The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by trinithapricilia, 2021-06-14 04:03:39

Portofolio Biologi (Trinitha Pricilia Barung XI IPA 2)

Portofolio Biologi (Trinitha Pricilia XI IPA 2)

51

52

53

BAB IV SISTEM GERAK
A. Jurnal Belajar
Jurnal Belajar 1

1. Pada pertemuan pembelajaran kali ini kami tidak melakukan pembelajaran seperti biasa atau free
class karena bu puspa sedang dalam kedukaan, tetapi bu puspa tetap memberikan tugas kepada
yang remedial yaitu untuk melanjutkan tugasnya kemarin yang belum selesai.

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah menyenangkan sekaligus sedih karena kita tidak ada
meet atau daring karena daring sangat menguras kuota bagi yang menggunakan kuota tapi untuk
yang menggunakan wifi tidak akan masalah, saya sedih karena keluarganya bu puspa ada yang
meninggal. Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap disiplin walaupun tidak ada meet atau
daring seharusnya tetap mengerjakan tugas dan langsung dikerjakan atau dikumpul tepat pada
waktunya, serta tidak menunda-nunda dalam mengerjakannya.

Jurnal Belajar 2
1. Pada pertemuan pembelajaran kali ini kami terlambat belajar daring karena memang bu puspa

hanya ingin mengabsen kehadiran saja dan juga bu puspa meminta kepada kelompok yang
remedial untuk secepatnya mengkonfirmasikan tugas yang kemarin diberikan melalui whatsapp
bu puspa.

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah menyenangkan karena hanya meet atau daring sebentar
saja sehingga tidak banyak menguras kuota bagi yang menggunakan kuota tapi untuk yang
menggunakan wifi tidak akan masalah. Dan juga senang karena tidak banyak tugas hanya tinggal
mengerjakan jurnal. Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap disiplin untuk tetap
mengerjakan tugas yang sudah diberikan bu puspa dan segera mengkonfirmasi tugas kelompok
ke bu puspa agar tidak lupa dan menumpuk jadinya, serta mengikuti dan memerhatikan arahan
dari bu puspa.

54

Jurnal Belajar 3
1. Pada pertemuan pembelajaran kali ini kami akan masuk ke materi sistem gerak yang pertama dan

akan dipresentasikan oleh kelompok Oniel dari XI IPA 2 yaitu tentang tulang. Yang pertama
dibahas adalah struktur tulang yang dibagi menjadi periosteum, tulnang kompak, tulang spons,
endosteum (jaringan ikat areolar vas dan tempat pertumbuhan tulang atau perbaikan tulang) dan
sumsum tulang (lapisan tulang paling dalam dan seperti jelly). Selanjutnya ada bentuk tulang
yang dibagi menjadi beberapa bagian yaitu tulang pipa, tulang pendek, tulang pipih (berupa
lempengan dan berada pada tengkorak dan rusuk dada), tulang tidak beraturan (sebagai penyusun
tulang belakang) dan tulang sesamoid (bersambungan dengan tulang kartilago dan berada
ditempurung lutut). Faktor yang memengaruhi pertumbuhan tulang seperti hereditor, nutrisi,
endokrin dan sistem saraf.
2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah menyenangkan karena dapat bertemu dan belajar
kembali walupun tetap daring, serta mengingat dan mendapatkan materi baru lagi tentang tulang.
Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap disiplin dan semangat untuk tetap mengerjakan
tugas yang sudah diberikan bu puspa dan tetap mengikuti dan memperhatikan pembelajaran
daring ataupun materi presentasi teman-teman dari awal hingga akhir.

Jurnal Belajar 4
1. Pada pertemuan kali ini saya tidak dapat mengikuti pembelajaran seperti biasa dikarenakan saat

itu saya sedang tidak enak badan.
2. Kesan dan Pesan saya, tetap semangat serta selalu rajin mengikuti pembelajaran dan selalu

menjaga kesehatan.

55

Jurnal Belajar 5
1. Pada pertemuan kali ini kami akan baru masuk ke materi sistem gerak yang ketiga dan akan

dipresentasikan oleh kelompok Valentino dari xi ipa 1 dan Dennis dari xi ipa 2 yaitu tentang
persendian. Kelompok Valentino menjelaskan melalui video sedangkan kelompok Dennis
melalui gambar. Kelompok Valentino maupun kelompok Dennis sama-sama menjelaskan
dengan rinci tentang persendian seperti struktur persendian dan tipe-tipe persendian.

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah menyenangkan karena dapat bertemu dan belajar
kembali dalam keadaan sehat walupun tetap daring, serta mengingat dan mendapatkan materi
baru lagi tentang persendian. Serta dari 2 presentasi tersebut banyak yang menambahkan dan
bertanya tentang materi tersebut. Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap disiplin dalam
mengerjakan tugas yang sudah diberikan bu puspa dan tetap mengikuti dan memperhatikan
pembelajaran daring ataupun materi presentasi teman-teman dari awal hingga akhir.

Jurnal Belajar 6
1. Yang dijelaskan pada pertemuan kali ini adalah tentang “Otot Rangka” yang dijelaskan oleh

kelompok Saddam dari 11 IPA 2 dan Nafiadara dari 11 IPA 1. Kelompok Saddam maupun
kelompok Nafiadara sendiri sama-sama menjelaskan tentang otot pada manusia secara rinci dan
menjelaskan beberapa pengertian otot serta menyebutkan dan menjelaskan beberapa penyakit
yang terjadi pada otot manusia. Kelompok Nafiadara juga menjelaskan sifat kerja pada otot
manusia, sifat kerja oto manusia dibagi menjadi dua yaitu gerakan otot antagonis dan yang kedua
adalah gerakan otot sinergis.

2. Kesan saya, pada pertemuan kali ini terasa cukup menyenangkan karena kami semua dapat
bertemu kembali dalam keadaan sehat walaupun pertemuan pembelajaran melalui daring. Pesan
saya tetap semangat selalu mengikuti pembelajaran walaupun kita masih harus melaksanakan
pembelajaran secara daring.

56

Jurnal Belajar 7
1. Pada pembelajaran kali ini kami melanjutkan materi pada bab 4, sekaligus materi terakhir yaitu

tentang otot rangka yang akan disampaikan oleh kelompok Saddam dari XI IPA 2 dan kelompok
Nafiadara dari XI IPA 1. Kedua kelompok ini sama-sama menjelaskan secara rinci tentang otot
rangka seperti beberapa pengertian dari otot rangka, beberapa penyakit yang terjadi pada otot,
sifat kerja otot pada manusia yang dibagi menjadi 2 yaitu otot antagonis dan otot sinergis.

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah menyenangkan karena dapat bertemu dan belajar
kembali dalam keadaan sehat walupun tetap daring tidak bisa bertemu secara langsung, serta dari
2 presentasi tersebut banyak memahami tentang otot rangka pada diri sendiri. Pesan pada
pembelajaran kali ini adalah tetap disiplin dan semangat untuk tetap mengerjakan tugas yang
sudah diberikan bu puspa dan tetap mengikuti dan memperhatikan pembelajaran daring ataupun
materi presentasi teman-teman dari awal hingga akhir.

Jurnal Belajar 8
1. Pada pembelajaran kali ini kami melanjutkan materi terakhir yaitu tentang otot rangka yang

sudah disampaikan oleh kelompok Saddam dari xi ipa 2 dan kelompok Nafiadara dari xi ipa 1
pada pertemuan sebelumnya. Pada pertemuan sebelumnya tidak ada tanya jawab dan pada hari
ini akan ada tanya jawab tentang otot rangka seperti sifat otot semua otot mempunyai fungsi
yang sama bisa memanjang dan juga bisa memendek seperti kontraksi dan relaksasi,
pembentukan otot diatas 20 tahun supaya apabila kita terlalu over dalam pembentukannya dan
jadinya berlebihan maka memengaruhi pertumbuhan kita. Dan bu puspa kemudian meringkas
semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan, setelah itu bu puspa
memberitahukan pada hari selasa kita akan melakukan ulangan harian untuk bab 4 ini.

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah menyenangkan karena dapat lebih memahami tentang
otot rangka setelah adanya tanya jawab ini dan bu puspa juga ikut membantu menjelaskan lebih
rinci lagi. Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap disiplin dan semangat untuk tetap
mengerjakan tugas yang sudah diberikan bu puspa dan tetap mengikuti dan memperhatikan
pembelajaran daring ataupun materi presentasi teman-teman dari awal hingga akhir. Dan
mempersiapkan untuk ulangan harian pertemuan berikutnya.

57

Jurnal Belajar 9
1. Pada pembelajaran kali ini kami free class dan digunakan untuk belajar karena siang harinya

pada pukul 13.30 – 15.00 kami akan ulangan harian bab 4 ini.
2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah sedikit menegangkan karena takut soalnya akan susah

dan banyak. Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap disiplin dan semangat untuk tetap
belajar mandiri untuk mempersiapkan ulangan harian.

