The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PDF Biologi (Portofolio Biologi Kelas XI) - Tan Rendy XI IPA 1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tanrendy0509, 2021-06-14 09:04:53

PDF Biologi (Portofolio Biologi Kelas XI) - Tan Rendy XI IPA 1

PDF Biologi (Portofolio Biologi Kelas XI) - Tan Rendy XI IPA 1

Keywords: Biologi

mulut ke esofagus melalui katup

epiglotis dengan gerakan

peristaltik. Selain itu, hubungan

rongga hidung, rongga mulut

dan faring memungkinkan

manusia bernapas melalui mulut

dan jika dipelukan secara medis,

memasukkan makanan melalui

hidung.

3. Kerongkongan Menggerakkan makanan dari

(esofagus) faring ke lambung dengan

gerakan mendorong dan gerakan

peristaltik. Mukosa esofagus

memproduksi mukus untuk

melumasi dan melindungi

esofagus tetapi tidak

menghasilkan enzim

pencernaan.

4. Lambung Terdiri atas 4 bagian:

(Ventrikulus) Kardia (berbatasan dengan

esofagus), fundus (di atas kiri),

badan (terbesar, di bawah

fundus), dan pilorus

(menyempit, berbatasan dengan

intestinum).

Kelenjar lambung menghasilkan

2-3 L cairan lambung

mengandung enzim pencernaan,

45

asam klorida, mukus, garam,

dan air.

Menyimpan makanan selama 2-

5 jam.

Memproduksi kimus (massa

homogen setengah cair yang

berkadar asam tinggi) dan

mendorongnya ke duodenum

dengan gerakan peristaltik.

Memproduksi mukus untuk

melindungi lambung.

Enzim pencernaan lambung:

- Asam klorida mengubah

pepsinogen menjadi pepsin.

- Renin mengkoagulasi

kaseinogen menjadi kasein tidak

larut.

- Lipase menghidrolisis lemak

menjadi asam lemak dan

gliserol.

- Amilase, dalam saliva,

mengubah karbohidrat menjadi

glukosa.

5. Usus halus Terdiri atas 3 bagian:

(intestinum - Usus 12 jari (duodenum, 25-30

tenue) cm).

- Usus kosong (jejenum, 1-

1,5m).

46

- Usus penyerapan (ileum, 2-

2,5m).

Menyerap sari-sari makanan

(karbohidrat, protein, lemak,

vitamin, air, dan elektrolit)

dengan jonjot usus secara

sempurna, lalu sel darah merah

(eritrosit) membawa dan

mendistribusikan ke seluruh

tubuh.

6. Usus besar Terdiri atas 3 bagian:

(kolon) - Sekum, kantong tertutup dan

memiliki umbai cacing

(apendiks vermiform).

- Kolon, terbagi menjadi kolon

menanjak, melintang, menurun,

dan sigmoid (S).

- Rektum, panjang 12-13 cm,

yang merupakan tempat

penumpukan feses.

Mengabsorpsi 80-90% air dan

elektrolit dari kimus, sehingga

kimus menjadi semi padat.

Memproduksi mukus tak

berenzim.

Tempat bakteri Escherichia coli.

membusukkan makanan dan

menghasilkan vitamin K,

47

riboflavin, tiaminz dan gas.
Mengeluarkan zat sisa berupa
feses.

7. Anus Panjangnya 4-5 cm. Berfungsi
8. Pankreas
untuk sebagai lubang keluarnya

sisa hasil pencernaan (defekasi)

yaitu feses.

Tersusun atas sel-sel eksorin

yang mengasilkan enzim-enzim

pencernaan serta sel-sel

endokrin yang menghasilkan

hormon insulin (mengatur

penyerapan glukosa darah untuk

disimpan sebagai glikogen) dan

glukagon (mengatur

metabolisme gula darah).

Menghasilkan enzin untuk

mencerna karbohidrat, protein,

dan lemak.

Enzim-enzim pankreas:

Tripsinogen dan kimotripsin

(protein menjadi peptida kecil).

Lipase (lemak menjadi asam

lemak dan gliserol).

Amilase (zat tepung menjadi

disakarida).

Karboksipeptidase,

48

aminopeptidase & dipeptidase
(pencernaan protein menjadi
asam amino bebas).

9. Hati Menyekresikan empedu untuk
10. Empedu
mengemulsikan dan

mengabsorpsi lemak.

Mempertahankan homeostatis

gula darah.

Menyimpan glikogen dan bisa

diubah ke glukosa.

Menyintesis lemak serta

mengatur pemakaiannya.

Menyimpan mineral (Fe, Cu),

vitamin larut lemak (A, D, E,

K), dan toksin yang tidak

terurai.

Produksi panas dari aktivitas

kimia dalam hati.

Berpa kantong hijau kecil di

bawah lobus kanan hati, 8-10

cm.

Menyimpan cairan empedu

yang dihasilkan sel-sel hati.

Cairan empedu bersifat alkali,

terdiri atas air, garam empedu,

pigmen empedu, kolestrol,

musin, dan zat lain.

49

Garam empedu mengemulsi
lemak, membantu enzim lipase,
membantu absorpsi hasil
pencernaan lemak.

6.2.3 Portofolio 3 Bab VI
Praktikum Uji Zat Makanan

A. Tujuan:
Mengetahui kandungan zat pada makanan yang diuji.

B. Pertanyaan:
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung
karbohidrat setelah diuji dengan:
a) Larutan Benedict?
b) Larutan Iodin/Lugol?
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung
protein setelah diuji dengan larutan Biuret?
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan
yang diuji!
4. Jelaskan perbandingan kandunga lemak pada ke 5 bahan makanan yang
diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein dan lemak!

C. Dasar Teori:
Makanan adalah zat yang dimakan oleh makhluk hidup untuk

mendapatkan nutrisi yang kemudian diolah menjadi energi. Makanan
memiliki 4 syarat, yaitu harus mudah dicerna, higienis, mengandung zat gizi
(nutrisi), dan mengandung kalori.

Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat-zat yang
diperlukan tubuh dalam jumlah yang mencukupi. Zat-zat yang diperlukan
tubuh ada 6, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.

50

D. Alat dan Bahan:
- Tabung reaksi
- Rak tabung reaksi
- Gelas ukur
- Penjepit
- Pembakar spiritus
- Korek api
- Kaki tiga
- Kawat kassa
- Pipet
- Mortar dan alu
- Alat tulis menulis (pulpen, kertas, isolasi)
- Larutan Benedict, larutan iodin/lugol, larutan Biuret, kertas koran
- Nasi, roti, kentang, jagung, ketela pohon
- Tempe, tahu, telur, susu, kacang
- Minyak goreng, margarin, mentega, susu bubuk, santan

E. Cara Kerja:
1. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
a. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortar dan alu.
b. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
c. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
d. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
e. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
f. Amati warna sebelum dipanaskan.
g. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi
tersebut di atas selama 5 menit dan dinginkan.
h. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil
pengamatan. Apabila dalam makanan terdapat karbohidrat/gula

51

monosakarida, larutan akan berwarna kuning kehijauan dan terbentuk
endapan merah bata.
i. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, jagung, dan ketela pohon.
j. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi,
kentang, roti, jagung, dan ketela pohon).

2. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
a. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortar dan alu.

Lalu tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
b. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam

tabung reaksi.
c. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
d. Amati warna larutan.
e. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
f. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila

warna menjadi hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji
mengandung amilum karbohidrat) dan catat pada tabel hasil pengamatan.
g. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, jagung, dan ketela pohon.
h. Bandingkan hasil uji iodin/lugol untuk bahan-bahan makanan tersebut
(nasi, roti, kentang, jagung, dan ketela pohon).

3. Uji Biuret (uji protein)
a. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortar dan alu.
b. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
c. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung

reaksi.
d. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga

tercapai warna maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).

52

e. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil
pengamatan. Jika warna berubah ungu berarti bahan makanan
mengandung protein.

f. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, susu, dan kacang.
g. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.

4. Uji Lemak

a. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.

b. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas

koran tersebut.

c. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil

pengamatan. Apabila kertas koran menjadi buram/transparan, berarti

bahan makanan mengandung lemak.

F. Hasil Pengamatan:

1. Tabel Uji Glukosa

Bahan Makanan Reagen Warna setelah dicampur

No. yang diuji/warna penguji/warna Sebelum Setelah

dipanaskan dipanaskan

1. Nasi Benedict Putih Merah bata

2. Kentang Benedict Kuning Merah bata

3. Roti Benedict Putih Merah bata

Jagung Benedict Kuning Oranye
4. muda

Ketela pohon Benedict Putih Oranye
5. muda

2. Tabel Uji Amilum

53

No. Bahan Makanan Reagen Perubahan warna setelah

yang diuji/warna penguji/warna dicampur

Nasi Iodin/Lugol Putih Biru
1. kehitaman
2. Kentang Iodin/Lugol Kuning Biru muda
Iodin/Lugol Putih Biru
Roti kehitaman
3. Iodin/Lugol Kuning Biru
kehitaman
Jagung Iodin/Lugol Putih Biru
4. kehitaman

Ketela pohon
5.

