Soal Pilihan Ganda
1. Dibawah ini merupakan bagian struktur pembaca, diperlukan kosakata yang luas
Artikel opini, kecuali? dan menarik.
A. Pernyataan pendapat C. bahasa yang dapat mengekspresikan
B. Argumentasi sikap eksposisi.
C. Pernyataan ulang pendapat D. Sebuah kenyataan atau peristiwa yang
D. Urutan sebab akibat benar-benar ada atau terjadi
2. Dibawah ini merupakan ciri-ciri fakta, 5. Dibawah ini merupakan pengertian
kecuali? opini, yaitu?
A. merupakan suatu kebenaran umum A. perbendaharaan kata-kata. Supaya teks
B. menyertakan bukti berupa data-data tersebut mampu meyakinkan pembaca,
yang akurat diperlukan kosakata yang luas dan
C. Terdiri dari interpretasi menarik.
D. mengungkapkan peristiwa yang benar- B. bahasa yang dapat mengekspresikan
benar terjadi sikap eksposisi.
C. Sebuah kenyataan atau peristiwa yang
3. Dibawah ini merupakam pengertian dari benar-benar ada atau terjadi
Adverbia, yaitu? D. Sebuah pendapat, pikiran, atau
A. perbendaharaan kata-kata. Supaya pendirian seseorang terhadap sesuatu.
teks tersebut mampu meyakinkan Opini biasanya dapat menjawab
pembaca, diperlukan kosakata yang luas pertanyaan bagaimana dan mengapa.
dan menarik.
B. kata atau ungkapan yang 6. Berikut beberapa hal yang harus
menghubungkan dua satuan bahasa yang diperhatikan dalam menyajikan artikel,
sederajat, yaitu kata dengan kata, frasa Kecuali?
dengan frasa, klausa dengan klausa, serta A. Pola pemecahan topik
kalimat dengan kalimat. B. Pola masalah dan pemecahannya
C. bahasa yang dapat mengekspresikan C. Pola kronologi
sikap eksposisi. D. Pila psikologis
D. Sebuah teks yang menjelaskan
mengenai fenomena alam. 7. Berikut adalah penanda-penanda opini
dalam suatu paragraf. Kecuali?
4. Dibawah ini merupakan pengertian A. Menggunakan kutipan kata-kata
fakta, yaitu? seseorang, biasanya ditandai dengan
A. Sebuah teks yang menjelaskan adanya tanda baca petik dua (”. . . .”).
mengenai fenomena alam. B. Menggunakan sudut pandang penulis
B. perbendaharaan kata-kata. Supaya dalam bentuk penafsiran terhadap fakta.
teks tersebut mampu meyakinkan C. Menggunakan kata yang tidak pasti
144
(mungkin, rasanya, dll). pendapat pakar/ahli terkait dengan bidang
D. Menggunakan urutan sebab akibat ilmu yang bersangkutan.
sebagian bagian inti. C. Pola ini menyajikan artikel sesuai dengan
kronologi, urutan, keber-sinambungan,
8. Dibawah ini merupakan penjelasan dari keberlanjutan bagaimana sesuatu itu
Pola pemecahan topik,yaitu? terjadi. Dipaparkan secara runut dan
A. Pola ini memecah topik yang masih runtut.
berada dalam lingkup pembicaraan yang D. Pola ini memecah topik yang masih
ditemakan menjadi subtopik atau berada dalam lingkup pembicaraan yang
subbagian yang lebih sempit. Kemudian, ditemakan menjadi subtopik atau
menganalisisnya masing-masing. subbagian yang lebih sempit. Kemudian,
B. Pola ini lebih dahulu mengemukakan menganalisisnya masing-masing.
masalah, baik itu masalah pokok. maupun
beberapa masalah. Namun, masih berada 10. Dibawah ini merupakan penjelasan dari
dalam lingkup pokok bahasan utama. Pola Pola kronologi, yaitu?