58

B. Tugas-Tugas
59

60

BAB V SISTEM SIRKULASI
A. Jurnal Belajar
Tidak ada Jurnal Belajar

61

B. Tugas-Tugas

-SISTEM SIRKULASI-

 SISTEM PEREDARAN DARAH PD MANUSIA

-Sistem paredaran darah pada manusia merupakan:
 Sistem peredaraan darah tertutup: Darah mengalir dalam pembuluh darah
 Sistem peredaraan darah terbuka: Darah mengalir dua kali melewati jantung dalam
sekali peredaran

-Fungsi sistem peredaran darah:

*Transportasi *Perlindungan

*Penjaga suhu tubuh *Penyangga

DARAH

Darah merupakan Jaringan ikat yang terdiri atas sel-sel darah, keping darah, dan matriks yang berbentuk
cairan (plasma).

>Karakteristik Darah
 Lebih berat dan kental dibandingkan air, memiliki bau kas, dgn PH 7,35-7,45.
 Warna merah terang hingga merah kebiruan
 Volume darah yang beredar 8% dari berat badan

>Komponen punyusun darah

1. Plasma Darah
 Mengandung 92% air, 7% protein Plasma, 1% bahan campuran kompleks organik, anorganik,dan
gas darah
 Jenis protein

62

2. Sel darah merah
 Berbentuk seperti cakran
 Dibungkus membran sel yang elastis dan fleksibel.
 Tiap sel mongandung sekitar 300 Juta molekul hemoglobin yang dpt mengikat oksigen
 Jumlah:- 4,2-5,4 juta sel/mm3 darah(laki laki)
 3,8-4,8 juta sel/mm3 darrah(Perempuan)
 Berfungsi mengedarkan oksigen melalui pengikat oksigen oleh,hemoglobin dan membawa

karbondioksida,ke paru -paru.
 Pembentuknya disebut entropoesis, terjadi di sum sum tulang belakang
 Sirkulasi selama 120 hari sebelum rapuh & pecah

3. Sel darah putih
 Jumlahnya 5000-10.000 sel/mm3 darah
 Berfungsi melindungi tubuh dari benda asing,virus dan bakteri
 Memiliki sifat:

 Diapedesis: menembus pori-pori
 Bergerak ameboid: seperti amoeba
 Kemotaksi: pengaruh pelepasan zat kimia
 Fagositosis: mampu menelan mikro organisme, benda asing dan sel darah merah yg sudah

rusak
 Jenis leukosit berdasarkan ada tidaknya granula dalam sitoplasma

1. Granulosit
 Neutrofil,berfungsi dalam fagotosis
 Eosinofil, berfungsi sebagai fagosit yang lemah dan pembuangan racun penyebab radang
 Basofil, mengandung histarmin berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke jaringan
yang cedera
2. Agranulosit
 Limfosit : Berperan dalam sistem kekebalan tubuh
 Monosit : Sebagai fagosit yg aktif

4. Keping darah (Trombosit)
 Merupakan fragmen sel,tidak bernukleus dan berasal dari megakanosit di sum-sum tulang
belakang
 Jumlahnya 150.000-400.000 sel/mm3 darah
 Berumur 5-9 hari
 Berfungsi dalam hemostatik, perbaikan pembuluh darah yang robek dan pembekuan darah

63

-Mekanisme pembekuan darah-

1. Proses pembekuan darah
 Luka – trombosit bersentuhan dengan permukaan luka yang kasar – pecah – mengeluarkan
tromboplastin
 Trombokinase + Ton Ca2+ + vit K =Protrombin -> Trombin
 Trombin = fibrinogen – fibrin(menghalangi keluarnya sel darah merah hingga terjadi
pembentukan darah)

2. Faktor-Faktor pembekuan darah
 Protrombin - Ion Kalsium - Vitamin K
 Fibrinogen - Trombikokinase

-Golongan Darah-

 Golongan darah adalah klasifikasi darah suatu individu berdasarkan ada atau tidaknya zat antigen
warisan pada permukaan membran sel darah merah

 Antigen dapat merangsan pembentukan antibodi dalam plasma darah
 Antigen + Antibodi = aglutinasi (penggumpalan)
 Antigen = aglutingen
 Antibodi = aglutinin

1. Penggolongan Darah Sistem ABO Unsur di dalam plasma darah
Jenis golongan darah Unsur pada membran sel darah merah (Entrosit)
Aglutinin
aglutinge Anti – B
AA Anti – A
BB
AB A&B -
O- Anti - A & Anti – B

2. Penagclongan Darah Stem Rh (Rhesus)
 Berdafarton ada tdatnya aglotinogen (antigen) ReD pada permukaan sel darah merah
 Individu yang memiliki antigen RAD: Rh+ (Rhesus positif)
 Individu yong tidak Memiliki antigen RhD : Rh- (Rhesus negatif)

Pengaruh Faktor Rhesus pada Transfusi Darah
 Seseorang dengan darah Rh- jika diberi darah Rh+ maka akan segera memproduksi aglutnin anti -
RhD
 Tranfus Rh+ pertama tidak berbahaya, namurn tranfusi Rh+ selanjutnya akan mengaibatkan
hemotisis sel darah merah karena anti RhD yang terbentuk sudah banyak
 Hemolisis : Pecahnya membran sel darah merah sehingga hemoglobin terlebih ke plasma darah

64

Pengaruh faktor Rhesus terhadap janin saat kehamilan
 Jika ibu memiliki Rh- dan mengandung bayi dengan Rh+ dan tubuh ibu akan memproduksi anti –

RhD

 Sel darh merah janin akan mengalami hemolisis

 Dapat menyebabkan kematian janin didalam rahim, atau jika tahu bayi akan menderita

entroblastosis fetalis
 Entroblastosis fetalis dapat dicegah dengan injeksi anti – D (Rho) imunoglobulin atau RhoGam

pada Ibu

Jenis Serum Golongan Darah

Anti – A Anti – B Anti - AB Anti - D Sistem ABO Sistem Rh

- + + A Rh+

+
+ - + - A Rh-
- + + + B Rh+
- + + - B Rh-
+ + + + AB Rh+
+ + + - AB Rh-
- - - + O Rh+
- - - - O Rh-

-Transfusi Darah-

 Tranfusi darah adalah proses mentransfer darah atau produk berbasis darah dari seseorang ke
sistem peredaran darah orang lain.

 pemberi darah disebut donor, penerima ditsebut resipen,
 Golongpn darah O (donor universal) karena tidak memiliki aglutinogen yang dapat digumpalkan

dapat diberikan keapada resipien semua golongan darah
 Golongan darah AB disebut (resipien universal) karena tidak memiliki aglutinin yang akan

menggumpalkan darah , sehingga dapat menerina darah dari donor senua golongan darah.

65

-organ peredaran darah-

1. Jantung
 Organ berongga yang terdiri atas 4 ruang
 Lapisan dinding jantung : epikardium, miokardium (terdiri atas jaringan otot untuk
berkontraksis), dan endokardium
 Ruang jantung : Atrium kanan dan kiri, Ventrikel kanan dan kiri
 Katum jantung trikuspid (diantara atrium kanan dan ventrikel kanan) dan bikuspid (diantara
atrium dan ventrikel kiri)

-Sistem Pengaturan Jantung

Jantung memiliki sifat otomisitas yaitu berkontraksi secara ritmis akibat potensial aksi yang dihasilkan
sendiri
Tempat sel jantung melakukan otomisitas
-Nodus SA -Berkas HIS
-Nodus AV -Serat purkinje

2. Pembuluh Darah
 Serangkaian saluran tertutup dan bercabang, berfungsi membawa darah dan jantungke

jaringan kemudian kembali ke jantung
 Jenis :

1. Arteri
 Membawa darah meninggalkan jantung

66

2. Kapiler
 Sangat halus, dinding tipis, plasma darah & zat makan merembes ke cairan
jaringan antar sel

3. Vena
 Berfungsi membawa darah kembali ke jantung
 Jenis vena : kava superios (Tubuh bagian atas) kava inferior (Tubuh bagian
bawah) dan pulnonali (paru paru)

no Faktor arteri Vena
peredaran
Tebal. Elastis Tipis, Kurang elastis
1 dinding Satu terdapat pada awal keluar Banyak di sepanjang pembuluh yang
2 Jumlah & letak
dari jantung mengarah ke jantug
katup Kaya oksigen Kaya CO2
3 Darah Meninggalkan jantung
4 Arah aliran Menuju jantung
5 Tekanan kuat Lemah
6 Letak Dari bagian dalam tubuh
dekat permukaan tubuh

67

 Sistem peredaran darah pulmonalis
Ventikel kontraks – darah kaya CO2 dan ventrikelkanan ke arteri pulmonalis – paru-paru – darah
melepas CO2 – Darah mengambil O2 - darah kaya O2 dibawa pulmonalis – atrumkin – ventrikel
relaksasi – darah ke ventrikel kiri

 Sistem peredaran darah sistemik
Darah beroksigen meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta. Aorta dan arteri lainnya
mengangkut darah ke seluruh tubuh, di mana ia memberikan oksigen dan mengambil
karbon dioksida. Darah terdeoksigenasi kemudian kembali ke atrium kanan melalui vena.