3. Tabel Uji Protein

No. Bahan Makanan Reagen Perubahan warna setelah

yang diuji/warna penguji/warna dicampur

1. Tempe Biuret Kuning Ungu
2. Tahu Biuret Putih Ungu
3. Telur Biuret Putih Ungu muda
4. Susu Biuret Putih Biru muda
5. Kacang Biuret Putih coklat Ungu

4. Tabel Uji Lemak Perubahan warna
Bahan Makanan
Warna kertas koran setelah ditetesi pada
No.
yang diuji/warna kertas koran

1. Minyak goreng Putih buram Transparan

54

2. Margarin Putih buram Transparan
3. Mentega Putih buram Transparan
4. Susu bubuk Putih buram Sedikit transparan
5. Santan Putih buram Sedikit transparan

G. Pembahasan
Berdasarkan tabel uji glukosa menggunakan larutan Benedict, nasi,

kentang dan roti mengandung banyak glukosa, sedangkan jagung dan ketela
pohon lebih sedikit glukosa. Berdasarkan tabel uji protein menggunakan
larutan Iodin/Lugol, nasi, roti dan ketela pohon mengandung banyak amilum,
sedangkan kentang lebih sedikit amilum. Berdasarkan tabel uji protein
menggunakan larutan Biuret, tempe, tahu dan kacang mengandung banyak
protein, sedangkan telur dan susu lebih sedikit protein. Berdasarkan tabel uji
lemak menggunakan kertas koran, minyak goreng, margarin dan mentega
mengandung banyak lemak, sedangkan susu bubuk dan santan lebih sedikit
lemak.
H. Jawaban Pertanyaan
1. Perubahan warna bahan makanan yang mengandung karbohidrat saat uji

glukosa dan amilum menggunakan larutan Benedict adalah warna merah
bata/oranye, sedangkan larutan Iodin/Lugol adalah warna biru kehitaman.
2. Perubahan warna bahan makanan yang mengandung protein saat uji
protein menggunakan larutan Biuret adalah warna ungu.
3. Dari tabel hasil pengamatan, karbohidrat tertinggi terdapat pada roti,
karena roti adalah karbohidrat olahan, tidak mengandung serat. Kedua
ketela pohon, karena mengandung banyak amilum. Ketiga nasi, karena
mengandung banyak amlum dan glukosa. Keempat kentang, karena
banyak mengandung glukosa. Kelima jagung, karena jagung tidak hanya
mengandung amilum tetapi juga mengandung banyak kalori dan protein.

55

4. Dari tabel hasil pengamatan, lemak tertinggi terdapat pada minyak goreng.
Kedua pada mentega dan margarin. Ketiga pada susu bubuk. Keempat
pada santan.

5. a. Proses pencernaan karbohidrat
Di mulut, makanan dikunyah, bolus bercampur dengan enzim

amilase. Amilase mengubah amilum menjadi karbohidrat lebih sederhana,
dekstrin. Bila berada di mulut cukup lama, sebagian diubah menjadi
disakarida maltosa. Di usus halus, enzim amilase pankreas mengubah
amilum menjadi dekstrin dan maltosa. Enzim-enzim yang dikeluarkan
usus halus berupa maltase, sukrase dan laktase. Hidrolisis disakarida
menjadi glukosa, fruktosa, dan galak tosa, yang nantinya diangkut
eritrosit ke seluruh tubuh. Di usus besar, setelah 1-4 jam, pati non
karbohidrat (serat) dan sebagian pati yang tak dapat dicerna diolah
menjadi feses.
b. Proses pencernaan protein

Makanan dikunyah masuk ke dalam lambung yang mengandung
asam klorida dan enzim pepsin. Lalu terjadi penurunan pH 1,5-3,5, enzim
pepsin memecah molekul protein menjadi asam amino. Protein
dilanjutkan ke usus halus yang memiliki hormon sekretin dan CCK, kedua
hormon mendorong pankreas mensekresikan natrium bikarbonat untuk
menetralkan asam klorida dari lambung. Pemecahan protein di usus halus
disebut proteolisis, saat makanan menyentuh enterokinase di dinding usus
halus, yang membangunkan enzim tripsin, kemotripsin, erepsin, dan
peptidase yang akan memecah molekul kompleks protein menjadi asam
amino.
c. Proses pencernaan lemak

Di mulut, gigi menghaluskan makanan, melewati esofagus, dan di
lambung, lemak diremas-remas dan ditambahkan asam klorida. Di usus
halus tepatnya usus 12 jari, lemak mengalami emulsifikasi, empedu

56

menghasilkan cairan yang mengemulsi lemak menjadi 300 kali lebih kecil.
Dengan enzim lipase dari pankreas, lemak dihidrolisis menjadi asam
lemak dan gliserol, lalu bereaksi dengan garam empedu menghasilkan
butir lemak (micel) yang akan diabsorpsi. Orang dewasa menyerap 95%
lemak makanan yang dikonsumsi, 5% lainnya diolah menjadi feses.
I. Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian, diketahui nasi, kentang, roti, jagung,
dan ketela pohon mengandung glukosa dan amilum. Tempe, tahu, telur, susu,
dan kacang mengandung protein. Minyak goreng, margarin, mentega, susu
bubuk, dan santan mengandung lemak.
J. Daftar Pustaka
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Makanan
https://www.erlangga.co.id/sumber-belajar/96-teks/6965-zat-makanan-yang-
diperlukan-tubuh
http://langgengsetya.blogspot.com/2013/01/laporan-praktikum-uji-
makanan_2230.html?m=1
https://www.slideshare.net/indrianidewi2/uji-zat-makanan-tugas-kapita-
selekta-biologi-sl-1
http://kumpulanmateribiologisahabat.blogspot.com/2016/03/laporan-
praktikum-biologi-uji-kandungan.html?m=1
https://www.ilmiahku.com/2019/05/laporan-praktikum-uji-
makanan_7.html?m=1
https://www.google.com/amp/s/amp.suara.com/lifestyle/2019/03/18/183620/
mana-lebih-baik-kentang-atau-jagung-sebagai-pengganti-nasi
https://www.slideshare.net/mobile/takayumelenciel/karbohidrat-ainur-pujianti
https://www.kompas.com/skola/read/2020/10/31/135659369/proses-
metabolisme-protein-bagaimana-tubuh-mencerna-protein?page=all#page
https://www.google.com/amp/s/m.utakatikotak.com/amp/index/17025/Proses-
Pencernaan-Lemak-dalam-Tubuh-Manusia-Skema

57

BAB VII

SISTEM PERNAPASAN

7.1 Jurnal Belajar Bab VII
7.1.1 Jurnal Belajar 1 Bab VII
Kamis, 28 Januari 2021
1. Pada pertemuan Biologi hari ini, bu Puspa menjelaskan
tentang materi sistem pernapasan. Bu Puspa meminta
anak-anak memberi pendapat mengenai apa itu
pernapasan. Jovanka mengatakan pernapasan adalah
proses menghirup O2 dan mengeluarkan CO2, Jovanka
juga menambahkan tujuan dari menghirup oksigen adalah
untuk proses metabolisme sel di dalam tubuh, lalu Ilhan
menambahkan tujuan dari mengeluarkan karbondioksida
adalah untuk membuang sisa metabolisme agar tidak
keracunan. Lalu di dalam PowerPoint yang bu Puspa
share di grup kelas, terdapat 9 fungsi sistem pernapasan
manusia, yaitu 1x bernapas adalah 1x inspirasi dan 1x
ekspirasi tidak hanya O2 saja yang masuk atau CO2 saja
yang keluar, mengeluarkan uap air dan panas agar suhu
tubuh tetap normal, membantu mempertahankan
keseimbangan asam dan basa, pita suara memungkinkan
untuk bernyanyi dan bicara, sebagai sistem pertahanan
terhadap benda asing yang terhirup, mengatur bahan yang
mengalir melewati sirkulasi paru-paru, meningkatkan
aliran balik vena akibat sistem pernapasan, dan sebagai
indera penciuman.
2. Bu Puspa membagikan PowerPoint BAB Sistem
Pernapasan di grup kelas pada pukul 7:57, lalu membuka
meet pukul 8:05. Sebelumnya pada hari Selasa tidak ada
pertemuan karena di hari Senin siang sudah digunakan
untuk ulangan harian BAB Sistem Pencernaan.

58

7.1.2 Jurnal Belajar 2 Bab VII
Selasa, 2 Februari 2021
1. Pada pertemuan daring Biologi hari ini, materi yang
dibahas adalah organ-organ sistem pernapasan,
mekanisme pernapasan dan frekuensi pernapasan. Ketika
bu Puspa bertanya apa saja organ-organ sistem
pernapasan, Irva mencoba menjawab pertanyaan bu
Puspa. Irva mengatakan urutan organ sistem pernapasan
adalah hidung, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, pulmo,
dan alveolus. Irva juga menjelaskan hidung adalah
gerbang udara masuk dan keluar, hidung berfungsi
memfilter udara yang masuk dengan rambut-rambur
hidung dan lapisan mukosa bersilia, melembapkan udara
oleh cairan sekresi, mematikan kuman oleh leukosit, dan
sebagai indra penciuman oleh sel-sel olfaktori. Cleonny
menjelaskan tentang laring, yaitu saluran udara di depan
faring dan di bawah trakea, pada laring terdapat jakun,
epiglotis dan pita suara. Jeremy menjelaskan tentang
trakea, yaitu saluran lanjutan laring, panjangnya 9-11 cm,
dibentuk 16-20 cincin kartilago (bentuk C). Kartilago
berfungsi agar trakea tetap terbuka dan trakea berfungsi
menyaring udara yang masuk dengan selaput lendir. Lalu,
saya menjelaskan tentang bronkus hingga alveolus,
bronkus bercabang kanan dan kiri, bronkus kanan lebih
besar dan pendek (6-8 kartilago) ke paru-paru kanan,
sedangkan bronkus kiri lebih kecil dan panjang (9-12
kartilago) ke paru-paru kiri. Di pulmo, bronkus bercabang
banyak dan sempit disebut bronkiolus, pada bronkiolus

59

terdapat sel-sel bersilia, ujungnya terdapat alveolus
(tempat terjadinya pertukaran O2 dan CO2). Pada materi
mekanisme pernapasan terdapat inspirasi dan ekspirasi
dijelaskan oleh Jovanka. Saat inspirasi, otot interkostal
luar kontraksi, tulang rusuk ke atas, rongga dada
membesar, paru-paru mengembang, tekanan di dalamnya
mengecil, diafragma menjadi datar. Saat ekspirasi, otot
interkostal luar relaksasi, tulang rusuk ke bawah, rongga
dada menyempit, paru-paru mengecil, tekanan di
dalamnya membesar, diafragma menjadi melengkung
kembali. Materi terakhir adalah frekuensi pernapasan
yang dijelaskan oleh Ilhan, Irva, Mutiara, dan Bagas.
Frekuensi pernapasan adalah banyak sedikitnya udara
yang dapat dihirup dalam 1 detik. Frekuensi pernapasan
dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, suhu tubuh, posisi
dan aktivitas tubuh, emosi, status kesehatan, dan
ketinggian tempat.
2. Pada pertemuan hari ini belum ada sesi tanya jawab. Bu
Puspa mengoreksi dan menambahkan penjelasan yang
dilakukan oleh saya dan teman-teman. Pada akhir
pelajaran, bu Puspa mengabsen anak-anak kelas XI IPA 1
& 2.

