JEJAK PENDIDIKAN GURU PENGGERAK DALAM AKSI NYATA M. Muis
i Prakata Penulis Menurut saya, menjadi bagian dari agen perubahan merupakan sebuah kewajiban seorang guru. Saya sering mengikuti progam-program kemdikbud mulai dari program guru pebelajar, pembatik, dan lainnya sebagimana terjadwal di simpkb.id dan sekarang saya mengikuti program merdeka belajar yang salah satunya guru penggerak. Tentu saja sebagai program baru, saya tidak memiliki sama sekali gambaran tentang program ini. Namun satu tekad saya ketika mendaftar itu semua, ingin berkontribusi pada dunia pendidikan. Motivasi saya mengikuti program guru penggerak adalah (1) ada niat dan keinginan untuk terus belajar sebagaimana pepatah bijak mengatakan guru yang baik adalah guru yang terus mau belajar. Sehingga pembelajaran sepanjang zaman itu harus melekat pada hati seorang guru. Dan inilah yang selalu saya pegang. (2) ada keinginan untuk saling berbagi. Tidak ada ruginya untuk berbagi. Malah bagi saya, dengan berbagi bisa mendapatkan amal jariyah. Saya merasa bersyuku dan bangga telah lolos setelah mengikuti seleksi tahap 1 yang terdiri dari pengisian biodata/cv, pengisian, kemudain dinyatakan lolos ke seleksi tahap 2 melalui surat direktorat jenderal guru dan tenaga kependidikan nomor 1059/b3/gt.03.15/2022 tanggal 12 april 2022 tentang pengumuman
ii hasil seleksi tahap 1 calon peserta PGP angkatan 6. Kemudian dinyatakan lolos melalui surat direktorat jenderal guru dan tenaga kependidikan nomor 1979/b3/gt.00.08/2022 tanggal 22 juli 2022 tentang pengumuman hasil seleksi tahap 2 calon peserta PGP angkatan 6. Alhamdulillah, proses demi proses telah diikuti. Dalam perjalanan 6 (enam) bulan, memang kadang muncul rasa tidak nyaman dan keraguan. Namun, dengan semangat gotong royong, saling dukung dan saling menyemangati, program pendidikan guru penggerak ini bisa diikuti dengan baik. Tentunya, karena terpatri satu cita-cita yang sama yaitu, pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembelajaran yang memerdekakan. Saya pun teringat pada ajakan direktur jenderal guru dan tenaga kependidikan, iwan syahril kepada para peserta pendidikan guru penggerak agar bermimpi untuk sebuah cita-cita dan harapan, karena saat ini mimpi bangsa indonesia adalah indonesia emas, yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian, dimana sumber daya manusianya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. “beranikanlah diri untuk bermimpi, beranikanlah diri untuk bermimpi setinggi-tingginya. Karena indonesia, negara yang kita cintai ini, lahir dari para pemimpi dan para pejuang yang tak kenal lelah bergerak memperjuangkan mimpinya yaitu indonesia merdeka!” Ujar Iwan Syahril.
iii Kata Pengantar Puji syukur ke hadirat Illahi Rabi atas limpahan rahmatNya sehingga penulis bisa menyelesaikan penulisan buku ini. Penulis merasa sangat senang dapat mempersembahkan buku dengan judul jejak pendidikan guru dalam aksi nyata. Buku ini berisi kegiatan belajar sesuai alur merdeka untuk modul modul pendidikan guru penggerak serta kumpulan aksi nyata tiap modul tersebut. Dilengkapi dengan QR Code dari tugastugas dan aksi nyata tersebut. Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penulisan buku ini. Penulis juga berharap buku ini dapat memberikan manfaat bagi semua pembaca, khususnya para pendidik dan siswa yang ingin meningkatkan pemahaman mereka dalam perubahan pendidikan sesuai filososfi ki hajar dewantara. Tentu karya buku ini jauh dari kata lengkap, apa lagi sempurna. Harapannya penulis ke depannya semakin banyak aksi nyata yang terdokumentasikan sehingga semakin banyak praktik baik yang terdiseminasikan sehingga menginspirasi banyak pihak. Salam hormat, Gresik, April 2023 M. Muis
iv Daftar Isi Prakata Penulis .................................................................................i Kata Pengantar...............................................................................iii Daftar Isi..........................................................................................iv Jejak Kegiatan Modul 1.1. ................................................................1 Jejak Kegiatan Modul 1.2.................................................................9 Jejak Kegiatan Modul 1.3...............................................................21 Jejak Kegiatan Modul 1.4...............................................................29 Jejak Kegiatan Modul 2.1...............................................................37 Jejak Kegiatan Modul 2.2. .............................................................45 Jejak Kegiatan Modul 2.3. .............................................................53 Jejak Kegiatan Modul 3.1...............................................................65 Jejak Kegiatan Modul 3.2. .............................................................73 Jejak Kegiatan Modul 3.3. .............................................................83 Evaluasi Dan Refleksi Diri Selama Mengikuti PGP........................93
AKSI NYATA CGP Angkatan 6 CGP mengimplementasikan strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD yang telah dibuat pada ‘Demonstrasi Kontekstual’ secara konkret sebagai perwujudan 'Kepemimpinan Pembelajaran' yang Berpihak pada Murid' dan direfleksikan kembali dalam Jurnal Refleksi Pribadi,