3. Pembuluh Limfa
 Vena kecil dengan banyak katup, dinding transparan, partikel besar dapat masuk
 Terdapat hampir di seluruh tubuh

4. Cairan limfa
 Cairan yang diabsorbsi ke kapiler, warna kekungmgang, mengandung plasma protein
imfosit, keping darah , fibrinogen, lemak dan sedikit O2tanpa sel darah merah dan CO2

Aliran limfa

 *Pembuluh limfa kanan mengumpulkan limfa dari jantung, dada, paru-paru, kepala, leher, dan
lengan atas kemudian masuk ke vena bawah selangka kanan.
*Pembuluh limfa kiri mengumpulkan limfa dari bagian tubuh kiri sebelah bawah kemudian
masuk ke vena bawah sebelah kiri.

 Faktor penggerak cairan limfa : kontraksi otot inspirasi dan ekspirasi pemijatan tubuh

-GANGGUAN SISTEM PEREDARAN DARAH-

 Tranbus
 Embolus
 Jantung koroner
 Varises
 Wasir
 Limfangitis
 Infakmiokard
 Anemia
 Hemofilia
 Leukimia
 Siklemia
 Talasemia
 Hipertensi
 Hipotensi
 Arttenosklerosis

68

-TEKNOLOGI SISTEM PEREDARAN DARAH-

 Elektrokardiograf : mengetahui keadaan darah, jantung, dan pembuluh dengan gelombang
ultrasonik untuk membentuk bayangan

 Terapi gen : teknik menumbuhkanpembuluh darah baru dengan menggunakan salinan gen yg
mengkode VEGF

 Tranplantasi jantung
 Pemindahan dengan radioaktif: deteksi penyakit jantung dgn infeksi bahan radioaktif

69

BAB VI MAKANAN DAN SISTEM PENCERNAAN MAKANAN
A. Jurnal Belajar
Jurnal Belajar 1

1. Pada pertemuan kali ini saya tidak dapat mengikuti pembelajaran seperti biasa dikarenakan saat
itu saya sedang tidak enak badan dan harus pergi kerumah sakit untuk pemeriksaan.

2. Kesan dan Pesan saya, tetap semangat serta selalu rajin mengikuti pembelajaran dan selalu
menjaga kesehatan.

Jurnal Belajar 2
1. Pada pertemuan kali ini saya juga tidak dapat mengikuti pembelajaran seperti biasa dikarenakan

saat itu saya sedang dirawat dirumah sakit.
2. Kesan dan Pesan saya, tetap semangat serta selalu rajin mengikuti pembelajaran dan selalu

menjaga kesehatan.

Jurnal Belajar 3
1. Pada pertemuan kali ini kami melaksanakan pembelajaran via google meet selama 30 menit jam

pelajaran dikarenakan 30 menit sebelumnya Ibu Puspa memberikan tugas untuk melanjutkan
tugas portofolio melalui whatsapp. Pada hari ini kami membahas tentang materi lambung dan Ibu
Puspa juga memberikan sedikit tambahan tentang tugas yang tadi diberikan.
2. Kesan saya, pada pertemuan kali ini terasa cukup menyenangkan karena banyak teman-teman
yang bertanya seputar lambung dan beberapa masalah yang biasanya terjadi di lambung. Pesan
saya, tetap semangat dalam mengikuti pembelajaran dan selalu kerjakan tugas yang diberikan
oleh guru dengan baik.

70

Jurnal Belajar 4
1. Pada pertemuan kali ini kami melaksanakan pembelajaran melalui Teams. Pada pertemuan kali

ini banyak dari kami yang terlambat mengikuti pembelajaran dikarenakan banyak teman-teman
termasuk saya yang masih tidak memahami cara menggunakan Teams. Tetapi kami tetap
melanjutkan pembelajaran begitu juga Ibu Puspa yang melanjutkan kembali materi kemarin
sekaligus menyelesaikan materi pada bab ini. Banyak yang menanyakan tentang lambung dan
beberapa masalah kesehatan pada lambung.
2. Kesan saya, pada pertemuan kali ini terasa cukup menyenangkan karena banyak teman-teman
yang bertanya seputar lambung dan beberapa masalah yang biasanya terjadi di lambung. Pesan
saya, tetap semangat dalam mengikuti pembelajaran dan selalu kerjakan tugas yang diberikan
oleh guru dengan baik.

Maaf sebelumnya Ibu saya izin tidak menyalakan kamera, kemarin saya sudah mencoba
menyalakan kamera tetapi kameranya tidak bisa menyala ibu. Maaf sebelumnya bu,
terimakasih.

71

Jurnal Belajar 5
1. Pembelajaran hari ini tanggal 19 Januari 2021 saya terlambat masuk pembelajaran dikarenakan

jaringan dirumah saya terganggu dan saat masuk Ibu Puspa meminta beberapa dari kami untuk
membaca kembali Jurnal kami pada pembelajaran sebelumnya. Namun, beberapa dari kami ada
yang belum membuat dan tidak masuk pembelajaran. Pada akhirnya, Nabil, Gavriel, dan Abiyyu
yang membaca Jurnal pada pembelajaran sebelumnya. Ibu Puspa mengatakan bahwa kita akan
melakukan praktek dengan judul “Uji Makanan”, praktek ini sendiri dilakukan untuk mengetahui
zat makanan yang terkandung dalam makanan kita. Selanjutnya Ibu Puspa menjelaskan alat,
bahan, dan proses pengerjaan praktek tersebut.
2. Kesan saya, pada pertemuan kali ini terasa cukup menyenangkan karena banyak teman-teman
yang bertanya seputar lambung dan beberapa masalah yang biasanya terjadi di lambung. Pesan
saya, tetap semangat dalam mengikuti pembelajaran dan selalu kerjakan tugas yang diberikan
oleh guru dengan baik.

72

Jurnal Belajar 6
1. Pembelajaran hari ini tanggal 21 Januari 2021 kami memulai pelajaran pada pukul 7.53

kemudian saat masuk Ibu Puspa mulai mengecek kehadiran tiap siswa, lalu meminta salah satu
dari kami untuk membaca hasil laporan kami. Yang membaca hasil laporan dari kelas XI IPA 2
adalah Faradiba, setelah itu Ibu Puspa meminta kepada XI IPA 1 untuk bertanya yang bertanya
ada Irva, Tan Rendy, Cleonny, Jovanka, Ilham, dan Stephanie. Dan dari kelas XI IPA 2 yang
menjawab ada Dennis, Mutiara, Lukman, dan Faradiba.
2. Kesan saya, pada pertemuan kali ini terasa cukup menyenangkan karena banyak teman-teman
yang bertanya seputar laporan yang telah dijelaskan oleh Faradiba. Pesan saya, tetap semangat
dalam mengikuti pembelajaran dan selalu kerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan baik.

73

B. Tugas-Tugas

Portofolio 1A

1. Syarat Makanan
 Bersih atau tidak mengandung penykit, karena ini akan membahayakan kesehatan
tubuh dan dapat bersifat racun bagi tubuh.
 Makanan mudah dicerna. Sebagian besar jenis makanan harus dimasak terlebih
dahulu agar mudah dicerna, seperti daging dan ikan. Namun beberapa jenis
makanan lainnya bisa langsung di komsumsi dengan keadaan mentah.
 Makanan yang termasuk kedalam kriteria makanan sehat harus dapat memenuhi
kebutuhan gizi tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan
serat. Jenis karbohidrat yang paling disarankan adalah karbohidrat kompleks.
Pasalnya, jenis karbohidrat ini akan lebih lama dicerna sehingga membuat gula
darah tetap stabil. Selain itu, karbohidrat kompleks dapat memberikan efek
kenyang yang lebih lama, sehingga cocok bagi kamu yang ingin menurunkan
berat badan.
 Makanan yang mengandung kalori dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan
didalam tubuh, hal ini yang ditentukan oleh faktor jenis kelamin, usia,berat/tinggi
badan,aktivitas dan kindisi kesehatan seseorang.

2. Fungsi Makanan
 Sumber energi (zat pembakar), yaitu makanan yang mengandung zat gizi
karbohidrat, protein dan zat gizi lemak. Yang nantinya akan menghasilkan energi
untuk melakukan semua aktivitas kehidupan.
 Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (zat pembangun), yaitu makanan
yang mengandung protein, mineral dan air. Yang nantinya digunakan untuk
membentuk sel-sel baru serta memelihara dan menjaga sel-sel yang rusak.

74

 Mengatur proses tubuh (zat pengatur), yaitu pada makanan yang banyak
mengandung protein (mengatur keseimbangan air didalam sel), air (pelarut pada
zat-zat didalam tubuh serta mengatur suhu tubuh dan berperan dalam proses
ekskresi), mineral (mengatur dalam proses oksidasi seperti fungsi saraf dan otot),
vitamin (mengatur dalam proses oksidasi seperti fungsi saraf dan otot), kalium
(menjaga keseimbangan tekanan osmosis sel) dan natrium (menjaga
keseimbangan tekanan osmosis sel).

 Pelindung tubuh terhadap lingkungan dan bibit prnyakit (zat pelindung), yaitu
lemak (melindungi tubuh dari udara dingin), vitamin (antioksidan yang bekerja
untuk menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif)
dan protein (membentuk antibodi untuk pertahanan terhadap infeksi bibit
penyakit).

