The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Teguh Priyanto, 2021-05-01 10:48:14

Modul PKK XI 3.1 sd 3.10

Modul PKK XI 3.1 sd 3.10

Modul 1

A. Kompetensi Dasar
3.1 Memahami sikap dan perilaku wirausahawan

B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1. Memahami tentang wirausahawan dan kewirausahawan
3.1.2. Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha
3.1.3. Memahami karakteristik wirausaha
3.1.4. Mengidentifikasi keberhasilan dan kegagalan wirausaha
3.1.5. Mengidentifikasi perilaku wirausaha
4.1.1. Mempresentasikan sikap dan perilaku wirausahawan

C. Materi Pokok
 Pengertian Wirausaha dan Kewirausahaan
Pengertian wirausaha :
Wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan
segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru,
menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru,
memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu
yang bernilai lebih tinggi.
Pengertian kewirausahaan :
Kewirausahaan adalah kemampuan seorang manajer resiko (risk manager) dalam
mengoptimalkan segala sumber daya yang ada, baik itu materil, intelektual, waktu, dan
kemampuan kretivitasnya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna
bagi dirinya dan bagi orang lain.
 Sikap Dan Perilaku Wirausahawan
a. Sikap wirausahawan
1. Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif
2. Mampu bekerja tekun, teliti dan produktif
3. Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat
4. Mampu berkarya dengan semangat kemandirian
5. Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara
sisitematis dan berani mengambil resiko.
b. Perilaku wirausahawan
1. Memiliki rasa percaya diri
a) Teguh pendiriannya
b) Tidak tergantung pada orang lain
c) Berkepribadian yang baik
d) Optimis terhadap pekerjaannya
2. Berorientasi pada tugas dan hasil
a) Haus akan prestasi
b) Berorientasi pada laba / hasil
c) Ketekunan dan ketabahan

d) Mempunyai dorongan kuat, motivasi tinggi dan kerja keras
3. Pengambil resiko

a) Enerjik dan berinisiatif
b) Kemampuan mengambil resiko
c) Suka pada tantangan
4. Kepemimpinan
a) Bertingkah laku sebagai pemimpin
b) Dapat menanggapi saran-saran dan kritik
c) Dapat bergaul dengan orang lain
5. Keorisinilan
a) Inovatif, kreatif dan fleksibel
b) Serba bisa dan mengetahui berbagai hal
c) Mempunyai banyak sumber kemampuan
6. Berorientasi ke masa depan
a) Memiliki pandangan ke masa depan
b) Optimis memandang masa depan
Disamping harus memiliki sikap dan perilaku tersebut di atas, seorang
wirausahawan juga dituntut memiliki ketrampilan-ketrampilan yang dapat menunjang
keberhasilan.
Adapun ketrampilan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Ketrampilan dasar
a. Memiliki sikap mental dan spiritual yang tinggi
b. Memiliki kepribadian yang unggul
c. Pandai berinisiatif
d. Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha
2. Ketrampilan khusus
a. Ketrampilan konsep (conceptual skill) : ketrampilan melakukan kegiatan usaha
secara menyeluruh berdasarkan konsep yang dibuatnya
b. Ketrampilan teknis ( technical skill) : ketrampilan melakukan teknik tertentu
dalam mengelola usaha
c. Human skill : ketrampilan bekerja sama dengan orang lain, bawahannya, dan
sesame wirausahawan
 Karakteristik Wirausaha Untuk Menuju Sukses
1. Memiliki sifat jujur
Kejujuran adalah hal utama dalam memulai usaha atau menjadi seorang
wirausahawanyang sukses. Karena kejujuran ini sama halnya dengan amanah yang
diberikan pada anda sebagai pemimpin dari karyawan atau konsumen anda. Jujur
dalam segala hal yang terjadi dalam pekerjaan yang anda lakukan dan tidak berbuat
licik.
2. Selalu disiplin
Ingatlah bahwa anda tidak memiliki atasan yang akan menegur jika anda telat
datang ke tempat kerja atau saat anda lalai dalam bertugas. Maka kedisiplinan

menjadi yang utama dalam pekerjaan anda di bidang wirausaha ini. disiplin
merupakan sifat dasar dalam menggerakan motivasi dan semangat dalam
menjalankan usaha dan pekerjaannya.
3. Kreatif dan inovatif
Kreatifitas adalah kemampuan seseorang dalam menciptakan sesuatu yang berbeda,
jika anda memiliki kreatifitas yang tinggi maka usaha yang anda jalankan pun akan
menarik minat masyarakat sehingga menimbulkan keuntungan bagi usaha anda.
Sedangkan inovatif adalah sebuah terobosan baru dan seorang wirausaha harus
memiliki terobosan-terobosan baru dan meninggalkan cara-cara lama dalam suatu
pekerjaan.
4. Memiliki komitmen tinggi
Mulailah dengan berkomitmen pada diri anda sendiri dengan memegang teguh
prinsip yang jelas dan pasti saat anda akan memulai menjalankan usaha.
5. Mandiri serta realistis
Tidak menggantungkan keputusan pada orang lain tapi memutuskan segala sesuatu
yang terjadi oleh diri sendiri. Sikap mandiri dan realistis ini harus dimiliki oleh
seorang wirausaha agar dapat menjalani setiap usaha yang sedang digelutinya.
6. Memiliki keterampilan personal
Setiap wirausaha harus mau dan mampu mencari dan menangkap setiap peluang
yang akan menguntungkan usahanya. Ia harus memanfaatkan setiap peluang yang
ada, mau berkomunikasi dengan siapapun, dan menangani setiap usaha dengan
terencana serta mampu bekerja sama dengan berbagai pihak yang akan
menguntungkan perusahaan.
KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN WIRAUSAHA

Wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai
kesempatan-kesempatan yang ada; mengumpulkan sumber-sumber daya yang
dibutuhkan guna mengambi keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang
tepat guna memastikan sukses. (G. Meredith, et.al, 1996).

Wirausaha adalah individu-individu yang berorientasi kepada tindakan, dan
bermotivasi tinggi yang mengambil resiko dalam mengejar tujuannya. Agar ia berhasil
dalam usahanya banyak ciri-ciri yang mesti dimilikinya, akan tetapi tidak semua harus
dimiliki.

Menurut Fadel Muhammad, ada sekitar tujuh ciri yang merupakan identitas bagi
seorang wirausaha, yaitu :
1. Kepemimpinan.
2. Inovasi.
3. Pandai mengambil keputusan.
4. Sikap tanggap terhadap perubahan.
5. Bekerja ekonomis dan efisien.
6. Visi masa depan.
7. Berani mengambil resiko.

Menjadi wirausaha profesional harus memenuhi kriteria ketangguhan, adapun ciri
dari kriteria tersebut adalah sebagai berikut :
1. Ciri dan kemampuan wirausaha tangguh

a. Berpikir dan bertindak strategis, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha
mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung resiko dan dalam
mengatasi masalah.

b. Selalu berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai keunggulan
dalam memuaskan pelanggan.

c. Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan organisasi
usahanya serta meningkatkan kemampuan sistem dengan pengendalian intern.

d. Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan
terutama dengan pembinaan motivasi dan semangat kerja serta pemupukan
permodalan.

2. Ciri dan kemampuan wirausaha unggul
a. Berani mengambil resiko serta mampu memperhitungkan dan berusaha
menghindarinya.
b. Selalu berupaya mencapai dan menghasilkan karya bakti yang lebih baik untuk
langganan, pemasok, tenaga kerja, masyarakat, bangsa, dan Negara.
c. Antisipasif terhadap perubahan dan akomodatif terhadap lingkungan.
d. Kreatif mencari dan menciptakan peluang pasar dan meningkatkan
produktivitas dan efisiensi.
e. Selalu berusaha meningkatkan keunggulan dan citra perusahaan melalui
inovasi di berbagai bidang.

 Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan wirausaha.
Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang
menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya, yaitu :

1. Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki
kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupaka faktor penyebab utama
yang membuat perusahaan kurang berhasil.

2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan
mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi
perusahaan.

3. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar usahanya dapat berhasil dengan baik,
faktor yang paling utama dalam keungan adalah memelihara aliran kas. Mengatur
pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran
kas akan menghambat operasional usaha dan mengakibatkan usaha tidak lancar.

4. Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan,
sekali gagal dalam perencanaan, maka akan mengalami kesulitan dalam
pelaksanaan.

5. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang
menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan
usaha sukar beroperasi karena kurang efisien.

6. Kurang pengawasan, pengawasan erat kaitannya dengan efisien dan efektivitas.
Kurang pengawasan dapat mengakibatkan pelaksanaan kegiatan tidak efisien dan
tidak efektif.

7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yang setengah-
setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil
dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal akan menjadi besar.

 Perilaku Wirausaha
1. Perilaku Seorang Wirausaha - Instrumental
Perilaku seorang wirausaha yang pertama menurut Imam Santoso Sukardi adalah
perilaku intrumental, maksud dari perilaku instrumental adalah perilaku yang selalu
memanfaatkan segala sesuatu yang ada dilingkungannya untuk membantu dirinya
mencapai tujuan yang hendak dicapainya dalam berwirausaha. Seorang wirausaha
yang berperilaku instrumentan juga selalu mencari sesuatu yang dapat
dimanfaatkan untuk kebaikan usahanya, dengan kata lain segala sesuatu yang ada di
sekelilingnya dapat bermanfaat dan dipandang sebagai suatu "instrumen" alat untuk
mencapai tujuan yang hendak dicapai.
2. Perilaku seorang wirausaha - Prestatif
Perilaku seorang wirausaha menurut Imam Santoso Sukardi yang kedua adalah
perilaku prestatif. Perilaku yang satu ini sudah saya jelaskan pada kesempatan yang
lalu pada artikel yang berjudul pengertian perilaku prestatif. Namun, akan saya
singgung sedikit mengenai perilaku ini. Maksud dari perilaku prestatif adalah suatu
perilaku yang menunjukkan bahwa seorang wirausaha dalam berbagai situasi selalu
tampil lebih baik, lebih efektif dari pada yang sebelumnya. Dengan kata lain bahwa
wirausahanya akan semakin berkembang.
3. Perilaku seorang wirausaha - Keluwesan bergaul
Perilaku seorang wirausaha yang ke-tiga menurut Imam Santoso Sukardi adalah
keluwesan dalam bergaul, arti atau maksud dari perilaku yang ketiga ini adalah
perilaku yang selalu berusaha untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan
masyarakat sekitar dengan cepat dan baik. Atau dapat dikatakan seorang wirausaha
harus selalu aktif bergaul dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar, sehingga
hubungannya dengan masyarakat di sekiliingnya baik atau dekat.

4. Perilaku seorang wirausaha - Kerja keras
Perilaku seorang wirausaha yang ke-empat adalah perilaku kerja keras. Saya yakin
anda sudah mengetahui definisi dari kerja keras ini, maksud dari kerja keras adalah
perilaku yang tidak mudah menyerah, tidak mudah mengeluh dan melakukan
pekerjaan dengan sebaik-baiknya dan sampai selesai. Seorang wirausaha yang
bekerja keras aka mengutamakan kerja dan mengisi waktu yang ada untuk
kepentingan pribadi dan usahanya (tidak ada waktu yang terbuang sia-sia).

5. Perilaku seorang wirausaha - keyakinan diri
Perilaku seorang wirausaha yang kelima adalah perilaku keyakinan diri. Maksud
dari perilaku keyakinan diri adalah suatu perilaku atau sikap percaya diri atau yakin
atas kemampuan yang dimiliki, sehingga bekerja dengan sebaik-baiknya tanpa
ragu-ragu dan selalu optimis untuk mencapai kesuksesan dalam usahanya.

6. Perilaku seorang wirausaha - pengambilan risiko
Menurut Imam Santoso Sukardi perilaku seorang wirausaha yang keenam adalah
perilaku pengambilan risiko. Maksud dari perilaku yang satu ini adalah seorang
wirausaha harus mempunyai keberanian dalam memutuskan suatu keputusan yang
ada risikonya, seorang wirausaha juga harus siap menanggung risiko yang akan
dihadapinya. Walaupun demikian seorang wirausaha juga dituntut untuk cermat,
berhati-hati dan memperhitungkan benar risiko yang akan didapat.

7. Perilaku seorang wirausaha - swa-kendali (personal control / pengendalian diri)
Maksud dari perilaku seorang wirausaha yang ketujuh ini adalah perilaku yang
merujuk pada pribadi wirausaha yang memutuskan kapan dia harus bekerja lebih
keras, kapan dia harus meminta bantuan kepada orang lain, dan kapan dia harus
merubah strategi dalam bekerja, dalam menghadapi hambatan. Personal kontrol
mencakup pengertian swadaya dan swakendali.

8. Perilaku seorang wirausaha - inovatif
Perilaku seorang wirausaha yang kedelapan menurut Imam Santoso adalah inovatif.
Artinya seorang wirausaha harus memiliki perilaku yang inovatif atau selalu
berpandangan ke depan untuk mancari cara-cara atau teknik-teknik baru untuk
membuat usahanya bekerjembang. Inovatif ini lebih mengarah ke dalam sesuatu
yang khas, unik dari hasil pemikirannya. Inovatif juga dapat diartikan dengan
melakukan pengembangan-pengembangan atau penyempurnaan sesuatu yang sudah
ada (imitative innovative).

9. Perilaku seorang wirausaha - Kemandirian
Perilaku seorang wirausaha yang kesembilan adalah kemandirian. Maksud dari
perilaku ini adalah seorang wirausaha harus berusaha untuk selalu mandiri, dan
selalu mengembalikan perbuatannya sebagai tanggung jawab pribadi. Selain itu
juga tidak tergantung kepada orang lain, karena mandiri itu lebih baik, lebih irit dan
hasil karya sendiri dan pengerjaannya sesuai dengan yang diiginkannya. Dia juga
dapat saja bekerja dalam kelompok selama mendapati kebebasan bertindak
pengambilan keputusan kerja, menentukan tujuan kelompok serta memilik
alternative perilaku.