Selanjutnya, dianalisis sesuai dengan A. Pola ini menyajikan artikel sesuai dengan
pendapat pakar/ahli terkait dengan bidang kronologi, urutan, keber-sinambungan,
ilmu yang bersangkutan. keberlanjutan bagaimana sesuatu itu
C. Pola ini menyajikan artikel sesuai dengan terjadi. Dipaparkan secara runut dan
kronologi, urutan, keber-sinambungan, runtut.
keberlanjutan bagaimana sesuatu itu B. Pola ini lebih dahulu mengemukakan
terjadi. Dipaparkan secara runut dan masalah, baik itu masalah pokok. maupun
runtut. beberapa masalah. Namun, masih berada
D. Pola ini baru dipakai jika penulis dalam lingkup pokok bahasan utama.
menyampaikan Selanjutnya, dianalisis sesuai dengan
pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri. pendapat pakar/ahli terkait dengan bidang
Kemudian, berargumen secara jelas ilmu yang bersangkutan.
tentang hal tersebut. C. Pola ini memecah topik yang masih
berada dalam lingkup pembicaraan yang
9. Dibawah ini merupakan penjelasan dari ditemakan menjadi subtopik atau
Pola masalah dan pemecahannya subbagian yang lebih sempit. Kemudian,
, yaitu? menganalisisnya masing-masing.
A. Pola ini baru dipakai jika penulis D. Pola ini baru dipakai jika penulis
menyampaikan menyampaikan
pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri. pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri.
Kemudian, berargumen secara jelas Kemudian, berargumen secara jelas
tentang hal tersebut. tentang hal tersebut.
B. Pola ini lebih dahulu mengemukakan
masalah, baik itu masalah pokok. maupun 11. Dibawah ini merupakan penjelasan dari
beberapa masalah. Namun, masih berada Pola Pola pendapat dan alasan pemikiran,
dalam lingkup pokok bahasan utama. yaitu?
Selanjutnya, dianalisis sesuai dengan A. Pola ini baru dipakai jika penulis
145
menyampaikan runut dan runtut.
pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri.
Kemudian, berargumen secara jelas 13. Dibawah ini merupakan pengertian dari
tentang hal tersebut. artikel, yaitu?
B. Pola ini memecah topik yang masih A. jenis tulisan yang berisi pendapat,
berada dalam lingkup pembicaraan yang gagasan, pikiran, atau kritik terhadap
ditemakan menjadi subtopik atau persoalan yang berkembang di masyarakat,
subbagian yang lebih sempit. Kemudian, biasanya ditulis dengan bahasa ilmiah
menganalisisnya masing-masing. populer.
C. Pola ini lebih dahulu mengemukakan B. Sebuah teks yang menjelaskan
masalah, baik itu masalah pokok. maupun mengenai langkah-langkah pembuata.
beberapa masalah. Namun, masih berada C. Sebuah teks yang menjelaskan
dalam lingkup pokok bahasan utama. mengenai pristiwa atau fenomena alam.
Selanjutnya, dianalisis sesuai dengan D. Sebuah teks yang berisikan negosiasi
pendapat pakar/ahli terkait dengan bidang antar penjual dan pembeli.
ilmu yang bersangkutan.
D. Pola ini menyajikan artikel sesuai 14. Bahasa dalam artikel opini biasanya
dengan kronologi, urutan, keber- disebut dengan ?
sinambungan, keberlanjutan bagaimana A. Klasik
sesuatu itu terjadi. Dipaparkan secara B. Informatif
runut dan runtut. C. Klise
D. Ilmiah populer
12. Dibawah ini merupakan penjelasan dari
Pola perbandingan, yaitu? 15. Berikut ini merupakan penjelasan
A. Pola ini memecah topik yang masih mengenai Keterangan aposisi, yaitu?
berada dalam lingkup pembicaraan yang A. sedang menjadi pembicaraan orang
ditemakan menjadi subtopik atau banyak atau baru saja terjadi.
