The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nurrahmahrahmah551, 2022-12-06 22:55:00

INDIVIDU TUGAS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

INDIVIDU TUGAS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

pertimbangan awal dalam penyusunan bahan ajar, sehingga ketika bahan ajar
tersebut dipakai oleh peserta didik, tidak akan memberikan kesulitan bagi beberapa
gaya belajar peserta didik. Bahan ajar harus luwes, sehingga dengan keragaman
peserta didik akan tetap belajar menggunakan bahan ajar tersebutdengan motivasi
yang tinggi untuk mencapai tingkat kompetensi yang diinginkan. Bahan ajar atau
buku ajar yang dirancang harus disertai dengan pedoman bagi peserta didik dan
pedoman bagi pengajar atau pelatih, dengan tujuan memudahkanbagi peserta didik
dan pengajar dalam proses belajar-mengajar.5

Peran guru/pendidik/pelatih dalam pemanfaatan buku ajar, antara lain:

1. Membantu peserta didik untuk dapat belajar dengan baik, yaitu melalui
perencanaan proses belajar dan cara belajar.

2. Sebisa mungkin peran guru juga mengajak peserta didik untuk dapat bekerja
kelompok atau belajar secara berkelompok.

3. Membimbing peserta didik dalam pemakaian buku ajar terutama dari tugas-
tugas pelatihan yang telah dijelaskan dalam tahap belajar.

4. Memotivasi peserta didik untuk mempunyai kemauan menambah pengetahuan
dengan mencari sumber informasi lain selain buku ajar yang sedang digunakan.

5. Menjawab pertanyaan peserta didik, dan melakukan diskusi di kelas ketika
sedang dilakukan proses pembelajaran tentang materi yang bersangkutan.

B. Teknik Penyusunan Bahan Ajar Cetak

Dalam teknik penyusunan bahan cetak ada beberapa ketentuan yang hendaknya kita
jadikan pedoman diantaranya sebagai berikut : a . Judul atau materi yang disajikan harus
berintikan kompetensi dasar atau materi pokok yang harus dicapai oleh peserta didik . b .
Untuk menyusun bahan cetak ada enam hal yang harus dimengerti ( Steffi dan Ballstaedt
dalam Diknas , 2004 ) , yaitu :

1. Susunan tampilan harus jelas dan menarik .

2. Bahasa yang mudah .

5 Panggabean and Danis, Desain Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Sains, hal. 57-58.

88


3. Mampu menguji pemahaman .
4. Adanya stimulan .
5. Kemudahan dibaca .
6. Materi instruksional .

2. Syarat Penyusunan Bahan Ajar dalam Bentuk Buku

Persyaratan dalam penyusunan bahan ajar berbentuk buku

a. Keamanan nasional
Cara penyajian, bahasa, ilustrasi dan isi dalam buku pelajaran selaras dan
tidak bertentangan dengan peraturan undang-undang yang
berlaku.Menghormati kerukunan hidup umat beragama.6

b. Isi buku pelajaran
Dalam menyusun isi buku sebaiknya memuat bahan pelajaran minimal
yang harus dikuasai siswa. Sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Bersifat relevan dengan tujuan pembelajaran. Memiliki nilai kebenaran
ditinjau dari struktur keilmuan. Sesuai dengan perkembangan IPTEKS.
Kedalaman dan keluasan isi buku sesuai dengan jenjang pendidikan.7

c. Cara penyajian
1) Urutan uraian teratur
2) Penahapan penyajian
3) Sederhana ke komplek
4) Mudah
5) Saling memperkuat bahan kajian terkait
6) Menarik minat dan perhatian
7) Menantang dan merangsang siswa untuk mempelajari buku

6 Galuh Setyowati, Lebi Chandra, and dkk, “Penyusunan Bahan Ajar” 5 (2011).
7 Miftakhul Huda and Rahmah Purwahida, “Penyusunan Bahan Ajar,” n.d.

89


8) Pengorganisasian dan sistematika penulisan memperhatikan aspek
kemampuan siswa.

d. Bahasa yang digunakan
1) Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar

2) Kalimat yang digunakan sesuai dengan tingkat kematangan dan
perkembangan siswa

3) Kosakata, istilah dan simbol-simbol dapat mempermudah pemahaman
siswa

4) Menggunakan tranliterasi yang telah dibakukan

e. Ilustrasi
1) Relevan dengan isi buku pelajaran
2) Tidak mengganggu kesinambungan antarkalimat, antarparagraf dan bagian

dari isi buku
3) Merupakan bagian terpadu dari keseluruhan isi buku
4) Jelas, baik, dan esensial untuk membantu siswa dalam memahami konsep

3. Petunjuk Penyusunan Bahan Ajar dalam Bentuk Buku

Bahan ajar didefinisikan sebagai segala bentuk bahan, baik tertulis maupun
tidak tertulis, yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam
melaksanakan proses pembelajaran dan menjadi bahan untuk dipelajari oleh
peserta didik dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan.
Melalui bahan ajar yang tersusun sistematis, setiap mahasiswa/peserta didik dapat
belajar secara efektif untuk memahami dan menerapkan norma (aturan, sikap dan
nilai-nilai), melakukan tindakan/keterampilan motorik, serta menguasai
pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur, dan proses) sehingga standar
kompetensi pembelajaran dapat tercapai. Selain berfungsi sebagaipedoman bagi
dosen/guru dan mahasiswa/peserta didik dalam menjalankan semua

90


aktivitas pembelajaran, bahan ajar juga berisi substansi kompetensi dan menjadi
alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.8