D. Kegiatan Pembelajaran
 Mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah tentang penilaian gambar.
 Mengumpulkan data tentang penilaian gabungan gambar vector dan bitmap.
 Mengolah data tentang penilaian gabungan gambar vector dan bitmap.
 Mengomunikasikan tentang penilaian gabungan gambar vector dan bitmap.

E. Soal Essay
1. Apa yang dimaksud wirausaha ?
2. Apa yang di maksud kewirausahaan ?
3. Sebutkan contoh perilaku wirausahawan yang memiliki rasa percaya diri !
4. Sebutkan contoh perilaku wirausahawan yang memliki sifat pengambil resiko !
5. Sebutkan sikap wirausahawan !

F. Soal Objektif
1. Wirausaha, yaitu melakukan sebuah proses yang disebut ... (pengrusakan yang kreatif)
untuk menghasilkan suatu nilai tambah (added value) guna menghasilkan nilai yang
lebih tinggi .
A. Creative destruction
B. Creative industrion
C. Creative production
D. Destruction creative
E. Industrion creative
2. Tahun berapa Richard Cantillon menyatakan pendapatnya tentang kewirausahaan ?
A. 1754
B. 1756
C. 1755
D. 1786
E. 1746
3. Wirausaha adalah seorang yang memperoleh peluang dan menciptakan organisasi
untuk mengejar peluang tersebut. Merupakan pendapat kewurausahawan dari ?
A. Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz
B. Schumpeter
C. Dan Stein dan Jhon F.Burgess
D. J.B Say
E. Dan Stein dan Jhon F.Burgess
4. Tahun berapa Dan Stein dan Jhon F.Burgess menyatakan pendapatnya tentang
wirausaha ?
A. 1987
B. 1965
C. 1933
D. 1945
E. 1978
5. Berikut merupakan perilaku kewirausahaan yang memiliki rasa percaya diri, kecuali ….
A. Teguh pendiriannya

B. Optimis terhadap pekerjaannya
C. Tidak tergantung pada orang lain
D. Berkepribadian yang baik
E. Haus akan prestasi
6. Berikut merupakan perilaku kewirausahaan yang memiliki sifat kepemimipinan adalah
?
A. Inovatif, kreatif dan fleksibel
B. Serba bisa dan mengetahui berbagai hal
C. Bertingkah laku sebagai pemimpin
D. Mempunyai banyak sumber kemampuan
E. Optimis memandang masa depan
7. Berikut ini adalah ciri dan kemampuan wirausaha tangguh adalah ?
A. Berpikir dan bertindak strategis
B. Berani mengambil resiko
C. Selalu berupaya mencapai dan menghasilkan karya bakti yang lebih baik
D. Antisipasif terhadap perubahan dan akomodatif terhadap lingkungan
E. Kreatif mencari dan menciptakan peluang pasar
8. Berikut merupakan perilaku kewirausahaan yang memiliki sifat pengambil resiko,
kecuali ….
A. Enerjik dan berinisiatif
B. Ketekunan dan ketabahan
C. Kemampuan mengambil resiko
D. Suka pada tantangan
E. Mengambil resiko dengan baik
9. Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda,
merupakan pendapat dari ….
A. Robert D.Hisrich
B. Stephen Robins
C. Salim Siagian
D. Peter F.Drucker
E. Schumpeter
10. Tahun berapa Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz mengemukakan
pendapatnya ?
A. 2001
B. 2002
C. 2003
D. 2004
E. 2005

G. Kunci Jawaban
Soal Essay

1. wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan
segala sumber daya

2. Kewirausahaan adalah kemampuan seorang manajer resiko (risk manager) dalam
mengoptimalkan segala sumber daya yang ada

3. Teguh pendiriannya, tidak tergantung dengan orang lain, berkepribadian yang baik,
optimis tergadap pekerjaannya

4. Enerjik dan bernisitaif, kemampuan mengambil resiko, suka pada tantangan
5. Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif, Mampu bekerja tekun, teliti dan

produktif, Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat

Soal pilihan ganda

1. A 6. C

2. C 7. A

3. B 8. B

4. C 9. D

5. E 10. D

Modul 2

A. Kompetensi Dasar
3.2. Menganalisis peluang usaha produk barang/jasa

B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2.1. Menjelaskan peluang dan resiko usaha
3.2.2. Menjelaskan Faktorfaktor keberhasilan dan kegagalan usaha
3.2.3. Mengembangkan ide dan peluang usaha
3.2.4. Menganalisis peluang usaha produk barang/jasa
4.2.1. Menentukan peluang usaha produk barang/jasa

C. Materi Pokok
Peluang Usaha Produk Barang/Jasa
Pengertian Peluang Usaha Menurut Para Ahli dan Bagaimana Membidiknya dengan Benar
Kata “Peluang Usaha” terdiri dari dua kata, yaitu; Peluang yang artinya kesempatan,
dan Usaha yang artinya upaya dengan berbagai daya untuk mencapai tujuan atau sesuatu
yang diinginkan.
Secara sederhana, pengertian peluang usaha adalah kesempatan yang dimiliki seseorang
untuk mencapai tujuan (keuntungan, uang, kekayaan) dengan cara melakukan usaha yang
memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki.
1) Ciri-Ciri Peluang Usaha yang Potensial
Ada banyak peluang usaha di sekitar kita, namun tidak semuanya punya potensi yang
menguntungkan untuk jangka panjang. Berikut ini adalah beberapa ciri peluang usaha
yang potensial :
 Punya nilai jual
 Bukan sekedar ambisi, tapi sifatnya riil
 Bisa bertahan lama dan berkelanjutan
 Bukan bisnis musiman
 Skala usaha bisa diperbesar
 Modal memulainya tidak terlalu besar
 Bisnis tersebut profitable
2) Analisa Partial
Analisa ini juga disebut dengan Analisis Partial Budgeting yang dipakai untuk
mengukur sejumlah perubahan dalam dunia usaha. Biasanya variabel yang diteliti hanya
yang kemungkinan berubahnya tinggi seperti biaya produksi, penerimaan dan
keuntungan.
3) Analisa Komprehensif
Dalam pengertian peluang usaha, analisa komprehensif sangat perlu. Analisa ini
dilakukan secara menyeluruh.
Adapun tahapannya adalah sebagai berikut :
a) Kelayakan Produk
Produk harus dipastikan memenuhi standar pasar. Kalau kita ingin menjual gudeg
kemasan misalnya, ketahanan gudeg, rasa setelah diawetkan dan juga kemasannya

juga sangat penting. Dilain pihak, analisa kelayakan produk ini penting bila Anda
ingin menentukan daya tarik calon pelanggan. Ini juga bisa digunakan sebagai
acuan untuk mengidentifikasi sumberdaya demi keperluan produksi.
b) Kelayakan Industri
Nilai seluruh tampilan produknya. Pahami juga kemungkinan lain seperi kompetitor
yang siap menyalip produk Anda baik ini pendatang baru atau yang sudah lama.
Selain itu, daya tawar pembeli dan juga daya tawar pemasok menjadi hal penting.
Nah karakteristik industri yang menarik memiliki faktor; 1) bisa tumbuh dan besar,
2) Dibutuhkan konsumen, 3) Industry masih muda 4) Margin yang besar dan 5)
Pesaing masih sedikit.
c) Kelayakan Organisasi
Dalam hal ini Anda harus memikirkan hal-hal seperti; keahlian menejemen,
kompetensi organisasi Anda mulai dari karyawan hingga menejer dan juga apakah
Anda punya sumberdaya manusia yang cukup.
d) Keuangan
Untuk menentukan peluang usaha yang pas, analisa keuangan tentu saja perlu.
Seberapa banyak uang kas yang dibutuhkan ? Kinerja keuangannya seperti apa ?
Apakah dengan bisnis ini ada kemungkinan keuntungan bertambah ?
Contoh Peluang Usaha Saat Ini
Ada banyak sekali contoh peluang usaha yang bisa kita temukan saat ini. Salah satunya
adalah bisnis online yang saat ini sedang booming di Indonesia.
Bila dijelaskan secara mendetail, peluang usaha online saat ini sangat banyak. Yang pasti
berjualan jasa dan produk secara online di marketplace dan media sosial sudah sangat umum
kita temukan saat ini.
Beberapa peluang usaha online saat ini diantaranya :
 Menjadi dropshipper dan reseller
 Menjual jasa penulisan artikel
 Menjadi blogger profesional
 Menjual jasa desain grafis
 Menjual jasa pembuatan website
 Dan lain-lain
Peluang usaha di bidang jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain seperti berikut
ini :
1) Jasa servis
Banyak orang yang ingin mengikuti perkembangan teknologi sehingga banyak sekali
dijumpai alat canggih seperti televisi, VCD, Komputer, Vacuum cleaner, mesin cuci,
sepeda motor, bahkan mobil.
2) Jas Hiburan
Untuk mengurangi ketegangan pikiran karena kesibukan kerja, contoh bioskop, diskotik
dan karokean.
3) Jasa Transportasi

Contoh : menyediakan angkutan antar jemput anak sekolah, rental mobil dan
sebagainya.
4) Jasa kesehatan
Contoh memberikan sarana kebugaran, kesehatan, dan kecantikan seperti finess, SPA,
pijat refleksi dan pengobatan alternative.
5) Jasa yang lain
Contoh jasa penitipan anak, catering, tenaga kebersihan, penulis atau pengetikan karya
tulis sebagainya.
Sedangkan pemilihan produk, berupa barang yang dapat menciptakan peluang usaha adalah
dengan mempertimbangkan produk-produk yang:
1. Mudah dalam pemakaian
2. Efisien dalam penggunaan
3. Kualitas produk terjamin
4. Hemat dalam pemakaian
5. Adanya jaminan keamanan dalam pemakaian
Bygrave merumuskan 10 sifat dari wirusaha yang terkenal dengan istilah 10 D
yaitu :
a. Dream (mimpi)
Seorang wirausaha mempunyai bisi keinginan terhadap masa depan pribadi dan
bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
b. Decisiveness (cepat mengambil keputusan)
Seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat
keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Kecepatan dan ketepatan
mengambil keputusan adalah faktor kunci dalam kesuksesan bisnis.
c. Doers (pelaku)
Seorang wirausaha dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjuti.
Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin. Seorang wirausaha tidak
maumenunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya.
d. Determination (ketetapan hati)
Seorang wirausaha, melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa
tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dihadapkan pada
kalangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi.
e. Dedication (dedikasi)
Seorang wirausaha memiliki dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya, kadang-kadang
mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara. Wirausaha di dalam
melaksanakan pekerjaannya tidak mengenal lelah. Semua perhatian dan kegiatannya
dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya.
f. Devotion (kesetiaan)
Seorang wirausaha mencintai pekerjaan bisnisnya dan produk yang dihasilkannya. Hal
inilah yang mendorong keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produknya.
g. Detail (rincian)

Seorang wirausaha sangat memperhatikan faktor-faktor kritis secara rinci. Dia tidak
mau mengabaikan faktor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya.
h. Destiny (nasib)
Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak
dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang
lain.
i. Dollars (uang)
Seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan karena
masalah uang. Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Ia berasumsi jika
berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapat laba, bonus, atau hadiah.
j. Distribute (distribusi)
Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang
orang kepercayaannya itu yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai
sukses dalam bidang bisnisnya.
Berdasarkan analisis Faktor, Guilford menemukan, bahwa ada lima sifat yang menjadi
kemampuan berpikir kreatif :
a) Fluency (kelancaran)
Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
b) Flexibility (Keluwesan)
Kemampuan untuk mengemukakan bermaca-macam pemecahan atau pendekatan
terhadap masalah.
c) Orginality (Keaslian)
Kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise.
d) Elaboration(Penguraian)
Kemampuan untuk menguraikan sesuatu seraca terinci.
e) Redefinition (Perumusan Kembali)
Kemampuan untuk menijau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda
dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.
D. Kegiatan Pembelajaran
 Mengidentifikasi berbagai jenis peluang usahap roduk/jasa
 Mendiskusikan tentang pengkategorian peluang usaha yang lebih spesifik
 Mengumpulkan data terhadap para pelaku usaha barang/jasa dilingkungan sekitar
 Mengemukakan peluang usaha barang/jasa di depan kelas secara berkelompok
 Mengkomunikasikan tentang pemaparan materi yang sedang dilaksanakan
E. Soal Essay
1. Secara sederhana, pengertian peluang usaha adalah ….
2. Sebutkan 3 ciri ciri peluang usaha yang potensial….
3. 10 sifat dari wirusaha yang terkenal yang disebut dengan dream mempunyai arti ….
4. Flexibility (Keluwesan) mempunyai makna ….
5. Destiny (nasib) mempunyai makna ….
F. Soal Objektif

1. Kata “Peluang Usaha” terdiri dari dua kata,salah satunya yaitu peluang yang artinya ….
A. Kesempatan
B. Kesepakatan
C. Modal
D. Upaya
E. Cara

2. Istilah wirausaha dikenal dengan istilah ….
A. Prosedur
B. Entrepreneur
C. Entreprenal
D. Intrepreneur
E. Antrepeneur

3. Faktor internal yang mempengaruhi dalam kewirausahaan/dalam mencari peluang,
berikut ini, kecuali ….
A. Pengetahuan yang dimiliki
B. Pengalaman dari individu itu sendiri
C. Pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah
D. Instuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri
E. Kesulitan yang dihadapi sehari-hari

4. Bygrave merumuskan 10 sifat dari wirusaha yang terkenal dengan istilah 10 D, salah
satu dari rumus tersebut mempunyai arti “cepat mengambil keputusan” yang disebut ….
A. Dream
B. Decisiveness
C. Doers
D. Determination
E. Dedication

5. Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang
orang kepercayaannya itu yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai
sukses dalam bidang bisnisnya, disebut dengan ….
A. Dream
B. Doers
C. Dollars
D. Distribute
E. Destiny

6. Berikut merupakan factor keberhasilan usaha, yaitu ….
A. Diabaikan oleh pemiliknya
B. Kecurangan dan pencurian
C. Keterampilan mengelola usaha
D. Pengalaman yang tidak seimbang
E. Masalah pemasaran