7.1.3 Jurnal Belajar 3 Bab VII

60

Kamis, 4 Februari 2021
1. Pada pembelajaran Biologi hari ini, bu Puspa memberikan

materi tentang transpor O2 dan CO2, volume oksigen dan
kapasitas paru-paru, serta bahaya rokok. Transpor oksigen
terdiri dari 3 tahap, pertama O2 yang masuk di alveolus
tidak dapat beredar dalam darah dalam bentuk murni.
Kedua, O2 berikatan dengan Hb (hemoglobin) menjadi
HbO2 yang disebut oksihemoglobin. Ketiga, HbO2
beredar dalam darah untuk melakukan metabolisme dalam
tubuh. Transpor karbondioksida melalui 3 cara untuk
menuju ke alveolus, yaitu CO2 larut dalam plasma darah,
CO2 terikat dengan hemoglobin dan CO2 dalam bentuk
bikarbonat (HCO3-). Volume dan kapasitas paru-paru:

• Volume tidal (VT) adalah volume udara

masuk/keluar dari paru-paru selama normal, pria

500 ml, wanita 350 ml.

• Volume cadangan inspirasi (VCI) adalah volume

udara ekstra yang masuk ke paru-paru setelah

inspirasi maksimum, pria 3.100 ml, wanita 1.900

ml.

• Volume cadangan ekspirasi (VCE) adalah volume

udara ekstra yang dapat dikeluarkan dari paru-paru

setelah ekspirasi maksimum, pria 1.200 ml, wanita

800 ml.

• Volume residu (VR) adalah volume udata sisa paru-

paru setelah ekspirasi maksimum, pria 1.200 ml,

wanita 1.000 ml.

• Kapasitas residu fungsional (KRF = VR + VCE)

adalah jumlah udara sisa dalam sistem respirasi

setelah ekspirasi normal, pria 2.400 ml, wanita

1.800 ml.

61

• Kapasitas inspirasi (KI + VT + VCI) adalah jumlah
udara maksimal yang dapat diinspirasikan setelah
ekspirasi normal, pria 3.600 ml, wanita 2.400 ml.

• Kapasitas vital (KV = VT + VCI + VCE) adalah
jumlah udara yang dapat diekspirasikan setelah
inspirasi maksimum, pria 4.800 ml, wanita 3.100
ml.

• Kapasitas total paru-paru (KTP = KV + VR) adalah
jumlah total udara yang dapat ditampung paru-paru.
Pria 6.000 ml, wanita 4.200 ml.

• Volume resipirasi per menit adalah volume tidal
kali jumlah pernapasan per menit.

• Volume ekspirasi kuat 1 detik (VEK1) adalah
volume udara yang dapat dikeluarkan dari paru-
paru yang terinflasi maksimum, pada saat detik
pertama ekspirasi maksimum. VEK1 = 80% KV.

Lalu bu Puspa menjelaskan tentang bahaya pada sebatang
rokok. Beberapa zat diantaranya adalah nikotin, tar,
karbon monoksida, vinil klorida, timbal, dan 17 lainnya.

2. Bu Puspa bertanya kepada teman-teman kenapa perokok
pasif lebih berbahaya, teman-teman menjawab lalu bu
Puspa memberi kesimpulan karena asap rokok langsung
dihirup perokok pasif tanpa difilter, asap rokok bertahan
selama 2,5 jam, sedangkan perokok aktif terdapat filternya
tetapi sama saja masuk juga zat-zat berbahaya itu ke
dalam tubuh. Bu Puspa mengingatkan untuk screenshoot
buat jurnal ketiga di BAB 7, bu Puspa juga meminta untuk

62

membaca materi pencemaran lingkungan sebelum
pertemuan selanjutnya.

7.1.4 Jurnal Belajar 4 Bab VII
Selasa, 9 Februari 2021
1. Pada pembelajaran Biologi hari ini, bu Puspa menjelaskan
tentang cara menyusun hasil analisis tentang pencemaran
udara yang berdampak ke organ sistem pernapasan. Bu
Puspa menjelaskan tentang bagaan refleksi dan tindak
lanjut pada laporan analisis. Refleksi berupa tanggapan
kita setelah memahami penyebab dan akibat dari
pencemaran itu. Tindak lanjut adalah apa yang dapat kita
lakukan untuk mencegah masalah itu terjadi. Bu Puspa
mengingatkan jangan lupa untuk menulis sumber pada
bagian daftar pustaka.
2. Banyak teman-teman yang bertanya mengenai lembar
pengesahan, ukuran halaman dan ukuran logo sekolah.
Lembar pengesahan memuat nama dan kelas, lalu di
kanan terdapat nama siswa yang bersangkutan dan NIS, di
kiri terdapat nama guru pembina dan NIP. Ukuran
halaman: kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 4 cm, dan bawah 3

63

cm. Ukuran logo sekolah adalah 3 cm x 3 cm.

7.2 Portofolio Bab VII
7.2.1 Portofolio 1 Bab VII
Laporan Hasil Analisis Rokok Sebagai Penyumbang Polusi
dan Penyakit

1. Tujuan
A. Mengetahui peristiwa pencemaran udara yang terjadi dan penyebabnya.
B. Mengetahui akibat pencemaran udara terhadap lingkungan dan kesehatan.
C. Menenemukan solusi untuk meminimalisir akibat pencemaran udara.

2. Hasil Analisis
A. Peristiwa Pencemaran

Pencemaran udara atau polusi adalah masuk atau dimasukkannya makhluk
hidup, zat, energi, dan komponen lain ke dalam udara. Zat yang menyebabkan
pencemaran disebut polutan. Salah satu contoh polutan adalah rokok.

B. Penyebab Pencemaran
Rokok adalah gulungan tembakau yang dibungkus dengan kertas, dengan

panjang 8-10 cm. Rokok digunakan dengan cara dihisap setelah salah satu ujungnya
dibakar. Rokok merupakan salah satu polutan dikarenakan asap rokok yang

64

dihasilkan dari pembakaran rokok. Selain itu, dalam sebatang rokok terkandung zat
yang berbahaya bagi kesehatan seperti karbon monoksida, nikotin, tar, hidrogen
sianida, benzena, formaldehida, arsenik, kadmium, dan amonia.

C. Akibat Pencemaran
Sangat banyak orang di sekitar kita yang merokok, tetapi kita jangan jadi

salah satunya. Merokok membawa banyak dampak buruk terhadap lingkungan dan
kesehatan. Dampak rokok terhadap lingkungan adalah menurunnya kualitas udara,
memicu kebakaran, menambah sampah, merusak ekosistem, dan juga pemanasan
global yang efeknya tidak dapat dikembalikan. Dampak rokok terhadap kesehatan
adalah rusaknya organ-organ, mulai dari organ pernapasan hingga ke banyak organ
lainnya, sakit pada tekak dan esofagus, penyakit kronis seperti asma, bronkitis,
kanker paru-paru, hingga kematian. Tentu saja yang telah disebutkan tadi hanyalah
beberapa dari sekian banyaknya dampak buruk dari merokok.

D. Refleksi
Seperti yang dijabarkan di atas, merokok banyak memberikan dampak buruk.

Setelah mengetahuinya, kita harus menanam rasa peduli terhadap diri sendiri, orang
lain dan lingkungan sekitar. Maka dari itu kita harus berbuat sesuatu.

E. Tindak Lanjut
Hal yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir akibat pencemaran udara,

baik dari rokok ataupun polutan lainnya antara lain:
- Membiasakan diri untuk hidup sehat dan berolahraga.
- Menghindari rokok.
- Mengurangi penggunaan kendaraan dengan menggunakan transportasi publik.
- Membuang sampah pada tempatnya dan tidak membakar sampah.
- Menghemat energi.
- Menanam tanaman anti polutan.