subbagian yang lebih sempit. Kemudian, B. artikel dalam surat kabar yang
menganalisisnya masing-masing. mengungkapkan pendirian editor atau
B. Pola ini sama seperti gaya penulisan pemimpin surat kabar.
komparatif, yaitu dengan membandingkan C. keterangan yang memberi penjelasan
dua aspek atau lebih dari satu topik lalu kata benda. Jika ditulis, keterangan ini
menunjukkan persamaan atau perbedaan. diapit tanda koma atau tanda pisah atau
C. Pola ini baru dipakai jika penulis tanda kurung.
menyampaikan D. cara pembicara menyatakan sikap
pendapat/gagasan/pendapatnya sendiri. terhadap suatu imajinasi dalam komunikasi
Kemudian, berargumen secara jelas antarpribadi (barangkali, harus, dan
tentang hal tersebut. sebagainya).
D. Pola ini menyajikan artikel sesuai
dengan kronologi, urutan, keber-
sinambungan, keberlanjutan bagaimana
sesuatu itu terjadi. Dipaparkan secara
146
Soal Esai
1) Jelaskan pengertian dari artikel?
2) Sebutkan ciri-ciri fakta?
3) Sebutkan dan jelaskan struktur artikel?
4) Jelaskan pengertian fakta dan berikan
contohnya?
5) Jelaskan pengertian opini dan berikan
contohnya?
147
PERBEDAAN KRITIK
DAN ESAI
PENYUSUN
Kohei Kasuga
20200810470001
Bab
7
PERBEDAAN KRITIK DAN ESAI
Kritik dan esai dibedakan berdasarkan dua hal, yaitu berdasarkan
pengetahuan yang disajikan dan berdasarkan pandangan penulisnya. Kalau
berdasarkan pengetahuan yang disajikan, perbedaan kritik dan esai adalah
sebagai berikut: Objek kajian kritik adalah sebuah karya, sementara objek
kajian esai adalah karya atau fenomena. Dalam kritik terdapat deskripsi
karya berupa sinopsis atau ringkasan karya yang dibahas, sementara esai
tidak menyajikan sinopsis atau ringkasan objek atau fenomena yang
dibahas. Kritik menyajikan data objektif, sementara esai tidak selalu
membutuhkan data objektif.
Nah, berdasarkan sudut pandang penulisnya, perbedaan kritik dan esai
adalah sebagai berikut:
Dalam kritik, penilaian pada karya dilakukan secara objektif dan disertai
data serta alasan yang logis. Sementara pada esai, penilaian dilakukan
dengan subjektif alias menurut pendapat pribadi penulis esai. Penilaian
karya dalam sebuah kritik dilakukan dengan menggunakan kajian teori yang
sudah mapan, misalnya berdasarkan teori postmodernisme atau teori
feminisme. Sementara pada esai, penilaiannya jarang mencantumkan kajian
teori.
Kritik menyajikan penilaian sebuah karya secara utuh dan menyeluruh,
sementara esai hanya membahas hal-hal yang menarik dari sebuah objek
atau fenomena, berdasarkan pengamatan atau pandangan penulis.
Sekalipun tidak membahas sebuah objek atau fenomena secara
menyeluruh, hal-hal yang menarik pengamatan atau pandangan penulis
esai tetap dilakukan secara utuh.
- Kritik sastra adalah karangan yang ditujukan untuk menanggapi suatu hal.
- Esai adalah karangan pribadi tentang apa saja. Ketika menulis kritik dan
esai, kita perlu memperhatikan sistematika dan kaidah kebahasaan.
Berikut ini sistematika kritik sastra, yaitu:
1.Interpretasi: membaca dan menafsirkan makna yang didapat setelah
membaca atau menelaah hal yang akan dikritik. Menafsirkan makna juga
dapat dilihat berdasarkan unsur-unsur yang membangunnya.
