90 Dr. Gidion, M.Th D. ANALISA TEKS PB 1. peplhrw,kate th.n vIerousalh.m th/j didach/j u`mw/n( you have filled Jerusalem with your teaching (engkau dahulu pernah memenuhi Yerusalem dengan pengajaranmu) 2. o[ti h` avga,ph tou/ qeou/ evkke,cutai evn tai/j kardi,aij h`mw/n, because the love of God has been pored forth in our hearts (Rm. 5:5). 3. to.n kalo.n avgw/na hvgw,nismai( to.n dro,mon tete,leka( th.n pi,stint eth,phka, I have fought the good fight, I have finished the couse, I have kept the faith (2Tim. 4:7). E. LATIHAN 1. gegonate ta tekna tou qeou 2. ta gegrammena en tw| bibliw| tou nomoj estin agaqa 3. o profhtej euhggelissato legwn oti h basileia twn ouranwn hggiken 4. pepisteukamen kai egnwkamen oti su ei o agioj tou qeou 5. egw elhluqa en tw| onomati tou patroj mou kai umeij ou decesqe me 6. tauta eipen o Ihsouj proj touj pepisteukotaj eij auton 7. oi maqhtai bebaptismenoi suvhlton eij ton oikon 8. dia tou profhtou gegraptai oti o cristoj eleusetai en taij hmeraij tautaij
Yunani Dasar 91 BAB XIX PLUPERFEK INDIKATIF Tujuan Khusus 1. Setelah mempelajari bagian ini, anda diharapkan: 2. Mampu menjelaskan fungsi tenses Pluperfek aktif Pasive dan Midle indikatif 3. Mampu menejelaskan akhiran kata kerja Pluperfek aktif Pasive dan Midle indikatif 4. Mampu menganalisis dan menerjemahkan kata kerja Pluperfek Indikatif dalam teks PB Konsep-konsep Kunci 1. Tenses Pluperfek Aktif Indikatif 2. Tenses Pluperfek Pasive Indikatif 3. Tenses Pluperfek Midle Indikatif A. TENSES PLUPERFEK AKTIF INDIKATIF Berdasarkan time of action tenses Pluperfek menunjukkan kegiatan yang terjadi di masa lampau. Sedangkan berdasarkan kind of action (jenis kegiatan) tenses Pluperfek menunjukkan kegiatan complete action atau kegiatan yang terjadi sekali dan selesai, namun akibat dari kegiatan berlangsung hingga pada masa lampau. Secara mendasar tidak terdapat perbedaan antara tenses perfek dan pluperfek, perbedaan hanya terdapat pada perspektif waktu, dimana perfek menjelaskan suatu kegiatan di masa lampau yang akibatnya sampai pada masa present. Sedangkan pluperfek menegaskan akibat suatu kegiatan hingga pada masa lampau, atau tidak sampai pada masa present. Pluperfek merupakan kegiatan
92 Dr. Gidion, M.Th yang terjadi sekali dan selesai di masa lampau, namun tenses ini lebih menekankan pada akibat dari kegiatan yang telah selesai terjadi tersebut. Jadi fungsi tenses Pluperfek Aktif Indikatif adalah kegiatan yang sungguh-sungguh yang terjadi sekali dan selesai di masa lampau, yang akibat kegiatan tersebut masih berlangsung hingga pada masa lampau, dimana subjek berperan sebagai pelaku kata kerja. Numerik Person "awalan dan akhiran" PLUPERFEK AKTIF INDIKATIF Dalam penerjemahan menggunakan “Past Perfect Tenses” (S + had + V.3) Singular Org I e_e__kein Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “kein” (contoh: e + l + e + lu + kein = I had loosed). Akhiran merupakan penunjuk subjek. Org II e_e___keij Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “keij” (contoh: elelukeij = you had loosed). Org III e_e___kei Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “kei” (contoh: elelukei = he, she, it had loosed). Plural Org I e_e___keimen Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “keimen” (contoh: elelukeimen = we had loosed). Org II e_e___keite Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “keite” (contoh: elelukeite =you had loosed). Org III e_e___keisan Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “keisan” (contoh: elelukeisan = They had loosed). Contoh: 1. “Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan” (Mar 16:9 ITB) BYZ Ἀναστὰς δὲ πρωῒ πρώτῃ σαββάτου ἐφάνη πρῶτον Μαρίᾳ τῇ Μαγδαληνῇ, ἀφ᾽ ἧς ἐκβεβλήκει (Pluperfek Aktif Indikatif 3rd Singular) ἑπτὰ δαιμόνια. 2. “Kemah Kesaksian ada pada nenek moyang kita di padang gurun,