75

Portofolio 1B

Tabel Zat Makanan.

NO. Nama Zat Fungsi Sumber Makanan

1. Karbohidrat  Sumber energi utama  Nasi
 Membatasi asupan kalori  Jagung
 Menurunkan resiko penyakit tertentu  Bit
 Penentu indeks glikemik  Gandum
 Singkong
2. Lemak  Membantu tubuh menyerap  Tebu
(Lipid) vitamin A, D, dan E  Kentang
 Ketela rambat
 Sumber energi bagi tubuh Lemak hewani:
 Membantu menyehatkan kulit dan susu,daging,keju,minyak
ikan,mentega dan kuning
rambut telur
 Membuat tubuh tetap hangat lemak nabati:
 Melindungi organ tubuh kelapa,kemiri,kacang
kacangan,dan margarin

3. Protein  Diperlukan dalam pembentukan tulang,  Telur
otot, tulang rawan, kulit, dan darah.  Daging
 Makanan laut
 Membangun, memperkuat, dan  Susu
memperbaiki atau mengganti jaringan  Jeroan
tubuh. Contohnya, keratin yang  Brokoli
memperkuat rambut, serta kolagen dan  Tahu
elastin yang menunjang jaringan ikat  Tempe
dan kulit.  Kacang-kacangan

 Membantu tubuh merasa kenyang lebih
lama. Karena itu, konsumsi makanan
berprotein tinggi bisa menjadi salah
satu cara untuk melangsingkan badan.

 Membuat hormon yang berfungsi
membantu sel mengirim pesan dan
mengkoordinasikan fungsi sel dan organ
di dalam tubuh.

 Membuat antibodi untuk sistem
kekebalan tubuh.

 Penting untuk pertumbuhan dan
perkembangan anak-anak, remaja,

76

4. Vitamin hingga wanita hamil dan janin yang  Vitamin A:wortel,ubi,labu
5. Mineral dikandungnya. kuning,susu,pepaya,keju.
 Terlibat dalam kontraksi dan gerakan
otot, contohnya protein aktin dan  Vitamin B:
myosin. jamur(shitake,kancing,tira
 Membuat enzim yang berfungsi m), kentang, bayam, sawi
memfasilitasi reaksi biokimiawi dan hijau, brokoli.
metabolisme tubuh.
 Mengangkut sel atau zat,  Vitamin C: kubis, paprika
contohnya hemoglobin yang membawa hijau, jambu biji, leci,
oksigen melalui darah ke seluruh tubuh. jeruk. Vitamin D: telur,
 sebagai koenzim (bagian dari enzim) hati, ikan, susu, keju.

dan biokatalisator yang mengatur  Vitamin E: ayam, ikan,
kuning telur, kecambah.
proses metabolisme, fungsi normal
 Vitamin K: susu, kuning
tubuh, serta pertumbuhan. telur, brokoli, asparagus,
seledri.

 pemelihara keseimbangan asam-basa  Kalsium
 penjaga keseimbanagan ion-ion dalam Sumber : Susu dan hasil
olahannya, telur, ikan,
cairan tubuh udang, kerang, kepiting,
 kofaktor aktivitas enzim-enzim kacang kacangan dan buah-
 komponen hormon dan enzim buahan.
 membantu transfer zat melalui
 Magnesium (Mg)
membran sel Sumber:kacang kacangan,
 pemelihara kepekaan saraf dan otot sayuran hijau, susu, coklat,
teri dll
penyusup jaringan
 Sulfur atau Belerang
(S)

Sumber: daging, telur, ikan,
baik protein nabati

 Fosfor (P)
Sumber :Daging, ikan dan
telur, semua jaringan

77

hewan, serealis, kacang
kacangan.

 Besi (Fe)
Sumber : Susu, hati, kuning
telur dan sayur-sayuran
yang berwarna hijau.

 Natrium (Na)
Sumber : Ikan, pisang,
kentang dan sayuran
hijau,garam dapur,makanan
yang diproses dengan garam
dapur,makanan hasil
laut,susu,makanan hewani.

 Klorin (Cl)
Sumber : Garam dapur, keju
dan sayuran hijau,makanan
hasil laut,telur,susu,daging.

 Kalium (K)
Sumber : Kacang-kacangan,
buah, susu, daging, serealis,
sayuran, Hati, ikan dan
kerang.

Tabel Organ Pencernaan Makanan.

No. Nama Organ Proses Terjadinya Gambar

1. Mulut Pada mulut terjadi proses

pemecahan makanan menjadi

bagian-bagian yang lebih kecil

dan halus secara mekanik dan

kimiawi dengan menggunakan

gigi.

78

2. Faring Pada faring terjadi proses

pencernaan secara mekanik

yaitu proses deglutisi dengan

cara menggerakkan makanan

menuju esofagus.

3. Kerongkongan Pada kerongkongan tidak terjadi
(Esofagus) proses pencernaan makanan
akibat kerongkongan sebagai
tempat penghubung mulut dan
lambung, tetapi terjadi gerakan
peristaltik (gerak mendorong
makanan ke lambung).

4. Lambung Pada lambung terjadi proses
(Ventrikulus) pencernaan secara mekanik
(gerakan dimana terlihat seperti
melakukan pengadukan ataupun
peremasan makanan yang
dilakukan oleh otot-otot polos
yang ada dilambung) dan secara
kimiawi (pencernaan protein :
asam klorida mengubah
pepsonigen menjadi pepsin,
renin mengkoagulasi protein
susu menjadi kasein yang tidak
larut.

79

5. Pankreas Pankreas dikenal juga sebagai

eksokrin (berperan dalam

menghasilkan getah pankreas ke

saluran pencernaan) dan

endokrin (berperan dalam

menyekresikan hormon insulin

dari pulau-pulau Langerhans).

6. Hati Saat makanan masuk kedalam

tubuh, kemudian hati akan

memproduksi cairan empedu

untuk memecahkan lemak yang

terdapat dilambung dan

memproses nutrisi untuk

disalurkan ke sistem tubuh yang

nantinya menghasilkan kadar

gula darah atau glukosa yang

digunakan dalam sistem

pencernaan.

7. Empedu Selama kita makan, empedu

dialirkan dari kantung empedu

kemudian menuju ke hati.

Saluran empedu

menghubungkan antara kantung

empedu dan hati dengan usus

halus. Cairan empedu kemudian

membantu proses pencernaan

lemak diusus halus.

80

8. Usus Halus Pada usus halus terjadi proses
pencernaan secara mekanik
dan tempat penyerapan sari
sari makanan.

9. Usus Besar Tempat penyerapan air dan
pembusukan sisa sisa
makanan.

10. Rektum Tugas utama dari rektum
adalah menerima kotoran
(feses) dari usus besar, saat gas
atau feses masuk maka akan
ada sensor yang dikirimkan ke
otak kemudian otak akan
memutuskan untuk
mengeluarkan atau
menahannya. Dalam proses
buang air besar, sfingter (otot)
akan merileks dan rektum akan
berkontraksi.

11. Anus Anus berperan untuk proses
defekasi feses dan mengatur
keluarnya feses. Defekasi
adalah proses membuang
kotoran sisa pencernaan dalam
bentuk feses.

81

SISTEMATIKA LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

Portofolio 1C

Judul:
Laporan Praktikum Uji Zat Makanan.

Tujuan:
1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan protein
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein.

Dasar Teori:
Semua makhluk hidup pasti membutuhkan makanan untuk mempertahankan

kehidupannya. Didalam makanan terdapat zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan
kegiatan metabolisme. Bila makanan tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan sel tubuh,
kelancaran kerja fisiologis akan terganggu. Kebutuhan nutrisi ini diperlukan sepanjang
kehidupan manusia, namun jumlah nutrisi yang diperlukan tiap orang berbeda sesuai dengan
karakteristik, seperti jenis kelamin, usia, aktivitas, dan lain-lain.

Slogan makanan 4 sehat 5 sempurna sudah tidak asing ditelinga kita. Dilihat dari
penjabarannya maka makanan 4 sehat 5 sempurna tergolong kedalam menu makanan yang
lengkap dan mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein,
lemak, vitamin dan mineral. Masing-masing zat gizi ini terkandung dalam jenis makanan yang
berbeda-beda.

Alat dan Bahan: 11. Larutan Benedict
1. Tabung reaksi 12. Larutan Biuret
2. Rak tabung reaksi 13. Kertas Koran
3. Gelas ukur 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
4. Penjepit 15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
5. Kaki tiga
6. Kawat kassa 16. Minyak goreng, mentega
7. Pembakar Spiritus 17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen,
8. Korek api
9. Pipet pensil, spidol, isolasi)
10. Lempengan mortal

82

Cara Kerja:

A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas selama
5 menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila dalam
makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna kuning
kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
dan jagung)

B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan
tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna menjadi
hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum karbohidrat)
dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
ubi, dan jagung)

C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna
maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna
berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.

83

D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila
kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung lemak.

