The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kantor, 2022-05-09 21:27:43

Serat Panitibaya

Serat Panitibaya

L65. Satus sad dasa panca Uwa,

lunga-lunga yen durung den giliri,

yen ana parentah tungguk,
kemit lan patrol rundha,
saprentahe lurah bekel den piturur,
yen ayun anemu arja,

yen tan miturut niwasi.

Keseratus enam puluh lima, janganlah,
berangkat lebih dahulu apabila belum gilirannya/
apabila ada perintah ditunggu,
perintah yang datang dari lurah, bekel, dengan nasehat
apabila menurut menemui baha9ud,
apabila melanggar menemui celaka.

L66. Satus -sad dasa sad ywa,
mopo perintah bener ta iku sisip,

yen perintah becik tinutur,

nadyan tetimbalan,
yen sumelang atanya dhewe abagus,
yen ati-ati yakti bab,
yentan ruengkono nituAsi.

Keseratus enam puluh enam, junganlah,
menyangkal perintah, meskipun salah,

J

jika itu perintah, patuhilah,

meskip* lewat orang lain,

kalau khawatlr, tanyalah sendiri, itu lbih baik,
bila kau berhati-hati pastilah akan berhasil,
kalau tak demikian, akan mendapat cela.

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA 89

1.67 . Ping satus-sad dasa sapta,aj a
negor i wit -wit an kar ang-kitri.
lan ngiris lurung marga gung ,
tanpa sebab kajaba,
purbaning roh lan musthi layang den bunuh,
kang misih urip prakara,
yen gugat urip niwasi.

Keseratus enam puluh tujuh, yaitu,
jangan menebang pepohonan yang berada di pekarangan,
dan menggunduli pohon di sepanjang jalan besar,
tanpa sebab (dikerjakan), kecuali,
oleh sesuatu sebab, dalam surat (kekuasaan/ perintah),
bahwa pohon itu memang harus ditebang,
yang masih berlaku perintahnya,
jika digugat, akan kurang baik jadinya.

L68. Satus-sad dasa astha ja,
angurangi paknn yen ngalab kardi,
marang kebo jaran lembu,
miwahwong jagtilbuja,
kejabaning kang terang jangji tebas tuku,
kang nama silih sambutan,
yen tan wareg aniwasi.

Keserafus enam puluh delapan, janganlah,

mengurangi makan binatang yang kau butuhkan

tenaganya,
kepada kerbau, kuda, lembu,
serta (orang) bujangan yagn mewakili pekerjaanmu,

kecuali kepada orang yang sudah jelas berjanji dalam
berjual beli (kontrak) habis,
demikian juga dalam hal meminjam tenaga,
jika mereka itu tidak kenyang, dapat membahayakan.

90 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

169.Ping satus-sad dasa nawa,
barang bedhil kang sarta maua wisik,
lam mriyem yen nyekel iku,
meteng konthong knng awas,
den prayitna panjawil menek malatuk,
miwah yen den platukena,
yen oleh Taong aniwasi.

Keserafus enam puluh sembilan, ialah,
semua senapan dan senjata yang mempunyai bagian-
bagian perkakas penting,
seperti halnya meriam; kalau memegang (senjata) tadi, baik
sedang berisi (mesiu) ataupun sedang kosong waspdalah,
berhati-hatilah (jangan sampai) terpegang picunya, agar
tidak meletus,
jika memang ditembakkan, hati-hatilah,
jangan mengenai orang/ jelas berbahaya.

170. Satus-sapta dasa aja,
yen mring lumbung mring paT.oon aja angling,
lan mring pedaringan iktt,
dadi ngundang ny eluman,
pangrasane nyeluman gupuh den celuk,
y eku panganing ny elumun,
blaiboros niwasi.

Keseratus tujuh puluh janganlah,
berbicara bila kau pergi ke lumbung (tempat menyimpan
padi) dan ke dapur,
ataubila (sedang) ke pedaringan (bilik tempat menyimpan
beras), dikiranya kau memanggil orang halus,
orang halus itu merasa dipanggil, mereka datang dengan

segera,

itulah dia (pangan tadi) menjadi makanan orang halus itu,
celaka; menyebabkan boros dan kekurangan.

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA 91

L7 1. Satus-sapta dasa eka,
lamun adang angliwet miwah mipis,
kendhil dandang menek rubuh,

tugel gandhikpipisan,
yen tan sarat ngruwat ujar manungseku,
yen kongsi kenen g cintaka,
cacat blai niutasi.

Keseratus tujuh puluh satu, ialah,
bila (sedang) adang, menanak nasi dan mipis (melumatkan
sesuatu depang pipisan),

kebetulan periu dan dandang yang dipergunakan itu

roboh,

demikianpula gandhik (anakpipisan) yang dipakainya itu

putus,

maka jika tak diberi syarat, diruwat seperti kata orang

(banyak),

karenanya bila orang itu sampai terkena musibah,

akan cacad dan celaka.

L72. Satus-sapta dasa dwi ja,
nguyuh ngising marang gon angker singit,
ing kubur myang kayu watu,
tirta raja prawata,

barang angker ing kono aywa ngising n uyuh.

Den keh weka aja naha,
Celane blai niuiasi.

Keseratus tujuh puluh dua, janganlah,
kencing dan berak di tempat yang angker (berpuaka),
juga dikuburan, pohon besar dan batu-batu (besar),
di ari yang besar (sungai) dan juga di gunung,
di tempat yang berpuaka tadi jangan kau berani berak dan
kencing,
di situ harus berhati-hati sekali, jangan sengaja elanggar,
ada celakanya, dapat mendatangkan sengsara.

92 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

173.Satus-snpta dasa tri ja,
aj a naha yen duwe karang kitri,
anegbumiliya iku,

yen adol anebasa,

kudu tutur mringbumi gonkitri mau,
yen tan tutur yen tan trima,

sumelang blai niwasi.

Keseratus tujuh puluh tiga jangalah,
kau sengaja, apablla kau mempunyai pepohonan,
(tetapi) di tanah (pekarangan) orang lairy

apabila kau akan menjual habis hasil tanaman (di

pekarangan orang tadi),
harus memberi tahu kepada orang (yang mempunyai),
pekarangan itu,
jika kau tak memberi tahu, dan dia menuntut,
kalau-kalau dapat mendatangkan bencana juga.

1-74. Satus-sapta dasa catur ja,
lamun sira darbe sabarangkarti,
arya ge-agekawetu,
yen tan kapara nyata,
iku dadi cacade lt)ong arsa luhur,
sapele mrih ginunggunga,
gau)e remeh aniwasi.

Keseratus tuhuh puluh empat, janganlah,
apabila kamu mempunyai maksud apasaja,
(jangan) tergesa,gesa kau paparkan (maksud itu);
kalau memang tidak benar-benar nyata,

itu menjadi salah satu cela bagi rang yang ingin menjadi

orang besar,

hanya karena hal sepele saja, ingin dipuji (orang) sajalah,
maka dapat merendahkan martabat dan mencelakakan diri.

Alih Aksara dan Transliterasi SEITAT PANITIBAYA 93

L75. Satus-sapta dasa panca,
barang knrsa becikbatinen dhisik,
prayogane lawan patut,
awya ansaya-aya,

awya melik sepele mung mrih ginunggung,
luhung meneng yen reknsa,
dimen tan karya niwasi.

Keseratus tujuh puluh lima, yaltu,
segala apa yang kau kehendakibaiklah kau simpan dalam
hati dahulu,
(diusahakan) bagaimana sebaiknya dan bagaimana
sepantasnya jangan terburu-buru nafsu,
jangan hanya karena hal yang sepele saja, ingin dipuji,
(maka) lebih baik diam, apabila ternyata sukar,
biar sajalah, asal tidak membuat celaka (dirimu sendiri.

L76. Satus-sapta dasa sad ja,
lali-lali pomapadha den eling,
in g rin a. kalaw an dal.u,

yw?rgmle.n tnlen sra,
nginjen wisma sira sadhengahing wong puniku,
kulakwarta adol warta,
ikukang gedhe niwasi.

Keseratus tujuh puluh enam, janganlah,
lupa, harap semuanya kau ingat,
di siang hari maupun di malam hari,
apabila kau mengint p-intlp,
di rumah siapa saja,
mencari berita dan mengobral berita,
(ulah) demikian tadi sebagian besar dapat mendatangkan

bencana.

