The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ppd wara, 2023-10-30 19:20:46

Basic Tools

Basic Tools

TOOLS BASIC COURSE MODUL SISWA


Tujuan : Setelah menyelesaikan pembelajaran modul ini, siswa mampu menyebutkan nama, menjelaskan fungsi, serta mengetahui cara menggunakan dan inspeksi dari macam-macam tools sesuai dengan prosedur standard. Referensi : Book : Komatsu Service Tool Guide Komatsu The Gold Book (A Comprehensive Parts & Accessories Catalog) Komatsu Training Aid & User’s Text UT School Basic Course MODUL-1-PRAKTEK-INSPEKSI-ALAT-BANTU-ANGKAT-RIGGING-ONLINEFOR-WEB Website : https://www.belajarsesuatu.id PENDAHULUAN TOOLS


Pendahuluan 2 TOOLS Kamus Teknik : Assembly : kegiatan/pekerjaan memasang suatu komponen. Backlash : play diantara dua gear. Bending : suatu kondisi melengkung dari suatu benda umumnya shaft (poros). Chipping : kondisi benda mengalami cacat berupa hilangnya sebagian bahan (terpotong / rompal). Common Tools : alat yang digunakan untuk melakukan pekerjaan yang umum/biasa. Diagnostic Tools : alat yang digunakan untuk mendeteksi / mengetahui suatu kondisi tertentu. Disassembly : kegiatan/pekerjaan membongkar suatu komponen. End play : play dalam arah aksial/horizontal. High Idle : engine putaran tinggi. Low Idle : engine putaran rendah. Measurement Tools : alat yang digunakan untuk mengukur dimensi dari sebuah benda. Power Tools : alat yang sumber penggeraknya diperoleh dari energi listrik, hydraulic, atupun tenaga dari udara bertekanan (pneumatik). Pressure : tekanan yang diberikan pada suatu luas penampang. Reassembly : kegiatan/pekerjaan merakit suatu komponen. Run Out : suatu kondisi permukaan yang tidak rata dari suatu benda umumnya benda yang berputar sehingga menyebabkan keolengan yang tidak normal dari benda tersebut. Special Tools : alat khusus yang digunakan untuk melepas suatu komponen yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan common tools. Torque : besarnya gaya dikalikan jarak. Workshop Equipment : peralatan/perlengkapan kerja yang biasa digunakan di bengkel.


Pendahuluan 3 TOOLS DAFTAR ISI : PENDAHULUAN BAB I. COMMON TOOLS Materi 1 : Wrench Bolt & Nut, Srew Driver, Hammer, Pliers 5 Materi 2 : Punch, Chisel, File, Puller, Tap & Dies 19 Materi 3 : Inspeksi Common Tools 23 BAB II. MEASUREMENT TOOLS Materi 1 : Vernier Caliper, Micrometer, Dial Indicator 27 Materi 2 : Convex Scale, Ruller 31 Materi 3 : Inspeksi Measurement Tools 32 BAB III. DIAGNOSTIC TOOLS Materi 1 : Multi Tachometer, Pressure Gauge, Thermometer 35 Materi 2 : Multimeter, Hydrometer 39 Materi 3 : Inspeksi Diagnostic Tools 42 BAB IV. SPECIAL TOOLS Materi 1 : Special Tools untuk Engine 45 Materi 2 : Special Tools untuk Clutch 52 Materi 3 : Special Tools untuk Steering Clutch 53 Materi 4 : Special Tools untuk Undercarriage 57 Materi 5 : Inspeksi Special Tools 67 BAB V. POWER TOOLS Materi 1 : Electric Power Tools 70 Materi 2 : Hydraulic & Pneumatic Power Tools 72 Materi 3 : Inspeksi Power Tools 75 BAB VI. WORKSHOP EQUIPMENT Materi 1 : Sling 78 Materi 2 : Perlengkapan Peralatan Pengangkatan 81 Materi 3 : Inspeksi Workshop Equipment 83


Tujuan Bab 1 : Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 1, siswa mampu menyebutkan nama dan menjelaskan fungsi dari macam-macam common tools. Siswa juga mampu menggunakan dan melakukan inspeksi macammacam common tools dengan benar sesuai dengan prosedur standard. Referensi : Book : Service Tool Guide, Komatsu The Gold Book (A Comprehensive Parts & Accessories Catalog) Komatsu Training Aid & User’s Text, Komatsu UT School Basic Course Definisi : Common Tools adalah alat yang digunakan untuk melakukan pekerjaan yang umum/biasa. BAB I COMMON TOOLS


Common Tools 5 TOOLS Materi 1 : Wrench Bolt & Nut, Screw Driver, Hammer, Pliers Tujuan Materi 1 Setelah mengikuti pembelajaran pada Materi 1, siswa mampu menyebutkan nama dan menjelaskan fungsi dari wrench bolt & nut, screw driver, hammer, pliers. Wrench Bolt & Nut Mesin umumnya dirakit dengan bolt dan nut. Untuk itu, untuk melepas (disassembly) atau merakitnya kembali (reassembly) diperlukan pengetahuan bagaimana cara melepas dan mengencangkan bolt dengan benar dan cepat. Open End Wrench Open end wrench sering kali dipakai untuk merakit maupun melepas bolt pada suatu mesin. Bolt diputar setelah dipaskan dengan mulut open end. Open end wrench dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu : Single open end wrench Jneis open end wrench yang mempunyai satu kepala. Double open end wrench Jenis open end wrench yang mempunyai dua kepala. Open end wrench sledge hammer Jenis lain dari open end wrench, dimana kunci ini dapat disambung dengan pipa maupun dipukul dengan hammer. Untuk memutar bolt, nut pada mesin, open end dipaskan pada kepala screw dan putar handlenya. Pilihlah ukuran kunci yang sesuai dengan kepala bolt. Ukuran open end ditentukan oleh besarnya bukaan atau lebar rahangnya yang dibuat sedikit lebih besar dari kepala bolt. Sebagai contoh, kepala bolt ukuran 3/8 inch artinya memiliki clearance (celah) 5 sampai 8 perseribu inch. Celah bebas yang terlalu besar akan mengakibatkan sudut kepala bolt menjadi bulat (mematahkan sudut-sudut bolt) atau memperlebar mulut open end. Sebaliknya, memaksa mulut open end yang terlalu kecil pada kepala bolt, misalnya dipaksa dengan cara memukul menggunakan palu, akan memperlebar mulut open end atau mematahkan kepalanya.