2 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hadjar Dewantara Program guru penggerak angkatan 6 dibuka perdana oleh menteri kemdikbudristek, nadiem anwar makarim b.a. m.b.a dan dirjen gtk, dr. Irwan syahril ph.d pada tanggal 24 agustus 2022 melalui video conference. Selanjutnya seluruh CGP mengerjakan pretest di LMS dan mempelajari tahapan mulai dari diri pada modul 1.1 melalui eksplorasi di LMS. Dua minggu ini saya telah melakukan kegiatan diantaranya, (1) berdiskusi di ruang virtual eksplorasi dan kolaborasi dengan fasilitatir bapak faisal rachman pada tanggal 31 agustus, 1-2 sept 2022 terkait pemahaman mengenai pemikiran filosofi pendidikan ki hajar dewantara (KHD), saya telah menulis refleksi kritis terhadap pemikiran filosofi pendidikan KHD dan menulis harapan dan ekspektasi. (2) berdiskusi dengan pengajar praktik (pp) ibu salha di ruang virtual lokakarya orientasi pada tanggal 3 sept 2022, pada kegiatan ini saya telah melakukan evaluasi diri, memetakan kompetensi saya, dan merencanakan pengembangan diri terhadap kompetensi yang perlu ditingkatkan serta mencoba mendesain strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD yaitu pendidikan yang berpihak pada murid yang sesuai dengan konteks diri murid dan sosial budaya di kabupaten gresik (3) berdiskusi di ruang virtual elaborasi dengan instruktur ibu Anastasia Moertodjo, fasilitator, dan pengajar praktik tanggal 9 sept 2022 terkait penyatuan
3 pandangan sikap-sikap reflektif terhadap dasar-dasar pendidikan KHD dan mentransformasikan ke dalam kelas maupun sekolah. Jujur, perasaan saya selama mengikuti kegiatan dua minggu ini sangat senang karena saya telah mendapatkan pemahaman yang komplet terkait pemikiran filosofi pendidikan KHD serta saya telah mendapatkan gambaran pengembangan kompetensi diri saya ke depannya. Setelah pembelajaran minggu ini akhirnya saya mengetahui bahwa dalam filosofi pendidikan KHD meletakkan dasar-dasar pendidikan KHD sebagai berikut: 1. Menuntun, dikenal pendidikan memfasilitasi dengan trilogy pendidikan yaitu ing ngarso sung tulodho, ing ngarso mangun karso, tutwuri handayani 2. Kodrat anak, pendidikan memerdekakan lahir dan batin 3. Berrmain, pendidikan mengajarkan strategi 4. Berpihak pada anak, pendidikan berpusat pada anak 5. Anak bukan kertas kosong, pendidikan untuk menebalkan laku anak dengan kekuatan diri anak 6. Budi pekerti, pendidikan menyatukan pikiran, perasaan, dan kemauan Dengan pemikiran filosofi pendidikan KHD yang sangat relevan terhadap sosial budaya di kabupaten gresik, sebaiknya guru dapat bersikap adaptif terhadap perubahan sehingga penerapan pada pembelajaran dapat:
4 1. Memerdekaan dan berpusat pada anak didik 2. Memperkuat nilai-nilai kemanusiaan 3. Membangun budi pekerti 4. Mengikuti perkembangan zaman Berikut beberapa tugas yang telah diselesaikan dalam modul ini: 1. Ruang kolaborasi dapat dilihat di link https://drive.google.com/file/d/1fwvruxfurrh2_ktcjbxwew_8 wr-zynns/view?usp=sharing Pindai QR Code ini untuk melihat dokumennya 2. Demonstrasi kontekstual dapat dilihat di link https://youtu.be/-u4w0kmxjyy Pindai QR Code ini untuk melihat videonya 3. Koneksi antar materi dapat dilihat di link https://youtu.be/vcdnoosv5t8 Pindai QR Code ini untuk melihat videonya Aksi Nyata Ada enam pokok pemikiran filosofis ki hadjar dewantara tentang pendidikan, yaitu:
5 1. Pendidikan adalah menuntun. Dalam konteks sosial budaya, 'menuntun' diwujudkan dalam keteladanan guru dalam proses pendidikan karena anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan. Menuntun juga berarti mendidik dan mengajar anak sesuai potensi, minat, dan bakatnya. 2. Kodrat alam dan kodrat zaman. Pendidikan sebaiknya hal tersebut karena kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dalam diri anak. Seorang anak telah memiliki kodrat alam yaitu potensi, bakat, dan kemampuan yang unik, berbedabeda satu sama lain sehingga guru diharapkan mampu memfasilitasi anak agar bisa tumbuh maksimal sesuai jenjang usia mereka. Pembelajaran dapat menjadi menyenangkan apabila dilakukan sesuai kodrat anak yaitu bermain. Sedangkan untuk kodrat zaman adalah bagaimana seorang guru mampu membimbing anak agar siap hidup mandiri dalam zaman yang terus berubah. 3. Guru ibarat petani, seorang petani harus menyiapkan lahan, memupuk, mengairi, dan membersihkan hama agar bibit tumbuh subur, berbunga, kemudian berbuah. Petani dapat mengupayakan tumbuhnya bibit dengan sebaik-baiknya, tetapi tidak dapat mengubah kodrat bibit menjadi tanaman lain. Demikian pula guru. Guru dapat mengupayakan bertumbuhnya potensi anak dengan sebaik-baiknya, tetapi tidak dapat mengubah kodrat anak.
6 4. Anak bukan tabula rasa. Anak lahir bukan kertas kosong yang bisa diisi oleh orang dewasa sesuai kehendaknya. Anak sudah membawa garis-garis dan coretannya masing-masing. Tugas guru adalah menebalkan laku anak yang baik-baiknya serta menuntun anak agar menampakkan potensinya menjadi nyata sekaligus meminimalisasi sifat buruknya. 5. Pendidikan menumbuhkan budi pekerti. Pendidikan dapat mengantarkan anak pada budi pekerti olah cipta, olah rasa, olah karsa dan olahraga yang luhur. Dalam konteks budaya kota gresik yang agamis dikenal anak yang berakhlakul karimah. 6. Pendidikan berhamba pada anak. Pendidikan yang mengutamakan anak, berpusat pada anak, dan memuliakan anak. Pendidikan terletak dalam pangkuan orang tuanya dimana pendidikan seharusnya dimulai dari rumah sebagai pondasi pertama dan utama selanjutnya pendidikan yang dilaksanakan di sekolah dan lingkungan masyarakat yang kondusif artinya keberhasilan tujuan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah saja melainkan juga menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat. Intisari pemikiran ki hadjar dewantara tentang pendidikan adalah bagaimana memerdekakan belajar, guna mencapai kemerdekaan belajar yang tujuan utamanya adalah menjadikan siswa yang memiliki profil pelajar pancasila. Profil
7 pelajar pancasila terdiri atas: beriman, bertakwa kepada tuhan yme dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri. Ini berarti dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran kepada anak-anak, ki hajar dewantara menganjurkan agar pendidik tetap memperhatikan segala potensi anak-anak, yaitu jiwa, jasmani, etika, moral, estetika dan karakter dengan paduan budaya sesuai dengan perubahan zaman. Untuk dokumentasi kegiatan aksi nyata di modul ini dapat dilihat di link https://youtu.be/fxo4qy1aj9q. Pindai QR Code ini untuk melihat videonya.