7. Berdasarkan analisis Faktor, Guilford menemukan, bahwa ada lima sifat yang menjadi
kemampuan berpikir kreatif, salah satunya yaitu “Kemampuan untuk menguraikan
sesuatu seraca terinci” yang disebut ….
A. Redefinition
B. Orginality
C. Elaboration
D. Flexibility
E. Fluency

8. Kata lain Orginality adalah ….
A. Keaslian
B. Kelancaran
C. Keluwesan
D. Penguraian
E. Perumusan kembali

9. Berikut ini adalah beberapa ciri peluang usaha yang potensial, kecuali ….
A. Punya nilai jual
B. Bukan sekedar ambisi, tapi sifatnya riil
C. Bukan bisnis musiman
D. Menaikkan harga sesuka sendiri
E. Skala usaha bisa diperbesar

10. Beberapa peluang usaha online saat ini diantaranya, kecuali ….
A. Menjadi dropshipper dan reseller
B. Menjual jasa penulisan artike
C. Menjadi terkenal
D. Menjadi blogger professional
E. Menjual jasa desain grafis

G. Kunci Jawaban
Essay
1. Kesempatan yang dimiliki seseorang untuk mencapai tujuan (keuntungan, uang,
kekayaan) dengan cara melakukan usaha yang memanfaatkan berbagai sumber daya
yang dimiliki.
2. - Punya nilai jual
- Bukan sekedar ambisi, tapi sifatnya riil
- Bisa bertahan lama dan berkelanjutan
3. Seorang wirausaha mempunyai bisi keinginan terhadap masa depan pribadi dan
bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
4. Kemampuan untuk mengemukakan bermaca-macam pemecahan atau pendekatan
terhadap masalah.
5. Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak
dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang
lain.
Pilihan Ganda

1. A 6. C
2. B 7. C
3. E 8. A
4. B 9. D
5. D 10. C

Modul 3

A. Kompetensi Dasar
3.3. Konsep Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3.1. Mendeskripsikan pengertian hak atas kekayaan intelektual
3.3.2. Mendeskripsikan macam-macam hak atas kekayaan intelektual
4.3.1. Mepresentasikan hak atas kekayaan intelektual

C. Materi Pokok
Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI)
Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau
peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Menurut UU yang
telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, HaKI adalah hak-hak secara
hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang
atau beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam
bidang komersial (commercial reputation) dan tindakan / jasa dalam bidang komersial
(goodwill). Prinsip-prinsip Hak Kekayaan Intelektual
Prinsip-prinsip Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) adalah sebagai berikut :
1. Prinsip Ekonomi
Dalam prinsip ekonomi, hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif dari daya pikir
manusia yang memiliki manfaat serta nilai ekonomi yang akan member keuntungan
kepada pemilik hak cipta.
2. Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan merupakan suatu perlindungan hukum bagi pemilik suatu hasil dari
kemampuan intelektual, sehingga memiliki kekuasaan dalam penggunaan hak atas
kekayaan intelektual terhadap karyanya.
3. Prinsip Kebudayaan
Prinsip kebudayaan merupakan pengembangan dari ilmu pengetahuan, sastra dan seni
guna meningkatkan taraf kehidupan serta akan memberikan keuntungan bagi
masyarakat, bangsa dan Negara.
4. Prinsip Sosial
Prinsip sosial mengatur kepentingan manusia sebagai warga Negara, sehingga hak yang
telah diberikan oleh hukum atas suatu karya merupakan satu kesatuan yang diberikan
perlindungan berdasarkan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat/
lingkungan.
Dasar Hukum Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia
Dalam penetapan HaKI tentu berdasarkan hukum-hukum yang sesuai dengan peraturan
yang berlaku. Dasar-dasar hukum tersebut antara lain adalah :
 Undang-undang Nomor 7/1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World
Trade Organization (WTO)
 Undang-undang Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan
 Undang-undang Nomor 12/1997 tentang Hak Cipta

 Undang-undang Nomor 14/1997 tentang Merek

 Undang-undang Nomor 13/1997 tentang Hak Paten

 Keputusan Presiden RI No. 15/1997 tentang Pengesahan Paris Convention for the

Protection of Industrial Property dan Convention Establishing the World Intellectual

Property Organization

 Keputusan Presiden RI No. 17/1997 tentang Pengesahan Trademark Law Treaty

 Keputusan Presiden RI No. 18/1997 tentang Pengesahan Berne Convention for the

Protection of Literary and Artistic Works

 Keputusan Presiden RI No. 19/1997 tentang Pengesahan WIPO Copyrights Treaty

Klasifikasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI)

Secara umum Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) terbagi dalam dua kategori, yaitu :

1. Hak Cipta

2. Hak Kekayaan Industri, yang meliputi :

a) Hak Paten

b) Hak Merek

c) Hak Desain Industri

d) Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

e) Hak Rahasia Dagang

f) Hak Indikasi

Dalam tulisan ini, penulis hanya akan membahas Hak Cipta, Hak Paten, dan Hak Merek.

a) Hak Cipta

Hak Cipta adalah Hak khusus bagi pencipta untuk mengumumkan ciptaannya atau

memperbanyak ciptaannya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19/2002 Pasal 1 ayat 1 mengenai Hak Cipta :

Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan

atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak

mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang

berlaku. Hak cipta termasuk kedalam benda immateriil, yang dimaksud dengan hak

milik immateriil adalah hak milik yang objek haknya adalah benda tidak berwujud

(benda tidak bertubuh). Sehingga dalam hal ini bukan fisik suatu benda atau barang

yang di hak ciptakan, namun apa yang terkandung di dalamnya yang memiliki hak

cipta. Contoh dari hak cipta tersebut adalah hak cipta dalam penerbitan buku berjudul
“Manusia Setengah Salmon”. Dalam hak cipta, bukan bukunya yang diberikan hak

cipta, namun Judul serta isi didalam buku tersebutlah yang di hak ciptakan oleh penulis

maupun penerbit buku tersebut. Dengan begitu yang menjadi objek dalam hak cipta

merupakan ciptaan sang pencipta yaitu setiap hasil karya dalam bentuk yang khas dan

menunjukkan keasliannya dalam ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Dasar hukum

Undang-undang yang mengatur hak cipta antara lain :

 UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

 UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1982

Nomor 15)

 UU Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang
Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1987 Nomor 42)

 UU Nomor 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982
sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 7 Tahun 1987 (Lembaran Negara RI
Tahun 1997 Nomor 29)

b) Hak Kekayaan Industri
Hak kekayaan industri adalah hak yang mengatur segala sesuatu milik perindustrian,
terutama yang mengatur perlindungan hukum. Hak kekayaan industri sangat penting
untuk didaftarkan oleh perusahaan-perusahaan karena hal ini sangat berguna untuk
melindungi kegiatan industri perusahaan dari hal-hal yang sifatnya menghancurkan
seperti plagiatisme. Dengan di legalkan suatu industri dengan produk yang dihasilkan
dengan begitu industri lain tidak bisa semudahnya untuk membuat produk yang sejenis/
benar-benar mirip dengan mudah. Dalam hak kekayaan industri salah satunya meliputi
hak paten dan hak merek.

c) Hak Paten
Menurut Undang-undang Nomor 14/2001 pasal 1 ayat 1, Hak Paten adalah hak
eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil penemuannya di bidang
teknologi, yang untuk selama waktu tertentu dalam melaksanakan sendiri penemuannya
tersebut atau dengan membuat persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.
Paten hanya diberikan negara kepada penemu yang telah menemukan suatu penemuan
(baru) di bidang teknologi. Yang dimaksud dengan penemuan adalah kegiatan
pemecahan masalah tertentu di bidang teknologi, hal yang dimaksud berupa proses,
hasil produksi, penyempurnaan dan pengembangan proses, serta penyempurnaan dan
pengembangan hasil produksi.
Perlindungan hak paten dapat diberikan untuk jangka waktu 20 tahun terhitung dari
filling date. Undang-undang yang mengatur hak paten antara lain :
 UU Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun 1989 Nomor
39)
 UU Nomor 13 Tahun 1997 tentang Perubahan UU Nomor 6 Tahun 1989 tentang
Paten (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 30)
 UU Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor
109).

d) Hak Merek
Berdasarkan Undang-undang Nomor 15/2001 pasal 1 ayat 1, hak merek adalah tanda
yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau
kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam
kegiatan perdagangan barang atau jasa. Merek merupakan tanda yang digunakan untuk
membedakan produk/jasa tertentu dengan produk/jasa yang sejenis sehingga memiliki
nilai jual dari pemberian merek tersebut. Dengan adanya pembeda dalam setiap
produk/jasa sejenis yang ditawarkan, maka para costumer tentu dapat memilih
produk.jasa merek apa yang akan digunakan sesuai dengan kualitas dari masing-masing
produk/jasa tersebut. Merek memiliki beberapa istilah, antara lain :

e) Merek Dagang
Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh
seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk
membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

f) Merek Jasa
Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh
seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk
membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

g) Merek Kolektif
Merek Kolektif adalah merek yang digunakan pada barang atau jasa dengan
karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum
secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang atau jasa sejenis lainnya.

Selain itu terdapat pula hak atas merek, yaitu hak khusus yang diberikan negara kepada
pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu,
menggunakan sendiri merek tersebut atau memberi izin kepada seseorang atau beberapa
orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk menggunakannya. Dengan terdaftarnya
suatu merek, maka sudah dipatenkan bahwa nama merek yang sama dari produk/jasa lain
tidak dapat digunakan dan harus mengganti nama mereknya. Bagi pelanggaran pasal 1
tersebut, maka pemilik merek dapat mengajukan gugatan kepada pelanggar melalui Badan
Hukum atas penggunaan nama merek yang memiliki kesamaan tanpa izin, gugatan dapat
berupa ganti rugi dan penghentian pemakaian nama tersebut.

Selain itu pelanggaran juga dapat berujung pada pidana yang tertuang pada bab V pasal
12, yaitu setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan merek yang sama
secara keseluruhan dengan merek terdaftar milik orang lain atau badan hukum lain, untuk
barang atau jasa sejenis yang diproduksi dan diperdagangkan, dipidana penjara paling lama
tujuh tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000,-

Oleh karena itu, ada baiknya jika merek suatu barang/jasa untuk di hak patenkan
sehingga pemilik ide atau pemikiran inovasi mengenai suatu hasil penentuan dan kreatifitas
dalam pemberian nama merek suatu produk/jasa untuk dihargai dengan semestinya dengan
memberikan hak merek kepada pemilik baik individu maupun kelompok organisasi
(perusahaan/industri) agar dapat tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan perekonomiannya
dengan tanpa ada rasa was-was terhadap pencurian nama merek dagang/jasa tersebut.

Undang-undang yang mengatur mengenai hak merek antara lain :
 UU Nomor 19 Tahun 1992 tentang Merek (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor

81)
 UU Nomor 14 Tahun 1997 tentang Perubahan UU Nomor 19 Tahun 1992 tentang

Merek (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 31)
 UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor

110)
Setiap hak yang termasuk kekayaan intelektual memiliki konsep yang bernama konsep
HAKI. Berikut ini merupakan konsep HAKI :

1. Haki kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (UU & wewenang menurut
hukum).

2. Kekayaan hal-hal yang bersifat ciri yang menjadi milik orang.
3. Kekayaan intelektual kekayaan yang timbul dari kemampuan intelektual manusia (karya

di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra) – dihasilkan atas kemampuan
intelektual pemikiran, daya cipta dan rasa yang memerlukan curahan tenaga, waktu dan
biaya untuk memperoleh “produk” baru dengan landasan kegiatan penelitian atau yang
sejenis.
D. Kegiatan Pembelajaran
 Mengamati hak atas kekayaan intelektual
 Mengumpulkan data tentang hak atas kekayaan intelektual
 Mengolah data tentang hak atas kekayaan intelektual
 Mengomunikasikan tentang hak atas kekayaan intelektual
E. Soal Essay
1. Pengertian HaKI adalah ….
2. Sebutkan prinsip prinsip HaKI ….
3. Hak kekayaan industry meliputi apa saja ….
4. Apa pengertian hak cipta ….
5. Pengertian merek jasa adalah ….
F. Soal Objektif
1. Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal … HaKI adalah hak-hak
secara hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas
seseorang atau beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan
reputasi dalam bidang komersial (commercial reputation) dan tindakan / jasa dalam
bidang komersial (goodwill).
A. 21 Maret 1997
B. 22 Maret 1997
C. 12 Maret 1997
D. 21 Maret 1987
E. 22 Maret 1987
2. Obyek utama dari HaKI, kecuali ….
A. Karya
B. Ciptaan
C. Hasil buah pikiran
D. Intelektualita manusia
E. Pembelian
3. Merupakan suatu perlindungan hukum bagi pemilik suatu hasil dari kemampuan
intelektual, sehingga memiliki kekuasaan dalam penggunaan hak atas kekayaan
intelektual terhadap karyanya, disebut prinsip ….
A. Prinsip ekonomi
B. Prinsip keadilan

C. Prinsip kekayaan
D. Prinsip kebudayaan
E. Prinsip sosial
4. Yang tidak termasuk hak kekayaan industry adalah ….
A. Hak paten
B. Hak merek
C. Hak desain industry
D. Hak social
E. Hak indikasi
5. Hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau
memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi
pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku,
merupakan pengertian dari ….
A. Hak cipta
B. Hak merek
C. Hak social
D. Hak indikasi
E. Hak desain industry
6. UU yang mengatur tentang hak paten adalah ….
A. Undang-undang Nomor 14/1997
B. Undang-undang Nomor 13/1997
C. Undang-undang Nomor 1/1997
D. Undang-undang Nomor 12/1997
E. Undang-undang Nomor 11/1997
7. Hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil penemuannya di
bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu dalam melaksanakan sendiri
penemuannya tersebut atau dengan membuat persetujuan kepada pihak lain untuk
melaksanakannya. Merupakan pengertian hak paten menurut ….
A. Undang-undang Nomor 14/2001 pasal 1 ayat 2
B. Undang-undang Nomor 14/2001 pasal 1 ayat 3
C. Undang-undang Nomor 14/2001 pasal 1 ayat 1
D. Undang-undang Nomor 14/2001 pasal 1 ayat 4
E. Undang-undang Nomor 14/2001 pasal 1 ayat 11
8. Undang-undang Nomor 7/1994. Membahas tentang ….
A. Hak cipta
B. Hak merek
C. Pengesahan Agreement Establishing the World Trade Organization (WTO)
D. Pengesahan Paris Convention for the Protection of Industrial Property dan

Convention Establishing the World Intellectual Property Organization
E. Pengesahan Trademark Law Treaty
9. Paten hanya diberikan negara kepada penemu yang telah menemukan suatu penemuan
(baru) di bidang ….

