Surat Terbuka96KKeeyyrreenn AAnnggeelliikkaa WWiibboowwoo--VVIIII BB
Surat Terbuka97IIggnnaattiiaa EEvveellyynn--VVIIII
Surat Terbuka98CChhrriissttaabbeell --VVIIIIII BB
Surat Terbuka99BB.. AAllyycciiaa VVeelloovvee RR.. CC..--VVIIIIII AA
Kegiatan Selama PesantrenKilat100Kegiatan keagamaan di sekolah dilaksanakan denganmenyesuaikan keyakinan masing-masing siswa. Bagi siswaberagama Islam, kegiatan yang dilaksanakan adalah pesantrenkilat. Kegiatan ini diawali dengan pembiasaan pembacaan AlQur’an pada pagi hari. Selanjutnya, pada jam pelajaran pertamasiswa menerima materi keagamaan, kemudian pada jamberikutnya dilanjutkan dengan kegiatan praktik atau aktivitaspendukung lainnya. Selama kegiatan berlangsung, siswa jugamelaksanakan salat Duha dan salat Dzuhur berjamaah.Sementara itu, siswa non-Muslim mengikuti kegiatan yangdilaksanakan di ruang pertemuan. Kegiatan ini berisi renungandan persekutuan yang dikemas secara interaktif, sepertipermainan, persembahan pujian, penampilan drama, doabersama, sesi berbagi (sharing), serta worship untukmemperdalam nilai-nilai spiritual dan mempererat kebersamaanantar siswa.Adapun bagi siswa beragama Hindu, kegiatan yangdilaksanakan setiap hari Senin meliputi Puja Tri Sandya, JapaSiva Puja, literasi kitab suci Bhagavad Gita, menonton filmkisah Mahabharata, serta refleksi bersama. Pada hari-harilainnya, siswa Hindu melaksanakan kegiatan literasi kitab sucisecara mandiri di perpustakaan.
Poster88EE:: CChheelliiccaa,, IIssttiiqqoommaahh,, LLeeoo,, VViinnnnoo 101
Cerita PendekHarmoni Cahaya dan Bayangan102Oleh: Ryamishka Cyandridha Hamim (VIII D)Malam itu tidak seperti biasanya. Ketegangan bisa dirasakandi udara. Keadaan masyarakat Olinn sedang tidak stabil. Terjadiperdebatan antara dua kaum yang berbeda. Tiba seorangwanita paruh baya yang dikelilingi penjaga. Wanita ituberpakaian elegan, seperti tingkah lakunya. Wajah wanita itutenang, yang membuatnya kontras dengan pria yang sedangduduk di singgasana emas. Putri dari raja itu duduk disebelahnya. Seorang pria muda mengeluarkan kertas dari tasnya, dan maju ke depan agar kata-kata nya bisa terdengar jelasoleh sang raja dan gadis muda di sebelahnya.“Saya menyampaikan kalimat-kalimat berikut ini atas utusandari pemimpin kami, Ratu Lunareth.” Sang pembicara menariknafas.“Sesuai dengan apa yang tercantum pada naskah kunoEclipse, dikatakan bahwa setiap 30 abad–yaitu besok–akanterjadi Konvergensi Agung, dimana bulan dan matahari akanmenjadi satu kesatuan. Pada momen sakral itu, dinyatakanbahwa kedua kaum–Lunareth dan Solmara–harusmelaksanakan ritual masing-masing. Akan tetapi-\"Raja Solmara memotong kalimatnya.“Saya nyatakan bahwawarga Olinn yang merupakan bagian dari kaum Solmara akantetap melaksanakan ritualnya. Kaum Lunareth dipersilahkanuntuk ikut atau tidak mengikuti, namun tidak diperbolehkanuntuk melaksanakan ritualnya di area ritual.”Lunareth dan Solmara memang sudah biasa melakukan ritualmereka secara berdampingan. Area ritual yang merekagunakan sama, hanya waktunya saja. Tidak pernah timbulkonflik apapun, karena kedua kaum tersebut tidak pernahmelakukan ritual mereka di saat yang bersamaan.
103Ratu Lunareth mulai berbicara. Emosinya terdengar jelas darinada bicaranya.“Itu tidak adil, semua warga Olinn juga berhakuntuk menjalankan ritual mereka masing-masing. Janganbertindak semena-mena.” Mereka mulai berdebat.“Oh tapi itu adil, kan? Mayoritas warga Olinn adalah kaum surya,jadi kami tetap menang.”“Tapi tidak semua warga Olinn kaum surya. Kami bukan bagiandari kalian!”“Wah, anda mengata-ngatai kaum kami? Itu penistaan. Dasarsuryaphobic”Semua warga terkejut. Tidak semua kaum Solmara setuju, tapimereka hanya bisa menatap kaum Lunareth yang jelas tidaksetuju. Pembicara mereka mencoba membela kaumnya.“Walaukami kaum minoritas, kami juga warga Olinn. Benar kan, tuanputri?” matanya tertuju pada Elantine. Gadis itu terkejut.Mulutnya terbuka, tapi tidak ada yang keluar. Ia hanya menatapraja. Gadis itu terlalu takut apabila opini nya akan membuatsang ayah murka. Elantine tidak setuju, tapi dia bisa apa.“Cukup. Solmara akan menjalankan ritualnya, dan itu pasti.Silahkan kembali ke tempat singgah masing-masing.” RajaSolmara meninggalkan singgasananya bersama Elantine.Sesaat setelah berbalik badan, ia merasakan seseorang menariktangannya.“Di bawah bintang pertama, pukul 9.” ucappembicara muda itu. Elantine menatapnya aneh.“Ah. Maaf tuanputri, saya salah orang rupanya” dan ia berjalan pergi begitusaja.Malam itu, Elantine tidak bisa tidur. Sebagai satu-satunyapewaris singgasana Solmara, Elantine merasa bersalah jika diatidak setuju dengan ayahnya.“Toleransi itu tidak apa-apa, kan?Rugi juga tidak. Tapi hipokrit seperti ayah mana mengerti.” Gadisitu hanya bisa terbaring. Membayangkan apa yang akan terjadiseandainya dia bisa memperbaiki semua ini. Memperbaiki..memperbaiki! Elantine langsung mengenakan jubahnya, danmelompat dari balkon kamar istana.