Yunani Dasar 93 seperti yang diperintahkan Allah kepada Musa untuk membuatnya menurut contoh yang telah dilihatnya” (Act 7:44 ITB) BYZ Ἡ σκηνὴ τοῦ μαρτυρίου ἦν τοῖς πατράσιν ἡμῶν ἐν τῇ ἐρήμῳ, καθὼς διετάξατο ὁ λαλῶν τῷ Μωσῇ, ποιῆσαι αὐτὴν κατὰ τὸν τύπον ὃν ἑωράκει (Pluperfek Aktif Indikatif 3rd Singular) 3. “Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan” (Mar 15:7 ITB) BYZ Ἦν δὲ ὁ λεγόμενος Βαραββᾶς μετὰ τῶν συστασιαστῶν δεδεμένος, οἵτινες ἐν τῇ στάσει φόνον πεποιήκεισαν (Pluperfek Aktif Indikatif 3rd Plural) B. TENSES PLUPERFEK PASIVE INDIKATIF Tenses Pluperfek PAsive Indikatif menunjukkan kegiatan kata kerja yang sungguh-sungguh yang terjadi sekali dan selesai di masa lampau, yang akibat kegiatan tersebut masih berlangsung hingga pada masa lampau, dimana subjek dikenai kegiatan kata kerja. Numerik Person "awalan dan akhiran" PLUPERFEK PASIVE INDIKATIF Dalam penerjemahan menggunakan (S + had + been + V.3) Singular Org I e_ e___mhn Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “mhn” (contoh: e + l + e + lu + mhn = I had been loosed). Akhiran merupakan penunjuk subjek. Org II e_ e___ so Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “so” (contoh: eleluso = you had been loosed). Org III e_ e___ to Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “to” (contoh: eleluto = he, she, it had been loosed).
94 Dr. Gidion, M.Th Plural Org I e_ e___ meqa Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “meqa” (contoh: elelumeqa = we had been loosed). Org II e_ e___ sqe Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “sqe” (contoh: elelusqe =you had been loosed). Org III e_ e___ nqo Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “nqo” (contoh: elelunqo = They had been loosed). Contoh: “ Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu” (Mat 7:25 ITB). BYZ καὶ κατέβη ἡ βροχὴ καὶ ἦλθον οἱ ποταμοὶ καὶ ἔπνευσαν οἱ ἄνεμοι, καὶ προσέπεσον τῇ οἰκίᾳ ἐκείνῃ, καὶ οὐκ ἔπεσεν· τεθεμελίωτο (Pluperfek Pasive Indikatif 3rd Singular) γὰρ ἐπὶ τὴν πέτραν. C. TENSES PLUPERFEK MIDLE INDIKATIF Tenses Pluperfek Midle Indikatif menunjukkan kegiatan kata kerja yang sungguh-sungguh yang terjadi sekali dan selesai di masa lampau, yang akibat kegiatan tersebut masih berlangsung hingga pada masa lampau, dimana subjek melakukan kegiatan kata kerja bagi dirinya sendiri. Numerik Person "awalan dan akhiran" PLUPERFEK MIDLE INDIKATIF Dalam penerjemahan menggunakan (S + had + V.3 + ourself) Singular Org I e_e__ mhn Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “mhn” (contoh: e + l + e + lu + mhn = I had loosed myself). Akhiran merupakan penunjuk subjek. Org II e_e__ so Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “so” (contoh: eleluso = you had loosed yourself). Org III e_e__ to Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “to” (contoh: eleluto = he, she, it had loosed himself/herself/itself).