65

- Menggunakan produk yang dapat didaurulang dan tidak sekali pakai.
3. Daftar Pustaka
https://dinkes.bantenprov.go.id/read/berita/488/PENGERTIAN-MEROKOK-DAN-
AKIBATNYA.html
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pencemaran
https://student-activity.binus.ac.id/tfi/2019/03/dampak-rokok-bagi-lingkungan-dan-
sekitar
https://www.alodokter.com/9-kandungan-rokok-yang-berefek-mengerikan-untuk-
tubuh
https://www.dbs.com/spark/index/id_id/site/pillars/2019-7-hal-kecil-untuk-bantu-
mengurangi-polusi-udara.html

66

BAB VIII

SISTEM EKSKRESI

8.1 Jurnal Belajar Bab VIII
8.1.1 Jurnal Belajar 1 Bab VIII
Selasa, 23 Februari 2021
1. Pada pembelajaran Biologi hari ini, bu Puspa meminta
Stephanie, Hisyam, Mutiara, Jovanka, dan beberapa anak
lainnya untuk menjelaskan materi ginjal tanpa melihat
buku. Ginjal adalah organ utama yang memproduksi
urine. Ginjal berjumlah sepasang, terletak di belakang
perut, kiri dan kanan. Di atas setiap ginjal terdapat
kelenjar adrenal (suprarenalis). Ginjal berbentuk seperti
kacang berwarna merah tua keunguan, berat dan besarnya
bergantung jenis kelamin, usia, dan ada tidaknya ginjal di
sisi lain. 8 fungsi ginjal antara lain:
• Pengeluaran zat sisa organik, misalnya urea.
• Pengeluaran zat racun, misalnya obat-obatan.
• Pengatur keseimbangan konsentrasi ion-ion penting,
misalnya natrium dan kalium.
• Pengaturan keseimbangan asam-basa melalui
eksresi ion hidrogen
• Pengendalian konsentrasi nutrisi darah, misalnya
glukosa dan asam amino.
• Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D
aktif.
• Penjaga tekanan darah melalui pengaturan
pengeluaran air dan garam, serta menghasilkan
enzim renin pemicu pembentukan hormon
angiotensin.

67

• Pengaturan produksi sel darah merah di dalam
sumsum tulang belakang dengan melepas hormon
eritropoietin.

Ginjal dilindungi lapisan jaringan ikat, yaitu fasia renal
(pembungkusan terluar), lemak perirenal dan lemak
pararenal (bantalan ginjal), serta kapsul fibrosa
(membran halus transparan, langsung membungkus
ginjal). Bagian-bagian ginjal, yaitu:

• Lobus ginjal. Terdiri atas satu piramida ginjal,
kolumna berdekatan dan jaringan korteks yang
melapisinya.

• Hilus (hilum). Cekungan sisi medial yang
membentuk bukaan pada ginjal tempat keluar
masuk pembuluh darah dan keluarnya ureter.

• Sinus ginjal. Rongga berisi lemak yang membuka
pada hilus.

• Parenkim ginjal. Jaringan penyelubung struktur
sinus ginjal. Parenkim ginjal dibagi menjadi:

- Korteks (bagian luar), tersusun atas nefron-nefron,
setiap ginjal normal terdapat 800 ribu- 1,5 juta
nefron. Nefro terdiri dari komponen vaskuler
(arteriola aferen, glomerulus, arteriola eferen, dan
kapiler peritubuler) dan komponen tubuler (kapsul
Bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkungan
Henle naik dan turun, tubulus kontortus distal, dan
duktus kolektivus).

- Medula, terdiri atas 15-16 massa triangular disebut
piramida ginjal yang tersusun dari sistem tubulus

68

ginjal mikroskopis). Sistem tubulus meliputi

lengkung Henle naik dan turun, duktus kolektivys,

dan duktus papilaris Bellini. Ujung tiap piramida

disebut papila ginjal.

• Pelvis ginjal (pelvis renalis), rongga perluasan

ujung proksimal (bagian atas) ureter.

2. Pada pertemuan hari ini tidak ada tanya jawab dan hanya

membahas pengertian, fungsi dan struktur ginjal. Bu

Puspa agak telat memulai google meet dikarenakan

jaringan yang kurang stabil.

8.1.2 Jurnal Belajar 2 Bab VIII
Kamis, 25 Februari 2021
1. Pada pembelajaran hari ini, bu Puspa melanjutkan
membahas materi ginjal, lebih tepatnya proses
pembentukan urine. Pertama, darah masuk ke kapsula
Bowman dan glomerulus melalui arteri aferen, pada
glomerulus terjadi filtrasi menghasilkan filtrat glomerulus
atau urin primer. Kedua, proses reabsorpsi urine primer
terjadi di tubulus kontortus proksimal menghasilkan urine
sekunder. Ketiga, urine sekunder menuju tubulus
kontortus distal melalui lengkung Henle, pada lengkung
Henle desenden (turun), air osmosis keluar sehingga
volume urine sekunder berkurang dan menjadi pekat.
Keempat, pada tubulus kontortus distal terjadi augmentasi
atau pengeluaran zat, urine sekunder ditmabahi zat-zat
yang tidak diperlukan tubuh. Kelima, urine akan
ditampung dalam duktus kolektivus, urine yang dapat
ditampung 170-230 mL. Urine akan keluar melalui penis
pada pria dan melalui vesika urinaria pada wanita.
2. Pada meet tadi banyak yang membaca buku, tidak
menjawab jika ditanya dan hanya memahami sedikit saja
dari materi yang sudah dibagikan jadi bu Puspa
mengatakan banyak siswa/i XI IPA 1 & 2 tidak serius
dalam belajar. Pesan yang didapat dari meet ini adalah
jika diberi tanggung jawab dikerjakan dengan baik,

69

berusaha semaksimal mungkin dan diinovasikan.
Misalnya bu Puspa meminta untuk menjelaskan apa yang
sudah dibaca, kita inovasikan dengan menunjukkan
gambar.

8.1.3 Jurnal Belajar 3 Bab VIII
Selasa, 2 Maret 2021
1. Pada pembelajaran Biologi hari ini, materi yang dibahas
adalah faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan
urine, sifat fisik urine dan komposisi urine. Faktor-faktor
yang memengaruhi pembentukan urine dibagi menjadi
faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi
hormon ADH (jika banyak minum, sekresi ADH sedikit,
reabsorpsi tubulus terhadap air berkurang, urine menjadi
banyak dan encer, begitu pula sebaliknya, jika sedikit
minum, urine menjadi pekat), hormon insulin (dihasilkan
sel beta pankreas, fungsinya untuk menurunkan kadar
glukosa darah dengan menginisiasi penyerapan glukosa
oleh sel untuk diubah menjadi energi dan menghambat
glukosa ke darah oleh hati) dan sistem renin-angotensin-
aldosteron (dihasilkan aparatus juksta glomerulus untuk
merespons tekanan darah rendah, konsentrasi natrium

70

rendah, dan kehilangan air). Faktor eksternal meliputi
suhu lingkungan (jika suhu panas, banyak berkeringat,
sekresi ADH meningkat, urine sedikit), jumlah air yang
diminum (sekresi ADH menurun, urine banyak), dan
alkohol (menghambat pembebasan ADH, urine berkurang,
tubuh mengalami dehidrasi dan sakit). Sifat fisik urine
yaitu, volume dikeluarkannya 800-2500 mL/hari,
warnanya kuning pucat hingga kuning tua, beratnya
1,003-1,035 g/cm3, ph asam 4,7-8, berbau khas amonia
setelah didiamkan dan dipengaruhi jenis makanan.
Komposisi urine 95% air dan zat-zat terlarut. Zat-zat yang
terlarut dalam urine normal meliputi zat buangan nitrogen
(urea), benda keton (hasil metabolisme lemak), asam
hipurat (pencernaan sayur dan buah), toksin, pigmen,
enzim, vitamin, hormon, dan elektrolit (ion natrium,
klorin, kalium). Zat-zat yang terlarut dalam urine
abnormal meliputi albumin, glukosa, eritrosit, zat kapur,
batu ginjal, dan badan keton yang banyak.
2. Pada meet hari ini, bu Puspa menggunakan hp dan
jaringannya kurang bagus sehingga meet tersendat-sendat.
Jovanka, Hisyam, Dayang, Stephanie, Khaerunisah,
Cyndi, dan Gizela menjelaskan tentang faktor internal dan
eksternal urine. Lalu Irva menjelaskan tentang sifat fisik
urine. Materi terakhir yaitu komposisi urine dijelaskan
oleh Jeremy.

71

8.1.4 Jurnal Belajar 4 Bab VIII
Selasa, 9 Maret 2021
1. Pada pertemuan Biologi hari ini, materi BAB eksresi yang
dibahas adalah kulit. Fungsi kulit ada 5, yaitu eksresi,
perlindungan, pengatur suhu badan, metabolisme, dan
komunikasi. Struktur kulit terbagi menjadi 3, yaitu
epidermis, dermis dan hipodermis. Epidermis adalah
bagian terluar kulit, tersusun atas sel epitel pipih
(skuamosa) berlapis banyak, tesusun rapat, mengalami
keratinasi (protein keras, anti air untuk melindungi
permukaan kulit), tidak berpembuluh darah, dan bagian
telapak tangan serta kaki epidermisnya sangat tebal.
Epidermis terdiri atas 5 lapisan (stratum), yaitu stratum
korneum (teratas, 25-30 lapisan sisik, sel mati), stratum
lusidum (lapisan jernih dan transparan, sel pipih tak
berinti, hampir mati), stratum granulosum (sel bergranula
pembentuk keratin), stratum spinosum (lapisan sel
spina/tranduk), dan stratum basalis/germinativum (lapisan
yang melekat dengan jaringan ikat, di bawah/antara sel-sel
stratum basalis terdapat melanosit yang menghasilkan
pigmen melanin untuk pewarnaan kulit dan perlindungan
dari sinar UV). Dermis terpisahkan oleh membran
dasar/lamina, terdiri atas 2 lapisan jaringan ikat, yaitu
lapisan papilar (jaringan ikat areolar renggar, berfibroblas,
sel mast, dan makrofag) dan lapisan retikuler (jaringan
ikat ireguler rapat, berkolagen, dan serat elastik).
Hipodermis (subkutaneus) mengikat kulit secara longgar
dengan organ-organ di bawahnya, lapisan ini banyak sel
lemak, pembuluh darah, dan ujung saraf. Kelenjar pada
kulit terbagi menjadi 2, yaitu kelenjar keringat
(sudorifera) dan kelenjar sebaseus. Kelenjar keringat
terdapat di dermis, dibedakan menjadi ekrin (tubuler
berpilin, tidak berhubung dengan folikel rambut, tersebar
meluas ke seluruh tubuh terutama dahi, telapak kaki dan
tangan) dan apokrin (besar bercabang, penyebaran
terbatas seperti pada ketiak, payudara, dan genital).
Kelenjar sebaseus mengeluarkan sebum yang dialirkan ke
folikel rambur, sebum berasal dari sel lemal, minyak, zat

72

lilin, dan pecahan sel, sebum berfungsi sebagai pelembut
kulit, bakterisida, dan pertahanan terhadap evaporasi.
2. Pada pertemuan hari ini, banyak teman-teman termasuk
saya sendiri mencoba untuk menjelaskan materi kulit. Bu
Puspa meminta kita untuk membedakan setiap stratum
dengan ciri khasnya juga mengingat salah satu dari kedua
jaringan ikat pada dermis, agar tidak terbalik-balik.