104Udara diluar dingin sekali. Elantine belum pernah keluar istanaselarut malam ini. Ia menatap langit, memastikan bahwa posisinya tepat. Dibawah bintang pertama, pukul 9. Elantine yakinbahwa pembicara itu sengaja memberi informasi itu untuknya.Ia memutuskan untuk duduk di bawah pohon selagi menunggu.Laki-laki itu akhirnya tiba.Selamat malam, tuan putri. Maaf sudah membuat andamenunggu.” Elantine belum sempat menjawab, tapi laki-laki itusudah mulai berbicara lagi.“Tuan putri, anda bisa berkata jujurdengan saya. Apakah anda benar-benar setuju dengan rajasolmara?” Ekspresi laki-laki itu tertutup bayangan. Elantinebingung harus menjawab apa.“Panggil aku Elantine saja.Dan..namamu?” “Ah, maaf. Gavriel, pembicara Lunareth.” Elantinesekarang bisa melihat wajahnya.“Baiklah, Gavriel. Aku akan jujursekarang. Menurutku, pendapat ayah itu salah. Kita seharusnyahidup berdampingan, tanpa superioritas.” Elantine merasa legabisa mengatakan itu.“SUDAH KUDUGA!” telunjuknya berhenti didepan wajah Elantine.“Er.. maaf. Tapi kau setuju kalau kita harusbertindak kan?” Gavriel tampak sangat bersemangat bagaikanseorang anak yang baru diberikan permen.“Iya..? Tapi bagaimana?”“Kita bunuh ayahmu.”“HAH” Elantine langsung bergegas meninggalkan tempat itu.Terdengar suara teriakan samar dari Gavriel. Sang putri barusaja bersiap tidur saat ia mendengar teriakan seseorang.“Aku.. keterlaluan. MAAF YA”“Ya, tunggu aku”Elantine turun ke bawah. Gavriel sudah dibawah. Ia langsungmulai menjelaskan rencana nya. Pada malam konvergensiagung, mereka akan mengumpulkan semua rakyat Olinn–termasuk Lunareth–ke altar ritual yang sama. Kemudian, merekaakan membantu meyakinkan semua orang. Setelah itu, merekabisa berdamai dengan membagi area ritual secara adil dansesuai kebutuhan. Semua ini akan dilakukan tanpa adanyaintervensi dari Raja Solmara.“Baiklah, aku akan meyakinkanayahku. Terima kasih Gavriel.”
105Sore sebelum konvergensi agung, Elantine harus meyakinkanayahnya “Kalau ayah tidak mau berbagi, ya tidak usah ikut.Elantine sendiri saja.” “Tidak bisa begitu. Masa rajanya tidak ikut?”Ia tidak berhenti berdebat dengan ayahnya. Elantine harusmenggunakan cara lain.Warga Olinn sudah mulai berkumpul di altar ritual. WargaLunareth datang bersama ratu mereka. Warga Solmara.. tanparaja mereka. Mereka semua tampak agak kebingungan, namuntidak ada tanda-tanda kebencian apapun. Terkadang,permusuhan berakar dari sugesti mereka yang memegangkuasa. Mereka mulai berbicara dan mengobrol dengan satusama lain. Elantine berlari menembus keramaian menuju kepanggung yang berdiri di tengah lapangan altar. Gavrieltersenyum saat melihat kedatangannya.“Elantine! Dimanaayahmu?” Elantine mengangguk “Bagus. Apakah kau sudahsiap?” \"Siap.\"Gavriel lalu memanggil semua warga Olinn dengan suarayang lantang. Perhatian mereka semua tertuju pada keduatokoh di atas panggung. Elantine merasa bersalah harusmelangkahi ayahnya, tapi ia akan lebih bersalah jika tidakmenegakkan keadilan. Gavriel mulai berbicara.“Wahai rakyat Olinn–Solmara dan Lunareth–semua, langittidak pernah memilih hanya satu cahaya untuk bersinar.Matahari dan Bulan memiliki waktunya sendiri, namun keduanyamenjaga dunia tetap hidup. Perbedaan bukanlah ancaman bagiiman, melainkan kesempatan untuk memahami. Saya bukanmeminta kalian meninggalkan keyakinan kalian, hanyamenghormati jalan orang lain sebagaimana kalian ingindihormati.”Elantine gantian berbicara.“Sebelumnya, saya ingin memintamaaf kepada kaum Lunareth atas perbuatan dan perkataan daripemimpin Solmara. Sejak dulu, saya dibesarkan untuk percayabahwa kekuatan adalah terang yang mengusir gelap. Namunsaya belajar bahwa cahaya tanpa keseimbangan dapatmenyilaukan. Biarlah Matahari memberi kehangatan, Bulanmemberi ketenangan, dan kita menjaga kedamaian di antarakeduanya.”
106Mereka berdua kemudian berpegangan tangan sebagaisimbol perdamaian. Beberapa orang juga ikut berpegangantangan dengan satu sama lain.“Karena damai bukan berarti kitamenjadi sama, tetapi memilih untuk berdiri bersama meskipunberbeda.” Ucap mereka bersama.Emosi semua orang akhirnya pecah. Semua tampaktersenyum bahagia. Ada beberapa warga yang tidak puasdengan pidato mereka. Tapi tidak apa, karena mereka tidak bisamerubah semua orang. Jangan biarkan sejumlah individupenyinggung sebagai representasi suatu kaum secarakeseluruhan.Elantine, maafkan aku.” Raja Solmara berlari memelukputrinya. Ratu Lunareth juga memeluk Gavriel dengan erat.“Anakku, aku sangat bangga.” “HAH?” Elantine terkejutmendengar bahwa Gavriel adalah putra mahkota dari Lunareth.Mereka semua akhirnya tertawa dan kedua kaum Olinnmelanjutkan kehidupan yang damai secara berdampingan.