Bahan ajar dapat disusun dari berbagai macam sumber belajar (benda,
data, fakta, ide, orang, dan sebagainya) yang potensial untuk dipelajari atau
memiliki potensi untuk menimbulkan suasana dan proses belajar. Sumber bahan
ajar dapat berasal dari berbagai disiplin ilmu baik dari rumpun ilmu alam maupun
sosial. Kedalaman cakupan dan keluasan isi materi ajar harus dipertimbangkan
secara seksama sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kondisi kemampuan awal
peserta didik. Pengembangan bahan ajar perlu disusun mengacu pada kurikulum
yang berlaku, khususnya yang terkait dengan kompetensi, standar materi dan
indikator pencapaian. Selain itu penyusunan bahan ajar juga tetap memperhatikan
karakteristik dan kebutuhan peserta didik yang meliputi lingkungan sosial, budaya,
geografis maupun tahapan perkembangan siswa.9

Karakteristik bahan ajar yang dikemukakan dalam makalah ini adalahbahan
ajar yang memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan intelektual,
sosial, dan emosional siswa dan merupakan penunjang keberhasilan dalam
mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa Indonesia dapat membantu
siswa mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, menyampaikan
gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa
tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analisis dan imaginasi
yang ada dalam dirinya.10

Prosedur yang harus diikuti dalam penyusunan bahan ajar, yaitu meliputi:

1. Memahami standar isi dan standar kompetensi lulusan, silabus, program
semeter, dan rencana pelaksanaan pembelajaran.

8 Reviandari Widyaningtyas and rika widya Sukmana, “Langkah-Langkah Pengembangan Bahan
Ajar” 3 (2021).
9 Sopiah, Ahmad Murdiono, and Dkk, “Pelatihan Dan Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar,”
Jurnal Karinov 2, no. N0. 1 (2019).
10 an fatirul, Mengembangkan Bahan Ajar (jakarta Timur: CV. Pena Persada, 2021).

91


2. Mengidentifikasi jenis materi pembelajaran berdasarkan pemahaman terhadap
poin (1).
3. Melakuan pemetaan materi.
4. Menetapkan bentuk penyajian.
5. Menyusun struktur (kerangka) penyajian.
6. Membaca buku sumber.
7. Mendraf (memburam) bahan ajar.
8. Merevisi (menyunting) bahan ajar.
9. Menguji cobakan bahan ajar.
10. Merevisi dan menulis akhir (finalisasi).

Petunjuk penyusunan bahan ajar dalam bentuk buku ajar ditulis untuk tujuan
instruksional tertentu, disusun secara sistematis dan runut berdasarkan alur dan
logika tertentu, dan dilengkapi dengan kebutuhan sarana pengajaran agar
pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan secara efektif dan efisien sesuai dengan
rencana yang telah disusun. Buku ajar disusun untuk membantu mencapai tujuan
pembelajaran atau kompetensi tertentu.11

Buku ajar yang baik harus memberikan makna yang cukup berarti bagi
peserta didik. Ketika seseorang membaca sebuah buku ajar, maka pembaca tersebut
dipastikan akan segera dapat menangkap pesan dan makna yang terkandung di
dalamnya. Jangan sampai pembaca tidak mendapatkan pesan dan makna apa-apa
ketika telah membaca beberapa halaman pertama buku ajar tersebut. Sebuah buku
yang baik harus mampu menjadikan pembacanya

11 Mohammad abid Amrullah, “Pengembangan Bahan Ajar Berbentuk E-Book,” Journal Education,
2022, 163.

92


memahami makna dan memperkirakan hasil yang diperoleh dari membaca buku
tersebut. 12

Bahasa komunikasi menjadi faktor kunci untuk menghasilkan pemahaman
yang baik dari pembaca. Bahasa buku ajar hendaknya menggunakan kalimat
efektif, sederhana, terhindar dari makna ganda, sopan, menarik dan sesuai dengan
penguasaan bahasa yang dimiliki oleh pembaca yang menjadi sasarannya.
Perkembangan kognitif pembaca juga perlu diperhatikan agar buku ajar dapat
dibaca dengan baik oleh pembaca yang memiliki kemampuan kognitif rata-rata,
namun juga dijaga agar pembaca yang cerdas tidak menjadi bosan karena tantangan
yang terlalu rendah. Isi buku ajar harus berhubungan erat dengan materikuliah lain
dalam rangkaian kurikulum, dan lebih baik lagi kalau didukung denganperencanaan
yang menyeluruh untuk mencapai tujuan dan kompetensi tertentu.13

Buku harus mampu membangun motivasi pembacanya untuk belajar. Bukuyang
baik menstimulasi pembaca untuk menjaga perhatian pada apa yang sedang
dipelajarinya. Ada magnet perhatian yang ditanamkan oleh penulis dalam suatu
buku yang baik sehingga pembaca tetap bertahan untuk mengikuti apa yang
disampaikan penulis dalam bukunya.14 Peran dosen di dalam kelas dibatasi oleh
waktu. Untuk mengisi keterbatasan ini buku ajar harus mendorong pembaca untuk
mengembangkan pola belajar mandiri.15 Ilustrasi yang tepat, relevan, dan menarik
akan sangat membantu pembaca untuk belajar mandiri. Buku ajar memberikan
uraian tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, dan rangkuman yang disusun
secara sistematis dan terstruktur agar pembaca dapat belajar secara fleksibel melalui
berbagai pola pembelajaran, mendapatkan kesempatan untuk berlatih, danmampu
mengakomodir berbagai kesulitan pembaca. Buku merupakan medium untuk
belajar, dan oleh karena itu memberikan pembatas antara benar – salah,

12 Das Salirawati, “Teknik Penyusunan Modul Pembelajaran” 13, no. No. 1 (2010).
13 Ina Magdalena, Tini Sundari, and dkk, “Analisis Bahan Ajar,” Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial 2
(2020): 311–26.
14 Salirawati, “Teknik Penyusunan Modul Pembelajaran.”
15 nova trisna Wati, Erviyenni, and Betty Holiwarni, Pengembangan Bahan Ajar Dalam Bentuk
Buku Pada Bahasa Asam Basa (Jakarta: journal of education, 2021).