8.1.5 Jurnal Belajar 5 Bab VIII
Selasa, 16 Maret 2021
1. Pada pertemuan Biologi hari ini, bu Puspa memberi
kesempatan kepada semua anak untuk menambah nilai
pengetahuan mengenai materi BAB ekskresi. Materi yang
banyak diterangkan adalah hati. Hati adalah kelenjar
terbesar yang terletak di rongga perut sebelah kanan, di
atas lambung dan di bawah diafragma. Hati membantu
kerja ginjal. Berat hati sekitar 1,5-2 kg, terdiri atas lobus
kiri dan kanan, lobus kanan terbagi atas 3 lobus kecil. Hati
dibungkus oleh kapsula hepatika, lalu setiap lobus terdiri
atas beberapa unit lolubus yang dipisahkan oleh kapsula
glison. 80% volume hati terdiri atas sel-sel parenkimal,
sisanya sel-sel oval, imun, nonparenkim, dan hepatosit
duktular. Fungsi hati ada 7:
• Empedu, berupa cairan hijau, pahit, berjumlah 0,5 L
per hari. Empedu berasal dari perombakan

73

hemoglobin sel-sel darah merah tua yang disimpan
dalam kantong empedu dan disekresikan ke
duodenum.
• Menghasilkan tromboipoetin, angiotensinogen,
albumin, enzim arginase, enzim GOT, GPT, dan
LDH.
• Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga,
vitamin A, D, dan B12.
• Mengaktifkan vitamin D bersama dengan ginjal.
• Fagosit bakteri oleh makrofag sel Kupffer.
• Degradasi hormon insulin dan hormon lainnya.
• Degradasi amonia menjadi urea.
2. Pertemuan hari ini banyak siswa/i lain yang
menyampaikan materi karena pengambilan nilai terakhir
pada meet ini. Lalu bu Puspa menyampaikan ada tugas di
google classroom untuk dikerjakan di hari Kamis, bu
Puspa ingin semuanya untuk mengerjakan tugasnya
dengan tepat waktu.

8.2 Portofolio Bab VIII
8.2.1 Portofolio 1 Bab VIII
Analisis Organ Sistem Ekskresi. Kamis, 18 Maret 2021

1. Ginjal

74

Organ utama dalam memproduksi urine. Berjumlah sepasang, terletak
di belakang perut, sebelah kiri dan kanan tulang belakang. Di atas setiap ginjal
terdapat kelenjar adrenal (suprarenalis). Ginjal berbentuk seperti kacang
berwarna merah tua keunguan, berat dan besarnya bergantung jenis kelamin,
usia, dan ada tidaknya ginjal di sisi lain.
a. Fungsi Ginjal:

• Pengeluaran zat sisa organik, misalnya urea.
• Pengeluaran zat racun, misalnya obat-obatan.
• Pengatur keseimbangan konsentrasi ion-ion penting, misalnya

natrium dan kalium.
• Pengaturan keseimbangan asam-basa melalui eksresi ion hidrogen
• Pengendalian konsentrasi nutrisi darah, misalnya glukosa dan asam

amino.
• Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D aktif.
• Penjaga tekanan darah melalui pengaturan pengeluaran air dan

garam, serta menghasilkan enzim renin pemicu pembentukan hormon
angiotensin.
• Pengaturan produksi sel darah merah di dalam sumsum tulang
belakang dengan melepas hormon eritropoietin.
b. Struktur Ginjal
Ginjal dilindungi lapisan jaringan ikat, yaitu fasia renal
(pembungkusan terluar), lemak perirenal dan lemak pararenal (bantalan
ginjal), serta kapsul fibrosa (membran halus transparan, langsung
membungkus ginjal). Bagian-bagian ginjal, yaitu:
• Lobus ginjal. Terdiri atas satu piramida ginjal, kolumna berdekatan
dan jaringan korteks yang melapisinya.
• Hilus (hilum). Cekungan sisi medial yang membentuk bukaan pada
ginjal tempat keluar masuk pembuluh darah dan keluarnya ureter.
• Sinus ginjal. Rongga berisi lemak yang membuka pada hilus.

75

• Parenkim ginjal. Jaringan penyelubung struktur sinus ginjal.
Parenkim ginjal dibagi menjadi:
- Korteks (bagian luar), tersusun atas nefron-nefron, setiap ginjal

normal terdapat 800 ribu- 1,5 juta nefron. Nefro terdiri dari
komponen vaskuler (arteriola aferen, glomerulus, arteriola eferen,

dan kapiler peritubuler) dan komponen tubuler (kapsul Bowman,

tubulus kontortus proksimal, lengkungan Henle naik dan turun,

tubulus kontortus distal, dan duktus kolektivus).
- Medula, terdiri atas 15-16 massa triangular disebut piramida

ginjal yang tersusun dari sistem tubulus ginjal mikroskopis).
Sistem tubulus meliputi lengkung Henle naik dan turun, duktus

kolektivys, dan duktus papilaris Bellini. Ujung tiap piramida
disebut papila ginjal.

• Pelvis ginjal (pelvis renalis), rongga perluasan ujung proksimal

(bagian atas) ureter.

c. Proses Pembentukan Urine
Pertama, darah masuk ke kapsula Bowman dan glomerulus melalui

arteri aferen, pada glomerulus terjadi filtrasi menghasilkan filtrat
glomerulus atau urine primer. Kedua, proses reabsorpsi urine primer
terjadi di tubulus kontortus proksimal menghasilkan urine sekunder.
Ketiga, urine sekunder menuju tubulus kontortus distal melalui lengkung
Henle, pada lengkung Henle desenden (turun), air osmosis keluar
sehingga volume urine sekunder berkurang dan menjadi pekat. Keempat,
pada tubulus kontortus distal terjadi augmentasi atau pengeluaran zat,
urine sekunder ditmabahi zat-zat yang tidak diperlukan tubuh. Kelima,
urine akan ditampung dalam duktus kolektivus, urine yang dapat
ditampung 170-230 mL. Urine akan keluar melalui penis pada pria dan
melalui vesika urinaria pada wanita.
d. Faktor-faktor yang Memengaruhi Pembentukan Urine

Dibagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi
hormon ADH (jika banyak minum, sekresi ADH sedikit, reabsorpsi
tubulus terhadap air berkurang, urine menjadi banyak dan encer, begitu
pula sebaliknya, jika sedikit minum, urine menjadi pekat), hormon insulin

76

(dihasilkan sel beta pankreas, fungsinya untuk menurunkan kadar glukosa
darah dengan menginisiasi penyerapan glukosa oleh sel untuk diubah
menjadi energi dan menghambat glukosa ke darah oleh hati) dan sistem
renin-angotensin-aldosteron (dihasilkan aparatus juksta glomerulus untuk
merespons tekanan darah rendah, konsentrasi natrium rendah, dan
kehilangan air). Faktor eksternal meliputi suhu lingkungan (jika suhu
panas, banyak berkeringat, sekresi ADH meningkat, urine sedikit),
jumlah air yang diminum (sekresi ADH menurun, urine banyak), dan
alkohol (menghambat pembebasan ADH, urine berkurang, tubuh
mengalami dehidrasi dan sakit).
e. Karakteristik Urine

Sifat fisik urine yaitu, volume dikeluarkannya 800-2500 mL/hari,
warnanya kuning pucat hingga kuning tua, beratnya 1,003-1,035 g/cm3, ph
asam 4,7-8, berbau khas amonia setelah didiamkan dan dipengaruhi jenis
makanan. Komposisi urine 95% air dan zat-zat terlarut. Zat-zat yang
terlarut dalam urine normal meliputi zat buangan nitrogen (urea), benda
keton (hasil metabolisme lemak), asam hipurat (pencernaan sayur dan
buah), toksin, pigmen, enzim, vitamin, hormon, dan elektrolit (ion
natrium, klorin, kalium). Zat-zat yang terlarut dalam urine abnormal
meliputi albumin, glukosa, eritrosit, zat kapur, batu ginjal, dan badan
keton yang banyak.