Cerita PendekDi Balik Sekat Kota Tua107Oleh:Chelica MentariPutri (VIIIE)Riuh rendah pemukiman warga mendadak senyap tepat dipangkal gang yang menghadap kawasan Kota Tua. Di titik itu,kebisingan perkampungan seakan terhenti oleh deretanbangunan tua yang tampak kusam dan tidak terurus olehpemiliknya. Suasana yang tadinya padat oleh suara kendaraandan teriakan anak-anak yang sedang bermain, berubahmenjadi hening yang sedikit menekan bagi siapa pun yangmelintas. Tak jauh dari sana, berdiri warung kayu milik Pak Baskaryang buka dari pagi hingga larut malam sebagai tempatberteduh para warga. Sore itu, Laras sudah duduk di bangkukayu sambil menyandarkan punggungnya pada dinding warungyang catnya mulai mengelupas di banyak sisi. Sebelum masukke warung tadi, ia sempat berhenti sejenak dan menundukkankepala dengan khidmat sebagai bentuk sapaan batin padaYang Maha Kuasa.Suara langkah kaki mendekat, membuat Laras mendongakdan seketika matanya membelalak kaget karena merasa tidakpercaya. Ia melihat Raina berjalan riang di samping Satya, priayang selama ini ia hindari karena perbedaan prinsip yang tajam.Kehadiran mereka menciptakan suasana kaku, namunkecanggungan itu seolah hanya menyiksa batin Laras seorangdiri di sana. Raina sibuk menunjuk reruntuhan bangunan,sementara Satya hanya mengikutinya dengan wajah datartanpa ekspresi sedikit pun. Begitu tiba di teras warung, Satyasempat melirik Laras sebelum akhirnya membuang muka danduduk di sudut yang berbeda. Mereka bertiga terjebak dalamkeheningan yang menyesakkan di bawah atap warung kayumilik Pak Baskar tersebut.\"Tiga es teh manis dan tiga piring mie goreng telur, PakBaskar!\" teriak Raina nyaring hingga memecah kesunyian
108warung. Gadis kecil itu langsung mengambil posisi duduk tepatdi tengah antara Laras dan Satya yang masih saling membisu.Pak Baskar hanya mengangguk pelan lalu beranjak ke dapuruntuk menyiapkan pesanan tanpa mengeluarkan suara darimulutnya. Laras menatap Raina dengan penuh tanya, namun iamemilih memendam rasa penasarannya tentang alasanmereka datang bersama.\"Kawasan itu kotor dan banyak pakuberkarat, Raina, bukan tempat yang aman untuk bermain.\"ujarLaras memperingatkan. Raina justru menoleh ke arah bangunantua dengan kerlingan ceria sambil memamerkan senyumanlebar kepada mereka berdua.\"Tapi di sana tidak bahaya, Kak Laras, hanya ada ruangkosong untuk bermain petak umpet!\" jawab Raina meyakinkan. Iabercerita bahwa kakeknya menyebut bangunan tua itusebenarnya adalah rumah yang nyaman sebagai tempat untukpulang. Laras dan Satya saling berpandangan sejenakmendengar kata\"pulang\"yang diucapkan dengan begitu polosoleh gadis kecil tersebut. Satya mendengus pelan danbergumam bahwa tempat itu hanyalah tumpukan semen yangsebentar lagi akan dirobohkan. Raina tiba-tiba meraih tanganLaras dan Satya secara bersamaan dengan genggaman yangterasa cukup kuat.\"Kak Satya dan Kak Laras, kalau pergi kemana-mana nanti, janji ya harus barengan terus,\"ujar Rainaserius.Beberapa hari kemudian, kabar tentang hilangnya Rainasecara misterius pada tengah malam mengejutkan seluruhwarga pemukiman. Ibu Raina menyadari kamar anaknya kosongdan segera mencari ke rumah tetangga dengan teriakan histerisyang memilukan. Warga segera berkumpul membantupencarian karena iba melihat sang ibu yang terus berdoa dalamtangisnya yang pecah. Warung Pak Baskar tampak sepi dantidak ada lagi pesanan tiga gelas es teh manis dan tiga piringmie goreng telur yang biasanya menghiasi meja. Satya datangdengan wajah panik, namun ia tetap meminta Laras untukbersikap tenang agar bisa berpikir jernih. Di tengah keributan, BuAminah menyampaikan pesan Raina bahwa ia hanya bisaditemukan jika Laras dan Satya mau berjalan bersama.\"Ayo kita
109cari ke kawasan Kota Tua sekarang, aku yakin dia ada di sana!\"ajak Laras dengan tegas.Bu Warsih muncul dan memberikan pembelaan yang anehnyajustru membuat posisi Laras dan Satya semakin terpojok.\"Kalianjangan menuduh mereka, meskipun mereka memang seringmembawa Raina ke arah Kota Tua,\"ujar Bu Warsihmemprovokasi warga. Perkataan itu memicu orang-orang untukcuriga bahwa Laras dan Satya tahu sesuatu tentang hilangnyaRaina semalam. Pak Baskar akhirnya keluar dari balik meja untukmenenangkan kemarahan warga yang mulai memuncak didepan warungnya.\"Tenang semuanya, menuduh tanpa buktitidak akan membawa Raina kembali ke sini.\" tegas Pak Baskardengan suara berat. Laras yang merasa tersudut akhirnyaberlari menuju gerbang Kota Tua untuk mencari Raina sendiritanpa memedulikan teriakan warga desa.Satya menyusul dan mereka berdiri di depan pintu kayuhitam yang tampak kokoh di tengah kegelapan malam yangdingin. Satya tiba-tiba berhenti dan membungkuk untukmemeriksa permukaan tanah yang berdebu dengan bantuancahaya lampu senter.\"Loh, ini ada jejaknya!\"seru Satya kagetmelihat bekas jejak sandal kecil yang mengarah ke dalamlorong bangunan tua. Di persimpangan jalan, mereka kembalibertengkar karena Satya bersikeras mengikuti jejak fisik,sementara Laras mengikuti firasat batinnya.\"Kau selalu benardengan logikamu, Satya, sampai lupa ada hal spiritual yangmelampaui perhitungan manusia!\" bentak Laras emosional.Akhirnya mereka berpisah jalan, namun Satya segera kembalisaat menyadari jejak yang ia ikuti hanya berakhir di tembokbuntu.Satya menemukan Laras sedang berdiri di depan sebuahbangunan batu hitam yang mendadak memancarkan cahayaputih murni. Tiba-tiba Bu Warsih muncul dari balik bayangandan meminta mereka untuk segera menjauh dari tempat sucitersebut dengan marah.\"Kalian tidak punya hak menyentuhrahasia leluhur yang saya jaga ini!\" teriak Bu Warsih sambilberusaha menarik mereka berdua. Namun, pintu bangunan