Common Tools 6 TOOLS Saat mengencangkan, cocokkan open end pada kepala screw seperti diilustrasikan pada gambar di bawah. Jika diperlukan momen puntir yang agak besar untuk mengencangkan atau melonggarkan screw, maka mulut open end harus dicocokan secara benar-benar dan berulang-ulang ke kepala screw untuk memastikan keamanan saat menarik kunci. Mencocokkan open end ke kepala screw seperti ditunjukkan pada gambar di bawah adalah berbahaya. Open end bisa slip dengan mudah begitu open end wrench diputar. Jika screw dapat diputar dengan mudah, pegang handle kunci dekat kepalanya dan putar kepala screw dengan mempergunakan ujung dari rahang kunci. Jika diperlukan momen puntir yang agak besar untuk memutar screw, cocokkan atau pasang rahang kunci bagian dalam pada kepala screw, untuk mencegah kemungkinan kunci dari slip atau mulut kunci melebar. Jika tidak memungkinkan untuk mencocokkan open end dengan cara ini, doronglah handle ke arah kepala screw sambil memutarnya. Dengan demikian, kepala screw tetap pada bagian dalam rahang open end wrench, serta open end-nya tidak slip. Tarik kunci dengan bahu. Hindari mendorong kunci karena akan menyebabkan buku-buku jari terkelupas atau lebih parah lagi jika screw mendadak melonggar atau kuncinya slip. Jika kuncinya harus didorong, doronglah kunci dengan hati-hati dengan telapak tangan terbuka dan ingatlah untuk membalik rahang kuncinya.


Common Tools 7 TOOLS Putar kunci dalam jarak yang ditunjukan pada gambar di bawah. Tarikan pada kunci melebihi jarak ini mengakibatkan kehilangan gaya dan memberikan kemungkinan pada kunci untuk slip. Adjustable Wrench Berbeda dengan open end wrench yang mempunyai atau memiliki mulut (opening) tetap, adjustable wrench dapat divariasikan dengan menggerakkan rahang bawah (lower jaw) dengan memutar ulir penyetelnya. Dengan demikian kunci ini dapat dipergunakan untuk screw yang besarnya berlainan. Bagaimana pun adjustable wrench bukan berarti tool yang efisien karena bisa disetel, selain itu adjustable wrench pada umumnya berat dan besar. Ukuran pada adjustable wrench disesuaikan oleh overall length. Nominal overall length (mm) 100 150 200 250 300 375 Max. lower jaw span (mm) 13+13 20+13 24+13 29+13 34+13 40+13 Tipe, kelas, dan simbol adjustable wrench ditunjukkan pada table di bawah. Type Class Symbol Material and Process Opening angle Entirely forged 15 degrees High-strength H 23 degrees Normal N Only lower jaw forged 23 degrees - P


Common Tools 8 TOOLS Peganglah handle dekat kepalanya. Cocokkan mulut kunci dengan kepala screw dan putar penyetelnya sehingga pas dengan kepala screw. Jika mulut kunci tidak secara tepat terhadap kepala screw, maka kepala screw atau kuncinya akan mengalami kerusakan. Hindari memutar kunci searah titik rahang sebelah atas, jika tidak kuncinya bisa slip dari screw. Hindari memukul handle dengan palu atau menyambung handle dengan sepotong pipa ketika memutar kunci. Box (Ring) Wrench Box wrench dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu : Double end ring wrench Kunci tipe ini memiliki dua kepala, dimana kepalanya berbentuk cincin (ring) dengan alur-alur pada dinding sebelah dalam cincin yang mencengkram sudut-sudut dari kepala screw. Alur-alur ini dinamakan point. Untuk nut hexagonal, konstruksi standarnya 6 atau 12 point (titik), yang 6 titik memberikan cengkeraman paling kuat dari kunci yang 12 titik, yang 12 titik mengurangi lingkaran sehingga kunci harus bergerak untuk dapat masuk pada kepala bolt. Yang 12 titik adalah yang paling banyak dan dapat dipasang pada kepala baut setelah memutar 30 derajat dari lingkarannya. Biasanya kunci ini dioffset pada gagangnya (handle) untuk memberikan celah bebas jari-jari tangan. Box wrench (ring wrench) biasanya digunakan untuk melonggarkan bolt yang kencang dan juga untuk mengencangkannya. Ada berbagai jenis gagang (handle) yang dioffset dengan sudut 15°, 45° dan 60°, ini dipakai sesuai penggunaannya (aplication).


Common Tools 9 TOOLS Half moon wrench (starter and manifold wrench) Bentuk lain dari double end ring wrench dimana kunci ini sangat efektif apabila handle yang lurus tidak dapat digunakan untuk melepas screw. Contoh, bolt pada PT Pump pada engine cummins tidak dapat diputar apabila tidak menggunakan kunci ini. Single end offset ring wrench Kunci yang mempunyai satu kepala dan penggunaannya dengan memakai tubular handle. Ring wrench sledge hammer Bentuk lain dari single end ring wrench, dimana kunci ini ketika digunakan gagangnya (handle) dapat disambung pipa atau dipukul dengan menggunakan hammer (palu). Combination Wrench Kunci yang memiliki kepala ring (box) pada salah satu ujungnya dan kepala open end pada ujung lainnya. Turbular handle


Common Tools 10 TOOLS Socket Set Kunci socket terdiri dari sebuah socket (yang mana cocok dengan kepala hexagonal dari screw) dan sebuah handle. Terdapat berbagai jenis handle untuk memenuhi penggunaannya, dengan memilih handle yang sesuai memungkinkan penggunaan kunci socket dengan efisien. Dengan adanya berbagai macam adaptor (penyesuaian) dan extention (penyambung), kunci socket menjadi sangat flexible (mudah) disesuaikan dengan keadaan. Bagian dari handle yang dimasukkan ke dalam socket berbentuk persegi empat disebut drive square. Drive square harus dimasukkan sepenuhnya ke dalam lubang socket , jika tidak maka handlenya bisa slip dari socketnya. Jika socketnya hanya memiliki satu lekukkan pasanglah drive square sedemikian rupa sehingga bolanya terpasang pas dan tepat pada lekukkannya. Lain halnya jika socket memiliki lekukkan pada keempat sisinya. Socket Ujung socket mempunyai lubang berbentuk hexagonal. Ukuran lubang ditentukan oleh lebar kepala dari screw. Lebar dari drive square (dimana handle dipasang) mempunyai ukuran bermacam-macam antara lain ¼ inch , 3/8 inch, ½ inch, ¾ inch dan 1 inch. Lebar drive square dengan ukuran ½ inch paling sering digunakan. Pada umumnya, semakin besar ukuran lubang ujung socket, maka semakin besar ukuran lubang drive square. Width across flats of drive square hole Width across flats of socket end hole 6.35 mm (1/4") 12 mm or less 9.52 mm (3/8") 23 mm or less 12.70 mm (1/2") 10 - 32 mm (as per JIS) 19.05 mm (3/4") 23 - 60 mm 25.40 mm (1") 35 mm or more