Yunani Dasar 95 Plural Org I e_e__ meqa Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “meqa” (contoh: elelumeqa = we had loosed ourselves). Org II e_e__ sqe Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “sqe” (contoh: elelusqe =you had loosed yourselves). Org III e_e__ nqo Mendapat Augment (e) + huruf pertama direduplikasi + e + STEM + “nqo” (contoh: elelunqo = They had loosed themselves). Contoh: “Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orangorang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan” (Joh 9:22). BYZ Ταῦτα εἶπον οἱ γονεῖς αὐτοῦ, ὅτι ἐφοβοῦντο τοὺς Ἰουδαίους· ἤδη γὰρ συνετέθειντο (Pluperfek Midle Indikatif 3rd Plural) οἱ Ἰουδαῖοι, ἵνα ἐάν τις αὐτὸν ὁμολογήσῃ χριστόν, ἀποσυνάγωγος γένηται.
96 Dr. Gidion, M.Th BAB XX VARIAN TEKS Tujuan Khusus Setelah mempelajari bagian ini, anda diharapkan: 1. Mampu menjelaskan sejarah MT 2. Mampu menyebutkan keyakinan dasar MT 3. Mampu menjelaskan sejarah CT 4. Mampu menyebutkan keyakinan dasar CT 5. Mampu membedakan penggunaan MT dan CT Konsep Kunci 1. Sejarah Masoret Teks 2. Keyakinan dasar MT 3. Sejarah Critical Teks 4. Keyakinan dasar CT Periode transmisi Perjanjian Baru memakan waktu 1400 tahun. Ini dimulai dari pengumpulan (abad ke-1) sampai ditemukannya mesin cetak (abad ke-15). Sejarah penyalinan Perjanjian Baru dibagi ke dalam tiga periode, yaitu: a. Periode papyrus (abad ke-1 sampai abad ke-4). Terdapat 88 salinan yang masih tersimpan. b. Periode uncial (abad ke-4 sampai ke-9) Ditulis di Perkamen, dan terdapat 267 salinan yang masih tersimpan saat ini. c. Periode minuscule (abad ke-9 sampai ke 15). Dikenal dengan sebutan Manuscript, dan tersimpan 5000 Manuscript yang terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu: Bynzantine (Masoret Teks), dan Alexandrian (Critical Text)
Yunani Dasar 97 A. MASORET TEKS 1. Sejarah Masoret Teks Dari 88 salinan dalam bentuk Papyrus yang ditemukan pada abad 1-4, ditemukan bahwa 75 salinan dari 88 salinan tersebut sesuai dengan bentuk Masoret Teks. Dan setelah dikumpulkan 267 perkamen pada abad 4 – 9, maka ditemukan 258 salinan perkamen dari total 267 perkamen yang isinya sesuai dengan Masoret Teks. Tahun 1516 adalah tahun yang penting dalam sejarah iman Kristen, karena di tahun ini Desiderius Erasmus mengumpulkan manuskrip dari Byzantine type/ Majority Text menjadi satu Alkitab Perjanjian Baru bahasa Yunani yang kemudian disebut Textus Receptus yang dipakai secara umum oleh gereja-gereja di seluruh dunia. Dan bahkan melalui membaca Alkitab Textus Receptus ini Marthin Luther akhirnya bertobat, diselamatkan dan mengadakan reformasi Protestan pada 31 Oktober 1517. Beberapa versi Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang berdasarkan Masoret Text adalah Greek Orthodox Church New Testament (GOC), Revised Patriarchal Text Greek NT (RPT), Stephanus Robert Etienne’s 1550 New Testament (STE), dan Robinson Pierpont Majority Text (BYZ). Orang-orang yang kemudian ikut menerbitkan Alkitab ini antara lain Theodora Beza, Stephanus, dan Bonaventure dan Abraham Elzevir. Pada tahun 1611 Alkitab bahasa Yunani ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yaitu King James Version atau disebut juga Authorized Version (Terjemahan Berotoritas)/ AV 1611. 2. Keyakinan Dasar Masoret Teks Beberapa alasan mendasar kelompok Masoret Teks menggunakan teks ini adalah; a. Masoret Text telah diterima oleh gereja sebagai teks traditional. Gereja tradisional menolak Critical Text karena dianggap teks ini dihasilkan oleh golongan bidat Adoptionist (salah satu bentuk dari Gnosticism) pada abad ke-2 M.