93


MAKALAH XI
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT
A. Pengertian Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ICT

Menurut Dr. mohammad syarif pada buku Strategi Pembelajaran, Bahan
ajar adalah segala sesuatu yang hendak dipelajari dan dikuasai parasiswa, baik
berupa pengetahuan, keterampilan, maupun sikap melalui kegiatan
pembelajaran. Bahan ajar merupakan salah satu sumber belajar dalam bentuk
konsep, prinsip, definisi, gugus ide atau konteks, data maupunfakta, proses, nilai,
kemampuan dan keterampilan.1 Bahan ajar harus selaludi kembangkan dan
hendaknya mengacu pada program dalam silabus yangproses pembelajarannya
disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungan peserta didik. Selain disesuaikan
dengan kebutuhan dan lingkungan pesertadidik pengembangan bahan ajar juga
perlu di sesuaikan dengan perkembangan zaman agar peserta didik dapat
mengikuti perkembangan zaman.

Salah satu bentuk pengembangan bahan ajar yang disesuaikan dengan
perkembangan zaman adalah pengembangan bahan ajar berbasis ICT. ICT
adalah bentuk singkatan dari Information and Communication Technology atau
yang biasa kita sebut sebagai TIK ( teknologi informasi dan komunikasi). Dalam
jurnal pengembangan pembelajaran berbasis ICT dalam pendidikan islam, Tinio
mendeinisikan TIK sebagai seperangkat alat yang di gunakan untuk
berkomunikasi dan menciptakan, mendiseminasikan, menyimpan, dan
mengelola informasi.2

ICT harus terus dikembangkan supaya anak-anak zaman sekarang bisa
mengetahui perkembangan teknologi yang nantinya bisa membantu mereka dan
memudahkan mereka untuk memperluas wawasan dalam proses pembelajaran.
Information and Communication Technology atau ICT memiliki dua aspek,
yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi
mencakup segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat
bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Dan teknologi komunikasi
mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk
memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

1 Muhammad Syarif Sumantri, STRATEGI PEMBELAJARAN. TEORI DAN PRAKTIK DI TINGKAT PENDIDIKAN
DASAR, 2nd ed., vol. 2 (Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2016), 217.

93


Menurut Radode Kristiano Simarmata dalam buku pengembangan
bahan ajar dan media pendidikan SD, bahan ajar berbasis ICT adalah bahan ajar
yang disusun dan dikembangkan dengan menggunakan alat bantu ICT unntuk
mengelolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,
memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang
berkuallitas.3 Jadi, pengembangan bahan ajar berbasis ICT adalah
pengembangan bahan ajar yang di sesuaikan dengan perkembangan zaman yaitu
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah satu media
pembelajaran. Pada proses pembelajarannya, bahan ajar (materi pembelajaran)
di jelaskan atau di samapaikan melalu ICT. Tidak hanya sekedar penyampaian
materi, penugasan siswa / mahasiswa juga bisa di lakukan melalui ICT yaitu
mind mapping, google classrom, zoom, maupun aplikasi lainnya.

B. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ICT
Dunia pendidkan Indonesia selalu mengalami perubahan dan

perkembangan untuk menyesuaikan zaman dan kebutuhan peserta didik. Salah
satu komponen dalam pendidikan Indonesia yang senantiasa berubahadalah
kurikulum pendidikan. Kurikulum pendidikan Indonesia sering berubah saat
pergantian presiden untuk mengikuti kebijakam mentri. Menurut Trianto ibu
badar at-tabany dan Hadi Suseno dalam buku desain pengembangan kurikulum
2013 di madrasah, orientasi kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan
keseimbangan antara sikap (atitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan
(knowladge).4

Salah satu isi dari kurikulum 2013 yang di jelaskan oleh Akbar
Iskandar,Acai Sudirman dkk. Pada buku aplikasi pembelajaran berbasis TIK,
Adalah pembelajaran berbasis TIK (teknologi, informasi dan komputer) yang
semakin berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan kurikulum
pembelajaran dan teknologi.5

Dalam kurikulum 2013, TIK / ICT tidak hanya berperan sebagai media

3 Radode Simarmata, PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN MEDIA PENDIDIKAN SD, ed. Nancy Angelia Purba,
vol. 1 (Tasikmalaya: Perkumpulan rumah cemerlang Indonesia, 2022), 105.
4 Tritianto Ibnu Badar At-Taubany and Hadi Suseno, DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 DI
MADRASAH (Depok: Kencana, 2017), 2.

94


atau alat bantu dalam proses pembelajaran, namun juga di jadikan sebagai
bagian dari proses penentuan dan peningkatan kreativitas siswa. Sesuai dengan
perkembangan kurikulum yang selalu berubah mengikuti pekembangan
zaman, maka komponen lain dalam pendidikan seperti bahan ajar pun perlu di
kembangankan mengikuti perkembangan zaman. Yang salah satunya adalah
pengembangan bahan ajar berbasis ICT. Menurut Muhammad Ali dalam jurnal
pengembangan bahan ajar english for specific purpose berbasis TIK,
pengembangan adalah salah satu domaim teknologi yang berfungsi sebagai
proses penerjemahan spesifikasi dalam bentuk fisik.6 Dan bahan ajar / bahan
pembelajaran merupakan komponen isi pesan dalam kurikulum yang harus di
sampaikan kepada peserta didik.