94 Alih Aksara dan Transliterasr SERAT PANITIBAYA

Satiti panitibaya,
Dipuny atna sakedaP awY a lali,
Ywapegat murih rahaYu,
Pakewuhkang wus kocaP,
lJcapena jr oning ty as dipun laduht,
Lulurinen ing salama,
Lumarap amrihbasuki.
(tamating parutlisku tanggal knping 29-4-26)

katandha asma.... S u w a r j a

Tamatlah (kitab) Panitibaya (meneliti bahaya yang mungkin
timbul ini),
berhati-hatilah, sepatah kata pun jangan kau lupa,
senantiasalah berusahalah agar luput dari bencana,
segala rintangan yang telah dibicarakan,
en"dapkan dalamhatimu yang seakan-akan selalu terlihat,
lestarikan selama-lam anY a,
yang pantas dan sesuai untuk mencapai keselamatan'
(setesii dalam penulisan tanggal 29-4-1926) " " S u w a r j a'

AIiIT AKSATA dAN TTANSIiICTASi SERAT PANITIBAYA 95

BAB III

MENGUNGKAP ISI SERAT PANITIBAYA

L Sedikit tentang siapakah Bhatara Khatong

Seperti disebutkan dalam Babad Tanahlawi yang menjadi
dasar penulisan Sejarah tempo dulu oleh Sejarawan asal Belanda
DR.Hermannus ]ohannes de Graaf (H.]. De Graaf), sejarawan
tempo dulu asal kota Sematdngr Amen Budiman, dan bahkan
DR. Hoesien Djajaningrat.serta para pemerhati sejarah tempo
dulu lainnya, bahwa Sunan Katong yang nama aslinya Bhatara
Katong, adalah putera Prabu Kertabhumi yang bergelar Prabu
Brawijaya V dari Raja Majapahit yang terakhir, dari istri asal

Ponorogo. Ia hidup semasa dengan Ki Mode Pandan atau Ki

Ageng Pandan Arary penguasa Tirang Amper atau Pulau Tirang
atau Pulau Bergota atau Semarang (Ahmad Hamam R,2003:
L1). Hubungan antara Bhatara Katong dengan Sultan Fatah dari
Demak adalah saudara seayah lain ibu, karena Raden Fatah

lahir dari ibu yang berasal dari negeri Champa, dan

kelahirannya di Palembang(Amen Budiman,1980:16). Ketika
Prabu Brawijaya masih hidup, ia diberi kepercayaan sebagai
Adipati Wungker Ponorogo. Dan ketika Prabu Brawijaya
meninggalkan Majapahit dan meloloskan diri ke arah timur,
dalam penuturan buku Semarang Riwayatmu Doeloe ketika
itu Bhatara Katong masih tetap memegang kendali Kadipaten

Ponorogo. Sesuai dengan adat istiadat dan kea daanzaman pada

waktu itu, sebagaimana Prabu Brawijaya, Bhatara Katong
memeluk agama Hindu.

Dalam buku Babad Ponorogo diterangkan bahwa tidak
begitu lama, Bhatara Katong memeluk agama Islam bersaksi

96 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

di hadapan Ki Ageng Miratr, dan selanjutnya mendirikan masjid

di Sentono Ponorogo. Bahkan dalam buku Sastra ]awa Lisan
tulisan Yoharni Harjono T.T diceritakan bahwa ketika Prabu
Brawijaya berusaha mencari Bhatara Katong di Ponorogo,
diperoleh informasi kalau putranya sudah tidak ada di

Ponorogo tetapi sudah menyusul kakanya di Demak dan

membuka pemukiman di daerah Kendal.

Dalam cerita sejarah dan cerita rakyat atau cerita futur
diterangkan bahwa cerita-cerita yang menyangkut riwayat

perjalanan Sunan/Bhatara Katong memang saling
berhubungan, dan cerita-cerita itu saling melengkapi. Alur

cerita sejarahnya kemudian dikemas dalambentuk cerita rakyat

yang dihiasi "sanepo" atau kiasan-kiasan yang mengandung

filsafat atau kependidikan. Sebab para penulis babad itu lebih
dilingkari dengan budaya dan bahas a y anghalus serta mereka

lebih mengedepankan rasa.

Catatan Amen Budiman yang dijadikanbahanbaku cerita
rakyat yang suda dikemas dalam bentuk cerita yang penuh

dengan filsafat kehidupan dan mengandung pelajaran

keimanan, lengkapnya sebagai berikut: " Bhatara Khatong

sebenarnya masih terbilang seorang putera Prabu Brawijaya,

Raja Majapahit. Setelah kerajaan Majapahit runtuh, ia belum

bersedia memeluk agama Islam. Adipati Ponorogo ini pernah
diminta oleh saudara tuanya, panembahan Demak untuk
memeluk agama Islam, namun ia menangguhkan setelah

ayahnya meninggal dunia. Namun setelah Prabu Brawijaya
meninggal, Bhatara Khatong ternyata mengingkari janjinya.
Setelah Panembahan Demak mendengarnya,maka masalah ini

disampaikan pada Sunan Bonang. Sunan Bonang mengutus
seorang bangsawan dari negeri Arab, bernama Syeh Wali

Lanang atau Syeh Djumadil Kubro, untuk mengislamkan

Bhatara Khatong. (Amen Budimary1980:19-30).

Nama "Bhatara" di belakang nama Khatong, adalah atas

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA 97

I

pemberian Raden Fatah sebagai upaya untuk memudahkan
berdakwah di lingkungan masyarakat yang masih memeluk
agama Hindhu/Budha walaupun Bhatara Khatong hidup
ditengah-tengah masyarakat yang berbeda namun mereka
berdampingan dalam satu masa (Mas'ud Thoyib ,1987:28-29).

Cerita-cerita yang menyangkut Sunan /Bhatara Katong

sebenarnya menyangkut perkembangan agama Islam di
Kendal/Kaliwungu. Kepadanya memang diberikan derajad
auliya atau wali, sebuah derajad bagi seorang yang beriman

yang telah mencapai tingkat kesempurnaan (Makrifat).

Sunan/Bhatara Katong termasuk kelompok Walisanga

Generasi kedua, tugasnya adalah membawa umat dari
kegelapan ke jalan yang terang (minadh-dhulumati ilan Nuri)
sebagaimana yang telah dilakukan oleh para Walisanga

generasi pertama.

Seorang auliya bisa dipahami bahwa beliau adalah orang

yang dekat dengan Allah SWT. Apa yang menjadi do'a dan
permohonannya banyak dikabulka-Nyu. Ketaqwaan beliau
mengantarkannya pada sebuah kemuliaary yang disebutrya
dengan karomah. Semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa
menerima karyanya sebagai amal shaleh, Amin.

Oleh karenanya Serat Panitibaya yang diciptakan beliau
dalam bentuk tembang pangkur yang berjumlah 176 pupuh

ditinggalkan pada kita sebagai upaya agar bisa mengantarkan

masyarakat untuk lebih meningkatkan iman dan taqwanya.

II. Meniti bahaya yang timbul dalam lT6Larangan

Larangan yangdikemudian hari dijadikan pegangan dan
pusaka unfuk anak cucu agar tidak mendapat celaka dalam
mengarungi kehidupan. Khususnya generasi muda hendaknya
memegang teguhpetuah-petuah ini dan memasukan kedalam
hati agar tetap diingat dan dilestarikan selama-lamanya untuk

98 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAyA

mencapai keselamatan.

Dibawah ini terdapat hal-hal yang terhitung atau

tergolong dapat mencelakakan diri, untuk mengurungkarurya
ada cara yang dapat menuju keselamatan hendaklah jangan
melupakan artinya satu -persatu.

1. ]angan berhasrat mengambil janda teman, pembantu,

majikan, pimpinan serta saudaramu sendiri yang kemudian

nantinya membuat salah paham dan akhirnya membuat

celaka.

2. Jangan menikahi ronggeng (penari) walaupun memiliki

paras yang cantikrupawan, tetapi ketika tidakberhias akan

tertit"rit seperti bad,r[ lorung yang suka ditertawakan) tanpa

takut dan malu bersikap tidak sopan, sehingga dapat

. menghilangkan wibawa.

3. Jangan menikah lebih dari empat kali, jelas bahwa

berlebihan itu tidak baik dan akan merusak hukum,
melanggar sunah rasul. Apabila dilaksanakan akan

menyamai raja serta merusak peraturan, akan durhaka dan

nantinya menyebabkan celaka.

4. ]angan menikahi wanita yang belum sah bercerai walaupun

sudah disetujui oleh bapaknya(orang tua), jangan

menganggap mudah peraturan agama. Apabila sesuafu hal

belum diketahui akhir kebenarannya dan kurang berhati-

hati maka nantinya akan sengsara.

5. Jangan menikahi wanita bekas istri yang telah diceraikan

tanpa surat talak walaupun belum menikah lagi apalagi

tanpa sepengetahuan penghulu. Bila menganggap mudah
hal itu akan menjadi celaka.

6. ]angan seorang pria yang belum merasa berlebihan baik

rnoril maupun rnateriil menikahi wanita lebih dari ernpat

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA e9

orang. |ika semua tidak siap benar akan menjadi sengs ara.

7. Iangan seorang pria yang telah tua menikahi gadis

remaj ajrkakebetulan yang pria kaya tentu akan dihormati,
tetapi bila sebaliknya tidak boleh kaku hati mesti tetap
bersabar. |elas hal ini akan membuat diri celaka.

8. Iangan seorang pria biasa menikahi seorang putri

bangsawan, kecuali atas permintaan raja.|ika atas kehendak
sendiri hal ini akan menjadikan cemooh dan hinaan apabila

tidak dapat menuruti keinginan istrinyd, nantinya akan

mendapat celaka.

9. ]angan seorang pria jejaka menikahi janda atau wanita tua

yang tidak memiliki keturunan, jrka memang bukan
kehendak keduannya hal ini dianggap tabu oleh semua

orang.