8
AKSI NYATA CGP Angkatan 6 CGP menjalankan pengembangan DIRI yang sederhana, konkret dan rutin serta dapat dilakukan sendiri dari sekarang (berangkat dari “Penerapan ke depan” pada Refleksi 4P yang telah dibuat di tahap Koneksi Antarmateri)
10 Nilai Dan Peran Guru Penggerak Pembelajaran modul 1.2 ini dimulai dari tanggal 12-15 september 2022, dengan mengawali ekplorasi mandiri mulai dari diri dan dilanjutkan forum diskusi di LMS. Adapun materi yang dapat saya pelajari meliputi: membuat trapezium usia dan melakukan refleksi atas kejadian-kejadian yang pernah dialami, menulis beberapa hal terkait nilai dan peran guru penggerak menurut saya, nilai kemanusiaan/ kebijakan universal, berdiskusi bagaimana manusia tergerak, cara kerja otak, perumpamaan otak 3-in-1 (triune) manusia menggunakan tangan, lima kebutuhan dasar manusia, tahap tumbuh kembang anak menurut KHD, tahap perkembangan psikososial erik erikson, bagaimana manusia merdeka bergerak, manusia merdeka (merdeka dalam memilih), aksioma terkait pilihan, manusia merdeka (termotivasi dari dalam), mewujudkan profil pelajar pancasila, nilai-nilai guru penggerak, bagaimana menggerakkan manusia: menuntun kekuatan kodrat manusia, berpikir strategis dan menguatkan lingkaran pengaruh, diagram identitas gunung es, dan peran guru penggerak. Pada tanggal 15 september 2022 mengikuti vicon ruang kolaborasi sesi 1 yang dipandu oleh bapak faisal rachman selaku fasilitator dilaksanakan mulai pukul 15.30-17.45 wib
11 Ruang kolaborsasi sesi 1 Dilanjutkan dengan mengikuti vicon ruang kolaborasi sesi 2 yang dipandu oleh bapak faisal rachman selaku fasilitator pada tanggal 16 september 2022 pukul 15.30-17.45 wib Ruang kolaborasi sesi 2 Pada tanggal 17-22 september 2022, secara mandiri saya mengikuti sesi pembelajaran pembelajaran demonstrasi kontekstual dengan membuat gambaran diri sebagai guru penggerak di masa depan. Setelah itu pada tanggal 22 september 2022 saya melanjutkan mengikuti mengikuti vicon sesi elaborasi yang dipandu oleh ibu ani suparti selaku instruktur nasional.
12 Ruang elaborasi Kemudian pada tanggal 23 september 2022 secara mandiri membuat kesimpulan dan refleksi berdasarkan materi modul 1.2. Nilai & peran guru penggerak serta kaitannya dengan modul 1.1. Filosofi pendidikan ki hadjar dewantara yang mana bagian dalam penerapan menjadi panduan untuk melakukan aksi nyata modul 1.2. Saya mempelajari modul 1.1. Bahwa dalam filosofi pendidikan KHD meletakkan dasar-dasar pendidikan yaitu pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mewujudkan manusia indonesia yang beradab. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan. Ada enam pokok pemikiran filosofi ki hadjar dewantara tentang pendidikan, yaitu: (1) pendidikan adalah menuntun. (2) kodrat alam dan kodrat zaman, (3) guru ibarat petani, (4) anak bukan tabula rasa, (5) pendidikan
13 menumbuhkan budi pekerti, (6) pendidikan berhamba pada anak. Inti sari tentang pendidikan adalah bagaimana memerdekakan belajar, guna mencapai kemerdekaan belajar yang tujuan utamanya adalah menjadikan siswa yang memiliki profil pelajar pancasila. Profil pelajar pancasila terdiri atas: beriman, bertakwa kepada tuhan yme dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri. Sedangkan pada modul 1.2. Bahwa seorang guru penggerak harus memiliki nilai-nilai yang menjadi pedoman untuk berperilaku serta mendukung calon guru penggerak dalam mewujudkan merdeka belajar. Nilai-nilai tersebut meliputi: nilai berphak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif, dan inovatif. Disamping itu guru penggerak diharapkan mampu melaksanakan perannya yaitu bertindak (1) menjadi pemimpin pembelajaran, (2) menggerakkan komunitas praktisi, (3) menjadi coach bagi guru lain, (4) mendorong kolaborasi antar guru, dan (5) mewujudkan kepemimpinan murid. Untuk keterkaitan antara modul 1.1 dan modul 1.2 bahwa pemikiran ki hajar dewantara adalah pendidikan yang berpusat pada murid, anak diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya. Di mana seorang guru hendaknya dengan ikhlas mendekati anak dan menganggap sebagai anaknya. Implementasi nilai-nilai dan peran
14 guru penggerak merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid. Karena nilai dan peran guru penggerak menjadi pedoman dalam berperilaku dan bertindak dalam melakukan perubahan ekosistem pendidikan. Guru dituntut untuk totalitas melayani anak agar dapat bertumbuh dan berkembang secara holistik yaitu tajam pikirannya (cipta), halus rasanya (rasa) dan kuat dan sehat jasmaninya (karsa). Hadirnya guru penggerak sebagai agen perubahan ekosistem pendidikan yang berpijak pada filosofi ki hajar dewantara harus mampu menerapkan 3 kata kunci yaitu teladan, motivasi dan merdeka. Artinya calon guru penggerak harus mampu menjadi teladan serta dapat memotivasi sehingga menguatkan kemampuan untuk memerdekakan murid sesuai dengan profil pelajar pancasila. Serta pengembangan potensi siswa yang mengikuti kodrat alam juga selaras dengan kodrat zamannya. Maka dari itu kolaborasikan nilai-nilai dan peran guru penggerak harus bersinergi dengan konsep merdeka belajar filosofi ki hajar dewantara. Saat momen itu terjadi, saya merasa seperti bagaikan secangkir kopi manis bercampur pahit. Rasa pahit merupakan tantangan/hambatan yang saya hadapi untuk saya kendalikan sedangkan rasa manisnya adalah ilmu atau pengalaman baik yang saya dapatkan dari pendidikan guru penggerak, saya sangat bersyukur dan bahagia dengan kesempatan belajar