A. Ekonomi

B. Social

C. Budaya

D. Teknologi

E. Cipta

10. Hak yang mengatur segala sesuatu milik perindustrian, terutama yang mengatur
perlindungan hokum, merupakan pengertian ….

A. Hak social

B. Hak budaya

C. Hak ekonomi

D. Hak paten

E. Hak industry

G. Kunci Jawaban

Essay

1. Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau

peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya.

2. Prinsip ekonomi, prinsip keadilan, prinsip kebudayaan, prinsip social

3. Hak Paten, Hak Merek, Hak Desain Industri, Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu,

Hak Rahasia Dagang, Hak Indikasi

4. Hak Cipta adalah Hak khusus bagi pencipta untuk mengumumkan ciptaannya atau

memperbanyak ciptaannya.

5. Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh

seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk

membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

Pilihan Ganda

1. A 6. B

2. E 7. C

3. A 8. C

4. D 9. D

5. A 10. E

Modul 4

A. Kompetensi Dasar
3.4 Menganalisis konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa

B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4.1. Menjelaskan konsep desain/ prototype dan kemasan produk barang/jasa
3.4.2. Menentukan konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa
4.4.1. Menyajikan desain/ prototype dan kemasan produk barang/jasa

C. Materi Pokok
PROTOTYPE
a) Pengulangan Desain
Pengusaha muda biasanya menghabiskan banyak waktunya untuk berpikir bahwa
produk mereka bisa menyelesaikan sebuah masalah tanpa pernah mengetesnya di pelanggan
yang asli. Dalam fase pengulangan desain, Anda harus menuliskan bentuk, fungsionalitas,
dan cara pembuatan produk Anda. Kemudian, buatlah desain awal bentuk produk Anda, bisa
dengan sketching biasa sampai membuat bentuk 3D nya di komputer. Kemudian, tiap
bertemu orang, tunjukkan desain tersebut dan tanyakan pendapat mereka tentang produk
Anda. Ulangi terus sampai kebanyakan orang merasa puas dan produk Anda layak
dipasarkan.
Dalam kasus Studentpreneur, sebelum meluncurkan majalah ke pasaran, kami membuat
dummy berupa cover digital magazine dan melihat respon tiap orang yang kami tanyai.
Kami terus mengubah desain cover dan juga desain awal website, sesuai dengan apa yang
dikatakan oleh pelanggan, dan yang dikatakan oleh Google Analytics. Dalam fase desain ini,
kami jadi tahu apa rubrik yang diinginkan oleh pelanggan, dan mana rubrik yang harus
dibuang.
b) Pengulangan Engineering
Fase pengulangan engineering hanya dilakukan ketika Anda merasa telah berhasil
menyelesaikan fase pengulangan desain. Semua input yang didapatkan dalam fase
pengulangan desain akan menjadi dasar pengembangan produk. Fase engineering intinya
adalah bagaimana cara membuat produk Anda telah bekerja sesuai dengan yang diinginkan.
Produk yang sudah jadi langsung diteskan pada calon pelanggan, dan berdasarkan feedback
dari calon pelanggan, kembali ke fase pengulangan engineering ini. Cobalah tanyakan
seberapa jauh calon pelanggan bisa menerima produk Anda. Tujuan akhir dari fase ini
adalah membuat prototype versi beta.
Dalam kasus Studentpreneur, setelah kami yakin dengan rubrik dan jenis desain apa
yang dicintai calon pelanggan, kami mulai membuat versi digitalnya. Kami mengirimkan
versi digital alpha ke email pelanggan yang juga membantu kami dalam fase desain. Semua
feedback dari mereka kami catat, dan kami ubah versi alpha ini berkali-kali sampai kami
yakin ini telah menjadi versi beta yang cukup kuat. Untuk website, prosesnya juga hampir
sama.
c) Pengulangan Produksi

Setelah versi beta berhasil dibuat, kita harus menghadapi sebuah fase kunci yang sering
membedakan ide bagus dengan produk bagus. Fase pengulangan produksi mengharuskan
kita untuk menemukan vendor yang bisa membantu, merangkai semua bagian, sampai
menyelesaikan urusan yang berhubungan dengan legalitas. Fase ini biasanya membutuhkan
antara 2-6 bulan. Contoh pada Studentpreneur, kami harus menemukan perusahaan printing
yang bisa mencetak majalah kami, menemukan rekanan agen distribusi, sampai menjalin
relasi dengan berbagai toko buku. Sedikit saja kesalahan dalam fase ini akan membawa
perusahaan Anda ke posisi yang buruk.
Apa itu Prototipe Produk?
The Merriam-Webster kamus mendefinisikan prototipe sebagai “model asli yang sesuatu
yang berpola”. Dalam awam berbicara, prototipe adalah kehidupan nyata, 3Versi D ide
produk Anda. Salinan dicetak 3D dari desain mainan adalah “prototipe”, seperti model
kertas dan lem dari alat baru. Jika ada untuk menunjukkan ide atau belajar kelayakannya,
Anda dapat menyebutnya sebuah prototipe.
Klasifikasikan prototipe ke dalam empat kategori besar berdasarkan fungsi dan kompleksitas
mereka :
1) Visual prototipe: Prototipe visual yang dimaksudkan untuk menampilkan ukuran dan

bentuk dari produk akhir. Ia tidak memiliki fungsi tersebut, bahan, atau massa produk.
Suka, itu hanya mewakili dimensi.
Sebuah balok kayu berbentuk dalam bentuk produk akhir adalah “prototipe visual”,
seperti model digital dibuat dalam perangkat lunak 3D rendering.
2) “Bukti dari konsep”: Ini adalah model dasar dimaksudkan untuk menunjukkan fungsi
dan kelayakan ide, itu adalah, untuk membuktikan bahwa konsep tersebut benar-benar
dapat bekerja. Anda biasanya akan menggunakan bahan yang tersedia di tangan untuk
membuat prototipe ini. Tidak harus melihat, merasa, atau bahkan bekerja sebagai hasil
akhir; itu hanya memiliki untuk menunjukkan bahwa ide adalah layak.
3) presentasi prototipe: Sebagai nama menyarankan, ini adalah versi presentasi-siap dari
produk. Hal ini fungsional dan memiliki penampilan yang sama seperti produk. Anda
dapat menunjukkan prototipe ini untuk investor, terkemuka di eropa, dan calon
pelanggan untuk memberikan gambaran apa hasil akhir akan terlihat seperti. Prototipe
ini biasanya terbuat dari bahan khusus dan teknik manufaktur.
Anda dapat melihat contoh dari prototipe presentasi di mobil konsep yang diciptakan
oleh produsen mobil. Karena ini biasanya dimaksudkan untuk demonstrasi daripada
produksi, mobil ini sering menggunakan bahan mahal dan teknik manufaktur butik.
4) prototipe pra-produksi: Ini adalah versi modifikasi dari prototipe presentasi. Ini
memiliki fungsi yang sama tapi dibangun dengan menggunakan bahan-bahan produksi-
siap dan metode. Produsen akan sering melihat prototipe pra-produksi untuk
mengetahui bagaimana untuk memproduksi massal produk.
Masing-masing dari prototipe ini dibangun di atas bekas. Anda tidak harus melalui
semua empat tahap, tentu saja. Anda mungkin pergi dari bukti konsep dibangun dari
lakban dan kertas untuk prototipe produksi-siap.
Cara Membuat Prototype Produk Anda

Jika Anda membaca ini, Anda mungkin sudah memiliki ide untuk produk. Ini mungkin
sebuah sketsa sederhana di belakang serbet, 3D render, atau bahkan sepenuhnya fleshed
bukti dari konsep. Langkah Anda selanjutnya adalah untuk mengubah gambaran kasar ini
menjadi prototipe fungsional.
Kami akan berbagi proses untuk membuat prototipe Anda sendiri di bawah ini :
1. Membuat diagram rinci atau sketsa

Langkah pertama dalam menciptakan prototipe adalah untuk menciptakan sebuah
konsep sketsa rinci atau diagram. Tujuan Anda harus menangkap ide sebanyak mungkin
dengan cara visual yang.
Idealnya, Anda harus memiliki dua sketsa konsep :
 Sebuah sketsa desain yang menunjukkan bagaimana produk mungkin muncul

setelah selesai
 Sebuah sketsa teknis yang menunjukkan dimensi produk, bahan, dan bekerja.
Anda dapat menggunakan perangkat lunak untuk melakukan hal ini, tapi pena dan
kertas kerja yang lebih baik. Anda bahkan dapat beralih ke pena dan kertas gambar-
gambar ini ketika Anda mengajukan paten. Jangan ragu untuk bereksperimen dan
menjadi kreatif dalam langkah ini. Kau jauh dari manufaktur pada saat ini; jangan takut
untuk mencoba hal-hal baru.
2. Membuat model 3D (optional)
Selanjutnya (optional) Langkah ini untuk mentransfer sketsa konsep Anda ke perangkat
lunak pemodelan 3D. Ini akan membantu Anda (dan setiap pihak ketiga seperti investor
atau mitra) memvisualisasikan produk yang lebih baik. Anda juga dapat menggunakan
model ini untuk membuat salinan cetak 3D prototipe Anda.
Manfaat lain dari model 3D adalah bahwa Anda dapat menggunakan aplikasi
augmented reality seperti Augment.com untuk memvisualisasikan itu di dunia nyata. Ini
bekerja sangat baik untuk menunjukkan ukuran, bentuk, dan desain sebuah ide produk.
Hal ini dapat mahal untuk bisnis kecil yang belum diluncurkan belum, meskipun.
3. Buat “bukti dari konsep”
Sekarang tiba bagian menyenangkan: benar-benar membangun ide produk.
Bagaimana Anda membangun bukti pertama Anda dari konsep akan tergantung pada
sejumlah hal. Jika Anda memiliki produk sederhana yang Anda sudah dimodelkan
dalam perangkat lunak 3D, Anda hanya bisa mendapatkannya 3D dicetak untuk
menciptakan “bukti dari konsep” Anda.
Namun, jika Anda memiliki produk yang kompleks dengan sejumlah bagian mekanik
atau elektronik, Anda harus berimprovisasi lebih keras.
Ingat bahwa bukti dari konsep tidak harus terlihat baik atau bahkan menyerupai produk
akhir. Ini hanya harus bekerja. Anda bahkan dapat menggunakan produk rumah tangga
biasa untuk membuat model ini tahap awal.
Untuk produk yang lebih kompleks, Anda mungkin harus mencari bantuan dari seorang
tukang atau masinis.

4. Buat prototipe pertama Anda
Bukti dari konsep menunjukkan bahwa produk Anda bekerja. Model 3D Anda
menunjukkan apa yang mungkin terlihat seperti.
Langkah Anda selanjutnya adalah untuk menggabungkan pelajaran dari bukti konsep
dan model 3D untuk membuat prototipe pertama Anda.
Ini harus menjadi model yang cukup rinci yang terlihat seperti produk akhir Anda dan
memiliki fungsi yang sama.
Itu tidak selalu mungkin untuk menciptakan detail pertama prototipe ini saja.
Tergantung pada kompleksitas, Anda mungkin ingin mendapatkan bantuan dari masinis
atau desainer prototipe khusus.
Anda dapat menggunakan direktori seperti ThomasNet dan Engineering.com untuk
menemukan desainer prototipe.
Karena ini hanya prototipe pertama, Anda tidak perlu khawatir terlalu banyak tentang
jenis bahan yang digunakan atau bahkan biaya. Tujuan Anda adalah untuk mendapatkan
model kerja yang menyerupai produk akhir Anda.

5. Membuat prototipe produksi-siap
Langkah terakhir sebelum Anda sampai ke manufaktur adalah untuk memangkas lemak
dari prototipe pertama Anda dan mendapatkannya untuk negara produksi-siap.
Ini pada dasarnya adalah proses biaya dan kelayakan analisis. Anda harus pergi melalui
setiap bagian dari prototipe dan mencari cara untuk memotong biaya tanpa
mengorbankan fungsionalitas.
Pada waktu yang sama, Anda harus melihat cara untuk meningkatkan estetika produk
atau daya tahan.
Misalnya, Anda mungkin mengganti bagian plastik yang sering digunakan dengan
logam, dan bagian logam kecil-digunakan dengan plastik. Ini akan membantu Anda
memotong biaya sambil tetap mempertahankan kualitas.
Ini membantu untuk bekerja dengan produsen dan mencari tahu komponen betapa
berbedanya dalam prototipe mungkin berdampak biaya dan kualitas. Anda juga harus
melihat bahan baku yang berbeda dan melihat mana yang lebih menyenangkan estetis.
Tujuan Anda harus menemukan keseimbangan antara biaya dan kualitas tergantung
pada target pelanggan Anda. Jika Anda menargetkan pembeli mewah, misalnya,
kualitas akan lebih penting daripada biaya. Untuk pelanggan anggaran, itu akan menjadi
sebaliknya.