Tabel Hasil Pengamatan
A. Uji Benedict

Bahan Makanan Reagen Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
No. Sebelum Setelah

dipanaskan dipanaskan

1. Nasi Benedict/ Putih Biru muda Biru muda

2. Kentang Benedict/ Kuning Biru muda Biru muda

3. Roti Benedict/ Putih Biru muda Merah bata

4. Jagung Benedict/ Kuning Biru muda Merah bata

5. Ubi Benedict/ Kuning Biru muda Biru muda

B. Uji Iodin/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna
Iodin/ Putih Biru kehitaman
yang diuji/warna Iodin/ Kuning Biru kehitaman
1. Nasi Iodin/ Putih Biru kehitaman
2. Kentang Iodin/ Kuning Biru kehitaman
3. Roti Iodin/ Kuning Biru kehitaman
4. Jagung
5. Ubi

C. Uji Biuret Reagen penguji/warna Perubahan Warna setelah
No. Bahan Makanan dicampur
Biuret/ Putih
yang diuji/warna Biuret/ Putih kecoklatan Ungu
1. Tahu Biuret/ Coklat Ungu
2. Tempe Biuret/ Putih Ungu
3. Kacang Biuret/ Putih & Kuning Ungu muda
4. Susu Ungu
5. Telur

84

C. Uji Lemak Warna kertas koran Perubahan warna setelah
No. Bahan Makanan Putih buram ditetesi pada kertas koran
Transparan
yang diuji/warna
1. Mentega Transparan

2. Susu Putih buram Transparan

3. Minyak Goreng Putih buram Tidak transparan

4. Tempe Putih buram Tidak transparan

5. Telur Putih buram

Pembahasan:

Pada praktikum ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui kandungan pada
makanan. Reagen tersebut antara lain :

a. Benedict
Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glukosa pada bahan makanan.
Hasil reaksi menghasilkan warna merah bata, ketika reagen Benedict dicampur dan dipanaskan
dengan glukosa. Glukosa memiliki sebuah elektron untuk diberikan, tembaga (salah satu
kandungan di reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi
sehingga terjadilah perubahan warna.

b. Iodin/Lugol
Lugol digunakan untuk menguji kandungan karbohidrat (amilum) pada makanan. Bila makanan
yang ditetesi lugol berubah menjadi biru kehitaman, maka makanan tersebut mengandung
karbohidrat. Semakin gelap warnanya berarti makanan tersebut banyak kandungan
karbohidratnya.

c. Biuret
Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan itu
mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/warna
lembayung. Hal itu terjadi karena ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar
reaksi sebagau berikut : Kompleks koordinasi antara Cu2 + dengan gugus - C=O dan NH ikatan
peptida dalam larutan alkalis, akan membentuk warna lembayung.

d. Kertas Koran
Kertas koran adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas koran mudah
menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan
yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas koran setelah itu di panaskan di atas pembakar
spritus sehingga kandungan air mudah mengering, jika ada noda transparan maka bahan
makanan tersebut mengandung lemak.

85

Pertanyaan:

1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah

diuji dengan: a) Larutan benedict? b) Larutan iodin/lugol?

2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah

diuji dengan biuret?

3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!

4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!

5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!

Jawaban Pertanyaan:

1) a) Bahan makanan yang diuji oleh larutan Benedict akan mengalami perubahan warna
menjadi merah bata jika bahan makanan tersebut mengandung glukosa. Namun jika makanan
tersebut mengandung karbohidrat maka tidak ada reaksi perubahan warna yang dihasilkan.
b) Larutan Lugol akan menghasilkan reaksi perubahan warna jika dicampur dengan bahan
makanan yang mengandung karbohidrat (amilum), perubahan warna yang dihasilkan yaitu biru
kehitaman.
2) Bahan makanan yang mengandung protein jika diuji dengan larutan Biuret akan mengalami
perubahan warna menjadi ungu.

3) 5 bahan makanan yang diuji memiliki kandungan karbohidrat yang sama, karena ke 5 bahan
makanan tersebut saat diuji dengan larutan Biuret sama-sama menghasilkan warna biru
kehitaman.

4) Dari ke 5 bahan makanan yang diuji kandungan lemaknya, hanya ada 3 bahan makanan yang
meninggalkan noda transparan pada kertas buram, bahan makanan itu antara lain minyak goreng,
mentega, dan susu.

5) - Proses Pencernaan Karbohidrat
Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam bentuk
monosakarida. Monosakarida dibawa oleh aliran darah sebagian besar menuju hati dan sebagian
lainnya dibawa ke sel jaringan tertentu dan mengalami proses metabolisme lebih lanjut. Di dalam
hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan glikogen, dioksidasi menjadi CO2
dan H2O, atau dilepaskan untuk dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh yang memerlukan.
Hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah atas bantuan hormon insulin yang dikeluarkan
oleh kelenjar pankreas. Kenaikan proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat menyebabkan
glukosa dalam darah meningkat, sehingga sintesis glikogen dari glukosa oleh hati akan naik.
Sebaliknya, jika banyak kegiatan, maka banyak energi yang digunakan untuk kontraksi otot,
sehingga kadar glukosa dalam darah menurun.

86

- Proses Pencernaan Protein
Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis serta enzim-
enzim yang bersangkutan. Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein, antara lain
pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksi peptidase, dan amino peptidase. Protein yang telah dipecah
menjadi asam amino, kemudian diabsorpsi melalui dinding usus halus dan sampai ke pembuluh
darah. Setelah diabsorpsi dan masuk ke dalam pembuluh darah, asam amino tersebut sebagian
besar langsung digunakan oleh jaringan. Sebagian lain, mengalami proses pelepasan gugus amin
(gugus yang mengandung N) di hati. Proses pelepasan gugus amin ini dikenal dengan deaminasi
protein. Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh, sehingga kelebihan protein akan segera
dibuang atau diubah menjadi zat lain. Zat sisa hasil penguraian protein yang mengandung
nitrogen akan dibuang bersama air seni dan zat sisa yang tidak mengandung nitrogen akan
diubah menjadi karbohidrat dan lemak.

- Proses Pencernaan Lemak
Di dalam tubuh, lemak mengalami metabolisme. Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak
dan gliserol dengan bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran pencernaan.
Sebelum diserap usus, asam lemak akan bereaksi dengan garam empedu membentuk senyawa,
seperti sabun. Selanjutnya, senyawa tersebut akan diserap jonjot usus dan akan terurai menjadi
asam lemak dan garam empedu.
Asam lemak tersebut akan bereaksi dengan gliserol membentuk lemak. Kemudian, diangkut oleh
pembuluh getah bening usus menuju pembuluh getah bening dada kiri. Selanjutnya, ke pembuluh
balik bawah selangka kiri. Lemak dikirim dari tempat penimbunannya ke hati dalam bentuk
lesitin untuk dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya, gliserol akan diubah
menjadi gula otot atau glikogen. Asam lemak akan diubah menjadi asetil koenzim.

Kesimpulan:

a. Bahan makanan yang ditetesi dengan larutan Benedict setelah dipanaskan akan berwarna
merah bata jika bahan makanan tersebut mengandung glukosa. Bahan berdasarkan dari
praktikum yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :

- makanan yang terbukti mengandung glukosa berdasarkan praktikum yaitu jagung dan
roti.

- Bahan makananan yang dicampur dengan larutan Iodin/Lugol akan berwarna biru
kehitaman jika bahan makanan tersebut mengandung karbohidrat (amilum). Bahan
makanan yang terbukti mengandung karbohidrat (amilum) berdasarkan praktikum yaitu
nasi, roti, kentang, ubi, dan jagung.

- Bahan makanan yang dicampur dengan larutan Biuret akan berubah warna menjadi ungu
ketika bahan makanan tersebut mengandung protein. Berdasarkan praktikum, bahan
makanan yang mengandung protein yaitu tahu, tempe, telur, susu, dan kacang. Namun
berdasarkan hasil praktikum di antara ke 5 bahan makanan tersebut yang memiliki
kandungan protein paling sedikit adalah susu.

- Bahan makanan yang mengandung lemak akan meninggalkan noda transparan pada
kertas Koran. Berdasarkan praktikum bahan makanan yang mengandung lemak adalah
minyak goreng, mentega, dan susu.

87

Daftar Pustaka:
Irnaningtyas. 2014. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Penerbit Erlangga, Jakarta.
- https://dosenpintar.com/makan-adalah/
-https://www.amongguru.com/macam-macam-zat-makanan-dan-fungsinya-pada-manusia-
dilengkapi-gambar/
- https://images.app.goo.gl/BUzcDjFL56f97beM9
- https://images.app.goo.gl/EcjP93QFo1iz4edG7
- https://images.app.goo.gl/eVA5kZhNaevFBsyB8
- https://www.slideshare.net/muhnooradnassaid/laporan-hasil-praktikum-uji-zat-makanan
-http://kumpulanmateribiologisahabat.blogspot.com/2016/03/laporan-praktikum-biologi-uji-
kandungan.html?m=1
- https://www.mikirbae.com/2016/12/pencernaan-karbohidrat-protein-dan.html
Lampiran:

88

BAB VII SISTEM PERNAFASAN

A. Jurnal Belajar

Jurnal Belajar 1
1. Pada pertemuan kali ini, bu puspa mengawali pembelajaran pertama pada bab baru. Materi

pertama pada bab ini yaitu tentang “Sistem Pernafasan Pada Manusia”, materi yang akan dibahas
pada hari ini yaitu tentang pengertian dan fungsi pernafasan pada manusia. Fungsi sistem
pernafasan dibagi menjadi menjadi 9 bagian yng sangat penting untuk manusia.