Common Tools 11 TOOLS Handle Handle atau gagang socket mempunyai beberapa bentuk diantaranya : L-Shaped handle Poros L-shaped handle (offset handle) bengkok pada ujungnya. T-Sliding handle Handle dapat meluncur dengan bebas, dengan demikian tidak perlu merubah posisi socket, handlenya digerakkan pada satu sisi untuk setengah putaran, sisi yang lain untuk setengah putaran berikut dan seterusnya. Speeder handle Speeder handle dengan sebuah socket dapat memutar sejumlah screw dari ukuran yang sama dengan cepat. Walaupun demikian, speeder handle tidak cocok untuk melonggarkan atau mengikat kuat screw. Flexible handle (swivel handle/nut spinner handle) Persegi empat penggeraknya (drive square) dipasang pada handle dengan memakai sebuah pena (pin), dengan demikian handlenya dapat diputar dengan sudut yang dikehendaki. Ratchet handle Handle ini memiliki mekanisme ratchet yang memungkinkan persegi empat pemutar (drive square) untuk memutar pada satu arah dan mencegah berputar pada arah yang berlawanan.


Common Tools 12 TOOLS Extention Extention diperlukan untuk memutar screw pada tempat yang terhalang atau sempit. Sebuah penyambung (extention) dapat dihubungkan dengan drive square dari handle ratchet, dengan demikian handle dapat diputar pada tempat yang lebih luas. Momen puntir disalurkan kesocket melalui penyambung. Poros penyambung (extension bar) memiliki lubang persegi empat pada salah satu ujungnya yang dihubungkan pada drive square handle dan drive square pada ujung lainnya untuk socket. JIS hanya menentukan dua extension, 150 mm dan 250 mm. Walaupun demikian ukuran yang lainnya dapat diperoleh dipasaran. Universal joint Universal joint dihubungkan antara handle dan socket agar memungkinkan untuk mempergunakan handle dari segala arah. Kunci socket optional


Common Tools 13 TOOLS Kunci socket dengan handle Hexagon Wrench (Set Screw/Allen Wrench) Kunci ini adalah sebuah hexagonal/segi enam batang yang dibengkokkan bagian ujungnya. Ujung bengkoknya dipasang ke dalam lubang kepala screw. Kunci ini bisa diperoleh dalam berbagai ukuran. Ukuran (ketebalan) ditentukan oleh sisi sejajar dari hexagon. Pipe Wrench (Monkey Wrench) Kunci pipa digunakan untuk memutar pipa, poros dan lain-lain yang mana tidak bisa dicengkeram dengan kunci lain. Kerugiannya adalah gigi kunci menggigit ke dalam dan membuat cacat pada benda kerja. Besarnya kunci pipa ditentukan oleh panjang keseluruhan kunci dengan rahang atas memanjang keluar sepenuhnya. Tabel di bawah menunjukkan tipe dari kunci pipa. Kunci pipa ada yang digunakan untuk kelas tugas berat ditandai hurup H dan untuk yang normal dengan tanda N . Size (overall length) (mm) 200 *25 0 *30 0 *35 0 *45 0 600 900 1200 Diameter of work 6 - 20 6 - 26 10 - 32 13 - 38 26 - 52 38 - 65 50 - 95 65 - 140 *paling sering digunakan


Common Tools 14 TOOLS Kunci pipa memiliki rahang yang bisa digeser dan disetel dengan sebuah cincin berulir, rahangnya diberi engsel sehingga jika gagangnya ditarik ke arah anda maka ikatan benda akan dikencangkan dan akan melonggarkan bila diputar sebaliknya. Jika penyetelan tepat, maka kunci pipa bisa bekerja seperti ratchet. Peganglah kunci dengan mulutnya mengarah pada anda. Letakkan mulutnya melingkari benda kerja dan setelah rahang bawah menyentuh benda kerja dengan kuat, kemudian sentaklah kuncinya ke arah anda, benda kerja harus berputar dengan kunci. Kemudian dorong kuncinya menjauhi anda, benda kerja harus slip di dalam rahang. Hati-hati jangan membiarkan kunci slip atau jatuh. Kunci Kait (Hook Wrench) Kunci kait dinamakan kunci pas kait (hook spanner wrench), digunakan untuk memutar nut bulat dengan menyangkutkan ujung kait di dalam alur dari pinggiran mur bulat. Kunci kait memiliki berbagai ukuran yang ditentukan oleh diameter luar dari nut yang akan dilayani. Biasanya suatu kunci kait dapat dipergunakan untuk memutar nut dari dua atau tiga ukuran yang berbeda. Selain itu juga terdapat kunci kait yang dapat disetel (adjustable hook wrench) yang dapat dipergunakan untuk berbagai jenis nut lingkaran sproket hub. Penyetelan dapat dilakukan dengan memilih posisi pin dari rahangnya.


Common Tools 15 TOOLS Torque Wrench Torque wrench adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya torque yang digunakan untuk mengencangkan bolt, nut atau screw mesin. Ada beberapa macam tipe dari torque wrench, diantaranya : Screw Driver Slotted Driver Jenis screw driver yang pada ujungnya berbentuk minus. Cross Driver Jenis screw driver yang pada ujungnya berbentuk plus. Screw driver jenis ini jika ujungnya patah tidak bisa di perbaiki. Offset Driver Offset driver ini digunakan untuk ruangan yang sempit dan screw yang kencang. Starting Screw Driver Starting screw driver digunakan untuk melepas dan memasang screw pada tempat yang susah jika menggunakan tangan.