2. Analisis: menelaah mana saja yang menjadi kelemahan dan kelebihannya.
Analisis harus dilakukan berdasarkan data yang terdapat objek atau subjek
yang dikritik, dengan metode dan teori yang berkaitan.
150
Penulisan kritik harus obyektif, sehingga gaya kepenulisan dan pandangan
pribadi penulis harus dibatasi. Kritik dapat menjadi koreksi atau penilaian.
Oleh sebab itu, penulisannya sebisa mungkin dapat dicerna dengan baik
oleh khalayak. Kritik menekankan pada detail dan terdapat kaidah
kebahasaan tersendiri. Sehingga seringkali tidak dapat dibaca dengan santai
seperti esai.
Berikut ini beberapa kaidah kebahasaan kritik:
1. Menekankan pada detail sehingga memakai kalimat kompleks. Terdiri dari
anak kalimat dan induk kalimat.
2. Penggunaan kalimat konteks membutuhkan konjungsi atau kata
penghubung.
3. Bahasa baku sesuai kaidah bahasa Indonesia dan Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD). Dalam beberapa kritik akademik, penulisan kritik
menyerupai karya ilmiah.
4. Gaya bahasanya menekankan pada argumentasi dan eksposisi.
5. Dilengkapi dengan rujukan atau referensi.
Esai berbeda dengan opini yang menekankan pendapat pribadi. Esai
mengutamakan analisis dengan bantuan teori atau disiplin ilmu tertentu.
Meski penulis esai memiliki karakteristik dan gaya kepenulisannya masing-
masing, tetapi tidak lepas dari sistematika esai.
Berikut ini sistematika esai, yaitu:
1. Pendahuluan: berisi latar belakang, informasi, atau identifikasi dari
subyek atau obyek yang akan dibahas.
2. Tubuh esai: narasikan gagasan yang hendak disampaikan. Narasi tersebut
dapat disampaikan melalui sub topik atau penjelasan.
3.Kesimpulan: sebutkan ulang topik yang ingin disampaikan dengan ringkas
dilengkapi dengan hasil observasi, penilaian, atau sudut pandang penulis.
Sedangkan, kaidah kebahasaan esai adalah:
1. Menggunakan kalimat yang efektif dengan susunan SPOK (Subjek,
Predikat, Obyek, dan Keterangan) yang jelas.
2. Bahasa baku sesuai kaidah bahasa Indonesia dan Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD). Tujuannya agar esai dapat dibaca dan dipahami
banyak orang.
3. Pengungkapan ide atau gagasan disampaikan secara runtun dan logis.
Pola pikir penulis esai dapat ditengarai dari logis tidaknya sebuah tulisan.
4. Menghindari kalimat panjang bertele-tele. Gunakan kalimat pendek
dengan pemakaian kata seperlunya. Sehingga gagasan dapat dicerna
dengan baik oleh pembaca.