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah menyenangkan karena dapat melihat teman-teman lagi
walaupun tidak secara langsung dan senang karena sudah selesai ulangan kemudian masuk ke
bab baru. Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap disiplin walaupun masih diawal mulai
pembelajaran akan terasa malas karena masih ingin libur, tetapi kita harus semangat untuk terus
belajar serta tidak menunda-nunda dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Tetap jaga
kesehatan dan tetap menerapkan 3M.

Jurnal Belajar 2
1. Pada pertemuan kali ini kami melanjutkan pembelajaran yaitu tentang alat-alat pernafasan pada

manusia sampai materi transpor dan pertukaran gas. Penjelasan yang pertama adalah alat-alat
pernafasa dibagi menjadi 5 bagian yaitu hidung, laring, trakea, bronkus dan pulmo atau paru-
paru. Setelah itu lanjut penjelasan tentang mekanisme pernafasan yang dibagi menjadi 2 bagian
yaitu inspirasi dan ekspirasi. Lanjut lagi ke penjelasan tentang pengendalian kecepatan dalam
pernafasan yang memiliki 7 faktor yang memengaruhi frekuensi pernafasan. Dan materi yag
terakhir dibahas adalah tentang transpor dan pertukaran gas yang dibagi menjadi pertukaran
oksigen dan karbondioksida, transpor oksigen dan transpor karbondioksida.

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah menyenangkan karena dapat melanjutkan materi yang
sebelumnya dan semakin tau tentang materi sistem pernafasan manusia seperti transpor yangs
ebelumnya saya tidak pernah mendengarnya. Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap
disiplin walaupun masih diawal mulai pembelajaran akan terasa malas karena masih ingin libur,
tetapi kita harus semangat untuk terus belajar serta tidak menunda-nunda dalam mengerjakan
tugas yang diberikan. Tetap jaga kesehatan dan tetap menerapkan 3M.

89

Jurnal Belajar 3

1. Pada pertemuan kali ini kami melanjutkan pembelajaran yaitu tentang volume dan kapasitas
paru-paru, bahaya rokok bagi kesehatan, pengaruh pencemaran terhadap tubuh manusia,
gangguan-gangguan pada sistem pernafasan dan teknologi pada sistem pernafasan. Penjelasan
yang pertama adalah volume dan kapasitas paru-paru yang dibagi menjadi 6 bagian. Penjelasan
kedua adalah tentang bahaya rokok bagi kesehatan yang dibagi menjadi bahaya perokok aktif
dan pasif. Penjelasan ketiga tentang pengaruh pencemaran terhadap tubuh manusia yang
diakibatkan secara alamiah dan apa saja substansi pencemaran udara. Penjelasan selanjutnya
tentang gangguan-gangguan pada sistem pernafasan yang terbagi menajdi 12 bagian. Dan yang
terakhir tentang teknologi pernafasan yang dibagi menjadi 4 bagian.

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah menyenangkan karena dapat melanjutkan materi yang
sebelumnya dan semakin tau tentang materi sistem pernafasan manusia seperti gangguan-
gangguan dan teknologi pada sistem pernaasan. Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap
disiplin walaupun masih diawal mulai pembelajaran akan terasa malas karena masih ingin libur,
tetapi kita harus semangat untuk terus belajar serta tidak menunda-nunda dalam mengerjakan
tugas yang diberikan. Tetap jaga kesehatan dan tetap menerapkan 3M.

Jurnal Belajar 4
1. Pada pertemuan kali ini kami melanjutkan pembelajaran yaitu tentang praktikum yang akan kita

lakukan tetaapi berdasarkan studi literatur diinternet. Bu puspa menjelaskan apa-apa saja yang
harus kami lakukan dan bagaimana cara kami mengerjakannya. Banyak yang belum paham
terutama bagian lembar pengesahan karena kami banyak yang belum pernah membuat lembar
pengesahan. Kemudian Bu Puspa menjawab beberapa pertanyaan teman-teman yang masih
bingung mengenai tugas tersebut.

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah menyenangkan karena dapat melanjutkan untuk
membuat laporan praktikum berdasarkan studi literatur dan menambah wawasan baru mengenai
pembuatan lembar pengesahan. Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap disiplin walaupun
masih diawal mulai pembelajaran akan terasa malas karena masih ingin libur, tetapi kita harus
semangat untuk terus belajar serta tidak menunda-nunda dalam mengerjakan tugas yang
diberikan. Tetap jaga kesehatan dan tetap menerapkan 3M.

90

B. Tugas-Tugas

1. Judul
Pencemaran Udara Akibat Asap Kendaraan

2. Tujuan
Laporan ini bertujuan untuk :
 Mengetahui penyebab pencemaran udara akibat asap kendaraan
 Mengetahui cara mengatasi pencemaran udara akibat asap kendaraan
 Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari asap kendaraan

3. Hasil Analisis
a) Peristiwa Pencemaran
Udara merupakan faktor yang penting dalam hidup dan kehidupan. Namun pada era
modern ini, sejalan dengan perkembangan pembangunan fisik kota dan pusat-pusat industri, serta
berkembangnya transportasi maka, kualitas udara pun mengalami perubahan yang disebabkan
oleh terjadinya pencemaran udara.
Salah satu problem lingkungan yang dihadapi kota-kota ini adalah polusi udara.
Meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor pribadi bukan hanya berimbas pada
bertambahnya tingkat kemacetan, tetapi juga bertambah kotornya udara di sekitar kita. Sejauh ini,
terdapat beberapa polutan utama yang mencemari dan menurunkan kualitas udara kawasan perkotaan di
negeri ini yakni nitrogen dioksida (NO2), nitrat oksida (NO), partikel debu, karbon monoksida (CO) serta
timbal (Pb). Zat-zat polutan tersebut sebagian besar dihasilkan oleh proses pembakaran bahan bakar
kendaraan bermotor. Nitrogen dioksida, nitrat oksida, partikel debu serta karbon monoksida dapat
mengiritasi paru-paru dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap serangan infeksi pernafasan, dapat
mengakibatkan pembengkakan paru-paru dan gangguan jantung serta meningkatkan risiko kanker paru.
Sementara itu, timbal berpotensi membuat terjadinya penurunan fungsi mental, mengganggu
fungsi ginjal, mengganggu saluran pencernaan, menurunkan fertilitas dan berpotensi menurunkan
kecerdasan anak–anak serta memicu kerusakan saraf otak. Dengan demikian, anak-anak yang kerap
menghirup udara yang telah terkontaminasi timbal diyakini kecerdasan otaknya akan menurun.Tidak
cuma itu.
Sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa pencemaran timbal memiliki kontribusi bagi
meningkatnya tindak kriminal. Salah satunya adalah kajian yang dilakukan oleh Roger D Masters (2007)
dari Dartmouth College yang kemudian dipublikasikan oleh Breach Publisher dengan tajuk
“Environmental Pollution, Neurotoxity and Criminal Violence.” Dalam kajiannya, Roger D Masters
menyimpulkan sejumlah hal sebagai berikut. Pertama, sebagian besar mereka yang melakukan aksi
kriminal ternyata adalah mereka yang lebih banyak menghirup polutan, khususnya timbal.
Kedua, paparan timbal pada anak-anak ternyata terkait dengan meningkatnya tindakan agresif dan
kenakalan di usia remaja.
Ketiga, timbal yang terhirup menyebabkan terjadinya perubahan pada perkembangan otak anak-
anak serta mengganggu fungsi neurotransmitter dalam otak dan menyebabkan mereka mudah kehilangan
kontrol impulsif sehingga gampang menyulut perilaku agresif.

91

b) Penyebab Pencemaran
Pencemaran ini disebabkan akibat polusi atau kabut yang dihasilkan oleh asap kendaraan.

Meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi dapat berimbas pada bertambahnya tingkat
kemacetan, juga bertambah kotornya udara di sekitar kita yang dapat mengakibatkan banyak
penyakit apabila terkena atau terhirup manusia, serta polusi yang dihasilkan oleh asap kendaraan
juga dapat mengakibatkan hujan asam.

c) Akibat Pencemaran
Dikutip dari Conserve Energy Future, berikut ini beberapa efek polusi udara antara lain:

 Masalah kesehatan manusia
Efek polusi udara mengkhawatirkan sebab memengaruhi pernafasan, jantung bahkan
menyebabkan kanker pada tubuh manusia. Anak-anak di daerah yang terpapar polutan
udara dapat menderita pneumonia dan asma.