10. langan seorang pria bergurau dengan wanita lain seperti
dengan istrinya sendiri apalagi jika diperlihatkan didepan

umum hal itu menjadi tabu meskipun dengan istrinya

sendiri. Apabila suami wanita lain tersebut mengetahuinya
dan merasa dikhianati, nantinya akan membuat celaka.

L1. |angan gegabah dengan wanita yang telah lanjut usia yang

bersuami ataupun belum meskipun dia adalah nenek-
nenek. Diumpamakan api dengan ijuk apabila berdekatan
lama-kelamaan akan terjilat jugu. Diwaktu sepi tak ada
orang ini sangat berbahaya.

72. ]angan suka meminjamkan barang-barang milik pribadi
seperti selendang, kain, penutup dada maupun ikat

pinggang kepada sanak saudaramu sendiri. Apalagi sudah

sama-sama tua dan pelupa, biarpun dengan saud ara

sendiri.

13. Jangan sekali-kali lupa dan harus selalu ingat bahwa

L00 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

perkara yang terbesar terdiri atas dua hal, apabila seseorang

tidak dapat mengatasi dengan cara yang tepat maka
umurnyalah yang akan menjadi taruharmya.Dua hal itu

adalah wanita dan tanah walaupun hanya secuil namun
sangat berbahaya.

14. ]angan mengambil pembantu wanita yang sudah menjadi
janda muda, atau pembantu pnayang menjadi duda muda.
Apabila memiliki rasa cemburu akhirnya akan sengs ara
hatinya.

L5. ]angan bertengkar dengan anak, istri maupun pembantu,
kalau memang bertengkar jangan merusak barang pecah
belah yang menjadikan berantakan. Apulagi anak-anak
menjadi korban ini sangat berbahaya.

76 Iangan meminta pakaian dan rnakanan k"pada istri

walaupun istri seorang Raden, barang tadi tidak akan terasa
nikmat kecuali bagi yang telah tua atau rapuh. Apubila
kamu masih kuat hal itu menjadi cela di kemudian hari.

17. ]angan sering menanggung orang bersuami istri karena
akan membebanimu, sebab nyawa orang lain tidak akan
ditanggung pada akhirnya akan rnencelakakan kamu.

18. ]angan selalu bertengkar dan tidak mempercayar anak,
saudatd, tetangga, kawan-kaw dn, abdi desa dan negara.
Hendaklah berbaik hati dan rukun sebab sifat orang yang
menanarn rasa khawatir pada akhirnya akan sengsara.

19. Iangan masuk ke rumah orang, bila yang empunya

bepergian walaupun ada yang menunggu, yaitu istri dan
abdinya yang telah tua pada akhirnya berbahaya.

20. ]angan seseorang mempercayaikekayaan dan wanita milik
sahabatnya walaupun merasa dirinya berj asa, kekuasaan

bercampur dan terpadu menjadi satu menjadikan hatinya

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA L01.

bermuka dua sampai pada tujuarmya lupa, hal ini membuat

bencalra.

21. |angan bersedia menjadi pengganti (wakil) apabila tidak

mampu benar, dan wakil yang menonjol jika tanpa

kebijaksanaan. Bila tidak dapat menerima dan merangkum
kesukaran tak dapat bersatu padu akhirnya akan celaka.

22. |angan bermalam bila mereka itu lelaki dan wanita, yang
empunya segera melapor ke keamanan, dpabila tanpa
musyawarah ikut di rumah orang akan berbahaya.

23. |angan menumpang terlalu lama di rumah orang terlalu
lama itu tidak baik, apabila meminta makan dan pakaian
walaupun si emp nya kaya lama kelamaan hal ini akan
membuat diri lupa sehin gga mencelakakan.

24. |angan mengganggu anak kecil sampai mena gis yang
tidak dapat ditolong, dibujuk rayu,yang mengasuh jengkel
hatinya, marah dan melotot kepada yang mengganggu

walaupun anak itu sudah besar. Semuanya akan

merepotkan.

25. ]angan akrab dengan anak kecil yang berhenti menyusu
ibunya, jangan disalahkan apabila anak itu ingin ikut dan

tinggal sehingga dapat mengancam ii anya.

26. )angan mengajak anak orang lain itu tidak baik, biarpun

sudah meminta kepada otrang tuanya. Banyak akibat bila
tak berhati-hati tiada lain dapat mencelakakan diri sendiri.

27. |angan lah anak kecil diberi mainan isau jika ia sedang
berlari-larian, bahkan bicaranya masih pelat, jangan

dibiarkan main kemana-mana apabila tidak kuat dapat
mencelakakan diri.

28. |angan anak kecil dipercaya dalam pekerjaan mengasuh

anak yang masih menyusu, semuanya tadi jrttru

102 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

berbahaya.

29. langan menanggapi pembicara penting secara bermanis-
manis, jangan terlalu banyak tertawa dan senyum.
Semuanya ini termasuksikap gegabah, sifatorang semacam
ini lemah. Semua barang yang dikerjakan pada akhirnya
luput.

30. |angan menyuruh orang sering mengingkari janji meskipun
masih saudara. Dasar (sifat) demikian menurut kebiasaan
akan menjadi cela.

3L. )angan mementingkan sifat gegabah, itu tidak baik. Sebab

akan berlarut-larut meniadi kebiasaan, jika tertimpa

perkara penting menjadibingung, dan sifat orangbingung
selalu khawatir akhirnya akan menjadi sengsara.

32. Jangan engkau bepergian sendiri ke negara lain, dengan

diberi janji upah. Apabila engkau tergiur hilanglah

kewaspadaarunu.

33. |angan menghamburkan kesanggupan berlebihan jika tidak

mampu. Kepada siapa iuga baik itu tidak jadi maupun

terus, akan tetap mendapat malu. Sifat orangbila berbicara

banyak tidak dapat dikekang dan akhirnya mengakui

tindakan yang salah, celaka juga hasilnya.

34. langan percaya akan kata-kata dan menyangkal berita.
Sebab keduanya salah belaka, tanggapi dengan akal yang
nyata. Yang percaya juga tak pantas dipercaya sampai di
tujuan akan menyengsarakan juga.

35. ]angan kamu berkuasa apabila belum mendapat

pelimpahan. Berani menggunakan larangan raja untuk
menambah kemasyuranmu, kebetulan ada orang yang
benci akan melaporkanmu, akhirnya sakit hati dan malu

yang akan membawa bencana.

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA L03

36. langan meniru tingkah laku raja, gusti, dan bendoro, yang

ditiru hatinya akan panas menjadi marah hasilnya

membuat cela.

37. langan kamu angkuh, memandang rendah, menghina
sesama manusia, jika dengan akal sehat sudah dapat
diterangkan oleh kehendak Allah yang nantinya engkau
menjadi tumpuan kesalahan, membuat ribut dan celaka.

38. Jangan suka mencaci maki sesama manusia, sementara
yang kau caci maki masih sadar dan menerima saja, bila
tertumbuk pada orang yang tidak sabar akan beruntung
bila dia maumembereskan denganbaik, jika tidakkau akan

kalah.

39. langan sombong, pongah, dan menyanjung diri sendiri

karena kaya raya. Bila dipercaya mengabdi, walaupun
gagah berani, tetapi bila salah badan dapat rusak. Maka
engkau terkufuk dan menjadi sengasara.

40. langan mengandalkan kepercayaan orang lain, ifu tidak

baik kecuali kepada guru. Tidakboleh dipersoalkan sesuatu
yang sah (rahasia) kehendak Allah tidak dapat disangkal,

jika seseorang tidak bersungguh hati, keseimbangan itu

akan membuat cela.

41.. langan sering mempermudah apa yang disebut janji,

apabila bersangkutan dengan janji sertai lah dengan tanda-
tangan, jika tidak disertai tanda-tangan jangan-jangan salah,

jika salah satu mengingkarinya atau kurang terima dan
menuntut maka salah seorang akan menderita rugi.

42. Jangan lancang menyahut pembicaraan orang, itu tidak

baik. Lihat siapa lawanbicaramu jangan asal pandai sendiri.
Apabila orang yang disela pembicaraannya keduanya
berani akan berkelahi dan membuat cela.

104 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAyA

43. langan mempermudah perkara apa saja, segala urusan

yang dikerjakan, jangan membingungkan di kemudian

hari. Akibat dari orang pertama yang memulai kedua orang

akan bertengkar, berperang mulut, yang akhirnya

membuat khawatir dan membuat celaka.

44. Jangan berani menggunakan harta kekayaan bila belum
sah, masih belum jelas, tetapi sudah digunakan. Apabila
tidak mendapat kerelaan dari si empunya dan dia meminta
unfuk kembali, hal ini akan membuat celaka.

45. Jangan selalu berserah diri kepada Tuhan, padahal dia itu

belum tahu arti "pasrah" (menyerahkan diri kepada
Tuhan). Apabila keliru cara dan tidak berhati-hati

merupakan pangkal kesalahan yang tak terpuji.