98 Dr. Gidion, M.Th b. Masoret Text telah terbukti kebenarannya. Kurang lebih ada tiga puluh tujuh bukti sejarah yang menunjukkan bahwa MT dipakai oleh gereja Kristen, bermacam-macam denominasi, organisasi maupun dokumen-dokumen yang ada. Semuanya menerima bahwa MT adalah teks Yunani yang terpelihara oleh janji ilahi. B. CRITICAL TEKS 1. Sejarah Critical Teks Setelah 88 Papyrus ditemukan pada abad 1 - 4, dibuktikan bahwa terdapat 30 salinan Papyrus yang isinya sesuai dengan Critical Text. Dan berdasarkan pengamatan terhadap 267 Perkamen pada abad 4 – 9, terdapat 9 salinan Perkamen yang sesuai dengan Critical Text. Pada tahun 1825 – 1901 Brooke Foss Westcott dan Fenton Joh Antony Hort menerbitkan Alkitab berbahasa Yunani yang didasarkan pada Codex Alexandrian. Kitab ini kemudian familiar disebut dengan nama Critical Text. Wescott adalah seorang Bishop dari gereja Anglikan, sedangkan Hort adalah seorang Profesor ahli bahasa dari Cambridge University. Mereka dikenal sebagai pemimpin atau arsitek teori kritik teks (Textual Criticism) yang menghasikan suatu revisi terhadap Alkitab bahasa Yunani versi Masoret Teks. Alkitab Perjanjian Baru bahasa Yunani yang disebut Critical Text kemudian dicetak kembali Greek New Testament (GNT). Dan Alkitab dalam terjemahan bahasa Inggris yang mengacu pada Critical Text adalah English Revised Version (ERV) 1881,American Standard Version (ASV) 1900-1901,Revised Standard Version (RSV) 1952, New English Bible (NEB) 1970, New American Standard Bible (NASB) 1971, New International Version (NIV) 1978, New Revised Standard Version (NRSV) 1990. 2. Keyakinan Dasar Critical Teks Beberapa alasan mendasar kelompok Critical Teks menggunakan teks ini adalah;
Yunani Dasar 99 a. Meyakini bahwa codex Sinaiticus dan Vaticanus yang berasal dari abad ke-4 yang merupakan dasar Critical Text adalah manuscript yang paling tua. b. Menyerang Masoret Text dan mampu menghasilkan text revisi terhadap text MT. C. VARIAN TEXT Beberapa teks yang memiliki perbedaan varian: 1. GOC/RPT/STE Acts 9:21 Ἐξίσταντο δὲ πάντες οἱ ἀκούοντες καὶ ἔλεγον, Οὐχ οὗτός ἐστιν ὁ πορθήσας ἐν Ἱερουσαλὴμ τοὺς ἐπικαλουμένους τὸ ὄνομα τοῦτο, καὶ ὧδε εἰς τοῦτο ἐλήλυθεν ἵνα δεδεμένους αὐτοὺς ἀγάγῃ ἐπὶ τοὺς ἀρχιερεῖς; GNT Acts 9:21 ἐξίσταντο δὲ πάντες οἱ ἀκούοντες καὶ ἔλεγον, Οὐχ οὗτός ἐστιν ὁ πορθήσας εἰς Ἰερουσαλὴμ τοὺς ἐπικαλουμένους τὸ ὄνομα τοῦτο, καὶ ὧδε εἰς τοῦτο ἐληλύθει ἵνα δεδεμένους αὐτοὺς ἀγάγῃ ἐπὶ τοὺς ἀρχιερεῖς; 2. GOC/RPT/STE/BYZ Romans 8:1 Οὐδὲν ἄρα νῦν κατάκριμα τοῖς ἐν χριστῷ Ἰησοῦ, μὴ κατὰ σάρκα περιπατοῦσιν, ἀλλὰ κατὰ πνεῦμα. GNT Romans 8:1 Οὐδὲν ἄρα νῦν κατάκριμα τοῖς ἐν Χριστῷ Ἰησοῦ· 3. GOC/RPT/STE Acts 8:37 εἶπε δὲ ὁ Φίλιππος· εἰ πιστεύεις ἐξ ὅλης τῆς καρδίας, ἔξεστιν ἀποκριθεὶς δὲ εἶπε· πιστεύω τὸν υἱὸν τοῦ Θεοῦ εἶναι τὸν Ἰησοῦν Χριστόν GNT Acts 8:37 (kosong) 4. GOC/RPT/STE 1 John 5:7 ὅτι τρεῖς εἰσιν οἱ μαρτυροῦντες ἐν τῷ οὐρανῷ, ὁ Πατήρ, ὁ Λόγος καὶ τὸ Ἅγιον Πνεῦμα, καὶ οὗτοι οἱ τρεῖς ἕν εἰσι· GNT 1 John 5:7 ὅτι τρεῖς εἰσιν οἱ μαρτυροῦντες, 5. Yoh. 6:69 dalam MT menyebut Yesus secara jelas sebagai Kristus atau Mesias anak Allah yang hidup sedangkan CT tidak (disebut lemah dalam hal Kristology). GOC/RPT/STE/BYZ John6:69καὶἡμεῖς πεπιστεύκαμεν καὶ ἐγνώκαμεν ὅτι σὺ εἶ ὁ Χριστὸς ὁ υἱὸς τοῦ Θεοῦ τοῦ ζῶντος GNT John 6:69 καὶ ἡμεῖς πεπιστεύκαμεν καὶ ἐγνώκαμεν ὅτι σὺ εἶ ὁ ἅγιος τοῦ θεοῦ.
