The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by trinithapricilia, 2021-06-14 04:03:39

Portofolio Biologi (Trinitha Pricilia Barung XI IPA 2)

Portofolio Biologi (Trinitha Pricilia XI IPA 2)

2. Hati

Hepar (hati) adalah kelenjar terbesar dalam tubuh dengan berat sekitar 1300-1550 gram dan
berwarna merah coklat, mempunyai banyak pembuluh darah serta lunak. Hepar berbentuk baji
dengan permukaan dasarnya pada sisi kanan dan puncaknya pada sisi kiri tubuh, terletak di
kuadran kanan atas abdomen (hipokondria kanan).Permukaan atas hati berbatasan dengan
diafragma dan batas bawahnya mengikuti pinggiran kosta kanan.

 Hepar terdiri dari:
1. Lobus kiri dan lobus kanan, dengan lobus kanan lebih besar dibandingkan dengan lobus

kiri.
2. Lobulus, hepar disusun oleh lobulus-lobulus kecil dan tersusun dalam kolom.
3. Vena sentralis pada bagian tengah tiap lobulus, vena bergabung menjadi vena yang lebih

besar dan membentuk vena hepatika yang kemudian menuju ke dalam vena kava inferior
4. Lakuna, yaitu ruangan yang memisahkan antara satu lobulus dengan lobulus lainnya.
 Fungsi Hati :
1. Menawarkan racun

Fungsi utama dari hati adalah menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Racun
tersebut bisa berasal dari makanan, minuman, ataupun obatobatan. Proses metabolisme di
dalam tubuh akan menghasilkan asam laktatyang dapat merugikan, namun hati akan
mengubahnya menjadi glikogen yaitu sejenis karbohidrat yang dapat digunakan sebagai
sumber energi yang disimpan di dalam otot.

2. Metabolisme karbohidrat
Glikogen adalah karbohidrat yang terbentuk dari ratusan unit glukosa yang terikat
bersama. Penyimpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen mempunyai keuntungan:

 Cepat dipecah untuk menghasilkan energi
 Produksi energinya tinggi
 Tidak bocor ke dalam sel dan tidak mengganggu kandungan cairan intrasel

101

Pengubahan bentuk karbohidrat ini memerlukan bantuan dua hormon yaitu insulin dan glukagon
yang dihasilkan oleh pankreas. Saat kadar glukosa dalam darah naik maka insulin akan
dilepaskan untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan disimpan di hati dan jaringan otot.
Saat kadar glukosa di dalam darah turun, maka glukagon akan dilepaskan untuk memecah
glikogen yang disimpan menjadi glukosa dan kemudian akan dimetabolisme untuk menghasilkan
energi.

3. Metabolisme protein
Beberapa asam amino diubah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis. Asam
amino yang tidak dibutuhkan oleh tubuh kemudian diubah menjadi urea dan asam urat
yang dikeluarkan dari sel hati ke dalam darah untuk diekskresi oleh ginjal dan dibuang
melalui urine.

4. Metabolisme lemak
Ketika lemak dibutuhkan oleh tubuh, lemak akan diambil keluar dari tempat
penyimpanannya di dalam tubuh, lalu diangkut melalui darah menuju ke hati dan dipecah
menjadi asam lemak dan gliserol.

5. Sintesis kolesterol dan protein plasma
Hati dapat mensintesis kolesterol dan steroid serta produk protein plasma seperti
fibrinogen, protrombin, dan sebagian besar globulin.

6. Penyimpanan berbagai zat
Hati adalah tempat penyimpanan glikogen, lemak, vitamin A, B12, D, dan K, serta zat
besi.

7. Tempat pembentukan dan pembongkaran sel darah merah
Dalam 6 bulan kehidupan janin, hati menghasilkan sel darah merah, baru kemudian
produksi sel darah merah ini secara berangsur-angsur diambil alih oleh sumsum tulang.
Pada saat darah melewati hati, sekitar 3 juta sel darah merah dihancurkan setiap detik,
dan hasil penghancurannya masih ada zat yang akan digunakan untuk membentuk sel
darah merah yang baru.

8. Menghasilkan zat yang melarutkan lemak
Hati menghasilkan sekitar 0.5 – 1 liter cairan empedu setiap hari. Cairan empedu inilah
yang akan melarutkan lemak yang terdapat di dalam usus.

102

 Struktur hati
 Lobus kanan : Lobus ini berukuran enam kali lebih besar dibandingkan lobus kiri.
 Lobus kiri : Lobus yang berukuran lebih kecil dan lebih pipih dibanding lobus kanan.
 Lobus kaudatus : Lobus ini terletak di belakang lobus kanan dan menyelimuti meupun
mengelilingi vena cava inferior atau pembuluh darah balik, yang mengarah ke jantung.
 Lobus kuadrat : Lobus ini terletak di bawah lobus kaudatus dan terletak mengelilingi
kantung empedu.

 ligamen

ligamen adalah penghubung dan penyangga struktur hati

1. Ligamen falsiformis
Ligamen ini berbentuk seperti bulan sabit ini terletak di hati bagian depan, serta berperan
untuk memisahkan lobus kanan dan lobus kiri. Ligamen ini menyangga hati bagian depan
karena terhubung ke dinding perut bagian depan.

2. Ligamen koroner
Ligamen ini berada di bagian atas hati dan berlanjut hingga ke bagian bawah diafragma
dan berfungsi menyangga bagian atas hati.

3. Ligamen triangular
Ligamen triangular terbagi menjadi dua bagian, kiri dan kanan. Ligamen triangular kiri
merupakan gabungan dari ligamen koroner yang ada di puncak hati sebelah depan
maupun belakang. Ligamen ini menempel dari lobus kiri hingga ke diafragma. Sementara
itu, ligamen triangular kanan menempel dari lobus kanan hingga ke diafragma.

4. Lesser omentum
Lesser omentum menyangga hati dengan dua jenis ligamen, yaitu ligamen
hepatoduodenal yang menghubungkan hati dengan usus dua belas jari atau duodenum,
serta ligamen hepaogastric yang menghubungkan hati dengan lambung.

 Selain lobus dan ligamen, adapun beberapa bagian hati yang memilki peran penting, yaitu:
1. Lobulus :
Struktur hati bagian dalam jika dilihat secara mikroskopik sebenarnya akan terlihat tersusun
dari sekitar 100.000 unit lobulus berbentuk segi enam atau hexagonal. Di dalam lobulus
terdapat banyak pembuluh darah yang dikaitkan oleh saluran bernama sinusoid.Sinusoid
terdiri dari dua macam sel utama, yaitu sel kupffer dan hepatosit. Sel kupffer berperan dalam
menyaring sel darah merah.Sementara itu, hepatosit adalah sel yang berperan dalam hampir
semua fungsi hati, mulai dari metabolisme, pencernaan, hingga penyimpanan.
2. Saluran empedu
Di dalam hati juga terdapat saluran empedu, yang menghubungkan antara hati dengan
kantung empedu. Saluran ini jumlahnya cukup banyak dan susunannya bercabang
menyerupai pohon kemudian menyatu di bagian tertentu, membentuk duktus hepatikus.
Duktus hepatikus ini berperan sebagai saluran keluar masuknya cairan empedu.