Common Tools 16 TOOLS Hammer Hammer dilihat dari jenis materialnya terbagi menjadi ada 2 (dua) jenis, yaitu : Material keras (steel) Ball peen hammer Hammer jenis ini ujungnya berbentuk flat dan ball. Ujung yang flat untuk pemukul seperti biasanya sedangkan yang berbentuk ball untuk membuat bulat paku keling (rivet). Machinist's hammer (fitter's hammer) Double-face hammer Material lunak (plastik, rubber, soft, wood) Hammer ini digunakan untuk memukul komponen-komponen agar tidak rusak/cacat pada permukaan yang dipukul. Berdasarkan bahannya hammer ini dibagi menjadi beberapa jenis antara lain : Plastic hammer Copper hammer Soft hammer Rubber hammer


Common Tools 17 TOOLS Pliers Pada umumnya digunakan untuk pemegang, pemotong dan penarik material. Ada bermacam-macam bentuk dari pliers, diantaranya : Diagonal Cutter Plier Diagonal cutter plier ini digunakan untuk menarik cutter pins. Khususnya dari slotted nuts. Diagonal/side cutter plier ini jangan digunakan untuk memotong kawat yang berdiameter besar. Combination Plier Pliers ini dapat digunakan untuk memotong kawat yang berdiameter besar dan dapat juga digunakan untuk pemegang benda kerja tetapi tidak digunakan untuk mengencangkan dan mengendorkan nut maupun bolt. Flat Nose Plier dan Flat Round Nose Plier Flat nose pliers dan flat round nose pliers digunakan untuk memegang benda yang kecil dan untuk mengambil benda pada tempat yang terbatas (sempit). Grip Pliers. Digunakan untuk memegang benda kerja yang silindris. Ada 2 (dua) macam grip plier, yaitu : Multi grip plier (water pump pliers) Dimana salah satu jaw-nya dapat disesuai dengan benda kerja yang dijapit. Lock grip plier Lock grip plier didisain khusus untuk menjepit dan memegang benda yang silindris, salah satu jaw dapat diatur sesuai dengan ukuran yang dikehendaki dan di-lock.


Common Tools 18 TOOLS Snap Ring Plier (Circlip Pliers) Plier ini digunakan untuk melepas maupun memasang snap ring. Snap ring plier ini ada 2 (dua) jenis, yaitu : External snap ring pliers Digunakan untuk membentangkan snap ring pada waktu melepas maupun memasang. Internal snap ring pliers Digunakan untuk menekan snap ring pada waktu melepas maupun memasang.


Common Tools 19 TOOLS Materi 2 : Punch, Chisel, File, Puller, Tap & Dies Tujuan Materi 2 Setelah mengikuti pembelajaran pada Materi 2, siswa mampu menyebutkan nama dan menjelaskan fungsi dari punch, chisel, file, puller, tap & dies. Punch Starting Punch Starting punch digunakan untuk memukul paku keling (rivet) dan penggerak awal dalam mengeluarkan pin lurus atau pin tirus. Pin Punch Pin punch digunakan untuk mengeluarkan pin setelah digerakkan dengan starting punch, jangan menggunakan pin punch untuk penggerak awal dalam mengeluarkan pin. Center Punch Center punch digunakan untuk memberi tanda pada lokasi lubang yang akan dibor. Aligning Punch Aligning punch digunakan untuk menepatkan lubang agar tepat pada pemindahan komponen. Jangan menggunakan aligning punch dengan dipukul seperti center punch.


Common Tools 20 TOOLS Chisel Flat Cold Chisel Flat cold chisel digunakan untuk memotong metal, mematahkan paku keling (rivet) dan untuk membelah nut. Flat cold chisel pada sisi potong sedikit cembung dengan sudut 60o -70o . Cape Chisel Cape chisel digunakan untuk memotong pasak, groove yang sempit. Round Nose Chisel Round nose chisel digunakan untuk membuat groove setengah lingkaran dan memotong chip disudut yang beradius. Diamond Point Chisel Diamond point chisel digunakan untuk membuat atau memotong V groove dan sudut yang bersegi. File (Kikir) File dibuat bermacam-macam ukuran dan ketajaman, tiap file (kikir) mempunyai penggunaan tersendiri. File (kikir) yang banyak digunakan di work shop adalah : Single Cut File Single cut biasanya digunakan untuk mengasah tool.


Common Tools 21 TOOLS Double Cut File Double cut biasanya digunakan dalam pengerjaan finishing. Rasp Cut File Rasp cut yang semua giginya mempunyai pemotong sendiri-sendiri, rasp file digunakan untuk memotong kayu dan metal yang sangat lunak. Curved Tooth File Curved tooth file digunakan untuk alumunium dan steel sheets. Puller Komponen yang terpasang fit dapat rusak selama dilepas dan dipasang sehingga perlu diperhatikan dalam melepas dan memasang komponen tersebut. Jika dengan menggunakan hammer, bar mungkin hanya akan menimbulkan masalah, sehingga untuk mengurangi terjadinya kerusakan digunakan puller. External Puller External puller digunakan untuk menarik gear dari shaft. Press Puller Press puller digunakan untuk mendorong shaft dari lubangnya. Internal Puller Internal puller digunakan untuk menarik bearing dari lubangnya.


Common Tools 22 TOOLS Tap dan Dies (Screw Plate Set) Screw plate set terdiri dari tap dan dies dan dilengkapi oleh tap handle dan dies handle. Taps Taps ini digunakan untuk membuat ulir bagian dalam. Dies Dies ini digunakan untuk membuat ulir bagian luar.


Common Tools 23 TOOLS Materi 3 : Inspeksi Common Tools Tujuan Materi 3 Setelah mengikuti pembelajaran pada Materi 3, siswa mampu melakukan pemeriksaan pada Common Tools. Inspeksi Common Tools Adalah pemeriksaan common tools yang bertujuan untuk mengetahui kondisi common tools. Dan dari hasil pemeriksaan itu dapat disimpulkan apakah common tools masih dapat digunakan, harus diperbaiki, ataukah harus diganti dengan yang baru. Pemeriksaan dapat meliputi 3 hal, yakni: a. Visual Check; memeriksa kondisi tools secara kasat mata seperti kondisi keretakan, cacat fisik, aus, karat, dll. b. Manual Check; memeriksa kondisi tools dengan cara pengetesan fungsi, contoh pengetesan fungsi penyetel pada adjustable wrench apakah macet atau tidak. c. Measurement; memeriksa kondisi tools dengan cara melakukan kalibrasi ataupun pengukuran dimensi maupun pengujian kinerja tools tersebut bila diperlukan, dan melakukan perbandingan dengan nilai standard ataupun toleransi dari standard factory. Wrench Bolt & Nut Visual check : Periksa kondisi tool terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi tool terhadap kemungkinan terjadi deformasi. Periksa kondisi tool terhadap kemungkinan terjadi chrome terkelupas. Periksa kondisi tool terhadap kemungkinan terjadi chipping. Periksa kondisi tool terhadap kemungkinan terjadi keausan permukaan kontak tools dengan benda kerja. Manual check : Pastikan fungsi penyetel adjustable wrench dapat bekerja dengan baik. Pastikan fungsi rachet bekerja dengan baik. Pastikan fungsi penyetel pipe wrench bekerja dengan baik. Pastikan fungsi penyetel pada torque wrench bekerja dengan baik. Measurement: Lakukan kalibrasi torque wrench secara berkala untuk memastikan hasil pengencangan torque wrench masih sesuai standard. Srew driver Visual check : Periksa kondisi tool terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi tool terhadap kemungkinan terjadi deformasi. Periksa kondisi tool terhadap kemungkinan terjadi handle pecah. Periksa kondisi tool terhadap kemungkinan terjadi chipping. Periksa kondisi tool terhadap kemungkinan terjadi keausan permukaan kontak tools dengan benda kerja. Manual check : - Measurement : -