110bergetar hebat saat suara Raina memanggil nama merekaberdua dengan sangat jelas dari dalam bangunan. Bu Warsihmeledak dalam amarah dan mengaku sebagai penjaga makamKi Broto agar orang asing tidak mencemari rahasia tersebut. BuWarsih pun pergi setelah mengatakan hal tersebut dan Satyapun menyadari kesombongannya tadi dan segera memintamaaf kepada Laras karena telah meremehkan hal-hal yangtidak terlihat mata.Saat ego dan kebencian mereka luruh, pintu terbukasepenuhnya memperlihatkan Raina yang sedang berdiri denganwajah yang sangat damai. Raina tersenyum dan berkata bahwaia sedang bersama kakeknya, sosok penjaga sejati yang selamaini menunggunya di dalam sana. Begitu mereka keluar, parawarga sudah berkumpul di depan kawasan Kota Tua denganwajah penuh ketakutan sekaligus rasa takjub. Bu Warsihtertunduk lesu dan akhirnya mengakui bahwa ia selama inimenyembunyikan identitas sesepuh agung yang ia jaga.\"Sesepuh ini adalah Ki Broto,\"ucap Bu Warsih lirih, yang langsungmembuat Raina tersentak kaget mendengarnya di sana.\"Loh, itukan nama kakek kandungku yang fotonya sering ditunjukkanibu!\"seru Raina dengan nada yang sangat yakin.Kejadian malam itu menyadarkan seluruh warga bahwaperbedaan keyakinan adalah warna-warni yang seharusnyamemperindah kehidupan bermasyarakat, bukan memisahkan.Rahasia Kota Tua terungkap bukan sebagai tempat yangmenakutkan, melainkan sebagai monumen toleransi di manasetiap doa menemukan muara yang sama. Laras dan Satya kiniberdiri berdampingan tanpa ada lagi sekat kecanggungan,karena mereka telah belajar bahwa kasih sayang melampauisegala perbedaan prinsip. Mereka semua kini menyadarisepenuhnya bahwa mereka harus tetap bersatu dan salingmenjaga di bawah naungan langit yang sama. Suasana malamberakhir dengan pelukan hangat antara ibu dan anak, diiringidoa-doa syukur dari berbagai lisan warga yang kini telahmenjadi satu keluarga. Di balik sekat Kota Tua, benih toleransitelah tumbuh menjadi pohon yang kokoh, mengayomi setiapperbedaan dengan cinta dan kedamaian yang abadi.
Cerita PendekAwal Persahabatan Kita111Oleh: Nirmala Kandy (8F)Cerita ini berawal dari dua siswa yang baru mendudukibangku SMP, siswa ini bernama Zain dan Erik. Zain beragamaIslam, sementara Erik beragama katolik, awalnya mereka berduasaling bermusuhan tapi lama kelamaan mereka membaik danmenjadi sahabat. Zain adalah siswa yang intoleransi, sombong,dan pemarah sama halnya dengan Erik, Erik adalah siswa yangegois dan tidak mau kalah.Cerita bermula pada hari pertama sekolah setelah masapengenalan lingkungan sekolah berakhir, saat itu kelas 7Jmenyempatkan waktu sebelum pulang sekolah denganmengadakan pemilihan ketua kelas.“Baik anak anak silahkansiapa yang mau mencalonkan diri menjadi ketua kelas ?”, ucapbu guru. Selang beberapa menit kemudian, Zain punmengangkat tangannya Dan mengatakan bahwa ia inginmenjadi ketua kelas, namun tanpa ia sadari secara bersamaanternyata Erik dan Juna juga mengangkat tangan mereka. SaatZain menyadari kejadian tersebut Zain pun merasa marah danmenyepelekan Erik dan Juna,“lah mau jadi ketua kelas juga?Kalahin aku dulu sini kalau mau menang” setelah Erik dan Junamendengar ucapan Zain, Juna pun terdiam namun berbedadengan Juna yg memilih untuk diam Erik membalas celetukandari Zain.“oke siapa takut, emang situ siapa? Raja kelas? Pengenbanget di kalahin”. Mendengar ucapan Erik, Zain pun kehilangankesabaran Dan mulai memaki Erik dari segi agama, fisik, danpengalaman. Terpengaruh dengan ucapan Zain, Erik punmembalasnya. Di tengah pertengkaran tersebut bu guru punmulai melerai mereka berdua, tanpa mereka sadari ternyatasudah saatnya untuk pulang.
112Sepulang sekolah, Zain dan Erik mulai mencari teman untukmembuat mereka dipilih sebagai ketua kelas. Keesokan harinyadi sekolah, pemilihan ketua kelas pun berlanjut. Zain dan Eriktampak percaya diri karena merasa salah satu dari merekaakan menang, namun tanpa mereka duga ternyata yangmenjadi ketua kelas ialah Juna dengan hasil 30 pemilihan suaraDari 32 siswa, yang artinya Erik dan Zain hanya mendapatkan 2suara. Zain dan Erik tentu saja merasa kesal akibat kekalahantersebut.“curang! Kok bisa malah Juna yang menang” ucap Erik.Ibu guru pun menasehati Erik dan Zain bahwa setelah kejadiankemarin hampir semua teman teman yang lain merasa kurangpercaya dengan mereka. Namun bukannya merasa bersalahmereka tetap bermusuhan.Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, Erik dan Zain tetapbermusuhan. Suatu hari Zain dan teman temannya sedang asikberbincang di kantin dan tanpa mereka sadari ternyata sudahjam masuk 5 menit yang lalu. Juna sebagai ketua kelas pundimintai untuk mencari Zain dan beberapa teman yang lain, danakhirnya Juna pun menemukan mereka yang masih asikberbincang di kantin.“Eh teman teman, kok masih di kantin sih?”ucap Juna.“Emang kenapa ga boleh?” ucap Zain sambil ketawatipis.“bukan begitu, kita kan dari tadi sudah jam pelajaran” ucapJuna.“yaelah Jun kita Cuma telat 5 menit doang. Iya iya nih maujalan ke kelas” ucap Zain dengan nada yg malas. Mereka punberjalan ke kelas sambil makan jajanan yang mereka beli dikantin.