103

3. Pembuluh darah
Hati memiliki susunan pembuluh darah yang unik karena organ ini memiliki sistem sendiri
yang dinamakan hepatic portal vein system. Oleh karena itu, hati bisa menyaring sel darah
sebelum menyalurkannya ke seluruh tubuh dan mengembalikannya ke jantung.

 Proses perombakan eritrosit di hati :
1. Sel-sel darah merah tua dirombak ke dalam hati. Hemoglobin yang berada di dalam sel
darah merah tersebut dihancurkan dan dipecah menjadi beberapa zat yaitu zat besi (Fe),
globin, dan heme.
2. Zat besi (Fe) dan globin dilakukan penyerapan kembali, Zat besi diserap kembali dan
disimpan di hati, sedangkan globin diambil sebagai bahan dasar pembentukan hemoglobin
baru. Heme sendiri dirombak untuk dirubah ke dalam bentuk bilirubin dan biliverdin yang
berwarna hijau kebiruan.
3. Bilirubin akan dimanfaatkan sebagai pewarna feses dan urine setelah diubah menjadi
urobilin dan biliverdin akan dimanfaatkan sebagai pewarna empedu yang akan digunakan di
kantong empedu.

 Proses siklus ornitin di hati :
1. Hati merubah zat amoniak (NH3) yang beracun menjadi urea (CO(NH₂)₂). Urea ini adalah
produk akhir metabolisme dari protein dan akan diekskresikan dalam urin.
2. Bila hati telah memecah zat berbahaya dari darah, maka produk sampingannya akan
dikeluarkan atau diekskresikan ke dalam cairan empedu atau darah. Produk sampingan
berupa cairan empedu akan masuk ke dalam usus dan akan dibuang dari tubuh dalam
bentuk kotoran (feses). Sementara, produk sampingan darah akan dialirkan ke ginjal untuk
disaring, dan meninggalkan tubuh dalam bentuk air kencing (urin).

104

3. Kulit

Kulit merupakan lapisan terluar yang membungkus seluruh permukaan tubuh manusia,sebagian
besar kulit di tumbuhi oleh rambut.Kulit pada tubuh kita terdiri dari bagian permukaan dan
beberapa lapisan.Pada bagian permukaan kulit terdapat rambut,keringat,dan pori-pori. Dan
struktur lapisan penyusun kuit terdiri dari lapisan epidermis,dermis,dan hipodermis.
 lapisan epidermis
yaitu lapisan terluar dari kulit.Lapisan ini terbagi menjadi dua yaitu lapisan tanduk dan lapisan
malphigi. Lapisan tanduk adalah lapisan paling luar yang tersusun atas sel sel kulit mati yang
mudah mengelupas dan tdk mempunyai pembuluh darah dan sel saraf. Jika terkelupas tdk akan
mengeluarkan darah dan tidak akan terasa sakit. Lapisan tanduk ini berfungsi mencegah
terjadinya penguapan yang berlebihan.Sementara itu lapisan malphigi adalah lapisan yang terdiri
dari sel-sel yang selalu membelah dan berpigmen. Pigmen ini berfungsi melindungi kulit dari
paparan sinar matahari. Lapisan malphigi ini memiliki ujung saraf perasa nyeri atau sakit.
Berbeda dengan lapisan tanduk,lapisan malphigi ini akan terasa sakit jika terkelupas atau terkena
cubitan.

1. lapisan epidermis ini terbagi menjadi 5 bagian yaitu :
2. Stratum corneum : lapisan kulit mati yang selalu terkikis
3. Stratum lusidum :tempat terjadinya proses keratinasi sehingga stratum lusidum tampak jelas

pada telapak tangan dan telapak kaki
4. Stratum granulosum : tersusun atas banyak keratinosit yang bermigrasi dari lapisan

spinosum
5. Stratum spinosum : tersusun atas keratinosit yang mensintesis protein cytokeratin
6. Stratum germinativum : biasa disebut sebagai induk dari lapisan epidermis karna di lapisan

inilah terjadi proses pembelahan sel-sel kulit yang terjadi secara terus menerus

105

- lapisan dermis.

Dermis (Kulit jangat) atau korium.Pada lapisan dermis terdapat pembuluh darah, akar rambut,
ujung saraf, kelenjar minyak (glandula sebassea), dan kelenjar keringat (glandula sudorifera).
Kelenjar minyak terletak dekat akar rambut dan berfungsi meminyaki rambut. Kelenjar keringat
menyerap cairan jaringan yang terdiri atas air, 1% larutan garam, dan urea.Bagian lapisan kulit
ini yang menjadi alat ekskresi nya adalah kalenjar minyak. Kalenjar minyak menghasilkan
keringat yang diangkut melalui salura keringat dan bermuara pada pori-pori kulit. Kalenjar
keringat akan bekerja keras mengeluarkan keringat terutama pada orang yang berolahraga dan
orang yang sedang berjemur dibawah sinar matahari. Selain kalenjar minyak dan kalenjar
keringat ada pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh sel-sel tubuh,serta
ada ujung syaraf yang berfungsi untuk menerima rangsang panas,dingin,nyeri sentuhan dan
tekanan.Selanjutnya lapisan kulit terbawah adalah hipodermis atau subkutan di lapisan ini
terdapat jaringan lemak atau adiposa yang fungsinya adalah menjaga tubuh agar tetap hangat
serta berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Jadi ketika kita sedang kedinginan lemak
yang ada dilapisan kulit ini akan menjaga tubuh tetap hangat.Kulit mempunyai beberapa fungsi
yaitu:

1. Melindungi tubuh dari cedera dan paparan langsung sinar ultra violet.
2. Mengatur suhu tubuh dengan memproduksi keringat
3. Menentukan warna kulit oleh kandungan melanosit
4. Membentuk vitamin d dengan bantuan sinar matahari
5. Dan yang terakhir sebagai alat ekskresi kulit berfungs mengeluarkan keringat

Dalam menghasilkan keringat,aktivitas kalenjar keringat dipengaruhi oleh suhu tubuh dan sistem
saraf pusat atau hipotalamus sehingga jumlah keringat yang dihasilkan tidak sama, saat udara
panas kita kebih banyak mengeluarkan keringat, sedangkan saat dingin sebaliknya hal itu terjadi
karena saat panas suhu tubuh akan meningkat yang menyebabkan pembuluh darah menjadi
melebar, kemudian aktivitas dari pembuluh darah tersebut dikirimkan ke hipotalamus sehingga
menyebabkan hipotalamus merespon dengan mengeluarkan enzim bradikinin. Enzim ini
kemudian akan memberikan respon pada kalenjar keringat agar mengambil zat garam dan sisa
metabolisme dari darah kmeudian kulit akan membuka pori-pori sehingga dihasilkan lah
keringat.

Faktor faktor keringat antara lain :

1. Aktivitas tubuh yang meningkat
2. Suhu lingkungan yang tinggi
3. Kondisi kesehatan
4. Keadaan emosi

106

BAB IX SISTEM KOORDINASI

A. Jurnal Belajar

Jurnal Belajar 1
1. Pada pertemuan kali ini kami kembali mempelajari materi baru dari bab Sistem

Koordinasi. Kami memulai pelajaran hari ini dengan berdoa kemudian Bu Puspa
melanjutkan dengan memberikan kalimat-kalimat baik untuk memotivasi serta memberi
arahan kepada kami karena kami sebentar lagi akan memasuki jenjang yang lebih tinggi
yaitu kelas 12. Materi yang dibahas dimulai dari struktur sel saraf, setelah materi dari
struktur sel saraf telah selesai, dilanjutkan dengan materi impuls saraf yang menghasilkan
gerak sadar dan tidak sadar. Materi berikutnya akan dijelaskan pada pertemuan
berikutnya karena jam Biologi telah habis.