77

2. Kulit
a. Fungsi Kulit
Fungsi kulit ada 5, yaitu:
• Eksresi, mengeluarkan lemak dan keringat.
• Perlindungan,melindungi tubuh dari mikroorganisme, sinar UV, dll.
• Pengatur suhu badan, diatur oleh kelenjar keringat dan pembuluh
darah.
• Metabolisme, menyintesis vitamin D dan menyimpan lemak.
• Komunikasi, stimulus lingkungan diterima oleh reseptor kulit.
b. Struktur Kulit
Struktur kulit terbagi menjadi 3, yaitu epidermis, dermis dan
hipodermis. Epidermis adalah bagian terluar kulit, tersusun atas sel epitel
pipih (skuamosa) berlapis banyak, tesusun rapat, mengalami keratinasi
(protein keras, anti air untuk melindungi permukaan kulit), tidak
berpembuluh darah, dan bagian telapak tangan serta kaki epidermisnya
sangat tebal. Epidermis terdiri atas 5 lapisan (stratum), yaitu stratum
korneum (teratas, 25-30 lapisan sisik, sel mati), stratum lusidum (lapisan
jernih dan transparan, sel pipih tak berinti, hampir mati), stratum
granulosum (sel bergranula pembentuk keratin), stratum spinosum
(lapisan sel spina/tranduk), dan stratum basalis/germinativum (lapisan

78

yang melekat dengan jaringan ikat, di bawah/antara sel-sel stratum basalis
terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen melanin untuk pewarnaan
kulit dan perlindungan dari sinar UV). Dermis terpisahkan oleh membran
dasar/lamina, terdiri atas 2 lapisan jaringan ikat, yaitu lapisan papilar
(jaringan ikat areolar renggar, berfibroblas, sel mast, dan makrofag) dan
lapisan retikuler (jaringan ikat ireguler rapat, berkolagen, dan serat
elastik). Hipodermis (subkutaneus) mengikat kulit secara longgar dengan
organ-organ di bawahnya, lapisan ini banyak sel lemak, pembuluh darah,
dan ujung saraf.
c. Kelenjar pada Kulit

Kelenjar pada kulit terbagi menjadi 2, yaitu kelenjar keringat
(sudorifera) dan kelenjar sebaseus. Kelenjar keringat terdapat di dermis,
dibedakan menjadi ekrin (tubuler berpilin, tidak berhubung dengan
folikel rambut, tersebar meluas ke seluruh tubuh terutama dahi, telapak
kaki dan tangan) dan apokrin (besar bercabang, penyebaran terbatas
seperti pada ketiak, payudara, dan genital). Kelenjar sebaseus
mengeluarkan sebum yang dialirkan ke folikel rambur, sebum berasal
dari sel lemal, minyak, zat lilin, dan pecahan sel, sebum berfungsi
sebagai pelembut kulit, bakterisida, dan pertahanan terhadap evaporasi.
d. Kulit sebagai Pengatur Panas (Termoregulasi)

Panas dikeluarkan oleh kulit melalui:
• Pemancaran, panas dilepas ke udara.
• Pengaliran (konveksi), karena menyentuh permukaan, udara yang

panas diganti dengan udara dingin.
• Konduksi, panas dialihkan ke benda yang disentuh kulit.
• Penguapan (evaporasi), panas dikeluarkan bersama keringat lalu

menguap.

79

3. Hati
Hati adalah kelenjar terbesar yang terletak di rongga perut sebelah

kanan, di atas lambung dan di bawah diafragma. Hati membantu kerja ginjal.
Berat hati sekitar 1,5-2 kg, terdiri atas lobus kiri dan kanan, lobus kanan
terbagi atas 3 lobus kecil. Hati dibungkus oleh kapsula hepatika, lalu setiap
lobus terdiri atas beberapa unit lolubus yang dipisahkan oleh kapsula glison.
80% volume hati terdiri atas sel-sel parenkimal, sisanya sel-sel oval, imun,
nonparenkim, dan hepatosit duktular.
a. Fungsi Hati

• Empedu, berupa cairan hijau, pahit, berjumlah 0,5 L per hari.
Empedu berasal dari perombakan hemoglobin sel-sel darah merah tua
yang disimpan dalam kantong empedu dan disekresikan ke
duodenum.

• Menghasilkan tromboipoetin, angiotensinogen, albumin, enzim
arginase, enzim GOT, GPT, dan LDH.

• Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, vitamin A, D,
dan B12.

80

• Mengaktifkan vitamin D bersama dengan ginjal.
• Fagosit bakteri oleh makrofag sel Kupffer.
• Degradasi hormon insulin dan hormon lainnya.
• Degradasi amonia menjadi urea.

81

BAB IX

SISTEM KOORDINASI MANUSIA

9.1 Jurnal Belajar Bab IX
9.1.1 Jurnal Belajar 1 Bab IX
Kamis, 25 Maret 2021
1. Pada pertemuan Biologi hari ini, materi yang dibahas
adalah BAB 9 Sistem Koordinasi. Bu Puspa memberi tahu
pokok bahasan pada bab ini adalah sistem saraf, sistem
hormon (endokrin) dan sistem indra. Pada PowerPoint
terdapat gambar struktur sel saraf (neuron). Neuron
merupakan unit fungsional sistem saraf yang terdiri atas
badan sel, dendrit dan akson. Badan sel adalah bagian
terbesar neuron yang berfungsi untuk mengendalikan
metabolisme keseluruhan neuron, bagian dari badan sel
seperti nukleus, badan golgi, RE kasar (badan Nissl),
ribosom, mitokondria, dan mikrotubulus. Dendrit adalah
juluran sitoplasma relatif pendek dan bercabang untuk
menerima impuls dari sel lain untuk dikirim ke badan sel.
Akson adalah juluran sitoplasma panjang, ujung akson
bercabang-cabang seperti ranting dan berfungsi
mengirimkan impuls ke sel neuron lain. Akson dibungkus
selubung mielin, akson tanpa mielin disebut nodus
Ranvier untuk mempercepat jalannya impuls. Mielin
ditutupi selubung Schwann (neurilema). Impuls saraf
adalah rangsangan yang diterima reseptor dari lingkungan
luar, kemudian dibawa oleh neuron menjalari serabut
saraf. Terjadinya gerakan yang disebabkan impuls dibagi
menjadi gerak sadar (otak) dan gerak refleks (sumsum
tulang belakang), prosesnya mulai dari impuls,
reseptor/indra, saraf sensoris, otak/sumsum tulang
belakang, saraf motor, dan efektor/otot. Mekanisme
penghantaran impuls berkaitan dengan pompa ion K+ dan
Na+. Tahapannya terdiri atas polarisasi (istirahat),
depolarisasi dan repolarisasi. Polarisasi saat neuron tidak
menghantarkan impuls, ekstraseluler bermuatan positif,
intraseluler bermuatan negatif. Depolarisasi saat neuron
mendapat rangsang, saluran Na+ terbuka, Na+ masuk ke
dalam sel, ekstraseluler menjadi negatif dan intraseluler

82

menjadi positif. Repolarisasi saat saluran Na+ tertutup,

saluran K+ terbuka sehingga K+ keluar dan kondisi seperti

tahap istirahat.

2. Pada pertemuan hari ini, bu Puspa meminta teman-teman

untuk menjelaskan sistem saraf, jadi banyak teman-teman

yang mencoba untuk menjelaskan materi. Menurut bu

Puspa materi sistem koordinasi lebih kompleks

dibandingkan materi sistem ekskresi.

9.1.2 Jurnal Belajar 2 Bab IX
Kamis, 8 April 2021
1. Pada pertemuan Biologi hari ini, bu Puspa membagikan
linknya pada pukul 07:32. Bu Puspa bercerita tentang
pengalamannya bertemu dengan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Bapak Nadiem Makarim. Bu Puspa, Ma’am
Dayang dan guru-guru dari sekolah lain mendapatkan
kesempatan untuk bertemu pak menteri. Bu Puspa
mengatakan ada guru yang bercerita kesulitannya saat
mengajar di masa pandemi, dimana guru itu harus datang
ke rumah muridnya dan tersesat di hutan sawit hingga
dikejar oleh seekor babi hutan. Disaat bu Puspa diberi
kesempatan untuk berbicara, bu Puspa hanya
mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang
diberikan pemerintah. Banyak alumni dan murid-murid
lain wapri ke bu Puspa setelahnya, mengatakan bangga
dengan bu Puspa setelah melihat foto bu Puspa di

83

Instagram bapak Nadiem Makarim, bu Puspa berharap
dapat menginspirasi teman-teman semua. Setelah itu, bu
Puspa memberitahu siapa saja yang masih belum
mengumpulkan 3 tugas rangkuman bab koordinasi di XI
IPA 1 dan XI IPA 2. Bu Puspa juga bertanya akan apa
yang menyebabkan keterlambatan atau tidak adanya
pengumpulan tugas dan bu Puspa meminta saran kepada 1
perwakilan dari IPA 1 & 2. Jovanka mengatakan tugas-
tugas yang diberikan oke-oke saja, Jeremy mengatakan
hal yang serupa dan menambahkan kalau 3 tugas terakhir
bab koordinasi memiliki tenggat yang singkat. Bu Puspa
mengingatkan kembali kalau ia tidak ingin memberikan pr
maka tenggat yang diberikan tidak lama, tetapi bu Puspa
tetap menerima dan mempertimbangkan masukan yang
diberikan. Di akhir pertemuan, bu Puspa meminta bantuan
pengurus kelas untuk koordinasi dengan teman-teman
yang belum mengerjakan tugas untuk dibantu apabila
mengalami kesulitan.
2. Pada pertemuan hari ini, tidak ada materi yang
disampaikan. Bu Puspa bercerita dan berbagi
pengalamannya. Seperti biasanya, bu Puspa tetap
berinteraksi dengan teman-teman.