46. langan berjudi, minum-minuman keras dan memakai
candu walaupun sedang berkuasa dan kaya-raya, hal itu
tidak pantas dan memalukan sehingga negara menjadi
tercemar, badan menjadi kurus, dan menyebabkan

sengsara.

47. Jangan mempunyai saudara yang maksiat dan berlaku

maksiat dan berlaku jahat, mencuri meminum candu wajib
disingkiri, sebab hal itu mengotori negeri dan desa, itulah
musuh raja tidak urung menyebabkan bencana.

48. ]angan sering bertengkar hanya untuk mencari hasil saja.
Memulai pertengkaran bersumpah serapah oleh orang
banyak dinamakan penjahat. Akhirnya bila tersangkut akan

celaka.

49. langan suka membentak, menggertak sesama manusia,

berkata kasar, ngawur dan menipu orang banyak

menyebutnya perampok. Pada akhirnya jelas

membahayakan.

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT I'ANITIBAYA L05

50. |angan suka mengadu berkasak-kusuk, memfitnah, dan

berbicara tak karuan untuk menjual berita menyogok

dengan kebohongan , agar dielu-elukan. Itulah kepandaian
setan. Tiada tahan selalu gelisah dan berbahaya.

51. |anganberkumpul mengundang orang tua dan anak-anak
pada pagi,siang dan petang dan berbicara bisik-bisik
maupun keras. Iangan-iangan mereka digolongkan
perampok, kemungkinan besar diperkirakan pemberontak.
]elas ini mencemarkan dan membawa bencana.

52. ]angan menganggur tanpa pekerj aan, sendiri tak beris tn /

anak justru suka makan dan minum candu pada siang

malam, meni adi pembicaraan orang, jelas tidak

mengenakkan hati dan menjadikan cela.

53. jangan sering berpesta nayub (menari) itu tidak baik, tanpa

beralasan jika kurang waspada akan membahayakan

dirinya.

54. |angan tidur di tetangga pada siang maupun malam hari,

jika bermalam secara wajar , atau begadang ke tetan gga

tidak perlu membawa ap a-apa banyak mengandung
makna. |ika sial mencemarkan diri dan membuat sengs ara.
55. )angan membunyikan kentongan di malam hari, apabila
orang mendengar diangg apnya maling, ja. ganlah
mend atangi sendirian menunggu sampai orang
berkurnpul. Sangatlah berb ahaya apabila mendatangi

sendirian.

56. |angan merasa diri kuat, sombong, bepergian pada malam
hari, malam gelup gulita dan hrjan deras. Bawalah tanda
dengan obor api yang menyala. Aprbila nasib sedang sial
dapat membahayakan diri sendiri.

57. )angan menyembunyikan senapan pada malam hari,

106 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

senapan dibunyikan tanpa ada tujuanr, ditanggapi

masyarakat denga tergesa-gesa, hal ini mernbruat kekalutan.

58. ]angan di malam hari hingga larut, sendi-rian, bersuara

sekehendak hati, berteriak-teriak mengejutkan orang tidur,
jika bukan sedang meronda. Bila jadi salah paham hal itu
berbahaya.

59. Jangan bepergian meninggalkan larangan, tidak perlu
tergesa-gesa menerjang jalan. ]ika nasib sedang sial badan

sendiri yang merasakan dan menyebabkan rsengsara.

60. ]anganbepergian sampai larut malam sehingga bermalam
di jalanary kemungkinan akan mendatangkan bencana.

6L. langan berlagak suci seperti orang sesantri^ guru, dukun,
dan bangsawan ]awa dari sebrang, terkecuali jika engkau
tebal dalam larangan. Tetapi jika terbuka atau ketahuan
akan menjadi hina memalukan sekali, tiada urung
mencelakakan diri.

62. langan berlagak seperti dalang, bangsawan, dan santri
seperti orang berkaya dan berilmu, semua [tu hindarilah.

Semuanya akan menyengsarakan.

63. langan berjualan senjata tajam seperti tombak dan keris

walau kesaktianmu berlebihan, bila negara dan raja
menguasai peraturan tak lain mereka tak rela atau

mengijinkan maka akan dimintalah senjata tajam yang

berbahaya.

64. langan lah kamu merasa pandai, sakti, walau memang
sungguh hebat. ]angan ke sana-kemari menampakkan diri

atau pamer membuat orang pening, semua tadi singkirilah.

Sikap itu membuat hati panas orang, dan berbahaya

bagimu.

65. )angan memperlihatkan senjata ditempat umum walupun

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA 107

itu hanya sebagai pegangan untuk keamanan diri sendiri.

66. langan berjalan-jalan tanpa membawa apa-apa, melihat
kesana-kemari, apabila engkau lengah dan tak berdaya
maka kau akan kalah.

67. Dalam naskah aslinya yang telah disalin tidak tercantum

68. ]angan menutup badan dengan kain, rnenyingkap kain

tinggi-tinggr, memencongkan mulut dengan penuh

tembakau jika sedang melayani majikan dan bapak guru,
serta jika berada di tempat lain. Itu sikap kuran g ajar dan
membuat aib diri sendiri.

69. ]angan keluar rumah sendiri dengan mengurai rambut
berikat pinggang dan bercelana dalam, kain dililitkan
melintang dan menggembungz itu sikap seorang pemimpin
yang kurang ajar yang dapat menjadi contoh masyarakat

dan memcelakakan.

70. ]angan meninggalkan sopan santun cara-cara orang hidup
tanpa mengetahui basa-basi, serta musyawarah yang
menguntungkan, untunglah jika dicaci saja, jika dikiranya
binatang sungguh membuat hina sekali.

71.. ]angan bergembira mendapat pujian tetapi hanya pura-
pura saja,waspadalah terhadap sinar air muka ,fangdapat
menjadi tanda baik atau tidak apabila dengan akal akan
didapat tetapi kalau hanya diam seperti arca akhirnya akan

kekurangan.

72. ]angan lah orang ang senang menari tanpa mengetahui

benfuk tarian, ge ira ria menari sepanjan gjalan, hilanglah

kewibawaaru:tya tanpa mengenal tempat seperti orang gila,

walaupun memberi kegembiraan orang banyak jika tak

pantas akan membuat cela.

73. ]anganlah membiarkan aurat terbuka tanpa kain, sehin gga

L08 Alih Aksara dan Transliterasf SEItAf PANITIBAYA

orang banyak menertawakan hilanglah derajatnya yang
menyebabkan sengsara.

]angan menelanjangi laki-laki dan perempuan yang telah
berurnur selain kekuasaan raja, siapa yang berani berbuat
akan menuai celaka, tiada urung akhirnya akan sengs ara.

75. |angan setengah-setengah menjadi orang yang bertabiat
baik, yang ingin menjadi orang besar jadilah contoh dan
tauladan, jika bodoh hendaknya mempunyai tabiat yang
halus , tabrat yang campur baur akan rnencelakakan.

76. ]angan mempunyai sifat seperti orang memancing, itu
merupakan kesalahan yang terbesar, dengan memikat

akhirnya dia mencari hasil dan menjadikan sifat yang dapat
menghilangkan wahyu dan mencelakakan.

77. ]angan menuruti wanita yang belum berandk, walaupun
sangat kasih padanya dikarenakan wajahnya cantik
seumpama pohon yan gbagus yang berdaun lebat berbunga
sebenarnya ini mencelakakan.

79. ]angan berbicara yang tidak berfaedah dan tak bertujuan,

yang tidak mengikuti nasehat lebih-lebih jika itu bukan

tugasmu. Itu merupakan cela yang besar yang

menghilangkan martabat hanya bermodalkan kecakapan

yang besar. Hal ini apabila tidak dii aga akan

membahayakan.

79. ]angan mempunyai kesenangan pada hewan: ikan, burung,
tanam-tanaman, kerajinan, permata dan emas. Di dunia ini

tiada yang kurang, jika salah mengenai baik buruknya

kegemaran maka akan celaka.

80. ]angan membuat sesuatu jika belum tahu akan hasilnya,
jangan membuat hati kecewa dan jangan lupa untuk
menj aganya. Demikian kebiasaan (sifat) dalam hati yar.g

Alih Aksnra dan Transliterasi SER 4T PANITIBAYA 109

sebenarnya akan membuat hati sengsara.

81. |angan kau kosongkan pada hari kelahiran atau hari
peringatan raja, jagalah sec arabenar kalau kau tidak ingin

tergoda dan dapat menimbulkan kecelakaan.

82. )angan berguru kepada orang yang belum kau ketahui,
akan sifat-sifatnya yang tidak jelas, jangan tertarik akan
bic aranya, jangan tertarik akan gagah kuatnya, serta
ilmunyayang tersamar jika sungguh-sungguh tak terbukti

akan berbahaya.

83. |angan memperhatikan tingkah laku wanita dan apabila
air muka-nya berubah itu lah pangkal tindakan berzrrla.
]ika tak hati-hatr,ketahanan hati akan hilang, nalar berbudi
menjadi bingun1, meresap ke dalam hati, jelas sangat

membahayakan.

84. ]angan memakai senjata yang belum diketahui sifat

kepribadiannya,usia / tua,bahan campurannya warna, bau,

rasa kecuali mengikuti sifat empu pada ju*an

membuatnya. jika tak tahu akan semua ini akan berbahaya.