2. Kesan saya, pertemuan kali ini terasa cukup menyenangkan karena kami dapat kembali
bertemu untuk membahas materi pembelajaran walaupun kami masih harus
melaksanakan pembelajaran secara daring.
Pesan saya, untuk semua teman-teman untuk selalu disiplin dalam mengikuti
pembelajaran daring dari sekolah sesuai dengan arahan dari guru-guru.

Jurnal Belajar 2
1. Pada pertemuan kali ini dimulai sedikit terlambat. Hari ini kami tidak membahas

pelajaran tetapi hanya berbincang mengenai kesempatan special yang didapat oleh Bu
Puspa, beliau menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Pak Menteri dan juga
menyampaikan apa saja yang disampaikan oleh Pak Menteri. Bu Puspa juga memberi
pesan kepada kami untuk membiasakan diri saat ingin melakukan sesuatu lakukanlah
dengan niat dan jangan lupa untuk meminta izin dari orang yang lebih tua dari kita
terutama kedua orang tua kita, dan juga Bu Puspa berpesan jangan mau berdiam ditempat
yang sama tanpa ada gerakan untuk maju serta beranilah untuk bermimpi setinggi
mungkin.

107

2. Kesan saya, pertemuan kali ini terasa cukup menyenangkan karena kami dapat kembali
bertemu untuk membahas materi pembelajaran walaupun kami masih harus
melaksanakan pembelajaran secara daring.
Pesan saya, untuk semua teman-teman untuk selalu disiplin dalam mengikuti
pembelajaran daring dari sekolah sesuai dengan arahan dari guru-guru.

Jurnal Belajar 3

1. Pada pertemuan kali ini kami membahas materi bab baru yaitu tentang Sistem Saraf.
Ibu Puspa memanggil satu per satu murid yang belum mengumpulkan tugas untk
menjelaskan, namun yang telah menyelesaikan hanya beberapa saja, seperti Afriyan dan
Aurel dari XI IPA 1. Afriyan menjelaskan tentang SST dan Aurel menjelaskan tentang
Sistem Endokrin Penjelasan dari Afiryan dinilai sangat bagus oleh Bu Puspa kemudan Bu
Puspa menjelaskan kembali mengenai beberapa hal, seperti SST letaknya berada di Iuar
SSP, serta SST dibagi mengadi 2 jenis yaitu sensorik dan motorik, sensorik sebagai
penerima respons dan motorik sebagai pemberi respons.
Setelah itu. Aurel menjelaskan tentang Sistem Endokrin, namun peajelasannya tidak
sampai selesai karena waktu pelajaran Biologi akan segera berakhir. Di akhir pertemuan,
Bu Puspa mengingatkan kepada yang belum menyelesailan tugas agar segera
menyelesailannya karena di pertemuan selanjutnya akan ditunjuk untuk
menjelaskanmateri selanjutnya.

2. Kesan saya, pertemuan kali ini terasa cukup menyenangkan karena kami dapat kembali
bertemu untuk membahas materi pembelajaran walaupun kami masih harus
melaksanakan pembelajaran secara daring.
Pesan saya, untuk semua teman-teman untuk selalu disiplin dalam mengikuti
pembelajaran daring dari sekolah sesuai dengan arahan dari guru-guru.

Jurnal Belajar 4
3. Pada pertemuan kali ini saya juga tidak dapat mengikuti pembelajaran seperti biasa

dikarenakan saat itu saya sedang dirawat dirumah sakit.

4. Kesan dan Pesan saya, tetap semangat serta selalu rajin mengikuti pembelajaran dan
selalu menjaga kesehatan.

108

Jurnal Belajar 5
1. Pada pertemuan kali ini saya juga tidak dapat mengikuti pembelajaran seperti biasa

dikarenakan saat itu saya sedang dirawat dirumah sakit.
2. Kesan dan Pesan saya, tetap semangat serta selalu rajin mengikuti pembelajaran dan

selalu menjaga kesehatan.

109

B. Tugas-Tugas

SISTEM HORMON

Gkjnjngibrbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjjbuhgubrehrdmijnijnbjnijnjnjnjijhuuhnijnijni

Sistem Hormon adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon.
Hormon adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam aliran darah menuju ke sel –
sel atau jaringan tubuh. Pengaruh hormon terhadap jaringan tubuh tersebut dapat terjadi dalam
waktu singkat (beberapa detik) hingga beberapa tahun. Jumlah hormon dalam aliran darah hanya
sedikit jika dibandingkan dengan jumlah glukosa atau kolesterol. Sistem endokrin berinteraksi
dengan sistem saraf berfungsi mengatur aktivitas tubuh seperti metabolisme, homeostasis
(misalnya pengendalian tekanan darah dan kadar gula darah), pertumbuhan, perkembangan
seksual dan siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi.

A. Karakteristik Kelenjar Endokrin

Kelenjar endokrin memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.

 Merupakan kelenjar buntu, karena tidak memiliki saluran atau duktus dan menyekresikan
hormon langsung ke dalam cairan di sekitar sel – sel.

 Pada umumnya menyekresi lebih dari satu jenis hormon, kecuali kelenjar paratiroid yang
hanya menyekresi hormon paratiroid.

 Memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan ditopang
oleh jaringan ikat.

 Masa aktivitas kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda – beda, ada yang
seumur hidup (contohnya : hormon metabolisme), dimulai pada masa tertentu (contohnya
: hormon kelamin), atau bekerja sampai pada masa tertentu (contohnya : hormon
pertumbuhan).

 Sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormon lainnya dan senyawa
nonhormon (misalnya glukosa dan kalsium) dalam darah, serta impuls saraf.

B. Struktur, Karakteristik Kelenjar Endokrin dan Sekresi Hormon

Kelenjar endokrin pada manusia meliputi hipofisis (pituitari), tiroid, paratiroid, adrenal,
pankreas, pineal, dan timus.

1. Hipofisis (pituitari) rbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj
organ berbentuk oval, melekat di bagian dasar hipotalamus otak, sebesar kacang, dan
memiliki berat 0,5 gram. Hipofisis terbagi menjadi tiga bagian, yaitu lobus anterior,
intermedia, dan posterior. R

bjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj

110

a. Hipofisis lobus anterior, menghasilkan hormon – hormon sebagai berikut.
1) Hormon pertumbuhan (growth hormone / GH) atau hormon somatotropin (STH)
yang berfungsi :
 Mengendalikan pertumbuhan dan perbanyakan sel – sel tubuh. Contoh pada pertumbuhan
tulang dan pertambahan massa otot rangka.
 Menyebabkan hati memproduksi somatomedin yang berperan dalam pertumbuhan tulang
dan kartilago.
 Mempercepat laju sintesis protein dengan cara meningkatkan pemasukan asam amino
melalui membran sel.
 Menurunkan laju penggunaan karbohidrat oleh sel – sel tubuh, sehingga menambah kadar
glukosa darah.
 Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi.
rbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj

Abrnormalitas sekresi growth hormone / GH : rbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj

 Kerdil (dwarfism), jika kekurangan (hiposekresi) GH selama masa anak – anak sehingga
pertumbuhan terhenti.