Tips untuk Ikuti Ketika Membuat Prototype Produk Anda
Prototyping ide dari awal dapat menjadi kompleks, terutama untuk pembuat pertama kali.
Berikut tips ini akan membuat proses lebih halus :
1) Membuat daftar fitur prioritas

Itu tak terelakkan bahwa produk akhir Anda tidak akan memiliki semua fitur yang Anda
membayangkan di ide asli Anda. Biaya dan bahan kendala berarti bahwa Anda harus
mengurangi beberapa fitur yang mahal.
Oleh karena itu, ketika Anda sedang merancang prototipe pertama Anda, memisahkan
semua fitur dalam tiga kategori :

 Perlu punya: Ini adalah fitur yang Anda benar-benar perlu untuk produk untuk
bekerja. Misalnya, “Penyimpanan portabel” akan menjadi fitur kebutuhan untuk
dimiliki dalam iPod.

 Baik untuk memiliki: Ini adalah fitur yang akan membantu produk Anda menonjol,
tetapi tidak penting untuk fungsinya. Misalnya, yang “klik roda” adalah baik-untuk-
memiliki fitur di iPod. Hal itu membuat iPod lebih mudah untuk digunakan, tetapi
itu tidak penting untuk menjalankan nya.

 Tidak dibutuhkan: Ini adalah fitur yang berlebihan untuk produk dan tidak
menambahkan banyak di jalan banding atau utilitas. Sering, fitur ini terlalu mahal
untuk diterapkan juga. Anda dapat dengan aman membuang fitur ini di desain
Anda.

 Generasi pertama iPod tidak memiliki “roda klik” karena itu terlalu mahal untuk
diterapkan (Gambar sumber)

Cobalah untuk memiliki banyak kebutuhan untuk memiliki fitur mungkin dalam desain
akhir Anda.
2) Masuk NDAs dan paten berkas
Anda pasti akan beralih ke desainer prototipe, masinis, 3D modeler, dll. dalam rangka
mengembangkan prototipe Anda.
Jika ide Anda adalah inovatif, segera Anda dapat menemukan seseorang menjualnya
pada AliExpress untuk harga jauh lebih rendah. Bahkan jika mereka tidak menyalin ide
produk, mereka mungkin menyalin teknik desain atau produksi baru yang
dikembangkan.
Untuk melindungi diri Anda dari pencurian kekayaan intelektual, Anda dapat
mengambil langkah-langkah berikut :
1. Mengajukan paten untuk ide produk dan desain.
2. Meminta semua pihak ketiga untuk menandatangani perjanjian non-disclosure

(NDAs).
3) Menjaga biaya dalam pikiran ketika merancang

Salah satu tantangan terbesar dalam menciptakan prototipe adalah menyeimbangkan
utilitas dan biaya. Anda ingin produk untuk memenuhi fungsi yang dijanjikan, tetapi
Anda juga ingin menjualnya dengan harga yang wajar. Produk yang luar biasa bahwa
pelanggan Anda tidak mampu membayar biaya pasti akan gagal.
Pada setiap tahap dalam proses desain, tanyakan pada diri sendiri dua pertanyaan:
 Merupakan bagian ini diperlukan?
 Jika ya, apa bahan termurah untuk membuatnya tanpa mengorbankan utilitas?
Biaya bahan bervariasi, bahkan di antara bahan dalam kategori yang sama (seperti
‘plastik’ atau ‘logam’). Ingatlah hal ini ketika Anda sedang merancang produk Anda.
4) Gunakan teknik manufaktur standar
Alasan lain untuk biaya overruns antara prototipe untuk produk akhir adalah
penggunaan teknik manufaktur kustom.
Pada dasarnya, setiap pabrik yang membangun produk Anda akan menggunakan
beberapa proses manufaktur standar industri (seperti “injeksi”). Jika produk Anda tidak

dapat diproduksi menggunakan mereka, pabrik harus membuat teknik disesuaikan dan
melatih staf untuk menggunakannya.
Hal ini dapat menambah secara substansial terhadap biaya produksi, terutama jika Anda
manufaktur dalam batch kecil.
Oleh karena itu, ketika Anda sedang merancang prototipe Anda, tetap menutup mata
pada jenis proses manufaktur masing-masing bagian akan membutuhkan. Jika fitur
membutuhkan teknik produksi sangat disesuaikan, mempertimbangkan menghapus itu.
Seorang desainer prototipe atau masinis harus dapat membantu Anda mencari tahu ini.
5) Meminjam ide dari pesaing
Membongkar produk pesaing Anda dapat memberikan pemahaman rinci tentang apa
yang bekerja, apa yang tidak ketika membuat suatu produk. Ini bisa menjadi bantuan
besar dalam merancang ide Anda sendiri.
D. Kegiatan Pembelajaran
 Mengamati Konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa
 Mengumpulkan data tentang Konsep desain/prototype dan kemasan produk
barang/jasa
 Mengolah data tentang Konsepdesain/prototype dan kemasan produk barang/jasa
 Menyajikan tentang Konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa
E. Soal Essay
1. Bagaimana cara pengulangan desain ….
2. Bagaimana cara pengulangan engineering ….
3. Bagaimana cara pengulangan produksi ….
4. Maksud dari prototype visual adalah ….
5. Manfaat dari model 3D dalam konsep prototype adalah ….
F. Soal Objektif
1. Yang bukan merupakan proses pada model prototyping adalah ….
A. Pengumpulan kebutuhan
B. Perancangan
C. Evaluasi prototype
D. Developer
E. A, B, C dan D benar
2. Berikut yang merupakan nilai penting dari XP model adalah …
A. Evaluasi prototype
B. Komunikasi
C. Sederhana
D. Tanggapan / masukan
E. Berani
3. System informasi yang menggambarkan hal hal penting dari system informasi yang
datang adalah …
A. Model spiral
B. Model RAD (Rapid Application Development)

C. Model Fourth Generation Techniques (4GT)
D. Model prototyping
E. Model waterfall
4. Membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan
adalah …
A. Pengumpulan kebutuhan
B. Membangun prototyping
C. Evaluasi prototyping
D. Mengkodekan system
E. Pengumpulan prototyping
5. Apaakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan
atau belum. Jika sudah sesuai, maka langkah selanjutnya akan diambil adalah …
A. Pengumpulan kebutuhan
B. Membangun prototyping
C. Evaluasi prototyping
D. Mengkodekan system
E. Pengumpulan prototyping
6. Digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan uintuk sytem
informasi yang akan disusun …
A. Feasibility prototyping
B. Requirement prototyping
C. Desain prototyping
D. Implementation prototyping
E. Waterfall prototyping
7. Digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user adalah …
A. Feasibility prototyping
B. Requirement prototyping
C. Desain prototyping
D. Implementation prototyping
E. Waterfall prototyping
8. Merupakan lanjutan dari rancangan prototype, prototype ini langsung disusun sebagai
suatu system informasi yang akan digunakan adalah …
A. Desain prototyping
B. Requirement prototyping
C. Implementation prototyping
D. Feasibility prototyping
E. Waterfall prototyping
9. Digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan digunakan
adalah …
A. Feasibility prototyping
B. Desain prototyping
C. Requirement prototyping

D. Implementation prototyping

E. Waterfall prototyping
10. Pengembangan produk teknologi yang sederhana biasanya membutuhkan …. Bulan

A. 3 – 4
B. 3 – 5
C. 1 – 2
D. 3 – 7
E. 3 – 6

G. Kunci Jawaban

Essay

1. Dalam fase pengulangan desain, Anda harus menuliskan bentuk, fungsionalitas, dan

cara pembuatan produk Anda. Kemudian, buatlah desain awal bentuk produk Anda, bisa

dengan sketching biasa sampai membuat bentuk 3D nya di komputer. Kemudian, tiap

bertemu orang, tunjukkan desain tersebut dan tanyakan pendapat mereka tentang produk

Anda. Ulangi terus sampai kebanyakan orang merasa puas dan produk Anda layak

dipasarkan.

2. Fase engineering intinya adalah bagaimana cara membuat produk Anda telah bekerja

sesuai dengan yang diinginkan. Produk yang sudah jadi langsung diteskan pada calon

pelanggan, dan berdasarkan feedback dari calon pelanggan, kembali ke fase

pengulangan engineering ini. Cobalah tanyakan seberapa jauh calon pelanggan bisa

menerima produk Anda. Tujuan akhir dari fase ini adalah membuat prototype versi beta.

3. Fase pengulangan produksi mengharuskan kita untuk menemukan vendor yang bisa

membantu, merangkai semua bagian, sampai menyelesaikan urusan yang berhubungan

dengan legalitas. Fase ini biasanya membutuhkan antara 2-6 bulan. Contoh pada

Studentpreneur, kami harus menemukan perusahaan printing yang bisa mencetak

majalah kami, menemukan rekanan agen distribusi, sampai menjalin relasi dengan

berbagai toko buku. Sedikit saja kesalahan dalam fase ini akan membawa perusahaan

Anda ke posisi yang buruk.

4. Prototipe visual yang dimaksudkan untuk menampilkan ukuran dan bentuk dari produk

akhir. Ia tidak memiliki fungsi tersebut, bahan, atau massa produk. Suka, itu hanya

mewakili dimensi.

5. Manfaat lain dari model 3D adalah bahwa Anda dapat menggunakan aplikasi

augmented reality seperti Augment.com untuk memvisualisasikan itu di dunia nyata. Ini

bekerja sangat baik untuk menunjukkan ukuran, bentuk, dan desain sebuah ide produk.

Hal ini dapat mahal untuk bisnis kecil yang belum diluncurkan belum, meskipun.

Pilihan Ganda

1. E 6. A

2. A 7. B

3. D 8. C

4. B 9. B

5. C 10. E

Modul 5

A. Kompetensi Dasar
3.5 Menganalisis konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa

B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4.1. Menjelaskan konsep desain/ prototype dan kemasan produk barang/jasa
3.4.2. Menentukan konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa
4.4.1. Menyajikan desain/ prototype dan kemasan produk barang/jasa

C. Materi Pokok
PROTOTYPE

1. Pengulangan Desain
Pengusaha muda biasanya menghabiskan banyak waktunya untuk berpikir bahwa
produk mereka bisa menyelesaikan sebuah masalah tanpa pernah mengetesnya di
pelanggan yang asli. Dalam fase pengulangan desain, Anda harus menuliskan bentuk,
fungsionalitas, dan cara pembuatan produk Anda. Kemudian, buatlah desain awal
bentuk produk Anda, bisa dengan sketching biasa sampai membuat bentuk 3D nya di
komputer. Kemudian, tiap bertemu orang, tunjukkan desain tersebut dan tanyakan
pendapat mereka tentang produk Anda. Ulangi terus sampai kebanyakan orang merasa
puas dan produk Anda layak dipasarkan.
Dalam kasus Studentpreneur, sebelum meluncurkan majalah ke pasaran, kami membuat
dummy berupa cover digital magazine dan melihat respon tiap orang yang kami tanyai.
Kami terus mengubah desain cover dan juga desain awal website, sesuai dengan apa
yang dikatakan oleh pelanggan, dan yang dikatakan oleh Google Analytics. Dalam fase
desain ini, kami jadi tahu apa rubrik yang diinginkan oleh pelanggan, dan mana rubrik
yang harus dibuang.

2. Pengulangan Engineering
Fase pengulangan engineering hanya dilakukan ketika Anda merasa telah berhasil
menyelesaikan fase pengulangan desain. Semua input yang didapatkan dalam fase
pengulangan desain akan menjadi dasar pengembangan produk. Fase engineering
intinya adalah bagaimana cara membuat produk Anda telah bekerja sesuai dengan yang
diinginkan. Produk yang sudah jadi langsung diteskan pada calon pelanggan, dan
berdasarkan feedback dari calon pelanggan, kembali ke fase pengulangan engineering
ini. Cobalah tanyakan seberapa jauh calon pelanggan bisa menerima produk Anda.
Tujuan akhir dari fase ini adalah membuat prototype versi beta.
Dalam kasus Studentpreneur, setelah kami yakin dengan rubrik dan jenis desain apa
yang dicintai calon pelanggan, kami mulai membuat versi digitalnya. Kami
mengirimkan versi digital alpha ke email pelanggan yang juga membantu kami dalam
fase desain. Semua feedback dari mereka kami catat, dan kami ubah versi alpha ini
berkali-kali sampai kami yakin ini telah menjadi versi beta yang cukup kuat. Untuk
website, prosesnya juga hampir sama.

3. Pengulangan Produksi

Setelah versi beta berhasil dibuat, kita harus menghadapi sebuah fase kunci yang sering
membedakan ide bagus dengan produk bagus. Fase pengulangan produksi mengharuskan
kita untuk menemukan vendor yang bisa membantu, merangkai semua bagian, sampai
menyelesaikan urusan yang berhubungan dengan legalitas. Fase ini biasanya membutuhkan
antara 2-6 bulan. Contoh pada Studentpreneur, kami harus menemukan perusahaan printing
yang bisa mencetak majalah kami, menemukan rekanan agen distribusi, sampai menjalin
relasi dengan berbagai toko buku. Sedikit saja kesalahan dalam fase ini akan membawa
perusahaan Anda ke posisi yang buruk.