151
5. Menggunakan kata rujukan atau referensi.
Cara Penulisan Kritik yang Baik dan Benar
1) Menentukan tema atau topik yang akan ditulis atau dikritik
2) Mengumpulkan bahan-bahan referensi pendukung
3) Mengidentifikasi unsur-unsur yang mendukung dan kontra
4) Memilih unsur-unsur yang dapat mendukung tema
5) Memulai untuk menulis kritik
6) Membaca dan melakukan pengeditan ulang untuk revisi
7) Mengirimkan ke media massa cetak
Langkah-langkah membuat EsaI
1. Menentukan tema yang menarik.
2. Melakukan research ( Penelitian ) pengumpulan bahan
3. Membuat outline ( garis besar)
4. Memberikan judul dalam esai tersebut
5. Memulai untuk menulis esai
6. Memperhatikan pemilihan kata
152
Soal Pilihan Ganda
1. Apa yang dimaksud kritik sastra? untuk C. Bahasa baku sesuai EYD, gaya bahasa
A. Sebuah kajian. menekankan pada argumentasi dan
B. Ilmu pengetahuan. eksposisi, dilengkapi dengan referensi.
C. Karangan yang ditujukan D. Menggunakan Bahasa baku
menanggapi suatu hal E. Sesuai denan KBBI
D. Sebuah Penelitian 6. Apa saja langkah-langkah dalam
E. Sebuah Karya Sastra membuat esai?
A. Menentukan tema yang menarik -
2. Berikut yang merupakan sistematika Melakukan research ( Penelitian )
sastra, kecuali… pengumpulan bahan - Membuat outline (
A. Fabel garis besar) - Memberikan judul dalam esai
B. Interpretasi tersebut - Memulai untuk menulis esai -
C. Analisis Memperhatikan pemilihan kata.
D. Penelitian B. Pemilihan tema - pemberian judul.
E. Kajian C. Pemberian judul.
D. menyusun konsep
3. Berikut yang merupakan sistematika esai E. mencari topic
adalah…
A. Pendahuluan, latar belakang, isi. 7. Kritik dan esai dibedakan dalam dua hal,
B. Pendahuluan, tubuh esai, kesimpulan. yaitu…
C. Latar belakang, isi, kesimpulan. A. Judul dan bahasa.
D. Isi, Latar Belakang, Isi B. Berdasarkan pengetahuan yang
E. Latar belakang, isi, Pendahuluan disajikan dan berdasarkan pandangan
penulis.
4. Apakah yang dimaksud dengan SPOK? C. Gaya bahasa dan pandangan penulis.
A. Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan. D. Sudut pandang
B. Speaking, Predikat, Objek, dan E. Isi rangkuman
Keterangan.
C. Speaking, Place, Objek, dan Keterangan. 8. Objek kajian kritik adalah sebuah karya,
D. Subjek, Predikat sementara objek kajian esai adalah…
E. Objek, Predikat A. Fakta.
B. Gaya bahasa.
5. Berikut merupakan kaidah kebahasaan C. Karya atau fenomena.
kritik, kecuali… D. Opini
A. Menekankan pada detail, gaya bahasa E. Esai
bebas.
B. Gaya bahasa bebas, tidak dilengkapi 9. Apa yang dimaksud sinopsis?
referensi.
153
A. Judul. 14. Manakah yang merupakan langkah-
B. Ringkasan karya yang dibahas. langkah membuat esai?
C. Latar. A. Menentukan tema yang menarik -
D. Karya Melakukan research ( Penelitian )
E. Tulisan pengumpulan bahan - Membuat outline (
garis besar) - Memberikan judul dalam esai
10. Mengapa penulisan esai harus sesuai tersebut - Memulai untuk menulis esai
EYD? A. Memperhatikan pemilihan kata.
A. Agar terlihat gaul. B. Daftar isi
B. Agar keren. C. Penutupan
C. Agar esai dapat dibaca dan dipahami D. Kesimpulan
banyak orang. E. penutup
D. Agar indah
E. Mudah dilihat
11. Kritik menyajikan…
A. Data objektif.
B. Data proyek.
C. Tidak menyajikan apa-apa.
D. Data Wilayah
E. Karya
12. Apa yang dimaksud dalam
pendahuluan?
A. Isi dari suatu karangan.
B. berisi latar belakang, informasi, atau
identifikasi dari subyek atau obyek yang
akan dibahas.
C. Daftar isi.
D. sebuah penelitian
D. sesuatu yang akan dibahas
13. Mengapa dalam kaidah kebahasaan
esai menghindari kalimat panjang dan
bertele-tele?
A. Agar gaul saja.
B. Agar terkenal banyak orang.
C. gagasan dapat dicerna dengan baik oleh
pembaca.
D. Agar mudah dilihat
C. gagasan tidak dapat dicerna
154
Soal Esai
1. Hal apa yang diungkapkan dalam kutipan esai di bawah ini!
Beberapa tahun belakangan ini kesenjangan di Indonesia cenderung naik.