 Gigantisme, akibat kelebihan (hipersekresi) GH selama masa remaja sebelum penutupan
cakram epifisis yang menyebabkan pertumbuhan tulang panjang berlebihan.

 Akromegali, pembesaran tulang yang tidak proporsional seperti penambahan ketebalan
tulang pipih pada wajah, serta pembesaran pada tangan dan kaki. Akromegali terjadi
akibat hipersekresi GH selama masa remaja setelah penutupan cakram epifisis.
rbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj

2) Hormon perangsang tiroid (tirotropin, thyroid stimulating hormone / TSH), berfungsi
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel – sel kelenjar tiroid (kelenjar
gondok), laju produksi hormonnya (tiroksin), dan metabolisme sel. Pajanan udara dingin
dalam waktu lama akan merangsang produksi tiroksin sehingga mempercepat
metabolisme untuk menghangatkan tubuh.

3) Hormon adrenokortikotropik atau kortikotropin (adrenocorticotropic hormone /
ACTH), berfungsi merangsang kelenjar korteks adrenal untuk menyekresi glukokortikoid
(hormon untuk metabolisme karbohidrat).

4) Hormon gonadotropin atau gonadotropik yang mengatur fungsi gonad. Hormon ini terdiri
atas:

 FSH (follice stimulating hormone)
 Pada wanita : FSH berfungsi menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium dan
memproduksi hormon estrogen.
 Pada laki – laki : FSH berfungsi menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan
spermatozoa dalam tubulus seminiferus testis.

 LH (luteinizing hormone)
 Pada wanita : LH bekerja sama dengan FSH menstimulasi produksi estrogen. LH
berperan dalam ovulasi dan sekresi progesteron.
 Pada laki – laki : LH menstimulasi sel – sel interstisial tubulus seminiferus testis
untuk memproduksi androgen (testosteron).

111

5) Hormon prolaktin (PRL), disekresikan pada saat hamil dan menyusui.
b. Hipofisis lobus intermedia (tengah), menghasilkan endorfin dan melanocyte stimulating

hormone (MSH). Hormon ini juga dihasilkan di lobus anterior.
 Endorfin, zat penghilang nyeri alamiah, merespons stres, dan aktivitas seperti olahraga.
 MSH, merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel – sel penghasil pigmen

(melanosit) pada epidermis. rbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj
c. Hipofisis lobus posterior, menghasilkan hormon ADH (antidiuretic hormone) dan

oksitosin.
 ADH, berfungsi menurunkan volume air yang hilang dalam urine melalui peningkatan

reabsorpsi air dari tubulus kontortus distal dan duktus kolektivus di ginjal. Hiposekresi
ADH menyebabkan diabetes insipidus disertai dengan rasa haus yang terus menerus.
Hipersekresi ADH menyebabkan peningkatan volume darah.
 Oksitosin, berfungsi menstimulasi kontraksi otot polos pada saat melahirkan dan
pengeluaran ASI pada ibu menyusui. Pelepasan oksitosin dan ASI dihambat oleh stres
emosional.
vngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj rbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbj
2. Tiroid (kelenjar gondok), terdiri atas folikel – folikel dalam dua lobus lateral yang terletak
di bawah laring. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin sebanyak 90% dan
triiodotironin sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid. Hormon tersebut terbuat dari asam
amino tirosin yang mengandung iodin. Hormon tiroksin berfungsi meningkatkan laju
metabolisme sel, menstimulasi konsumsi oksigen, meningkatkan pengeluaran energi panas,
serta mengatur pertumbuhan dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan
saraf.
rbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj
Abnormalitas sekresi tiroid : rbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj
 Hipotiroidisme (penurunan sekresi hormon), menyebabkan penurunan metabolisme,
konstipasi, reaksi mental lambat, dan peningkatan simpanan lemak.
 Hipertiroidisme (sekresi hormon berlebihan), menyebabkan peningkatan metabolisme,
berat badan menurun, gelisah, diare, frekuensi denyut jantung meningkat, toksisitas
hormon, dan penyakit Grave.

3. Paratiroid (kelenjar anak gondok), terdiri atas empat organ kecil berukuran sebesar biji
apel, terletak pada permukaan belakang tiroid. Paratitoid menyekresi hormon parathormon
(Parathyroid hormone/PTH). PTH berfungsi mengendalikan keseimbangan kalsium dan
fosfat dalam tubuh melalui:

 Stimulasi aktivitas osteoklas yang menyebabkan pengeluaran kalsium,
 Pengaktifan vitamin D yang diperlukan untuk mengabsorpsi kalsium dalam makanan,

dan
 Stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal sehingga menurunkan kehilangan ion

kalsium dalam urine dan meningkatkan kadar kalsium dalam darah.

112

Abnormalitas sekresi PTH :

 Hiperparatiroidisme, menyebabkan peningkatan aktivitas osteoklas dan pelemahan
tulang.

 Hipoparatiroidisme, menyebabkan penurunan kadar kalsium dalam darah, peningkatan
iritabilitas sistem neuromuskular, dan tetanus.

4. Adrenal (suprarenalis/kelenjar anak ginjal), terletak di kutub atas ginjal, berwarna
kuning, dan tertanam pada jaringan adiposa. Kelenjar adrenal terdiri atas korteks di bagian
luar dan medula di bagian dalam. Kelenjar adrenal bagian medula menghasilkan hormon :

 Adrenalin, meningkatkan frekuensi jantung, metabolisme, dan konsumsi oksigen.
 Noradrenalin, meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi otot jantung.

rbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj
Kelenjar adrenal bagian korteks menghasilkan hormon :
 Aldosteron, mengatur keseimbangan air dan elektrolit melalui pengendalian kadar
natrium dan kalium dalam darah
 Glukokortikoid, memengaruhi metabolisme glukosa, protein, lemak, serta menjaga
membran lisosom sehingga mencegah kerusakan jaringan.
 Gonadokortikoid, sebagai prekursor pengubahan testosteron dan estrogen oleh jaringan
lain.

Abnormalitas sekresi kelenjar adrenal :

 Hiposekresi menyebabkan Addison, dengan gejala ketidakseimbangan natrium dan
kalium dalam darah sehingga kulit menghitam.

 Hipersekresi menyebabkan peningkatan tekanan darah , kelemahan otot serta
penumpukan lemak di leher dan wajah, sindrom adrenogenital, serta perempuan dewasa
yang memiliki karakteristik pria. Rbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj

5. Pankreas, organ berbentuk pipih terletak di bagian belakang bawah lambung. Pankreas
sebagai endokrin menghasilkan hormon : rbjnvngnbjniguijnjbhubjnjbhgbuhbhbjjj

 Glukagon, dihasilkan oleh sal alfa, berfungsi meningkatkan penguraian glikogen hati
menjadi glukosa sehingga kadar gula darah meningkat, dan sintesis glukosa dari sumber
nonkarbohidrat dalam hati.