100 Dr. Gidion, M.Th BAB XXI FUNGSI CASE LANJUTAN KATA BENDA Tujuan Khusus 1. Setelah mempelajari bagian ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan fungsi case kata benda lanjutan (Nominatif, Genetif, Ablatif, Datif Locatif, dan Instrumen). 2. Dapat menganalisa fungsi-fungsi case kata benda pada teks Perjanjian Baru. Kosep-konsep Kunci 1. Fungsi Case Nominatif 2. Fungsi Case Genetif 3. Fungsi Case Ablatif 4. Fungsi Case Datif 5. Fungsi Case Locatif 6. Fungsi Case Instrument 7. Fungsi Case Akusatif Rangkuman penggunaan case dalam kata benda dalam tata bahasa Yunani: 1. Case Nominatif a. Menunjukkan “subjek” b. Mengidentifikasikan nomina preddikatif (kamu adalah saksi; 1 Tes. 2:10) c. Menunjukkan fungsi aposisi; menjelaskan kata sebelumnya (raja [yang adalah] Herodes; Mat. 2:3)
Yunani Dasar 101 2. Case Genetif a. Menjelaskan kepunyaan (perahu Simon; Luk. 5:3) b. Memberi deskripsi (mammon yang tidak jujur; Luk. 16:9) c. Berfungsi aposisi (bait Allah adalah tubuhnya sendiri; Yoh. 2:21) d. Ketika bersanding dengan kata kerja menggambarkan tindakan yang tersirat e. Genetif subjektif; melaksanakan tindakan tersirat (keinginan daging [yang daging ingini] 1 Yoh.2:16) f. Genetif objektif; menerima tindakan yang tersirat (hujat terhadap Roh Kudus [mereka menghujat Roh Kudus] Mat. 12:31) g. Menggambarkan perbandingan (lebih tinggi [daripada] tuannya Yoh. 13:16) h. Memberikan keterangan kepada kata kerja • Keterangan waktu (ia datang pada waktu malam— Yoh. 3:2) • Keterangan tempat (mencelupkan ujung jarinya ke dalam air—Luk. 16:24) • Keterangan rujukan/ acuan (hatinya yang jahat yaitu yang tidak percaya—Ibr.3:12) 3. Case Ablatif a. Menjelaskan asal/ sumber (kekuatan yang berasal dari Allah—2 Kor. 4:7) b. Menggambarkan pemisahan (tidak termasuk kewargaan Israel—Efs.2:12) 4. Case Datif a. Objek tidak langsung (segala utangku [kepada tuan] akan kulunaskan—Mat. 18:26) b. Menjelaskan kelebihan/ kekurangan (harta untuk dirimu— Mat. 6:19; kamu bersaksi melawan dirimu sendiri—Mar. 23:31)
102 Dr. Gidion, M.Th c. Memberi keterangan kepada kata kerja • Keterangan rujukan/ acuan (kita telah mati bagi dosa— Rm. 6:2) • Keterangan penyebab (dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut—Ibr. 2:15) • Keterangan hubungan (ia mengadukan Israel kepada Allah—Rom. 11:2) 5. Case Locatif a. Menjelaskan tempat b. Menjelaskan ruang lingkup (diperkuat dalam imannya— Rom. 4:20) c. Menjelaskan waktu (pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan— Mat. 20:19) 6. Case Instrumental a. Menjelaskan