84

9.1.3 Jurnal Belajar 3 Bab IX
Kamis, 15 April 2021
1. Pada pertemuan Biologi hari ini, bu Puspa membagikan
link meetnya pada pukul 08:14. Bu Puspa memberikan
kesempatan kepada teman-teman yang sebelumnya tidak
mengerjakan tugas untuk membacakan dan menjelaskan
hasil analisis mereka. Beberapa anak yang dipanggil
masih belum menyelesaikan tugas mereka. Bu Puspa
meminta Afriyan untuk menjelaskan materi sistem saraf
tepi (SST) yang terdiri dari saraf kranial dan saraf spinal.
Saraf kranial terdiri atas 12 pasang saraf yaitu saraf
olfaktori, saraf optik, saraf okulomotor, saraf troklear,
saraf trigeminal, saraf abdusen, saraf fasial, saraf
vestibulokoklear, saraf glosofaring, saraf vagus, saraf
aksesori spinal, dan saraf hipoglosal. Saraf spinal terdiri
atas 1 radiks posterior dan anterior, dan saraf spinal terdiri
atas 31 pasang saraf yang muncul dari segmen-segmen
medula spinalis. Lalu ada pembagian SST berdasarkan
arah impuls, yaitu SST aferen dan SST eferen, SST eferen
dibagi menjadi sistem saraf somatik dan sistem saraf
otonom, dan sistem saraf otonom dibagi menjadi sistem
saraf simpatis dan parasimpatis. Aurell diberi kesempatan
untuk menjelaskan sistem endokrin atau hormon, sistem
endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang
memproduksi hormon. Aurell hanya menjelaskan sedikit
tentang kelenjar hipofisis (pituari) dikarenakan jam mata
pelajaran Biologi yang berakhir pukul 08:50.
2. Pada pertemuan Biologi hari ini, bu Puspa berharap
teman-teman yang belum menyelesaikan tugasnya untuk
segera menyelesaikannya dan akan diberi kesempatan
untuk berbicara pada minggu depan. Bu Puspa juga
berharap agar semuanya hadir dan lebih aktif untuk
membahas materi agar waktu tidak terbuang sia-sia
dikarenakan jam mata pelajaran di bulan Ramadhan
diperingkat menjadi 50 menit saja.

9.1.4 Jurnal Belajar 4 Bab IX
Selasa, 27 April 2021
1. Pada pertemuan Biologi hari ini, bu Puspa mengirim link
meet pada pukul 08:02. Pada kesempatan kali ini, materi

85

yang dibahas adalah sistem indra. Sistem indra pada
manusia terbagi menjadi indra penglihat (mata), indra
penciuman (hidung), indra pengecap (lidah), indra
pendengar (telinga), indra peraba (kulit). Mekanisme
melihat yaitu cahaya dipantulkan oleh benda ditangkap
oleh mata, menembus kornea dan diteruskan melalui
pupil, intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil
diteruskan menembus lensa mata dan ke retina, daya
akomodasi lensa mengatur cahaya, agar jatuh tepat di titik
bintik kunign retina, pada bintik kuning, impuls cahaya
disampaikan oleh saraf optik ke otak, cahaya disampaikan
ke otak dan diinterpretasikan. Lalu bu Puspa
menambahkan aksesori dan struktur mata secara singkat.
Mekanisme menghirup yaitu gas masuk ke hidung, larut
pada selaput mukosa, merangsang silia sel reseptor,
rangsangan diteruskan ke otak untuk diolah, dan jenis bau
dapat diketahui. Bu Puspa menjelaskan pada hidung
terdapat kemoreseptor olfaktori yang berfungsi menerima
rangsangan berupa bau atau zat kimia berbentuk gas. Pada
lidah terdapat kemoreseptor berupa kuncup pengecap
yang ada di papila lidah. Papila lidah dibedakan menjadi
papila filiformis, fungiformis, sirkumvalata, dan foliata.
Lalu, ada area kepekaan rasa pada lidah, pengecap rasa
manis di bagian ujung lidah, rasa asin di samping lidah,
rasa asam di belakang lidah, dan rasa pahit di belakang
pangkal lidah.
2. Pada pertemuan hari ini, banyak teman-teman yang
mencoba menjelaskan materi, materi yang dijelaskan
hampir semuanya merupakan mekanisme sistem indra,
dan bu Puspa melengkapi dengan menambahkan materi
struktur-struktur sistem indra. Indra pendengaran dan
peraba akan dijelaskan pada pertemuan selanjutnya.
9.1.5 Jurnal Belajar 5 Bab IX
Kamis, 29 April 2021
1. Pada pertemuan Biologi hari ini, bu Puspa mengirim link
meet pada pukul 08:09. Materi yang akan dilanjutkan
adalah materi indra pendengaran, indra peraba, dan
NAPZA. Mekanisme mendengar yaitu gelombang bunyi
(getaran) ditangkap daun kartilago telinga, menjalar ke

86

kanal auditori eksternal (meatus), membentuk getaran
pada membran timpanum, menjalar ke osikel auditori
(maleus, inkus, stapes), menuju fenestra vestibuli,
terbentuk gelombang tekanan pada perilimfa skala
vestibuli, menjalar ke skala timpani, menyebabkan getaran
pada membran basilar, sel-sel rambut melengkung,
memicu impuls saraf, menjalar ke serabut saraf
vestibulokoklear (CN VIII), menjalar ke korteks auditori
di otak, bunyi diinterpretasikan. Bu Puspa menambahkan
struktur telinga luar, tengah, dan dalam serta bertanya
bagian mana yang paling banyak bekerja dalam prosos
mendengar dan jawabannya adalah telinga bagian dalam
di membran basilar. Lalu, pada kulit terdapat 6 reseptor
sensor yaitu korpuskula Pacini (mendeteksi tekanan yang
dalam (kuat) dan getaran, reseptor di jaringan subkutan,
terdapat pada jari, telapak tangan dan kaki), korpuskula
Meissner (mendeteksi rangsangan berupa sentuhan,
reseptor di jaringan dermis, terdapat pada ujung jari, bibir,
papila mamae, dan genitalia luar), cakram Merkel
(mendeteksi sentuhan dan sebagai resptor raba yang
beradaptasi lambat, reseptor di kulit tak berambut (misal
ujung jari) dan antara folikel rambut pada epidermis),
korpuskula Roffini (berperan sebagai reseptor tekanan dan
tegangan di sekitar jaringan ikat, terdapat di bagian
dermis), ujung bulbus Krause (mendeteksi tekanan
sentuhan, kesadaran posisi, dan gerakan. Terdapat di bibir,
genitalia luar, serta dermis yang berhubungan dengan
rambut), dan ujung saraf bebas ((tidak memiliki lapisan
seluler), mendeteksi rasa nyeri, sentuhan ringan, dan suhu.
Terdapat menyebar di jaringan tubuh dan merupakan
reseptor sensor utama pada kulit). NAPZA adalah
singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
NAPZA dapat memengaruhi sistem saraf pusat,
mengubah perasaan dan cara berpikir pemakainya. Jenis
NAPZA dibagi menjadi golongan stimulan, depresan
(penenang) dan halusinogen.
2. Pada pertemuan hari ini, teman-teman juga membantu
menjelaskan materi yang disampaikan. Bu Puspa juga
memberi tugas untuk membentuk karya dalam bentuk

87

apapun sebagai partisipasi anti NAPZA. Bu Puspa
menginfokan ulangan harian bab sistem koordinasi akan
dilaksanakan hari Senin depan.

9.2 Portofolio Bab IX
9.2.1 Portofolio 1 Bab IX
Analisis Organ Sistem Endokrin. Kamis, 1 April 2021

Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon.
Hormon adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam aliran darah
menuju ke sel-sel target yang memiliki reseptor khusus. Sistem endokrin berinteraksi
dengan sistem saraf berfungsi mengatur aktivitas tubuh seperti metabolisme,
homeostatis misal pengendalian tekanan darah), pertumbuhan, perkembangan seksual
dan siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi.
* Karakteristik kelenjar endokrin:

- Merupakan kelenjar buntu, karena tidak memiliki saluran dan menyekresikan
hormon langsung ke dalam cairan di sekitar sel-sel.

- Umumnya menyekresi >1 jenis hormon kecuali kelenjar paratiroid.
- Memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan

ditopang jaringan ikat.
- Masa aktivitasnya berbeda-beda. Ada yang seumur hidup (hormon

metabolisme), dimulai pada masa tertentu (hormon kelamin), atau bekerja
sampai masa tertentu (hormon pertumbuhan).
- Sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormon lain dan
senyawa nonhormon (misal glukosa) dalam darah, serta impuls saraf.

88

* Kelenjar endokrin dan sekresi hormon:

1. Hipofisis (Pituari)
Organ berbentuk oval, melekat di dasae hipotalamus, sebesar kacang

dengan berat 0,5g. Hipofisis terbagi menjadi 3, yaitu:
A. Hipofisis Lobus Anterior

1) Hormon pertumbuhan (GH) atau somatotropin (STH)
Berfungsi:

• Mengendalikan pertumbhan dan perbanyakan sel-sel tubuh.
• Menyebabkan hati memproduksi somatomedin untuk

pertumbuhan tulang dan kartilago.
• Mempercepat laju sintesis protein.
• Menurunkan laju penggunaan karbohidrat oleh sel-sel tubuh.
• Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi.

Abnormalitas sekresi GH yaitu kerdil (kekurangan GH
sehingga pertumbuhan terhenti), gigantisme (kelebihan GH sehingga
pertumbuhan tulang berlebihan), dan akromegali (pembesaran tulang
tidak proporsional akibat kelebihan sekresi setelah penutupan cakram
epifisis).

2) Hormon perangsang tiroid atau tirotropin (TSH)
Berfungsi meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-

sel kelenjar tiroid, laju produksi hormonnya (tiroksin), dan
metabolisme sel.

3) Hormon adrenokortikotropik atau kortikotropin (ACTH)
Berfungsi merangsang kelenjar korteks adrenal untuk

menyekresi glukokortikoid (hormon metabolisme karbohidrat).
4) Hormon gonadotropin atau gonadotropik

Terdiri atas:
a. FSH (follicle stimulating hormone)

• Pada wanita: FSH berfungsi menstimulasi pertumbuhan
folikel ovarium dan produksi hormon estrogen.

• Pada laki-laki: FSH berfungsi menstimulasi pertumbuhan
dan perkembangan spermatozoa dalam tubulus seminiferus
testis.

b. LH (luteinizing hormone)

89

• Pada wanita: LH dengan FSH menstimulasi produksi
estrogen. LH berperan dalam ovulasi dan sekresi
progesteron.

• Pada pria: LH menstimulasi sel-sel interstisial tubulus
seminiferus testis untuk memproduksi testosteron
(androgen).

5) Hormon prolaktin (PRL)
Disekresikan saat hamil dan menyusui.