 Insulin, dihasilkan oleh sel beta, berfungsi menurunkan katabolisme lemak dan protein,
menurunkan kadar gula darah, serta meningkatkan sintesis protein dan lemak.

 Somatostatin, dihasilkan oleh sel delta, merupakan penghalang hormon pertumbuhan dan
penghambat sekresi glukagon dan insulin.

6. Pineal (epifisis serebri), terletak di langit – langit otak, menghasilkan melatonin yang
berpengaruh pada pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi melanin. Produksi
melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari.

113

7. Timus, terdiri atas dua lobus berwarna kemerah – merahan, terletak di bagian posterior
toraks di atas jantung. Timus menghasilkan timosin untuk pengendalian perkembangan
sistem imun. Ovarium, testis, dan plasenta. Ovarium menghasilkan hormon estrogen dan
progesteron. Testis menghasilkan hormon testosteron. Plasenta menghasilkan gonadotropin
korion, estrogen, progesteron, dan somatotropin.

114

ANALISIS STRUKTUR DAN FUNGSI KELIMA INDERA MANUSIA YANG
MENYUSUN SISTEM KOORDINASI

A. Indera Penglihatan (Mata).
Mata merupakan sistem optik yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor dan

mengubah energi cahaya menjadi implus saraf yang kemudian oleh otak diubah menjadi sensian
penglihatan. Beberapa aksesori mata, seperti alis, orbita, kelopak mata, otot mata dan air mata.

 Struktur mata
1) Lapisan luar bola mata, seperti tunika fibrosa, sklera, dan kornea (untuk
mentransmisikan dan memfokuskan cahaya).
2) Lapisan tengah bola mata, seperti koroid, badan siliari, iris (bagian yang berwarna,
mengendalikan diameter pupil), dan pupil (ruang terbuka yang dilalui cahaya).
3) Lensa memiliki struktur bikonveks yang bening.
4) Rongga mata, ruang anterior berisi aqueous humor (mengandung nutrisi untuk lensa
dan kornea) dan ruang posterior berisi vitreous humor (mempertahankan bentuk bola
mata dan posisi retina terhadap kornea).
5) Retina, lapisan paling dalam, tersusun dari:
a) Bagian luar, terpigmentasi dan menyimpan vitamin A.
b) Bagian dalam, terdapat sel batang (berpigmen rodopsin, tidak sensitif terhadap
warna) dan sel kerucut (berpigmen iodopsin, sensitif terhadap warna).
c) Lutea makula.

115

d) Fovea sentralis (bintik kuning). Jika bayangan benda tepat jatuh di bintik kuning,
bayangan akan terlihat jelas.

e) Saraf mata, terhubung di sisi superior kelenjar hipofisis.
f) Bintik buta, bagian yang tidak mengandung fotoreseptor.

 Mekanisme Melihat
1) Cahaya yang dipantulkan oleh benda ditangkap mata, menembus kornea dan
pupil.
2) Intensitas cahaya diatur oleh pupil, lalu cahaya diteruskan menembus lensa mata
ke retina.
3) Daya akomodasi mata mengatur cahaya agar tepat jatuh di bintik kuning retina.
4) Impuls cahaya disampaikan saraf optik ke otak.
5) Cahaya akan diinterpretasikan sehingga kita bisa mengetahui apa yang kita lihat.
a) Titik jauh: jarak benda terjauh yang masih dapat dilihat dengan jelas.
b) Titik dekat: jarak benda terdekat yang masih dapat dilihat dengan jelas.

 Adaptasi Terhadap Gelap dan Terang
Adaptasi terhadap gelap dan terang adalah penyesuaian penglihatan secara otomatis

terhadap intensitas cahaya yang memasuki retina saat bergerak dari tempat gelap ke tempat
terang, atau sebaliknya. Dalam cahaya terang, semua rodopsin akan terurai dengan cepat
dan hanya tersisa sedikit. Berpindah tempat dari terang ke gelap akan membutuhkan waktu
untuk menyintesis ulang rodopsin agar dapat melihat jelas pada kondisi gelap. Sintesis
rodopsin dan iodopsin perlu vitamin A. Pupil akan melebar dalam ruang gelap dan
menyempit dalam ruang terang.

 Gangguan/Kelainan Mata
1) Miopia (rabun dekat).
2) Hipermetropia (rabun jauh).
3) Presbiopia.
4) Kebutaan.
5) Kerabunan.

116

6) Rabun senja.
7) Buta warna.
8) Katarak.
9) Astigmatisma.
10) Mata juling (strabismus).

B. Indera Pendengar (Telinga)
Telinga merupakan indera yang berupa sel-sel berbentuk rambut. Fungsi sel rambut untuk

menerima rangsangan getaran dan mengubahnya menjadi implus sensorik yang kemudia
ditransmisikan ke pusat pendengaran.

 Struktur Telinga
1) Telinga bagian luar :
a) Pinna atau aurikula (daun telinga).
b) Membran timpanum (gendang telinga).
2) Telinga bagian tengah :
a) Tabung eustachius (penghubung antara telinga dengan faring).
b) Osikel auditori terdiri dari tulang pendengaran maleus (martil), inkus (landasan)
dan stapes (sanggurdi).

117

3) Telinga bagian dalam :
a) Labirin tulang, terbagi menjadi :
- Vestibula (mengandung reseptor keseimbangan tubuh).
- Kanalis semisirkulasi (tiga saluran setengah lingkaran).
- Koklea (mengandung reseptor pendengaran).
b) Labirin membranosa, terbagi menjadi :
- Utrikulus.
- Sakulus yang dihubungkan oleh duktus endolimfa.

 Struktur koklea (rumah siput)
1) Koklea berupa saluran spiral yang terbagi menjadi tiga daerah, yaitu :
a) Skala vestibuli yang terletak dibagian dorsal.
b) Skala media terletak dibagian tengah.
c) Skala timfani terletak dibagian ventral.
2)Antara satu skala dengan skala lainnya dapat dipisahkan oleh :
a) Membran vestibularis : memisahkan skala vestibuli dengan skala media.
b) Membran tektoral : memisahkan skala media dengan skala timfani.
c) Membran basalaris : memisahkan skala timfani dengan skala vestibuli.

 Struktur organ corti
Organ corti terdapat pada skala media yang terdiri atas :
1) Sel-sel rambut saraf pendengaran yang terdapat didalam selaput dasar.
2) Membran tektoralis atau selaput atas yang terletak diatas sel-sel rambut, adalah
penerus getaran dari fenestra ovali ke sel-sel rambut melalui cairan limfe yang
terdapat pada skala media.
3) Organ keseimbangan yang terdiri dari kanalis semi sirkulasi (Saluran setengan
lingkaran), sakulus dan utrikulus.
4) Rangsangan getaran yang diterima ujung saraf pendengaran yang masing-masing
diteruskan ke otak oleh saraf koklea.

118

 Mekanisme Mendengar
Gelombang bunyi ditangkap daun telinga  ke kanal auditori eksternal  membantuk
getaran pada membran timpanum  ke osikel auditori  ke fenestra vestibuli 
terbentuk gelombang tekanan pada perilimfa skala vestibuli  ke skala timpani 
getaran pada membran basilar  sel-sel rambut melengkung  memicu impuls saraf 
ke serabut saraf vestibulokoklear (CN VIII)  ke korteks auditori di otak  bunyi
diinterpretasikan.