Common Tools 24 TOOLS Hammer Visual check : Periksa kondisi hammer terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi hammer terhadap kemungkinan terjadi deformasi. Periksa kondisi hammer terhadap bentuk kepala hammer, bila mengembang perlu digerinda agar sesuai bentuk semula. Periksa kondisi hammer terhadap kemungkinan terjadi chipping. Manual check : - Measurement : - Pliers Visual check : Periksa kondisi pliers terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi pliers terhadap kemungkinan terjadi deformasi. Periksa kondisi pliers terhadap kemungkinan terjadi handle pecah. Periksa kondisi pliers terhadap kemungkinan terjadi chipping. Manual check : Pastikan fungsi pliers bekerja dengan baik dan tidak macet. Measurement : - Punch Visual check : Periksa kondisi punch terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi punch terhadap kemungkinan terjadi deformasi. Periksa kondisi punch terhadap kemungkinan terjadi chipping. Periksa kondisi punch terhadap kemungkinan terjadi keausan permukaan kontak punch dengan benda kerja. Manual check : - Measurement : - Chisel Visual check : Periksa kondisi chisel terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi chisel terhadap kemungkinan terjadi deformasi. Periksa kondisi chisel terhadap kemungkinan terjadi chipping. Periksa kondisi chisel terhadap kemungkinan terjadi keausan permukaan kontak chisel dengan benda kerja. Manual check : - Measurement : - File Visual check : Periksa kondisi file terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi file terhadap kemungkinan terjadi handle pecah. Periksa kondisi file terhadap kemungkinan terjadi chipping. Manual check : - Measurement : -


Common Tools 25 TOOLS Puller Visual check : Periksa kondisi puller terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi puller terhadap kemungkinan terjadi deformasi. Periksa kondisi puller terhadap kemungkinan ulir rusak. Periksa kondisi puller terhadap kemungkinan terjadi chipping. Periksa kondisi puller terhadap kemungkinan terjadi keausan permukaan kontak pullers dengan benda kerja. Manual check : Pastikan fungsi penyetel puller dapat bekerja dengan baik. Measurement: Tap & Dies Visual check : Periksa kondisi tap & dies terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi tap & dies terhadap kemungkinan terjadi chipping. Manual check : Pastikan fungsi penyetel tap & dies dapat bekerja dengan baik. Measurement : -


Tujuan Bab 2 : Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 2, siswa mampu menyebutkan nama dan menjelaskan fungsi dari macam-macam measurement tools. Siswa juga mampu menggunakan dan melakukan inspeksi macam-macam measurement tools dengan benar sesuai dengan prosedur standard. Referensi : Book : Service Tool Guide, Komatsu The Gold Book (A Comprehensive Parts & Accessories Catalog) Komatsu Training Aid & User’s Text, Komatsu UTSchool Basic Course Definisi : Measurement Tools adalah alat yang digunakan untuk mengukur dimensi dari sebuah benda. BAB II MEASUREMENT TOOLS


Measurement Tools 27 TOOLS Materi 1 : Vernier Caliper, Micrometer, Dial Indicator Tujuan Materi 1 Setelah mengikuti pembelajaran pada Materi 1, siswa mampu menyebutkan nama dan menjelaskan fungsi dari vernier caliper, micrometer, dial indicator. Vernier Caliper Vernier caliper adalah alat ukur yang terdiri dari caliper dan skala. Vernier caliper biasanya digunakan untuk 3 (tiga) pengukuran antara lain : Mengukur diameter luar Letakkan obyek ke dalam diameter jaws pada vernier caliper, jangan mengukur dengan ujung jaws karena slider akan miring sehingga akan memperbesar hasil pengukuran. Mengukur diameter dalam Masukkan bills seluruhnya ke benda yang diukur, pastikan bahwa bills contact dengan permukaan yang diukur dan baca hasil pengukuran. Mengukur kedalaman Dalam mengukur kedalaman, tidak diperbolehkan ujung dari alat ukur miring ujung dari alat harus rata dengan benda kerja.


Measurement Tools 28 TOOLS Pembacaan hasil pengukuran adalah sebagai berikut : Dalam gambar terlihat bahwa garis nol slider berada antara 23 dan 24 mm pada main scale, maka dibaca 23 mm. Dalam gambar terlihat pula bahwa garis slider dan main scale bertemu diangka 5 pada slider, maka ditambah 0,5 mm. Total pengukuran = 23 + 0,5 = 23,5 mm. Micrometer Sama halnya dengan vernier caliper, micrometer juga memiliki dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Jika vernier caliper digunakan untuk mengukur dengan ketelitian sampai 0,1 mm, maka micrometer dapat digunakan untuk mengukur dengan ketelitian sampai 0,01 mm. Salah satu contoh penggunaan micrometer adalah untuk mengukur outside diameter dari crankshaft journal. Pembacaan hasil pengukuran adalah sebagai berikut : Dalam gambar terlihat bahwa skala utama menunjukkan 12,5 mm. Dalam gambar terlihat pula bahwa skala nonius menunjukkan angka 2. Total pengukuran = 12,5 + 0,2 = 12,7 mm.