B. Hipofisis Lobus Intermediet (Tengah)
Menghasilkan:

1) Endorfin, zat penghilang nyeri alamiah, merespons stres, dan aktivitas
seperti olahraga.

2) MSH (melanocyte stimulating hormone), merangsang pembentukan
pigmen dan penyebaran melanosit pada epidermis.

C. Hipofisis lobus Posterior
Menghasilkan:

1) ADH (antidiuretic hormone), untuk menurunkan volume air yang
hilang dalam urine melalui peningkatan reabsorpsi di tubulus
kontortus distal dan duktus kolektivus ginjal. Hiposekresi ADH
menyebabkan diabetes insipidus, hipersekresi ADH menyebabkan
peningkatan volume darah.

2) Oksitosin, untuk menstimulasi kontraksi otot polos saat melahirkan
dan pengeluaran ASI saat menyusui. Pelepasan oksitosin dan ASI
dihambat oleh stres emosional.

2. Tiroid (Kelenjar Gondok)
Terdiri atas folikel-folikel dalam dua lobus lateral di bawah laring.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin (tetraiodotironin/T4) sebanyak
90% dan triiodotironin (T3) sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid. Hormon
tiroksin berfungsi meningkatkan laju metabolisme sel, menstimulasi konsumsi
oksigen, meningkatkan pengeluaran energi panas, serta mengatur
pertumbuhan dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan saraf.
Abnormalitas sekresi tiroid yaitu hipotiroidisme dan hipertiroidisme.

3. Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)

90

Terdiri atas 4 organ kecil di belakang tiroid. Paratiroid menyekresi
hormon parathormon (PTH) yang berfungsi mengendalikan keseimbangan
kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui stimulasi aktivitas osteoklas
(penghancuran tulang), pengaktifan vitamin D untuk absorpsi kalsium pada
makanan, dan stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal. Abnormalitas
sekresi PTH yaitu hipoparatiroidisme (menyebabkan tetanus) dan
hiperparatiroidisme (menyebabkan tulang melemah)

4. Adrenal (Suprarenalis/Kelenjar Anak Ginjal)
Terletak di atas ginjal, warna kuning, dan tertanam pada jaringan

adiposa. Terdiri atas korteks di bagian luar dan medula di bagian dalam.
Kelenjar adrenal medula menghasilkan:

• Adrenalin (epinefrin), meningkatkan frekuensi jantung, metabolisme,
dan konsumsi oksigen.

• Noradrenalin (norepinefrin), meningkatkan tekanan darah dan
menstimulasi otot jantung

Kelenjar adrenal korteks menghasilkan:

• Aldosteron, mengatur keseimbangan air dan elektrolit melalui
pengendalian kadar natrium dan kalium dalam darah.

• Glukokortikoid (kortisol, kortison, dan kortikosteron), memengaruhi
metabolisme glukosa, protein, lemak, serta menjaga membran lisosom
sehingga mencegah kerusakan jaringan.

• Gonadokortikoid (steroid kelamin), sebagai prekursor pengubahan
testosteron dan estrogen oleh jaringan lain.

Abnormalitas sekresi kelenjar adrenal yaitu hiposekresi (menyebabkan
penyakit Addison) dan hipersekresi (menyebabkan sindrom adrenogenital).

5. Pankreas
Organ pipih di belakang lambung. Pankreas menghasilkan

• Glukagon, dihasilkan sel alfa, untuk meningkatkan penguraian
glikogen hati menjadi glukosa sehingga kadar gula darah meningkat,
dan sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat dalam hati.

91

• Insulin, dihasilkan sel beta, untuk menurunkan katabolisme lemak dan
protein, menurunkan kadar gula darah, serta meningkatkan sintesis
protein dan lemak.

• Somatostatin, dihasilkan sel delta, sebagai penghalang hormon
pertumbuhan dan penghambat sekresi glukagon dan insulin

• Polipeptida pankreas, hormon pencernaan yang dilepaskan setelah
makan, fungsi belum diketahui.
Abnormalitas sekresi kelenjar pankreas yaitu defisiensi insulin

menyebabkan diabetes melitus.

6. Pineal (Epifisis Serebri)
Di langit-langit otak. Menghasilkan melatonin berpengaruh pada

pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi melanin.

7. Timus
2 lobus warna kemerah-merahan, di posterior toraks di aatas jantung.

Timus menghasilkan timosin untuk pengendalian perkembangan sistem imun.

8. Ovarium, Testis, dan Plasenta
Ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Testis

menghasilkan hormon testosteron. Plasenta menghasilkan gonadotropin
korion, estrogen, progesteron, dan somatotropin.

* Perbedaan sistem saraf dengan sistem endokrin

No. Aspek Sistem Hormon Sistem Saraf
Pembeda
Cepat / segera
1. Aksi Lambat Langsung, distribusi lebih
sempit
2. Respon Tidak langsung, distribusi Jangka pendek, misalnya
lebih luas kontraksi otot jantung dan
denyut
Jangka panjang, misalnya Neutrotransmiter
Antarneuron melalui sinapsis
3. Pengaturan pertumbuhan dan

perkembangan

4. Sekresi hormon

5. Komunikasi Melalui sistem sirkulasi

9.2.2 Portofolio 2 Bab IX
Analisis Organ Sistem Saraf

1. Neuron (Sel Saraf)

92

Neuron merupakan unit fungsional sistem saraf, berukuran sekitar 39
inci yang terdiri atas badan sel, dendrit dan akson.

• Badan sel
Badan sel adalah bagian terbesar neuron yang berfungsi untuk

mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron, bagian dari badan
sel seperti nukleus, badan golgi, RE kasar (badan Nissl), ribosom,
mitokondria, dan mikrotubulus.
• Dendrit

Dendrit adalah juluran sitoplasma relatif pendek dan bercabang
untuk menerima impuls dari sel lain untuk dikirim ke badan sel.
• Akson

Akson adalah juluran sitoplasma panjang, ujung akson
bercabang-cabang seperti ranting dan berfungsi mengirimkan impuls
ke sel neuron lain. Akson dibungkus selubung mielin, akson tanpa
mielin disebut nodus Ranvier untuk mempercepat jalannya impuls.
Mielin ditutupi selubung Schwann (neurilema).
Neuron tidak membelah secara mitosis, tetapi serabutnya dapat
beregenerasi jika badan sel masih utuh. Jika akson rusak berat, neurilema
melakukan pembelahan mitosis untuk menutup luka. Berdasarkan fungsinya,
neuron terbagi menjadi 3, yaitu:
• Neuron sensor (aferen), berfungsi menghantarkan impuls dari organ
sensor ke pusat saraf (otak atau sumsum tulang belakang).
• Neuron motor (eferen), berfungsi menghantarkan impuls dari pusat
saraf ke organ motor (otot) atau kelenjar.
• Neuron konektor (interneuron), berfungsi menghubungkan neuron
yang satu dengan yang lain.
Berdasarkan strukturnya (juluran sitoplasma), neuron dibedakan
menjadi 3, yaitu:
• Neuron multipolar (1 akson dan 2 dendrit atau lebih). Contohnya
neuron motor di otak.
• Neuron bipolar (2 juluran berupa dendrit dan akson). Contohnya
neuron pada mata dan hidung.
• Neuron unipolar (pseudounipolar, merupakan neuron bipolar yang
akson dan dendritnya berfusi). Contohnya neuron pada embrio dan
fotoreseptor mata.

2. Sel Neuroglia (Glia)

93

Sel neuroglia adalah sel penunjang pada susunan saraf pusat yang
berfungsi sebagai jaringan ikat. Sel glia dapat membelah mitosis. Jenis-
jenisnya:

• Astrosit, berbentuk bintang, sebagai lem yang menyatukan neuron-
neuron.

• Oligodendrosit (oligodendroglia), menyerupai astrosit dengan badan
sel lebih kecil, membentuk lapisan mielin yang melapisi akson.

• Mikroglia, ukuran paling kecil, bersifat fagosit, untuk pertahanan
imun.

• Sel ependima, merupakan membran epitelium yang melapisi rongga
serebral dan medula spinalis.

3. Sinapsis
Sinapsis adalah hubungan antar neuron; titik temu ujung akson neuron

satu dengan dendrit neuron lain; atau hubungannya ke oror dan kelenjar.
Struktur sinapsis terbagi menjadi 3, yaitu prasinaps (bagian akson terminal),
celah sinaps (ruang antar prasinaps dan pascasinaps), dan pascasinaps (bagian
dendrit). Pada celah sinaps terdapat substansi kimia neurotransmiter untuk
mengirimkan impuls, penghantaran impuls melalui sinapsis disebut transmisi
sinapsis. Sifat-sifat neurotransmiter:

• Eksitasi, meningkatkan impuls, contohnya asetilkolin dan
noradrenalin.

• Inhibisi, menghambat impuls, contohnya GABA pada otak dan glisin
pada medula spinalis.

4. Sistem Saraf Pusat (SSP)
SSP meliputi otak (serebral) dan sumsum tulang belakang (medula

spinalis). Otak dilindungi tengkorak dan medula spinalis dilindungi ruas-ruas
tulang belakang. Pada keduanya, terdapat lapisan pelindung dari jaringan ikat
disebut meninges. 3 lapisan meninges:

• Pia mater, lapisan terdalam, halus, tipis, banyak pembuluh darah,
melekat pada otak atau medula spinalis.

• Araknoid, lapisan tengah, sedikit pembuluh darah. Araknoid memiliki
ruang subaraknoid berisi cairan serebrospinalis, pembuluh darah, dan
selaput jaringan penghubung. Cairan serebrospinalis menyerupai
plasma darah dan cairan interstisial, tidak berprotein, sebagai bantalan
dan media pertukaran nutrien dan zat sisa.

94


Click to View FlipBook Version