 Peranan Telinga dalam Keseimbangan
1) Ekuilibrium statis yaitu kesadaran akan posisi kepala terhadap gaya gravitasi jika
tubuh diam. Reseptor yang berperan adalah makula (terdiri dari sel penunjang dan sel
rambut) yang terletak pada dinding utrikulus dan sakulus. Kumpulan rambut
membentuk masa gelatin yang mengandung otolit. Jika posisi kepala tegak lurus,
otolit berada di puncak sel rambut. Jika kepala miring arah otolit berubah dan sel
rambut melengkung  aktivasi sel reseptor  ke saraf vestibulokoklear.
2) Ekuilibrium dinamis yaitu kesadaran akan posisi kepala saat merespons gerakan.
Reseptor yang berperan adalah ampula yang berisi krista, pada duktus semisirkular.
Krista terdiri atas sel penunjang dan sel rambut yang menonjol membentuk lapisan
gelatin kupula.

 Gangguan/Kelainan Telinga
1) Tuli (tuna rungu).
2) Furunkulosis.
3) Otitis media.
4) Mastoiditis.

C. Indera Pembau (Hidung)
Hidung memiliki kemoreseptor olfaktori untuk menerima rangsangan berupa bau atau zat

kimia yang berbentuk gas. Di bagian langit – langit rongga hidung, yang dinamakan dengan sel
olfaktori. Pada ujung sel reseptor ada rambut – rambut halus atau silia. Selaput lendir yang
memiliki fungsi untuk pelembab. Di dalam hidung, udara pernapasan diatur sesuai dengan suhu
dan kelembapannya serta disaring kotorannya oleh rambu – rambu hidung.

119

 Struktur Hidung
1) Sel epitel.
2) Saraf pembau (sel olfaktori).

 Epitelium olfaktori mengandung
1) sel penunjang.
2) Sel basal.
3) Sel olfaktori.

 Mekanisme mencium bau
Gas masuk ke hidung  larut pada selaput mukosa  merangsang silia sel reseptor 
rangsangan diteruskan ke otak untuk diolah  jenis bau dapat diketahui.

 Gangguan/Kelainan Hidung
1) Hiposmia dan anosmia.
2) Hiperosmia.
3) Sinusitis.
4) Polip.

D. Indera Pengecap (Lidah)
Lidah memiliki kemoreseptor berupa kuncup pengecap yang terdapat pada papila lidah

langit-langit lunak, epiglotis, dan faring. Permukaan lidah yang kasar disebabkan adanya
tonjolan yang dinamakan dengan papila. Papila ini memiliki fungsi untuk pusat pengecap.

120

 Bentuk papila
1) Filiformis (kerucut).
2) Fungiformis (bulat).
3) Sirkumvalata (menonjol dan tersusun seperti huruf V).
4) Foliata (seperti daun).

 Area kepekaan rasa pada lidah
1) Rasa manis terletak di ujung lidah.
2) Rasa asin terletak pada reseptor banyak di bagian samping.
3) Resa asam terletak di bagian samping lidah agak ke belakang.
4) Rasa pahit terletak di bagian belakang pangkal lidah.

 Gangguan/Kelainan Lidah
1) Fissure tongue adalah keadaan ketika lidah memiliki celah-celah dengan kedalaman
2-5 mm. Celah tersebut biasanya terletak di 1/3 bagian tengah lidah.
2) Coated tongue adalah keadaan ketika permukaan lidah tertutup dengan selaput putih.
Selaput ini merupakan hasil dari penumpukan bakteri, jamur, serta sel-sel mati yang
terjebak dalam tonjolan papila lidah.
3) Hairy tongue dapat terjadi akibat pertumbuhan bakteri dan jamur di lidah yang tidak
terkontrol dengan baik.
4) Depapillated tongue adalah keadaan ketika ukuran papila mengalami penyusutan,
permukaan lidah mengilap, dan tidak menetap atau bisa berpindah posisinya.
5) Geographic tongue, disebut juga sebagai benigna migratory glossitis, adalah kondisi
saat terjadi pengecilan papila lidah dan tampak bercak merah membentuk seperti
pulau.
6) Kanker lidah biasanya diawali dengan terbentuknya benjolan kecil berwarna putih
atau seperti luka sariawan.
7) Glossitis adalah kondisi pembengkakan pada lidah. Penyakit lidah ini membuat papil
atau bintik-bintik kecil di lidah semakin tidak terlihat, licin, halus, dan kemerahan.
8) Burning tongue, atau biasa juga dikenal sebagai sindrom mulut terbakar, adalah salah
satu penyakit lidah yang sering terjadi pada wanita yang telah menopause.

121

E. Indera Peraba (Kulit)
Kulit memiliki fungsi sebagai alat peraba. Hal tersebut disebabkan kulit memiliki ujung –

ujung saraf sebagai mekanoreseptor.

 Struktur Kulit
1) Lapisan epidermis. Terdiri dari :
a) Lapisan kulit ari.
b) Lapisan malpighi.
2) Lapisan dermis. Terdiri dari :
a) Kelenjar keringat.
b) Kelenjar minyak.
c) Pembuluh darah.
d) Pembuluh saraf.
e) Kandung rambut.
3) Lapisan jaringan ikat di bawah kulit. Terdiri dari :
a) Jaringan lemak.

 Reseptor sensor pada kulit
1) Korpuskula Paccini, mendeteksi tekanan yang dalam (kuat) dan getaran.
2) Korpuskula Meissner, mendeteksi sentuhan.
3) Cakram Merkel, mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba yang beradaptasi
lambat.
4) Korpuskula Ruffini, reseptor tekanan dan tegangan di sekitar jaringan ikat.
5) Ujung bulbus Krause, mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran posisi, dan gerakan.
6) Ujung saraf bebas, mendeteksi rasa nyeri, sentuhan ringan, dan suhu (panas/dingin).

122

 Gangguan/Kelainan Kulit
1) Lentigo dapat ditandai dengan adanya bercak-bercak hiperpigmentasi pada kulit yang
berwarna coklat kehitaman.
2) Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel yang bersifat ganas.
3) Eksim dapat ditandi dengan kulit yang meradang dan mengalami iritasi. Radang ini
pada umumnya terjadi pada bagian tangan dan kaki.
4) Scabies adalah merupakan penyakit yang diakibatkan oleh reaksi alergi terhadap
tungau.
5) Kusta adalah merupakan penyakit infeksi kronis pada kulit yang disebabkan oleh
bakteri Mycobacterium leprae.
6) Jerawat adalah merupakan kondisi abnormal pada kulit yang diakibatkan dari
produksi kelenjar minyak yang berlebihan.

MENGANALISIS STRUKTUR, FUNGSI, DAN PENGELOMPOKAN DARI :
1. Sel saraf (Neuron)
2. Sistem Saraf Pusat (SSP) dan Sistem Saraf Tepi (SST)

1. Sel Saraf (Neuron)
Sistem saraf adalah sistem organ yang palinh rumit, sistem saraf terususun dari jutaan sel-

sel saraf (neuron) yang berbentuk serabut dan saling terhubung untuk persepsi sensor
,aktivitas motor sadar maupun tidak sadar ,homeostasis proses fisiologi tubuh,serta
perkembangan pikiran dan ingatan.
Serabut saraf mempunyai kekmampuan antara lain :

 Eksitabilitas (dapat dirangsang)
 Konduktivitas (penghantar impuls atau rangsangan )
 Membrikan reaksi atas rangsangan mekanis, elektrik, kimiawi, atau fisik.