Menurut Rahmi Ramadhani, dalam buku desain pembelajaran
matematika berbasis TIK, salah satu contoh dari pengembangan bahan ajar
berbasis TIK adalah pengembangan bahan ajar non cetak atau bahan ajar
digital ( menggunakan TIK) yaitu, e-book dan e-modul. E-book adalah Selain
e- book dan e – module, contoh lain dari pengembangan bahan ajar berasis ICT
juga di jelaskan oleh Dr. Nana dalam buku pengembangan bahan ajar fisika,
Yaitu bahan ajar handout dan bahan ajar audio visual.7 Handout adalah bahan
ajar yang berisikan ringkasan materie dari berbagai sumber yang relevam
dengan kompetensi dasar untuk menjadi pedoman dan membantu siswa dalam
proses pembelajaran. Dan bahan ajar audio visual adalah seperangkat alat yang
dapat memproyeksikan gambar bergerak dan bersuara, seperti : televisi, video-
VCD, slide bersuara, dan film.

Salah satu jurnal riset Pendidikan di beberapa sekolah di Bekasi karya
Maria, Irma, dan Aftuni dalam Pengembangan bahan ajar berbasis ICT pada
mata pelajaran IPA-KIMIA SMP, bahwa 100% siswa pernah menggunakan
komputer. Sebanyak 79,92% rata-rata siswa menggunakan komputer lebih dari
dua kali seminggu dan sebanyak 84,62% siswa telah mengenal CD
pembelajaran. siswa mendukung rencana pengembangan bahan ajar berbasis
ICT dalam bentuk CD pembelajaran. Harapan siswa terhadap CD

6 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar and Muhammad Yaumi, “PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSE BERBASIS TIK,” Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 15,
no. 2 (December 27, 2012): 2, https://doi.org/10.24252/lp.2012v15n2a2.

7 Rahmi Ramadhani, MATEMATIKA BERBASIS TIK : KONSEP DAN PENERAPAN, ed. Janner Simarmata, vol. 1
(Medan: Yayasan kita menulis, 2020).

95


pembelajaran yang akan dikembangkan yaitu, berisi uraian materi singkat,
jelas, dan padat, serta siswa dapat berinteraksi dengan bahan ajar.8

C. Cara Merancang Bahan Ajara Berbasis ICT
Menurut Budiyanti Elizabeth dalam sebuah jurnal tentang

pengembangan bahan ajar berbasis ICT, komunikasi sebagai media pendidikan
dapat dilakukan dengan mengunakan media-media komunikasi sepertitelepon,
komputer,internet,e-mail dan sebagainya.9

Hal ini dibutuhkan interaksi antara guru dan peserta didik bukan hanya
melalui tatap muka tapi juga bisa mengunakan media-media tersebut, guru atau
dosen bisa memberikan proses pembelajaran tanpa harus berhadapan langsung
dengan peserta didik dan supaya peserta didik bisa memperoleh informasi
dalam ruang lingkup yang luas dari berbagai sumber dengan mengunakan
komputer atau internet. Disinilah kita perlu merancang bahan ajar yang
berbasis ICT yaitu dengan cara memperbarui, menyimpan, mendistribusi dan
membagi materi ajar atau informasi, pengiriman bisa mengunakan teknologi
internet, kita bisa mengunakan jaringan e- learning, sekarang e-learning sudah
berkembang dengan berbagai model pembelajaran salah satunya yaitu ICT
yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, untuk itu kita harus bisa
memilih media pembelajaran yang benar- benar bisa menjadi alat bantu yang
kreatif untuk mencapai tujuan.

Dalam merancang pengembangan bahan ajar ICT harus bisa
menyesuaikan media dengan tujuan pembelajaran, menyesuaikan media
dengan lingkungan belajarnya, memudahkan pemanfaatan media yang
berkaitan dengan waktu, tenaga dan biaya, memastikan keamanan bagi
pembelajaran, kemampuan media harus bisa membuat siswa semakin aktif.
Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran biasanya mengunakan perangkat keras
(hard ware) dan perangkat lunak (soft ware) dengan aplikasinya seperti
perangkat komputer yang tersambung dengan jaringan internetLCD/proyektor,
CD pembelajaran, juga bisa mengunakan web/situs-situs

8 Nana, PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN FISIKA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN POE2WE
(Klaten, Jawa Tengah: Penerbit Lakeisha, 2022).

96


9 Budiyanti Elizabeth, S. Pd, “PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH
YANG BERSTANDAR DAN BERMUTU,” n.d., 24.

97


tertentu di internet. Dalam merancang bahan ajar berbasis ICT sangat
membutuhkan dukungan dari perangkat-perangkat tersebut hal ini
memudahkan peserta didik dan guru ataupun dosen dalam melakukan aktifitas
pembelajaran.

Menurut Dudung Ma’ruf Nuris, Prisma Minerva Nagari, dan Umi
Nuraini dalam sebuah jurnal penelitian, menjelaskan bawah dalam merancang
bahan ajar bisa dikembangkan dalam bentuk lain yang bisa dijangkau siswa.
Seperti bahan ajar berbentuk VCD yang bisa dibuka oleh siswa, melalui
komputer.10

Bahan ajar yang dikemas dalam bentuk VCD juga merupakan salah
satu cara selain mengembangkan melalui media sofware bisa juga dalam
bentuk lain seperti moodle yang bisa dimanfaatkan siswa untuk membuka web
untuk mengakses bahan ajar yang sudah diungah oleh guru. Bahan ajar yang
kita tau banyak dari buku tapi keberadaanya sangat menyita waktu, karna itu
perlu dikembangkan teknologi agar kita bisa mengaksesnya dari mana saja.
Salah satunya model pembelajaran ICT. Media ini dikembangkan dan
dirancang secara variatif dan inofatif yang bisa menampilkan berbagai macam
media pembelajaran, guru juga harus di berikan sebuah pelatihan dan harus
ada relavansi antara media dengan bahan ajar.