113Di dalam ruangan yang dingin itu, mereka duduk bersebelahannamun saling membuang muka dan jaga jarak. Guru BK, Pak Andi,hanya menghela napas.“Zain, kamu bolos terus karenamenganggap aturan itu remeh. Erik, kamu mau menghalalkansegala cara karena menganggap orang lain itu saingan yang harusdijatuhkan,” ujar Pak Andi tenang.“Kalian tahu apa persamaan kalianberdua?” tanya Pak Andi lagi. Keduanya diam.“Kalian sama-samamerasa ‘paling’. Zain merasa paling jagoan dengan melanggaraturan, dan Erik merasa paling pintar sampai tidak bisa menghargaikerja keras temannya sendiri. Padahal, kalian berdua sama-samasedang menghancurkan masa depan kalian sendiri.” Pak Andimemberikan mereka hukuman, tugas sosial bersama. Merekadiwajibkan membersihkan perpustakaan sekolah setiap pulangsekolah selama satu minggu penuh.Hari pertama hukuman, suasana sangat canggung. Zain menyapulantai dengan kasar, sementara Erik menyusun buku dengan wajahcemberut.“Kenapa sih kamu segitunya banget sama nilai?” tanyaZain tiba-tiba, memulai pembicaraan. Erik terdiam sebentar, lalumenjawab pelan,“Orang tuaku nuntut aku selalu jadi nomor satu.Kalau aku kalah dari Juna, rasanya aku gagal. Kalau kamu sendiri,kenapa hobi banget cari masalah sama aturan?” Zain berhentimenyapu.“Aku Cuma ngerasa bosan. Aku pengen kelihatan hebat didepan teman-teman dengan cara jadi ‘pemberontak’. Tapi ujungujungnya aku malah bikin malu orang tuaku juga sih.” Untuk pertamakalinya, mereka bicara dengan santai. Mereka sadar bahwa di baliksifat buruk masing-masing, ada rasa tidak percaya diri yang merektutupi dengan sikap sombong. Sesampainya di kelas, suasanategang. Bu Guru tidak memberikan hukuman fisik, melainkan sebuahtugas proyek kelompok bertema “Keberagaman Sosial”. Seolahsudah direncanakan takdir, Bu Guru mengumumkan punkelompoknya, Zain, Erik, dan Juna berada dalam satu tim.“Gak mau,Bu! Masa saya sama Erik?” protes Zain. Erik pun tak mau kalah,“Mending saya kerja sendiri daripada sama orang yang menghinaagama saya bu!” Bu Guru hanya tersenyum tenang.“Tugas kaliansederhana kalian harus mengunjungi satu panti asuhan dan satutempat ibadah yang berbeda dari keyakinan kalian, lalu buatlaporan tentang nilai berbagi di sana. Kalau tidak selesai, nilai PPKNkalian kosong.”
114. Beberapa hari kemudian, dengan wajah yang tampaktertekan, mereka mengunjungi sebuah panti asuhan kecil. Disana, mereka melihat Juna begitu ramah menghibur anak-anakdi sana. Sementara itu, Zain dan Erik hanya berdiri kaku di pojokruangan. Tiba-tiba, seorang anak kecil berlari dan terjatuh tepatdi depan mereka hingga kakinya berdarah. Refleks, Zainmendekat untuk membantu, namun ia ragu karena tidakmembawa kotak P3K. Tanpa disangka, Erik yang membawa tasransel besar langsung mengeluarkan plester dan obat merah.“Pegangin kakinya, Zain. Biar aku yang obati,” ucap Erik tegas,hilangnya nada sinis yang biasanya ada. Zain terpaku. Ia melihatbagaimana Erik begitu sigap membantu anak itu tanpa pedulisiapa anak tersebut. Untuk pertama kalinya, Zain merasa malu.Selama ini ia merasa paling benar karena agamanya, tapi iajustru kalah sigap dalam berbuat baik dibandingkan Erik yang iabenci.Setelah dari panti, mereka harus mengunjungi Gereja tempatErik beribadah karena Zain harus memenuhi tugas pengamatan.Zain merasa canggung, namun Erik menjelaskan dengan sopansetiap sudut bangunan itu.“Zain,” panggil Erik saat merekaduduk di bangku taman gereja.“Kemarin pas pemilihan ketuakelas… maaf ya kalau aku egois. Aku Cuma mau buktiin kalauaku hebat.” Zain menunduk, memainkan kerikil di bawahsepatunya.“Aku yang lebih salah, Rik. Aku bawa-bawa fisik samaagamamu pas marah. Padahal di agamaku diajarkan kalaumenghina itu dosa besar. Ternyata pas tadi di panti, kamu jauhlebih cepat nolong orang daripada aku yang Cuma modalngomong.” Erik tersenyum tipis.“Kita sama-sama tukang marah,sih. Tapi kayaknya capek juga ya musuhan terus?” Zain tertawakecil, pertama kalinya ia tertawa tulus di depan Erik.“Iya, capekbanget. Ternyata Juna menang bukan karena dia curang, tapikarena dia bisa merangkul semua orang. Gak kayak kita yangCuma mikirin diri sendiri.”
115Keesokan harinya di sekolah, kelas 7J dikejutkan denganpemandangan langka. Zain dan Erik berjalan beriringan menujukelas, bahkan mereka tampak asyik berdiskusi tentang laporanproyek mereka. Tidak ada lagi makian atau tatapan sinis. Junayang melihat itu tersenyum lebar. Ia menghampiri keduanya.“Gimana tugasnya?” “Tor monitor Ketua beres semua!” jawabZain sambil merangkul pundak Erik.“Ternyata perbedaan itubukan buat dibanding-bandingkan siapa yang lebih keren, tapibuat saling melengkapi kalau ada yang butuh bantuan.” Erikmengangguk setuju.“Dan satu lagi, Jun. Kita berdua janji gakakan telat masuk kelas lagi demi jajan di kantin!” ucap Zainsambil tersenyum.“Dan aku juga ga bakal ganti nilai ku lagi dehhehe” celetuk Erik sambil tertawa. Satu kelas pun tertawa. Ruangkelas 7J yang dulunya penuh ketegangan kini terasa lebihhangat. Zain belajar bahwa keimanan yang kuat harus dibarengidengan adab, dan Erik belajar bahwa menang bukan tentangmenjatuhkan orang lain, tapi tentang mengalahkan ego sendiri.
Poster11688EE:: JJaabbbbaarr AAll RRaassyyiidd PP..SS..,, NNaarraajjiittaammaa AAhhmmaadd FF..,,QQoonniittaa LLuutthhffii SS..8E: Jabbar Al Rasyid P.S., Narajitama Ahmad F.,Qonita Luthfi S.