Measurement Tools 29 TOOLS Dial Indicator Dial indicator adalah alat ukur posisi yang secara mekanikal memperbesar gerakan axial dari spindle yang sangat kecil dan diteruskan ke pointer. Dalam menggunakan dial indicator biasanya dipakai juga stand untuk memperkuat pemasangan, dimana stand tersebut dilengkapi dengan magnet. Dial indicator digunakan untuk mengukur : Bending End play Run out Backlash Gambar-gambar di bawah menunjukkan contoh pengukuran dengan menggunakan dial indicator. Bend of a crankshaft End play of crank shaft


Measurement Tools 30 TOOLS Run out of a brake rotor Backlash of a bevel gear Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dial indicator dalam pengukuran. Jangan menggunakan dial indicator yang rusak. Jaga agar dial indicator bebas dari screw. Gunakan magnet stand yang kuat. Set spindle yang sesuai. Obyek yang akan diukur, gerakannya harus pelan-pelan. Pembacaan hasil pengukuran adalah sebagai berikut : Lihat posisi dari jarum besar pada gambar di atas. Terlihat posisi jarum ada distrip yang ke-6, karena harga 1 strip adalah 0,01 mm, maka 6 x 0,01 mm adalah 0,06 mm. Lihat posisi jarum kecil pada gambar di atas. Terlihat pada posisi strip yang ke-3 lebih sedikit (melebihi strip), harga 1 strip adalah 1 mm, maka 3 x 1 adalah 3 mm. Hasil pembacaan : 3 mm + 0,06 mm = 3,06 mm


Measurement Tools 31 TOOLS Materi 2 : Convex Scale, Ruler Tujuan Materi 2 Setelah mengikuti pembelajaran pada Materi 2, siswa mampu menyebutkan nama dan menjelaskan fungsi dari convex scale dan ruler. Convex Scale Mistar type ini berbentuk gulungan sehingga apabila tidak digunakan maka mistar akan tetap tergulung di dalam tempatnya, mistar ini terbuat dari baja tipis yang mempunyai tingkat kelenturan yang tinggi. Mistar type ini biasanya digunakan untuk mengukur ketinggian dan keliling lingkaran suatu benda. Ruler Ruler atau mistar adalah alat ukur yang paling sederhana yang digunakan untuk mengukur panjang. Salah satu contoh ruler adalah straight ruler yang terbuat dari bahan stainless steel. Straight ruler dengan metric system menggunakan satuan milimeter sedangkan untuk english system menggunakan satuan inch. Cara pembacaan dengan metric system : 1. 10 mm 2. 33 mm 3. 57 mm 4. 113 mm Pembacaan dengan english system 1. 5 / 8 inch 2. 1-7/16 inch Centimeter Milimeter 0 5 10 (1) (2) (3) (4)


Measurement Tools 32 TOOLS Materi 3 : Inspeksi Measurement Tools Tujuan Materi 3 Setelah mengikuti pembelajaran pada Materi 3, siswa mampu melakukan pemeriksaan pada Measurement Tools. Inspeksi Measurement Tools Adalah pemeriksaan measurement tools yang bertujuan untuk mengetahui kondisi measurement tools. Dan dari hasil pemeriksaan itu dapat disimpulkan apakah measurement tools masih dapat digunakan, harus diperbaiki, ataukah harus diganti dengan yang baru. Pemeriksaan dapat meliputi 3 hal, yakni: a. Visual Check; memeriksa kondisi tools secara kasat mata seperti kondisi keretakan, cacat fisik, aus, karat, dll. b. Manual Check; memeriksa kondisi tools dengan cara pengetesan fungsi, contoh pengetesan fungsi penyetel pada micromenet apakah macet atau tidak. c. Measurement; memeriksa kondisi tools dengan cara melakukan kalibrasi ataupun pengukuran dimensi maupun pengujian kinerja tools tersebut bila diperlukan, dan melakukan perbandingan dengan nilai standard ataupun toleransi dari standard factory. Vernier Cliper Visual check : Periksa kondisi vernier caliper terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi vernier caliper terhadap kemungkinan terjadi patah. Periksa kondisi vernier caliper terhadap kemungkinan terjadi chrome terkelupas. Periksa kondisi vernier caliper terhadap kemungkinan terjadi chipping. Periksa kondisi vernier caliper terhadap kemungkinan terjadi keausan permukaan kontak vernier caliper dengan benda kerja. Manual check : Pastikan fungsi penyetel vernier caliper dapat bekerja dengan baik. Measurement: Lakukan kalibrasi vernier caliper secara berkala untuk memastikan hasil pengukuran vernier caliper masih sesuai standard. Micrometer Visual check : Periksa kondisi micrometer terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi micrometer terhadap kemungkinan terjadi patah. Periksa kondisi micrometer terhadap kemungkinan terjadi chrome terkelupas. Periksa kondisi micrometer terhadap kemungkinan terjadi chipping. Periksa kondisi micrometer terhadap kemungkinan terjadi keausan permukaan kontak micrometer dengan benda kerja. Manual check : Pastikan fungsi penyetel micrometer dapat bekerja dengan baik.


Measurement Tools 33 TOOLS Measurement: Lakukan kalibrasi micrometer secara berkala untuk memastikan hasil pengukuran micrometer masih sesuai standard. Dial Indicator Visual check : Periksa kondisi dial indicator terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi dial indicator terhadap kemungkinan terjadi patah. Periksa kondisi dial indicator terhadap kemungkinan terjadi kerusakan pada gauge. Manual check : Pastikan fungsi contac point dan spindlel dial indicator dapat bekerja dengan baik. Pastikan fungsi magnetic base dapat bekerja dengan baik. Pastikan fungsi pengunci holder dapat bekerja dengan baik. Measurement: Lakukan kalibrasi dial indicator secara berkala untuk memastikan hasil pengukuran dial indicator masih sesuai standard. Convex scale Visual check : Periksa kondisi convex scale terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi convex scale terhadap kemungkinan terjadi patah. Periksa kondisi convex scale terhadap kemungkinan terjadi housing pecah. Manual check : Pastikan fungsi penggulung convex scale bekerja dengan baik dan tidak macet. Measurement : - Ruler Visual check : Periksa kondisi ruler terhadap kemungkinan terjadi karat / korosi. Periksa kondisi ruler terhadap kemungkinan terjadi patah. Manual check : - Measurement : -


Tujuan Bab 3 : Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 3, siswa mampu menyebutkan nama dan menjelaskan fungsi dari macam-macam diagnostic tools. Siswa juga mampu menggunakan macam-macam diagnostic tools dengan benar sesuai dengan prosedur standard. Referensi : Book : Service Tool Guide, Komatsu The Gold Book (A Comprehensive Parts & Accessories Catalog) Komatsu Training Aid & User’s Text, Komatsu UTSchool Basic Course Definisi : Diagnostic Tools adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi / mengetahui suatu kondisi tertentu. BAB III DIAGNOSTIC TOOLS