Apa itu Prototipe Produk?
The Merriam-Webster kamus mendefinisikan prototipe sebagai “model asli yang sesuatu
yang berpola”. Dalam awam berbicara, prototipe adalah kehidupan nyata, 3Versi D ide
produk Anda.
Salinan dicetak 3D dari desain mainan adalah “prototipe”, seperti model kertas dan lem dari
alat baru. Jika ada untuk menunjukkan ide atau belajar kelayakannya, Anda dapat
menyebutnya sebuah prototipe.
Anda dapat mengklasifikasikan prototipe ke dalam empat kategori besar berdasarkan fungsi
dan kompleksitas mereka :
a) Visual prototype : Prototipe visual yang dimaksudkan untuk menampilkan ukuran dan

bentuk dari produk akhir. Ia tidak memiliki fungsi tersebut, bahan, atau massa produk.
Suka, itu hanya mewakili dimensi.
Sebuah balok kayu berbentuk dalam bentuk produk akhir adalah “prototipe visual”,
seperti model digital dibuat dalam perangkat lunak 3D rendering. Render sebuah 3D
yang menunjukkan ukuran produk dan bentuk adalah contoh dari “prototipe visual”
(Gambar sumber)
b) “Bukti dari konsep” : Ini adalah model dasar dimaksudkan untuk menunjukkan fungsi
dan kelayakan ide, itu adalah, untuk membuktikan bahwa konsep tersebut benar-benar
dapat bekerja. Anda biasanya akan menggunakan bahan yang tersedia di tangan untuk
membuat prototipe ini. Tidak harus melihat, merasa, atau bahkan bekerja sebagai hasil
akhir; itu hanya memiliki untuk menunjukkan bahwa ide adalah layak.
c) Presentasi prototype : Sebagai nama menyarankan, ini adalah versi presentasi-siap dari
produk. Hal ini fungsional dan memiliki penampilan yang sama seperti produk. Anda
dapat menunjukkan prototipe ini untuk investor, terkemuka di eropa, dan calon
pelanggan untuk memberikan gambaran apa hasil akhir akan terlihat seperti. Prototipe
ini biasanya terbuat dari bahan khusus dan teknik manufaktur.
Anda dapat melihat contoh dari prototipe presentasi di mobil konsep yang diciptakan
oleh produsen mobil. Karena ini biasanya dimaksudkan untuk demonstrasi daripada
produksi, mobil ini sering menggunakan bahan mahal dan teknik manufaktur butik.
d) Prototipe Pra-Produksi : Ini adalah versi modifikasi dari prototipe presentasi. Ini
memiliki fungsi yang sama tapi dibangun dengan menggunakan bahan-bahan produksi-
siap dan metode. Produsen akan sering melihat prototipe pra-produksi untuk
mengetahui bagaimana untuk memproduksi massal produk.

Masing-masing dari prototipe ini dibangun di atas bekas. Anda tidak harus melalui semua
empat tahap, tentu saja. Anda mungkin pergi dari bukti konsep dibangun dari lakban dan
kertas untuk prototipe produksi-siap.

Cara Membuat Prototype Produk Anda
Jika Anda membaca ini, Anda mungkin sudah memiliki ide untuk produk. Ini mungkin
sebuah sketsa sederhana di belakang serbet, 3D render, atau bahkan sepenuhnya fleshed
bukti dari konsep.
Langkah Anda selanjutnya adalah untuk mengubah gambaran kasar ini menjadi prototipe
fungsional.
Kami akan berbagi proses untuk membuat prototipe Anda sendiri di bawah ini:
1. Membuat diagram rinci atau sketsa

Langkah pertama dalam menciptakan prototipe adalah untuk menciptakan sebuah
konsep sketsa rinci atau diagram. Tujuan Anda harus menangkap ide sebanyak mungkin
dengan cara visual yang.
Idealnya, Anda harus memiliki dua sketsa konsep :
 Sebuah sketsa desain yang menunjukkan bagaimana produk mungkin muncul

setelah selesai
 Sebuah sketsa teknis yang menunjukkan dimensi produk, bahan, dan bekerja.
Anda dapat menggunakan perangkat lunak untuk melakukan hal ini, tapi pena dan
kertas kerja yang lebih baik. Anda bahkan dapat beralih ke pena dan kertas gambar-
gambar ini ketika Anda mengajukan paten. Jangan ragu untuk bereksperimen dan
menjadi kreatif dalam langkah ini. Kau jauh dari manufaktur pada saat ini; jangan takut
untuk mencoba hal-hal baru.
2. Membuat model 3D (optional)
Selanjutnya (optional) Langkah ini untuk mentransfer sketsa konsep Anda ke perangkat
lunak pemodelan 3D. Ini akan membantu Anda (dan setiap pihak ketiga seperti investor
atau mitra) memvisualisasikan produk yang lebih baik. Anda juga dapat menggunakan
model ini untuk membuat salinan cetak 3D prototipe Anda.
Manfaat lain dari model 3D adalah bahwa Anda dapat menggunakan aplikasi
augmented reality seperti Augment.com untuk memvisualisasikan itu di dunia nyata. Ini
bekerja sangat baik untuk menunjukkan ukuran, bentuk, dan desain sebuah ide produk.
Hal ini dapat mahal untuk bisnis kecil yang belum diluncurkan belum, meskipun.
Ada sejumlah alat yang dapat digunakan untuk membuat model 3D sederhana.
Shapeways memiliki daftar yang baik dari kedua sumber informasi gratis dan berbayar.
3. Buat “bukti dari konsep”
Sekarang tiba bagian menyenangkan, benar-benar membangun ide produk. Bagaimana
Anda membangun bukti pertama Anda dari konsep akan tergantung pada sejumlah hal.
Jika Anda memiliki produk sederhana yang Anda sudah dimodelkan dalam perangkat
lunak 3D, Anda hanya bisa mendapatkannya 3D dicetak untuk menciptakan “bukti dari
konsep” Anda. Namun, jika Anda memiliki produk yang kompleks dengan sejumlah
bagian mekanik atau elektronik, Anda harus berimprovisasi lebih keras.

Ingat bahwa bukti dari konsep tidak harus terlihat baik atau bahkan menyerupai produk
akhir. Ini hanya harus bekerja. Anda bahkan dapat menggunakan produk rumah tangga
biasa untuk membuat model ini tahap awal.
Untuk produk yang lebih kompleks, Anda mungkin harus mencari bantuan dari seorang
tukang atau masinis.
4. Buat prototipe pertama Anda
Bukti dari konsep menunjukkan bahwa produk Anda bekerja. Model 3D Anda
menunjukkan apa yang mungkin terlihat seperti.
Langkah Anda selanjutnya adalah untuk menggabungkan pelajaran dari bukti konsep
dan model 3D untuk membuat prototipe pertama Anda. Ini harus menjadi model yang
cukup rinci yang terlihat seperti produk akhir Anda dan memiliki fungsi yang sama.
Itu tidak selalu mungkin untuk menciptakan detail pertama prototipe ini saja.
Tergantung pada kompleksitas, Anda mungkin ingin mendapatkan bantuan dari masinis
atau desainer prototipe khusus. Anda dapat menggunakan direktori seperti ThomasNet
dan Engineering.com untuk menemukan desainer prototipe.
Karena ini hanya prototipe pertama, Anda tidak perlu khawatir terlalu banyak tentang
jenis bahan yang digunakan atau bahkan biaya. Tujuan Anda adalah untuk mendapatkan
model kerja yang menyerupai produk akhir Anda.
5. Membuat prototipe produksi-siap
Langkah terakhir sebelum Anda sampai ke manufaktur adalah untuk memangkas lemak
dari prototipe pertama Anda dan mendapatkannya untuk negara produksi-siap.
Ini pada dasarnya adalah proses biaya dan kelayakan analisis. Anda harus pergi melalui
setiap bagian dari prototipe dan mencari cara untuk memotong biaya tanpa
mengorbankan fungsionalitas.
Pada waktu yang sama, Anda harus melihat cara untuk meningkatkan estetika produk
atau daya tahan. Misalnya, Anda mungkin mengganti bagian plastik yang sering
digunakan dengan logam, dan bagian logam kecil-digunakan dengan plastik. Ini akan
membantu Anda memotong biaya sambil tetap mempertahankan kualitas.
Ini membantu untuk bekerja dengan produsen dan mencari tahu komponen betapa
berbedanya dalam prototipe mungkin berdampak biaya dan kualitas. Anda juga harus
melihat bahan baku yang berbeda dan melihat mana yang lebih menyenangkan estetis.
Tujuan Anda harus menemukan keseimbangan antara biaya dan kualitas tergantung
pada target pelanggan Anda. Jika Anda menargetkan pembeli mewah, misalnya,
kualitas akan lebih penting daripada biaya. Untuk pelanggan anggaran, itu akan menjadi
sebaliknya.
Setelah Anda memiliki prototipe produksi-siap, anda dapat menemukan produsen dan
mulai menjual ide Anda ke dunia.

Tips untuk Ikuti Ketika Membuat Prototype Produk Anda
Prototyping ide dari awal dapat menjadi kompleks, terutama untuk pembuat pertama kali.
Berikut tips ini akan membuat proses lebih halus :

1. Membuat daftar fitur prioritas
Itu tak terelakkan bahwa produk akhir Anda tidak akan memiliki semua fitur yang Anda
membayangkan di ide asli Anda. Biaya dan bahan kendala berarti bahwa Anda harus
mengurangi beberapa fitur yang mahal.
Oleh karena itu, ketika Anda sedang merancang prototipe pertama Anda, memisahkan
semua fitur dalam tiga kategori:
 Perlu punya : Ini adalah fitur yang Anda benar-benar perlu untuk produk untuk
bekerja. Misalnya, “Penyimpanan portabel” akan menjadi fitur kebutuhan untuk
dimiliki dalam iPod.
 Baik untuk memiliki: Ini adalah fitur yang akan membantu produk Anda menonjol,
tetapi tidak penting untuk fungsinya. Misalnya, yang “klik roda” adalah baik-untuk-
memiliki fitur di iPod. Hal itu membuat iPod lebih mudah untuk digunakan, tetapi
itu tidak penting untuk menjalankan nya.
 Tidak dibutuhkan : Ini adalah fitur yang berlebihan untuk produk dan tidak
menambahkan banyak di jalan banding atau utilitas. Sering, fitur ini terlalu mahal
untuk diterapkan juga. Anda dapat dengan aman membuang fitur ini di desain
Anda.
 Generasi pertama iPod tidak memiliki “roda klik” karena itu terlalu mahal untuk
diterapkan (Gambar sumber)
Cobalah untuk memiliki banyak kebutuhan untuk memiliki fitur mungkin dalam desain
akhir Anda.

2. Masuk NDAs dan paten berkas
Anda pasti akan beralih ke desainer prototipe, masinis, 3D modeler, dll. dalam rangka
mengembangkan prototipe Anda.
Jika ide Anda adalah inovatif, segera Anda dapat menemukan seseorang menjualnya
pada AliExpress untuk harga jauh lebih rendah. Bahkan jika mereka tidak menyalin ide
produk, mereka mungkin menyalin teknik desain atau produksi baru yang
dikembangkan.
Untuk melindungi diri Anda dari pencurian kekayaan intelektual, Anda dapat
mengambil langkah-langkah berikut:
a) Mengajukan paten untuk ide produk dan desain.
b) Meminta semua pihak ketiga untuk menandatangani perjanjian non-disclosure
(NDAs).

3. Menjaga biaya dalam pikiran ketika merancang
Salah satu tantangan terbesar dalam menciptakan prototipe adalah menyeimbangkan
utilitas dan biaya. Anda ingin produk untuk memenuhi fungsi yang dijanjikan, tetapi
Anda juga ingin menjualnya dengan harga yang wajar. Produk yang luar biasa bahwa
pelanggan Anda tidak mampu membayar biaya pasti akan gagal.
Pada setiap tahap dalam proses desain, tanyakan pada diri sendiri dua pertanyaan :
 Merupakan bagian ini diperlukan ?
 Jika ya, apa bahan termurah untuk membuatnya tanpa mengorbankan utilitas ?

Biaya bahan bervariasi, bahkan di antara bahan dalam kategori yang sama (seperti
‘plastik’ atau ‘logam’). Ingatlah hal ini ketika Anda sedang merancang produk Anda.
4. Gunakan teknik manufaktur standar
Alasan lain untuk biaya overruns antara prototipe untuk produk akhir adalah
penggunaan teknik manufaktur kustom.
Pada dasarnya, setiap pabrik yang membangun produk Anda akan menggunakan
beberapa proses manufaktur standar industri (seperti “injeksi”). Jika produk Anda tidak
dapat diproduksi menggunakan mereka, pabrik harus membuat teknik disesuaikan dan
melatih staf untuk menggunakannya.
Hal ini dapat menambah secara substansial terhadap biaya produksi, terutama jika Anda
manufaktur dalam batch kecil.
Oleh karena itu, ketika Anda sedang merancang prototipe Anda, tetap menutup mata
pada jenis proses manufaktur masing-masing bagian akan membutuhkan. Jika fitur
membutuhkan teknik produksi sangat disesuaikan, mempertimbangkan menghapus itu.
Seorang desainer prototipe atau masinis harus dapat membantu Anda mencari tahu ini.
5. Meminjam ide dari pesaing
Membongkar produk pesaing Anda dapat memberikan pemahaman rinci tentang apa
yang bekerja, apa yang tidak ketika membuat suatu produk. Ini bisa menjadi bantuan
besar dalam merancang ide Anda sendiri.
D. Kegiatan Pembelajaran
 Mengamati Konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa
 Mengumpulkan data tentang Konsep desain/prototype dan kemasan produk

barang/jasa
 Mengolah data tentang Konsepdesain/prototype dan kemasan produk barang/jasa
 Menyajikan tentang Konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa
E. Soal Essay
1. Bagaimana cara pengulangan desain …
2. Bagaimana cara pengulangan engineering …
3. Bagaimana cara pengulangan produksi …
4. Maksud dari prototype visual adalah …
5. Manfaat dari model 3D dalam konsep prototype adalah …
F. Soal Objektif
1. Yang bukan merupakan proses pada model prototyping adalah …
A. Pengumpulan kebutuhan
B. Perancangan
C. Evaluasi prototype
D. Developer
E. A, B, C dan D benar
2. Berikut yang merupakan nilai penting dari XP model adalah …
A. Evaluasi prototype
B. Komunikasi

C. Sederhana
D. Tanggapan / masukan
E. Berani
3. System informasi yang menggambarkan hal hal penting dari system informasi yang
datang adalah ….
A. Model spiral
B. Model RAD (Rapid Application Development)
C. Model Fourth Generation Techniques (4GT)
D. Model prototyping
E. Model waterfall
4. Membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan
adalah ….
A. Pengumpulan kebutuhan
B. Membangun prototyping
C. Evaluasi prototyping
D. Mengkodekan system
E. Pengumpulan prototyping
5. Apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan
atau belum. Jika sudah sesuai, maka langkah selanjutnya akan diambil adalah ….
A. Pengumpulan kebutuhan
B. Membangun prototyping
C. Evaluasi prototyping
D. Mengkodekan system
E. Pengumpulan prototyping
6. Digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan uintuk sytem
informasi yang akan disusun adalah ….
A. Feasibility prototyping
B. Requirement prototyping
C. Desain prototyping
D. Implementation prototyping
E. Waterfall prototyping
7. Digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user adalah ….
A. Feasibility prototyping
B. Requirement prototyping
C. Desain prototyping
D. Implementation prototyping
E. Waterfall prototyping
8. Merupakan lanjutan dari rancangan prototype, prototype ini langsung disusun sebagai
suatu system informasi yang akan digunakan adalah ….
A. Desain prototyping
B. Requirement prototyping
C. Implementation prototyping