PuisiHarmoni Dalam Perbedaan117Oleh: Muhammad Daffa / IX EDi negeri penuh warna keyakinan,doa-doa terangkat dengan cara yangberbeda.Ada yang bersujud,ada yang berdoa dengan tangan terlipat,namun harapannya samakedamaian bagi sesama.Suara azan, lonceng gereja,dan doa-doa yang lirih terdengar,bukan untuk memisahkan,melainkan mengingatkanbahwa kita hidup berdampingan.Tangan yang berbeda keyakinantetap dapat saling menggenggam,menolong tanpa bertanya agama,berbagi tanpa melihat perbedaan.Karena di atas segala perbedaan,ada satu nilai yang selalu sama:kemanusiaan,yang menyatukan kita semua.
PuisiDoa di Sunyi Malam118Oleh: Ilyas Abdurrasid Surya Suwarno / IX BDi sunyi malam aku bersujud dalamhening,Menyebut nama-Mu dengan hati yangbening,Angin berbisik membawa doa yangmelangit,Air mata jatuh menjadi saksi yang takterlihat,Dalam gelap, cahaya-Mu terasa begitudekat,Menghangatkan jiwa yang hampir penat.Di jalan hidup yang penuh persimpangan,Kau tuntun langkahku dengan kesabaran,Saat ragu datang mengetuk keyakinan,Kau kuatkan hati dengan ketenangan,Dalam doa-doa kecil yang kupanjatkan,Kutemukan damai di setiap pengharapan.
PuisiKita Sama-Sama Orang Kota119Oleh: Indi Nurtyas Kinanti / VIII HDi trotoar kota SemarangAda seorang penjual bakso dari gerobak kayuKalau saya mau beli di beri banyak katanyaKatanya juga\"sama-sama harus bisa makanya dek\" Di halte bus yang penuh orangSalah satu tempat buat nenekSemua orang bernyanyi bersamaMeski baru kenal tetapi seperti keluargaKalau ada banjir di jalananWarga keluar saling membantu bersihkanlumpur Bagi-bagi air mineral dan makananTak peduli dari mana kita datangKota ini memang padat dan sibukTetapi ada rasa peduli yang selalu adaSaling tolong tanpa banyak kataItu yang membuat kotaSemarang rumah kita
PuisiAku Pulang Dalam Ketenangan120Oleh: Naufal Zharif Kabbani Mujiono / VII IDiantara hirup pikup dunia yang takpernah berenti.Aku berjuang mengesampingkankeinginanku.Pada sujud 5 fardu dan doa yangdalam.Aku dapatkan sebuah ketenangandalam cahaya.Ya Tuhan saat imanku mulai goyah.Tak ada yang mampu menolongku.Hanya kepadamu aku berserah.Sampai kelak aku pulang dalamkeadaan tenang
PuisiSederhana Namun Bermakna121Oleh: Muhammad Zaidan Ibadil Azmi / IX EAku percaya Tuhan selalu dekat,Bahkan saat aku merasa sendiri.Dalam doa yang sederhana,Aku belajar jujur tentang takut danharapku.Iman bukan hanya ucapan di bibir,Tapi pilihan untuk tetap sabar dantidak menyerah.Di tengah kehidupan bersamabanyak orang,Aku belajar bahwa kebaikan adalahbentuk takwa.Menolong, menghargai, danmemaafkanAdalah cara sederhana mencintaiNya.Semoga setiap langkahku lebihterarah,Dan hatiku tetap kuat dalamkeimanan.
PuisiJaring Hubungan Manusia122Oleh: Mohammad Affan Naufal Hasan / VIII FSosial pijakan manusia utama,Jaring lintas ruang dan masa.Nilai tumbuh dan berkembang,Cerita hidup bersanding danmenyatu.Di panggung kita kenal diri,Memahami insan dengan bedanya.Ikatan dari empati tulus,Kerjasama bangun hidup yangkokoh.Namun ada kesalahpahaman dijalan,Ketidaksamaan buat jurang panjang.Ujian bagi kesetiaan dan kejujuran,Karakter terbentuk dan teruji dengantulus.Cermin jelas bagi peradaban kita,Hargai, hormati, bantu dengan cinta.Benang penghubung individu dankolektif,Ruh komunitas dan bangsa yanghidup.
Pantun Rohani123Pergi ke warung membeli busaTidak lupa juga membeli bolaAyo kita jalani ibadah puasaAgar kita mendapat banyak pahalaPergi ke angkringan membeli es tehEs tehnya enak banyak gulanyaDi sunnahkan pula shalat terawehAgar pahala berlipat gandaPergi ke masjid membawa sajadahSajadah bersih berwarna merahJika hati selalu beribadahHidup akan penuh berkahBurung merpati terbang ke awanHinggap sebentar di pohon jatiMarilah kita tingkatkan imanAgar hidup selalu diberkahiOleh: Reyhan Akbar Maulana/8B
Pantun Rohani124Makan soto di rumah fahmiJangan lupa membeli rotiJanganlah kita lupa mengajiMenjadi bekal suatu hariKucing hitam matanya biruSambil menunjukkan atraksi sulapIngatlah masa depanmuMarilah membaca AlkitabBuka puasa bersama ramaSahur jam 3 bersama rahmatJanganlah engkau berbuat dosaKarna ramadhan semakin dekatSejarah dunia panjang ceritanyaBeragam versi dan kisahnyaPercaya pada MahakuasaNiscaya mendapat arahan-NyaOleh: Althavaro Prista Putra/7H
125KomikKKaarryyaa:: NNaaffeeeezzaa HHaassnnaa // 99HH
Karya Bu Rahma126
Rekomendasi KaryaFilm (Islam)127Identitas FilmJudul: Negeri 5 MenaraSutradara: Affandi AbdulRachmanDirilis: 1 Maret 2012Durasi: sekitar 125 menitFilm ini menceritakan tentang seorang anakbernama Alif yang menempuh pendidikan disebuah pesantren bersama lima sahabatnyadari berbagai daerah di Indonesia. Merekabelajar agama, disiplin, dan bekerja keras untukmeraih cita-cita mereka.Film ini mengajarkan nilai-nilai Islam sepertiketekunan, kesabaran, persahabatan, sertakeyakinan kepada Tuhan. Salah satu pesanpenting dari film ini adalah semboyan “ManJadda Wajada”, yang berarti siapa yangbersungguh-sungguh pasti akan berhasil.