 Pemanasan global
Dampak langsung polusi udara adalah perubahan langsung yang dialami seluruh dunia
karena pemanasan global. Meningkatnya suhu di seluruh dunia, meningkatkan
permukaan laut dan menyebabkan pencairan es di daerah yang lebih dingin dan gunung
es. Akibatnya terjadi perpindahan bahkan hilangnya habitat bagi sebagian spesies hewan.
Spesies tanaman di daratan maupun perairan juga ikut terkena dampak khususnya
terhadap perubahan suhu.

 Hujan asam
Gas berbahaya seperti Nitrogen Oksida dan Sulfur Oksida dilepaskan ke atmosfer selama
pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara. Saat hujan, tetesan air
bergabung dengan polutan udara ini menjadi asam dan kemudian jatuh ke tanah dalam
bentuk hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan kerusakan besar pada manusia,
hewan dan tanaman.

 Eutrofikasi
Eutrofikasi adalah kondisi di mana sejumlah besar nitrogen dalam beberapa polutan
bahan kimia berkembang di permukaan laut. Akibatnya, muncul ganggang yang
berdampak buruk pada spesies ikan, dan tanaman.

 Efek negatif pada satwa liar
Sama seperti manusia, hewan juga terkena dampak buruk akibat polusi udara. Bahan
kimia beracun di udara memaksa spesies satwa liar pindah ke tempat baru. Polutan
beracun mengendap di atas permukaan air dan juga dapat memengaruhi hewan laut.

92

 Penipisan lapisan ozon
Ozon ada di stratosfer bumi dan berfungsi melindungi manusia dari sinar ultraviolet (UV)
yang berbahaya. Lapisan ozon yang menipis berakibat tembusnya sinar UV ke bumi dan
menyebabkan masalah kulit dan mata.

d) Refleksi
Saya menjadi paham dan mengerti bahwa asap kendaraan juga memiliki dampak yang

sangat buruk terhadap kesehatan organ pernafasan manusia dan kesehatan lainnya seperti
gangguan pada mata dan penyakit kulit, dan ternyata bukan hanya memiliki dampak buruk pada
manusia tetapi berlaku juga pada hewan dan tumbuhan terutama didaerah perkotaan yang padat
penduduk.

e) Tindak Lanjut
Dalam menghadapi problem peningkatan pencemaran udara ini, para pengelola kota kita

diharapkan segera mengambil langkah nyata. Salah satunya adalah dengan mewujudkan sistem
transportasi massal yang benar-benar murah, aman serta nyaman. Adanya transportasi massal
yang murah, aman serta nyaman diharapkan akan menurunkan transportasi berbasis kendaraan
pribadi yang pada gilirannya bakal ikut menurunkan tingkat polusi udara dan kemacetan.
Memperbanyak hutan kota adalah langkah lain untuk mengurangi kadar polusi udara. Hutan kota
dengan berbagai pohonnya bisa menjadi penabir bagi polutan jenis partikel seperti debu serta
asap yang sangat membahayakan paru-paru.

Selain itu, pohon juga menyerap karbon dioksida dan zat-zat beracun lainnya. Di sisi lain,
pohon memasok oksigen yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia. Yang juga tidak kalah
penting adalah memasyarakatkan gerakan bike to work dan bike to school. Khusus menyangkut
sekolah, akan lebih baik jika seluruh pengelola sekolah di kota-kota kita membuat aturan tegas
yang melarang para siswanya membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

Di sisi lain, kebijakan dan program untuk membatasi kendaraan bermotor pribadi yang
melintas di tengah kota juga layak dipikirkan. Bagaimanapun, kota yang sehat dan keren adalah
kota yang penduduknya lebih banyak berjalan kaki dan bersepeda. Bukan kota yang disesaki
mobil dan sepeda motor.

4. Daftar Pustaka

Ayo.semarang.2019 “Polusi Udara dan Masalah Kendaraan Bermotor” (online :
https://www.ayosemarang.com/read/2019/06/12/39689/polusi-udara-dan-masalah-kendaraan-
bermotor, diakses tanggal 13 Februari 2021).

Kompas.com.2020 “Pencemaran Udara, Dampak, dan Solusi”(online :
https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/17/140000269/pencemaran-udara-dampak-dan-
solusi, diakses tanggal 14 Februari 2021).

93

BAB VIII SISTEM EKSRESI

A. Jurnal Belajar

Jurnal Belajar 1
1. Pada pertemuan kali ini, Bu Puspa mengawali pembelajaran pertama pada bab baru yaitu tentang

Sistem Ekskresi. Bu Puspa meberikan powerpoint materi baru untuk kami pelajarin dan Bu
Puspa juga memberitahukan bahwa akan ada pertemuaan daring dan setiap anak menjelaskan
kembali materi yang sudah dibagi. Pada pukul 08.25 Bu Puspa memberikan link meet, karena
waktu pembelajaran akan habis Bu Puspa hanya menjelaskan sedikit meteri untuk sistem
ekskresi dan membahas tentang ulangan harian yang telah dilaksanakan.

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah saya merasa takut dan gugup karena Bu Puspa akan
memanggil acak murid untuk menjelaskan bagian-bagian sistem ekskresi yang sudah dibagi oleh
Bu Puspa, tetapi saya lega karena diundur dan akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya.
Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap disiplin dan mengerjakan sesuai intruksi guru
walaupun kadang terasa malas, tetapi kita harus semangat untuk terus belajar serta tidak
menunda-nunda dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Tetap jaga kesehatan dan tetap
menerapkan 3M.

Jurnal Belajar 2
1. Pada pertemuan kali ini cuaca sedang mendung sehingga jaringan internet sedikit buruk. Pada

pertemuan hari ini Bu Puspa akan memanggil murid dengan acak untuk menjelaskan sistem
ekskresi yang pertama yaitu tentang ginjal. Kemudian yang pertama kali dipanggil adalah
Stephanie dari XI IPA 1, tetapi Stephanie salah mempelajari materi sehingga Bu puspa menggil
murid yang lain yaitu Irva dari XI IPA 1 untuk menjelaskan, kemudian Irva mulai menjelaskan
tentang pengertian dan sedikit fungsi ginjal. Kemudian dilanjukan dengan Hisyam dari XI IPA 1
menjelaskan tentang struktur bagian dalam ginjal, dilanjukan dengan Faradila dari XI IPA 2
menjelaskan tentang fungsi ginjal, kemudian dilanjutkan dengan Luqman dari XI IPA 2
menjelaskan tentang bagian dalam ginjal terutama nefron, dilanjutkan lagi oleh Jovanka dari XI
IPA 1 melengkapi fungsi ginjal tetapi ada yang tertinggal dan kemudian ditambahkan oleh
Mutiara dari XI IPA 2, Mutiara juga menjelaskan tentang bagian parenkim dari ginjal, dan yang
terakhir dipanggil adalah Onov dari XI IPA 2 untuk mengulangi apa saja fungsi dari ginjal. Bu
Puspa mengingatkan pada pertemuan selanjutnya masih membahas tentang materi ginjal.

94

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah saya merasa lega karena pada pertemuan hari ini materi
yang dibahas bukan materi saya tetapi saya juga sedikit sedih karena telah mempelajari tentang
materi kulit tetapi tidak dibahas pada hari ini. Pesan pada pembelajaran kali ini adalah tetap
disiplin dan mendengarkan pada saat murid lain sedang menjelaskan walaupun bukan bagian
materinya tetap harus memahami dan memperhatikan. Tetap jaga kesehatan dan tetap
menerapkan 3M.

Jurnal Belajar 3
1. Pada pertemuan kali ini kami akan melanjutkan materi tentang ginjal yang sebelumnya telah

dijelaskan oleh beberapa murid dari XI IPA 1 dan XI IPA 2. Materi tentang ginjal yang dibahas
pertama pada hari ini dijelaskan oleh Dayang dari XI IPA 2 yaitu tentang proses pembentukan
urine yang terdiri dari proses filtrasi glomerulus, reabsorpsi dan augmentasi. Pada saat giliran
murid lain, Bu Puspa sedikit kesal karena banyak yang kurang memahami materi bagian tentang
ginjal dan hanya berbicara sebentar saja dengan memberikan materi yang setengah-setengah.
Kemudian Bu Puspa memberikan kita nasehat karena kami terlihat seperti tidak peduli dengan
tugas-tugas kami. Setelah itu, Bu Puspa memperjelas materi yang sudah disampaikan hari ini.
2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah saya merasa takut karena Bu Puspa tidak pernah marah
seperti ini dan saya juga merasa kecewa dengan diri saya sendiri kearena belum bisa memberikan
yang terbaik dalam mengerjakan tugas karena akhir-akhir ini saya suka sakit. Pesan pada
pembelajaran kali ini adalah tetap semangat dan semoga semua murid XI IPA 1 dan XI IPA 2
dapat memperbaiki diri agar bisa menjadi yang lebih baik lagi dari yang sekarang, baik dalam
absen ataupun dalam pengumpulan tugas. Tetap jaga kesehatan dan tetap menerapkan 3M.

