The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Disya Wan, 2020-11-13 05:39:26

Irigasi dan Bangunan Air

IRIGASIDANBANGUNANAIRrev

193

= 39,94 ≅ 40

Atau, 1 hari dan 16 jam.

TABEL PEMBERIAN AIR

CONTINOUS ROTASI SUB ROTASI SUB ROTASI SUB
TERSIER I TERSIER II TERSIER III
FLOW Q = 25%-50% Q < 25% Qmaks
Q = 50%-75%
Q = 75%-100% Qmaks Qmaks
PETAK PETAK
HARI Qmaks
JAM YG JAM YG
PETAK DIAIRI DIAIRI PETAK
YG
JAM YG 06.00 06.00 JAM
DIAIRI
DIAIRI a+c+d b+d 06.00
18.00 c
SENIN 06.00 19.00 14.00

SELASA

RABU b

KAMIS 10.00

JUMAT a

SABTU a+b+d a+c 14.00 d
c
MINGGU

SENIN a+b+c+d 11.00 06.00 06.00
18.00
SELASA

RABU b+c+d b+d 10.00 b

KAMIS

JUMAT 17.00 14.00 c

SABTU 14.00

MINGGU a+b+c a+c d

SENIN 06.00 06.00 06.00 06.00

TIPE ROTASI ROTASI SUB TERSIER 1
No Q ( % )
50 %- 75 %

Jam Petak yang diairi

1 Senin 24 06.00 Petak Sub Tersier
2 Selasa 06.00 A, B, dan C
3 Rabu
4 Kamis 24 06.00 18
24 06.00

24.00

5 Jum'at 24 06.00 6
6 Sabtu 4
7 Minggu 24 06.00 Petak Sub Tersier
8 Senin 06.00 A, B, dan D
24 06.00

10.00

9 Selasa 06.00 20 Petak Sub Tersier
10 Rabu 24 06.00 9 B,C, dan D
11 Kamis 24 06.00

15.00

12 Jum'at 24 06.00 15
13 Sabtu 06.00
14 Minggu Petak Sub Tersier
15 Senin 24 06.00 A, C, dan D
24 06.00

KAPASITAS RENCANA

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

194

Kebutuhan air maksimum ditentukan: 1,4 l/dt/ha. Perhitungan pemberian air bila:

• Q = 100% Qmaks

Sub tersier a = 51,15 × 1,4 = 71,61 l/dt
Sub tersier b = 39,65 × 1,4 = 55,51 l/dt
Sub tersier c = 35,42 × 1,4 = 49,60 l/dt
Sub tersier d = 39,36 × 1,4 = 55,10 l/dt

Jumlah = 231,82 l/dt
• Q = 75% Qmaks

Perhitungan didasarkan pada pembagian air Rotasi Sub Tersier I (satu sub tersier
tak diairi, tiga sub tersier diairi).
Q = 75% × 231,82 l/dt = 173,82 l/dt
a. Sub tersier a+b+c = 126,22 ha

b. Sub tersier a+b+d = 130,16 ha

c. Sub tersier a+c+d = 125,93 ha

d. Sub tersier b+c+d = 114,43 ha

Pemberian air untuk:

1. Sub tersier a+b+c 51,15
2. Sub tersier a+b+d = 126,22 × 173,82 = 70,46 /

39,65
= 126,22 × 173,82 = 54,62 /

35,42
= 126,22 × 173,82 = 48,79 /

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

195

51,15
= 130,16 × 173,82 = 68,32 /

39,65
= 130,16 × 173,82 = 52,97 /

39,36
= 130,16 × 173,82 = 52,58 /
3. Sub tersier a+c+d

51,15
= 125,93 × 173,82 = 70,62 /

35,42
= 125,93 × 173,82 = 48,92 /

39,36
= 125,93 × 173,82 = 54,34 /
4. Sub tersier b+c+d

39,65
= 114,43 × 173,82 = 60,23 /

35,42
= 114,43 × 173,82 = 53,83 /

39,36
= 114,43 × 173,82 = 52,58 /

• Q = 50% Qmaks

Perhitungan didasarkan pada pembagian air Rotasi Sub Tersier II (dua sub tersier
tak diairi, dua sub tersier diairi).
Q = 50% × 231,82 l/dt = 115,91 l/dt
a. Sub tersier a+c = 86,57 ha

b. Sub tersier b+d = 79,01 ha

Pemberian air untuk:

1. Sub tersier a+c 51,15
2. Sub tersier b+d = 86,57 × 115,91 = 68,49 /

35,42
= 86,57 × 115,91 = 47,42 /

39,65
= 79,01 × 115,91 = 58,17 /

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

196

39,36
= 79,01 × 115,91 = 57,74 /

• Q = 25% Qmaks

Perhitungan didasarkan pada pembagian air Rotasi Sub Tersier III (tiga sub tersier
tak diairi, satu sub tersier diairi).
Q = 25% × 231,82 l/dt = 57,96 l/dt

Air sebanyak 57,96 l/dt tidak mungkin dapat dibagikan secara proporsional dalam
waktu yang bersamaan maka seluruhnya diberikan kepada satu petak sub tersier
saja secara bergiliran.

Hasil perhitungan di atas dibuat tabel sebagai berikut:

PETAK SUB LUAS (ha) Q (l/dt)
TERSIER
a 51,15 100% 75% 50% 25%
b 36,65 71,61 57,96
c 35,42 55,51 70,62 68,49 57,96
d 39,36 49,60 57,96
JUMLAH 165,58 55,10 60,23 58,17 57,96
231,82 57,96
53,83 47,42

59,80 57,74

173,87 115,91

Berdasarkan tabel di atas, dibuat tabel kapasitas rencana saluran tersier, sub tersier, dan
kuarter sebagai berikut:

SALURAN LUAS 100% Q (l/dt) 25% KAPASITAS
(ha) 75% 50% RENCANA
13,65
a3 12.050 16,87 16,63 16,13 22,55 (l/dt)
26,64 36,20 17
a4 19.900 27,86 27,47 42,77 10,88 28
c2 – Q3 31.950 44,73 44,10 12,85 10,88 45
12,85 57,96 15
a1 9.600 13,44 13,25 68,47 28,98 15
29,08 57,96 72
a2 9.600 13,44 13,25 58,16 24,63 31
T1 – Q2 51.150 71,61 70,60 24,53 26,88 61
26,78 6,44 26
b1 = b2 19.825 27,76 30,12 6,42 57,96 28
T1 – Q1 39.650 55,51 60,24 57,73 17,22 15
14,09 20,37 60
d1 16.725 23,42 25,41 16,67 57,96 18
47,93 57,96 21
d2 18.255 25,56 27,73 129,16 58
57,96 125
d3 4.375 6,12 6,65 115,91
T2 – Q5 39.355 55,10 59,79 232

c1 10.525 14,74 15,99

c2 = c3 12.450 17,43 18,91
T2 – Q4 35.425 49,60 53,81
T1 – T2 74,760 124,70 113,60
TG Ka1 –
165.580 231,82 173,87
T1

TABEL DIMENSI SALURAN PEMBAWA

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

NO. SALURAN Q (l/dt) b = h (m) v (m/dt) i 197
17 0,20 0,21 0,00054 t
1 a3 28 0,25 0,22 0,00044
45 0,30 0,25 0,00042 1:1
2 a4 15 0,20 0,20 0,00050
3 c2 – Q3 15 0,20 0,20 0,00050
72 0,55 0,29 0,00052
4 a1 31 0,25 0,22 0,00044
31 0,25 0,22 0,00044
5 a2 61 0,35 0,23 0,00030
6 T1 – Q2 26 0,25 0,22 0,00030
28 0,25 0,22 0,00038
7 b1 15 0,20 0,20 0,00050
60 0,35 0,23 0,00064
8 b2 18 0,20 0,20 0,00050
9 T1 – Q1 21 0,20 0,20 0,00060
21 0,20 0,20 0,00060
10 d1 58 0,30 0,23 0,00058
125 0,50 0,21 0,00016
11 d2 232 0,60 0,32 0,00028

12 d3
13 T2 – Q5

14 c1

15 c2

16 c3
17 T2 – Q4
18 T1 – T2
19 TG Ka1 – T1

Suatu petak tersier dibagi 3 (empat) sub tersier, masing-masing:

- Sub tersier a
- Sub tersier b
- Sub tersier c

Diusahakan agar masing-masing petak sub tersier luasnya sama atau hampir sama.