Rekomendasi KaryaFilm (Kristen)128Identitas filmJudul: The Passion of theChristPencipta: Mel GibsonDirilis: 25 Februari 2004Durasi: 2 jam 7 menitFilm The Passion of the Christ menyampaikanpesan moral mendalam tentang kasih Allahyang tak terukur melalui pengorbanan YesusKristus yang rela menderita demi penebusandosa manusia.
Rekomendasi KaryaFilm (Katolik)129Identitas filmJudul: NovitiateSutradara: Margaret BettsDirilis: 27 Oktober 2017Durasi: 2 jam 3 menitFilm ini menunjukkan bahwa iman tidak bolehhanya didasarkan pada ketakutan, aturan kaku,atau paksaan, melainkan harus bersumber darihubungan batin yang tulus.
Rekomendasi KaryaFilm (Hindu)130Identitas FilmJudul: MahabharatSutradara: Siddharth KumarTewaryDirilis: 16 September 2013Durasi: sekitar 20 menit perepisodeFilm ini menunjukkan bahwa kebenaran dandharma harus tetap dijunjung tinggi meskipunmenghadapi konflik dan penderitaan. Kisah inijuga mengajarkan tentang kesetiaan,keberanian, serta pentingnya memilih jalanyang benar dalam hidup.
Rekomendasi KaryaFilm (Buddha)131Identitas FilmJudul: Little BuddhaSutradara: Bernardo BertolucciDirilis: 1 Desember 1993Durasi: 2 jam 20 menitFilm ini menunjukkan perjalanan pencarianmakna hidup dan kebijaksanaan melalui ajaranBuddha. Kisahnya mengajarkan bahwa manusiaharus belajar memahami diri sendiri, hidupdengan penuh kesadaran, dan menghargai setiapmakhluk hidup.
Rekomendasi KaryaFilm (Konghucu)132Identitas FilmJudul: ConfuciusSutradara: Hu MeiDirilis: 22 Januari 2010Durasi: sekitar 125 menitPesan MoralFilm ini menceritakan perjalanan hidup Confuciussebagai seorang filsuf dan guru yang berusahamenyebarkan ajaran moral dan kebijaksanaan diTiongkok kuno. Ia mengajarkan pentingnyakejujuran, kebajikan, serta keharmonisan dalamkehidupan masyarakat.Melalui cerita ini, penonton dapat memahaminilai-nilai utama dalam ajaran Konghucu sepertimenghormati orang tua, bersikap bijaksana, danberusaha menjadi manusia yang berbudi luhurdemi menciptakan kehidupan yang damai danharmonis.
Rekomendasi KaryaMusik (Islam)133A. Identitas LaguJudul: Deen AssalamPencipta: Sulaiman Al MughniDirilis: 2015Penyanyi: Nissa SabyanB. Arti LaguLagu ini menyampaikan pesan tentang kedamaian dalam ajaran Islam.Liriknya mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang membawa kasihsayang, toleransi, dan perdamaian bagi semua manusia.Melalui lagu ini, pendengar diajak untuk saling menghormati, hidup rukundengan sesama, serta menyebarkan kebaikan dan kedamaian dalamkehidupan sehari-hari.C. LirikKalla hadzil ard mataqfii masahah Lau na’isibila samahah Wanta’ayasnabihab Lau tadiqil ardi naskan kalla kolbKalla hadzil ard mataqfii masahah Lau na’isibila samahah Wanta’ayasnabihab Lau tadiqil ardi naskan kalla kolbAbtahiyyat wabsalam Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom Abmahabbatwabtisam Ansyuru bainil anam hadahu din assalamKalla hadzil ard mataqfii masahah Lau na’isibila samahah Wanta’ayasnabihab Lau tadiqil ardi naskan kalla kolbAbtahiyyat wabsalam Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom Abmahabbatwabtisam Ansyuru bainil anam hadahu din assalam Din assalam
Rekomendasi KaryaMusik (Islam)134Abtahiyyat wabsalam Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom Abmahabbatwabtisam Ansyuru bainil anam hadahu din assalamAbtahiyyat wabsalam Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom Abmahabbatwabtisam Ansyuru bainil anam hadahu din assalam Din assalamD. Link laguhttps://youtu.be/1OMD_LSELAM?si=l0cGrt1oaZ1WVbB6
Rekomendasi KaryaMusik (Kristen)135Identitas LaguJudul: Waktu TuhanPencipta: Joseph S DjafarDirilis: 7 Februari 2019Penyanyi: NDC WorshipArti laguLagu ini memiliki arti mendalam tentang kepercayaan penuhbahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik, meskipun seringkalisulit dimengerti atau terasa menyakitkan saat ini.LirikBila Kau ijinkan sesuatu terjadiKu percaya semua untuk kebaikankuBila nanti telah tiba waktu-MuKu percaya kuasa-MuMemulihkan hidupku
Rekomendasi KaryaMusik (Kristen)136Waktu Tuhan pasti yang terbaikWalau kadang tak mudah dimengertiLewati cobaan, kutetap percayaWaktu Tuhan pasti yang terbaikBila Kau ijinkan sesuatu terjadiKu percaya semua untuk kebaikankuBila nanti telah tiba waktu-MuKu percaya kuasa-MuMemulihkan hidupkuWaktu Tuhan pasti yang terbaikWalau kadang tak mudah dimengertiLewati cobaan, ku tetap percayaWaktu Tuhan pasti yang terbaikLala-laLala-laLala-lALink laguhttps://www.youtube.com/watch?v=1-lSVZ8uW9s
Rekomendasi KaryaMusik (Katolik)137Identitas LaguJudul: Hanya Debulah AkuPencipta: Cosmas MargonoDirilis: 1980Penyanyi: Lisa A. RiyantoArti lagumemiliki makna yang menunjukkan bahwa manusiahanyalah makhluk lemah dan penuh dosa, makamembutuhkan pengampunan. Sebagai seseorang yangpenuh dosa, kita diibaratkan untuk menatap wajah Allahpun tak pantas. Akan tetapi, karena kepercayaanterhadap perlindungan Allah yang menghidupi danmenghangatkan kepada manusia akan menyelamatkankita.LirikHanya debulah akuDi alas kakiMu TuhanHauskan titik embunSabda penuh ampun