Menurut Nuzirwan dan Madyunus Salayan dalam sebuah jurnal
penelitian, menjelaskan bahwa materi ajar yang memanfaatkan ICT, banyak
software atau website yang bisa di gunakan. Seperti pengembangan bahan ajar
berbasis ICT dengan memakai linktree.11

Linktree merupakan suatau aplikasi berbentuk website yang
menyediakan satu link dan link tersebut bisa mengakses beberapa link yang
dapat di gunakan sebagai media pembelajaran untuk menyampaikan materi
pembelajaran. untuk merancangnya harus melihat dan menyesuaikan
kebutuhan dari subjek sehingga produknya bisa dikembangkan untuk bisa
mendukung kegiatan pembelajaran yang perlu juga dikembangkan dengan
meteri kompetensi pembelajaran matematika sesuai kebutuhan peserta didik

10 Dudung Ma’ruf Nuris, “PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

BAGI GURU AKUNTANSI,” n.d., 79–80.
11 Madyunus Salayan, “PENGEMBANGAN MATERI AJAR BERBASIS (ICT) DENGAN MEMAKAI LINKTREE PADA
MATERI ARITMATIKA SOSIAL SISWA KELAS VII SMPS ISLAM ANNUR PRIMA DI MASA PANDEMI COVID 19” 8

98


dan supaya dalam mendesain bahan materi ajar berbasis ICT ini bisa lebih
kreatif dan memudahkan siswa dalam pembelajaran matematika.

D. Bagaimana Cara Mendesiminasikan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis
ICT

Menurut Sahid dalam jurnal pengembangan media pembelajaran
berbasis ICT, peran dosen dan guru sangat penting dalam perkembangan dan
kemajuan ICT.12 untuk bisa memahami dan mendesiminasikan perkembangan
dan kemajuan ICT tersebut para dosen dan guru harus bisa menguasai
teknologi ICT supaya dapat mengembangkan materi-materi pembelajaran
berbasis ICT dan memanfaatkannya sebagai media pembelajaran. ICT dalam
pembelajaran mencakup semua teknologi yang bisa digunakan untuk
mengolah, menampilkan, dan menyampaikan informasi dalam proses
komunikasi. Untuk bisa memperluas pengembangan bahan ajar ICT harus
memanfatkan berbagai strategi yaitu. Menjadikan ICT sebagai alat bantumedia
pembelajaran yang bisa berbentuk fail, power point, gambar, vidio danlain
sebagainya. Yang bisa memberikan beberapa keuntungan, dan memudahkan
kita untuk mencari materi-materi yang sulit, juga membantu siswa untuk bisa
menemukan kemampuanya melalui interaksi dan eksplorasi dari sumber-
sumber berbasis ICT.

A. Menjadikan menjadikan ICT sebagai sarana/tempat belajar kegiatan
belajar yaang bukan hanya dilakukan di dalam kelas tapi juga bisa
dilakukan dengan cara mmembuat kelas maya dalam bentuk e- learning

B. Menjadikan ICT sebagai sumber belajar
Dengan cara mengembangkan ICT bukan hanya dalam bentuk teknologi
tapi juga bentuk isi (content) memberikan dan menyebarkanpengetahuan
melalui berbagai media dan menyediakan berbagai sumber informasi di
internet.

C. Menjadikan ICT sebagai sarana untuk meningkatkan keprofesioanalanguru
dan dosen, bisa meningkatkan keterampilannya dalam mengunakan ICT
dan memanfaatkannya untuk mendukung dan meningkatkan kualitas
pembelajaran, bisa juga memberikan sebuah peluang dan kemudahan.

99


12 Sahid, “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT,” Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA
UNY, n.d., 1.

100


Penjelasan lain mengenai desiminasi bahan ajar juga di jelaskan oleh
Mardhatillah dan Febry Fahreza yaitu, Mendesiminasikan pengembanganbahan
ajar ICT salah satunya bisa dilakukan dengan pelatihan mendesain media
pembelajaran, pelatihan diawali dengan pengenalan beberapa software media
interaktif kemudian instal dan pelatihan diharapkan guru bisa memanfaatkan
komputer dalam pembelajaran. Pelatihan ini bisa memperluas dan menyebarkan
informasi tentang pengembangan ICT.13

Menurut Seel dan Richey dalam warista yang di kutip oleh Imam dan Ali
dalam jurnal analisis kebutuhan pembelajaran berbasis ICT bahwa berdasarkan
observasi dilapangan dan wawancara, umumnya pengelolaan ICT diwujudkan
dengan koordinator yang bertanggung jawab atas peralatan dan kelengkapan ICT.
Perencanaan dan pengadaan peralatan ICT didasarkan atas kebutuhan-kebutuhan
yang diusulkan oleh guru. Terkait kawasan ini, seharusnya sekolah menjalankan,
a) pengelolaan proyek, b) pengelolaan sumber, c) pengelolaan sistem
penyampaian, dan d) pengelolaan informasi.14

Dan juga menurut Claude Ghaoui yang di kutip oleh Ahmad Suriansyah
dalam jurnal paradigma yang berjudul pengembangan pembelajaran berbasis TIK
bahwa, bagaimanapun kemajuan suatu teknologi informasi yang dapat
dimanfaatkan untuk suatu proses Pendidikan dan pembelajaran tidak akan
memberikan makna atau kontribusi yang signifikan apabila dua faktor utama
tidak memiliki kemampuan pemahaman dan keterampilan yang baik dalam
memanfaatkan TIK tersebut, ke dua factor tersebut adalah faktor guru dan
siswa.15

13 Mardhatillah and Febry Fahreza, “DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR,”
Bina Gogik, 2, 4 (September 1, 2017): 16.
14 Iman Nasrulloh and Ali Ismail, “ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT,” JURNAL PETIK 3, no. 1
(May 31, 2018): 31, https://doi.org/10.31980/jpetik.v3i1.355.
15 Ahmad Suriansyah, “PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK (PROSES DAN PERMASALAHANNYA)”
10 (2015): 4.