Diagnostic Tools 35 TOOLS Materi 1 : Multi Tachometer, Pressure Gauge, Thermometer Tujuan Materi 1 Setelah mengikuti pembelajaran pada Materi 1, siswa mampu menyebutkan nama dan menjelaskan fungsi dari multi tachometer, pressure gauge dan thermometer. Multi Tachometer Multi tachometer digunakan untuk mengukur kecepatan putar. No. Part No. Tool description Q'ty Remarks 799-203-8001 Multi-purpose tachometer 1 Basic set assembly 1 799-203-8110 . Meter 1 Digital meter with liquid crystal display 2 799-203-8180 . Probe 1 Photoelectric pickup 3 799-203-8200 . Bracket 1 For installation of r.p.m. pickup 4 799-203-8230 .. Nut 1 Metric (M22 x 1.5), marked "M" 5 799-203-8240 .. Nut 1 Imperial (7/8. 18NS), marked "I" 6 799-203-8300 . Stand 1 Magnet stand for securing the probe 7 799-203-8400 . Cable 1 Connects probe to meter (Approx 5 m) 8 799-203-8500 . Reflective tape 1 Set 9 Generally available part . Dry cell 2 9 V (IEC 6F22) 10 Generally available part . Screwdriver 1 Hexagon bar, 1.5 mm between opposing faces 11 799-203-8740 . Storage case 1 Padded (Incl. cushion) 12 799-203-8830 . Operation Manual 1


Diagnostic Tools 36 TOOLS Komponen optional (clamp set) No. Part No. Tool description Q'ty Remarks 799-203-8901 Clamp set Clamp set assembly 1 799-203-8920 Sensor 1 Fuel Injection pipe-mounted type sensor 2 799-203-8930 Amplifier 1 Amplifier for fuel injection pipe-mounted type sensor 3 799203-8990 Operation manual 1 Clamp set operation 4 Generally available part Dry cell 1 9V (IEC 6F22) Salah satu penggunaan multi tachometer adalah untuk mengukur kecepatan putaran engine. Adapun cara pengukurannya sebagai berikut : Pastikan kelengkapan multi tachometer dan penghubungnya. Hubungkan sensor ke engine speed outlet. Hubungkan sensor ke service meter engine outlet, kencangkan dengan ring nut. Hidupkan engine pada posisi low dan high idle dan baca hasil pengukuran pada display tachometer. Contoh lain penggunaan multi tachometer adalah untuk mengukur kecepatan putaran fan, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah.


Diagnostic Tools 37 TOOLS Untuk beberapa pengukuran, probe dapat dipegang dengan tangan atau dihubungkan langsung dengan main unit, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah. Pressure Gauge Pressure gauge digunakan untuk mengukur oil pressure, tire air pressure, dan fuel pressure. Satuan pengukuran pada pressure gauge menggunakan PSI (Pounds Per Square Inch), Kpa (Kilo pascal) dan kg/cm. Thermometer Thermometer digunakan untuk mengukur temperatur atau suhu. Thermometer ada yang menggunakan fluida dan ada yang digital. Thermometer digital dapat untuk mengukur suhu dari -99,5 ºC sampai 1299 ºC. Flexible Sensor Masukkan melalui lubang oil filler untuk mengukur temperature oil. Bar Sensor Cocok untuk mengukur temperature fluida yang bertekanan (water temperature, oil temperature).


Diagnostic Tools 38 TOOLS Ada 2 (dua) jenis mounting adapter : Untuk temperatur normal. Untuk temperatur tinggi yaitu dari 200°C ke atas. Surface Temperature Sensor (option) Digunakan untuk mengukur temperatur pada permukaan brake disc, wet type track bushing, dsb.


Diagnostic Tools 39 TOOLS Materi 2 : Multimeter, Hydrometer Tujuan Materi 2 Setelah mengikuti pembelajaran pada Materi 2, siswa mampu menyebutkan nama dan menjelaskan fungsi dari multimeter dan hydrometer. Multimeter Multimeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan, besarnya arus yang mengalir dan besarnya hambatan. Cara pemakaian : Apabila kedudukan pointer pada AVO meter (multimeter) tidak tepat pada angka nol, maka putar zero point adjusting screw dengan screw driver sampai didapat pointer tepat pada angka nol. Jika yang akan diukur adalah tegangan, tentukan dulu tegangan itu DC atau AC. Jika tegangan yang akan diukur DC, maka rotary switch diposisikan pada DCV dan jika yang akan diukur AC, maka rotary switch diposisikan pada ACV. Pada pengukuran tegangan, sebelum diukur harus ditentukan perkiraan besarnya tegangan yang akan diukur agar dapat ditentukan skalanya, misalnya 12 volt battery maka rotary switch diposisikan pada skala 50 volt DCV dan jika tegangan diperkirakan 100 AC maka rotary switch diposisikan pada skala 100 volt ACV. Pada pengukuran tegangan AC, polaritas + (positif) dan – (negatif) pada pin tidak berlaku.


Diagnostic Tools 40 TOOLS Untuk mengukur besarnya hambatan atau hambatan maka rotary switch diputar pada posisi ohm pada pengukuran hambatan maka perbedaan kutub (polaritas) + dan – pada pin tidak berlaku kecuali jika yang diukur adalah elemen semi conductor. Untuk mengukur besarnya arus maka rotary switch diputar pada posisi mA (milli Amper). Gambar di bawah menunjukkan pengukuran tegangan baterai dengan menggunakan multimeter digital.


Diagnostic Tools 41 TOOLS Hydrometer Hydrometer digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit. Ada beberapa jenis hydrometer antara lain : Hydrometer dengan floating beam Hydrometer dengan pembiasan cahaya Hydrometer dengan pembiasan cahaya ini disebut juga refractrometer. Cara pemakaiannya, teteskan electrolit pada kaca refractrometer, kemudian baca berapa besarnya berat jenis electrolit tersebut.