D. Feasibility prototyping
E. Waterfall prototyping
9. Digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan digunakan
adalah pengertian dari ….
A. Feasibility prototyping
B. Desain prototyping
C. Requirement prototyping
D. Implementation prototyping
E. Waterfall prototyping
10. Pengembangan produk teknologi yang sederhana biasanya membutuhkan waktu berapa
bulan ?
A. 3 – 4
B. 3 – 5
C. 1 – 2
D. 3 – 7
E. 3 – 6
G. Kunci Jawaban
Essay
1. Dalam fase pengulangan desain, Anda harus menuliskan bentuk, fungsionalitas, dan
cara pembuatan produk Anda. Kemudian, buatlah desain awal bentuk produk Anda, bisa
dengan sketching biasa sampai membuat bentuk 3D nya di komputer. Kemudian, tiap
bertemu orang, tunjukkan desain tersebut dan tanyakan pendapat mereka tentang produk
Anda. Ulangi terus sampai kebanyakan orang merasa puas dan produk Anda layak
dipasarkan.
2. Fase engineering intinya adalah bagaimana cara membuat produk Anda telah bekerja
sesuai dengan yang diinginkan. Produk yang sudah jadi langsung diteskan pada calon
pelanggan, dan berdasarkan feedback dari calon pelanggan, kembali ke fase
pengulangan engineering ini. Cobalah tanyakan seberapa jauh calon pelanggan bisa
menerima produk Anda. Tujuan akhir dari fase ini adalah membuat prototype versi beta.
3. Fase pengulangan produksi mengharuskan kita untuk menemukan vendor yang bisa
membantu, merangkai semua bagian, sampai menyelesaikan urusan yang berhubungan
dengan legalitas. Fase ini biasanya membutuhkan antara 2-6 bulan. Contoh pada
Studentpreneur, kami harus menemukan perusahaan printing yang bisa mencetak
majalah kami, menemukan rekanan agen distribusi, sampai menjalin relasi dengan
berbagai toko buku. Sedikit saja kesalahan dalam fase ini akan membawa perusahaan
Anda ke posisi yang buruk.
4. Prototipe visual yang dimaksudkan untuk menampilkan ukuran dan bentuk dari produk
akhir. Ia tidak memiliki fungsi tersebut, bahan, atau massa produk. Suka, itu hanya
mewakili dimensi.
5. Manfaat lain dari model 3D adalah bahwa Anda dapat menggunakan aplikasi
augmented reality seperti Augment.com untuk memvisualisasikan itu di dunia nyata. Ini

bekerja sangat baik untuk menunjukkan ukuran, bentuk, dan desain sebuah ide produk.

Hal ini dapat mahal untuk bisnis kecil yang belum diluncurkan belum, meskipun.

Pilihan Ganda

1. E 6. A

2. A 7. B

3. D 8. C

4. B 9. B

5. C 10. E

Modul 6

A. Kompetensi Dasar
3.6. Menganalisis lembar kerja/ gambar kerja untuk pembuatan prototype produk
barang/jasa

B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6.1. Mengidentifikasi lembar kerja /gambar kerja untuk pembuatan prototype produk
barang/jasa barang/jasa
3.6.2. Menentukan lembar kerja /gambar kerja untuk pembuatan prototype produk
barang dan jasa
4.6.1. Menyajikan lembar kerja /gambar kerja untuk pembuatan prototype produk
barang/jasa

C. Materi Pokok
Tahapan-Tahapan Kegiatan Desain Produk
Seorang product designer harus melalui tahapan-tahapan dalam merencanakan suatu produk,
tahapan tersebut yaitu :
a) Memformulasikan hasil marketing research
Adapun yang menjadi titik tolak dalam tahapan kegiatan Desain Produk adalah riset
pemasaran. Untuk mengetahui produk yang diinginkan pelanggan, product designer
dapat memperoleh data dari riset pemasaran yang langsung berhubungan dengan
pelanggan. Riset ini dilakukan baik untuk produk yang betul-betul baru maupun untuk
produk yang sudah ada.
Pengembangan suatu riset dalam perusahaan akan menghasilkan sebuah gagasan atau
ide untuk membuat suatu produk, dimana ide tersebut diperoleh dari data yang
didapatkan saat riset itu sendiri dilakukan.
Dalam riset pembuatan produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada,
perusahaan harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
 Keinginan pelanggan dalam hal kegunaan, kualitas, modal dan warna dari
produknya denga tidak mengabaikan penentuan harga
 Biaya dari pembuatan produk baru atau pengembangan dari produk yang sudah ada
apakah perusahaan mampu untuk membayarnya.
Untuk hal-hal tersebut di atas, maka riset ini perlu ditunjang dengan factor-faktor yang
berupa waktu untuk menjalankan penelitian, mencari informasi atau keterangan
berdasarkan pengalaman.
b) Mempertimbangkan kemampuan fasilitas perusahaan
Untuk melaksanakan kegiatan pembuatan suatu produk, maka desainer harus
mempertimbangkan kemampuan dari perusahaan itu sendiri, diantaranya : tenaga kerja,
mesin-mesin, peralatan penunjang dan perkakas lainnya. Dalam membuat produk,
desainer harus mempertimbangkan biaya yang seekonomis mungkin.
c) Membuat sketsa
Dalam membuat sketsa, bentuk dari produk yang akan dibuat akan terlihat jelas satu
dengan yang lainnya. Sketsa tersebut dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan

gambar kerja ( blue Print ), sketsa dari masing – masing produk walaupun sketsa ini
tidak menunjukan ukuran – ukuran yang sebenarnya, tapi dapat terlihat dal skala
perbandingan.
d) Membuat gambar kerja
Pembuatan gambar kerja ini adalah merupakan tahap akhir dalam kegiatan Desain
Produk, dimana dalam gambar kerja ini dapat digambarkan bentuk dan ukuran yang
sebenarnya dengan skala yang diperkecil. Selain itu, dalam gambar kerja juga
diperlihatkan bahan – bahan yang akan dipergunakan dalam pembuatan produk tersebut.
Setelah gambar kerja tersebut selesai dirancang, kemudian diserahkan kepada pelaksana
kegiatan untuk segera dipelajari dan dikerjakan lebih lanjut cara proses produksinya.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Desain Produk
Faktor-faktor yang mempengaruhi desain produk adalah sebagai berikut :
a) Fungsi Produk
Setiap produk yang akan dihasilkan mempunyai fungsi atau kegunaan yang berbeda, hal
ini tergantung untuk keperluan apa produk itu dibuat. Dengan demikian bahwa desain
produk itu berhubungan bentuk dan fungsi dari suatu produk. Keduanya memegang
peranan penting dalam menentukan suatu desain produk yang pada dasarnya untuk
memberikan kepuasan yang maksimal bagi konsumen atau pelanggan baik segi kualitan
maupun segi kuantitas.
b) Standar dan Spesifikasi Desain
Dalam hal spesifikasi dan standar desain suatu produk akan terlihat dari :
 Sambungan-sambungan, dalam hal ini perusahaan harus merencanakan bagaimana

menyambung bagian-bagian supaya tidak terlihat ada bagian yang kosong.
 Bagian, bagian ini berfungsi untuk menyesuaikan ukuran keserasian desain

disambung dengan bagian lainnya, sehingga apabila disatukan menjadi satu
kesatuan yang kuat
 Bentuk, pada waktu mendesain bentuk perlu diperhatikan mengenai keindahan
dengan penyesuaian menurut fungsi dan kegunaannya.
 Ukuran, yaitu merencanakan ukuran yang seimbang dari bagian – bagian produk
secara keseluruhan.
 Mutu, mutu suatu produk harus disesuaikan menurut fungsi produk tersebut, apabila
akan digunakan dalam jangka waktu lama, maka mutu produk tersebut harus tinggi
bila dibandingkan dengan produk yang akan digunakan dalam jangka waktu yang
pendek.
 Bahan, apabila produk yang akan digunakan ingin mempunyai mutu yang baik,
maka bahan yang dipergunakan pun harus dapat menunjang agar semua yang
diharapkan dapat terwujud dan pelanggan merasakan kepuasan tersendiri.
 Warna, warna mempunyai arti tersendiri bagi konsumen, karena tiap orang
mempunyai ciri dan kesukaan yang khas terhadap warna tertentu. Dan hal inilah
yang harus dicermati oleh perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain
yang sejenis.
c) Tanggungjawab Produk

Ini adalah merupakan salah satu tanggung jawab dari produsen sebagai pembuat produk
kepada konsumen akan keselamatan dan kenyamanan pemakai produk tersebut. Oleh
karena itu faktor ini menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan oleh perusahaan
pada waktu mendesain produk tersebut.
d) Harga dan Volume
Harga dihubungkan dengan jumlah produk yang akan dibuat, untuk produk yang akan
dibuat berdasarkan pesanan biasanya harga jualnya akan berbeda dengan produk yang
dibuat untuk dipasakan kepada konsumen luas yang harganya relatif lebih murah
sehingga desain produknya akan berbeda pula.
e) Prototype
Prototype merupakan model produk yang pertama yang akan dibuat, prototype ini
memperlihatkan bentuk serta fungsi yang sebenarnya, sehingga sebelum perusahaan
memproduksi maka prototype diusahakan untuk dibuat terlebih dahulu.
Dari pengujian prototype tersebut, apabila lulus uji coba mungkin memberikan
gambaran mengenai perubahan-perubahan yang perlu dilakukan serta sebagai informasi
dalam penyusunan terakhir desain produk.
Alur Dan Proses Kerja Pembuatan Prototype Produk Barang/Jasa
1. Diagram Alur Proses Produksi (Production Flow Chart Diagram)
Diagram alur proses produksi ini harus dibuat secara jelas terlebih dahulu sebelum suatu
proses produksi dijalankan. Berdasarkan diagram alur proses produksi tersebutlah
pengetesan dan monitoring atas barang dalam proses produksi (work in process) harus
dilakukan agar produk akhir bermutu sesuai dengan rencana. Seandainya timbul variasi
mutu pun, tingkat toleransinya dari penyimpan masih dalam batas-batas yang dapat diterima.
Artinya, melalui tes-tes pada berbagai tahapan proses produksi harus dilakukan agar bila
terjadi komponen atau barang yang cacat (defect) dapat segera diketahui untuk segera
ditindak lanjuti. Masing-masing jenis industri manufaktur mempunyai diagram alur proses
produksi yang berbeda satu sama lain karena produk yang harus dihasilkan berbeda. Bahkan
untuk produk yang sejenis pun, diagram alur proses produksinya belum tentu persis sama
karena masing-masing mempunyai ciri khas atau spesifikasi sendiri-sendiri.
Diagram alur proses produksi yang berbeda produk, misalnya diagram alur proses produksi
tekstil sama sekali berbeda dengan diagram alur proses produksi pembuatan obat-obatan
(farmasi). Akan tetapi, walaupun sama-sama industri manufaktur farmasi (obat-obatan),
diagram alur proses produksinya dapat berbeda, misalnya yang satu berbentuk tablet,
sedangkan yang lain berbentuk cair.
2. Prosedur pengawasan mutu produk
Pengawasan atas mutu suatu barang hasil produksi, seyogyanya meliputi pengetahuan hal-
hal berikut :
1) Kerusakan dan Mutu Produk
Seperti telah dijelaskan bahwa suatu barang (jasa) dibuat melalui suatu proses. Proses
pembuatan tersebut disesuaikan dengan bentuk dan mutu barang yang ingin dihasilkan.
2) Mencegah atau Menghindarkan Terjadinya Kerusakan Barang (produk)

Kiat utama dari pencegahan kerusakan suatu produk sebenarnya sangat sederhana saja,
yakni kerusakan harus dicegah sebelum terjadi.
3) Kendali Mutu Terpadu
Uraian di atas menunjukkan bahwa mencegah terjadinya kerusakan produk selama
proses produksi, berarti mengadakan suatu rangkaian kegiatan terpadu dalam
pengendalian mutu. Bila ada pengendalian atau controlling atas mutu tentunya harus
dimulai sejak perencanaan (planning) mutu produk bersangkutan. Antara tahap
perencanaan dan tahap seperti pengorganisasian (organizing) dan pelaksanaan
(actuating) harus disertai pengawasan mutu. Hal ini memberi gambaran bahwa
manajemen mutu (quality management) meliputi berbagai apsek keikutsertaan
(participation) dari berbagai pihak di dalam perusahaan yang menghasilkan suatu
produk yang mutunya harus dikendalikan.
Jenis-jenis pengawasan mutu produk
1) Pemantauan Mutu Bahan-Bahan
Apakah bahan baku yang digunakan sesuai dengan mutu yang direncanakan? Hal ini
perlu diamati sejak rencana pembelian bahan, penerimaan bahan di gudang,
penyimpanan di gudang, sampai dengan saat bahan baku tersebut akan digunakan.
2) Pemantauan Proses Produksi
Bahan baku yang telah diterima di gudang, selanjutnya akan diproses dalam mesin-
mesin produksi untuk diolah menjadi barang jadi. Dalam hal ini, selain cara kerja
peralatan produksi yang mengolah bahan baku dipantau, juga hasil kera mesin-mesin
tersebut dipantau agar menghasilkan barang sesuai yang direncanakan.
3) Pemantauan Produk Jadi
Pemeriksaan atas hasil produksi jadi untuk mengetahui apakah produk sesuai dengan
rencana ukuran dan mutu atau tidak. Sekaligus untuk mengetes mesin yang mengolah
selama proses produksi. Bila produk atau produk setengah jadi sesuai dengan bentuk,
ukuran, dan mutu yang direncanakan maka produk-produk tersebut dapat digudangkan.
Selanjutnya dipasarkan (didistribusikan). Namun bila terdapat barang yang cacat maka
barang tersebut harus dibuang atau remade dan mesin perlu disetel kembali agar
beroperasi secara akurat.
4) Pemantauan Pengepakan
Bungkus dapat merupakan alat untuk melindungi barang agar tetap dalam kondisi sesuai
dengan mutu.
3. Pemecahan masalah mutu dengan statistik
Metode statistik diketahui telah digunakan sejak lama dalam rangka membantu perusahaan
dalam masalah tertentu yang kompleks. Walaupun demikian, metode statistik sebenarnya
mempunyai ketentuan tertentu dalam pelaksanaannya. Suatu hal yang perlu diketahui adalah
bahwa dalam industri ternyata statistik merupakan salah satu alat untuk pengendalian mutu,
termasuk dalam pencegahan kerusakan barang (defect prevention).
Alasan digunakan metode statistik dalam pengawasan mutu adalah sebagai berikut :
 Menghitung jumlah kerusakan barang dalam proses produksi.