101


MAKALAH XII

PEMBUATAN BAHAN AJAR DALAM BENTUK DIGITAL (E-BOOK)

A. Membuat Bahan Ajar Adobe Acrobat
Adobe acrobat adalah perangkat lunak pertama yang mendukung portable document
format milik adobe system , sejenis format data dokumen. terdiri dari adobe reader yang
hanya dapat menampilkan dan mencetak dokumen dan tersedia secara cuma cuna. dan
adobe acrobat untuk menyunting dokumen. Fungsi utama adobe acrobat adalah untuk
membaca dokumen dengan format PDF yang hanya dapat dibuka menggunakan software
seperi adobe reader.
Adobe Acrobat merupakan aplikasi penampil PDF terbaik yang terus mengalami
perkembangan hingga saat ini. Aplikasi ini selalu dibutuhkan mulai dari pelajar hingga
pengusaha dalam mengelola dokumen pekerjaannya. Dan sekarang, aplikasi PDF ini
sudah terhubung ke layanan Adobe Document Cloud, sehingga pengguna dapat bekerja
dengan PDF di perangkat apa pun dan di mana pun. Hanya dengan Adobe Acrobat Reader
pengguna dapat melihat, menandatangani, mengumpulkan dan melacak umpan balik
dokumen, hingga berbagi PDF secara gratis.
Untuk memahami lebih detail terkait fungsi dan manfaat dari Adobe Acrobat Reader,
simak daftarnya berikut ini:

a. Membuat file PDF

PDF merupakan format file yang dikembangkan langsung oleh Adobe System Inc,
sehingga Adobe Acrobat Reader ini memiliki kemampuan ekstra untuk membuat,
memanipulasi, hingga mengedit dokumen PDF secara mudah dengan beragam fitur yang
terus diperbarui.

b. Membaca atau menampilkan dokumen PDF

Ketika pengguna memiliki dokumen berekstensi PDF dari internet, unduhan maupun data
pribadi, maka aplikasi ini akan membaca dan membuka file berjenis PDF tersebut. Tidak
hanya itu, pengguna

102


juga dimungkinkan untuk melakukan perubahan, menambahkan komentar, serta
membagikannya pada pengguna lain yang juga menggunakan Adobe Acrobat DC.

c. Melindungi atau mengamankan file PDF

Adobe Acrobat Reader sangat bermanfaat bagi pengguna yang ingin mengamankan
datanya dari kerusakan tulisan, pembajakan maupun di copy atau dijadikan plagiasi orang
lain tanpa izin. Dengan fitur pengamanan data, maka pengguna bisa memberikan
password dan memberikan watermark identitas untuk meminimalisir penyalahgunaan hak
cipta.

Masih banyak fungsi dari Adobe Acrobat Reader yang bisa di gunakan seperti mencetak
File, membuat komentar di dalam file, membuat penanda secara digital, dan mencari
berkas File PDF dengan mudah.

B. Membuat PDF Dari Ms Word
Media pembelajaran merupakan salah satu bagian dari system pembelajaran yang
digunakan sebagai sarana penyampaian pesan informasi edukatif antara pendidik dan
peserta didik, sehingga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang efektifdan efisien.
Maka media pembelajaran memiliki fungsi danperan penting sebagai pembawa informasi
dari sumber informasiitu sendiri (guru) menuju penerima informasi(siswa).Sedangkan
metode penyampaian media yang digunakan olehguru merupakan salah satu prosedur
yang dapat membantu siswadalam menerima dan mengolah informasi tertentu
menjadipemahaman dasar dari kumpulan-kumpulan informasi mentahmenjadi wacana
ilmu pengetahuan. Adapun mengenai manfaat dari media pembelajaran, Midun dalam
Asyhar (2012, hlm.

103


41) menyebutkan bahwa ada beberapa manfaat media pembelajaran, antara lain:
1. Siswa akan memperoleh pengalaman beragam selama proses
pembelajaran.
2. Siswa dapat menambah ketertarikan dari tampilan materiyang
disajikan sehingga meningkatkan motivasi dan minat
sertamengambil perhatian para siswa untuk lebih fokus
mengikutimateri yang disajikan, kemudian diharapkan
efektivitaspembelajaran akan tambah meningkat juga.
3. Media pembelajaran dapat merangsang para siswa untukberfikir
kritis, menggunakan kemampuan imajinasinya, bersikapdan
berkembang lebih lanjut, sehingga melahirkan kreativitasdan karya-
karya inovatif.2

Dari beberapa manfaat media pembelajaran di atas, maka media pembelajaran menjadi
salah satu komponen yang sangatberpengaruh dalam keberhasilan proses pembelajaran.
Adapunmedia pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaranPAI dan Budi
Pekerti salah satunya adalah media flip book. Flip book merupakan lembaran-lembaran
kertas menyerupai album atau kalender yang berukuran 11 x 13 cm. Media ini
bisadigunakan perindividu atau kelompok tetapi hanya sampai 4-5 orang. Dengan bentuk
media yang kecil, akan tetapi media inidapat dibawa kemana-mana dan bisa dimasukan
ke kantong bajusehingga siswa bisa belajar dimanapun dan kapan pun denganmedia flip
book ini (Anwar : 2014). Secara umum, proses produksi media flip book terdiri dari tiga
tahap, yaitu praproduksi, produksi dan pasca produksi. Adapun rinciannyaadalah sebagai
berikut :

a. Tahap pra produksi meliputi kegiatan perencanaan dalamtahap
persiapan pembuatan flip book.