15 bersama teman-teman di pendidikan guru penggerak. Sebagai seorang pendidik yang masih sedikit pengalaman, saya harus banyak belajar untuk memperbaiki diri, saya merasa tergugah untuk segera menerapkan ilmu dari setiap materi serta memotivasi saya untuk berbagi. Sebelum momen tersebut terjadi saya berpikir bahwa : a. Pembelajaran berpusat pada guru b. Kegiatan pembelajaran adalah ketuntasan target kurikulum dalam satu semester seperti yang tertuang dalam dokumen program tahunan c. Ada batas interaksi antara guru dan murid d. Anak datang ke sekolah untuk mempelajari materi ilmu pengetahuan. e. Guru mentransfer pengetahuan kepada murid f. Metode atau strategi yang bagus tanpa memperhatikan kebutuhan siswa atau pembelajaran seperti apa yang mereka inginkan. g. Tidak perlu membuat kesepakatan bersama saat mengawali pelaksanaan pembelajaran. Sekarang saya berpikir bahwa: a. Pembelajaran harus berpusat pada murid b. Pembelajaran memperhatikan potensi, minat dan bakat murid
16 c. Tidak ada batas interaksi antara guru dan murid, guru adalah sahabat murid d. Anak bukan tabula rasa e. Guru juga melakukan pembentukan karakter murid f. Metode atau strategi memperhatikan kebutuhan murid atau apa yang mereka inginkan. g. Selalu membuat kesepakatan bersama saat mengawali pelaksanaan pembelajaran. Rencana pengembangan diri yang akan saya lakukan adalah : a. Secara mandiri, saya melaksanakan tugas untuk menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan saya gunakan. Serta saya akan meningkatkankan kompetensi seperti dengan mengikuti pelatihan/workshop/seminar pembelajaran yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintah maupun lembaga lainnya, mengikuti pelatihan mandiri di pmm atau simpkb, atau dapat juga dengan membaca sumber buku maupun internet b. Melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid dengan keadaan kelas yang aman dan menyenangkan untuk meningkatkan perasaan positif dari murid sehingga mereka dapat dengan mudah mengikuti pelajaran dan mudah memahami apa yang akan disampaikan. Sepert di awal pembelajaran telah dilakukan keyakinan kelas yang isinya harapan dan kekhawatiran dari para murid, dari keyakinan
17 kelas tersebut akan muncul kepakatan-kesepakatan dan konsekuensi yang akan dilakukan. Nah dari situlah murid akan berpikir kembali untuk melakukan sesuatu yang negatif yang sudah disepakati, dan siswa cenderung akan melakukan konsekuensi yang sudah disepakati tanpa tertekan dan dengan kesadarannya sendiri. c. Merefleksikan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Misalnya (1) meminta umpan balik dari murid atau rekan sejawat setelah pembelajaran, (2) permasalahan yang terjadi di kelas, saya berkolaborasi dengan guru bk, wali kelas, dan orang tua siswa, serta kepala sekolah untuk memdapatkan solusi terbaik untuk murid saya. Murid harus dicari tahu mengapa dan bagaimana permasalahan itu terjadi, tidak langsung menyimpulkan siswa salah dan mencari soslusi terbaik untuk murid. d. Berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk mendiskusikan penyelesaikan masalah dalam pembelajaran dan meningkatkan kompetensi yang saya miliki, misalnya terkadang ada waktu kosong membahas tentang materi yang miskonsepsi, jika ada soal-soal latihan yang tidak terpecahkan atau membahas lk untuk mendukung pembelajaran aktif dan kreatif. Mengajak untuk melihat aktivitas pembelajaran yang saya lakukan. Terkadang kami
18 juga saling bertukar informasi jika ada model pembelajaran yang sudah diteliti, bisa kita terapkan di kelas. Strategi yang dilakukan adalah saling mengisi/memberi dan menerima, maksudnya adalah saling menerima kesalahan jika memang salah dan meminta maaf. Menerima jika ada masukan yang membangun, dan memberikan solusi jika ada sesuatu yang salah, bukan hanya selalu mencari-cari kesalahan orang lain, tetapi mencari solusi yang terbaik. e. Berinovasi dengan ide-ide, menyiapkan media pembelajaran, menggunakan model pembelajaran yang merangsang keaktifan siswa di kelas melalui strategi amati, tiru dan modifikasi. Misalkan melaksanakan pembelajaran pembelajaran berbasis masalah dengan pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan berpikir kreatif. Berikut beberapa tugas yang telah terselesaikan dapat dilihat di sini. 1. Ruang kolaborasi dapat dilihat di link https://drive.google.com/file/d/1jq9kfr59_h9cm0qmhmzl1wm byor648rm/view?usp=sharing Pindai QR Code ini untuk melihat dokumennya. 2. Demonstrasi konstekstual dapat dilihat di link https://youtu.be/kbv8jm0jnso
19 Pindai QR Code ini untuk melihat videonya. 3. Koneksi antar materi dapat dilihat di link https://youtu.be/h_pekouee-4 Pindai QR Code ini untuk melihat videonya. Aksi Nyata Sebelum momen belajar modul 1.2 saya berpikir bahwa : a. Pembelajaran berpusat pada guru. b. Kegiatan pembelajaran adalah ketuntasan target kurikulum dalam satu semester seperti yang tertuang dalam dokumen program tahunan. c. Ada batas interaksi antara guru dan murid. d. Anak datang ke sekolah untuk mempelajari materi ilmu pengetahuan. e. Guru mentransfer pengetahuan kepada murid. f. Metode atau strategi yang bagus tanpa memperhatikan kebutuhan siswa atau pembelajaran seperti apa yang mereka inginkan.
