn) Arusukmono Indra Sucahyo, S.E., M.M., beberapa pengurus pusat, Ketua PPAL Wil V Surabaya, Laksda TNI (Purn) Sudar yanto dan Ketua Persatuan Purnawirawan Kowal Wilayah Timur Laksma TNI (Purn) Dr. Sulantari, Sp. THT. Karumkital RSPAL dr Ramelan Surabaya, Laksma TNI dr. Gigih Imanta Jayatri, SpPD., FINASIM, M.M., menyambut kunjungan tersebut de ngan antusias. Menurutnya, 30 pasien purnawirawan yang sedang dirawat mendapatkan tambahan energi untuk memulihkan kondisi kesehatannya. di RSAL dr. Ramelan Surabaya rus PPAL. Pada kesempatan tersebut, selain menggelar bakti sosial, pengurus PPAL juga bersila turahmi kepada Ketua Dewan Pertimbangan PPAL, Laksamana TNI (Purn) Tanto Kuswanto. (Redaksi Jalasena) JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 83
84 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 SEKILAS PPAL PPAL Terima Kunjungan Silaturahmi PPAD Dalam rangka terus berkontribusi untuk NKRI, Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) selalu menjaga dan menjalin silaturahmi dengan berbagai pihak. Salah satu nya de ngan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD). Pada 9 Maret 2023, PPAL menerima kunjungan Pengurus Pusat PPAD dipimpin oleh Ketua Umum PPAD Letjen TNI (Purn) DR (HC) Doni Monardo. Ketum PPAL Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji, SE., MM., beserta pengurus menyambut dengan hangat dan berterima kasih atas kunjungan tersebut sekaligus berharap silaturahmi sesama purnawirawan TNI terus terjalin demi kepentingan nusa dan bangsa. Dalam kesempatan itu, Ketum PPAL juga memperkenalkan jajaran pengurus, serta menjelaskan tentang PPAL sebagai rumah gagasan dan pemikiran khususnya di bidang maritim. Salah satunya melalui penerbitan majalah maritim Jalasena. Selain itu, Ketum PPAL menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan purnawirawan Angkatan Laut, PPAL mendirikan Lembaga Amil, Donasi, Zakat, Infaq, dan Sodaqoh (LADZIS) sejak 2016. Sampai saat ini, LADZIS telah menya lurkan bantuan sosial, kesehatan, perbaik-
JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 85 SEKILAS PPAL an rumah tempat tinggal, pemberian santun an untuk anak-anak yatim piatu, dan penyaluran zakat kepada para purnawirawan Angkatan Laut di seluruh tanah air. R o m b o n g a n PPAD selain ketua umum juga hadir Waketum Letjen TNI (Purn) Dr. Tri Legiono Suko, SIP, MAP, Badan Pe-
86 JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 ngawas Mayjen TNI (Purn) Johny L. Tobing, Ketua Bidang Sosial Mayjen TNI (Purn) dr. Daniel Tjen, Sp.S, Ketua Bidang Komunikasi Mayjen TNI (Purn) Sunaryo, S.E., dan Ketua Bidang Organisasi Mayjen TNI (Purn) Eko Budi Supriyanto. Sebagai tuan rumah, Ketua PPAL didampingi oleh Waketum Laksdya TNI (Purn) Budhi Hardjo, Sekjen Laksdya TNI (Purn) Agung Prasetiawan, Wasekjen Laksda TNI (Purn) Aru Sukmono Indra Sucahyo, S.E., M.M., Bendahara Laksda TNI (Purn) Imam Suprayitno, S.E., M.Tr. Han, Kabid Jianstra, Publikasi & Penerbitan Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, S.H., M.H., Kabid Humas Laksda TNI (Purn) Franklin William Kayhatu, Kabid Bidang Usaha & Ekonomi Laksma TNI (Purn) Heri Suyanto, dan Ketua Paguyuban Purnawirawan Kowal Laksma TNI (Purn) Dr. Sinoeng Hardjanti, S.H., M.Hum. (Redaksi Jalasena)