Rekomendasi KaryaMusik (Katolik)138layak aku tengadahMenatap wajahMuNamun tetap kupercayaMaha Rahim EngkauAmpun seribu ampunHapuskan dosa-dosakuSegunung sesal iniKu unjuk padaMuMaha Rahim EngkauMaha Rahim EngkauLink laguhttps://www.youtube.com/watch?v=1-lSVZ8uW9
Rekomendasi KaryaMusik (Hindu)139A. IDENTITAS LAGUJudul: Gayatri MantraPencipta: Rishi VishvamitraDirilis: sekitar zaman WedaPenyanyi: Deva PremalB. ARTI LAGUMantra ini memiliki makna sebagai doa untuk memohonpencerahan dari Tuhan agar manusia diberikankebijaksanaan dan pikiran yang terang. Melalui doa ini,umat Hindu memohon agar Tuhan membimbing pikiranmereka menuju kebenaran dan kehidupan yang baik.C. LIRIKOm Bhur Bhuvah SvahaTat Savitur VarenyamBhargo Devasya DhimahiDhiyo Yo Nah PrachodayatD. LINK LAGUHTTPS://YOUTU.BE/7AOHRACGLBI?SI=WUGJYZAM3TTCHGFN
Rekomendasi KaryaMusik (Buddha)140A. IDENTITAS LAGUJudul: Buddham Saranam GacchamiPencipta: Doa Tradisional BuddhaDirilis: zaman ajaran BuddhaPenyanyi: Deva PremalB. ARTI LAGULagu ini memiliki makna sebagai ungkapan perlindungankepada Buddha, Dharma, dan Sangha. Melalui doa ini, umatBuddha menyatakan keyakinannya untuk mengikuti ajaranBuddha, menjalani hidup dengan kebajikan, serta mencarikedamaian dan pencerahan.C. LIRIKBuddham Saranam GacchamiDhammam Saranam GacchamiSangham Saranam GacchamiDutiyampi Buddham Saranam GacchamiDutiyampi Dhammam Saranam GacchamiDutiyampi Sangham Saranam GacchamiD. LINK LAGUHTTPS://YOUTU.BE/1XH9SSTINIW?SI=4MIE8UHF0L937DAD
Rekomendasi KaryaMusik (Konghucu)141A. Identitas LaguJudul: Ni Wen Wo AiPencipta: Yao MinDirilis: sekitar tahun 1950-anPenyanyi: Teresa TengB. Arti LaguLagu ini menceritakan tentang seseorang yang ditanyaseberapa besar cintanya. Ia menjawab bahwa cintanyasangat dalam dan tulus. Makna lagu ini menggambarkankesetiaan, ketulusan, dan perasaan yang jujur.Nilai tersebut sejalan dengan ajaran Konghucu yangmenekankan pentingnya ketulusan hati, menghargai oranglain, serta menjaga hubungan yang harmonis dengansesama manusia.C. LirikNi wen wo ai ni you duo shen Wo ai ni you ji fen Wo di qing yezhen, wo di ai ue zhen Yue liang dai biao wo de xinNi wen wo ai ni you duo shen Wo ai ni you ji fen Wo di qing buyi, Wo de ai bu bian Yue
Rekomendasi KaryaMusik (Konghucu)142liang dai biao wo de xinQing qing de yi ge wen Yi jing da dong wo de xin Shen shende yi duan qing Jiao wo si niandao ru jinNi wen wo ai ni you duo shen Wo ai ni you ji fen Ni qu xiang yixiang, Ni qu kan yi kan Yue liang dai biao wo de xin...Qing qing de yi ge wen Yi jing da dong wo de xin Shen shende yi duan qing Jiao wo si nian dao ru jinNi wen wo ai ni you duo shen Wo ai ni you ji fen Wo di qing yezhen, wo di ai ue zhen Yue liang dai biao wo de xinWo di qing ye zhen Wo di ai ye zhen Yue lian dao biao wo dexinD. Link Laguhttps://youtu.be/aptP_A29_wI?si=Qiy2Bmdxdbl5Z3wU
Rekomendasi KaryaBuku (Islam)143A. IDENTITAS BUKUJudul: Negeri 5 MenaraPenulis: Ahmad FuadiDirilis: 2009Jumlah halaman: sekitar 423halamanPenerbit: Gramedia Pustaka UtamaB. MENCERITAKAN TENTANGBuku ini merupakan novel yang menceritakan perjuangan seoranganak bernama Alif yang menempuh pendidikan di sebuah pesantren.Di sana ia bertemu dengan lima sahabat dari berbagai daerah diIndonesia, mereka memiliki mimpi besar untuk meraih kesuksesan dimasa depan.Melalui kehidupan di pesantren, mereka belajar tentang kedisiplinan,kerja keras, persahabatan, dan nilai-nilai keislaman. Salah satu pesanpenting dalam novel ini adalah semboyan “Man Jadda Wajada” yangberarti siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Nilaitersebut mengajarkan bahwa dengan usaha, doa, dan keyakinankepada Tuhan, seseorang dapat meraih cita-citanya.
Rekomendasi KaryaBuku (Kristen)144A. IDENTITAS BUKUJudul: Jawaban Allah atasMasalah-Masalah Hidup Yang SulitPencipta/penulis: Rick WarrenDirilis: 20 juni 2019Jumlah halaman: 190 HalamanPenerbit: Gloria Usaha MuliaB. MENCERITAKAN TENTANGBuku ini memberikan panduan praktisberdasarkan Alkitab untuk mengatasi stres,kegagalan, depresi, dan menemukandamai sejahtera. Buku ini fokus padapenerapan prinsip iman dalam kehidupansehari-hari.
Rekomendasi KaryaBuku (Katolik)145A. Identitas BukuJudul: Deus, Ubi Est? Tuhan, DiManakah Engkau?Pencipta/penulis: Salve OliviaDirilis: 7 September 2025Jumlah halaman: 158 halamanPenerbit: Yash Media.B. Menceritakan tentangBuku ini adalah buku refleksi iman Katolik karyaSalve Olivia yang diterbitkan oleh Yash Media.Buku ini mengisahkan perjalanan spiritualpersonal mengenai pengenalan akan kehadiranTuhan dalam hidup sehari-hari, dari masa kecilhingga dewasa, melalui pengalaman langsungdan penerimaan sakramen.