20 g. Tidak perlu membuat kesepakatan bersama saat mengawali pelaksanaan pembelajaran. Sekarang setelah belajar modul 1.2 saya berpikir bahwa: a. Pembelajaran harus berpusat pada murid. b. Pembelajaran memperhatikan potensi, minat dan bakat murid c. Tidak ada batas interaksi antara guru dan murid, guru adalah sahabat murid d. Anak bukan tabula rasa e. Guru juga melakukan pembentukan karakter murid. f. Metode atau strategi memperhatikan kebutuhan murid atau apa yang mereka inginkan. g. Selalu membuat kesepakatan bersama saat mengawali pelaksanaan pembelajaran Untuk dokumentasi kegiatan aksi nyata di modul ini dapat dilihat di link https://youtu.be/qdihlcjqwac. Pindai QR Code ini untuk melihat videonya.
AKSI NYATA CGP Angkatan 6 CGP merevisi dan mengeksekusi rancangan BAGJA untuk prakarsa perubahan diri yang sudah dibuat pada tahap Demonstrasi Kontekstual untuk bahan sesi pendampingan individu bersama Pengajar Praktik
22 Visi Guru Penggerak Pembelajaran modul 1.3 dimulai dari tanggal 26-28 september 2022, dengan mengawali ekplorasi mandiri mulai dari diri dan dilanjutkan forum diskusi di LMS. Adapun materi yang dapat saya pelajari meliputi: refleksi diri untuk mewujudkan murid impian di masa depan, berpikir strategis, inkuiri apresiatif sebagai paradigma, inkuiri apresiatif sebagai manajemen perubahan pendekatan bagja, tahapan bagja, proses ikuiri dalam bagja, strategi amati-tiru-modifikasi. Pada tanggal 29 september 2022 mengikuti vicon ruang kolaborasi sesi 1 yang dipandu oleh bapak faisal rachman selaku fasilitator dilaksanakan mulai pukul 15.30-17.45 wib. Ruang kolaborasi sesi 1 Dilanjutkan dengan mengikuti vicon ruang kolaborasi sesi 2 yang dipandu oleh bapak faisal rachman selaku fasilitator pada tanggal 30 september 2022 pukul 15.30-17.45 wib.
23 Ruang kolaborasi sesi 2 Pada tanggal 1-4 oktober 2022, secara mandiri saya mengikuti sesi pembelajaran demonstrasi kontekstual dengan menyusun visi dan prakarsa perubahan serta strategi perubahan menggunakan inkuiri apresiatif dengan tahapan bagja. Setelah itu, pada tanggal 5 oktober 2022, saya melanjutkan mengikuti mengikuti vicon sesi elaborasi yang dipandu oleh ibu hj. Reni Nilawati Dewi selaku instruktur nasional. Ruang elaborasi Kemudian pada tanggal 6 oktober 2022 secara mandiri membuat kesimpulan dan refleksi (koneksi antar materi) berdasarkan materi modul 1.3 visi guru pengegrak, kaitannya
24 dengan modul 1.2 nilai & peran guru penggerak dan modul 1.1. Filosofi pendidikan ki hadjar dewantara yang mana bagian dalam penerapan menjadi panduan untuk melakukan aksi nyata modul 1.3. Saya merasa bahagia dan tertantang dalam memahami modul 1.3. Visi guru penggerak, mulai dari diri saya telah dituntun untuk membuat imajinasi murid impian di masa depan, melakukan eksplorasi, kolaborasi bahkan elaborasi dalam menyusun visi dan prakarsa perubahan serta menyusun strategi perubahan melalui tahapan bagja. Visi tidak hanya sebuah rangkaian kata yang bermakna di dalam visi terdapat impian dan harapan yang ingin diwujudkan. Visi harus mampu mencerminkan nilai dan peran guru penggerak dalam mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar pancasila melalui nilai dan peran guru penggerak yang dimiliki. Dengan memperhatikan filosofi KHD, seorang guru diharuskan memiliki nilai meliputi nilai berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif, dan inovatif sehingga secara optimal dapat menjadikan siswa yang memiliki profil pelajar pancasila. Dan sebagai alat untuk melakukannya menggunakan pendekatan inquiri apresiatif dengan menggunakan rancangan tahapan perubahan bagja yang mana merupakan manajemen perubahan berbasis kekuatan.
25 Visi Guru Penggerak: “Mewujudkan Generasi Unggul Yang Kreatif, Beriman, Bertaqwa Dan Berakhlak Mulia” Generasi unggul merupakan perwujudan manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik. Sedangkan generasi yang kreatif dalam definisi profil pelajar pancasila adalah generasi yang mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinil, bermakna, bermanfaat dan berdampak, selanjutnya beriman, bertqwa dan berakhlak mulia adalah akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara. Untuk mewujudkan visi di atas, sebagai langkah awal prakarsa perubahan yang dilakukan adalah menumbuhkan kreativitas murid dalam pembelajaran. jika saya ingin membuat perubahan dengan konsep inkuiri apresiatif: apa saja yang perlu saya pelajari lebih lanjut? Apa saja strategi yang dilakukan untuk melaksanakan perubahan? Dari pembelajaran modul 1.3. Saya merencanakan perubahan di kelas dan di sekolah untuk mewujudkan visi impian dengan merumuskan prakarsa perubahan yang saya fokuskan pada menumbuhkan kreativitas murid dalam pembelajaran. 1. Merefleksikan pembelajaran yang sudah saya lakukan terkait apa yang saya pahami tentang visi guru penggerak dengan rekan sejawat dalam berbagi informasi dan praktik baik yang
26 sudah maupun belum dilakukan dalam menumbuhkan kreativitas murid dalam pembelajaran di kelas. 2. Melalui strategi BAGJA, saya menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan mampu menumbuhkembangkan kreativitas murid dalam pembelajaran. Berikut beberapa tugas yang telah terselesaikan dapat dilihat di sini. 1. Ruang kolaborasi dapat dilihat di link https://drive.google.com/drive/folders/1p49ldcoro8zfxksa3s xsyld_ahukghhx?usp=sharing Pindai QR Code ini untuk melihat dokumennya. 2. Demonstrasi konstektual dapat dilihat di link https://docs.google.com/presentation/d/1tnuuz9fam_qykhh qi8qggkamx27zzews4jarlp1bauu/edit?usp=sharing Pindai QR Code ini untuk melihat dokumennya. 3. Koneksi antar materi dapat dilihat di link https://youtu.be/e5eeiohwzy8 Pindai QR Code ini untuk melihat videonya.