123

Neuron merupakan unit fungsional sistem saraf berukuran sekitar 39 inch serta terdiri atas
bagian badan sel dendrit dan akson (neurit).
- Ciri-Ciri Sel Saraf

 Terdapat pada manusia dan hewan(sebagaian)
 Mengirim rangsan dan menerima rangsang
 Saling ketergantungan antar struktur
 Memiliki inti sel atau nucleus
 Semua aktivitas melalui otak dan sumsum tulang belakang

- Fungsi Sel Saraf
 Menerima rangsangan dari luar melalui saraf sensorik.
 Mengintegrasikan sistem indera dan seluruh anggota tubuh dengan saraf pusat yakni
otak dan sumsum tulang belakang.
 Mengendalikan kinerja jaringan otot.
 Mengontrol kinerja sekresi pada kelenjar.
 Mengatur homeostasis atau keseimbangan pada tubuh.

hbgecytbehbugvtvhbkjbhjbhjv

a. Badan sel
Badan sel berfungsi mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron. Badan sel memiliki
nukleus inti di tengah dan nukleolus yang menonjol.nukleus tidak memiliki sentriol dan tidak
dapat bereplikasi Sitoplasma mengandung badan Nissl.

b. Dendrit
Dendrit merupakan juluran sitoplasma yang relatif pendek bercabang-cabang dan berfungsi
untuk menerima impuls (sinyal) dari selain untuk dikirimkan ke badan sel.

c. Akson
Akson merupakan satu juluran sitoplasma yang panjang berkisaran ( 1 mm-1m ) ujung akson
bercabang-cabang seperti ranting berfungsi mengirimkan impuls ke sel neuron lainnya.
Akson dibungkus oleh substansi lemak berwarna putih kekuningan yang disebut selubung
mielin. Pada bagian tertentu dari akson tidak diselubungi mielin disebut nodus ranvier.
Nodus ranvier berfungsi mempercepat jalannya impuls. Akson berasal bagian hillock akson
(bukit akson).

 Berdasarkan fungsinya neuron dibagi menjadi tiga macam yaitu
1. Neuron sensor (aferen) berfungsi menghantarkan impuls dari organ sensorik ke pusat saraf

(otak atau sumsum tulang belakang).
2. Neuron motor (eferen) berfungsi menghantarkan impuls dari pusat saraf ke organ motor

(otot) atau kelenjar
3. Neuron konektor (interneuron) berfungsi menghubungkan neuron yang satu dengan

neuron yang lainnya.

124

 Berdasarkan strukturnya dibagi menjadi tiga macam
1. Neuron multipolar ialah salah satu jenis neuron yang mempunyai satu (1) dendrit dan

akson yang bercabang.
2. Neuron bipolar merupakan sebuah neuron yang mempunyai satu (1) akson dan satu

dendrit
3. Neuron unipolar yaitu suatu neuron yang memiliki satu (1) buah akson yang bercabang.

2. Sistem Saraf Pusat (SSP) dan Sistem Saraf Tepi (SST)

A. Sistem Saraf Pusat (SSP)

Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf pusat ini
berfungsi sebagai pusat pengendali utama pada tubuh. Sistem saraf ini yang mengatur
pergerakan tubuh gerakan refleks misalnya saat tangan kamu melakukan gerakan reflek
ketika menyentuh mangkok bakso yang panas, tanpa sadar merupakan tugas dari sistem saraf
pusat. Otak dan sumsum tulang belakang yang menjadi pengendali tubuh manusia berada
pada sistem saraf pusat hal ini karena sistem saraf pusat mampu mengelola informasi atau
rangsangan yang diperoleh oleh Indera Indera tubuh

a. Otak

Otak merupakan organ terpenting dari tubuh manusia yang tersusun oleh jutaan sel
saraf permukaan otak manusia yang berlipat-lipat membuat otak manusia mampu
menyimpan lebih banyak neuron dibanding otak yang permukaan mulus seperti pada
sebagian besar hewan. Otak manusia terdiri dari 3 bagian yaitu otak depan otak
tengah dan otak belakang berikut penjelasannya
hbgecytbehbugvtvhbkjbhjbhjv
1. Otak besar (serebrum )
Merupakan otak bagian depan manusia yang disusun oleh serebrum. serum atau otak
besar menjadi bagian otak manusia yang menentukan. Serebrum menjadi pusat
integrasi yang paling rumit dan menjadi pusat kontrol semua ingatan manusia.
Mampu merumuskan semua kegiatan yang kompleks seperti bermain belajar dan
berpikir.
hbgecytbehbugvtvhbkjbhjbhjv
Serebrum juga yang mengatur emosi pada manusia
Serebrum ini terdiri dari dua belahan, yaitu hemisfer kanan dan hemisfer kiri. Kedua
hemisfer ini memiliki peranan penting dalam proses belajar kita. Hemisfer kanan
memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah visual, sementara hemisfer kiri
cara kerjanya lebih rasional dan analitis.

hbgecytbehbugvtvhbkjbhjbhjv

125

 Talamus dan Hipotalamus
Selain serebrum, di otak depan manusia juga terdapat talamus dan hipotalamus. Talamus
merupakan bagian otak yang menjadi penerima informasi sensorik dari organ indra yang
diteruskan ke otak besar. Dari otak besar, informasi hasil terjemahannya akan masuk ke
talamus dulu sebelum keluar dari otak untuk disampaikan ke organ yang ditargetkan.
Sementara hipotalamus, adalah bagian otak yang menjadi pusat pengaturan homeostasis
atau pengaturan lingkungan dalam tubuh kita. Hipotalamus lah yang dapat mengatur suhu
tubuh kamu agar tetap stabil.
Hbgecytbehb

Ugvtvhbkjb
jbhjv
2. Mesensefalon (Otak Bagian Tengah)
Selanjutnya kita bahas otak bagian tengah. Otak tengah yang biasa disebut
mesensefalon ini posisinya sejajar dan lebih dekat dengan mata dan telinga. Karena
lebih dekat kedua organ indra tersebut, tugas mesensefalon ini berkaitan dengan
pendengaran dan penglihatan kita. Mesensefalon mampu menerjemahkan informasi
suara dari kedua telinga kamu. Sekalipun yang menjadi pusat penglihatan di otak
adalah bagian otak besar, tetapi mesensefalon ini juga memiliki andil dalam gerak
refleks mata.