Diagnostic Tools 42 TOOLS Materi 3 : Inspeksi Diagnostic Tools Tujuan Materi 3 Setelah mengikuti pembelajaran pada Materi 3, siswa mampu melakukan pemeriksaan pada Diagnostic Tools. Inspeksi Diagnostic Tools Adalah pemeriksaan diagnostic tools yang bertujuan untuk mengetahui kondisi diagnostic tools. Dan dari hasil pemeriksaan itu dapat disimpulkan apakah diagnostic tools masih dapat digunakan, harus diperbaiki, ataukah harus diganti dengan yang baru. Pemeriksaan dapat meliputi 3 hal, yakni: a. Visual Check; memeriksa kondisi tools secara kasat mata seperti kondisi keretakan, cacat fisik, aus, karat, dll. b. Manual Check; memeriksa kondisi tools dengan cara pengetesan fungsi, contoh pengetesan fungsi penyetel pada micromenet apakah macet atau tidak. c. Diagnostic; memeriksa kondisi tools dengan cara melakukan kalibrasi ataupun pengukuran dimensi maupun pengujian kinerja tools tersebut bila diperlukan, dan melakukan perbandingan dengan nilai standard ataupun toleransi dari standard factory. Multi Tachometer Visual check : Periksa kondisi multi tachometer terhadap kemungkinan terjadi kabel putus atau terkelupas. Periksa kondisi multi tachometer terhadap kemungkinan terjadi housing pecah. Periksa kondisi multi tachometer terhadap kemungkinan terjadi display pecah. Periksa kondisi multi tachometer terhadap kemungkinan terjadi keausan permukaan kontak multi tachometer dengan benda kerja. Manual check : Pastikan fungsi multi tachometer dapat bekerja dengan baik. Measurement: - Pressure Gauge Visual check : Periksa kondisi pressure gauge terhadap kemungkinan terjadi kerusakan pada jarum penunjuk. Periksa kondisi pressure gauge terhadap kemungkinan terjadi hose terkelupas atau bocor. Manual check : Pastikan fungsi pressure gauge dapat bekerja dengan baik. Measurement: Lakukan kalibrasi pressure gauge secara berkala untuk memastikan hasil pengukuran micrometer masih sesuai standard.


Diagnostic Tools 43 TOOLS Thermometer Visual check : Periksa kondisi thermometer terhadap kemungkinan terjadi kabel putus atau terkelupas. Periksa kondisi thermometer terhadap kemungkinan terjadi housing pecah. Periksa kondisi thermometer terhadap kemungkinan terjadi display pecah. Periksa kondisi thermometer terhadap kemungkinan terjadi kerusakan permukaan kontak sensor thermometer dengan benda kerja. Manual check : Pastikan fungsi thermometer dapat bekerja dengan baik. Measurement: - Multimeter Visual check : Periksa kondisi multimeter terhadap kemungkinan terjadi kabel putus atau terkelupas. Periksa kondisi multimeter terhadap kemungkinan terjadi housing pecah. Periksa kondisi multimeter terhadap kemungkinan terjadi display pecah. Periksa kondisi multimeter terhadap kemungkinan terjadi kerusakan permukaan kontak kabel multimeter dengan benda kerja. Manual check : Pastikan fungsi multimeter dapat bekerja dengan baik. Measurement: - Hydrometer Visual check : Periksa kondisi hydrometer terhadap kemungkinan terjadi housing pecah. Periksa kondisi hydrometer terhadap kemungkinan terjadi display pecah. Periksa kondisi hydrometer terhadap kemungkinan terjadi pompa vakum rusak. Manual check : Pastikan fungsi hydrometer dapat bekerja dengan baik. Measurement: -


Tujuan Bab 4 : Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 4, siswa mampu menyebutkan nama dan menjelaskan fungsi dari macam-macam special tools. Siswa juga mampu menggunakan macam-macam special tools dengan benar sesuai dengan prosedur standard. Referensi : Book : Service Tool Guide, Komatsu UTSchool Basic Course Definisi : Special Tools adalah alat khusus yang digunakan untuk melepas suatu komponen yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan common tools. BAB IV SPECIAL TOOLS


Special Tools 45 TOOLS Materi 1 : Special Tools untuk Engine Tujuan Materi 1 Setelah mengikuti pembelajaran pada Materi 1, siswa mampu menyebutkan nama dan menjelaskan fungsi dari special tools untuk engine. Spring Pusher Spring pusher berfungsi untuk memasang dan melepas valve spring. Penggunaan pada engine komatsu 92-1, 105-1-2-3, 120-11, 130-1, 155-4 dan pada engine cummins 743 series dan 855 series.


Special Tools 46 TOOLS Cara pemakaian : Rangkaikan komponen seperti gambar di bawah. Masukan stud (6) ke dalam silinder head. Kunci handle (1) dengan bolt (4) dan nut (5) Pasang bracket (3) pada handle dan tekan spring seat. Liner Puller Tools ini digunakan untuk melepas silinder liners. Cara pemakaian : Pasang tiap bagian pada liner puller. Masukkan puller ketempatnya melalui bagian atas cylinder liner. Pasang plate (2) di bawah liner. Kencangkan nut (5) untuk mengeluarkan liner.


Special Tools 47 TOOLS Push Tool Push tool ini berfungsi untuk melepas dan memasang camshaft bushing. Cara pemakaian : Gabungkan bar, push tool, collar, guide, dan spacer dengan benar. Dengan memasang bushing ke lubang pada cylinder block, tekan bushing ke dalam. Pemasangan sesuai perintah : No. 3, 2, 1, 4, 5 Pasang bushing No. 2, 3, 4 Kelengkapan yang harus dipakai : Bar 1, Push tool 2, collar 4 dan guide 5 Pasang bushing No. 1 Kelengkapan yang harus dipakai : Push tool 3, collar 4 dan grip. Pasang bushing No.5 Kelengkapan yang harus dipakai : Push tool 3, spacer 6, collar 4 dan grip.


Special Tools 48 TOOLS Piston Ring Tool Piston ring tool digunakan untuk melepas dan memasang piston ring pada piston. Cara pemakaiannya adalah set jaws piston ring tool pada ring gap dan tekan lever sehingga ring piston akan mengembang dan terlepas. Liner Driver Liner driver digunakan untuk memasang cylinder liners ke dalam cylinder block. Cara pemakaian : Bautlah liner driver ke grip. Masukkanlah cylinder liner ketempatnya melalui cylinder block, dan set liner driver pada posisinya.


Special Tools 49 TOOLS Piston Holder Piston holder digunakan untuk memasukkan piston ke dalam cylinder. Cara pemakaian : Pegang piston dengan tool ini, dan sementara clamp pistonnya. Putar piston sedikit-sedikit sambil berangsur-angsur mengencangkan nut kupukupunya. Apabila piston tidak dapat berputar di dalam piston holder, putar kembali nut kupu-kupunya ¼ putaran untuk meng-adjust clampnya. Adjust pada stoper sehingga piston holder tidak membesar. Tekan ke dalam pistonnya dengan cara itu sehingga bagian bawah pada piston holder akan berhubungan pada cylinder liner.


Click to View FlipBook Version