27 Aksi Nyata Berdasarkan pengamatan guru, murid kelas 7 memiliki minat belajar matematika dan kreativitas matematika rendah. Sebagai seorang calon guru penggerak harus memiliki nilai-nilai yang menjadi pedoman untuk berperilaku mewujudkan merdeka belajar. Nilai-nilai tersebut meliputi: nilai berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif, dan inovatif. Dengan nilai-nilai tersebut, guru melakukan pekerjaan dengan perannya untuk menjadikan siswa yang memiliki profil pelajar pancasila. Pendekatan yang digunakan adalah inquiri apresiatif dengan menggunakan rancangan tahapan perubahan bagja yang mana merupakan manajemen perubahan berbasis kekuatan. Berikut aksi nyata modul 1.3. dapat dilihat di link https://youtu.be/xzggemfvsmi. Pindai QR Code ini untuk melihat videonya.
28
AKSI NYATA CGP Angkatan 6 CGP akan menyampaikan kepada para pemangku kepentingan di sekolahnya mengenai perubahan paradigma dan penerapan strategi disiplin positif di sekolah masing-masing agar dapat menciptakan budaya positif. Diharapkan kegiatan ini akan membantu murid belajar dengan aman dan nyaman sehingga dapat meraih keselamatan dan kebahagiaan, sebagaimana disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara mengenai tujuan utama pendidikan.
30 Budaya Positif Pembelajaran modul 1.4 dimulai dari tanggal 10-13 oktober 2022, dengan mengawali ekplorasi mandiri mulai dari diri dan dilanjutkan forum diskusi di LMS. Adapun materi yang dapat saya pelajari meliputi: refleksi diri untuk mewujudkan budaya positif di kelas dan sekolah melalui disiplin positif, posisi kontrol, pemenuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan restitusi. Pada tanggal 14 oktober 2022 mengikuti vicon ruang kolaborasi sesi 1 yang dipandu oleh bapak faisal rachman selaku fasilitator dilaksanakan mulai pukul 15.30-17.45 wib. Ruang kolaborasi sesi 1 Dilanjutkan dengan mengikuti vicon ruang kolaborasi sesi 2 yang dipandu oleh bapak faisal rachman selaku fasilitator pada tanggal 15 oktober 2022 pukul 15.30-17.45 wib.
31 Ruang kolaborasi sesi 2 Pada tanggal 18-20 oktober 2022, secara mandiri saya mengikuti sesi pembelajaran pembelajaran demonstrasi kontekstual dengan menerapkan praktik restitusi. Setelah itu, pada tanggal 21 oktober 2022, saya melanjutkan mengikuti mengikuti vicon sesi elaborasi yang dipandu oleh ibu Nur Amalina selaku instruktur nasional. Ruang elaborasi Kemudian pada tanggal 21 oktober 2022 secara mandiri membuat kesimpulan dan refleksi (koneksi antar materi) berdasarkan materi modul 1.4 budaya positif, kaitannya dengan modul 1.2 nilai & peran guru penggerak dan modul 1.1. Filosofi
32 pendidikan ki hadjar dewantara yang mana bagian dalam penerapan menjadi panduan untuk melakukan aksi nyata modul 1.4. Yaitu menerapkan budaya positif melalui keyakinan kelas di kelas 7 upt smp negeri 1 gresik. Berikut kesimpulan dan refleksi yang dapat saya tulis sebagai momen yang paling penting atau menantang atau mencerahkan bagi saya dalam proses pembelajaran modul 1.1; 1.2, dan 1.3. Selanjutnya dilanjutkan post tes untuk modul 1 di tanggal 25 oktober 2022. Perasaan saya mempelajari modul ini adalah bahagia, semangat dan antusias ingin selalu mempraktikkan semua teori tentang budaya positif, melakukan control guru sebagai manajer dalam menyelesaikan masalah dalam upaya membentuk budaya positif di sekolah. Ada lima konsep yang ada dalam mewujudkan budaya positif di kelas dan di sekolah. 1. Disiplin positif, berkaitan dengan kontrol guru dalam menghadapi murid. 2. Posisi kontrol guru, merupakan bagian dari disiplin yang berpihak pada murid. 3. Kebutuhan dasar manusia terbagi atas 5 yaitu; kebutuhan bertahan hidup (survival), cinta dan kasih sayang (love and belonging), kebebasan (freedom), kesenangan (fun) dan kekuasaan (power). 4. Keyakinan kelas merupakan nilai-nilai kebajikan atau prinsipprinsip universal yang disepakati bersama.