85. Jangan lah bergadang melampaui batas kebiasaan, kecuali
ke rumah guru, majikdn, atau bendoro. Hal ini berbeda bila
kepada sesama (kawan), apabila keliru dalam pembicaraan
dapat mecelakakan diri.

86. |angan lah gemar akan gendhing (musik |awa) apabila

belum memiliki tingkatan tin ggl, sebab dapat

menyebabkan orang tertarik, hilang kewaspadaannyd,
mengabaikan tindakanbaik. Karena itu waiib menjaga diri
pribadi agar jangan menemui bahaya oleh gendhing

tersebut.

87. langan melupakan orang yang berbuat baik kepadamu,

hendaknya engkau membalasnya dari segala

LL0 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

kemampuanmu, tetapi jangan memperberat dan

mempersulit diri sendiri termasuk menyia-nyiakan badan
sendiri. ]elas itu tindakan salah dan menyengsarakan.

88. |angan suka rnencuri dengar, jika itu bukan kewajibanmu,
mendengarkan suwaktu ada pembicaraan, semua rahasia
yang menjadi larangan akan menjadi kekecewaan hatimu

atas tindakan yang telah lalu. Apabila tidak dapat

mengatasinya akan membahayakan.

89. ]angan mengetahui sifat atau kepribadian sesuatu yang
menjadi penghalang akan keberhasilannya, kebudayaan
yang berhenti dan yang maju itu lebih baik kau ketahui.
Jika tidak demikian akan memalukan.

90. Jangan menyiarkan pembicaraan yang dirahasiakan
sehingga rahasia itu setengah terbuka tabirnya. Apabila
tidak diperhitungkan bahwa itu banyak harganya secara
tidak diketahui dapat mencelakakan diri.

97. Jangan lah apabila hendak tidur tidak membersihkan diri
lebih dahulu,sungguh memalukan. Di waktu tidur segala
yang kau miliki adalah pemberian Tuhan. Yaitu pemberian
roh, jasad, perasaan, indra penciuman. ]ika semua tadi
diambil-Nya tentu menyengsarakan.

92. langan lah di dalam tidur memikirkan bagaimana dunia
ini, sebab itu merupakan larangan ilmu. ]asad atau badan

yang mempunyai tugas sendiri tidak diwajibkan oleh Gusti

Allah untuk memikulnya. Sebenarnya Allah hanya

memerintah saja, kalau tidak demikian tentu akan menuai

kesalahan.

93. ]angan lah sewaktu bangun lupa menyembah kepada

Allah Yang Maha Agung, kedua kepada utusan-Nya,
Kanjeng Nabi yang diutus, sesungguhnya hal ini menjadi

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA LL1

kewajiban semua orang hidup. |ika lupa akan sengsara.
94. |angan lupa ke tempat air untuk membersihkan diri, jika

ada kasih sayang dan anugerah Allah yang tertuju

kepadamu biarlah menuju ke arahmu, sebab Dia senang
melihat orang yang bersih (suci). |ika ceroboh tentu tak
berkenan, wahyu menjadi murung dan membuat cela

padamu.

95. |angan memanggil nama sesama hidup dengan panggilan

" si dadap" atau " si watlJ" , harus lengkap dengan nama

rangkapnya. |angan memanggil hanya diambil depan dan
ekornya saja. Barangkali yang dipanggil menjadi marah,
jika sama-sama berani mendatangkan bahaya.

96. |angan sombong sewaktu ditanyd, tak mau menanggapi,

kalau ditanya dan memberi hormat segera engkau

membalasnya. Orang yang bertanya jika kau abaikan akan

mehjadi marah apabila sama-sama berani akan dapat

berbahaya.

97. |angan menyuruh orang peergi dari rumahmu walaupun
orang yang kau suruh pulang tidak sakit hati dan sabar.
Tanpa sebab apabila ada kecocokan dengan orang itu maka
orang yang sedang susah agar menyerah dan menerima,
hal ini jelas berbahaya.

98. |angan menjadi jalan perantara tindakan yang tidak benar
kecualibila lupa danbelum mengerti, kalau sadar janganlah
sekali-sekali bermaksud menjadi orang yang menyebabkan
orang di penjara. Hal ini sungguh-sungguh berbahaya.

99. ]angan menganggap mudah menjadi wakil apabila yang

diwakili di peni ara, atas segala dosa yang seharusnya

dihukum mati, kecuali bagi orang yang sengaja membela
yang sepantasnyabagi orang yang saling mengasihi. Bila

1-'t2 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

ada salah pengertian, sungguh membahayakan.

100.]angan sering engkau membuang muka dan tak mau

menanggapi kecuali jika engkau lupa. Di tempat manapun
engkau berjumpa dengan saudara dan kerabat maka
tegurlah jangan sombong, walaupun dia orang kecil dan

miskin. Oleh kemarahan doa-nya akan dapat

membahayakan.

101.|angan suka marah, irihati, ringan tangan, menghajar anak,
istri, dan pembantu baik di waktu siang maupun malam
hari, dapat menimbulkan ketegangan. Lebih-lebih bila
dicampuri oleh tetangga, akan membuat celaka.

l02.langan lah menjadi manja merengek-rengek meskipun ikut
ayah, atau sanak saudara yang lebih tua. Sifat ini apabila
berlarut-larut menjadi suafu kebiasaan yang tidak teratur

dan dapat membahayakan.

103.|angan lah suka meminta-minta dengan tidak malu-malu

tak henti-henti agar mendapatkan hasil, itu adalah sifat

orang yang liar tindakannya tidak pantas, tak mempunyai
harga diri, tidak memiliki rasa malu, sungguh membuat
cela diri sendiri.

104. Jangan suka meminta-minta cenderung memaksa, apabila
menjadi kebiasaan merupakan cikal bakal perbuatan yang
tercela

105.]angan makan sembarangan yang dapat menyebabkan
penyakit walaupun terasa nikmat sekali. Karena berlebihan
merasuk ke jasmani dan rokhani dapat berbahaya.

106. Jangan mengundang makan enak disertai minuman keras,
kepada orang yang tidak mau apabila meminum minuman
keras yang wajar agar tidak memabukkan, dan jangan lah

meninggalkan sopan santun. |ika kurang berhati-hati,

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA 1L3

berbahaya sekali.

1.07.Jangan lah makan bersama dengan orang hina dan orang
kecil, jika kamu tidak mengerti sopan santun, baik dengan
atasan maupun orang bawahan. )ika engkau tidak dapat

memperhatikan apa yang tersirat, tak tahu untuk

menyesuaikan tempat maka yang kau perkirakan itu akan

salah.

108.]angan lah membunyikan gamelan dan menyuruh

memainkarmya pada waktu petang dan waktu matahari
tenggelam, selain itu pada hari jumat merupakan larangan
besar. Larangan ini jelas dari raja apabila melanggar akan

celaka.

109.Jangan bersenandung saling bercerita, dan bernyanyi di
waktu maghrib dan pagi-pagi buta, tidak pantas didengar
tetangga. Semua pekerjaan jika di waktu tengah hari harus
berhenti, kecuali jika sedang hujan, dalam perjalanan,
semua itu dilanggar akan mencelakakan.

110. ]anganlah berbicara apalagi dalangnya sampai mendengar,

apabila melihat wayang gedhog dan klithik, purwa, dsb.
Tindakan ini menyebabkan pertengkaran yang membuat

gempar dan membahayakan.

1L1. Apabila melihat ronggeng di waktu siang dan malamhari,
janganlah menyertai orang yang akan memasuki arena
unfuk menari, karena akan dikira merebut gendhing dan
akan menuntut,lalu menyiapkan keris dan menjadi ribut,
serta membuat cela.

ll2.Janganlah menghamba kepada orang yang baru saja naik
pangkat, wanita, bangsawan yang masih muda, tandak
semua itu hindarilah. Bukan tujuanmu segalanya adalah
awal dari kehinaan dan mengakibatkan celaka.

114 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

1.13.Jangan mengembara mengikuti perjalanan penari, sebab

akan selalu menuai masalah

ll,4.langanlah gemar akan peke{ua, tukang kayu, melukis, dan
fukang batu. Karena semua pekerjaan pertukangan menjadi
pantangan bagi mereka yang hendak menjadi besar, sebab
pekerjaan itu tidak sesuai dan dianggap hina oleh sebagian
masyarakat. Bila dilakukan akan membuat cela.

115.]anganlah bertempat tinggal dengan bangsawary sungai
yang besar, jalan besar, pepohonan besar, dan gunung
berapi. Segala macam yang serba besar tidak lah pantas
harus, dihindari. ]ika kau langgar akan berbahaya.

l.l6.langanlah orang kecil sering mengadakan kegiatan
bersamaan waktunya dengan lurah dan majikan, yang
sedang mempunyai hajat kerja, semua keperluan tadi
hendaklah digagalkan.]angan membuat ribut mungkin
sekali banyak artinya dapat terkena kutukan dan akan

menyengsarakan.