Kesenjangan tersebut terlihat dengan adanya berbagai perubahan di negeri
ini. Pertama, adanya peningkatan kesenjangan pemilikan lahan dalam
sektor pertanian. Kedua, adanya kesenjangan akses untuk bergabung dalam
aktivitas ekonomi sebagai sumber pendapatan. Misalnya saja di sektor
pertanian, banyak petani kecil yang merasa kesulitan untuk mendapatkan
kredit. Ketiga, adanya kesenjangan untuk mendapatkan akses pelayanan
dasar bagi masyarakat, contohnya seperti mendapatkan pendidikan dan
kesehatan.
2. Buatlah kalimat simpulan esai yang tepat dan sesuai dengan cuplikan esai
berrikut ini!
Pada periode awal kepenyairannya, Taufiq Ismail cenderung menekankan
citraan visual dalam menggabarkan pengalaman estetik yang dibentuk oleh
pengamatannya yang tajam terhadap momen-momen penting peristiwa
sejarah. Ia mendayagunakan kekuatan bahasa figurative (majas), puisi yang
efektif untuk membangun imajinatif pembaca. Sejak tahun 1970-an hingga
periode mutakhir kepenyairannya, sajak-sajak Taufiq cenderung “prosaik
naratif”. Ia menggunakan bahasa diskursif yang diselingi dengan permainan
kata yang indah dan memikat.
3. Apa saja yang termasuk prinsip-prinsip penulisan sebuah kritik sastra?
4. Jelaskan fungsi sebuah kritik!
5. Sebutkan jenis-jenis esai disertai penjelasannya secara ringkas!6)
Membaca dan melakukan pengeditan ulang untuk revisi
155
GLOSARIUM
Esai
karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut
pandang pribadi penulisnya
Kritik
kecaman atau tanggapan
Fiksi
cerita rekaan
Artikel
karya tulis lengkap
Editorial
Mengenai atau berhubungan dengan editor atau pengeditan
Novel
Karangan prosa yang Panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan
seseorang
Surat
Kertas dan sebagainya yang tertulis
Surat lamaran kerja: surat resmi yang dibuat dan kirimkan oleh seseorang
yang ingin bekerja di sebuah kantor
156
DAFTAR PUSTAKA
Hirata, Andrea. 2007. Laskar Pelangi. Yogyakarta: Bentang Pustaka. . 2006.
Sang Pemimpi. Yogyakarta: Bentang Pustaka.
Kosasih, Engkos. 2017. Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk
SMA/MA Kelas X kelompok Peminatan Bahasa dan Budaya. Jakarta: Erlangga.
Suherli, dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XII Edisi Revisi ke-2
Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud.
Wiyatmi. 2009. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
https://luthfan.com/resensi-novel-laskar-pelangi-dan-sang-pemimpi/
Anam, Atfalul dan Pujiati Suyata. 2014. Evaluasi Buku Teks Pelajaran Bahasa
Dan Sastra Indonesia Sma/Smk Berbasis Kurikulum 2013. Volume 2, Nomor
1
Maryanto,dkk. 2017. Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Untuk
SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Semester 2 Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.-- Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015 Dari
Internet: https://zuhriindonesia.blogspot.com/2019/09/soal-soal-teks-
editorial-atau-tajuk.html-adalah/
http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-alternatif-
pemecahan-masalah/
Ayu, Mita. 2017. Teks Editorial. Dari http://mithaa-
ayu.blogspot.com/2017/08/soal-dan- jawaban-teks-editorial-essay.html
Christy. 2017. Teks Editorial. Dari
http://heichristy.blogspot.com/2017/02/contoh-soal- tekseditorial.html
Kosasih, E. 2007. 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan Bahasa Indonesia
untuk SMA/MA. Bandung: Yrama Widya.
Suryaman, M., Suherli, & Istiqomah. 2018. Bahasa Indonesia untuk
SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
157