33 5. Restitusi merupakan proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka dengan karakter yang lebih kuat. Menurut saya hal yang baik dan sudah ada di kelas dan di sekolah saya adalah penerapan nilai-nilai kebajikan, budaya postif, dan keyakinan kelas yang dibangun bersama berpihak kepada murid. Yang perlu diperbaiki adalah pengambilan posisi control guru dalam menyelesaikan masalah. Selama ini masih ada kecenderungan sebagai control penghukum, pembuat merasa bersalah. Hal inilah yang harus saya perbaiki agar menjadi posisi kontrol manajer. Sebelum mempelajari modul ini, dalam menyelesaikan masalah dan mendisiplinkan murid, sering menggunakan kontrol penghukum. Pemantau, pembuat merasa bersama. Perasaan saya setelah melakukan hal tersebut merasa sudah benar dengan apa yang saya lakukan, tanpa merefleksi hasilnya dalam jangka waktu panjang. Setelah mempelajari modul ini, saya baru mengetahui bahwa ada 5 posisi kontrol yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah dan membangun budaya positif di sekolah. Posisi kontrol yang akan saya gunakan adalah manajer dengan tahapan segitiga restitusi. Setelah melakukan kontrol manajer dan segitiga restitusi, saya merasa lebih tenang karena murid dapat memahami kesalahannya dan mencoba mencari solusi dari
34 masalah sendiri serta memunculkan motivasi intrinsik. Sehingga berdampak baik bagi pembentukan budaya positif. Sebelumnya secara tidak langsung saya sudah pernah melaksanakan tahapan segitiga restitusi, namun belum utuh. Tahapan yang saya lakukan masih pada menstabilkan identitas dan validasi tindakan yang salah. Solusi yang diberikan berasal dari saya berdasarkan cara saya bukan berdasarkan pada keyakinan dan cara murid dalam memperbaiki masalah yang ia hadapi. Hal penting menurut saya dalam mencipakan budaya positif adalah ragam strategi membuat kesepakatan dan keyakinan kelas, konsep kolaborasi dan komitmen yang baik dari seluruh warga sekolah dan didukung dengan sarana prasarana yang menunjang. Sekolah sepatutnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah khususnya murid untuk belajar. Hal ini tentunya sejalan dengan filosofi ki hajar dewantara bahwa pembelajaran di sekolah seharusnya bisa membuat murid memperoleh kebahagiaan setinggi-tingginya melalui merdeka belajar. Seorang guru memiliki tugas mendidik sekaligus mengajar murid-murid di sekolah. Oleh karena itu, aksi nyata yang dapat dilakukan adalah menerapkan budaya positif yang diawali dengan perubahan paradigma teori kontrol dan disiplin positif melalui keseyakinan kelas. Untuk mengukur keberhasilan perubahan ini dapat digunakan indicator sebagai
35 berikut: (1) terbentuknya keyakinan kelas melalui kesepakatan kelas, (2) murid memiliki motivasi instrinsik dalam membangun disiplin dirinya, (3) siswa mampu menerapkan dan menjalankan keyakinan kelas yang telah dibuat. Berikut beberapa tugas yang telah terselesaikan dapat dilihat di sini. 1. Ruang kolaborasi dapat dilihat di link https://drive.google.com/drive/folders/1d2ekl8ivrpg5u5x_m qo8kixy6cju5ezj?usp=sharing . Pindai QR Code ini untuk melihat videonya. 2. Demonstrasi konstekstual dapat dilihat di link https://youtu.be/ubwzibhu5v8 . Pindai QR Code ini untuk melihat videonya. 3. Koneksi antar materi dapat dilihat di link https://youtu.be/nlobpkw449e Pindai QR Code ini untuk melihat videonya. Aksi Nyata Latar belakang sekolah sepatutnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah khususnya murid untuk belajar. Hal ini tentunya sejalan dengan
36 filosofi ki hajar dewantara bahwa pembelajaran di sekolah seharusnya bisa membuat murid memperoleh kebahagiaan setinggi-tingginya melalui merdeka belajar. Seorang guru memiliki tugas mendidik sekaligus mengajar murid-murid di sekolah. Oleh karena itu, aksi nyata yang dapat dilakukan adalah menerapkan budaya positif yang diawali dengan perubahan paradigma teori kontrol dan disiplin positif melalui keseyakinan kelas. Berikut rancangan aksi nyata modul 1.4 dapat dilihat di link https://youtu.be/v9-zncdt5jg Pindai QR Code ini untuk melihat videonya. Kegiatan mandiri dan membuat webinar kecil atau group sharing dengan tujuan pembelajaran khusus yaitu CGP dapat menyampaikan pembelajaran dari penerapan konsep inti dari modul budaya positif serta pemahaman mereka mengenai konsep-konsep inti dalam modul budaya positif. Tugas : mengimplementasikan pemahaman anda terkait budaya positif yang dapat membantu murid belajar dengan aman dan nyaman sesuai filosofi KHD. Tidak hanya itu, juga akan mendapat kesempatan untuk membagikan pemahaman dan pengalaman kepada guru-guru di sekitar. Berikut aksi nyata modul 1.4 dapat dilihat di link https://youtu.be/66uwdk_k9uk Pindai QR Code ini untuk melihat videonya.
AKSI NYATA CGP Angkatan 6 CGP akan mengimplementasikan dan melakukan refleksi terhadap implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas
38 Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Pembelajaran modul 2.1 dimulai dari tanggal 28 oktober 2022, CGP mengikuti pre test paket modul 2 dan lanjut mulai dari diri dan eksplorasi konsep secara mandiri di LMS mulai tanggal 28 oktober – 1 nopember 2022 termasuk mengikuti forum diskusi di LMS. Adapun materi yang dapat saya pelajari dengan topik memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran diferensiasi meliputi: pengertian pembelajaran diferensiasi, miskonsepsi pembelajaran diferensiasi, mengetahui kebutuhan belajar murid, memetakan kebutuhan belajar murid sampai menyusun rencana pembelajaran diferensiasi. Pada tanggal 2 nopember 2022 mengikuti vicon ruang kolaborasi sesi 1 yang dipandu oleh bapak faisal rachman selaku fasilitator dilaksanakan mulai pukul 15.30-17.45 wib. Dilanjutkan dengan mengikuti vicon ruang kolaborasi sesi 2 yang dipandu oleh bapak faisal rachman selaku fasilitator pada tanggal 3 nopember 2022 pukul 15.30-17.45 wib. Pada tanggal 18-20 oktober 2022, secara mandiri saya mengerjakan tugas untuk demonstrasi kontekstual yaitu menyusun rencana pembelajara diferensiasi untuk dipraktikkan di aksi nyata. Setelah itu, pada tanggal 7 nopember 2022, saya melanjutkan mengikuti mengikuti vicon sesi elaborasi yang dipandu oleh ibu Dra. Dwikora Hayuati, M.pd selaku instruktur nasional.