saran/ alat (dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu—Mat. 8:16) b. Menjelaskan cara (bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung—1 Kor. 11:5) 7. Case Akusatif a. Objek langsung (aku mengatakan kebenaran—Yoh. 8:46) b. Subjek dari infinitive (adalah niscaya bagi anak manusia untuk ditinggikan—Yoh. 3:14) c. Memberi keterangan pada kata kerja: • Keterangan ukuran; berapa jauh (menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya—Luk. 22:41) • Keterangan cara; bagaimana (kamu telah memperolehnya dengan Cuma-Cuma, karena itu berikanlah pula dengan Cuma-Cuma—Mat. 10:8) 8. Vokatif Menunjukkan ‘panggilan’, misalnya; anqrwpe hai manusia’. Contoh: kurie tou ouravou kai thj ghj (Tuhan langit dan bumi).
Yunani Dasar 103 BAB XXII KATA BENDA DEKLENSI III Deklensi adalah system perubahan pada kata benda Yunani. Dalam tata bahasa Yunani, kata benda memiliki 3 Deklensi yaitu; “Deklensi Pertama” yang system perubahan akhirannya lebih banyak berbunyi vokal “a” dan “e”. “Deklesi Kedua” yang system perubahan akhirannnya lebih banyak berbunyi vokal “o”. Sedangkan “Deklensi Ketiga” system perubahan lebih dipengaruhi oleh bunyi kata dasarnya. Kosakata benda bahasa Yunani terbanyak adalah pada Deklensi Kedua. Stem kata benda Deklensi Ketiga tidak ditemukan dari bentuk Nominatif melainkan dari bentuk Genetif. Jadi pada kamus bahasa Yunani, kata benda Deklensi Ketiga hanya ditemukan dalam bentuk case Genetif, oleh sebab itu perlu untuk terlebih dahulu menemukan stem kata benda. Stem kata benda Deklensi Ketiga adalah dengan membuang akhiran -oj dari kata dasar dalam bentuk Genetif. CASE Singular Plural Maskulin Feminin Neuter Maskulin Feminin Neuter Nominatif -j (none) -j (none) none -ej -ej -a Genetif -oj -oj -oj -wn -wn -wn Ablatif -oj -oj -oj -wn -wn -wn Datif -i -i -i -si -si -si Locatif -i -i -i -si -si -si Instrumen -i -i -i -si -si -si Akusatif -n atau -a -n atau -a -n atau -a -aj -aj -a
104 Dr. Gidion, M.Th BAB XXIII KATA-KATA PENTING A. KATA GANTI PENGHUBUNG Dalam kalimat bahasa Indonesia, kata penghubung yang menghubungkan antara induk kalimat dengan anak kalimat adalah kata “yang”. Demikian juga dalam bahasa Yunani, hubungan antara induk kalimat dengan banyak anak kalimat menggunakan kata ganti penghubung “yang”, dimana kata “yang” memberi tambahan informasi mengenai kata benda dalam induk kalimat. Adapun kata ganti penghubung adalah: Case Singular Plural Maskulin Feminim Neuter Maskulin Feminim Neuter Nom o[j h[ o[ oi[ ai[ a[ Gen/Abl ou- h-j ou- w-n w-n w-n D/L/I w-| h-| w|[ oi-j ai-j oi-j Acc o[n h[n o[ ou]j a[j a[ Contoh: 1. Nominatif; outoj o anqrwpoj oj thn basileian qeou khrussei (orang inilah yang memberitakan kerajaan Allah itu) 2. Genetif; outoj o anqrwpoj ou ton patera blepw (Orang inilah yang ayahnya saya lihat). B. KALIMAT PENYANGKALAN Yang dimaksud kalimat penyangkalan (negasi) adalah kalimat yang pernyataanya berlawanan dengan makna sebelumnya. Kalimat penyangkalan biasanya hanya membutuhkan kata “tidak” atau “bukan” untuk menyangkal pernyataan sebelumnya. Dalam bahasa Yunani kata