2 Asyhar, R. (2012). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi
Jakarta.

104


Adapun tahapannya adalah sebagai berikut :

1) Menelaah tujuan pemebelajaran. Hal ini menjadi acuan
daripenyusunan isi dari flip book tersebut.

2) Menyusun jabaran materi yang akan dijadikan sebagai isi dariflip
book.

3) Materi yang telah dijabarkan, disusun menjadi rangkumanyang
mewakili dari indicator pembelajaran dari materi tersebut.

4) Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
untukpembuatan fisik flip book, seperti

kertas (boleh menggunakan berbagai jenis kertas) serta bahanlainnya untuk
hiasan flip book, gunting dan lain-lain.

b. Tahap produksi meliputi kegiatan langkah-langkahpembuatan flip
book. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

1) Pembuatan flip book bisa manual atau dibuat secara hand made, atau
bisa dengan bantuan aplikasi komputer, misalnyaaplikasi Ms.
Powerpoint, Photoshop dan lain-lain.

2) Mengatur ukuran kertas yang akan dijadikan flip book. Adapun
ukuran yang dipakai biasanya

berkisar 10 cm x 13 cm, seperti ukuran kalender kecil.

3) Menentukan desain flip book sesuai yang diinginkan.

4) Memasukkan materi-materi yang telah dirangkum pada tahappra
produksi.

5) Membubuhkan hiasan-hiasan maupun gambar sesuaikebutuhan.

c. Tahap pasca produksi adalah tahap akhir dari pembuatanmedia.
Tahap ini merupakan sentuhan akhir sebelumdimanfaatkan. Adapun
tahap pasca prosuksi antara lain meliputi:

1) Editing. Hal ini dilakukan untuk mengecek kembali isimaupun
desain flip book.

2) Revisi kekurangan yang ada dalam isi maupun desain flip book
sehingga sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.

105


3) Flip book sudah bisa untuk digunakan

sebagai media pembelajaran. Flip book ini bisa digunakan

secara individumaupun kelompok. Seperti halnya media

pembelajaran lainnya, flip book mempunyai keistimewaan tersendiri.

Adapunkeistimewaan dari flip book antara lain, dengan

menggunakanmedia pembelajaran flip book, siswa diajak

untukmengembangkan kreatifitasnya. Hal ini karena

dalampembuatan flip book baik itu flip book yang sudah ada

maupunbuatan tangan siswa, biasanya dibubuhkan gambar-gambar

atauhiasan lainnya sesuai keinginan

siswa, sehingga rangkumanyang terdapat dalam

flip book menarik untuk dibaca. Dengan

menggunakan media flip book, diharapkan

mampumembantu tercapainya tujuan

pembelajaran. Salah satunyaindikator keberhasilan

belajar siswa antara lain adalah terjadinyaperubahan dalam

ranah kognitif afektif

maupun psikomotorsiswa. Keterpaduan tiga ranah tersebut

diaplikasikan dalamproses pembelajaran. Wahidmurni, dkk. (2010,

hlm. 18) menjelaskan bahwa seseorang dapat dikatakan telah

berhasildalam belajar jika ia mampu menunjukkan adanya

perubahandalam dirinya.3 Dan perubahan-perubahan tersebut di

antaranyadari segi kemampuan berpikirnya, keterampilannya,

atausikapnya terhadap suatu objek. Jadi Penilaian hasil

belajarmengisyaratkan bahwa hasil belajar sebagai program atau

objekyang menjadi sasaran penilaian. Dan hasil belajar sebagai

objekpenilaian pada hakikatnya adalah menilai penguasaan

siswaterhadap tujuan-tujuan intruksional. Hal ini

menggambarkanbahwa kemampuan siswa setelah menerima

pembelajaran ataumenyelesaikan pengalaman belajarnya (Sudjana,

2009, hlm. 34). Berdasarkan pernyataan di atas, diketahui bahwa

hasil belajarmerupakan suatu perubahan yang terjadi kepada peserta

didikmeliputi perubahan kognitif, afektif dan psikomotor yang

3 Wahidmurni, Alifin Mustikawan, dan Ali Ridho. (2010). Evaluasi Pembelajaran:
Kompetensi dan Praktik. Yogyakarta: Nuha Letera.

106


dimiliki oleh peserta didik. Karena pada hakikatnya hasil dariseseorang belajar adalah
perubahan, baik perubahan itu menujuarah peningkatan, pengembangan ataupun
penurunan.

C. Membuat Bahan Ajar Digital Flipbook
Secara umum flipbook adalah buku digital 3 dimensi yang di dalamnya bisa memuat teks,
gambar, video, musik atau lagu,dan animasi bergerak sehingga flipbook sendiri masuk ke
dalam kategori buku digital atau ebook (electronic book). Hanya saja, lebih modern dan
juga lebih atraktif dengan berbagai tambahan unsur di dalamnya, flipbook juga dapat
membantu peserta didik seperti mahasiswa untuk menikmati kegiatan membaca buku ajar
berisi materi perkuliahan.
Hasil wawancara perwakilan beberapa dari kelompok mengenai bagaimana cara meubah
pdf menjadi flipbook yaitu dari 9 aplikasi yang sudah di sediakan rata-rata temen-temen
semuanya memakai "anime flip" yaitu dengan cara mencari website online terlebih
dahulu yang bisa membuat flipbook secara online lalu daftar di salah satu website tersebut
yang bisa membuat flipbook ,setelah itu membuka website kita lalu memilih bagan atau
pilihan tentang bagan untuk meng-upload file PDF yang mau di jadikan flipbook baru
setelah di upload tinggal menunggu dan bisa mengganti template atau model model dari
flipbook tersebut jika sudah selesai tinggal salin dan bisa di download.
Desain tampilan buku digital yang kini banyak diminati masyarakat adalah buku digital
dengan teknologi e-book 3 dimensi yang dikenal dengan flipbook di mana halaman sudah
bisa dibuka seperti membaca buku di layar monitor.4 Flipbook mulai dikembangkan
untuk pembelajaran di sekolah penelitian yang