95

Jurnal Belajar 4
1. Pada pertemuan kali ini masih melanjutkan materi tentang ginjal karena materi ginjal sangat

banyak dan yang dijelaskan masih ada yang kurang. Yang pertama menjelaskan adalah
Khairunnusa dari XI IPA 1 menjelaskan materi tentang hormone ADH yang ada didalam faktor
internal dalam pembentukan urine, fungsi hormone ADH adalah untuk mengatur keluarnya
urine, kemudian dibantu oleh Dayang dari XI IPA 2 menjelaskan tentang faktor lain dari
pembentukan urine yaitu hormone insulin yang menurunkan kadar glukosa darah, dilanjutkan
oleh Stephanie dari XI IPA 2 menjelaskan tentang sistem renin-angiostensin-aldosteron. Materi
yang dibahas selanjutnya adalah tentang faktor eksternalpembentukan urine, yang pertam
dijelaskan oleh Hisyam dari XI IPA 1 tentang jumlah jumlah air yang diminum, kemudian
dilanjutkan oleh Cindy dari XI IPA 1 tentang suhu lingkungan, kemudian Gizela dari XI IPA 2
tentang konsumsi alkohol. Materi terakhir yaitu tenyang karakteristik urine yang dijelaskan oleh
Irva dari XI IPA 1 dan tentang komposisi urine yang dijelaskan oleh Jeremy dari XI IPA 2.
Setelah semuanya selesai menjelaskan Bu Puspa kemudian memperjelas lagi tentang materi yang
sudah dijelaskan dan mempersilahkan apabila ada yang ingin bertanya.

2. Kesan dan Pesan saya, tetap semangat serta selalu rajin mengikuti pembelajaran dan selalu
menjaga kesehatan.

Jurnal Belajar 5
1. Pada pertemuan kali ini kami melanjutkan ke materi selanjutnya yaitu materi tentang kulit.

Materi pertama disampaikan oleh Cleonny dari xi ipa 1 tentang fungsi-fungsi dari kulit, kemdian
dilanjutkan oleh Bagas dari XI IPA 2 menambahkan sedikit materi dari yang disampaikan oleh
Cleonny, selanjutnya Jeremy dari XI IPA 2 menjelaskan tentang struktur kulit terutama bagian
epirdermis (6 karakteristik epidermis dan 5 lapisan epidermis), kemudian Nafiadara dan Jovanka
dari XI IPA 1 memperjelas poin-poin dari setiap lapisan epidermis, dilanjutkan Faradiba dari XI
IPA 2 menjelaskan dermis yang terdiri dari lapisan papilar dan retikuler, serta dipertegas dan
dijelaskan cara mengingat dan membedakan lapisan dermis oleh Oniel dari XI IPA 2.
Selanjutnya Azizah dari XI IPA 1 menjelaskan tentang struktur kulit hipodermis (bagian bawah
dari kulit), kemudian dilanjutkan oleh Valentino dari XI IPA 1 menjelaskan tentang kelenjar
keringat (sudorifera), kemudian Tan Rendy dari XI IPA 1 menjelaskan tentang kelenjar mnyak
(sebaseus). Setelah itu, Bu Puspa memberitau akan diadakan ulangan harian apabila semua
materi telah selesai dengan jumlah 25 soal (ginjal 10 soal, kulit 8 soal dan hati 7 soal).

96

2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah saya merasa sedikit sedih karena tidak kebagian untuk
menyampaikan materi tentang kulit dan juga jaringan saya yang tidak stabil. Pesan pada
pembelajaran kali ini adalah tetap disiplin dan mendengarkan pada saat murid lain sedang
menjelaskan walaupun bukan bagian materinya tetap harus memahami dan memperhatikan.
Tetap jaga kesehatan dan tetap menerapkan 3M.

Jurnal Belajar 6
1. Pada pertemuan kali ini saya tidak dapat mengikuti pembelajaran karena saya sedang sakit,

rasanya saya ingin sekali mengikuti pembelajaran hari ini tetapi tubuh saya tidak kuat dan
memutuskan untuk tidak mengikuti pembelajaran hari ini.
2. Kesan dan Pesan saya, tetap semangat serta selalu rajin mengikuti pembelajaran dan selalu
menjaga kesehatan.

Jurnal Belajar 7
1. Pada pertemuan kali ini ini tidak ada daring tetapi melanjutkan tugas yang diberikan Bu Puspa

yang dikumpulkan diclassroom.
2. Kesan pada pembelajaran kali ini adalah saya merasa sedih karena walaupun tidak daring saya

tidak bisa mengerjakan tugas dan mengumpulkan tepat waktu karena saya drop lagi. Pesan pada
pembelajaran kali ini adalah saya tetap semangat dalam mengerjakan tugas walaupun akan
terlambat karena kondisi saya yang kurang fit. Tetap jaga kesehatan dan tetap menerapkan 3M.

97

B. Tugas-Tugas Sistem Ekskresi

1.Ginjal

Ginjal merupakan organ utama yang memproduksi urine. Ginjal berjumlah sepasang terletak di
belakang perut, sebelah kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limfa,
 Ginjal memiliki fungsi sebagai berikut:

a) Pengeluaran zat sisa organik
b) Pengeluaran zat racun
c) Mengatur keseimbangan konsentrasi ion-ion penting dalam tubuh.
d) Mengatur keseimbangan asam-basa.
e) Menjaga tekanan darah.
f) Mengatur produksi sel-sel darah merah di dalam sumsum tulang.
g) Mengendalikan konsentrasi nutrisi darah.
h) Mengubah vitamin D yang inaktif menjadi aktif.

98

 Struktur ginjal

Ginjal di lindungi oleh lapisan jaringan ikat yaitu faisa renal, lemak parirenal dan lemak
pararenal serta kapsul fibrosa. Ginjal memiliki

bagian yaitu:

a) Lobus ginjal, bagian yang menyusun ginjal
b) Hilus (hilum), sebagai tempat keluar masuknya pembuluh darah dan keluarnya ureter
c) Sinus ginjal, rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus.
d) Parenkim ginjal, jaringan yang menyelubungi sinus ginjal, dan jaringan ini terbagi

menjadi dua yaitu korteks dan mendula. Korteks tersusun atas nefron, yaitu unit
struktural dan fungsional terkecil dari ginjal. Pada nefron terdapat komponen pembuluh
(arteri aferen, glomerulus, arteri eferen, dan kapiler peritubuler) dan komponen tubuler
(kapsul Bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus distal,
dan tubulus kolektivus.Medula terdiri atas massa triangular yang disebut piramida ginjal,
yang akan berhubungan dengan saluran pengumpul urine.
e) Pelvis ginjal, rongga perluasaan ujung proksimal ureter.

 Proses pembentukan urine:
1. Filtrasi Glomerulus

Proses penyaringan plasma bebas protein melalui kapiler glomerulus ke dalam kapsul Bowman.
Cairan yang difiltrasi akan melewati membran glomerulus yang mampu menahan sel darah dan
protein plasma, serta melewatkan air dan molekul berukuran kecil. Hasil filtrat glomerulus (urine
primer): mengandung air dan zat terlarut (glukosa, klorida, natrium, dll), tanpa protein plasma
dan elemen seluler.

2. Reabsorpsi tubulus

Proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan oleh tubuh.Terjadi di tubulus kontortus
proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.Zat yang diserap
masuk ke kapiler peritubuler dan dikembalikan ke sistem peredaran darah. Zat yang diabsorpsi:
ion natrium, ion klorin, glukosa, air, urea, dan ion anorganik. Hasil reabsorpsi disebut urine
sekunder.

3. Augementasi

Transpor aktif yang memindahkan zat-zat tertentu dari darah ke dalam urine. Terjadi di kontortus
proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.

 Penyimpanan sementara urine dan berkemih

Urine dari duktus kolektivus menuju ke pelvis renalis, selanjutnya akan mengalir melalui ureter,
dan masuk ke vesika urinaria (kadung kemih). Dari kadung kemih, urine mengalir ke uretra, dan
selanjutnya melalui lubang luar dibuang keluar tubuh. Penambahan tekanan di dalam kandung
kemih akibat isi urine di dalamnya sudah mencapai 170-230 mL.

99

 Faktor yang memepengaruhi proses pembentukan urinr
a) Faktor Internal
 Hormon ADH
 Hormon Insulin
 Sistem renin-angiotensin-aldosteron
b) Faktor Eksternal
 Suhu lingkungan
 Jumlah air yang diminum
 Alkohol

 Karakteristik Urine
a. Sifat fisik urine
 Volume urine yang di hasilkan orang dewasa yang sehat sekitar 800-2.500 mL/hari
 Berwarna kuning pucat hingga pekat. Urine yang berwana jerih yang di diamkan akan
berubah warna menjadi keruh, hal tersebut terjadi karena adanya perubahan urea
menjadi amonia
 Berat jenis urine 1,003-1,035 g/cm3, bersifat agak asam dengan PH rata – rata 6 atau
berkisar 4,7-8
 Berbau khas

b. Komposisi urine
 Zat buangan nitrogen (urea, asam urat, dan kreatinin), benda keton, asm hipurat,
toksin, zat kimia asing, pigmen, enzim, vitamin, hormon, dan elektrolit.
 Urine tidak normal: albumin, glukosa, sel darah merah, zat kapur, batu ginjal, dan
badan keton dengan jumlah berlebihan.

100


Click to View FlipBook Version