Yunani Dasar 105 yang digunakan untuk menyatakan makna penyangkalan adalah “ouv( ouvk ouvc” Dan juga kata mh perhatikan ketentuan penggunaannya: 1. “ouv( ouvk ouvc” Digunakan dalam penyangkalan kalimat-kalimat dalam mood indikatif. umeij ou pisteuete (PAI 2nd PI) moi. (kamu tidak percaya kepada aku) “mh” digunakan dalam penyangkalan kalimat-kalimat dalam mood indikatif mh panti pneumatic pisteuete (PAImperatif 2nd PI) (janganlah percaya kepada setiap roh) 2. Kalimat pertanyaan penyangkalan disesuaikan dengan jawaban yang dinantikan. Jika jawaban yang dinantikan adalah “ya”, maka pertanyaan penyangkalannya dengan ou, sedangkan jika jawaban yang dinantikan adalah “tidak” maka pertanyaan penyangkalannya dengan mh. mh. kata, a;nqrwpon tau/ta lalw/ h; kai. ov no,moj tau/ ta ouv le,gei (1 Kor. 9:8); apakah aku membicarakan ini menurut manusia (tidak; dengan kata tanya mh), atau bukankah juga berkata demikian? (ya; dengan kata tanya ou) C. KATA BENDA CAMPUR (MASKULIN FEMINIME) Dalam pembahasan sebelumnya kit amengenal adanya kata benda bergender maskulin dengan akhiranfeminime dalam deklensi satu. Selain itu ada juga kata benda feminime yang memiliki akhiiran maskulin dengan definitif artikel feminim. Kata Benda Feminim DA + Kata Benda Arti h bibloj Buku h nosoj Sakit h odoj Jalan h parqenoj Perempuan h sukaminoj Pohon ara h ampeloj Pokok anggur
106 Dr. Gidion, M.Th D. KATA SIFAT pas( pasa( pan Dalam bentuk singular umumnya diterjemahkan “setiap”, sedangkan dalam bentuk plural diterjemahkan “seluruh/ semua”. CASE MASKULIN FEMINIM NEUTER Nom_Sing paj pasja pan G/A pantoj pashj pantoj D/L/I panti pash panti Acc panta pasan pan Nom_Plur pantej pasai panta G/A pantwn paswn pantwn D/L/I pasin pasaij pasin Acc pantaj pasaj panta 1. Tanpa Artikel paj anqrwpoj (setiap orang; Yoh. 2:10) pan oroj (setiap gunung; Luk. 3:5) pasa sarx (setiap daging; Luk. 3:6) Digunakan secara absolute tanpa ertikel: Pantej gar hmarton (karena semua orang telah berdosa; Rom. 3:23) 2. Di antara artikel dan kata benda, maka paj diterjemahkan “seluruh”. o paj nomoj keseluruhan hukum (Gal. 5:14) ai pasai yucai seluruh jiwa/ manusia (Kis.27:37) 3. Tata kalimat Predikatif Pada penempatan predikatif, biasanya sebelum kata benda dengan artikel, berarti “seluruh” dalam plural “semua”. pas o kosmoj seluruh bumi (Rom. 3:19) pasa h ktisij seluruh ciptaan (Rom. 8:22) pan to swma seluruh tubuh (Ef. 4:16)