 Kerusakan atau cacatnya barang, sebenamya merupakan akibat terjadinya
penyimpangan (variasi atau deviasi) dalam proses produksi. Metode statistik dapat
memberi gambaran tentang penyimpangan-penyimpangan tersebut.

Misalnya, produk yang dihasilkan dari suatu proses yang tidak mengalami penyimpangan
(deviasi), tentu saja produk tersebut tidak mengalami kerusakan. Akan tetapi, mengingat
proses produksi merupakan kombinasi mesin-mesin dan orang-orang maka bisa terjadi
kekeliruan sehingga produk yang dihasilkan mengalami penyimpangan (deviasi). Dalam hal
yang terakhir inilah peranan statistik untuk mengurangi terjadinya penyimpangan, yang
berarti pula mengurangi kerusakan produk akhir.
Secara umum dari metode statistik dapat diperoleh suatu gambaran tentang data sampel yang
dianalisis. Gambar tersebut dapat memberikan visualisasi dengan jelas tentang data tersebut
sehingga dapat diketahui apakah terjadi penyimpangan (kerusakan) atau tidak.
Dari hal pengendalian mutu, peranan seorang supervisor mutu sangat berperan terutama
dalam hal mengumpulkan data statistik, menganalisis, dan menyimpulkannya. Seorang
supervisor mutu dapat memberikan informasi yang cepat dan tepat kepada pihak manajemen
tentang hasil produk, apakah di bawah atau sesuai dengan standar mutu yang direncanakan.
4. Alat kendali mutu
Dengan Statistic Quality Control diperoleh alat bantu kendali mutu berupa diagram dan
histogram.
a) Diagram Pengendati Mutu (Quality Control Chart)

Dari tiap jenjang dalam DAP, Anda, dapat membuat suatu rencana kerja pemantauan
agar produk yang dihasilkan sesuai dengan mutu yang direncanakan. Pada tahap ini
Anda, membuat suatu control chart (diagram pengendali) yang dapat digunakan untuk
memperoleh gambar atau diagram sebab akibat (DSA) atau dalam bahasa Inggris
dikenal dengan istilah Cause and Effect Diagram (CED).
b) Histogram
Dari diagram kontrol (diagram kendali) yang dik:umpulkan secara statistik pada
berbagai tahap atau jenjang kegiatan, Anda, kemudian dapat membuat suatu histogram
mutu. Bila terdapat penyimpangan, Anda akan mengetahui berapa besar
penyimpangannya dan faktor apa yang menyebabkannya. Selanjutnya, mungkin perlu
dibuat suatu tindakan koreksi atau. perbaikan.
c) Peranan Komputer
Secara umum dapat dikemukakan di sini bahwa berbagai kegiatan pengendalian,
terutama pada perusahaan besar, seyogianya menggunakan program komputer sesuai
dengan kebutuhan. Tetapi, patut Anda ketahui bahwa komputer hanyalah merupakan
alat bantu analisis. Adapun faktor yang penting dalam pengendalian mutu, adalah
manusia.
D. Kegiatan Pembelajaran
 Mengamati lembarkerja/gambar kerja untuk pembuatan prototype produk barang/jasa
 Mengumpulkan data tentang lembar kerja/gambar kerja untuk pembuatan
prototype produk barang/jasa

 Mengolah data tentang lembar kerja/gambar kerja untuk pembuatan prototype
produk barang/jasa

 Menyajikan tentang lembar kerja/gambar kerja untuk pembuatan prototype
produkbarang/jasa

E. Soal Essay
1. Bagaimana pemantauan proses produksi ….
2. Sebutkan tahapan tahapan kegiatan desain produk ….
3. Dalam riset pembuatan produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada,
perusahaan harus mempertimbangkan hal-hal ….
4. Jelaskan tahap membuat sketsa dalam kegiatan desain produk ….
5. Sebutkan jenis jenis pengawasan mutu produk ….

F. Soal Objektif
1. Dalam hal ini perusahaan harus merencanakan bagaimana menyambung bagian-bagian
supaya tidak terlihat ada bagian yang kosong, dinamakan ….
A. Bagian
B. Bentuk
C. Ukuran
D. Sambungan sambungan
E. Bahan
2. Sketsa tersebut dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan gambar kerja, sering
disebut dengan ….
A. Blue print
B. Red print
C. Print blue
D. Print red
E. Flash red
3. Nama lain dari diagram pengendati mutu adalah …
A. Quality Control Char
B. Control Quality Chart
C. Quality Control Chart
D. Chart Control Quality
E. Control Quality Char
4. Merencanakan ukuran yang seimbang dari bagian-bagian produk secara keseluruhan, di
sebut dengan ….
A. Sambungan sambungan
B. Ukuran
C. Warna
D. Mutu
E. Bahan
5. Apa nama lain dari planning ….
A. Pengorganisasian

B. Pengukuran
C. Keikut sertaan
D. Manajemen mutu
E. Perencanaan
6. Kepanjangan dari CED ….
A. Cause and Effect Diagram
B. Cause Effect Diagram
C. Cause Error Diagram
D. Chart Effect Diagram
E. Chart and Effect Diagram
7. Control chart disebut juga ….
A. Diagram pengendali
B. Diagram alur
C. Diagram flowchart
D. Diagram basis data
E. Diagram pengatur
8. Nama lain dari “penyimpangan” adalah ….
A. Essay
B. Flowchart
C. Chart
D. Deviasi
E. Asosiasi
9. Organizing merupakan ….
A. Pengendali
B. Perencanaan
C. Pelaksanaan
D. Keikutsertaan
E. Pengorganisasian
10. Faktor yang penting dalam pengendalian mutu, adalah …
A. Barang
B. Manusia
C. Nama produk
D. Jenis produk
E. Toko
G. KunciJawaban
Essay
1. Bahan baku yang telah diterima di gudang, selanjutnya akan diproses dalam mesin-
mesin produksi untuk diolah menjadi barang jadi.
2. - Memformulasikan hasil marketing research
- Mempertimbangkan kemampuan fasilitas perusahaan
- Membuat sketsa
- Membuat gambar kerja

3. - Keinginan pelanggan dalam hal kegunaan, kualitas, modal dan warna dari

produknya denga tidak mengabaikan penentuan harga

- Biaya dari pembuatan produk baru atau pengembangan dari produk yang sudah ada

apakah perusahaan mampu untuk membayarnya.

4. Dalam membuat sketsa, bentuk dari produk yang akan dibuat akan terlihat jelas satu

dengan yang lainnya. Sketsa tersebut dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan
gambar kerja ( blue Print ), sketsa dari masing – masing produk walaupun sketsa ini
tidak menunjukan ukuran – ukuran yang sebenarnya, tapi dapat terlihat dal skala

perbandingan.

5. - Pemantauan Mutu Bahan-Bahan

- Pemantauan Proses Produksi

- Pemantauan Produk Jadi

- Pemantauan Pengepakan

Pilihan Ganda

1. D 6. A

2. A 7. A

3. C 8. D

4. B 9. E

5. E 10. B

Modul 7

A. Kompetensi Dasar
3.7. Menganalisis biaya produksi prototype produk barang/jasa

B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.7.1. Menjelaskan Pengertian Biaya Produksi
3.7.2. Menganalisis biaya produksi prototype produk barang/jasa
4.7.1. Menghitung biaya produksi prototype produk barang/jasa

C. Materi Pokok
Pengertian Biaya
Biaya adalah pengeluaran ekonomis yang diperlukan untuk perhitungan proses
produksi. Biaya ini didasarkan pada harga pasar yang berlaku dan pada saat proses ini sudah
terjadi maupun belum terjadi. Menurut ilmu ekonomi, biaya terbagi menjadi dua yaitu biaya
eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya-biaya yang terlihat secara fisik
seperti uang. Sedangkan biaya implisit adalah biaya-biaya yang tidak terlihat secara
langsung yaitu misalnya penyusutan barang modal.
Pengertian Biaya Produksi
Biaya produksi adalah akumulasi dari semua biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses
produksi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk atau barang. Biaya-biaya ini
meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya operasional barang / pabrik, dan lain
sebagainya. Biaya produksi ini harus diakumulasi secara cermat untuk kemudian dihitung
dan dibandingkan dengan laba kotor perusahaan. Selisih pendapatan dikurangi dengan biaya
produksi akan menjadi laba bersih perusahaan atau total keuntungan yang diperoleh. Biaya
produksi ini diperlukan untuk mendukung proses pengolahan bahan baku menjadi produk
jadi yang siap dipasarkan kepada konsumen.
Biaya produksi adalah keseluruhan biaya produksi ekonomi yang dibutuhkan dalam
kegiatan produksi suatu barang. Biaya produksi ini memiliki definisi yang berbeda dengan
biaya operasional. Bedanya dengan biaya operasional adalah biaya operasional merupakan
biaya atau pengeluaran oleh suatu perusahaan untuk mendukung sistem kegiatan yang
dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Yang termasuk kedalam biaya operasional adalah seperti biaya perlengkapan toko,
biaya asuransi, biaya tagihan telepon / listrik / air untuk perusahaan, biaya iklan, biaya pajak,
biaya pengiriman, biaya perlengkapan kantor, biaya perawatan alat-alat kantor / perusahaan
atau biaya perawatan mesin, dan lain sebagainya. Dalam memproduksi suatu barang
tentunya diperlukan sebuah proses produksi yang panjang dan terencana dengan baik demi
untuk menciptakan suatu produk yang benar-benar berkualitas.
Biaya Produksi dan Biaya non Produksi
Biaya produksi berbeda dengan biaya non produksi. Perbedaannya adalah biaya non
produksi merupakan biaya yang erat kaitannya dengan fungsi pengembangan, pemasaran /
distribusi, layanan pelanggan, desain maupun administrasi pada umumnya. Menurut ilmu
ekonomi, biaya non produksi dapat dibagi kedalam dua kategori yakni biaya penjualan yang
melingkupi tentang biaya pemasaran / distribusi, dan pelayanan kepada pelanggan. Serta

yang kedua adalah mengenai administrasi yang melingkupi biaya pengembangan,
adminitrasi umum dan pengembangan.
Teori Biaya Produksi Oleh Adam Smith
Lakukan Perhitungan dan Kontrol Biaya Produksi.

Berikut akan diberikan contoh-contoh perhitungan dalam menghitung biaya produksi.
Diantaranya adalah analisa biaya produksi serta laporan biaya produksi.
1) Analisa Biaya Produksi

Untuk menghitung Biaya Tetap Total / Total Fixed Cost (TFC) adalah dengan cara
menambah Biaya Tetap / Fixed Cost (FC) dengan Biaya Variable / Variable Cost (VC).
Biaya total (TFC) adalah keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan
untuk membeli semua keperluan baik barang dan jasa yang akan digunakan dalam
proses produksi demi menghasilkan / produksi suatu barang. Total fixed cost dihitung
untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat berubah jumlahnya.
1. Biaya Variabel Total / Total Variable Cost (TVC) adalah keseluruhan biaya yang

dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi variabel.
2. Cara menghitung Biaya Tetap Rata-rata / Average Fixed Cost (AFC) adalah dengan

cara biaya total dibagi dengan jumlah produksi.
3. Cara menghitung Variabel Rata-Rata / Average Variable Cost (AVC) adalah dengan

cara membagi Biaya Variabel Total (TVC) dengan jumlah produksi.
4. Cara menghitung Biaya Total Rata-Rata / Average Total Cost (AC) adalah dengan

cara Biaya Total dibagi dengan jumlah produksi.
5. Biaya Marginal / Marginal Cost (MC) diperoleh melalui hasil penambahan Biaya

Produksi yang digunakan untuk menambah produksi satu unit barang / produk.
2) Buat Laporan Biaya Produksi

Laporan biaya produksi disebut pula sebagai laporan harga pokok produksi. Perhitungan
laporan biaya produksi ini mengutamakan perhitungan 3 hal yaitu :
1. Data produksi. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian jumlah produk

yang melalui proses pembuatan, jumlah produk yang telah selesai diproduksi, serta
keseluruhan jumlah produk yang dihasilkan dari awal sampai akhir dalam satu
periode.
2. Biaya yang dibebankan. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian harga
satuan per produk / per barang yang didalamnya telah meliputi biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja, dan overhead pabrik.
3. Perhitungan harga pokok. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian harga
pokok ketika produk telah selesai diproduksi, dan memasuki departemen produksi,
hingga memasuki gudang penempatan produk yang telah selesai diproduksi.
D. Kegiatan Pembelajaran
 Mengamati biaya produksi prototype produk barang/jasa
 Mengumpulkan data tentang biayaproduksi prototype produk barang/jasa
 Mengolah data tentang biaya produksi prototype produk barang/jasa
 Menyajikan tentang biaya produksi prototype produk


Click to View FlipBook Version