Cara pembagian air dibedakan 3 (tiga) keadaan yaitu:

a. Pemberian air terus-menerus (continous flow) dilaksanakan apabila debit air Q ≥
65% Qmaks. Apabila debit air Q < 65% Qmaks, pemberian air dilaksanakan bergiliran
(rotasi).

b. Rotasi Sub Tersier I
Satu sub tersier tak diairi, dua sub tersier lainnya diairi. Dilaksanakan bila Q =
(30%-65%) Qmaks. Pemberian air terbagi menjadi 3 (tiga) periode untuk waktu 14
hari atau 336 jam.

Periode I: c tidak diairi, a dan b diairi. Lama pemberian air:
+ 336

+ + × 2
Periode II: b tidak diairi, a dan c diairi. Lama pemberian air:

+ 336
+ + × 2
Periode III: a tidak diairi, b dan c diairi. Lama pemberian air:

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

198

+ 336
+ + × 2

c. Rotasi Sub Tersier II

Dua sub tersier tak diairi, satu sub tersier lainnya diairi. Dilaksanakan bila Q < 30%
Qmaks. pemberian air terbagi menjadi 3 (tiga) periode untuk waktu satu minggu atau
168 jam.

Periode I: b dan c tidak diairi, a diairi. Lama pemberian air:


+ + × 168
Periode II: a dan c tidak diairi, b diairi. Lama pemberian air:


+ + × 168
Periode III: a dan b tidak diairi, c diairi. Lama pemberian air:


+ + × 168
Berdasarkan hasil perhitungan lamanya pemberian air pada masing-masing sub tersier di

atas, maka dapat disusun suatu tabel rotasi pemberian air sebagai berikut:

CONTINOUS ROTASI SUB ROTASI SUB
TERSIER I TERSIER II
FLOW Q = 30% Qmaks
Q = 30%-65%
Q = 65%-100% Qmaks
PETAK
HARI Qmaks
JAM YG
SENIN PETAK DIAIRI PETAK
SELASA YG
RABU JAM YG 06.00 JAM
KAMIS 06.00 DIAIRI
JUMAT DIAIRI a+b
SABTU ...* a
MINGGU 06.00 ...*
SENIN
SELASA b
RABU ...*
KAMIS
JUMAT a+b+c a+c c
SABTU ...*
MINGGU ...* a
SENIN b+c ...* b
...* c
06.00 06.00 06.00

*) ditentukan dari hasil perhitungan.

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

199

DAFTAR PUSTAKA

Anggrahini. (1991). Hidrolika Saluran Terbuka. Surabaya: Erlangga.
Chow, V.T. (1985). Open Channel Hydraulics (Versi Bahasa Indonesia). Jakarta: Erlangga.
Mawardi, E., Memed, M. (1985). Desain Hidraulik Bendung Tetap. Bandung: Alfa Beta.
Politeknik Bandung. (2010). Modul Kuliah Bangunan Air. Bandung.
Soesanto, S. R. (2008). Modul Irigasi. Surabaya.
Sosrodarsono, S., Takeda, K. (1977). Bendungan Type Urugan. Jakarta: PT Pradnya Paramita.
Standard Perencanaan Irigasi Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (1986). Kriteria

Perencanaan (KP) 01 Bagian Jaringan Irigasi. Jakarta.
Standard Perencanaan Irigasi Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (1986). Kriteria

Perencanaan (KP) 02 Bagian Bangunan Utama. Jakarta.
Standard Perencanaan Irigasi Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (1986). Kriteria

Perencanaan (KP) 03 Bagian Saluran. Jakarta.
Standard Perencanaan Irigasi Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (1986). Kriteria

Perencanaan (KP) 04 Bagian Bangunan. Jakarta.
Standard Perencanaan Irigasi Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (1986). Kriteria

Perencanaan (KP) 05 Bagian Petak Tersier. Jakarta.
Standard Perencanaan Irigasi Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (1986). Kriteria

Perencanaan (KP) 06 Bagian Parameter Bangunan. Jakarta.
Standard Perencanaan Irigasi Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (1986). Kriteria

Perencanaan (KP) 07 Bagian Standar Penggambaran. Jakarta.
United States Department of the Interior, Bureau of Reclamation. (1987). Design of Small Dam.

Washington DC: A Wter Resources Technical Publication.

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

200

LAMPIRAN

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

201

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

202

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

203

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

204

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

205

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

206

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

207

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

208

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

209

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

210

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

211

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

212

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

213

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

214

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

215

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

216

Irigasi dan Bangunan Air (RC18-4603)
Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai
Departemen Teknik Sipil FTSLK-ITS

View publication stats


Click to View FlipBook Version