Fbuhewbfwbijfnkjbvhisdjbhbyugykjbhgyhuvhvygiunefcjxkv knsjvidsh
3. Serebelum (Otak Kecil)
Di bagian otak belakang, ada serebelum yang disebut juga sebagai otak kecil.
Serebelum merupakan pusat keseimbangan tubuh manusia yang dapat memantau
kedudukan posisi tubuh manusia. Serebelum membantu koordinasi, ketepatan, dan
keakuratan waktu gerakan tubuh manusia. Misalnya, saat ada bola yang melayang ke
arah kamu, serebelum ini akan berkoordinasi dengan korteks motorik yang ada di
otak bagian depan untuk menentukan kapan kamu akan menangkap bola tersebut agar
tidak meleset.
hbgecytbehbugvtvhbkjbhjbhjv
Di bagian otak belakang ini juga ada yang namanya pons varoli atau jembatan varoli.
Pons varoli ini bertugas untuk menghubungkan atau menghantarkan impuls bolak-
balik dari otak bagian kanan dan kiri. Pons varoli juga menghubungkan bagian dalam
otak besar dan otak kecil hingga sumsum tulang belakang. Pons varoli juga memiliki
tugas sebagai pengatur frekuensi dan kekuatan bernapas manusia.
cvuheeubdvibcikdbsuabvjbihusbbdjnbjb
Arena otak menjadi pusat kontrol di seluruh tubuh manusia, otak membutuhkan kalori
yang cukup banyak. Dengan beragam tugas yang rumit itu, maka tak heran jika otak
menjadi organ manusia yang paling banyak membutuhkan energi. Otak manusia
menggunakan 25% kalori setiap harinya. Makanya, biar otak kamu bekerja secara
maksimal, kamu harus menjaga asupan kalori dan gizi dari makanan.

126

b. Sum-Sum Tulang Belakang
Sumsum tulang belakang ini terhubung dengan otak. Bagian pangkalnya disebut
sumsum lanjutan atau medula oblongata, dan bagian yang memanjang dalam rongga
tulang belakang disebut sebagai medula spinalis. Hbgecytbehbugvtvhbkjbhjbhjv

Medula oblongata berfungsi untuk mengatur denyut jantung, menyempitkan
pembuluh darah, melakukan gerakan menelan, batuk, bersin, bersendawa dan muntah.
Medula oblongata juga menjadi pusat kendali pernapasan utama pada tubuh manusia.
Sementara medula spinalis berfungsi untuk menghubungkan rangsangan dari dan
menuju otak. Hbgecytbehbugvtvhbkjbhjbhjv

B. Sistem Saraf Tepi (SST)
Sistem Saraf Tepi adalah bagian dari sistem saraf yang di dalam sarafnya terdiri dari sel

sel yang membawa informasi ke (sel-sel sensorik) dan dari (sel saraf motorik) sistem saraf
pusat (SSP) yang terletak di luar otak dan sum sum tulang belakang.

Sistem saraf tepi meliputi semua saraf di luar saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang
belakang. Saraf yang juga disebut saraf perifer ini bertugas menghubungkan saraf pusat ke
berbagai organ tubuh, seperti lengan, kaki, maupun kulit. Sistem saraf tepi terbagi menjadi
dua bagian, yakni saraf somatik dan otonom. Masing-masing bagian ini memiliki area
kerjanya tersendiri.
 Fungsi saraf somatik dan otonom dalam sistem saraf tepi

Saraf somatik berperan membawa informasi motorik maupun sensorik ke dan dari saraf
pusat. Sistem saraf ini bekerja dalam kondisi 'sadar', di mana informasi dari otak akan
disalurkan ke otot, lalu respons dari otot akan disalurkan ke otak.Saraf somatik
menyebabkan Anda bisa melakukan gerakan-gerakan yang disadari. Misalnya saat tangan
tertusuk benda tajam, Anda akan merasa sakit dan menjauhkan tangan dari benda tersebut.
bgecytbehbugvtvh
Saraf otonom bertugas mengatur fungsi atau gerakan-gerakan organ tubuh yang terjadi
tanpa Anda sadari. Contoh gerakan-gerakan ini meliputi aliran darah, detak jantung,
proses pencernaan, maupun pernapasan.

127

BAB X SISTEM REPRODUKSI
A. Jurnal Belajar
Jurnal Belajar 1
1. Pada pertemuan kali ini saya juga tidak dapat mengikuti pembelajaran seperti biasa
dikarenakan saat itu saya sedang dirawat dirumah sakit.
2. Kesan dan Pesan saya, tetap semangat serta selalu rajin mengikuti pembelajaran dan
selalu menjaga kesehatan.

128

B. Tugas-Tugas
Tidak ada tugas-tugas

129

BAB XI SISTEM PERTAHANAN TUBUH
A. Jurnal Belajar
Jurnal Belajar 1
1. Pada pertemuan kali ini kami akan melanjutkan materi biologi ke bab selanjutnya. Pagi
ini pertemuan dimulai pada pukul 08.04. Bu Puspa menjelaskan mulai dari pengertian
pertahanan tubuh, kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan respon imun yaitu ketika
ada patogen yang datang kita memiliki pertahanan secara alami. Pertahanan alami dibagi
menjadi 5, yang pertama secara fisik (air mata dan ingus), kinma (air mata. ingus,
keringat, dan air liur), biologis (bakteri tertentu di rubub yang tidak berbahaya atau
ploranormal), mekanis (briu hidung), sel darah putih (leukosit). Bila junlah leukosit di
tubuh kita melebihi normal menandakan ada sesuatu di tubuh). Bu Puspa juga
menjelaskan tentang sistem inun spesifik dan non spesifik, sistem imun spesifik yaitu
apabila yang menyerang A maka yang menangani adalah antibodi A. Sedangkan sistem
imun non spesifik bersifat umum sehingga berlaku untuk jenis patogen apapun saat sesi
tanya jawab teman kami yang bernama Mutiara bertanya "Apakah bila pasien yang
terinfeksi Covid-19 tanpa disertai gejala berarti tubuhnya gagal merespons adanya virus
di tubub pasien tersebut?" 1alu Bu Puspa menjawab babwa pasien Covid-19 tanpa
disertai gejala itu berarti daya tahan tubub pasien bagus padahal di dalam tubuh pasien
sedang rerjadi pertempuran antara virus dan antibody.

2. Kesan saya, pertemuan kali ini terasa cukup menyenangkan karena kami dapat kembali
bertemu untuk membahas materi pembelajaran walaupun kami masih harus
melaksanakan pembelajaran secara daring.
Pesan saya, untuk semua teman-teman untuk selalu disiplin dalam mengikuti
pembelajaran daring dari sekolah sesuai dengan arahan dari guru-guru.

130

B. Tugas-Tugas
Tidak ada tugas-tugas

131

REFLEKSI

PERISTIWA
Saat sedang menulis jurnal dan tugas-tugas untuk portofolio biasa saya mengerjakannya
pada malam hari karena saat setelah sekolah online saya harus membantu orang rumah
kan pekerjaan rumah, jadi saya mengerjakannya pada malam hari.

PERASAAN
Perasaan saya saat mengerjakan jurnal belajar dan portofolio biologi adalah senang
karena tidak sulit jika saat kelas 12 nanti mencari rangkuman materi yang mau dipelajari.

PEMBELAJARAN
Pembelajaran yang saya ambil dari menulis jurnal setiap bab materi dan membuat
portofolio adalah jadi kami lebih bisa mengingat memori saat belajar atau bisa mengingat
apa saja yang dijelaskan pada hari itu dan untuk portofolio kami bisa lebih mudah saat
mencari marteri di kelas 11 ini.

PERUBAHAN
Perubahan yang saya rasakan adalah membuat materi menjadi lebih mudah dimengerti
dan melatih mental kami untuk kuliah nanti agar tidak kaget saat kami melanjutkan ke
jenjang selanjutnya

132


Click to View FlipBook Version