Yunani Dasar 107 pasai ai geneai semua generasi (Luk. 1:48) Digunakan secara absolut dengan artikel: Ta panta ina plhwsh| ta panta keseluruhan dari semua yang ada supaya dia memenuhi alam semesta (Ef. 4:10). E. KEKHUSUSAN KATA SAMBUNG “DAN” 1. Kata sambung kai Biasanya digunakan untuk menghubungkan dua bagian (frasa atau istilah) yang seimbang. 2. Kata sambung te Biasanya digunakan untuk menghubungkan keseluruhan kalimat (bukan frasa atau istilah), digunakan untuk menghubungkan keseluruhan kalimat-kalimat. kai. pollw/| plei,ouj evpi,steusan dia. to.n lo,gon auvtou/( th|/ te gunaiki. e;legon o[ti))))(dan masih banyak lagi orang yang percaya karena perkataannya, dan wanita itu berkata kepada mereka…. Yoh. 4:41-42) 3. “baik ini maupun itu” Jika dalam kalimat kata kai digunakan lebih dari satu kali (kai… kai….), maka hal ini dapat diartikan “baik ini maupun itu” atau “di satu sisi….di sisi lain”. Memish,kasin kai. evpi,steusan dia. to.n pate,ra mou (mereka membenci baik kepada aku maupun kepada bapaku; Yoh. 15:24) Jika dalam kalimat ada kombinasi antara te dan kai $te kai% dapat diartikan ‘baik ini maupun itu’. Contoh sunh,gagon pa,ntaj ou;j eu=ron( ponhrou,j te kai. avgaqou,j (mereka menghimpunkan semua yang mereka temukan, baik orang jahat maupun baik; Mat. 22:10). 4. Kata sambung “men”
108 Dr. Gidion, M.Th Pada bahasa Yunani klasik kata sambung “men ; sesungguhnya, memang” sangat sering digunakan. Kata sambung ini biasanya dikombinasikan dengan “de” yang berarti “memang……tetapi”, “di satu sisi…..di sisi lain”, atau “pertama…..kedua”. evgw me.n u`ma/j bapti,zw evn u[dati eivj meta,voian ov de, ovpi,sw mou evrco,menoj (Memang aku membaptis kalian dengan air dalam pertobatan tetapi dia yang datang setelah aku; Mat. 3:11). Kata sambung “men” Juga sering ditemukan berdiri sendiri, namun dalam kasus seperti ini biasanya kata ini tidak diterjemahkan.
Yunani Dasar 109 DAFTAR PUSTAKA Ferdinan K. Suawa, Memahami Gramatika Dasar Bahasa Yunani Koine. Bandung: Kalam Hidup. Lynne Newell, Bahasa Yunani Koine. Malang: SAAT. Ruth Schafer, Belajar Bahasa Yunani Koine. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Ray Summers, Essentials Of New Testament Greek. Nashville, Broadman Press. Aland Kurt, The Greek New Testament. Stuggart: UBS. B. F. Drewes, dan Wilfred, Haubeck, Kunci Bahasa Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Sakae Kubo, A Reader Greek English Lexicon of The New Testament. Grand Rapids: Andrew Newman, Barclay, Kamus Yunani. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Stephen W Paine, Beginning Greek: A Functional Approach. New York: TT J. W, Wenham, Bahasa Yunani Koine. Malang: SAAT
110 Dr. Gidion, M.Th Biografi Penulis Dr. Gidion, M.Th menyelesaikan pedidikan S1 di Institut Teologi dan Keguruan Indonesia Jakarta tahun 2008, dan menyelesaikan pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia Semarang pada tahun 2011. Dan telah menyelesaikan program Doctoral di STT Kadesi Yogyakarta pada tahun 2016. Penulis adalah dosen bahasa Yunani, Exegese PB, dan Teologi BIBLIKA dalam program S1 dan S2. Penulis aktif dalam kegiatan-kegiatan penelitian biblika, dan merupakan pengelola jurnal “SHIFKEY” dan “Journal Theological of Student”. Saat ini beliau adalah kepala Penelitian Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (P3M) di STT Kristus Alfa Omega.