117 .J angarrlah sering bekerja sama dalam hal penanamErn modal
dengan lurah dan majikanmu lebih-lebih dalam hal jual beli.

Apalagi bila salah terkena marah, seperti menerjunkan diri

ke dalam api, seringkali dapat membahayakan.

118.]anganlah meninggalkan akal seperti layaknya orang
hidup, yaitu menerapkan diri sendiri (tepo-salira) sabar,
maklum, menjunjung derajat. Apabila meninggalkan arti
atau maksud ilmu tersebut, cepat mendapat celaka dan

sengsara.

ll9.Jangan dengan tiba.tiba masuk dan membabi buta di rumah
bangsawan besar. Sampaikan pemberitahuan terlebih

dahulu, kecuali ada keperluan, gunakan perkiraan

sebagaimana baiknya. Berhati-hatilah jangan mencelakakan

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA 1L5

diri sendiri.

l20.langan menyampaikan arti dan petunjuk mimpi kepada

bangsawan beserta raja, jangan-jangan malah

menyengsarakan.

t2l.Janganlah orang kecil yang tidak mengetahui kedudukan

dirinya berdatang sembah kepada raja menyatakan
sanggup membangun'negara, jelas dapat membuat

sengsara.

L22.Janganlah berkacak pinggang ketika berada di depan

bangsawan, dan menunjuk dengan tangan kiri. Itu tidaklah
pantas, jika tidak dibuang akan membuat celaka.

l23.langanlah mencela, memuji terhadap semua makanan dan

berhati-hatilah jika salah ucapan menganggap rendah
orang banyak, arena masing-masing mempunyai selera.

Hal ini mengakibatkan celaka dapat berbahaya.

l24.langanlah menghamba kepada raja, gusti, bupati dan
mantri yang sedang banyak pikiran, apabila sedang khilaf,
jangan berani memaksa berbicara langsung. ]elas ini akan

mendapat celaka.

l2l.langanlah berguru kepada orang yang mempunyai cela,
wanita, demikian konon kabarnya dari para bangsawan
kuno. Sebab orang hidup tak mungkin tanpa mempunyai
leluhur, akhirnya dapat menyengsarakan.

126.langanlah berani melanggar larangan Kanjeng Nabi,

kecuali itu ada dalam aturan hukum agama, jangan

membunuh kadal, kemlandingan, katak dan kucing.
Keempahrya itu jika tidak dipatuhi akan menemui dosa

dan bahaya akan menimpa.

127 . Hendaknya segala tindakan meniru Nabi, Wali yaitu tanpa
memperhatikan tanggal, bulan dan tahun, hari pasaran,

tto Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

hari pantangan (naas), saat yang baik, waktu yang tidak
baik (sangar) tidak usah menirunya jika tidak kuat. Akan
celaka dan sengsara.

1,28. ]angan berani melanggar kata-kata orang yang memberimu

nasehat. Segala kata-kata yang tidak diindahkan dari
nenek-canggahku, semua itu simpanlah. Anggaplah yang

memberi nasehat sayang kepadamu. Kalau kamu nekad,
celakalah dan sengsara.

129 . J anganlah berusaha untuk melebur apa saja y angdianggap
angker, seperti halnya Sang Hyang Wenang (Dewa), kau
akan kalah beradu kesaktian dengan orang halus. Banyak
orang yang menertawaimu, mendapat malu, dan aib.

130.Jangan melanggar pantangan, peraturan, dan syarat Nabi,
dan dengan sengaja melakukan tindakan haram, makruh,
yang diperunfukkan bagi seluruh manusia. Maka negara
akan menjadi goncang dan akan terjadi bencana.

131.Janganlah anak laki-laki dan perempuan sedarah

diharuskan mengaji Qur'an, dan kitab Nahwu tanpa
perhitungan sebaiknya dalam satu daerah. Karena
dikhawatirkan kecelakaan menimpa mereka.

L3Z.langanlah suka bertirakat, mengasingkan diri di tempat

yang sepi, sungai, kuburan, pohon besar, goa yang gelap,
hutan, gunung, kebetulan dalam satu negara. Apabila ada
yang salah kira akan membuat bencana.

133.Janganlah orang mendapatkan benda amal yang bersifat
rahasia, hasil galian jangan disembunyikan. Sebab apabila
tidak dihaturkan kepada tetua akan mendapat bencana.

1.34.langanlah memberi pekerjaan orang desa bila sedang

mengerjakan sawah, membajak, menyebar benih di ladang
dan juga jangan menyuruh orang yang lapar dan lelah, jika

Alih Aksara dan Transliterasi SEITAT PANITIBAYA 117

ingin menyuruh berilah imbalan yang setimpal. Kalau tidak
dapat mendatangkan aib.

1.35.]angan lari baik kalah maupun menang dalam berperang,
jika menang jangan mencari dan mengejar musuh, apabila
badan sudah penat akan memperoleh kesalahan.

l36.langanlah memelihara harimau dan ular yar.g berbisa
meskipun orang yang memelihara binatang tadi dapat

menguasainya. Namun binatang ifu tetap membahayakan.

737.langan memarahi, menyakiti, melukai lebih-lebih
membunuh binatang hutan yang tidak ada yang

menungguinya. Semua itu berbahaya dan membuat celaka.

138.|angan lupa hewan piaraan itu buas harus diawasi, walau
dibiarkan tetap dikurung diberi tali dhadhung atau diikat,
siang malam dijaga,jangan sampai marah, akan takut dan
khawatir. Orang khawatir dapat menemui bencana.

l39.langanlah menuntun kerbau, lembu, kijang, rusa, dan
anjing kalau lepas akan mendapat kesukaran, dan dapat
membahayakan diri sendiri.

L40. ]anganlah sekali-sekali mendekati binatang buas lebih-lebih

membuat marah walaupun binatang itu penurut, lama
kelamaan menjadi buas dan menjadi marah apabila

seseorang lengah dapat mendatangkan bahaya.

'l,41,.Jangan1ah naik kuda, apabila belum benar-benar

mengetahui tanda-tanda, sifat, baik buruk, kepekaan
geraknya. ]ika belum diketahui kemudian dinaiki dia akan

terus lagi yang akan menyebabkan kehilangan nyawa.

1,42. J anganlah men gartggap mudah melaksanakan pekerjaan

berbahaya, baik yang berada di bawah waktu turun

maupun di atas waktu memanjat kala menyalakan lampu.
Apabila tidak mengetahui caranya akan berbahaya sekali.

LL8 Alih Aksara dan Transliterasr SEITAT PANITIBAYA

L43.]anganlah lengah jika ada api, baik di dalam tungku dan
semua yang menyebabkan nyala api, nyala bakar,

menggoreng, memasak, merokok. ]ika berdekatan dengan

pagar, hutan dan rumah jika waktu kering sangat

berbahaya.

1,44.langan membuat mesiu, jika lupa berbahaya, iangan

menjemurpeluru terlalu lama dimanapun juga. jika udara

panas dan dekat api tidak diperbolehkan akan

mendapatkan sengsara.

1.4i.langanlah mempergunakan senjata untuk memberi hormat

atau bermain, latihan dan sewaktu berperang

mempergunakan granat perhatikan kerja api dalam laras
senapan dan tempat-tempat mesiu. Apabila meleset hal ini
akan berbahaya.

1.46.Jangan meninggalkan kewaspadaan walau kamu pandai
sekali, meskipun kamu mahir, barangkali sewaktu-waktu
badanmu akan sial, celakalah dan dapat bahaya.

1.47.langan memperlebar pekarangan rumah, pagar batas
pekaranganmu tanpa mengadakan musyawarah lebih
dahulu dengan saudara, tetangga kiri kananmu. Orang
memindahkan tugu atau patok batas pekarangan banyak
menimbulkan perkara, kalau dianggap sepele, yang
empunya tidak menerima dan memang dia benar kamu

akan mendapat aib.

L48. Apabila terdapat pagar batu di depan rumah, juga terdapat
terusan yang menghubungkan barat atau timur, padahal
dekat dengan rumah yang pintunya menuju barat selatan
apabila tak dijaga akan menimbulkan hal-hal yang tidak
baik.

l,49.Hendaklah bertindak cepat bila di tempatmu ada orang

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA 119

meninggal, kemudian bagi orang yang banyak kerja
menggunakan waktu, orang yang mempunyai hutang,

orang yang mempunyai anak perempuan dewasa, semua
itu harus diselesaikan. Kalau tidak, akan medapat malu.

150. ]anganlah melakukan apa saja yang menimbulkan bahaya,

seperti semua binatang yang berekor dan berparuh,

sewaktu-waktu dia datang perlahan-lahan dapat

membahayakan.

L51. ]anganlah lupa mencari saksi dua atau seorang yang berani
bersumpah dalam hukum. ]ika digugat dalamperkara bila
tidak siap seperti demikian dapat mencelakakan diri.

l\2.langanlah lupa dalam segala hal perkara yang menjadi
pangkal keperluan utama, keperluan yang sedang,
keperluan tidak penting, lahir batin tanpa menerapkan ilmu
bila lupa akhirnya mendapat bahaya.