4 Riyanto Lukman dan Subagyo 2012 pengembangan digital beri lokal content
Pekalongan dalam format buku 3 dimensi jurnal lipi 1 (1) : 1-13

107


dilakukan oleh Ramdhania et al (2007) menyatakan bahwa penggunaan media flipbook
dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa hal ini dipengaruhi oleh
ketertarikan siswa terhadap tampilannya yang lebih menarik dan interaktif daripada buku
cetak teknologi terbaru ini memberi peluang besar bagi pemanfaatan buku digital dalam
ilmu pengetahuan dan pengajaran jarak jauh atau (distance learning) (Gorghiu 2011). Hal-
hal yang diperlukan dalam pengembangan buku digital sebagai sumber belajar yaitu
learner (pembelajar) fasilitas dan media belajar fasilitator (guru) dan tersedianya evaluasi
(tes). 5
Langkah-langkah pembuatan bahan ajar dengan flipbook

1. Persiapan materi ajar yang diperlukan dalam bentuk doc PDF PPT
gambar video (MP4) animasi swf dan suara (MP3) .

2. Buka aplikasi 3D page flip professional 1.7.7
3. Pilih create new
4. Muncul tampilan new project , pilih project type magazine dan klik

Ok
5. Apabila menghendaki template yang berbeda maka sebelum klik oke

(pada langkah ke 4) tekan tombol select template maka akan muncul
berbagai pilihan template . Setelah memilih gambar template yang
dikehendaki klik ok maka akan muncul tampilan nya
6. Langkah selanjutnya akan muncul tampilan klik browser dan cari file
dalam bentuk PDF kemudian klik import now sehingga muncul
tampilan itu
7. Apabila menghendaki background yang berbeda maka pilih
submenus Chinese seperti di situ

5 Shideqy D.A.& Lestari. 2010. Pemanfaatan Buku Elektronik untuk Pembelajarandi
Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

108


8. Untuk mengubah halaman-halaman PDF yang telah diimpor dan
mengisinya dengan video animasi gambar dan lain-lain maka pilih
sub menu edit pages

9. Setelah edit Vegas diklik akan muncul tampilan halaman edit
10. Apabila ingin menambahkan halaman judul maka pilih posisi di

halaman pertama kemudian add new page pada sub menu pages
sehingga muncul tampilan di situ pilih blank dan klik insert
11. Setelah langkah 10 dilakukan maka akan muncul halaman tambahan
yang akan dipakai sebagai halaman judul
12. Desain halaman judul sesuai yang dikehendaki
13. Sebagai contoh menambahkan judul buku dengan cara menuliskan
teks pada halaman judul langkah yang harus dilakukan adalah klik
tombol at text dan tuliskan judul yang dikehendaki atur teks yang
dibuat melalui preset styles dan properties of text 1 sehingga hasil
teks judul yang dibuat seperti di situ
14. Apabila ingin menambahkan gambar pada halaman judul tekan
tombol add image kemudian pilih gambar yang diinginkan setelah
menemukan gambar yang dipilih maka akan muncul tampilan seperti
gambar itu
15. Selain gambar dan teks pada halaman juga dapat ditambahkan link
movie suara YouTube dan animasi
16. Untuk menambahkan link pada halaman yang diinginkan klik add
link kemudian masukkan link yang dikehendaki ke dalam properties
off link . Masukkan alamat link melalui set action yang terdapat
dalam properties of link sampai muncul dialog box
17. Movie dapat ditambahkan pada halaman yang dikehendaki dengan
cara klik add movie drag ke dalam bagian halaman klik 2x kemudian
cari video atau film yang hendak dimasukkan
18. apabila yang dikehendaki adalah video dari YouTube maka langkah
pertama yang harus dilakukan adalah klik add YouTube drag ke
dalam halaman yang digunakan copykan alamat link

109


YouTube yang ingin dimasukkan ke youtube url yang terdapat dalam properties of
youtube 1 . Setelah link YouTube dipastikan ke dalam YouTube url maka tampilannya
akan berubah tambahkan teks sebagai petunjuk untuk menjalankan video dari YouTube
dengan cara seperti membuat teks yang telah dijelaskan pada langkah sebelumnya

19. Sesudah movie dan YouTube suara dalam bentuk musik juga dapat
ditambahkan pada halaman yang dikehendaki makanya adalah
Epson dan atur sound dalam bentuk musik MP3 di properties of
tables

20. Setelah teks gambar suara movie dan YouTube hal terakhir yang
perlu dicoba untuk ditambahkan adalah animasi langkah pertama
adalah siapkan file animasi dalam bentuk swf kemudian klik add
flash kemudian drag ke halaman yang dikehendaki dan klik 2x
untuk menambahkan file animasinya . Setelah animasi dimasukkan
maka tampilannya akan berubah

21. apabila edit pack PDF dan semua komponen telah selesai
ditambahkan maka klik files dan pilih save dan exit

22. Setelah save dan exit dilakukan maka langkah selanjutnya adalah
tekan publish

23. Pada sub menu publish terdapat beberapa pilihan seperti yang
tertera nanti di situ dan klik salah satu tipe public sesuai dengan
kebutuhan.


Click to View FlipBook Version