39 Pada tanggal 8-11 nopember 2022 secara mandiri membuat kesimpulan dan refleksi (koneksi antar materi) berdasarkan materi modul 2.1. Memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran diferensiasi, kaitannya dengan modul 1.2 nilai & peran guru penggerak dan modul 1.1. Filosofi pendidikan ki hadjar dewantara yang mana bagian dalam penerapan menjadi panduan untuk melakukan aksi nyata modul 2.1. Yaitu menerapkan pembelajaran diferensiasi di upt smp negeri 1 gresik. Berikut kesimpulan dan refleksi yang dapat saya tulis sebagai momen yang paling penting atau menantang atau mencerahkan bagi saya dalam proses pembelajaran modul 1.1; 1.2, dan 1.3,1.4 dan 2.1. Perasaan saya mempelajari modul ini adalah bahagia, semangat dan antusias ingin menyusun rencana pembelajaran diferensiasi dengan strategi diferensiasi konten, proses, atau produk serta menerapkannya di kelas yang saya ajar. Pembelajaran berdiferensiasi diperlukan karena adanya keragaman kebutuhan individu murid meliputi minat, kesiapan belajar, dan profil murid. Pembelajaran berdiferensiasi dapat diartikan sebagai usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid sebagaimana KHD menyatakan bahwa pendidikan yang dilaksanakan haruslah berpihak pada anak. Untuk itu, pada pembelajaran berdiferensiasi, perlu persiapan atau strategi
40 pembelajaran yang tepat dari guru baik meliputi diferensiasi konten, diferensiasi proses atau diferensiasi produk dengan mengacu pada aspek pemetaan kebutuhan belajar murid melalui nilai guru penggerak. Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan di kelas dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Merumuskan tujuan pembelajaran 2. Memetakan kebutuhan belajar berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil murid. 3. Menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan positif 4. Melakukan penilaian yang berkelanjutan / on going assessment 5. Melakukan diferensiasi konten, produk, atau proses Strategi mendiferensiasi pembelajaran diantara (1) diferensiasi produk, (2) diferensiasi proses, (3) diferensiasi konten. Diferensiasi produk yaitu strategi yang membedakan dan memodifikasi produk sebagai hasil belajar murid, hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah dipelajari. Strategi ini membuat siswa tidak terbebani dengan tugas yang tidak sesuai dengan minatnya. Biasanya paling mudah dilakukan, namun kita harus ingat, saat ingin melakukan ini, kita harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang diharapkan. Diferensiasi proses yaitu strategi yang membedakan proses yang dijalani murid. Strategi ini memungkinkan murid-
41 murid untuk memaknai lewat beragam cara atau moda, dalam berbagai tingkat kesulitan, waktu, dan tingkat dukungan yang berbeda termasuk memberikan pendampingan atau tingkat dukungan yang berbeda bagi murid. Misalnya, murid sangat mampu dapat bekerja hanya dengan pertanyaan pemandu, murid yang cukup mampu dapat bekerja hanya dengan diberikan contoh dan dapat melanjutkan bekerja mandiri, sedangkan untuk murid yang masih kesulitan dapat dibantu secara intensif. Diferensiasi konten yaitu strategi yang membedakan pengorganisasian, membedakan format penyampaian materi kepada murid misalnya menyesuaikan cara bagaimana murid kita bisa mengakses konten tersebut sesuai dengan kebutuhan belajar mereka namun bukan mengubah atau menurunkan standar kurikulum, menyiapkan materi yang akan diajarkan dalam beragam format: buku, poster, video, audio, dsb. Strategi ini membuat murid menjadi siap untuk mengikuti pembelajaran. Sebelumnya secara tidak langsung saya sudah pernah melaksanakan pembelajaran dengan mempertimbangkan gaya belajar dari kecenderungan murid di kelas yang paling banyak. Saya tidak mengelompokkan murid ke dalam tiap gaya belajar. Setelah mengikuti pembelajaran modul 2.1 ini, saya menjadi lebih paham bagaimana menyusun perencanaan pembelajaran di kelas yang dapat memenuhi kebutuhan belajar murid sebagaimana bahwa tiap murid memiliki keunikan masing-
42 masing sesuai kebutuhan mereka meliputi minat, kesiapan dan profil belajar murid. Untuk itu sebagai guru, saya akan menyusun perencanaan pembelajaran menggunakan strategi diferensiasi serta menerapkannya. Agar pembelajaran berdiferensiasi dapat diselenggarakan secara efektif, maka perlu menganalisi dan memetakan kebutuhan belajar murid berdasarkan kesiapan, minat dan profil belajar murid dan guru dapat menentukan perbedaan konten, proses, serta produk dalam kegiatan pembelajarannya. Data pemetaan bisa diperoleh dari data murid pada tahun/semester sebelumnya, hasil sumatif sebelumnya melalui angket, melalui pengamatan, atau wawancara dengan sesama rekan guru dan wali murid. Bagi saya ini merupakan pengetahuan baru dan tantangan ketika melakukan pembelajaran diferensiasi., sehingga dalam prakteknya butuh proses dan terus belajar. Berikut beberapa tugas yang telah terselesaikan dapat dilihat di sini. 1. Ruang kolaborasi dapat dilihat di link https://drive.google.com/drive/folders/16svpbqjaakrfczpssb qs5i65mqq8j8zx?usp=sharing Pindai QR Code ini untuk melihat videonya.
43 2. Demonstrasi kontekstual dapat dilihat di link https://drive.google.com/file/d/1aeqjokvuub5qniwujwzopao tiq5av68r/view?usp=sharing. Pindai QR Code ini untuk melihat dokumennya. 3. Koneksi antar materi dapat dilihat di link https://youtu.be/ugzasg7yrbo Pindai QR Code ini untuk melihat videonya. Aksi Nyata Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mencoba menerapkan filosofi ki hajar dewantara bagaimana memberikan pelayanan pembelajaran berpihak pada murid, 1. Berdiferensiasi konten, desain lks dibedakan antar kelompok, pengorganisasian format penyampaian materi berbeda. 2. Berdiferensiasi proses dibedakan proses yang dijalani murid dalam tingkat kesulitan yang berbeda dan dukungan guru yang berbeda. 3. Berdiferensiasi produk dibedakan hasil latihan, pengembangan apa yang dipelajarinya. Berikut rencana pembelajaran berdiferensiasi yang digunakan untuk aksi nyata modul 2.1. dapat dlihat di link
44 https://drive.google.com/file/d/1aeqjokvuub5qniwujwzopaotiq5a v68r/view?usp=sharing. Pindai QR Code ini untuk melihat dokumennya. Sedangkan praktik pembelajarannya dapat dilihat di link https://youtu.be/6da1tp07cxc. Pindai QR Code ini untuk melihat videonya.
AKSI NYATA CGP Angkatan 6 Membagikan pemahaman tentang implementasi pembelajaran sosial emosional melalui 4 indikator yaitu: pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktek mengajar guru dan serta kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan sekolah, dan penguatan kompetensi sosial dan emosional rekan sejawat di sekolah kepada rekan sejawat atau komunitas, dan merefleksikannya.