153.Janganlah meninggalkan pegangan pokok dalam tulisary
semua pembicaraan yang telah berbentuk tulisan ]awa

maupun Arab, akan disingkirkan bagi mereka yang
kebetulan bertemu, berdebat, dan sama-sama berani

mempertahankan pendapahrya akan menjadi ramai dan
berbahaya sekali.

1.S4.langanlah meninggalkan tulisan |awa dan Arab, itu tidak
baik. Paksakan dirimu harus belajar, syukurlah apabila
dapat menghadapi kesukarart, jangan terpengaruh oleh
rasa malu serta rasa malas. Jelas itu kurang baik, membuat

aib saja.

155.]ika telah tahu maksud isi surat (kitab) jangan bosan

membacanya. Dan jangan hanya kitab tertentu saja yang
dibaca, setiap kitab isinya harus dipahami apabila tidak
mengetahuimutuilmu kitab tadi akanmenjadi sia-sia, dan

120 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

merupakan suatu kekurangan.

156.]anganlah senang mencaci maki kakek nenekmu, mencela
ayah ibumu, gurumu, majikan dan saudara-saudaramu.

Kepada semua yang tua janganlah berani, semua itu
hormatilah dan berbaktilah kepada mereka jika engkau

kena tulah-nya dapat membahayakan dirimu.

157.langan tergesa-gesa kalau belum siap benar. Bila akan
beradu mulut atau berdebat datanglah kepada para tetua
untuk mencari petunj uk terlebih dahulu, apabila tidak akan
mendapat malu dan mengalami kesalahan.

158. Apabila mempunyai perso lan jangan terburu sibuk untuk
mengurusnya, sebab apabila semua yang diurus tidak
dimusyawarahkan terlebih dahulu kepada kamitua kalau
tidak berhati-hati akan c€laka dan mendapat aib.

L59. ]angan lengah, hati-hatilah apabila ditugaskan menangkap

perampok dan segala macam perilaku orang jahat.
Nantikanlah semua orang-orang berkumpul, jangan

engkau bertindak sendiri. Jika badan sedang sial, tanpa
perhitungary dapat membahayakan dirimu.

1.60.langanlah memamerkan keberanianmu ditengah

peperangan, dan kepada semua orang yar.g mendapat
kesalahan. Bila nasibmu tidak baik, dapat mati konyol. Jika
bukan rajayangberperang, kalau engkau meninggal, mati
lah karena Sabillollah, andaikata demikian kau akan

sengsara.

161.]angan mempertemukan orang laki-laki bersenggama
selain orang yang telah sah dalam hukum, terkecuali atas
kuasa raja. Kalau orang biasa dihukum karena melanggar
aturan agarn-a dan merupakan suatu perbuatan yang

membuat aib.

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA 12'1,

l62.langanlah memanjakan pembantu, saudara, anak dan istri,
jangan terlanjur menjadi kebiasaan bagi mereka, biasanya
sifat orang yang dimanja menjadi bodoh, tolol, terlambat
mendapat pengajaran dan biasanya kurang waspada
akhirnya mendapat celaka.

l6S.langan berbicara sambil memikirkan sesuatu apabila

sedang menulis surat mengenai perkara, segala rahasia dan
taktik tidak engkau tulis, dapat membuyarkan perkara,
akhirnya celaka dapat mendatangkan bencana.

1.64.Jangan1ah berkecimpung, bergaul dengan orang tak

beragama dan kau harus memperkuat pendirianmu, jangan
kalah mengenai pemberian dana sifat orang takberagama

tidak mau rugi, maunya hanya untung untuk dirinya

sendiri. Uang dan tanah lebih berkuasa juga atas istrimu.
Hal ini sangat berbahaya.

L65.|angan berangkat dulu sebelum tiba gilirannya, jika ada
perinta tunggulah walaupun siapa saja yang menjadi

atasanmu

L66.Janganlah menyangkal perintah meskipun salah, jika itu
perintah, patuhilah meskipun lewat orang lain. Kalau
khawatir, tanyalah pada diri sendiri itu lebih baik, bila

engkau berhati-hati pastilah engkau akan berhasil. Apabila
tidak akan mendapat celaka.

L6T.Jangan menebang pohon yang berada di pekarangan dan
menggunduli pohon di sepanjang jalanbesar tanpa sebab.
Kecuali dalam perintah yang masih berlaku. Jika digugat
akan kurang baik hasilnya.

L68.Janganlah mengurangi makanan binatang yang kau
butuhkan tenaganya. Kepada kerbau, kuda, lembu, serta

orang yang mewakili pekerjaarunu, kecuali orang yang jelas

122 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

berjanji dalamberjualbeli juga dalam hal meminjam tenaga.
]ika mereka tidak kenyang dapat membahayakan.

L69. Semua senapan dan senjata yang mempunyai bagian

penting seperti halnya eriam, mesiu, berhati-hatilah

memegang picunya. Waspadalah baik berisi maupun
sedang kosong, jika memang ditembakkan hati-hatilah

jangan mengenai orang, jelas berbahaya.

l7}.langanlah berbicara bila kau pergi ke lumbung, dan ke

dapur, atau bila sedang ke pedaringan (bilik tempat

menyimpanberas). Sebab dikira engkau memanggil orang
halus. Apabila mereka datang dengan segera, pangan tadi
menjadi makanan orang halus akan menyebabkan boros
dan kekurangan.

77 1. Bila sedang menanak nasi dan melumatkan sesuafu dengan
pipisan, kebetulan periuk danm dandang tadi roboh berikut
juga anak pipisan/gandhik dipakainya putus, maka jika tak

diberi syarat, diruwat seperti kata orang banyak, terkena
musibah, cacat dan celaka.

LT2.langanlah kencing dan berak di tempat yang angker,

kuburary pohon besar, batu besar, sungai dan juga gunung
, disitu harus berhati-hati sekali, jangan sengaja melanggar
akan celaka dan mendapatkan sengsara.

l73.Janganlah engkau menjual habis pepohonan yang berada
dipekarangan oranglain, tanpa memberitahu kepada orang

yang memiliki perkarangan, dia akan menuntut

dikemudian hari akan mendatangkan bencana.

l7L.langanlah engkau menyampaikan maksud yang tidak
benar-benar nyata secara tergesa-gesa, ifu salah safu cela
bagi orang yang ingin menjadi orang besar, karena hal

sepele. Apabila ingin dipuji orang maka dapat

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA 123

J

merendahkan martabat dan mencelakakan diri.

l71.langan hanya hal sepele ingin dipuji. |anganlah terburu
nafsu karena ingin secepahrya menyampaikan kehendak
lebih baik diam apabila temyata sukar biarkan saja. Asal
tidak membuat celaka diri sendiri.

l76.Janganlah lupa dan haruslah engkau ingat pada siang hari

maupun malam hari. Janganlah mencari berita dan
mengobral berita (membuat ulah). Demikian tadi

mendatangkan bencana.

Serat Panitibaya keseluruhannya berbentuk tembang
Pangkur (nama syair ]awa) terdiri atas 176 pupuh. Dengan
demikian pupuh-pupuh tersebut tidak membatasi isi suatu
masalah y angdiutarakan. Memang kadang-kadang demikian,
tetapi banyak pula yang menunjukkan bahwa suatu masalah

diutarakan dalam beberapa pupuh. Oleh karena itu dalam

membuat ringkasan isi tidakberdasarkan urutan pupuh, akan
tetapi dibagi menurut masalahnya seperti uraian dibawah ini.

L. Kewajiban manusia pada Sang Pencipta
a. Selalu berserah diri dan pasrah
b. Selalu bersyukur atas segala karunia-Nya
c. Beribadah (menyembah) dikala suka dan duka

2. Sifat-sifat yang tidak terpuji dan harus diiauhi
a. Sering ingkar janji
b. Angkuh
c. Sombong
d. Pongah
e. Malas
f. Menyanjung diri sendiri

124 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

g. Memandang rendah sesamamanusia
h.
i. Selalu menghina sesama manusia
Menginginkan yangbukan haknya

ik.. Suka mengadu
Berkasak-kusuk
l. Memfitnah

m. Berlagak suci

n. Ceroboh
o. Menipu
p. Menggertak
q. Senang berhutang tetapi tak mengembalikan
r. Malas
s. Ingin selalu mendapatpujian
t. Gemar akan gemerlap duniawi
u. Sukabertengkar
v. Tak tahu belas kasihan
w.
Suka pamer(menampakkan diri)
x. Bersumpah serapah
y. |ika berhadapan kelihatan baik, tetapi jika dibelakang

z. membicarakan yang kurang baik
Memuji yangbelum tentu kebenarannya

3. Sifat-sifat yang terpuji

a. Cekatan dalam menangani masalah
b. Memafuhi nasehat leluhur
c. Tenang
d. Sabar
e.
f. Menghormati pada yang lebih tua
Tidak menonjolkan Pangkat
g. Tidak menonjolkan kepandaian
h. Tidak menonjolkan kekayaan
i.
j. Rajin mencari dan menuntut ilmu yang bermanfaat
]angan membuang muka apabila ditegur

Alih Aksara dan Transliterasi sERAr PANITIBAUA 125

k. Tepa salira (menerapkan diri sendiri pada orang lain)
l. Tidak cepat merasa puas

m. Sopan santun

n. Selalu menjaga kebersihan
o. Tahu membalas budi sesuai dengan kemampuan
p. Selalu mengormati tamu
q. Mengetahui kedudukan dirinya

4 Perbuatan yang tidak dibenarkan bagi kaum pria

a. Mengambil janda teman, pembantu, majikary pimpinan

dan saudara sendiri

b. Mengawini wanita yang belum sah bercerai
c. Mengawini bekas istri sendiri tanpa surat talak
d. Mengawini wanita lebih dari empatbila tidak siap moril

dan materiil

e. Mengawini wanita keturunanbangsawan

t. Mengawini wanita yang kekayaarurya lebih dari dirinya

g. Mengawini wanita yang masih remaja atau belia (beda

usia jauh)

Sikap yang perlu diperhatikan apabila berkata-kata

1,,. a. Mengeluarkan kata-kata kotor
b. Selalu memancing amarah
c, Tahuakankebenarannya
d. Membuka tabir yang sebenarnya bersifat rahasia
e, Lihat siapa lawan bicaramu

f. Lancang menyahut pembicaraan

g. Perhatikan situasi dan kondisi
h. Hasilnya tidak berfaedah dan bertujuan baik

, i. Pesan leluhur
a. Janganberani melanggar kata-kata orang yang memberi

nasehat

,,11126 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

b. ]angan beradu kesaktian dengan "orang halus" pada

tempat-tempat angker

c. |angan meniru tingkah laku Raja dan Pembesar
d. |angan bersenandung, bernyanyi dan saling bercerita

diwaktu magrib dan subuh(pagi-pagi sekali)

e. Apabila melihat pertunjukkan wayang L

(Purwa,Gedhog,Klithik) jangan berbicara apalagi bila

dalangnya mendengar

.f ]angan bertempat tinggal dekat sungai, jalan pepohonan

yar.g serba besar dan gunung berapi

hB.. Menyampaikan arti dan petunjuk mimpi pada raja
]angan bertandang atau bertamu dan masuk kedalam

i. rumah apabila si empunya tidak ditempat
j.
)angan menyuruh orang yang lapar dan lelah
Janganberbicara apabila pergi ke lumbung, pedaringan

dan dapur sebab dikira memanggil roh halus
k. Apabila menanak nasi periuknya roboh dan ketika

memipis (anak pipsan patah) jika tidak diruwat akan

mendatangkan bencana

1. Jangan buang air kecil/besar pada tempat angker /

wingit

m. ]angan menggemari gending apabila belum memiliki
tingkatan pemahaman yang tinggi

n. Jangan membunyikan gamelan pada wakfu petang hari

dan jumat dari pagi sampai petang itu adalah larangan

7. Orang yang tak pantas didekati
a. Orang kapir atau tak beragama
b. Selalu mengajak melakukan tindakan maksiat
d. Menjadi perantara tindakan yang tidak benar
e. Memiliki tabiat yang setengah-setengah
t. Menghamburkan kesanggupan yang berlebihan tetapi

tidak mampu

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA 127

g. Selalu menyangkal perintah

8. Tindakan yang berhubungan dengan anak-anak
a. Memberi mainanbenda tajam
b. Mengganggu sampai menangis dan tidak dapat

ditolong/dibujuk

c. Terlalu akrab /dekat sehingga apabila ditinggal tidak

bisa

d. Mengajak orang lain tanpa seijin orang tuannya
e. Menyuruh anak-anak dibawah umur mengasuhbayi

9. Tindakan yang berhubungan dengan senjata api
a. Waspada dan berhati-hati memegang senjata baik berisi

mesiu ataupun tidak

b. Mempergunakan senjata, granat, meriem danperkakas

yang lain memahami cara kerjanya

c. Membunyikan senapan pada malam hari tanpa ada

tujuan akan membuat kekalutan

L0. Adab bertamu dan bertetangga

a. Apabila bertamu dan si empunya tidak ada walaupun

ada yang menunggu janganlah masuk

b. Kalau ada yang bermalam segeralah si empunya

melapor pada pejabat setempat

c. Apabila menumpang dirumah seseorang walaupun

masih saudara dekat jangan terlalu lama

d. |angan terlalu sering begadang dirumah tetangga
t.e. ]angan begadang melampaui batas

Jangan memanggil seseorang dengan nama "paraban"
(nama sebutan)

g. Suka meminta-minta tanpa malu
h. )anganlah mengintip untuk mencari berita di rumah

siapa saja baik malam ataupun siang hari

I28 Alih Aksara dan Transliterasr SERAf PANITIBAYA

11. Sikap dalam menangani pekeriaan

a. Menanggapi permasalah dengan bergurau / tidak

serius

b. Selalu meminta dan melihatbesarnya upah yang akan

diterima

c. Sebelum diperintah jangan selalu mendahului yang .

memerintah

d. Menggampangkan pekerjaan pada awalnya, tetapi akhir

nantinya akan terbengkelai

Alih Aksaia dan Transliterasr SERAT PANITIBAYA 129

BAB IV

PENUTUP

Serat Panitibaya yang berhuruf ]awa dan berbahasa ]awa,
merupakan koleksi naskah yang dimiliki museum Jawa Tengah
Ronggowarsito yang belum pernah diterjemahkan kedalam

bahasa Indonesia. Usaha yang dilakukan kiranya

diperuntukkan bagi mereka yang tidak dapat berbahasa ]awa.
Sedangkan bagi yang nrenguasai bahasa ]awa dengan baik kami
kira dapat membaca teks aslinya .

Harapan besar kirannya pesan yangtelah tersurat dalam
Serat Panitibaya yang dikarang oleh Bhatara Khatong ini dapat
dipahami kemudian menjadikan renungan untuk kita semua
dalam menanggapi perkembangan lingkungan dan tantangan

sejarah, agar generasi mendatang tidak kehilangan arah ,
pegangan serta mengambil alih begitu saja nilai-nilai dan
gagasan dari luar yang belum tenfu sesuai dengan nilai-nilai
budaya bangsa. Maka dari itu naskah-naskah kuno harus
diselamatkan, dengan cara mengungkap isi kedalam bahasa

Indonesia dan disebarluaskan pada masyarakat.

Isi yang telah diutarakan seluruh pupuh dalam Serat

Panitibaya menjadi sebelas bagian yaitu : kewajiban manusia pada
Sang Pencipta, sifut-sifat yang tidak terpuji danharus dijauhi, sifut-
stfat yang terpuji, perbuatan yang tidak dibenarkan bagi knum pria,
sikap yang perlu diperhatikan apabila berkata-knta, pesan leluhur,
orang yang tak pantas untuk didekati, tindaknn yang berhubungan
dengan anak-anak, tindakan yang berhubungan dengan senjata api,
adab bertamu dan bertetangga serta sikap dalam menangani suatu

pekerjaan. Pembagian tersebut dalam naskah tidak tampak,

bahkan disana-sini pemyataan atau ajaran sering diulang-ulang.

L30 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA

Pengulangan dalam pengutaraan tiap-tiap hal sering dan

dicampur aduk. Hal ini mungkin karena penulis naskah

mengejar persyaratan penulisan puisi (syair tembang ]awa)
yang sangat terikat kepada (a).jumlah baris setiap bait(jumlah

gatra setiap pada), (b). jumtah suku kata setiap barisnya (guru

wilangan), dan (c). suara akhir setiap baris (guru lagu).

Kirannya hal ini pula yang menyebabkan puisi atau tembang
]awa sukar diterjemahkan kata demi kata sesuai dengan
urutannya.

Menurut hemat penulis tiap-tiap ajaran tersebut
dibandingkan dengan nilai dan gagasan seperti yang

terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara danUndang-
undang Dasar 1945, ajaran tersebut masih sesuai untuk masa
kini.

]ika dalam mengalih aksarakan dan transliterasi

barangkali ada yang kurang tepat, kami mohon dengan sangat

pada pembaca yangbudiman atas saran dan masukannya demi
sempurnannya penulisan ini.

Pada akhirnya hanyd' satu harapan, semoga karya sastra

yang mempunyai nilai luhur ini semoga membawa manfaat

bagi kita semua sadar atau tidak sadar, dan sedikit atau banyak,

terlebih tentang pengetahuan yang memang sudah terpendam
sekian ratus tahun menjadikan wawasan kita bertambah dan

berkembang. o

Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA L31

KEPUSTAKAAN

Bhatara I(hatong, Serat Panitibaya. Koleksi Museum ]ateng
Ronggowarsito.

Budiman, Amen. 1980. Semarang Riwayatmoe Doeleo.

Tanjungsari

Rochani, Ahmad Hamam. 2003. Sunan Khatong dan
Pakuwaja. Dari Gerbang Majapahit sampai pintu Mataram

Kendal seri 01. Kendal : Intermedia Paramadina
Thoyib, Mas'ud. "1.987. Sunan Khatong dan Pakuwojo.
StUdiO 80, TMII

132 Alih Aksara dan Transliterasi SERAT PANITIBAYA




Click to View FlipBook Version